Anda di halaman 1dari 12

LAPORAN PRAKTIKUM TEKNIK IRIGASI DAN DRAINASE

PENJADWALAN IRIGASI

Dosen:
Ir. Dedi Kusnadi Kalsim,M.Eng,Dipl.He
Asisten:
Abdul Wahid Monayo , S.TP

Kelompok Tujuh (3)

Panji Laksamana F14080028


Bhekti Ayu H F14080058
Dimas Kholis F14080082
Dian Firdauzi F14080114
Monalhysa C F14090

DEPARTEMEN TEKNIK PERTANIAN


FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN

Laporan Praktikum
Teknik Irigasi dan Drainase
Judul Praktikum : Penjadwalan Irigasi
Dosen : Sutoyo, STP, Msi
Asisten : A. Wahid Monayo
Tanggal dan Tempat : 3 Maret 2011, AEDS
Tujuan : Menentukan penjadwalan irigasi yang optimum
Bahan dan Alat : (a) Software CROPWAT, (b) Komputer
Prosedur :
• Berdasarkan hasil Praktikum 2. Mahasiswa menentukan asumsi tekstur
tanah di daerahnya.
• Tanpa irigasi atau sistem tadah hujan (Rainfed) hitung berapa penurunan
hasil yang terjadi untuk setiap tanaman.
• Bagaimana cara perhitungan dugaan penurunan hasil akibat stress
kekurangan air?
• Cobakan beberapa pilihan (option) cara pemberian air irigasi yang tersedia
dalam CROPWAT. Catat penurunan hasil dan efisiensi irigasi yang
dicapai.
• Bagaimana cara menghitung efisiensi dalam CROPWAT.
• Saudara dapat menggunakan cara pemberian air dari yang paling rumit
sampai ke yang paling sederhana. Untuk aplikasi di lapangan pada kondisi
Indonesia, cara apa yang saudara anjurkan? Berikan alasannya.
• Buat kesimpulan dan saran dari hasil praktikum ini.
Hasil

Gambar. Pemilihan Irigasi Air Hujan

- Crop # 1 : MAIZE (Grain)


- Block # :1
- Planting date: 24/5

* Soil Data:
------------
- Soil description : Medium
- Initial soil moisture depletion: 0%

* Irrigation Scheduling Criteria:


---------------------------------
- Rainfed schedule.
- Start of Scheduling: 24/5

------------------------------------------------------------------------------
Date TAM RAM Total Efct. ETc ETc/ETm SMD Interv. Net Lost User
Rain Rain Irr. Irr. Adj.
(mm) (mm) (mm) (mm) (mm) (%) (mm) (Days) (mm) (mm) (mm)
------------------------------------------------------------------------------
26/5 45.0 22.5 16.7 3.3 1.7 100.0% 1.7
31/5 52.6 26.3 14.8 8.4 1.7 100.0% 1.7
5/6 60.1 30.0 13.0 8.5 1.7 100.0% 1.7
10/6 67.6 33.8 11.3 8.6 1.7 100.0% 1.7
15/6 75.2 37.6 9.6 8.7 1.7 100.0% 1.7
20/6 82.7 41.4 8.1 8.1 2.2 100.0% 3.2
25/6 90.2 45.1 6.6 6.6 2.8 100.0% 9.5
30/6 97.8 48.9 5.3 5.3 3.6 100.0% 20.6
5/7 105.3 52.7 4.1 4.1 4.3 100.0% 36.5
10/7 112.9 56.4 3.0 3.0 5.0 100.0% 57.1
15/7 120.4 60.2 2.1 2.1 4.4 86.4% 78.8
20/7 127.9 64.0 1.3 1.3 3.6 61.4% 96.7
25/7 135.5 67.7 0.6 0.6 2.9 44.3% 111.7
30/7 140.0 70.0 0.2 0.2 2.0 31.9% 123.8
24/8 140.0 70.0 0.2 0.2 0.1 7.8% 139.0
29/8 140.0 70.0 0.7 0.7 0.2 1.3% 138.8
3/9 140.0 70.0 1.4 1.4 0.3 1.7% 138.1
8/9 140.0 74.2 2.3 2.3 0.4 2.8% 137.0
13/9 140.0 81.2 3.3 3.3 0.6 4.9% 135.5
18/9 140.0 88.2 4.5 4.5 0.9 8.1% 133.8
23/9 140.0 95.2 5.8 5.8 1.2 12.7% 131.7
28/9 140.0 102.2 7.2 7.2 1.5 19.6% 129.4
3/10 140.0 109.2 8.9 8.9 1.9 29.9% 126.8
------------------------------------------------------------------------------
Total 130.8 102.8 232.8 31.9% 0.0 0.0 0.0
------------------------------------------------------------------------------

* Yield Reduction:
------------------
- Estimated yield reduction in growth stage # 1 = 0.0%
- Estimated yield reduction in growth stage # 2 = 9.6%
- Estimated yield reduction in growth stage # 3 = 120.3%
- Estimated yield reduction in growth stage # 4 = 43.4%
--------
- Estimated total yield reduction = 85.1%

* These estimates may be used as guidelines and not as actual figures.


------------------------------------------------------------------------------

* Legend:
---------
TAM = Total Available Moisture = (FC% - WP%)* Root Depth [mm].
RAM = Readily Available Moisture = TAM * P [mm].
SMD = Soil Moisture Deficit [mm].

* Notes:
--------
Monthly ETo is distributed using polynomial curve fitting.
Monthly Rainfall is distributed using polynomial curve fitting.
To generate rainfall events, each 5 days of distributed rainfall are
accumulated as one storm.
Only NET irrigation requirements are given here. No any kind of losses
was taken into account in the calculations.

Gambar. Grafik Irigasi tadah Hujan

Gambar. Pemilihan Schedule Irrigation


Irrigation Schedule
* Crop Data:
------------
- Crop # 1 : MAIZE (Grain)
- Block # :1
- Planting date: 24/5

* Soil Data:
------------
- Soil description : Medium
- Initial soil moisture depletion: 0%

* Irrigation Scheduling Criteria:


---------------------------------
- Application Timing:
Irrigate each 30days.
- Applications Depths:
Fixed depths of 70mm each.
- Start of Scheduling: 24/5

------------------------------------------------------------------------------
Date TAM RAM Total Efct. ETc ETc/ETm SMD Interv. Net Lost User
Rain Rain Irr. Irr. Adj.
(mm) (mm) (mm) (mm) (mm) (%) (mm) (Days) (mm) (mm) (mm)
------------------------------------------------------------------------------
24/5 42.0 21.0 0.0 0.0 1.5 100.0% 1.5 0 70.0 68.5
26/5 45.0 22.5 16.7 1.5 1.5 100.0% 1.5
31/5 52.6 26.3 14.8 7.3 1.5 100.0% 1.5
5/6 60.1 30.0 13.0 7.4 1.5 100.0% 1.5
10/6 67.6 33.8 11.3 7.5 1.5 100.0% 1.5
15/6 75.2 37.6 9.6 7.6 1.5 100.0% 1.5
20/6 82.7 41.4 8.1 8.0 1.9 100.0% 1.9
23/6 87.2 43.6 0.0 0.0 2.2 100.0% 8.3 30 70.0 61.7
25/6 90.2 45.1 6.6 2.4 2.5 100.0% 2.5
30/6 97.8 48.9 5.3 5.3 3.1 100.0% 11.5
5/7 105.3 52.7 4.1 4.1 3.7 100.0% 24.9
10/7 112.9 56.4 3.0 3.0 4.4 100.0% 42.6
15/7 120.4 60.2 2.1 2.1 5.1 100.0% 64.6
20/7 127.9 64.0 1.3 1.3 4.2 81.9% 85.8
23/7 132.5 66.2 0.0 0.0 3.6 63.0% 97.2 30 70.0 0.0
25/7 135.5 67.7 0.6 0.6 6.5 100.0% 39.3
30/7 140.0 70.0 0.2 0.2 6.8 100.0% 72.8
22/8 140.0 70.0 0.0 0.0 0.7 38.1% 134.0 30 70.0 0.0
24/8 140.0 70.0 0.2 0.2 7.1 99.3% 78.1
29/8 140.0 70.0 0.7 0.7 4.2 72.2% 103.4
3/9 140.0 70.0 1.4 1.4 2.6 42.9% 117.6
8/9 140.0 74.2 2.3 2.3 1.8 27.2% 125.1
13/9 140.0 81.2 3.3 3.3 1.4 20.6% 128.6
18/9 140.0 88.2 4.5 4.5 1.3 18.5% 129.5
21/9 140.0 92.4 0.0 0.0 0.9 19.1% 132.6 30 70.0 0.0
23/9 140.0 95.2 5.8 5.8 4.9 100.0% 66.7
28/9 140.0 102.2 7.2 7.2 4.2 100.0% 81.7
3/10 140.0 109.2 8.9 8.9 3.4 100.0% 91.5
------------------------------------------------------------------------------
Total 130.8 92.3 409.9 64.0% 350.0 130.3 0.0
------------------------------------------------------------------------------

* Yield Reduction:
------------------
- Estimated yield reduction in growth stage # 1 = 0.0%
- Estimated yield reduction in growth stage # 2 = 2.8%
- Estimated yield reduction in growth stage # 3 = 64.7%
- Estimated yield reduction in growth stage # 4 = 25.1%
--------
- Estimated total yield reduction = 45.0%

* These estimates may be used as guidelines and not as actual figures.


------------------------------------------------------------------------------

* Legend:
---------
TAM = Total Available Moisture = (FC% - WP%)* Root Depth [mm].
RAM = Readily Available Moisture = TAM * P [mm].
SMD = Soil Moisture Deficit [mm].

Gambar. Tipe Interval Day dan Fixed Depth


Gambar Tipe Ram and Refill
Dalam kemudahan dalam pengopersian tipe
Pembahasan
Praktikum ini dapat berguna untuk menentukan penjadwalan irigasi yang
optimum untuk suatu daerah tertentu. Berdasarkan praktikum kedua, kelompok 6
menggunakan data dari daerah Surabaya-Perak sebagai stasiun patokan. Hasil dari
praktikum kedua menunjukkan bahwa tekstur tanah di daerah Surabaya adalah tanah
yang kering. Hal ini dapat diketahui setelah memasukkan data-data ke dalam program
Cropwat dan dilihat dari grafik yang ditampilkan oleh Cropwat (dengan pendugaan
sebelumnya bahwa Surabaya memiliki tanah kering). Jenis tanah kering tersebut
masih belum cukup spesifik. Jadi, dilihat dari nilai TAM rata-rata yang dihasilkan
yaitu 110,208mm, maka dapat disimpulkan bahwa struktur tanah di Surabaya adalah
tanah lempung.
Dalam dunia pertanian, dikenal beberapa macam jenis irigasi, misalnya irigasi
tetes, curah, tadah hujan dan banyak lainnya bahkan non irigasi. Macam irigasi
tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, sehingga petani dapat
memilih dan menyesuaikan dengan cara apa tanahnya akan diairi. Penentuan jenis
irigasi itu pastinya akan berdampak pada hasil pertanian yang akan diperoleh.
Misalnya untuk jenis tanaman jagung dan menggunakan irigasi tadah hujan, kita akan
mendapatkan hasil sebesar 85,1 %. Jika dibandingkan dengan irigasi maka kita hanya
akan mendapatkan hasil sebesar 45,0 % yang berarti terjadi selisih 40,1 % pada total
hasil tanam antara sistem irigasi tadah hujan dan non irigasi. Dari hasil itu kita
dapatmenentukan bahwa daerah Surabaya merupakan daerah yang kering sehingga
dibutuhkan irigasi untuk pengairan.
Penentuan jenis irigasi pastinya didasarkan oleh banyak hal, misalnya kondisi
air di daerah tersebut dan jenis tanaman yang akan diairi. Jika salah menentukan jenis
irigasi akan berdampak buruk pada proses perkembangan tanaman budidaya.
Tanaman bisa saja stres karena kelebihan atau bahkan kekurangan air yang disebut
kondisi layu. Untuk tanaman jagung yang ditanam di Surabaya ini, kita bisa
menentukan kondisi stres tanaman akibat kekurangan air dengan perhitungan di
bawah ini:
(1 - Ya/Ymax) = Ky x (1 - ETa/ETm)
dengan Ya = Hasil aktual
Ymax = Hasil maksimum
Ky = Faktor Response Hasil
Program aplikasi Cropwat yang digunakan di praktikum ini dapat digunakan
untuk membantu siapa saja bahkan petani untuk menentukan jenis irigasi apa yang
cocok untuk diterapkan. Dari sekian banyak pilihan jenis irigasi, kami menggunakan
2 jenis irigasi, yaitu tipe Interval Day dan Fixed Depth serta Ram and Refill.
(penurunan hasil dan efisiensi irigasi yang dicapai masih belum ngerti beh, maaf..).
trus yang efisiensi juga bingung output dan input dari apa yang mau dimasukkan.
Berdasarkan hasil percobaan dengan menggunakan Cropwat, diusulkan jenis irigasi
yang dapat mengoptimalkan lahan adalah Ram dan Refill. Namun apabila untuk
diprakteknya atau dilapangan diusulkannya jenis application timing – nya adalah
irrigate each 30 days dan Applications Depths Fixed depths of 70mm each. Jika
dibandingkan dengan RAM dan Refill yang menghasilkan output sedikit tetapi dalam
penerapannya di lapangan lebih mudah dan membutuhkan peralatan yang lebih
sederhana. Selain itu pengoperasian irigasi ini lebih simple.
Efisiensi irigasi dapat dievaluasi dari: Total net and gross irrigation supply,
Total net irrigation losses adalah jumlah dari aplikasi irigasi yang berlebih, Total
Available Moisture (TAM) = (FC% - WP%)* Root Depth [mm], dan Readily
Available Moisture (RAM)= TAM * P [mm]. Selain yang di atas efisiensi dapat
dievaluasi dari Soil Moisture Deficit (SMD) [mm], menggambarkan deplesi lengas
tanah pada akhir musim, suatu alat uji apakah irigasi terakhir sebenarnya diperlukan
atau dapat ditekan, Efficiency Irrigation Schedule adalah rasio water use crop dengan
net supply (Total netirrigation - Total Irr.losses) : Total net Irr. Deficiency Irr.
Schedule adalah pengukur stress air dihitung sebagai: (1 - Actual water use by
crop/Potential water use by crop) .
Lahan di Indonesia memiliki struktur yang berbeda-beda selain itu unutk
mendapatkan data kedalam air yang lebih jelas membutuhkan uang atau kebutuhan
biaya yang besar. Sehingga dengan metode pengaturan irigasi yang kompleks tidak
dapat diterapkan. Oleh karena itu metode yang sederhana dan peralatan yang lebih
simple dapat diterapkan di Indoensia. Faktor lainnnya petani Indonesia memilki
pendapatan yang rendah sehingga untuk pengelolaan system irigasi yang kompleks
tidak dapat diterapkan dengan begitu baik.

Kesimpulan
Dengan cara menggunakan aplikasi CropWat 4 pengaturan penjadwalan
irigasi dapat dilihat bahwa efisien suatu wilayah dan jenis komodity berbeda-beda.
Untuk menghasilkan yang lebih effisien adalah penjadwalan tipe RAM dan Refill
sehingga kebutuhan air tetap terjaga. Namun pada praktek di Indonesia metode yang
pantas adalah tipe Irigasi Interval Day(Jarak Hari) karena sistemnya yang sederhana
dan peralatan yang murah dan simple.

Saran
Dibutuhkan data yang lebih relevan atau ter-update karana untuk mengetahui
keadaan lahan pada atahun sekarang.