Anda di halaman 1dari 5

Halo-halo Bandung

Halo-halo Bandung Ibu Kota priangan


Halo-halo Bandung Kota kenang-kenangan
Sudah lama beta tidak berjumpa dengan kau
Sekarang sudah menjadi lautan api mari bung rebut kembali

Latar Belakang

Halo-halo Bandung adalah salah satu lagu perjuangan Indonesia yang


menggambarkan semangat perjuangan rakyat kota Bandung dalam masa pasca-
kemerdekaan pada tahun 1945. Peristiwa tersebut direkam oleh sejarah dan disebut
sebagai peristiwa Bandung Lautan Api yang terjadi pada tanggal 29 Maret 1946, dimana
rakyat Bandung membakar kota Bandung untuk mencegah kota tersebut dikuasai oleh
tentara sekutu dan tentara NICA Belanda yang hendak merebut Indonesia kembali setelah
pasukan Jepang menyerah tanpa syarat kepada pasukan Sekutu dalam Perang Dunia II
dan menarik pasukannya dari Indonesia. Lagu tersebut menjadi sangat terkenal dan
menjadi simbol perjuangan bangsa Indonesia dalam perebutan kemerdekaan mereka dari
jajahan bangsa asing. Sampai hari ini sebagian masyarakat Indonesia meyakini bahwa
lagu tersebut diciptakan oleh salah satu maestro musik Indonesia, Ismail Marzuki, namun
sebagian kalangan juga masih meragukan hal tersebut, karena sumber informasi yang tak
jelas mengenai lagu tersebut, ditambah dengan kondisi industri musik Indonesia yang
kurang memprioritaskan perlindungan hak cipta.

Perdebatang tentang siapa pencipta lagu Halo-Halo Bandung sebenarnya sudah


lama terjadi. Komponis senior Indonesia, AT Mahmud, membenarkan adanya polemik
tersebut, dengan menyebutkan bahwa lagu tersebut tidak diketahui siapa penciptanya,
menurut kutipan dari surat kabar Pikiran Rakyat edisi 23 Maret 2007.

Sejauh ini, masyarakat Indonesia menganggap bahwa lagu perjuangan tersebut


merupakan ciptaan Ismail Marzuki, berdasarkan informasi dari bermacam sumber. Akan
tetapi, banyak orang yang meragukannya. Hal ini disebabkan karena berkecenderungan
Ismail untuk mencipta lagu-lagu berirama lambat dan romantis. Sementara Halo-Halo
Bandung dimasukkan dalam kategori lagu mars yang berirama cepat dan heroik.
Keraguan masyarakat ini ditentang oleh pengamat musik Indonesia yang mengatakan
bahwa Ismail Marzuki adalah pencipta lagu yang dinamis. Mereka tetap meyakini Ismail
Marzuki sebagai pencipta lagu tersebut karena terdapat sisi romantisme yang adalah ciri
khas Ismail Marzuki dalam lagu tersebut.
Saputangan Dari Bandung Selatan

Sapu Tangan Sutra Putih

Dihiasi Bunga Warna

Sumbang Kasih Jaya Sakti

Di Selatan Bandung Raya

Diiringi Kata Nan Merdu Mesra

Terimn Kasih Dik Janganlah Lupa

Alr Mataku Berlinang

Saputangannya Kusimpan

Ujung Jarinya Kucium

Serta Doa Kuucapkan

Selamat Jalan Selamat

Berjuang Bandung Selatan

Jangan Di Lupakan

Latar Belakang

Lagu ini diambil dari kisah, yaitu seseorang perempuan yang ditinggalkan
pacarnya, karena lelaki tersebut akan ikut berperang, kemudian perempuan tersebut
mmberikan saputangannya, lalu diikatkan ke kepalanya.
Sepasang Mata Bola
oleh: Hendri Rotinsulu

Hampir malam di Jogya


Ketika keretaku tiba
Remang remang cuaca
Terkejut aku tiba tiba

Dua mata memandang


Seakan akan dia berkata
Lindungi aku pahlawan
Dari pada sang angkara murka

Sepasang mata bola


Dari balik jendela
Datang dari Jakarta
Menuju medan perwira

Kagumku melihatnya
Sinar sang perwira rela
Hati telah terpikat
Semoga kita kelak berjumpa pula

Sepasang mata bola


Seolah-olah berkata
Pergilah pahlawanku
Jangan bimbang ragu
Bersama do'aku..
Indonesia Pusaka
Karangan / Ciptaan : Ismail Marzuki

Indonesia tanah air beta


Pusaka abadi nan jaya
Indonesia sejak dulu kala
Tetap di puja-puja bangsa

Di sana tempat lahir beta


Dibuai dibesarkan bunda
Tempat berlindung di hari tua
Tempat akhir menutup mata

Sungguh indah tanah air beta


Tiada bandingnya di dunia
Karya indah Tuhan Maha Kuasa
Bagi bangsa yang memujanya

Indonesia ibu pertiwi


Kau kupuja kau kukasihi
Tenagaku bahkan pun jiwaku
Kepadamu rela kuberi
Karatagan Pahlawan
oleh: Jawa Barat/JaBar

Jawa Barat/JaBar

Teu hon cewang sumoreang


tekadna pahlawan Bangsa
Cadu mundur pantrang mulang
mun maksud ta can laksana
Berjuang keur lemah cai
lali rabi tur tega pati
Ta ya basa menta pamulang tarima ikhlas
rido keur korban merdeka

Sinatria dana laga


bela Bangsa jeung Nagara
Dibarengan tekad suci
berjuang keur lemah cai
Teu ngingetkeun ka dirina
asal Nagri, Bangsa waluya
Bisa jembar merdeka mukti wibawa
jasa tujuan pahlawan Bangsa