Kombinasi ECT dan Clozapine lebih baik daripada Terapi Clozapine Tunggal pada Skizofrenia yang Resisten Pengobatan

Kelompok Psikiatri Combined Degree Angkatan II S2 Biomedik FK UNUD

BAB I PENDAHULUAN

Latar Belakang y Skizofrenia: y gangguan jiwa berat y menyebabkan disabilitas y membebani keluarga. dan negara y Perjalanan penyakit tidak selalu kronis dan memburuk (deteriorating) y Pola perjalanan penyakitnya (kode lima karakter) menurut PPDGJ-III: F20.x4 F20.x0 F20.x9 Berkelanjutan Episodik dengan kemunduran progresif Episodik dengan kemunduran stabil Episodik berulang Remisi tak sempurna Remisi sempurna Lainnya Periode pengamatan kurang dari 1 tahun . masyarakat.1.1.x5 F20.x3 F20.x2 F20.x8 F20.x1 F20.

Latar Belakang y Sejak ditemukannya obat antipsikotik.30% tetap resisten pengobatan. y Namun 25 . semakin banyak penderita skizofrenia dapat berespon baik terhadap pengobatan.1. sedikit pada dopamin D2 y Banyak digunakan pada kasus2 skizofrenia dimana dgn antipsikotik konvensional tidak cukup mengalami perbaikan. y Clozapine: y Antipsikotik generasi II y Lebih banyak efek pd reseptor dopamin D1. . D4 dan serotonin 5HT2A. D3.1. terutama generasi II.

terdapat modalitas terapi lain yg cukup efektif. depresi. bahkan lebih efektif daripada pengobatan antidepresan standar. . yaitu terapi kejang listrik (electroconvulsive therapy/ECT).1. y Efikasi ECT juga telah dibuktikan pada pengobatan gangguan bipolar. baik pada kondisi manik. y ECT telah dikembangkan sebagai pengobatan skizofrenia sejak 1938 oleh Ego Cerletti dan Lucio Bini.1. atau pun campuran. yg bahkan diperoleh hasil yg lebih baik dibandingkan pada skizofrenia sendiri. Tidak lama kemudian juga banyak digunakan untuk pengobatan gangguan mood mayor. Latar Belakang y Disisi lain. y Cukup banyak randomised controlled trials (RCTs) yang menunjukkan efikasi ECT pada depresi mayor.

. maupun ECT dan menemukan bahwa kombinasi clozapine dan ECT bermanfaat pd 67% pasien. Kupchik (2000) meneliti 36 pasien skizofrenia yg resisten thd antipsikotik klasik.1. beberapa studi yg belum lama menemukan manfaat kombinasi ECT dan Clozapine pada pasien skizofrenia. clozapine. Namun.1. Studi yg membandingkan ECT dgn pengobatan antipsikotik tidak menunjukkan kemanfaatan dari ECT. Kales et al (1999) melaporkan efikasi kombinasi tsb pd pengobatan 5 pasien skizofrenia. Latar Belakang y Namun bukti-bukti efikasi ECT pada skizofrenia belum benar- y y y y benar jelas. Kho et al (2004) berhasil mengobati 8 dari 11 pasien skizofrenia yg telah resisten thd clozapine dan antipsikotik lainnya dgn menggunakan kombinasi clozapine dan ECT.

.1. Latar Belakang y Masoudzadeh et al (2007) pd penelitian thd 18 pasien skizofrenia yg resisten pengobatan menemukan bahwa penurunan skor PANSS terjadi pd 46% kelompok clozapine. dan 71% pd kelompok kombinasi clozapine dan ECT tanpa efek samping yang bermakna.1. 40% pd kelompok ECT. y Canadian Psychiatric Association (CPA) pd Juni 2010 mengeluarkan position paper yg menyatakan bahwa ECT masih merupakan suatu pilihan terapeutik yg penting dalam praktek psikiatri kontemporer.

1. . y Namun tidak memiliki data yg jelas tentang efektivitas. Latar Belakang y Pelayanan psikiatri di Bali yg memiliki fasilitas ECT adalah RS Jiwa Prov. y Terapi pasien skizofrenia dgn ECT telah dilakukan sejak lama.1. dan masih terus berlangsung hingga saat ini. mungkin satu2 nya. Bali di Bangli.

Rumusan Masalah y Berdasarkan uraian diatas maka didapatkan rumusan masalah sbb: y Apakah pengobatan kombinasi ECT dan clozapine memang benar lebih efektif daripada pengobatan tunggal clozapine dalam penanganan skizofrenia yg resisten pengobatan? y Apakah pengobatan kombinasi ECT dan clozapine tersebut cukup aman? .2.1.

Mengetahui efektivitas kombinasi ECT dan clozapine dibandingkan terapi clozapine tunggal pd penderita skizofrenia yg resisten pengobatan dgn mengukur penurunan skor pada PANSS.1.3. Tujuan Penelitian 1. Tujuan Umum Mengetahui efektivitas dan tingkat keamanan kombinasi ECT dan clozapine pada skizofrenia yg resisten pengobatan.2 Tujuan Khusus 1.3. Mengetahui tingkat keamanan kombinasi ECT dan clozapine dgn mengetahui efek samping yg mungkin terjadi. 2. 1.1. .3.

Terhadap pasien Meningkatkan kesembuhan pasien skizofrenia pd umumnya. 2. Manfaat Penelitian 1. dan khususnya pasien skizofrenia yg resisten pengobatan.4. 3.1. Terhadap pelayanan y Meningkatkan kepuasan masyarakat thd pelayanan psikiatri. . y Menurunkan lama rawat penderita skizofrenia. Terhadap pengembangan ilmu Sebagai salah satu acuan dalam penyusunan standar operasional penatalaksanaan skizofrenia.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA .

BAB III KERANGKA PIKIR DAN HIPOTESIS PENELITIAN .

Tidak berespon thd sedikitnya 2 antipsikotik dari 2 kelas yg berbeda selama 4-6 minggu. .3. dgn dosis equivalen > 400 mg/hari Chlorpromazine atau 5 mg/hari Risperidon. .1.Tidak pernah mencapai taraf fungsional yg baik dalam 5 thn terakhir. Kerangka Pikir Genetik Onset dini Keterlambatan berobat Ketidakpatuhan berobat Pengobatan tidak adekuat Skizofrenia Skizofrenia Kronis . Clozapine Penurunan skor PANSS Skizofrenia Resisten ECT .Skor > 4 pada komponen gejala positif dari skala PANSS.

Hipotesis Penelitian y Kombinasi ECT dan clozapine lebih efektif daripada terapi clozapine tunggal dalam menurunkan skor pada PANSS pada penderita skizofrenia yg resisten pengobatan.3. y Kombinasi ECT dan clozapine aman digunakan sebagai terapi pada penderita skizofrenia yg resisten pengobatan. .2.

BAB 4 METODE PENELITIAN .

dan beratnya gejala (berdasarkan kriteria pd PANSS) y Yang dilakukan pada pasien skizofrenia yg resisten pengobatan .4. tipe skizofrenia. Rancangan Penelitian y Rancangan penelitian eksperimental y Desain parallel y Pre-test dan post-test y Acak tersamar tunggal y Mempunyai sifat matched dalam umur.1. jenis kelamin.

1. Rancangan Penelitian Penurunan Skor PANSS .1.4. Rancangan Penelitian Sampel Randomisasi Kelompok ECT + Clozapine Kelompok Clozapine Penurunan Skor PANSS Gambar 4.

Tempat dan Waktu Penelitian 4.2.1.2.2.4. Waktu Penelitian Sejak Januari 2011 hingga Desember 2011.2. atau bila jumlah sampel telah terpenuhi . Tempat Penelitian Ruang rawat inap RS Jiwa Provinsi Bali 4.

Populasi Penelitian y Semua penderita skizofrenia resisten pengobatan yg dirawat inap di RS Jiwa Provinsi Bali.4. di Bangli .3.

4. yg memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi y Diambil dgn cara randomisasi sederhana 4.4. Perkiraan Besar Sampel .4.1. Sampel Penelitian y Penderita skizofrenia resisten pengobatan yg dirawat inap di RS Jiwa Provinsi Bali.

Tidak berespon thd sedikitnya 2 antipsikotik dari 2 kelas yg berbeda selama 4-6 minggu.Penderita dan atau orang tua/saudara kandung/wali bersedia menandatangani informed consent.Usia > 18 thn dan < 56 thn pada saat mulai diikutkan dalam penelitian. . .Tidak pernah mencapai taraf fungsional yg baik dalam 5 thn terakhir.4.4.4.Diagnosis skizofrenia ditegakkan dgn DSM-IV TR.Penderita skizofrenia yg dirawat inap di RS Jiwa Prov.2. . . Sampel Penelitian 4. . Bali. dgn dosis equivalen > 400 mg/hari Chlorpromazine atau 5 mg/hari Risperidon. Kriteria Inklusi dan Eksklusi Kriteria Inklusi: .Skor > 4 pada komponen gejala positif dari skala PANSS . .

Sampel Penelitian 4. SGPT/SGOT.2. dan peningkatan tekanan intrakranial.Terdapat kelainan pada pemeriksaan fisik yg menurut pertimbangan dokter yg merawat tidak memungkinkan untuk diikutkan dalam penelitian. .Kelainan pd pemeriksaanWBC. kelainan pd EKG dan thoraks foto. .4.Riwayat dahulu dengan penyakit kardiovaskuler. dan BUN/SC. . ginjal. pernafasan. . Kriteria Inklusi dan Eksklusi Kriteria Eksklusi: .4. . penurunan WBC < 3500 mm3.Menderita hipertensi. efek samping pd sumsung tulang.Riwayat mengalami efek samping clozapine berupa kejang clozapine.4. epilepsi.

. . . Sampel Penelitian 4. Kriteria Inklusi dan Eksklusi Kriteria Drop-out: .4. .Meninggal dunia selama penelitian.Menarik diri dari penelitian dgn membatalkan informed consent.2.4.4.HitungWBC < 3500 mm3 atau mengalami penurunanWBC > 30% dari pemeriksaan sebelumnya.Mengalami efek samping yg dapat menyebabkan morbiditas fatal atau mengancam kematian.

4.4.4.3. Metode Penentuan Sampel Sampel yang diambil pada penelitian ini dilakukan secara randomisasi sederhana untuk kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Sampel Penelitian 4. .

5. Identifikasi Variabel Penelitian Variabel Bebas: .5.Umur .Terapi ECT VariabelTergantung: . Variabel Penelitian 4.1.Penurunan skor pd skala PANSS Variabel Kontrol: .4.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful