Anda di halaman 1dari 14

A.

TUJUAN
1. Menentukan kadar klorofil a dan klorofil b pada daun sirih cina
2. Menentukan kadar klorofil total pada daun sirih cina
3. Mengetahui nilai absorban dari daun sirih cina yang di ekstrak
4. Mempelajari dan memahami peralatan spektrofotometer
5. Dapat mengoperasikan peralatan spektrofotometer

B. DASAR TEORI

Spektrofotometer sangat berhubungan dengan pengukuran jauhnya


pengabsorbansian energi cahaya oleh suatu sistem kimia sebagai fungsi panjang
gelombang dengan absorban maksimum dari suatu unsur atau senyawa. Konsentrasi
unsur atau senyawa dapat dihitung dengan menggunakan kurva standar yang diukur
pada panjang gelombang absorban tersebut, yaitu panjang gelombang yang diperoleh
dari hasil nilai absorbansi yang tertinggi.spektrum absorban selain bergantung pada
sifat dasar kimia, juga bergantung pada faktor- faktor lain. Perubahan pelarut sering
menghasilkan pergesaran dari pita absorbansi. Larutan pembanding dalam
spektrofotometri pada umumnya adalah pelarut murni atau suatu larutan blanko yang
mengandung sedikit zat yang akan ditetapkan atau tidak sama sekali (Day &
Underwood 1998).

Spektrofotometer adalah alat untuk mengukur transmitan atau absorban suatu


sampel sebagai fungsi panjang gelombang. Sedangkan pengukuran menggunakan
spektrofotometer ini, metoda yang digunakan sering disebut dengan spektrofotometri.
Prinsip spektroskopi didasarkan adanya interaksi dari energi radiasi elektromagnetik
dengan zat kimia.

Secara umum berdasarkan tampilan pengukuran ada dua model yaitu analog
dan digital. Model analog ditandai dengan bentuk tampilan dari meter pengukur
berupa skala dengan jarum penunjuk. Sedangkan pada model digital tampilan
dinyatakan dengan angka. Pada dasarnya prinsip kerja kedua model alat ini sama,
bedanya hanya dalam tingkat ketelitian dan fasilitas alat.Sebagai contoh yang cukup
populer digunakan adalah Spectronic 21 dan Spectronik 21D.
Spektrofotometri adalah suatu metode analisis yang berdasarkan pada
pengukuran serapan sinar monokromatis oleh suatu lajur larutan berwarna pada
panjang gelombang yang spesifik dengan menggunakan monokromator prisma atau
kisi difraksi dan detector vacuum phototube atau tabung foton hampa. Alat yang
digunakan adalah spektrofotometer, yaitu sutu alat yang digunakan untuk menentukan
suatu senyawa baik secara kuantitatif maupun kualitatif dengan mengukur transmitan
ataupun absorban dari suatu cuplikan sebagai fungsi dari konsentrasi.Spektrometer
menghasilkan sinar dari spectrum dengan panjang gelombang tertentu dan fotometer
adalah alat pengukur intensitas cahaya yang ditransmisikan atau diabsorbsi. Kelebihan
spectrometer dibandingkan fotometer adalah panjang gelombang dari sinar putih
dapat lebih terseleksi dan ini ndiperoleh dengan alat pengurai seperti prisma, grating,
atau celah optis. Pada fotometer filter berbagai filter dari berbagai warna yang
mempunyai spesifikasi melewatkan trayek panjang gelombang tertentu. Pada
fotometer filter tidak mungkin diperoleh panjang gelombang yang benar-benar
monokromatis, melainkan suatu trayek panjang gelombang 30-40 nm. Sedangkan
pada spektrofotometer, panjang gelombang yang benar-benar terseleksi
dapatdiperoleh dengan bantuan alat pengurai cahaya seperti prisma. Suatu
spektrofotometer tersusun dari sumber spektrum tampak yang kontinyu,
monokromator, sel pengabsorbsi untuk larutan sampel atau blanko dan suatu alat
untuk mengukur perbedaan absorbsi antara sampel dan blanko ataupun pembanding.

Keuntungan dari spektrofotometer untuk keperluan analisis kuantitatif adalah :


• Dapat digunakan secara luas
• Memiliki kepekaan yang tinggi
• Keseletifannya cukup baik
• Tingkat ketelitian tinggi

Syarat larutan yang dapat digunakan untuk analisis campuran dua komponen adalah
• Komponen-komponen dalam larutan tidak boleh saling bereaksi
• Penyerapan komponen-komponen tersebut tiak sama
• Komponen harus menyerap pada panjang gelombang tertentu
Penerapan Sfektrofotometer

Hukum Beer : Absorbans, log (Po/P), radiasi monokromatik berbanding lurus dengan
konsentrasi sutu spesies penyerap dalam larutan.
Hukum Bouguer (Lambert) : Bayangkan suatu medium penyerap yang homogen
dalam lapisan-lapisan yang sama tebal. Tiap lapisan menyerap radiasi monokromatik
yang memasuki lapisan itu dalam fraksi yang sama seperti lapisan-lapisan lain.
Dengan semuanya yang lain sama, maka absorbans itu berbanding lurus dengan
panjang jalan yang melewati medium.

Dari hukum Lambert Beer didapat rumus sebagai berikut


A = a.b.c A = -log T
Rumus yang digunakan untuk analisis dua komponen adalah :
A1 = ax1. b. cx + ay1 . b . cy
A2 = ax2 . b. cx + ay2 . b . cy
Dimana :
A1 = serapan campuran pada panjang gelombang maksimum pertama
A2 = serapan campuran pada panjang gelombang maksimum kedua
C = konsentrasi larutan
Keabsahan Hukum Beer
Kondisi berikut adalah keabsahan hukum Beer. Cahaya yang digunakan harus
monokromatis, bila tidak demikian maka akan diperoleh dua nilai absorbansi pada
dua panjang gelombang. Hukum tersebut tidak diikuti oleh larutan yang pekat.
Konsentrasi lebih tinggi untuk beberapa garam tidak berwarna justru mempunyai efek
absorbsi yang berlawanan. Larutan yang bersifat memancarkan pendar-fluor atau
suspensi tidak selalu mengikuti hukum Beer. Jika selama pengukuran pada larutan
encer terjadi reaksi kimia seperti polimerisasi, hidrolisis, asosiasi atau disosiasi, maka
hukum Beer tidak berlaku.

Absorbsi sinar oleh larutan mengikuti hukum Lambert-Beer, yaitu :


A =     log ( Io / It )         =  a b c

Keterangan  : Io = Intensitas sinar datang

It = Intensitas sinar yang diteruskan

a = Absorptivitas

b = Panjang sel/kuvet

c = konsentrasi (g/l)

A = Absorban

Spektrofotometri merupakan bagian dari fotometri dan dapat dibedakan dari filter
fotometri sebagai berikut :

1. Daerah jangkauan spektrum

Filter fotometr hanya dapat digunakan untuk mengukur serapan sinar tampak (400-
750 nm). Sedangkan spektrofotometer dapat mengukur serapan di daerah tampak, UV
(200-380 nm) maupun IR (> 750 nm).

2. Sumber sinar
Sesuai dengan daerah jangkauan spektrumnya maka spektrofotometer menggunakan
sumber sinar yang berbeda pada masing-masing daerah (sinar tampak, UV, IR).
Sedangkan sumber sinar filter fotometer hanya untuk daerah tampak.

3. Monokromator

Filter fotometere menggunakan filter sebagai monokromator. Tetapi pada spektro


digunakan kisi atau prisma yang daya resolusinya lebih baik.

4. Detektor

-   Filter fotometer menggunakan detektor fotosel

-   Spektrofotometer menggunakan tabung penggandaan foton atau fototube.

Komponen utama dari spektrofotometer yaitu :

1. Sumber cahaya

Untuk radisi kontinue :

-         Untuk daerah UV dan daerah tampak :

-         Lampu wolfram (lampu pijar) menghasilkan spektrum kontiniu pada gelombang 320

-2500 nm.

-         Lampu hidrogen atau deutrium (160-375 nm)

-         Lampu gas xenon (250-600 nm)

Untuk daerah IR

Ada tiga macam sumber sinar yang dapat digunakan :

-         Lampu Nerst,dibuat dari campuran zirkonium oxida (38%) Itrium oxida  (38%) dan
erbiumoxida (3%)

-         Lampu globar dibuat dari silisium Carbida (SiC).


-         Lampu Nkrom terdiri dari pita nikel krom dengan panjang gelombang 0,4 – 20 nm

-      Spektrum radiasi garis UV atau tampak :

-       Lampu uap (lampu Natrium, Lampu Raksa)

-       Lampu katoda cekung/lampu katoda berongga

-       Lampu pembawa muatan dan elektroda (elektrodeless dhischarge lamp)

-       Laser

2. Pengatur Intensitas

Berfungsi untuk mengatur intensitas sinar yang dihasilkan oleh sumber cahaya agar sinar
yang masuk tetap konstan.

3. Monokromator

Berfungsi untuk merubah sinar polikromatis menjadi sinar monokromatis sesuai yang
dibutuhkan oleh pengukuran

Macam-macam monokromator :

-   Prisma

-   kaca untuk daerah sinar tampak

-   kuarsa untuk daerah UV

-   Rock salt (kristal garam) untuk daerah IR

-  Kisi difraksi

Keuntungan menggunakan kisi :

-   Dispersi sinar merata

-   Dispersi lebih baik dengan ukuran pendispersi yang sama


-   Dapat digunakan dalam seluruh jangkauan spektrum

4. Kuvet

Pada pengukuran di daerah sinar tampak digunakan kuvet kaca dan daerah UV digunakan
kuvet kuarsa serta kristal garam untuk daerah IR.

5. Detektor

Fungsinya untuk merubah sinar menjadi energi listrik yang sebanding dengan besaran
yang dapat diukur.

Syarat-syarat ideal sebuah detektor :

-         Kepekan yang tinggi

-         Perbandingan isyarat atau signal dengan bising tinggi

-         Respon konstan pada berbagai panjang gelombang.

-         Waktu respon cepat dan signal minimum tanpa radiasi.

-         Signal listrik yang dihasilkan harus sebanding dengan tenaga radiasi.

Macam-macam detektor :

-    Detektor foto (Photo detector)

-      Photocell

-       Phototube

-      Hantaran foto

-      Dioda foto

-      Detektor panas


6. Penguat (amplifier)

Berfungsi untuk memperbesar arus yang dihasilkan oleh detektor agar dapat dibaca oleh
indikator.

7. Indikator

Dapat berupa :

-         Recorder

-         Komputer

Keberhasilan penggunaan spektrofotometer tergantung pada penggunaan prosedur


laboratorium dan teknik analisis secara konsisten. Untuk mengurangi masalah perhatikan
beberapa hal berikut :

 Hilangkan semua gelombang udara dari larutan.


 Volume larutan cuplikan pada tabung cuvette hendaknya lebih dari setengah.
 Gunakan cuvette yang sama bentuk, ukuran dan bahan untuk wadah larutan standar
(blanko) maupun larutan cuplikan.
 Yakinkan bahwa tanda pada test tube bersesuaian dengan tanda pada adapter.
 Penggunaan alat dalam waktu relatif lama pada panjang gelombang tetap,
memerlukan adanya cek ulang terhadap transmitannce hingga kembali pada kondisi
100% T.
 Gunakan cuvette yang bersih dan jangan menyentuh tabung tersebut di bawah tanda
garis putih.

C. ALAT DAN BAHAN


Alat yang digunakan:
 Labu takar 100 ml
 Erlenmeyer
 Beaker glass
 Mortar
 Pastle
 Pipet
 Cuvet
 Corong
 Spektronik 20

Bahan yang digunakan:

 Daun Sirih Cina


 Alkohol 96%
 Tissue
 Kertas saring
 Lap

D. CARA KERJA
1. Menimbang 1 gram daun Sirih Cina segar dan di potong kecil-kecil.
2. Di ekstrak dengan alkohol 96% dengan cara dihaluskan menggunakan mortar
dan alu sampai seluruh klorofil larut.
3. Menyaring ekstrak klorofil menggunakan kertas saring yang telah dibasahi
dengan akuades.
4. Hasil saringan dimasukkan ke dalam labu erlenmeyer 100 ml dan ditambah
alkohol hingga volumenya 20 ml.
5. Hasil penyaringan dimasukkan ke dalam cuvet.
6. Mengaktifkan spektronik 20 lima belas menit sebelum digunakan.
7. Memilih panjang gelombang 649 nm dan 665 nm.
8. Memasukkan larutan blangko (pelarutnya) ke dalam cuvet, lalu dimasukkan ke
spektronik 20, lalu tanda putih pada cuvet berhadapan (satu sisi).
9. Memutar transmitens (T) 100% untuk memastikan tak ada cahaya yang tidak
diteruskan.
10. Mengeluarkan cuvet berisi blangko lalu diganti dengan cuvet berisi cuplikan
(larutan ekstrak), lalu putar skala transmittens 0%, lalu baca nilai absorbsinya.
E. HASIL PENGAMATAN

Larutan cuplikan setelah diencerkan

No Panjang gelombang Nilai OD


.
1 665nm 0.825
2 649nm 0.472

F. ANALISA DATA
Klorofil total = 20 (OD649) + 6,1 (OD665)
= 20 (0,472) + 6,1 (0,825)
= 9,44 + 5,0325
=14,4725 x 2 (dikalikan 2, karena diencerkan 1x dengan mengambil
setengah volume awal)
=28,945

Klorofil a = 13,7 (OD665) – 5.76 (OD649)


= 13,7 (0,825) – 5.76 (0,472)
=11,3025 – 2,71872
=8,58378 x 2 (dikalikan 2, karena diencerkan 1x dengan mengambil
setengah volume awal)
=17,16756

Klorofil b = 25.8 (OD649) – 7.7 (OD665)


= 25.8 (0,472) – 7.7 (0,825)
=12,1776 – 6,3525
=5,8251 x 2 (dikalikan 2, karena diencerkan 1x dengan mengambil
setengah volume awal)
=11,6502

G. PEMBAHASAN
Pada penyaringan ekstrak daun sirih cina, kertas saring harus dibasahi terlebih
dahulu, agar proses penyaringan dapat berlangsung lancar dan cepat.
Kemudian pada penghitungan kadar klorofil dengan OD649 didapatkan nilai absorbsi
1,420.
Akan tetapi pada OD665 spektronik tidak dapat membaca nilai absorbsinya,
karena cuplikan terlalu pekat. Oleh karena itu, dilakukan pengenceran dengan
mengambil separuh dari cuplikan dalam cuvet, kemudian ditambah alkohol 96%
sampai batas putih pada cuvet. Lalu dilakukan pengulangan pengukuran dan
dihasilkan nilai absorbsi 0,472 pada OD649 dan 0,825 pada OD665.
Rumus penghitungan kadar klorofil didapatkan dari studi literatur percobaan-
percobaan terdahulu, yaitu
Klorofil total = 20 (OD649) + 6,1 (OD665)
Klorofil a = 13,7 (OD665) – 5,76 (OD649)
Klorofil b = 25,8 (OD649) – 7,7 (OD665)
Dan nilai transmitens yang digunakan adalah 100% pada blangko untuk
memastikan bahwa semua cahaya diteruskan. Sedangkan pada cuplikan adaah 0%
yang menunjukkan belum ada cahaya yang diteruskan sebelum proses
spektrometerisasi selesai.
H. KESIMPULAN

Jadi, dari hasil percobaan yang dilakukan maka dapat diketahui bahwa daun sirih cina
mengandung klorofil a sebanyak 17,16756 mg/L dan klorofil b sebanyak 11,6502
mg/L dan klorofil totalnya = 28,945 mg/L

I. JAWABAN PERTANYAAN

1. Mengapa blangko yang digunakan dalam percobaan ini alkohol 96%?


Jawab: karena alkohol dengan kadar 96% dapat melarutkan klorofil daun
dengan sangat baik.

2. Jelaskan mengapa sebelum mengukur absorbansi ekstrak, blangko diukur


absorbansinya dan dibuat nilai absorbansinya 0 (T 100%)?
Jawab: agar nilai absorbansi blangko dapat digunakan sebagai pembanding
untuk larutan cuplikan (ekstrak)

3. Mengapa ekstrak klorofil diukur pada panjang gelombang 665 nm dan 649
nm?
Jawab: karena klorofil a dan b dapat menangkap gelombang yang memiliki
panjang gelombang tersebut, sehingga larutan dapat mengabsorpsi sinar secara
maksimum.

4. Faktor apa yang berpengaruh terhadap kadar klorofil?


Jawab: kondisi umur daun (muda atau tua), kebutuhan nutrisi tumbuhan,
proses penghalusan daun,volume pelarut.

5. Bandingkan dengan hasil pengukuran kelompok lain.

Kelompok Jenis daun OD Perbandingan Kadar


649 665 Klorofil Klorofil a Klorofil b
dg kadar awal
total
I Sawi 0,5 0,855 1/2 30,431 17,667 12,633
II Penitian 0,5 1,035 1/2 32,627 22,599 9,861
III Sirih Cina 0,472 0,825 1/2 28,945 17,16756 11,6502
IV 0,7 0,4 1/3 49,32 4,344 44,94
V Pukul 4 0,474 0,82 1/6 86,892 51,02256 35,4912
VI kerangkong 0,261 0,428 1/6 46,9848 26,16144 20,6292

J. DAFTAR PUSTAKA
Wirjosoemarto Koesmadji,dkk.Teknik Laboratorium (edisi revisi).Bandung:JICA

http://blogkita.info/campuran-dua-komponen-tanpa-pemisahan-dengan-spektrofotometer-
spektronik-20/

http://sekara08.student.ipb.ac.id/2010/06/18/spektrofotometer/

http://rgmaisyah.wordpress.com/2008/11/25/spektrofotometer/

http://www.scribd.com/doc/31756694/SPEKTROFOTOMETER

http://wwwzarna.blogspot.com/2009/05/laporan-spektrofotometri.html

Anda mungkin juga menyukai