DARI BERBAGAI SUMBER DI INTERNET

SUNAN GRESIK (MAULANA MALIK IBRAHIM) Biografi Agama Islam menyebar di bumi nusantara dikabarkan dilakukan oleh para ulama yang kemudian dianugrahi gelar Wali Songo. Dan Sunan Gresik atau Maulana Malik Ibrahim adalah sosok ulama pertama yang diberi gelar sebagai Wali Songo. Sunan Gresik atau Maulana Malik Ibrahim (w. 1419 M/882 H) adalah nama salah seorang Walisongo, yang dianggap yang pertama kali menyebarkan agama Islam di tanah Jawa. Ia dimakamkan di desa Gapura, kota Gresik, Jawa Timur. Tidak terdapat bukti sejarah yang meyakinkan mengenai asal keturunan Maulana Malik Ibrahim, meskipun pada umumnya disepakati bahwa ia bukanlah orang Jawa asli. Sebutan Syekh Maghribi yang diberikan masyarakat kepadanya, kemungkinan menisbatkan asal keturunannya dari Maghrib, atau Maroko di Afrika Utara. Babad Tanah Jawi versi J.J. Meinsma menyebutnya dengan nama Makhdum Ibrahim as-Samarqandy, yang mengikuti pengucapan lidah Jawa menjadi Syekh Ibrahim Asmarakandi. Ia memperkirakan bahwa Maulana Malik Ibrahim lahir di Samarkand, Asia Tengah, pada paruh awal abad 14. Dalam keterangannya pada buku The History of Java mengenai asal mula dan perkembangan kota Gresik, Raffles menyatakan bahwa menurut penuturan para penulis lokal, “Mulana Ibrahim, seorang Pandita terkenal berasal dari Arabia, keturunan dari Jenal Abidin, dan sepupu Raja Chermen (sebuah negara Sabrang), telah menetap bersama para Mahomedans lainnya di Desa Leran di Jang’gala”. Namun demikian, kemungkinan pendapat yang terkuat adalah berdasarkan pembacaan J.P. Moquette atas baris kelima tulisan pada prasasti makamnya di desa Gapura Wetan, Gresik; yang mengindikasikan bahwa ia berasal dari Kashan, suatu tempat di Iran sekarang. Terdapat beberapa versi mengenai silsilah Maulana Malik Ibrahim. Ia pada umumnya dianggap merupakan keturunan Rasulullah SAW; melalui jalur keturunan Husain bin Ali, Ali Zainal Abidin, Muhammad al-Baqir, Ja’far ash-Shadiq, Ali al-Uraidhi, Muhammad al-Naqib, Isa ar-Rumi, Ahmad al-Muhajir, Ubaidullah, Alwi Awwal, Muhammad Sahibus Saumiah, Alwi ats-Tsani, Ali Khali’ Qasam, Muhammad Shahib Mirbath, Alwi Ammi alFaqih, Abdul Malik (Ahmad Khan), Abdullah (al-Azhamat) Khan, Ahmad Syah Jalal, Jamaluddin Akbar al-Husain (Maulana Akbar), dan Maulana Malik Ibrahim.

Penyebaran Agama Maulana Malik Ibrahim dianggap termasuk salah seorang yang pertama-tama menyebarkan agama Islam di tanah Jawa, dan merupakan wali senior diantara para Walisongo lainnya. Beberapa versi babad menyatakan bahwa kedatangannya disertai beberapa orang. Daerah yang ditujunya pertama kali ialah desa Sembalo, sekarang adalah daerah Leran, Kecamatan Manyar, yaitu 9 kilometer ke arah utara kota Gresik. Ia lalu mulai menyiarkan agama Islam di tanah Jawa bagian timur, dengan mendirikan mesjid pertama di desa Pasucinan, Manyar. Pertama-tama yang dilakukannya ialah mendekati masyarakat melalui pergaulan. Budi bahasa yang ramahtamah senantiasa diperlihatkannya di dalam pergaulan sehari-hari. Ia tidak menentang secara tajam agama dan kepercayaan hidup dari penduduk asli, melainkan hanya memperlihatkan keindahan dan kabaikan yang dibawa oleh agama Islam. Berkat keramah-tamahannya, banyak masyarakat yang tertarik masuk ke dalam agama Islam. Sebagaimana yang dilakukan para wali awal lainnya, aktivitas pertama yang dilakukan Maulana Malik Ibrahim ialah berdagang. Ia berdagang di tempat pelabuhan terbuka, yang sekarang dinamakan desa Roomo, Manyar.

Perdagangan membuatnya dapat berinteraksi dengan masyarakat banyak, selain itu raja dan para bangsawan dapat pula turut serta dalam kegiatan perdagangan tersebut sebagai pelaku jual-beli, pemilik kapal atau pemodal. Setelah cukup mapan di masyarakat, Maulana Malik Ibrahim kemudian melakukan kunjungan ke ibukota Majapahit di Trowulan. Raja Majapahit meskipun tidak masuk Islam tetapi menerimanya dengan baik, bahkan memberikannya sebidang tanah di pinggiran kota Gresik. Wilayah itulah yang sekarang dikenal dengan nama desa Gapura. Cerita rakyat tersebut diduga mengandung unsur-unsur kebenaran; mengingat menurut Groeneveldt pada saat Maulana Malik Ibrahim hidup, di ibukota Majapahit telah banyak orang asing termasuk dari Asia Barat. Demikianlah, dalam rangka mempersiapkan kader untuk melanjutkan perjuangan menegakkan ajaran-ajaran Islam, Maulana Malik Ibrahim membuka pesantren-pesantren yang merupakan tempat mendidik pemuka agama Islam di masa selanjutnya. Hingga saat ini makamnya masih diziarahi orang-orang yang menghargai usahanya menyebarkan agama Islam berabad-abad yang silam. Setiap malam Jumat Legi, masyarakat setempat ramai berkunjung untuk berziarah.

Ritual ziarah tahunan atau haul juga diadakan setiap tanggal 12 Rabi’ul Awwal, sesuai tanggal wafat pada prasasi makamnya. Pada acara haul biasa dilakukan khataman Al-Quran, mauludan (pembacaan riwayat Nabi Muhammad), dan dihidangkan makanan khas bubur harisah. Legenda Rakyat Menurut legenda rakyat, dikatakan bahwa Maulana Malik Ibrahim berasal dari Persia. Maulana Malik Ibrahim Ibrahim dan Maulana Ishaq disebutkan sebagai anak dari Maulana Jumadil Kubro, atau Syekh Jumadil Qubro. Maulana Ishaq disebutkan menjadi ulama terkenal di Samudera Pasai, sekaligus ayah dari Raden Paku atau Sunan Giri. Syekh Jumadil Qubro dan kedua anaknya bersama-sama datang ke pulau Jawa. Setelah itu mereka berpisah; Syekh Jumadil Qubro tetap di pulau Jawa, Maulana Malik Ibrahim ke Champa, Vietnam Selatan; dan adiknya Maulana Ishak mengislamkan Samudera Pasai. Maulana Malik Ibrahim disebutkan bermukim di Champa (dalam legenda disebut sebagai negeri Chermain atau Cermin) selama tiga belas tahun. Ia menikahi putri raja yang memberinya dua putra; yaitu Raden Rahmat atau Sunan Ampel dan Sayid Ali Murtadha atau Raden Santri. Setelah cukup menjalankan misi dakwah di negeri itu, ia hijrah ke pulau Jawa dan meninggalkan keluarganya. Setelah dewasa, kedua anaknya mengikuti jejaknya menyebarkan agama Islam di pulau Jawa. Maulana Malik Ibrahim dalam cerita rakyat terkadang juga disebut dengan nama Kakek Bantal. Ia mengajarkan cara-cara baru bercocok tanam. Ia merangkul masyarakat bawah, dan berhasil dalam misinya mencari tempat di hati masyarakat sekitar yang ketika itu tengah dilanda krisis ekonomi dan perang saudara. Selain itu, ia juga sering mengobati masyarakat sekitar tanpa biaya. Sebagai tabib, diceritakan bahwa ia pernah diundang untuk mengobati istri raja yang berasal dari Champa. Besar kemungkinan permaisuri tersebut masih kerabat istrinya.

Wafat Setelah selesai membangun dan menata pondokan tempat belajar agama di Leran, tahun 1419 Maulana Malik Ibrahim wafat. Makamnya kini terdapat di desa Gapura Wetan, Gresik, Jawa Timur. Saat ini, jalan yang menuju ke makam tersebut diberi nama Jalan Malik Ibrahim. Legenda Lain tentang Sunan Gresik Matahari baru saja tenggelam di Desa Tanggulangin, Gresik, Jawa Timur. Rembulan dan bintang giliran menyapa dengan sinarnya yang elok. Penduduk desa tampak ceria menyambut cuaca malam itu. Sebagian mereka berbincang santai di beranda, duduk lesehan di atas tikar. Mendadak terdengar suara gemuruh. Makin lama makin riuh. Sejurus kemudian, dari balik pepohonan di perbatasan desa terlihat gerombolan pasukan berkuda --berjumlah sekitar 20 orang. Warga Tanggulangin berebut menyelamatkan diri --bergegas masuk ke rumahnya masing-masing. Kawanan tak diundang itu dipimpin oleh Tekuk Penjalin. Ia berperawakan tinggi, kekar, dengan wajah bercambang bauk. ''Serahkan harta kalian,'' sergah Penjalin, jawara yang tak asing di kawasan itu. ''Kalau menolak, akan kubakar desa ini.'' Tak satu pun penduduk yang sanggup menghadapi. Mereka memilih menyelamatkan diri, daripada ''ditekuk-tekuk'' oleh Penjalin. Merasa tak digubris, kawanan itu siap menghanguskan Tanggulangin. Obor-obor hendak dilemparkan ke atap rumahrumah penduduk. Tetapi, mendadak niat itu terhenti. Sekelompok manusia lain, berpakaian putih-putih, tibatiba muncul entah dari mana. Rombongan ini dipimpin Syekh Maulana Malik Ibrahim, ulama terkenal yang mulai meluaskan pengaruhnya di wilayah Gresik dan sekitarnya. Ghafur, seorang murid Syekh, maju ke depan. Dengan sopan ia mengingatkan kelakuan tak terpuji Penjalin. Penjalin tentu tak terima. Apalagi, orang yang mengingatkannya sama sekali tak dikenal di rimba persilatan Gresik. Dalam waktu singkat, terjadilah pertarungan seru. Penduduk Tanggulangin, yang melihat pertempuran itu, rame-rame keluar, lalu membantu Ghafur. Akhirnya, Penjalin dan pasukannya kocar-kacir. Tapi, Penjalin tak mau menuruti perintah Ghafur agar membubarkan anak buahnya. Ghafur tak punya pilihan lain, ia harus membunuh Penjalin. Baru saja tiba pada keputusan itu, tiba-tiba wajahnya diludahi Penjalin. Ghafur marah sekali. Aneh, di puncak kemarahan itu, ia malah melangkah surut. Penjalin terperangah. ''Mengapa tak jadi membunuh aku?'' ia bertanya. Ghafur menjawab, ''Karena kamu telah membuatku marah, dan aku tak boleh menghukum orang dalam keadaan marah.'' Mendengar ''dakwah'' ini, disusul oleh perbincangan singkat, Penjalin dan gerombolannya menyatakan tertarik memeluk agama Islam. Petikan di atas merupakan satu dari dua kisah populer tentang perjalanan dakwah Syekh Maulana Malik Ibrahim, yang juga dikenal sebagai Sunan Gresik. Satu cerita lagi yang kerap ditulis pengarang buku-buku Maulana Malik Ibrahim adalah pertemuannya dengan sekawanan kafir di tengah padang pasir. Ketika itu, mereka hendak menjadikan seorang gadis sebagai tumbal meminta hujan kepada dewa. Pedang sudah dihunus. Sunan Gresik mendinginkan mereka dengan pembicaraan yang lembut, kemudian memimpin salat Istisqa' -untuk memohon hujan. Tak lama kemudian langit mencurahkan butir-butir air, Kawanan kafir itu memeluk agama Islam. Di kalangan Wali Songo, Maulana Malik Ibrahim disebut-sebut sebagai wali paling senior, alias wali pertama. Ada sejumlah versi tentang asal usul Syekh Magribi, sebutan lain Sunan Gresik itu. Ada yang mengatakan ia berasal dari Turki, Arab Saudi, dan Gujarat (India). Sumber lain menyebutkan ia lahir di Campa (Kamboja). Setelah cukup dewasa, Maulana Malik Ibrahim diminta ayahnya, Barebat Zainul Alam, agar merantau, berdakwah ke negeri selatan. Maka, bersama 40 anggota rombongan yang menyertainya, Malik mengarungi samudra berhari-hari. Mereka kemudian berlabuh di Sedayu, Gresik, pada 1380 M. Mengenai tahun ''pendaratan'' ini pun terdapat beberapa versi. Buku pegangan juru kunci makam Maulana Malik Ibrahim, misalnya, mencantumkan tahun 1392. Beberapa naskah lain bahkan menyebut tahun 1404. Rombongan Malik kemudian menetap di Desa Leran, sekitar sembilan kilometer di barat kota Gresik. Ketika itu, Gresik berada di bawah Kerajaan Majapahit.

karena ia sanggup menerobos sekatsekat kasta. menurut Umar Hasyim dalam bukunya. dalam bukunya Geschiedenis van Java. di Malasyia. Tetapi J. Konon. . Sambil menunggu perbaikan kapal. Ia paham betul. Ada yang menyebut raja itu Prabu Brawijaya V. Sayang. Raja Cermain akhirnya datang bersama putrinya. baik dalam Babad Tanah Jawi maupun Pararaton. Dewi yang berwajah elok itu akan dipersembahkan kepada Raja Majapahit. Sebagian besar masyarakat setempat ketika itu menganut Hindu. Sunan Gresik cepat dikenal. alias Damarwulan --suami Kencana Wungu. Karena itu ia kemudian dijuluki ''Kakek Bantal''. Melihat tahunnya. raja tersebut adalah Angkawijaya. nama Angkawijaya tidak dikenal. Malik merasa belum puas sebelum berhasil mengislamkan Raja Majapahit. Repotnya. rombongan Cermain singgah di Leran. menyebut Cermain tak lain adalah Kerajaan Gedah. yang menjadi raja di Cermain. Wolbers. Tetapi menurut Wolbers. Tetapi Malik tahu diri. Sunan Gresik sendiri tak patah hati dengan kegagalan ''misi'' itu. usaha mereka gagal total. bahkan meninggal. tiba-tiba merajalelalah wabah penyakit. yang jelas penguasa Majapahit itu akhirnya bersedia menemui rombongan Raja Cermain. Terlepas dari siapa sang raja sebenarnya. Setelah jumlah mereka makin banyak. pada 1419. raja Majapahit yang mempunyai selir Ni Raseksi adalah Prabu Brawijaya VII. Dengan doa-doa yang diambil dari Al-Quran. alias Wikramawardhana. Karena itu ia meminta bantuan sahabatnya. jumlah pengikutnya terus bertambah. Sebelum pulang ke negerinya. Ia juga merasa perlu membangun bilikbilik tempat menimba ilmu bersama. tradisi Jawa sarat dengan kultur ''patron-client''. Angkawijaya mempunyai selir bernama Ni Raseksi. Sunan melalukan sesuatu yang sangat sederhana: membuka warung. Apalagi. kemungkinan besar raja yang dimaksud adalah Hyang Wisesa. Nama Angkawijaya tercantum dalam Serat Kanda. Model belajar seperti inilah yang kemudian dikenal dengan nama pesantren. yang memerintah pada 1389-1427. alias Kedah. Prabu Brawijaya VII memerintah pada 1498-1518. Cuma. dia adalah pengganti Mertawijaya. Malik punya kebiasaan khas: meletakkan Al-Quran atau kitab hadis di atas bantal. ia terbukti mampu menyembuhkan penyakit. Ia terus melanjutkan dakwahnya hingga wafat. tetapi menolak masuk Islam. Karena itu.Dari sinilah Malik mulai meluncurkan dakwahnya. Sang raja cuma mau menerima Dewi Sari. Ia memperlakukan semua orang sama sederajat. Dewi Sari. Sunan Gresik pun seakan menjelma menjadi ''dewa penolong''. Kerajaan Cermain itu ada di Persia. mereka menetap di rumah Sunan Gresik. Dalam mengajarkan ilmunya. kalau dicocokkan dengan Babad Tanah Jawi. Sunan Gresik mendirikan masjid. warungnya ramai dikunjungi orang. ''agama resmi'' Kerajaan Majapahit. Raja Cermain dan sebagian kecil pengawalnya akhirnya bisa pulang ke negeri mereka.. Periode ini jadi ''bentrokan'' dengan masa hidup Maulana Malik Ibrahim. Riwayat Maulana Malik Ibrahim. karena posisinya lebih rendah. Banyak anggota rombongan Cermain yang tertular. Rakyat akan selalu merujuk dan berteladan pada perilaku raja. ia tak pernah mau dibayar. Malang tak bisa ditolak. pasti tak akan digubris. Ia menjual rupa-rupa makanan dengan harga murah. Termasuk Dewi Sari. bercabang-cabanglah cerita mengenai ''Raja Majapahit'' itu. Malik melangkah ke tahap berikutnya: membuka praktek sebagai tabib. mengislamkan raja merupakan pekerjaan yang sangat strategis. Kendati pengikutnya terus bertambah. Tetapi. dengan gaya menjauhi konfrontasi. Kalau ia langsung berdakwah ke raja. Berangsur-angsur. Di tengah komunitas Hindu di kawasan itu. Di situ disebutkan. Dalam waktu singkat. menurut catatan sejarah. ''Bargaining'' seperti ini tentu diotolak rombongan Cermain. Dari sini. Mereka disertai puluhan pengawal.

Orang jawa sangat sukar mengucapkan Samarqandi maka mereka hanya menyebutkan sebagai Syekh Ibrahim Asmarakandi. dijodohkan dengan putri raja Cempa yang bernama Dewi Candrawulan. Siti Sofiah. sesuai Enscyclopaedia Van Nederlandsch Indie. sebuah tempat dekat Surabaya1. ibu Raden Fatah. Raden Maulana Makdum. Sunan Ampel memperoleh lima orang anak. Dewi Chandrawati. beliau mempunyai seorang putra bernama Ibrahim. istri raja Majapahit Prabu Brawijaya V. Sekilas Sejarah Sunan Ampel Di Rusia selatan ada sebuah daerah yang disebut Bukhara. Perintah ini dilaksanakan.Dari tangannya lahir para pendakwah Islam kelas satu di bumi tanah jawa. Siti Mutmainah. Karena berasal dari Samarqand maka Ibrahim kemudian mendapat tambahan Samarqandi. Dewi Karimah. yaitu: Siti Syare’at. Sunan Ampel adalah bapak para wali. Sunan Ampel juga dikenal mempunyai akhlak yang mulia. Saifuddin Zuhri (1979) berkeyakinan bahwa Champa adalah sebutan lain dari Jeumpa dalam bahasa Aceh. Bukhara ini terletak di Samarqand. Hamka (1981) berpendapat sama. dikaruniai dua orang anak yaitu: Dewi Murtasih yang menjadi istri Raden Fatah (sultan pertama kerajaan Islam Demak Bintoro) dan Dewi Murtasimah yang menjadi permaisuri Raden Paku atau Sunan Giri. Bukhara ini terletak di Samarqand. yang kemudian dikenal dengan sebutan Sunan Gresik. Sunan Ampel dikenal sebagai orang yang berilmu tinggi dan alim. Ia dilahirkan tahun 1401 Masehi di Champa. tetapi di Aceh. Ayah Sunan Ampel atau Raden Rahmat bernama Maulana Malik Ibrahim atau Maulana Maghribi. Sedangkan sebutan sunan merupakan gelar kewaliannya. Sejak dahulu daerah yang disebut Bukhara. seorang Ahlussunnah bermahzab Syafi’i. dan beliau kemudian diambil menantu oleh raja Cempa. Dengan Istri keduanya. kalau benar bahwa Champa itu bukan yang di Annam Indo Cina.Para ahli kesulitan untuk menentukan Champa disini. oleh karena itu Champa berada dalam wilayah kerejaan Aceh. sangat terpelajar dan mendapat pendidikan yang mendalam tentang agama Islam. Nama asli Sunan Ampel adalah Raden Rahmat. suka menolong dan mempunyai keprihatinan sosial yang tinggi terhadap masalah-masalah sosial. Negeri Cempa ini menurut sebagian ahli sejarah terletak di Muangthai. Istri Sunan Ampel ada dua yaitu: Dewi Karimah dan Dewi Chandrawati. serta Syarifuddin atau Raden Kosim yang kemudian dikenal dengan sebutan Sunan Drajat atau kadang-kadang disebut Sunan Sedayu. Sejak dahulu daerah Samarqand dikenal sebagai daerah Islam yang menelorkan ulama-ulama besar seperti sarjana hadist terkenal yaitu Imam Bukhari yang mashur sebagai perawi hadits sahih. Dengan demikian Raden Rahmat itu keponakan Ratu Majapahit dan tergolong putra bangsawan atau pangeran . sebab belum ada pernyataan tertulis maupun prasasti yang menunjukkan Champa di Malaka atau kerajaan Jawa. saudara kandung Putri Dwarawati Murdiningrum. Syekh Ibrahim Asmarakandi ini diperintah oleh ayahnya yaitu Syekh Jamalluddin Jumadil Kubra untuk berda’wah ke negara-negara Asia. Ibrahim atau Sunan Bonang. dan nama Ampel atau Ampel Denta itu dinisbatkan kepada tempat tinggalnya. Dengan istri pertamanya. Di Samarqand ini ada seorang ulama besar bernama Syekh jamalluddin Jumadil Kubra. Sedangkan adik Dewi Candrawulan yang bernama Dewi Dwarawati diperistri oleh Prabu Brawijaya Majapahit.SUNAN AMPEL (RADEN RAHMAT) Sunan Ampel merupakan salah seorang anggota Walisanga yang sangat besar jasanya dalam perkembangan Islam di Pulau Jawa. Dari perkawinannya dengan Dewi Candrawulan maka Ibrahim Asmarakandi mendapat dua orang putra yaitu Raden Rahmat atau Sayyid Ali Rahmatullah dan raden Santri atau Sayyid Alim Murtolo. Ibunya bernama Dewi Chandrawulan.

Madura dan sampai ke Bima.” Kata Raja Brawijaya. Dengan memberanikan diri ia mengajukan pendapat kepada suaminya. tepatnya di desa Gesikharjo. salah seorang murid Sunan Ampel yang menjadi raja di Demak Bintoro. dan akhirnya berda’wah di Gresik mendapat sebutan Raden Santri. dan para adipati banyak yang tak loyal lagi kepada Prabu Hayam Wuruk yaitu Prabu Brawijaya Kertabhumi. namanya Sayyid Ali Rahmatullah. Ratu Dwarawati. “Betulkah ?” tanya sang Prabu. Sayyid Murtadho kemudian meneruskan perjalanan. Keberangkatan Sayyid Ali Rahmat ke Tanah Jawa tidak sendirian. “Ya. seorang putri Cina yang diberikan kepada Adipati Ario Damar di Palembang. Ketika Dewi Kian di ceraikan dan diberikan kepada Ario Damar saat itu sedang hamil tiga bulan.” kata sang Prabu. Tetapi di Tuban. Sungguh berbahaya bila hal ini dibiarkan berlarut-larut. Disana beliau mendapat sambutan raja Pandita Bima. agaknya para ponggawa dan rakyat Majapahit sudah tidak takut lagi kepada Sang Hyang Widhi. Hal ini membuat sang Prabu bersedih hati. beliau wafat dan dimakamkan di Gresik. Mereka tidak segan dan tidak merasa malu melakukan tindakan yang tidak terpuji. Sebagaimana disebutkan di atas. pesta pora. Ia ditemani oleh ayah dan kakaknya. “Sudah kuusahakan menambah bikhu dan brahmana untuk mendidik dan memperingatkan mereka tapi kelakuan mereka masih tetap seperti semula.” kata ratu Dwarawati. bahkan guru-guru agama Hindu dan Budha itu dianggap sepele. dan raja Cempa tidak keberatan melepas cucunya ke Majapahit untuk meluaskan pengalaman.kerajaan. beliau dimakamkan didesa tersebut yang masih termasuk ke camatan Palang kabupaten Tuban. Sehingga istri-istri lainnya diceraikan. Diduga mereka tidak langsung ke Majapahit. Lebih sering dinikmati oleh para adipati itu sendiri. . putra dari kanda Dewi Candrawulan di Negeri Cempa. “Lalu apa tindakan Kanda Prabu ?” “Aku masih bingung. Bila kanda berkenan saya akan meminta Ramanda Prabu di Cempa untuk mendatangkan Ali Rahmatullah ke Majapahit ini.” “Saya mempunyai seorang keponakan yang ahli mendidik dalam hal mengatasi kemerosotan budi pekerti. “Kanda Prabu. Lebih-lebih lagi dengan adanya kebiasaan buruk kaum bangsawan dan para pangeran yang suka berpesta pora dan main judi serta mabuk-mabukan. Ario Damar tidak diperkenankan menggauli putri Cina itu sampai si jabang bayi terlahir ke dunia. Kedatangan utusan Majapahit disambut gembira oleh raja Cempa. foya-foya. beliau berda’wah keliling ke daerah Nusa Tenggara. Bayi dari rahim Dewi Kian itulah yang nantinya bernama Raden Hasan atau lebih terkenal dengan nama Raden Patah. hal itulah yang membuatku risau selama ini. Syekh Maulana Ibrahim Asmarakandi jatuh sakit dan meninggal dunia. banyak yang diberikan kepada para adipatinya yang tersebar di seluruh Nusantara. Kerajaan Majapahit sesudah ditinggal mahapatih Gajah Mada dan Prabu Hayam Wuruk mengalami kemunduran drastis. Prabu Brawijaya sadar betul bila kebiasaan semacam itu diteruskan negara akan menjadi lemah dan jika negara sudah kehilangan kekuatan betapa mudahnya bagi musuh untuk menghancurkan Majapahit Raya. yaitu istri Prabu Brawijaya mengetahui kerisauan hati suaminya. Pajak dan upeti kerajaan tak banyak yang sampai ke istana Majapahit. melainkan mendarat di Tuban. mabuk dan judi sudah menjadi kebiasaan mereka bahkan para pangeran dan kaum bangsawan sudah mulai ikut-ikutan.” “Tentu saja aku akan merasa senang bila Rama Prabu di Cempa bersedia mengirimkan Sayyid Ali Rahmatullah ke Majapahit ini.” “Ya. Salah satu contoh adalah istri yang bernama Dewi Kian. Maka pada suatu hari diberangkatkanlah utusan dari Majapahit ke negeri Cempa untuk meminta Sayyid Ali Rahmatullah datang ke Majapahit.” sahut Prabu Brawijaya. ayah Sayyid Ali Rahmat adalah Syekh Maulana Ibrahim Asmarakandi dan kakaknya bernama Sayyid Ali Murtadho. Raja Majapahit sangat senang mendapat istri dari negeri Cempa yang wajahnya tidak kalah menarik dengan Dewi Sari. Negara bisa rusak karenanya. Kerajaan terpecah belah karena terjadinya perang saudara. Sayyid Ali Rahmatullah meneruskan perjalanan ke Majapahit menghadap Prabu Brawijaya sesuai permintaan Ratu Dwarawati.

“Dengan senang hati Gusti Prabu. Prabu Brawijaya sangat senang atas hasil didikan Raden Rahmat. Hasil didikan beliau yang terkenal adalah falsafah Mo Limo atau tidak mau melakukan lima hal tercela yaitu: main judi. Sunan Kalijaga. saya akan berusaha sekuat-kuatnya untuk mencurahkan kemampuan saya mendidik mereka. dengan catatan bahwa rakyat tidak boleh dipaksa. . “Bila demikian kau akan kuberi hadiah sebidang tanah berikut bangunannya di Surabaya.“Nanda Rahmatullah. Salah satu diantara empat tiang utama masjid Demak hingga sekarang masih diberi nama sesuai dengan yang membuatnya yaitu Sunan Ampel. Di sanalah kau akan mendidik para bangsawan dan pangeran Majapahit agar berbudi pekerti mulia. Langkah pertama yang dilakukan Raden Rachmat di Ampeldenta adalah membangun masjid sebagaimana yang dilakukan oleh Nabi sewaktu hijrah ke Madinah. Setelah Syekh Maulana Malik Ibrahim wafat. Dan sepanjang perjalanan itu beliau juga melakukan da’wah sehingga bertambahlah anggota rombongan yang mengikuti perjalanannya ke Ampeldenta. Beberapa murid dan putra Sunan Ampel sendiri juga menjadi anggota Wali Songo.” “Bagus !” sahut sang Prabu. karena dia adalah menantu raja Majapahit. Selanjutnya beliau lebih dikenal dengan sebutan Raden Rahmat.” “Terima kasih saya haturkan Gusti Prabu. para pangeran pada jaman dulu di tandai dengan nama depan Raden. Sunan Bonang. Semenjak Sayyid Ali Rahmatullah diambil menantu Raja Brawijaya maka beliau adalah anggota keluarga kerajaan Majapahit atau salah seorang pangeran. hanya saja ketika dia diajak untuk memeluk agama Islam ia tidak mau. Diantaranya adalah pertemuan Sayyid Ali Rahmatullah dengan seorang gadis bernama Siti Karimah yang kemudian menjadi isterinya. pada hari yang telah ditentukan berangkatlah rombongan Sayyid Ali Rahmatullah ke sebuah daerah di Surabaya yang disebut sebagai Ampeldenta. Sunan Bonang dan Sunan Drajad adalah putra Sunan Ampel sendiri. Raden Rahmat diperbolehkan menyiarkan agama Islam di wilayah Surabaya bahkan diseluruh Majapahit. Selama dalam perjalanan banyak hal-hal aneh di jumpai rombongan itu. Selanjutnya beliau mendirikan pesantren tempat mendidik putra bangsawan dan pangeran Majapahit serta siapa saja yang mau datang berguru kapada beliau. Sunan Drajad. maka Sunan Ampel diangkat sebagai sesepuh Wali Songo. Raja menganggap agama Islam itu adalah ajaran budi pekerti yang mulia. hal ini didukung oleh Sunan Giri dan Sunan Drajad. Sunan artinya yang di junjung tinggi atau panutan masyarakat setempat. Jasa beliau yang besar adalah pencetus dan perencana lahirnya kerajaan Islam dengan rajanya yang pertama yaitu Raden Patah. Selanjutnya. mereka adalah Sunan Giri.” jawab Sayyid Ali Rahmatullah. Disebutkan dalam literatur bahwa selanjutnya Sayyid Ali Rahmatullah menetap beberapa hari di istana Majapahit dan dijodohkan dengan salah satu putri Majapahit yang bernama Dewi Candrawati. Dan karena beliau menetap di desa Ampeldenta. mencuri. Dengan sikapnya yang sopan tutur kata halus Sayyid Ali Rahmatullah menjawab. Seperti yang pernah tersebut dalam permusyawaratan para Wali di masjid Agung Demak. madat atau menghisap madu dan madon atau main perempuan yang bukan isterinya. Raden Rahmatpun memberi penjelasan bahwa tidak ada paksaan dalam beragama. minum arak atau bermabuk-mabukkan. bersediakah engkau memberikan pelajaran atau mendidik kaum bangsawan dan rakyat Majapahit agar mempunyai budi pekerti mulia ?” tanya sang Prabu. menjadi penguasa daerah tersebut maka kemudian beliau dikenal sebagai Sunan Ampel. Beliau juga turut membantu mendirikan Masjid Agung Demak yang didirikan pada tahun 1477 M. Dengan demikian Sayyid Ali Rahmatullah adalah salah seorang Pangeran Majapahit. maka ketika Raden Rahmat kemudian mengumumkan ajarannya adalah agama Islam maka Prabu Brawijaya tidak menjadi marah. murid dan menantunya sendiri. sebagai Mufti atau pemimpin agama Islam se Tanah Jawa. Sikap Sunan Ampel terhadap adapt istiadat lama sangat hati-hati.

Semoga Allah manaikkan beliau ke derajat yang tinggi. 4. Sebagai misal. “Saya setuju dengan pendapat Sunan Kalijaga. 2. Dari perkawinannya dengan Dewi Candrawati atau Nyai Ageng Manila Sunan Ampel mendapat beberapa putra di antaranya : 1. Tetapi mereka tetap bisa hidup rukun damai tanpa terjadi percekcokan yang menjurus pada pertikaian. Putra Sunan Ampel sendiri yaitu Sunan Bonang adalah pendukung pendapat Sunan Kalijaga. Setiap hari banyak orang yang berziarah ke makam beliau bahkan pada malam harinya juga. bahwa adat istiadat lama yang masih bisa diarahkan kepada agama Tauhid maka kita akan memberinya warna Islami. kesenian wayang dan gamelan dimasuki rasa keislaman. Maulana Akhmad atau Sunan Lamongan. saya mempunyai keyakinan bahwa di belakang hari akan ada orang yang menyempurnakannya. Sebaliknya. 3. drajad para auliya muqorrobin dan meridhai segala amal beliau.Pada waktu itu Sunan Kalijaga mengusulkan agar adat istiadat Jawa seperti selamatan. Saling menghargai medan perjuangan masing-masing anggotanya. gamelan dan wayang kulit. dikarenakan dua Wali tersebut pandai mengawinkan adat istiadat lama yang dapat ditolelir Islam maka penduduk Jawa banyak yang berbondong-bondong masuk agama Islam. Adapun tentang kekuatiran Kanjeng Sunan Ampel. Bahkan Sunan Kalijaga yang terkenal sebagai pelopor penjaga aliran lama itu menjadi menantu Sunan Ampel. Sedang adat dan kepercayaan lama yang jelas-jelas menjurus kearah kemusyrikan kita tinggal sama sekali. Siti Asikah yang diperistri Raden Patah. 2. Dewi Murtasia yang diperistri Sunan Giri. Itulah jiwa besar yang dimiliki para Wali. Dalam hal adat istiadat rakyat Jawa sudah jelas Sunan Ampel berbeda pendapat dengan Sunan Kudus. Pendapat Sunan Kalijaga dan Sunan Kudus ada benarnya yaitu agar agama Islam cepat diterima oleh orang Jawa. Sunan Kalijaga dan Sunan Gunung Jati. beliau dimakamkan di sebelah barat Masjid Ampel. Dewi Mursimah yang diperistri Sunan Kalijaga. sebagai bukti adalah kesiapan mereka dalam menerima adanya perbedaan pendapat. Adapun dari perkawinannya dengan Nyai Karimah putri Ki Wiryosaroyo beliau dikaruniai dua orang putri yaitu : 1. Maulana Makdum Ibrahim atau Sunan Bonang. sehingga membuat ummat semakin berhati-hati menjalankan syariat agama secara benar dan bersih dari segala macam bid’ah. kita bisa memberinya warna Islam sesuai dengan selera masyarakat. dan ini terbukti. bersaji. . Siti Mutmainah 5. Sunan Drajad atau Raden Qosim yang juga putra Sunan Ampel pada akhirnya juga memanfaatkan gamelan sebagai media dakwah yang ampuh untuk mendekati rakyat Jawa agar mau menerima Islam. Raden Qosim atau Sunan Drajad. Kehebatan para Wali tersebut memang mengagumkan. adanya pendapat Sunan Ampel yang menginginkan Islam harus disiarkan dengan murni dan konsekwen juga mengandung hikmah kebenaran yang hakiki. Mendengar pendapat Sunan Kalijaga tersebut bertanyalah Sunan Ampel : “Apakah tidak mengkwatirkan di kemudian hari bahwa adat istiadat dan upacara lama itu nanti dianggap sebagai ajaran yang berasal dari agama Islam ? Jika hal ini dibiarkan nantinya akan menjadi bid’ah ?” Dalam musyawarah itu Sunan Kudus menjawab pertanyaan Sunan Ampel. Pada prinsipnya mereka mau menerima Islam lebih dahulu dan sedikit demi sedikit kemudian mereka akan diberi pengertian akan kebersihan tauhid dalam iman mereka. Siti Alwiyah 6.” Adanya dua pendapat yang seakan bertentangan tersebut sebenarnya mengandung hikmah. Sunan Ampel wafat pada tahun 1478 M.

seorang mubaligh Islam dari Asia Tengah. Dengan berbekal segumpal tanah yang diberikan oleh ayahandanya sebagai contoh tempat yang diinginkannya. Tak berapa lama setelah mengajarnya. Namun kelahiran Sunan Giri ini dianggap rakyat Blambangan sebagai pembawa kutukan berupa wabah penyakit di kerajaan Blambangan. maka petunjuk itupun datang dengan adanya bukit yang bercahaya. untuk mendalami ajaran Islam di Pasai sebelum menunaikan keinginannya untuk melaksanakan ibadah Haji. dan catatan nasab Sa'adah BaAlawi Hadramaut. Sunan Giri juga merupakan keturunan Rasulullah SAW. Abdul Malik (Ahmad Khan). Nyai Gede Pinatih keheranan dan sangat menyukai bayi itu dan mengangkanya sebagai anak dengan memberikan nama Joko Samudra.SUNAN GIRI Biografi Sunan Giri atau yang mempunyai nama lain Raden Paku. Awak kapalpun memutar haluan kembali pulang ke Gresik untuk memberikan temuannya itu kepada Nyai Gede Pinatih seorang saudagar perempuan di Gresik sebagai pemilik kapal. Mereka diterima oleh Maulana Ishaq yang tak lain adalah ayahnya sendiri. Maka didatangilah bukit itu dan di lihat kesamaanya dan ternyata memang benar-benar sama dengan tanah yang diberikan oleh ayahnya. putri Prabu Menak Sembuyu penguasa wilayah Blambangan pada masa-masa akhir Majapahit. ia dikenal masyarakat dengan sebutan Sunan Giri. Kebomas. Awak kapal itu kemudian menghampiri. Jawa Timur. Muhammad al-Naqib. Umumnya pendapat tersebut adalah berdasarkan riwayat pesantren-pesantren Jawa Timur. Ali Khali' Qasam. Sultan Abdul Faqih. Muhammad Sahibus Saumiah. Perbukitan itulah yang kemudian ditempati untuk mendirikan sebuah pesantren Giri di sebuah perbukitan di desa Sidomukti. Alwi ats-Tsani. Gresik. Dalam bahasa Jawa. Sunan Ampel mengirimnya beserta Makdhum Ibrahim (Sunan Bonang). Sejak itulah. Ia lahir di Blambangan (Banyuwangi) pada tahun Saka Candra Sengkala “Jalmo orek werdaning ratu” (1365 Saka). Ali al-Uraidhi. Alwi Ammi al-Faqih. Isa ar-Rummi. Muhammad Al-Baqir. Raden Paku atau lebih dikenal dengan Raden 'Ainul Yaqin diperintahkan gurunya yang tak lain adalah ayahnya sendiri itu untuk kembali ke Jawa untuk mengembangkan ajaran islam di tanah Jawa. Prabu Satmata. Awak kapal terkejut setelah tahu bahwa isi dari peti itu adalah bayi laki-laki yang molek dan bercahaya. Siang dan malam menyusuri pantai dengan tidak memikirkan lagi akan nasib dirinya. Gresik. Peti itu bercahaya berkilauan laksana kapal kecil di tengah laut. Ali Zainal Abidin. Abdullah (al-Azhamat) Khan. Muhammad Shahib Mirbath. Joko Samudra mengetahui cerita mengenai jalan hidup masa kecilnya. Sunan Ampel mengetahui identitas sebenarnya dari murid kesayangannya itu. dan wafat pada tahun Saka Candra Sengkala “Sayu Sirno Sucining Sukmo” (1428 Saka) di desa Giri. Alwi Awwal. Jamaluddin Akbar al-Husaini (Maulana Akbar). Di sinilah. Kebomas. Maulana Ishaq. Dewi Sekardadu berlari mengejar bayi yang barusaja dilahirkannya. Raden 'Ainul Yaqin dan Joko Samudra adalah nama salah seorang Wali Songo yang berkedudukan di desa Giri. Joko Samudra dibawa ibunya ke Surabaya untuk berguru ilmu agama kepada Raden Rahmat (Sunan Ampel) atas permintaannya sendiri. dan 'Ainul Yaqin (Sunan Giri). Tak ayal cahaya itu terlihat oleh sekelompok awak kapal (pelaut) yang hendak berdagang ke pulau Bali. Berita itupun tak lama terdengar oleh Dewi Sekardaru. Gresik pada tahun Saka nuju tahun Jawi Sinong milir (1403 Saka). Kebomas. Setelah tiga tahun berguru kepada ayahnya. Raden ‘Ainul Yaqin berkelana untuk mencari dimana letak tanah yang sama dengan tanah yang diberikan oleh ayahanya. Ubaidullah. . Dewi Sekardadupun meninggal dalam pencariannya. Ahmad Syah Jalal (Jalaluddin Khan). mengambil dan membukanya peti yang bersinar itu. Peti besi berisi bayi itu terombang-ambing ombak laut terbawa hinga ke tengah laut. giri berarti gunung. Pesantren ini merupakan pondok pesantren pertama yang ada di kota Gresik. dengan Dewi Sekardadu. Saat mulai remaja diusianya yang 12 tahun. Ahmad AlMuhajir. Kelahiran Sunan Giri disambut Prabu Menak Sembuyu dengan membuatkan peti terbuat dari besi untuk tempat bayi dan memerintahkan kepada para pengawal kerajaan untuk menghanyutkannya ke laut. Ja’far Ash-Shadiq. Dengan bertafakkur dan meminta pertolongan serta petunjuk dari Allah SWT. yaitu melalui jalur keturunan Husain bin Ali. Sunan Giri merupakan buah pernikahan dari Maulana Ishaq.

Arab. sebetulnya. Kalimantan. Ia mengusulkan bentuk wayang diubah: menjadi tipis dan tidak menyerupai manusia. karena Sunan Giri meletakkan ajaran Islam di atas AlQuran dan sunah Rasul. Tempat ini tampak lengang pengunjung. dakwah hendaklah pula menggunakan pendekatan kebudayaan. wafat pada 1478. Pengaruh pesantren Giri terus berkembang sampai menjadi kerajaan yang disebut Giri. ia diberi gelar Prabu Satmata. Raden Paku bertafakur di sebuah gua. Jor. Pandangan politiknya pun dijadikan rujukan. Misalnya dengan wayang.ingin meramaikan peresmian itu dengan wayang. dan Eropa. Raden Paku berangkat mengembara. yang dianggapnya merusak kemurnian Islam. Sunan Giri dianggap sebagai pemimpin kaum ''putihan''. pemberian gelar itu jatuh pada 9 Maret 1487. ''ketua'' para wali. Tak ada juga bekas-bekas istana. Sulawesi. Tapi. aliran yang didukung Sunan Ampel dan Sunan Drajat. Sulawesi dan Maluku. Diriwayatkan. Tapi. Sunan Kalijaga menganggap cara berdakwah Sunan Giri kaku. Ada juga bekas tempat wudu berupa kolam berukuran 1 x 1 meter. tempat Sunan Giri mengajarkan agama Islam. Sumbawa. ''giri'' berarti gunung. Menurut Sunan Kalijaga.'' kata Muhammad Hasan. tak ada peninggalan yang menunjukkan kebesaran Pesantren Giri --yang berkembang menjadi Kerajaan Giri Kedaton. Lombok. Sunan Kalijaga mencari jalan tengah. Di situs itu berdiri sebuah langgar berukuran 6 x 5 meter. Perjalanan Sunan Giri SELAMA 40 hari. Ketika Sunan Ampel. Gula-gantiLir-ilir dan Cublak Suweng.'' Pesan yang tak terlalu sulit. dirikanlah pesantren di Gresik. Pesantren Giri merupakan pusat ajaran tauhid dan fikih.Pesantren Giri kemudian menjadi terkenal sebagai salah satu pusat penyebaran agama Islam di Jawa. ''Memang banyak orang yang tidak tahu situs ini. Flores. Lombok. . murid Sunan Giri juga bertebaran sampai ke Cina. Karena pengaruhnya yang luas saat itu Raden Paku mendapat julukan sebagai Raja dari Bukit Giri. Ia pernah menyusun peraturan ketataprajaan dan pedoman tata cara di keraton. Sunan Kudus. kembali terngiang: ''Kelak. Di sebuah perbukitan di Desa Sidomukti. Di tengah hening malam. bahkan pengaruhnya sampai ke Madura. Sumba. Pesantren Giri terkenal ke seluruh penjuru Jawa. dan Sunan Gunung Jati. Atas usulan Sunan Kalijaga. yang kemudian ditetapkan sebagai hari jadi Kabupaten Gresik. Sunan Giri juga dikenal sebagai ahli politik dan ketatanegaraan. Jawa yang sering dianggap berhubungkan dengan Sunan Giri. ia diminta mencari tanah yang sama persis dengan tanah dalam sebuah bungkusan ini. Di sanalah. Menurut Babad Tanah Jawi. menonton wayang tetap haram. Mesir. Syekh Maulana Ishak. Dalam bahasa Sansekerta. Tapi. menurut Sunan Giri. ia kemudian mendirikan Pesantren Giri. Paham ini mendapat sokongan dari Sunan Bonang. Selesai bertafakur. Sekretaris Yayasan Makam Sunan Giri. sekitar satu kilometer dari makam Sunan Giri. meminta petunjuk Allah SWT. Sejak itulah wayang beber berubah menjadi wayang kulit. Sejak itu pula Raden Paku dikenal sebagai Sunan Giri. Akhirnya. Karena itu. Kerajaan Giri Kedaton menguasai daerah Gresik dan sekitarnya selama beberapa generasi sampai akhirnya ditumbangkan oleh Sultan Agung. di antaranya adalah permainan-permainan anak seperti Jelungan. serta beberapa gending (lagu instrumental Jawa) seperti Asmaradana dan Pucung. Kini. ''Aliran Tuban'' --Sunan Kalijaga cs-. karena gambar wayang itu berbentuk manusia. Kebomas. Ia bersimpuh. Di kalangan Wali nan Sembilan. Perdebatan para wali ini sempat memuncak pada peresmian Masjid Demak. kepada GATRA. bahkan sampai ke Madura. Ternate. Namun. pesan ayahnya. Sunan Muria. sempat berdiri sebuah masjid. ingin mendirikan pesantren. di daerah perbukitan itu hanya terlihat situs Kedaton. Sunan Giri diangkat menjadi penggantinya. Terdapat beberapa karya seni tradisonal. Syahdan. konon. Ia tidak mau berkompromi dengan adat istiadat. bila tiba masanya. Kalimantan. dan Maluku.

Setelah bertahun-tahun belajar.J. Joko Samudro dititipkan di padepokan Sunan Ampel. pada 1478. H. seorang raja barulah sah kerajaannya kalau sudah direstui Sunan Giri.J. Padahal. sebenarnya.agar anaknya diberi nama Raden Paku. diutus Sunan Ampel untuk menimba ilmu di Mekkah. jejak bangunan Pesantren Giri hampir tiada. ia hanya berpesan kepada Dewi Sekardadu --yang sedang mengandung tujuh bulan-. Kini. Dewi Sekardadu. putri Raja Hindu Blambangan bernama Prabu Menak Sembuyu. Maulana Ishak mau mengobati Dewi Sekardadu. putra Raja Majapahit. kedudukan Sunan Giri disamakan dengan Paus bagi umat Katolik Roma. untuk belajar agama Islam. Akhirnya raja mengumumkan sayembara: siapa yang berhasil mengobati sang Dewi. sesudah pulang dari . kata sejarawan Jawa itu. Ia berusaha menghalangi syiar Islam. Seluruh keluarga raja memeluk agama Islam. Menurut Dr. dan Ternate. mereka kembali ke Jawa. masyarakat Blambangan sedang tertimpa wabah penyakit. bayi laki-laki yang kemudian dinamai Joko Samudro itu diasuh dan dibesarkannya. Kisah Sunan Giri bermula ketika Maulana Ishak tertarik mengunjungi Jawa Timur. Bayi itu lalu diserahkan kepada Nyai Ageng Pinatih. serta berita orang Portugis dan Belanda di Kepulauan Maluku. patih sempat bertemu dengan seorang pertapa sakti. Resi inilah yang memberi ''referensi'' tentang Syekh Maulana Ishak. Ketika itu. Bahkan putri Raja Blambangan. Tampaknya. Tapi. Setelah Dewi Sekardadu sembuh. Dalam pencarian itu. Prabu Menak Sembuyu tidak sepenuh hati menjadi seorang muslim. juga tidak jelas batas wilayahnya. De Graaf. peti tersebut ditemukan oleh awak kapal dagang dari Gresik. Sunan Giri sudah menjadi raja di Giri Kedaton sejak 1470. Setelah bayi laki-laki itu lahir. Keteguhannya memurnikan agama Islam juga diikuti para penerusnya. dan Mataram. tidak lepas dari peranan Sunan Giri. anak itu diberi gelar ''Maulana `Ainul Yaqin''. kalau Prabu Menak Sembuyu dan keluarganya bersedia masuk Islam. yang masih sepupunya. seperti Demak. jejak dakwah Sunan Giri masih membekas. Karena kecerdasannya. Setelah itu. De Graaf. Setelah itu. bahkan mengutus orang kepercayaannya untuk membunuh Maulana Ishak. Semua tabib tersohor tidak berhasil mengobatinya. Pada saat itulah Maulana Ishak membekali Raden Paku dengan segenggam tanah. Sunan Giri lebih memilih jejak langkah ayahnya. Maulana Ishak akhirnya meninggalkan Blambangan. melintas sampai ke luar Pulau Jawa. Pengaruh Sunan Giri ini tercatat dalam naskah sejarah Through Account of Ambon. Raden Maulana Makhdum Ibrahim. peran Sunan Giri tercatat. sang prabu mengutus Patih Bajul Sengara mencari pertapa sakti. Menginjak usia tujuh tahun. Sejak itu. Di tengah keputusasaan. Pengaruhnya. Dalam naskah tersebut. bila perempuan dijadikan saudara angkat sang dewi. Ibunya Dewi Sekardadu. Sunan Ampel ingin mempertemukan Raden Paku dengan ayah kandungnya. Prabu Menak Sembuyu melampiaskan kebenciannya kepada anak Maulana Ishak dengan membuangnya ke laut dalam sebuah peti. Merasa jiwanya terancam. syarat Maulana Ishak pun dipenuhi. kini Aceh. Sejak itulah. Sebagai kerajaan. Tapi. untuk menemui Syekh Maulana Ishak. seorang ulama dari Gujarat yang menetap di Pasai. karena ingin menyebarkan agama Islam. Rupanya. Tapi. Kerajaan Demak Bintoro berdiri dan dianggap sebagai kerajaan Islam pertama di Jawa. lahirnya berbagai kerajaan Islam. ikut terjangkit.Menurut Dr. Setelah belajar selama tujuh tahun di Pasai. Sunan Giri memangku jabatan tersebut. yang sedang menuju Pulau Bali. tak ada seorang pun yang sanggup memenangkan sayembara itu. lalu memintanya mendirikan pesantren di sebuah tempat yang warna dan bau tanahnya sama dengan yang diberikannya. Konon. atau khalifah bagi umat Islam. Sebelum berangkat. Ia malah iri menyaksikan Maulana Ishak berhasil mengislamkan sebagian besar rakyatnya. Dewa Sekardadu dinikahkan dengan Maulana Ishak. Brawijaya Kertabhumi. ia menyerahkannya kepada Raden Patah. Sunan Giri dinobatkan menjadi raja peralihan. Setelah bertemu dengan Sunan Ampel. ia disarankan berdakwah di daerah Blambangan. dan kembali ke Pasai. Sayangnya. seperti Makassar. bila laki-laki akan dijodohkan dengannya. Dalam Babad Demak pun. pemerintahan Giri lebih dikenal sebagai pemerintahan ulama dan pusat penyebaran Islam. Resi Kandayana namanya. H. Hitu. Peranan Sunan Giri Dalam Perjuangan Wali Sanga Dimuka telah disebutkan bahwa hanya dalam tempo waktu tiga tahun Sunan Giri berhasil mengelola Pesantrennya hingga namanya terkenal ke seluruh Nusantara. Pajang. Alkisah. Rupanya. Joko Samudro dan putranya. Selama 40 hari. pemilik kapal tersebut. mereka harus singgah dulu di Pasai. Syekh Maulana Ishak. Ketika Kerajaan Majapahit runtuh karena diserang Raja Girindrawardhana dari Kaling Kediri. Tapi.

ia memperkenalkan diri kepada dunia. Disekitar bukit tersebut sebenarnya dahulu jarang dihuni oleh penduduk dikarenakan sulitnya mendapatkan air. seperti Eropa ( Rum ). dan ia menjadi orang pertama yang paling terkenal dari Sunan-sunan Giri yang ada. Di atas gunung tersebut seharusnya ada istana karena dikalangan rakyat dibicarakan adanya Giri Kedaton ( Kerajaan Giri ) . Tujuan utama kaum Abangan adalah merebut simpati rakyat sehingga rakyat mau diajak berkumpul. 2. Pemimpin kaum putihan adalah Sunan Giri yang didukung oleh Sunan Ampel dan Sunan Drajad. Karena mahirnya beliau di bidang ilmu fiqih maka beliau mendapat sebutan Sultan Abdul Fakih. Kepercayaan Hindu-Budha atau animesme dan dinamisme harus dikikis habis. Islam Putihan ini artinya adalah dalam beragama mengikuti jalan lurus. Tetapi dengan adanya Sunan Giri masalah air itu dapat diatasi. 4. Sunan Kudus. Cina dan lain-lain. hanya beliau seorang yang mampu melakukannya. tidak boleh dicampuri dengan berbagai kepercayaan lama yang justru bertentangan dengan agama Islam. Ibadah menurut beliau haruslah sesuai dengan ajaran Nabi. melainkan berusaha menyenangkan hati mereka supaya mau mendekat kepada para ulama atau para Wali. Di bidang tauhid beliau juga tak kenal kompromi dengan adat istiadat lama dan kepercayaan lama. 3. putih bersih seperti ajaran aslinya. anak Islam Abangan ini adalah para pengikut Sunan Kalijaga yang didukung oleh Sunan Bonang. Perlu diketahui walaupun ada perbedaan dalam cara menyiarkan Islam. Lombok. Mengikuti dari belakang terhadap kelakuan dan adat rakyat tetapi diusahakan untuk mempengaruhi sedikit demi sedikit agar mereka menerima Islam yang benar. sehingga tidak terjadi usaha kekerasan dalam menyebarkan Islam. beliau kuatir terjerumus pada jurang kemusyrikan. Itu sebabnya beliau sangat berpegang teguh kepada Al-Qur’an dan Hadits Nabi yang sahih. Murid-murid Sunan Giri berdatangan dari segala penjuru. Itulah pendapat kaum Abangan yang dipimpin oleh Sunan Kalijaga. Semua itu adalah pengembara kebesaran nama Sunan Giri sebagai ulama besar yang sangat dihormati orang pada jamannya. Maksudnya ialah mengambil ikannya tanpa mengeruhkan airnya 5. Makasar. kemudian berkedudukan di atas bukit di Gresik. Arab. Karena sikapnya ini maka Sunan Giri dan pengikutnya disebut kaum Putihan atau Islam Putih. karena itu mereka berpendapat : 1. Pihak Putihan menjaga kemurnian agama Islam agar tidak bercampur dengan faham yang berbau . Untuk para santri yang datang dari jauh beliau juga membangun asrama yang luas. Bagian adat yang tidak sesuai dengan ajaran Islam tetapi mudah dihilangkan maka ditiadakan. Agar semua rakyat dapat menerima agama Islam. Mesir. Cara Sunan Giri membuat sumur atau sumber air itu sangat aneh dan gaib. seperti Maluku. Menghindarkan terjadinya konfrontasi secara langsung atau terjadinya kekerasan dalam menyiarkan agama Islam. tapi pada waktu itu tidak sampai terjadi ketegangan kedua pihak masih samasama berfaham Ahlussunah waljamaah dan bermahZab Syafi’i. Untuk itu tidak ada salahnya penggunaan kesenian rakyat seperti gending dan wayang kulit sebagai media dakwah untuk mengumpulkan mereka. Pelaksanaan syariat Islam di bidang agama ibadah haruslah sesuai dengan ajaran aslinya yang termasuk di dalam Al-Qur’an dan Sunnah Rasul. Membiarkan dahulu adat istiadat yang sukar diubah. Tujuan Aliran Islam Abangan ini adalah agar Islam cepat tersiar keseluruh penduduk Tanah Jawa. Kalau ada Islam Putihan tentunya ada Islam Abangan. mendekat dan bersedia mendengarkan keterangan apa sih ajaran agama Islam itu ? Jadi tidak dibenarkan menghalau rakyat dari kalangan ummat Islam. atau tidak merubah adat yang berat ditiadakan. Sebagai Pemimpin Kaum Putihan Dalam menentukan hokum agama yang pada saat itu memang sedang menghadapi ujian adanya masalahmasalah ummat yang pelik. Adat istiadat lama yang tidak sesuai dengan ajaran Islam harus dilenyapkan supaya tidak menyesatkan ummat dibelakang hari. Menurut Babat Tanah Jawa murid-murid Sunan Giri itu justru bertebaran hampir di seluruh penjuru benua besar. Disamping pesantrennya yang besar ia juga membangun masjid sebagai pusat ibadah dan pembentukan iman ummatnya. Sunan Gunung Jati dan Sunan Muria. Madura. Sunan Giri sangat berhati-hati. Hitu dan Ternate. Demikian menurut De Graaf.pengembaraannya atau berguru ke Negeri Pasai. Kedua pihak sama-sama menyadari pentingnya pos mereka.

Lagi pula Prabu Brawijaya Kertabumi itu masih ayah kandung Raden Patah selaku Pangeran Demak Bintoro. karena wayang yang bergambar manusia itu haram hukumnya dalam ajaran Islam. yaitu menyebarkan agama Islam tanpa kekerasan. Sunan Ampel dan Sunan Giri yang masih terhitung keluarga kerajaan Majapahit memang dianggap Prabu Brawijaya sebagai pembesar atau para Pangeran Majapahit yang berkuasa didaerah masing-masing. Sunan Kalijaga mengusulkan agar dibuka dengan pertunjukan wayang kulit yang pada waktu itu bentuknya masih wayang beber yaitu gambar manusia yang dibeber pada sebuah kulit binatang. maka Sunan Girilah yang diangkat sebagai sesepuh Wali Songo atau Mufti ( pemimpin agama se Tanah Jawa ). Sunan Ampel adalah Penasehat bagian politik Demak. Dan Sunan Giri sebagai raja pertama bergelar Prabu Satmata. demikian menurut Sunan Giri. Adipati Keling atau Kediri bernama Girindrawardhana menyerbu kerajaan Majapahit. Pemimpin para dewa dalam pewayangan oleh Sunan Kalijaga dinamakan Sang Hyang Girinata. Peresmian Masjid Demak Dalam peresmian Masjid Demak.syirik. Karena tak bisa disebut sebagai gambar manusia maka akhirnya Sunan Giri menyetujui wayang kulit itu digunakan sebagai media dakwah. Dengan demikian Sunan Ampel adalah orang yang paling tahu situasi kerajaan Majapahit. Kekuatan spiritualnya juga semakin luas. penasehat bagian politik Demak digantikan oleh Sunan Kalijaga. Sunan Ampel wafat pada tahun 1478. Sunan Kalijaga yang berjiwa besar kemudian mengadakan kompromi dengan Sunan Giri. Sedangkan pihak Abangan adalah mengajak masyarakat atau rakyat secepatnya menjadi pemeluk agama Islam.” Kata Sunan Ampel. Ketika beberapa wali mengusulkan untuk menyerbu Majapait. Sunan Ampel berkuasa di Surabaya dan Sunan Giri berkuasa di Giri Gresik. Dengan demikian . Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa pesantren Giri kemudian berubah menjadi kerajaan Giri yang sering disebut Giri Kedaton. Kita tak usah ikut-ikutan merebut tahta Majapahit yang hanya mencemarkan keagungan agama yang kita anut. Setelah Sunan Ampel wafat. “Apa kata orang nanti bila seorang anak durhaka menyerang dan merebut tahta ayahnya sendiri ? Saya kira Kerajaan Majapahit akan sirna dengan sendirinya. Peresmian itu akan diawali dengan shalat Jum’at.” Ramalan Sunan Ampel memang benar. Bila sudah menjadi pemeluk Islam tinggal menyempurnakan iman mereka saja. Tidak lama setelah beliau meninggal dunia. “Tanpa diserbupun Kerajaan Majapahit sudah keropos dari dalam. Perubahan bentuk wayang kulit itu adalah dikarenakan sanggahan Sunan Giri. maka Sunan Giri mengusulkan agar Masjid Demak diresmikan pada saat hari jum’at sembari melaksanakan shalat jamaah Jum’at. beberapa adipati yang masih beragama Hindu sudah banyak yang ingin merebut kekuasaan. Prabu Satmata Dan Giri Kedaton Semakin hari pengaruh Sunan Giri semakin besar. Sunan Kalijaga memberi tanda khusus pada momentum penting itu. Jasa beliau sungguh besar bagi perjuangan Wali Songo. Lebih mirip karikatur seperti bentuk wayang yang ada sekarang ini. Sedang Sunan Giri dianggap sesepuh yang sering dimintai pertimbangan di bidang politik kenegaraan. Jika Sunan Kalijaga mengusulkan peresmian Masjid Demak itu dengan membuka pegelaran wayang kulit. Sebab Raden Patah adalah pewaris utama kerajaan Majapahit. Para Wali mengadakan sidang sesudah jatuhnya Majapahit oleh serangan menyerang Prabu Girindrawardhana yang berkuasa di Majapahit. kemudian diadakan dakwah dan rakyat berkumpul boleh masuk setelah mengucapkan syahadat. yang arti sebenarnya adalah Sunan Giri yang menata. Sunan Ampel menyatakan ketidak setujuannya. karena itu. Usul Sunan Kalijaga ditolak oleh Sunan Giri. Sebelumnya Sunan Kalijaga telah merubah bentuk wayang kulit sehingga gambarannya tidak bisa disebut sebagai gambar manusia lagi. kemudian diteruskan dengan pertunjukan wayang kulit yang dinamakan oleh Ki Dalang Sunan Kalijaga. Sunan Kalijaga membawa wayang kreasinya itu dihadapan sidang para Wali. Ada yang menyebutkan bahwa Prabu Kertabumi atau Ayah Raden Patah itu tewas dalam serangan mendadak yang dilakukan Prabu Girindrawardhana dari Kediri. Beliaulah yang paling tidak setuju atas beberapa usul agar Raden Patah segera menyerang Majapahit agar Demak dapat berdiri sebagai kerajaan Islam merdeka tanpa harus tunduk kepada Majapahit. Maka perdebatan tentang peresmian Masjid Demak bisa diatasi.

Arti permainan tersebut adalah seseorang yang sudah berpegang teguh kepada agama Islam Tauhid maka ia akan selamat dari ajakan setan atau iblis yang dilambangkan sebagai pemburu. Islam yang disiarkannya adalah Islam sesuai ajaran Nabi. tanpa di campuri kepercayaan atau adapt istiadat lama. Sang Begawan menurut. melainkan justru merebut tahta Majapahit dari tangan musuh Prabu Kertabumi. hewan apakah yang Tuan tanam di puncak gunung itu. Cublak-ublak Suweng. Tentu saja sang Begawan merasa teramat malu. Tetapi serangan itu dapat dipatahkan oleh Sunan Giri. Di bidang kesenian beliau juga berjasa besar. Ternyata angsa itu lenyap sebagai gantinya adalah sepasang naga yang meliuk-liuk hendak menerkamnya. Mereka akan selamat dari kejaran pemburu bila telah berpegang pada tonggak atau batang pohon yang telah ditentukan lebih dulu. dolanane na ing latar. Jithungan dan Delikan. seorang Wali yang dianggap murtad karena menyebarkan faham Pantheisme dan meremehkan syariat Islam yang disebarkan para Wali lainnya. Brahmana ini sengaja datang ke Giri Kedaton untuk menentang Sunan Giri adu kesaktian. yang paling terkenal adalah adu tebakan. kemudian menyebarkan agama Islam di Gunung Lawu. “Apakah yang baru saya tanam di puncak gunung Patukangan itu. Disana ada sepasang naga dari ukiran batu yang mirip dengan angsa. Begawan itu tertawa terbahak-bahak sembari memperolok-olok kebodohan Sunan Giri.” . Selanjutnya dikatakan bahwa Begawan Mintasemeru masih mendemonstrasikan beberapa kesaktiannya yang menakjubkan. Kebesaran nama Sunan Giri yang bergelar Prabu Satmata itu juga terdengar oleh seorang Begawan dari Lereng Lawu. Legenda tentang adu tebak kewaskitaan itu diabadikan dalam monumen patung sepasang naga di tangga masuk ke makam Sunan Giri yaitu tangga yang sebelah selatan. Pada akhirnya Begawan Mintasemeru menyerah kalah. Dia bongkar kuburan sepasang angsa ciptaannya. karena beliaulah yang pertama kali menciptakan tembang dan tembang dolanan anak-anak yang bernafas Islam antara lain : Jamuran. baik dilakukannya sendiri sewaktu masih muda sambil berdagang ataupun dilakukannya sendiri sewaktu masih muda sambil berdagang ataupun melalui murid-muridnya yang ditugaskan keluar pulau. Sembari melakukan permainan yang disebut jelungan itu biasanya anak-anak akan menyanyikan lagu Padhang Bulan : “Padhang-padhang bulan. Sesudah itu dia kembali menemui Sunan Giri. Dengan demikian Sunan Giri ikut menghambat tersebarnya aliran yang bertentangan dengan faham Ahlussunnah wal jama’ah. Inilah permainan yang disebut Jelungan. “Yang Tuan tanam adalah sepasang naga jantan dan betina!” jawab Sunan Giri dengan tenangnya. tunduk dan masuk Islam. “Jika Tuan Begawan tidak percaya boleh anda lihat lagi. Pada waktu Prabu Girindrawardhana ini berkuasa di Majapahit pernah berusaha menggempur Giri Kedaton. ngalap padhang gilar-gilar. nundhung begog hangetikar. Diantara adu kesaktian beragam jenisnya itu. Begawan Mintasemeru menciptakan sepasang angsa jantan dan betina. Namanya Begawan Mintasemeru. karena Sunan Giri dianggap salah satu kerabat Prabu Kertabumi. ayo gage dha dolanan. Jasa-Jasa Sunan Giri Jasanya yang terbesar tentu saja perjuangannya dalam menyebarkan agama Islam di Tanah Jawa bahkan ke Nusantara.” kata Sunan Giri. Beliau pernah menjadi hakim dalam perkara pengadilan Syekh Siti Jenar. dan yang lainnya menjadi obyek buruan. kemudian dikubur hidup-hidup diatas gunung Patukangan. demikian tanya Begawan Mintasemeru menguji Sunan Giri.ketika Demak menyerbu Majapahit bukanlah menyerang Prabu Kertabumi yang menjadi ayah Raden Patah. tapi semuanya dapat dikalahkan oleh Sunan Giri. Diantara permainan anak-anak yang dicintanya ialah sebagai berikut : Diantara anak-anak yang bermain ada yang menjadi pemburu. Keteguhannya dalam menyiarkan agama Islam secara murni dan konsekwen berdampak positif bagi generasi Islam berikutnya.

Mereka sesat dan menyesatkan ummat pengikutnya. Panembahan Ageng Giri 6. mengusir gelap yang lari terbirit-birit. harga diri dan jiwanya demi kesenangan sang guru. mereka mengaku mendapat wangsit dari Tuhan dan karenanya bebas berbuat apa saja. Sebagai bukti adalah adanya kebiasaan bahwa apabila seorang hendak dinobatkan menjadi raja haruslah memerlukan pengesahan dari Sunan Giri. Mereka tidak lagi menghiraukan syariat agama. Yang tinggal hanyalah makam-makam dan peninggalan Sunan Giri. Sewaktu memerintah Giri Kedaton beliau bergelar Prabu Satmata. Sudah berapa kalikah masyarakat dibodohi guru-guru semacam itu. di muka bumi ini. Sunan Giri jauh-jauh sudah memperingatkan umat agar berhati-hati terhadap perubahan jaman. Guru semacam ini justru dipuja-puja para pengikutnya sampai-sampai masyarakat rela mengorbankan harta. Panembahan Mas Witana Sideng Rana 7. Pemberontakan Trunojoyo itu dilakukan karena tindakan sewenang-wenang dari Sunan Amangkurat I yang pernah menumpas dan membunuh 6000 ulama’ Ahlusunnah yang dituduh menyebarkan isu ketidakpuasan rakyat terhadap raja. bahkan menginjak-nginjak syariat tersebut dengan mendakwakan dirinya sudah tidak perlu melakukan shalat. Dalam kenyataannya ramalan Sunan Giri itu memang sudah sering terbukti. tidak perlu berpuasa dan berzakat karena dirinya sudah baik. Bahkan sama sekali tak mengerti ilmu agama. untuk mengambil manfaat dari agama Islam. mengambil di halaman. memerintahkan kerajaan Giri selama kurang lebih dua puluh tahun. agar hilang lenyaplah kebodohan dan kesesatan. marilah lekas bermain. Sunan Giri Prapen 4. Sesudah Sunan Giri yang pertama meninggal dunia beliau digantikan anak keturunannya yaitu : 1. maka marilah kita segera menuntut penghidupan. mereka adalah para pengikut faham Manunggaling Kawula Gusti. sudah sempurna. bermain di halaman. Pangeran Singonegoro ( bukan keturunan Sunan Giri ) 8. sudah sempurna. faham yang diajarkan oleh Syekh Siti Jenar yang ditentang Wali Sanga. habislah kekuasaan Giri Kedaton. Sunan Kawis Guwa 5. mengambil manfaat benderangnya rembulan. Padahal itu hanya fitnah dari orang-orang yang menjadi kaki tangan Sunan Amangkurat I. Sesudah Pangeran Singosari wafat pada tahun 1679. Dimasa yang akan datang juga akan muncul guru-guru ilmu yang merasa ilmunya sudah tinggi. Beliau pernah meramalkan bahwa pada masa yang akan datang akan banyak orang yang mengaku mendapat wahyu Tuhan tetapi sebetulnya mereka sangat jauh dari agama. Itulah orang yang tergelincir ilmunya.Artinya adalah sebagai berikut : “Malam terang bulan. Serbuan ke Giri itu adalah dalam rangka penumpasan pemberontakan yang dilakukan oleh Trunojoyo seorang murid dari Pesantren Giri yang pernah menyungkir balikkan Surakarta dan bahkan pernah menjadi Raja di Kediri. Pengaruh Sunan Giri sangat besar terhadap kerajaan-kerajaan Islam di Jawa maupun di luar Jawa. Yang dirawat oleh juru kunci makam Sunan Giri . Giri Kedaton atau Kerajaan Giri berlangsung selama hampir 200 tahun. Pangeran Singosari Pangeran Singosari ini berjuang gigih mempertahankan diri dari sebuah Sunan Amangkurat II yang dibantu oleh VOC dan Kapten Jonker. Mereka dipuja-puja ummat padahal menjadi benalu atau pemeras ummat. Para Pengganti Sunan Giri Sunan Giri atau Raden Paku lahir pada tahun 1442. Sunan Sedomargi 3. mulai dari dukun cabul hingga orang-orang yang mengaku dirinya Wali ternyata adalah bajingan. Mulai tahun 1487 hingga tahun 1506. Sunan Dalem 2.” Maksud lagu dolanan tersebut ialah : Agama Islam telah datang.

Sebagai seorang Wali yang disegani dan dianggap Mufti atau pemimpin agama se Tanah Jawa . Kaping telu wong kang saleh kancanana. pasti banyak penduduk yang datang ingin mendengarkannya . Raden Makdum Ibrahim adalah calon Wali yang besar . juga belajar kepada para ulama besar yang banyak menetap di Negeri Pasai . Keempat harus sering berprihatin ( berpuasa ). Dalam berdakwa Raden Makdum Ibrahim ini sering mempergunakan kesenian rakyat untuk menarik simpati mereka. Setiap Raden Makdum Ibrahim membunyikan Bonang. Pertama membaca Al-Qur’an dengan artinya. Kaping lima dzikir wengi ingkang suwe. mendirikan pesantren di Giri sehingga terkenal sebagai Sunan Giri .Sehingga tanpa terasa penduduk sudah mempelajari agama Islam dengan senang hati.yaitu Negeri Pasai . Ada yang mengatakan Dewi Condrowati itu adalah putri Prabu Kertabumi ada pula yang berkata bahwa Dewi Condrowati adalah putri angkat Adipati Tuban yang sudah beragama Islam yaitu Ario Tejo. Siapa saja mampu mengerjakannya. Putra Sunan Ampel dan Dewi Condrowati yang sering disebut Nyai Ageng Manila. Keduanya menambah pengetahuan kepada Syekh Awwalul Islam atau ayah kandung dari Sunan Giri. Sejak kecil.Seperti ulama ahli tasawuf yang berasal dari Bagdad. Raden Makdum Ibrahim dan Raden Paku pulang keJawa. Begitulah siasat Raden Makdum Ibrahim yang dijalankan penuh kesabaran. Sesudah belajar di Negeri Pasai. Lebih –lebih bila Raden Makdum Ibrahim sendiri yang membunyikan alat musik itu. . Kaping pindho shalat sunah lakonona. Mesir . Bonang adalah sejenis kuningan yang ditonjolkan dibagian tengahnya . Maca Qur’an angen-angen sak maknane.tentu saja Sunan Ampel mempunyai ilmu yang sangat tinggi. Kaping papat kudu wetheng ingkang luwe. bukan dengan paksaan. Artinya : Obat sakit jiwa ( hati ) itu ada lima jenisnya. Sopo wongé bisa ngelakoni. Sedang Raden Makdum Ibrahim diperintahkan Sunan Ampel untuk berdakwah diTuban. Tembang-tembang yang diajarkan Raden Makdum Ibrahim adalah tembang yang berisikan ajaran agama Islam. Kedua mengerjakan shalat malam ( sunnah Tahajjud ). Insya Allah Gusti Allah nyemba dani. Sudah bukan rahasia lagi bahwa latihan atau riadha para Wali itu lebih berat dari pada orang awam. Bila benjolan itu dipukul dengan kayu lunak maka timbullah suaranya yang merdu ditelinga penduduk setempat . Ketiga sering bersahabat dengan orang saleh ( berilmu ). Raden Paku kembali ke Gresik. sehingga beliau bunyikan pengaruhnya sangat hebat bagi para pendengarnya . Kelima sering berdzikir mengingat Allah di waktu malam.SUNAN BONANG Dari berbagai sumber disebutkan bahwa Sunan Bonang itu nama aslinya adalah Syekh Maulana Makhdum Ibrahim. Diantara tembang yang terkenal ialah : “Tamba ati iku sak warnane. Insya Allah Tuhan Allah mengabulkan. Arab dan Persi atau Iran. maka Sunan Ampel sejak dini juga mempersiapkan sebaik mungkin .Setelah rakyat berhasil direbut simpatinya tinggal mengisikan saja ajaran Islam kepada mereka. Raden Makdum Ibrahim sudah diberi pelajaran agama Islam secara tekun dan disiplin . Disebutkan dari berbagai literature bahwa Raden Makdum Ibrahim dan Raden Paku sewaktu masih remaja meneruskan pelajaran agama Islam hingga ke Tanah seberang . yaitu berupa seperangkat gamelan yang disebut Bonang. Dan tidak sedikit dari mereka yang ingin belajar membunyikan Bonang sekaligus melagukan tembang – tembang ciptaan Raden Makdum Ibrahim. beliau adalah seorang Wali yang mempunyai cita rasa seni yang tinggi.

menurut disertasi JGH Gunning dan disertasi BJO Schrieke. hentikanlah bunyi gamelan itu. Selain itu. dan fikih. bersikap rendah hati. teruskan ucapanmu !” ujar Sunan Bonang. misalnya. Ajaran tasawuf. dan ikut membantu mendirikan Masjid Agung Demak. Tapi. naskah ajaran Sunan Bonang merupakan naskah Wali Songo yang relatif lebih lengkap. Sunan Kalijaga. ussuludin. dan membayar zakat.” kata Kebondanu dengan ragu.” “Pintu tobat selalu terbuka bagi siapa saja. sombong. Nasihat yang berharga diberikan pula pada Sunan Kudus tentang strategi perang menghadapi Majapahit. baik yang berada di Tuban. kami menyerah. Sunan Bonang. berpuasa. Lokasi ''pengadilan'' itu sendiri punya dua versi. Juga tulisan Abu Yzid AlBusthami dan Syekh Abdul Qadir Jaelani. sidang itu dilakukan di Masjid Agung Kasepuhan. “Ampun ………. Ajaran Sunang Bonang. Para penganut Islam harus menjalankan. Ajaran wali yang lain tak ditemukan naskahnya. dan kalaupun ada. orang harus menjauhi sikap dengki. Jepara maupun Madura.” kata Sunan Bonang. Sehingga gagallah mereka melaksanakan niat jahatnya. Dharma dan irama Mocopa. Karena beliau sering mempergunakan Bonang dalam berdakwah maka masyarakat memberinya gelar Sunan Bonang.Hingga sekarang karya sastra Sunan Bonang itu dianggap sebagai karya yang sangat hebat. yang menurunkan ajaran kepada Sunan Ampel. Untuk menghindari ketiga ''musuh'' itu. antara lain Ihya Ulumuddin dari al-Ghazali. Beliau juga menciptakan karya sastra yang disebut Suluk . (Nederland ) Pada masa hidupnya. ia dikenal sebagai pemimpin bala tentara Demak. Sunan Bonang pula yang mengangkat Sunan Kudus sebagai panglima perang. serakah. Sunan Drajat. Sunan Bonang termasuk penyokong kerajaan Islam Demak. Selain itu. kami tobat !Kami tidak akan melakukan perbuatan jahat lagi. Belanda . menurut versi Sunan Bonang menjadi penting karena menunjukkan bagaimana orang Islam menjalani kehidupan dengan kesungguhan dan kecintaannya kepada Allah.” “Ya. alias Syekh Lemah Abang. salat. baik di pedesaan maupun dipesantren. Murid-murid Raden Makdum Ibrahim ini sangat banyak. dan Al-Anthaki dari Dawud al-Anthaki. Satu versi mengatakan. Di situ disebutkan pula bahwa ajaran Sunan Bonang berasal dari ajaran Syekh Jumadil Kubro. dan setan. Suluk Sunan Bonang disimpan rapi di Perpustakaan Universitas Leiden. Misalnya dalam kisah pengadilan atas diri Syekh Siti Jenar. hawa nafsu. membunuh dan melakukan tindak kejahatan lainnya. Sebaliknya. Oleh masyarakat Demak ketika itu. dan bersyukur atas nikmat Allah. tak begitu lengkap. Cirebon. Sunan Bonang mengandalkan sejumlah kitab. “ Kebondanu ragu meneruskan ucapannya. Pulau Bawean. tapi ………. tidak mudah putus asa. Dialah yang memutuskan pengangkatan Sunan Ngudung sebagai panglima tentara Islam Demak.” . memuat tiga tiang agama: tasawuf. “Mungkinkah Tuhan mengampuni dosa-dosa kami yang sudah tak terhitung lagi banyaknya. Sunan Bonang juga berperan dalam pengangkatan Raden Patah. sidang itu diselenggarakan di Masjid Agung Demak. manusia harus menjauhi tiga musuh utama: dunia.Hingga sekarang lagi ini sering dilantunkan para santri ketika hendak shalat jama’ah. kami tidak kuat !” Demikian rintih Kebondanu dan anak buahnya. Sunan Bonang dipandang adil dalam membuat keputusan yang memuaskan banyak orang.t Begitu gending ditabuh Kebondanu dan anak buahnya tidak mampu bergerak. “Kenapa Kebondanu. Menurut Gunning dan Schrieke. versi lain menyebutkan. dan Sunan Muria. ayahanda Maulana Malik Ibrahim. serta gila pangkat dan kehormatan. Ketika Sunan Ngudung gugur. “Gending yang kami bunyikan sebenarnya tidak berpengaruh buruk terhadap kalian jika saja hati kalian tidak buruk dan jahat. Dikisahkan beliau pernah menaklukkan seorang pemimpin perampok dan anak buahnya hanya mempergunakan tambang dan gending. misalnya. “Allah adalah Tuhan Yang Maha Pengampun dan Penerima tobat. seluruh persendian mereka seperti dilolosi dari tempatnya. “Kami sudah sering merampok. penuh keindahan dan makna kehidupan beragama. Dalam menyiarkan ajaran Islam. manusia dianjurkan jangan banyak bicara. melalui sidang-sidang ''pengadilan'' yang dipimpinnya.

“Akan saya ajak berdebat tentang masalah keagamaan . Pada suatu ketika juga ada seorang Brahmana sakti dari India yang berlayar ke Tuban. Pada malam setelah kematiannya.Mereka sudah dapat mendiga pastilah lelaki berjubah putih itu adalah Sunan Bonang sendiri. perahunya terbalik dihantam badai. Demikian pula anak buahnya. “Ya. Sang Brahmana dan pengikutnya memeriksa kitab-kitab itu.kata sang Brahmana . Walaupun ia dan para pengikutnya berhasil menyelamatkan diri kitab-kitab referensi yang hendak dipergunakan untuk berdebat dengan Sunan Bonang telah tenggelam ke dasar laut. karena sang Sunan sempat berdakwah di pulau utara Jawa itu. dan satunya lagi di sebelah barat Masjid Agung Tuban. jenasahnya hendak dibawa ke Surabaya untuk dimakamkan disamping Sunan Ampel yaitu ayahandanya .Serta merta Brahmana dan para pengikutnya menjatuhkan diri berlutut dihadapan lelaki itu . ada perebutan antara warga Bawean dan warga Bonang. “Itukah kitab-kitab Tuan yang tenggelam kedasar laut?”Tanya lelaki itu.mendadak tersemburlah air dari lubang tongkat itu. Tuban. Ternyata benar miliknya sendiri. warga Tuban tidak mau terima. pada 1525. Sewaktu beliau wafat. . Sunan Bonang wafat di Pulau Bawean. Lelaki berjubah putih itu menghentikan langkah dan menancapkan tongkatnya ke pasir. Satu di Pulau Bawean.” Akhirnya Kebondanu benar-benar bertobat dan menjadi murid Sunan Bonang yang setia.“Walau dosa kami setinggi gunung ?” Tanya Kebondanu. makam Sunan Bonang ada di dua tempat. dilakukanlah pemakaman. walau dosamu setinggi gunung dan sebanyak pasir dilaut. sampai sekarang. Desa Kutareja. ''mencuri'' jenazah sang Sunan. Mereka menghentikan lelaki itu dan menyapanya. Tuban. Kini kuburan itu dikitari tembok dengan tiga lapis halaman.”Tapi sayang kitab –kitab yang saya bawa telah tenggelam kedasar laut . jenazah Sunan Bonang tetap ada. Warga Bawean ingin Sunan Bonang dimakamkan di pulau mereka. Namun ketika ia berlayar menuju Tuban. Adalagi legenda aneh tentang Sunan Bonang .Tetapi kapal yang digunakan mengangkut jenazahnya tidak bisa bergerak sehingga terpaksa jenazahnya Sunan Bonang dimakamkan di Tuban yaitu disebelah barat Masjid Jami ’Tuban. Berdebarlah hati sang Brahmana sembari menduga-duga siapa sebenarnya lelaki berjubah putih itu. “Apakah nama daerah tempat saya terdampar ini?”tanya sang Brahmana “Tuan berada dipantai Tuban !”jawab lelaki itu . Setiap halaman dibatasi tembok berpintu gerbang. Saat akan dimakamkan. baik di Bonang maupun di Bawean! Karena itu.”kata sang Brahmana. “Saya datang dari India hendak mencari seorang ulama besar bernama Sunan Bonang. membawa keluar semua kitab yang dibawa sang Brahmana. malah kemudian ia berguru kepada Sunan Bonang dan menjadi pengikut Sunan Bonang yang setia. Siapalagi orang sakti berilmu tinggi yang berada dikota Tuban selain Sunan Bonang . sejumlah murid dari Bonang mengendap ke Bawean. “Untuk apa Tuan mencari Sunan Bonang?” tanya lelaki itu . Tetapi.Sang Brahmana tidak jadi melaksanakan niatnya menantang Sunan Bonang untuk adu kesaktian dan mendebat masalah keagamaan. Esoknya. Di tepi pantai mereka melihat seorang lelaki berjubah putih sedang berjalan sembari membawa tongkat. Tujuannya hendak mengadu kesaktian dan berdebat tentang masalah keagamaan dengan Sunan Bonang. Anehnya.” Tanpa banyak bicara lelaki itu mencabut tongkatnya yang menancap dipasir .

Nyi Ageng Maloka. Wewarah pengentasan kemiskinan Sunan Drajat kini terabadikan dalam sap tangga ke tujuh dari tataran komplek Makam Sunan Drajat. Secara lengkap makna filosofis ke tujuh sap tangga tersebut sebagai berikut : 1. serta beri perlindungan orang yang menderita). namun bila lewat Lamongan dapat ditempuh 30 menit dengan kendaran pribadi Dia adalah putra Sunan Ampel dari perkawinan dengan Nyi Ageng Manila. Menehono mangan marang wong kang luwe. 6.Heneng . Semasa muda ia dikenal sebagai Raden Qasim.Henung (dalam keadaan diam kita akan memperoleh keheningan dan dalam keadaan hening itulah kita akan mencapai cita . Meper Hardaning Pancadriya (kita harus selalu menekan gelora nafsu . Menehono busono marang wong kang wudo.Hening . Sejahterakanlah kehidupan masyarakat yang miskin. Empat pokok ajaran dari Sunan Drajad Satu hal yang sangat menarik perhatian saya adalah materi dakwah yang disampaikan oleh Sunan Drajad. Sunan Mayang Madu.nafsu) 5. Raden Imam. dan seorang putri yang disunting Sunan Kalijaga. Setelah menguasai pelajaran islam beliau menyebarkan agama islam di desa Drajad sebagai tanah perdikan dikecamatan Paciran. Sunan Drajat yang mempunyai nama kecil Syarifudin atau raden Qosim putra Sunan Ampel dan terkenal dengan kecerdasannya. Menehono ngiyup marang wongkang kodanan (Berilah ilmu agar orang menjadi pandai. Siti Muntosiyah. Jroning suko kudu eling Ian waspodo (didalam suasana riang kita harus tetap ingat dan waspada) 3. Tempat ini diberikan oleh kerajaan Demak. Memangun resep teyasing Sasomo (kita selalu membuat senang hati orang lain) 2. Misalnya Sunan Mahmud. Empat pokok ajaran inilah yang menjadi substansi dakwah dari Sunan Drajad. Menehono teken marang wong wuto 2. dan bersaudara dengan Sunan Bonang Diantara para wali. Pangeran Syarifuddin. Laksitaning subroto tan nyipto marang pringgo bayaning lampah (dalam perjalanan untuk mencapai cita cita luhur kita tidak peduli dengan segala bentuk rintangan) 4. kemudian mendapat gelar Raden Syarifudin. Maulana Hasyim. yang diperistri Raden Patah.SUNAN DRAJAT Sunan Drajat diperkirakan lahir pada tahun 1470. tak banyak naskah yang mengungkapkan jejaknya. Syekh Masakeh. Empat pokok ajaran dari Sunan Drajad adalah : 1. dan Masaikh Munat.cita luhur). Menehono busono marang kang mudo . Qosim. Menehono mangan marang wong kan luwe 3. Pangeran Kadrajat. Dia adalah putra dari Sunan Ampel. Mulyo guno Panca Waktu (suatu kebahagiaan lahir bathin hanya bisa kita capai dengan sholat lima waktu) 7. Dalam setiap dakwahnya beliau menyampaikan empat pokok ajarannya yang sangat terkenal di masyarakat. mungkin Sunan Drajat yang punya nama paling banyak. Empat putra Sunan Ampel lainnya adalah Sunan Bonang. atawa Kasim. yang dinikahi Sunan Giri. Sunan Muryapada. Ia diberi gelar Sunan Mayang Madu oleh Raden Patah pada tahun saka 1442/1520 masehi Makam Sunan Drajat dapat ditempuh dari surabaya maupun Tuban lewat Jalan Dandeles ( Anyer .Panarukan ). Akan halnya Sunan Drajat sendiri. Masih banyak nama lain yang disandangnya di berbagai naskah kuno. Nama kecilnya adalah Raden Qasim. Ajarilah kesusilaan pada orang yang tidak punya malu. alias Dewi Condrowati. Menehono teken marang wong kang wuto.

maka tunggu saja saat kehancurannya. baik gempa bumi. ia diperintahkan ayahnya. Dan ternyata 4 pokok ajaran ini sangat supel dan luwes. Kemudian. untuk berdakwah di pesisir barat Gresik.4. yang kelak berkembang menjadi legenda Syahdan. Menurut tarikh. perahunya terseret badai. Berbagai upaya harus senantiasakan dilakukan demi terciptanya pemerataan hidup. Di tengah perjalanan. lumpur lapindo. banjir. dengan menumpang biduk nelayan. kebakaran dan lain-lain. Penanggulangan bencana tentunya bukan hanya pada aspek fisik saja. Setelah dewasa. . Banjarwati. berlayarlah Raden Qasim dari Surabaya. Tentu peran pemerintah sangat dominan untuk merealiasasikan hal ini. ia ditolong ikan cucut dan ikan talang – ada juga yang menyebut ikan cakalang. Berilah perlindungan kepada orang-orang yang menderita atau ditimpa bencana Dalam konteks kekinian perwujudan ajaran ini sangat dibutuhkan. Dalam konteks kekinian tentu saja dapat pula dimaknai bahwa kualitas pendidikan harus terus ditingkatkan. Kemajuan suatu bangsa sangat ditentukan dari budi pekerti bangsa itu. sebelah barat Gresik. bukan hanya menjadi slogan yang tak kunjung ada eksistensinya Ada diceritakan. Surabaya. siapapun dapat mengamalkannya sesuai dengan kemampuan masing-masing. Perjalanan ke Gresik ini merangkumkan sebuah cerita. Dengan pendidikan yang berkualitas akan semakin banyak mencetak generasi penerus yang siap hidup dan bersaing di era globalisasi ini Sejahterakanlah kehidupan orang yang miskin (kurang makan) Program pengentasan kemiskinan harus dijadikan prioritas utama oleh pemegang kekuasaan bangsa ini. Untuk itu perlu adanya penanganan yang sangat serius dalam pembelajaran budi pekerti di dalam masyarakat. Dengan menunggang kedua ikan itu. dan pecah dihantam ombak di daerah Lamongan. apalagi saat ini bangsa kita sedang di landa berbagai macam musibah. Namun kalau kita kaji lebih dalam lagi ternyata ada makna tersirat yang terkandung dalam 4 pokok ajaran tersebut. Raden Qasim berhasil mendarat di sebuah tempat yang kemudian dikenal sebagai Kampung Jelak. Di sana. kecelakaan pesawat. persitiwa ini terjadi pada sekitar 1485 Masehi. Sunan Ampel. Bahkan 4 pokok ajaran tersebut tampaknya masih sangat relevan untuk diamalkan dalam kondisi kekinian. Raden Qasim menghabiskan masa kanak dan remajanya di kampung halamannya di Ampeldenta. Raden Qasim selamat dengan berpegangan pada dayung perahu. jika dekadensi moral menjadi wabah yang menjalar pada bangsa tersebut. karena pendidikan memegang peranan yang sangat penting bagi kemajuan suatu bangsa. insya Allah tujuan negeri ini menciptakan masyakat yang adil makmur akan benar-benar terwujud. Makna tersirat dari 4 pokok ajaran tersebut adalah : Berilah petunjuk kepada orang yang bodoh. Menehono ngiyup marang wong kang kudanan Kurang lebih demikian artinya : Berilah tongkat kepada orang yang buta Berilah makan kepada orang yang kelaparan Berilah pakaian kepada orang yang telanjang Berilah tempat berteduh kepada orang yang kehujanan Sekilas kalau kita perhatikan dari 4 pokok ajaran yang disampaikan Sunan Drajad tersebut nampaknya tidak ada yang istimewa. Sehingga tidak akan terdengar lagi slogan “yang kaya makin kaya. tapi yang lebih penting tentu pada aspek psikis dan rohani. yang miskin makin miskin” Ajarkanlah budi pekerti (akhlak) kepada orang yang tidak punya malu atau belum beradab. longsor. Jika 4 pokok ajaran tersebut benar-benar dilaksanakan oleh segenap lapisan masyarakat pada bangsa ini.

yang juga terdampar di sana beberapa tahun sebelumnya. merajalela selama dan setelah pembukaan hutan. Lahan berupa hutan belantara itu dikenal penduduk sebagai daerah angker. Ia menurunkan kepada para pengikutnya kaidah tak saling menyakiti. Selang tiga tahun. Maksudnya: jangan mendengarkan pembicaraan yang menjelek-jelekkan orang lain. Sedangkan lahan bekas tempat tinggal Sunan kini dibiarkan kosong. Cara keempat. Setelah pembukaan lahan rampung. Sunan Drajat bersama para pengikutnya membangun permukiman baru. hingga wafat pada 1522. Dalam menyampaikan ajarannya. yang semula cuma dusun kecil dan terpencil. Atas petunjuk Sunan Giri. yang kini menjadi kompleks pemakaman. dan berikan payung kepada yang kehujanan. baik melalui perkataan maupun perbuatan. Raden Qasim pindah ke selatan. Sunan memperkenalkan Islam melalui konsep dakwah bil-hikmah. Menurut sahibul kisah. lewat mimpi. konon. berikan pakaian kepada yang telanjang. dan akhirnya menjadi pesantren tempat mengaji ratusan penduduk. berikan makan kepada yang kelaparan. Sunan juga berkeliling kampung sambil berzikir. melalui kesenian tradisional. dengan cara-cara bijak. Namanya berubah menjadi Banjaranyar. Terakhir. Kedua. apalagi melakukan perbuatan itu. Namun. ana catur mungkur. Penduduk merasa aman dan terlindungi dari gangguan makhluk halus yang. Usai salat asar. dan menyebarkan penyakit. untuk membuka lahan baru di daerah perbukitan di selatan. yang mulai dipanggil Sunan Drajat oleh para pengikutnya. Konon. sekitar satu kilometer dari Jelak. Raden Qasim mendirikan sebuah surau. dan dikeramatkan. berkat kesaktiannya. banyak makhluk halus yang marah akibat pembukaan lahan itu. melalui penyelenggaraan pendidikan di pesantren. dan dinamai Ndalem Duwur. Sunan Drajat menempati sisi perbukitan selatan. Artinya: berikan tongkat kepada orang buta. tanpa memaksa. Ia kerap berjalan mengitari perkampungan pada malam hari. Sunan lantas diberi izin oleh Sultan Demak. Di tempat itu kini dibangun sebuah museum tempat menyimpan barang-barang peninggalan Sunan Drajat –termasuk dayung perahu yang dulu pernah menyelamatkannya. Sunan mendirikan masjid agak jauh di barat tempat tinggalnya. sepanjang tidak bertentangan dengan ajaran Islam. Namun. masih menganggap tempat itu belum strategis sebagai pusat dakwah Islam. Sunan menempuh lima cara. paring payung kang kodanan. paring sandang marang kang kawudan.Raden Qasim disambut baik oleh tetua kampung bernama Mbah Mayang Madu dan Mbah Banjar. Masjid itulah yang menjadi tempat berdakwah menyampaikan ajaran Islam kepada penduduk. Sunan Drajat mampu mengatasi. ke tempat yang lebih tinggi dan terbebas dari banjir pada musim hujan. Mereka meneror penduduk pada malam hari. Jelak. Empat pokok ajaran Sunan Drajat adalah: Paring teken marang kang kalunyon lan wuta. dan menikah dengan Kemuning. seluas sekitar sembilan hektare. putri Mbah Mayang Madu. paring pangan marang kang kaliren. Sunan Drajat terkenal akan kearifan dan kedermawanannya. Pertama. Raden Qasim. penguasa Lamongan kala itu. memberi fatwa atau petuah dalam menyelesaikan suatu masalah.” demikian petuahnya. Raden Qasim kemudian menetap di Jelak. Sunan menghabiskan sisa hidupnya di Ndalem Duwur. Di Jelak. Sunan Drajat sangat memperhatikan masyarakatnya. Sunan Drajat kerap berdakwah lewat tembang pangkur dengan iringan gending. . lewat pengajian secara langsung di masjid atau langgar. kedua tokoh itu sudah diislamkan oleh pendakwah asal Surabaya. ia juga menyampaikan ajaran agama melalui ritual adat tradisional. lambat laun berkembang menjadi kampung besar yang ramai. mengingatkan penduduk untuk melaksanakan salat magrib. Tempat itu dinamai Desa Drajat. ”Bapang den simpangi. Selanjutnya.

Sebagaimana para wali yang lain.” katanya dengan nada membujuk. Jika benar. dengan mengobatinya menggunakan ramuan tradisional. dan doa. misalnya. apakah Sunan Drajat datang di Jelak setelah berkeluarga atau belum. sejenis umbi hutan. Kedua Pangeran Sandi. Di kalangan ulama di Pulau Jawa.” Sewaktu diperintah Sunan Ampel. dan anak ketiga Dewi Wuryan. Raden Qasim sempat dikirim ayahnya berguru mengaji kepada Sunan Gunung Jati. setelah menikahi Dewi Sufiyah. Sunan mengawini Retnayu Condrosekar. Menurut Babad Tjerbon. Anak tertua bernama Pangeran Rekyana. Syarif Hidayatullah itu bekas murid Sunan Ampel. Padahal. kisah ini agak kabur. diciptakan Sunan ketika ia merasa kelelahan dalam suatu perjalanan. Namun. mangkat sakulawarga…. memang ada tradisi ”saling memuridkan”. Bekas padepokan Pangeran Drajat kini menjadi kompleks perkuburan. bahkan hingga kini.”Berhentilah bekerja. jangan lupa salat. Dalam Babad Tjerbon diceritakan. Tak jelas. tanpa meninggalkan jejak yang meyakinkan. Dalam beberapa naskah. putri Adipati Kediri. Ketika itu. Sunan Drajat disebut-sebut menikahi tiga perempuan. ketika menetap di Desa Drajat. sebelum sampai di Lamongan. Kecamatan Kesambi. Alkisah. Namun. Ada juga yang menyebutnya Syekh Syarifuddin. Ia pun biasa dipanggil dengan sebutan Pangeran Kadrajat. Raden Suryadilaga. dari sembilan lubang bekas umbi itu memancar air bening –yang kemudian menjadi sumur abadi. istri pertama Sunan Drajat adalah Dewi Sufiyah. Ada pula kisah yang menyebutkan bahwa Sunan Drajat pernah menikah dengan Nyai Manten di Cirebon. dan dikaruniai empat putra. Raden Qasim tinggal di Kadrajat. Peristiwa itu diperkirakan terjadi pada 1465 Masehi. putri Sunan Gunung Jati. kitab Wali Sanga babadipun Para Wali mencatat: ”Duk samana anglaksanani. Sumur Lengsanga di kawasan Sumenggah. Naskah Badu Wanar dan Naskah Drajat mengisahkan bahwa dari pernikahannya dengan Dewi Sufiyah. Ketika Sunan kehausan. atau Pangeran Drajat. Setelah menikah dengan Kemuning. Raden Qasim konon berangkat ke Gresik sekeluarga. Sunan meminta pengikutnya mencabut wilus. ia berdoa. Di sana dibangun sebuah masjid besar yang diberi nama Masjid Nur Drajat. Sunan Drajat terkenal dengan kesaktiannya. Sunan Drajat dikaruniai tiga putra. Ia selalu menelateni warga yang sakit. atau Pangeran Tranggana. Maka. lengkap dengan cungkup makam petilasan. terletak di Kelurahan Drajat. di mana keluarganya ketika perahu nelayan itu pecah? Para ahli sejarah masih mengais-ngais naskah kuno untuk menjawabnya .

Meski namanya Sunan Kudus. Maka. Semasa jayanya. Ja'far Shodiq berselisih paham dengan Raja Demak. Terdapat beberapa versi tentang kepergian Ja'far Shodiq dari Demak. antara lain putri Sunan Bonang. yang tiada lain dari pada adik kandung Prawata. Jawa Tengah. Tanda-tanda pembangkangan Kebo Kenanga makin kentara ketika ia menolak menghadap Raja Demak. Nama kecilnya adalah Raden Prawoto. melalui tangan Arya Penangsang. Dia datang dari Jipang Panolan (ada yang mengatakan disebelah utara Blora). dengan Sunan Kalijaga. Ja'far Shodiq berniat membunuhnya. Ada kemungkinan. yang saling menyayangi bagaikan saudara kandung. Banyak prajurit Majapahit yang tewas disengat tawon. Ja'far Shodiq berhasil mengembangkan wilayah Kerajaan Demak. Sukses mengalahkan Majapahit membuat posisi Ja'far Shodiq makin kokoh. sambil mengajarkan keterampilan-keterampilan bercocok tanam. Usai perang. yang berniat makar terhadap Kerajaan Demak. Kenyataannya. tak kalah dengan kepiawaian ayahnya. Surat panggilan yang dibuat Raden Patah ditelantarkan hingga tiga tahun oleh Kebo Kenanga. Ketika Pangeran Prawata menjadi Raja Demak. Kebo Kenanga dan Tingkir digambarkan sebagai saudara seperjuangan. Kalau dipukul. Adipati Bintara. Pasangan ini merupakan pengikut Syekh Siti Jenar. berdagang dan melaut adalah kesukaannya. Ja'far Shodiq menggantikan posisi ayahnya. Adipati Terung. Kemungkinan lain. malah makin mengamuk sejadi-jadinya. Juana hingga sekitar Kudus dan Pati. Dalam sebuah pertarungan. Nama Muria diambil dari tempat tinggal terakhirnya di lereng Gunung Muria. Namun. Pasukan Majapahit ketakutan lari tunggang langgang. Pangeran Prawata durhaka karena mengakui dua guru sekaligus. Setelah itu. Bagi Ja'far Shodiq. yang bisa mengeluarkan jutaan tawon. Ia adalah anak dari hasil perkawinan Sunan Undung atau Sunan Ngudung (Raden Usman Haji) dengan Syarifah. Tugas utamanya ialah menaklukkan wilayah Kerajaan Majapahit untuk memperluas kekuasaan Demak. cucu Sunan Ampel. Ja'far Shodiq tidak lagi menjadi panglima perang. Pangeran Prawata justru mengakui Sunan Kalijaga sebagai guru baru. Dalam Serat Kandha disebutkan. Misalnya. kehebatan Ja'far Shodiq sebagai panglima perang lama-kelamaan surut. pemimpin pasukan Majapahit. Belakangan.oleh Sunan Gunung Jati. Di sanalah ia dilahirkan. sebelum perang. Yang pasti. Dari badong sakti itu kemudian keluarlah jutaan tikus. Bahkan. Dia mendapat tugas lanjutan untuk mengalahkan Adipati Handayaningrat.SUNAN KUDUS Ia putra Dewi Saroh --adik kandung Sunan Giri sekaligus anak Syekh Maulana Ishak. ke timur mencapai Madura. atau yang lebih dikenal dengan sebutan Raden Patah. Sunan Muria seringkali dijadikan pula sebagai penengah dalam konflik internal di Kesultanan Demak (1518-1530). Raden Patah memutuskan untuk mematahkan pembangkangan Kebo Kenanga itu. Pangeran Prawata. dan ke arah barat hingga Cirebon. Raden Patah memerintahkan Ja'far Shodiq ''meredam'' Kebo Kenanga. Ja'far Shodiq sendiri juga punya istri lain.dan sekitarnya. Kebo Kenanga tewas. Sunan Muria berdakwah dari Jepara. Namun berbeda dengan sang ayah. Salah satu hasil dakwahnya lewat seni adalah lagu Sinom dan Kinanti. melainkan menjadi penghulu masjid di Demak. yang kemudian menghasilkan delapan anak. Ja'far Shodiq memiliki murid. seorang guru yang mengajarkan hidup model sufi. Sunan Kalijaga. Sunan Undung tewas dalam peperangan antara Demak dan Majapahit. penguasa daerah Pengging --wilayah Boyolali-. Bergaul dengan rakyat jelata. Selama hidupnya. dan diberi nama Ja'far Shodiq. menjelang kepindahannya ke Kudus. menyerah kepada pasukan Ja'far Shodiq. Solusi pemecahannya pun selalu dapat diterima oleh semua pihak yang berseteru. Ja'far Shodiq terbukti hebat di medan perang. Ja'far Shodiq menikahi putri Adipati Terung. yang menghasilkan satu anak. Sunan Muria lebih suka tinggal di daerah sangat terpencil dan jauh dari pusat kota untuk menyebarkan agama Islam. Tayu. Sukses ini kemudian memunculkan berbagai cerita kesaktian Ja'far Shodiq. 18 kilometer ke utara kota Kudus. Adipati Handayaningrat merupakan gelar yang disandang Kebo Kenanga. yang juga ternyata sakti. Sampai suatu waktu. Ja'far Shodiq berselisih paham dengan Sunan Kalijaga. berjarak 25 kilometer ke arah barat kota Kudus. Ia dikenal sebagai pribadi yang mampu memecahkan berbagai masalah betapapun rumitnya masalah itu. Gaya berdakwahnya banyak mengambil cara ayahnya. Dia juga punya sebuah peti. Ja'far Shodiq diberi badong --semacam rompi-. ia bukanlah asli Kudus. tikus itu bukannya mati. Sultan Undung terkenal sebagai panglima perang yang tangguh. Badong itu dibawa berkeliling arena perang. . Kebo Kenanga berniat mendirikan negara sendiri bersama Ki Ageng Tingkir.

maka sebagai peringatan kepada kota dimana Ja'far Sodiq hidup serta bertempat tinggal. Prawata sempat melempar keris Kiai Bethok ke tubuh Rangkud.H. Cara yang simpatik itu membuat para penganut agama lain bersedia mendengarkan ceramah agama Islam dari Sunan Kudus. Pada akhirnya. Ada yang menyebut. Ja'far Shodiq sendiri lebih terkenal dengan sebutan Sunan Kudus. kemudian diberikan nama Kudus. Versi lain menyebutkan. Versi lain menyebutkan. ''. Ini bisa ditafsirkan bahwa Ja'far Shodiq mula-mula hidup dari penghasilan menggarap lahan pertanian. sama dengan 1549 Masehi. Batu tersebut katanya berasal dari kota Baitul Makdis. Oleh karena di halaman masjid tersebut terdapat sebuah menara kuno yang indah. Pigeaud dalam bukunya. Ja'far Shodiq kemudian membangun masjid sebagai tempat ibadah dan pusat penyebaran agama. yang kemudian dikenal dengan sebutan Masjid Menara Kudus.'' Sangat jelas bahwa Ja'far Shodiq menamakan masjid itu dengan sebutan Aqsa. Dalam menyebarkan agamanya.Agaknya. Dalam inskripsi terdapat kalimat berbahasa Arab yang artinya. setara dengan Masjidil Aqsa di Yerusalem. Pembangunan Masjid Kudus sendiri tidak meninggalkan unsur arsitektur Hindu. Bahkan menara yang terdapat di depan masjid itupun juga menjadi terkenal dengan sebutan Menara Kudus. Tempat ibadah yang diyakini dibangun oleh Ja'far Shodiq adalah Masjid Menara Kudus. jamaah Ja'far Shodiq itu merupakan para santri yang dibawanya dari Demak. Ia ingin hidup merdeka dan membaktikan seluruh hidupnya untuk kepentingan agama Islam. yakni Quds. Arya Penangsang tidak tega. Pangeran Prawata akhirnya tewas bersama istrinya. Ja'far Shodiq mula-mula hidup di tengah-tengah jamaah dalam kelompok kecil. the olders writers call it commonly bait al makdis ( according to some : mukaddas ). Artinya. Belum jelas kapan persisnya Ja'far Shodiq tiba di Kudus. Nama Ja'far Shodiq tercatat dalam inskripsi masjid tersebut. Kerajaan Islam Pertama di Jawa. Kota Tajug juga mendapat nama baru. Mengenai asal-usulnya nama Kudus menurut dongeng (legenda) yang hidup dikalangan masyarakat setempat ialah. yang mula-mula mengembangkan kota Tajug adalah Kiai Telingsing. yang dalam bahasa Arab artinya sapi. maka dia pun menyuruh orang lain lagi. Pada suatu masa. De Graaf dan T.. Sunan Kudus tidak melakukan perlawanan frontal. seorang amir disana berkenan untuk memberikan suatu hadiah kepada beliau.. a translation of the hebrew bethamikdath. Ja'far Shodiq meninggalkan Demak karena alasan pribadi semata. Jenazah Prawata bersandar ke badan istrinya. yakni menggunakan model ''tutwuri handayani''. Di Tajug. atau Jeruzalem.. Maka. Sunan Kudus pun berusaha memadukan kebiasaan mereka ke dalam syariat Islam secara halus. Cerita ini menunjukkan bahwa kota itu sudah berkembang sebelum kedatangan Ja'far Shodiq. setelah ditikam Rangkud. Misalnya. Setelah jamaahnya makin banyak. sebelum mengembuskan napas penghabisan. Menurut catatan di situ. masjid ini didirikan pada 956 Hijriah. Sunan Kudus justru menyembelih kerbau.. yang kini masih berdiri. Beberapa cerita tutur mempercayai bahwa Ja'far Shodiq merupakan penghulu Demak yang menyingkir dari kerajaan. Ketika itu. Mereka sekaligus para tentara yang ikut bersama-sama Ja'far Shodiq memerangi Majapahit." . kemudian beliau juga mengajar di sana. Ada yang menafsirkan. bahwa dahulu Sunan Kudus pernah pergi naik haji sambil menuntut ilmu di tanah Arab. Mengenai nama Kudus atau Al Kudus ini di dalam buku Encyclopedia Islam antara lain disebutkan : "Al kuds the usual arabic nama for Jeruzalem in later times. orang Cina beragama Islam. penyakit itu menjadi reda berkat jasa Sunan Kudus. Sebab. yang kemudian berubah menjadi Kudus. yang bernama Rangkud. Telah mendirikan masjid Aqsa ini di negeri Quds. Menurut penuturan warga setempat. bukan sapi. Surat Al-Baqarah. di tanah arab konon berjangkit suatu wabah penyakit yang membahayakan. karena keduanya tertembus pedang. melainkan mengarahkan masyarakat sedikit demi sedikit. ketika Ja'far Shodiq menginjakkan kaki di Kudus. Sunan Kudus mengikuti gaya Sunan Kalijaga. Rangkud juga mati. tanpa diduga.J. hanya kenangkenangan sebuah batu yang beliau minta. Akan tetapi beliau menolak. Bentuk menaranya tetap menyisakan arsitektur gaya Hindu. Kedua peneliti itu menyatakan. Oleh karena itu. Itu merupakan bagian dari penghormatan Sunan Kudus kepada para pengikut Hindu. para pengikutnya itu merupakan warga setempat yang dipekerjakan Ja'far Shodiq untuk menggarap tanah ladang. Diantara bekas peninggalan beliau adalah Masjid Raya di-Kudus. sering dibacakan Sunan Kudus untuk lebih memikat pendengar. H. with really meant the temple (of solomon). kota itu masih bernama Tajug. pada saat hari raya Idul Qurban. Telingsing merupakan panggilan sederhana kepada The Ling Sing. masyarakat Kudus masih didominasi penganut Hindu. but it because applied to the whole town. mencoba mengumpulkan beberapa catatan tentang aktivitas Ja'far Shodiq di sana.

telah ada seorang tokoh terkemuka disana ialah Kyai Telingsing. Dalam dongeng di ceritakan. Kemudian beliau menderita penyakit kudis ( bhs. berhubungan dengan itu desa tersebut kemudian di beri nama : Nganguk. banyak orang datang ke areal masjid. dimitoskan sebagai seorang tokoh yang terkenal dengan seribu satu tentang kesaktianya. Dan beliau hanya meminta sebuah batu sebagai kenang . tamu tersebut mengendarai sebuah tampah. Bahaya itupun karena kesaktian beliau menjadi reda kembali. kemudian setelah tinggal tulang dan kepalanya.tiba muncul denga sendirinya (bhs. Untuk mengundang para jamaah ke masjid. masing masing di bawa oleh beliau dengan di bungkus sapu tangandari tanah Arab. Pada suatu hari Kyai Telingsing berdiri sambil menengok ke kanan dan ke kiri seperti ada yang dicarinya (bhs. Jawa : gudigen ). tampah yang ditumpangi Ki Ageng Kedu itupun meluncur ke bawah hingga jatuh ke tanah yang becek (bhs.kenangan yang akan dipakai sebagai peringatan bagi pendirian masjid di Kudus. Tetapi.putar diangkasa. Seketika dilihatnya oleh Sunan Kudus. Akan tetapi Sunan Kudus menolak pemberian hadiah berupa apapun juga.inguk). Selanjutnya juga di sebutkan bahwa Sunan Kudus lah yang membunuh Syekh Siti Jenar dan Kebo Kenanga. berkat kesaktian Sunan Kudus. Menjelang Ramadhan. Dalam dongeng yang masih hidup di kalangan masyarakat. Jauh sebelum masjid kuno itu didirikan beliau konon kabarnya masjid yang terletak di desa Nganguk di Kudus itu adalah masjid Sunan Kudus yang pertama kali. dan masjidpun segera dibinanya di dalam waktu yang amat singkat.tiba Sunan Kudus pun muncul dari arah selatan. sehingga tempat tersebut kemudian dinamakan Jember Selain itu di dalam dongeng di sebutkan bahwa pada suatu hari Sunan Kudus memakan ikan lele. Jika orang memandang Menara Masjid Kudus yang lain sangat aneh dan artistik tersebut pasti akan segera teringat pada pendirinya yaitu Sunan Kudus. sedangkan lawang kembar. Sunan Kudus menabuh beduk bertalu-talu. bahwa pada zaman dahulu pernah Sunan Kudus pergi haji serta bermukim disana. maka ikan yang tinggal tulang dan kepala itupun hidup kembali. hanya untuk membeli berbagai juadah yang dijajakan para pedagang musiman. sedangkan masjidnya dinamakan Masjid Nganguk Wali.Kebiasaan unik lain Sunan Kudus dalam berdakwah adalah acara bedug dandang. Setelah jamaah berkumpul di masjid. malahan ada yang mengatakan bahwa masjid itu tiba . Di dalam "Babad Tanah Jawi" serta kepustakaan Jawa lainya dikatakan. bahwa baik Menara Kudus maupun lawang kembar.sia belaka. bahwa tamu Ki Ageng Kedu ini menyombongkan kesaktianya. karena keduanya mengajarkan ilmu yang di pandang sangat membahayakan masyarakat yang baru saja memeluk agama Islam. Beliau wafat dan dimakamkan di sebelah barat Masjid Jami Kudus. tapi sudah jauh dari aslinya. beliau pernah memimpin tentara Demak melawan Majapahit. namun kiranya usaha itu sia . sesampainya di Kudus Ki Ageng Kedu tidak lah langsung menghadap Sunan Kudus. Jawa : Majid tiban). bahwa nama kecil Sunan Kudus ialah Raden Undung. melainkan memamerkan kesaktianya dengan mengendarai tampah serta berputar . tiba . Sekarang ini. Lebih jauh dalam dongeng itupun disebutkan. katanya di pindahkan beliau dari Majapahit. Sunan Kudus dihina. acara dandangan masih berlangsung. Atas jasa beliau. Segala daya upaya telah dilakukan untuk mengatasi bahaya tersebut. . datang seorang tamu bernama Ki Ageng Kedu yang hendak menghadap Sunan Kudus. sehingga oleh kawan . bahwa jauh sebelum Sunan Kudus memegang tampuk pimpinan di Kudus. Entah kenapa timbullah malapetaka yang menimpa negeri Arab dengan berjangkitnya wabah penyakit.kawan beliau. karena beliau sudah lanjut usia maka ia ingin mencari penggantinya. antara lain dikatakan. Amir dari negeri Arab itupun berkenan memberi hadiah kepada beliau sebagai pembalasan jasa. maka beliau murka sambil mengatakan.jasa baiknya. berupa kegiatan menunggu datangnya bulan Ramadhan. mereka bukan hendak mendengarkan pengumuman awal puasa. Akhirnya di mintalah bantuan beliau untuk memberikan jasa . Jawa : ingak . Legenda Kota Kudus Nama Sunan Kudus di kalangan masyarakat setempat. Jawa : ngecember). yang dapat diperbuat sesuatu di luar kesanggupan otak dan tenaga manusia biasa. Sunan Kudus dikatanya sebagai wali yang sakti. Sunan Kudus mengumumkan kapan persisnya hari pertama puasa. Sesudah di sabda oleh beliau. Legenda daerah Jember Sekali peristiwa. dibuanglah oleh Sunan Kudus ke dalam sebuah sumur.

Kini keadaan berbalik. Hal ini berpengaruh besar bagi kehidupan dakwah Raden Jakfar Sodiq di masa yang akan datang yaitu takkala menghadapi masyarakat yang kebanyakan masih beragama Hindu dan Budha.” “Saya mengerti. Ada yang mengatakan letak Jipang Panolan ini di sebelah utara kota Blora. Jakfar Sodio mewarisi bagian dari sifat positif masyarakat Cina yaitu ketekunan dan kedisiplinan dalam mengejar atau mencapai cita-cita. “Dengan do’a. Sudah banyak orang mencoba tapi tak pernah berhasil. namun berkat siasat Sunan Kalijaga. melainkan juga mengajarkan kepada para penduduk seni ukir yang indah. Didalam legenda dikisahkan bahwa Raden Jakfar Sodiq itu suka mengembara. Selanjutnya. Disana beliau bukan hanya mengajarkan agama Islam. Pasukan Demak hampir saja menderita kekalahan. Raden Jakfar Sodiq juga berguru kepada Sunan Ampel di Surabaya selama beberapa tahun. Sunan Kudus adalah Raden Usman haji yang bergelar Sunan Ngudung dari Jipang Panolan. Dengan belajar kepada ulama yang berasal dari Cina itu. termasuk Raden Jakfar Sodiq itu sendiri. Sebagaimana disebutkan dalam sejarah Jenderal Cheng Hoo yang beragama Islam itu datang ke Pulau Jawa mengadakan tali persahabatan dan menyebarkan agama Islam melalui perdagangan. Kebijakan Sunan Kudus Dalam Menyebarkan Agama Islam Di samping belajar agama kepada ayahnya sendiri. disebutkan bahwa Sunan Ngudung pernah memimpin pasukan Demak Bintoro yang berperang melawan pasukan Majapahit. beliau adalah seorang ulama dari negeri Cina yang datang ke Pulau Jawa bersama Laksamana Jenderal Cheng Hoo. Dan kenetulan di sana ada wabah penyakit yang sukar di atasi.” jawab Jakfar Sodiq singkat. Di Jawa. Kedudukannya sebagai senopati Demak kemudian digantikan oleh Sunan Kudus yaitu putranya sendiri bernama asli Ja’far Sodiq. Banyak yang datang berguru seni ukir kepada Kiai Telingsing. Selanjutnya melalui jalan diplomasi Patih Wanasalam dan Sunan Kalijaga. Penguasa negeri Arab mengadakan sayembara. Pada suatu hari Sunan Kudus atau Jakfar Sodiq menghadap penguasa negeri itu tapi kedatangannya disambut dengan sinis. The Ling Sing cukup dipanggil dengan sebutan Telingsing. peperangan itu dapat dihentikan. Raden Jakfar Sodiq juga belajar kepada beberapa ulama terkenal. Diantaranya kepada Kiai Telingsing.” kata Jakfar Sodiq. Sewaktu berada di Mekkah beliau menunaikan ibadah haji. Adipati Terung yang memimpin lasykar Majapahit diajak damai dan bergabung dengan Raden Patah yang ternyata adalah kakaknya sendiri. siapa yang berhasil melenyapkan wabah penyakit itu akan diberi hadiah harta benda yang cukup besar jumlahnya. Pada akhirnya perang itu dimenangkan oleh pasukan Demak. baik ke Tanah Hindustan maupun ke Tanah Suci Mekkah. Nama asli Kiai Telingsing ini adalah The Ling Sing. Dalam pertempuran yang sengit dan saling mengeluarkan aji kesaktian itu Sunan Ngudung gugur sebagai pahlawan sahid. dan bantuan pusaka dari Raden Patah yang dibawa dari Palembang kedudukan Demak dan Majapahit akhirnya berimbang. “Kalau hanya do’a kami sudah puluhan kali melakukannya. Tapi mereka tak pernah berhasil mengusir wabah penyakit ini. Tapi jangan lupa ada saja kekurangannya sehingga do’a mereka tidak terkabulkan. Didalam Babad Tanah Jawa. Sunan Ngudung selaku senopati Demak berhadapan dengan Raden Timbal atau Adipati Terung dari Majapahit. . 2.Cerita dari sumber lain Asal – Usul Menurut salah satu sumber. Di Tanah Arab ini banyak para ulama dan SyekhSyekh ternama. Adipati Terung dan pengikutnya bergabung dengan tentara Demak dan menggempur tentara Majapahit hingga ke belah timur. “Dengan apa Tuan akan melenyapkan wabah penyakit itu ?” tanya sang Amir. beliau tinggal di sebuah daerah subur yang terletak diantara sungai Tangulangin dan Sungai Juwana sebelah Timur. memang Tanah Arab ini gudangnya para ulama.

Sapi dalam pandangan agama Hindu adalah hewan suci yang menjadi kendaraan para Dewa. Rakyat Kudus yang kebanyakan beragama Hindu itu tergerak hatinya. baik yang beragama Islam maupun Budha dan Hindu. “Salah satu diantara surat-surat Al-Qur’an yaitu surat yang kedua juga dinamakan Surat Sapi atau dalam bahasa Arabnya Al-Baqarah. Untuk mengajak mereka masuk Islam tentu bukannya pekerjaan mudah. dia hanya minta sebuah batu yang berasal dari Baitul Maqdis. . Bahkan beberapa orang yang menderita sakit keras mendadak saja sembuh. Pada akhirnya Jakfar Sodiq yang bertugas di daerah itu.” Sunan Kudus membuka suara. Masyarakat makin tertarik. “Sedulur-sedulur yang saya hormati. mereka jadi ingin tahu lebih banyak dan untuk itulah mereka harus sering-sering datang mendengarkan keterangan Sunan Kudus. Tapi Jakfar Sodiq menolaknya.” Mendengar cerita tersebut para pemeluk agama Hindu terkagum-kagum. Batu itupun dibawa ke Tanah Jawa.” kata Amir itu dengan nada berang. “Apa kekurangan mereka ?” “Anda sendiri yang menyebabkannya. Adat istiadat rakyat tidak ditentang secara frontal. Rakyat kota Kudus pada waktu itu masih banyak yang beragama Hindu dan Budha. Bukan main senangnya hati sang Amir. Kok ada sapi di dalam Al-Qur’an. Mereka menyangka Raden Jakfar Sodiq itu adalah titisan Dewa Wisnu. Jakfar Sodiq lalu dipersilahkan melaksanakan niatnya. Sapi itu ditambatkan di halaman rumah Sunan Kudus. Dalam tempo singkat halaman rumah Sunan Kudus dibanjiri rakyat.” kata Sunan Kudus. Secara khusu Jakfar Sodiq berdo’a dan membaca beberapa amalan. Dalam tempo singkat wabah penyakit mengganas di negeri Arab telah menyingkir. Sang Amir mengijinkannya. Sapi tersebut berasal dari Hindia.” Sang Amirpun terbungkam atas jawaban itu. Sebab di waktu saya masih kecil dulu hampir mati kehausan lalu seekor sapi datang menyusui saya.” kata Jakfar Sodiq dengan tenangnya. Rasa kagum mulai menjalari hatinya. “Anda telah menjanjikan hadiah yang menggelapkan mata hati mereka sehingga do’a mereka tidak ikhlas. Menyembelih sapi adalah perbuatan dosa yang dikutuk para Dewa. Didalam masyarakat seperti itulah Jakfar Sodiq harus berjuang menegakkan agama. dibawa para pedagang asing dengan kapal besar. 3. Sunan Kudus keluar dari dalam rumahnya. ingin tahu apa yang akan dilakukan Sunan Kudus terhadap sapi itu. Hadiah yang dijanjikannya bermaksud diberikannya kepada Jakfar Sodiq. Mereka berdo’a hanya karena mengharap hadiah. Itu berarti Sunan Kudus akan melukai hati rakyatnya sendiri. dalam berdakwah menggunakan cara halus atau Tutwuri Handayani.“Hem. Karena masjid yang dibangunnya dinamakan Kudus maka Raden Jakfar Sodiq pada akhirnya disebut Sunan Kudus. Cara Berdakwah Yang Luwes Di Kudus pada waktu penduduknya masih banyak yang beragama Hindu dan Budha. Setelah jumlah penduduk yang datang bertambah banyak. Pada suatu hari Sunan Kusus atau Jakfar Sodiq membeli seekor sapi (dalam riwayat lain disebut Kebo Gumarang). maka mereka bersedia mendengarkan ceramahnya. jumlahnya tidak sedikit. melainkan diarahkan sedikit demi sedikit menuju ajaran Islami. segenap sanak kadang yang saya cintai. Lalu apa yang akan dilakukan Sunan Kudus ? Apakah Sunan Kudus hendak menyembelih sapi di hadapan rakyat yang kebanyakan justru memujanya dan menganggap binatang keramat. di pasang di pengimaman masjid yang didirikannya sekembali dari Tanah Suci. sungguh berani Tuan berkata demilian. Juga mereka yang masih memeluk kepercayaan lama dan memegang teguh adat-istiadat lama. Jakfar Sodiq adalah pengikut jejak Sunan Kalijaga. Para Wali mengadakan sidang untuk menentukan siapakah yang pantas berdakwah di kota itu. “Saya melarang saudara-saudara menyakiti apalagi menyembelih sapi. Kesempatan itu tak disiasiakan.

Harus memiliki pengetahuan yang benar. Ketika pertama kali melaksanakan gagasannya. Sunan Kudus sangat memperhatikan upacara-upacara ritual itu. Melainkan di arahkan dalam bentuk Islami. Sesudah masjid berdiri. Didalam cerita tutur disebutkan bahwa Sunan Kudus itu pada suatu ketika gagal mengumpulkan rakyat yang masih berpegang teguh pada adat istiadat lama. yang hingga sekarang dikagumi orang di seluruh dunia karena keanehannya. Di saat itulah Sunan Kudus menyisipkan bab . Untuk itu sang ayah dan ibu harus sering-sering membaca Surat Yusuf dan Surat Mariam dalam Al-Qur’an. Bekerja dengan benar. dan bila perempuan seperti Siti Mariam ibunda Nabi Isa. selamatan mitoni. dan berusaha sebaik-baiknya untuk merubah atau mengarahkannya dalam bentuk Islami. misalnya berkirim sesaji di kuburan. Sedang permintaannya langsung kepada Allah dengan harapan anaknya lahir laki-laki akan berwajah tampan seperti Nabi Yusuf. baik yang Islam maupun yang Hindu dan Budha ke dalam Masjid. untuk apa Sunan Kudus memasang lambang wasiat Budha itu di padasan atau tempat berwudhu. sesudah simpati itu berhasil didapatkan akan lapanglah jalan untuk mengajak masyarakat berduyun-duyun masuk agama Islam. kemudian di ikrar hajatkan di ikrarkan oleh sang dukun atau tetua masyarakat dan setelah upacara sakral itu dilakukan sesajinya tidak boleh dimakan melainkan diletakkan di candi. Adat tersebut tidak ditentang secara keras oleh Sunan Kudus. Contohnya. hasilnya sungguh luar biasa. Kali ini masyarakat tidak usah membasuh tangan dan kakinya waktu masuk masjid. Bentuk masjid yang dibuat Sunan Kuduspun juga tak jauh bedanya dengan candi-candi milik agama Hindu. Berkata yang benar. Hal ini disesuaikan dengan ajaran Budha. Beliau hanya bermaksud mengenalnya syariat berwudhu kepada masyarakat tapi akibatnya masyarakat malah menjauh. yaitu beliau mengundang seluruh masyarakat. Sunan Kudus pernah gagal. 4. yaitu menghormati sapi. 6. Mengambil keputusan yang benar. Hidup dengan cara yang benar. Dalam undangan disebutkan hajat Sunan Kudus yang hendak mitoni dan bersedekah atas hamilnya sang istri selama tiga bulan. 3. Usahanya itupun membuahkan hasil. bila seorang istri orang Jawa hamil tiga bulan maka akan dilakukanlah acara selamatan yang disebut yang mitoni sembari minta kepada Dewa bahwa bila anaknya lahir supaya tampan seperti Arjuna. Maka pada kesempatan lain. Acara selamatan boleh terus dilakukan tapi niatnya bukan sekedar kirim sesaji kepada para Dewa. Seperti diketahui bersama Rakyat Jawabanyak yang melakukan adat-adat yang aneh. Sunan Kudus membuat padasan atau tempat berwudhu dengan pancuran yang berjumlah delapan. terutama dari kalangan Budha dan Hindu. Sesudah berhasil menarik ummat Hindu ke dalam agama Islam hanya karena sikap toleransinya yang tinggi. Masyarakat berbondong-bondong memenuhi undangannya. neloni dan lain-lain. Inilah kesalahan Sunan Kudus. rakyat harus membasuh kakinya dan tangannya di kolam yang sudah disediakan. Berbeda dengan cara lama. Dan Menghayati agama dengan benar. Apa sebabnya ? Karena iman mereka atau tauhid mereka belum terbina. jika anaknya perempuan supaya cantik seperti Dewi Ratih. melainkan bersedekah kepada penduduk setempat dan boleh di bawa pulang. 7. 5. Kini Sunan Kudus bermaksud menyaring ummat Budha. di kuburan atau ditempat-tempat sunyi di lingkungan rumah tuan rumah. binatang yang dikeramatkan ummat Hindu. pihak tuan rumah membuat sesaji dari berbagai jenis makanan. Sunan Kudus mengundang masyarakat lagi. banyak ummat Budha yang penasaran. yang kadangkala bertentangan dengan ajaran Islam. Caranya? memang tidak mudah. Lihatlah Menara Kudus yang antik itu. harus kreatif dan tidak bersifat memaksa. “Jalan berlipat delapan” atau Asta Sanghika Marga” yaitu 1.Demikianlah. Hal ini dilakukan juga oleh Sunan Kalijaga dan Sunan Muria. Masing-masing pancuran diberi arca diatasnya. Setelah masuk masjid. Beribadah dengan benar. 2. Dikarenakan harus membasuh tangan dan kaki inilah banyak rakyat yang tidak mau.

rakyat jadi ingin tahu kelanjutan ceramahnya. Pada bagian ini akan diceritakan secara singkat tugas Sunan Kudus di saat haus berhadapan dengan seorang murid Syekh Siti Jenar yang masih punya darah keturunan dari Raja Majapahit. Tapi sampai pagi tidak ada seekor harimau tampak masuk kampung. tapi disitulah letak segi positifnya. Pada suatu hari Ki Ageng Kedu yang penasaran atas kesaktian Sunan Kudus ingin mencoba adu kesaktian. Mereka beramai-ramai masuk ke dalam hutan untuk memeriksa. Sebagai Senopati Kerajaan Demak beliau pernah memimpin peperangan melawan Majapahit yang pada waktu itu dipimpin oleh Adipati Terung. bahkan seperti dihempaskan oleh tenaga gaib yang tak tampak oleh mata. . Rakyat tetap menaruh simpati dan menghormatinya. Para penduduk penasaran.keimanan dalam agama Islam secara halus dan menyenangkan rakyat. hingga sekarang tempat Ki Ageng Kedu itu jatuh disebut Jember. Dan pada kesempatan lain mereka datang lagi ke masjid. Ki Ageng Kedu lewat begitu saja dengan cepatnya di atas rumah-rumah penduduk. yang dalam bahasa Jawanya disebut Jember. Para penduduk berjaga-jaga. melainkan tujuh orang santri dan seorang berjubah putih yang tampak agung berwibawa. dia mengambil tampah kemudian terbang ke daerah Kudus. Cara tersebut kadang mengecewakan. Orang itu tak lain adalah Sunan Kudus dan tujuh prajurit Demakyang menyamar sebagai santri biasa. Seperti biasa. Penduduk desa Pengging yang terletak di tepi hutan. beliau masih membaca dzikir seusai shalat. Baik secara langsung melalui ceramah agama maupun adu kesaktian dan melalui kesenian. Dia telah berubah menjadi manusia biasa. yang lama-lama menjadi kebiasaan untuk berwudhu. apakah benar di dalam hutan itu ada harimaunya. seorang Wali yang meremehkan syariat sehingga dianggap sesat. Dia juga tak merasa heran saat keluar dari masjid melihat Ki Ageng Kedu berteriak-teriak memanggil namanya. sebabnya malam itu terdengar auman harimau secara terus menerus. baik dengan undangan maupun tidak. Seorang sakti hanya memiliki ilmu peringan tubuh sedemikian rupa sehingga hanya dengan melemparkan tampah ke udara kemudian dia meloncat hinggap di atas tampah itu diapun dapat terbang menurut keinginannya. Dengan demikian Sunan Kudus berhasil menebus kesalahannya di masa lalu. Di tengah hutan. 4. Sewaktu berada di daerah Kudus ia tidak langsung turun dari tampahnya. tak bisa terbang lagi seperti dulu. karena rasa ingin tahu itu demikian besar mereka tak perduli lagi pada syarat yang diajukan Sunan Kudus yaitu membasuh kaki dan tangannya lebih dulu. Muridmurid Sunan Kudus sudah penasaran melihat kepongahannya. 5. malam itu tak dapat tidur. Tubuh Ki Ageng Kedu terlempar ke tanah yang becek. bukan harimau yang mereka dapatkan. Sedangkan sebagai Senopati para Wali beliau pernah ditugaskan untuk mengeksekusi Syekh Siti Jenar. Orang-orang yang melihatnya merasa kagum dan heran. tapi saat itu Sunan Kudus belum keluar dari Masjid. Orang itu bernama Ki Ageng Kedu. Tantangan Ki Ageng Kedu Bahwa Sunan Kudus itu seorang Wali berilmu tinggi dan sakti sudah dimaklumi masyarakat. segala kesaktian Ki Ageng Kedu lenyap seketika. Tak terkendalikan lagi. Tampah yang dikendarainya mendadak oleng kesana-kemari. mala tertawa ngakak berkeliling kota Kudus. Sunan Kudus Sebagai Seorang Senopati Sunan Kudus di dalam Babad Tanah Jawa disebut sebagai Senopati atau Panglima Perang Kerajaan Demak Bintoro. Cara-cara yang ditempuh untuk mengislamkan masyarakat cukup banyak. beliau yang pertama kali menciptakan tembang Mijil dan Maskumambang. kalau-kalau malam itu harimau yang mengaum itu akan masuk ke dalam desa. Juga Senopati Waliullah artinya beliau itu menjadi Senopatinya para Wali. “Hai Sunan Kudus ayo keluarlah! Hadapilah aku Ki Ageng Kedu yang hendak menantangmu adu kesaktian !” Tiba-tiba Sunan Kudus menundingkan tangannya ke arah Ki Ageng Kedu sembari berkata. tapi ada seorang yang merasa lebih sakti daripada Sunan Kudus. tubuhnya yang ringan mendadak berubah menjadi berat dan segera tersedot oleh gaya tarik bumi. Setelah roboh ke tanah yang becek dan kotor. dan dikuatirkan mereka jenuh maka Sunan Kudus mengakhiri ceramahnya. “Aku di sini Ki Ageng Kedu !” Seketika tersirap darah Ki Ageng Kedu. Di dalam tembang-tembang tersebut beliau sisipkan ajaran-ajaran agama Islam. Caranya menyampaikan materi cukup cerdik. ketika rakyat tengah memusatkan perhatiannya pada keterangan Sunan Kudus tetapi karena waktu sudah terlalu lama.

Tujuannya adalah untuk meminta ketegasan Ki Ageng Pengging. Di depan pintu rumah Ki Ageng Pengging ada seorang pelayan wanita setengah baya. “Aku bukan tamu biasa. Jawaban itu bagi Sunan Kudus sudah sangat jelas. Dia sendiri berjalan menuju rumah Ki Ageng Pengging. Bahkan Kadipaten Pengging yang dulu pernah mengalami kejayaan di jaman ayahnya yaitu Adipati Handayaningrat tidak diurus lagi. “Tidak. diawal tampak pemerintahan Raden Patah. mereka menyembunyikan di balik baju petani. tapi sesungguhnya para prajurit masih setia kepadanya. “Kalau begitu namakanlah tempat ini desa Sima. di pusat bekas pemerintahan Adipati Handayaningrat itu kini hanya ada sebuah rumah yang tak seberapa besar.” jawab Sunan Kudus. apakah Ki Ageng Pengging bersedia mengakui Raden Patah selaku Raja Demak Bintoro dan penerus dinasti Majapahit atau sebaliknya Ki Ageng Pengging ingin menjadi Raja Demak ? Pertanyaan itu tidak pernah dijawab dengan tegas oleh Ki Ageng Pengging. luar-dalam adalah milikku. Ki Ageng Pengging tidak pernah menghadap ke Demak. Sunan Kudus memerintahkan tujuh orang pengikutnya menunggu di ujung desa. Ini pembangkangan namanya. bila tidak mengeluarkan auman harimau berarti dia akan menemui kegagalan. Manakah yang kau pilih. Dia yakin tugasnya kali ini akan membawa hasil. Pendapa atau istana Kadipaten tidak kelihatan. “Jawabanku tetap sama dengan tiga tahun yang lalu. Bila bende itu dipukul bunyinya seperti harimau maka tandanya akan berhasil. Langkahnya mantap. Sunan Kudus dipersilahkan masuk ke dalam rumahnya. beliau tidak bisa menemui tamu. Berarti Ki Ageng Pengging punya maksud ganda. Walau tampaknya Ki Kebo Kenanga atau Ki Ageng Pengging itu tak mengurus pemerintahan Kadipaten. Ki Ageng Pengging menghela nafas. tiga tahun yang lalu dia juga diberi pertanyaan serupa oleh Ki Wanasalam. Patih Wanasalam telah diutus untuk menemui Ki Ageng Pengging. saya diperintahnya oleh Sultan Demak Bintoro. Pagi itu penduduk banyak yang pergi ke sawah dan ladang masing-masing.” kata Ki Ageng Pengging. Ternyata Ki Ageng bersedia menerima tamunya.” Guman tetua desa. Raden Patah kemudian memerintahkan Sunan Kudus untuk mengadili pembangkangan Ki Ageng Pengging ini. Tapi sewaktu-waktu mereka bisa di gerakkan di saat diperlukan oleh Ki Ageng Pengging.” Kata Sunan Kudus. “Semalam kami tidur di hutan ini tapi tidak melihat seekor harimau. Kini tiga tahun telah berlalu. Tetua desa itu menurut. Di luar atau di dalam? Di atas atau di bawah ?” Tanya Sunan Kudus. semalam kami tak dapat tidur karena auman suara harimau yang terus menerus. hingga sekarang tempat Sunan Kudus bermalam itu dinamakan desa Sima. “Atas-bawah. “Katakan aku adalah utusan Tuhan yang datang dari Kudus. Suasana Kadipaten Pengging benar-benar lenggang. Patih Demak Bintoro. Ingin bertemu dengan Ki Ageng Pengging. Jelasnya dia tidak mau mengakui Raden Patah sebagai raja Demak. Ingin menjadi rakyat atau bawahan Demak Bintoro sekaligus ingin menjadi penguasa Demak Bintoro. bentuknya seperti rumah penduduk lainnya. Karena kau mendengar suara Sima (harimau) padahal tak ada Sima.” Kata pelayan itu. yaitu pusaka warisan dari mertuanya yang disembunyikan di dalam hutan saat dia kemalaman. Seperti sudah dilambangkan oleh Bende Kyai Sima. memberi batas waktu tiga tahun untuk berfikir dan menentukan pilihan. “Maaf Tuan.” Kata Sunan Kudus. Tinggallah di ruang tamu itu Ki Ageng Pengging dan Sunan Kudus. Kebo Kenanga. Patih Wanasalam orang kepercayaan Raden Patah.” “Aneh. sudah beberapa hari Ki Ageng mengurung diri di dalam kamarnya.“Apakah tuan melihat harimau di sekitar hutan ini ?” Tanya tetua desa. Kasarnya memberontak ! . Sunan Kudus kemudian meneruskan perjalanannya ke Pengging untuk menemui Adipati Kebo Kenanga atau lebih dikenal sebagai Ki Ageng Pengging. cucu Raja Majapahit itu malah tenggelam dalam dunia kebatinan yang diajarkan oleh Syekh Siti Jenar.” Pelayan itu masuk ke dalam rumah menyampaikan pesan Sunan Kudus yang dianggapnya aneh. “Wahai Ki Ageng. Tiga tahun yang lalu. Istri Ki Ageng Pengging membuatkan minuman untuk menghormat tamu khusus itu. Sunan Kudus memberi salam kemudian mengutarakan maksud kedatangannya untuk menemui Ki Ageng Pengging. Hal ini di sadari oleh pemerintah pusat Demak Bintoro. Aku tak bisa memilihnya.

” Orang-orang Pengging itu tak menemukan pilihan lain. Siku Ki Ageng ditusuk dengan ujung keris. Sunan Kudus berhenti. Sunan Kudus sangat dihormat para penguasa pada jamannya. “Kau anggap apa saya aku ini maka aku akan menurut apa yang kau sangka. Beliau wafat dan dimakamkan di sebelah barat Masjid Jami Kudus. tidak ada orang mati tanpa sebab. Kau anggap aku santri memang aku santri. kau anggap aku ini rakyat memang aku rakyat. Itulah penghormatan kalian yang terakhir kepada pemimpin kalian. Sunan Kuduspun melakukannya. Tapi dia tetap tak mau menghadap ke Demak. akhirnya mereka dibuat sadar kembali. . Orang Pengging kebingungan. “Segeralah kalian urus jenazah Ki Ageng. “Saya pernah mendengar bahwa Ki Ageng bisa hidup di dalam mati dan mati di dalam hidup. Mereka tak akan mampu menghadapinya. padahal Sunan Kudus dan pengikutnya berada di sebelah utara. Pulanglah !” Suara Sunan Kudus terdengar berat dan mengandung perbawa kuat. Faham itu adalah bertentangan dengan Islam yang disiarkan para Wali. Akhirnya mereka kembali ke rumah Ki Ageng untuk menguburkan jenazah pemimpin mereka. kau anggap aku ini raja. Sunan Kudus ingin mengetahui apakah Ki Ageng Pengging masih meyakini ilmu dari Syekh Siti Jenar itu atau sudah meninggalkan sama sekali. kalian rakyat kecil. maka kau harus membuat sebab kematianku. tak tahu harus berbuat apa. memang aku keturunan raja. Cukup aku saja yang mati. 200 orang bekas prajurit dan perwira dipimpin oleh bekas Senopati Kadipaten Pengging mencabut senjata dan berteriak-berteriak memanggil Sunan Kudus dari kejauhan. “Tusuklah siku lenganku ini ……! Ujar Ki Ageng membuka titik kelemahannya. dia tahu murid-murid Syekh Siti Jenar itu mempunyai ilmuilmu yang aneh. “Benarkah apa yang saya dengar itu ? Saya ingin melihat buktinya. Tapi jangan melibatkan orang lain.” Kata Sunan Kudus. kadangkala mereka kebal. Akal mereka seperti hilang. Sunan Kudus juga cerdik. “Jangan turut campur urusan besar ini. Penduduk Pengging itu seperti baru sadar dan mengerti bahwa yang mereka hadapi adalah seorang Senopati Demak Bintoro yang kondang mempunyai seribu satu macam kesaktian. gurunya itu sudah dihukum mati karena kesesatannya. Baik oleh Raja Pajang yaitu Sultan Handiwijaya maupun Raja Jipang yaitu Ario Penangsang. Disambut oleh tujuh pengikutnya di ujung desa. Sementara itu istri Ki Ageng Pengging yang hendak menghidangkan jamuan makan menjerit keras manakala melihat suaminya mati di ruang tamu.” “Memang begitu !” Jawab Ki Ageng Pengging.” Sunan Kudus menyanggupi permintaan Ki Ageng. Mereka berjalan menuju Demak Bintoro. seketika matilah Ki Ageng Pengging. tak mempan senjata apapun juga. Penduduk sekitar berdatangan ke rumahnya. Setelah tahu pemimpinnya dibunuh mereka memanggil penduduk lainnya dan bersama-sama mengejar Sunan Kudus.” Kata Sunan Kudus. Itu berarti dia sengaja hendak memberontak! nah. tak ada hubungannya dengan urusan ini. sehingga Syekh Siti Jenar dihukum mati. Tidak berapa lama kemudian ribuan prajurit itu lenyap. Maka Sunan Kudus bermaksud menggorek kelemahan Ki Ageng Pengging dengan jalan diplomasi. “Ada tugas yang lebih penting daripada berbuat kesia-siaan ini. Tiba-tiba muncul ribuan prajurit Demak yang berlarian ke arah timur.Bahwa Ki Ageng Pengging itu murid Syekh Siti Jenar. Sunan Kudus kasihan melihat keadaan mereka. Sunan Kudus kemudian keluar rumah Ki Ageng Pengging dengan langkah tenang. Saya ingin melihat buktinya ?” “Jadi itukah yang dikehendaki Sultan Demak” Baiklah. Orang-orang Pengging mengejar kearah timur. Jika orang memandang Menara Masjid Kudus yang lain sangat aneh dan artistik tersebut pasti akan segera teringat pada pendirinya yaitu Sunan Kudus. Dibunyikannya Bende Kyai Sima. Ki Ageng Pengging sudah diperingatkan selama tiga tahun. dan kau anggap aku ini Allah aku memang Allah !” Klop sudah! Ki Ageng Pengging adalah pengikut Syekh Siti Jenar yang berfaham Wihdatul Wujud atau berfilsafat serba Tuhan. “Seperti pengakuan Ki Ageng bahwa Ki Ageng dapat mati didalam hidup.

Prof. Nama Muria diambil dari tempat tinggal terakhirnya di lereng Gunung Muria. Bergaul dengan rakyat jelata. kalaupun Kebo Anabrang berhasil. karya Slamet itu masuk dalam daftar buku yang dilarang Kejaksaan Agung pada 1971. Sunan Muria berdakwah dari Jepara. Namun berbeda dengan sang ayah. pada 1928. Padahal. dengan Sunan Kalijaga. Padahal. Satu versi menyebutkan. Sunan Kalijaga. Dr. Terjadilah pertarungan sengit. sampai kini pintu gerbang itu masih berdiri dan dikeramatkan penduduk setempat. Masing-masing mengeluarkan kesaktiannya. putri Kiai Ageng Ngerang. dan Dewi Sofiah. Begitu melangkahkan kaki. Ahli sejarah A. Salah satu hasil dakwahnya lewat seni adalah lagu Sinom dan Kinanti. Sayang sekali. Juana hingga sekitar Kudus dan Pati. dalam perjalanan. Kebo Anabrang tetap bersikeras. Karena terus didesak. Raden Umar akhirnya mengalah. pertanda pagi menjelang. Sunan Muria adalah putra Raden Usman Haji alias Sunan Ngudung. Karya R. tak lain seorang kapitan Tionghoa bernama Gan Sie Cang. Konon. ia baru mencapai Dusun Rondole. Sunan Muria lebih suka tinggal di daerah sangat terpencil dan jauh dari pusat kota untuk menyebarkan agama Islam. Sunan Muria seringkali dijadikan pula sebagai penengah dalam konflik internal di Kesultanan Demak (15181530). Nama kecilnya adalah Raden Prawoto. Bahkan ada juga yang menyebutnya keturunan Tionghoa. ”Siapa yang sanggup mengangkat pintu gerbang. Raden Umar terpaksa turun langsung melerai pertengkaran itu.SUNAN MURIA Ia putra Dewi Saroh –adik kandung Sunan Giri sekaligus anak Syekh Maulana Ishak. Kecamatan Dawe. Darmowasito. pernikahan Sunan Kalijaga dengan Dewi Saroh binti Maulana Is-haq memperoleh tiga anak. berdagang dan melaut adalah kesukaannya. sampai kini belum ada telaah yang jelas mengenai asal-usul Sunan Muria. yang berisi sejarah dan silsilah wali dan raja-raja Jawa. Tetapi. Tapi dengan satu syarat: Kebo Anabrang harus memindahkan salah satu pintu gerbang Kerajaan Majapahit di Trowulan. ke padepokannya dalam semalam. Mojokerto. Tayu. Pemerintahan Orde Baru ketika itu khawatir penemuan Slamet ini mengundang heboh. 1974) yakin dengan versi ini. Semarang. Berdasarkan penelusuran mereka. tak mau meninggalkan padepokan sebelum Raden Umar mengaku sebagai ayahnya. Noertjahjo (1974) dan Solihin Salam (1964. mengaku sebagai putra Raden Umar. Ternyata.” kata Raden Umar. Dewi Rukayah. Toh. menyebutkan Sunan Muria sebagai putra Raden Usman Haji. yang bejarak lima kilometer dari kota Pati. . Siapa saja yang sanggup membawa gerbang Majapahit itu ke Juana berhak melamar Roro Pujiwati. Ia pun melanjutkan perjalanan. yakni Sunan Muria. Slamet Muljana menyebutkan ayah Sunan Muria. Kebo Anabrang dihadang Raden Ronggo dari Kadipaten Pasatenan Pati. jaraknya mencapai sekitar 350 kilometer. Maklum. sekitar 800 meter di atas permukaan laut. terdengar kokok ayam bersahutan. Raden Bambang Kebo Anabrang. Tetapi. Raden Ronggo juga memerlukan gerbang itu untuk mempersunting Roro Pujiwati. Akibatnya. Sunan Muria adalah putra Sunan Kalijaga. Tapi. Padepokannya di Colo terletak di lereng Gunung Muria. pintu gerbang itu enteng saja dipikulnya. ketika seorang pemuda datang berkunjung. Versi lain memaparkan.M. Itulah satu cuplikan cerita rakyat tentang Raden Umar Said. Sunan Muria disebut ”tak pandai berbahasa Tionghoa karena berbaur dengan suku Jawa”. Desa Muktiharjo. Ia segera membantah dan mengusir Kebo Anabrang. hanya Kebo Anabrang yang sanggup mengangkatnya. Runtuhnya Kerajaan Hindhu-Jawa dan Timbulnya Negara-negara Islam di Nusantara (1968). Kudus. apa lacur. Slamet mengacu pada naskah kuno yang ditemukan di Klenteng Sam Po Kong. yang tak lain adalah Sunan Muria. Berkat kesaktian Kebo Anabrang. belum ada telaah mendalam mengenai berbagai versi itu. pemuda itu. Raden Umar terkejut mendengarnya. sambil mengajarkan keterampilan-keterampilan bercocok tanam. dialah yang berhak. Solusi pemecahannya pun selalu dapat diterima oleh semua pihak yang berseteru. Sunan Kalijaga. Ia dikenal sebagai pribadi yang mampu memecahkan berbagai masalah betapapun rumitnya masalah itu. ia akan sulit menuliskan silsilahnya. Dalam bukunya. Pustoko Darah Agung. Tanpa tedeng aling-aling. 18 kilometer ke utara kota Kudus Gaya berdakwahnya banyak mengambil cara ayahnya. Raden Umar Said sedang asyik berceramah di padepokannya di Desa Colo.

Sunan Muria lebih senang berdakwah pada rakyat jelata ketimbang kaum bangsawan. Mulai lereng-lereng Gunung Muria. Sunan Muria: Antara Fakta dan Legenda (1983). Ketua Yayasan Masjid dan Makam Sunan Muria. tak pernah sepi dari penziarah. Walau begitu. tak ada yang meragukan reputasi Sunan Muria dalam berdakwah. lagu Jawa. . misalnya mencipta macapat.Sejauh ini. Ternyata. yang tak diharamkannya. Lewat tembang-tembang itulah ia mengajak umatnya mengamalkan ajaran Islam. Hanya. Karena itulah. Misalnya tentang Sunan Muria sebagai keturunan Tionghoa. tradisi berbau klenik seperti membakar kemenyan atau menyuguhkan sesaji diganti dengan doa atau salawat.” tutur Muhammad Shohib. Cara dakwah inilah yang menyebabkan Sunan Muria dikenal sebagai sunan yang suka berdakwah topo ngeli. Umar cenderung pada versi Sunan Muria sebagai putra Sunan Kalijaga. Ia berusaha membedakan cerita rakyat dengan fakta. mengikuti Sunan Kalijaga. Sunan Muria juga berdakwah lewat berbagai kesenian Jawa. pelosok Pati. sampai pesisir utara. Kudus. Yakni dengan ”menghanyutkan diri” dalam masyarakat. Sampai kini. Umar mengaku kadang-kadang terpaksa mengandalkan penafsirannya dalam menelusuri jejak Sunan Muria. menyelusup lewat berbagai tradisi kebudayaan Jawa. Juana. ”Kurang lebih ada sekitar 15. bolehlah digolongkan penelitian awal yang mencoba menelusuri silsilah Sunan Muria secara lebih ilmiah. Lagu sinom dan kinanti dipercayai sebagai karya Sunan Muria. keabsahan naskah kuno tadi meragukan. Hasilnya. karena telah bercampur dengan dongeng rakyat.000 penziarah tiap hari. Umar mengumpulkan sejumlah pendapat ahli sejarah. yang terletak di Desa Colo. Toh. Misalnya adat kenduri pada hari-hari tertentu setelah kematian anggota keluarga. dari berbagai versi itu. seperti nelung dino sampai nyewu. karya Umar Hasyim. Gayanya ”moderat”. kompleks makam Sunan Muria. yang sampai sekarang masih lestari. Maka daerah dakwahnya cukup luas dan tersebar.

Raja Mesir itu tertarik pada wajah Rarasantang yang mirip mendiang istrinya. Tapi keinginan mereka ditolak oleh Prabu Siliwangi. Syech Syarief Hidayatullah berkelana untuk belajar Agama Islam dan sampai di Cirebon pada tahun 1470 Masehi. Nama Rarasantang kemudian diganti dengan Syarifah Mudaim.SUNAN GUNUNG JATI Syech Syarief Hidayatulloh dilahirkan Tahun 1448 Masehi. Daerah Carubanpun kemudian lebih dikenal sebagai Cirebon hingga sekarang ini.Tapi mimpi itu hanya terjadi tiga kali.Maka Legal Alang-alang disebut Caruban. Setelah berguru beberapa lama di Gunung Jati. Seperti orang kehausan. Dalam bahasa Sunda Petis dari air udang itu. Cai Rebon. bergelar Sultan Maulana Muhamad. Daerahnya dinamakan Tegal Alang-alang. keduanya melarikan diri dari istana dan pergi berguru kepada Syekh Datuk Kahfi di Gunung Jati. Pangeran Walangsungsang diperintahkan oleh Syekh Datuk Kahfi untuk membuka hutan di bagian selatan Gunung Jati. Ulama besar itu bernama Syekh Kahfi. Dari perkawinan itu lahirlah Syarif Hidayatullah dan Syarif Nurullah.Mimpi itu terulang hingga tiga kali yaitu bertemu dengan Nabi Muhammad yang mengajarkan agama Islam. Setelah dianggap memenuhi syarat. air yang akan menyejukkan jiwanya itu agama Islam. Setelah daerah itu ramai Pangeran Walangsungsang diangkat sebagai kepala Dukuh dengan gelar Cakrabuana. Ibunda Syech Syarief Hidayatullah adalah Nyai Rara Santang dan setelah masuk Islam berganti nama menjadi Syarifah Muda’im adalah Putri Prabu Siliwangi dari kerajaan Padjajaran. dinobatkan menjadi Raja Cerbon dengan gelar Maulana Jati pada tahun 1479 1. Orang yang menetap di Tegal Alang-alang terdiri dari berbagai rasa atau keturunan. sehingga terjadilah pembauran dari berbagai ras dan pencampuran itu dalam bahasa Sunda disebut Caruban. kedua kakak beradik itu tinggal di rumah seorang ulama besar bernama Syekh Bayanillah sambil menambah pengetahuan agama. Maka dilangsungkanlah pernikahan dengan cara Mazhab Syafi’i. kedua anak muda itu mereguk air lebih banyak lagi. Sewaktu mengerjakan tawaf mengelilingi Ka’bah kedua kakak beradik itu bertemu dengan seorang Raja Mesir bernama Sultan Syarif Abdullah yang sama-sama menjalani Ibadah haji. Ada seorang ulama besar dari Bagdad telah datang di daerah Cirebon bersama duapuluh dua orang muridnya. tugas itu diselesaikannya hanya dalam beberapa hari. Al-Kisah. Sesudah ibadah haji diselesaikan Raja Mesir itu melamar Rarasantang pada Syekh Bayanillah. Pangeran Walangsungsang adalah seorang pemuda sakti. Tumenggung Cerbon Sri Manggana Cakrabuana alias Pangeran Walangsungsang dan didukung Kerajaan Demak. Mereka mengutarakan maksudnya kepada Prabu Siliwangi untuk berguru kepada Syekh Datuk Kahfi. seorang dari Mesir keturunan ke 17 Rosulullah SAW. Kebetulan mereka telah mendengar adanya Syekh Dzatul Kahfi atau lebih muda disebut Syekh Datuk Kahfi yang membuka perguruan Islam di Cirebon. putra Prabu Siliwangi dari Pajajaran bernama Pangeran Walangsungsang dan adiknya Rara Santang pada suatu malam mendapat mimpi yangsama . ASAL USUL Sebelum era Sunan Gunung Jati berdakwah di Jawa Barat. Di Kota Suci Mekkah. Sebagian besar rakyat Caruban mata pencariannya adalah mencari udang kemudian dibuatnya menjadi petis yang terkenal. mereka ingin memperdalam agama Islam seperti ajaran Nabi Muhammad SAW. Ayahanda Syech Syarief Hidayatulloh adalah Syarief Abdullah. Daerah itu dijadikan pendukuhan yang makin hari banyak orang berdatangan menetap dan menjadi pengikut Pangeran Walangsungsang. Syech Syarief Hidayatullah dengan didukung uwanya. Rarasantang dan Pangeran Cakrabuana tidak keberatan. Pangeran Walangsungsang dan adiknya nekad. banyak pula pedagang asing yang menjadi penduduk tersebut. . Pangeran Cakrabuana dan Rarasantang di perintah Datuk Kahfi untuk melaksanakan ibadah haji ke Tanah Suci. Ulama inilah yang lebih dahulu menyiarkan agama Islam di sekitar daerah Cirebon. Wajah Nabi Muhammad yang agung dan caranya menerangkan Islam demikian mempersona membuat kedua anak muda itu merasa rindu.

Dalam waktu singkat Negeri Caruban Larang telah terkenal ke seluruh Tanah Jawa. Kedudukan ayahnya itu kemudian diberikan kepada adiknya yaitu Syarif Nurullah. PERJUANGAN SUNAN GUNUNG JATI Sering kali terjadi kerancuan antara nama Fatahillah dengan Syarif Hidayatullah yang bergelar Sunan Gunung Jati. Sedang Fatahillah adalah seorang pemuda Pasai yang dikirim Sultan Trenggana membantu Sunan Gunungjati berperang melawan penjajah Portugis. Pangeran Cakrabuana menikahkan anaknya yaitu Nyi Pakungwati dengan Syarif Hidayatullah. tapi anak muda yang masih berusia dua puluh tahun itu tidak mau. Syarif Hidayatullah kemudian melanjutkan perjalanan ke Serang. Tibalah saat yang ditentukan. Istana negeri itu dinamakan sesuai dengan putri Pangeran Cakrabuana yaitu Pakungwati. Dia dan ibunya bermaksud pulang ke tanah Jawa berdakwah di Jawa Barat. Sang Prabu akhirnya juga merestui tampuk pemerintahan putranya. Syarifah Muda’im dan putranya yaitu Syarif Hidayatullah meneruskan usaha Syekh Datuk Kahfi membuka Pesantren Gunungjati. Syarif Hidayatullah berguru kepada beberapa ulama besar didaratan Timur Tengah. Bukti bahwa Fatahillah bukan Sunan Gunungjati adalah makam dekat Sultan Gunungjati yang ada tulisan Tubagus Pasai Fathullah atau Fatahillah atau Faletehan menurut lidah orang Portugis. Syarif Hidayatullah dan ibunya Syarifah Muda’im datang di negeri Caruban Larang Jawa Barat pada tahun 1475 sesudah mampir dahulu di Gujarat dan Pasai untuk menambah pengalaman. Syarif Hidayatullah cucu Raja Pajajaran adalah seorang penyebar agama Islam di Jawa Barat yang kemudian disebut Sunan Gunungjati. maka sang Raja tidak keberatan walau hatinya kurang berkenan. Sementara itu dalam usia muda Syarif Hidayatullah ditinggal mati oleh ayahnya. Penduduk Serang sudah ada yang masuk Islam dikarenakan banyaknya saudagar dari Arab dan Gujarat yang sering singgah ke tempat itu. Orang menganggap Fatahillah dan Syarif Hidayatullah adalah satu. Dalam usia muda itu ilmunya sudah sangat banyak. karena usianya sudah lanjut Pangeran Cakrabuana menyerahkan kekuasaan Negeri Caruban kepada Syarif Hidayatullah dengan gelar Susuhunan artinya orang yang dijunjung tinggi. Syarifah Muda’im minta agar diijinkan tinggal di Pasambangan atau Gunungjati. pada tahun pertama pemerintahannya Syarif Hidayatullah berkunjung ke Pajajaran untuk mengunjungi kakeknya yaitu Prabu Siliwangi. bahkan sang Prabu memberinya gelar Sri Manggana. tetapi yang benar adalah dua orang. Sang Prabu diajak masuk Islam kembali tapi tidak mau. Sehingga kemudian dari Syarif Hidayatullah lebih dikenal dengan sebutan Sunan Gunungjati. Setelah mengetahui negeri baru tersebut dipimpin putranya sendiri. Sewaktu berada di negeri Mesir. Mesti Prabu Siliwangi tidak mau masuk Islam. maka ketika pulang ke tanah leluhurnya yaitu Jawa. Disebutkan. Kedua orang itu disambut gembira oleh Pangeran Cakrabuana dan keluarganya. guru Pangeran Cakrabuana dan Syarifah Muda’im itu dimakamkan di Pasambangan. Dengan alasan agar selalu dekat dengan makam gurunya. Negeri Caruban Larang adalah perluasan dari daerah Caruban atau Cirebon. Ia ditunjuk untuk menggantikan kedudukannya sebagai Raja Mesir. Syekh Datuk Kahfi sudah wafat. . terdengar pula oleh Prabu Siliwangi selaku penguasa daerah Jawa Barat. dia tidak menghalangi cucunya menyiarkan agama Islam di wilayah Pajajaran. ia tidak merasa kesulitan melakukan dakwah 2. Selanjutnya yaitu pada tahun 1479. pola pemerintahannya menggunakan azas Islami. Kemudian pulang ke Jawa dan mendirikan Negeri Caruban Larang.Pangeran Cakrabuana sempat tinggal di Mesir selama tiga tahun.

Dalam pembangunan itu Sunan Kalijaga mendapat penghormatan untuk mendirikan Soko Tatal sebagai lambang persatuan ummat. Lebih-lebih dengan diperluasnya Pelabuhan Muara Jati. Putri Ong Tien di ganti namanya menjadi Nyi Ratu Rara Semanding. Dari pergaulannya dengan Sultan Demak dan para Wali lainnya ini akhirnya Syarif Hidayatullah mendirikan Kesultanan Pakungwati dan ia memproklamirkan diri sebagai Raja yang pertama dengan gelar Sultan. Tapi usaha ini tidak berhasil. Istana dan Masjid Cirebon kemudian dihiasi dan diperluas lagi dengan motif-motif hiasan dinding dari negeri Cina. Maka jalinan antara Cirebon dan negeri Cina makin erat. Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunungjati tidak bekerja sendirian. Bahkan Sunan Gunungjati pernah diundang ke negeri Cina dan kawin dengan putri Kaisar Cina yang bernama Putri Ong Tien. Salah seorang keluarga istana Cirebon kawin dengan Pembesar dari negeri Cina yang berkunjung ke Cirebon yaitu Ma Huan. Kaisar ayah Putri Ong Tien ini membekali putranya dengan harta benda yang tidak sedikit. Daerah-daerah lain seperti : Surantaka. Ki Jagabaya dan anak buahnya malah tidak kembali ke Pajajaran. Selanjutnya mereka ingin meluaskan kekuasaan ke Pulau Jawa. Dengan bergabungnya prajurit dan perwira pilihan ke Cirebon maka makin bertambah besarlah pengaruh Kesultanan Pakungwati. Wana Giri. Masjid Agung Sang Ciptarasa dibangun pada tahun 1480 atas prakarsa Nyi Ratu Pakungwati atau istri Sunan Gunungjati. Dengan berdirinya Kesultanan tersebut Cirebon tidak lagi mengirim upeti kepada Pajajaran yang biasanya disalurkan lewat Kadipaten Galuh. Raja Pajajaran tak peduli siapa yang berdiri di balik Kesultanan Cirebon itu maka dikirimkannya pasukan prajurit pilihan yang dipimpin oleh Ki Jagabaya. makin bertambah besarlah pengaruh Kasultanan Cirebon. Pada tahun 1511 Malaka diduduki oleh bangsa Portugis. beliau sering ikut bermusyawarah dengan anggota wali lainnya di Masjid Demak. Selesai membangun masjid. diserukan dengan membangun jalan-jalan raya yang menghubungkan Cirebon dengan daerah-daerah Kadipaten lainnya untuk memperluas pengembangan Islam di seluruh Tanah Pasundan. Bahkan wilayah Pajajaran sendiri sudah semakin terhimpit. sebagian besar barang-barang peninggalan putri Ong Tien yang dibawa dari negeri Cina itu sampai sekarang masih ada dan tersimpan di tempat yang aman. Dari perkawinan inilah kemudian Syarif Hidayatullah di karuniai dua orang putra yaitu Nyi Ratu Winaon dan Pangeran Sebakingking. mereka masuk Islam dan menjadi pengikut Syarif Hidayayullah. Dari pembangunan masjid itu melibatkan banyak pihak. Demak Bintoro tahu bahaya besar yang mengancam kepulauan Nusantara. Banyak pedagang besar dari negeri asing datang menjalin persahabatan. Telaga dan lain-lain menyatakan diri menjadi wilayah Kasultanan Cirebon. Kaisar Cina yang pada saat itu dari dinasti Ming juga beragama Islam. Dengan perkawinan itu sang Kaisar ingin menjalin erat hubungan baik antara Cirebon dan negeri Cina. Japura.Kedatangan Syarif Hidayatullah disambut baik oleh adipati Banten. Pelabuhan Sunda Kelapa yang jadi incaran mereka untuk menancapkan kuku penjajahan. Dalam menyebarkan agama islam di Tanah Jawa. Diantaranya dari negeri Tiongkok. Bahkan disebutkan beliau juga membantu berdrinya Masjid Demak. Prabu Siliwangi hanya bisa menahan diri atas perkembangan wilayah Cirebon yang semakin luas itu. Oleh karena itu Raden Patah mengirim . diantaranya Wali Songo dan sejumlah tenaga ahli yang dikirim oleh Raden Patah. Sesudah kawin dengan Sunan Gunungjati. Tindakan ini dianggap sebagai pembangkangan oleh Raja Pajajaran. Tugas mereka adalah menangkap Syarif Hidayatullah yang dianggap lancang mengangkat diri sebagai raja tandingan Pajajaran. hal ini ternyata menguntungkan bangsa Cina untuk dimanfaatkan dalam dunia perdagangan. Bahkan Syarif Hidayatullah dijodohkan dengan putri Adipati Banten yang bernama Nyi Kawungten.

Namun lima tahun sejak pengangkatannya mendadak Pangeran Muhammad Arifin meninggal dunia mendahului ayahandanya. . Usaha ini tidak menemui kesulitan karena Fatahillah dibantu putra Sunan Gunungjati yang bernama Pangeran Sebakingking. Pasukan gabungan Demak Cirebon itu kemudian menuju Sunda Kelapa yang sudah dijarah Portugis atas bantuan Pajajaran. Fatahillah kemudian diangkat segenap Adipati di Sunda Kelapa. Di dalam pemerintahan Sultan Trenggana inilah Fatahillah diangkat sebagai Panglima Perang yang akan ditugaskan mengusir Portugis di Sunda Kelapa. Sedang Cirebon walaupun masih tetap digunakan sebagai kesultanan tapi Sultannya hanya bergelar Adipati.Yaitu Adipati Carbon I. dalam usia 120 tahun. karena Sunan Gunungjati selaku Sultan Cirebon telah memanggilnya untuk meluaskan daerah Cirebon agar Islam lebih merata di Jawa Barat. Mengapa Pajajaran membantu Portugis ? Karena Pajajaran merasa iri dan dendam pada perkembangan wilayah Cirebon yang semakin luas. ketika Portugis menjanjikan bersedia membantu merebut wilayah Pajajaran yang dikuasai Cirebon maka Raja Pajajaran menyetujuinya. Itu sebabnya dia dapat memberi komando dengan tepat dan setiap serangan Demak-Cirebon selalu membawa hasil gemilang. Pengalaman adalah guru yang terbaik. Berturut-turut Fatahillah dapat menaklukkan daerah TALAGA sebuah negara kecil yang dikuasai raja Budha bernama Prabu Pacukuman. tanpa diperantarai apapun juga. dengan kedudukannya di Banten. Sunan Gunung Jati lebih memusatkan diri pada penyiaran dakwah Islam di Gunungjati atau Pesantren Pasambangan. sedangkan Pajajaran cerai berai tak menentu arahnya. Kemenangan demi kemenangan berhasil diraih Fatahillah. Mengapa Pasukan gabungan Demak-Cirebon itu tidak dipimpin oleh Sunan Gunungjati ? Karena Sunan Gunungjati tahu dia harus berperang melawan kakeknya sendiri. dan mereka terlanjur mendirikan benteng yang kuat di Malaka. Sunan Gunungjati menjodohkan Fatahillah dengan Ratu Wulung Ayu. Ketika Adipati Unus kembali ke Jawa. didalam usaha memadamkan pemberontakan itu Pangeran Sabrang Lor meninggal dunia. Fatahillah yang di Cirebon sering disebut Tubagus atau Kyai Bagus Pasai diangkat menjadi penasehat sang Sultan. beliau mengangkat putranya yaitu Pangeran Muhammad Arifin sebagai Sultan Cirebon ke dua dengan gelar Pangeran Pasara Pasarean. Adapun nama aslinya Adipati Carbon adalah Aria Kamuning. Dan merubah nama Sunda Kelapa menjadi Jayakarta. tahulah Fatahillah titik-titik lemah tentara dan siasat Portugis. Tapi usaha itu tak membuahkan hasil. Tapi Galuh tak dapat membendung kekuatan Cirebon.Adipati Unus atau Pangeran Sabrang Lor untuk menyerang Portugis di Malaka. Sementara kedudukan Fatahillah selaku Adipati Jayakarta kemudian diserahkan kepada Ki Bagus Angke. Pasai sudah tidak aman lagi bagi mubaligh seperti Fatahillah karena itu beliau ingin menyebarkan agama Islam di Tanah Jawa. Kemudian kerajaan Galuh yang hendak meneruskan kebesaran Pajajaran lama. Kedudukan Sultan kemudian diberikan kepada Pangeran Sebakingking yang bergelar sultan Maulana Hasanuddin. Ketika usia Sunan Gunungjati sudah semakin tua. maka diperintahkannya Fatahillah memimpin serbuan itu.Raja Galuh ini bernama Prabu Cakraningrat dengan senopatinya yang terkenal yaitu Aria Kiban. Dari Demak mula-mula pasukan yang dipimpinnya menuju Cirebon. seorang pejuang dari Pasai (Malaka) bernama Fatahillah ikut berlayar ke Pulau Jawa. Akhirnya Portugis dan Pajajaran kalah. Akhirnya Sunan Gunungjati memanggil ulama dari Pasai itu ke Cirebon. dan pangeran Carkrabuasa beliau dimakamkan di gunung Sembung. dari pengalamannya bertempur di Malaka. Portugis kembali ke Malaka. Fatahillah yang pernah berpengalaman melawan Portugis di Malaka sekarang harus mengangkat senjata lagi. Sunan Gunungjati wafat pada tahun 1568. akhirnya raja dan senopatinya tewas dalam peperangan itu. persenjataan Portugis terlalu lengkap. Demikianlah riwayat perjuangan Sunan Gunungjati. berkedudukannya digantikan oleh Adipati Unus atau Pangeran Sabrang Lor. Bersama ibunya. Pada tahun 1521 Sultan Demak di pegang oleh Raden Trenggana putra Raden Patah yang ketiga. Raden Patah wafat pada tahun 1518. Dua tahun kemudian wafat pula Kyai Bagus Pasai. Adpati Carbon I ini adalah menantu Fatahillah yang diangkat sebagai Sultan Cirebon oleh Sunan Gunung Jati. gugur sebagai pejuang sahid. baru saja beliau dinobatkan muncullah pemberontakan pemberontakan dari daerah pedalaman. makam kedua tokoh itu berdampingan. Di kemudian hari Pangeran Sebakingking ini menjadi penguasa Banten dengan gelar Pangeran Hasanuddin. Selanjutnya Fatahillah ditugaskan mengamankan Banten dari gangguan para pemberontak yaitu sisa-sisa pasukan Pajajaran. Fatahillah dimakamkan ditempat yang sama.

perbuatan mulia namun tidak lazim itu diketahui oleh sang ayah dan sang ayah tanpa ampun mengusir Raden Syahid karena dianggap mencoreng moreng kehormatan keluarga adipati. Pengusiran tidak hanya dilakukan sekali namun beberapa kali. II dan I. Bahkan. Suatu ketika. terpanggil untuk berjuang dengan caranya sendiri. yaitu pencuri yang baik karena hasil curiannya dibagi-bagikan kepada orang-orang miskin yang menderita. Syahid tahu dia saat itu harus benar-benar pergi dari wilayah Tuban dan akhirnya. Kadpiaten Tuban sebagaimana Kadipaten yang lain harus tunduk di bawah kekuasaan Kerajaan Majapahit. Sunan Bonang hanya meminta agar sang murid untuk patuh. Saat diusir Raden Syahid kembali melakukan perampokan namun sialnya dia tertangkap pengawal kadipaten hingga sang ayah kehabisan akal sehat. Suatu hari dalam perjalanannya di hutan Jati Wangi. AMONG AKU ORA TURU. kini sudah waktunya kamu memilih. WONG SALEKSA PADA WUTA. LUNGO NEMBAH. orang diam pikirannya kemana-mana. Kanjeng Sunan Kalijaga bisa dikatakan satu-satunya wali yang menggunakan pendekatan yang pas yaitu budaya Jawa. rakyat hidup semakin sengsara hingga suatu hari Raden Syahid bertanya ke ayahnya: “Bapa. Tidak. Suatu ketika. Yang awalnya dia berjuang dalam bentuk fisik. Oleh Bonang yang saat itu sudah jadi guru spiritual ini. “Syahid anakku. Tuban dilanda kemarau panjang. melainkan juga merampok orang-orang kaya dan kaum bangsawan yang hidupnya berkecukupan. SUMELEH. mengalahkan diri/ego dan patuh pada sang guru sejati (kesadaran ruh). dia bertemu lelaki tua yang kemudian memperkenalkan dirinya sebagai Sunan Bonang. KUMEBUL TANPA GENI. Cukup diam atau meneng di tempat. putra adipati Tuban yaitu Tumenggung Wilatikta dan Dewi Nawangrum. KANG SUKSMA PURBA WASESA. fana total karena telah hilang sang diri/ego. HENING. Sang ayah tentu saja diam sambil membenarkan pertanyaan anaknya yang kritis ini. pajak dan upeti dari masing-masing kadipaten yang harus disetor ke Kerajaan Majapahit sangat besar sehingga membuat miskin rakyat jelata.” . Syahid saat itu telah bertekad untuk mengubah orientasi hidupnya secara total seratus delapan puluh derajat. menjadi “Maling Cluring”. Dia sadar. tidak mungkin menggunakan budaya lain untuk menyampaikan ajaran sangkan paraning dumadi secara tepat. Cara yang khas anak muda yang penuh semangat juang namun belum diakui eksistensinya. PINANGERAN YITNA KABEH…. kenapa rakyat kadipaten Tuban semakin sengsara ini dibuat lebih menderita oleh Majapahit?”. Tidak hanya mencuri. KANG SIFAT LANGGENG WASESA. Raden Syahir mengalami suwung total. Raden Syahid yang melihat nasib rakyatnya merana. Posisi duduk diam meneng ini di kalangan para yogi dikenal dengan posisi meditasi. Budaya arab tidak cocok diterapkan di Jawa karena manusia Jawa sudah hidup sekian ratus tahun dengan budayanya yang sudah mendarah daging. Raden Syahid sebenarnya adalah anak turun pendiri kerajaan Majapahit. keturunan Ario Tejo III. tidak diminta untuk dzikir atau ritual apapun. Jadi bila ditarik dari silsilah ini. kau yang suka merampok itu pergi dari wilayah Tuban atau kau harus tewas di tangan anak buahku”. MENENG. Nama mudanya Raden Syahid. SUMARAH. menjadi perjuangan dalam bentuk batin (metafisik). Nama lain Tumenggung Wilatikta adalah Ario Tejo IV. Namun sekian waktu diam di tempat. Sunan Bonang adalah putra dan murid Sunan Ampel yang berkedudukan di Bonang. salah seorang pendiri Kerajaan Majapahit. atau Dzat Yang Adikodrati yang menguasai alam semesta. dia pun dengan hati gundah pergi tanpa arah tujuan yang jelas. Namun syarat yang diajarkan Sunan Bonang cuma satu: duduk. Bonang menguji tekad Raden Syahid dengan menyuruhnya untuk diam di pinggir kali. dia mengganti jubahnya dengan pakaian Jawa memakai blangkon atau udeng.SUNAN KALIJAGA CARA RADEN SYAHID MENCARI GURU SEJATI Di antara para wali yang lain. Ya. Syahid diminta duduk diam bersila di pinggir sungai. Untuk menghidupkan kesadaran guru sejati (ruh) yang sekian lama terkubur dan tertimbun nafsu dan ego ini. akal dan keinginannya akhirnya melemas dan akhirnya benar-benar tidak memiliki daya lagi untuk berpikir. Dia tidak diminta memikirkan tentang Tuhan. PASRAH. WANGI TANPA GANDA. AKU SAJATINE ROH SAKALIR. dekat Tuban. “BADANKU BADAN ROKHANI. TEKA NEMBAH. yaitu DIAM. setelah “dilantik” menjadi wali. WONG SEWU PADA TURU. diam. Syahid yang ingin merampok Sunan Bonang akhirnya harus bertekuk lutut dan Syahid akhirnya berguru pada Sunan Bonang. energi keinginan duniawinya lepas landas dan lenyap. Awalnya. Raden Syahid lahir di Tuban saat Majapahit mengalami kemunduran karena kebijakan yang salah kaprah. perintahnya hanya diminta untuk diam tok. WONG SAKETI PADA MATI. meneng. Dia telah meninggalkan syariat masuk ke ruang hakekat untuk mereguk nikmatnya makrifat. Arti Tejo I adalah putra Ario Adikoro atau Ronggolawe.

DIA ALLAH. ALIT MILA TEKA ING AWAYAH. Salat sejati adalah SALAT DAIM. SALAT BATIN SEBENERE. berak dan kencing pun juga kegiatan menyembah. GURU SEJATI YANG SELALU MENYUARAKAN KESADARAN HOLISTIK BAHWA DIRI KITA INI ADALAH DIRI-NYA. WENANGE PUNIKU. dan semua gerakan tubuh merupakan kegiatan menyembah. LAMUN ARANANA SALAT. Berapa lama Raden Syahid diam di pinggir sungai? Tidak ada catatan sejarah yang pasti. MESJID ING MEKAH TULYA NGIDERI. SEMBAH ARANEKA. SANGUNIPUN KANG SURA LEGAWENG PATI. Salat yang sesungguhnya bukanlah mengerjakan salat Isya atau maghrib. NORA LAN WAKTU SASOLAHIRA. Salah satu ajaran Sunan Kalijaga yang didapat dari guru spiritualnya. yaitu bersatunya semua indera dan tubuh kita untuk selalu memuji-Nya dengan kalimat penyaksian bahwa yang suci di dunia ini hanya Tuhan: HU-ALLAH. adalah ajaran hakikat shalat sebagaimana yang ada di dalam SULUK WUJIL: UTAMANING SARIRA PUNIKI. MET TOYA WULU KADASI. DINULU SAKING LUHUR. Mekah yang ada di Saudi Arabia itu hanya simbol dan MEKAH YANG SEJATI ADA DI DALAM DIRI. Tertera dalam Suluk Linglung suatu ketika Sunan Kalijaga bertekad pergi ke Mekkah untuk melaksanakan ibadah haji. TAN SIMPANG DADI SEMBAH. Diam. GUMANTUNG TAN PACACANTHEL. SASOLAHE RAGANIREKI. sembah dan pujian. Namun dalam salah satu hikayat dipaparkan bahwa sang sunan bertapa hingga rerumputan menutupi tubuhnya selama lima tahu. Itulah niat sejati. MANG TEKAENG PRANE YEN ANA SANGUNIPUN. ANGRAWUHANA JATINING SALAT. Dia tidak mampu untuk masuk ke dunia isi. INGARAN TATA KRAMA. apapun yang kita kehendaki. Sunan Bonang menggembleng muridnya dengan kawruh ilmu-ilmu agama. DINULU SAKING NGANDHAP. Di tengah perjalanan dia dihentikan oleh Nabi Khidir. SEMBAH LAWAN PUJINE. (Jadi sholat daim itu tanpa menggunakan syariat wudhu untuk menghilangkan hadats atau kotoran. DUDU SREPI DUDU DINAR. Dalam suluk wujil disebutkan sebagai berikut: NORANA WERUH ING MEKAH IKI. Hu saat menarik nafas dan Allah saat mengeluarkan nafas. Sebab tanpa berhasil mematikan diri. DAHAT DENING EWUH. TINON KULON KATON WETAN. TEKENG MEKAH TUR DADI WALI. tidur. maka itu hanya hiasan dari SALAT DAIM. Apabila disebut salat. PUNIKA MANGKA SEMBAHE MENENG MUNI PUNIKU.) Ajaran makrifat lain Sunan Kalijaga adalah IBADAH HAJI. . SABAR LILA ING DUNYA. Sunan dinasehati agar tidak pergi sebelum tahu hakikat ibadah haji agar tidak tersesat dan tidak mendapatkan apa-apa selain capek. (Unggulnya diri itu mengetahui HAKIKAT SALAT. Selalu awas. Malaya berasal dari kata ma-laya yang artinya mematikan diri. BUMI ANENG LUHUR. dunia apus-apus. Jadi orang yang telah mengalami “mati sajroning urip” atau orang yang telah berhasil mematikan diri/ego hingga mampu menghidupkan diri-sejati yang merupakan guru sejati-NYA. MANGAN TURU SAHWAT NGISING. SANGUNIPUN ALARANG. Wudhu. TEKENG WULUNIPUN. KITA TIDAK ADA. TINJA TURAS DADI SEMBAH. TINON WETAN KATON KULON IKU SINGGIH TINGALNYA AWELASAN. Raden Syahid yang kemudian disebut Sunan Kalijaga ini menggantikan Syekh Subakir gigih berdakwah hingga Semenanjung Malaya hingga Thailand sehingga dia juga diberi gelar Syekh Malaya. DUDU NGISA TUWIN MAGERIB. Dianjurkan juga oleh Bonang agar Raden Syahid berguru ke para wali yang sepuh yaitu Sunan Ampel di Surabaya dan Sunan Giri di Gresik. bicara. Di sini. manusia hanya hidup di dunia fatamorgana. KABATOLLAH PINIKANENG TENGAH. bersenggama maupun saat membuang kotoran. IKU INGKANG NIYAT KANG SEJATI. kita tahu bahwa salat sejati adalah tidak hanya mengerjakan sembah raga atau tataran syariat mengerjakan sholat lima waktu. hanya tata krama).Demikian gambaran kesadaran ruh Raden Syahid kala itu. Sholat daim ini juga disebut dalam SULUK LING LUNG karya Sunan Kalijaga: SALAT DAIM TAN KALAWAN. Setelah dianggap selesai mengalami penyucian diri dengan bangunnya kesadaran ruh. Salat daim boleh dilakukan saat apapun. (Berbakti yang utama tidak mengenal waktu. JATINING SALAT IKU. PUJI TAN PAPEGETAN. Itu namanya sembahyang. Sebagaimana yang ada di dalam Suluk Wujil: PANGABEKTINE INGKANG UTAMI. Sebab kotoran yang sebenarnya tidak hanya kotoran badan melainkan kotoran batin. yang manifestasinya adalah semua tingkah laku dan perilaku manusia yang diniatkan untuk menyembah-Nya. ADA KITA INI ADALAH ADA-NYA. dan menyelam di lautan hakikat dan sampai di palung makrifatullah. PAN MINANGKA KEKEMBANGING SALAM DAIM. Sunan Bonang. LANGIT KATON ING NGANDHAP IKI. misalnya makan. eling dan waspada bahwa apapun yang kita pikirkan. Semua tingkah lakunya itulah menyembah. dunia kulit. HANYA DIA YANG ADA. Pujian yang tidak pernah berakhir) Jadi hakikat yang disebut Sholat Daim nafas kehidupan yang telah manunggaling kawulo lan gusti. apapun yang kita lakukan ini adalah bentuk yang dintuntun oleh AKU SEJATI.

Pajang dan Mataram. bahwa ibadah haji yang hakiki adalah bukanlah pergi ke Mekah saja. dan mematikan seluruh ego/aku dan berkeliling ke kiblat AKU SEJATI. SESABARAN DAN KERELAAN HIDUP DI DUNIA. tapi juga menggalang kekuatan fisik dengan membangun tembok istana dan menggalang dukungan dari wilayah sekeliling. yaitu manusia sempurna yang merupakan kaca benggala kesempurnaan-Nya. maka dilihat dari atas tampak langit di bawah. berkeliling bahkan masuk ke AKU SEJATI dengan kondisi yang paling suci dan bersimpuh di KAKI-NYA YANG MULIA. kedudukan. benda. APA YANG KITA ANGGAP TERBAIK. JAGAD WALIKAN. maka sungguh mahal bekalnya dan sulit dicapai. harus meletakkan semua itu untuk kemudian meneng. jasanya terlihat saat akan mendirikan kerajaan Demak. Masjid di Mekah itu melingkar dengan Kabah berada di tengahnya. Melihat yang barat terlihat timur dan sebalinya. bekal sesungguhnya bukan uang melainkan KESABARAN DAN KESANGGUPAN UNTUK MATI. Bergantung tanpa pengait. Sebab apa yang selama ini kita anggap sebagai KEBENARAN DAN KEBAIKAN MASIHLAH PEMAHAMAN YANG DANGKAL. tahta apapun juga. Tujuan haji terakhir adalah untuk mencapai INSAN KAMIL. Berkeliling ke RUMAH TUHAN. Ibadah yang sejati adalah pergi ke KIBLAT YANG ADA DI DALAM DIRI SEJATI. yaitu Panembahan Senopati agar tidak hanya mengandalkan kekuatan batin melalui tapa brata. Sementara kota pelabuhan jalurnya syariat. Sabar berjuang dan memiliki iman yang teguh dalam memilih jalan yang barangkali dianggap orang lain sebagai jalan yang sesat. Itu pengelihatan yang terbalik). Sunan Kalijaga karena dilahirkan dari kerabat bangsawan maka dia berjuang di dekat wilayah kekuasaan. Pajang yang terletak di pedalaman cocok untuk memahami Islam secara lebih mendalam dengan jalur Tasawuf. Yang tidak bisa terlaksana dengan bekal harta. Apa bekal agar sukses menempuh ibadah haji makrifat untuk menziarahi diri sejati? Bekalnya adalah kesabaran dan keikhlasan. Jasa lain Sunan Kalijaga adalah mendorong Jaka Tingkir (Pajang) agar memenuhi janjinya memberikan tanah Mataram kepada Pemanahan serta menasehati anak Pemanahan. Memang pemahaman ini seperti terbalik. Namun lebih mendalam dari penghayatan yang seperti itu. dilihat dari bawah tampak bumi di atas. Ibadah haji metafisik ini akan mengajarkan kepada kita bahwa episentrum atau pusat spiritual manusia adalah BERTAWAF. Padahal. seseorang tidak akan mencapai tujuannya. Namun sebaliknya. Sunan Kalijaga berperan menasehati Raden Patah (penguasa Demak) agar tidak menyerang Brawijaya V (ayahnya) karena beliau tidak pernah berlawanan dengan ajaran akidah. Di bidang politik. Saat ada orang yang membawa bekal sampai di Mekah dan menjadi wali. Sunan Kalijaga juga mendukung Jaka Tingkir menjadi Adipati Pajang dan menyarankan agar ibukota dipindah dari Demak ke Pajang (karena Demak dianggap telah kehilangan kultur Jawa. Sunan Kalijaga adalah manusia yang telah mencapai tahap perjalanan spiritual tertinggi yang juga telah didaki oleh Syekh Siti Jenar. Bahkan Sunan Kalijaga juga mewariskan pada Panembahan Senopati baju rompi Antakusuma atau Kyai Gondhil yang bila dipakai akan kebal senjata apapun .(Tidak tahu Mekah yang sesugguhnya. Inilah Mekah yang metafisik dan batiniah. diam. TERTINGGI SEPERTI LANGIT DAN PALING BERHARGA DI DUNIA TERNYATA TIDAK ADA APA-APANYA DAN SANGAT RENDAH NILAINYA. Sejak muda hingga tua. Maksudnya. Berbeda dengan Syekh Siti Jenar yang berjuang di tengah rakyat jelata.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful