P. 1
Terapi Aktivitas Kelompok Stimulasi Persepsi

Terapi Aktivitas Kelompok Stimulasi Persepsi

|Views: 761|Likes:
Dipublikasikan oleh Anggi Kusuma

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Anggi Kusuma on Mar 16, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/23/2013

pdf

text

original

PROPOSAL TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK

STIMULASI SENSORI







(Tugas Keperawatan 1iwa II)


OLEH:
Kelompok 4
Anggi Kusuma 04071003004
Riska Hediya Putri 04071003038
Madepan Mulia 04071003040
Seva Rustiana 04071003043





PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS SRIWI1AYA
2011

TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK (TAK) STIMULASI SENSORI
Sesi 1 TAK Stimulasi Sensori : IdentiIikasi hal positiI


A. TOPIK
Sesi 1 TAK Stimulasi Sensori : IdentiIikasi hal positiI

. TU1UAN
1. Klien dapat mengetahui pentingnya menghargai diri sendiri
2. Klien dapat mengidentiIikasi hal-hal positiI diri

. LANDASAN TEORI
Kelompok adalah kumpulan individu yang memiliki hubungan satu dengan yang
lainnya, saling tergantung dan memiliki norma yang sama (Stuart & Laraia, 2001).
Tuiuan kelompok adalah membantu anggotanya dalam membangun hubungan dengan
orang lain serta mengubah perilaku yang destruktiI dan maladaptiI. Fungsi kelompok
adalah sebagai tempat saling berbagi pengalaman dan saling membantu satu sama lain,
untuk menemukan solusi dari masalah yang dihadapi.
Terapi Aktivitas Kelompok (TAK) adalah terapi yang dirancang untuk
meningkatkan kesehatan psikologis dan emosional pasien dengan masalah keperawatan
iiwa dan bertuiuan membantu anggota dalam meningkatkan koping dalam mengatasi
stressor dalam kehidupan. TAK memiliki tuiuan terapeutik dan tuiuan rehabilitatiI.
Terapi aktivitas kelompok dibagi empat, yaitu terapi aktivitas kelompok stimulasi
kognitiI/persepsi, terapi aktivitas kelompok stimulasi sensori, terapi aktivitas stimulasi
realita, dan terapi aktivitas kelompok sosialisasi. Pada kesempatan ini perawat akan
berIokus pada TAK stimulasi sensori.
TAK stimulasi sensori adalah upaya menstrimulasi semua pancaindera (sensori)
agar membari respon yang adekuat. Stimulasi sensori dapat berupa stimulus terhadap
pengelihatan, pendengaran, dan lai-lain seperti gambar, musik, tarian. Kemampuan klien
berespon terhadap stimulus dievaluasi dan ditingkatkan pada tiap sesi. Dengan proses
ini, diharapkan respon klien terhadap berbagai stimulus dalam kehidupan sesuai dengan
kenyataan.
Sebagian besar pasien di ruang Nakula mengalami masalah harga diri rendah dan
isolasi sosial. Pasien dengan isolasi sosial yang koheren dan kooperatiI hampir semuanya
sudah mengikuti TAK sosialisasi sesi dua sehingga sudah bisa mengikuti TAK yang lain.

D. KLIEN
1. Karakteristik/kriteria: Klien dengan gangguan konsep diri : harga diri rendah disertai
dengan kurangnya komunikasi verbal. Selain itu klien dapat diaiak bekeriasama, tidak
disorientasi, tidak inkoheren, tidak sedang mengalami halusinasi, sehat Iisik, cukup
kooperatiI serta dapat memahami pesan yang diberikan.
2. Proses seleksi: Klien diseleksi berdasarkan pengkaiian dari perawat. Penyeleksian
masalah berdasarkan masalah keperawatan. Kemudian mengklariIikasi klien dan
bekeriasama dengan perawat ruangan. Selaniutnya dilakukan kontrak dengan klien.
3. Jumlah klien: Terdiri dari 7 orang adalah Tn. P , Tn. Q, Tn. R, Tn.S, dan Tn. T

E. PENGORGANISASIAN
1. Waktu
1. Hari/tanggal : Kamis, 17 Maret 2011
2. Waktu : 08.00 s.d 08.45 WIB (45 menit)
3. Tempat : Ruang Kelas Angkatan 2007
2. Tim terapis
1. Setting : peserta dan terapis duduk bersama di kursi melingkari meia besar.
2. Ruangan nyaman dan tenang









Keterangan:
K : Klien L : Leader CL : Co Leader
O : Observer F : Fasilitator
L
CL
F
O
K
K
K K
K
3. Tim terapis dan uraian tugas
Leader: Madepan Mulia
Uraian tugas:
a. Menyusun proposal kegiatan TAK
b. Menielaskan tuiuan pelaksanaan TAK
c. Menielaskan peraturan kegiatan TAK sebelum kegiatan dimulai
d. Mampu memotivasi anggota untuk aktiI dalam kelompok
e. Mampu memimpin TAK dengan baik

Co Leader: Riska Hediya
Uraian tugas:
a. Menyampaikan inIormasi dari Iasilitator ke leader tentang aktiIitas klien
b. Mengingatkan leader iika kegiatan menyimpang
c. Mengingatkan leader tentang waktu

Fasilitator: Seva Rustiana
a. MemIasilitasi klien yang kurang aktiI
b. Berperan sebagai role model bagi klien selama kegiatan berlangsung
c. Mempertahankan kehadiran peserta

Observer: Anggi Kusuma
Uraian tugas:
a. Mengobservasi ialannya/proses kegiatan
b. Mencatat perilaku verbal dan nonverbal klien selama kegiatan berlangsung

4. Alat :
1. Pena sebanyak klien yang mengikuti TAK
2. Kertas HVS putih sebanyak klien yang mengikuti TAK
3. Permen
5. Metode :
1. Diskusi
2. Permainan


. PROSES PELAKSANAAN
Langkah-langkah kegiatan :
1. Persiapan
a. Memilih klien sesuai dengan indikasi : klien dengan gangguan konsep diri : harga
diri rendah
b. Membuat kontrak dengan klien
c. Menyiapkan alat dan tempat pertemuan
2. Orientasi
Dilaksanakan selama 5 menit, terdiri dari:
a. Salam terapeutik
1. Salam dari terapis
2. Perkenalkan nama dan panggilan
3. Menanyakan nama dan panggilan semua klien (beri papan nama)
b. Evaluasi/validasi
1. Menanyakan perasaan klien saat ini
2. Menanyakan masalah yang dirasakan
c. Kontrak
1. Menielaskan tuiuan kegiatan, yaitu menulis dan menceritakan ke orang lain.
2. Menielaskan aturan main
O Masing-masing klien duduk di tempatnya sampai TAK selesai
O Jika ada klien yang akan meninggalkan kelompok, harus meminta iiin
kepada terapis
O Lama kegiatan 45 menit
O Setiap klien mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir
O Setiap klien yang telah memberikan penielasan atau pendapat akan
diberikan permen sebagai reward

3. Tahap keria
Tahap keria dilaksanakan selama 35 menit, terdiri dari:
a. Terapis memperkenalkan diri dan meminta klien secara berurutan searah iarum
iam memperkenalkan diri di mulai dari klien yang berada di sebelah kiri terapis
b. Terapis menielaskan bahwa pandangan tentang diri akan sangat mempengaruhi
hubungan klien dengan orang lain
c. Terapis membagikan kertas HVS dan pulpen untuk tiap klien
d. Terapis meminta klien menuliskan tentang dirinya di kertas HVS : tentang
kondisi Iisik, identitas peran, cita-cita, dan harapan, serta penilaian klien tentang
dirinya.
e. Sementara klien menulis, terapis berkeliling dan memberi penguatan kepada
klien untuk terus menulis.
I. Terapis meminta klien membacakan hasil tulisannya di kertas masing-masing
searah iarum iam sampai semua peserta membacakan hasil tulisannya
g. Terapis member puiian setiap kali klien selesai membacakan hasil tulisannya dan
memberikan permen sebagai reward serta meminta klien lain bertepuk tangan.
h. Terapis meminta klien melihat hasil tulisan masing-masing dan meminta
menghapus atau mencoret tulisan yang isinya penilaian negatiI
i. Terapis meminta klien membaca ulang sisa hasil tulisan yang tersisa secara
berurutan searah iarum iam di mulai dari klien yang ada di sebelah kiri terapis
sampai semua klien mendapatkan giliran
i. Meminta klien menulis tambahan aspek positiI dirinya. Setelah selesai, secara
bergiliran membaca ulang hasil tulisan.
k. Terapis memberikan puiian kepada klien setelah berhasil mengidentiIikasi aspek
positiI tersebut.

4. Tahap terminasi
Tahap terminasi dilaksanakan selama 5 menit, terdiri dari:
a. Evaluasi
Terapis menanyakan perasaan klien setelah mengikuti TAK
Terapis menanyakan manIaat mencurahkan perasaan melalui tulisan
Terapis memberikan puiian atas keberhasilan klien

b. Rencana tindak laniut
Terapis meminta klien untuk menuliskan aspek positiI lainnya yang belum
tercantum
c. Kontrak yang akan datang
Terapis membuat kesepakatan dengan klien TAK berikutnya : Sesi II
Peningkatan Harga diri
Terapis menyepakati waktu dan tempat TAK

G. EVALUASI
1. 100° klien mengikuti TAK dari awal sampai akhir
2. 80° kegiatan dilakukan sesuai dengan iadual kegiatan yang telah dibuat

H. ORMAT EVALUASI

ORMAT EVALUASI
Sesi 1 Stimulasi Sensori : Identifikikasi Hal Positif Diri
Kemampuan memberi respon terhadap tulisan

No Aspek yang dinilai Nama Klien
Tn. P Tn. Q Tn. R Tn. S Tn. T
1 Menuliskan aspek positif fisik
2 Menuliskan aspek positif identitas
3 Menuliskan aspek positif peran
4 Menuliskan harapan-harapan diri
5 Menuliskan penilaian tentang diri
secara positif

1UMLAH

Keterangan :
Dilakukan ÷ 1
Tidak dilakukan ÷ 0









TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK (TAK) STIMULASI SENSORI
Sesi 2 TAK Stimulasi Sensori : Menghargai Hal PositiI Orang Lain


A. TOPIK
Sesi 2 TAK Stimulasi Sensori : Menghargai Hal PositiI Orang Lain

. TU1UAN
1. Klien dapat memahami pentingnya menghargai orang lain
2. Klien dapat mengidentiIikasi hal-hal positiI orang lain
3. Klien dapat memberikan umpan balik positiI kepada orang lain

. LANDASAN TEORI
Kelompok adalah kumpulan individu yang memiliki hubungan satu dengan yang
lainnya, saling tergantung dan memiliki norma yang sama (Stuart & Laraia, 2001).
Tuiuan kelompok adalah membantu anggotanya dalam membangun hubungan dengan
orang lain serta mengubah perilaku yang destruktiI dan maladaptiI. Fungsi kelompok
adalah sebagai tempat saling berbagi pengalaman dan saling membantu satu sama lain,
untuk menemukan solusi dari masalah yang dihadapi.
Terapi Aktivitas Kelompok (TAK) adalah terapi yang dirancang untuk
meningkatkan kesehatan psikologis dan emosional pasien dengan masalah keperawatan
iiwa dan bertuiuan membantu anggota dalam meningkatkan koping dalam mengatasi
stressor dalam kehidupan. TAK memiliki tuiuan terapeutik dan tuiuan rehabilitatiI.
Terapi aktivitas kelompok dibagi empat, yaitu terapi aktivitas kelompok stimulasi
kognitiI/persepsi, terapi aktivitas kelompok stimulasi sensori, terapi aktivitas stimulasi
realita, dan terapi aktivitas kelompok sosialisasi. Pada kesempatan ini perawat akan
berIokus pada TAK stimulasi sensori.
TAK stimulasi sensori adalah upaya menstrimulasi semua pancaindera (sensori)
agar membari respon yang adekuat. Stimulasi sensori dapat berupa stimulus terhadap
pengelihatan, pendengaran, dan lai-lain seperti gambar, musik, tarian. Kemampuan klien
berespon terhadap stimulus dievaluasi dan ditingkatkan pada tiap sesi. Dengan proses
ini, diharapkan respon klien terhadap berbagai stimulus dalam kehidupan sesuai dengan
kenyataan.
Sebagian besar pasien di ruang Nakula mengalami masalah harga diri rendah dan
isolasi sosial. Pasien dengan isolasi sosial yang koheren dan kooperatiI hampir semuanya
sudah mengikuti TAK sosialisasi sesi dua sehingga sudah bisa mengikuti TAK yang lain.

D. KLIEN
4. Karakteristik/kriteria: Klien dengan gangguan konsep diri : harga diri rendah disertai
dengan kurangnya komunikasi verbal. Selain itu klien dapat diaiak bekeriasama, tidak
disorientasi, tidak inkoheren, tidak sedang mengalami halusinasi, sehat Iisik, cukup
kooperatiI serta dapat memahami pesan yang diberikan.
5. Proses seleksi: Klien diseleksi berdasarkan pengkaiian dari perawat. Penyeleksian
masalah berdasarkan masalah keperawatan. Kemudian mengklariIikasi klien dan
bekeriasama dengan perawat ruangan. Selaniutnya dilakukan kontrak dengan klien.
6. Jumlah klien: Terdiri dari 7 orang adalah Tn. P , Tn. Q, Tn. R, Tn.S, dan Tn. T

E. PENGORGANISASIAN
1. Waktu
4. Hari/tanggal : Kamis, 17 Maret 2011
5. Waktu : 08.45 s.d 09.30 WIB (45 menit)
6. Tempat : Ruang Kelas Angkatan 2007
2. Tim terapis
1. Setting : peserta dan terapis duduk bersama di kursi melingkari meia besar.
2. Ruangan nyaman dan tenang









Keterangan:
K : Klien L : Leader CL : Co Leader
O : Observer F : Fasilitator
L
CL
F
O
K
K
K K
K
3. Tim terapis dan uraian tugas
Leader: Riska Hediya Putri
Uraian tugas:
a. Menyusun proposal kegiatan TAK
b. Menielaskan tuiuan pelaksanaan TAK
c. Menielaskan peraturan kegiatan TAK sebelum kegiatan dimulai
d. Mampu memotivasi anggota untuk aktiI dalam kelompok
e. Mampu memimpin TAK dengan baik

Co Leader: Seva Rustiana
Uraian tugas:
d. Menyampaikan inIormasi dari Iasilitator ke leader tentang aktiIitas klien
e. Mengingatkan leader iika kegiatan menyimpang
I. Mengingatkan leader tentang waktu

Fasilitator: Anggi Kusuma
d. MemIasilitasi klien yang kurang aktiI
e. Berperan sebagai role model bagi klien selama kegiatan berlangsung
I. Mempertahankan kehadiran peserta

Observer: Madepan Mulia
Uraian tugas:
c. Mengobservasi ialannya/proses kegiatan
d. Mencatat perilaku verbal dan nonverbal klien selama kegiatan berlangsung

4. Alat :
1.Pena sebanyak klien yang mengikuti TAK
2.Kertas HVS putih sebanyak klien yang mengikuti TAK
3.Permen
5. Metode :
1. Diskusi
2. Permainan


. PROSES PELAKSANAAN
Langkah-langkah kegiatan :
1. Persiapan
a.Terapis mempersiapkan alat dan tempat
b.Terapis mengingatkan kontrak pada klien
2. Orientasi
Dilaksanakan selama 5 menit, terdiri dari:
a.Salam terapeutik
Terapis mengucapkan salam
b.Evaluasi/validasi
1. Terapis menanyakan perasaan klien saat ini
2. Terapis menanyakan apakah klien pernah menghargai orang lain
c. Kontrak
1. Terapis menielaskan tuiuan TAK
2. Terapis menielaskan aturan main
3. Masing-masing klien duduk di tempatnya sampai TAK selesai
4. Jika ada klien yang akan meninggalkan kelompok, harus meminta iiin kepada
terapis
5. Lama kegiatan 45 menit
6. Setiap klien mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir
7. Setiap klien yang telah memberikan penielasan atau pendapat akan diberikan
permen sebagai reward

3. Tahap keria
Tahap keria dilaksanakan selama 35 menit, terdiri dari :
a. Terapis membagikan kertas HVS dan pulpen untuk tiap klien
b. Terapis meminta klien untuk membagi kertas meniadi seiumlah klien yang ikut TAK
c. Terapis meminta klien menuliskan nama klien yang lain di sudut kanan atas kertas,
satu kertas untuk satu klien
d. Terapis meminta klien menuliskan hal-hal positiI temannya, sebanyak-banyaknya
yang bisa ditulis
e. Sementara klien menulis, terapis berkeliling dan memberi penguatan kepada klien
untuk terus menulis.
I. Terapis meminta klien menyerahkan hasil tulisannya ke klien sesuai nama di masing-
masing kertas
g. Terapis meminta masing-masing klien secara berurutan searah iarum iam, dimulai
dari klien yang ada di sebelah kiri terapis, untuk membacakan kertas yang telah
diberikan dan mengungkapkan perasaan setelah membaca kertas tersebut
h. Terapis memberikan puiian dan memberikan permen sebagai reward serta meminta
klien lain bertepuk tangan.

4. Tahap terminasi
Tahap terminasi dilaksanakan selama 5 menit, terdiri dari:
a. Evaluasi
Terapis menanyakan perasaan klien setelah mengikuti TAK
Terapis memberikan puiian atas keberhasilan kelompok
b. Rencana tindak laniut
Meminta klien menyimpan kertas tersebut dan membaca ulang iika sedang muncul
perasaan rendah dirinya
c. Kontrak yang akan datang
Terapis membuat kesepakatan dengan klien TAK berikutnya : Sesi III Menetapkan
Tuiuan Hidup yang Realistis
Terapis menyepakati waktu dan tempat TAK

G. EVALUASI
1. 100° klien mengikuti TAK dari awal sampai akhir
2. 80° kegiatan dilakukan sesuai dengan iadual kegiatan yang telah dibuat










H. ORMAT EVALUASI

ORMAT EVALUASI
Sesi 1I Stimulasi Sensori : Menghargai Hal Positif Orang lain
Kemampuan memberi respon terhadap tulisan

No Aspek yang dinilai Nama Klien
Tn. P Tn. Q Tn. R Tn. S Tn. T
1 Mengikuti kegiatan dari awal sampai
akhir

2 Membagi kertas meniadis eiumlah
klien yang ikut TAK

3 Menuliskan nama klien lain di
masing-masing kertas

4 Menuliskan hal-hal positiI klien lain
di masing-masing kertas

5 Menyerahkan kertas yang diisi ke
teman sesuai dengan namanya

6 Membaca kertas yang telah dibagikan
7 Mengungkapkan perasaan setelah
membacakan hal-hal positiI pada diri

JUMLAH

Keterangan :
Dilakukan ÷ 1
Tidak dilakukan ÷ 0







TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK (TAK) STIMULASI SENSORI
Sesi 3 TAK Stimulasi Sensori : Menetapkan Tuiuan Hidup yang Realistis


A. TOPIK
Sesi 3 TAK Stimulasi Sensori : Menetapkan Tuiuan Hidup yang Realistis

. TU1UAN
1. Klien mengetahui pentingnya menetapkan tuiuan hidup
2. Klien menetapkan tuiuan hidup yang realistis


. LANDASAN TEORI
Kelompok adalah kumpulan individu yang memiliki hubungan satu dengan yang
lainnya, saling tergantung dan memiliki norma yang sama (Stuart & Laraia, 2001).
Tuiuan kelompok adalah membantu anggotanya dalam membangun hubungan dengan
orang lain serta mengubah perilaku yang destruktiI dan maladaptiI. Fungsi kelompok
adalah sebagai tempat saling berbagi pengalaman dan saling membantu satu sama lain,
untuk menemukan solusi dari masalah yang dihadapi.
Terapi Aktivitas Kelompok (TAK) adalah terapi yang dirancang untuk
meningkatkan kesehatan psikologis dan emosional pasien dengan masalah keperawatan
iiwa dan bertuiuan membantu anggota dalam meningkatkan koping dalam mengatasi
stressor dalam kehidupan. TAK memiliki tuiuan terapeutik dan tuiuan rehabilitatiI.
Terapi aktivitas kelompok dibagi empat, yaitu terapi aktivitas kelompok stimulasi
kognitiI/persepsi, terapi aktivitas kelompok stimulasi sensori, terapi aktivitas stimulasi
realita, dan terapi aktivitas kelompok sosialisasi. Pada kesempatan ini perawat akan
berIokus pada TAK stimulasi sensori.
TAK stimulasi sensori adalah upaya menstrimulasi semua pancaindera (sensori)
agar membari respon yang adekuat. Stimulasi sensori dapat berupa stimulus terhadap
pengelihatan, pendengaran, dan lai-lain seperti gambar, musik, tarian. Kemampuan klien
berespon terhadap stimulus dievaluasi dan ditingkatkan pada tiap sesi. Dengan proses
ini, diharapkan respon klien terhadap berbagai stimulus dalam kehidupan sesuai dengan
kenyataan.
Sebagian besar pasien di ruang Nakula mengalami masalah harga diri rendah dan
isolasi sosial. Pasien dengan isolasi sosial yang koheren dan kooperatiI hampir semuanya
sudah mengikuti TAK sosialisasi sesi dua sehingga sudah bisa mengikuti TAK yang lain.

D. KLIEN
7. Karakteristik/kriteria: Klien dengan gangguan konsep diri : harga diri rendah disertai
dengan kurangnya komunikasi verbal. Selain itu klien dapat diaiak bekeriasama, tidak
disorientasi, tidak inkoheren, tidak sedang mengalami halusinasi, sehat Iisik, cukup
kooperatiI serta dapat memahami pesan yang diberikan.
8. Proses seleksi: Klien diseleksi berdasarkan pengkaiian dari perawat. Penyeleksian
masalah berdasarkan masalah keperawatan. Kemudian mengklariIikasi klien dan
bekeriasama dengan perawat ruangan. Selaniutnya dilakukan kontrak dengan klien.
9. Jumlah klien: Terdiri dari 7 orang adalah Tn. P , Tn. Q, Tn. R, Tn.S, dan Tn. T

E. PENGORGANISASIAN
1. Waktu
7. Hari/tanggal : Kamis, 17 Maret 2011
8. Waktu : 09.30 s.d 10.15 WIB (45 menit)
9. Tempat : Ruang Kelas Angkatan 2007
2. Tim terapis
1. Setting : peserta dan terapis duduk bersama di kursi melingkari meia besar.
2. Ruangan nyaman dan tenang









Keterangan:
K : Klien L : Leader CL : Co Leader
O : Observer F : Fasilitator
L
CL
F
O
K
K
K K
K
3. Tim terapis dan uraian tugas
Leader: Seva Rustiana
Uraian tugas:
a. Menyusun proposal kegiatan TAK
b. Menielaskan tuiuan pelaksanaan TAK
c. Menielaskan peraturan kegiatan TAK sebelum kegiatan dimulai
d. Mampu memotivasi anggota untuk aktiI dalam kelompok
e. Mampu memimpin TAK dengan baik

Co Leader: Anggi Kusuma
Uraian tugas:
g. Menyampaikan inIormasi dari Iasilitator ke leader tentang aktiIitas klien
h. Mengingatkan leader iika kegiatan menyimpang
i. Mengingatkan leader tentang waktu

Fasilitator: Madepan Mulia
g. MemIasilitasi klien yang kurang aktiI
h. Berperan sebagai role model bagi klien selama kegiatan berlangsung
i. Mempertahankan kehadiran peserta

Observer: Riska Hediya Putri
Uraian tugas:
e. Mengobservasi ialannya/proses kegiatan
I. Mencatat perilaku verbal dan nonverbal klien selama kegiatan berlangsung
4. Alat :
1. Pena sebanyak klien yang mengikuti TAK
2. Kertas HVS putih sebanyak klien yang mengikuti TAK
3. Permen
5. Metode :
1. Diskusi
2. Tanya iawab



. PROSES PELAKSANAAN
Langkah-langkah kegiatan :
1. Persiapan
a. Terapis mempersiapkan alat dan tempat
b. Terapis mengingatkan kontrak pada klien
2. Orientasi
Dilaksanakan selama 5 menit, terdiri dari:
a. Salam terapeutik : Terapis mengucapkan salam
b. Evaluasi/validasi
1. Terapis menanyakan perasaan klien saat ini
c. Kontrak
1. Terapis menielaskan tuiuan TAK
2. Terapis menielaskan aturan main
3. Masing-masing klien duduk di tempatnya sampai TAK selesai
4. Jika ada klien yang akan meninggalkan kelompok, harus meminta iiin kepada
terapis
5. Lama kegiatan 45 menit
6. Setiap klien mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir
7. Setiap klien yang telah memberikan penielasan atau pendapat akan diberikan
permen sebagai reward

3. Tahap keria
Tahap keria dilaksanakan selama 35 menit, terdiri dari :
a. Terapis membagikan kertas HVS dan pulpen untuk tiap klien
b. Terapis menielaskan pentingnya memiliki tuiuan hidup agar bersemangat, berusaha
mewuiudkan dan optimistis.
c. Terapis meminta klien untuk menuliskan masing-masing tuiuan hidup klien di kertas
yang telah dibagikan
d. Sementara klien menulis, terapis berkeliling dan memberi penguatan kepada klien
untuk terus menulis.
e. Terapis meminta klien membacakan tuiuan hidup yang telah ditulisnya, berurutan dari
klien yang berada di sebelah kiri terapis, searah iarum iam sampai semua
mendapatkan giliran.
I. Terapis memberikan puiian dan meminta klien lain bertepuk tangan.
g. Terapis meminta klien untuk melihat kembali tuiuan hidupnya, mencoret tuiuan yang
sulit (tidak mungkin) dicapai
h. Terapis meminta klien membaca tuiuan hidup yang benar-benar realistis (seperti
langkah e)
i. Terapis memberikan puiian dan memberikan permen sebagai reward serta meminta
klien lain bertepuk tangan.

4. Tahap terminasi
Tahap terminasi dilaksanakan selama 5 menit, terdiri dari:
a. Evaluasi
Terapis menanyakan perasaan klien setelah mengikuti TAK
Terapis memberikan puiian atas keberhasilan kelompok
b. Rencana tindak laniut
Meminta klien menuliskan lagi tuiuan hidup yang mungkin masih ada
c. Kontrak yang akan datang
Terapis membuat kesepakatan dengan klien TAK berikutnya
Terapis menyepakati waktu dan tempat TAK
G. EVALUASI
3. 100° klien mengikuti TAK dari awal sampai akhir
4. 80° kegiatan dilakukan sesuai dengan iadual kegiatan yang telah dibuat














H. ORMAT EVALUASI

ORMAT EVALUASI
Sesi 1II Stimulasi Sensori : Menetapkan Tujuan Hidup yang Realistis
Kemampuan memberi respon terhadap tulisan

No Aspek yang dinilai Nama Klien
Tn. P Tn. Q Tn. R Tn. S Tn. T
1 Menyebutkan pentingnya tuiuan
hidup

2 Menuliskan tuiuan hidup
3 Membacakan tuiuan hidup
4 Memilih tuiuan hidup yang realistis
JUMLAH

Keterangan :
Dilakukan ÷ 1
Tidak dilakukan ÷ 0



ReIerensi:
Keliat, Budi A., Arkemat. (2004). Keperawatan Jiwa .Terapi Aktivitas Kelompok. Jakarta:
EGC

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->