Anda di halaman 1dari 10

.

PROSES DAN TINGKATAN 
MANAJEMEN STRATEGIK 
MODUL 2 

PROSES MANAJEMEN STARTEGI DAN TINGKATAN STRATEGI 
DALAM PERUSAHAAN 

Manajemen  strategik  adalah  upaya  yang  dilakukan  perusahaan  untuk  memanfaatkan 


segala  kekuatannya untuk  mengambil sejumlah peluang yang terdapat di lingkungannya. 
Untuk  itu  perusahaan  perlu  untuk  menyerasikan  kekuatan  dirinya  dengan  kondisi 
lingkungan yang dihadapinya agar tujuan yang ditetapkan dapt dicapai. Untuk itu terdapat 
beberapa pertanyaan kunci dalam menyelesaikan manajemen strategik, yaitu : 

§  Where is the organization now? 

§  If  no  changes  are  made,  where  will  the  organization  be  in  one,  two,  five  or  ten 
years? Are the answers acceptable? 

§  If  the  answers  are  not  acceptable,  what  specific  actions  should  management 
undertake? What are the risks and payoffs involved? 

Untuk  menjawab  pertanyaan  tersebut  diperlukan  langkah­langkah  yang  sistematis 


sehingga  jawaban  tersebut  dapat  digunakan  untuk  menentukan  langkah  tindakan 
berikutnya  untuk  mencapai  tujuan  organisasi/perusahaan.  Perlu  untuk  memahami  proses 
yang harus dilalui perusahaan di dalam manajemen strategik. 

Bagaimanakah  sebuah  manajemen  strategik  dilakukan  di  dalam  sebuah 


perusahaan? Bagaimanakah sebuah proses manajemen strategik yang lebih baik? Jawaban 
untuk  kedua  pertanyaan  tersebut  merupakan  sesuatu  yang  diperlukan  bagi  manajer  / 
pimpinan  perusahaan  yang  berhubungan  dengan  strategi  perusahaan.  Untuk  pertanyaan 
pertama  tentunya  lebih  mudah  untuk  menjawabnya  dengan  memperhatikan  bagaimana

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR­UMB  Hidayat Wiweko, SE. MSi.  MANAJEMEN STRATEGIK  1 


.

praktek manajemen strategik pada beberapa perusahaan. Namun terdapat suatu kesulitan, 
karena  setiap  perusahaan  memiliki  cara  yang  berbeda  dalam  menerapkan  manajemen 
strategik. Dan sulit untuk menentukan proses yang manakah yang lebih baik diantaranya. 

Selain  praktek  manajemen  strategi  yang  berbeda,  para  ahlipun  memiliki  cara 
penyusunan  yang  berbeda­beda  juga.  Semua  dari  mereka  memiliki  argumentasinya 
masing­masing yang dapat dimengerti dan diterima. Namun dari perbedaan perbedaan itu 
tentunya  dapat  memberikan  beberapa  masukan  yang  akan  menambah  wawasan  kita 
tentang manajemen strategik. 

PROSES UMUM MANAJEMEN STRATEGIK 

Walaupun memiliki proses yang berbeda­beda, namun masih terdapat beberapa kesamaan 
yang  bisa  dilihat  antara  satu  proses  yang  ditawarkan  satu  ahli  dengan  proses  yang 
ditawarkan  oleh  ahli  yang  lainnya.  Persamaan  tersebut  dapat  dilihat  dari  komponen­ 
komponen  yang  digunakan  sebagai  langkah  penyusunan  tersebut.  Komponen­komponen 
tersebut adalah : 

1.  Enviromental scanning. 

2.  Strategy formulation. 

3.  Strategy implementation. 

4.  Evaluation & Controle.

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR­UMB  Hidayat Wiweko, SE. MSi.  MANAJEMEN STRATEGIK  2 


.

Secara berurutan komponen tersebut dapat disusun sebagai gambar berikut : 

Pada pembahasan terdahulu dikatakan bahwa konsep inti dari manajemen strategik 
adalah penyerasian kondisi internal dengan kondisi eksternal. Oleh karena itu memahami 
kondisi  lingkungan  tersebut  menjadi  titik  tolak  dari  analisis  dan  tindakan  di  dalam 
manajemen  strategik.  Setelah  terdapat  pemahaman  terhadap  lingkungan  (internal  dan 
eksternal)  barulah  perusahaan  dapat  menentukan  strategi  yang  akan  dijalankan  untuk 
kemudian  diimplementasikan.  Strategi  tersebut  juga  perlu  untuk  dievaluasi  dan 
kendalikan.  Jika  terdapat  pencapaian  yang  tidak  sesuai  dengan  rencana,  maka  perlu 
ditinjau lagi bagaimana implementasi dari strategi. Jika implementasinya bagus bisa lagi 
dilihat  bagaiamana  penetapan  strategi  yang  diputuskan  sebelumnya.  Kalau  tidak  tepat 
perlu  dikoreksi  tetapi  jika  telah  tepat  berarti  perlu  meninjau  bagaimana  analisis 
lingkungan dilakukan. 

Selain  itu  juga  terdapat  komponen  utama  lainnya  yaitu  Vision,  mision  dan 
Objective  yang  bisa  menjadi  komponen  terpisah  atau  menyatu  dengan  salah  satu 
komponen  di  atas  seperti  strategic  formulation.  Masing­masing  ahli  atau  penulis  buku 
manajemen  strategik  bisa  saja  menyusunnya  dalam  cara  yang  berbeda.  Bagaimana 
perbedaan tersebut akan dibahas pada sub bagian berikut.

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR­UMB  Hidayat Wiweko, SE. MSi.  MANAJEMEN STRATEGIK  3 


.

MODEL MANAJEMEN STRATEGIK MENURUT BEBERAPA AHLI

Komponen proses manajemen strategik di atas dapat diuraikan lagi dalam bentuk yang lebih
lengkap dengan memasukan komponen-komponen yang lebih detail lagi. Wheelen
mengembangkan komponen tersebut kedalam sub komponen yang menjadi model
manajemen strategik sebagai berikut :

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR­UMB  Hidayat Wiweko, SE. MSi.  MANAJEMEN STRATEGIK  4 


.

Sedangkan Michael A Hitt menyusun model manajemen strategik sebagai berikut : 

Model  di  atas  masih  dapat  dilihat  pengelompokan  4  komponen  proses  manajemen 
strategik  yang  telah  di  bahas  di  atas  dan  memisah  aspek  visi  dan  misi  dari  formulasi 
strategi.

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR­UMB  Hidayat Wiweko, SE. MSi.  MANAJEMEN STRATEGIK  5 


.

Robinson  memasukan  tingkatan  strategi  ke  dalam  model  manajemen  strategik  seperti 
berikut :

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR­UMB  Hidayat Wiweko, SE. MSi.  MANAJEMEN STRATEGIK  6 


Fakultas Technology Industry – Jurusan Teknik Industry ­ PKSM

Untuk  memahami  proses  di  atas  terdapat  beberapa  konsep  yang  harus  dipahami. 
Beberapa konsep itu adalah: 

Strategy 

A comprehensive  master plan stating HOW the corporation will achieve its  mission and 


objectives 

Strategy Formulation : 

The  process  of  developing  long­range  plans  to  deal  effectively  with  environmental 
opportunities and threats in light of corporate strengths and weaknesses 

Mission : 

The purpose or reason for the corporation's existence. It may be narrow or broad in scope. 

Objectives 

The end results of planned activity. They state WHAT is to be accomplished by WHEN. 
They should be quantified, if possible. 

Policies 

Broad guidelines for making decisions 

Strategy Implementation 

The process of putting strategies and policies into action through the development of 

§  Programs 

§  Budgets 

§  Procedures 

Evaluation and Control 

The  process  of  monitoring  corporate  activities  and  performance  results  so  that  actual 
performance can be compared with desired performance

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR­UMB  Hidayat Wiweko, SE. MSi.  MANAJEMEN STRATEGIK  7 


Fakultas Technology Industry – Jurusan Teknik Industry ­ PKSM

CIRI CIRI PROSES MANAJEMEN STRATEGIK 

Terdapat  beberapa  sifat  proses  manajemen  strategik  yang  perlu  dipahami,  setelah 
memperhatikan model tersebut di atas, yaitu : 

1.  Menggambarkan urutan langkah­langkah manajemen. 

2.  Langkah yang digambarkan bisa dalam langkah yang detil atau langkah besar. 

3.  Komponen langkah ada yang tetap dan diterima oleh kebanyakan pakar sementara 
komponen lainnya kurang dipertimbangkan oleh sebagian pakar. 

4.  Sebagian  langkah  bersifat  iteratif  dimana  sulit  bagi  kita  menentukan  mana  yang 
lebih dahulu antara satu langkah dengan langkah yang lainnya. 

TINGKATAN TINGKATAN STRATEGI DALAM PERUSAHAAN 

Perusahaan­perusahaan  sekarang  tidaklah  menjalankan  satu  jenis  bisnis  saja.  Mereka 


pertamanya  menjalankan  satu  bisnis  kemudian  menambah  bisnisnya  dengan  jenis  yang 
lain  yang  bisa  berkaitan  ataupun  tidak  berkaitan  dengan  bisnis  sebelumnya.  Masing­ 
masing bisnis dapat dikelola dengan cara lebih otonom namun tetap  memperhatikan apa 
yang  diinginkan  dari  perusahaan  secara  keseluruhan.  Sehingga  dikenallah  istilah 
korporasi  untuk  perusahaan  yang  mempunyai  banyak  bisnis  tersebut  yaitu  suatu 
kelompok  bisnis  yang  terdiri  dari  berbagai  jenis  bisnis  yang  dijalankan  atas  satu 
pengelolaan. 

Karena korporasi memiliki bisnis yang beragam, maka pengorganisasiannya pun menjadi 
bertingkat sebagai berikut : 

1.  Korporasi. 

2.  Unit Bisnis

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR­UMB  Hidayat Wiweko, SE. MSi.  MANAJEMEN STRATEGIK  8 


Fakultas Technology Industry – Jurusan Teknik Industry ­ PKSM

3.  Fungsional Bisnis 

Setiap tingkatan memiliki strategi dan  kebijakan masing­masing yang paling terkait. Hal 
ini dapat digambarkan sebagai berikut : 

Strategi  tingkat  korporasi  lebih  menekankan  pada  bisnis  apa  yang  akan  dimasuki 
dan  bagaimana  sumber  daya  di  alokasi  pada  beberapa  bisnis  yang  dijalankan.  Pada 
strategi  tingkat  bisnis  lebih  menekankan  bagaimana  suatu  bisnis  dijalankan  ditengah­ 
tengah persaingan dan dapat memenangkannya. Sedangkan pada tingakat fungsional lebih 
menekankan  pada  bagaimana  kebijakan  setiap  bidang  fungsional  perusahaan  dapat 
mendukung strategi bisnis. 

Strategi  Korporasi  dimulai  dengan  memahami  lingkungan  eksternal  dan  internal 


serta  menetapkan  Visi,  Misi  dan  Objektif  perusahaan.  Atas  dasar  itulah  maka  dilakukan 
penentuan  strategi  yang  secara  umum  dapat  dibagi  atas  strategi  ekspansi,  bertahan, 
penyehatan dan penciutan. Korporasi harus jeli menentukan apakah dia berpeluang untuk 
ekspansi  atau  tidak.  Jika  tidak  tentunya  melihat  strategi  lainnya,  apakah  dapat  bertahan, 
perbaikan  atau  justru  harus  melakukan  likuidasi  terhadap  beberapa  bisnis  yang  tidak

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR­UMB  Hidayat Wiweko, SE. MSi.  MANAJEMEN STRATEGIK  9 


Fakultas Technology Industry – Jurusan Teknik Industry ­ PKSM

mungkin dipertahankan berada dalam  korporasinya. Bagaiamana salah satu daru strategi 
utama  tersebut  diterapkan  juga  harus  ditentukan  juga.  Strategi  korporasi  juga  harus 
mempertimbangkan aspek struktur organisasi yang diperlukan dari perkembangan bisnis­ 
bisnisnya, budaya perusahaan dan kepemimpinan yang diperlukan untuk menerapkannya. 

Strategi  Bisnis  juga  dimulai  dengan  memahami  lingkungannya  terutama 


lingkungan  industri  ranah  bersaingnya.  Porter  menawarkan  dua  kemungkinan  strategi 
untuk bersaing yaitu Differensiasi atau kepemimpinan dalam biaya. Bisnis akan maju jika 
penawarannya  memiliki  perbedaan  yang  berarti  di  pasar  atau  memiliki  harga  yang  lebih 
bersaing dibanding pesaing. Selain itu kedua strategi itupun dapat dikombinasikan dengan 
fokus,  atau  bagaiamana  untuk  memanfaatkan  kompetisi  inti  yang  dimiliki  perusahaan 
secara optimal. 

Strategi  fungsional  harus  dapat  mendukung  strategi  bisnis  yang  akan  digelar. 
Fungsi pemasaran tentunya harus mengatur bagaimana segmentasi pasar, penentuan target 
market, positioning dan mengembangkan program pemasararmya. Fungsi SDM tentunya 
bertindak bagaimana kompetensi dan ketersediaan tenaga kerja dapat memenuhi tuntutan 
strategi  disamping  juga  pengembangan  struktur  dan  budaya  organisasi  yang 
menguntungkan.  Fungsi  keuangan  mengatur  bagaiamana  sumber  dan  penggunaan  dana 
sesuai  dengan  strategi  bisnis  dan  begitu  juga  dengan  fungsi­fungsi  lainnya  seperti 
operasional/produksi, Riset dan pengembangan serta fungsi informasi lainnya.

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR­UMB  Hidayat Wiweko, SE. MSi.  MANAJEMEN STRATEGIK  10