P. 1
analisis lap keuangandaerah

analisis lap keuangandaerah

|Views: 9,674|Likes:
Dipublikasikan oleh Lukman Purnomo Sidi

More info:

Published by: Lukman Purnomo Sidi on Mar 12, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/03/2015

pdf

text

original

Analisis Laporan
Keuangan

Daerah

Disusun Oleh:
Tim Penyusun Modul Program Pendidikan Non Gelar Auditor Sektor Publik

Sekolah Tinggi Akuntansi Negara
2007

Analisis Laporan Keuangan Daerah

Oleh Tim Penyusun Modul Program Pendidikan Non Gelar Auditor Sektor Publik
Sekolah Tinggi Akuntansi Negara
Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan (BPPK)
Departemen Keuangan Republik Indonesia
Bekerja sama dengan Yayasan Pendidikan Internal Audit (YPIA)

Desain sampul dan isi : Tim YPIA

Diterbitkan pertama kali oleh :
Sekolah Tinggi Akuntansi Negara
Jl. Bintaro Utama Sektor V
Bintaro Jaya Tangerang 15223
Indonesia
Telp : 021 7361654 - 56
Fax : 021 7361653

Cetakan Pertama : Desember 2007

Buku ini bisa di download bebas melalui Website :

www.stan-star.ac.id

Modul Program Pendidikan Non Gelar Auditor Sektor Publik

Kata

Sambutan

Dengan mengucapkan syukur alhamdulillah pada tahun 2007 ini
Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) dipercaya oleh Asian Development
Bank (ADB) untuk melaksanakan salah satu kegiatan reformasi birokrasi yakni
penyusunan program pelatihan auditor internal non-gelar bagi Inspektorat di
daerah. Hal ini didasarkan pada tekad pemerintah untuk melakukan reformasi
dalam penyelenggaraan pemerintahan dalam kerangka good governance
mencakup reformasi audit pemerintahan daerah.

Dalam hubungan ini, pemerintah telah menetapkan proyek yang
disebut dengan State Audit Reform Sector Development Project (STAR-SDP).
Pelaksanaan STAR-SDP mendapat dukungan pendanaan yang berasal dari
Asian Development Bank (ADB) dan pemerintah Belanda.

Sejalan dengan tekad untuk menyukseskan penyelenggaraan otonomi
daerah, pemerintah juga menetapkan bahwa STAR-SDP mencakup proyek
peningkatan kuantitas dan kualitas auditor di lingkungan pemerintah daerah
melalui program pendidikan jangka pendek (non-gelar). Proyek pendidikan
non-gelar bagi auditor inspektorat daerah ini diserahkan kepada STAN –
Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan (BPPK) Departemen Keuangan
RI dan pelaksanaannya harus melibatkan konsultan independen serta didukung
oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS).

Modul ini merupakan bagian dari kegiatan STAR-SDP tersebut yang
dikhususkan bagi auditor inspektorat daerah. Semoga modul ini bermanfaat
bagi para auditor inspektorat daerah dan para instruktur pelatihan audit internal
sektor publik serta pihak lain yang tertarik untuk mendalami audit internal
sektor publik.

Selaku pimpinan STAN saya sangat bangga dengan kegiatan ini dan
peningkatan yang telah dicapai khususnya dalam hal pengembangan Sumber
Daya Manusia (SDM) aparatur negara, namun tidak cukup sampai di sini, kita
harus dapat mencapai kinerja yang lebih baik di masa mendatang.

Modul Program Pendidikan Non Gelar Auditor Sektor Publik

Akhirnya pada kesempatan ini, atas nama Direktur Sekolah Tinggi
Akuntansi Negara saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang
penuh dedikasi telah bekerja keras dalam pembuatan modul ini dan juga pihak
BAPPENAS serta Tim Teknis STAR-SDP STAN yang telah mendukung dengan
kemampuan profesionalisme sehingga proyek ini dapat berhasil dengan baik.
Semoga di tahun-tahun mendatang kita tetap meningkatkan kinerja.

Suyono Salamun, Ph.D

Direktur Sekolah Tinggi Akuntansi Negara

Analisis Laporan
Keuangan

Daerah

i

Daftar Isi....................................................................................................... i
Daftar Istilah................................................................................................. iii

Bagian I LAPORAN KEUANGAN PEMDA

Bab 1 Pelaporan Keuangan....................................................................... 01
A. Pengantar ................................................................................... 01
B. Akuntabilitas dan Transparansi................................................... 03
C. Entitas Pelaporan dan Tanggung Jawab Pelaporan................... 05
D. Peran dan Tujuan Pelaporan Keuangan..................................... 07
E. Asumsi Dasar Pelaporan Keuangan........................................... 10
F. Karakteristik Kualitatif Laporan Keuangan.................................. 11
G. Prinsip-prinsip Pelaporan Keuangan.......................................... 13
H. Pengguna Laporan Keuangan.................................................... 16
I. Rangkuman................................................................................. 17

Bab 2 Sekilas Pengelolaan Keuangan Daerah........................................ 19
A. Ruang Lingkup Keuangan Daerah.............................................. 19
B. Azas Umum Pengelolaan Keuangan Daerah............................. 20
C. Perangkat Daerah dalam Pengelolaan Keuangan Daerah......... 21
D. Rangkuman................................................................................. 24

Bab 3 Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD..................... 25
A. Penyusunan Laporan Keuangan................................................. 25
B. Laporan Realisasi Anggaran....................................................... 29
C. Neraca......................................................................................... 38
D. Laporan Arus Kas........................................................................ 48
E. Catatan atas Laporan Keuangan................................................ 61
F. Rangkuman................................................................................. 64

Bagian II DASAR-DASAR ANALISIS LAPORAN KEUANGAN

Bab 4 Konsep Analisis Laporan Keuangan............................................ 67
A. Pendahuluan............................................................................... 67

Modul Program Pendidikan Non Gelar Auditor Sektor Publik

Daftar

Isi

Analisis Laporan
Keuangan

Daerah

B. Pengertian Analisis Laporan Keuangan..................................... 68
C. Tujuan dan Manfaat Analisis Laporan Keuangan....................... 70
D. Rangkuman................................................................................ 71

Bab 5 Analisis Laporan Keuangan Pemerintah...................................... 73
A. Kondisi Saat Ini........................................................................... 73
B. Keterbatasan Analisis Laporan Keuangan Pemerintah.............. 74
C. Teknik Analisis Laporan Keuangan Pemerintah......................... 75
D. Rangkuman............................................................................... 76

Bagian III ANALISIS LAPORAN KEUANGAN PEMDA

Bab 6 Analisis Hubungan......................................................................... 79
A. Pendahuluan.............................................................................. 79
B. Laporan Realisasi APBD............................................................ 80
C. Neraca........................................................................................ 83
D. Laporan Realisasi APBD dan Neraca........................................ 87
E. Laporan Arus Kas, Realisasi APBD, dan Neraca....................... 88
F. Rangkuman................................................................................ 93

Bab 7 Analisis Perbandingan.................................................................... 95
A. Keunggulan dan Kelemahan Perbandingan............................... 95
B. Jenis-jenis Perbandingan........................................................... 96
C. Perbandingan Pos APBD........................................................... 99
D. Perbandingan Pos Neraca......................................................... 106
E. Rangkuman................................................................................ 109

Bab 8 Analisis Kecenderungan................................................................ 111
A. Pengertian dan Sifat Analisis Kecenderungan........................... 111
B. Analisis Kecenderungan dengan Tahun Dasar.......................... 112
C. Analisis Kecenderungan Bergerak............................................. 113
D. Analisis Kecenderungan dengan Diagram Pencar..................... 114
E. Analisis Kecenderungan dengan Hubungan antar Variabel....... 116
F. Rangkuman................................................................................ 117

Daftar Pustaka............................................................................................ 119

Modul Program Pendidikan Non Gelar Auditor Sektor Publik

ii

Analisis Laporan
Keuangan

Daerah

iii

Modul Program Pendidikan Non Gelar Auditor Sektor Publik

1. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD)
adalah rencana keuangan tahunan pemerintahan daerah yang dibahas
dan disetujui bersama oleh pemerintah daerah dan DPRD, dan ditetapkan
dengan peraturan daerah.

2. Badan Layanan Umum Daerah (BLUD)
adalah SKPD/unit kerja pada SKPD di lingkungan pemerintah daerah yang
dibentuk untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat berupa
penyediaan barang dan/atau jasa yang dijual tanpa mengutamakan mencari
keuntungan, dan dalam melakukan kegiatannya didasarkan pada prinsip
efisiensi dan produktivitas.

3. Belanja Daerah

adalah kewajiban pemerintah daerah yang diakui sebagai pengurang nilai
kekayaan bersih.

4. Bendahara Umum Daerah (BUD)
adalah PPKD yang bertindak dalam kapasitas sebagai bendahara umum
daerah.

5. Dana Cadangan

adalah dana yang disisihkan guna mendanai kegiatan yang memerlukan
dana relatif besar yang tidak dapat dipenuhi dalam satu tahun anggaran.

6. Defisit Anggaran Daerah
adalah selisih kurang antara pendapatan daerah dan belanja daerah.

7. Dokumen Pelaksanaan Anggaran SKPD (DPA-SKPD)
adalah dokumen yang memuat pendapatan, belanja dan pembiayaan yang
digunakan sebagai dasar pelaksanaan anggaran oleh pengguna anggaran.

8. Dokumen Pelaksanaan Perubahan Anggaran SKPD (DPPA-SKPD)
adalah dokumen yang memuat perubahan pendapatan, belanja dan
pembiayaan yang digunakan sebagai dasar pelaksanaan perubahan
anggaran oleh pengguna anggaran.

Daftar

Istilah

Analisis Laporan
Keuangan

Daerah

Modul Program Pendidikan Non Gelar Auditor Sektor Publik

iv

9. Entitas akuntansi
adalah unit pemerintahan pengguna anggaran/pengguna barang dan oleh
karenanya wajib menyelenggarakan akuntansi dan menyusun laporan
keuangan untuk digabungkan pada entitas pelaporan.

10. Entitas pelaporan
adalah unit pemerintahan yang terdiri atas satu atau Iebih entitas akuntansi
yang menurut ketentuan peraturan perundang-undangan wajib menyampai-
kan laporan pertanggungjawaban berupa laporan keuangan.

11. Kepala Daerah

adalah gubemur bagi daerah provinsi atau bupati bagi daerah kabupaten
atau walikota bagi daerah kota.

12. Keuangan Daerah
adalah semua hak dan kewajiban daerah dalam rangka penyelenggaraan
pemerintahan daerah yang dapat dinilai dengan uang termasuk didalamnya
segala bentuk kekayaan yang berhubungan dengan hak dan kewajiban
daerah tersebut.

13. Kinerja

adalah keluaran/hasil dari kegiatan/program yang akan atau telah dicapai
sehubungan dengan penggunaan anggaran dengan kuantitas dan kualitas
yang terukur.

14. Pejabat Pengelola Keuangan Daerah (PPKD)
adalah kepala satuan kerja pengelola keuangan daerah (Kepala SKPKD)
yang mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan APBD dan bertindak
sebagai bendahara umum daerah.

15. Pejabat Penatausahaan Keuangan SKPD (PPK-SKPD)
adalah pejabat yang melaksanakan fungsi tata usaha keuangan pada
SKPD.

16. Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK)
adalah pejabat pada unit kerja SKPD yang melaksanakan satu atau
beberapa kegiatan dari suatu program sesuai dengan bidang tugasnya.

17. Pemegang Kekuasaan Pengelolaan Keuangan Daerah
adalah kepala daerah yang karena jabatannya mempunyai kewenangan
menyelenggarakan keseluruhan pengelolaan keuangan daerah.

Analisis Laporan
Keuangan

Daerah

v

18. Pemerintahan Daerah
adalah penyelenggaraan urusan pemerintahan oleh pemerintah daerah
dan dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD) menurut asas otonomi dan
tugas pembantuan dengan prinsip otonomi seluas-luasnya dalam sistem
dan prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagaimana dimaksud
dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

19. Pemerintah Daerah
adalah gubernur, bupati, dan/atau walikota, dan perangkat daerah sebagai
unsur penyelenggara pemerintahan daerah.

20. Pendapatan Daerah
adalah hak pemerintah daerah yang diakui sebagai penambah nilai kekayaan
bersih.

21. Pengelolaan Keuangan Daerah
adalah keseluruhan kegiatan yang meliputi perencanaan, pelaksanaan,
penatausahaan, pelaporan, pertanggungjawaban, dan pengawasan
keuangan daerah.

22. Pengguna Anggaran
adalah pejabat pemegang kewenangan penggunaan anggaran untuk
melaksanakan tugas pokok dan fungsi SKPD yang dipimpinnya.

23. Pembiayaan Daerah
adalah semua penerimaan yang perlu dibayar kembali dan/atau pengeluaran
yang akan diterima kembali, baik pada tahun anggaran yang bersangkutan
maupun pada tahun-tahun anggaran berikutnya.

24. Rencana Kerja dan Anggaran SKPD (RKA-SKPD)
adalah dokumen perencanaan dan penganggaran yang berisi rencana
pendapatan, rencana belanja program dan kegiatan SKPD serta rencana
pembiayaan sebagai dasar penyusunan APBD.

25. Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA)
adalah selisih lebih realisasi penerimaan dan pengeluaran anggaran selama
satu periode anggaran.

26. Surplus Anggaran Daerah
adalah selisih lebih antara pendapatan daerah dan belanja daerah.

Modul Program Pendidikan Non Gelar Auditor Sektor Publik

Analisis Laporan
Keuangan

Daerah

Modul Program Pendidikan Non Gelar Auditor Sektor Publik

vi

27. Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD)
adalah perangkat daerah pada pemerintah daerah selaku pengguna
anggaran/pengguna barang.

28. Satuan Kerja Pengelola Keuangan Daerah (SKPKD)
adalah perangkat daerah pada pemerintah daerah selaku pengguna
anggaran/pengguna barang, yang juga melaksanakan pengelolaan
keuangan daerah.

29. Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD)
adalah tim yang dibentuk dengan keputusan kepala daerah dan dipimpin
oleh sekretaris daerah yang mempunyai tugas menyiapkan serta
melaksanakan kebijakan kepala daerah dalam rangka penyusunan APBD
yang anggotanya terdiri dari pejabat perencana daerah, PPKD dan pejabat
Iainnya sesuai dengan kebutuhan.

01

Pelaporan

Keuangan

1

Bab

Setelah mempelajari bab ini, diharapkan pembaca dapat:
• Memperoleh pemahaman mengenai perlunya akuntabilitas dan
transparansi dalam pengelolaan keuangan daerah.
• Memperoleh pemahaman mengenai tujuan, asumsi dasar, dan prinsip-
prinsip pelaporan keuangan daerah.
• Memperoleh pemahaman mengenai karakteristik kualitatif dan
kelompok pengguna laporan keuangan daerah.

A. Pengantar

Dalam kehidupan sehari-hari, masing-masing dari kita yang merupakan
unsur terkecil dalam kehidupan bertetangga dan bermasyarakat di lingkungan
Rukun Tetangga (RT) / Rukun Warga (RW), pasti secara rutin mengikuti (baik
secara langsung maupun tidak langsung) bagaimana proses yang dilakukan
oleh Ketua RT dan perangkatnya dalam merencanakan suatu kegiatan di
lingkungan RT.

Ambil contoh misalnya kegiatan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT)
Kemerdekaan RI. Maka, pertama kali Ketua RT akan membicarakannya
dengan perangkatnya (sekretaris, bendahara, dan ketua-ketua seksi) mengenai
apa dan bagaimana kira-kira bentuk kegiatan yang akan dilaksanakan dan
berapa dana yang dibutuhkan untuk menyelenggarakan kegiatan tersebut,
termasuk berapa dana yang bisa dipakai dari kas RT dan berapa yang perlu
dimintakan sumbangan dari warganya. Kemudian, usulan yang masih ‘mentah’
tersebut akan ‘dimatangkan’ melalui pembahasan dalam rapat warga.
Selanjutnya, rencana kegiatan yang sudah disetujui dalam rapat warga tersebut
akan menjadi dasar bagi Ketua RT dalam menyelenggarakan kegiatan perayaan
HUT Kemerdekaan RI tersebut.

Dengan rangkaian kegiatan yang sudah terjadual rapi dan dengan
dukungan sejumlah dana yang sudah terkumpul sesuai dengan yang

Analisis Laporan
Keuangan

Daerah

Modul Program Pendidikan Non Gelar Auditor Sektor Publik

Analisis Laporan
Keuangan

Daerah

direncanakan, maka di lingkungan RT tersebut dapat diselenggarakan seluruh
acara peringatan hari kemerdekaan RI. Mulai perlombaan anak-anak,
pertandingan olahraga bagi orang dewasa, sampai dengan puncak acara
yaitu malam pembagian hadiah yang dimeriahkan oleh berbagai pertunjukan
musik dan tari. Singkat cerita, segala kegiatan berjalan dengan tertib-aman-
lancar dan acara klimaksnya pun sukses!

Apakah sudah selesai ceritanya? Ya, betul, selesai tahap pelaksanaan
kegiatannya, namun tahap berikutnya harus dilakukan oleh Ketua RT, yaitu
pertanggungjawaban.

Setelah berlalu sepekan sejak puncak acara peringatan hari kemerdekaan
RI yang terhitung sukses itu, seluruh warga RT menerima laporan pertangung-
jawaban yang ditandatangani oleh Ketua Panitia dan Ketua RT sebagai berikut.

Pada umumnya, dalam membaca laporan pertanggungjawaban yang
disampaikan oleh Panitia Pelaksana dan Ketua RT tersebut, warga akan
melihat, atau tepatnya melakukan penilaian, atas keakuratan dari laporan
tersebut. Pertama kali, warga akan melihat kewajaran angka-angka global
dari jumlah penerimaan dan pengeluaran, kemudian lebih jauh mencocokkan,
atau tepatnya menganalisis dan memverifikasi, dengan data rincian masing-
masing.

* Masing-masing dilampiri dengan rinciannya

Laporan Pertanggungjawaban
Pelaksanaan Peringatan HUT Kemerdekaan RI Ke-X

Rp

A Penerimaan:
1. Iuran Warga*

900.000

2. Sumbangan dari RW

250.000

1.150.000

B Pengeluaran:
1. Pelaksanaan Lomba Anak-anak*

150.000

2. Pelaksanaan Pertandingan OlahRaga*

200.000
3. Pembelian Hadiah Lomba dan Pertandingan* 650.000
4. Penyelenggaraan Malam Puncak*

500.000

1.500.000

C Defisit (= A - B)

(350.000)

D Ditutup dari Kas RT

350.000

Modul Program Pendidikan Non Gelar Auditor Sektor Publik

02

Analisis Laporan
Keuangan

Daerah

03

Dari pengantar di atas, dengan mengambil contoh dari lingkup organisasi
terkecil yang sangat dekat dengan keseharian kita, dapat kita ambil pelajaran
bahwa pengelola dana tidak saja melaksanakan kegiatan melalui realisasi
dana sesuai yang direncanakan, tetapi juga harus mempertanggungjawabkan
pelaksanaan kegiatan yang dilakukannya. Dari contoh kecil tersebut di atas
kita bisa melihat perlunya akuntabilitas dan transparansi dalam pengelolaan
dana atau anggaran. Kemudian, terhadap laporan pertanggungjawaban yang
disampaikan oleh pengelola dana, maka warga sebagai pengguna laporan
tersebut perlu melakukan analisis atas ketepatan atau keakuratannya.

Sejalan dengan jiwa yang terkandung dalam cerita kecil di atas, maka
secara garis besar modul ini akan diawali dengan pembahasan mengenai hal-
hal yang berkaitan dengan laporan apa saja yang harus disajikan dan disampaikan
oleh Pemerintah Daerah (sebagai wujud dari pertanggungjawaban atas realisasi
pengelolaan anggarannya), kemudian dilanjutkan dengan pembahasan mengenai
seluk-beluk analisis laporan keuangan Pemerintah Daerah.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->