Anda di halaman 1dari 14

Bus system

Bus merupakan jalur penghubung antar alat pada komputer yang digunakan
sebagai media dalam proses melewatkan data pada suatu proses. Bus ini bisa
dianggap sebagai sebuah pipa, dimana pipa atau saluran tersebut digunakan untuk
mengirimkan dan menerima informasi antar alat yang dihubungkannya. Pada sistem
komputer, bus ini termasuk perangkat internal, kecepatan pengiriman informasi
melalui bus ini dilakukan dengan kecepatan tinggi.
Alat transformasi data dari terminal satu ke terminal lain di dalam CPU. Jalur
utama aliran data antara processor ke komponen lainnya (seperti sound card, video
card, memory) pada mainboard.
Karakteristik bus adalah:
1. Jumlah interupsi mementukan banyak perangkat independen yang melakukan
I/O.
2. Ukuran bus data eksternal berakibat pada kecepatan operasional I/O.
3. Ukuran bus alamat menentukan banyak memori yang ditunjuk board ekspansi.
4. Kecepatan clock maksimum yang dapat diakomodasi bus berakibat pada
kinerja.
Interkoneksi antar komponen. Bus ini terdiri dari:
1. Bus alamat (address bus),
Pengalamanatan tranformasi data (bus). Pengalamatan bus ini berisi 16, 20, 24
jalur sinyal paralel atau lebih. CPU mengirim alamat lokasi memori atau port
yang ingi ditulis atau dibaca di bus ini.
Jumlah lokasi memori yang dapat dialamati ditentukan jumlah jalur alamat.
Jika CPU mempunyai N jalur alamat, maka dapat mengalamati 2 pangkat N
lokasi memori dan atau port secara langsung.
Saat CPU membaca atau menulis data mengenai port, alamat port dikirim di
bus alamat
2. Bus data (data bus),
Bus data adalah Jalur yang berfungsi untuk menyalurkan data dari suatu
bagian ke bagian lainnya. Berisi 8, 16, 32 jalur sinyal paralel atau lebih. Jalur-
jalur data adalah dua arah (bidirectional). CPU dapat membaca dan mengirim
data dari/ke memori atau port.
Banyak perangkat pada sistem yang dicantolkan ke bus data tapi hanya satu
perangkat pada satu saat yang dapat memakainya. Untuk mengatur ini,
perangkat harus mempunyai tiga state (tristate) agar dapat dipasang pada bus
data.
3. Bus kendali (control bus).
Bus kontrol adalah salah satu dari tiga macam bus yang terdapat pada sistem
mikroprosesor yang digunakan untuk menyalurkan sinyal kontrol.
Bus kendali berisi 4-10 jalur sinyal paralel. CPU mengirim sinyal-sinyal pada
bus kendali untuk memerintahkan memory atau port.
Sinyal bus kendali antara lain:
- memory read,
- Memory write,
- I/O read,
- I/O write

Satu bentuk tataletak jaringan yang menggunakan satu buah kabel dimana
seluruh node jaringan disambungkan. Dikenal juga dengan topologi bus.
System bus atau bus system adalah bus yang digunakan oleh sistem komputer
agar dapat berjalan. Sebuah bus adalah sebutan untuk jalur di mana data dapat
mengalir dalam komputer. Jalur-jalur ini digunakan untuk komunikasi dan dapat
dibuat antara dua elemen atau lebih.
Sebuah komputer memiliki beberapa bus, agar dapat berjalan. Banyaknya bus
yang terdapat dalam sistem, tergantung dari arsitektur sistem komputer yang
digunakan. Sebagai contoh, sebuah komputer PC dengan prosesor umumnya Intel
Pentium 4 memiliki bus prosesor (Front-Side Bus), bus AGP, bus PCI, bus USB,
bus ISA (yang digunakan oleh keyboard dan mouse), dan bus-bus lainnya.
Bus disusun secara hierarkis, karena setiap bus yang memiliki kecepatan rendah
akan dihubungkan dengan bus yang memiliki kecepatan tinggi. Setiap perangkat di
dalam sistem juga dihubungkan ke salah satu bus yang ada. Sebagai contoh, kartu
grafis AGP akan dihubungkan ke bus AGP. Beberapa perangkat lainnya (utamanya
chipset atau kontrolir) akan bertindak sebagai jembatan antara bus-bus yang berbeda.
Sebagai contoh, sebuah kontrolir bus SCSI dapat mengubah sebuah bus menjadi bus
SCSI, baik itu bus PCI atau bus PCI Express.

Struktur bus pada PC


Bus pada arsitektur PC Modern

Beberapa bus utama dalam sistem komputer modern adalah sebagai berikut:
 Bus prosesor
Bus ini merupakan bus tercepat dalam sistem dan menjadi bus inti dalam
chipset dan motherboard. Bus ini utamanya digunakan oleh prosesor untuk
meneruskan informasi dari prosesor ke cache atau memori utama ke chipset
kontrolir memori (Northbridge, MCH, atau SPP). Bus ini juga terbagi atas
beberapa macam, yakni Front-Side Bus, HyperTransport bus, dan beberapa
bus lainnya. Sistem komputer selain Intel x86 mungkin memiliki bus-nya
sendiri-sendiri. Bus ini berjalan pada kecepatan 100 MHz, 133 MHz, 200
MHz, 266 MHz, 400 MHz, 533 MHz, 800 MHz, 1000 MHz atau 1066
MHz. Umumnya, bus ini memiliki lebar lajur 64-bit, sehingga setiap
detaknya ia mampu mentransfer 8 byte.

 Bus AGP (Accelerated Graphic Port)


Bus AGP adalah sebuah bus yang dikhususkan sebagai bus pendukung kartu
grafis berkinerja tinggi, menggantikan bus ISA, bus VESA atau bus PCI
yang sebelumnya digunakan.
Spesifikasi AGP pertama kali (1.0) dibuat oleh Intel dalam seri chipset Intel
440 pada Juli tahun 1996. Sebenarnya AGP dibuat berdasarkan bus PCI,
tapi memiliki beberapa kemampuan yang lebih baik. Selain itu, secara fisik,
logis dan secara elektronik, AGP bersifat independen dari PCI. Tidak seperti
bus PCI yang dalam sebuah sistem bisa terdapat beberapa slot, dalam
sebuah sistem, hanya boleh terdapat satu buah slot AGP saja.
Spesifikasi AGP 1.0 bekerja dengan kecepatan 66 MHz (AGP 1x) atau 133
MHz (AGP 2x), 32-bit, dan menggunakan pensinyalan 3.3 Volt. AGP versi
2.0 dirilis pada Mei 1998 menambahkan kecepatan hingga 266 MHz (AGP
4x), serta tegangan yang lebih rendah, 1.5 Volt. Versi terakhir dari AGP
adalah AGP 3.0 yang umumnya disebut sebagai AGP 8x yang dirilis pada
November 2000. Spesifikasi ini mendefinisikan kecepatan hingga 533 MHz
sehingga mengizinkan throughput teoritis hingga 2133 Megabyte/detik (dua
kali lebih tinggi dibandingkan dengan AGP 4x). Meskipun demikian, pada
kenyataannya kinerja yang ditunjukkan oleh AGP 8x tidak benar-benar dua
kali lebih tinggi dibandingkan AGP 4x, karena beberapa alasan teknis.
Selain empat spesifikasi AGP di atas, ada lagi spesifikasi AGP yang
dinamakan dengan AGP Pro. Versi 1.0 dari AGP Pro diperkenalkan pada
bulan Agustus 1998 lalu direvisi dengan versi 1.1a pada bulan April 1999.
AGP Pro memiliki slot yang lebih panjang dibandingkan dengan slot AGP
biasa, dengan tambahan pada daya yang dapat didukungnya, yakni hingga
110 Watt, lebih besar 25 Watt dari AGP biasa yang hanya 85 Watt. Jika
dilihat dari daya yang dapat disuplainya, terlihat dengan jelas bahwa AGP
Pro dapat digunakan untuk mendukung kartu grafis berkinerja tinggi yang
ditujukan untuk workstation graphics, semacam ATi FireGL atau NVIDIA
Quadro. Meskipun demikian, AGP Pro tidaklah kompatibel dengan AGP
biasa: kartu grafis AGP 4x biasa memang dapat dimasukkan ke dalam slot
AGP Pro, tapi tidak sebaliknya. Selain itu, karena slot AGP Pro lebih
panjang, kartu grafis AGP 1x atau AGP 2x dapat tidak benar-benar masuk
ke dalam slot sehingga dapat merusaknya. Untuk menghindari kerusakan
akibat hal ini, banyak vendor motherboard menambahkan retensi pada
bagian akhir slot tersebut: Jika hendak menggunakan kartu grafis AGP Pro
lepas retensi tersebut.
Selain faktor kinerja video yang lebih baik, alasan mengapa Intel mendesain
AGP adalah untuk mengizinkan kartu grafis dapat mengakses memori fisik
secara langsung, yang dapat meningkatkan kinerja secara signifikan, dengan
biaya integrasi yang relatif lebih rendah. AGP mengizinkan penggunaan
kartu grafis yang langsung mengakses RAM sistem, sehingga kartu grafis
on-board dapat langsung menggunakan memori fisik, tanpa harus
menambah chip memori lagi, meski harus dibarengi dengan berkurangnya
memori untuk sistem operasi.
Mulai tahun 2006, AGP telah mulai digeser oleh kartu grafis berbasis PCI
Express x16, yang dapat mentransfer data hingga 4000 Mbyte/detik, yang
hampir dua kali lebih cepat dibandingkan dengan AGP 8x, dengan
kebutuhan daya yang lebih sedikit (voltase hanya 800 mV saja.)

 Bus PCI (Peripherals Component Interconnect)


Bus ini berjalan pada kecepatan 33 MHz dengan lebar lajur 32-bit. Bus ini
ditemukan pada hampir semua komputer PC yang beredar, dari mulai
prosesor Intel 486 karena memang banyak kartu yang menggunakan bus ini,
bahkan hingga saat ini. Bus ini dikontrol oleh chipset pengatur memori
(northbridge, Intel MCH) atau Southbridge (Intel ICH, atau NVIDIA nForce
MCP).
Bus PCI didesain untuk menangani beberapa perangkat keras. Standar bus
PCI ini dikembangkan oleh konsorsium PCI Special Interest Group yang
dibentuk oleh Intel Corporation dan beberapa perusahaan lainnya, pada
tahun 1992. Tujuan dibentuknya bus ini adalah untuk menggantikan Bus
ISA/EISA yang sebelumnya digunakan dalam komputer IBM PC atau
kompatibelnya.
Komputer lama menggunakan slot ISA, yang merupakan bus yang lamban.
Sejak kemunculan-nya sekitar tahun 1992, bus PCI masih digunakan sampai
sekarang, hingga keluar versi terbarunya yaitu PCI Express (add-on).
Spesifikasi bus PCI pertama kali dirilis pada bulan Juni 1992, sebagai PCI
vesi 1.0. Perkembangan selanjutnya dapat dilihat pada tabel berikut.
Spesifikasi Dirilis
Perubahan yang dilakukan
bus PCI pada
Spesifikasi asli PCI, yang memiliki lebar bus 32-bit atau
PCI 1.0 Juni 1992
64-bit
Spesifikasi ini mendefinisikan jenis konektor dan papan
PCI 2.0 April 1993
ekspansi
Operasi 66 MHz diberlakukan; Perubahan pada latency;
PCI 2.1 Juni 1995
Adanya fungsi transaction ordering
Januari Fitur manajemen daya diberlakukan; Ada beberapa
PCI 2.2
1999 klarifikasi mekanika
September Spesifikasi PCI-X 133 MHz, sebagai tambahan bagi
PCI-X 1.0
1999 versi PCI 2.2
November Spesifikasi PCI 2.2 untuk motherboard dengan form
Mini-PCI
1999 factor yang kecil (Micro-ATX)
Pensinyalan 3.3 Volt; Penggunaan kartu yang bersifat
PCI 2.3 Maret 2002
low-profile
Modus kerja 266 MHz dan 533 MHz; dukungan
terhadap pembagian bus 64-bit menjadi segmen-segmen
PCI-X 2.0 Juli 2002
berukuran 16-bit atau 32-bit; Pensinyalan 3.3 Volt atau
1.5 Volt.
PCI dengan cara transmisi serial, dengan kecepatan
2500Mb/s tiap jalur transmisi tiap arah,
PCI
Juli menggunakan pensinyalan 0.8 Volt, sehingga
Express
2002 menghasilkan bandwidth kira-kira 250MB/s tiap
1.0
jalurnya; Didesain untuk menggantikan PCI 2.x
dalam sistem PC.

 Bus PCI Express (Peripherals Component Interconnect Express)


Bus PCI Express (PCI-E /PCIex) adalah slot ekspansi module didesain
untuk menggantikan PCI bus yang lama, sekarang banyak Motherboard
mengadopsi PCI express dikarenakan PCI Express memiliki transfer data
yang lebih cepat, terutama untuk keperluan grafis 3D. Slot ini memiliki
kecepatan 1x, 2x, 4x, 8x, 16x and 32x, tidak seperti PCI biasa dengan sistim
komunikasi paralel. PCI Express menggunakan sistem serial dan mampu
berkomunikasi 2 kali ( tulis/baca) dalam satu rute clock.
Ini adalah kecepatan lebar data maximun dari PCI
Kecepatan Max
PCI-ex 1x 250 MB/s
PCI-ex 2x 500 MB/s
PCI-ex 4x 1000 MB/s
PCI-ex 8x 2000 MB/s
PCI-ex 16x 4000 MB/s
PCI-ex 32x 8000 MB/s

Dalam perjalanan pengembangannya PCI Express(PCIe) sebelumnya


dinamai HSI ( High Speed InterConnect) dan mengalami pergantian nama
menjadi 3GIO ( 3rd Generation I/O). Akhirnya PCI SIG (PCI Special
Interest Group) menamainya menjadi PCI Express.
PCIe masih dalam pengembangan yang berkelanjutan. versi sekarang yang
banyak beredar adalah PCIe 1.0, PCI-SIG sudah mengumumkan beredarnya
PCIe 2.0 (January,2007) dan PCIe 3.0 (Augustus,2007)

 Bus PCI-X (Peripherals Component Interconnect Express)

 Bus ISA (Industry Standard Architecture)


Bus ISA adalah sebuah arsitektur bus dengan bus data selebar 8-bit yang
diperkenalkan dalam IBM PC 5150 pada tanggal 12 Agustus 1981. Bus ISA
diperbarui dengan menambahkan bus data selebar menjadi 16-bit pada IBM
PC/AT pada tahun 1984, sehingga jenis bus ISA yang beredar pun terbagi
menjadi dua bagian, yakni ISA 16-bit dan ISA 8-bit. ISA merupakan bus
dasar dan paling umum digunakan dalam komputer IBM PC hingga tahun
1995, sebelum akhirnya digantikan oleh bus PCI yang diluncurkan pada
tahun 1992.
a. ISA 8-bit
Bus ISA 8-bit merupakan varian dari bus ISA, dengan bus data selebar
8-bit, yang digunakan dalam IBM PC 5150 (model PC awal). Bus ini
telah ditinggalkan pada sistem-sistem modern ke atas tapi sistem-sistem
Intel 286/386 masih memilikinya. Kecepatan bus ini adalah 4.77 MHz
(sama seperti halnya prosesor Intel 8088 dalam IBM PC), sebelum
ditingkatkan menjadi 8.33 MHz pada IBM PC/AT. Karena memiliki
bandwidth 8-bit, maka transfer rate maksimum yang dimilikinya
hanyalah 4.77 Mbyte/detik atau 8.33 Mbyte/detik. Meskipun memiliki
transfer rate yang lamban, bus ini termasuk mencukupi kebutuhan saat
itu, karena bus-bus I/O semacam serial port, parallel port, kontrolir
floppy disk, kontrolir keyboard dan lainnya sangat lambat. Slot ini
memiliki 62 konektor.
Meski desainnya sederhana, IBM tidak langsung mempublikasikan
spesifikasinya saat diluncurkan tahun 1981, tapi harus menunggu hingga
tahun 1987, sehingga para manufaktur perangkat pendukung agak
kerepotan membuat perangkat berbasis ISA 8-bit.
b. ISA 16-bit
Bus ISA 16-bit adalah sebuah bus ISA yang memiliki bandwidth 16-bit,
sehingga mengizinkan transfer rate dua kali lebih cepat dibandingkan
dengan ISA 8-bit pada kecepatan yang sama. Bus ini diperkenalkan pada
tahun 1984, ketika IBM merilis IBM PC/AT dengan mikroprosesor Intel
80286 di dalamnya. Mengapa IBM meningkatkan ISA menjadi 16 bit
adalah karena Intel 80286 memiliki bus data yang memiliki lebar 16-bit,
sehingga komunikasi antara prosesor, memori, dan motherboard harus
dilakukan dalam ordinal 16-bit. Meski prosesor ini dapat diinstalasikan
di atas motherboard yang memiliki bus I/O dengan bandwidth 8-bit, hal
ini dapat menyababkan terjadinya bottleneck pada bus sistem yang
bersangkutan.
Daripada membuat bus I/O yang baru, IBM ternyata hanya merombak
sedikit saja dari desain ISA 8-bit yang lama, yakni dengan
menambahkan konektor ekstensi 16-bit (yang menambahkan 36
konektor, sehingga menjadi 98 konektor), yang pertama kali diluncurkan
pada Agustus tahun 1984, tahun yang sama saat IBM PC/AT
diluncurkan. Ini juga menjadi sebab mengapa ISA 16-bit disebut sebagai
AT-bus. Hal ini memang membuat interferensi dengan beberapa kartu
ISA 8-bit, sehingga IBM pun meninggalkan desain ini, ke sebuah desain
di mana dua slot tersebut digabung menjadi satu slot.
 Bus EISA (Extended Industry Standard Architecute)
Bus EISA adalah sebuah bus I/O yang diperkenalkan pada September 1988
sebagai respons dari peluncuran bus MCA oleh IBM, mengingat IBM
hendak "memonopoli" bus MCA dengan mengharuskan pihak lain
membayar royalti untuk mendapatkan lisensi MCA. Standar ini
dikembangkan oleh beberapa vendor IBM PC Compatible, selain IBM,
meskipun yang banyak menyumbang adalah Compaq Computer
Corporation. Compaq jugalah yang membentuk EISA Committee, sebuah
organisasi nonprofit yang didesain secara spesifik untuk mengatur
pengembangan bus EISA. Selain Compaq, ada beberapa perusahaan lain
yang mengembangkan EISA yang jika diurutkan, maka kumpulan
perusahaan dapat disebut sebagai WATCHZONE:
• Wyse
• AT&T
• Tandy Corporation
• Compaq Computer Corporation
• Hewlett-Packard
• Zenith
• Olivetti
• NEC
• Epson
Meski menawarkan pengembangan yang signifikan jika dibandingkan
dengan ISA 16-bit, hanya beberapa kartu berbasis EISA yang beredar di
pasaran (atau yang dikembangkan). Itu pun hanya berupa kartu pengontrol
larik hard disk (SCSI/RAID), dan kartu jaringan server.
Bus EISA pada dasarnya adalah versi 32-bit dari bus ISA yang biasa. Tidak
seperti MCA dari IBM yang benar-benar baru (arsitektur serta desain
slotnya), pengguna masih dapat menggunakan kartu ISA 8-bit atau 16-bit
yang lama ke dalam slot EISA, sehingga hal ini memiliki nilai tambah:
kompatibilitas ke belakang (backward compatibility). Seperti halnya bus
MCA, EISA juga mengizinkan konfigurasi kartu EISA secara otomatis
dengan menggunakan perangkat lunak, sehingga bisa dibilang EISA dan
MCA adalah pelopor "plug-and-play", meski masih primitif.
Bus EISA menambahkan 90 konektor baru (55 konektor digunakan untuk
sinyal sedangkan 35 sisanya digunakan sebagai ground) tanpa membuat slot
ISA 16-bit berubah. Sekilas, slot EISA 32-bit sangat mirip dengan slot ISA
16-bit. Tapi, berbeda dari kartu ISA yang hanya memiliki satu baris kontak,
kartu EISA memiliki dua baris kontak yang bertumpuk. Baris pertama
adalah baris yang digunakan oleh ISA 16-bit, sementara baris kedua
menambahkan bandwidth menjadi 32-bit. Karenanya, kartu ISA yang lama
masih dapat bertahan meskipun berganti motherboard. Meski kompatibilitas
ini merupakan sesuatu yang bagus, ternyata industri kurang begitu
meresponsnya. Akhirnya, fitur-fitur EISA pun ditangguhkan untuk
mengembangkan bus I/O yang baru, yang disebut dengan VESA Local Bus
(VL-Bus).
Bus EISA dapat menangani data hingga 32 bit pada kecepatan 8,33 MHz,
sehingga transfer rate maksimum yang dapat dicapainya adalah 33
MByte/detik. Timing (latency) EISA juga berpengaruh pada kecepatan
transfer data pada kartu EISA. Ukuran dimensi fisik slotnya (panjang, lebar,
tinggi) adalah 333,5 milimeter, 12,7 milimeter, 127 milimeter.

 Bus MCA (Micro Channel Architecture)


Bus MCA adalah sebuah bus I/O ber-bandwidth 32-bit yang digunakan
dalam beberapa komputer mikro. Bus ini dibuat oleh IBM yang ditujukan
untuk menggantikan bus ISA 8-bit/16-bit yang lambat, selain tentunya
untuk menghadapi masalah bottleneck yang terjadi akibat kecepatan
prosesor yang semakin tinggi tapi tidak diimbangi dengan kecepatan bus
I/O. Komputer yang menggunakan bus ini pun hanya sedikit, mengingat
memang IBM mewajibkan para vendor untuk membayar royalti kepada
iBM untuk mendapatkan lisensi bus MCA. Karena hal ini banyak vendor
yang kurang setuju dengan IBM membuat "partai oposisi", dengan membuat
bus EISA.
Kebutuhan terhadap sebuah bus I/O yang lebih cepat datang akibat bus ISA
mengalami bottleneck. Prosesor Intel 80386DX merupakan prosesor 32-bit
yang dapat mentransfer data hingga 32 bit dalam satu waktunya, tapi ISA
hanya dapat mentransfer 16 bit saja. Daripada menambahkan pin lagi
terhadap bus ISA, IBM memutuskan untuk membuat sebuah bus baru, yang
kemudian menjadi bus MCA. Berbeda dengan EISA yang mendukung
konsep backward compatibility, bus ini adalah benar-benar baru, yang sama
sekali tidak kompatibel dengan ISA 8-bit/16-bit.
Sistem MCA juga menawarkan perubahan lainnya: pengguna dapat
menancapkan kartu MCA ke dalam slotnya tanpa harus mengubah-ubah
setting jumper untuk menentukan sumber daya yang hendak digunakan
(IRQ Channel, DMA Channel, atau memory base address). Fitur ini mirip
dengan apa yang kita kenal sekarang sebagai fitur plug-and-play, meski
masih terkesan primitif. Karenanya, kartu MCA tidak memiliki jumper atau
DIP Switch untuk mengatur sumber daya, tapi menawarkan perangkat lunak
yang dapat mengaturnya. Umumnya, MCA memiliki dua jenis disket untuk
konfigurasi perangkat keras: Option Disk dan Reference Disk. Reference
Disk merupakan disket yang datang sistem komputer yang
mengintegrasikan bus MCA, sementara Option Disk datang dengan kartu
MCA yang bersangkutan. Setelah kartu dipasang, pengguna tinggal
menginstalasikan berkas-berkas dari Option disk ke dalam Reference Disk,
setelah itu kartu pun akan berjalan. Reference Disk mengandung beberapa
program dan BIOS yang dibutuhkan untuk mengatur sistem MCA, dan
sistem tidak dapat dikonfigurasikan tanpanya.
MCA berjalan dalam kecelatan 5 MHz, pada bandwidth 32-bit, sehingga
dapat mentransfer data hingga 20 MByte/detik. Selain versi 32-bit biasa,
IBM juga membuat beberapa variasi bus MCA, yakni sebagai berikut.
Nama Bus Kecepatan Bandwidth Transfer rate
MCA-16 5 MHz 16 bit 10 MByte/detik
MCA-32 5 MHz 32 bit 20 MByte/detik
MCA-16 Streaming 10 MHz 16 bit 20 MByte/detik
MCA-32 Streaming 10 MHz 32 bit 40 MByte/detik
80 MByte/detik / 160
MCA-64 Streaming 10 MHz/20 MHz 64 bit
MByte/detik

 Bus SCSI (Small Computer System Interface)


Bus SCSI adalah sebuah antarmuka bus berkinerja tinggi yang didefinisikan
oleh panitia ANSI X3T9.2 (American National Standarts Institute).
Antarmuka ini digunakan untuk menangani perangkat input / output atau
perangkat media penyimpanan. Perangkat yang umum menggunakan SCSI
adalah hard disk, CD-ROM, scanner atau printer