MODUL KULIAH

Jurusan Pendidikan Teknik Sipil dan Perencanaan

STRUKTUR BETON I
(Berdasarkan SNI-03-2847-2002)

Slamet Widodo, S.T., M.T.

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA FAKULTAS TEKNIK

2008

i

sedangkan dalam bab 4 dibahas konsep dan tata cara analisis dan perencanaan struktur balok. serta diakhiri dengan pembahasan mengenai panjang penyaluran pada bab 6. Yogyakarta. Akhir kata semoga buku ini dapat memberikan manfaat yang sebaik-baiknya dan kepada para ahli. Bab 3 membahas permasalahan tentang perancangan struktur pelat lentur.Kata Pengantar Buku ini disusun guna membantu para mahasiswa tingkat diploma maupun sarjana pada Jurusan Pendidikan Teknik Sipil dan Perencanaan. akademisi maupun praktisi di bidang teknik sipil diharapkan dorongan dan saran yang dapat digunakan untuk menyempurnakan isi buku ini di masa mendatang. Pada bab 5 diketengahkan tentang perencanaan penulangan geser dan torsi. Agustus 2008 Penyusun ii . Penyusunan diktat ini telah disesuaikan dengan peraturan terbaru SNI 03-2847-2002 tentang tata cara perencanaan struktur beton untuk bangunan gedung. Pokok bahasan dalam buku ini diawali dengan tinjauan sifat. Fakultas Teknik. perilaku dan metode pengujian material yang digunakan dalam struktur beton bertulang. dilanjutkan konsep dasar dan metode perencanaan beton bertulang yang disajikan pada bab 2. Universitas Negeri Yogyakarta dalam mempelajari mata kuliah Struktur Beton I.

Ketentuan Rancang Campur Menurut SNI 03-2847-2002 C. Selang Keamanan Ditinjau dari Aspek Kekuatan C. Sistem Struktur Beton Bertulang Bab 3 Perancangan Pelat Lentur A. Pola Keruntuhan Elemen Beton Bertulang E. Perkembangan Metode Perencanaan B. Perencanaan Dimensi Tampang B. Penyusun Beton B. Analisis Penampang Balok dengan Flens (T dan L) E. Perencanaan Tulangan Lentur D. Asumsi-Asumsi dalam Perhitungan B. Contoh-Contoh Aplikasi Bab 5 Perencanaan Geser dan Torsi A. Tulangan Bab 2 Konsep dan Metode Perencanaan A. Kemampuan Layan D. Karakteristik Beton D. Balok Tulangan Rangkap D. Contoh-Contoh Aplikasi Bab 4 Perancangan Lentur pada Balok A. Balok Tulangan Tunggal C. Konsep Dasar dalam Analisis Geser ii iii 1 1 8 10 18 24 24 27 31 31 33 36 37 40 45 52 64 64 66 71 76 82 97 97 iii .Daftar Isi Kata Pengantar Daftar Isi Bab 1 Material Penyusun Beton Bertulang A. Analisis Gaya Dalam C.

Kekuatan Geser Nominal C. Contoh-Contoh Aplikasi Bab 6 Panjang Penyaluran A. Contoh-Contoh Aplikasi Daftar Pustaka 102 110 117 131 133 135 136 138 142 iv . Sambungan lewatan E. Penyaluran batang ulir dan kawat ulir tertarik B. Perencanaan Kekuatan Puntir D. Penyaluran tulangan tarik berkait D.B. Penyaluran batang ulir tertekan C.

S.. (2002). R. Badan Standardisasi Nasional.J. Gani. Reinforced Concrete: A Fundamental Approach 3rd edition. W. M. pp: 1145–1158 v . (1994). Dasar-dasar Perencanaan Beton Bertulang Berdasarkan SK SNI T-15-1991-03. Faisal F. Badan Standardisasi Nasional. Badan Standardisasi Nasional. SNI 15-2049-2004: Semen Portland. Gideon Hadi Kusuma dan Vis. (2002). London: Chapman & Hall. Effect Of the Concrete Compressive Strength and Tensile Reinforcement Ratio On The Flexural Behavior Of Fibrous Concrete Beams. Reinforced Concrete Structures. Mohmd I. (2000).. SNI 15-0302-2004: Semen Portland Pozolan. (1996). Cement and Concrete. Engineering Structures 22. Badan Standardisasi Nasional. Jakarta: Penerbit Erlangga. New York: John Wiley & Sons. Samir A. SNI 03-2847-2002: Tata Cara Perencanaan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung. New York: Prentice Hall. Kamal. and Paulay.. Badan Standardisasi Nasional. T. Struktur Beton Bertulang.Daftar Pustaka Badan Standardisasi Nasional. E. Inc.C. (1975).G.. Istimawan Dipohusodo. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Ashour. (1997). (2002). Wafa. Park. Nawy. (1999).

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful