Anda di halaman 1dari 5

1

APLIKASI HUKUM TERMODINAMIKA I

Oleh :
Santosa

Guru Besar pada Program Studi Teknik Pertanian,


Jurusan Teknik Pertanian,
Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Andalas
Padang, Maret 2011

Hukum I Termodinamika dapat ditulis :


∆ U = Q - W ……………………………………………. (1)
dalam hal ini Q adalah panas dan W adalah kerja, dan ∆ U adalah perubahan energi.
Apabila sistem menerima panas, maka nilai Q adalah positip.
Apabila sistem menerima kerja, maka nilai W adalah negatip.
Apabila sistem memberi panas, maka nilai Q adalah negatip.
Apabila sistem memberi kerja, maka nilai W adalah positip.
Persamaan (1) tersebut bisa dituliskan “Perubahan dari tenaga pada sistem sama
dengan panas yang timbul pada siistem tersebut dikurangi kerja yang dilakukan sistem
tersebut terhadap lingkungan”.
Untuk proses batch, persamaan (1) dapat ditulis menjadi :
∆ TT + ∆ TG + ∆ U = Q - W …………………………. (2)
dalam hal ini, ∆ TT + ∆ TG + ∆ U menunjukkan perubahan tenaga sistem,
sedangkan Q - W menunjukkan perubahan tenaga lingkungan.
∆ TT adalah perubahan tenaga tempat atau tenaga potensial, ∆ TG adalah
perubahan tenaga gerak atau tenaga kinetik, dan ∆ U adalah perubahan tenaga
dakhil (internal energy).
Dalam bentuk lain, persamaan (2) dapat ditulis menjadi :
m. g. (Z2 – Z1) + (1/2) . m. (V22 – V12) + (U2 – U1) = Q - W ……………. (3)

Contoh (1) :
Untuk memenuhi kebutuhan air minum di suatu daerah, maka air sungai
dipompa , lalu dialirkan ke penampungan air. Kebutuhan air minum sebesar 20
liter / detik, diameter pipa 10 cm. Tinggi penampungan air 25 meter dari
permukaan sungai. Hitunglah daya pompa (dalam HP) yang diperlukan, dengan
pendekatan Hukum Termodinamika I !
2

Penyelesaian :
Laju massa air = m = A . V . ρ …………………………….. (4)
dengan m = laju massa air pada pipa (kg/detik)
A = luas penampang pipa (m2)
V = Kecepatan aliran air pada pipa (m/detik)
ρ = densitas air ( kg/m3)
maka :
Laju massa air = m = A . V . ρ = Q . ρ = 20 liter/detik x 1000 kg/m3 x (1/1000)
m3/liter = 20 kg/detik.
Debit air yang mengalir = Q = A . V …………………….. (5)
dengan Q = debit air (m3/detik)
A = luas penampang pipa (m2)
V = Kecepatan aliran air pada pipa (m/detik)
padahal, telah diketahui bahwa debit = Q = 20 liter / detik x (1/1000) m 3/liter = 0,02
m3/detik,
dan luas penampang pipa dapat dihitung, A = π D2 / 4 = π (10 cm)2 / 4 x
(1/10000) m2/cm2
= 0,0078 m2,
dari :
Q=A.V
maka :
V = Q / A = ( 0,02 m3/detik ) / 0,0078 m2 = 2,5641 m/detik.
Hukum I Termodinamika :
m. g. (Z2 – Z1) + (1/2) . m. (V22 – V12) + (U2 – U1) = Q - W
dalam hal ini :
U2 – U1 = 0
V1 = 0
Z1 = 0
Q=0
maka :
m. g. (Z2 ) + (1/2) . m. (V22 ) = Ws
3

(20 kg / detik) x (9,8 m / detik2) x (25 m) + (1/2) x (20 kg / detik) x


(2,5641 m/detik)2 = Ws

Daya pompa = Ws = ( 4900 + 65,746 ) kg . m2 / detik3


= 4965,746 kg. m2 / detik3 x ( 1/735) HP / ( kg . m2 / detik3 )
= 6,76 HP.

Contoh (2) :
Di dekat sebuah desa yang mempunyai penduduk sebanyak 250 kepala keluarga,
terdapat sebuah air terjun yang tingginya 30 m dari permukaan sungai. Air terjun
tersebut akan digunakan untuk pembangkit tenaga listrik. Apabila rata-rata kebutuhan
listrik setiap kepala keluarga adalah 600 watt, dan efisiensi alat pembangkit listrik ke
jaringan adalah 45 %, hitunglah debit air terjun (dalam liter / detik) yang harus
dialirkan ke pembangkit listrik tersebut dengan pendekatan Hukum Termodinamika
I!
densitas air = 1 g/ml, percepatan gravitasi = 9,8 m/detik2.
Penyelesaian :

TURBIN

2 3

Langkah (1), pada keadaan 1 – 2 :


Persamaan Termodinamika I untuk proses alir :
m. g. (Z2 – Z1) + (1/2) . m. (V22 – V12) + m (U2 – U1) = Q - W
dalam hal ini :
U 2 - U1 = 0
V1 = 0
4

Z2 = 0
Ws = 0 (tidak ada kerja yang masuk atau keluar, bersifat adiabatis)
maka diperoleh :
m. g. (– Z1) + (1/2) . m. (V22) = 0
↔ g. (– Z1) + (1/2) . (V22) = 0
↔ (1/2) . (V22) = g. (Z1)
↔ (V22) = 2. g. (Z1)
↔V = ( 2 x 9,8 (m/detik2) x 30 m )0,5
↔V(m/detik) = ( 2 x 9,8 x 30)0,5 = 24,25.

Langkah (2), pada keadaan 2 – 3 :


Persamaan Termodinamika I untuk proses alir :
m. g. (Z3 – Z2) + (1/2) . m. (V32 – V22) + m (U3 – U2) = Q - W
dalam hal ini :
U 3 - U2 = 0
V3 = 0
Z3 – Z2 = 0
Q=0
V2 = 24,25 m/detik
maka diperoleh :
- (1/2) . m. (V22) = - Ws
↔ Ws = (1/2) . m. (V22)
padahal, Ws = 600 watt x 250 x 100 % / (45 %) = 333333,33 watt
= 333333,33 kg . m2 / detik3.
maka :
(1/2) . m. (V22) = Ws

↔ (1/2) . m (kg/detik) (24,25)2 (m/detik)2 = 333333,33 kg . m2 / detik3.


↔ m (kg/detik) = 333333,33 x 2 / 588 = 1133 kg / detik.
jadi, diperoleh :
m = 1133 kg/detik.
5

Langkah (3) :
Laju massa = laju volume x densitaas
Laju volume = debit = laju massa / densitas
= 1133 kg/detik / ( 1 kg/liter) = 1133 liter / detik.