Anda di halaman 1dari 19

Karya Tulis Ilmiah

Penyalahgunaan Narkoba

Disusun oleh: Putri Apriliana


XI.IPA.6 SMAN 4
Kata Pengantar

Dengan mengucapkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT, dan atas segala Rahmat-Nya
sehingga saya dapat menyelesaikan karya ilmiah dengan judul “ PENYALAHGUNAAN
NARKOBA ”. 
Karya ilmiah ini disusun dalam rangka memenuhi tugas mata pelajaran Bahasa Indonesia.
Karya tulis ini menganalisa tentang pencegahan narkoba yaitu maraknya anak remaja yang
tercandu narkoba pada saat ini.
Saya selaku pembuat karya tulis ini menyadari bahwa karya tulis ini masih terdapat kekurangan
dan kelemahannya. Oleh karena itu, harap dimaklum karena saya sendiri masih dalam tahap
belajar dan masih butuh pembelajaran yang banyak. Saya tidak lupa mengucapkan terima kasih
kepada ibu Nana atas arahan dan bimbingannya dalam mengerjakan tugas ini, dan orang tua saya
yang memberi dukungan dalam mengerjakan tugas ini.
Semoga karya tulis ini bermanfaat, khususnya bagi saya sendiri dan bagi pembaca karya tulis ini.

2
Daftar Isi

Kata pengantar ……………………………………………………………….2

Daftar isi ………………………………………………………………...........3

Bab 1 Pendahuluan

1.1 Latar Belakang ………..………………………………………4


1.2 Rumusan Masalah …….………………………………………4
1.3 Tujuan Penulisan ……………………………………………...5
1.4 Metode Penulisan …………………………………………......5
1.5 Manfaat Penulisan . …………………………………………...5
1.6 Sistematika Penulisan .………………………………………...6

Bab II Pembahasan

2.1 Landasan Teori ……………………………………………….7

Bab III Penutup

3.1 Simpulan ……………………………………………………...16

3.2 Saran ………………………………………………………….17

3.3 Penutup ……………………………………………………….17

Daftar Pustaka…………………………………………………………………18

3
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Permasalahan narkoba saat ini telah membahayakan remaja. Pemberitaan di media massa
tentang penangkapan produser narkoba yang telah memproduksi ribuan narkoba membuat
kita prihatin. Indonesia tidak hanya menjadi daerah pemasaran gelap narkoba tetapi juga
sebagai daerah produser narkoba.
Hingga kini penyebaran narkoba sudah hampir tak bisa dicegah. Bandar narkoba aktif
mencari mangsa yang tidak hanya orang dewasa melainkan telah menyebar didaerah sekolah,
sehingga banyak pelajar yang terjerumus narkoba. Jumlah kasus penyalahgunaan dan
peredaran gelap narkoba yang dilaporkan terus meningkat, pada tahun 1999 berjumlah 1.833
kasus, tahun 2000 berjumlah 3.478 kasus dan pada tahun 2001 berjumlah 3.617 kasus
(sumber data Badan Narkotika Nasional). Tentu saja hal ini bisa membuat para orang tua,
serta pemerintah khawatir akan penyebaran narkoba yang begitu meraja rela. 
Upaya pemberantas narkoba pun sudah sering dilakukan, namun masih sedikit
kemungkinan untuk menghindarkan narkoba dari kalangan remaja maupun dewasa, bahkan
anak-anak usia SD dan SMP pun banyak yang terjerumus narkoba. Berdasarkan
permasalahan di atas maka saya tertarik untuk membuat karya tulis tentang “Pencegahan
Penyalahgunaan Narkoba di Kalangan Pelajar”

1.2 RUMUSAN MASALAH

Permasalahannya adalah:

a. Apa yang dimaksud dengan Narkoba?


b. Macam-macam jenis-jenis Narkoba?
c. Apa saja dampak atau gejala yang ditimbulkan dari penggunaan Narkoba?

4
d.Bagaimana cara penyebaran Narkoba?
e. Macam-macam manfaat dan kegunaan dari narkoba?
f. Apa pencegahan Penyalahgunaan Narkoba?

1.3 TUJUAN MASALAH

Tujuannya adalah:

a.Menjelaskan pengertian Narkoba.


b. Menginformasikan macam-macam jenis-jenis Narkoba.
c. Menjelaskan dampak yang ditimbulkan dari penggunaan narkoba.
d. Memberikan saran dalam pencegahan Penyalahgunaan Narkoba di Kalangan Pelajar.

1.4 METODE PENULISAN

Dalam penulisan karya tulis ini untuk memperoleh data-data yang dibutuhkan penulis
menggunakan metode penulisan studi kepustakaan yaitu penulis membaca buku-buku dan
kumpulan-kumpulan artikel yang berkaitan dengan karya ilmiah ini.

1.5 MANFAAT PENULISAN

Karya tulis ini diharapkan dapat memberikan manfaat kepada seluruh pembaca karya ini,
sebagai berikut:

a. Seluruh siwa/siswi maupun pelajar, dalam mengenal narkoba dan diharapkan sebagai
panutan sekaligus upaya pencegahan narkoba.
b. Sekolah, sebagai informasi dan penyuluhan atau arahan dalam upaya pencegahan narkoba
dilingkungan sekolah.
c. Masyarakat, sebagai informasi dan membuat wacana untuk bersama-sama berperan aktif
dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar.

5
1.6 SISTEMATIKA PENULISAN

Untuk memudahkan dalam mengkaji permasalahan-permasalahan yang ada, saya


mencoba menyusunnya sedemikian rupa sehingga permasalahan-permasalahan dapat
terjawab secara sistematis. Adapun sistematika permasalahan ini adalah:
BAB I PENDAHULUAN
Berisi latar belakang penulisan (masalah, rumusan masalah, tujuan penulisan, metode
penulisan serta sistematika penulisan)
BAB II PEMBAHASAN
Pada bab ini kami mencoba menjawab permasalahan-permasalahan pada Bab I .
BAB III KESIMPULAN
Pada bab ini berisi uraian intisari dari permasalahan-permasalahan yang dipermasalahkan dan
dibahas pada bab sebelumnya.
BAB IV PENUTUP

6
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 LANDASAN TEORI

Sejarah narkoba yaitu kurang lebih th. 2000 SM di Samaria dikenal sari bunga opion atau
kemudian dikenal opium (candu = papavor somniferitum). Bunga ini tumbuh subur di daerah
dataran tinggi di atas ketinggian 500 meter di atas permukaan laut. Penyebaran selanjutnya
adalah ke arah India, Cina dan wilayah-wilayah Asia lainnya. Cina kemudian menjadi tempat
yang sangat subur dalam penyebaran candu ini (dimungkinkan karena iklim dan keadaan
negeri). Memasuki abad ke XVII masalah candu ini bagi Cina telah menjadi masalah
nasional, bahkan di abad XIX terjadi perang candu dimana akhirnya Cina ditaklukan Inggris
dengan harus merelakan Hong Kong. Tahun 1806 seorang dokter dari Westphalia bernama
Friedrich Wilhelim sertuner menemukan modifikasi candu yang dicampur amoniak yang
kemudian dikenal sebagai Morphin (diambil dari nama dewa mimpi Yunani yang bernama
Morphius). Tahun 1856 waktu pecah perang saudara di A.S. Morphin ini sangat populer
dipergunakan untuk penghilang rasa sakit luka-luka perang sebagian tahanan-tahanan
tersebut "ketagihan" disebut sebagai "penyakit tentara" tahun 1874 seorang ahli kimia
bernama Alder Wright dari London, merebus cairan morphin dengan asam anhidrat (cairan
asam yang ada pada sejenis jamur) Campuran ini membawa efek ketika diuji coba kepada
anjing yaitu anjing tersebut tiarap, ketakutan, mengantuk dan muntah-muntah. Namun tahun
1898 pabrik obat "Bayer" memproduksi obat tersebut dengan nama Heroin, sebagai obat
resmi penghilang sakit (pain killer). Tahun 60an 70an pusat penyebaran candu dunia berada
pada daerah "Golden Triangle" yaitu Myanmar, Thailand & Laos. Dengan produksi 700 ribu
ton setiap tahun. Juga pada daerah "Golden Crescent" yaitu Pakistan, Iran dan Afganistan
dari Golden Crescent menuju Afrika danAmerika. Selain morphin & heroin adalagi jenis lain
yaitu kokain (ery throxylor coca) berasal dari tumbuhan coca yang tumbuh di Peru dan
Bolavia. Biasanya digunakan untuk penyembuhan Asma dan TBC. Di akhir tahun 70-an
ketika tingkat tekanan hidup manusia semakin meningkat serta tekhnologi mendukung maka

7
diberilah campuran-campuran khusus agar candu tersebut dapat juga dalam bentuk obat-
obatan.

Narkoba singkatan dari Narkotika, Psikotropika dan Bahan Adiktif adalah bahan atau zat
yang jika dimasukan dalam tubuh manusia, baik secara diminum, dihirup, maupun
disuntikan, dapat mengubah pikiran, suasana hati atau perasaan, dan perilaku seseorang.
Selain Narkoba, istilah lain yang diperkenalkan khususnya oleh Departemen Kesehatan
Republik Indonesia adalah Napza yang merupakan singkatan dari Narkotika, Psikotropika
dan Zat Adiktif. Narkoba dapat menimbulkan ketergantungan atau adiksi fisik dan psikologi.
Pengertian dari Narkotika, Psikotoprika, dan Bahan Adiktif adalah sebagai berikut:

 Menurut UU No.22 Tahun 1997 tentang Narkotika disebutkan Narkotika adalah


zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetis maupun
semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran,
hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat
menimbulkan ketergantungan.
 Psikotropika adalah zat atau obat, baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika,
yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat
yang menyebabkan perubahan khas pada aktivitas mental dan perilaku.
 Bahan adiktif adalah zat atau bahan lain bukan narkotika dan psikotropika yang
berpengaruh pada kerja otak dan dapat menimbulkan ketergantungan.

Meskipun demikian kiranya sangat penting untuk diketahui bahwa tidak semua jenis
narkotika dan psikotropika dilarang penggunaannya. Karena cukup banyak pula narkotika dan
psikotropika yang memiliki manfaat besar di bidang kedokteran dan untuk kepentingan
pengembangan pengetahuan. Menurut UU No.22 Tahun 1997 dan UU No.5 Tahun 1997
narkotika dan psikotropika yang termasuk dalam golongan 1 merupakan jenis zat yang
dikategorikan illegal. Akibat dari status illegalnya tersebut siapapun yang memiliki,
memproduksi, menggunakan, mendistribusikan atau mengedarkan narkotika dan psikotropika
golongan 1 dapat dikenakan pidana sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

8
Jenis-jenis Narkoba diantaranya adalah: 

A. OPIAT (PUTAUW)
Nama lainnya adalah Pe-te, zat ini adalah turunan ke lima dan ke enam dari Heroin
yang dibuat dari bunga yang namanya Opium. Ada dua jenis yaitu jenis Banana dan jenis
Snow White yang berbentuk seperti bedak.
Ciri pengguna putaw:
Pada tahap awal biasanya pengguna akan terlihat tidak bersemangat, mata sayu, pucat,
tidak dapat berkonsentrasi, hidung sering terasa gatal, mual dan selalu terlihat
mengantuk. Kurus karena nafsu makan berkurang, emosi sangat labil, sehingga sering
marah dan sering pusing atau sakit kepala. Sedangkan sakaw adalah terhentinya suplai
PUTAUW sehingga akan menimbul wajar dan pemakai terlihat menggigil seperti
kedinginan.
B. AMFETAMIN (SHABU – SHABU)
Ini adalah nama GAUL dari Methamphetamine ,berbentuk kristal seperti gula pasir
atau seperti VETSIN (bumbu penyedapmakanan). Ada beberapa jenis antara lain :
Chystal ,Coconut Gold River.
Ciri pengguna shabu-shabu :
Setelah menggunakannya ,pemakai akan terlihat bersemangat , tapi juga cenderung
Paranoid (suka curiga) ,terkesan tidak bisa diam, tidak bisa tidur karena cenderung untuk
terus beraktivitas ,tapi tetap akan sulit berfikir dengan baik.
C. BENZODIAZEPIN (ECSTASY)
Yang satu ini adalah zat Psikotropika ,jenis yang populer beredar dimasyarakat
adalah : Alladin Apel , Electric , Butter fly dengan nama Gaul yang bermacam - macam.
Ciri pengguna ectasy:
Setelah memakai pengguna akan menjadi energik tapi mata sayu dan pucat, berkeringat
dan tidak bisa diam ,dan susah tidur. Efek Negatif yang dapat timbul adalah kerusakan
saraf otak dehidrasi (kurang cairan) ,gangguan lever ,tulang dan gigi keropos , kerusakan
saraf mata dan tidak nafsu makan.

9
D. CANNABIS (GANJA)
Cannabis atau yang dikenal juga dengan nama Tetrahidrocana hidrol ,adalah jenis
tanaman yang dikeringkan dengan efek dapat membuat pemakainya menjadi TELER
atau FLY.
Ciri pengguna cannabis
Biasanya setelah menggunakan mata akan terlihat sembah atau kantung mata terlihat
bengkak merah dan berair , terlihat sering bengong ,pendengaran seperti berkurang , sulit
berpikir perasaan gembira dan selalu tertawa ,tapi juga dapat cepat menjadi marah dan
tidak bergairah.

Dampak dari penggunaan Narkoba yang berlebihan:

 Opiat (heroin, morfin, ganja)


- Perasaan senang dan bahagia - Rasa mual
- Bicara cadel - Malas bergerak
- Pupil mata mengecil (melebar jika overdosis) - Acuh tak acuh
- Gangguan perhatian/daya ingat - Mengantuk
 Ganja (cannabis)
- Rasa senang dan bahagia - Mulut kering
- Pengendalian diri kurang - Nafsu makan meningkat
- Sering menguap/ngantuk - Santai dan lemah
- Kurang konsentrasi - Mata merah
- Depresi  - Acuh tak acuh
 Amfetamin (shabu, ekstasi)
- Kewaspadaan meningkat - Bergairah
- Rasa senang dan bahagia - Sukar tidur atau insomnia
- Pupil mata melebar - Hilang nafsu makan
- Denyut nadi dan tekanan darah meningkat

10
 Kokain
- Denyut jantung cepat - Agitasi psikomotor atau gelisah

- Euforia/rasa gembira berlebihan - Banyak bicara


- Rasa harga diri meningkat - Kewaspadaan meningkat
- Kejang - Mual / muntah
- Berkeringat / rasa dingin - Mudah berkelahi
- Pupil ( manik mata) melebar - Tekanan darah meningkat
- Psikosis - Perdarahan darah otak
- Penyumbatan pembuluh darah - Distonia (kekakuan otot leher)
- Nystagmus horisontal/mata bergerak tak terkendali
 Alkohol
- Bicara cadel - Jalan sempoyongan
- Wajah kemerahan - Mudah marah
- Banyak bicara - Nafas bau alkohol
- Gangguan pemusatan perhatian 
 Benzodiazepin (pil nipam, BK, mogadon)
- Bicara cadel - Banyak bicara
- Jalan sempoyongan - Mudah marah
- Wajah kemerahan - Gangguan pemusatan perhatian

Tanda-Tanda Kemungkinan Penyalahgunaan Narkotika dan Zat adiktif  adalah:

 Fisik
- Berat badan turun drastis
- Mata terlihat cekung dan merah, muka pucat, dan bibir kehitam-hitaman
- Tangan penuh dengan bintik-bintik merah, seperti bekas gigitan nyamuk dan
ada tanda bekas luka sayatan. Goresan dan perubahan warna kulit di tempat 
bekas suntikan

11
- Buang air besar dan kecil kurang lancer

 Emosi
- Sangat sensitif dan cepat bosan
- Bila ditegur atau dimarahi, dia malah menunjukkan sikap membangkang
- Emosinya naik turun dan tidak ragu untuk memukul orang atau berbicara  
kasar terhadap anggota keluarga atau orang di sekitarnya
- Nafsu makan tidak menentu
 Perilaku
- Malas dan sering melupakan tanggung jawab dan tugas-tugas rutinnya
- Menunjukkan sikap tidak peduli dan jauh dari keluarga
- Sering bertemu dengan orang yang tidak dikenal keluarga, pergi tanpa pamit 
dan pulang lewat tengah malam
- Suka mencuri uang di rumah, sekolah ataupun tempat pekerjaannya
- Menggadaikan barang yang berharga dirumahnya Begitupun dengan miliknya
- Selalu kehabisan uang
- Waktunya di rumah kerapkali dihabiskan di kamar tidur, kloset, gudang dll
- Takut akan air, jika terkena akan terasa sakit karena itu mereka jadi malas
mandi
- Sering batuk-batuk dan pilek berkepanjangan, biasanya terjadi pada sat Gejala
“putus zat”
- Sikapnya cenderung jadi manipulatif dan tiba-tiba tampak manis bila ada
maunya
- Sering berbohong dan ingkar janji dengan berbagai macam alasan
- Mengalami jantung berdebar-debar
- Sering menguap
- Mengeluarkan air mata berlebihan
- Mengeluarkan keringat berlebihan
- Sering mengalami mimpi buruk
- Mengalami nyeri kepala
- Mengalami nyeri/ngilu sendi-sendi

12
Penyebaran narkoba hingga kini sudah hampir tak bisa dicegah. Mengingat hampir
seluruh penduduk dunia dapat dengan mudah mendapat narkoba dari oknum-oknum yang
tidak bertanggung jawab. Misalnya saja dari bandar narkoba yang senang mencari mangsa
didaerah sekolah, diskotik, tempat pelacuran, dan tempat-tempat perkumpulan genk. Tentu
saja hal ini bisa membuat para orang tua, pemerintah khawatir akan penyebaran narkoba
yang begitu meraja rela. Upaya pemberantas narkoba pun sudah sering dilakukan, namun
masih sedikit kemungkinan untuk menghindarkan narkoba dari kalangan remaja maupun
dewasa, bahkan anak-anak usia SD dan SMP pun banyak yang terjerumus narkoba. Hingga
saat ini upaya yang paling efektif untuk mencegah penyalahgunaan Narkoba pada anak-anak
yaitu dari pendidikan keluarga. Orang tua diharapkan dapat mengawasi dan mendidik
anaknya untuk selalu menjauhi Narkoba.

Manfaat dari Tumbuhan ganja telah dikenal manusia sejak lama dan digunakan sebagai
bahan pembuat kantung karena serat yang dihasilkannya kuat. Biji ganja juga digunakan
sebagai sumber minyak. Namun demikian, karena ganja juga dikenal sebagai sumber
narkotika dan kegunaan ini lebih bernilai ekonomi, orang lebih banyak menanam untuk hal
ini dan di banyak tempat disalahgunakan. Di sejumlah negara penanaman ganja sepenuhnya
dilarang. Di beberapa negara lain, penanaman ganja diperbolehkan untuk kepentingan
pemanfaatan seratnya. Syaratnya adalah varietas yang ditanam harus mengandung bahan
narkotika yang sangat rendah atau tidak ada sama sekali. Sebelum ada larangan ketat
terhadap penanaman ganja, di Aceh daun ganja menjadi komponen sayur dan umum
disajikan. Bagi penggunanya, daun ganja kering dibakar dan dihisap seperti rokok, dan bisa
juga dihisap dengan alat khusus bertabung yang disebut bong.

 Budidaya adalah tanaman ini ditemukan hampir disetiap negara tropis. Bahkan
beberapa negara beriklim dingin pun sudah mulai membudidayakannya dalam
rumah kaca.
 Morfin adalah alkaloid analgesik yang sangat kuat dan merupakan agen aktif
utama yang ditemukan pada opium. Morfin bekerja langsung pada sistem saraf
pusat untuk menghilangkan sakit. Efek samping morfin antara lain adalah

13
penurunan kesadaran, euforia, rasa kantuk, lesu, dan penglihatan kabur. Morfin
juga mengurangi rasa lapar, merangsang batuk, dan meyebabkan konstipasi.
Morfin menimbulkan ketergantungan tinggi dibandingkan zat-zat lainnya. Pasien
morfin juga dilaporkan menderita insomnia dan mimpi buruk. Dan kata "morfin"
berasal dari Morpheus, dewa mimpi dalam mitologi Yunani.
 Kokain adalah senyawa sintetis yg memicu metabolisme sel menjadi sangat cepat.
Kokain merupakan alkaloid yang didapatkan dari tanaman Erythroxylon coca,
yang berasal dari Amerika Selatan, dimana daun dari tanaman ini biasanya
dikunyah oleh penduduk setempat untuk mendapatkan “efek stimulan”. Saat ini
Kokain masih digunakan sebagai anestetik lokal, khususnya untuk pembedahan
mata, hidung dan tenggorokan, karena efek vasokonstriksifnya juga membantu.
Kokain diklasifikasikan sebagai suatu narkotika, bersama dengan morfin dan
heroin karena efek adiktif.
Upaya pencegahan terhadap penyebaran narkoba di kalangan pelajar, sudah
sewajarnya menjadi tanggung jawab bersama. Dalam hal ini semua pihak termasuk
orang tua, guru, dan masyarakat harus turut berperan aktif dalam mewaspadai ancaman
narkoba terhadap anak-anak dan selaku masih remaja sebaiknya menjauh karna efek yang
ditimbulkan akan berbahaya bagi tubuh kita. Adapun upaya-upaya yang lebih benarnya
yang dapat orang tua, sekolah, adalah melakukan kerja sama dengan pihak yang
berwenang untuk melakukan penyuluhan tentang bahaya narkoba, atau mungkin
mengadakan razia mendadak secara rutin. Kemudian pendampingan dari orang tua siswa
itu sendiri dengan memberikan perhatian dan kasih sayang. Pihak sekolah harus
melakukan pengawasan yang ketat terhadap gerak-gerik anak didiknya, karena biasanya
penyebaran (transaksi) narkoba sering terjadi di sekitar lingkungan sekolah.
Yang tak kalah penting adalah, pendidikan moral dan keagamaan harus lebih ditekankan
kepada siswa. Karena salah satu penyebab terjerumusnya anak-anak ke dalam lingkaran
setan ini adalah kurangnya pendidikan moral dan keagamaan yang mereka serap,
sehingga perbuatan tercela seperti ini pun, akhirnya mereka jalani. Dengan berbagai
upaya tersebut di atas, mari jaga dan awasi anak didik, dari bahaya narkoba tersebut,
sehingga harapan untuk menerusrkan generasi yang cerdas dan tangguh di masa yang

14
akan datang dapat terealisasikan dengan baik.

Apa yang masih bisa dilakukan?

Banyak yang masih bisa dilakukan untuk mencegah remaja menyalahgunakan


narkoba dan membantu remaja yang sudah terjerumus penyalahgunaan narkoba.
Ada tiga tingkat intervensi yaitu:

1. Primer, sebelum penyalahgunaan terjadi biasanya dalam bentuk pendidikan,


penyebaran informasi mengenai bahaya narkoba, pendekatan melalui keluarga,
dll. Instansi pemerintah seperti halnya BKKBN lebih banyak berperan pada tahap
intervensi ini. Kegiatan dilakukan seputar pemberian informasi melalui berbagai
bentuk materi KIE yang ditujukan kepada remaja langsung dan keluarga.

2. Sekunder, pada saat penggunaan sudah terjadi dan diperlukan upaya


penyembuhan (treatment). Tahap ini meliputi tahap penerimaan awal
(initialintake) antara 1 - 3 hari dengan melakukan pemeriksaan fisik dan mental,
dan tahape detoksifikasi dan terapi komplikasi medik, antara 1 - 3 minggu untuk
melakukan pengurangan ketergantungan bahan-bahan adiktif secara bertahap.

3. Tertier, yaitu upaya untuk merehabilitasi merekayang sudah memakai dan


dalam proses penyembuhan. Tahap ini biasanya terdiri atas tahap stabilisasi,
antara 3-12 bulan, untuk mempersiapkan pengguna kembali ke masyarakat, dan
tahap sosialiasi dalam masyarakat, agar mantan penyalahguna narkoba mampu
mengembangkan kehidupan yang bermakna di masyarakat. Tahap ini biasanya
berupa kegiatan konseling, membuat kelompok-kelompok dukungan,
mengembangkan kegiatan alternative.

1. www.wikimu.com

15
2. Endah Asnawati, “Artikel Bahayanya Narkoba”, Pikiran Rakyat, 27 Oktober, 2010,
hal 6.
3. Remaja Indonesia.”Sejarah Narkoba”, Google, 5 Maret, 2011.

BAB III

PENUTUP

3.1 Simpulan

Narkoba adalah singkatan dari narkotika dan obat-obatan terlarang. Sementara nafza


merupakan singkatan dari narkotika, alkohol, dan zat adiktif lainnya (obat-obat terlarang,
berbahaya yang mengakibatkan seseorang mempunyai ketergantungan terhadap obat-obat
tersebut). Kedua istilah tersebut sering digunakan untuk istilah yang sama, meskipun
istilah nafza lebih luas lingkupnya. Narkotika berasal dari tiga jenis tanaman, yaitu
candu, ganja, dan koka. Ketergantungan obat dapat diartikan sebagai keadaan yang
mendorong seseorang untuk mengonsumsi obat-obat terlarang secara berulang-ulang atau
berkesinambungan. Apabila tidak melakukannya dia merasa ketagihan (sakau) yang
mengakibatkan perasaan tidak nyaman bahkan perasaan sakit yang sangat pada tubuh .
bahayanya bagi seorang pelajar . Artinya usia tersebut ialah usia produktif atau usia
pelajar.Pada awalnya, pelajar yang mengonsumsi narkoba biasanya diawali dengan
perkenalannya dengan rokok. Karena kebiasaan merokok ini sepertinya sudah menjadi
hal yang wajar di kalangan pelajar saat ini. Dari kebiasaan inilah, pergaulan terus
meningkat, apalagi ketika pelajar tersebut bergabung ke dalam lingkungan orang-orang
yang sudah menjadi pencandu narkoba. Awalnya mencoba lalu kemudian mengalami
ketergantungan. Dampak negatif penyalahgunaan narkoba terhadap anak atau remaja
yaitu perubahan dalam sikap dan kepribadian, sering membolos, menurunnya
kedisiplinan dan nilai-nilai pelajaran, menjadi mudah tersinggung dan cepat marah,
sering menguap, mengantuk, malas, tidak memedulikan kesehatan diri, suka mencuri
untuk membeli narkoba. Akibatnya generasi harapan bangsa yang tangguh dan cerdas
hanya akan tinggal kenangan. Sasaran dari penyebaran narkoba ini adalah kaum muda
atau remaja. Kalau dirata-ratakan usia sasaran narkoba ini adalah usia pelajar yaitu

16
berkisar umur 11 sampai 24 tahun. Hal tersebut mengindikasikan bahwa bahaya narkoba
sewaktu-waktu dapat mengincar anak remaja atau siapa saja dan kapan saja. Karena
pemuda sebagai generasi yang diharapkan menjadi penerus bangsa, semakin hari semakin
rapuh digerogoti zat-zat adiktif penghancur syaraf dan pemuda tersebut tidak dapat
berpikir jernih lagi.

3.2 Saran
Upaya pencegahan akan bisa dioptimalkan apabila ada kerjasama yang harmonis dan
sinergis antara sekolah, masyarakat dan pemerintah. Bagi guru yaitu memberikan penyuluhan
atau mengadakan razia dadakan untuk muridnya dan bagi siswa maupun pelajar tak ada
gunanya menggunakan narkoba karena itu membahayakan bagi tubuh dan menjerumuskan si
pengguna kedalam kehidupan kegelapan juga kesengsaraan yang mengakibatkan kematian
atau membunuh diri sendiri perlahan-lahan.
3.3 Penutup
Demikian karya tulis ini untuk memenuhi tugas mata pelajaran Bahasa Indonesia. Semoga
dapat bermanfaat bagi saya khususnya dan pembaca pada umumnya mengenai pencegahan
penggunaan narkoba yang dapat merusak masa depan kita. Atas perhatiannya saya ucapkan
terima kasih. 

17
DAFTAR PUSTAKA 

Asnawati, Endah, 2009. “Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba.” BNN. Jakarta.


Asnawati Endah, 2009. “Jenis-jenis Narkoba dan aspek Kesehatan penyalahgunaan
Narkoba”. BNN. Jakarta.

18
19