Anda di halaman 1dari 35

Sidoarjo, 9 December 2009

Hazard Identification Risk Assessment


and Determining Controls
(OHSAS 18002:2008, CLAUSE 4.3.1)
Definition
• Hazard
Source, situation, or act with a potential to
cause harm in terms of human injury, ill
health or environment impact or
combination of these
(Sumber, situasi atau kegiatan yang berpotensi menyebabkan kerugian termasuk
mengakibatkan manusia cedera, gangguan kesehatan atau dampak lingkungan atau
kombinasi semuanya)
Definition
• Risk
Combination of likelihood of an occurrence
of a hazardous event or exposure(s) and
the severity of injury or ill health that can
be caused by the event or exposure(s)
(Kombinasi tingkat keseringan dari sebuah kejadian berupa situasi atau paparan yang
berbahaya, dengan tingkat keparahan cedera atau gangguan kesehatan yang
disebabkan oleh situasi atau paparan tersebut)
Definition
• Incident
The predictable unhopeful event in which
an injury or ill health or fatality occurred,
or could have occurred
(Kejadian yang dapat diprediksi namun tidak diharapkan , yang mana dapat
menyebabkan cedera atau gangguan kesehatan atau bahkan kematian, atau mungkin
terjadi)
Definition
• Accident
Incident which has given rise to injury, ill
health or fatality
(Insiden yang mengakibatkan cedera, gangguan kesehatan atau bahkan kematian)

An incident where no injury, ill health or


fatality occurs may also referred as a “Near
miss” or “Near Hit”
(Sebuah kejadian dimana tidak terjadi cedera, gangguan kesehatan atau bahkan kematian
biasanya disebut dengan “Near Miss” atau “Near Hit”)
Definition
• Safe
Event which the level of risk is accepted
(Kondisi dimana level resiko dapat diterima)
Background
• HIRADC
What
Process of identifying hazard, measuring,
evaluating the risk(s) that arising from a
hazard, then taking into account the
adequacy of any existing controls and
deciding whether or not the risk(s) is
acceptable
(Proses mengidentifikasi bahaya, mengukur, mengevaluasi resiko(2x) yang muncul dari
sebuah bahaya, lalu menghitung kecukupan dari tindakan pengendalian yang ada dan
memutuskan apakah resiko yang ada dapat diterima atau tidak)
Background
• HIRADC
Why
Hazard have the potential to cause human
injury or ill health, environment impact, or
financial loss from stopped business process
(Bahaya yang muncul berpotensi menyebabkan cedera atau gangguan kesehatan ,
dampak lingkungan atau kerugian financial dari proses bisnis yang terhenti)

To determine the controls that are necessary


to reduce the risk of incidents
(Untuk menetapkan pengendalian yang diperlukan untuk mengurangi resiko dari
kejadian)
Background
• HIRADC
Why
Management Commitment
Background
• HIRADC
When
Routine and non Routine Activities of worker
in the workplace including contractors and
visitors
(Kegiatan rutin maupun non rutin pekerja di tempat kerja, termasuk kontaktor dan
tamu)

Infrastructure, equipment and material at


workplace, whether provided by the
organization or others
(Infrastruktur, peralatan serta material di tempat kerja, apakah diadakan oleh
perusahaan ataupun lainnya)
Background
• HIRADC
When
Activities and material change or proposed
changes in the organization
(Perubahan ataupun perencanaan perubahan dari kegiatan dan material di
perusahaan )

The design of work areas, processes,


installations, machinery/equipment,
procedures and organization
(Desain area kerja, proses, instalasi, mesin dan peralatan, prosedur dan organisasi)
Background
• HIRADC
Where
Inside of the workplace and outside where any
persons under the control of the organization
inside
(Di dalam area tempat kerja dan diluar area tempat kerja dimana ada orang-orang
yang berada dibawah kendali perusahaan di dalamnya)
Background
• HIRADC
Who
Health Safety and Environment Officer
(dalam hal ini HSE Coordinator)

The Competent department HSE


representative
(Perwakilan departemen yang kompeten)

With Qualification:
(Dengan kualifikasi)

1. Have knowledge about process and facility at the area


(Memiliki pengetahuan tentang proses dan fasilitas yang ada di area)

2. Have knowledge about Risk Assessment methode


(Memiliki pengetahuan tentang metode risk assesment)
Background
• HIRADC
How
1. Developing a methodology and procedures for hazard identification
and risk assessment
(Membuat sebuah metodologi dan prosedur untuk identifikasi bahaya dan analisa resiko)

2. Hazard Identification
(Identifikasi Bahaya)

3. Risk Assessment
(Analisa resiko)

4. Determine Controls
(Menetapkan tindakan pengendalian)

5. Documentation Socialization and Implementing Controls


(Pendokumentasian, sosialisasi dan pelaksanaan tindakan pengendalian)
HIRADC
1.Developing a methodology and procedures for hazard
identification and risk assessment
 Very greatly across industries
(Sangat bervariasi antar berbagai industri)

 Individual Hazard can require the different methods be used


(Karakter bahaya disetiap industri mengharuskan untuk menggunakan metode yang berbeda)

 Each organization should develop the method base on hazard


character
(Setiap organisasi harus membuat metode berdasarkan jenis bahaya yang ada)

 Example of HIRADC method:


(Contoh merode HIRADC)
• HAZOP (Hazard and Operability Study)
• Preliminary Risk Analysis (PHA)
• Failure Mode and Effect Analysis (FMEA)
• Qualitative Risk Analysis (QRA)
HIRADC
2. Hazard Identification

 Determine proactively all sources, situations or acts (or combination


of these), arising from organization activities with a potential for harm
(injury or ill health)
(Secara proaktif menentukan semua sumber bahaya, baik itu dari situasi atau tindakan atau kombinasi keduanya
yang muncul dari aktifitas organisasi yang berpotensi melukai (cedera atau ganggan kesehatan))

 Should be applied to both routine and to non-routine (e.g. periodic,


occasional, or emergency) activities and situations
(Harus dilakukan terhadap kegiatan dan situasi yang bersifat rutin maupun non rutin [periodik, sekali-sekali, atau
emergency])
HIRADC
2. Hazard Identification

 Should be considered during the hazard identification process


(Harus dipertimbangkan dalam proses identifikasi bahaya)
• Monitoring and Measurement Data
(Data dari pemantauan dan pengukuran)
• Record of incidents from internal and also similar
organization
(Catatan insiden-insiden dari internal dan organisasi lain yang serupa)
• Report from previous audits, assessment or review
(Laporan dari audit, penilaian resko serta peninjauan ulang sebelumnya)
• Input from employees or other interested parties
(Masukan dari para pekerja atau pihak lain yang berkepentingan)
• Process review and improvement activities in the workplace
(Penijau ulangan proses dan kegiatan improvement di tempat kerja)
• Information on typical hazard in similar organization
(Informasi mengenai karakter bahaya di organisasi lain yang serupa)
HIRADC
2. Hazard Identification

 Should be considered during the hazard identification process


(Harus dipertimbangkan dalam proses identifikasi bahaya)
• Information on the facilities, processed and activities of
organization, including the following:
(Informasi mengenai fasilitas, proses dan kegiatan organisasi, termasuk diantaranya)
 Workplace design, traffic plans (e.g. pedestrian
walkways, vehicle routing), site plan
(Desain tempat kerja, perencanaan lalu lintas [misal jalur pejalan kaki, jalur kendaraan],
perencanaan tempat)
 Process flowcharts and operations manuals
(Flowchart proses dan manual operasional)
 Inventories of hazardous materials (raw material,
chemical, wastes, products, sub-products)
(pengadaan material berbahaya [raw material, bahan kimia, sampah, produk, sub-produk])
 Equipment specifications
(Spesifikasi peralatan)
HIRADC
2. Hazard Identification

 Should be considered during the hazard identification process


(Harus dipertimbangkan dalam proses identifikasi bahaya)
• Information on the facilities, processed and activities of
organization, including the following:
(Informasi mengenai fasilitas, proses dan kegiatan organisasi, termasuk diantaranya)
 Product specifications, MSDS, toxiology and other OHS
data
(Spesifikasi produk, MSDS, sifat racun dan data K3 lainnya)
HIRADC
2. Hazard Identification

 Types of Hazard
(Jenis-jenis bahaya)
• Chemical Hazard, e.g contact with hazardous chemical,
exposure to hazardous chemical gases/fumes
(Bahaya kimia, misalnya bersentuhan dengan kimia berbahaya, terpapar gas/uap kimia berbahaya)
• Radiation Hazard, e.g. exposure to welding ultra-violet lights,
exposure to excessive/insufficient lights
(bahaya radiasi, misalnya terpapar sinar ultraviolet pengelasan, terpapar cahaya yang
berlebih/kurang)
• Electrical Hazard, e.g. contact with live wirings, contact with
static electricity
(Bahaya listrik, misalnya bersentuhan dengan kabel telanjang, lbersentuhan dengan listrik statik)
• Thermal Hazard, e.g exposure to heat, contact with heat
(bahaya panas, misalnya terpapar panas, bersentuhan dengan benda panas)
• Fire/Explosion Hazard, e.g. flammable substances stored,
pressure vessel Overpressure
(Bahaya kebakaran/ledakan, misalnya penyimpanan bahan mudah terbakar, tekanan berlebih bejana
tekan)
HIRADC
2. Hazard Identification

 Types of Hazard
(Jenis-jenis bahaya)
• Biological Hazard, e.g. exposure to infectious disease,
exposure to bacteria and/or virus
(Bahaya biologi, misalnya terpapar penyakit menular, terpapar bakteri atau virus)
• Ergonomics Hazard, e.g. Prolonged standing, Poor Sitting
position
(Bahaya ergonomi),misalnya berdiri yang terlalu lama, posisi duduk yang tidak baik)
• Falling Hazard , e.g. Fall to lower level, slip
(Bahaya jatuh, misalnya jatuh ke ketinggian yang lebih rendah, tergelincir)
• Sharps Hazard, e.g. Strike against sharp objects, clice / cutt
against sharp/jagged edges
(Bahaya benda tajam, misalnya tertusuk benda tajam, tersayat/terpotong benda tajam/bergerigi)
• Noise Hazard, e.g. Exposure to excessive noise (Out of
Standard limit)
(Bahaya kebisingan, misalnya terpapar suara bising [diluar NAB])
HIRADC
2. Hazard Identification

 Types of Hazard
(Jenis-jenis bahaya)
• Physical Hazard, e.g. Caught between moving objects, Struck
by falling object
(Bahaya fisiologi, misalnya terjepit benda bergerak, tertimpa benda yang jatuh)
• Environmental Hazard, e.g. Emission, Usage of resources
(Bahaya lingkungan, misalnya emisi gas buang, penggunaan sumber daya alam)
• Psychology hazard, e.g. Discrimination, low payment,
production pressure
(Bahaya psikologi, misalnya diskriminasi, upah rendah, tekanan produksi)
HIRADC
3. Risk Assessment

 Process of evaluating the risk(s) that arising from a hazard, then


taking into account the adequacy of any existing controls and deciding
whether or not the risk(s) is acceptable
(Proses mengevaluasi resiko(2x) yang muncul dari sebuah bahaya, lalu menghitung kecukupan dari tindakan
pengendalian yang ada dan memutuskan apakah resiko yang ada dapat diterima atau tidak)

 An Acceptable risk is a risk that has been reduced to a level that


organization is willing to assume with respect to its legal obligation,
OHS policy and objectives
(Resiko yang dapat diterima adalah resiko yang telah dikurangi tingkatannya menjadi level yang dapat diterima
sesuai dengan regulasi yang di wajibkan, kebijakan dan tujuan K3 )
HIRADC
3. Risk Assessment

 Risk is combination of likelihood (probability) of an occurrence of a


hazardous event or exposure(s) and the severity of injury or ill health
that can be caused by the event or exposure(s)
(Resiko adalah kombinasi tingkat keseringan dari sebuah kejadian berupa situasi atau paparan yang berbahaya,
dengan tingkat keparahan cedera atau gangguan kesehatan yang disebabkan oleh situasi atau paparan
tersebut)

R=f(P;S)
R = Risk
f = Function
P = Probability
S = Severity
HIRADC
3. Risk Assessment

Probability/Peluang

A = almost certain / hampir pasti akan terjadi

B = likely / cenderung untuk terjadi

C = Possible / mungkin dapat terjadi

D = unlikely / kecil kemungkinan terjadi

E = rate / jarang terjadi


HIRADC
3. Risk Assessment

Severity / keparahan

1 = No injury, low material looses / tidak ada cedera, kerugian materi kecil
2 = light injury, midle material looses (<5jt) / cedera ringan, kerugian
materi sedang (< 5 jt)
3 = Loosing work Time, high material looses (>25 Jt) / hilang hari kerja,
kerugian cukup besar (> 25 jt)
4 = Permanent disability, very high material looses (>50jt) / cacat,
kerugian materi besar (> 50 jt)
5 = Fatality, uncountable material looses (>100jt) / kematian, kerugian
materi yang tak terhitung( > 100 jt)
HIRADC
3. Risk Assessment

Severity / Keparahan
Probability /
1 2 3 4 5
Kemungkinan
A M H H E E
B M M H H E
C L M M H E
D L M M M H
E L L M M H
HIRADC
3. Risk Assessment

Tingkat Resiko / Risk Rating

E = Extreme Risk
H = High Risk
M = Medium Risk
L = Low Risk
HIRADC
4. Determine Controls

 Having completed a risk assessment and having taken account of


existing controls, the organization should determine whether existing
controls are adequate or need improving or new controls are required
(Setelah menyelesaikan analisa resiko dan mempertibangkan kelayakan pengendalian yang ada, organisasi harus
menetapkan apakah pengendalian yang ada cukup memadaia atau butuh imprivisasi, atau membutuhkan
pengendalian baru)

 If new improved controls are required their selection should be


determined by the principle of hierarchy control
(Jika improvement pengendalian diperlukan, pemilihannya harus ditetapkan dengan menggunakan prinsip Hierarcy
pengendalian)
HIRADC
4. Determine Controls

 Hierarchy of control:
a) Elimination
Clear the source of hazard, e.g. introduce mechanical lifting
device to eliminate the manual handling hazard
(Menghilangkan sumber bahaya, misanya memperkenalkan pengangkatan secara mekanik untuk
menghilangkan bahaya pengangkatan manual)

b) Substitution
Subtitude with less hazardous materials or machine, e.g.
exchange the broken part with the new one
(mengganti dengan material dan mesin yang lebih tidak berbahaya, misalnya penggantian bagian yang sudah
rusak dengan yang baru)
HIRADC
4. Determine Controls

 Hierarchy of control:
c) Engineering controls
Modify a design to eliminate the hazard, e.g. install ventilation
system, machine guarding, sound enclosure
(Memodifikasi desain untuk menghilangkan bahaya, misanya menginstal sistem ventilasi, pemberian
pelindung pada mesin, pengurungan sumber suara)

d) Administrative Control
Create some procedural systems to ensure worker do the safe
action, e.g. Sign, Standard, Safe work procedure, equipment
inspection
(Membuat beberapa sistem berupa posedur untukmemastikan pekerja melakukan pekerjaan yang aman,
misalnya rambu, standar,prosedur kerja aman, pemeriksaan peralatan)
HIRADC
4. Determine Controls

 Hierarchy of control:
e) PPE
Protect the personal with specific equipment form exposure
hazard, e.g. safety glasses, gloves, respirators
(melindungi orang dengan menggunakan peralatan yang spesifik dari paparan bahaya, misalnya penggunaan
safety glasses, sarung tangan, respirator)

 The controls can be combine to maximize the protection, e.g. welder


use respirator in the good air circulation area
(Tindakan pengendalian dapat digunakan secara kombinasi untuk memaksimalkan perlindungan, misalnya pengelas
menggunakan respirator diarea yang sirkulasi udaranya sudah baik)
HIRADC
5. Documentation, Socialization and Implementing
Controls
 HIRADC should documented, so that basis of the assessment will be
clear when it reviewed at a later date
(HIRADC harus didokumentasikan,sehingga dasar dari pengukuran selanjutnya jelas pada saat di tinjau ulang
kembali)

 Socialization to interested parties needed to make easy the


implementation of controls and create a good implementation
(Sosialisasi kepada pihak yang berkepentingan sangat dibutuhkan untuk memudahkan implementasi tindakan
pengendalian dan menciptakan implementasi yang bagus)

 Determined controls should be implemented to reducing the risks


that arise from hazard which identified and analyzed
(Pengendalian yang telah ditetapkan harus di implementasikan untuk mengurangi resiko yang muncul dari bahaya
yang sudah di identifikasi dan danalisa)
HIRADC
5. Documentation, Socialization and Implementing
Controls
 HIRADC should documented, so that basis of the assessment will be
clear when it reviewed at a later date
(HIRADC harus didokumentasikan,sehingga dasar dari pengukuran selanjutnya jelas pada saat di tinjau ulang
kembali)

 Socialization to interested parties needed to make easy the


implementation of controls and create a good implementation
(Sosialisasi kepada pihak yang berkepentingan sangat dibutuhkan untuk memudahkan implementasi tindakan
pengendalian dan menciptakan implementasi yang bagus)

 Determined controls should be implemented to reducing the risks


that arise from hazard which identified and analyzed
(Pengendalian yang telah ditetapkan harus di implementasikan untuk mengurangi resiko yang muncul dari bahaya
yang sudah di identifikasi dan danalisa)
Thank You
Safety Work With Full of Spirit

Anda mungkin juga menyukai