P. 1
Cara Mengatasi Masalah

Cara Mengatasi Masalah

5.0

|Views: 16,789|Likes:
Dipublikasikan oleh anon-204990

More info:

Published by: anon-204990 on Aug 26, 2008
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/12/2013

pdf

text

original

Cara Mengatasi Masalah Anda

Maret 8, 2007 oleh Klinik S.E.R.V.O
• •

Tahukah Anda, sesulit apapun masalah yang Anda hadapi, akan menjadi mudah jika Anda mengetahui “cara”nya ? Tahukah Anda mengapa masalah Anda “seolah-olah” mustahil dipecahkan ? Karena Anda tetap “bertahan” pada cara lama Anda dalam “merespon” masalah ? Apa cara lama tersebut ? o Lari atau menghindar dari masalah o Berharap orang lain yang memahami atau memaklumi Anda o Berharap setiap situasi selalu terkendali seperti yang Anda inginkan o Tidak realistis o Anda selalu berharap agar masalah “tidak ada”, padahal sudah dari “SONONYA” masalah selalu “ada”. Dari pada berandai andai agar masalah “tidak ada”, terimalah keberadaan masalah sebagai “Keniscayaan” yg akan selalu ada. Justru dengan “masalah”, jika Anda dapat mengatasinya, berarti Tuhan sedang menaikkan “derajat kemuliaan” Anda. Jadi tugas Anda adalah menemukan “cara” ! Kenali diri Anda, mengapa Anda tetap “bertahan” hanya dengan “satu” pola ? Apa saja ciri cirinya ? o apakah dimasa lalu Anda pernah mengalami peristiwa traumatik / pengalaman buruk dimasa lalu ? Jika ya, bisa jadi telah terjadi “mental block” atau “hambatan psikologis ” didalam diri Anda. Inilah yang menghambat Anda untuk berubah dan berpotensi menjadi “Hambatan Sukses” Anda. o apakah orang orang di sekitar Anda (orang tua, guru, teman teman Anda ) dapat menjelaskan alasan sesuatu hal mengapa dapat dilakukan atau tidak dapat dilakukan ? mengapa suatu hal dapat terjadi ? Jika tidak, kemungkinan Anda mendapat pemahaman yang salah tentang “cara” memecahkan persoalan. o apakah Anda memiliki “Fobia / Phobia” ? Jika harus berhadapan dengan sumber masalah apakah Anda menjadi mudah cemas, takut, berdebar debar dan rasanya ingin segera cepat cepat meninggalkan situasi atau tempat tersebut ? o apakah jika sesuatu hal belum terjadi, terlintas pikiran “Jangan jangan ….” dan kalau sesuatu hal sudah terjadi terlintas pikiran “Seandainya …….”. Apakah Anda suka menyesali apa yang sudah terjadi, tetapi menghindar untuk mendefinisikan apa yang sesungguhnya Anda inginkan ? o apakah Anda memiliki “sarana nyaman”, “sarana kompensasi” atau “sarana lari dari masalah” seperti bentuk bentuk kecanduan, ketagihan, keranjingan, mania / maniak, kebiasaan-kebiasaan buruk dsb. ? o apakah Anda suka menunda nunda pekerjaan ataupun menunda nunda menghadapi masalah ? Menunda memecahkan “masalah Anda” hanya menghabiskan waktu Anda dan merusak tubuh Anda.

Bagaimana caranya agar Anda memiliki kemampuan untuk memecahkan masalah ? o Berlatihlah sedini mungkin untuk memecahkan masalah o Hadapi masalah bukan lari dari masalah, pecahkan bukan lupakan o Bertanyalah pada yang lebih berpengalaman o Lakukan modelling pada orang orang yang telah berhasil Jika belum juga berhasil, apa yang harus saya lakukan ? Carilah bantuan segera ! Hubungi Klinik S.E.R.V.O, Sekarang !

Cemas
Maret 12, 2007 oleh Klinik S.E.R.V.O

Cemas adalah suatu keadaan emosi yang tidak menyenangkan yang disebabkan oleh suatu situasi yang mengancam atau membahayakan. Dalam keadaan normal, cemas merupakan mekanisme pertahanan alami tubuh terhadap ancaman dari luar. Gejala gejala subjektif antara lain berupa perasaan tegang, gelisah, panik, tertekan, sulit berkonsentrasi disertai gejala gejala fisiologis seperti sakit kepala, ketegangan otot, nyeri diulu hati, sesak nafas, sakit perut disertai mual dll. Pada situasi yang akut, kecemasan dapat menimbulkan kepanikan misal serangan kepanikan saat berada ditempat ramai, terjebak di jalan macet dsb. Keadaan cemas yang muncul sewaktu waktu dan tidak jelas penyebabnya bahkan sering tidak terkendali, perlu diwaspadai sebagai gangguan kecemasan atau anxietas. Pada eksekutif, hal tersebut sering muncul akibat beban kerja yang berat, tempo kerja yang cepat, tanggung jawab yang besar dan tuntutan persaingan yang ketat. Hal tersebut terjadi disebabkan oleh ketidak mampuan individu dalam beradaptasi terhadap lingkungan / mengatasi konflik sehingga menimbulkan keadaan traumatik. Jika hal tersebut berlangsung terus menerus dalam jangka panjang ataupun sekali namun ekstrim, dapat mengakibatkan kemandekan pertumbuhan emosi (fiksasi) ybs.

Langkah pencegahan : Ambil jarak terhadap masalah yang ada. Lakukan analisa dan jika perlu minta pendapat orang lain agar lebih objektif. Endapkan hasil analisa tsb. beberapa hari sebelum Anda membuat keputusan. Apabila telah Anda putuskan, terima apapun hasilnya sebagai resiko. Bagaimana jika kecemasan menyerang secara tiba tiba ? Hentikan aktifitas yang sedang Anda lakukan. Jika mungkin, pilih tempat yang lapang / terbuka. Bernafaslah lebih dalam dan lambat. Lakukan gerakan ringan untuk melemaskan otot otot Anda. Sebaiknya anxietas diatasi pada kesempatan pertama, terutama gangguan kecemasan yang berhubungan dengan pendidikan, pekerjaan dan aktifitas sosial. Hal tersebut dapat menjadi penghambat prestasi dan karir. Selain itu penundaan akan menimbulkan kelelahan mental kronis dan beresiko mengalami depresi.

Usaha Berubah, Selalu Gagal ?

Apakah Anda menderita fobia, insomnia, psikosomatis, gatal gatal, mudah pusing, berdebar debar, sesak nafas, nyeri ulu hati, leher kaku, sakit mag, dsb. ? Apakah Anda memiliki kebiasaan buruk, mania, kecanduan makan, kecanduan rokok, gangguan / penyimpangan seksual, tidur berlebihan, obsesif kompulsif, malas, menunda pekerjaan, lari dari masalah dsb. ? Apakah tiba tiba suka muncul perasaan negatif seperti gelisah, gampang marah, panik, gugup, bingung, lupa, sedih, sunyi dsb. yang semakin lama semakin buruk dan sulit dikendalikan ? Apakah Anda merasa frustrasi, lelah, tidak berdaya, bernasib buruk, sial dan sangat menderita ? Apakah Anda merasa semakin terpuruk, berlarut larut dan terperangkap dalam "penjara emosional" seperti : malu, fobia, cemas, stress, takut, malas, depresi, rendah diri, rasa bersalah, rasa gagal dsb. ?

Apakah Anda merasa usaha berubah Anda selalu gagal, seolah ada 'tali" yang membelit emosi Anda ?

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->