Anda di halaman 1dari 2

SURAT PERJANJIAN SEWA TANAH

Pada hari ini Jumat 25 Pebruari 2005 bertempat di Rogojampi, kami yang bertanda tangan di bawah ini :
Nama : R. Moh. Sunarko
Alamat : Puspan Rogojampi
Selanjutnya disebut Pihak Pertama

Nama : Ikhwan Anwar, S.Ag


Alamat : Jl. Pesantren Putri No. 4 Lugonto Rogojampi
Selanjutnya disebut Pihak Kedua

Sepakat mengadakan perjanjian sewa tanah dengan ketentuan sebagai berikut:


1. Pihak pertama bertindak atas nama sendiri dan atas nama keluarga menyewakan sepetak tanah
berpagar tembok rusak dengan alamat Jl Raya Lateng RT 01 RW 01 Dusun Lateng Desa Gladag
yaitu di timur jalan raya atau depan KUD Surongganti yang selanjutnya disebut tanah sewa
kepada Pihak Kedua.
2. Batas-batas tanah sewa tersebut adalah panjang 20 meter ke utara dihitung dari garis batas sisi
selatan tanah sewa tersebut yang ditandai dengan tiang PLN dan lebar mulai batas bahu jalan
sampai dengan batas saluran irigasi di sebelah timur. Batas-batas tanah sewa tersebut dibatasi
dengan pagar tembok rusak pada sisi selatan dan timur setinggi kurang dari 1,5 (satu koma lima)
meter.
3. Periode sewa tanah sewa tersebut adalah 10 (sepuluh) tahun terhitung mulai perjanjian ini
ditandatangani dengan opsi bisa diperpanjang sesuai kesepakatan dikemudian hari.
4. Harga sewa yang disepakati adalah Rp. 5.000.000,- (lima juta rupiah) selama 10 (sepuluh) tahun
dibayar lunas pada saat perjanjian ini ditandatangani.
5. Pihak kedua berhak membangun dan memanfaatkan tanah sewa tersebut sesuai kepentingan
pihak kedua.
6. Segala bentuk perubahan yang akan dilakukan pihak kedua baik berupa pembangunan gedung,
pemasangan listrik PLN dan segala sesuatu yang berada di bangunan tersebut adalah hak milik
pihak kedua.
7. a. Pada akhir periode sewa akan diadakan pertemuan untuk membahas mengenai perpanjangan
sewa dan/atau mengenai obyek bangunan yang dibangun pihak kedua sesuai pasal 6 diatas.
b. Dalam perjanjian ini kedua pihak menyepakati 2 (dua) pilihan mengenai obyek bangunan di
dalam pasal 6, yaitu:
1. Segala ongkos dan biaya obyek bangunan dan segala yang melekat didalamnya
seperti dalam pasal 6 akan diganti oleh pihak pertama dengan harga pasaran sesuai
pada saat tahun perjanjian berakhir.
2. Jika pihak pertama tidak mau dan tidak berkeinginan memiliki atau tidak mampu
mengganti obyek bangunan maka pihak kedua berkewajiban mengembalikan bentuk
tanah sewa kembali menjadi sepetak tanah seperti semula saat perjanjian ini
ditandatangani, yaitu berarti segala perubahan seperti dalam pasal 6 harus dibongkar.
8. Jika terjadi sengketa dikemudian hari kedua pihak sepakat menyelesaikan secara musyawarah
kekeluargaan

Kami yang membuat perjanjian,


Rogojampi, 25 Pebruari 2005
Pihak Kedua Pihak Pertama

Ikhwan Anwar, S.Ag R. Moh. Sunarko

Saksi
1.Sunartiningsih …………………………

2. Nova Nur Hidayat, SE …………………………