Anda di halaman 1dari 23

c c

   



 c  
Di dalam sel banyak sekali terjadi hal-hal yang sulit dipercaya dan tidak pernah disangka
sebelumnya. Dari mulai proses sisntesis protein sampai dengan metabolisme. Ternyata bukan
hanya hal tersebut yang terjadi di dalam sel, masih banyak lagi hal-hal yang luar biasa yang
diantaranya yaitu: apoptosis, proses terjadinya kanker dan juga steem sel.
Apoptosis adalah salah satu bentuk proses yang terjadi pada sel dimana sel melekukan
tindakan bunuh diri saat dirasa dirinya dalam keadaan rusak, tidak dapat melakukan pemulihan
saat dirinya mengalami luka, atau pada saat sel tersebut tidak diperlukan lagi sehingga akan
dilakukan perombakan.
Kanker adalah salah satu kata yang bisa dianggap populer di masyarakat. Kanker sendiri
yaitu suatu penyakit yang didahului dengan proses tumbuhnya sel secara tidak terkendali dan
menyebabkan terganggunya aktifitas sel lain. Kanker dapat terjadi kapan saja tanpa melihat
status dan kedudukan. Penyakit ini mempunyai banyak macam dan sering menyerang organ
vital.
Steem sel atau sering disebut sebagai sel tunas atau pertunasan sel merupakan sel yang
belum terdeferensiasi dan masih bisa melekukan proses pembelahan diri dan berubah menjadi sel
khusus. Saat ini steem sel banyak dimanfaatkan dalam bidang kedokteran. Hal yang bisa
dilakukan dengan pemanfaatan steem sel antara lain sebagai bentuk perawatan terhadap luka,
penemuan obat baru dan terapi.





     
Berdasarkan paparan latar belakang di atas maka dapat dirumuskan masalah sebagai
berikut:
1. Apa pengertian apoptosis dan peranannya dalam sel?
2. Apa pengertian kanker dan bagaimana prosesnya terjadi?
3. Apa pengertian Steem sel dan manfaat apa saja yang dapat diambil?

   
Tujuan penulisan makalah ini antara lain:
1. Untuk mengetahui apa itu apoptosis dan peranan dalam sel.
2. Untuk mendapatkan informasi tentang kanker dan proses pembentukannya.
3. Untuk mendapatkan pengetahuan tentang steem sel dan manfaatnya.

















c


 


 
Apoptosis (dari bahasa Yunani apo = "dari" dan ptosis = "jatuh") adalah mekanisme
biologi yang merupakan salah satu jenis kematian sel terprogram. Apoptosis digunakan oleh
organisme multisel untuk membuang sel yang sudah tidak diperlukan oleh tubuh. Apoptosis
berbeda dengan nekrosis. Apoptosis pada umumnya berlangsung seumur hidup dan bersifat
menguntungkan bagi tubuh, contoh nyata dari keuntungan apoptosis adalah pemisahan jari pada
embrio. Apoptosis yang dialami oleh sel-sel yang terletak di antara jari menyebabkan masing-
masing jari menjadi terpisah satu sama lain. Bila sel kehilangan kemampuan melakukan
apoptosis maka sel tersebut dapat membelah secara tak terbatas dan akhirnya menjadi kanker.
Nekrosis adalah kematian sel yang disebabkan oleh kerusakan sel secara akut, Sel-sel
yang dimusnahkan karena cedera (seperti cedera oleh mekanikal, terinfeksi oleh toksik) dan mati
melalui  ! memerlihatkan beberapa perubahan:
a. sel-sel tersebut (serta organel) menjadi bengkak kerana keupayaan membran plasma
mengawal keluar masuk ion dan air terganggu
b. isi sel bocor keluar
c. keradangan berlaku dalam tisu berhampiran






"#$
Apoptosis dapat terjadi ketika sel mengalami kerusakan dan tidak dapat diperbaiki lagi.
Keputusan untuk melakukan apoptosis berasal dari sel itu sendiri,dan dari jaringan yang
mengelilinginya, atau berasal dari sel sistem imun.
Pertimbangan dilakukan apoptois pada srl bergantung kepada keseimbangan antara:
a. !%  &! ' &# &! ##  !# (#) sel tersebut masih
dipertimbangkan untuk hidup ataupun tidak, tergantung dari kegunaan sel itu sendiri
terhadap sel atau jaringan lainnya yang dipengaruhnya. Bila sel tersebut masih memiliki
manfaat bagi yang lain, maka sel tersebut masih dipertimbangkan untuk hidup dan
menjalankan tugasnya.
b. !% &! $) penerimaan isyarat negative merupakan pertanda bila sel
tersebut sudah tidak di ijinkan untuk terus hidup dan berkembang. Kerusakan DNA oleh
oksidan atau agen lain, isyarat pada sel untuk siap melakukan proses apoptosis dengan
penggabungan molekul-molekul tertentu melalui reseptor spesifik pada permukaan sel.
Contoh-contoh isyarat ini termasuk:
— faktor nekrosis tumor yang bergabung dengan reseptor TNF.
— limfotoksin (TNF), yang juga bergabung dengan reseptor TNF.
— Fas ligand (FasL), satu molekul yang bergabung dengan reseptor permukaan yang
disebut Fas (atau CD95).
Banyak kajian telah dilakukan untuk mengenal pasti isyarat-isyarat untuk dilakukan
apoptosis. Protein-protein pada mamalia yang paling banyak dikaji karena terlibat dalam
apoptosis ialah   #%! * Π   
 dan 2$ " +" , 
!! ". p53 ialah suatu protein penggabung DNA Π  
 dan pengaktif
transkripsi Π  yang mempunyai peranan dalam pemulihan DNA kerana ia
terkumpul selepas berlaku kerusakan DNA. p53 mungkin berfungsi sebagai pengesan Œ
 
adanya kerusakan pada DNA. Sebaliknya, FasL/Fas ialah suatu contoh isyarat apoptosis. FasL
ialah satu protein permukaan yang banyak terdapat pada sel T teraktif. FasL isyarat apoptosis
pada berbagai sel yang mengekskresikan Fas pada permukaan. Antibodi terhadap Fas juga dapa
menjadi isyarat apoptosis.
Bila sel kehilangan kemampuan untuk melakukan apoptosis (misalnya karena mutasi),
atau bila inisiatif untuk melakukan apoptosis dihambat oleh virus, sel yang rusak dapat terus
membelah tak terbatas, yang akhirnya menimbulkan kanker.
Suatu sel akan mengadakan proses apoptosis ketika :
— $!!# !# 
Kondisi yang mengakibatkan sel mengalami stress, misalnya kelaparan, atau kerusakan
DNA akibat racun atau paparan terhadap ultraviolet atau radiasi, dapat menyebabkan sel
memulai proses apoptosis.

— $#&%-$ 2-#%2(2
Pada organisme dewasa, jumlah sel dalam suatu organ atau jaringan harus bersifat
konstan pada 
tertentu. Sel darah dan kulit, misalnya, selalu diperbarui oleh aktivitas
pembelahan diri sel-sel progenitornya, tetapi pembelahan diri tersebut harus diseimbangkan
dengan kematian sel yang sudah tua. Diperkirakan 50-70 milyar sel mati setiap harinya karena
apoptosis pada manusia dewasa. Dalam satu tahun, jumlah pembelahan sel dan kematian yang
terjadi pada tubuh seseorang mencapai kurang lebih sama dengan berat badan orang tersebut.
Keseimbangan (homeostasis) tercapai ketika kecepatan mitosis (pembelahan sel) pada
jaringan sama dengan kematian sel. Bila keseimbangan ini terganggu, salah satu dari hal berikut
ini akan terjadi:
a) Bila kecepatan pembelahan sel lebih tinggi daripada kecepatan kematian sel, akan terbentuk
tumor
b) Bila kecepatan pembelahan sel lebih rendah daripada kecepatan kematian sel, akan terjadi
penyakit karena kekurangan sel.
Kedua keadaan tersebut dapat bersifat fatal atau sangat merusak.

— $$!!#%#(
Kematian sel terprogram merupakan bagian penting pada perkembangan jaringan
tumbuhan dan organisme multisel. Sel yang mengalami apoptosis mengkerut, inti selnya
mengecil, sehingga sel tersebut mudah difagositosis. Proses fagositosis memungkinkan
komponen-komponen sel yang tersisa digunakan kembali oleh makrofaga atau sel-sel yang
berada di sekitarnya.
Contoh: 
å ÷
  ekor berudu semasa metamorfosis berlaku melalui apoptosis
å Pembentukan jari-jari pada janin memerlukan tisu di antaranya dihapuskan. Ini berlaku
melalui apoptosis.

— $#2%%#
Sel B dan sel T adalah pelaku utama pertahanan tubuh terhadap zat asing yang dapat
menginfeksi tubuh, atau terhadap sel-sel dari tubuh itu sendiri yang mengalami perubahan
menjadi ganas. Dalam melakukan tugasnya, sel B dan T harus memiliki kemampuan untuk
membedakan antara "milik sendiri" (
) dari "milik asing" (
), dan antara antigen "sehat"
dan "tidak sehat".
Sel T pembunuh (

 ) menjadi aktif saat dihamiri antigen asing karena adanya
infeksi virus. Setelah sel T menjadi aktif, sel-sel tersebut bermigrasi keluar dari   
,
menemukan dan mengenali sel-sel yang tidak sempurna atau terinfeksi, dan membuat sel-sel
tersebut melakukan kematian sel terprogram/apoptosis.
apabila sel tubuh terinfeksi suatu virus penyakit, maka sel imun akan memperbanyak diri
untuk melawan virus penyakit tersebut. Apabila tugas dari sel imun sudah terselesaikan, artinya
virus penyakit sudah dapat dilumpuhkan, maka sel-sel imun yang terlibat dalam perlawanan
virus penyakit tersebut harus dihapuskan atau perlu diadakan bunuhdiri secara masal terhadap
sel-sel imun tersebut agar tidak menyerang komponen tubuh yang lain. Sel imun tersebut
mempengaruh dirinya sendiri dan sel imun yang lain untuk mengadakan apoptosis. Jika
mekanisme apoptosis tidak berjalan normal, maka penyakit-penyakit autoimun seperti SLE dan
artritis reumatoid dapat terjadi.


!
Proses apoptosis adalah suatu proses yang terintegrasi antara faktor eksternal maupun
internal sel yang melibatkan sejumlah protein reseptor-ligan (FasL/C95L dengan Fas/CD95),
protein regulator sitosolik (Bcl2, Bclxl, Bax, Apaf-1, PUMA, Noxa, Smac-Diablo, dll) dan
sejumlah enzim-enzim caspase (ensim hidrolase atau proteolilik) yang berperan sebagai aktor
atau aktris utama dalam proses apoptosis. Proses apoptosis di dalam sel bila diibratkan sebagai
suatu sinetron berseri bisa dibedakan menjadi 3 seri utama yaitu Serial atau Fase: 
1. Fase initiator
2. Fase Efektor
3. Fase Eksekusi
Masing-masing fase merupakan rangkaian proses reaksi
biokimiawi yang diperankan sejumlah protein. " !
terjadi perikatan sinyal kematian dari luar sel oleh reseptornya
yang berada pada membrane sel (Ikatan antara ligan dan
reseptor seperti halnya ikatan yang terjadi antara FasL dan Fas,
Ikatan ini diikuti dengan terbentuknya komplek protein death
domain, recruitment protein adaptor seperti FADD (Fas
Associated Death Domain) dan procaspase-8 (inactive).
Komplek protein ini merupakan cell death signals. Pada 
 ! procaspase-8 akan aktif setelah mengalami digest.
Caspase-8 (aktif) akan mengaktifkan protein Bid (Death
promoting protein). Protein Bid ini akan memacu pelepasan
sitokrom-c dari mitokondria. Jalur intrinsic diperankan
mitokondria yang akan melepaskan sitokrom-c, setelah menerima sinyal dari luar sel (sinyal bisa
berupa stress, kerusakan DNA, kemoterapi atau sinar ultra violet). Lepasnya sitokrom-c akan
ditangkap oleh procaspase-9 (inactive) dan membentuk protein komplek bersama dengan protein
Apaf-1. Ikatan protein ini akan mengaktifkan caspase-9. Aktifnya caspase-9 akan mengaktifkan
procaspase-3 menjadi caspase-3 (active). Eksekusi sel dilaksanakan oleh caspase-3 dengan
ditandai adanya cleavage atau pemotongan PARP (poly-ADP Ribosa Polimerase) yang
merupakan substrat spesifik caspase-3, atau secara mikroskopis tampak terbentuknya apoptotic
bodies, yaitu fragmen-fragmen DNA (inti sel) dan komponen sitosol yang terbentuk dengan
selubung membrane sel dengan ukuran lebih kecil dari sel atau inti sel.
Sel yang mengalami apoptosis menunjukkan ciri morfologi yang unik bila dilihat
menggunakan mikroskop :
1. Sel terlihat membulat. Hal itu terjadi karena struktur protein yang menyusun  


mengalami pemotongan oleh peptidase yang dikenal sebagai caspase. Caspase diaktivasi
oleh mekanisme sel itu sendiri.
2. Kromatin mengalami degradasi awal dan kondensasi.
3. Kromatin mengalami kondensasi lebih lanjut dan membentuk potongan-potongan padat
pada membran inti.
4. Membran inti terbelah-belah dan DNA yang berada didalamnya terpotong-potong.
5. Lapisan dalam dari membran sel, yaitu lapisan lipid fosfatidilserina akan mencuat keluar
dan dikenali oleh fagosit, dan kemudian sel mengalami fagositosis
6. Sel pecah menjadi beberapa bagian yang disebut badan apoptosis, yang kemudian
difagositosis.

Terdapat 2 mekanisme berbeda untuk sel yang memusnahkan dirinya melalui apoptosis, yaitu :
— isyarat-isyarat yang diperoleh dari dalam sel
— isyarat yang diperoleh dari luar sel, dikirimkan oleh "isyarat pemusnahan" yang
bergabung dalam reseptor di permukaan sel seperti: TNF, limfotoksin, FasL

1. Apoptosis berdasarkan isyarat dari dalam sel:


Di dalam sel yang normal, membran luar mitokondrianya mensekresikan protein Bcl-2.
Bcl-2 bergabung dengan protein Apaf-1. Bila terjadi kerusakan di dalam sel, Bcl-2 akan
membebaskan Apaf-1 dan sitokrom c akan keluar dari mitokondria. Apaf-1 dan sitokrom c akan
bergabung dengan caspase 9 dan membentuk kompleks apoptosom yang akan terkumpul dalam
sitosol. Caspase 9 yang merupakan protease akan mengaktifkan caspase lain. Pengaktifan ini
akan meningkatkan aktiviti proteolisis dan akan mencerna protein struktur dalam sitoplasma
serta mengurai DNA kromosom. Yang akan berakhir dengan kematian sel.
2. Apoptosis berasal dari isyarat luar sel
Fas dan reseptor TNF merupakan protein membran pada reseptor permukaan sel.
Pergabungan FasL dan TNF masing-masing dengan reseptor permukaan sel, kemudian
memindahkan sinyal tersebut ke sitoplasma yang akan mengaktifkan caspase 8. Caspase 8,
seperti caspase 9, juga akan mengaktifkan secara bersekuen caspase lain yang akan
menyebabkan kematian sel.


  !
 
  !
Kanker atau neoplasma ganas adalah penyakit yang ditandai dengan kelainan siklus sel
khas yang menimbulkan kemampuan sel untuk:
a. tumbuh tidak terkendali (pembelahan sel melebihi batas normal)
b. menyerang jaringan biologis di dekatnya.
c. bermigrasi ke jaringan tubuh yang lain melalui sirkulasi darah atau sistem limfatik,
disebut metastasis.
Tiga karakter ganas inilah yang membedakan kanker dari tumor jinak. Sebagian besar kanker
membentuk tumor, tetapi ada beberapa yang tidak, seperti leukemia.
Reaksi antara asam tetraiodotiroasetat dengan integrin adalah penghambat aktivitas hormon
tiroksin dan tri-iodotironina yang merupakan salah satu faktor yang berperan dalam angiogenesis
dan proliferasi sel tumor. Pertumbuhan yang tidak terkendali tersebut disebabkan kerusakan
DNA, menyebabkan mutasi di gen vital yang mengontrol pembelahan sel. Beberapa mutasi gen
mengubah sel normal menjadi sel kanker.
Mutasi-mutasi tersebut sering diakibatkan agen kimia maupun fisik yang disebut
karsinogen. Mutasi dapat terjadi secara spontan (diperoleh) ataupun diwariskan (mutasi


). Kanker dapat menyebabkan banyak gejala yang berbeda, bergantung pada lokasi dan
karakter keganasan, serta ada tidaknya metastasis. Diagnosis biasanya membutuhkan
pemeriksaan mikroskopik jaringan yang diperoleh dengan biopsi. Setelah didiagnosis, kanker
biasanya dirawat dengan operasi, kemoterapi, atau radiasi.
Tumor (dala bahasa Latin berarti pembengkakan) menunjuk massa jaringan yang tidak
normal, tetapi dapat berupa "ganas" (bersifat kanker) atau "jinak" (tidak bersifat kanker). Hanya
tumor ganas yang mampu menyerang jaringan lainnya ataupun bermetastasis. Kanker dapat
menyebar melalui kelenjar getah bening maupun pembuluh darah ke organ lain.
kanker dikategorikan dalam klasifikasi yang lebih umum, misalnya :
a. Karsinoma, merupakan kanker yang terjadi pada jaringan epitel, seperti kulit atau
jaringan yang menyelubungi organ tubuh, misalnya organ pada sistem pencernaan.
Contoh meliputi kanker kulit, karsinoma serviks, kanker tiroid, dll.
b. Sarkoma, merupakan kanker yang terjadi pada tulang seperti osteosarkoma, tulang rawan
seperti kondrosarkoma, jaringan otot seperti rabdomiosarcoma, jaringan adiposa,
pembuluh darah.
c. Leukemia,Limfoma dan Mieloma kanker yang terjadi pada jaringan darah
d. Melanoma timbul dari melanosit.
e. Mesotelioma pada pleura atau perikardium

  .!/0!2  !
Jaringan kanker memiliki ciri morfologis yang sangat khas saat diamati dengan
mikroskop. Diantaranya berupa :
a. banyaknya jumlah sel yang mengalami mitosis
b. variasi jumlah dan ukuran nukleus
c. variasi ukuran dan bentuk sel
d. tidak terdapat fitur selular yang khas
e. tidak terjadi koordinasi selular yang biasa nampak pada jaringan normal
f. tidak terdapat batas jaringan yang jelas.

!!%in vitro2  !
A. Terjadi perubahan pada karakteristik perkembangan sel:
a. sulit mati walaupun telah mengalami diferensiasi berkali-kali
b. tumbuh berkembang yang tidak terhenti, walaupun telah berdesakan dengan sel di
sekitarnya, sehingga jaringan kanker memiliki kepadatan yang tinggi
c. membutuhkan serum dan faktor pertumbuhan lebih sedikit
d. tidak lagi membutuhkan lapisan antarmuka untuk berkembangbiak, dan dapat tumbuh
sebagai koloni bebas di dalam medium semi-padat.
e. tidak memiliki kendali atas siklus sel
f. sulit mengalami apoptosis
B. Perubahan pada struktur dan fungsi membran sel, termasuk peningkatan aglutinabilitas
karena lektin herbal
C. Perubahan pada komposisi antar muka sel, glikoprotein, proteoglikan, glikolipid, ekspresi
antigen tumorik dan peningkatan penyerapan asam amino, heksos dan nukleosida.
D. Tidak terjadi interaksi matriks sel-sel dan sel-ekstraselular, sehingga tidak terjadi
penurunan laju diferensiasi
E. Sel kanker tidak merespon stimulasi zat yang menginduksi diferensiasi, karena terjadi
perubahan komposisi antarmuka sel, termasuk komposisi molekul pencerap zat
bersangkutan.
!!%in vivo2  !
Transformasi pada sel manusia mengakibatkan ketidak-stabilan genomik seperti:
a. Peningkatan ekspresi protein onkogen sebagai akibat dari translokasi, amplifikasi dan
mutasi pada kromosom.
b. Tidak terdapat ekspresi protein dari gen "penekan tumor".
c. Perubahan pada metilasi DNA.
d. Terdapat kelainan transkripsi genetik yang menyebabkan kelebihan produksi zat
pendukung pertumbuhan, dan faktor pertumbuhan hematopoietik.
e. Tidak terjadi keseimbangan genetis, sehingga proliferasi menjadi semakin tidak
terkendali, peningkatan kemungkinan terjadinya metastasis.

  -2  !
Secara umum, gejala kanker bisa dibadi menjadi tiga kelompok :
1. ejala lokal : pembesaran atau pembengkakan yang tidak biasa, pendarahan (hemorrhage),
rasa sakit.
2. ejala metastasis (penyebaran) : pembesaran kelenjar getah bening (lymph node), batuk,
hemoptisis, hepatomegali (pembesaran hati), rasa sakit pada tulang, fraktur pada tulang-
tulang yang terpengaruh, dan gejala-gejala neurologis. Walaupun pada kanker tahap lanjut
menyebabkan rasa sakit, sering kali itu bukan gejala awalnya.
3. ejala sistemik : berat badan turun, nafsu makan berkurang secara signifikan, kelelahan dan
kakeksia(kurus kering), keringat berlebihan pada saat tidur, anemia.

  1%# 2  !
Patogenesis kanker dapat dilacak balik ke mutasi DNA yang berdampak pada
pertumbuhan sel dan metastasis. Zat yang menyebabkan mutasi DNA dikenal sebagai mutagen,
dan mutagen yang menyebabkan kanker disebut dengan karsinogen, banyak mutagen adalah juga
karsinogen, tetapi, beberapa mutagen bukanlah karsinogen. Alkohol adalah contoh bahan kimia
bersifat karsinogen yang bukan mutagen. Bahan kimia seperti ini bisa menyebabkan kanker
dengan menstimulasi tingkat pembelahan sel. Tingkat replikasi yang lebih cepat, hanya
menyisakan sedikit waktu bagi enzim-enzim untuk memperbaiki DNA yang rusak pada saat
replikasi DNA, sehingga meningkatkan kemungkinan terjadinya mutasi.
Semua kanker yang dikenal muncul secara bertahap, empat tahap proses karsinogenik
adalah :
a. inisiasi tumor
b. promosi tumor
c. konversi malignan
d. progresi tumor
setiap hal yang bereplikasi memiliki kemungkinan mutasi. Kecuali jika pencegahan dan
perbaikan mutasi tersebut dapat ditangani dengan baik, mutasi itu akan tetap ada, dan mungkin
diwariskan ke sel anak. Apoptosis merupakan langkah yang ditempuh oleh tubuh untuk
mengurangi kemungkinan terkena kanker.
Namun, langkah-langkah tersebut sering kali gagal, terutama di dalam lingkungan yang
membuat mutasi lebih mudah untuk berkembang dan menyebar.
Kondisi-kondisi yang dapat menyebabkan perubahan sel normal menjadi sel kanker adalah :
1. Hiperplasia
keadaan saat sel normal dalam jaringan tumbuh dalam jumlah yang berlebihan.
2. Displasia merupakan kondisi ketika sel berkembang tidak normal dan pada umumnya
terlihat adanya perubahan pada nukleusnya. Pada tahapan ini ukuran nukleus bervariasi,
aktivitas mitosis meningkat, dan tidak ada ciri khas sitoplasma yang berhubungan dengan
diferensiasi sel pada jaringan.
3. Neoplasia merupakan kondisi sel pada jaringan yang sudah berproliferasi secara tidak
normal dan memiliki sifat invasif.

  * 2$  ! 


Kanker otak adalah akibat dari pertumbuhan abnormal sel-sel di otak. Kanker otak dapat
timbul dari sel-sel otak primer, maupun dari sel-sel yang membentuk komponen otak lainnya
sepertivmembran, dan pembuluh darah, atau dari pertumbuhan sel kanker dari organ lain yang
telah menyebar ke otak melalui aliran darah (kanker otak metastatik ). Tumor otak primer yang
paling umum adalah glioma, meningioma, adenomas, schwannomas vestibular, primer SSP
limfoma, dan tumor neuroectodermal primitif (medulloblastomas)
Meskipun banyak pertumbuhan otak yang populer disebut tumor otak, tidak semua tumor
otak adalah kanker. Tumor ganas (kanker) tumbuh dan menyebar secara agresif, menyengat sel-
sel yang normal dengan mengambil ruang, darah, dan nutrisi dari sel-sel tersebut. Seperti semua
sel-sel tubuh, sel tumor membutuhkan darah dan nutrisi untuk bertahan hidup.
Tumor yang tidak tumbuh secara agresif disebut jinak. Hampir semua tumor yang
dimulai di otak tidak menyebar ke bagian lain dari tubuh. Secara umum, tumor jinak kurang
serius jika dibandingkan tumor ganas. Namun,walaupun demikian tumor jinak masih bisa
menyebabkan banyak masalah di otak.

  %.22
 
%022
þ
 
 adalah sel mahluk hidup yang tidak/belum terspesialisasi, mempunyai
kemampuan untuk berbelah diri, dan akhir-akhir ini di dunia kedokteran telah berhasil di
kembangkan menjadi salah satu cara yang ilmiah untuk pengobatan bernagai penyakit pada
manusia. Stem cell mempunyai 2 sifat:
1. Kemampuan untuk berdiferensiasi menjadi sel lain Œ


 Dalam halini 
 

mampu berkembang menjadi berbagai jenis sel matang, misalnya sel saraf, sel otot jantung,
sel otot rangka, sel pankreas, dan lain-lain.
2. Kemampuan untuk memperbaharui atau meregenerasi dirinya sendiri Œ








 Dalam hal ini 

 dapat membuat salinan sel yang persis sama dengan dirinya
melalui pembelahan sel.

  %.22
1. Berdasarkan Potensi atau Kemampuan Berdiferensiasi
Berdasarkan kemampuan berdiferensiasi, 

 dibagi menjadi:
a)  

Dapat berdiferensiasi menjadi semua jenis sel. Yang termasuk dalam 

 totipotent
adalah zigot (telur yang telah dibuahi).
b)  

Dapat berdiferensiasi menjadi 3 lapisan germinal: ektoderm, mesoderm, dan endoderm,
tapi tidak dapat menjadi jaringan ekstraembryonik seperti plasenta dan tali pusat. Yang
termasuk 

 pluripotent adalah
 

 
c) 4 

Dapat berdiferensiasi menjadi banyak jenis sel. Misalnya: 
 
 

 .
d) V 

Hanya dapat menghasilkan 1 jenis sel. Tapi berbeda dengan  
 
! 
 

unipoten mempunyai sifat dapat memperbaharui atau meregenerasi diri Œ









2. Berdasarkan Sumbernya


þ
 
 ditemukan dalam berbagai jaringan tubuh. Berdasarkan sumbernya, 
 

dibagi menjadi:
a) Õ

yaitu pada tahap sesaat setelah sperma bertemu dengan sel telur
b) | 


diambil dari 
 
  dari suatu   , biasanya didapatkan dari sisa embrio
yang tidak dipakai pada IVF Π 
"  Tapi saat ini telah dikembangkan
teknik pengambilan
 
 
 yang tidak membahayakan embrio tersebut,
sehingga dapat terus hidup dan bertumbuh.
c) Fetus
dapat diperoleh dari klinik aborsi.
d) þ

 darah tali pusat
diambil dari darah plasenta dan tali pusat segera setelah bayi lahir.
e)  


diambil dari jaringan dewasa, antara lain dari: Sumsum tulang. Ada 2 jenis 

 dari
sumsum tulang:
— 
 
 


Selain dari darah tali pusat dan dari sumsum tulang, 
 
 

 dapat diperoleh

juga dari darah tepi.


—  

 atau disebut juga 

 


diperoleh dari jaringan dewasa yang lain,seperti : susunan saraf pusat, adiposit (jaringan
lemak), otot rangka, pankreas.
 
 
 bersifat plastis, artinya selain berdiferensiasi menjadi sel yang sesuai
dengan jaringan asalnya, juga dapat berdiferensiasi menjadi sel jaringan lain. Misalnya: 


 
 dapat berubah menjadi sel darah, atau  
 
 dari sumsum tulang dapat
berubah menjadi sel otot jantung, dan sebagainya.

  !%.22
1. Terapi gen.
þ

 (
 
 

) digunakan sebagai alat pembawa transgen ke dalam
tubuh pasien, dan selanjutnya dapat dilacak jejaknya   
 
 ini berhasil
mengekspresikan gen tertentu dalam tubuh pasien. Dan karena 
 
 mempunyai sifat



, maka pemberian pada terapi gen tidak perlu dilakukan berulang-ulang, selain itu

 
 
 
 juga dapat berdiferensiasi menjadi bermacam-macam sel, sehingga
transgen tersebut dapat menetap di berbagai macam sel.
2. Mengetahui proses biologis
Digunakan untuk mengetahui perkembangan organisme dan perkembangan kanker.
Melalui 

 dapat dipelajari nasib sel, baik sel normal maupun sel kanker.
3. Penemuan dan pengembangan obat baru,
Untuk mengetahui efek obat terhadap berbagai jaringan
4. Terapi sel
Terapi sel dapat berupa 



 . S

 dapat hidup di luar organ tubuh
manusia misalnya di cawan petri, maka dapat dilakukan manipulasi terhadap 

 itu tanpa
mengganggu organ tubuh manusia. þ
 
 yang telah dimanipulasi tersebut dapat
ditransplantasi kembali masuk ke dalam organ tubuh untuk menangani penyakit-penyakit
tertentu. Ada 3 golongan penyakit yang dapat diatasi oleh 

:
a. Penyakit autoimun
Misalnya pada lupus, artritis reumatoid dan diabetes tipe 1. Setelah diinduksi oleh
   agar 
 
 
 
 banyak dilepaskan dari sumsum tulang ke
darah tepi, 
 
 

 dikeluarkan dari dalam tubuh untuk dimurnikan dari
sel imun matur. Lalu tubuh diberi agen sitotoksik atau terapi radiasi untuk membunuh
sel-sel imun matur yang tidak mengenal

 (dianggap sebagai 

).
Setelah itu 
 
 
 
 dimasukkan kembali ke tubuh, bersirkulasi dan
bermigrasi ke sumsum tulang untuk berdiferensiasi menjadi sel imun matur sehingga
sistem imun tubuh kembali seperti semula.
b. Penyakit degenerative
Pada penyakit degeneratif seperti 
, penyakit Parkinson, penyakit Alzheimer,
terdapat beberapa kerusakan atau kematian sel-sel tertentu sehingga bermanifestasi klinis
sebagai suatu penyakit. Pada keadaan ini 
 
 setelah dimanipulasi dapat
ditransplantasi ke dalam tubuh pasien agar 
 
 tersebut dapat berdiferensiasi
menjadi sel-sel organ tertentu yang menggantikan sel-sel yang telah rusak atau mati
akibat penyakit degeneratif.
c. Penyakit keganasan
Prinsip terapi 
 
 pada keganasan sama dengan penyakit autoimun.
#
 
 
 
 yang diperoleh baik dari sumsum tulang atau darah tali pusat
telah lama dipakai dalam terapi leukemia dan penyakit darah lainnya.
Ada beberapa alasan mengapa 

 merupakan calon yang bagus dalam 


 :
1. þ
 
 dapat diperoleh dari pasien itu sendiri. Artinya transplantasi dapat bersifat
autolog sehingga menghindari potensi rejeksi. Berbeda dengan transplantasi organ yang
membutuhkan organ donor yang sesuai Π! transplantasi 

 dapat dilakukan
tanpa organ donor yang sesuai.
2. Mempunyai kapasitas proliferasi yang besar sehingga dapat diperoleh sel dalam jumlah
besar dari sumber yang terbatas. Misalnya pada luka bakar luas, jaringan kulit yang
tersisa tidak cukup untuk menutupi luka bakar yang luas. Dalam hal ini terapi 


sangat berguna.
3. Mudah dimanipulasi untuk mengganti gen yang sudah tidak berfungsi lagi melalui
metode transfer gen.
4. Dapat bermigrasi ke jaringan target dan dapat berintegrasi ke dalam jaringan dan
berinteraksi dengan jaringan sekitarnya.

  1##$!#$% %.222%   Th r


1. a. Keuntungan
 

:
^ Mudah didapat dari klinik fertilitas.
^ Bersifat pluripoten sehingga dapat berdiferensiasi menjadi segala jenis sel dalam
tubuh.
^ Ê
Berumur panjang, dapat berproliferasi beratus-ratus kali lipat pada kultur.
^ Reaksi penolakan rendah
b. Kerugian
 

:
^ Dapat bersifat tumorigenik. Artinya setiap kontaminasi dengan sel yang tak
berdiferensiasi dapat menimbulkan kanker.
^ Selalu bersifat allogenik sehingga berpotensi menimbulkan penolakan.
^ Secara etis sangat kontroversial.

2. a. Keuntungan  



(dari darah tali pusat):
^ Mudah didapat (tersedia banyak bank darah tali pusat).
^ Siap pakai, karena telah melalui tahap 


!
 dan pembekuan.
^ Kontaminasi virus minimal dibandingkan dengan 

 dari sumsum tulang.
^ Cara pengambilan mudah, tidak berisiko atau menyakiti donor.
^ Risiko VHD Œ
    

lebih rendah dibandingkan dengan
menggunakan 

 dari sumsum tulang, dan transplantasi tetap dapat dilakukan
walaupun #$  tidak sempurna atau dengan kata lain toleransi terhadap
ketidaksesuaian #$  lebih besar dibandingkan dengan 
 
 dari
sumsum tulang.
b. Kerugian  

:
^ Kemungkinan terkena penyakit genetik. Ada beberapa penyakit genetik yang tidak
terdeteksi saat lahir sehingga diperlukan   setelah donor beranjak dewasa.
^ Jumlah 
 
 relatif terbatas sehingga ada ketidaksesuaian antara jumlah 


 yang diperlukan resipien dengan yang tersedia dari donor, karena jumlah sel
yang dibutuhkan berbanding lurus dengan usia, berat badan dan status penyakit.

3. a. Keuntungan  



:
^ Dapat diambil dari sel pasien sendiri sehingga menghindari penolakan imun.
^ Sudah terspesialisasi sehingga induksi menjadi lebih sederhana.
^ Secara etis tidak ada masalah.
b. Kerugian  

:
^ Jumlahnya sedikit, sangat jarang ditemukan pada jaringan matur sehingga sulit
mendapatkan  

 dalam jumlah banyak.
^ Masa hidupnya tidak selama
 

.
^ Bersifat multipoten, sehingga diferensiasi tidak seluas
 
 
 yang
bersifat pluripoten

  * !!! 2
þt  ## & #$
Penelitian terkini memberikan bukti awal bahwa  

 dan
 


dapat menggantikan sel otot jantung yang rusak dan memberikan pembuluh darah baru. Strauer
dkk. mencangkok 

   
 autolog ke dalam arteri yang menimbulkan
infark pada saat PTCA 6 hari setelah infark miokard akut. Sepuluh pasien yang diberi 


area infarknya menjadi lebih kecil dan indeks volume 
! 
 

  

, kontraktilitas area infark, dan perfusi miokard menunjukkan perbaikan dibandingkan
dengan kelompok kontrol.
Perin dkk. memberikan transplantasi 
  
 
 autolog yang
diinjeksikan pada miokard yang lemah dengan panduan


  pada 14
pasien gagal jantung iskemik kronik berat.þ
 
   
  

   menunjukkan penurunan defek yang signifikan dan perbaikan
fungsi sistolik ventrikel kiri global pada pasien yang diterapi.
c c


 


 
Apoptosis adalah mekanisme biologi yang merupakan salah satu jenis kematian sel
terprogram. Apoptosis digunakan oleh organisme multisel untuk membuang sel yang sudah tidak
diperlukan oleh tubuh. Apoptosis berbeda dengan nekrosis. Apoptosis dapat terjadi ketika sel
mengalami kerusakan dan tidak dapat diperbaiki lagi. Keputusan untuk melakukan apoptosis
berasal dari sel itu sendiri,dan dari jaringan yang mengelilinginya, atau berasal dari sel sistem
imun, proses Apoptosis dibagi menjadi 3 fase, yaitu: Fase initiator, Fase Efektor, dan Fase
Eksekusi.
Kanker atau neoplasma ganas adalah penyakit yang ditandai dengan kelainan siklus sel
khas yang menimbulkan kemampuan sel untuk: 1. tumbuh tidak terkendali (pembelahan sel
melebihi batas normal). 2. menyerang jaringan biologis di dekatnya. 3. bermigrasi ke jaringan
tubuh yang lain melalui sirkulasi darah atau sistem limfatik, disebut metastasis, proses
karsinogenik memiliki empat tahapan, yaitu: tahap inisiasi tumor, promosi tumor, konversi
malignan, dan progresi tumor..
Stem cell adalah sel mahluk hidup yang tidak/belum terspesialisasi, mempunyai
kemampuan untuk berbelah diri. Stem cell mempunyai dua sifat: kemampuan untuk
berdiferensiasi menjadi sel lain Œ


 kemampuan untuk memperbaharui atau
meregenerasi dirinya sendiri Œ







 Peran Stem Cell :terapi gen,
mengetahui proses biologis,Penemuan dan pengembangan obat baru,terapi sel.

   
a. Sebaiknya kita selalu menjaga tubuh kita agar tetap sehat sehingga peran organ tubuh
yang terdiri atas sekumpulan sel-sel dapat berjalan secara optimal dan sesuai perintah.
b. Asupan gizi yang seimbang menjadi hal yang harus diperhatikan, karena bila terjadi
malnutrisi dalam tubuh kita, maka dapat berpengaruh terhadap proses metabolisme
tubuh yang berbahaya dan dapat memicu aktifnya sel kanker.
c. Stem sel merupakan terobosan baru bagi dunia kesehatan, untuk itu penggunaan stem
sel dalam kehidupan manusia harus dikembangkan dan dioptimalkan karena dapat
digunakan sebagai alternatif pengobatan terhadap berbagai penyakit, dan memiliki
tingkat keberhasilan yang sangat tinggi.
DAFTAR PUSTAKA

1. Molecular aspects of thyroid hormone actions. $4


%!&


&
÷

! &
Ê 
! Ê 
#
'&
þ !
$
($!   (. Diakses pada 22 Juli 2010.
2. What is Cancer?. &
Ê 
. Diakses pada 7 Juli 2010.
3. Kufe, Donald W.; Pollock, Raphael E.; Weichselbaum, Ralph R.; Bast, Robert C., Jr.;
ansler, Ted S.; Holland, James F.; Frei III, Emil. (2003). #)
&



 

 
4&
 * &
&
+
(edisi ke-6). Hamilton on BC Decker Inc.,. ISBN 1-55009-213-8.
http://www.ncbi.nlm.nih.gov/bookshelf/br.fcgi?book=cmed6&part=A2419&rendertype=t
able&id=A2421. Diakses pada 2010-07-06.
4. An association between viral genes and human oncogenic alterations: the adenovirus
E1A induces the Ewing tumor fusion transcript EWS-FLI1.

 !
& 

#
'þ
" 
÷!
|! !*
(!
)

"+!&
þ!$$
4!&
 !4 !þ÷&!% 
÷!
(!4
"! "| )!%  !÷&,þ. Diakses pada 18
September 2010.
5. Kimball J. 2009. Apoptosis.
http://users.rcn.com/jkimball.ma.ultranet/BiologyPages/A/Apoptosis.html [8 Des 2009].
6. Portrait of a killer: the mitochondrial apoptosome emerges from the shadows.Molecular Cell
Biology Laboratory, Department of enetics, Smurfit Institute; Hill MM, Adrain C, Martin SJ.

 -.(-/0/
7. Cardiolipin switch in mitochondria: shutting off the reduction of cytochrome c and turning on the
peroxidase activityCenter for Free Radical and Antioxidant Health, Department of
Environmental and Occupational Health, University of Pittsburgh; Basova LV, Kurnikov IV,
Wang L, Ritov VB, Belikova NA, Vlasova II, Pacheco AA, Winnica DE, Peterson J, Bayir H,
Waldeck DH, Kagan VE. 
 01 

-/0/