Anda di halaman 1dari 23

WALIKOTA

PALEMBANG

PERATURAN DAERAH KOTA PALEMBANG


NOMOR 6 rAHrrN 2011
TENTANG
DOKUMEN LINGKUNGAN IIIDUP
DENGAI\ RAIIIVIAT TUHAN YANG MAHA ESA
WALIKOTA PALEMBANG,
\
Menimbmg :a- bahwadenganditetapkannya Nomor 28 Tahun2009 tentang-Pajak
Undang-Undang
DaerahdanRetibusi DaerahdansesuaidenganketentuanPasal1, Pasal2 danPasal7
PeraturanPemerintahNomor 27 Tatrun 1999 tentangAnalisa MengenaiDampak
Lingkungan(AMDAL), makaperlu meninjaudan memperbaharui PeraturanDaerah
Kota PalembangNomor 14 Tahun2004tentangPembinaandan Renibusi Bagi Jenis
Usahadan/atauKegiatanYang Di LengkapiKajian Lingkungaq guna disesuaikan
denganketentuanperaturanperundang-undangan
yanglebihtinggi ;
b. bahwa untuk memberikan pedoman yang konkrit dan terarah dalam pengaturan
pemberianperizinandan sebagaiupayapemantaua&pengawasan danpengendalian
pengelolaanlingkunganhidup agarterjagakeserasianantarberbagaiusahadan atau
kegiatan;
c. bahua berdasarkanpertimbangansebagaimanadimaksud huruf a dan b, perlu
membentukPeratwanDaerahtentangDokumenLingkunganHidup.
Mengingat : 1. Undang-Urrdang Nomor. 28 Tahun 1959 tentang PembentukanDaerah
Tingkat II dan Kotapraja di Sumatera Selatan (Lembaran NegaraRtr
Tahurr1959Nomor73,Tambahgn Lembaran NegariNomor1821);
2. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981tentangHukurnAcara Pidsna(Lembaran
NegaraRI Tahun1981Nomor76,Tambahan LembaranNegara RI Nomor32A9);
Undang-Undang Nomor 10 Tahun2004tentangPembentukan PeraturanPerundang-
Undangan(IembaranNegaraRI Tahun2004Nomor53 TambahanLembaranNegara
RINomor 4389):
Undang-UndangNomor 32 Tahun2004 tentangPemerintahanDaerah(Lembaren
NegaraRI llahun 2004Nomor 125,Tambairan LembaranNegaraRI Nomor 4437)
sebagaimana telahdiubahbeberapakali terakhirdenganUndang-Undang Nomor l2
Tahun 200E tentangPerubahanUndang-Undangl.{omor 32 Tahun 2004 tentang
Pemerintahan Daerah(LembaranNegaraRI Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan
LembaranNegara RI Nomor 4844);
5 . Undang-UndangNomor 26 Tahun 2007 tentang PenataanRuang (Lembaran
Negara RI Nomor Tahun 2007 Nomor 68, Tambahankmbaran Negara RI
Nomor 4725);
Undang-Undang Nomor 18 Tahun2008 tentangPengelolaan Sampah(Lembaran
NegaraRI Nomor69, Tambahan Lembaran NegaraRI Nomor4851);
7. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentangPerlindungandan Pengelolaan
LingkunganHidup (LembaranNegaraRI Tahun 2009 Nomor 140, Tambahan
LembaranNegaraRI Nomor 5059);
PeraturanPr:merintah Nornor 27 Tahun1999tentangAnalisisMengenaiDampak
LingkunganHidup (LembaranNegara N Tahun 1999 Nomor 60, Tambahan
LembaranNegaraRI Nomor3838);
L

9. Pei'aturau Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan


Pemerintahan Antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi dan Pemerintah
Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara RI Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan
LembaranNegaraRI Nomor 4737);
10. Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang
Wilayah Nasional (Lembaran Negara RI Tahun 2008 Nomor 48, Tambahan
LembaranNegaraRI Nomor a833);
11. Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 8 Tahun 2006 tenrzurg
Pedoman PenyusunanAnalisis Mengenai Dampak Lingkungan ffidup;
12. PeraturanMenteri Negara Lingkungan Hidup Nomor I I Tahun 2006 Tentang Jenis
Usaha dan atau Kegiatan yang Wajib Dilengkapi dengan Analisis Mengenai
Dampak Lingkungan Hidup;
13. PeraturanMenteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 5 Tahun 2008 tentang Tata
Kerja Komisi Penilai Analisis Mengenai Dampak Lingkungan I{idup;
14. Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 24 Tahun 2009 tentang
PanduanPenilaianDomuken AMDAL;
15. Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 25 Tahun 2009 tentang
Pembinaandan PengawasanTerhadapKomisi Penilai AMDAL;
16. Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 7 Tahun 2010 tentang
Sertifftasi Kompetensi Penyusun Dokumen Analisis Mengenai Dampali
Lingkungan Hidup dan PersyaratanLembaga Pelalihan Kompetensi Penyusunan
Dokumen Analisis MengenaiDampak Lingkungan Hidup;
17. Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 13 Tahun 2010 tentang
Upaya PengelolaanLingkungan Hidup dan Upaya PemantauanLingkungan Hidup
dan Surat Pernyataan Kesanggupan Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan
Hidup;
18. Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 14 Tahun 2010 tentang
Dokumen Lingkungan Hidup bagi Us$a darlatau Kegiatan yang telah Memiliki
Izin tetapi Belum Memiliki Dokumen Lingkungan Hidup;
19. Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 15 Tahun 2010, tentang
Persyaratandan Tata Cara Lisensi Komisi Penilai Analisis Mengenai Dampak
Lingkungan Hidup;
20. Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 45 Tahun 2005 tentang
Pedoman Penyusunan Laporan PelaksanaanRencana Pengelolaan Lingkungan
Hidup (RKL) dan RencanaPemantauanLingkunganHidup (RPL);
21. Peraturan Daerah Kota Palembang Nomor 6 Tahun 2008 tentang Urusan
PemerintahanKota Palembang(Lembaran Daerah Kota PalembangTahun 2008
Nomor 6);
22. Perafixan Daerah Kota PalembangNomor l0 Tahun 2008 tentang Pembentukan
Susunan Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Teknis Daerah Kota Palembang
(Lembaran Daerah Kota Palembang Tahun 2010 Nomor 2) sebagaimanatelah
diubah denganPeraturanDaerah Kota PalembangNomor 2 Tahun 2010 (Lembaran
DaerahKota PalembangTahun 2010 Nomor 2).

Dengan PersetujuanBersamu

DEWAN PERWAKLAN RAKYAT DAERAH KOTA PALEMBANG

dan

WALIKOTA PALEMBANG

]\TEMUTUSKAN:

Menetapkan : PERATURAN DAERAH TENTANG DOKUMEN LINGKUNGAN IIIDUP

BAB I
KETENTUAN UMUM
Pasal I
Dalam Peratuan Daeratrini yang dimaksuddengan:
1. DaeratradalahKota Palembang.
2. PemerintahKota adalahPemerintahKota Palembane.
3
3. Walikota adalahWalikota Palembang.
4. Selaetaris Daerah adalah Sekretaris Daerah Kota Palembang.
5. Badan Lingkungan Flidup yang selanjutnya disingkat BLH adal.rhBadan
Lingkungan Hidup Kota Palembang.
6. Kepala Badan adalahKepala Badan Lingkungan Hidup Kota Palembang.
7. Badan adalah suatu bentuk badan usaha yang meliputi perseroan terbatas,
perseroan komanditer, perscroan lainnya, badan usaha milik Negara atau daerah
dengan nama dan bentuk apapun, persekutuan,perkumpulan, firma, kongsi,
koperasi, yayasan atau organisasi yang sejenis, lembaga, dana pensiun,
bentuk usaha tetap ser[abadanusahalainnya.
8. Lingkungan Hidup adalah kesatuanruang dengan semua benda, daya, keadaan,dan
makhluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya, yang mempengamhi
kelangsungan perikehidupan dan kesejahterrurrminusia sertamakhluk hidup lain.
9. Perlindungan dirn Pengelolaanlingkungan hidup adalahupaya sistematisdan terpadu
yang dilakukan untuk melestarikanfungsi lingkungan hidup dan mencegahterjadinya
pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan hidup yang meliputi perencanaan,
pemanfaatan,pengendalian,pemeliharaan,pengawasan,dan penegakanhukum.
10. Dokumen lingkungan hidup adalah adalah dokumen yang berisi informasi dan data
mengenai suatu usaha dan/atau kegiatan serta memuat langkah-langkahpengelolaan
dan pemantauarruntuk mencegah pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan hidup.
Dokumen Pengelolaan Lingkungan Hidup meliputi Dokumen Analisis Mengenai
Dampak Lingncungan Hidup (AMDAL) atau Dokumen Upaya Pengelolaan
Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan (IKL-UPL), atau Surat Pemyataan
PengelolaanLingkungan (SPPL).
11. Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup yang selanjutnya
disingkat AMDAL adalah kajian mengenaidampak penting suatu usaha dan/atau
kegiatan yang direncanakanpada lingkungan hidup yang diperlukan bagi proses
pengambilan keputusan tentang penyelenggaraanusaha.
12. Analisis mengenai dampak lingkungan kegiatan terpadu atau multi sektor adalah
hasil studi mengenai dampak penting usahaclan atau kegiatanyang terpaduyang
direncanakanterhadap lingkungan hidup dalam satu kesatuanhamparan ekosistem
rnstansiyang bertanggungjawab.
dan melibatkan kewenangan lebih dari satu
13. Analisis mengenai dampak lingkungan kawasan adalah hasil studi mengenai
dampak penting usaha dan atau hegiatan yang direncanakan terhadap
lingkungan hidup dalam satu kesatuan hamparan ekosistem clan melibatkan
kewenangan lebih dari satu instansiyang bertanggungjawab.
14. Analisis mengenai dampak lingicungan regional adalah hasil studi mengenai
dampak penting usaha clan atau kegiatan yang terpadu yang direncanakan
terhadap lingkungan hidup dalam satu kesatuanhamparan ekosistem zona rencana
pengembangan wilayah sesuai dengan rencana umum tats ruang daerah clan
melibatkan kewenangan lebih dari satu instansiyangbertanggungjawab.
15. Kerangka Acuan adalah ruang lingkup kajian analisis mengenai dampak lingkungan
hidup yang merupakan hasil pelingkupan.
16. Analisis Dampak Lingkungan Hidup yang selanjutnyadisebutANDAL adalahtelaahan
secara cerrnat dan mendalarn tentang dampak penting suatu rencana usaha dan/atau
kegiatan.
L7. RencanaPengelolaanLingkungan Hidup yang selanjutnyadisebut RKL adalah upaya
penanganan dampak penting terhadap lingkrurgan hidup yang ditimbulkan akibat
suatu rencanausahadan/ataukegiatan.
18. RencanaPemantauanLingkungan Hidup yang selanjutnyadisebut RPL adalah upaya
pemantauan komponen lingkungan hidup yang terkena dampak penting akibat stratu
rencanausahadan/ataukegiatan.
19. Upaya PengelolaanLingkungan Hidup yang selanjutnya diserbut lIKl dan Upal'a
PemantauanLingkungan Hidup yang selanjutnya disebut UPL adalah upaya yang
dilalcukan dalam pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup oleh
penanggungiawab usaha dan/atau kegiatan yang tidak wajib melakukan analisis
mengenai darnpakiingkungan hidup.
20. Surat PernyataanPengelolaan Lingkungan yang selanjutrya disebut SPPL adalah
pemyataan unhrk melakukan pengelolaan lingkungan hidup suatu usaha danL/atau
kegiatan yang tidak wajib meny.rsundokumenLIKL-UPL.
1
21. Dokumen Bvaluasi Lingkungan Hidup, yang selanjutnyadisingkat DELH, adaiah
dokumen yang memuat pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup yang
merupakan bagian dari proses audit lingkungan hidup yang dikenakan bagi usaha
dan/atau kegiatan yang sudah memiliki izin usaha dan/atau kegiatan tetapi belum
memiliki dokumen amdal.
22. Dokunren Pengelolaan Lingkungan Hidup, yang selanjutnya disingkat DPLH,
adalah dokumen yang memuat pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup
yang dikenakan bagi usaha dan/atau kegiatan yang sudah memiliki izin usaha
danlatau kegiatan tetapi belum memiliki UKI-UPL.
23. Audit Lingkungan Hidup adalah evaluasi yang dilakukan untuk menilai ketaatan
penanggung jawab usaha dan/atau kegiatan terhadap persyaratan hukum dan
kebijakan yang ditetapkan oleh pemerintah.
24. Pelingkupan adalah proses pemusatan studi pada hal-hal penting yang berkaitan
dengandampakpenting.
25. Pemrakarsaadalah orang atau badan hukum yang bertanggungjawab atas suatu
rencana usaha dan atau kegiatan yang akandilaksanakan'
26. Komisi penilai adalah komisi yang bertugas menilai dokumen analisis mengenai
dampak lingkungan hidup.
27. Tim Teknis Komisi Penilai yang selanjutnya disebut Tim Teknis adalah tim yang
bertugas memberikan pertimbangan teknis atas Kerangka Acuan, Analisis Dampak
Lingkungan Hidup, Rencana PengelolaanLingkungan Hidup dan RencanaPemantauan
Lingkungan Hidup.
28. Tim Penilai UKI-UPL yang selanjutnya disebut Tirn Penilai adalah tim yang
melaksanakanpenilaian terhadapUpaya PengelolaanLingkungan dan Upaya Pemantauan
Lingkungan suaturencanausatradar/atau kegiatan.
29. Petugas1'angditunjuk adalah petugasdi lingkungan Instansi yang berwenang dalam
bidang pengendalian lingkungan hidup untuk memberikan pelayanan administra.si
dokumen UKL-UPL dm SPPL.
30. Sekretariat Komisi Penilai AMDAL yang selanjutnya disebut Sekretariat Komisi
Penilai adalah mempunyai frrngsi di bidang kesekretariatan,perlengkapan,penyediaa:l
informasi pendukungdan tugas lain yang diberikan Komisi Penilai.
31. Registrasi kornpetensi adalah rangkaian kegiatan pendaftaran dan dokumentasi
terhadap lembaga penyedia jasa penyusun dokumen AMDAL dan Lembaga Pelatihan
Kompetersi (LPK) AMDAL yang telah memenuhipersyamtantertentu'

BAB II

MAKSUD DAN TUJUAN

Pasal2

Maksud dilatcukannya penelapan usaha dan/atau kegiatan wajib dilengkapi AMDAL,


UKL-UPL dan SPPL adalah agar pemrakarsausaha dan/atau kegiatan melakukan kajian
mengenaidampak yang akan timbul akibat adanyausahadan/ataukegiatan.

Pasal3

Tujuan ditetapkannya pengaturan pelaksanaansebagaimanadimaksud dalam Pasal 2


adaiah sebagaiupaya mengendalikandampak lingkungan sedini murgkin dalam rangka
meminimalkan dampak negatif dan mengembangkandarnpak positif yang ditimbulkan
dari suatu usaha dadatau kegiatan.

Pasal4

(1) Walikota wajib mensyaratkanSurat Keputusan kelayakan lingkungan hidup bagi


dokumen AMDAL, atau surat rekomendasi bagi dokumen UKL dan UPL, atau
persetujuanbagi SPPL sebagaisalah satu lampiran clalampermohonanpenerbitan
persetujuan site plan, izin mendirikan bangunan, dan izin lainnya untuk melakutran
usahadan/ataukegiatan.
5
@ Walikota wajib mencantumkan syarat dan kewajiban sebagaimanaditentukan dalam
RKL dan RPL atau UKI dan UPL atau SPPL sebagai pedoman dalam penerbitan
persetujuan site plan, Izin Mendirikan Bangunan, dan izin lainnya untuk melakukan
usahadan/ataukegiatan.

(3) Ketentuan dalam site plan, Izin Mendirikan Bangunan, dan izin lainnya untuk
melahrkan usaha dar/atau kegiatan sebagaimanadimaksud pada ayat (2) wajib
dipatuhi dar'l dilaksanakan oleh pemrakarsa, dalam menjalankan usaha dan/atau
kegiatannya.

Pasal5

(1) Apabila pemrakarsa hendak melaksanakanusaha dan/atau kegiatan sebagaimana


tercantum dalam Lampiran I yang merupakanbagian yang tidak terpisahkandengan
PeraturanDaerah ini, pemrakarsawajib membuat AMDAL.

(2) Terhadapjenis usaha dan atau kegiatan sebagaimanatercantum dalam lainpiran II


yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dengan Peraturan Daerah ini,
pemrakarsawajib membuatUKL-UPL.

(3) Terhadapjenls usaha dan atau kegiatan yang tidak termasuk dalam Lampiran I dan
Lampiran II PeraturanDaerahini, pemrakarsawajib membuat SPPL.

BAB III

ANALISIS MENGENAI DAMPAK LINGKUNGAN (AMDAL)

Pasal6

(1) Setiap usaha dan/atau kegiatan yang berdampak penting terhadap lingkungan
hidup wajib memiliki Amdal.

(2) Dokumen AMDAL terdiri dari dokumen Kerangka Acuan (KA), ANDAL,
RKL-RPL dan ringkasaneksekutif.

(3) Dampak penting ditentukan berdasarkankriteria:

a. Besarnyajumlah penduduk yang akan terkena dampak rencanausahadan/atau


kegiatan;
b. luas wilayah penyebarandampak;
c. intensitasdan lamanya dampali berlangsung;
d. banyaknyakomponen lingkungan hidup lain yang akan terkena dampak;
e. sifat kurnulatif dampak;
f. berbalik atau tidak berbaliknya dampak; dan/atau
g. kriteria lain sesuaidenganperkembanganilmu pengetahuandan teknologi.

Pasal7

(1) Kriteria usaha dan/atau kegiatan yang berdampak penting yang wajib dilengkapi
denganAmdal terdiri atas:

a. Pengubahanbentuk lahan dan bentangalam;


b. eksploitasi sumber daya alam, baik yang terbarukan maupun yang tidak
terbarukan;
c. proses dan kegiatan yang secara potensial dapat menimbulkan pencemaran
dan/atarukerusakan ling(ungan hidup ser0apemborosandan kemerosotan
sumber daya alam dalam pemanfaatannya;
d. proses dan kegiatan yang hasilnya dapat rnempengaruhi lingkungan alam,
lingkungan buatan,serfalingkungan sosial dan budaya;
e. proses dan kegiatan yang hasilnya akan mempengaruhipelestarian kawasan
konservasi sumber daya alam kawasan konservasi sumber daya alarn dan/atau
pe.rlind'.mgan
cagar budayrq
f. inhoduksijenis tumbuh - tumbuhan,hewan danjasad renik;
6
g. pembuatan dan penggunaanbahanhayati dan non hayati;
h. kegiatan yang mempunyai risiko tinggi dan/ atau mempengaruhi pertahanan
negaxa;dan/atau
i. penerapanteknologi yang diperkirakan mempunyai potensibesar untuk
mempengaruhilingkungan hidup.

(2) Jenis usaha dan/atau kegiatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), wajib
memiliki AMDAL yang ditetapkanoleh Walikota setelahmendengardan
memperhatikan saranpendapat dari Instasi teknis yang terkait.

(3) Jenis usaha dan/atau kegiatan sebagaimana dimaksud pada ayat(2), dapal
ditinjau kembali secaraberkala sekurang-kurangnyasekali dalam 5 (lima) tahun.

(4) Ketentuan lebih lanjut mengenai jenis usaha dan/atau kegiatan yang wajib
dilengkapi dengan Amdal sebagaimanadimaksud pada ayat (l), diatur dalam
Lampiran I yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dengan
Peraturan Daerah ini.

(5) Apabila skala atau besaran suatu jenis rencana usaha danJataukegiatan yang
tidak tercantum pada Lampiran I Peraturan Drrerah ini, akan tetapi atas
dasar pertimbangan ilmiah mengenai daya dukung dan daya tampung
lingkungan serta tipologi ekosistem setempat diperkirakan berdampak penting
terhadap lingkungan hidup, maka bagi jenis usahadan/ataukegiatan tersebut dapal
ditetapkan oleh Walikota sebagai jenis dan/atau kegiatan yang wajib dilengkapi
deng,anAMDAL.

Pasal8
(1) Dokumen Amdal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6, merupakan dasar
penetapankeputusankelayakan lingkungan hidup.

(2) AMDAL merupakan bagian kegiatan studi kelayakan rencana usahadan/atau


kegiatan.

(3) pembangunanwilayah.
Hasil AMDAL digunakansebagaibagianperencan€urn

(4) Penyusunan AMDAL dapat dilakukan melalui pendekatan sturli terhadap


usaha dan/atau kegiatan tunggal, terpadu atau kegiatan dalam kawasan.

Pasal9

Walikota memiliki weweruurg dalam pemberian keputusan kelayakan lingkungan hidup


atau ketidaklayakan lingkungan hidup terhadap dokumen AMDAL berdasarkanhasil
penilaian Komisi Penilai Amdal.

Pasal10

(1) Dokumen Amdal sebagaimanadimaksud dalam Pasal 6, disusun oleh pemrakarsa


denganmelibatkan masyarakat,

(2) Pelibatan masyarakat harus dilakukan berdasarkanprinsip pemberian informasi


yang transparan dan lengkap serta diberitahukan sebelumusahadan/ataukegiatan
dilaksanakan.

(3) Masyarakatsebagaimana dimaksudpada ayat(1) meliputi:


a. yang terkena dampak ;
b. pemerhati lingkungan hidup; dan/ atau
c. yang terpengaruhatassegalabentuk keputusandalam prosesAmdal.

(4) Masyalakat sebagaimanadimaksud pada ayat (l) dapat mengajukan keberatan


terhadapdokumen Amdal.
7
BABTV

PERSYARATAN KOMPETENSI DALAM PEI{TUSI.INAN


DOKUMBN AMDAL

Pasal11

(1) Dokumen Amdal yang diajukan kepada Komisi Penilai Amdal wajib disus':n
oleh pemrakarsa.

(2) Dalam penyusunan dokumen Amdal sebagaimanadimaksud pada ayat (1),


pemrakarsadapat meminta bantuan kepada lembagapenyediajasa penyusunan
dokumen Amdal yang telah mendapatkan tanda registrasi kompetensi dari
Kementerian Negara Lingkungan Hidup Republik Indonesia.

(3) Penyusun dokumen Amdal sebagaimanadimaksud pada ayat (1) dan ayat (2'5,
wajib memiliki sertifikat kompetensi.

(4) Dalam penyusunandokumen Amdal, penyusun dokumen Amdal sebagaimana


dimaksud pada ayat (3), wajib menggunakan data dan/atau informasi yang
sahih dan sesuai dengan kaidah ilmiah.

(5) Komisi Penilai Amdal sebagaimanadimaksud pada ayat (1), wajib menolak
pengajuan dokumen Amdal yang penyusunannyatidak memenuhi ketentuan
sebagaimanadimaksud pada ayat (1) atau ayat (2).

BAB V

KOMISI PENILAI AMDAL

Pasal 12

(1) Dokumen Amdal dinilai oleh Komisi Penilai Amdal

Q Kcrnisi Penilai fundal dibentuk oleh Walikota yang pelaksanaantugasnya dibantu


oleh:
a. T'irnteknis.
b. Sekretariatkomisi penilai.

(3) Susuran keanggotaanKomisi Penilai Amdal sebagaimanadimaksud pada ayat (2),


terdiri dari:
a. Ketqa merangkap anggota.
b. Sekretarismerangkapanggota-
c. Anggota.

(4) Ketua Komisi Penilai Amdal sebagaimanadimaksud pada ayat (3) huruf a adalah
Kepala BLH yang berwenangdi bidang lingkungan hidup di K,otaPalembang.

(5) Sekretaris Komisi Penilai Amdal yang juga menjabat sebagaiKetua Tim Teknis
sebagaimanadimaksud pada ayat (3) huruf b adalah pejabat setingkat eselon III
yang membidangi AMDAL pada BLH.

(6) SekretariatKomisi Penilai Arndal dipimpin oleh seorangkepala yang bertanggung


jawab kepada Ketua Komisi Penilai Amdal yang dijabat oleh pejabat eselon
setingkat lebih rendah dtui pada Sekretaris Komisi PenilaiAmdal.

(7) Keanggotaan Komisi Penilai Amdal sebagaimanadimaksud pada ayat (2) huruf c
adalah perwakilan dari :
- Badan PerencanaanPembangunanDaerah ;
' Instarui di bidang lingkungan hidup daerah;
- Instarui di bidang peruuranamanmodal daerah ;
- Instansi di bidang pertemahandaerah ;
8
- Instansi di bidang kesehatandaerah;
- lnstansi terkait lainnya di daerah;
- ahli di bidang lingkungan hidup ;
- ahli di bidang rencanausahadan/ataukegiatan yang bersangkutan;
- wakil dari organisasi lingkungan yang terkait dengan rencana usaha dan/atau
kegiatan yang bersangkutan ;
- wakil dari masyarakat terkena dampak dan anggota-anggota lain yang
dipandangperlu.

Pasal 13

(1) Komisi Penilai Amdal sebagaimana dimaksuddalamPasal12 ayat (1) wajib memiliki
lisensi yang diterbitkan oleh Walikota, dan berlaku selama 3 (tiga) tahun serta
wajib diperbaharui.

(2) Penerbitan lisensi sebagaimanadimaksud pada ayat (1), diberikan seteiah


komisi penilai Amdal :

a- memenuhi persyaratan; dan


b. mendapatkan rekomendasi dari Gubernur atau Badan Lingkungan Hidup
Provinsi SumateraSelatan.

(3) Persyaratansebagaimanadimaksud pada ayat (2) huruf a, meliputi:


a. Ketua Komisi Penilai Amdal dipimpin oleh pejabat minimal setingkat
eselon Ill;
b. memiliki sekretariatKomisi Penilai Amdal yang berkedudukandi Instansi
yang bertanggunglawab;
c. memiliki tim teknis dengan sumber daya manusia yang telah lulus pelatihan
penyusunan AMDAL paling sedikit 2 (dua) orang, dan pelatihan penilaian
AMDAL paling sedikit 3 (tiga) orang;
d. keanggotaanKomisi Penilai Amdal minimal mencakup tenaga ahli di bidang
biogeofisik-kimia" ekonomi, sosial, budaya kesehatan, perencanaan
pembangunanwilayah, dan lingkungan hidup;
e. adanya organisasi lingkungan hidup atau lembaga swadaya masyarakat
sebagai salah satu anggota Komisi Penilai Amdal; dan
f adanya kerjasama dengar: laboratorium yang terakreditasi atau yang
mempunyai kemampuan menguji contoh uji kualitas lingkungan hidup,
paling sedikit untuk parameter air dan udara.

BAB VI

TUGASKOMISI PENILAI AMDAL

Pasal 14

(1) Komisi Peniiai Amdal sebagaimanadimaksud dalam Pasal 12 ayat (l) me,npunyai
tugas:

a. menilai IKA-ANDAL, ANDAL, RKL, dan RPL;


b. memberikan masukan dan dasar pertimbangan dalam pengambilan kepufusan
KA-ANDAL dan kelayakan lingkungan hidup atas suai:urencanausahadan/atau
kegiatan kepadaWalikota.

(2) Dalam melaksanakantugas sebagainranadimaksud pada ayx (1) Komisi Penilai


Amdal wajib mengacukepada:

a. kebijakan di bidang pengelolaan lingkungan hidup yang diatur dalam


peraturar perundang-undangan;
b. rencana tata ruang wilayah dan/ataurencanatata ruang yang lebih rinci; dan
c. kepentinganpertahanankeamanan.
9
(3) Komisi Penilai Amdal wajib menolak pengajuan dokumen KA-ANDAL,
ANDAL, RKL, dan RPL yang penyusunannyatidak memenuhi ketentuan
kompetensipenyusunandokumenAMDAL dan tidak dilengkapitandaregistrasi
kompetensi.

Fasal15
(i) Ketua Kornisi Penilai Amdal berfugasmelakukankoordinasiprosespenilaian
KA-ANDAL, ANDAL, RKL, danRPL.
(2) Selcretaris
Komisi PenilaiAmdalbertugas:
a. membantu tugas Ketua dalam melakukan koordinasi proses penilaian
KA-ANDAL, ANDAL, RKL, danRPL;dan
b. menyusrut rumusan hasil penilaian KA-ANDAL, ANDAL, RKL, dan RPL, yang
dilakukan Komisi Penilai Amdal.

(3) Anggota Komisi Penilai Amdal bertugasmemberikansaran,pendapatdan tanggapan


berupa:

a. kebijakan Instansi yang diwakilinya, bagi anggota yang berasal dari Instansi
Pemerintah;
b. kebijakan pembangunanDaerah dan pengembanganwilayah bagi anggotaytr-ng
berasal dari Pemerintah;
c. pertimbangansesuaikaidah ilmu pengetahuan,bagi anggota yang berasal dari
pergururul tinggi;
d. pertimbangan sesuaidenganbidang keahlianny4 bagi ahli;
e. kepentingan lingkungan hidup, bagi anggota yang berasal dari organisasi
lingkungar/lembaga swadayamasyarakat;
f. aspirasi dan kepentingan masyarakat, bagi anggota yang berasal dari wakil
masyarakat yang diduga terkena dampak dari rencana usaha dan/atau kegiatan
yang bersangkutan.

Pasal16
(1) Tim teknis sebagaimana dimaksuddalamPasal12 ayat(2) huruf a mempunyaitugas
menilai secara teknis KA-ANDAL, ANDAL, RKL, dan RPL berdasarkan
permintaanl(omisi Penilai Amdal.

(2) Penilaiansecarateknis sebagaimaladimaksudpadaayat(1), meliputi :

a. Kesesuaian lokasi dengan rencana tata ruang wilayah dan/atau rencana tata
ruang yang lebih rinci;
b. kesesuaiandenganpedomanumum dan/atatpedomanteknis di bidang A-\{DAL;
c. kesesuaian dengan peraturan perundang-undangan di bidang teknis sektor
bersangkutan;
d. ketepatandalam penerapanmetoda penelitian/analisis;
e. kesahihandata yang digunakan;
f. kelayakandesain,teknologi dan prosesproduksi yang digunakan;dan
g. kelayakanekologis.
Pasal17

Sekretariat Komisi Penilai Amdal sebagaimanadimaksud dalam Pasal 12 ayal (2)


huruf b mempunyai tugas di bidang kesekretariatan, perlengkapan, penyediaan
informasi pendukung, dan tugas lain yang diberil<anoleh Komisi Penilai Amdal.

BAB \TI

KETERBUKAAN INFORM.{SI DAN PERAN MASYARN(AT

Pasal18

(1) Setiap usaha dan/atau kegiatan wajib memiliki AMDAL dan wajib diumumkan
terlebih dahulu rencana kegiatannya kepada masyarakat sebelum pemrakarsa
usaha dan/atau kegiatanmenyusunKA-ANDAL.
10
(2)Fengumuman sebagaimanadimaksud pada ayat (1), dilakukan oleh BLH dan
pcmrakarsa.

(3) Dalam jangka waktu 30 (tiga puluh) hari kerja sejak diumumkannyarencanausaha
dadatau kegiatan sebagaimanadimaksud pada ayat (1), warga masyarakat yang
berkepentingan berhak mengajukan saran, pendapat, dan tanggapan tentang akan
dilaksanakannyarenciun usahadan/ataukegiatan.

(4) Saran, pendapat dan tanggapan sebagaimanadimaksud pada ayat (3), diajukan
secaratertuniskepadaBLH, wajib dipertimbangkandan dikaji dalam ANDAL.

Pasal19

(i) Pemrakarsaberkewajiban menyelenggarakankonsultasi/sosialisasikepada warga


masyarakat yang berkepentingandalam penlusunan dokumen KA-ANDAL.

(2) Pelaksanaankonsultasi/sosialisasi kepada warga masyarakat yang berkepentingan


harus dilnksanakansebelumpenyusunanKA-ANDAL dimulai.

(3) Hasil konsrrltasi/sosialisasi


kepada warga masyarakatyang berkepentinganwajib
dipertimbangkan dan dikaji dalam ANDAL.

BAB VIII

KA-ANDAL

Ilagian Kesatu
ProsedurPenerimaan

Pasal20

(1) Pemrakarsamengajukan permohonanpenilaian dokumen KA yang disampaikan


secaratertulis kepadaWalikota melalui BLH.

(2) Permohonan penilaian {okumen KA sebagaimana dimaksud pada ayat (l),


diperiksa kelengkapanadministrasinyaoleh SekretariatKomisi Penilai Amdal.

(3) Kelengkapanadministrasi sebagaimanadimaksud padaayat (2) terdiri dari :


a. Surat permohonanpenilaian dokumen KA;
b. Draft dokumen KA;
c. Dokumen perizinan yang diperlukan sesuai dengan jenis rencana usaha
dan/ataukegiatan;
d. Surat keputusan yang menyatakan lokasi kegiatan sesuai dengan
peruntulkannyadan/atauizin pemanfaatantanah;
e. Peta tata ruang, tata guna tanah, batas wilayah studi, rencana lokasi, peta
geologl, peta topografi, dan peta-petaterkait lainnya;
f. Bukti dan kesesuaian pengumuman studi AMDAL dengan peraturan
perundang-undanganyang berlaku;
g. Bukti telah dilalcukannya konsultasi dan diskusi dengan masyarakat yang
berkepentingan;
h. Keabsahanregisftasi kompetensikonsultanpenyusunanAMDAL dan sertifikat
kompetensibagi Ketua Tim dan paling sedikit bagi 2 (dua) orang anggotatim
pen)'usundokumen AMDAL;
i. Surat pemyataan bahwa Ketua dan Anggota Tim benar-benar men)'usun
dokumen AMDAL yang dimaksud dan ditandatangani di atas materai
secukupnya;
j. Daftar keahlianriwayat hidup para penlusun AMDAL; dan
k. Dokumen KA harus memuat pendahuluan,nnng lingkup studi, metode studi,
pelaksanastudi, daftarpusta,ka,dan lampiran.
1l
(4) Sekretariat Komisi Penilai Amdal memberikan tanda bukti penerimaan terhadap
dokumen KA yang telah memenuhi kelengkapan adminishasi, yang dilengkapi
hari dan tanggal penerimaan dokumm.

(5) Dokurnen KA sebagaimanadimaksud pada ayat (4), wajib dilahrkan penilaian


oleh Komisi Penilai Amdal dan pengambilan keputusan oleh Walikota atas hasil
penilaian paling larnaT5 (tujuh puluh lima) hari kerja terhitung sejak tanggal tanda
bukti penerimaandokumen KA.

(6) Apabila BLH tidak menerbitkan keputusan atas penilaian dokumen KA dalam
jangka waktu sebagaimanadimaksud padaayat (5), maka BLH dianggapmenerima
dokumen KA dimaksud.

Bagian Kedua
Penilaian KA oleh Tim Teknis

Pasal21

(1) Tim Teknis melakukan penilaian KA ataspermintaanKetua Komisi Penilai Amdal.

(2) Penilaian sebagaimanadimaksud pada ayat (1), dilaicukan dalam benh.rkrapat tim
teknis yang dipimpin oleh Ketua Tim Teknis.

(3) Dalam hal Ketua Tim Teknis tidak dapat memintpin rapat penilaian KA, rapat
dipimpin oieh anggotayang ditunjuk oleh Ketua Tim Teknis.

(4) Penilaian KA oleh Tim Teknis mencakup :

a. Kesesuaianlokasi dengan rencanatata ruang


b. Kesesuaiandenganpedomanumum/teknis
c. Kesesuaian dengan peraturan perundang-undangandi bidang teknis sektor
yang bersangkutan
d. Ketepatandalam penerapanmetode/analisis
e. keabsahandata yang digunakan
f. Kelayalcandesain,teknologi dan prosesproduksi yang digunakan
g. Kelayahanekologis

(5) Semua saran, pendapat, dan tanggapan anggota tim teknis dicatat oleh Petuga;
dari SekretariatKomisi Penilai Amdat.

(6) Hasil penilaianKA oleh tim teknis disampaikanpadarapatKomisi Penilai Amdal.

BagianKetiga
PenilaianKA olehKomisiPenilai

Pasal22

anggotarntuk menilaiKA.
(1) KetuaKomisi PenilaiAmdalmengundang

(2) Penilaiansebagaimana dimaksudpada ayat (1), dilahkan dalam bentuk rapat


komisi penilaiyangdipimpinolehKetuaKomisi PenilaiAmdat.

(3) Dalam hal Ketua Komisi Penilai Amdal tidak dapat memimpin rapat komisi
KomisiPenilaiAmdat.
penilai, rapatdipimpin olehSekretaris

(4) Dalam hal Ketua dan SekretarisKomisi Penilai Amdal tidak dapatrnemimpin
rapat Komisi Penilai Amdal, rapat dipimpin oleh anggotayang ditunjuk secara
tertulisolehKetuaKomisi PenilaiAmdal.
LL

Bagian Keempat
Perbaikan KA

Pasal 23

(1) Pemrakarsa. wajib menanggapi dan menyempumakan KA berdasarkan hasil


penilaian Komisi Penilai Amdal dan menyerahkan kepada Ketua Komisi Penilai
Amdal meXalui Selaetariat Komisi Penilai Amdal sebagaimanayang ditetapkan
dalam berita acara rapat penilaian atau paling lama 30 (tiga puluh) hari kerja
terhitung sejak hari dan tanggal berita acararapat penilaian Komisi Penilai Amdal
diterima

(2) Dalam hal dokumen yang telah disempumakan sebagaimana dimaksud pada
ayat (1), belum memenuhi ketentuan perbaikan, Ketua Komisi Penilai Amdal
setelah mendengarkan saran-sarantim teknis berhak meminta pemrakarsa untuk
memperbaiki kembaii dalam waktu paling lama 14 (empat belas)hari kerja.

(3) Waktu yang digunakan pemrakarsa untuk menagggapi dan menyempumakan


KA sebagaimanadimaksud pada ayat (1) dan ayat (2), tidak termasuk dalam
hitungan 75 (tujuh puluh lima) hari kerja sebagaimanadimaksud dalam Pasal 20
ayat (5).

(a) Dalam hal pemrakarsa tidak menanggapi dan menyempurnakan KA sebagaimana


dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) paling lama 3 (tiga) tahun terhitung sejak
dikembalikannya dokumen dimaksud, kepada pemrakarsa oleh Komisi Penilai
Amdal untuk dilahrkan penyempumaan, dokumen KA tersebut dinyatakan
kedaluarsa.

Bagian Keempat
PenolakanKA

Pasal24

Dalam hal rencana lokasi dilalaanakannya usaha dan/atau kegiatan terletak dalam
kawasan yang tidak sesuai dengan rencana tata ruang wilayah dan/atau rencana tata
ruang kawasan dan/atau peraturzrnperundang-undangan,Komisi Penilai Amdal wajib
menolak KA dirnalsud.

Bagian Kelima
Keputusan KA

Pasal25

(1) KeputusankesepakatanKA diterbitkan oleh Walikota.

(2) Penerbitan keputusan kesepakatan KA sebagaimanadimaksud pada ayat (1)


harus mempertimbangkanhasil rapatpenilaiankomisi penilai.

(3) Keputusan kesepakatan KA sebagaimana dimaksud pada ayat (1) memuat


kesepakatantentangruang lingkup kajian ANDAL yang akan dilaksarrakan.

(4) Satinan keputusan kesepakatan KA beserla dokumennya yang penilaiannya


dilakukan komisi penilai disampaikanoleh Walikota kepada:

a. Gubemrr.rhovinsi SumateraSelatan;
b. KepalaBadan Lingkungan Hidup Provinsi SumateraSelatan;
c. Pimpinan sekfor/instansi yang membidangi usaha dan/atau kegiatan yang
bersangkutan;
d. Pimpinan seklor/instansi yang terkait dengan usaha dan/atau kegiatan yang
bersangkutan.

(5) Walikota menjarnin keputusan kesepakatanKA sebagaimanadimaksud pada


ayat (1) beserla dokumennyadapatdiaksesoleh masyarakat.
BAB IX
PENILAIAN ANDAL, RKL, RPL
Paragraf I
Proscdur PenerimaanDokumen

Pasal 26

(1) ANDAL, llKL, dan RPL diajukan oleh pemrakarsa kepada Walikota. rnelalui
Sekretariat Komisi PenilaiAmdal.

(2) Sekretariat Komisi Penilai Amdal memeriksa kelengkapan adminitrasi dokurue,n


ANDAL, RKL, danRPL.

(3) Kelengkapanadministasi sebagaimanadimaksud padaayai (2) terdiri dari :


a- SuratpermohonanpenilaiandokumenANDAL, RKL, dan RPL;
b. Surat kepuhrsankesepakatanKA yang telah disahkanoleh Walikota;
c. Draft dokumenANDAL, RKL, RPL, dan RingkasanEksekutif
d. Dokumen perizinan yang diperlukan sesuai dengan jenis rencana usaha
dan/atau kegiatan;
e. Surat keputusan yang menyatakan lokasi kegiatan sesuai dengan
peruntukannya darr/atauizin pemanfaatantanah;
f. Peta tata ruang, tata guna tanah, batas wilayah studi, rencana lokasi, peta
geologi, peta topografi, dan peta-petaterkait lainnya;
g. Buldi dan kesesuaian pengumumarl studi AMDAL dengan peraturan
perundanganyang berlaku;
h. Bukli telah dilaicukannya konsultasi dan diskusi dengan masyarakat yang
berkepentingan;
i. Keabsahanregistrasi kompetensi konsultan penyusun AMDAL dan sertifikat
kompetensibagi ketua tim dan paling sedikit bagi 2 (dua) orang anggota tim
penyusun dokumen AIvIDAL;
j. Surat pemyataan bahwa ketua dan anggota tim benar-benar menyusun
dokumen AMDAL yang dimaksud dan ditandatangani di atas materai
secukupnya;
k. Daftar keahlian, riwayat hidup para penyusun AMDAL;
l. Dokumen ANDAL harus memuat pendahuluan, rencana usaha dan/atau
kegiatan, rona lingkungan hidup, ruang lingkup studi, prakiraan dampak
penting, evaluasi dampak penting, daftar pustaka, lampiran, abstrak yang
berisi lencana usaha dan/atau kegiatan, masukan yang bermanfaat bagi
pengambilan keputusan, perencanaan,dan pengelolaan rencanausaha dan/atau
kegiatan.

(4) Sekletariat Komisi Penilai Amdal memberikan tanda bukti penerimaan kepada
pemrakarsa terhadap dokumen ANDAL, RKL, dan RPL yang telah rnemenuhi
kelengkapan adminishasi dilengkapi denganhari dan tanggal penerimaandokumen.

(5) Dokumen ANDAL, RKL, dan RPL sebagaimauradimaksud pada ayat (4)
dilakukan penilaian dan pengambilankeputusanatas hasil penilaian paling lama
75 (tujuh puluh iima) hari kerja terhitung sejak tanggal tanda bukti penerimaan
sebagaimanadimaksudpadaayat (4);

(Q Apabila BLH tidak menerbitkan keputusansebagaimanadimaksudpada ay'at(5)


maka rencana usaha dan/attu kegiatan yang bersangkutan dianggap layak
lingkungan.

Paragraf 2
Penilaian oleh Tim Teknis

Pasal27

(1) Tim teknis melala:kan penilaian ANDAL, RKL, dan RPL atas permintaan Ketua
Komisi Penilai Amdat.

(2) Penilaian sebagaimanadimaksud pada ayat (1) dilakukan dalam bentuk rapat tim
teknis yang dipimpin oleh Ketua Tim Teknis.
14
(3) Oalam hal Ketua Tim Teknis tidak dapat memimpin rapat tim teknis ANDAL,
RKL, RPL, dan Ringkasan Eksekutif rapat dipimpin oleh anggota yang ditunjuk
oleh Ketua Tim Teknis.

(4) Semua saran, pendapa! dan tanggapananggota tim teknis dicatat oleh petugas
dari SekretariatKomisi Penilai Amdal.

(5) Hasil penilaian ANDAL, RKL, RPL dan Ringkasan Eksekutif oleh tim teknis
disampaikanpada rapatkomisi penilai Amdal'

Pasal28

(1) Ketua Komisi Fenilai Amdat mengundanganggotauntuk menilai ANDAL, RKl,


RPL dan Ringkasan Eks€kutif.

(2) Penilaian sebagaimanadimaksud pada ayat (1) dilakukan dalam bentuk rapat
komisi penilai yang dipimpin oleh Ketua Komisi Penilai Amdal.

(3) Dalam hal Ketua Komisi Penilai Amdal tidak dapat memimpin rapat kornisi
penilai, rapat dipimpin oleh SekretarisKomisi PenilaiAmdai'
memimpin
$) Dalam hall Ketua dan Sekretaris Komisi Penilai Amdal tidak dapal
rapat komisi penilai, rapat dipimpin oleh anggotayang dihrnjuk secaratertulis oleh
Kehn Komisi Penilai Amdal.

Paragraf 4
Perbaikan oleh Pemrakarsa

Pasal29

(1) Pemrakarsawajib menanggapidan menyempumakanANDAL, RKL, RPL dan


Ringkasan Eksekutif berdasarkan hasil penilaian Komisi Penilai dan
menyeralrkankepada Ketua Komisi Penilai Amdal melalui Sekretariat Komisi
penilai Arndal sebagaimanayang ditetapkan dalam berita acara rapat penilaial
atau paling lama 30 (tiga puluh) hari kerja terhitung sejak hari dan tanggal berita
acararapat penilaian komisi penilai diterima;

(2) Dalarn hal dokumen yang telah disempurnakan sebagaimanadimaksud pada ayat
(1) belum memenuhi ketentuanperbaikan,Ketua Komisi Penilai Amdal setelah
mendengarkan saran-saxan tim teknis berhak meminta pemrakarsa untuk
ttt"tttp"tbaiki kembali dalam waktu paling lama 14 (empat belas) hari kerja

(3) Waktu yang digunakan pemrakarsauntuk menanggapi dan menyempurnakan


ANDAL, RKL, RPL dan RingkasanEksekutif sebagaimanadimaksud pada ayat
(1) dan ayat Q) tidak termasuk dalam hitungan 75 (tujuh puluh lima) hari kerja
sebagaimanadimaksud daiam Pasal20 ayat (5).

(4) Datramhal pemrakarsatidak menanggapi dan menyempumakan ANDAL, RKL,


RPL dan RingkasanEksekutif sebagaimanadimaksudpada ayat (l) dan ayat (2)
paling lama 3 (tiga) tahun terhitung sejak dikembalikannya dokumen dimaksud
kepada pemrakarsaoleh Komisi Penilai Amdal untuk dilalrukan penyempumatm,
dotumen ANDAL, RKL, RPL dan Ringkasan Eksekutif tersebut dinyatakan
kadaluars-

Pasal30

(t) Kehn Komisi Penilai Amdd menyampaikan berita acara rapat penilaian <ian
dokumen yang telah disempumakan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29
ayat (l) dan ayat(2) kepadarValikota.

(2) Berita acara dan dokumen sebagaimanadimaksud pada ayat (1) digunakan
sebagai dasar pertimbangan dalam pengambilan keputusan kelayakan lingkungan
hidup bagi rencanausahadan/ataukegiatan yang bersangkutan
15
Pasal31

(1) Keputusan kelayakan lingkungan hidup suatu rencana usaha dar/atau kegiatan
diterbitkan oleh Walikota-

(2) Penerbitankeputusansebagaimanadimaksud pada ayat (l) wajib mencantumkan:

a-dasarpertimbangandikeluarkannya keputusan;dan
b.pertimbangan terhadap saran, pendapat dan tanggapan yang diajukan oleh
warga masyarakar

BAB X

KEPUTUSAN KELAYAKAN LINGKUNGAN HIDT]P

Pasal32

(1) Keputusankelayakanlingkunganhidup menjadibatal apabila:

a. diterbitkan atas dasar rekomendasi dari Komisi Penilai Amdal yang belum
rnemiliki lisensi;
b. diterbilkan atas dasarrekomendasidari Komisi Penilai Amdal yang lisensinya
dicabutt;dan/atau
c. diterbitkan atas dasar rekomendasi dari Komisi Penilai Amdal yang
melalcukanpenilaian tidak sesuaidengankewenangansebagaimanadimaksud
dalam peraturan perundang- undanganyang berlaku;
d. pemrakalsamemindabkan lokasi usahadan/ataukegiatan;
e. pemralcarsamengubah desain dan/atau proses dan/atau kapasitas darletau
bahan penolong dan/atau perubahanjenis kegiatan dan/atau penambahanluas
lahan;
f. tedadi perubahan lingkungan hidup yang sangat mendasar akibat peristirva
alam atau karena akibat lain sebelum dan pada waktu usaha dadatau kegiatur
yang bersangkutandilaksanakan.

(2)Apabila pemrakarsa hendak melaksanakanusaha dan/atau kegiatan sebagaimana


dimaksudpada ayat (1) huruf d, e, dan f, maka pemrakarsawajib membuatAmdal
baru sesuaiketentuanyang berlaku.

(3)Keputusan kelayakan lingkungan hidup dapat dibatalkan oleh Menteri Negara


Lingkungan Hidup dan/atauGubernur SumateraSelatanapabila diterbitkan atas
dasarrekomendasidari Komisi Penilai Amdal yang mengalami perubahanyang
mengakibatkan tidak terpenuhinya salah satu persyaratan lisensi dan tidak
dilakukan pemberitahuansecaratertulis kepadaBadan Lingkungan Hidup Provinsi
SumateraSelatan.

Pasal 33

(l)Keputusan kelayakan lingkungan hidup suatu usaha dan/ataukegiatan dinyatakan


kadaluarsaapabila rencana usaha dan/atau kegiatan tidak dilaksanakan dalam
jangka waktu 3 (tiga) tahun sejak diterbitkannya keputusankelayakantersebut.

(2)Apabila keputusan kelayakan lingkungan hidup dinyatakan kadaluarsa


sebagaimanadimaksud pada ayat (1), maka untuk melaksanakanrenoanausaha
dan/atau kegiatannya, pemrakarsa wajib mengajukan kembali permohonan
persetujuan ANDAL, RKL, RPL dan RingkasanEksekutif kepadaBLH.

(3)Terhadap permohonan sebagaimanadimaksudpada ayat Q), BLH dapat


memutuskan:
a. ANDAL, RKI, RPL dan Ringkasan Eksekutif yang pernah disetujui dapat
sepenuhnyadipergunakankembali ; atau
b. pemrakarsa wajib membuat Amdal baru sesuai dengan ketentr;an yang
berlaku.

(4) Dalam hal memutuskan sebagaimanadimaksud pada ayat (3) BLH capat
meminta saran/masukandari tim teknis.
t6
Pasal 34

(l) Salinan keputusan kelayakan lingkungan ANDAL, RKI, RPL dan Ringkasan
Eksekutif beserta dokumennya yang penilaiannya dilakukan Komisi Penilai
Anrdal disampaikanoleh Waiikota kepada:
a. Gubemur Provinsi SumateraSelatan;
b. KepalaBadan Lingkungan Hidup Provinsi SumateraSelatan;
c. Pimpinan sektor/instansiyang membidangi usaha dan/ataukegiatan yang
bersangkutandi Daerah ; dan
d. Pimpinan seklor/instansi yang terkait dengan usaha dan/atau kegiatan yang
bersangkutandi Daerah.

(2) Walikota menjamin keputusan kelayakan lingkungan ANDAL, RKL, RPL dan
Ringkasan Eksekutif sebagaimanadimaksud pada ayat (1) beserta dokumennya
dapat diaksesoleh masyarakat.

BAB XI
TATA TERTIB RAPAT

Pasal35

(1) Rapat tim teknis dan rapat komisi penilai sebagaimanadimaksud dalam
Pasal 21 ayat (2), Parld,22 ayat (2), Pasal 27 ayat (2) dan Pasal 28 ayal (2),
wajib dihadiri oleh:

a. Pemrakarsa atau wakil yang ditunjuk oleh pemrakarsa yang merniliki


kapasitas untuk penganrbilankeputusan;dan
b. Tim penyusundokumenAMDAL.

(2) Dalam hal terdapat anggota tim penyusun dokumen AMDAL sebagairna,ra
dimaksud pada ayat (1) huruf b tidak dapat menghadiri rapat tim teknis rlan
rapat Komisi Penilai Amdal, anggota tim yang bersangkutan wajib
menyampaikan surat keterangan yang dapat dipertanggungjawabkan secara
hukum.

(3) Rapat tim teknis dan rapat Komisi Penilai Amdal dapat dibatalkan oleh
pimpinan rapat apabila pemrakarsa dan/atautim penyusun dokumen AMDAL
sebagaimanadimaksud pada ayat (l) tidak hadir.

Pasal 36

(1) Semua anggota Komisi Penilai Amdal berhak menyampaikan pendapat dalam
rapat Komisi Penilai Amdal.

(2) Komisi Penilai Amdal wajib memperhatikan saran,masukan, dan tanggapandari


masyarakat dalam proses penentuanruang lingkup KA dan penilaian ANDAL,
RKL danRll.

(3)Anggota Komisi Penilai Amdal yang tidal hadir dalam rapat Komisi Penilai
Amdal dapat memberikan masukantertulis paling lama dua (2) hari kerja setelah
hari rapatKomisi Penilai Amdal.

(4) Semua saran, pendapat dan tanggapan para anggota Komisi Penilai Amdal dan
pemrakarsa dicatat oleh petugas dari sekretariat Komisi Penilai Amdal dan
dituangkandalam Notulen dan Berita Acara Rapat Penilaian-

(s)Daiam melaksanakanpenilaian, Komisi Penilai Amdal wajib memperhatikan


ketenluan sebagaimarndimnlisud dalam Pasal 14 ayat(2).
17
BAB)ilI
TTPAVAPENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAN UPAYA
IPEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP DAN SURAT
PERNYATAAN KESANGGUPAN PENGEI-,OLAAN
DAN PEMANTAUAN LINGKUNGAN HtrDUP

Pasal 37

(1) Setiapusahadan/ataukegiatanyang tidak termasukdalam kriteria wajib amdal


wajib memiliki UKL-UPL.

(2) Setiap usaha dan/ataukegiatan yang tidak wajib dilengkapi UKL-UPL wajib
membuat SPPL.

Pasal38
(I)UKL-UPL disusun oleh pemrakarsa sesuai dengan format penyusunan
sebagaimanatercantum dalam Lampiran VI PeraturanDaerah ini

(2) SPPL disusun oleh pemrakarsa sesuai dengan format penyusunan


sebagaimanatercatum dalam Lampiran VII PeraturanDaerah ini

(3)Lampiran sebagaimanadimaksud pada ayat (l) dan ayat (2) merupakan


bagian yang tidak terpisahkan dari PeraturanDaerah ini.

Pasal39

(1)PemrakarsamengajukanUKL-UPL kepadaKepala Badan.

(2)Petugasyang ditwrjuk memeriksa kelengkapanadministrasi dan memberikan


tanda bukti penerimaan dilengkapi dengan hari dan tanggal penerimaan
terhadap dokumen UKL-UPL yang telatr memenuhikelengkapanadrninistrasi.

(3)K.elengkapanadminisfasi sebagaimanadimaksud pada ayat (2) terdiri dari :

a. SuratpermohonanpemerilcsaandokumenUKL-UPL;
b. Surat pemyataan;
c. Draft dokumenUKL-UPL;
d. Dohumen perizinan yang diperlukan sesuai dengan jenis rencana usaha
dan/atau kegiatan;
e. Surat keputusan yang menyatakan lokasi kegiatan sesuai dengan
peruntukannya dan/atauizin pemanfaatantanah;
f. Peta batas wilayah studi, peta lokasi, peta lay out, peta sampling, peta
pengelolaan dan pemantauanlingkungaq sertapeta-petaterkait lainnya;
g. Identitas dan pengalamanpenyusundokumen LIKL-UPL.

(4)Kepala Badan melakukan pemeriksaan UKL-UPL berkoordinasi dengan


Instansi yang membidangi usaha dan/ataukegiatan.

(5)Hasil pemeriksaan dituangkan dalam bentuk risalah sebagai pedoman


perbaincan
bagi penyusunUKL-UPL.

(6)Apabila pemrakarsa tidak menznggapi dan menyempumakan dokumen


UKL-IJPL sebagaimanadimaksud pada ayat (5), paling lama 3 (tiga) tahun
terhitung sejak dikembalikannya dokumen dimaksud kepadapemrakarsaoleh
BLH untuk dilakukan penyempumiurn, dokumen UKL-UPL dimaksud
dinyatakankedaluarsa.

Pasal40

(1)Kepala Badan wajib melaksanakanpemeriksaandan penilaian UKL-UPL


paling lama 14 (empat belas)hari kerja sejak diterimanyaUKL-UPL;

(2)Kepala Badan wajib menerbitkan rekomendasi UKL-UPL paling lama


7 (tujuh) hari kerja sejak diterimanl'a UKL-UPL yang telah
disempurnakanoleh pemrakarsa;
18
Pasal41

(l)Rekomendasi UKL-UPL sebagaimanadimak-suddalam Pasal 40 ayat (2)


digunakan sebagaidasar untuk:
a. memperoleh izin lingkungan; dan
b. melakukan pengelolaan dan pemantauanlingkungan hidup.

(2)Pejabat pemberi izin wajib mencantumkan persyaratan dan kewajiban


dalam rekomendasi UKL-UPL sebagaimana dimaksud pada ayat (l) ke
dalam izin lingkungan.

Pasal42

( 1) Pemrakarsamengajukan SPPL kepadaKepala.Badan.

(2)Petugas yang ditunjuk memeriksakelengkapanadministrasi dan memberikan


tanda bukti penerimaan dilengkapi dengan hari dan tanggal penerimaan
terhadap dokumen SPPL yang telah memenuhikelengl'apanadministrasi.

(3)Kelengkapan administrasi sebagaimanadimaksud padaayat (2) terdiri dari :


a. Surirtpermohonan
b. Bagan Alir ProsesKegiatan dan/atauUsaha
c. Identitas Pemrakarsa

(4)Kepala Badan melakukan pemeriksaanSPPL yang dalam pelaksanaannya


dilakukan oleh unit kerja yang menangani pemeriksaanSPPL.

(5)Kepala Badan wajib melakukan pemeriksaan SPPL dan memberikan


persetujuanSPPL paling lamaT (tujuh) hari kerja sejak diterimanya SPPL.

(6)SPPL yang telah mendapatkan persetujuan berlaku selama usaha


kegiatan berlangsung dan tidak ada perubahan kapasitas dan/ataudesign
dan/atau bahan baku darVataubahan penolong dan/atau proses dan/atau lokasi
usahakegiatan.

Pasal 43

(1) Rekomendasi penetujuan LiKL-UPL atau persetujuan SPPL menjadi batal


apabila:
a.. terjadi perubahanmendasarterhadap usaha dan atau kegiatan sebagaimana
yang tertuang dalam dokumen, diantaranya penambahan kapasitas
produksi, perluasan lokasi kegiatan, perubahan jenis kegiatan, dan
perubahan lainnya yang mempengaruhi substansi dokumen UIiL'UPL atzn
SPPL;
b. timbulnya dampak baru dan/atau dampak negatif ikutan yang bcium
direncanakan pengelolaannyadalam dokumenUKL-UPL atauSPPL;
c. usahadan atau kegiatan dipindahtangankankepada pihak lain;
d. terjadinya perubahanstruktur kepemilikan;
e. terjadinya perubahannama usahadan/ataukegiatan, dan
f. pindahlokasi.

BAB )ilII
DOKUMEN EVALUASI LINGKUNGAN HIDUP DAN
DOKUMEN PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP
Bagian Kesatu
Kriteria Fenyusunan

Pasal44

(1) DELfi atau DPLH wajib disusun oleh penanggungjawab usaha dan/atau
kegiatan terhadap usaha dari/atau kegiatan yang memenuhi kriteria:
a. Telah memiliki izin usaha dan/atau kegiatan sebelum diundangkannya
Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan
PengelolaanLingkungan Hidup;
19
b. telah melakukan kegiatan tahap konstruksi sebelum diundangkannya
Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan
PengelolaanLingkungan Hidup ;
c. lokasi usaha dan/atau kegiatan sesuai dengan rencana tata ruang
winayah danJataurencana tata ruang kawasan; dan
d. tidak memiliki dokumen lingkungan hidup atau memiliki dokumen
lingkungan hidup tetapi tidak sesuai dengan peraturan perundang-
undangan.

(2) DELH atau DPLH sebagaimanadimaksud pada ayat (1) wajib disusun
paling lama tanggal 3 Oktober 2011.

(3) Penanggungjawab usaha dan/ataukegiatan sebagaimanadimaksud pada


ayat (1) dapat meminta bantuan kepada konsultan dalam pen)'usunan
DELH atau DPLH.

(4) Penyusunan DELH atau DPLH sebagaimanadinraksud pada ayat (1)


dilaksanakan sesuai dengan tata laksana sebagaimana tercantum dalam
Lampiran IX yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari
Peraturan Daerah ini.

Bagian Kedua
Persyaratan Penyusunandan Mekanisme Penetapan
Dokumen Evaluasi Lingkungan ltridup

Pasal45

(i) Penyusun DELH harus memenuhi persyaratan memiliki sertifikat


kompetensi dan auditor lingkungan hidup.

(2) Penyusunan DELH menggunakan format sebagaimanatercantum dalam


Lampiran VIII yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari
Peraturan Daerah ini.

Pasal46

(l)Penanggung jawab usaha dan/atau kegiatan sebagaimana dimaksud


dalam Pasal 44 ayirt (1) mengajukan permohonan penyusuna:r DELH
kepada Kepala Badan sesuai dengan kewenangan sebagaimanadiatur
dalam Peraturan Daeraa yang mengatur mengenai tata kerja komisi
peninai amdal;

(2) Kepala Badan melakukan verifikasi permohonan sebagaimanadimaksud


dalam Pasal 44'dan menyampaikan usulan penyusunan DELH yang
memenuhi syarat sebagaimanadimaksud dalam Pasal 2 ayat (l) kepada
Kepala Badan Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Selatan dalam
waktu paling lama 14 (empat belas) hari kerja sejak diterimanya
permohonan.

(3)Kepala Badan Lingkungan Hidup Provinsi SumateraSelatanmelakukan


verifikasi usulan penyusunansebagaimanadimaksud pada ayat (1) dan
menyampaikan usulan penetapan DELH yang memenuhi syaiat
sebagaimanadimaksud dalam Pasal 45 ayat (1) kepada Kementerian
Negara Lingkungan Hidup melalui Deputi Kementerian Negara
Lingkungan Hidup dalam waktu paling lama 14 (empat belas) hari kerja
sejak diterimanya usulan penyusrman.
(4)Berdasarkan usulan sebagaimana dimaksud dalam ayat (3), Deputi
Kenaenterian Negara Lingkungan Hidup menetapkan usaha dan/atau
kegiatan yang wajib menyusunDELH.

(5)Pcnetapan sebagaimanadimaksud pada ayat (1) dalam bentuk surat


perintah penyusunanDELH.
an

Bagian Ketiga
Penilaian l)okumen Evaluasi Lingkungan Hidup

Pasal47

(1) Penanggungjawab usaha dan/atau kegiatan mengajukan permohonan


penilaian DELH kepada Kepala Badan.

(2) Kepala Badan memberikan tanda bukti penerimaan permohonan


sebagaimanadimaksud pada ayat (1) kepada penanggungjawab usaha
dan/ataukegiatan yang telah memenuhi format penyusunanDELH.

(3) Kepala Badan setelah menerima DELH yang memenuhi format


sebagaimanadimaksud pada ayat (2) melakukan penilaian terhadap
DELH yang dalam pelaksanaannyadilakukan oleh unit kerja yang
menangani penilaian dokumen amdal.

(4) Berdasarkan hasil penilaian, Kepala Badan menerbitkan Surat Keputusan


DELH.

Bagian Keempat
Persyaratan Penyusunan dan Mekanisme Penetapan
Dokumen Pengelolaan Lingkungan Hidup

Pasal48

(1) Penanggung jawab usaha dar:/atau kegiatan sebagaimana dimaksud


dalain Pasal 47 ayat (1) mengajukan permohonan penyusunan DPLH
kepada Kepala Badan sesuai dengan kewenangan sebagaimana diatur
dalarn Peraturan Daerah yang mengatur mengenai UKL-UPL;

(2) Kepala Badan memberikan tanda bukti penerimaan permohonan


sebagaimanadimaksud pada ayat (1) kepada psrranggungjawab usaha
dan/atau kegiatan yang telah memenuhi format penyusunanDPLH.

(3) Kepala Badan setelah menerima DPLH yang memenuhi format


sebagaimana dimaksud pada ayat (2) melakukan penilaian terhadap
DPLH yang dalam pelaksanaannya dilakukan oleh unit kerja yang
menanganipenilaian dokumen UKL-UPL.
(4) Berdasarkanhasil penilaian, Kepala Badan menerbitkan Surat Keputusan
DPLH.

Pasal49

(1) Penilaian, pengambilan keputusan, dan penerbitan surat keputusan


terhadap DELH dan DPLH sebagaimana dimaksud dalam Pasal 47
ayat (4) dan Pasal 48 ayat (4), dilakukan paling lama 30 (tiga puluh)
hari kerja terhitung sejak tanggal tanda bukti penerimaan-

(2) Dalam hal Kepala Badan tidak menerbitkan surat keputusanDELH atau
DPLH dalam jangka waktu sebagaimanadimaksud pada ayat (1), DELH
atau DPLH yang diajukan penanggung jawab usaha dan/atau kegiatan
dianggap telah dinilai dan disahkan oleh Kepala Badan.

Pasal50

Keputusan DELH atau DPLH sebagaimana dimaksud dalerm Pasal 49


ayat (1) atau DELH atau DPLH yang dianggap telah dinilai dan disahkan
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 49 ayat (2) digr:nakan sebagai dasar
bagi penanggung jawab usaha dan/atau kegir,tittt untuk melakukan
pengelolaandan pemantauanlingkungan hidup.
21
Pasal 5l

Bagi usatra dan/atal kegiatan yang sudah berjalan dan belum mempunyai DELH
sampaidengan3 Oktober 2011 wajib melaksanakanaudit lingkungan.

BAB )ilV
PEMBIAYAAN

Pasal52

(1) Biaya penyusunandan penilaian dokumen lingkungan hidup menjadi beban


dan tanggungjawabpihak pemrakarsa.

(2) Biaya pengumuman yang dilakukan oleh BLH dan pemrakarsa


sebagaimanadimaksuddalam Pasal 18, dibebankanpada anggaranBLH.

(3) Biaya pelaksanaankegiatan Komisi Penilai Amdal, Tim Teknis dan Sekretariat
Komisi Penilai Amdal dibebankanpada anggaranBLH.

(4) Biaya Pembinaan dan Pengawasansebagaimanadimaksud pada ayat (3),


dibebankanpada anggaranBLH.

BAB X!
PEMBINAAN DAN PENGAWASAN

Pasal 53

(1) Walikota berbanggungiawab melakukan pemblnaian dan pengawasaur


terhadap pelaksanaanPeraturanDaerahini.

(2) Pembinaan dan pengawasansebagaimanadimaksud pada ayat (1) secara


operasionaldilaksanakandan menjadi tanggungjawab Kepala Badan yan5;
dalam pengendalianlingkungan hidup.

(3) Pembinaan dan pengarvasan sebagaimana dimaksud pada ayat (2)


dilaksanakan moialui kegiatan:
a. pemantauanpelaksanaanpengelolaanling}.-unganterhadap usaha dan/atau
kegiatan;
b. rnengevaluasi laporan hasil pemantauan pengelolaan lingkungan yang
dilaksanakan oleh penanggungiawab usaha dan/atau kegiatan
berdasarkandokumen pengelolaanlingkunganhidup.

(4) Penuakarsausaha dan/ataukegiatan selaku penanggungjawabpengelolaan


lingkungan wajib:

a. nnelaksanakanpengelolaanterhadap dampak negatif dan mengembangkan


dampak positif yang diakibatkan oleh usaha dan/atau kegiatannya
sebagaimanatercantum dalam dokumen pengelolaanlingkungan hidup;
b. rurelaporkan hasil pemantauan pengelolaan lingkungan berdasarkan
dlokumenpengelolaan lingkungan hidup kepada Walikota melalui Kepala
Badan secaraberkala minimal 6 bulan sekali untuk Amdal dan 3 bulan
sekali untuk UKI-UPL:
c. rnelaporkan terjadinya perubahan mendasar terhadap usaha dan/atau
kegiatan sebagaimanayang tertuangdalam dokumen, yaitu penambahan
kapasitasproduksi, perluasanlokasi kegiatan,perubahanjenis kegiatan,
perubahan desain dan/atau proses, dan/ataubahan penolong, usaha dan
atau kegiatan dipindahtangankankepada lrihak lain, terjadinya perubahan
strultur kepemilikan, terjadinya perubahan nama usaha dan atau
kegiatan, pindah lokasi, dan perubahan lainnya yang mempengaruhi
substansidokumen pengelolaanlingkungan hidup.
BAB XVI
SANKSI ADNIINISTRATIF'

Pasal54

(1) Setiap orang dan/atau badan yang melanggar ketenttran dalam Peraturarr
Daerah ini dapat dikenakansanksiadministrasi.

(2) Pengenaansanksi administrasi sebagaimanadimalsud pada ayat (1) dapat


berupa:
a peringatantertulis;
b. penghentiankegiatan;
c. pencabutanizin;
d. pembatalanizin;
e. pembekuanizin.

(3) Ketentuan lebih lanjut mengenai tatzcara pengena{msanksi administrasi


sebagaimanadimaksud pada ayat (2) diatur denganPeratuan Walikota

BAB XVII
KETBNTUAN PERALIIIAN

Pasal55

Dengan berlakunya Peraturan Daerah ini, maka dokumen pengelolaar


lingkungan hidup yang telah ada sebelum berlakurya Peraturan Daerah ini
masih tetap berlaku kecuali sebagaimanayangdi atur dalam Pasal 32 ayat (1)
,1anayat (3), pasal 33 ayat (1), dan Pasal43.

BAB XVIII
PEI\IYIDIKAN

Pasal56

(l)Penyidikan terhadap pelanggaran Peraturan Daerah ini dilakukan cleh


Penyidik sebagaimanadiatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara
Pidana.

(2)Selain Penyidik tersebut sebagaimanadimaksud pada ayat (1), Penyilik


Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Pemerintah Kota diberikan kewenangan untuk
melakukan penyidikan atas pelanggaranPeraturanDaerah ini.

(3)Penyidik PegawaiNegeri Sipil (PPNS)berwenang:

a. melakukan pemeriksaan atas kebenaran laporan atau keterangan


berkenaandengantindak pidana dibidang perlindungandan pengelolaan
lingkungan hidup;
b. melalcukanpemeriksaan terhadap setiap oranga yang diduga melakukan
tindak pidana dibidang perlindungandan pengelolaanlingkungan hidup;
c. meminta keterangan dan bahan bukti daxi setiap orang berkenaan
denganperistiwa tindak pidana dibidang perlindungan dan pengelolaan
lingkungan hidup;
d. melalarkan pemeriksaan atas pembukuan, catatan dan dokumen lain
berkenaandengantindak pidana dibidang perlindungandzmpengelolaan
lingkungan hidup;
e. melakukan pemeriksan ditempat tertentu yang diduga terdapat bahan
bukti, pembukuan, catatan dan dokumen lain;
f. melakukan penyitaan terhadap bahan dan barang hasil pelanggaftn yang
dapat dijadikan bukti dalam perkara tindak pidana dibidang
perlindungandan pengelolaanlingkungan hidup;
g. meminta bantuan ahli dalam rangka pelaksanaan tugas penyidikan
tindak pidana dibidang perlindungandan pengelolaanlingkungan hidup;
23
h. menghentikan penyidikan;
i. memasukitempattertentuomemotret,dan/ataumembuatrekamanaudi<r
visual;
j . melakukanpenggeledahan terhadapbadan,pakaian,numgan,dan/atau
tempatlain yang didugamerupakantempatdilalarkaruryatindak pidana;
dan/atau
menangkapdanmenahanpelakutindakpidana.

BAB )gX
KtrTENTUANPIDANA
Pasal 57

(l)Pelanggaran atas ketentuan dalam Peraturan Daerah ini, diancam dengan


hukuman pidana kurungan paling lama 3 (tiga) bulan atau denda paling
banyak Rp. 50.000.000,-(lima puluh juta rupiah).

(2) Selain ketentuan pidana sebagaimanadimaksud pada ayat (1), tindak


pidana yang telah diatur dengan ketentuan peraturan yang lebih tinggi
diancam pidana sesuai dengan ketentuan peratwan perundang-undangan
yang berlaku.

(3)Tindak pidana sebagaimanadimaksud pada ayat (1) dan ayat (2), adalah
pelanggaran.

BABXX
PENUTUP
Pasal 58

Dengan diberlakukannya Peraturan Daerah ini, maka Peraturan Daerah Kota


PalembangNomor 14 Tatrun 20M tentang Pembinaandan Rehibusi Bagi Jenis
Usaha dan/atau Kegiatan Yang Di Lengkapi Kajian Lingkungan (Lembaran
Daerah Kota PalembangTahun 2004 Nomor 30), dicabut dan dinyatakan tidak
berlaku.

Pastl 59

(1) BLIH adatahInstzuuiteknis pelaksanaPeraturanDaerahini.

(2)Hal-hal yang bersifat teknis belum diailr dalam Peraturan Daerah ini.
sepanjangmengenaiteknis pelaksanaannyadiatur lebih lanjut oleh Walikota.

Pasal 60

PeraturanDaerah ini mulai berlaku padatanggal diundangkan.

Agar setiap orang mengetahuinya memerintahkan pengundangan Peraturan


Daerah ini denganpenempatannyadalam LembaranDaerahKota Palembang.

di Palembqle
l* Javtu,at't 2011

A PALEMBANG,

LEMBARANDAERAHKOTA PALEMBANG
rAHUNzol\ NoiloR 6 gellt t
\tjl