Anda di halaman 1dari 7

Tugas Ringkasan Materi Kuliah

SISTEM INFORMASI AKUNTANSI


Dosen : Dr. Hj. Mediaty, S. E., M. Si., Ak.

Nama : Dian Pertiwi


Nim : A31109314

BAB I
SISTEM INFORMASI : PERSPEKTIF SEORANG AKUNTAN

LINGKUNGAN INFORMASI
Informasi adalah salah satu sumber daya bisnis, sehingga informasi merupakan sumber
daya vital bagi kelangsungan hidup organisasi bisnis kontemporer. Setiap hari dalam
bisnis, arus informasi dalam jumlah yang sangat besar mengalir ke pengambil keputusan
dan pemakai lainnya untuk memenuhi berbagai kebutuhan internal, selain itu, informasi
mengalir ke luar organisasi ke pemakai eksternal seperti pelanggan, pemasok dan para
stakeholders yang memiliki kepentingan terhadap perusahaan.

SISTEM
Sebuah sistem adalah sekelompok dua atau lebih komponen-komponen yang saling
berhubungan (interelated) atau subsistem-subsistem yang bersatu untuk mencapai tujuan
yang sama (common purpose).

Jika definisi sistem diterapkan pada sistem informasi dan bisnis, maka ada 4
karakteristik :
1. Komponen ganda. Sebuah sistem harus lebih dari satu bagian.
2. Berhubungan (interelated). Suatu system harus mempunyai suatu tujuan bersama
menghubungkan semua bagian dalam suatu sistem.
3. Sistem versus subsistem. Suatu sistem disebut subsistem jika berkaitan dengan
sistem yang lebih besar dimana dia menjadi bagiannya, sebaliknya suatu subsistem
disebut sistem ketika menjadi fokus perhatian.
4. Tujuan. Sebuah sistem harus mengarah ke satu atau beberapa tujuan. Jika sebuah
system tidak lagi mengarah ke sebuah tujuan, maka system itu harus diganti.

Ada dua titik penting dalam studi mengenai system informasi, yaitu :
1. Dekomposisi system. Dekomposisi adalah proses membagi system menjadi berbagai
bagian subsistem yang lebih kecil.
2. Interpendensi subsistem. Kemampuan system untuk mencapai tujuannya bergantung
pada efektivitas fungsinya dan interaksi yang harmonis antara subsistemnya. Jika
sebuah subsistem yang sangat penting rusak dan tidak dapat lagi memenuhi tujuan
tertentunya, keseluruhan system akan gagal memenuhi tujuannya.

SUATU KERANGKA KERJA BAGI SISTEM INFORMASI


Sistem informasi adalah sebuah rangkaian prosedur formal di mana data dikumpulkan,
diproses menjadi informasi, dan didistribusikan kepada para pemakai/pengguna.

1
Perbedaan antara subsistem SIM dan SIA terletak pada konsep sebuah transaksi, seperti
gambar transaksi yang diproses oleh sistem informasi.

Transaksi Keuangan
Informasi

Sistem Keputusan-Keputusan
Informasi Pemakai

Transaksi Non Keuangan

Keterangan :
Sistem informasi menerima input, disebut sebuah transaksi, yang kemudian
dikonversikan melalui berbagai proses menjadi output informasi yang akan
didistribusikan kepada para pemakai informasi. Transaksi dibagi dalam 2 kelas, yaitu :
transaksi keuangan dan transaksi non keuangan.

Transaksi adalah sebuah peristiwa yang mempengaruhi atau penting bagi organisasi dan
diproses oleh sistem informasinya sebagai sebuah unit kerja.

Transaksi keuangan adalah sebuah peristiwa ekonomi yang mempengaruhi aktiva dan
ekuitas organisasi, direfleksikan dalam akun-akunnya, dan diukur dalam satuan moneter.

Transaksi non keuangan termasuk dalam semua peristiwa yang diproses oleh sistem
informasi organisasi yang tidak memenuhi definisi sempit dari transaksi keuangan.

Sistem Informasi Akuntansi


Sistem Informasi Akuntansi (SIA) terdiri dari 3 subsistem utama, yaitu :
1. Sistem pemrosesan transaksi, sistem ini mendukung operasi bisnis setiap hari
dengan jumlah dokumen dan pesan-pesan untuk para pemakai seluruh organisasi.
2. Sistem pelaporan buku besar/keuangan, sistem ini menghasilkan laporan
keuangan tradisional seperti laba rugi, neraca, arus kas, pengembalian pajak, serta
berbagai lapora lainnya yang disyaratkan oleh hukum.
3. Sistem pelaporan manajemen, sistem ini menyediakan pihak manajemen internal
berbagai laporan keuangan dengan tujuan-tujuan khusus dan informasi yang
diperlukan untuk pengambilan keputusan seperti anggaran, laporan harian, serta
laporan pertanggungjawaban.

Sistem Informasi Manajemen


Sistem Informasi Manajemen (SIM) memproses transaksi non keuangan yang biasanya
tidak diproses oleh SIA biasa.

Subsistem SIA

Sistem Pemroses Transaksi (SPT)


Sistem pemroses transaksi merupakan pusat dari seluruh fungsi sistem dengan :
1. mengonversi berbagai kegiatan ekonomi ke dalam transaksi keuangan

2
2. mencatat transaksi keuangan ke dalam catatan akuntansi (jurnal dan buku besar)
3. mendistribusikan informasi keuangan yang utama ke personel operasional untuk
mendukung kegiatan operasi harian.

Sistem Pelaporan Buku Besar/Keuangan


Sistem Buku Besar dan Sistem Pelaporan Keuangan adalah dua subsistem yang saling
yang erat hubungannya satu sama lain, karena interdependensi operasional keduanya
dipandang sebagai suatu sistem tunggal yang integratif.
Sistem Pelaporan Keuangan mengukur dan melaporkan status sumber daya keuangan
dan perubahan dalam sumber daya terebut dan diinformasikan kepada pemakai informasi
eksternal.

Sistem Pelaporan Manajemen


Sistem pelaporan manajemen menyediakan informasi keuangan internal yang diperlukan
untuk memanajemen sebuah bisnis.
Para manajer membutuhkan informasi yang berbeda untuk berbagai jenis keputusan yang
harus mereka buat. Laporan yang umum dihasilkan oleh system pelaporan manajemen
meliputi anggaran, laporan kinerja, analisis biaya volume laba, serta berbagai laporan
yang menggunakan data biaya saat ini, bukan yang historis.

MODEL UMUM SIA

Lingkungan Eksternal

Sistem Informasi
Manajemen
Basis Data

Sumber Data Pengumpulan Pemrosesan Pembuatan Pengguna Akhir


Eksternal Data Data Informasi Eksternal

Umpan Balik

Sumber Data Pengguna Akhir


Internal Organisasi Bisnis Informasi

Umpan Balik

Pengguna Akhir
Ada 2 kelompok umum pemakai akhir, yaitu : eksternal dan internal.

3
Pengguna eksternal meliputi para kreditor, pemegang saham, calon investor, lembaga
pemerintahan, kantor pajak, pemasok, dan pelanggan.

Pengguna internal meliputi bank, SEC, dan IRS, yang akan menerima informasi dalam
bentuk laporan keuangan, pengembalian pajak, serta berbagai laporan lainnya yang
secara hokum wajib dibuat oleh perusahaan.

Data versus Informasi


Data adalah fakta yang dapat atau tidak dapat diproses (diedit) dan tidak berpengaruh
secara langsung kepada pemakai, sedangkan informasi menyebabkan pemakai
melakukan suatu tindakan yang dapat ia lakukan atau tidak dilakukan.
Informasi bagi seseorang dapat merupakan data bagi orang lain. Informasi bukan sekedar
fakta yang diproses dalam suatu laporan formal, tetapi memungkinkan para pemakai
untuk melakukan tindakan yang menyelesaikan konflik, mengurangi ketiakpastian dan
melakukan tindakan pengambilan keputusan.

Sumber Data
Sumber data adalah transaksi keuangan yang memasuki sistem informasi dari sumber
internal dan eksternal.
Transaksi keuangan eksternal merupakan sumber data yang umum bagi kebanyakan
organisasi, termasuk didalamnya pertukaran ekonomis dengan entitas bisnis lainnya dan
individu dari luar perusahaan, contoh penjualan barang dan jasa.

Pengumpulan Data
Pengumpulan data merupakan tahap operasional perusahaan dalam sistem informasi dan
tujuannya adalah untuk memastikan bahwa data-data peristiwa yang memasuki sistem itu
sah (valid), lengkap dan bebas dari kesalahan material.

Pemrosesan Data
Pemrosesan data yaitu proses data secara terprogram yang digunakan dalam aplikasi
akuntansi.

Manajemen Basis Data


Basis data organisasi merupakan tempat penyimpanan fisik data keuangan dan non
keuangan atau bisa juga disebut pengaturan data-data secara spesifik.
Hierarki tingkat data : atribut data, record, dan file.

Atribut Data merupakan bagian berpotensi menjadi data yang berguna dalam database,
sehingga sebuah atribut merupakan karakteristik yang logis dan relevan dari sebuah
entitas tentang apa yang ditangkap sebuah perusahaan dari data. Atribut data harus logis
dan relevan.

Record merupakan suatu rangkaian atribut yang lengkap untuk satu peristiwa dalam
rangkaian entitas.

File merupakan suatu rangkaian record yang lengkap dari kelas identik.

4
Tugas Manajemen Basis Data terdiri darti 3 tugas mendasar, yaitu : penyimpanan,
perbaikan dan penghapusan.

Pembuatan Informasi
Pembuatan informasi merupakan proses menyusun, mengatur, memformat dan
menyajikan informasi kepada pemakai.
Informasi yang berguna harus relevan, tepat waktu, akurat, lengkap, dan ringkas.

Umpan Balik
Umpan Balik adalah suatu bentuk output yang dikirimkan kembali ke sistem sebagai
suatu sumber data. Umpan balik dapat bersifat eksternal dan internal dan digunakan
untuk memulai atau mengubah suatu proses.

Tujuan Sistem Informasi


Terdapat 3 tujuan utama, yaitu :
1. Untuk mendukung fungsi kepengurusan manajemen.
2. Untuk mendukung pengambilan keputusan manajemen.
3. Untuk mendukung kegiatan operasi perusahaan setiap hari.

PEMEROLEHAN SISTEM INFORMASI


Organisasi memperoleh informasi dengan 2 cara, yaitu :
1. mengembangkan sistem yang dibakukan dari awal melalui aktivitas
pengembangan sistem in-house;
2. membeli sistem komersial yang sudah diprogram dari pemasok perangkat lunak.

STRUKTUR ORGANISASI
Struktur organisasi mencerminkan distribusi tanggung jawab, otoritas dan akuntabilitas
(pertanggungjawaban) seluruh organisasi.

Segmen Bisnis
Organisasi terdiri dari unit-unit atau segemn-segmen fungsional.Perusahaan melakukan
organisasi ke dalam segmen-segmen untuk mempromosikan efisiensi internal melalui
spesialisasi tenaga kerja dan alokasi sumber daya biaya-efektif.

3 Pendekatan dalam segmentasi, yaitu dengan :


1. Letak geografis, kegiatan operasional menyebar di seluruh negara/dunia.
2. Jalur produk, memproduksi produk dengan tingkat diversifikasi tinggi sering
mengorganisasi di sekitar jalur produk, menciptakan devisi terpisah untuk tiap jalur
produk.
3. Fungsi Bisnis, membagi organisasi menjadi wilayah tanggung jawab sesuai
dengan tugas.

Segmen Fungsional

Manajemen Bahan Baku

5
Tujuan manajemen bahan baku adalah untuk merencanakan dan mengontrol persediaan
bahan baku perusahaan.

Produksi
Aktivitas produksi muncul dalam siklus dimana bahan baku mentah, tenaga kerja dan
aktiva pabrik digunakan untuk menciptakan produk jadi.

Pemasaran
Fungsi pasar berkaitan dengan masalah-masalah strategis dari promosi produksi, iklan
dan riset pasar.

Distribusi
Merupakan kegiatan untuk mengirim produk ke pelanggan setelah penjualan.

Personalia
Pegawai kompeten yang dapat diandalkan dan merupakan sumber daya yang berharga
bagi sebuah bisnis.

Keuangan
Fungsi keuangan memanajemen sumber daya keuangan perusahaan melalui kegiatan
perbankan dan perbendaharaan, manajemen portofolio, evaluasi kredit, pengeluaran kas
dan penerimaan kas.

FUNGSI AKUNTANSI
Mengatur sumber daya informasi keuangan perusahaan. Dalam hal ini, fungsi ini
memainkan dua peran penting di pemrosesan transakasi. Pertama, akuntansi menagkap
dan mencatat berbagai pengaruh keuangan dari berbagai transaksi perusahaan, Kedua,
mendistribusikan informasi transaksi ke personel operasional untuk mengoordinasikan
banyak dari tugas penting mereka.

FUNGSI LAYANAN KOMPUTER


Berkaitan dengan berkaitan dengan database manajemen database di mana memerlukan
jasa komputer untuk berinteraksi dengan database.

EVOLUSI MODEL-MODEL SISTEM INFORMASI


Terdapat 5 model dalam sistem informasi :
1. Model Proses Manual,
Merupakan bentuk yang paling lama dan tradisional dari system akuntansi, yang
membentuk peristiwa-peristiwa fisik, sumber daya dan personel-personel yang
mencirikan kebanyakan proses bisnis.
2. Sistem Flat-File (Model File Datar)
Menjelaskan suatu lingkungan di mana file-file data individu tidak berkaitan dengan
file-file lainnya.
3. Pendekatan Data Base (Model Basis Data)
Dengan organisasi data yang berada di lokasi sentral, semua pemakai memiliki akses
ke data yang mereka perlukan untuk memenuhi tujuan mereka.
4. Model REA (Resources, Events, Agents)

6
Merupakan kerangka akuntansi untuk membuat model sumber daya, events dan agen
yang kritikal dalam organisasi dan relasi diantara mereka.
5. Model ERP (Enterprice, Resource, Planning)
Merupakan sebuah sistem informasi yang memampukan organisasi untuk
mengotomatiskan dan mengintegrasikan proses-proses bisnis kuncinya.

PERAN AKUNTAN
Para akuntan pertama-tama terlibat dengan 3 cara :
1. Sebagai Pengguna Sistem
Para akuntan harus memberi gambaran yang jelas tentang kebutuhan mereka kepada
para profesional yang mendesign sistem mereka.
2. Sebagai Designer Sistem
Para akuntan bertanggung jawab untuk aspek-aspek kunci dari sistem informasi,
termasuk menilai kebutuhan informasi pemakai, mendefinisikan isi dan format
output laporan, menspesifikasi sumber data, memiliki peraturan akuntansi spesifik,
dan menentukan kontrol yang diperlukan untuk menjaga integritas dan efisiensi
sistem informasi.
3. Sebagai Auditor Sistem
Para auditor membentuk opini mereka berdasarkan proses yang sistematik.