P. 1
KUMPULAN CERITA Wali Songo

KUMPULAN CERITA Wali Songo

5.0

|Views: 5,868|Likes:
Dipublikasikan oleh qourine008

More info:

Published by: qourine008 on Mar 14, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/08/2013

pdf

text

original

Sections

  • DARI BERBAGAI SUMBER DI INTERNET
  • SUNAN GRESIK (MAULANA MALIK IBRAHIM)
  • Penyebaran Agama
  • Legenda Rakyat
  • Wafat
  • Legenda Lain tentang Sunan Gresik
  • Sekilas Sejarah Sunan Ampel
  • SUNAN GIRI Biografi
  • Perjalanan Sunan Giri
  • Peranan Sunan Giri Dalam Perjuangan Wali Sanga
  • Sebagai Pemimpin Kaum Putihan
  • Peresmian Masjid Demak
  • Prabu Satmata Dan Giri Kedaton
  • Jasa-Jasa Sunan Giri
  • Para Pengganti Sunan Giri
  • Empat pokok ajaran dari Sunan Drajad
  • SUNAN KUDUS
  • Legenda daerah Jember
  • 4. Tantangan Ki Ageng Kedu
  • SUNAN MURIA
  • 1. ASAL USUL
  • 2. PERJUANGAN SUNAN GUNUNG JATI
  • SUNAN KALIJAGA

DARI BERBAGAI SUMBER DI INTERNET

SUNAN GRESIK (MAULANA MALIK IBRAHIM) Biografi Agama Islam menyebar di bumi nusantara dikabarkan dilakukan oleh para ulama yang kemudian dianugrahi gelar Wali Songo. Dan Sunan Gresik atau Maulana Malik Ibrahim adalah sosok ulama pertama yang diberi gelar sebagai Wali Songo. Sunan Gresik atau Maulana Malik Ibrahim (w. 1419 M/882 H) adalah nama salah seorang Walisongo, yang dianggap yang pertama kali menyebarkan agama Islam di tanah Jawa. Ia dimakamkan di desa Gapura, kota Gresik, Jawa Timur. Tidak terdapat bukti sejarah yang meyakinkan mengenai asal keturunan Maulana Malik Ibrahim, meskipun pada umumnya disepakati bahwa ia bukanlah orang Jawa asli. Sebutan Syekh Maghribi yang diberikan masyarakat kepadanya, kemungkinan menisbatkan asal keturunannya dari Maghrib, atau Maroko di Afrika Utara. Babad Tanah Jawi versi J.J. Meinsma menyebutnya dengan nama Makhdum Ibrahim as-Samarqandy, yang mengikuti pengucapan lidah Jawa menjadi Syekh Ibrahim Asmarakandi. Ia memperkirakan bahwa Maulana Malik Ibrahim lahir di Samarkand, Asia Tengah, pada paruh awal abad 14. Dalam keterangannya pada buku The History of Java mengenai asal mula dan perkembangan kota Gresik, Raffles menyatakan bahwa menurut penuturan para penulis lokal, “Mulana Ibrahim, seorang Pandita terkenal berasal dari Arabia, keturunan dari Jenal Abidin, dan sepupu Raja Chermen (sebuah negara Sabrang), telah menetap bersama para Mahomedans lainnya di Desa Leran di Jang’gala”. Namun demikian, kemungkinan pendapat yang terkuat adalah berdasarkan pembacaan J.P. Moquette atas baris kelima tulisan pada prasasti makamnya di desa Gapura Wetan, Gresik; yang mengindikasikan bahwa ia berasal dari Kashan, suatu tempat di Iran sekarang. Terdapat beberapa versi mengenai silsilah Maulana Malik Ibrahim. Ia pada umumnya dianggap merupakan keturunan Rasulullah SAW; melalui jalur keturunan Husain bin Ali, Ali Zainal Abidin, Muhammad al-Baqir, Ja’far ash-Shadiq, Ali al-Uraidhi, Muhammad al-Naqib, Isa ar-Rumi, Ahmad al-Muhajir, Ubaidullah, Alwi Awwal, Muhammad Sahibus Saumiah, Alwi ats-Tsani, Ali Khali’ Qasam, Muhammad Shahib Mirbath, Alwi Ammi alFaqih, Abdul Malik (Ahmad Khan), Abdullah (al-Azhamat) Khan, Ahmad Syah Jalal, Jamaluddin Akbar al-Husain (Maulana Akbar), dan Maulana Malik Ibrahim.

Penyebaran Agama Maulana Malik Ibrahim dianggap termasuk salah seorang yang pertama-tama menyebarkan agama Islam di tanah Jawa, dan merupakan wali senior diantara para Walisongo lainnya. Beberapa versi babad menyatakan bahwa kedatangannya disertai beberapa orang. Daerah yang ditujunya pertama kali ialah desa Sembalo, sekarang adalah daerah Leran, Kecamatan Manyar, yaitu 9 kilometer ke arah utara kota Gresik. Ia lalu mulai menyiarkan agama Islam di tanah Jawa bagian timur, dengan mendirikan mesjid pertama di desa Pasucinan, Manyar. Pertama-tama yang dilakukannya ialah mendekati masyarakat melalui pergaulan. Budi bahasa yang ramahtamah senantiasa diperlihatkannya di dalam pergaulan sehari-hari. Ia tidak menentang secara tajam agama dan kepercayaan hidup dari penduduk asli, melainkan hanya memperlihatkan keindahan dan kabaikan yang dibawa oleh agama Islam. Berkat keramah-tamahannya, banyak masyarakat yang tertarik masuk ke dalam agama Islam. Sebagaimana yang dilakukan para wali awal lainnya, aktivitas pertama yang dilakukan Maulana Malik Ibrahim ialah berdagang. Ia berdagang di tempat pelabuhan terbuka, yang sekarang dinamakan desa Roomo, Manyar.

Perdagangan membuatnya dapat berinteraksi dengan masyarakat banyak, selain itu raja dan para bangsawan dapat pula turut serta dalam kegiatan perdagangan tersebut sebagai pelaku jual-beli, pemilik kapal atau pemodal. Setelah cukup mapan di masyarakat, Maulana Malik Ibrahim kemudian melakukan kunjungan ke ibukota Majapahit di Trowulan. Raja Majapahit meskipun tidak masuk Islam tetapi menerimanya dengan baik, bahkan memberikannya sebidang tanah di pinggiran kota Gresik. Wilayah itulah yang sekarang dikenal dengan nama desa Gapura. Cerita rakyat tersebut diduga mengandung unsur-unsur kebenaran; mengingat menurut Groeneveldt pada saat Maulana Malik Ibrahim hidup, di ibukota Majapahit telah banyak orang asing termasuk dari Asia Barat. Demikianlah, dalam rangka mempersiapkan kader untuk melanjutkan perjuangan menegakkan ajaran-ajaran Islam, Maulana Malik Ibrahim membuka pesantren-pesantren yang merupakan tempat mendidik pemuka agama Islam di masa selanjutnya. Hingga saat ini makamnya masih diziarahi orang-orang yang menghargai usahanya menyebarkan agama Islam berabad-abad yang silam. Setiap malam Jumat Legi, masyarakat setempat ramai berkunjung untuk berziarah.

Ritual ziarah tahunan atau haul juga diadakan setiap tanggal 12 Rabi’ul Awwal, sesuai tanggal wafat pada prasasi makamnya. Pada acara haul biasa dilakukan khataman Al-Quran, mauludan (pembacaan riwayat Nabi Muhammad), dan dihidangkan makanan khas bubur harisah. Legenda Rakyat Menurut legenda rakyat, dikatakan bahwa Maulana Malik Ibrahim berasal dari Persia. Maulana Malik Ibrahim Ibrahim dan Maulana Ishaq disebutkan sebagai anak dari Maulana Jumadil Kubro, atau Syekh Jumadil Qubro. Maulana Ishaq disebutkan menjadi ulama terkenal di Samudera Pasai, sekaligus ayah dari Raden Paku atau Sunan Giri. Syekh Jumadil Qubro dan kedua anaknya bersama-sama datang ke pulau Jawa. Setelah itu mereka berpisah; Syekh Jumadil Qubro tetap di pulau Jawa, Maulana Malik Ibrahim ke Champa, Vietnam Selatan; dan adiknya Maulana Ishak mengislamkan Samudera Pasai. Maulana Malik Ibrahim disebutkan bermukim di Champa (dalam legenda disebut sebagai negeri Chermain atau Cermin) selama tiga belas tahun. Ia menikahi putri raja yang memberinya dua putra; yaitu Raden Rahmat atau Sunan Ampel dan Sayid Ali Murtadha atau Raden Santri. Setelah cukup menjalankan misi dakwah di negeri itu, ia hijrah ke pulau Jawa dan meninggalkan keluarganya. Setelah dewasa, kedua anaknya mengikuti jejaknya menyebarkan agama Islam di pulau Jawa. Maulana Malik Ibrahim dalam cerita rakyat terkadang juga disebut dengan nama Kakek Bantal. Ia mengajarkan cara-cara baru bercocok tanam. Ia merangkul masyarakat bawah, dan berhasil dalam misinya mencari tempat di hati masyarakat sekitar yang ketika itu tengah dilanda krisis ekonomi dan perang saudara. Selain itu, ia juga sering mengobati masyarakat sekitar tanpa biaya. Sebagai tabib, diceritakan bahwa ia pernah diundang untuk mengobati istri raja yang berasal dari Champa. Besar kemungkinan permaisuri tersebut masih kerabat istrinya.

Wafat Setelah selesai membangun dan menata pondokan tempat belajar agama di Leran, tahun 1419 Maulana Malik Ibrahim wafat. Makamnya kini terdapat di desa Gapura Wetan, Gresik, Jawa Timur. Saat ini, jalan yang menuju ke makam tersebut diberi nama Jalan Malik Ibrahim. Legenda Lain tentang Sunan Gresik Matahari baru saja tenggelam di Desa Tanggulangin, Gresik, Jawa Timur. Rembulan dan bintang giliran menyapa dengan sinarnya yang elok. Penduduk desa tampak ceria menyambut cuaca malam itu. Sebagian mereka berbincang santai di beranda, duduk lesehan di atas tikar. Mendadak terdengar suara gemuruh. Makin lama makin riuh. Sejurus kemudian, dari balik pepohonan di perbatasan desa terlihat gerombolan pasukan berkuda --berjumlah sekitar 20 orang. Warga Tanggulangin berebut menyelamatkan diri --bergegas masuk ke rumahnya masing-masing. Kawanan tak diundang itu dipimpin oleh Tekuk Penjalin. Ia berperawakan tinggi, kekar, dengan wajah bercambang bauk. ''Serahkan harta kalian,'' sergah Penjalin, jawara yang tak asing di kawasan itu. ''Kalau menolak, akan kubakar desa ini.'' Tak satu pun penduduk yang sanggup menghadapi. Mereka memilih menyelamatkan diri, daripada ''ditekuk-tekuk'' oleh Penjalin. Merasa tak digubris, kawanan itu siap menghanguskan Tanggulangin. Obor-obor hendak dilemparkan ke atap rumahrumah penduduk. Tetapi, mendadak niat itu terhenti. Sekelompok manusia lain, berpakaian putih-putih, tibatiba muncul entah dari mana. Rombongan ini dipimpin Syekh Maulana Malik Ibrahim, ulama terkenal yang mulai meluaskan pengaruhnya di wilayah Gresik dan sekitarnya. Ghafur, seorang murid Syekh, maju ke depan. Dengan sopan ia mengingatkan kelakuan tak terpuji Penjalin. Penjalin tentu tak terima. Apalagi, orang yang mengingatkannya sama sekali tak dikenal di rimba persilatan Gresik. Dalam waktu singkat, terjadilah pertarungan seru. Penduduk Tanggulangin, yang melihat pertempuran itu, rame-rame keluar, lalu membantu Ghafur. Akhirnya, Penjalin dan pasukannya kocar-kacir. Tapi, Penjalin tak mau menuruti perintah Ghafur agar membubarkan anak buahnya. Ghafur tak punya pilihan lain, ia harus membunuh Penjalin. Baru saja tiba pada keputusan itu, tiba-tiba wajahnya diludahi Penjalin. Ghafur marah sekali. Aneh, di puncak kemarahan itu, ia malah melangkah surut. Penjalin terperangah. ''Mengapa tak jadi membunuh aku?'' ia bertanya. Ghafur menjawab, ''Karena kamu telah membuatku marah, dan aku tak boleh menghukum orang dalam keadaan marah.'' Mendengar ''dakwah'' ini, disusul oleh perbincangan singkat, Penjalin dan gerombolannya menyatakan tertarik memeluk agama Islam. Petikan di atas merupakan satu dari dua kisah populer tentang perjalanan dakwah Syekh Maulana Malik Ibrahim, yang juga dikenal sebagai Sunan Gresik. Satu cerita lagi yang kerap ditulis pengarang buku-buku Maulana Malik Ibrahim adalah pertemuannya dengan sekawanan kafir di tengah padang pasir. Ketika itu, mereka hendak menjadikan seorang gadis sebagai tumbal meminta hujan kepada dewa. Pedang sudah dihunus. Sunan Gresik mendinginkan mereka dengan pembicaraan yang lembut, kemudian memimpin salat Istisqa' -untuk memohon hujan. Tak lama kemudian langit mencurahkan butir-butir air, Kawanan kafir itu memeluk agama Islam. Di kalangan Wali Songo, Maulana Malik Ibrahim disebut-sebut sebagai wali paling senior, alias wali pertama. Ada sejumlah versi tentang asal usul Syekh Magribi, sebutan lain Sunan Gresik itu. Ada yang mengatakan ia berasal dari Turki, Arab Saudi, dan Gujarat (India). Sumber lain menyebutkan ia lahir di Campa (Kamboja). Setelah cukup dewasa, Maulana Malik Ibrahim diminta ayahnya, Barebat Zainul Alam, agar merantau, berdakwah ke negeri selatan. Maka, bersama 40 anggota rombongan yang menyertainya, Malik mengarungi samudra berhari-hari. Mereka kemudian berlabuh di Sedayu, Gresik, pada 1380 M. Mengenai tahun ''pendaratan'' ini pun terdapat beberapa versi. Buku pegangan juru kunci makam Maulana Malik Ibrahim, misalnya, mencantumkan tahun 1392. Beberapa naskah lain bahkan menyebut tahun 1404. Rombongan Malik kemudian menetap di Desa Leran, sekitar sembilan kilometer di barat kota Gresik. Ketika itu, Gresik berada di bawah Kerajaan Majapahit.

raja tersebut adalah Angkawijaya. Karena itu. karena ia sanggup menerobos sekatsekat kasta. Dewi Sari. Ia menjual rupa-rupa makanan dengan harga murah. Sunan Gresik sendiri tak patah hati dengan kegagalan ''misi'' itu. dalam bukunya Geschiedenis van Java. yang jelas penguasa Majapahit itu akhirnya bersedia menemui rombongan Raja Cermain. Rakyat akan selalu merujuk dan berteladan pada perilaku raja. kalau dicocokkan dengan Babad Tanah Jawi. Dari sini. Sayang. mengislamkan raja merupakan pekerjaan yang sangat strategis. Konon. Tetapi menurut Wolbers. Malik melangkah ke tahap berikutnya: membuka praktek sebagai tabib. warungnya ramai dikunjungi orang. nama Angkawijaya tidak dikenal. Nama Angkawijaya tercantum dalam Serat Kanda. rombongan Cermain singgah di Leran. Apalagi. pada 1419. Cuma. Kalau ia langsung berdakwah ke raja. raja Majapahit yang mempunyai selir Ni Raseksi adalah Prabu Brawijaya VII. Malik merasa belum puas sebelum berhasil mengislamkan Raja Majapahit. Sunan Gresik mendirikan masjid. yang menjadi raja di Cermain. Model belajar seperti inilah yang kemudian dikenal dengan nama pesantren. Raja Cermain akhirnya datang bersama putrinya. alias Damarwulan --suami Kencana Wungu. karena posisinya lebih rendah. Riwayat Maulana Malik Ibrahim. ia terbukti mampu menyembuhkan penyakit. kemungkinan besar raja yang dimaksud adalah Hyang Wisesa. Melihat tahunnya. Di situ disebutkan. di Malasyia. alias Wikramawardhana. Dalam mengajarkan ilmunya. Dalam waktu singkat. Tetapi Malik tahu diri. Banyak anggota rombongan Cermain yang tertular. dengan gaya menjauhi konfrontasi. Kendati pengikutnya terus bertambah. baik dalam Babad Tanah Jawi maupun Pararaton. bercabang-cabanglah cerita mengenai ''Raja Majapahit'' itu. Periode ini jadi ''bentrokan'' dengan masa hidup Maulana Malik Ibrahim.Dari sinilah Malik mulai meluncurkan dakwahnya. Mereka disertai puluhan pengawal. menurut catatan sejarah. dia adalah pengganti Mertawijaya. Sunan melalukan sesuatu yang sangat sederhana: membuka warung. ''agama resmi'' Kerajaan Majapahit. tiba-tiba merajalelalah wabah penyakit. Ia terus melanjutkan dakwahnya hingga wafat. Terlepas dari siapa sang raja sebenarnya. Kerajaan Cermain itu ada di Persia. pasti tak akan digubris. Ia paham betul. usaha mereka gagal total. Sambil menunggu perbaikan kapal. Dengan doa-doa yang diambil dari Al-Quran. . Wolbers. Tetapi J. yang memerintah pada 1389-1427. menurut Umar Hasyim dalam bukunya. Sebelum pulang ke negerinya. Malang tak bisa ditolak. tradisi Jawa sarat dengan kultur ''patron-client''. Angkawijaya mempunyai selir bernama Ni Raseksi. Setelah jumlah mereka makin banyak. Karena itu ia kemudian dijuluki ''Kakek Bantal''. Sunan Gresik pun seakan menjelma menjadi ''dewa penolong''. Berangsur-angsur. tetapi menolak masuk Islam.. jumlah pengikutnya terus bertambah. Di tengah komunitas Hindu di kawasan itu. Prabu Brawijaya VII memerintah pada 1498-1518. Dewi yang berwajah elok itu akan dipersembahkan kepada Raja Majapahit. Sang raja cuma mau menerima Dewi Sari. bahkan meninggal. Ia juga merasa perlu membangun bilikbilik tempat menimba ilmu bersama. Ia memperlakukan semua orang sama sederajat. Sunan Gresik cepat dikenal. Tetapi. mereka menetap di rumah Sunan Gresik. Malik punya kebiasaan khas: meletakkan Al-Quran atau kitab hadis di atas bantal. Ada yang menyebut raja itu Prabu Brawijaya V. Repotnya. menyebut Cermain tak lain adalah Kerajaan Gedah. Raja Cermain dan sebagian kecil pengawalnya akhirnya bisa pulang ke negeri mereka. ''Bargaining'' seperti ini tentu diotolak rombongan Cermain. Termasuk Dewi Sari. alias Kedah. ia tak pernah mau dibayar. Sebagian besar masyarakat setempat ketika itu menganut Hindu. Karena itu ia meminta bantuan sahabatnya.

Saifuddin Zuhri (1979) berkeyakinan bahwa Champa adalah sebutan lain dari Jeumpa dalam bahasa Aceh. dan beliau kemudian diambil menantu oleh raja Cempa. kalau benar bahwa Champa itu bukan yang di Annam Indo Cina. Ibrahim atau Sunan Bonang. serta Syarifuddin atau Raden Kosim yang kemudian dikenal dengan sebutan Sunan Drajat atau kadang-kadang disebut Sunan Sedayu. Sunan Ampel memperoleh lima orang anak. Raden Maulana Makdum. Negeri Cempa ini menurut sebagian ahli sejarah terletak di Muangthai. suka menolong dan mempunyai keprihatinan sosial yang tinggi terhadap masalah-masalah sosial. Ia dilahirkan tahun 1401 Masehi di Champa.Para ahli kesulitan untuk menentukan Champa disini. Ibunya bernama Dewi Chandrawulan. Sekilas Sejarah Sunan Ampel Di Rusia selatan ada sebuah daerah yang disebut Bukhara. dijodohkan dengan putri raja Cempa yang bernama Dewi Candrawulan. Siti Sofiah. sebab belum ada pernyataan tertulis maupun prasasti yang menunjukkan Champa di Malaka atau kerajaan Jawa. Bukhara ini terletak di Samarqand.Dari tangannya lahir para pendakwah Islam kelas satu di bumi tanah jawa. Sedangkan adik Dewi Candrawulan yang bernama Dewi Dwarawati diperistri oleh Prabu Brawijaya Majapahit. yaitu: Siti Syare’at. ibu Raden Fatah. Di Samarqand ini ada seorang ulama besar bernama Syekh jamalluddin Jumadil Kubra. seorang Ahlussunnah bermahzab Syafi’i. oleh karena itu Champa berada dalam wilayah kerejaan Aceh. Dewi Karimah. Perintah ini dilaksanakan. Sejak dahulu daerah yang disebut Bukhara. Ayah Sunan Ampel atau Raden Rahmat bernama Maulana Malik Ibrahim atau Maulana Maghribi.SUNAN AMPEL (RADEN RAHMAT) Sunan Ampel merupakan salah seorang anggota Walisanga yang sangat besar jasanya dalam perkembangan Islam di Pulau Jawa. dikaruniai dua orang anak yaitu: Dewi Murtasih yang menjadi istri Raden Fatah (sultan pertama kerajaan Islam Demak Bintoro) dan Dewi Murtasimah yang menjadi permaisuri Raden Paku atau Sunan Giri. saudara kandung Putri Dwarawati Murdiningrum. Dewi Chandrawati. dan nama Ampel atau Ampel Denta itu dinisbatkan kepada tempat tinggalnya. Hamka (1981) berpendapat sama. Nama asli Sunan Ampel adalah Raden Rahmat. Sunan Ampel juga dikenal mempunyai akhlak yang mulia. Dengan demikian Raden Rahmat itu keponakan Ratu Majapahit dan tergolong putra bangsawan atau pangeran . Sedangkan sebutan sunan merupakan gelar kewaliannya. istri raja Majapahit Prabu Brawijaya V. Karena berasal dari Samarqand maka Ibrahim kemudian mendapat tambahan Samarqandi. Sunan Ampel dikenal sebagai orang yang berilmu tinggi dan alim. sebuah tempat dekat Surabaya1. Dengan Istri keduanya. sangat terpelajar dan mendapat pendidikan yang mendalam tentang agama Islam. Siti Mutmainah. Dengan istri pertamanya. yang kemudian dikenal dengan sebutan Sunan Gresik. Dari perkawinannya dengan Dewi Candrawulan maka Ibrahim Asmarakandi mendapat dua orang putra yaitu Raden Rahmat atau Sayyid Ali Rahmatullah dan raden Santri atau Sayyid Alim Murtolo. beliau mempunyai seorang putra bernama Ibrahim. Sunan Ampel adalah bapak para wali. Orang jawa sangat sukar mengucapkan Samarqandi maka mereka hanya menyebutkan sebagai Syekh Ibrahim Asmarakandi. Bukhara ini terletak di Samarqand. sesuai Enscyclopaedia Van Nederlandsch Indie. Syekh Ibrahim Asmarakandi ini diperintah oleh ayahnya yaitu Syekh Jamalluddin Jumadil Kubra untuk berda’wah ke negara-negara Asia. Sejak dahulu daerah Samarqand dikenal sebagai daerah Islam yang menelorkan ulama-ulama besar seperti sarjana hadist terkenal yaitu Imam Bukhari yang mashur sebagai perawi hadits sahih. Istri Sunan Ampel ada dua yaitu: Dewi Karimah dan Dewi Chandrawati. tetapi di Aceh.

Ario Damar tidak diperkenankan menggauli putri Cina itu sampai si jabang bayi terlahir ke dunia. “Sudah kuusahakan menambah bikhu dan brahmana untuk mendidik dan memperingatkan mereka tapi kelakuan mereka masih tetap seperti semula.kerajaan.” “Tentu saja aku akan merasa senang bila Rama Prabu di Cempa bersedia mengirimkan Sayyid Ali Rahmatullah ke Majapahit ini. Raja Majapahit sangat senang mendapat istri dari negeri Cempa yang wajahnya tidak kalah menarik dengan Dewi Sari. Sungguh berbahaya bila hal ini dibiarkan berlarut-larut. foya-foya. . bahkan guru-guru agama Hindu dan Budha itu dianggap sepele. namanya Sayyid Ali Rahmatullah. Kerajaan Majapahit sesudah ditinggal mahapatih Gajah Mada dan Prabu Hayam Wuruk mengalami kemunduran drastis. Bayi dari rahim Dewi Kian itulah yang nantinya bernama Raden Hasan atau lebih terkenal dengan nama Raden Patah. “Betulkah ?” tanya sang Prabu. salah seorang murid Sunan Ampel yang menjadi raja di Demak Bintoro. Dengan memberanikan diri ia mengajukan pendapat kepada suaminya. dan akhirnya berda’wah di Gresik mendapat sebutan Raden Santri. Kerajaan terpecah belah karena terjadinya perang saudara. Madura dan sampai ke Bima. beliau wafat dan dimakamkan di Gresik. Hal ini membuat sang Prabu bersedih hati. tepatnya di desa Gesikharjo.” Kata Raja Brawijaya. melainkan mendarat di Tuban.” sahut Prabu Brawijaya. ayah Sayyid Ali Rahmat adalah Syekh Maulana Ibrahim Asmarakandi dan kakaknya bernama Sayyid Ali Murtadho. Sayyid Murtadho kemudian meneruskan perjalanan. Lebih-lebih lagi dengan adanya kebiasaan buruk kaum bangsawan dan para pangeran yang suka berpesta pora dan main judi serta mabuk-mabukan. Maka pada suatu hari diberangkatkanlah utusan dari Majapahit ke negeri Cempa untuk meminta Sayyid Ali Rahmatullah datang ke Majapahit. Negara bisa rusak karenanya. seorang putri Cina yang diberikan kepada Adipati Ario Damar di Palembang. Sayyid Ali Rahmatullah meneruskan perjalanan ke Majapahit menghadap Prabu Brawijaya sesuai permintaan Ratu Dwarawati. “Lalu apa tindakan Kanda Prabu ?” “Aku masih bingung. putra dari kanda Dewi Candrawulan di Negeri Cempa. Pajak dan upeti kerajaan tak banyak yang sampai ke istana Majapahit. Kedatangan utusan Majapahit disambut gembira oleh raja Cempa. banyak yang diberikan kepada para adipatinya yang tersebar di seluruh Nusantara. beliau berda’wah keliling ke daerah Nusa Tenggara. Tetapi di Tuban.” kata ratu Dwarawati. Disana beliau mendapat sambutan raja Pandita Bima. “Ya. “Kanda Prabu. dan raja Cempa tidak keberatan melepas cucunya ke Majapahit untuk meluaskan pengalaman.” “Ya. beliau dimakamkan didesa tersebut yang masih termasuk ke camatan Palang kabupaten Tuban. dan para adipati banyak yang tak loyal lagi kepada Prabu Hayam Wuruk yaitu Prabu Brawijaya Kertabhumi. Bila kanda berkenan saya akan meminta Ramanda Prabu di Cempa untuk mendatangkan Ali Rahmatullah ke Majapahit ini. Lebih sering dinikmati oleh para adipati itu sendiri. Keberangkatan Sayyid Ali Rahmat ke Tanah Jawa tidak sendirian. agaknya para ponggawa dan rakyat Majapahit sudah tidak takut lagi kepada Sang Hyang Widhi.” “Saya mempunyai seorang keponakan yang ahli mendidik dalam hal mengatasi kemerosotan budi pekerti. hal itulah yang membuatku risau selama ini. Ia ditemani oleh ayah dan kakaknya. Prabu Brawijaya sadar betul bila kebiasaan semacam itu diteruskan negara akan menjadi lemah dan jika negara sudah kehilangan kekuatan betapa mudahnya bagi musuh untuk menghancurkan Majapahit Raya. Syekh Maulana Ibrahim Asmarakandi jatuh sakit dan meninggal dunia. Ketika Dewi Kian di ceraikan dan diberikan kepada Ario Damar saat itu sedang hamil tiga bulan. Mereka tidak segan dan tidak merasa malu melakukan tindakan yang tidak terpuji. pesta pora.” kata sang Prabu. Salah satu contoh adalah istri yang bernama Dewi Kian. Diduga mereka tidak langsung ke Majapahit. Sehingga istri-istri lainnya diceraikan. mabuk dan judi sudah menjadi kebiasaan mereka bahkan para pangeran dan kaum bangsawan sudah mulai ikut-ikutan. Sebagaimana disebutkan di atas. Ratu Dwarawati. yaitu istri Prabu Brawijaya mengetahui kerisauan hati suaminya.

Langkah pertama yang dilakukan Raden Rachmat di Ampeldenta adalah membangun masjid sebagaimana yang dilakukan oleh Nabi sewaktu hijrah ke Madinah. Prabu Brawijaya sangat senang atas hasil didikan Raden Rahmat. Sunan Kalijaga.” “Terima kasih saya haturkan Gusti Prabu. dengan catatan bahwa rakyat tidak boleh dipaksa. Setelah Syekh Maulana Malik Ibrahim wafat. Beliau juga turut membantu mendirikan Masjid Agung Demak yang didirikan pada tahun 1477 M. Selanjutnya beliau lebih dikenal dengan sebutan Raden Rahmat.“Nanda Rahmatullah. murid dan menantunya sendiri. Dan sepanjang perjalanan itu beliau juga melakukan da’wah sehingga bertambahlah anggota rombongan yang mengikuti perjalanannya ke Ampeldenta. pada hari yang telah ditentukan berangkatlah rombongan Sayyid Ali Rahmatullah ke sebuah daerah di Surabaya yang disebut sebagai Ampeldenta. Seperti yang pernah tersebut dalam permusyawaratan para Wali di masjid Agung Demak. bersediakah engkau memberikan pelajaran atau mendidik kaum bangsawan dan rakyat Majapahit agar mempunyai budi pekerti mulia ?” tanya sang Prabu. menjadi penguasa daerah tersebut maka kemudian beliau dikenal sebagai Sunan Ampel.” jawab Sayyid Ali Rahmatullah. Raden Rahmatpun memberi penjelasan bahwa tidak ada paksaan dalam beragama. minum arak atau bermabuk-mabukkan.” “Bagus !” sahut sang Prabu. para pangeran pada jaman dulu di tandai dengan nama depan Raden. madat atau menghisap madu dan madon atau main perempuan yang bukan isterinya. mencuri. Salah satu diantara empat tiang utama masjid Demak hingga sekarang masih diberi nama sesuai dengan yang membuatnya yaitu Sunan Ampel. Beberapa murid dan putra Sunan Ampel sendiri juga menjadi anggota Wali Songo. Di sanalah kau akan mendidik para bangsawan dan pangeran Majapahit agar berbudi pekerti mulia. Raden Rahmat diperbolehkan menyiarkan agama Islam di wilayah Surabaya bahkan diseluruh Majapahit. sebagai Mufti atau pemimpin agama Islam se Tanah Jawa. mereka adalah Sunan Giri. Hasil didikan beliau yang terkenal adalah falsafah Mo Limo atau tidak mau melakukan lima hal tercela yaitu: main judi. “Dengan senang hati Gusti Prabu. karena dia adalah menantu raja Majapahit. “Bila demikian kau akan kuberi hadiah sebidang tanah berikut bangunannya di Surabaya. . Raja menganggap agama Islam itu adalah ajaran budi pekerti yang mulia. Selama dalam perjalanan banyak hal-hal aneh di jumpai rombongan itu. Dengan demikian Sayyid Ali Rahmatullah adalah salah seorang Pangeran Majapahit. hal ini didukung oleh Sunan Giri dan Sunan Drajad. Sunan Bonang. Dengan sikapnya yang sopan tutur kata halus Sayyid Ali Rahmatullah menjawab. Selanjutnya. Jasa beliau yang besar adalah pencetus dan perencana lahirnya kerajaan Islam dengan rajanya yang pertama yaitu Raden Patah. Disebutkan dalam literatur bahwa selanjutnya Sayyid Ali Rahmatullah menetap beberapa hari di istana Majapahit dan dijodohkan dengan salah satu putri Majapahit yang bernama Dewi Candrawati. Sunan Bonang dan Sunan Drajad adalah putra Sunan Ampel sendiri. Sunan Drajad. maka Sunan Ampel diangkat sebagai sesepuh Wali Songo. Selanjutnya beliau mendirikan pesantren tempat mendidik putra bangsawan dan pangeran Majapahit serta siapa saja yang mau datang berguru kapada beliau. Dan karena beliau menetap di desa Ampeldenta. Sunan artinya yang di junjung tinggi atau panutan masyarakat setempat. Diantaranya adalah pertemuan Sayyid Ali Rahmatullah dengan seorang gadis bernama Siti Karimah yang kemudian menjadi isterinya. saya akan berusaha sekuat-kuatnya untuk mencurahkan kemampuan saya mendidik mereka. hanya saja ketika dia diajak untuk memeluk agama Islam ia tidak mau. Semenjak Sayyid Ali Rahmatullah diambil menantu Raja Brawijaya maka beliau adalah anggota keluarga kerajaan Majapahit atau salah seorang pangeran. Sikap Sunan Ampel terhadap adapt istiadat lama sangat hati-hati. maka ketika Raden Rahmat kemudian mengumumkan ajarannya adalah agama Islam maka Prabu Brawijaya tidak menjadi marah.

Siti Alwiyah 6. sehingga membuat ummat semakin berhati-hati menjalankan syariat agama secara benar dan bersih dari segala macam bid’ah.” Adanya dua pendapat yang seakan bertentangan tersebut sebenarnya mengandung hikmah. Putra Sunan Ampel sendiri yaitu Sunan Bonang adalah pendukung pendapat Sunan Kalijaga. drajad para auliya muqorrobin dan meridhai segala amal beliau. Kehebatan para Wali tersebut memang mengagumkan. 4. dan ini terbukti. beliau dimakamkan di sebelah barat Masjid Ampel. “Saya setuju dengan pendapat Sunan Kalijaga. Dewi Murtasia yang diperistri Sunan Giri. Sunan Ampel wafat pada tahun 1478 M. sebagai bukti adalah kesiapan mereka dalam menerima adanya perbedaan pendapat. kita bisa memberinya warna Islam sesuai dengan selera masyarakat. gamelan dan wayang kulit. Itulah jiwa besar yang dimiliki para Wali. adanya pendapat Sunan Ampel yang menginginkan Islam harus disiarkan dengan murni dan konsekwen juga mengandung hikmah kebenaran yang hakiki. saya mempunyai keyakinan bahwa di belakang hari akan ada orang yang menyempurnakannya. Dalam hal adat istiadat rakyat Jawa sudah jelas Sunan Ampel berbeda pendapat dengan Sunan Kudus. Sunan Drajad atau Raden Qosim yang juga putra Sunan Ampel pada akhirnya juga memanfaatkan gamelan sebagai media dakwah yang ampuh untuk mendekati rakyat Jawa agar mau menerima Islam. Tetapi mereka tetap bisa hidup rukun damai tanpa terjadi percekcokan yang menjurus pada pertikaian. Siti Asikah yang diperistri Raden Patah. Adapun dari perkawinannya dengan Nyai Karimah putri Ki Wiryosaroyo beliau dikaruniai dua orang putri yaitu : 1. Sunan Kalijaga dan Sunan Gunung Jati. bersaji. Pada prinsipnya mereka mau menerima Islam lebih dahulu dan sedikit demi sedikit kemudian mereka akan diberi pengertian akan kebersihan tauhid dalam iman mereka. Raden Qosim atau Sunan Drajad. 2. Sebaliknya. Bahkan Sunan Kalijaga yang terkenal sebagai pelopor penjaga aliran lama itu menjadi menantu Sunan Ampel. Mendengar pendapat Sunan Kalijaga tersebut bertanyalah Sunan Ampel : “Apakah tidak mengkwatirkan di kemudian hari bahwa adat istiadat dan upacara lama itu nanti dianggap sebagai ajaran yang berasal dari agama Islam ? Jika hal ini dibiarkan nantinya akan menjadi bid’ah ?” Dalam musyawarah itu Sunan Kudus menjawab pertanyaan Sunan Ampel. Pendapat Sunan Kalijaga dan Sunan Kudus ada benarnya yaitu agar agama Islam cepat diterima oleh orang Jawa. Dewi Mursimah yang diperistri Sunan Kalijaga. Adapun tentang kekuatiran Kanjeng Sunan Ampel. bahwa adat istiadat lama yang masih bisa diarahkan kepada agama Tauhid maka kita akan memberinya warna Islami. . Maulana Makdum Ibrahim atau Sunan Bonang. 3. Sebagai misal. Sedang adat dan kepercayaan lama yang jelas-jelas menjurus kearah kemusyrikan kita tinggal sama sekali. Maulana Akhmad atau Sunan Lamongan. Saling menghargai medan perjuangan masing-masing anggotanya. Semoga Allah manaikkan beliau ke derajat yang tinggi. Dari perkawinannya dengan Dewi Candrawati atau Nyai Ageng Manila Sunan Ampel mendapat beberapa putra di antaranya : 1. 2. dikarenakan dua Wali tersebut pandai mengawinkan adat istiadat lama yang dapat ditolelir Islam maka penduduk Jawa banyak yang berbondong-bondong masuk agama Islam.Pada waktu itu Sunan Kalijaga mengusulkan agar adat istiadat Jawa seperti selamatan. kesenian wayang dan gamelan dimasuki rasa keislaman. Setiap hari banyak orang yang berziarah ke makam beliau bahkan pada malam harinya juga. Siti Mutmainah 5.

Namun kelahiran Sunan Giri ini dianggap rakyat Blambangan sebagai pembawa kutukan berupa wabah penyakit di kerajaan Blambangan. seorang mubaligh Islam dari Asia Tengah. Dewi Sekardadu berlari mengejar bayi yang barusaja dilahirkannya. Jamaluddin Akbar al-Husaini (Maulana Akbar). Ia lahir di Blambangan (Banyuwangi) pada tahun Saka Candra Sengkala “Jalmo orek werdaning ratu” (1365 Saka). Umumnya pendapat tersebut adalah berdasarkan riwayat pesantren-pesantren Jawa Timur. dan wafat pada tahun Saka Candra Sengkala “Sayu Sirno Sucining Sukmo” (1428 Saka) di desa Giri.SUNAN GIRI Biografi Sunan Giri atau yang mempunyai nama lain Raden Paku. Alwi Ammi al-Faqih. Kebomas. Abdullah (al-Azhamat) Khan. Muhammad Shahib Mirbath. Gresik. Kebomas. Prabu Satmata. dan 'Ainul Yaqin (Sunan Giri). Gresik pada tahun Saka nuju tahun Jawi Sinong milir (1403 Saka). Awak kapalpun memutar haluan kembali pulang ke Gresik untuk memberikan temuannya itu kepada Nyai Gede Pinatih seorang saudagar perempuan di Gresik sebagai pemilik kapal. Alwi Awwal. Perbukitan itulah yang kemudian ditempati untuk mendirikan sebuah pesantren Giri di sebuah perbukitan di desa Sidomukti. Ahmad AlMuhajir. Peti itu bercahaya berkilauan laksana kapal kecil di tengah laut. Nyai Gede Pinatih keheranan dan sangat menyukai bayi itu dan mengangkanya sebagai anak dengan memberikan nama Joko Samudra. . dengan Dewi Sekardadu. Dengan berbekal segumpal tanah yang diberikan oleh ayahandanya sebagai contoh tempat yang diinginkannya. Kelahiran Sunan Giri disambut Prabu Menak Sembuyu dengan membuatkan peti terbuat dari besi untuk tempat bayi dan memerintahkan kepada para pengawal kerajaan untuk menghanyutkannya ke laut. Ubaidullah. Ali Zainal Abidin. Kebomas. Maka didatangilah bukit itu dan di lihat kesamaanya dan ternyata memang benar-benar sama dengan tanah yang diberikan oleh ayahnya. ia dikenal masyarakat dengan sebutan Sunan Giri. Peti besi berisi bayi itu terombang-ambing ombak laut terbawa hinga ke tengah laut. Di sinilah. Muhammad al-Naqib. mengambil dan membukanya peti yang bersinar itu. Setelah tiga tahun berguru kepada ayahnya. Sunan Giri juga merupakan keturunan Rasulullah SAW. Sultan Abdul Faqih. Joko Samudra dibawa ibunya ke Surabaya untuk berguru ilmu agama kepada Raden Rahmat (Sunan Ampel) atas permintaannya sendiri. Awak kapal terkejut setelah tahu bahwa isi dari peti itu adalah bayi laki-laki yang molek dan bercahaya. maka petunjuk itupun datang dengan adanya bukit yang bercahaya. untuk mendalami ajaran Islam di Pasai sebelum menunaikan keinginannya untuk melaksanakan ibadah Haji. yaitu melalui jalur keturunan Husain bin Ali. Ali al-Uraidhi. Siang dan malam menyusuri pantai dengan tidak memikirkan lagi akan nasib dirinya. Gresik. Ali Khali' Qasam. putri Prabu Menak Sembuyu penguasa wilayah Blambangan pada masa-masa akhir Majapahit. Abdul Malik (Ahmad Khan). Pesantren ini merupakan pondok pesantren pertama yang ada di kota Gresik. Dalam bahasa Jawa. giri berarti gunung. Raden ‘Ainul Yaqin berkelana untuk mencari dimana letak tanah yang sama dengan tanah yang diberikan oleh ayahanya. Awak kapal itu kemudian menghampiri. Sejak itulah. Sunan Giri merupakan buah pernikahan dari Maulana Ishaq. Alwi ats-Tsani. Joko Samudra mengetahui cerita mengenai jalan hidup masa kecilnya. Tak ayal cahaya itu terlihat oleh sekelompok awak kapal (pelaut) yang hendak berdagang ke pulau Bali. Saat mulai remaja diusianya yang 12 tahun. Mereka diterima oleh Maulana Ishaq yang tak lain adalah ayahnya sendiri. Muhammad Al-Baqir. dan catatan nasab Sa'adah BaAlawi Hadramaut. Raden 'Ainul Yaqin dan Joko Samudra adalah nama salah seorang Wali Songo yang berkedudukan di desa Giri. Maulana Ishaq. Raden Paku atau lebih dikenal dengan Raden 'Ainul Yaqin diperintahkan gurunya yang tak lain adalah ayahnya sendiri itu untuk kembali ke Jawa untuk mengembangkan ajaran islam di tanah Jawa. Dengan bertafakkur dan meminta pertolongan serta petunjuk dari Allah SWT. Jawa Timur. Ja’far Ash-Shadiq. Dewi Sekardadupun meninggal dalam pencariannya. Muhammad Sahibus Saumiah. Isa ar-Rummi. Sunan Ampel mengirimnya beserta Makdhum Ibrahim (Sunan Bonang). Sunan Ampel mengetahui identitas sebenarnya dari murid kesayangannya itu. Tak berapa lama setelah mengajarnya. Ahmad Syah Jalal (Jalaluddin Khan). Berita itupun tak lama terdengar oleh Dewi Sekardaru.

Pengaruh pesantren Giri terus berkembang sampai menjadi kerajaan yang disebut Giri. Karena itu. Di tengah hening malam. Di sebuah perbukitan di Desa Sidomukti. Pesantren Giri merupakan pusat ajaran tauhid dan fikih. Menurut Babad Tanah Jawi. ''Memang banyak orang yang tidak tahu situs ini. Sunan Kalijaga menganggap cara berdakwah Sunan Giri kaku. Di sanalah. Syekh Maulana Ishak. Kerajaan Giri Kedaton menguasai daerah Gresik dan sekitarnya selama beberapa generasi sampai akhirnya ditumbangkan oleh Sultan Agung. Lombok. bahkan sampai ke Madura. Sekretaris Yayasan Makam Sunan Giri. dan Maluku. Sulawesi dan Maluku. Selesai bertafakur. Tapi. Karena pengaruhnya yang luas saat itu Raden Paku mendapat julukan sebagai Raja dari Bukit Giri. Tempat ini tampak lengang pengunjung. Jor. aliran yang didukung Sunan Ampel dan Sunan Drajat. Di kalangan Wali nan Sembilan. sekitar satu kilometer dari makam Sunan Giri. dan Eropa. Sunan Giri dianggap sebagai pemimpin kaum ''putihan''. Paham ini mendapat sokongan dari Sunan Bonang. Lombok.Pesantren Giri kemudian menjadi terkenal sebagai salah satu pusat penyebaran agama Islam di Jawa. yang kemudian ditetapkan sebagai hari jadi Kabupaten Gresik. Sunan Kalijaga mencari jalan tengah. Terdapat beberapa karya seni tradisonal. Diriwayatkan. Ketika Sunan Ampel. Sunan Kudus. Namun. menurut Sunan Giri. bila tiba masanya. Ada juga bekas tempat wudu berupa kolam berukuran 1 x 1 meter. Perjalanan Sunan Giri SELAMA 40 hari. ''Aliran Tuban'' --Sunan Kalijaga cs-. Sejak itu pula Raden Paku dikenal sebagai Sunan Giri. ia kemudian mendirikan Pesantren Giri. Sunan Muria. murid Sunan Giri juga bertebaran sampai ke Cina. bahkan pengaruhnya sampai ke Madura. Tapi. Ia mengusulkan bentuk wayang diubah: menjadi tipis dan tidak menyerupai manusia. Tapi. Syahdan. Raden Paku bertafakur di sebuah gua. karena Sunan Giri meletakkan ajaran Islam di atas AlQuran dan sunah Rasul. konon. Ia tidak mau berkompromi dengan adat istiadat. Sunan Giri juga dikenal sebagai ahli politik dan ketatanegaraan. Menurut Sunan Kalijaga. Sumba. pemberian gelar itu jatuh pada 9 Maret 1487. dirikanlah pesantren di Gresik. sebetulnya. serta beberapa gending (lagu instrumental Jawa) seperti Asmaradana dan Pucung. dan Sunan Gunung Jati. meminta petunjuk Allah SWT. Di situs itu berdiri sebuah langgar berukuran 6 x 5 meter. Flores. tak ada peninggalan yang menunjukkan kebesaran Pesantren Giri --yang berkembang menjadi Kerajaan Giri Kedaton. Sumbawa. di daerah perbukitan itu hanya terlihat situs Kedaton. Mesir. Ia pernah menyusun peraturan ketataprajaan dan pedoman tata cara di keraton. menonton wayang tetap haram. Misalnya dengan wayang. Sulawesi. di antaranya adalah permainan-permainan anak seperti Jelungan. Dalam bahasa Sansekerta.ingin meramaikan peresmian itu dengan wayang. Sunan Giri diangkat menjadi penggantinya. dakwah hendaklah pula menggunakan pendekatan kebudayaan. pesan ayahnya. Akhirnya. Sejak itulah wayang beber berubah menjadi wayang kulit. tempat Sunan Giri mengajarkan agama Islam. sempat berdiri sebuah masjid. kepada GATRA. Arab. Perdebatan para wali ini sempat memuncak pada peresmian Masjid Demak. Kalimantan. Gula-gantiLir-ilir dan Cublak Suweng.'' kata Muhammad Hasan. Kalimantan. yang dianggapnya merusak kemurnian Islam. Raden Paku berangkat mengembara. ''giri'' berarti gunung. Ternate. ia diminta mencari tanah yang sama persis dengan tanah dalam sebuah bungkusan ini. ''ketua'' para wali. Kini. kembali terngiang: ''Kelak. karena gambar wayang itu berbentuk manusia. Atas usulan Sunan Kalijaga. Jawa yang sering dianggap berhubungkan dengan Sunan Giri. ia diberi gelar Prabu Satmata. Tak ada juga bekas-bekas istana. ingin mendirikan pesantren.'' Pesan yang tak terlalu sulit. Kebomas. . Ia bersimpuh. Pesantren Giri terkenal ke seluruh penjuru Jawa. wafat pada 1478. Pandangan politiknya pun dijadikan rujukan.

Setelah bertahun-tahun belajar. Sunan Ampel ingin mempertemukan Raden Paku dengan ayah kandungnya. ia disarankan berdakwah di daerah Blambangan. putri Raja Hindu Blambangan bernama Prabu Menak Sembuyu. Dewi Sekardadu. Keteguhannya memurnikan agama Islam juga diikuti para penerusnya. bila perempuan dijadikan saudara angkat sang dewi. ia hanya berpesan kepada Dewi Sekardadu --yang sedang mengandung tujuh bulan-. Prabu Menak Sembuyu melampiaskan kebenciannya kepada anak Maulana Ishak dengan membuangnya ke laut dalam sebuah peti. syarat Maulana Ishak pun dipenuhi. Pengaruh Sunan Giri ini tercatat dalam naskah sejarah Through Account of Ambon. Ketika itu. Setelah Dewi Sekardadu sembuh. Dewa Sekardadu dinikahkan dengan Maulana Ishak. peran Sunan Giri tercatat. untuk belajar agama Islam. Tapi. masyarakat Blambangan sedang tertimpa wabah penyakit.Menurut Dr. Ibunya Dewi Sekardadu. mereka kembali ke Jawa. tidak lepas dari peranan Sunan Giri. dan Ternate. kata sejarawan Jawa itu. Sebagai kerajaan.J. Setelah bertemu dengan Sunan Ampel. putra Raja Majapahit. bahkan mengutus orang kepercayaannya untuk membunuh Maulana Ishak. Sayangnya. Maulana Ishak akhirnya meninggalkan Blambangan. sang prabu mengutus Patih Bajul Sengara mencari pertapa sakti. mereka harus singgah dulu di Pasai. pemerintahan Giri lebih dikenal sebagai pemerintahan ulama dan pusat penyebaran Islam. diutus Sunan Ampel untuk menimba ilmu di Mekkah. H. serta berita orang Portugis dan Belanda di Kepulauan Maluku. Dalam pencarian itu. seperti Demak. jejak bangunan Pesantren Giri hampir tiada. peti tersebut ditemukan oleh awak kapal dagang dari Gresik. Raden Maulana Makhdum Ibrahim. Hitu. Kisah Sunan Giri bermula ketika Maulana Ishak tertarik mengunjungi Jawa Timur. Sunan Giri memangku jabatan tersebut. Menurut Dr. Konon. Semua tabib tersohor tidak berhasil mengobatinya. Sunan Giri lebih memilih jejak langkah ayahnya. Akhirnya raja mengumumkan sayembara: siapa yang berhasil mengobati sang Dewi. seorang ulama dari Gujarat yang menetap di Pasai. kedudukan Sunan Giri disamakan dengan Paus bagi umat Katolik Roma. kini Aceh.J. Tapi. untuk menemui Syekh Maulana Ishak. Dalam naskah tersebut. Ia malah iri menyaksikan Maulana Ishak berhasil mengislamkan sebagian besar rakyatnya. Kerajaan Demak Bintoro berdiri dan dianggap sebagai kerajaan Islam pertama di Jawa. Pengaruhnya. tak ada seorang pun yang sanggup memenangkan sayembara itu. juga tidak jelas batas wilayahnya. Resi inilah yang memberi ''referensi'' tentang Syekh Maulana Ishak. pada 1478. Bayi itu lalu diserahkan kepada Nyai Ageng Pinatih. Setelah itu. Sejak itulah. Rupanya. yang sedang menuju Pulau Bali. Kini. Sejak itu. Dalam Babad Demak pun. ikut terjangkit. sebenarnya. H. Pajang. Tapi. Selama 40 hari. Menginjak usia tujuh tahun. dan Mataram. anak itu diberi gelar ''Maulana `Ainul Yaqin''. Brawijaya Kertabhumi. Setelah itu. bayi laki-laki yang kemudian dinamai Joko Samudro itu diasuh dan dibesarkannya. Ia berusaha menghalangi syiar Islam. Joko Samudro dan putranya. Syekh Maulana Ishak. Padahal. Sebelum berangkat. lahirnya berbagai kerajaan Islam. Seluruh keluarga raja memeluk agama Islam. dan kembali ke Pasai. Rupanya. Ketika Kerajaan Majapahit runtuh karena diserang Raja Girindrawardhana dari Kaling Kediri. Merasa jiwanya terancam. Di tengah keputusasaan. Tampaknya. Sunan Giri dinobatkan menjadi raja peralihan. Pada saat itulah Maulana Ishak membekali Raden Paku dengan segenggam tanah. Setelah belajar selama tujuh tahun di Pasai. yang masih sepupunya. Karena kecerdasannya. De Graaf. pemilik kapal tersebut.agar anaknya diberi nama Raden Paku. melintas sampai ke luar Pulau Jawa. Tapi. De Graaf. Peranan Sunan Giri Dalam Perjuangan Wali Sanga Dimuka telah disebutkan bahwa hanya dalam tempo waktu tiga tahun Sunan Giri berhasil mengelola Pesantrennya hingga namanya terkenal ke seluruh Nusantara. jejak dakwah Sunan Giri masih membekas. kalau Prabu Menak Sembuyu dan keluarganya bersedia masuk Islam. atau khalifah bagi umat Islam. seperti Makassar. Resi Kandayana namanya. seorang raja barulah sah kerajaannya kalau sudah direstui Sunan Giri. sesudah pulang dari . Sunan Giri sudah menjadi raja di Giri Kedaton sejak 1470. patih sempat bertemu dengan seorang pertapa sakti. lalu memintanya mendirikan pesantren di sebuah tempat yang warna dan bau tanahnya sama dengan yang diberikannya. karena ingin menyebarkan agama Islam. Setelah bayi laki-laki itu lahir. ia menyerahkannya kepada Raden Patah. Bahkan putri Raja Blambangan. Joko Samudro dititipkan di padepokan Sunan Ampel. Prabu Menak Sembuyu tidak sepenuh hati menjadi seorang muslim. Alkisah. bila laki-laki akan dijodohkan dengannya. Maulana Ishak mau mengobati Dewi Sekardadu.

Sebagai Pemimpin Kaum Putihan Dalam menentukan hokum agama yang pada saat itu memang sedang menghadapi ujian adanya masalahmasalah ummat yang pelik. putih bersih seperti ajaran aslinya. Pemimpin kaum putihan adalah Sunan Giri yang didukung oleh Sunan Ampel dan Sunan Drajad. ia memperkenalkan diri kepada dunia. Ibadah menurut beliau haruslah sesuai dengan ajaran Nabi. Cara Sunan Giri membuat sumur atau sumber air itu sangat aneh dan gaib. Sunan Gunung Jati dan Sunan Muria. Demikian menurut De Graaf. kemudian berkedudukan di atas bukit di Gresik. Disekitar bukit tersebut sebenarnya dahulu jarang dihuni oleh penduduk dikarenakan sulitnya mendapatkan air. anak Islam Abangan ini adalah para pengikut Sunan Kalijaga yang didukung oleh Sunan Bonang. Mengikuti dari belakang terhadap kelakuan dan adat rakyat tetapi diusahakan untuk mempengaruhi sedikit demi sedikit agar mereka menerima Islam yang benar. tapi pada waktu itu tidak sampai terjadi ketegangan kedua pihak masih samasama berfaham Ahlussunah waljamaah dan bermahZab Syafi’i. Kepercayaan Hindu-Budha atau animesme dan dinamisme harus dikikis habis. Cina dan lain-lain. Disamping pesantrennya yang besar ia juga membangun masjid sebagai pusat ibadah dan pembentukan iman ummatnya. Itu sebabnya beliau sangat berpegang teguh kepada Al-Qur’an dan Hadits Nabi yang sahih. Kedua pihak sama-sama menyadari pentingnya pos mereka. Tujuan Aliran Islam Abangan ini adalah agar Islam cepat tersiar keseluruh penduduk Tanah Jawa. hanya beliau seorang yang mampu melakukannya. Pelaksanaan syariat Islam di bidang agama ibadah haruslah sesuai dengan ajaran aslinya yang termasuk di dalam Al-Qur’an dan Sunnah Rasul. Karena mahirnya beliau di bidang ilmu fiqih maka beliau mendapat sebutan Sultan Abdul Fakih. Sunan Kudus. melainkan berusaha menyenangkan hati mereka supaya mau mendekat kepada para ulama atau para Wali. Tetapi dengan adanya Sunan Giri masalah air itu dapat diatasi. Menurut Babat Tanah Jawa murid-murid Sunan Giri itu justru bertebaran hampir di seluruh penjuru benua besar. seperti Maluku. Perlu diketahui walaupun ada perbedaan dalam cara menyiarkan Islam. Semua itu adalah pengembara kebesaran nama Sunan Giri sebagai ulama besar yang sangat dihormati orang pada jamannya. seperti Eropa ( Rum ). Karena sikapnya ini maka Sunan Giri dan pengikutnya disebut kaum Putihan atau Islam Putih. Di atas gunung tersebut seharusnya ada istana karena dikalangan rakyat dibicarakan adanya Giri Kedaton ( Kerajaan Giri ) . Agar semua rakyat dapat menerima agama Islam. Membiarkan dahulu adat istiadat yang sukar diubah. Untuk para santri yang datang dari jauh beliau juga membangun asrama yang luas. Menghindarkan terjadinya konfrontasi secara langsung atau terjadinya kekerasan dalam menyiarkan agama Islam. Sunan Giri sangat berhati-hati. beliau kuatir terjerumus pada jurang kemusyrikan. Kalau ada Islam Putihan tentunya ada Islam Abangan. Itulah pendapat kaum Abangan yang dipimpin oleh Sunan Kalijaga. Lombok. karena itu mereka berpendapat : 1. dan ia menjadi orang pertama yang paling terkenal dari Sunan-sunan Giri yang ada. Murid-murid Sunan Giri berdatangan dari segala penjuru. Pihak Putihan menjaga kemurnian agama Islam agar tidak bercampur dengan faham yang berbau . Arab. Hitu dan Ternate. Di bidang tauhid beliau juga tak kenal kompromi dengan adat istiadat lama dan kepercayaan lama.pengembaraannya atau berguru ke Negeri Pasai. Untuk itu tidak ada salahnya penggunaan kesenian rakyat seperti gending dan wayang kulit sebagai media dakwah untuk mengumpulkan mereka. 4. sehingga tidak terjadi usaha kekerasan dalam menyebarkan Islam. Adat istiadat lama yang tidak sesuai dengan ajaran Islam harus dilenyapkan supaya tidak menyesatkan ummat dibelakang hari. mendekat dan bersedia mendengarkan keterangan apa sih ajaran agama Islam itu ? Jadi tidak dibenarkan menghalau rakyat dari kalangan ummat Islam. 3. Madura. Makasar. 2. Islam Putihan ini artinya adalah dalam beragama mengikuti jalan lurus. tidak boleh dicampuri dengan berbagai kepercayaan lama yang justru bertentangan dengan agama Islam. Tujuan utama kaum Abangan adalah merebut simpati rakyat sehingga rakyat mau diajak berkumpul. Maksudnya ialah mengambil ikannya tanpa mengeruhkan airnya 5. atau tidak merubah adat yang berat ditiadakan. Bagian adat yang tidak sesuai dengan ajaran Islam tetapi mudah dihilangkan maka ditiadakan. Mesir.

Sebab Raden Patah adalah pewaris utama kerajaan Majapahit. Dengan demikian . yaitu menyebarkan agama Islam tanpa kekerasan. Dan Sunan Giri sebagai raja pertama bergelar Prabu Satmata. Usul Sunan Kalijaga ditolak oleh Sunan Giri. Jasa beliau sungguh besar bagi perjuangan Wali Songo. Jika Sunan Kalijaga mengusulkan peresmian Masjid Demak itu dengan membuka pegelaran wayang kulit. Sunan Ampel wafat pada tahun 1478. penasehat bagian politik Demak digantikan oleh Sunan Kalijaga. Lebih mirip karikatur seperti bentuk wayang yang ada sekarang ini. “Tanpa diserbupun Kerajaan Majapahit sudah keropos dari dalam. Kita tak usah ikut-ikutan merebut tahta Majapahit yang hanya mencemarkan keagungan agama yang kita anut. karena wayang yang bergambar manusia itu haram hukumnya dalam ajaran Islam. Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa pesantren Giri kemudian berubah menjadi kerajaan Giri yang sering disebut Giri Kedaton. Tidak lama setelah beliau meninggal dunia. “Apa kata orang nanti bila seorang anak durhaka menyerang dan merebut tahta ayahnya sendiri ? Saya kira Kerajaan Majapahit akan sirna dengan sendirinya. Sedangkan pihak Abangan adalah mengajak masyarakat atau rakyat secepatnya menjadi pemeluk agama Islam. Sunan Kalijaga yang berjiwa besar kemudian mengadakan kompromi dengan Sunan Giri. yang arti sebenarnya adalah Sunan Giri yang menata. Lagi pula Prabu Brawijaya Kertabumi itu masih ayah kandung Raden Patah selaku Pangeran Demak Bintoro. Maka perdebatan tentang peresmian Masjid Demak bisa diatasi. Peresmian Masjid Demak Dalam peresmian Masjid Demak. Bila sudah menjadi pemeluk Islam tinggal menyempurnakan iman mereka saja. Karena tak bisa disebut sebagai gambar manusia maka akhirnya Sunan Giri menyetujui wayang kulit itu digunakan sebagai media dakwah. Peresmian itu akan diawali dengan shalat Jum’at. Sunan Ampel dan Sunan Giri yang masih terhitung keluarga kerajaan Majapahit memang dianggap Prabu Brawijaya sebagai pembesar atau para Pangeran Majapahit yang berkuasa didaerah masing-masing. Ketika beberapa wali mengusulkan untuk menyerbu Majapait. demikian menurut Sunan Giri.” Ramalan Sunan Ampel memang benar. Beliaulah yang paling tidak setuju atas beberapa usul agar Raden Patah segera menyerang Majapahit agar Demak dapat berdiri sebagai kerajaan Islam merdeka tanpa harus tunduk kepada Majapahit. kemudian diadakan dakwah dan rakyat berkumpul boleh masuk setelah mengucapkan syahadat. Sebelumnya Sunan Kalijaga telah merubah bentuk wayang kulit sehingga gambarannya tidak bisa disebut sebagai gambar manusia lagi. karena itu. Sunan Ampel adalah Penasehat bagian politik Demak. maka Sunan Giri mengusulkan agar Masjid Demak diresmikan pada saat hari jum’at sembari melaksanakan shalat jamaah Jum’at. Adipati Keling atau Kediri bernama Girindrawardhana menyerbu kerajaan Majapahit. Para Wali mengadakan sidang sesudah jatuhnya Majapahit oleh serangan menyerang Prabu Girindrawardhana yang berkuasa di Majapahit. Sunan Ampel menyatakan ketidak setujuannya. Prabu Satmata Dan Giri Kedaton Semakin hari pengaruh Sunan Giri semakin besar. Setelah Sunan Ampel wafat. Dengan demikian Sunan Ampel adalah orang yang paling tahu situasi kerajaan Majapahit. kemudian diteruskan dengan pertunjukan wayang kulit yang dinamakan oleh Ki Dalang Sunan Kalijaga. Kekuatan spiritualnya juga semakin luas.syirik. Sunan Kalijaga membawa wayang kreasinya itu dihadapan sidang para Wali. Sunan Kalijaga mengusulkan agar dibuka dengan pertunjukan wayang kulit yang pada waktu itu bentuknya masih wayang beber yaitu gambar manusia yang dibeber pada sebuah kulit binatang. maka Sunan Girilah yang diangkat sebagai sesepuh Wali Songo atau Mufti ( pemimpin agama se Tanah Jawa ). Pemimpin para dewa dalam pewayangan oleh Sunan Kalijaga dinamakan Sang Hyang Girinata. Sunan Kalijaga memberi tanda khusus pada momentum penting itu. Sunan Ampel berkuasa di Surabaya dan Sunan Giri berkuasa di Giri Gresik. Ada yang menyebutkan bahwa Prabu Kertabumi atau Ayah Raden Patah itu tewas dalam serangan mendadak yang dilakukan Prabu Girindrawardhana dari Kediri.” Kata Sunan Ampel. beberapa adipati yang masih beragama Hindu sudah banyak yang ingin merebut kekuasaan. Sedang Sunan Giri dianggap sesepuh yang sering dimintai pertimbangan di bidang politik kenegaraan. Perubahan bentuk wayang kulit itu adalah dikarenakan sanggahan Sunan Giri.

Tetapi serangan itu dapat dipatahkan oleh Sunan Giri. Disana ada sepasang naga dari ukiran batu yang mirip dengan angsa. tanpa di campuri kepercayaan atau adapt istiadat lama. Begawan itu tertawa terbahak-bahak sembari memperolok-olok kebodohan Sunan Giri. Diantara permainan anak-anak yang dicintanya ialah sebagai berikut : Diantara anak-anak yang bermain ada yang menjadi pemburu.” . Cublak-ublak Suweng. Begawan Mintasemeru menciptakan sepasang angsa jantan dan betina.” kata Sunan Giri. Diantara adu kesaktian beragam jenisnya itu. Jithungan dan Delikan. Pada akhirnya Begawan Mintasemeru menyerah kalah. kemudian menyebarkan agama Islam di Gunung Lawu. Tentu saja sang Begawan merasa teramat malu. Arti permainan tersebut adalah seseorang yang sudah berpegang teguh kepada agama Islam Tauhid maka ia akan selamat dari ajakan setan atau iblis yang dilambangkan sebagai pemburu. demikian tanya Begawan Mintasemeru menguji Sunan Giri. Selanjutnya dikatakan bahwa Begawan Mintasemeru masih mendemonstrasikan beberapa kesaktiannya yang menakjubkan. Sesudah itu dia kembali menemui Sunan Giri. Beliau pernah menjadi hakim dalam perkara pengadilan Syekh Siti Jenar. Brahmana ini sengaja datang ke Giri Kedaton untuk menentang Sunan Giri adu kesaktian. ayo gage dha dolanan. “Yang Tuan tanam adalah sepasang naga jantan dan betina!” jawab Sunan Giri dengan tenangnya. karena Sunan Giri dianggap salah satu kerabat Prabu Kertabumi. nundhung begog hangetikar. Sang Begawan menurut. Legenda tentang adu tebak kewaskitaan itu diabadikan dalam monumen patung sepasang naga di tangga masuk ke makam Sunan Giri yaitu tangga yang sebelah selatan.ketika Demak menyerbu Majapahit bukanlah menyerang Prabu Kertabumi yang menjadi ayah Raden Patah. Dengan demikian Sunan Giri ikut menghambat tersebarnya aliran yang bertentangan dengan faham Ahlussunnah wal jama’ah. dan yang lainnya menjadi obyek buruan. Islam yang disiarkannya adalah Islam sesuai ajaran Nabi. tapi semuanya dapat dikalahkan oleh Sunan Giri. Kebesaran nama Sunan Giri yang bergelar Prabu Satmata itu juga terdengar oleh seorang Begawan dari Lereng Lawu. Ternyata angsa itu lenyap sebagai gantinya adalah sepasang naga yang meliuk-liuk hendak menerkamnya. baik dilakukannya sendiri sewaktu masih muda sambil berdagang ataupun dilakukannya sendiri sewaktu masih muda sambil berdagang ataupun melalui murid-muridnya yang ditugaskan keluar pulau. hewan apakah yang Tuan tanam di puncak gunung itu. kemudian dikubur hidup-hidup diatas gunung Patukangan. dolanane na ing latar. Pada waktu Prabu Girindrawardhana ini berkuasa di Majapahit pernah berusaha menggempur Giri Kedaton. ngalap padhang gilar-gilar. Mereka akan selamat dari kejaran pemburu bila telah berpegang pada tonggak atau batang pohon yang telah ditentukan lebih dulu. Di bidang kesenian beliau juga berjasa besar. Sembari melakukan permainan yang disebut jelungan itu biasanya anak-anak akan menyanyikan lagu Padhang Bulan : “Padhang-padhang bulan. Dia bongkar kuburan sepasang angsa ciptaannya. melainkan justru merebut tahta Majapahit dari tangan musuh Prabu Kertabumi. Namanya Begawan Mintasemeru. seorang Wali yang dianggap murtad karena menyebarkan faham Pantheisme dan meremehkan syariat Islam yang disebarkan para Wali lainnya. tunduk dan masuk Islam. Jasa-Jasa Sunan Giri Jasanya yang terbesar tentu saja perjuangannya dalam menyebarkan agama Islam di Tanah Jawa bahkan ke Nusantara. karena beliaulah yang pertama kali menciptakan tembang dan tembang dolanan anak-anak yang bernafas Islam antara lain : Jamuran. Keteguhannya dalam menyiarkan agama Islam secara murni dan konsekwen berdampak positif bagi generasi Islam berikutnya. Inilah permainan yang disebut Jelungan. “Jika Tuan Begawan tidak percaya boleh anda lihat lagi. “Apakah yang baru saya tanam di puncak gunung Patukangan itu. yang paling terkenal adalah adu tebakan.

Para Pengganti Sunan Giri Sunan Giri atau Raden Paku lahir pada tahun 1442. Sudah berapa kalikah masyarakat dibodohi guru-guru semacam itu. Sunan Dalem 2. memerintahkan kerajaan Giri selama kurang lebih dua puluh tahun. Sunan Giri Prapen 4. mengambil manfaat benderangnya rembulan. sudah sempurna. Mereka dipuja-puja ummat padahal menjadi benalu atau pemeras ummat. maka marilah kita segera menuntut penghidupan. Giri Kedaton atau Kerajaan Giri berlangsung selama hampir 200 tahun. faham yang diajarkan oleh Syekh Siti Jenar yang ditentang Wali Sanga. Mereka sesat dan menyesatkan ummat pengikutnya. Sesudah Sunan Giri yang pertama meninggal dunia beliau digantikan anak keturunannya yaitu : 1. Mereka tidak lagi menghiraukan syariat agama. Pengaruh Sunan Giri sangat besar terhadap kerajaan-kerajaan Islam di Jawa maupun di luar Jawa. Sesudah Pangeran Singosari wafat pada tahun 1679. Padahal itu hanya fitnah dari orang-orang yang menjadi kaki tangan Sunan Amangkurat I. mengusir gelap yang lari terbirit-birit. tidak perlu berpuasa dan berzakat karena dirinya sudah baik. bermain di halaman. Dalam kenyataannya ramalan Sunan Giri itu memang sudah sering terbukti. Sunan Giri jauh-jauh sudah memperingatkan umat agar berhati-hati terhadap perubahan jaman. Pangeran Singonegoro ( bukan keturunan Sunan Giri ) 8. Yang tinggal hanyalah makam-makam dan peninggalan Sunan Giri. habislah kekuasaan Giri Kedaton. mereka adalah para pengikut faham Manunggaling Kawula Gusti. mereka mengaku mendapat wangsit dari Tuhan dan karenanya bebas berbuat apa saja. Pemberontakan Trunojoyo itu dilakukan karena tindakan sewenang-wenang dari Sunan Amangkurat I yang pernah menumpas dan membunuh 6000 ulama’ Ahlusunnah yang dituduh menyebarkan isu ketidakpuasan rakyat terhadap raja. Sunan Sedomargi 3. Pangeran Singosari Pangeran Singosari ini berjuang gigih mempertahankan diri dari sebuah Sunan Amangkurat II yang dibantu oleh VOC dan Kapten Jonker. Sebagai bukti adalah adanya kebiasaan bahwa apabila seorang hendak dinobatkan menjadi raja haruslah memerlukan pengesahan dari Sunan Giri. Itulah orang yang tergelincir ilmunya. Yang dirawat oleh juru kunci makam Sunan Giri . Serbuan ke Giri itu adalah dalam rangka penumpasan pemberontakan yang dilakukan oleh Trunojoyo seorang murid dari Pesantren Giri yang pernah menyungkir balikkan Surakarta dan bahkan pernah menjadi Raja di Kediri. agar hilang lenyaplah kebodohan dan kesesatan. bahkan menginjak-nginjak syariat tersebut dengan mendakwakan dirinya sudah tidak perlu melakukan shalat. untuk mengambil manfaat dari agama Islam. Bahkan sama sekali tak mengerti ilmu agama.Artinya adalah sebagai berikut : “Malam terang bulan. marilah lekas bermain. Panembahan Mas Witana Sideng Rana 7. Panembahan Ageng Giri 6. Mulai tahun 1487 hingga tahun 1506. di muka bumi ini. Guru semacam ini justru dipuja-puja para pengikutnya sampai-sampai masyarakat rela mengorbankan harta. Dimasa yang akan datang juga akan muncul guru-guru ilmu yang merasa ilmunya sudah tinggi. Sewaktu memerintah Giri Kedaton beliau bergelar Prabu Satmata. sudah sempurna. mulai dari dukun cabul hingga orang-orang yang mengaku dirinya Wali ternyata adalah bajingan. harga diri dan jiwanya demi kesenangan sang guru.” Maksud lagu dolanan tersebut ialah : Agama Islam telah datang. Sunan Kawis Guwa 5. Beliau pernah meramalkan bahwa pada masa yang akan datang akan banyak orang yang mengaku mendapat wahyu Tuhan tetapi sebetulnya mereka sangat jauh dari agama. mengambil di halaman.

Kedua mengerjakan shalat malam ( sunnah Tahajjud ). sehingga beliau bunyikan pengaruhnya sangat hebat bagi para pendengarnya . Dalam berdakwa Raden Makdum Ibrahim ini sering mempergunakan kesenian rakyat untuk menarik simpati mereka. Diantara tembang yang terkenal ialah : “Tamba ati iku sak warnane. Dan tidak sedikit dari mereka yang ingin belajar membunyikan Bonang sekaligus melagukan tembang – tembang ciptaan Raden Makdum Ibrahim. Ketiga sering bersahabat dengan orang saleh ( berilmu ). Raden Makdum Ibrahim sudah diberi pelajaran agama Islam secara tekun dan disiplin . pasti banyak penduduk yang datang ingin mendengarkannya . Bonang adalah sejenis kuningan yang ditonjolkan dibagian tengahnya . Siapa saja mampu mengerjakannya. Raden Makdum Ibrahim adalah calon Wali yang besar . beliau adalah seorang Wali yang mempunyai cita rasa seni yang tinggi. Keduanya menambah pengetahuan kepada Syekh Awwalul Islam atau ayah kandung dari Sunan Giri. Sudah bukan rahasia lagi bahwa latihan atau riadha para Wali itu lebih berat dari pada orang awam. Sejak kecil. mendirikan pesantren di Giri sehingga terkenal sebagai Sunan Giri . Kaping papat kudu wetheng ingkang luwe. juga belajar kepada para ulama besar yang banyak menetap di Negeri Pasai . .SUNAN BONANG Dari berbagai sumber disebutkan bahwa Sunan Bonang itu nama aslinya adalah Syekh Maulana Makhdum Ibrahim. Disebutkan dari berbagai literature bahwa Raden Makdum Ibrahim dan Raden Paku sewaktu masih remaja meneruskan pelajaran agama Islam hingga ke Tanah seberang . Pertama membaca Al-Qur’an dengan artinya.tentu saja Sunan Ampel mempunyai ilmu yang sangat tinggi. Raden Paku kembali ke Gresik. Sedang Raden Makdum Ibrahim diperintahkan Sunan Ampel untuk berdakwah diTuban. Kaping lima dzikir wengi ingkang suwe. Sebagai seorang Wali yang disegani dan dianggap Mufti atau pemimpin agama se Tanah Jawa . Maca Qur’an angen-angen sak maknane.Seperti ulama ahli tasawuf yang berasal dari Bagdad. Kaping telu wong kang saleh kancanana. bukan dengan paksaan. Mesir . Arab dan Persi atau Iran. Ada yang mengatakan Dewi Condrowati itu adalah putri Prabu Kertabumi ada pula yang berkata bahwa Dewi Condrowati adalah putri angkat Adipati Tuban yang sudah beragama Islam yaitu Ario Tejo. Lebih –lebih bila Raden Makdum Ibrahim sendiri yang membunyikan alat musik itu. Setiap Raden Makdum Ibrahim membunyikan Bonang. Keempat harus sering berprihatin ( berpuasa ).yaitu Negeri Pasai . yaitu berupa seperangkat gamelan yang disebut Bonang. Insya Allah Tuhan Allah mengabulkan. Kelima sering berdzikir mengingat Allah di waktu malam. Bila benjolan itu dipukul dengan kayu lunak maka timbullah suaranya yang merdu ditelinga penduduk setempat . Tembang-tembang yang diajarkan Raden Makdum Ibrahim adalah tembang yang berisikan ajaran agama Islam. Sopo wongé bisa ngelakoni. Sesudah belajar di Negeri Pasai. Putra Sunan Ampel dan Dewi Condrowati yang sering disebut Nyai Ageng Manila. Begitulah siasat Raden Makdum Ibrahim yang dijalankan penuh kesabaran. Raden Makdum Ibrahim dan Raden Paku pulang keJawa. Insya Allah Gusti Allah nyemba dani. Artinya : Obat sakit jiwa ( hati ) itu ada lima jenisnya.Setelah rakyat berhasil direbut simpatinya tinggal mengisikan saja ajaran Islam kepada mereka.Sehingga tanpa terasa penduduk sudah mempelajari agama Islam dengan senang hati. maka Sunan Ampel sejak dini juga mempersiapkan sebaik mungkin . Kaping pindho shalat sunah lakonona.

Sunan Bonang pula yang mengangkat Sunan Kudus sebagai panglima perang. “Mungkinkah Tuhan mengampuni dosa-dosa kami yang sudah tak terhitung lagi banyaknya. “ Kebondanu ragu meneruskan ucapannya. Ajaran wali yang lain tak ditemukan naskahnya.t Begitu gending ditabuh Kebondanu dan anak buahnya tidak mampu bergerak. Juga tulisan Abu Yzid AlBusthami dan Syekh Abdul Qadir Jaelani. hawa nafsu. misalnya. Para penganut Islam harus menjalankan.” kata Sunan Bonang. memuat tiga tiang agama: tasawuf. “Kami sudah sering merampok. membunuh dan melakukan tindak kejahatan lainnya. Suluk Sunan Bonang disimpan rapi di Perpustakaan Universitas Leiden. versi lain menyebutkan. Oleh masyarakat Demak ketika itu. “Allah adalah Tuhan Yang Maha Pengampun dan Penerima tobat. tidak mudah putus asa. manusia dianjurkan jangan banyak bicara. Misalnya dalam kisah pengadilan atas diri Syekh Siti Jenar. sombong. alias Syekh Lemah Abang. Satu versi mengatakan. berpuasa. “Kenapa Kebondanu. Lokasi ''pengadilan'' itu sendiri punya dua versi. Sehingga gagallah mereka melaksanakan niat jahatnya. Sunan Bonang dipandang adil dalam membuat keputusan yang memuaskan banyak orang. kami tidak kuat !” Demikian rintih Kebondanu dan anak buahnya. baik di pedesaan maupun dipesantren. Ajaran tasawuf. Beliau juga menciptakan karya sastra yang disebut Suluk . dan fikih. Dalam menyiarkan ajaran Islam. sidang itu diselenggarakan di Masjid Agung Demak. ussuludin.” . Sunan Bonang mengandalkan sejumlah kitab. salat. “Ampun ………. dan Al-Anthaki dari Dawud al-Anthaki. Ajaran Sunang Bonang. penuh keindahan dan makna kehidupan beragama. Dharma dan irama Mocopa. Pulau Bawean. Murid-murid Raden Makdum Ibrahim ini sangat banyak. Sebaliknya. menurut disertasi JGH Gunning dan disertasi BJO Schrieke. Jepara maupun Madura. antara lain Ihya Ulumuddin dari al-Ghazali. Sunan Drajat. Dialah yang memutuskan pengangkatan Sunan Ngudung sebagai panglima tentara Islam Demak.” “Ya. Sunan Bonang termasuk penyokong kerajaan Islam Demak. dan kalaupun ada. ayahanda Maulana Malik Ibrahim.” “Pintu tobat selalu terbuka bagi siapa saja. dan bersyukur atas nikmat Allah. Menurut Gunning dan Schrieke. Cirebon. ia dikenal sebagai pemimpin bala tentara Demak. (Nederland ) Pada masa hidupnya. serakah. menurut versi Sunan Bonang menjadi penting karena menunjukkan bagaimana orang Islam menjalani kehidupan dengan kesungguhan dan kecintaannya kepada Allah. Selain itu. dan Sunan Muria. bersikap rendah hati.” kata Kebondanu dengan ragu. Ketika Sunan Ngudung gugur. serta gila pangkat dan kehormatan. tapi ………. naskah ajaran Sunan Bonang merupakan naskah Wali Songo yang relatif lebih lengkap. Di situ disebutkan pula bahwa ajaran Sunan Bonang berasal dari ajaran Syekh Jumadil Kubro. sidang itu dilakukan di Masjid Agung Kasepuhan. Untuk menghindari ketiga ''musuh'' itu. misalnya. “Gending yang kami bunyikan sebenarnya tidak berpengaruh buruk terhadap kalian jika saja hati kalian tidak buruk dan jahat. baik yang berada di Tuban. Belanda . Sunan Bonang juga berperan dalam pengangkatan Raden Patah.Hingga sekarang karya sastra Sunan Bonang itu dianggap sebagai karya yang sangat hebat. Selain itu.Hingga sekarang lagi ini sering dilantunkan para santri ketika hendak shalat jama’ah. manusia harus menjauhi tiga musuh utama: dunia. dan ikut membantu mendirikan Masjid Agung Demak. seluruh persendian mereka seperti dilolosi dari tempatnya. orang harus menjauhi sikap dengki. kami tobat !Kami tidak akan melakukan perbuatan jahat lagi. hentikanlah bunyi gamelan itu. teruskan ucapanmu !” ujar Sunan Bonang. dan membayar zakat. tak begitu lengkap. Sunan Kalijaga. yang menurunkan ajaran kepada Sunan Ampel. Tapi. Sunan Bonang. Dikisahkan beliau pernah menaklukkan seorang pemimpin perampok dan anak buahnya hanya mempergunakan tambang dan gending. dan setan. Nasihat yang berharga diberikan pula pada Sunan Kudus tentang strategi perang menghadapi Majapahit. Karena beliau sering mempergunakan Bonang dalam berdakwah maka masyarakat memberinya gelar Sunan Bonang. kami menyerah. melalui sidang-sidang ''pengadilan'' yang dipimpinnya.

Siapalagi orang sakti berilmu tinggi yang berada dikota Tuban selain Sunan Bonang . sampai sekarang. Demikian pula anak buahnya. Setiap halaman dibatasi tembok berpintu gerbang. Sang Brahmana dan pengikutnya memeriksa kitab-kitab itu. Mereka menghentikan lelaki itu dan menyapanya. walau dosamu setinggi gunung dan sebanyak pasir dilaut. Saat akan dimakamkan. pada 1525. dilakukanlah pemakaman. jenasahnya hendak dibawa ke Surabaya untuk dimakamkan disamping Sunan Ampel yaitu ayahandanya . Pada suatu ketika juga ada seorang Brahmana sakti dari India yang berlayar ke Tuban.mendadak tersemburlah air dari lubang tongkat itu. warga Tuban tidak mau terima. Ternyata benar miliknya sendiri. membawa keluar semua kitab yang dibawa sang Brahmana.” Akhirnya Kebondanu benar-benar bertobat dan menjadi murid Sunan Bonang yang setia. malah kemudian ia berguru kepada Sunan Bonang dan menjadi pengikut Sunan Bonang yang setia. Walaupun ia dan para pengikutnya berhasil menyelamatkan diri kitab-kitab referensi yang hendak dipergunakan untuk berdebat dengan Sunan Bonang telah tenggelam ke dasar laut. Di tepi pantai mereka melihat seorang lelaki berjubah putih sedang berjalan sembari membawa tongkat. “Untuk apa Tuan mencari Sunan Bonang?” tanya lelaki itu . Tujuannya hendak mengadu kesaktian dan berdebat tentang masalah keagamaan dengan Sunan Bonang.kata sang Brahmana .”Tapi sayang kitab –kitab yang saya bawa telah tenggelam kedasar laut . jenazah Sunan Bonang tetap ada. makam Sunan Bonang ada di dua tempat. “Itukah kitab-kitab Tuan yang tenggelam kedasar laut?”Tanya lelaki itu. dan satunya lagi di sebelah barat Masjid Agung Tuban. Warga Bawean ingin Sunan Bonang dimakamkan di pulau mereka. Kini kuburan itu dikitari tembok dengan tiga lapis halaman.”kata sang Brahmana. Tuban. perahunya terbalik dihantam badai. “Apakah nama daerah tempat saya terdampar ini?”tanya sang Brahmana “Tuan berada dipantai Tuban !”jawab lelaki itu . Desa Kutareja. “Saya datang dari India hendak mencari seorang ulama besar bernama Sunan Bonang. Sewaktu beliau wafat. “Ya. Pada malam setelah kematiannya.“Walau dosa kami setinggi gunung ?” Tanya Kebondanu. . Namun ketika ia berlayar menuju Tuban. baik di Bonang maupun di Bawean! Karena itu. Sunan Bonang wafat di Pulau Bawean. Satu di Pulau Bawean. “Akan saya ajak berdebat tentang masalah keagamaan . ''mencuri'' jenazah sang Sunan. Tuban. ada perebutan antara warga Bawean dan warga Bonang.Tetapi kapal yang digunakan mengangkut jenazahnya tidak bisa bergerak sehingga terpaksa jenazahnya Sunan Bonang dimakamkan di Tuban yaitu disebelah barat Masjid Jami ’Tuban. Tetapi. Esoknya. Berdebarlah hati sang Brahmana sembari menduga-duga siapa sebenarnya lelaki berjubah putih itu. Lelaki berjubah putih itu menghentikan langkah dan menancapkan tongkatnya ke pasir.Mereka sudah dapat mendiga pastilah lelaki berjubah putih itu adalah Sunan Bonang sendiri.Sang Brahmana tidak jadi melaksanakan niatnya menantang Sunan Bonang untuk adu kesaktian dan mendebat masalah keagamaan. Anehnya.” Tanpa banyak bicara lelaki itu mencabut tongkatnya yang menancap dipasir .Serta merta Brahmana dan para pengikutnya menjatuhkan diri berlutut dihadapan lelaki itu . sejumlah murid dari Bonang mengendap ke Bawean. karena sang Sunan sempat berdakwah di pulau utara Jawa itu. Adalagi legenda aneh tentang Sunan Bonang .

Mulyo guno Panca Waktu (suatu kebahagiaan lahir bathin hanya bisa kita capai dengan sholat lima waktu) 7. dan Masaikh Munat. Sunan Mayang Madu. Menehono teken marang wong kang wuto. Nama kecilnya adalah Raden Qasim. serta beri perlindungan orang yang menderita). Masih banyak nama lain yang disandangnya di berbagai naskah kuno. Menehono mangan marang wong kan luwe 3. Laksitaning subroto tan nyipto marang pringgo bayaning lampah (dalam perjalanan untuk mencapai cita cita luhur kita tidak peduli dengan segala bentuk rintangan) 4. kemudian mendapat gelar Raden Syarifudin.SUNAN DRAJAT Sunan Drajat diperkirakan lahir pada tahun 1470. Setelah menguasai pelajaran islam beliau menyebarkan agama islam di desa Drajad sebagai tanah perdikan dikecamatan Paciran. Pangeran Kadrajat. Wewarah pengentasan kemiskinan Sunan Drajat kini terabadikan dalam sap tangga ke tujuh dari tataran komplek Makam Sunan Drajat. Syekh Masakeh.Hening . 6. Menehono teken marang wong wuto 2. Qosim.nafsu) 5. Misalnya Sunan Mahmud.cita luhur). dan seorang putri yang disunting Sunan Kalijaga. alias Dewi Condrowati. Menehono busono marang kang mudo . Empat pokok ajaran inilah yang menjadi substansi dakwah dari Sunan Drajad. Empat pokok ajaran dari Sunan Drajad adalah : 1. tak banyak naskah yang mengungkapkan jejaknya.Panarukan ). Semasa muda ia dikenal sebagai Raden Qasim. Empat putra Sunan Ampel lainnya adalah Sunan Bonang. Memangun resep teyasing Sasomo (kita selalu membuat senang hati orang lain) 2. Tempat ini diberikan oleh kerajaan Demak. Dia adalah putra dari Sunan Ampel. Akan halnya Sunan Drajat sendiri. Meper Hardaning Pancadriya (kita harus selalu menekan gelora nafsu . Secara lengkap makna filosofis ke tujuh sap tangga tersebut sebagai berikut : 1. Pangeran Syarifuddin. Sunan Drajat yang mempunyai nama kecil Syarifudin atau raden Qosim putra Sunan Ampel dan terkenal dengan kecerdasannya. dan bersaudara dengan Sunan Bonang Diantara para wali. yang diperistri Raden Patah. Menehono busono marang wong kang wudo. Empat pokok ajaran dari Sunan Drajad Satu hal yang sangat menarik perhatian saya adalah materi dakwah yang disampaikan oleh Sunan Drajad. Menehono ngiyup marang wongkang kodanan (Berilah ilmu agar orang menjadi pandai. Siti Muntosiyah. Sunan Muryapada. Jroning suko kudu eling Ian waspodo (didalam suasana riang kita harus tetap ingat dan waspada) 3.Heneng . Ia diberi gelar Sunan Mayang Madu oleh Raden Patah pada tahun saka 1442/1520 masehi Makam Sunan Drajat dapat ditempuh dari surabaya maupun Tuban lewat Jalan Dandeles ( Anyer . Dalam setiap dakwahnya beliau menyampaikan empat pokok ajarannya yang sangat terkenal di masyarakat. yang dinikahi Sunan Giri. atawa Kasim.Henung (dalam keadaan diam kita akan memperoleh keheningan dan dalam keadaan hening itulah kita akan mencapai cita . Menehono mangan marang wong kang luwe. Raden Imam. mungkin Sunan Drajat yang punya nama paling banyak. namun bila lewat Lamongan dapat ditempuh 30 menit dengan kendaran pribadi Dia adalah putra Sunan Ampel dari perkawinan dengan Nyi Ageng Manila. Nyi Ageng Maloka. Maulana Hasyim. Ajarilah kesusilaan pada orang yang tidak punya malu. Sejahterakanlah kehidupan masyarakat yang miskin.

Dengan pendidikan yang berkualitas akan semakin banyak mencetak generasi penerus yang siap hidup dan bersaing di era globalisasi ini Sejahterakanlah kehidupan orang yang miskin (kurang makan) Program pengentasan kemiskinan harus dijadikan prioritas utama oleh pemegang kekuasaan bangsa ini. dengan menumpang biduk nelayan. banjir. yang miskin makin miskin” Ajarkanlah budi pekerti (akhlak) kepada orang yang tidak punya malu atau belum beradab. bukan hanya menjadi slogan yang tak kunjung ada eksistensinya Ada diceritakan. dan pecah dihantam ombak di daerah Lamongan. apalagi saat ini bangsa kita sedang di landa berbagai macam musibah. Dalam konteks kekinian tentu saja dapat pula dimaknai bahwa kualitas pendidikan harus terus ditingkatkan. Berilah perlindungan kepada orang-orang yang menderita atau ditimpa bencana Dalam konteks kekinian perwujudan ajaran ini sangat dibutuhkan. untuk berdakwah di pesisir barat Gresik. insya Allah tujuan negeri ini menciptakan masyakat yang adil makmur akan benar-benar terwujud. baik gempa bumi. Dan ternyata 4 pokok ajaran ini sangat supel dan luwes. perahunya terseret badai. Sunan Ampel. kebakaran dan lain-lain. Bahkan 4 pokok ajaran tersebut tampaknya masih sangat relevan untuk diamalkan dalam kondisi kekinian. Di sana. Dengan menunggang kedua ikan itu. Menehono ngiyup marang wong kang kudanan Kurang lebih demikian artinya : Berilah tongkat kepada orang yang buta Berilah makan kepada orang yang kelaparan Berilah pakaian kepada orang yang telanjang Berilah tempat berteduh kepada orang yang kehujanan Sekilas kalau kita perhatikan dari 4 pokok ajaran yang disampaikan Sunan Drajad tersebut nampaknya tidak ada yang istimewa. Namun kalau kita kaji lebih dalam lagi ternyata ada makna tersirat yang terkandung dalam 4 pokok ajaran tersebut. Sehingga tidak akan terdengar lagi slogan “yang kaya makin kaya. . karena pendidikan memegang peranan yang sangat penting bagi kemajuan suatu bangsa. Perjalanan ke Gresik ini merangkumkan sebuah cerita. siapapun dapat mengamalkannya sesuai dengan kemampuan masing-masing. tapi yang lebih penting tentu pada aspek psikis dan rohani. ia diperintahkan ayahnya.4. Makna tersirat dari 4 pokok ajaran tersebut adalah : Berilah petunjuk kepada orang yang bodoh. persitiwa ini terjadi pada sekitar 1485 Masehi. Di tengah perjalanan. Kemajuan suatu bangsa sangat ditentukan dari budi pekerti bangsa itu. Menurut tarikh. ia ditolong ikan cucut dan ikan talang – ada juga yang menyebut ikan cakalang. Raden Qasim berhasil mendarat di sebuah tempat yang kemudian dikenal sebagai Kampung Jelak. Kemudian. Tentu peran pemerintah sangat dominan untuk merealiasasikan hal ini. berlayarlah Raden Qasim dari Surabaya. kecelakaan pesawat. longsor. Berbagai upaya harus senantiasakan dilakukan demi terciptanya pemerataan hidup. Raden Qasim selamat dengan berpegangan pada dayung perahu. Jika 4 pokok ajaran tersebut benar-benar dilaksanakan oleh segenap lapisan masyarakat pada bangsa ini. jika dekadensi moral menjadi wabah yang menjalar pada bangsa tersebut. maka tunggu saja saat kehancurannya. Untuk itu perlu adanya penanganan yang sangat serius dalam pembelajaran budi pekerti di dalam masyarakat. Banjarwati. sebelah barat Gresik. Raden Qasim menghabiskan masa kanak dan remajanya di kampung halamannya di Ampeldenta. yang kelak berkembang menjadi legenda Syahdan. Setelah dewasa. Surabaya. Penanggulangan bencana tentunya bukan hanya pada aspek fisik saja. lumpur lapindo.

Sunan Drajat mampu mengatasi. ana catur mungkur. paring pangan marang kang kaliren. ia juga menyampaikan ajaran agama melalui ritual adat tradisional. Maksudnya: jangan mendengarkan pembicaraan yang menjelek-jelekkan orang lain. Di Jelak. tanpa memaksa. yang juga terdampar di sana beberapa tahun sebelumnya. dan menikah dengan Kemuning. Raden Qasim. Selanjutnya. Sunan lantas diberi izin oleh Sultan Demak. paring sandang marang kang kawudan. masih menganggap tempat itu belum strategis sebagai pusat dakwah Islam. Sedangkan lahan bekas tempat tinggal Sunan kini dibiarkan kosong. seluas sekitar sembilan hektare. mengingatkan penduduk untuk melaksanakan salat magrib. yang mulai dipanggil Sunan Drajat oleh para pengikutnya. dan akhirnya menjadi pesantren tempat mengaji ratusan penduduk. putri Mbah Mayang Madu. Raden Qasim kemudian menetap di Jelak. sekitar satu kilometer dari Jelak. Cara keempat. Dalam menyampaikan ajarannya. Raden Qasim mendirikan sebuah surau.Raden Qasim disambut baik oleh tetua kampung bernama Mbah Mayang Madu dan Mbah Banjar. Ia menurunkan kepada para pengikutnya kaidah tak saling menyakiti. dan dinamai Ndalem Duwur. Lahan berupa hutan belantara itu dikenal penduduk sebagai daerah angker. yang semula cuma dusun kecil dan terpencil. berikan makan kepada yang kelaparan. Sunan menempuh lima cara. Konon. Sunan Drajat terkenal akan kearifan dan kedermawanannya. Kedua. Raden Qasim pindah ke selatan. Masjid itulah yang menjadi tempat berdakwah menyampaikan ajaran Islam kepada penduduk. dan menyebarkan penyakit. berikan pakaian kepada yang telanjang. melalui penyelenggaraan pendidikan di pesantren. Sunan memperkenalkan Islam melalui konsep dakwah bil-hikmah. banyak makhluk halus yang marah akibat pembukaan lahan itu. Empat pokok ajaran Sunan Drajat adalah: Paring teken marang kang kalunyon lan wuta. konon. lewat pengajian secara langsung di masjid atau langgar. Namun. apalagi melakukan perbuatan itu. Namanya berubah menjadi Banjaranyar. Artinya: berikan tongkat kepada orang buta. berkat kesaktiannya. Namun. melalui kesenian tradisional. sepanjang tidak bertentangan dengan ajaran Islam. hingga wafat pada 1522.” demikian petuahnya. Selang tiga tahun. dengan cara-cara bijak. paring payung kang kodanan. Penduduk merasa aman dan terlindungi dari gangguan makhluk halus yang. ”Bapang den simpangi. Pertama. Sunan Drajat sangat memperhatikan masyarakatnya. Sunan menghabiskan sisa hidupnya di Ndalem Duwur. untuk membuka lahan baru di daerah perbukitan di selatan. penguasa Lamongan kala itu. Ia kerap berjalan mengitari perkampungan pada malam hari. Sunan Drajat kerap berdakwah lewat tembang pangkur dengan iringan gending. merajalela selama dan setelah pembukaan hutan. Jelak. yang kini menjadi kompleks pemakaman. Tempat itu dinamai Desa Drajat. dan berikan payung kepada yang kehujanan. . Setelah pembukaan lahan rampung. ke tempat yang lebih tinggi dan terbebas dari banjir pada musim hujan. Atas petunjuk Sunan Giri. Sunan juga berkeliling kampung sambil berzikir. Sunan mendirikan masjid agak jauh di barat tempat tinggalnya. Sunan Drajat menempati sisi perbukitan selatan. dan dikeramatkan. Mereka meneror penduduk pada malam hari. baik melalui perkataan maupun perbuatan. lambat laun berkembang menjadi kampung besar yang ramai. Terakhir. Menurut sahibul kisah. Usai salat asar. memberi fatwa atau petuah dalam menyelesaikan suatu masalah. Di tempat itu kini dibangun sebuah museum tempat menyimpan barang-barang peninggalan Sunan Drajat –termasuk dayung perahu yang dulu pernah menyelamatkannya. kedua tokoh itu sudah diislamkan oleh pendakwah asal Surabaya. lewat mimpi. Sunan Drajat bersama para pengikutnya membangun permukiman baru.

bahkan hingga kini. Sunan meminta pengikutnya mencabut wilus. Jika benar. Sunan Drajat disebut-sebut menikahi tiga perempuan. Bekas padepokan Pangeran Drajat kini menjadi kompleks perkuburan. Sunan Drajat terkenal dengan kesaktiannya. ia berdoa. Ia selalu menelateni warga yang sakit. sejenis umbi hutan. Naskah Badu Wanar dan Naskah Drajat mengisahkan bahwa dari pernikahannya dengan Dewi Sufiyah. Ia pun biasa dipanggil dengan sebutan Pangeran Kadrajat. Kecamatan Kesambi. terletak di Kelurahan Drajat. Maka. Ketika Sunan kehausan. mangkat sakulawarga…. di mana keluarganya ketika perahu nelayan itu pecah? Para ahli sejarah masih mengais-ngais naskah kuno untuk menjawabnya . Raden Qasim sempat dikirim ayahnya berguru mengaji kepada Sunan Gunung Jati.” Sewaktu diperintah Sunan Ampel. Peristiwa itu diperkirakan terjadi pada 1465 Masehi. Kedua Pangeran Sandi. apakah Sunan Drajat datang di Jelak setelah berkeluarga atau belum. Namun. istri pertama Sunan Drajat adalah Dewi Sufiyah. Setelah menikah dengan Kemuning. Di sana dibangun sebuah masjid besar yang diberi nama Masjid Nur Drajat. dan dikaruniai empat putra. Syarif Hidayatullah itu bekas murid Sunan Ampel. setelah menikahi Dewi Sufiyah. dan anak ketiga Dewi Wuryan. Padahal. putri Sunan Gunung Jati. jangan lupa salat. Alkisah. diciptakan Sunan ketika ia merasa kelelahan dalam suatu perjalanan. Namun. kitab Wali Sanga babadipun Para Wali mencatat: ”Duk samana anglaksanani.” katanya dengan nada membujuk. Dalam Babad Tjerbon diceritakan. Sunan mengawini Retnayu Condrosekar. Raden Qasim konon berangkat ke Gresik sekeluarga. Anak tertua bernama Pangeran Rekyana. sebelum sampai di Lamongan. dari sembilan lubang bekas umbi itu memancar air bening –yang kemudian menjadi sumur abadi. Sumur Lengsanga di kawasan Sumenggah. atau Pangeran Tranggana. dengan mengobatinya menggunakan ramuan tradisional.”Berhentilah bekerja. ketika menetap di Desa Drajat. tanpa meninggalkan jejak yang meyakinkan. Tak jelas. memang ada tradisi ”saling memuridkan”. dan doa. Ada pula kisah yang menyebutkan bahwa Sunan Drajat pernah menikah dengan Nyai Manten di Cirebon. Dalam beberapa naskah. Sunan Drajat dikaruniai tiga putra. Ada juga yang menyebutnya Syekh Syarifuddin. lengkap dengan cungkup makam petilasan. Ketika itu. kisah ini agak kabur. Raden Qasim tinggal di Kadrajat. Raden Suryadilaga. Menurut Babad Tjerbon. misalnya. Di kalangan ulama di Pulau Jawa. Sebagaimana para wali yang lain. atau Pangeran Drajat. putri Adipati Kediri.

Jawa Tengah. berdagang dan melaut adalah kesukaannya. Ja'far Shodiq diberi badong --semacam rompi-. Sunan Muria berdakwah dari Jepara. antara lain putri Sunan Bonang. melainkan menjadi penghulu masjid di Demak. yang berniat makar terhadap Kerajaan Demak. Pangeran Prawata. Dalam Serat Kandha disebutkan. Meski namanya Sunan Kudus. Tanda-tanda pembangkangan Kebo Kenanga makin kentara ketika ia menolak menghadap Raja Demak. Ia dikenal sebagai pribadi yang mampu memecahkan berbagai masalah betapapun rumitnya masalah itu. dan diberi nama Ja'far Shodiq. Pasukan Majapahit ketakutan lari tunggang langgang. malah makin mengamuk sejadi-jadinya. Gaya berdakwahnya banyak mengambil cara ayahnya. yang saling menyayangi bagaikan saudara kandung. Sukses ini kemudian memunculkan berbagai cerita kesaktian Ja'far Shodiq. Sunan Muria lebih suka tinggal di daerah sangat terpencil dan jauh dari pusat kota untuk menyebarkan agama Islam. Sunan Kalijaga. Ja'far Shodiq menikahi putri Adipati Terung.dan sekitarnya. Maka. yang menghasilkan satu anak. Pangeran Prawata justru mengakui Sunan Kalijaga sebagai guru baru. 18 kilometer ke utara kota Kudus. Sukses mengalahkan Majapahit membuat posisi Ja'far Shodiq makin kokoh. Ja'far Shodiq berhasil mengembangkan wilayah Kerajaan Demak. Namun berbeda dengan sang ayah. yang kemudian menghasilkan delapan anak. menyerah kepada pasukan Ja'far Shodiq. melalui tangan Arya Penangsang. Raden Patah memerintahkan Ja'far Shodiq ''meredam'' Kebo Kenanga. Adipati Handayaningrat merupakan gelar yang disandang Kebo Kenanga. yang juga ternyata sakti. Banyak prajurit Majapahit yang tewas disengat tawon. Salah satu hasil dakwahnya lewat seni adalah lagu Sinom dan Kinanti. Dia juga punya sebuah peti. Selama hidupnya. Kebo Kenanga dan Tingkir digambarkan sebagai saudara seperjuangan. yang tiada lain dari pada adik kandung Prawata. Kemungkinan lain. Ja'far Shodiq sendiri juga punya istri lain. Sunan Muria seringkali dijadikan pula sebagai penengah dalam konflik internal di Kesultanan Demak (1518-1530). Semasa jayanya. Ja'far Shodiq terbukti hebat di medan perang. ke timur mencapai Madura. Raden Patah memutuskan untuk mematahkan pembangkangan Kebo Kenanga itu. Terdapat beberapa versi tentang kepergian Ja'far Shodiq dari Demak. Dia datang dari Jipang Panolan (ada yang mengatakan disebelah utara Blora). dan ke arah barat hingga Cirebon. Pasangan ini merupakan pengikut Syekh Siti Jenar. Ketika Pangeran Prawata menjadi Raja Demak. Dia mendapat tugas lanjutan untuk mengalahkan Adipati Handayaningrat. Kalau dipukul. Setelah itu. Belakangan. cucu Sunan Ampel. penguasa daerah Pengging --wilayah Boyolali-. Adipati Terung. dengan Sunan Kalijaga. Kebo Kenanga tewas. Pangeran Prawata durhaka karena mengakui dua guru sekaligus. sambil mengajarkan keterampilan-keterampilan bercocok tanam. Juana hingga sekitar Kudus dan Pati. seorang guru yang mengajarkan hidup model sufi. Yang pasti. . kehebatan Ja'far Shodiq sebagai panglima perang lama-kelamaan surut. Bagi Ja'far Shodiq. Ja'far Shodiq menggantikan posisi ayahnya.SUNAN KUDUS Ia putra Dewi Saroh --adik kandung Sunan Giri sekaligus anak Syekh Maulana Ishak. Dalam sebuah pertarungan. tikus itu bukannya mati. Ada kemungkinan. Badong itu dibawa berkeliling arena perang.oleh Sunan Gunung Jati. sebelum perang. Usai perang. Surat panggilan yang dibuat Raden Patah ditelantarkan hingga tiga tahun oleh Kebo Kenanga. Kebo Kenanga berniat mendirikan negara sendiri bersama Ki Ageng Tingkir. berjarak 25 kilometer ke arah barat kota Kudus. Dari badong sakti itu kemudian keluarlah jutaan tikus. Bahkan. yang bisa mengeluarkan jutaan tawon. Ja'far Shodiq memiliki murid. tak kalah dengan kepiawaian ayahnya. Sunan Undung tewas dalam peperangan antara Demak dan Majapahit. Solusi pemecahannya pun selalu dapat diterima oleh semua pihak yang berseteru. Adipati Bintara. Misalnya. Ja'far Shodiq berselisih paham dengan Sunan Kalijaga. Sampai suatu waktu. Bergaul dengan rakyat jelata. Tayu. Ja'far Shodiq berselisih paham dengan Raja Demak. Sultan Undung terkenal sebagai panglima perang yang tangguh. Nama kecilnya adalah Raden Prawoto. pemimpin pasukan Majapahit. menjelang kepindahannya ke Kudus. Namun. Ja'far Shodiq tidak lagi menjadi panglima perang. Nama Muria diambil dari tempat tinggal terakhirnya di lereng Gunung Muria. ia bukanlah asli Kudus. atau yang lebih dikenal dengan sebutan Raden Patah. Ja'far Shodiq berniat membunuhnya. Tugas utamanya ialah menaklukkan wilayah Kerajaan Majapahit untuk memperluas kekuasaan Demak. Ia adalah anak dari hasil perkawinan Sunan Undung atau Sunan Ngudung (Raden Usman Haji) dengan Syarifah. Kenyataannya. Di sanalah ia dilahirkan.

penyakit itu menjadi reda berkat jasa Sunan Kudus. yang dalam bahasa Arab artinya sapi. Sunan Kudus justru menyembelih kerbau. Cara yang simpatik itu membuat para penganut agama lain bersedia mendengarkan ceramah agama Islam dari Sunan Kudus. sebelum mengembuskan napas penghabisan. Kerajaan Islam Pertama di Jawa. Pangeran Prawata akhirnya tewas bersama istrinya. masyarakat Kudus masih didominasi penganut Hindu. Ja'far Shodiq meninggalkan Demak karena alasan pribadi semata.H. Bentuk menaranya tetap menyisakan arsitektur gaya Hindu. Mengenai nama Kudus atau Al Kudus ini di dalam buku Encyclopedia Islam antara lain disebutkan : "Al kuds the usual arabic nama for Jeruzalem in later times.. hanya kenangkenangan sebuah batu yang beliau minta. De Graaf dan T. Oleh karena di halaman masjid tersebut terdapat sebuah menara kuno yang indah. Setelah jamaahnya makin banyak. Belum jelas kapan persisnya Ja'far Shodiq tiba di Kudus. Ada yang menyebut. setelah ditikam Rangkud. Pembangunan Masjid Kudus sendiri tidak meninggalkan unsur arsitektur Hindu. Mengenai asal-usulnya nama Kudus menurut dongeng (legenda) yang hidup dikalangan masyarakat setempat ialah. Surat Al-Baqarah. Mereka sekaligus para tentara yang ikut bersama-sama Ja'far Shodiq memerangi Majapahit. Maka. Itu merupakan bagian dari penghormatan Sunan Kudus kepada para pengikut Hindu. Kota Tajug juga mendapat nama baru. karena keduanya tertembus pedang. Sunan Kudus tidak melakukan perlawanan frontal. Menurut catatan di situ. Sunan Kudus mengikuti gaya Sunan Kalijaga. Di Tajug. but it because applied to the whole town. ketika Ja'far Shodiq menginjakkan kaki di Kudus. setara dengan Masjidil Aqsa di Yerusalem. Telah mendirikan masjid Aqsa ini di negeri Quds. Jenazah Prawata bersandar ke badan istrinya. Sunan Kudus pun berusaha memadukan kebiasaan mereka ke dalam syariat Islam secara halus. orang Cina beragama Islam. Artinya.. kota itu masih bernama Tajug. Ada yang menafsirkan. the olders writers call it commonly bait al makdis ( according to some : mukaddas ). Ini bisa ditafsirkan bahwa Ja'far Shodiq mula-mula hidup dari penghasilan menggarap lahan pertanian. tanpa diduga. maka sebagai peringatan kepada kota dimana Ja'far Sodiq hidup serta bertempat tinggal. Prawata sempat melempar keris Kiai Bethok ke tubuh Rangkud. Menurut penuturan warga setempat. Tempat ibadah yang diyakini dibangun oleh Ja'far Shodiq adalah Masjid Menara Kudus. atau Jeruzalem. yang bernama Rangkud. maka dia pun menyuruh orang lain lagi. Oleh karena itu. Cerita ini menunjukkan bahwa kota itu sudah berkembang sebelum kedatangan Ja'far Shodiq. jamaah Ja'far Shodiq itu merupakan para santri yang dibawanya dari Demak. Akan tetapi beliau menolak. yakni Quds.'' Sangat jelas bahwa Ja'far Shodiq menamakan masjid itu dengan sebutan Aqsa. Dalam inskripsi terdapat kalimat berbahasa Arab yang artinya. yakni menggunakan model ''tutwuri handayani''. Rangkud juga mati. Beberapa cerita tutur mempercayai bahwa Ja'far Shodiq merupakan penghulu Demak yang menyingkir dari kerajaan. para pengikutnya itu merupakan warga setempat yang dipekerjakan Ja'far Shodiq untuk menggarap tanah ladang. a translation of the hebrew bethamikdath. seorang amir disana berkenan untuk memberikan suatu hadiah kepada beliau. pada saat hari raya Idul Qurban.. Batu tersebut katanya berasal dari kota Baitul Makdis. Ja'far Shodiq sendiri lebih terkenal dengan sebutan Sunan Kudus. ''.Agaknya. melainkan mengarahkan masyarakat sedikit demi sedikit. Dalam menyebarkan agamanya. Ia ingin hidup merdeka dan membaktikan seluruh hidupnya untuk kepentingan agama Islam. with really meant the temple (of solomon). Arya Penangsang tidak tega. Nama Ja'far Shodiq tercatat dalam inskripsi masjid tersebut. Pada suatu masa. yang kemudian dikenal dengan sebutan Masjid Menara Kudus. yang kini masih berdiri. sama dengan 1549 Masehi. bahwa dahulu Sunan Kudus pernah pergi naik haji sambil menuntut ilmu di tanah Arab. Versi lain menyebutkan. H. yang kemudian berubah menjadi Kudus. Kedua peneliti itu menyatakan. Sebab. Bahkan menara yang terdapat di depan masjid itupun juga menjadi terkenal dengan sebutan Menara Kudus. bukan sapi. kemudian diberikan nama Kudus. di tanah arab konon berjangkit suatu wabah penyakit yang membahayakan. Diantara bekas peninggalan beliau adalah Masjid Raya di-Kudus. Pada akhirnya. masjid ini didirikan pada 956 Hijriah. Pigeaud dalam bukunya." . mencoba mengumpulkan beberapa catatan tentang aktivitas Ja'far Shodiq di sana.. Ketika itu. kemudian beliau juga mengajar di sana. yang mula-mula mengembangkan kota Tajug adalah Kiai Telingsing.J. sering dibacakan Sunan Kudus untuk lebih memikat pendengar. Ja'far Shodiq mula-mula hidup di tengah-tengah jamaah dalam kelompok kecil. Misalnya. Ja'far Shodiq kemudian membangun masjid sebagai tempat ibadah dan pusat penyebaran agama. Telingsing merupakan panggilan sederhana kepada The Ling Sing. Versi lain menyebutkan.

yang dapat diperbuat sesuatu di luar kesanggupan otak dan tenaga manusia biasa. mereka bukan hendak mendengarkan pengumuman awal puasa. masing masing di bawa oleh beliau dengan di bungkus sapu tangandari tanah Arab. bahwa pada zaman dahulu pernah Sunan Kudus pergi haji serta bermukim disana. Bahaya itupun karena kesaktian beliau menjadi reda kembali. Sunan Kudus menabuh beduk bertalu-talu. bahwa baik Menara Kudus maupun lawang kembar.inguk). kemudian setelah tinggal tulang dan kepalanya. Setelah jamaah berkumpul di masjid. Akhirnya di mintalah bantuan beliau untuk memberikan jasa . Pada suatu hari Kyai Telingsing berdiri sambil menengok ke kanan dan ke kiri seperti ada yang dicarinya (bhs. Sunan Kudus dikatanya sebagai wali yang sakti.tiba Sunan Kudus pun muncul dari arah selatan. tamu tersebut mengendarai sebuah tampah. dibuanglah oleh Sunan Kudus ke dalam sebuah sumur. Jawa : Majid tiban). tapi sudah jauh dari aslinya. Beliau wafat dan dimakamkan di sebelah barat Masjid Jami Kudus. Selanjutnya juga di sebutkan bahwa Sunan Kudus lah yang membunuh Syekh Siti Jenar dan Kebo Kenanga. Kemudian beliau menderita penyakit kudis ( bhs.tiba muncul denga sendirinya (bhs. Sesudah di sabda oleh beliau. Atas jasa beliau. Dan beliau hanya meminta sebuah batu sebagai kenang . Akan tetapi Sunan Kudus menolak pemberian hadiah berupa apapun juga. dimitoskan sebagai seorang tokoh yang terkenal dengan seribu satu tentang kesaktianya. karena keduanya mengajarkan ilmu yang di pandang sangat membahayakan masyarakat yang baru saja memeluk agama Islam. Legenda Kota Kudus Nama Sunan Kudus di kalangan masyarakat setempat. Sunan Kudus mengumumkan kapan persisnya hari pertama puasa. namun kiranya usaha itu sia . bahwa jauh sebelum Sunan Kudus memegang tampuk pimpinan di Kudus. datang seorang tamu bernama Ki Ageng Kedu yang hendak menghadap Sunan Kudus. antara lain dikatakan.kawan beliau. Entah kenapa timbullah malapetaka yang menimpa negeri Arab dengan berjangkitnya wabah penyakit. sehingga tempat tersebut kemudian dinamakan Jember Selain itu di dalam dongeng di sebutkan bahwa pada suatu hari Sunan Kudus memakan ikan lele. Di dalam "Babad Tanah Jawi" serta kepustakaan Jawa lainya dikatakan. Amir dari negeri Arab itupun berkenan memberi hadiah kepada beliau sebagai pembalasan jasa.Kebiasaan unik lain Sunan Kudus dalam berdakwah adalah acara bedug dandang. hanya untuk membeli berbagai juadah yang dijajakan para pedagang musiman. telah ada seorang tokoh terkemuka disana ialah Kyai Telingsing. Menjelang Ramadhan. maka ikan yang tinggal tulang dan kepala itupun hidup kembali. sedangkan masjidnya dinamakan Masjid Nganguk Wali. sedangkan lawang kembar. Jika orang memandang Menara Masjid Kudus yang lain sangat aneh dan artistik tersebut pasti akan segera teringat pada pendirinya yaitu Sunan Kudus. bahwa nama kecil Sunan Kudus ialah Raden Undung. tampah yang ditumpangi Ki Ageng Kedu itupun meluncur ke bawah hingga jatuh ke tanah yang becek (bhs. melainkan memamerkan kesaktianya dengan mengendarai tampah serta berputar . tiba . maka beliau murka sambil mengatakan. Untuk mengundang para jamaah ke masjid. acara dandangan masih berlangsung. Jawa : gudigen ).putar diangkasa.kenangan yang akan dipakai sebagai peringatan bagi pendirian masjid di Kudus. Segala daya upaya telah dilakukan untuk mengatasi bahaya tersebut. beliau pernah memimpin tentara Demak melawan Majapahit. banyak orang datang ke areal masjid. sesampainya di Kudus Ki Ageng Kedu tidak lah langsung menghadap Sunan Kudus.jasa baiknya. Sekarang ini. Seketika dilihatnya oleh Sunan Kudus. Dalam dongeng di ceritakan. Sunan Kudus dihina. katanya di pindahkan beliau dari Majapahit. Lebih jauh dalam dongeng itupun disebutkan. berkat kesaktian Sunan Kudus. Jauh sebelum masjid kuno itu didirikan beliau konon kabarnya masjid yang terletak di desa Nganguk di Kudus itu adalah masjid Sunan Kudus yang pertama kali. Jawa : ingak . . berhubungan dengan itu desa tersebut kemudian di beri nama : Nganguk. karena beliau sudah lanjut usia maka ia ingin mencari penggantinya. berupa kegiatan menunggu datangnya bulan Ramadhan. dan masjidpun segera dibinanya di dalam waktu yang amat singkat. Dalam dongeng yang masih hidup di kalangan masyarakat. bahwa tamu Ki Ageng Kedu ini menyombongkan kesaktianya.sia belaka. Legenda daerah Jember Sekali peristiwa. malahan ada yang mengatakan bahwa masjid itu tiba . Jawa : ngecember). Tetapi. sehingga oleh kawan .

memang Tanah Arab ini gudangnya para ulama. beliau adalah seorang ulama dari negeri Cina yang datang ke Pulau Jawa bersama Laksamana Jenderal Cheng Hoo. Didalam legenda dikisahkan bahwa Raden Jakfar Sodiq itu suka mengembara. Pada suatu hari Sunan Kudus atau Jakfar Sodiq menghadap penguasa negeri itu tapi kedatangannya disambut dengan sinis. “Kalau hanya do’a kami sudah puluhan kali melakukannya. Diantaranya kepada Kiai Telingsing. Hal ini berpengaruh besar bagi kehidupan dakwah Raden Jakfar Sodiq di masa yang akan datang yaitu takkala menghadapi masyarakat yang kebanyakan masih beragama Hindu dan Budha. Disana beliau bukan hanya mengajarkan agama Islam. Di Tanah Arab ini banyak para ulama dan SyekhSyekh ternama. beliau tinggal di sebuah daerah subur yang terletak diantara sungai Tangulangin dan Sungai Juwana sebelah Timur. Banyak yang datang berguru seni ukir kepada Kiai Telingsing. Raden Jakfar Sodiq juga belajar kepada beberapa ulama terkenal. melainkan juga mengajarkan kepada para penduduk seni ukir yang indah. Nama asli Kiai Telingsing ini adalah The Ling Sing. Di Jawa. “Dengan apa Tuan akan melenyapkan wabah penyakit itu ?” tanya sang Amir. . Dengan belajar kepada ulama yang berasal dari Cina itu. Didalam Babad Tanah Jawa. dan bantuan pusaka dari Raden Patah yang dibawa dari Palembang kedudukan Demak dan Majapahit akhirnya berimbang. namun berkat siasat Sunan Kalijaga. baik ke Tanah Hindustan maupun ke Tanah Suci Mekkah.Cerita dari sumber lain Asal – Usul Menurut salah satu sumber. Sudah banyak orang mencoba tapi tak pernah berhasil. The Ling Sing cukup dipanggil dengan sebutan Telingsing.” “Saya mengerti.” kata Jakfar Sodiq. Dalam pertempuran yang sengit dan saling mengeluarkan aji kesaktian itu Sunan Ngudung gugur sebagai pahlawan sahid. Kebijakan Sunan Kudus Dalam Menyebarkan Agama Islam Di samping belajar agama kepada ayahnya sendiri. Tapi jangan lupa ada saja kekurangannya sehingga do’a mereka tidak terkabulkan. disebutkan bahwa Sunan Ngudung pernah memimpin pasukan Demak Bintoro yang berperang melawan pasukan Majapahit. Sunan Ngudung selaku senopati Demak berhadapan dengan Raden Timbal atau Adipati Terung dari Majapahit. peperangan itu dapat dihentikan. Sebagaimana disebutkan dalam sejarah Jenderal Cheng Hoo yang beragama Islam itu datang ke Pulau Jawa mengadakan tali persahabatan dan menyebarkan agama Islam melalui perdagangan. Pada akhirnya perang itu dimenangkan oleh pasukan Demak. Adipati Terung dan pengikutnya bergabung dengan tentara Demak dan menggempur tentara Majapahit hingga ke belah timur. Kini keadaan berbalik. Dan kenetulan di sana ada wabah penyakit yang sukar di atasi. siapa yang berhasil melenyapkan wabah penyakit itu akan diberi hadiah harta benda yang cukup besar jumlahnya. Ada yang mengatakan letak Jipang Panolan ini di sebelah utara kota Blora. Penguasa negeri Arab mengadakan sayembara. Kedudukannya sebagai senopati Demak kemudian digantikan oleh Sunan Kudus yaitu putranya sendiri bernama asli Ja’far Sodiq. Pasukan Demak hampir saja menderita kekalahan. Selanjutnya melalui jalan diplomasi Patih Wanasalam dan Sunan Kalijaga. Raden Jakfar Sodiq juga berguru kepada Sunan Ampel di Surabaya selama beberapa tahun. Sunan Kudus adalah Raden Usman haji yang bergelar Sunan Ngudung dari Jipang Panolan. “Dengan do’a. Sewaktu berada di Mekkah beliau menunaikan ibadah haji. Jakfar Sodio mewarisi bagian dari sifat positif masyarakat Cina yaitu ketekunan dan kedisiplinan dalam mengejar atau mencapai cita-cita.” jawab Jakfar Sodiq singkat. 2. Selanjutnya. termasuk Raden Jakfar Sodiq itu sendiri. Tapi mereka tak pernah berhasil mengusir wabah penyakit ini. Adipati Terung yang memimpin lasykar Majapahit diajak damai dan bergabung dengan Raden Patah yang ternyata adalah kakaknya sendiri.

“Salah satu diantara surat-surat Al-Qur’an yaitu surat yang kedua juga dinamakan Surat Sapi atau dalam bahasa Arabnya Al-Baqarah. Kok ada sapi di dalam Al-Qur’an. Lalu apa yang akan dilakukan Sunan Kudus ? Apakah Sunan Kudus hendak menyembelih sapi di hadapan rakyat yang kebanyakan justru memujanya dan menganggap binatang keramat.” Mendengar cerita tersebut para pemeluk agama Hindu terkagum-kagum. ingin tahu apa yang akan dilakukan Sunan Kudus terhadap sapi itu. Jakfar Sodiq adalah pengikut jejak Sunan Kalijaga.” kata Sunan Kudus. dalam berdakwah menggunakan cara halus atau Tutwuri Handayani. Adat istiadat rakyat tidak ditentang secara frontal. Sunan Kudus keluar dari dalam rumahnya. Tapi Jakfar Sodiq menolaknya. Sapi tersebut berasal dari Hindia. dibawa para pedagang asing dengan kapal besar.” kata Jakfar Sodiq dengan tenangnya. . Bukan main senangnya hati sang Amir. Sapi itu ditambatkan di halaman rumah Sunan Kudus. Sapi dalam pandangan agama Hindu adalah hewan suci yang menjadi kendaraan para Dewa. Rakyat Kudus yang kebanyakan beragama Hindu itu tergerak hatinya. segenap sanak kadang yang saya cintai.“Hem. Dalam tempo singkat wabah penyakit mengganas di negeri Arab telah menyingkir. Juga mereka yang masih memeluk kepercayaan lama dan memegang teguh adat-istiadat lama. Batu itupun dibawa ke Tanah Jawa. Jakfar Sodiq lalu dipersilahkan melaksanakan niatnya. Cara Berdakwah Yang Luwes Di Kudus pada waktu penduduknya masih banyak yang beragama Hindu dan Budha. “Sedulur-sedulur yang saya hormati. Mereka menyangka Raden Jakfar Sodiq itu adalah titisan Dewa Wisnu. Pada akhirnya Jakfar Sodiq yang bertugas di daerah itu. “Saya melarang saudara-saudara menyakiti apalagi menyembelih sapi. 3. Sang Amir mengijinkannya. Rakyat kota Kudus pada waktu itu masih banyak yang beragama Hindu dan Budha. Masyarakat makin tertarik. di pasang di pengimaman masjid yang didirikannya sekembali dari Tanah Suci. maka mereka bersedia mendengarkan ceramahnya. sungguh berani Tuan berkata demilian. Para Wali mengadakan sidang untuk menentukan siapakah yang pantas berdakwah di kota itu. Mereka berdo’a hanya karena mengharap hadiah. Hadiah yang dijanjikannya bermaksud diberikannya kepada Jakfar Sodiq. Secara khusu Jakfar Sodiq berdo’a dan membaca beberapa amalan. Setelah jumlah penduduk yang datang bertambah banyak.” Sunan Kudus membuka suara.” Sang Amirpun terbungkam atas jawaban itu. Rasa kagum mulai menjalari hatinya.” kata Amir itu dengan nada berang. Didalam masyarakat seperti itulah Jakfar Sodiq harus berjuang menegakkan agama. dia hanya minta sebuah batu yang berasal dari Baitul Maqdis. “Anda telah menjanjikan hadiah yang menggelapkan mata hati mereka sehingga do’a mereka tidak ikhlas. Itu berarti Sunan Kudus akan melukai hati rakyatnya sendiri. Pada suatu hari Sunan Kusus atau Jakfar Sodiq membeli seekor sapi (dalam riwayat lain disebut Kebo Gumarang). Untuk mengajak mereka masuk Islam tentu bukannya pekerjaan mudah. Kesempatan itu tak disiasiakan. Bahkan beberapa orang yang menderita sakit keras mendadak saja sembuh. mereka jadi ingin tahu lebih banyak dan untuk itulah mereka harus sering-sering datang mendengarkan keterangan Sunan Kudus. Dalam tempo singkat halaman rumah Sunan Kudus dibanjiri rakyat. baik yang beragama Islam maupun Budha dan Hindu. Menyembelih sapi adalah perbuatan dosa yang dikutuk para Dewa. “Apa kekurangan mereka ?” “Anda sendiri yang menyebabkannya. jumlahnya tidak sedikit. Sebab di waktu saya masih kecil dulu hampir mati kehausan lalu seekor sapi datang menyusui saya. melainkan diarahkan sedikit demi sedikit menuju ajaran Islami. Karena masjid yang dibangunnya dinamakan Kudus maka Raden Jakfar Sodiq pada akhirnya disebut Sunan Kudus.

Seperti diketahui bersama Rakyat Jawabanyak yang melakukan adat-adat yang aneh. Beribadah dengan benar. 3. Dan Menghayati agama dengan benar. Inilah kesalahan Sunan Kudus. yang kadangkala bertentangan dengan ajaran Islam. Sunan Kudus mengundang masyarakat lagi. Kali ini masyarakat tidak usah membasuh tangan dan kakinya waktu masuk masjid. Dikarenakan harus membasuh tangan dan kaki inilah banyak rakyat yang tidak mau. Mengambil keputusan yang benar. dan bila perempuan seperti Siti Mariam ibunda Nabi Isa. untuk apa Sunan Kudus memasang lambang wasiat Budha itu di padasan atau tempat berwudhu. Usahanya itupun membuahkan hasil. Bentuk masjid yang dibuat Sunan Kuduspun juga tak jauh bedanya dengan candi-candi milik agama Hindu. Sunan Kudus membuat padasan atau tempat berwudhu dengan pancuran yang berjumlah delapan. Contohnya. Setelah masuk masjid. 7. hasilnya sungguh luar biasa. baik yang Islam maupun yang Hindu dan Budha ke dalam Masjid.Demikianlah. “Jalan berlipat delapan” atau Asta Sanghika Marga” yaitu 1. Acara selamatan boleh terus dilakukan tapi niatnya bukan sekedar kirim sesaji kepada para Dewa. Di saat itulah Sunan Kudus menyisipkan bab . harus kreatif dan tidak bersifat memaksa. 4. Adat tersebut tidak ditentang secara keras oleh Sunan Kudus. Dalam undangan disebutkan hajat Sunan Kudus yang hendak mitoni dan bersedekah atas hamilnya sang istri selama tiga bulan. rakyat harus membasuh kakinya dan tangannya di kolam yang sudah disediakan. yang hingga sekarang dikagumi orang di seluruh dunia karena keanehannya. pihak tuan rumah membuat sesaji dari berbagai jenis makanan. Beliau hanya bermaksud mengenalnya syariat berwudhu kepada masyarakat tapi akibatnya masyarakat malah menjauh. bila seorang istri orang Jawa hamil tiga bulan maka akan dilakukanlah acara selamatan yang disebut yang mitoni sembari minta kepada Dewa bahwa bila anaknya lahir supaya tampan seperti Arjuna. Apa sebabnya ? Karena iman mereka atau tauhid mereka belum terbina. Caranya? memang tidak mudah. Berbeda dengan cara lama. Bekerja dengan benar. banyak ummat Budha yang penasaran. misalnya berkirim sesaji di kuburan. Maka pada kesempatan lain. Hal ini dilakukan juga oleh Sunan Kalijaga dan Sunan Muria. Berkata yang benar. Masing-masing pancuran diberi arca diatasnya. selamatan mitoni. terutama dari kalangan Budha dan Hindu. kemudian di ikrar hajatkan di ikrarkan oleh sang dukun atau tetua masyarakat dan setelah upacara sakral itu dilakukan sesajinya tidak boleh dimakan melainkan diletakkan di candi. Sedang permintaannya langsung kepada Allah dengan harapan anaknya lahir laki-laki akan berwajah tampan seperti Nabi Yusuf. 6. Harus memiliki pengetahuan yang benar. Sunan Kudus sangat memperhatikan upacara-upacara ritual itu. Untuk itu sang ayah dan ibu harus sering-sering membaca Surat Yusuf dan Surat Mariam dalam Al-Qur’an. Sesudah masjid berdiri. sesudah simpati itu berhasil didapatkan akan lapanglah jalan untuk mengajak masyarakat berduyun-duyun masuk agama Islam. di kuburan atau ditempat-tempat sunyi di lingkungan rumah tuan rumah. dan berusaha sebaik-baiknya untuk merubah atau mengarahkannya dalam bentuk Islami. Melainkan di arahkan dalam bentuk Islami. Masyarakat berbondong-bondong memenuhi undangannya. Kini Sunan Kudus bermaksud menyaring ummat Budha. Hal ini disesuaikan dengan ajaran Budha. Didalam cerita tutur disebutkan bahwa Sunan Kudus itu pada suatu ketika gagal mengumpulkan rakyat yang masih berpegang teguh pada adat istiadat lama. Sesudah berhasil menarik ummat Hindu ke dalam agama Islam hanya karena sikap toleransinya yang tinggi. binatang yang dikeramatkan ummat Hindu. 5. Hidup dengan cara yang benar. melainkan bersedekah kepada penduduk setempat dan boleh di bawa pulang. Sunan Kudus pernah gagal. 2. neloni dan lain-lain. yaitu beliau mengundang seluruh masyarakat. yaitu menghormati sapi. Lihatlah Menara Kudus yang antik itu. Ketika pertama kali melaksanakan gagasannya. jika anaknya perempuan supaya cantik seperti Dewi Ratih.

Cara tersebut kadang mengecewakan. seorang Wali yang meremehkan syariat sehingga dianggap sesat. Sewaktu berada di daerah Kudus ia tidak langsung turun dari tampahnya. Orang-orang yang melihatnya merasa kagum dan heran. “Hai Sunan Kudus ayo keluarlah! Hadapilah aku Ki Ageng Kedu yang hendak menantangmu adu kesaktian !” Tiba-tiba Sunan Kudus menundingkan tangannya ke arah Ki Ageng Kedu sembari berkata. malam itu tak dapat tidur. mala tertawa ngakak berkeliling kota Kudus. Mereka beramai-ramai masuk ke dalam hutan untuk memeriksa. 4. Penduduk desa Pengging yang terletak di tepi hutan.keimanan dalam agama Islam secara halus dan menyenangkan rakyat. Dengan demikian Sunan Kudus berhasil menebus kesalahannya di masa lalu. Rakyat tetap menaruh simpati dan menghormatinya. Sedangkan sebagai Senopati para Wali beliau pernah ditugaskan untuk mengeksekusi Syekh Siti Jenar. Seperti biasa. kalau-kalau malam itu harimau yang mengaum itu akan masuk ke dalam desa. yang lama-lama menjadi kebiasaan untuk berwudhu. tapi ada seorang yang merasa lebih sakti daripada Sunan Kudus. segala kesaktian Ki Ageng Kedu lenyap seketika. dan dikuatirkan mereka jenuh maka Sunan Kudus mengakhiri ceramahnya. Baik secara langsung melalui ceramah agama maupun adu kesaktian dan melalui kesenian. tapi saat itu Sunan Kudus belum keluar dari Masjid. rakyat jadi ingin tahu kelanjutan ceramahnya. Orang itu bernama Ki Ageng Kedu. 5. Para penduduk berjaga-jaga. Dan pada kesempatan lain mereka datang lagi ke masjid. Tapi sampai pagi tidak ada seekor harimau tampak masuk kampung. Di tengah hutan. Tubuh Ki Ageng Kedu terlempar ke tanah yang becek. Tampah yang dikendarainya mendadak oleng kesana-kemari. . Pada bagian ini akan diceritakan secara singkat tugas Sunan Kudus di saat haus berhadapan dengan seorang murid Syekh Siti Jenar yang masih punya darah keturunan dari Raja Majapahit. bukan harimau yang mereka dapatkan. bahkan seperti dihempaskan oleh tenaga gaib yang tak tampak oleh mata. tak bisa terbang lagi seperti dulu. yang dalam bahasa Jawanya disebut Jember. tubuhnya yang ringan mendadak berubah menjadi berat dan segera tersedot oleh gaya tarik bumi. Cara-cara yang ditempuh untuk mengislamkan masyarakat cukup banyak. Pada suatu hari Ki Ageng Kedu yang penasaran atas kesaktian Sunan Kudus ingin mencoba adu kesaktian. ketika rakyat tengah memusatkan perhatiannya pada keterangan Sunan Kudus tetapi karena waktu sudah terlalu lama. Sunan Kudus Sebagai Seorang Senopati Sunan Kudus di dalam Babad Tanah Jawa disebut sebagai Senopati atau Panglima Perang Kerajaan Demak Bintoro. dia mengambil tampah kemudian terbang ke daerah Kudus. Orang itu tak lain adalah Sunan Kudus dan tujuh prajurit Demakyang menyamar sebagai santri biasa. melainkan tujuh orang santri dan seorang berjubah putih yang tampak agung berwibawa. Dia juga tak merasa heran saat keluar dari masjid melihat Ki Ageng Kedu berteriak-teriak memanggil namanya. Juga Senopati Waliullah artinya beliau itu menjadi Senopatinya para Wali. Para penduduk penasaran. tapi disitulah letak segi positifnya. beliau yang pertama kali menciptakan tembang Mijil dan Maskumambang. Seorang sakti hanya memiliki ilmu peringan tubuh sedemikian rupa sehingga hanya dengan melemparkan tampah ke udara kemudian dia meloncat hinggap di atas tampah itu diapun dapat terbang menurut keinginannya. beliau masih membaca dzikir seusai shalat. Ki Ageng Kedu lewat begitu saja dengan cepatnya di atas rumah-rumah penduduk. baik dengan undangan maupun tidak. Caranya menyampaikan materi cukup cerdik. Di dalam tembang-tembang tersebut beliau sisipkan ajaran-ajaran agama Islam. “Aku di sini Ki Ageng Kedu !” Seketika tersirap darah Ki Ageng Kedu. hingga sekarang tempat Ki Ageng Kedu itu jatuh disebut Jember. sebabnya malam itu terdengar auman harimau secara terus menerus. karena rasa ingin tahu itu demikian besar mereka tak perduli lagi pada syarat yang diajukan Sunan Kudus yaitu membasuh kaki dan tangannya lebih dulu. Setelah roboh ke tanah yang becek dan kotor. Tantangan Ki Ageng Kedu Bahwa Sunan Kudus itu seorang Wali berilmu tinggi dan sakti sudah dimaklumi masyarakat. Tak terkendalikan lagi. Dia telah berubah menjadi manusia biasa. apakah benar di dalam hutan itu ada harimaunya. Muridmurid Sunan Kudus sudah penasaran melihat kepongahannya. Sebagai Senopati Kerajaan Demak beliau pernah memimpin peperangan melawan Majapahit yang pada waktu itu dipimpin oleh Adipati Terung.

“Atas-bawah. yaitu pusaka warisan dari mertuanya yang disembunyikan di dalam hutan saat dia kemalaman.” Kata pelayan itu. Jawaban itu bagi Sunan Kudus sudah sangat jelas. Sunan Kudus kemudian meneruskan perjalanannya ke Pengging untuk menemui Adipati Kebo Kenanga atau lebih dikenal sebagai Ki Ageng Pengging.” Kata Sunan Kudus. Istri Ki Ageng Pengging membuatkan minuman untuk menghormat tamu khusus itu. “Aku bukan tamu biasa. bila tidak mengeluarkan auman harimau berarti dia akan menemui kegagalan. Ingin menjadi rakyat atau bawahan Demak Bintoro sekaligus ingin menjadi penguasa Demak Bintoro.” “Aneh. diawal tampak pemerintahan Raden Patah. Dia sendiri berjalan menuju rumah Ki Ageng Pengging. Walau tampaknya Ki Kebo Kenanga atau Ki Ageng Pengging itu tak mengurus pemerintahan Kadipaten. di pusat bekas pemerintahan Adipati Handayaningrat itu kini hanya ada sebuah rumah yang tak seberapa besar. Pendapa atau istana Kadipaten tidak kelihatan.” kata Ki Ageng Pengging. Sunan Kudus dipersilahkan masuk ke dalam rumahnya. Kebo Kenanga. Ternyata Ki Ageng bersedia menerima tamunya. Patih Demak Bintoro.“Apakah tuan melihat harimau di sekitar hutan ini ?” Tanya tetua desa. Kini tiga tahun telah berlalu. Berarti Ki Ageng Pengging punya maksud ganda. Hal ini di sadari oleh pemerintah pusat Demak Bintoro. beliau tidak bisa menemui tamu. Aku tak bisa memilihnya. semalam kami tak dapat tidur karena auman suara harimau yang terus menerus. bentuknya seperti rumah penduduk lainnya. Sunan Kudus memerintahkan tujuh orang pengikutnya menunggu di ujung desa. “Jawabanku tetap sama dengan tiga tahun yang lalu. Patih Wanasalam telah diutus untuk menemui Ki Ageng Pengging. hingga sekarang tempat Sunan Kudus bermalam itu dinamakan desa Sima. Langkahnya mantap. memberi batas waktu tiga tahun untuk berfikir dan menentukan pilihan. “Semalam kami tidur di hutan ini tapi tidak melihat seekor harimau. Kasarnya memberontak ! . Tiga tahun yang lalu. Ki Ageng Pengging tidak pernah menghadap ke Demak.” jawab Sunan Kudus.” Kata Sunan Kudus.” Pelayan itu masuk ke dalam rumah menyampaikan pesan Sunan Kudus yang dianggapnya aneh. “Katakan aku adalah utusan Tuhan yang datang dari Kudus. Ki Ageng Pengging menghela nafas. sudah beberapa hari Ki Ageng mengurung diri di dalam kamarnya. Tinggallah di ruang tamu itu Ki Ageng Pengging dan Sunan Kudus. “Tidak. Bila bende itu dipukul bunyinya seperti harimau maka tandanya akan berhasil. Karena kau mendengar suara Sima (harimau) padahal tak ada Sima. Ingin bertemu dengan Ki Ageng Pengging. Pagi itu penduduk banyak yang pergi ke sawah dan ladang masing-masing. “Wahai Ki Ageng. saya diperintahnya oleh Sultan Demak Bintoro. Suasana Kadipaten Pengging benar-benar lenggang. Dia yakin tugasnya kali ini akan membawa hasil. apakah Ki Ageng Pengging bersedia mengakui Raden Patah selaku Raja Demak Bintoro dan penerus dinasti Majapahit atau sebaliknya Ki Ageng Pengging ingin menjadi Raja Demak ? Pertanyaan itu tidak pernah dijawab dengan tegas oleh Ki Ageng Pengging. Jelasnya dia tidak mau mengakui Raden Patah sebagai raja Demak. Sunan Kudus memberi salam kemudian mengutarakan maksud kedatangannya untuk menemui Ki Ageng Pengging. Patih Wanasalam orang kepercayaan Raden Patah. cucu Raja Majapahit itu malah tenggelam dalam dunia kebatinan yang diajarkan oleh Syekh Siti Jenar. tiga tahun yang lalu dia juga diberi pertanyaan serupa oleh Ki Wanasalam. Di luar atau di dalam? Di atas atau di bawah ?” Tanya Sunan Kudus. Tujuannya adalah untuk meminta ketegasan Ki Ageng Pengging. “Maaf Tuan.” Guman tetua desa. Raden Patah kemudian memerintahkan Sunan Kudus untuk mengadili pembangkangan Ki Ageng Pengging ini. Manakah yang kau pilih. “Kalau begitu namakanlah tempat ini desa Sima. Seperti sudah dilambangkan oleh Bende Kyai Sima. Tapi sewaktu-waktu mereka bisa di gerakkan di saat diperlukan oleh Ki Ageng Pengging. tapi sesungguhnya para prajurit masih setia kepadanya. luar-dalam adalah milikku. Ini pembangkangan namanya. Bahkan Kadipaten Pengging yang dulu pernah mengalami kejayaan di jaman ayahnya yaitu Adipati Handayaningrat tidak diurus lagi. mereka menyembunyikan di balik baju petani. Tetua desa itu menurut. Di depan pintu rumah Ki Ageng Pengging ada seorang pelayan wanita setengah baya.

dan kau anggap aku ini Allah aku memang Allah !” Klop sudah! Ki Ageng Pengging adalah pengikut Syekh Siti Jenar yang berfaham Wihdatul Wujud atau berfilsafat serba Tuhan.” Kata Sunan Kudus. Setelah tahu pemimpinnya dibunuh mereka memanggil penduduk lainnya dan bersama-sama mengejar Sunan Kudus.” Orang-orang Pengging itu tak menemukan pilihan lain. Mereka tak akan mampu menghadapinya. Maka Sunan Kudus bermaksud menggorek kelemahan Ki Ageng Pengging dengan jalan diplomasi. 200 orang bekas prajurit dan perwira dipimpin oleh bekas Senopati Kadipaten Pengging mencabut senjata dan berteriak-berteriak memanggil Sunan Kudus dari kejauhan. maka kau harus membuat sebab kematianku. Sunan Kudus kemudian keluar rumah Ki Ageng Pengging dengan langkah tenang. Disambut oleh tujuh pengikutnya di ujung desa. Orang-orang Pengging mengejar kearah timur. Tapi dia tetap tak mau menghadap ke Demak. padahal Sunan Kudus dan pengikutnya berada di sebelah utara. Sunan Kudus kasihan melihat keadaan mereka. kadangkala mereka kebal. Akal mereka seperti hilang. sehingga Syekh Siti Jenar dihukum mati. Tidak berapa lama kemudian ribuan prajurit itu lenyap. Sunan Kudus ingin mengetahui apakah Ki Ageng Pengging masih meyakini ilmu dari Syekh Siti Jenar itu atau sudah meninggalkan sama sekali. Kau anggap aku santri memang aku santri. Itulah penghormatan kalian yang terakhir kepada pemimpin kalian. “Segeralah kalian urus jenazah Ki Ageng. Mereka berjalan menuju Demak Bintoro. Sunan Kuduspun melakukannya. Baik oleh Raja Pajang yaitu Sultan Handiwijaya maupun Raja Jipang yaitu Ario Penangsang. Cukup aku saja yang mati. akhirnya mereka dibuat sadar kembali. tak tahu harus berbuat apa. seketika matilah Ki Ageng Pengging.Bahwa Ki Ageng Pengging itu murid Syekh Siti Jenar. “Tusuklah siku lenganku ini ……! Ujar Ki Ageng membuka titik kelemahannya. “Benarkah apa yang saya dengar itu ? Saya ingin melihat buktinya. Sunan Kudus juga cerdik. memang aku keturunan raja. Tiba-tiba muncul ribuan prajurit Demak yang berlarian ke arah timur.” Kata Sunan Kudus. Saya ingin melihat buktinya ?” “Jadi itukah yang dikehendaki Sultan Demak” Baiklah. Penduduk sekitar berdatangan ke rumahnya. kau anggap aku ini rakyat memang aku rakyat. Akhirnya mereka kembali ke rumah Ki Ageng untuk menguburkan jenazah pemimpin mereka. Penduduk Pengging itu seperti baru sadar dan mengerti bahwa yang mereka hadapi adalah seorang Senopati Demak Bintoro yang kondang mempunyai seribu satu macam kesaktian.” “Memang begitu !” Jawab Ki Ageng Pengging. dia tahu murid-murid Syekh Siti Jenar itu mempunyai ilmuilmu yang aneh. Jika orang memandang Menara Masjid Kudus yang lain sangat aneh dan artistik tersebut pasti akan segera teringat pada pendirinya yaitu Sunan Kudus. Tapi jangan melibatkan orang lain. Beliau wafat dan dimakamkan di sebelah barat Masjid Jami Kudus. “Jangan turut campur urusan besar ini. Orang Pengging kebingungan. tak mempan senjata apapun juga. Faham itu adalah bertentangan dengan Islam yang disiarkan para Wali. kalian rakyat kecil. “Seperti pengakuan Ki Ageng bahwa Ki Ageng dapat mati didalam hidup. kau anggap aku ini raja. gurunya itu sudah dihukum mati karena kesesatannya. Pulanglah !” Suara Sunan Kudus terdengar berat dan mengandung perbawa kuat. “Saya pernah mendengar bahwa Ki Ageng bisa hidup di dalam mati dan mati di dalam hidup. Dibunyikannya Bende Kyai Sima. tidak ada orang mati tanpa sebab. “Ada tugas yang lebih penting daripada berbuat kesia-siaan ini. Sunan Kudus berhenti. . tak ada hubungannya dengan urusan ini. Sunan Kudus sangat dihormat para penguasa pada jamannya. Sementara itu istri Ki Ageng Pengging yang hendak menghidangkan jamuan makan menjerit keras manakala melihat suaminya mati di ruang tamu. Ki Ageng Pengging sudah diperingatkan selama tiga tahun. “Kau anggap apa saya aku ini maka aku akan menurut apa yang kau sangka.” Sunan Kudus menyanggupi permintaan Ki Ageng. Itu berarti dia sengaja hendak memberontak! nah. Siku Ki Ageng ditusuk dengan ujung keris.

pada 1928. tak lain seorang kapitan Tionghoa bernama Gan Sie Cang.M. Maklum. Sayang sekali. Berdasarkan penelusuran mereka. dan Dewi Sofiah. Terjadilah pertarungan sengit. sekitar 800 meter di atas permukaan laut. Karya R. sampai kini belum ada telaah yang jelas mengenai asal-usul Sunan Muria. Salah satu hasil dakwahnya lewat seni adalah lagu Sinom dan Kinanti. karya Slamet itu masuk dalam daftar buku yang dilarang Kejaksaan Agung pada 1971. Raden Umar Said sedang asyik berceramah di padepokannya di Desa Colo. yang bejarak lima kilometer dari kota Pati. Karena terus didesak. Ternyata. berdagang dan melaut adalah kesukaannya. Darmowasito. Padahal. Semarang. Nama Muria diambil dari tempat tinggal terakhirnya di lereng Gunung Muria. Solusi pemecahannya pun selalu dapat diterima oleh semua pihak yang berseteru. Dewi Rukayah. yang berisi sejarah dan silsilah wali dan raja-raja Jawa. Nama kecilnya adalah Raden Prawoto. kalaupun Kebo Anabrang berhasil. Slamet mengacu pada naskah kuno yang ditemukan di Klenteng Sam Po Kong. . Bergaul dengan rakyat jelata. Itulah satu cuplikan cerita rakyat tentang Raden Umar Said. Sunan Kalijaga. Kecamatan Dawe. sampai kini pintu gerbang itu masih berdiri dan dikeramatkan penduduk setempat.SUNAN MURIA Ia putra Dewi Saroh –adik kandung Sunan Giri sekaligus anak Syekh Maulana Ishak. Berkat kesaktian Kebo Anabrang. Mojokerto. Ia pun melanjutkan perjalanan. Dr. dengan Sunan Kalijaga. Dalam bukunya. Sunan Kalijaga. Sunan Muria disebut ”tak pandai berbahasa Tionghoa karena berbaur dengan suku Jawa”. Sunan Muria adalah putra Raden Usman Haji alias Sunan Ngudung. ”Siapa yang sanggup mengangkat pintu gerbang. hanya Kebo Anabrang yang sanggup mengangkatnya. Sunan Muria berdakwah dari Jepara. Sunan Muria lebih suka tinggal di daerah sangat terpencil dan jauh dari pusat kota untuk menyebarkan agama Islam. yang tak lain adalah Sunan Muria. Noertjahjo (1974) dan Solihin Salam (1964. Tetapi. Raden Umar terpaksa turun langsung melerai pertengkaran itu. Raden Ronggo juga memerlukan gerbang itu untuk mempersunting Roro Pujiwati. Tanpa tedeng aling-aling. Akibatnya.” kata Raden Umar. Namun berbeda dengan sang ayah. Tapi. pernikahan Sunan Kalijaga dengan Dewi Saroh binti Maulana Is-haq memperoleh tiga anak. jaraknya mencapai sekitar 350 kilometer. ke padepokannya dalam semalam. Begitu melangkahkan kaki. Raden Umar terkejut mendengarnya. Padahal. terdengar kokok ayam bersahutan. Kebo Anabrang tetap bersikeras. Satu versi menyebutkan. yakni Sunan Muria. mengaku sebagai putra Raden Umar. Kebo Anabrang dihadang Raden Ronggo dari Kadipaten Pasatenan Pati. Ia segera membantah dan mengusir Kebo Anabrang. tak mau meninggalkan padepokan sebelum Raden Umar mengaku sebagai ayahnya. Raden Umar akhirnya mengalah. Sunan Muria adalah putra Sunan Kalijaga. pertanda pagi menjelang. Tapi dengan satu syarat: Kebo Anabrang harus memindahkan salah satu pintu gerbang Kerajaan Majapahit di Trowulan. belum ada telaah mendalam mengenai berbagai versi itu. Raden Bambang Kebo Anabrang. 1974) yakin dengan versi ini. Slamet Muljana menyebutkan ayah Sunan Muria. Tetapi. Padepokannya di Colo terletak di lereng Gunung Muria. ia akan sulit menuliskan silsilahnya. Tayu. menyebutkan Sunan Muria sebagai putra Raden Usman Haji. Ia dikenal sebagai pribadi yang mampu memecahkan berbagai masalah betapapun rumitnya masalah itu. Konon. Prof. Desa Muktiharjo. Versi lain memaparkan. apa lacur. pemuda itu. 18 kilometer ke utara kota Kudus Gaya berdakwahnya banyak mengambil cara ayahnya. Bahkan ada juga yang menyebutnya keturunan Tionghoa. Ahli sejarah A. dialah yang berhak. Toh. pintu gerbang itu enteng saja dipikulnya. Runtuhnya Kerajaan Hindhu-Jawa dan Timbulnya Negara-negara Islam di Nusantara (1968). Pustoko Darah Agung. ketika seorang pemuda datang berkunjung. Pemerintahan Orde Baru ketika itu khawatir penemuan Slamet ini mengundang heboh. Sunan Muria seringkali dijadikan pula sebagai penengah dalam konflik internal di Kesultanan Demak (15181530). sambil mengajarkan keterampilan-keterampilan bercocok tanam. dalam perjalanan. Siapa saja yang sanggup membawa gerbang Majapahit itu ke Juana berhak melamar Roro Pujiwati. ia baru mencapai Dusun Rondole. putri Kiai Ageng Ngerang. Kudus. Juana hingga sekitar Kudus dan Pati. Masing-masing mengeluarkan kesaktiannya.

Walau begitu. Maka daerah dakwahnya cukup luas dan tersebar. Sunan Muria lebih senang berdakwah pada rakyat jelata ketimbang kaum bangsawan. Hasilnya. Gayanya ”moderat”. Toh.” tutur Muhammad Shohib. mengikuti Sunan Kalijaga. keabsahan naskah kuno tadi meragukan. Umar mengumpulkan sejumlah pendapat ahli sejarah. Misalnya adat kenduri pada hari-hari tertentu setelah kematian anggota keluarga. pelosok Pati. Cara dakwah inilah yang menyebabkan Sunan Muria dikenal sebagai sunan yang suka berdakwah topo ngeli. Ketua Yayasan Masjid dan Makam Sunan Muria. menyelusup lewat berbagai tradisi kebudayaan Jawa. Juana. Yakni dengan ”menghanyutkan diri” dalam masyarakat. ”Kurang lebih ada sekitar 15. tak pernah sepi dari penziarah. karya Umar Hasyim. Ia berusaha membedakan cerita rakyat dengan fakta. yang tak diharamkannya. karena telah bercampur dengan dongeng rakyat. Sunan Muria: Antara Fakta dan Legenda (1983). Misalnya tentang Sunan Muria sebagai keturunan Tionghoa. yang terletak di Desa Colo. lagu Jawa. Sunan Muria juga berdakwah lewat berbagai kesenian Jawa. Lewat tembang-tembang itulah ia mengajak umatnya mengamalkan ajaran Islam. Karena itulah. bolehlah digolongkan penelitian awal yang mencoba menelusuri silsilah Sunan Muria secara lebih ilmiah. Mulai lereng-lereng Gunung Muria. dari berbagai versi itu. yang sampai sekarang masih lestari. tradisi berbau klenik seperti membakar kemenyan atau menyuguhkan sesaji diganti dengan doa atau salawat. Ternyata. .000 penziarah tiap hari. sampai pesisir utara. Umar mengaku kadang-kadang terpaksa mengandalkan penafsirannya dalam menelusuri jejak Sunan Muria. tak ada yang meragukan reputasi Sunan Muria dalam berdakwah. Lagu sinom dan kinanti dipercayai sebagai karya Sunan Muria. misalnya mencipta macapat. Sampai kini. Hanya. kompleks makam Sunan Muria.Sejauh ini. Kudus. Umar cenderung pada versi Sunan Muria sebagai putra Sunan Kalijaga. seperti nelung dino sampai nyewu.

Dari perkawinan itu lahirlah Syarif Hidayatullah dan Syarif Nurullah.Mimpi itu terulang hingga tiga kali yaitu bertemu dengan Nabi Muhammad yang mengajarkan agama Islam. air yang akan menyejukkan jiwanya itu agama Islam. Ibunda Syech Syarief Hidayatullah adalah Nyai Rara Santang dan setelah masuk Islam berganti nama menjadi Syarifah Muda’im adalah Putri Prabu Siliwangi dari kerajaan Padjajaran. Cai Rebon.Tapi mimpi itu hanya terjadi tiga kali. kedua anak muda itu mereguk air lebih banyak lagi. . Sebagian besar rakyat Caruban mata pencariannya adalah mencari udang kemudian dibuatnya menjadi petis yang terkenal. Daerah itu dijadikan pendukuhan yang makin hari banyak orang berdatangan menetap dan menjadi pengikut Pangeran Walangsungsang. Ulama inilah yang lebih dahulu menyiarkan agama Islam di sekitar daerah Cirebon. Setelah dianggap memenuhi syarat. ASAL USUL Sebelum era Sunan Gunung Jati berdakwah di Jawa Barat. kedua kakak beradik itu tinggal di rumah seorang ulama besar bernama Syekh Bayanillah sambil menambah pengetahuan agama. Setelah daerah itu ramai Pangeran Walangsungsang diangkat sebagai kepala Dukuh dengan gelar Cakrabuana. Syech Syarief Hidayatullah berkelana untuk belajar Agama Islam dan sampai di Cirebon pada tahun 1470 Masehi. Ulama besar itu bernama Syekh Kahfi. Orang yang menetap di Tegal Alang-alang terdiri dari berbagai rasa atau keturunan. Mereka mengutarakan maksudnya kepada Prabu Siliwangi untuk berguru kepada Syekh Datuk Kahfi. Al-Kisah. Ayahanda Syech Syarief Hidayatulloh adalah Syarief Abdullah. Nama Rarasantang kemudian diganti dengan Syarifah Mudaim. banyak pula pedagang asing yang menjadi penduduk tersebut. Seperti orang kehausan. putra Prabu Siliwangi dari Pajajaran bernama Pangeran Walangsungsang dan adiknya Rara Santang pada suatu malam mendapat mimpi yangsama . Pangeran Walangsungsang dan adiknya nekad. Tumenggung Cerbon Sri Manggana Cakrabuana alias Pangeran Walangsungsang dan didukung Kerajaan Demak.SUNAN GUNUNG JATI Syech Syarief Hidayatulloh dilahirkan Tahun 1448 Masehi. Dalam bahasa Sunda Petis dari air udang itu.Maka Legal Alang-alang disebut Caruban. Tapi keinginan mereka ditolak oleh Prabu Siliwangi. Syech Syarief Hidayatullah dengan didukung uwanya. Pangeran Cakrabuana dan Rarasantang di perintah Datuk Kahfi untuk melaksanakan ibadah haji ke Tanah Suci. Daerahnya dinamakan Tegal Alang-alang. Sesudah ibadah haji diselesaikan Raja Mesir itu melamar Rarasantang pada Syekh Bayanillah. Setelah berguru beberapa lama di Gunung Jati. tugas itu diselesaikannya hanya dalam beberapa hari. mereka ingin memperdalam agama Islam seperti ajaran Nabi Muhammad SAW. Ada seorang ulama besar dari Bagdad telah datang di daerah Cirebon bersama duapuluh dua orang muridnya. Raja Mesir itu tertarik pada wajah Rarasantang yang mirip mendiang istrinya. Pangeran Walangsungsang adalah seorang pemuda sakti. sehingga terjadilah pembauran dari berbagai ras dan pencampuran itu dalam bahasa Sunda disebut Caruban. Di Kota Suci Mekkah. Maka dilangsungkanlah pernikahan dengan cara Mazhab Syafi’i. bergelar Sultan Maulana Muhamad. dinobatkan menjadi Raja Cerbon dengan gelar Maulana Jati pada tahun 1479 1. Daerah Carubanpun kemudian lebih dikenal sebagai Cirebon hingga sekarang ini. Kebetulan mereka telah mendengar adanya Syekh Dzatul Kahfi atau lebih muda disebut Syekh Datuk Kahfi yang membuka perguruan Islam di Cirebon. Rarasantang dan Pangeran Cakrabuana tidak keberatan. keduanya melarikan diri dari istana dan pergi berguru kepada Syekh Datuk Kahfi di Gunung Jati. Sewaktu mengerjakan tawaf mengelilingi Ka’bah kedua kakak beradik itu bertemu dengan seorang Raja Mesir bernama Sultan Syarif Abdullah yang sama-sama menjalani Ibadah haji. Pangeran Walangsungsang diperintahkan oleh Syekh Datuk Kahfi untuk membuka hutan di bagian selatan Gunung Jati. Wajah Nabi Muhammad yang agung dan caranya menerangkan Islam demikian mempersona membuat kedua anak muda itu merasa rindu. seorang dari Mesir keturunan ke 17 Rosulullah SAW.

Kedua orang itu disambut gembira oleh Pangeran Cakrabuana dan keluarganya. pola pemerintahannya menggunakan azas Islami. Syarif Hidayatullah dan ibunya Syarifah Muda’im datang di negeri Caruban Larang Jawa Barat pada tahun 1475 sesudah mampir dahulu di Gujarat dan Pasai untuk menambah pengalaman. Orang menganggap Fatahillah dan Syarif Hidayatullah adalah satu. Sedang Fatahillah adalah seorang pemuda Pasai yang dikirim Sultan Trenggana membantu Sunan Gunungjati berperang melawan penjajah Portugis. ia tidak merasa kesulitan melakukan dakwah 2. Sehingga kemudian dari Syarif Hidayatullah lebih dikenal dengan sebutan Sunan Gunungjati. Syarif Hidayatullah cucu Raja Pajajaran adalah seorang penyebar agama Islam di Jawa Barat yang kemudian disebut Sunan Gunungjati. tetapi yang benar adalah dua orang. karena usianya sudah lanjut Pangeran Cakrabuana menyerahkan kekuasaan Negeri Caruban kepada Syarif Hidayatullah dengan gelar Susuhunan artinya orang yang dijunjung tinggi. Sang Prabu diajak masuk Islam kembali tapi tidak mau. Sewaktu berada di negeri Mesir. tapi anak muda yang masih berusia dua puluh tahun itu tidak mau. . Dalam waktu singkat Negeri Caruban Larang telah terkenal ke seluruh Tanah Jawa. maka sang Raja tidak keberatan walau hatinya kurang berkenan. Syarif Hidayatullah berguru kepada beberapa ulama besar didaratan Timur Tengah. bahkan sang Prabu memberinya gelar Sri Manggana. maka ketika pulang ke tanah leluhurnya yaitu Jawa. Ia ditunjuk untuk menggantikan kedudukannya sebagai Raja Mesir. dia tidak menghalangi cucunya menyiarkan agama Islam di wilayah Pajajaran. Dalam usia muda itu ilmunya sudah sangat banyak. Mesti Prabu Siliwangi tidak mau masuk Islam. Syarifah Muda’im minta agar diijinkan tinggal di Pasambangan atau Gunungjati. Pangeran Cakrabuana menikahkan anaknya yaitu Nyi Pakungwati dengan Syarif Hidayatullah. Penduduk Serang sudah ada yang masuk Islam dikarenakan banyaknya saudagar dari Arab dan Gujarat yang sering singgah ke tempat itu. Bukti bahwa Fatahillah bukan Sunan Gunungjati adalah makam dekat Sultan Gunungjati yang ada tulisan Tubagus Pasai Fathullah atau Fatahillah atau Faletehan menurut lidah orang Portugis. Syarif Hidayatullah kemudian melanjutkan perjalanan ke Serang. Kedudukan ayahnya itu kemudian diberikan kepada adiknya yaitu Syarif Nurullah. pada tahun pertama pemerintahannya Syarif Hidayatullah berkunjung ke Pajajaran untuk mengunjungi kakeknya yaitu Prabu Siliwangi. Syarifah Muda’im dan putranya yaitu Syarif Hidayatullah meneruskan usaha Syekh Datuk Kahfi membuka Pesantren Gunungjati. Disebutkan. Sementara itu dalam usia muda Syarif Hidayatullah ditinggal mati oleh ayahnya. Dia dan ibunya bermaksud pulang ke tanah Jawa berdakwah di Jawa Barat. Sang Prabu akhirnya juga merestui tampuk pemerintahan putranya. Syekh Datuk Kahfi sudah wafat. Selanjutnya yaitu pada tahun 1479. Dengan alasan agar selalu dekat dengan makam gurunya. Tibalah saat yang ditentukan. Setelah mengetahui negeri baru tersebut dipimpin putranya sendiri. Kemudian pulang ke Jawa dan mendirikan Negeri Caruban Larang.Pangeran Cakrabuana sempat tinggal di Mesir selama tiga tahun. PERJUANGAN SUNAN GUNUNG JATI Sering kali terjadi kerancuan antara nama Fatahillah dengan Syarif Hidayatullah yang bergelar Sunan Gunung Jati. guru Pangeran Cakrabuana dan Syarifah Muda’im itu dimakamkan di Pasambangan. terdengar pula oleh Prabu Siliwangi selaku penguasa daerah Jawa Barat. Istana negeri itu dinamakan sesuai dengan putri Pangeran Cakrabuana yaitu Pakungwati. Negeri Caruban Larang adalah perluasan dari daerah Caruban atau Cirebon.

Banyak pedagang besar dari negeri asing datang menjalin persahabatan. Putri Ong Tien di ganti namanya menjadi Nyi Ratu Rara Semanding. Daerah-daerah lain seperti : Surantaka. Maka jalinan antara Cirebon dan negeri Cina makin erat. Pada tahun 1511 Malaka diduduki oleh bangsa Portugis. Masjid Agung Sang Ciptarasa dibangun pada tahun 1480 atas prakarsa Nyi Ratu Pakungwati atau istri Sunan Gunungjati. Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunungjati tidak bekerja sendirian. Kaisar ayah Putri Ong Tien ini membekali putranya dengan harta benda yang tidak sedikit. Bahkan Sunan Gunungjati pernah diundang ke negeri Cina dan kawin dengan putri Kaisar Cina yang bernama Putri Ong Tien. Bahkan Syarif Hidayatullah dijodohkan dengan putri Adipati Banten yang bernama Nyi Kawungten. Diantaranya dari negeri Tiongkok. Tapi usaha ini tidak berhasil. diantaranya Wali Songo dan sejumlah tenaga ahli yang dikirim oleh Raden Patah. Dari pergaulannya dengan Sultan Demak dan para Wali lainnya ini akhirnya Syarif Hidayatullah mendirikan Kesultanan Pakungwati dan ia memproklamirkan diri sebagai Raja yang pertama dengan gelar Sultan. beliau sering ikut bermusyawarah dengan anggota wali lainnya di Masjid Demak. Tugas mereka adalah menangkap Syarif Hidayatullah yang dianggap lancang mengangkat diri sebagai raja tandingan Pajajaran. Selesai membangun masjid. Istana dan Masjid Cirebon kemudian dihiasi dan diperluas lagi dengan motif-motif hiasan dinding dari negeri Cina. Kaisar Cina yang pada saat itu dari dinasti Ming juga beragama Islam. Dalam menyebarkan agama islam di Tanah Jawa. Dari pembangunan masjid itu melibatkan banyak pihak. Dengan perkawinan itu sang Kaisar ingin menjalin erat hubungan baik antara Cirebon dan negeri Cina. mereka masuk Islam dan menjadi pengikut Syarif Hidayayullah. Ki Jagabaya dan anak buahnya malah tidak kembali ke Pajajaran. Raja Pajajaran tak peduli siapa yang berdiri di balik Kesultanan Cirebon itu maka dikirimkannya pasukan prajurit pilihan yang dipimpin oleh Ki Jagabaya. hal ini ternyata menguntungkan bangsa Cina untuk dimanfaatkan dalam dunia perdagangan. diserukan dengan membangun jalan-jalan raya yang menghubungkan Cirebon dengan daerah-daerah Kadipaten lainnya untuk memperluas pengembangan Islam di seluruh Tanah Pasundan. Prabu Siliwangi hanya bisa menahan diri atas perkembangan wilayah Cirebon yang semakin luas itu. Dalam pembangunan itu Sunan Kalijaga mendapat penghormatan untuk mendirikan Soko Tatal sebagai lambang persatuan ummat. Pelabuhan Sunda Kelapa yang jadi incaran mereka untuk menancapkan kuku penjajahan. Telaga dan lain-lain menyatakan diri menjadi wilayah Kasultanan Cirebon. Selanjutnya mereka ingin meluaskan kekuasaan ke Pulau Jawa. sebagian besar barang-barang peninggalan putri Ong Tien yang dibawa dari negeri Cina itu sampai sekarang masih ada dan tersimpan di tempat yang aman. Tindakan ini dianggap sebagai pembangkangan oleh Raja Pajajaran. Lebih-lebih dengan diperluasnya Pelabuhan Muara Jati. Bahkan wilayah Pajajaran sendiri sudah semakin terhimpit. Demak Bintoro tahu bahaya besar yang mengancam kepulauan Nusantara. Japura. makin bertambah besarlah pengaruh Kasultanan Cirebon. Bahkan disebutkan beliau juga membantu berdrinya Masjid Demak. Salah seorang keluarga istana Cirebon kawin dengan Pembesar dari negeri Cina yang berkunjung ke Cirebon yaitu Ma Huan. Oleh karena itu Raden Patah mengirim . Dengan berdirinya Kesultanan tersebut Cirebon tidak lagi mengirim upeti kepada Pajajaran yang biasanya disalurkan lewat Kadipaten Galuh.Kedatangan Syarif Hidayatullah disambut baik oleh adipati Banten. Wana Giri. Dengan bergabungnya prajurit dan perwira pilihan ke Cirebon maka makin bertambah besarlah pengaruh Kesultanan Pakungwati. Dari perkawinan inilah kemudian Syarif Hidayatullah di karuniai dua orang putra yaitu Nyi Ratu Winaon dan Pangeran Sebakingking. Sesudah kawin dengan Sunan Gunungjati.

tanpa diperantarai apapun juga. Pasai sudah tidak aman lagi bagi mubaligh seperti Fatahillah karena itu beliau ingin menyebarkan agama Islam di Tanah Jawa. Portugis kembali ke Malaka. Ketika Adipati Unus kembali ke Jawa. dan pangeran Carkrabuasa beliau dimakamkan di gunung Sembung. Itu sebabnya dia dapat memberi komando dengan tepat dan setiap serangan Demak-Cirebon selalu membawa hasil gemilang. akhirnya raja dan senopatinya tewas dalam peperangan itu. beliau mengangkat putranya yaitu Pangeran Muhammad Arifin sebagai Sultan Cirebon ke dua dengan gelar Pangeran Pasara Pasarean. Berturut-turut Fatahillah dapat menaklukkan daerah TALAGA sebuah negara kecil yang dikuasai raja Budha bernama Prabu Pacukuman. Fatahillah yang di Cirebon sering disebut Tubagus atau Kyai Bagus Pasai diangkat menjadi penasehat sang Sultan. karena Sunan Gunungjati selaku Sultan Cirebon telah memanggilnya untuk meluaskan daerah Cirebon agar Islam lebih merata di Jawa Barat. Kedudukan Sultan kemudian diberikan kepada Pangeran Sebakingking yang bergelar sultan Maulana Hasanuddin. Akhirnya Sunan Gunungjati memanggil ulama dari Pasai itu ke Cirebon. makam kedua tokoh itu berdampingan. Mengapa Pajajaran membantu Portugis ? Karena Pajajaran merasa iri dan dendam pada perkembangan wilayah Cirebon yang semakin luas. dari pengalamannya bertempur di Malaka. Fatahillah dimakamkan ditempat yang sama. Fatahillah yang pernah berpengalaman melawan Portugis di Malaka sekarang harus mengangkat senjata lagi. Mengapa Pasukan gabungan Demak-Cirebon itu tidak dipimpin oleh Sunan Gunungjati ? Karena Sunan Gunungjati tahu dia harus berperang melawan kakeknya sendiri.Adipati Unus atau Pangeran Sabrang Lor untuk menyerang Portugis di Malaka. Raden Patah wafat pada tahun 1518.Yaitu Adipati Carbon I. Dua tahun kemudian wafat pula Kyai Bagus Pasai. . gugur sebagai pejuang sahid. Adapun nama aslinya Adipati Carbon adalah Aria Kamuning. Sedang Cirebon walaupun masih tetap digunakan sebagai kesultanan tapi Sultannya hanya bergelar Adipati. Tapi usaha itu tak membuahkan hasil. Pada tahun 1521 Sultan Demak di pegang oleh Raden Trenggana putra Raden Patah yang ketiga.Raja Galuh ini bernama Prabu Cakraningrat dengan senopatinya yang terkenal yaitu Aria Kiban. Dan merubah nama Sunda Kelapa menjadi Jayakarta. Kemenangan demi kemenangan berhasil diraih Fatahillah. dan mereka terlanjur mendirikan benteng yang kuat di Malaka. persenjataan Portugis terlalu lengkap. berkedudukannya digantikan oleh Adipati Unus atau Pangeran Sabrang Lor. Sementara kedudukan Fatahillah selaku Adipati Jayakarta kemudian diserahkan kepada Ki Bagus Angke. Akhirnya Portugis dan Pajajaran kalah. Selanjutnya Fatahillah ditugaskan mengamankan Banten dari gangguan para pemberontak yaitu sisa-sisa pasukan Pajajaran. Sunan Gunungjati menjodohkan Fatahillah dengan Ratu Wulung Ayu. Usaha ini tidak menemui kesulitan karena Fatahillah dibantu putra Sunan Gunungjati yang bernama Pangeran Sebakingking. Fatahillah kemudian diangkat segenap Adipati di Sunda Kelapa. baru saja beliau dinobatkan muncullah pemberontakan pemberontakan dari daerah pedalaman. Sunan Gunungjati wafat pada tahun 1568. Kemudian kerajaan Galuh yang hendak meneruskan kebesaran Pajajaran lama. Pengalaman adalah guru yang terbaik. Di kemudian hari Pangeran Sebakingking ini menjadi penguasa Banten dengan gelar Pangeran Hasanuddin. sedangkan Pajajaran cerai berai tak menentu arahnya. Dari Demak mula-mula pasukan yang dipimpinnya menuju Cirebon. didalam usaha memadamkan pemberontakan itu Pangeran Sabrang Lor meninggal dunia. Bersama ibunya. Namun lima tahun sejak pengangkatannya mendadak Pangeran Muhammad Arifin meninggal dunia mendahului ayahandanya. dengan kedudukannya di Banten. Ketika usia Sunan Gunungjati sudah semakin tua. Adpati Carbon I ini adalah menantu Fatahillah yang diangkat sebagai Sultan Cirebon oleh Sunan Gunung Jati. Demikianlah riwayat perjuangan Sunan Gunungjati. Sunan Gunung Jati lebih memusatkan diri pada penyiaran dakwah Islam di Gunungjati atau Pesantren Pasambangan. seorang pejuang dari Pasai (Malaka) bernama Fatahillah ikut berlayar ke Pulau Jawa. maka diperintahkannya Fatahillah memimpin serbuan itu. Pasukan gabungan Demak Cirebon itu kemudian menuju Sunda Kelapa yang sudah dijarah Portugis atas bantuan Pajajaran. ketika Portugis menjanjikan bersedia membantu merebut wilayah Pajajaran yang dikuasai Cirebon maka Raja Pajajaran menyetujuinya. tahulah Fatahillah titik-titik lemah tentara dan siasat Portugis. dalam usia 120 tahun. Di dalam pemerintahan Sultan Trenggana inilah Fatahillah diangkat sebagai Panglima Perang yang akan ditugaskan mengusir Portugis di Sunda Kelapa. Tapi Galuh tak dapat membendung kekuatan Cirebon.

” . Tuban dilanda kemarau panjang. Suatu ketika. yaitu DIAM. Ya. Raden Syahid sebenarnya adalah anak turun pendiri kerajaan Majapahit. WONG SALEKSA PADA WUTA. “BADANKU BADAN ROKHANI. Sunan Bonang adalah putra dan murid Sunan Ampel yang berkedudukan di Bonang. tidak mungkin menggunakan budaya lain untuk menyampaikan ajaran sangkan paraning dumadi secara tepat. Suatu hari dalam perjalanannya di hutan Jati Wangi. meneng. Namun sekian waktu diam di tempat. kenapa rakyat kadipaten Tuban semakin sengsara ini dibuat lebih menderita oleh Majapahit?”. pajak dan upeti dari masing-masing kadipaten yang harus disetor ke Kerajaan Majapahit sangat besar sehingga membuat miskin rakyat jelata. Awalnya. energi keinginan duniawinya lepas landas dan lenyap. setelah “dilantik” menjadi wali. AMONG AKU ORA TURU. Cukup diam atau meneng di tempat. Suatu ketika. PASRAH. MENENG. Nama lain Tumenggung Wilatikta adalah Ario Tejo IV. Tidak hanya mencuri. KANG SUKSMA PURBA WASESA. fana total karena telah hilang sang diri/ego. SUMELEH. Kadpiaten Tuban sebagaimana Kadipaten yang lain harus tunduk di bawah kekuasaan Kerajaan Majapahit. Raden Syahid lahir di Tuban saat Majapahit mengalami kemunduran karena kebijakan yang salah kaprah. Arti Tejo I adalah putra Ario Adikoro atau Ronggolawe. Pengusiran tidak hanya dilakukan sekali namun beberapa kali. Dia tidak diminta memikirkan tentang Tuhan. salah seorang pendiri Kerajaan Majapahit. menjadi “Maling Cluring”. atau Dzat Yang Adikodrati yang menguasai alam semesta. diam. orang diam pikirannya kemana-mana. Sunan Bonang hanya meminta agar sang murid untuk patuh. yaitu pencuri yang baik karena hasil curiannya dibagi-bagikan kepada orang-orang miskin yang menderita. Bahkan. Cara yang khas anak muda yang penuh semangat juang namun belum diakui eksistensinya. LUNGO NEMBAH. “Syahid anakku. Syahid tahu dia saat itu harus benar-benar pergi dari wilayah Tuban dan akhirnya. KANG SIFAT LANGGENG WASESA. HENING. keturunan Ario Tejo III. SUMARAH. WONG SEWU PADA TURU. kini sudah waktunya kamu memilih. Saat diusir Raden Syahid kembali melakukan perampokan namun sialnya dia tertangkap pengawal kadipaten hingga sang ayah kehabisan akal sehat. menjadi perjuangan dalam bentuk batin (metafisik). dia pun dengan hati gundah pergi tanpa arah tujuan yang jelas. Syahid saat itu telah bertekad untuk mengubah orientasi hidupnya secara total seratus delapan puluh derajat. kau yang suka merampok itu pergi dari wilayah Tuban atau kau harus tewas di tangan anak buahku”. dia bertemu lelaki tua yang kemudian memperkenalkan dirinya sebagai Sunan Bonang. II dan I. Dia sadar. Namun syarat yang diajarkan Sunan Bonang cuma satu: duduk. Oleh Bonang yang saat itu sudah jadi guru spiritual ini. dekat Tuban. Kanjeng Sunan Kalijaga bisa dikatakan satu-satunya wali yang menggunakan pendekatan yang pas yaitu budaya Jawa. putra adipati Tuban yaitu Tumenggung Wilatikta dan Dewi Nawangrum. Jadi bila ditarik dari silsilah ini. perintahnya hanya diminta untuk diam tok. Posisi duduk diam meneng ini di kalangan para yogi dikenal dengan posisi meditasi. Yang awalnya dia berjuang dalam bentuk fisik. Sang ayah tentu saja diam sambil membenarkan pertanyaan anaknya yang kritis ini. tidak diminta untuk dzikir atau ritual apapun. WONG SAKETI PADA MATI.SUNAN KALIJAGA CARA RADEN SYAHID MENCARI GURU SEJATI Di antara para wali yang lain. Bonang menguji tekad Raden Syahid dengan menyuruhnya untuk diam di pinggir kali. Budaya arab tidak cocok diterapkan di Jawa karena manusia Jawa sudah hidup sekian ratus tahun dengan budayanya yang sudah mendarah daging. Dia telah meninggalkan syariat masuk ke ruang hakekat untuk mereguk nikmatnya makrifat. terpanggil untuk berjuang dengan caranya sendiri. melainkan juga merampok orang-orang kaya dan kaum bangsawan yang hidupnya berkecukupan. KUMEBUL TANPA GENI. mengalahkan diri/ego dan patuh pada sang guru sejati (kesadaran ruh). Raden Syahid yang melihat nasib rakyatnya merana. dia mengganti jubahnya dengan pakaian Jawa memakai blangkon atau udeng. Raden Syahir mengalami suwung total. AKU SAJATINE ROH SAKALIR. Syahid diminta duduk diam bersila di pinggir sungai. TEKA NEMBAH. rakyat hidup semakin sengsara hingga suatu hari Raden Syahid bertanya ke ayahnya: “Bapa. PINANGERAN YITNA KABEH…. Syahid yang ingin merampok Sunan Bonang akhirnya harus bertekuk lutut dan Syahid akhirnya berguru pada Sunan Bonang. Tidak. Untuk menghidupkan kesadaran guru sejati (ruh) yang sekian lama terkubur dan tertimbun nafsu dan ego ini. akal dan keinginannya akhirnya melemas dan akhirnya benar-benar tidak memiliki daya lagi untuk berpikir. Nama mudanya Raden Syahid. WANGI TANPA GANDA. perbuatan mulia namun tidak lazim itu diketahui oleh sang ayah dan sang ayah tanpa ampun mengusir Raden Syahid karena dianggap mencoreng moreng kehormatan keluarga adipati.

(Jadi sholat daim itu tanpa menggunakan syariat wudhu untuk menghilangkan hadats atau kotoran. dan semua gerakan tubuh merupakan kegiatan menyembah. Apabila disebut salat. BUMI ANENG LUHUR. yaitu bersatunya semua indera dan tubuh kita untuk selalu memuji-Nya dengan kalimat penyaksian bahwa yang suci di dunia ini hanya Tuhan: HU-ALLAH. MANGAN TURU SAHWAT NGISING. maka itu hanya hiasan dari SALAT DAIM. WENANGE PUNIKU. (Unggulnya diri itu mengetahui HAKIKAT SALAT. PAN MINANGKA KEKEMBANGING SALAM DAIM. Salah satu ajaran Sunan Kalijaga yang didapat dari guru spiritualnya. Sholat daim ini juga disebut dalam SULUK LING LUNG karya Sunan Kalijaga: SALAT DAIM TAN KALAWAN. TEKENG WULUNIPUN. Tertera dalam Suluk Linglung suatu ketika Sunan Kalijaga bertekad pergi ke Mekkah untuk melaksanakan ibadah haji. (Berbakti yang utama tidak mengenal waktu. MET TOYA WULU KADASI. Sunan dinasehati agar tidak pergi sebelum tahu hakikat ibadah haji agar tidak tersesat dan tidak mendapatkan apa-apa selain capek. TEKENG MEKAH TUR DADI WALI. Pujian yang tidak pernah berakhir) Jadi hakikat yang disebut Sholat Daim nafas kehidupan yang telah manunggaling kawulo lan gusti. SABAR LILA ING DUNYA. Selalu awas. Semua tingkah lakunya itulah menyembah. Mekah yang ada di Saudi Arabia itu hanya simbol dan MEKAH YANG SEJATI ADA DI DALAM DIRI. Malaya berasal dari kata ma-laya yang artinya mematikan diri. TINON WETAN KATON KULON IKU SINGGIH TINGALNYA AWELASAN. KITA TIDAK ADA. Sebab tanpa berhasil mematikan diri. Dianjurkan juga oleh Bonang agar Raden Syahid berguru ke para wali yang sepuh yaitu Sunan Ampel di Surabaya dan Sunan Giri di Gresik. Dalam suluk wujil disebutkan sebagai berikut: NORANA WERUH ING MEKAH IKI. Jadi orang yang telah mengalami “mati sajroning urip” atau orang yang telah berhasil mematikan diri/ego hingga mampu menghidupkan diri-sejati yang merupakan guru sejati-NYA. bersenggama maupun saat membuang kotoran.Demikian gambaran kesadaran ruh Raden Syahid kala itu. Di sini. Sunan Bonang. TINON KULON KATON WETAN. IKU INGKANG NIYAT KANG SEJATI. Sebagaimana yang ada di dalam Suluk Wujil: PANGABEKTINE INGKANG UTAMI. bicara. tidur. kita tahu bahwa salat sejati adalah tidak hanya mengerjakan sembah raga atau tataran syariat mengerjakan sholat lima waktu. INGARAN TATA KRAMA. yang manifestasinya adalah semua tingkah laku dan perilaku manusia yang diniatkan untuk menyembah-Nya. Namun dalam salah satu hikayat dipaparkan bahwa sang sunan bertapa hingga rerumputan menutupi tubuhnya selama lima tahu. Diam. Berapa lama Raden Syahid diam di pinggir sungai? Tidak ada catatan sejarah yang pasti. Sunan Bonang menggembleng muridnya dengan kawruh ilmu-ilmu agama. eling dan waspada bahwa apapun yang kita pikirkan. SANGUNIPUN ALARANG. dunia kulit. SEMBAH LAWAN PUJINE. Raden Syahid yang kemudian disebut Sunan Kalijaga ini menggantikan Syekh Subakir gigih berdakwah hingga Semenanjung Malaya hingga Thailand sehingga dia juga diberi gelar Syekh Malaya. SASOLAHE RAGANIREKI. . NORA LAN WAKTU SASOLAHIRA. Setelah dianggap selesai mengalami penyucian diri dengan bangunnya kesadaran ruh. KABATOLLAH PINIKANENG TENGAH. JATINING SALAT IKU. TAN SIMPANG DADI SEMBAH. Salat daim boleh dilakukan saat apapun. apapun yang kita lakukan ini adalah bentuk yang dintuntun oleh AKU SEJATI. DIA ALLAH. GURU SEJATI YANG SELALU MENYUARAKAN KESADARAN HOLISTIK BAHWA DIRI KITA INI ADALAH DIRI-NYA. DAHAT DENING EWUH. SEMBAH ARANEKA. manusia hanya hidup di dunia fatamorgana. Sebab kotoran yang sebenarnya tidak hanya kotoran badan melainkan kotoran batin. SALAT BATIN SEBENERE. GUMANTUNG TAN PACACANTHEL. Salat sejati adalah SALAT DAIM. HANYA DIA YANG ADA. TINJA TURAS DADI SEMBAH. MANG TEKAENG PRANE YEN ANA SANGUNIPUN. MESJID ING MEKAH TULYA NGIDERI. DUDU NGISA TUWIN MAGERIB. DINULU SAKING NGANDHAP. Hu saat menarik nafas dan Allah saat mengeluarkan nafas. LANGIT KATON ING NGANDHAP IKI. apapun yang kita kehendaki. misalnya makan. ALIT MILA TEKA ING AWAYAH. ADA KITA INI ADALAH ADA-NYA. LAMUN ARANANA SALAT. dan menyelam di lautan hakikat dan sampai di palung makrifatullah. adalah ajaran hakikat shalat sebagaimana yang ada di dalam SULUK WUJIL: UTAMANING SARIRA PUNIKI. PUJI TAN PAPEGETAN. DUDU SREPI DUDU DINAR. Salat yang sesungguhnya bukanlah mengerjakan salat Isya atau maghrib. dunia apus-apus.) Ajaran makrifat lain Sunan Kalijaga adalah IBADAH HAJI. SANGUNIPUN KANG SURA LEGAWENG PATI. Dia tidak mampu untuk masuk ke dunia isi. DINULU SAKING LUHUR. sembah dan pujian. berak dan kencing pun juga kegiatan menyembah. Itu namanya sembahyang. ANGRAWUHANA JATINING SALAT. hanya tata krama). Di tengah perjalanan dia dihentikan oleh Nabi Khidir. Itulah niat sejati. Wudhu. PUNIKA MANGKA SEMBAHE MENENG MUNI PUNIKU.

yaitu Panembahan Senopati agar tidak hanya mengandalkan kekuatan batin melalui tapa brata. Maksudnya. JAGAD WALIKAN. kedudukan. maka sungguh mahal bekalnya dan sulit dicapai. TERTINGGI SEPERTI LANGIT DAN PALING BERHARGA DI DUNIA TERNYATA TIDAK ADA APA-APANYA DAN SANGAT RENDAH NILAINYA. Ibadah haji metafisik ini akan mengajarkan kepada kita bahwa episentrum atau pusat spiritual manusia adalah BERTAWAF. Yang tidak bisa terlaksana dengan bekal harta. yaitu manusia sempurna yang merupakan kaca benggala kesempurnaan-Nya. Sunan Kalijaga juga mendukung Jaka Tingkir menjadi Adipati Pajang dan menyarankan agar ibukota dipindah dari Demak ke Pajang (karena Demak dianggap telah kehilangan kultur Jawa. Sunan Kalijaga adalah manusia yang telah mencapai tahap perjalanan spiritual tertinggi yang juga telah didaki oleh Syekh Siti Jenar. diam. Bahkan Sunan Kalijaga juga mewariskan pada Panembahan Senopati baju rompi Antakusuma atau Kyai Gondhil yang bila dipakai akan kebal senjata apapun . Sementara kota pelabuhan jalurnya syariat. Itu pengelihatan yang terbalik). benda. tapi juga menggalang kekuatan fisik dengan membangun tembok istana dan menggalang dukungan dari wilayah sekeliling. Berbeda dengan Syekh Siti Jenar yang berjuang di tengah rakyat jelata. Sunan Kalijaga berperan menasehati Raden Patah (penguasa Demak) agar tidak menyerang Brawijaya V (ayahnya) karena beliau tidak pernah berlawanan dengan ajaran akidah. Melihat yang barat terlihat timur dan sebalinya. Pajang yang terletak di pedalaman cocok untuk memahami Islam secara lebih mendalam dengan jalur Tasawuf. harus meletakkan semua itu untuk kemudian meneng. Tujuan haji terakhir adalah untuk mencapai INSAN KAMIL. Di bidang politik. Saat ada orang yang membawa bekal sampai di Mekah dan menjadi wali. Berkeliling ke RUMAH TUHAN. Memang pemahaman ini seperti terbalik. bahwa ibadah haji yang hakiki adalah bukanlah pergi ke Mekah saja. Namun lebih mendalam dari penghayatan yang seperti itu. dilihat dari bawah tampak bumi di atas. jasanya terlihat saat akan mendirikan kerajaan Demak. Apa bekal agar sukses menempuh ibadah haji makrifat untuk menziarahi diri sejati? Bekalnya adalah kesabaran dan keikhlasan. APA YANG KITA ANGGAP TERBAIK. Pajang dan Mataram. Masjid di Mekah itu melingkar dengan Kabah berada di tengahnya.(Tidak tahu Mekah yang sesugguhnya. Sejak muda hingga tua. Jasa lain Sunan Kalijaga adalah mendorong Jaka Tingkir (Pajang) agar memenuhi janjinya memberikan tanah Mataram kepada Pemanahan serta menasehati anak Pemanahan. Ibadah yang sejati adalah pergi ke KIBLAT YANG ADA DI DALAM DIRI SEJATI. berkeliling bahkan masuk ke AKU SEJATI dengan kondisi yang paling suci dan bersimpuh di KAKI-NYA YANG MULIA. dan mematikan seluruh ego/aku dan berkeliling ke kiblat AKU SEJATI. Padahal. bekal sesungguhnya bukan uang melainkan KESABARAN DAN KESANGGUPAN UNTUK MATI. seseorang tidak akan mencapai tujuannya. tahta apapun juga. Sunan Kalijaga karena dilahirkan dari kerabat bangsawan maka dia berjuang di dekat wilayah kekuasaan. Sebab apa yang selama ini kita anggap sebagai KEBENARAN DAN KEBAIKAN MASIHLAH PEMAHAMAN YANG DANGKAL. Bergantung tanpa pengait. maka dilihat dari atas tampak langit di bawah. Sabar berjuang dan memiliki iman yang teguh dalam memilih jalan yang barangkali dianggap orang lain sebagai jalan yang sesat. Inilah Mekah yang metafisik dan batiniah. SESABARAN DAN KERELAAN HIDUP DI DUNIA. Namun sebaliknya.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->