Anda di halaman 1dari 9

Maternita

s dalam
perspektif
islam

Diajukan untuk memenuhi tugas kelompok mata kuliah keperawatan


maternitas
Kehamilan dan janin

Kehamilan menjadi salah suatu proses rangkaian alamiah manusia untuk bereproduksi.
Kehamilan yang terjadi sebagai buah dari adanya hubungan seksual antara pria dan wanita,
mengakibatkan terjadinya fertilisasi dan akhirnya terbentuklah janin sebagai bakal dari manusia
yang Allah SWT tempatkan dalam suatu tempat penuh kasih sayang bernama rahim. Allah
berfirman dalam kitab sucinya QS Al-Mukminuun ayat 12-14

             
          
           


12. Dan Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari
tanah.

13. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh
(rahim).

14. Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami
jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang
belulang itu Kami bungkus dengan daging. kemudian Kami jadikan Dia makhluk yang
(berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta yang paling baik.

Dan dalam surat Ali Imron ayat 6 yang berbunyi :

              

6. Dialah yang membentuk kamu dalam rahim sebagaimana dikehendaki-Nya. tak ada Tuhan
(yang berhak disembah) melainkan Dia, yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Dalam dunia kedokteran, dikenal bahwa masa kehamilan terjadi dalam trimester dengan
setiap tahapnya berlangsung selama 3 bulan, dengan pertumbuhan organ tubuh dari mulai
pembentukan alat vital seperti jantung, sampai pembentukan organ penyangga. Untuk hal ini,
Allah SWT telah mengajarkan kita pada berabad-abad silam dalam Al-Quran surat Azzumar ayat
6:

2 | m a t e r n i t a s d a l a m p e r s p e k ti f i s l a m
            
             
             

Dia menciptakan kamu dari seorang diri kemudian Dia jadikan daripadanya isterinya dan
Dia menurunkan untuk kamu delapan ekor yang berpasangan dari binatang ternak. Dia
menjadikan kamu dalam perut ibumu kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan[1306].
yang (berbuat) demikian itu adalah Allah, Tuhan kamu, Tuhan yang mempunyai kerajaan.
tidak ada Tuhan selain dia; Maka bagaimana kamu dapat dipalingkan?

Bahkan Nabi Muhammad SAW dalam hadistnya yang diriwayatkan oleh imam bukhori
dan imam Muslim R.A menjelaskan tentang proses perkembangan manusia dalam rahim ibunya.

‫ َح َّدثَنَا َرسُوْ ُ?ل هللاِ صلى هللا عليه وسلم َوه َُو‬: ‫ال‬ َ َ‫ي هللاُ َع ْنهُ ق‬ ?َ ‫ض‬ِ ‫بن َم ْسعُوْ ٍد َر‬ ِ ِ‫ع َْن أَبِي َع ْب ِد الرَّحْ َم ِن َع ْب ِد هللا‬
ْ ُ‫ط ِن أُ ِّم ِه أَرْ بَ ِع ْينَ يَوْ ما ً ن‬
ُ‫ ثُ َّم يَ ُكوْ ن‬، َ‫ َذلِك‬  ‫ ثُ َّم يَ ُكوْ نُ َعلَقَةً ِم ْث َل‬،ً‫طفَة‬ ْ َ‫ إِ َّن أَ َح َد ُك ْم يُجْ َم ُع َخ ْلقُهُ فِي ب‬: ‫ق‬
ُ ْ‫ق ْال َمصْ ُدو‬
?ُ ‫الصَّا ِد‬
‫ب ِر ْزقِ ِه َوأَ َجلِ ِه َو َع َملِ ِه‬ ٍ ‫ َوي ُْؤ َم ُ?ر بِأَرْ بَ ِع َكلِ َما‬،‫ك فَيَ ْنفُ ُخ فِ ْي ِه الرُّ وْ َح‬
ِ ‫ بِ َك ْت‬:‫ت‬ ُ َ‫ ثُ َّم يُرْ َس ُل إِلَ ْي ِه ْال َمل‬،‫ك‬
َ ِ‫ُمضْ َغةً ِم ْث َل َذل‬
َّ‫ فَ َو هللاِ الَّ ِذي الَ إِلَهَ َغ ْي ُرهُ إِ َّن أَ َح َد ُك ْم لَيَ ْع َم ُل بِ َع َم ِل أَ ْه ِل ْال َجنَّ ِة َحتَّى َما يَ ُكوْ نُ بَ ْينَهُ َوبَ ْينَهَا? إِال‬   .‫ أَوْ َس ِع ْي ٌد‬     ‫َو َشقِ ٌّي‬

ِ َّ‫ َوإِ َّن أَ َح َد ُك ْم لَيَ ْع َم ُل بِ َع َم ِل أَ ْه ِل الن‬،‫ار فَيَ ْد ُخلُهَا‬


ُ‫ار َحتَّى َما يَ ُكوْ نُ بَ ْينَه‬ ِ َّ‫ق َعلَ ْي ِه ْال ِكتَابُ فَيَ ْع َم ُل بِ َع َم ِل أَ ْه ِل الن‬
ُ ِ‫ع فَيَ ْسب‬
ٌ ‫ِذ َرا‬
                              ‫ ْال َجنَّ ِة فَيَ ْد ُخلُهَا‬ ‫ق َعلَ ْي ِه ْال ِكتَابُ فَيَ ْع َم ُل بِ َع َم ِل أَ ْه ِل‬ ٌ ‫َوبَ ْينَهَا إِالَّ ِذ َرا‬
?ُ ِ‫ع فَيَ ْسب‬

]‫[رواه البخاري? ومسلم‬

Dari Abu Abdurrahman Abdullah bin Mas’ud radiallahuanhu beliau berkata : Rasulullah
Shallallahu’alaihi wasallam menyampaikan kepada kami dan beliau adalah orang yang benar dan
dibenarkan : Sesungguhnya setiap kalian dikumpulkan penciptaannya di perut ibunya sebagai
setetes mani selama empat puluh hari, kemudian berubah menjadi setetes darah selama empat
puluh hari, kemudian menjadi segumpal daging selama empat puluh hari. Kemudian diutus
kepadanya seorang malaikat lalu ditiupkan padanya ruh dan dia diperintahkan untuk menetapkan
empat perkara : menetapkan rizkinya, ajalnya, amalnya dan kecelakaan atau kebahagiaannya.
Demi Allah yang tidak ada Ilah selain-Nya, sesungguhnya di antara kalian ada yang melakukan
perbuatan ahli surga hingga jarak antara dirinya dan surga tinggal sehasta akan tetapi telah
ditetapkan baginya ketentuan, dia melakukan perbuatan ahli neraka maka masuklah dia ke dalam
neraka. sesungguhnya di antara kalian ada yang melakukan perbuatan ahli neraka hingga jarak

3 | m a t e r n i t a s d a l a m p e r s p e k ti f i s l a m
antara dirinya dan neraka tinggal sehasta akan tetapi telah ditetapkan baginya ketentuan, dia
melakukan perbuatan ahli surga  maka masuklah dia ke dalam surga.

(Riwayat Bukhori dan Muslim)

Proses selanjutnya setelah janin berkembang dalam rahim ibunya, kemudian seorang bayi
pun akan lahir ketika perkembangannya sudah cukup dan saat ketika telah ditiupkan ruh padanya
( yang mana banyak ulama mengatakan bahwa peniupan ruh itu terjadi pada saat 40 hari
pertama pada massa kehamilan). Allah SWT berfirman :

            
      

71. (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada Malaikat: "Sesungguhnya aku akan
menciptakan manusia dari tanah".

72. Maka apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya roh
(ciptaan)Ku; Maka hendaklah kamu tersungkur dengan bersujud kepadaNya".

(QS Shaad 71-72)

dan setelah Allah sempurnakan penciptaan manusia dalam rahim ibunya, juga telah ditiupkan ruh
kepadanya, Allah mengeluarkan janin itu dari rahim ibunya pada waktu yang telah ditentukan.
Hal ini Allah jelaskan dalam surat Al-Hajj ayat 6 yang berbunyi :

             
             
             
             
          
     

Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), Maka
(ketahuilah) Sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes
mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna

4 | m a t e r n i t a s d a l a m p e r s p e k ti f i s l a m
kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu dan Kami tetapkan
dalam rahim, apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian
Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur- angsur) kamu sampailah
kepada kedewasaan, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (adapula) di antara kamu
yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, supaya Dia tidak mengetahui lagi sesuatupun
yang dahulunya telah diketahuinya. dan kamu Lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah
Kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai
macam tumbuh-tumbuhan yang indah.

Dan seorang bayi yang dilahirkan ke dunia ini, tidak dapat melakukan apa-apa selain
menangis. Hal ini tersurat dalam Al-Quran surat An-Nahl ayat 78

           
    

Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu (melahirkan) dalam Keadaan tidak
mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar
kamu bersyukur.

Dari semua ayat diatas, Allah memberitahu kita bahwa manusia dikeluarkan dari perut
para ibu dengan suatu proses yang dinamakan persalinan.

Darah menstruasi dan nifas

Menstruasi adalah jenis alami dari darah yang mengalir secara teratur dari rahim wanita setelah
pubertas. Allah SWT telah meletakkan aturan-aturan tertentu yang berkaitan dengan ini, sebagai
konsesi kepada perempuan itu, dengan mempertimbangkan kondisi nya.

Menstruasi biasanya berlangsung selama 3 sampai 10 sepanjang hari dan malam, dan
bervariasi untuk setiap wanita. Kebanyakan wanita memiliki sejumlah reguler hari pada periode
menstruasi bulanan mereka. Jumlah hari dapat berfluktuasi dan mungkin masa datang lebih awal
sedikit atau sedikit terlambat. Jadi, ketika seorang wanita melihat darah menstruasi, ia harus
benar-benar mempertimbangkan bahwa dia menstruasi. Dan ketika berhenti, ia harus
meyakinkan bahwa dirinya benar-benar bersih. Jika darah lebih muncul setelah periode

5 | m a t e r n i t a s d a l a m p e r s p e k ti f i s l a m
menstruasi telah berakhir, tetapi tidak memiliki warna yang sama seperti darah menstruasi,
seharusnya tidak dianggap sebagai menstruasi

Menstruasi pasca-persalinan adalah darah yang muncul selama dan setelah melahirkan.
Yang mungkin muncul 2 atau 3 hari sebelum melahirkan dan disertai sakit yang tidak wajar.
Tidak ada batas minimal untuk berapa lama seorang wanita akan menstruasi, tetapi umumnya
batas atas adalah dalam 40 hari. Dan darah ini biasanya disebut darah nifas.

Pada kitab-kitab fiqh umumnya, keadaan seorang wanita yang mengalami nifas, sama
dengan wanita yang haid atau menstruasi. Dan nifas ini dapat dipahami sebagai sunatullah yang
terjadi pada wanita. Dan hal ini (menstruasi) telah Allah jelaskan dalam QS Al-Baqoroh Ayat
222 :

            
             
    

Mereka bertanya kepadamu tentang haidh. Katakanlah: "Haidh itu adalah suatu
kotoran". oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri (menyetubuhi wanita di waktu
haidh.) dari wanita di waktu haidh; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka
suci (sesudah mandi. Adapula yang menafsirkan sesudah berhenti darah keluar). apabila
mereka telah Suci, Maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah
kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-
orang yang mensucikan diri.

Menyusui menurut islam

Menyusui adalah cara alami ikatan seorang ibu dengan anaknya. Ketika menyusui,
seorang ibu memegang anaknya dan memangkunya dimana menyebabkan otak si anak
melepaskan zat seperti hormon yang disebut oksitosin.Pengeluaran hormone ini adalah terutama
ketika ibu mengucapkan rasa sayang pada anak dan terjadi kontak dari kulit ke kulit antara ibu
dan anak.Hormon ini telah disebut sebagai "hormon cinta" atau hormon "berpelukan" atau
"hormon ikatan". Hormon ini memberikan rasa tenang dan kesejahteraan dan membantu para ibu

6 | m a t e r n i t a s d a l a m p e r s p e k ti f i s l a m
dan anak untuk lebih dekat. Dengan menyusui seorang ibu dapat mengungkapkan rasa cinta pada
anaknya lebih mendalam.

Sebagaimana dalam Al-Qur’an surat Al-Baqorah ayat 233 di jelaskan :

            
             
             
            
          
        

Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, Yaitu bagi yang
ingin menyempurnakan penyusuan. dan kewajiban ayah memberi Makan dan pakaian
kepada Para ibu dengan cara ma'ruf. seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar
kesanggupannya. janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan
seorang ayah karena anaknya, dan warispun berkewajiban demikian. apabila keduanya ingin
menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, Maka
tidak ada dosa atas keduanya. dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, Maka
tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut.
bertakwalah kamu kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha melihat apa yang kamu
kerjakan.

Penyapihan dalam prespektif islam

1. Definisi penyapihan  

Pengertian umum, penyapihan berarti transfer bertahap dari memberi makan bayi ASI
eksklusif untuk makanan meja saja. Hal ini dapat terjadi kadang selama periode kehidupan anak,
biasanya antara umur 1 dan 3. Mentransfer anak dan sayuran makanan hewani bahkan sebelum
ia punya gigi, tidak dilakukan oleh kaum Muslim awal. Pilihan tersebut kemungkinan sebagian
besar, jika ibu menolak untuk menyusui bayinya, adalah kerja seorang perawat-basah untuk
anak. Untuk anak Muslim yang baru lahir, menyusui hubungan intim adalah hak. Ini di luar
sengketa yang dua tahun penuh ASI memberikan bayi dengan manfaat kesehatan jangka-panjang
seperti pencegahan infeksi telinga dan alergi, serta menyediakan dasar kepercayaan antara ibu

7 | m a t e r n i t a s d a l a m p e r s p e k ti f i s l a m
dan anak. Telah terbukti bahwa bayi yang diberi botol akan menjadi anak yang lemah, dan
bahwa bayi ASI sering memiliki IQ yang lebih tinggi dan lebih emosional menyesuaikan diri
dengan baik.

2. Tahapan penyapihan

a. Natural weaning/penyapihan alami (tidak memaksa dan mengikuti tahapan


perkembangan anak).

Penyapihan alami inilah yang paling dianjurkan. Karena secara psikologis, dampaknya paling
ringan. Perlu , pada awal proses penyapihan, anak biasanya rewel dan gelisah dengan penyapihan
alami, semua itu bisa dihindari mengingat saat memasuki usia batita sebetulnya ketergantungan
anak pada ASI sudah semakin berkurang.

b. Mother led weaning (ibu yang menentukan kapan saat menyapih anaknya).

Mother led weaning yang dibutuhkan adalah kesiapan mental ibu juga dukungan dari
lingkungan, terutama ayah (suami) sebagai sosok yang dapat memberikan kenyamanan selain ibu
dengan cara mengajak anak bermain. Bila sudah mantap untuk menyapih, lakukanlah
penyapihan dengan sabar dan tidak terburu-buru karena sikap ibu dalam menyapih berpengaruh
pada kesiapan si balita. 

Pada berabad-abad silam, umat muslim sebenarnya telah diajarkan tentang penyapihan ini.
Hal ini dapat dilihat dalam Al-Quran surat Luqman ayat 14

          
      

Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu- bapanya;
ibunya telah mengandungnya dalam Keadaan lemah yang bertambah- tambah, dan
menyapihnya dalam dua tahun (Selambat-lambat waktu menyapih ialah setelah anak
berumur dua tahun). bersyukurlah kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya
kepada-Kulah kembalimu.

8 | m a t e r n i t a s d a l a m p e r s p e k ti f i s l a m
Begitupun dalam QS Al-Ahqof ayat 15, yang berbunyi :

          


            
           
             

Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya,
ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah
(pula). mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila Dia
telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: "Ya Tuhanku, tunjukilah
aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu
bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah
kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku
bertaubat kepada Engkau dan Sesungguhnya aku Termasuk orang-orang yang berserah
diri".

9 | m a t e r n i t a s d a l a m p e r s p e k ti f i s l a m