P. 1
DAFTAR PERATURAN TERNAK DAN PAKAN TERNAK, 2011

DAFTAR PERATURAN TERNAK DAN PAKAN TERNAK, 2011

|Views: 1,909|Likes:
Dipublikasikan oleh MEDIA DATA RISET, PT
Kementerian Pertanian membutuhkan tambahan alokasi anggaran Rp10,65 triliun dalam lima tahun ke depan untuk menjalankan program swasembada daging sapi 2014. Dalam cetak biru Program Swasembada Daging Sapi (PSDS) 2014 terungkap bahwa dengan tambahan anggaran Rp10,65 triliun yang bersumber dari dana APBN dan APBD, bisa meningkatkan populasi sapi pada 2014 sebanyak 14,23 juta ekor dari populasi pada 2009 sebanyak 12,61 juta ekor. Dengan meningkatnya populasi sapi tersebut, maka diharapkan pada periode itu produksi daging bisa naik dari 250.800 ton pada 2009 menjadi 420.400 ton pada 2014. Sebagai gambaran kecilnya anggaran untuk meningkatkan populasi sapi pada periode 2010-2014, Kementerian Pertanian hanya menyediakan dana sebesar Rp 575,29 milyar.

Masih cukup besarnya ketergantungan sapi impor, sementara ini pemerintah menetapkan rencana alokasi impor daging dan jeroan sapi sebanyak 50.000 ton, lebih rendah 70.000 ton dari realisasi pada 2010 sebesar 120.000 ton sedangkan impor sapi bakalan ditekan menjadi 500.000 ekor. Bila impor sapi bakalan 500.000 ton dan daging beku 50.000 ton, akan menekan defisit pasokan menjadi 50.553 ton. Defisit ini setara dengan 361.093 ekor sapi lokal (setara 140 kg per ekor) atau 280.850 sapi eks impor (setara 180 kg per ekor).

Untuk mendukung upaya swasembada daging tersebut, Pemerintah di sektor Pakan ternak Pemerintah menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 241 Tahun 2010 tentang Perubahan Keempat atas Peraturan Menteri Keuangan No 110/PMK.010/2006 tentang Penetapan Sistem Klasifikasi Barang dan Pembebanan Tarif Bea Masuk atas Barang Impor, kemudian dirubah lagi dengan PMK No 13/PMK.011/2011. Dalam Kebijakan tersebut ada sekitar 90 kode HS yang berkaitan dengan industri peternakan. Ke-90 barang impor itu dikenai bea masuk dari 0% menjadi rata-rata 5%, diantaranya bungkil kedelai, tepung bungkil jagung, tepung ikan, rape seed meal, premiks, dan tepung gandum atau pollard.

Kebijakan pengenaan bea masuk untuk bahan baku pakan ternak impor akan berdampak pada penurunan daya beli produk ternak dan terpangkasnya pendapatan peternak, serta menghambat pertumbuhan industri peternakan nasional. Untuk itu, keberadaan informasi Peraturan Ternak dan Pakan Ternak akan banyak dibutuhkan oleh berbagai industri.
Kementerian Pertanian membutuhkan tambahan alokasi anggaran Rp10,65 triliun dalam lima tahun ke depan untuk menjalankan program swasembada daging sapi 2014. Dalam cetak biru Program Swasembada Daging Sapi (PSDS) 2014 terungkap bahwa dengan tambahan anggaran Rp10,65 triliun yang bersumber dari dana APBN dan APBD, bisa meningkatkan populasi sapi pada 2014 sebanyak 14,23 juta ekor dari populasi pada 2009 sebanyak 12,61 juta ekor. Dengan meningkatnya populasi sapi tersebut, maka diharapkan pada periode itu produksi daging bisa naik dari 250.800 ton pada 2009 menjadi 420.400 ton pada 2014. Sebagai gambaran kecilnya anggaran untuk meningkatkan populasi sapi pada periode 2010-2014, Kementerian Pertanian hanya menyediakan dana sebesar Rp 575,29 milyar.

Masih cukup besarnya ketergantungan sapi impor, sementara ini pemerintah menetapkan rencana alokasi impor daging dan jeroan sapi sebanyak 50.000 ton, lebih rendah 70.000 ton dari realisasi pada 2010 sebesar 120.000 ton sedangkan impor sapi bakalan ditekan menjadi 500.000 ekor. Bila impor sapi bakalan 500.000 ton dan daging beku 50.000 ton, akan menekan defisit pasokan menjadi 50.553 ton. Defisit ini setara dengan 361.093 ekor sapi lokal (setara 140 kg per ekor) atau 280.850 sapi eks impor (setara 180 kg per ekor).

Untuk mendukung upaya swasembada daging tersebut, Pemerintah di sektor Pakan ternak Pemerintah menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 241 Tahun 2010 tentang Perubahan Keempat atas Peraturan Menteri Keuangan No 110/PMK.010/2006 tentang Penetapan Sistem Klasifikasi Barang dan Pembebanan Tarif Bea Masuk atas Barang Impor, kemudian dirubah lagi dengan PMK No 13/PMK.011/2011. Dalam Kebijakan tersebut ada sekitar 90 kode HS yang berkaitan dengan industri peternakan. Ke-90 barang impor itu dikenai bea masuk dari 0% menjadi rata-rata 5%, diantaranya bungkil kedelai, tepung bungkil jagung, tepung ikan, rape seed meal, premiks, dan tepung gandum atau pollard.

Kebijakan pengenaan bea masuk untuk bahan baku pakan ternak impor akan berdampak pada penurunan daya beli produk ternak dan terpangkasnya pendapatan peternak, serta menghambat pertumbuhan industri peternakan nasional. Untuk itu, keberadaan informasi Peraturan Ternak dan Pakan Ternak akan banyak dibutuhkan oleh berbagai industri.

More info:

Published by: MEDIA DATA RISET, PT on Mar 15, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/19/2013

pdf

text

original

PENAWARAN DAFTAR PERATURAN TERNAK DAN PAKAN TERNAK Maret, 2011

Kementerian Pertanian membutuhkan tambahan alokasi anggaran Rp10,65 triliun dalam lima tahun ke depan untuk menjalankan program swasembada daging sapi 2014. Dalam cetak biru Program Swasembada Daging Sapi (PSDS) 2014 terungkap bahwa dengan tambahan anggaran Rp10,65 triliun yang bersumber dari dana APBN dan APBD, bisa meningkatkan populasi sapi pada 2014 sebanyak 14,23 juta ekor dari populasi pada 2009 sebanyak 12,61 juta ekor. Dengan meningkatnya populasi sapi tersebut, maka diharapkan pada periode itu produksi daging bisa naik dari 250.800 ton pada 2009 menjadi 420.400 ton pada 2014. Sebagai gambaran kecilnya anggaran untuk meningkatkan populasi sapi pada periode 2010-2014, Kementerian Pertanian hanya menyediakan dana sebesar Rp 575,29 milyar. Masih cukup besarnya ketergantungan sapi impor, sementara ini pemerintah menetapkan rencana alokasi impor daging dan jeroan sapi sebanyak 50.000 ton, lebih rendah 70.000 ton dari realisasi pada 2010 sebesar 120.000 ton sedangkan impor sapi bakalan ditekan menjadi 500.000 ekor. Bila impor sapi bakalan 500.000 ton dan daging beku 50.000 ton, akan menekan defisit pasokan menjadi 50.553 ton. Defisit ini setara dengan 361.093 ekor sapi lokal (setara 140 kg per ekor) atau 280.850 sapi eks impor (setara 180 kg per ekor). Untuk mendukung upaya swasembada daging tersebut, Pemerintah di sektor Pakan ternak Pemerintah menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 241 Tahun 2010 tentang Perubahan Keempat atas Peraturan Menteri Keuangan No 110/PMK.010/2006 tentang Penetapan Sistem Klasifikasi Barang dan Pembebanan Tarif Bea Masuk atas Barang Impor, kemudian dirubah lagi dengan PMK No 13/PMK.011/2011. Dalam Kebijakan tersebut ada sekitar 90 kode HS yang berkaitan dengan industri peternakan. Ke-90 barang impor itu dikenai bea masuk dari 0% menjadi rata-rata 5%, diantaranya bungkil kedelai, tepung bungkil jagung, tepung ikan, rape seed meal, premiks, dan tepung gandum atau pollard. Kebijakan pengenaan bea masuk untuk bahan baku pakan ternak impor akan berdampak pada penurunan daya beli produk ternak dan terpangkasnya pendapatan peternak, serta menghambat pertumbuhan industri peternakan nasional. Untuk itu, keberadaan informasi Peraturan Ternak dan Pakan Ternak akan banyak dibutuhkan oleh berbagai industri. Daftar Peraturan Ternak dan Pakan Ternak 2011 ini, disusun dalam bentuk buku setebal 560 halaman ini kami tawarkan seharga Rp 4.000.000 (empat juta rupiah) per-copy untuk versi Bahasa Indonesia. Untuk pemesanan dan informasi lebih lanjut dapat menghubungi PT Media Data Riset melalui Telepon (021) 809-3140, 809-6071, Fax (021) 809-3140, 809-6071, atau email : info@mediadata.co.id. Formulir pemesanan kami lampirkan bersama penawaran ini. Jakarta, Maret 2011 PT Media Data Riset

Drh. H. Daddy Kusdriana M.Si Direktur Utama

DAFTAR ISI DAFTAR PERATURAN TERNAK DAN PAKAN TERNAK, 2011 Maret, 2011
1. PENDAHULUAN 2. PERKEMBANGAN TERNAK DI INDONESIA 2.1. Road Map Skenario Pesimistic, Most Likely, dan Optimistic 2.1.1. Strategi Pencapaian Sasaran Pada Berbagai Skenario. 2.1.2. Kontribusi Kegiatan Terhadap Peningkatan Populasi dan Produksi Daging 2.2. Target Program Swasembada Daging Sapi Tahun 2014 2.2.1. Sasaran Swasembada Daging 2.2.2. Swasembada Daging 2014 Butuh Rp4,9 Triliun 2.2.3. Impor Daging di Pangkas 2.2.4. Kuota impor daging diubah 2.2.5. 70% Kebutuhan Daging Sapi Terpenuhi 2.3. Sumber Bibit Sapi Potong Lokal 2.3.1. Sapi Bali 2.3.2. Sapi Peranakan Ongole (PO) 2.3.3. Sapi Perah 2.4. Standar Mutu Bibit Sapi Potong 2.4.1. Standar Nasional Indonesia Bibit sapi Bali (SNI 7355:2008) 2.4.2. Standar Nasional Indonesia Bibit sapi peranakan Ongole (PO) (SNI 7356:2008) 2.5. Pakan Ternak 2.5.1. Bahan Pakan Ternak Dikenai Bea Masuk 2.5.2. Harga Bahan Baku Pakan Ternak 2.5.3. Harga pakan ternak 2.5.4. Proyeksi Kebutuhan Bahan Baku Pakan Ternak 2.5.5. Proyeksi Kebutuhan Bahan Pakan Unggas Lokal Tahun 2012 2.6. SNI Pakan ternak 2.6.1. Pakan anak babi prasapih (pig prestarter) SNI 01-3911-2006 2.6.2. Pakan anak babi sapihan (pig starter) SNI 01-3912-2006 2.6.3. Pakan anak puyuh (quail starter) SNI 01-3905-2006 2.6.4. Pakan ayam ras petelur dara (layer grower) SNI 01-3928-2006 2.6.5. Pakan ayam ras pedaging masa akhir (broiler finisher) SNI 01-39312006 2.6.6. Pakan Ayam Ras Petelur (Layer) SNI 01-3929-2006 2.6.7. Pakan babi bunting – Bagian 1: Babi bunting (pregnant sow ration) SNI 01-3915.1-2006 2.6.8. Pakan babi menyusui – Bagian 2: Babi menyusui (lactating sow ration) SNI 01-3915.2-2006 2.6.9. Pakan babi pejantan (boar ration) SNI 01-3916-2006 2.6.10. Pakan babi pembesaran (pig grower) SNI 01-3913-2006 2.6.11. Pakan babi penggemukan (pig finisher) SNI 01-3914-2006 2.6.12. Pakan itik bertelur (duck layer) SNI 01-3910-2006 III. DAFTAR PERATURAN 3.1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2009 Tentang Peternakan Dan Kesehatan Hewan 3.2. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 1990 Tentang Pembinaan Usaha Peternakan Ayam 3.3. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 102 Tahun 2000 Tentang Standardisasi Nasional 3.4. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2001 Tentang Impor Dan Atau Penyerahan Barang Kena Pajak Tertentu Yang Bersifat Strategis Yang Dibebaskan Dari Pengenaan Pajak Pertambahan Nilai 3.5. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2007 Tentang Perubahan Ketiga Atas Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2001 Tentang Impor Dan/Atau Penyerahan Barang Kena Pajak Tertentu Yang Bersifat Strategis Yang Dibebaskan Dari Pengenaan Pajak Pertambahan Nilai 3.6. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 1977 Tentang Usaha Peternakan 3.7. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 2007 Tentang Perubahan Keempat Atas Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2001 Tentang Impor Dan Atau Penyerahan Barang Kena Pajak Tertentu Yang Bersifat Strategis Yang Dibebaskan Dari Pengenaan Pajak Pertambahan Nilai

3.8.

3.9.

3.10. 3.11.

3.12.

3.13.

3.14. 3.15.

3.16.

3.17.

3.18.

3.19.

3.20.

Keputusan Menteri Pertanian Nomor: 242/Kpts/OT.210/4/2003 Tentang Pendaftaran Dan Labelisasi Pakan Menteri Pertanian Peraturan Menteri Keuangan Nomor 132/PMK.010/2005 Tentang Program Harmonisasi Tarif Bea Masuk 2005-2010 Tahap Kedua Peraturan Menteri Pertanian Nomor : 36/Permentan/OT.140/8/2006 Tentang Sistem Perbibitan Ternak Nasional Peraturan Menteri Pertanian Nomor : 35/Permentan/OT.140/8/2006 Tentang Pedoman Pelestarian Dan Pemanfaatan Sumberdaya Genetik Ternak Peraturan Menteri Pertanian Nomor : 50/Permentan/OT.140/10/2006 Tentang Pedoman Pemeliharaan Unggas Di Pemukiman Peraturan Menteri Pertanian Nomor : 44/Permentan/OT.140/5/2007 Tentang Pedoman Berlaboratorium Veteriner Yang Baik (Good Veterinary Laboratory Practice) Peraturan Menteri Pertanian Nomor 65/Permentan/OT.140/9/2007 Tentang Pedoman Pengawasan Mutu Pakan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 28/Permentan/OT.140/5/2008 Pedoman Penataan Kompartemen Dan Penataan Zona Usaha Perunggasan Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 14 Tahun 2008 Tentang Baku Mutu Air Limbah Bagi Usaha Dan/Atau Kegiatan Pengolahan Daging Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 29 Tahun 2008 Tentang Pengembangan Kawasan Strategis Cepat Tumbuh Di Daerah Peraturan Menteri Pertanian Nomor : 19/Permentan/OT.140/2/2008 Tentang Penetapan Dan Pelepasan Rumpun Atau Galur Ternak Peraturan Menteri Pertanian Nomor : 07/Permentan/OT.140/1/2008 Tentang Syarat Dan Tata Cara Pemasukan Dan Pengeluaran Benih, Bibit Ternak Dan Ternak Potong Peraturan Menteri Keuangan Nomor: 131/PMK.05/2009 Tentang Kredit Usaha Pembibitan Sapi

3.21. Peraturan Menteri Pertanian Nomor 19/Permentan/OT.140/4/2009 Tentang Syarat Dan Tatacara Pendaftaran Pakan 3.22. Peraturan Menteri Pertanian Nomor 20/PERMENTAN/OT.140/4/2009 Tahun 2009 Tentang Pemasukan Dan Pengawasan Peredaran Karkas, Daging, Dan/Atau Jeroan Dari Luar Negeri 3.23. Peraturan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 40/PERMENTAN/PD.400/9/2009 Tentang Pedoman Pelaksanaan Kredit Usaha Pembibitan Sapi 3.24. Peraturan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 13/PERMENTAN/OT.140/1/2010 Tentang Persyaratan Rumah Potong Hewan Ruminansia Dan Unit Penanganan Daging (Meat Cutting Plant) 3.25. Peraturan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 16/PERMENTAN/OT.140/1/2010 Tentang Pedoman Identifikasi Dan Pengawasan Ternak Ruminansia Besar 3.26. Peraturan Menteri Pertanian Nomor : 19/Permentan/OT.140/2/2010 Tentang Pedoman Umum Program Swasembada Daging Sapi 2014 3.27. Peraturan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor: 21/PERMENTAN/OT.140/2/2010 Tentang Pemasukan Hewan Babi Dan Produknya Ke Dalam Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia 3.28. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 13/PMK.011/2011 Tentang Perubahan Kelima Atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 110/PMK.010/2006 Tentang Penetapan Sistem Klasifikasi Barang Dan Pembebanan Tarif Bea Masuk Atas Barang Impor 3.29. Keputusan Kepala Badan Standardisasi Nasional Nomor 57/KEP/BSN/5/2008 Tentang Penetapan 8 (Delapan) Standar Nasional Indonesia

***

FORMULIR PEMESANAN
PT MEDIA DATA RISET Jl. SMA XIV, No. 12 A Cawang–UKI, Jakarta 13630 Phone : (021) 809 6071, 809-3140 Fax : (021), 809-3140, 809-6071 e-mail : info@mediadata.co.id
WS

DAFTAR PERATURAN TERNAK DAN PAKAN TERNAK, 2011
Maret, 2011 Edisi Bahasa Indonesia Nama (Mr/Mrs/Ms) Position Nama Perusahaan NPWP No. Alamat

PENAWARAN

Telepon Tanda Tangan Tanggal Harga : Edisi Bhs. Indonesia - Rp 4.000.000 (Empat juta rupiah )

Fax :

Catatan : Harga belum termasuk pajak (10% PPn) Di luar Jakarta dan luar negeri; ditambah biaya pengiriman (Jasa Kurir) Pembayaran ( √ ) : Cash Cheque Transfer to - PT MEDIA DATA RISET AC. NO. 070 000 534 0497 BANK MANDIRI CAB. DEWI SARTIKA JAKARTA

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->