Anda di halaman 1dari 21

A SU HA N KEBID A N A N P AD A BA Y I N y.

“S ”
UMUR 1 HARI DENGAN ASFIKSI SEDANG
DI PAVILYUN ANGGREK RSUD SWADANA
JOMBANG

Oleh :

IKA RACHMAWATY
NIM : 03.134

AKADEMI KEBIDANAN HUSADA


JOMBANG
2005
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, atas segala rahmat
serta hidayah-Nya maka penulis dapat menyelesaikan Asuhan Kebidanan pada
Bayi Ny. ”S” Umur 1 hari dengan Asfiksi Sedang di Pavilyun Anggrek RSUD
Swadana Jombang.
Pada kesempatan kali ini dengan segala kerendahan hati kami
mengucapkan terima kasih kepada :
1. Dra. Soelijah Hadi, M.Kes, selaku Direktur Akademi Kebidanan Husada
Jombang.
2. Kharisma K, S.Si.T, selaku dosen pembimbing Akademi Kebidanan
Husada Jombang.
3. Sri Endah Wahyuni, AMK, selaku pembimbing Ruangan di Pavilyun
Anggrek RSUD Swadana Jombang.
4. Semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan asuhan kebidanan
ini.

Penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam penulisan


Asuhan Kebidanan ini. Untuk itu penulis membuka diri untuk menerima kritik
dan saran demi kesempurnaan Asuhan Kebidanan ini.
Semoga Asuhan Kebidanan ini dapat bermanfaat bagi para pembaca dan
khususnya bagi mahasiswa Akademi Kebidanan Husada Jombang.

Jombang, November 2005

Penulis
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Pada saat ini angka kematian perinatal di Indonesia masih tinggi
menurut survey demografi dan kesehatan di Indonesia tahun 1997 angka
kematian perinatal 25/100.000 kelahiran hidup.
Trias klasik yang menyebabkan kematian perinatal adalah
asphixia, infeksi dan hipotermi. Angka kejadian asphixia yang dialami oleh
BBLR tidak bisa disepelekan begitu saja karena bahaya yang akan datang
mengancam jiwa BBL.
Penyebab dari asphixia terdiri dari beberapa faktor antara lain
faktor ibu (hipoxia, usia ibu, multigravida, gizi buruk, gangguan his,
penyakit menahun), faktor janin (prematur, IUGR, gemeli, tali pusat
menumbung, perdarahan intra cranial, kelainan kongenital), faktor placenta
(solisio placenta, placenta previa, kelainan bentuk), faktor persalinan
(partus lama dan partus dengan tindakan).
Maka dari itu penanganan yang tepat dan cepat sewaktu
melahirkan dan sesudah melahirkan adalah penting. Tidak kalah pentingnya
memperhatikan kondisi ibu dan janin selama kehamilan. Hal ini dapat
dicegah atau dikurangi dengan melakukan pemeliharaan antenatal yang
sempurna sehingga perbaikan sedini mungkin dapat diusahakan.

1.2 Tujuan
1.2.1 Tujuan Umum
Mahasiswa dapat menerapkan pola pikir ilmiah kedalam proses
Asuhan Kebidanan Komprehensif menurut Helen Varney.
1.2.2 Tujuan Khusus
Tujuan khusus dari penulisan laporan ini dapat ditunjukkan setelah
melakukan asuhan kebidanan sehingga dapat :
1. Melakukan pengkajian pada bayi dengan asfiksi
2. Mengidentifikasi masalah atau diagnosa pada bayi dengan
asfiksi
3. Mengidentifikasi masalah potensial
4. Mengidentifikasi kebutuhan segera pada bayi dengan asfiksi
5. Merencanakan tindakan yang dilakukan pada bayi dengan
asfiksi
6. Melaksanakan tindakan dari rencana yang telah dibuat
7. Mengevaluasi pelaksanaan

1.3 Metode Pengumpulan Data


1.3.1 Wawancara
Pengambilan data melalui tanya jawab langsung dengan keluarga.
1.3.2 Observasi
Pengambilan data dengan melihat, memantau perkembangan
keadaan Pasien
1.3.3 Dokumentasi
Pengambilan data dengan melihat buku status Pasien.
1.3.4 Studi Kepustakaan
Pengambilan data dari buku-buku litaratur.
BAB II
LANDASAN TEORI

2.1 Teori Asphixi


2.1.1 Definisi
Asphixia neonatorum adalah keadaan dimana bayi tidak dapat
bernafas secara spontan dan teratur segera setelah lahir. Hal ini
disebabkan karena hipoksia janin dalam uterus dan hipoksia ini
berhubungan dengan faktor-faktor yang timbul dalam kehamilan,
persalinan atau segera setelah bayi lahir. (Prawiroharjo Sarwono,
1999 : 709).
2.1.2 Etiologi
a. Faktor Ibu
- Hipoksia ibu
- Usia ibu (< 20 th / > 35 th)
- Multigravida
- Gizi ibu yang buruk
- Gangguan his misalnya hipertensi / tetanus
- Penyakit menahun seperti anemia, hipertensi,
jantung, dll
b. Faktor Janin
- Prematur
- IUGR
- Gemeli
- Tali pusat menumbung
- Perdarahan intrakranial
- Kelainan kongenital seperti hernia,
diafragmatika, atresia esofagus, hipoplasia, paru-paru, dll
c. Faktor Placenta
- Solusio placenta
- Placenta previa
- Kelainan bentuk placenta (placenta
membranosa, placenta suksenturiata, placenta efuria,
placenta bilabus / trilobus, dll)
d. Faktor Persalinan
- Partus lama
- Partus dengan tindakan (vakum ekstraksi,
forcep)
2.1.3 Tanda dan Gejala
1. Pernafasan cuping hidung
2. Pernafasan cepat > 60 x/mnt
3. Nadi cepat 100 x/mnt
4. Sianosis / pucat
5. AS < 6
2.1.4 Patogenesis
Janin kekurangan O2

Kadar CO2 meningkat Merangsang usus

Timbul rangsangan terhadap Meconium keluar


aesofagus
Meconium ada dalam cairan
Detak jantung lemah ketuban

Kurang O2 terus berlangsung Janin melakukan pernafasan


intrauterin
Timbul rangsangan hilus
simpatikus Paru-paru banyak
mengandung meconium
Detak jantung cepat irreguler
Bronkus tersumbat
Detak jantung menghilang
Atelektasis

Janin lahir alveoli tidak


berkembang
2.1.5 Gambaran Klinis
Ada 2 macam
1. Asphixia Livida (biru)
2. Asphixia palida (putih)
Perbedaan Asphixia Livida Asphixia Palida
Warna kulit Kebiru-biruan Pucat
Tonus otot Masih baik Kurang
Reaksi rangsangan Masih teratur Tidak teratur
Prognosis Lebih baik Jelek

Tanda-tanda asphixia
- Detak jantung > 160 x/mnt atau 120 x/mnt,
irreguler
- Adanya pengeluaran mekonium
2.1.6 Diagnosa
a. Intra Utero
- Detak jantung irreguler frekwensi > 160 x/mnt
atau 120 x/mnt
- Terdapat meconium dalam air ketuban
- Amnioscopi pemeriksaan ph adalah janin
- Ultra sonografi
b. Extra utero
- Bayi pucat dan kebiruan
- Tidak bernafas (apnoe)
- Bila ada perdarahan otak, timbul gejala
neurologi seperti kejang histakmus kurang atau tidak
menangis.
2.1.7 Prognosis
Tergantung pada kurangnya O2 luasnya perdarahan intrakranial
secara geris besar, perubahan yang terjadi pada asphixia adalah :
- Menurunnya tekanan O2 srterial
- Meningkatnya tekanan O2
- Turun Ph darah yaitu < 7,2
- Dipakainya simpanan glikogen tubuh untuk
metabolisme anaerobik
- Terjadinya perubahan fungsi sistem kardio
vaskuler yang disebabkan oleh :
 Kerja jantung terganggu akibat dipakainya
simpanan glikogen dalam jaringan jantung
 Asidosis metabolisme yang mengganggu
fungsi sel-sel jantung
 Gangguan peredaran darah ke paru karena
tetap tinggalnya palmoryt vaskuler resistence
- Bila bayi dapat pulih kemungkinan menderita
cacat mental seperti epilepsi
2.1.8 Penatalaksanaan
a. Hindari forcep, versi dan ekstraksi pada panggul sempit dan
pemberian pituitarin dosis tinggi
b. Perbaiki keadaan umum ibu yang anemis
c. Hindari pemberian obat bius dan jangan menunggu lama pada
saat kala II.
2.1.9 Profilaksis
1. Membersihkan jalan nafas dengan penghisapan lendir dan
pengusapan muka menggunakan kasa steril
2. Potong tali pusat dengan teknik septik aseptik
3. Bila bayi tidak menangis
a. Lakukan rangsangan taktil
b. Bila tidak berhasil lakukan PTV (Ventilasi Tekanan
Poitif)
4. Pertahankan suhu tubuh normal
5. Agar apgar skor pada menit ke – 5 sudah baik (7-10)
lakukan perawatan selanjutnya
- Pertahankan suhu tubuh bayi
- Perawatan tali pusat
- Pemberian ASI sedini mungkin
- Melaksanakan antropometri dan pengkajian
kesehatan
- Memasang pakaian bayi
- Memasang tanda pengenal dan gelang bayi
6. Mengajarkan pada orang tua cara untuk :
- Membersihkan jalan nafas
- Meneteki dengan baik
- Perawatan tali pusat
- Memandikan bayi
- Mengopservasi keadaan pernafasan bayi
7. Menjelaskan akan pentingnya :
- Pemberian ASI sedini mungkin sampai umur 6
bulan
- Makanan bergizi pada ibu
- Makanan tambahan bayi diatas 4 bulan
- Mengikuti A - S pada menit ke 5 belum
mencapai normal (7-10) rujuk ke RS
Penilaian Apgar Skor
Penilaian 0 1 2
Apperance / warna Biru pucat Tubuh Seluruh tubuh
kulit kemerahan kemerahan
extremitas biru
Pulse / denyut Tidak ada < 100 x/mnt > 100 /mnt
nadi
Grimace / reaksi Tidak ada Menyeringai Bersin/batuk
terhadap
rangsangan
Activity/tonus Tidak ada Ekstrimitas Gerakan aktif
otot sedikit fleksi
Respiration/pernaf Tidak ada Lemah/tidak Menangis kuat
asan teratur

Klasifikasi klinik asphixia


a. Nilai Apgar 7-10  bayi normal
b. Nilai Apgar 4-6  asphixia sedang
c. Nilai Apgar 0-3  Asphixia berat

Kategori penilaian
- Pernafasan
Asphixia sedang  > 60 x/mnt
Asphixia berat  0 (apnu) - < 40 x/mnt
- Biru / sianosis
Asphixia sedang  biru disekitar mulut
Asphixia berat  biru sentral (lidah biru)

2.2 Askeb Teori


1.1 Pengkajian
A. Data Subyektif
a. Biodata
Nama, umur, no reg, nama orang tua, pekerjaan,
pendidikan, agama, alamat.
b. Keluhan Utama
Keadaan bayi saat pengkajian (BB < 2500 gram)
hipotermi, lemah, sesak.
c. Riwayat Penyakit Sekarang
Dilahirkan usia kehamilan < 37 minggu, kehamilan
tunggal atau kembar, penyakit yang berhubungan langsung
dengan kehamilan misalnya DM, PEB, Perdarahan PP,
Nefritis Akut.
d. Riwayat Penyakit Keluarga
Penyakit menahun atau menular seperti TBC, DM,
Hipertensi.
e. Riwayat Neonatal
Pre natal : Keadaan bayi ketika dalam kandungan, keadaan
ibu saat hamil, keluhan selama hamil,
pemeriksaan yang dilakukan.
Natal : Riwayat persalinan, umur kehamilan, keadaan
saat lahir, yang menolong, berapa APGAR
scorenya.
Post natal : Keadaan bayi setelah lahir, bagaimana tumbuh
kembangnya.
f. Riwayat Imunisasi
- Apakah bayi sudah diimunisasi, jika sudah
jenisnya apa saja.
- Bayi belum boleh diimunisasi sampai BB
bayi mencapai 2500 gram dan kondisi bayi stabil.
g. Pola kebiasaan Sehari-hari
Bagaimana kebutuhan nutrisinya → (ASI dan PASI)
Pola istirahat → Lebih banyak tidur.
Pola eliminasi → BAB bagaimana, BAK
bagaimana.
B. Data Obyektif
a. Kesadaran : Composmentis,
apatis, samnolen.
b. Keadaan umum : Baik / tidak.
c. Tanda-tanda Vital : Nadi, suhu, pernafasan (Suhu < 37 °C
pernafasan belum teratur)
d. Pemeriksaan Fisik :
Dilakukan dari ujung kepala sampai kaki, hasil
pemeriksaan dicatat, data yang menunjang adalah : Lemak
subcutan, lanugo banyak terutama pada dahi / pelipis.
e. Pertumbuhan dan Perkembangan
Bagaimana reflek bayi dan indera bayi (reflek masih
lemah / tidak).
- Fisik : Kecil dan lemah.
- Motorik : Pergerakan kurang
aktif.
- Vokalisasi : Menangis lemah.

1.2 Identifikasi Diagnosa / Masalah


Pada langkah ini dilakukan identifikasi yang benar terhadap
diagnosa / masalah dan kebutuhan klien berdasarkan interprestasi
yang benar atas data yang telah dikumpulkan.
- Gangguan keseimbangan suhu tubuh.
- Resiko terjadinya infeksi.
1.3 Antisipasi Masalah Potensial
- Potensial terjadi infeksi neonatus yang ditandai
dengan ketuban mikonial.
1.4 Identifikasi Kebutuhan Segera
- Kolaborasi dengan tim medis dalam pemberian terapi.
- Perawatan tali pusat
1.5 Intervensi
Diagnosa : By Ny. “S” umur 1 hari dengan NCB SC BBLR
asfiksia sedang
Tujuan : Setelah dilakukan asuhan kebidanan selama 1 x 30
detik sesak bisa berkurang dengan kriteria hasil
- Tidak sesak
- RR 40-60 x/mnt
- Cyanosis (-)
- Hypersalivasi (-)

Intervensi
1. Lakukan pendekatan pada keluarga pasien
R/ Dengan pendekatan dengan keluarga akan terjalin kerjasama yang
baik antara keluarga dan petugas kesehatan
2. Posisikan bayi ekstensi
R/ Untuk melancarkan jalan nafas
3. Bersihkan jalan nafas yang terdapat lendir
R/ Untuk melancarkan jalan nafas
4. Berikan lampu pemanas
R/ Mencegah terjadinya hipotermi
5. Lanjutkan kolaborasi dengan tim medis dalam pemberian terapi
dan O2
R/ Pemberian terapi yang tepat dapat mempercepat proses penyembuhan
6. Observasi pernafasan tiap 4 jam sekali
R/ Untuk mengetahui perkembangan bayi
1.6 Implementasi
Implementasi yang komprehensif merupakan pemngeluaran
dan perwujudan dari rencana yang telah disusun pada tahap-tahap
perencanaan dapat terealisasi dengan baik apabila berdasarkan
hakekat masalah, jenis tindakan atau pelaksanaan bisa dikerjakan
oleh bidan itu sendiri, kolaborasi sesama tim / kesehatan lain dan
rujukan dari profesi lain.

1.7 Evaluasi
Evaluasi adalah tindakan yang berhubungan dengan
pelaksanaan serta didasarkan atas tujuan dan kriteria, guna
mengevaluasi untuk menyusun langkah baru asuhan kebidanan,
menunjang tanggung jawab dan tanggung gugat dalam asuhan
kebidanan, dalam hal ini menggunakan SOAP yaitu :
S : Data yang diperoleh dari hasil wawancara langsung dengan
pasien.
O : Data yang diperoleh dari observasi dan pemeriksaan kita.
A : Pemeriksaan yang terdiri dari data S + O.
P : Perencanaan yang ditentukan sesuai dengan masalah.

BAB III
TINJAUAN KASUS

3.1 Pengkajian
MRS 7 November 2005 Jam 06.00
Nama : By. Ny. “S” Nama orang tua : Ny. ”S”
Umur : 1 hari Umur : 18 tahun
Alamat : Mojoanyar Bareng Pekerjaan : IRT
Pendidikan : SMP
Agama : Islam
Alamat : Mojoanyar Bareng
Tanggal pengkajian : 07 November 2005
3.1.1 Anamnase
- Keluhan utama
Sesak dengan RR 52x/mnt, tangis lemah, hypersalivasi
- Riwayat kesehatan sekarang
Bayi lahir Sc dengan Placenta previa totalis ketuban jernih AS 6-7
- Riwayat kehamilan
GIP00000, ANC 7x, umur ibu waktu hamil (18 tahun, usia
kehamilan 38 minggu / 9 bulan
- Riwayat persalinan
P10001 hamil (38 minggu / 9 bulan, lahir sc dengan placenta previa
totalis, ketuban jernih pada tanggal 6 November 05 jenis kelamin
perempuan, AS 1 mnt pertama 6, 5 menit kedua 7
- Riwayat penyakit keluarga
Ibu mengatakan dalam keluarganya maupun suaminya tidak ada
yang pernah menderita penyakit menular dan menahun sperti
paru-paru, hepatitis, DM, darah tinggi, jantung dll, juga tidak ada
keturunan kembar.

- Riwayat neonatal
a. Prenatal : Ini merupakan kehamilan pertama dengan usia
kehamilan 38 minggu/9 bulan, ANC 7x di bidan
mendapatkan tablet Fe, vit C dan kalk.
b. Natal : Bayi perempuan lahir secara sc karena placenta
previa totalis ditolong dokter, ketuban jernih,
sesak (+), lemah, BB : 2340 gram, BB 46 cm,
LD : 32 cm, LK = MO ; 35 cm, SOB : 31 cm.
c. Post Natal : Bayi lahir sc, tidak menangis, ketuban jernih,
sesak (+) hypersalivaasi (+) AS 6-7
- Riwayat imunisasi
Belum mendapatkan imunisasi
- Pola kebiasaan sehari-hari
- Pola nutrisi
Bayi masih puasa
- Pola aktivitas
Bayi bergerak kurang aktif, graps reflek masih lemah
- Pola istirahat
Bayi tidur ± 19-20 jam/hari
- Pola eliminasi
Sejak lahir sampai hari ini bayi sudah BAB 5x warna hitam
kehijauan konsistensi lembek, BAK 7x warna kuning jernih
3.1.2 Pemeriksaan
a. Kesadaran : composmentis
Keadaan umum : lemah sekali
b. TTV N : 124 x/mnt BB : 2340 g
RR : 62 x/mnt TB : 46 cm
S : 36,8 0C
c. Pemeriksaan fisik
Kepala : Bentuk bulat, rambut hitam, tidak ada lesi, tidak
ada caput sucsadenium, tidak ada cepal hematum
Hidung : Simetris, tidak ada sekret, terpasang 02 2l,
terpasang sonde
Mata : Simetris, konjungtiva tidak pucat, skelra putih
Telinga : Simetris, bersih
Mulut&gigi : Mukosa bibir lembab, reflek menghisap lemah,
mulut bersih
Leher : Tidak ada pembesaran kelenjar tyroid, tidak ada
pembendungan vena jugularis
Dada : Simetris, pernafasan belum teratur tidak ada
wheezing dan ronchi
Abdomen : Tidak kembung, tali pusat belum kering, tidak ada
luka
Punggung : Simetris, tidak ada kelainan bentuk
Genetalia : Bersih, labia mayor belum menutup labra minor
Eks. Atas : Simetris, gerak masih lemah, tidak oedem, jari
lengkap, reflek menggenggam (+) lemah, akral
dingin, jari lengkap
Eks. Bawah : Simetris, gerak masih lemah, tidak oedem, jari
lengkap, reflek babinsky baik
Integumen / : Kulit merah, tipis, tidak ada lanuga
kulit
d. Pertumbuhan dan perkembangan
1. Pertumbuhan
BB : 2340 gr
PB : 46 cm
LD : 32 cm
LK : - MO : 35
- FO : 32 cm
- SOB : 31 cm
2. Perkembangan
- Indra penglihatan
Mata berkedip bila ada rangsangan
- Indra pendengaran
Telinga bayi bisa mendengar suara keras
- Indra peraba
Saat kulit bayi disentuh bayi bereaksi
- Reflek bayi
Babinski (+)
Rooting (+)
Suckling (+) lemah
Swallowing (+) lemah
Leher (+)

3.2 Identifikasi Diagnosa dan Masalah


Diagnosa: By Ny. ”S” umur 1 hari dengan NCB SC BBLR Asfiksi sedang
Ds :-
DO : - Bayi sesak
- Terpasang O2 pada hidung 2 l
- BB : 2340 gram
- TTV S : 36,80 C
N : 124 x/mnt
RR : 62 x/mnt
- Cyanocis (-)
- Moro reflek (+)
- Reflek menggenggam (+)
- Rooting reflek lemah
- Reflek menelan lemah
- Reflek menghisap lemah

3.3 Antisipasi Masalah Potensial


- Hipotermi
- Resiko infeksi
- RDS
- Nutrisi
3.4 Identifikasi Kebutuhan Segera
- Perawatan bayi
- Pembebasan jalan nafas
- Pemberian O2
- Menjaga agar suhu tetap hangat
- Kolaborasi dengan tim medis

3.5 Intervensi
Diagnosa : By Ny. “S” umur 1 hari dengan NCB SC BBLR asfiksi sedang
Tujuan : Setelah dilakukan asuhan kebidanna selama 1x30 detik sesak
bisa berkurang dengan kriteria hasil
- Tidak sesak
- RR 40-60 x/mnt
- Cyanosis (-)
- Hypersalivasi (-)
Intervensi :
1. Lakukan pendekatan pada keluarga pasien
R/ Dengan pendekatan dengan keluarga akan terjalin kerjasama yang
baik antara keluarga dan petugas kesehatan
2. Posisikan bayi ekstensi
R/ Untuk melancarkan jalan nafas
3. Bersihkan jalan nafas yang terdapat lendir
R/ Untuk melancarkan jalan nafas
4. Berikan lampu pemanas
R/ Mencegah terjadinya hipotermi
5. Lanjutkan kolaborasi dengan tim medis dalam pemberian terapi
dan O2
R/ Pemberian terapi yang tepat dapat mempercepat proses
penyembuhan
6. Observasi pernafasan tiap 4 jam sekali
R/ Untuk mengetahui perkembangan bayi

3.6 Implementasi
Tanggal 7 November 2005
Diagnosa : By Ny. “S” umur 1 hari dengan NCB SC BBLR asfiksi sedang
Implementasi
1. Melakukan pendekatan dengan keluarga pasien secara terapeutik
2. Memposisikan bayi dalam posisi ekstensi
3. Membersihkan jalan nafas yang terdapat lendir
4. Memberikan lampu penghangat
5. Berkolaborasi dengan tim medis dalam pemberian terapi
- Inf D 10 % 550 cc/ 24 jam
- Cefo 2x125 mg (injeksi 1 M)
- O2 nasal 2 l
6. Observasi pernafasan tiap 4 jam
RR : 52 x/mnt
Nadi : 124 x/mnt

3.7 Evaluasi
Tanggal 7 November 2005
Diagnosa : By Ny. “S” umur 1 hari dengan NCB SC BBLR asfiksi sedang
S : -
O : - KU lemah
- Sesak (+)
- Cyanosis (-)
- Tangis lemah
- RR 52 x/mnt
A : Masalah belum teratasi
P : Rencana dilanjutkan
• Posisikan bayi ekstensi
• Longgarkan pakaian
• Lanjutkan kolaborasi
dengan tim medis
• Observasi pernafasan tiap
4 jam
• Beri lampu agar tubuh
bayi tetap hangat
• Perawatan bayi
• Perawatan tali pusat
CATATAN PERKEMBANGAN
Tanggal : 8 November 2005
S : -
O : - Ku baik
- Sesak (+)
- Cyanosis (-)
- Tangis (+)
- Puasa
- Retensi (+) 4,5 cc kecoklatan
- Tumpah (-) kembung (-)
A : Masalah belum teratasi
P : Rencana dilanjutkan
• Posisikan bayi ekstensi
• Longgarkan pakaian
• Lanjutkan kolaborasi
dengan tim medis
• Observasi pernafasan tiap
4 jam
• Beri lampu agar tubuh
bayi tetap hangat
• Perawatan bayi
• Perawatan tali pusat

Tanggal 9 November 2005


S : -
O : - Ku lemah
- Sesak (-)
- Cyanosis (-)
- Tangis (+)
- Tumpah (-)
- Kembung (-)
A : Masalah teratasi
P : Rencana dilanjutkan
- Perawatan bayi dan tali pusat
- Beri lampu agar bayi tetaphangat
- Belajar minum ASI