Anda di halaman 1dari 5

MRP DAN ERP

DISUSUN

UNTUK MEMENUHI TUGAS MATA KULIAH MANAJEMEN OPERASIONAL

OLEH,

KELOMPOK IV

JUL AIDIL FADLI

NICI ANGGRAINI

RINDUI NINDI NOVERIA

PROGRAM STUDI MANAJEMEN ( DUAL DEGREE )

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS NEGERI PADANG

2010
Sepuluh keputusan Strategi MO :

1. Desain barang dan jasa


2. Mengelola kualitas
3. Strategi proses
4. Strategi lokasi
5. Strategi tata letak
6. Sumber daya manusia
7. Manajemen rantai pasokan
8. Manajemen persediaan
9. Penjadwalan
10. Pemeliharaan

MRP & ERP

1. PERENCANAAN KEBUTUHAN MATERIAL ( MATERIAL REQUIREMENTS


PLANING )

Perencanaan kebutuhan material : Sebuah teknik permintaan terikat yang menggunakan daftar
kebutuhan, bahan, persediaan, penerimaan yang diperkirakan, dan jadwal produksi induk untuk
menentukan kebutuhan material.

Manfaat perencanaan kebutuhan material :

1. Respon yang lebih baik bagi pesanan pelanggan sebagai hasil dari jadwal yang terus
menerus diperbaiki
2. Respon yang lebih cepat terhadap perubahan pasar
3. Pemanfaatan fasilitas dan tenaga kerja yang terus ditingkatkan
4. Tingkat persediaan yang berkurang

Hal hal yang harus dipahami dalam model persediaan terikat :

1. Jadwal produksi terikat ( apa yang akan dibuat dan kapan )


2. Spesifikasi atau daftar kebutuhan bahan ( material dan komponen yang diperlukan untuk
membuat produk )
3. Ketersediaan persediaan ( apa yang ada pada persediaan )
4. Pesanan pembelian yang belum dipenuhi ( apa yang ada dalam pemesanan )
5. Lead time ( berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mendapatkan berbagai komponen)

Struktur Perencanaan Kebutuhan Material :

JADWAL PRODUKSI
INDUK

FAIL DATA LAPORAN OUTPUT

• Daftar kebutuhan • MRP


bahan berdasarkan
laporan periode
• Lead time ( file
• MRP
induk barang ) berdasarkan
• Data persediaan laporan tanggal
• Data pembelian • Laporan
pesanan terencana
• Saran
Program
perencanaan
kebutuhan

Manajemen Perencanaan Kebutuhan Material ( MRP )

Rencana kebutuhan Material bukanlah hal yang statis, karena system perencanaan persediaan
material semakin terintegrasi dengan Just in time.

Perbedaan MRP dengan Just in Time :

MRP adalah sebuah teknik perencanaan dan penjadwalan dengan lead time tetap, sedangkan Just
in time adalah sebuah cara untuk memindahkan material secara cepat dan efisien, lead time yang
tetap menjadi sebuah keterbatasan.
Pendekatan yang digunakan untuk mengintegrasikan MRP dan JIT :

1. Pendekatan bucket kecil


2. Pendekatan arus yang diseimbangkan

Teknik Penentuan Ukuran Lot

Keputusan penentuan ukuran lot adalah keputusan mengenai berapa banyak yang perlu dipesan
dan dibuat.

Teknik penentuan lot :

1. Lot untuk lot

2. Penyeimbangan sebagian periode

3. Algoritma Wagner-Whitin

MRP Sektor Jasa

Permintaan untuk banyak jasa dan barang – barang jasa dikelompokkan kepada permintaan
terikat ketika permintaan tersebut secara langsung dihubungkan atau diturunkan dari permintaan
untuk jasa lain.

Perencanaan Sumber Daya Distribusi

Perencanaan Sumber Daya Distribusi merupakan sebuah rencana pengisian ulang persediaan
berfase waktu untuk semua tingkat jaringan distribusi.

Hal – hal yang dibutuhkan :

1. Kebutuhan kotor
2. Tingkat persediaan minimum untuk memenuhi kebutuhan pelanggan
3. Lead time yang akurat
4. Definisi struktur distribus

1. ERP

Kelebihan :

1. Menyediakan pengintegrasian antara proses rantai pasokan , produksi, dan administrasi


2. Menyediakan database yang umum dan sama
3. Dapat memperbaiki, merekayasa proses yang terbaikMe
4. Meningkatkan komunikasi dan kolaborasi di antara unit dan lokasi unit
5. Memiliki sebuah database software dengan pengkodean yang bisa didapatkan dengan
mudah tanpa pemesanan khusus
6. Dapat memberikan sebuah keuntungan strategis dibandingkan pesaing

Kekurangan :

1. Sangat mahal untuk membeli


2. Penerapan membutuhkan perubahan yang besar pada perusahaan
3. Sangat rumit dan perusahaan tidak dapat menyesuaikan diri
4. Melibatkan proses berkelanjutan yang tidak mungkin berhenti
5. Menimbulkan masalah berkelanjutan dalam kepegawaian

ERP Sektor Jasa

ERP belum banyak diterapkan dalam sector jasa seperti halnya dalam sector industry.