Anda di halaman 1dari 13

Laporan Praktikum Hari, tanggal : Kamis, 10 Maret 2011

Peralatan Industri Pertanian Golongan :A


Dosen : Ir. Ade Iskandar, M.Si.
Asisten :
1. Faiz N. Samara F34070028
2. Yana Taryana F34070036

BOILER

Oleh :
Ani Nuraisyah ( F34090058)
Ady Mentayadiputra ( F34090148 )

2011
DEPARTEMEN TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN
FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
BOGOR
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Industri-industri baik besar maupun kecil, tidak akan terlepas dari adanya
pembangkit tenaga untuk menjalankan mesin-mesin produksi maupun mesin-mesin
penunjang yang digunakan.
Salah satu pembangkit tenaga yang sangat populer dan paling banyak
digunakan untuk industri skala besar yakni mesin boiler. Mesin boiler banyak dipakai
untuk industri besar karena menghasilkan tenaga yang besar dibanding dengan
pembangkit listrik. Dilihat dari aspek ekonomis lebih murah dibanding yang lain
karena bahan bakar dapat disesuaikan dengan bahan bakar yang tersedia. Boiler
terbagi menjadi dua macam yaitu boiler pipa api dan pipa air. Pemakaiannya pun
dapat disesuaikan dengan kebutuhan.
BAB II
METODOLOGI

A. Alat dan Bahan


Alat yang digunakan meliputi mesin vacuum frying dan boiler. Adapun bahan, pada
praktikum kali ini tidak menggunakan bahan.

B. Metode
Metode yang digunakan pada praktikum kali ini adalah pengamatan. Mesin Vacuum
Frying dan mesin boiler diamati cara kerja mesin tersebut, prinsip kerja mesin tersebut,
komponen-konponen penyusun atau bagian-bagian dari mesin tersebut, fungsi dari
komponen-komponen penyusun, dan tipe-tipe mesin.
BAB III
PEMBAHASAN

Mesin Boiler
Boiler adalah bejana tertutup dimana panas pembakaran dialirkan ke air
sampai terbentuk air panas atau steam. Air panas atau steam pada tekanan tertentu
kemudian digunakan untuk mengalirkan panas ke suatu proses. Air adalah media
yang berguna dan murah untuk mengalirkan panas ke suatu proses. Jika air
dididihkan sampai menjadi steam, volumnya akan meningkat sekitar 1.600 kali,
menghasilkan tenaga yang menyerupai bubuk mesiu yang mudah meledak,
sehingga boiler merupakan peralatan yang harus dikelola dan dijaga dengan sangat
baik.
Sistem boiler terdiri dari: sistem air umpan, sistem steam dan sistem bahan bakar.
Sistem air umpan menyediakan air untuk boiler secara otomatis sesuai dengan
kebutuhan steam. Berbagai kran disediakan untuk keperluan perawatan dan
perbaikan. Sistem steam mengumpulkan dan mengontrol produksi steam dalam
boiler. Steam dialirkan melalui system pemipaan ke titik pengguna. Pada
keseluruhan sistem, tekanan steam diatur menggunakan kran dan dipantau dengan
alat pemantau tekanan. Sistem bahan bakar adalah semua peralatan yang
digunakan untuk menyediakan bahan bakar untuk menghasilkan panas yang
dibutuhkan. Peralatan yang diperlukan pada sistem bahan bakar tergantung pada
jenis bahan bakar yang digunakan pada sistem.
Air yang disuplai ke boiler untuk dirubah menjadi steam disebut air umpan. Dua
sumber air umpan adalah: (1) Kondensat atau steam yang mengembun yang
kembali dari proses dan (2) Air makeup (air baku yang sudah diolah) yang harus
diumpankan dari lua r ruang boiler dan plant proses. Untuk mendapatkan efisiensi
boiler yang lebih tinggi, digunakan economizer untuk memanaskan awal air umpan
menggunakan limbah panas pada gas buang.
 Tipe-tipe Boiler
Secara umum boiler dikenal dengan dua tipe, yaitu: Fire tube boiler, Water tube
boiler.
1. Fire Tube Boiler
Pada fire tube boiler, gas panas melewati pipa-pipa dan air umpan boiler
ada didalam shell untuk dirubah menjadi steam. Fire tube boilers biasanya
digunakan untuk kapasitas steam yang relative kecil dengan tekanan steam
rendah sampai sedang. Sebagai pedoman, fire tube boilers kompetitif untuk
kecepatan steam sampai 12.000 kg/jam dengan tekanan sampai 18 kg/cm2. Fire
tube boilers dapat menggunakan bahan bakar minyak bakar, gas atau bahan
bakar padat dalam operasinya. Untuk alasan ekonomis, sebagian besar fire tube
boilers dikonstruksi sebagai “paket” boiler (dirakit oleh pabrik) untuk semua
bahan bakar.
Gambar 1. Fire Tube Boiler
2. Water Tube Boiler
Pada water tube boiler, air umpan boiler mengalir melalui pipa-pipa masuk
ke dalam drum. Air yang tersirkulasi dipanaskan oleh gas pembakar membentuk
steam pada daerah uap dalam drum. Boiler ini dipilih jika kebutuhan steam dan
tekanan steam sangat tinggi seperti pada kasus boiler untuk pembangkit tenaga.
Water tube boiler yang sangat modern dirancang dengan kapasitas steam
antara 4.500 – 12.000 kg/jam, dengan tekanan sangat tinggi. Banyak water tube
boilers yang dikonstruksi secara paket jika digunakan bahan bakar minyak bakar
dan gas. Untuk water tube yang menggunakan bahan bakar padat, tidak umum
dirancang secara paket. Karakteristik water tube boilers sebagai berikut:
Forced, induced dan balanced draft membantu untuk meningkatkan efisiensi
pembakaran
Kurang toleran terhadap kualitas air yang dihasilkan dari plant pengolahan
air.
Memungkinkan untuk tingkat efisiensi panas yang lebih tinggi.
Gambar 2. Diagram Sederhana Water Tube Boiler (YourDictionary.com)
Proses pembakaran dalam boiler dapat digambarkan dalam bentuk diagram alir
energi. Diagram ini menggambarkan secara grafis tentang bagaimana energi
masuk dari bahan bakar diubah menjadi aliran energi dengan berbagai
kegunaan dan menjadi aliran kehilangan panas dan energi. Panah tebal
menunjukan jumlah energi yang dikandung dalam aliran masing-masing.

Neraca panas merupakan keseimbangan energi total yang masuk boiler terhadap
yang meninggalkan boiler dalam bentuk yang berbeda. Kehilangan energi dapat dibagi
kedalam kehilangan yang tidak atau dapat dihindarkan. Tujuan dari Produksi Bersih
dan/atau pengkajian energi harus mengurangi kehilangan yang dapat dihindari, dengan
meningkatkan efisiensi energi. Kehilangan berikut dapat dihindari atau dikurangi:
Kehilangan gas cerobong:
- Udara berlebih (diturunkan hingga ke nilai minimum yang tergantung dari teknologi burner,
operasi (kontrol), dan pemeliharaan).
- Suhu gas cerobong (diturunkan dengan mengoptimalkan perawatan
(pembersihan), beban; burner yang lebih baik dan teknologi boiler).
Kehilangan karena bahan bakar yang tidak terbakar dalam cerobong dan abu
(mengoptimalkan operasi dan pemeliharaan; teknologi burner yang lebih baik).
Kehilangan dari blowdown (pengolahan air umpan segar, daur ulang kondensat)
Kehilangan kondensat (manfaatkan sebanyak mungkin kondensat)
Kehilangan konveksi dan radiasi (dikurangi dengan isolasi boiler yang lebih baik)
Efisiensi termis boiler didefinisikan sebagai “persen energi (panas) masuk yang
digunakan secara efektif pada steam yang dihasilkan.” Terdapat dua metode pengkajian
efisiensi boiler:
Metode Langsung: energi yang didapat dari fluida kerja (air dan steam) dibandingkan
dengan energi yang terkandung dalam bahan bakar boiler.
Metode Tidak Langsung: efisiensi merupakan perbedaan antara kehilangan dan energy
yang masuk.
Memproduksi steam yang berkualitas tergantung pada pengolahan air yang benar
untuk mengendalikan kemurnian steam, endapan dan korosi. Sebuah boiler merupakan
bagian dari sistim boiler, yang menerima semua bahan pencemar dari sistim didepannya.
Kinerja boiler, efisiensi, dan umur layanan merupakan hasil langsung dari pemilihan dan
pengendalian air umpan yang digunakan dalam boiler.
Jika air umpan masuk ke boiler, kenaikan suhu dan tekanan menyebabkan
komponen air memiliki sifat yang berbeda. Hampir semua komponen dalam air umpan
dalam keadaan terlarut. Walau demik ian, dibawah kondisi panas dan tekanan hampir
seluruh komponen terlarut keluar dari larutan sebagai padatan partikuat, kadang-kadang
dalam bentuk Kristal dan pada waktu yang lain sebagai bentuk amorph. Jika kelarutan
komponen spesifik dalam air terlewati, maka akan terjadi pembentukan kerak dan endapan.
Air boiler harus cukup bebas dari pembentukan endapan padat supaya terjadi perpindahan
panas yang cepat dan efisien dan harus tidak korosif terhadap logam boiler.
Endapan dalam boiler dapat diakibatkan dari kesadahan air umpan dan hasil korosi
dari sistim kondensat dan air umpan. Kesadahan air umpan dapat terjadi karena kurangnya
sistim pelunakan.
Endapan dan korosi menyebabkan kehilangan efisiensi yang dapat menyebabkan
kegagalan dalam pipa boiler dan ketidakmampuan memproduksi steam. Endapan bertindak
sebagai isolator dan memperlambat perpindahan panas. Sejumlah besar endapan diseluruh
boiler dapat mengurangi perpindahan panas yang secara signifikan dapat menurunkan
efisiensi boiler. Berbagai jenis endapan akan mempengaruhi efisiensi boiler secara
berbeda-beda, sehingga sangat penting untuk menganalisis karakteristik endapan. Efek
pengisolasian terhadap endapan menyebabkan naiknya suhu logam boiler dan mungkin
dapat menyebabkan kegagalan pipa karena pemanasan berlebih.
Bahan kimia yang paling penting dalam air yang mempengaruhi pembentukan
endapan dalam boiler adalah garam kalsium dan magnesium yang dikenal dengan garam
sadah. Kalsium dan magnesium bikarbonat larut dalam air membentuk larutan basa/alkali
dan garam-garam tersebut dikenal dengan kesadahan alkali. Garam-garam tersebut terurai
dengan pemanasan, melepaskan karbon dioksida dan membentuk lumpur lunak, yang
kemudian mengendap. Hal ini disebut dengan kesadahan sementara – kesadahan yang
dapat dibuang dengan pendidihan.
Kalsium dan magnesium sulfat, klorida dan nitrat, dll., jika dilarutkan dalam air
secara kimiawi akan menjadi netral dan dikenal dengan kesadahan non-alkali. Bahan
tersebut disebut bahan kimia sadah permanen dan membentuk kerak yang keras pada
permukaan boiler yang sulit dihilangkan. Bahan kimia sadah non-alkali terlepas dari
larutannya karena penurunan daya larut dengan meningkatnya suhu, dengan pemekatan
karena penguapan yang berlangsung dalam boiler, atau dengan perubahan bahan kimia
menjadi senyawa yang kurang larut.
Tabel 1.1. Keuntungan dan kerugian boiler berdasarkan tipe pipa.

No. Tipe Boiler Keuntungan Kerugian


Proses pemasangan
mudah dan cepat, Tidak Tekanan operasi steam terbatas
1 Fire Tube
membutuhkan setting untuk tekanan rendah 18 bar
khusus
Kapasitas steam relatif kecil (13.5
Investasi awal boiler ini
    TPH) jika diabndingkan dengan
murah
water tube
Tempat pembakarannya sulit
Bentuknya lebih compact dijangkau untuk dibersihkan,
   
dan portable diperbaiki, dan diperiksa
kondisinya.
Tidak membutuhkan area Nilai effisiensinya rendah, karena
    yang besar untuk 1 HP banyak energi kalor yang terbuang
boiler langsung menuju stack
Kapasitas steam besar
2 Water Tube Proses konstruksi lebih detail
sampai 450 TPH
Tekanan operasi
    Investasi awal relatif lebih mahal
mencapai 100 bar
Penanganan air yang masuk ke
Nilai effisiensinya relatif
dalam boiler perlu dijaga, karena
    lebih tinggi dari fire tube
lebih sensitif untuk sistem ini, perlu
boiler
komponen pendukung untuk hal ini
Tungku mudah dijangkau
Karena mampu menghasilkan
untuk melakukan
kapasitas dan tekanan steam yang
    pemeriksaan,
lebih besar, maka konstruksinya
pembersihan, dan
dibutuhkan area yang luas
perbaikan.

Tabel 1.2. Keuntungan dan kerugian boiler berdasarkan bahan bakar.


No. Tipe Boiler Keuntungan Kerugian
Bahan baku mudah
1 Solid Fuel Sisa pembakaran sulit dibersihkan
didapatkan.
Sulit mendapatkan bahan baku yang
    Murah konstruksinya.
baik.
Sisa pembakaran tidak
2 Oil Fuel banyak dan lebih mudah Harga bahan baku paling mahal.
dibersihkan.
Bahan bakunya mudah
    Mahal konstruksinya.
didapatkan.
Harga bahan bakar paling
3 Gaseous Fuel Mahal konstruksinya.
murah.
Paling baik nilai Sulit didapatkan bahan bakunya,
   
effisiensinya. harus ada jalur distribusi.
Paling mudah
4 Electric Paling buruk nilai effisiensinya.
perawatannya.
Mudah konstruksinya dan
Temperatur pembakaran paling
    mudah didapatkan
rendah.
sumbernya.

Tabel 1.3. Keuntungan dan kerugian boiler berdasarkan kegunaan.

No. Tipe Boiler Keuntungan Kerugian


Dapat menghasilkan
listrik dan sisa steam
1 Power Boiler Konstruksi awal relatif mahal.
dapat menjalankan
proses industri.
Steam yang dihasilkan
    Perlu diperhatikan faktor safety.
memiliki tekanan tinggi
Penanganan boiler lebih Steam yang dihasilkan memiliki
2 Industrial Boiler
mudah. tekanan rendah.
Konstruksi awal relatif
     
murah.
Commercial Penanganan boiler lebih Steam yang dihasilkan memiliki
3
Boiler mudah. tekanan rendah.
Konstruksi awal relatif
     
murah.
Residential Penanganan boiler lebih Steam yang dihasilkan memiliki
4
Boiler mudah. tekanan rendah.

Tabel 1.4. Keuntungan dan kerugian boiler berdasarkan konstruksi.

No. Tipe Boiler Keuntungan Kerugian


Terbatas tekanan dan kapasitas
1 Package Boiler Mudah pengirimannya.
kerjanya.
Dibutuhkan waktu yang
singkat untuk Komponen-komponen boiler
   
mengoprasikan setelah tergantung pada produsen boiler.
pengiriman.
Tekanan dan kapasitas
Site Erected Sulit pengirimannya, memakan biaya
2 kerjanya dapat
Boiler yang mahal.
disesuaikan keinginan.
Komponen-komponen Perlu waktu yang cukup lama setelah
    boiler dapat dipadukan boiler berdiri, setelah proses
dengan produsen lain. pengiriman.
 
Tabel 1.5. Keuntungan dan kerugian boiler berdasarkan tekanan kerja.

No. Tipe Boiler Keuntungan Kerugian


Tekanan rendah
Tekanan yang dihasilkan rendah,
1 Low Pressure sehingga penanganannya
tidak dapat membangkitkan listrik.
tidak terlalu rumit
Area yang dibutuhkan
tidak terlalu besar, dan
    biaya konstruksi tidak  
lebih mahal dari high
pressure boiler
Tekanan yang dihasilkan
tinggi sehingga dapat
membangkitkan listrik Tekanan tinggi sehingga
2 High Pressure dan sisanya dapat didaur penanganannya perlu diperhatikan
ulang untuk aspek keselamatannya.
mengoprasikan proses
industri

 Tabel 1.6. Keuntungan dan kerugian boiler berdasarkan pembakaran.


No. Tipe Boiler Keuntungan Kerugian
Stoker Konstruksinya relatif Limbah yang diproduksi pembakaran
1
Combustion sederhana. lebih banyak
Panas yang dihasilkan kurang
      merata jika tidak ada komponen
pendukung.
      Effisiensi relatif rendah
Konstruksinya rumit dan
2 Pulverized Efisiensi relatif tinggi membutuhkan dana investasi yang
mahal.
Proses pembakaran lebih
    merata pada tungku  
pembakaran.
Konstruksinya rumit dan
3 Fluidized Bed Efisiensi relatif tinggi membutuhkan dana investasi yang
mahal.
Suhu pembakaran tidak
mencapai suhu 1000 0C
     
sehingga tidak
menimbulkan NOX
Limbah yang diproduksi
4 Firing Konstruksi relatif rumit, perlu nozzle.
pembakaran lebih sedikit
Panas yang dihasilkan
     
lebih merata
    Effisiensi relatif lebih baik  
 

Tabel 1.7. Keuntungan dan kerugian boiler berdasarkan material.

No. Tipe Boiler Keuntungan Kerugian


1 Steel Kuat dan tahan lama. Biaya relatif mahal.
Dapat dialiri steam untuk
    Konstruksi lebih rumit.
tekanan tinggi.
2 Cast Iron Biaya relatif murah. Rentan dan mudah rusak.
Konstruksi lebih Dapat dialiri steam untuk tekanan
   
sederhana. yang terbatas.

BAB IV
PENUTUP

A. Kesimpulan
Boiler adalah bejana tertutup dimana panas pembakaran dialirkan ke air
sampai terbentuk air panas atau steam. Air panas atau steam pada tekanan tertentu
kemudian digunakan untuk mengalirkan panas ke suatu proses. Air adalah media
yang berguna dan murah untuk mengalirkan panas ke suatu proses. Jika air
dididihkan sampai menjadi steam, volumnya akan meningkat sekitar 1.600 kali,
menghasilkan tenaga yang menyerupai bubuk mesiu yang mudah meledak, sehingga
boiler merupakan peralatan yang harus dikelola dan dijaga dengan sangat baik.
Prinsip kerja dari mesin boiler adalah mengubah energi yang berasal dari bahan
bakar baik berupa minyak, kayu, dan lain-lain menjadi energi panas uap yang dapat
digunakan untuk proses yang memerlukan energi uap.
Berdasarkan tipe pipa, mesin boiler terbagi menjadi dua, yaitu boiler pipa air
dan boiler pipa api. Yang dimaksud dengan boiler pipa air adalah air berada dalam
pipa dan diluar pipa dikelilingi oleh api. Sebaliknya, pada boiler pipa api, api berada
dalam pipa dan disekeliling luar pipa diisi oleh air.
Cara kerja dari boiler pipa api yaitu proses pengapian terjadi didalam pipa,
kemudian panas yang dihasilkan dihantarkan langsung kedalam boiler yang berisi
air. Besar dan konstruksi boiler mempengaruhi kapasitas dan tekanan yang
dihasilkan boiler tersebut. Sedangkan cara kerja dari boiler pipa air yaitu proses
pengapian terjadi diluar pipa, kemudian panas yang dihasilkan memanaskan pipa
yang berisi air dan sebelumnya air tersebut dikondisikan terlebih dahulu melalui
economizer, kemudian steam yang dihasilkan terlebih dahulu dikumpulkan di dalam
sebuah steam-drum. Sampai tekanan dan temperatur sesuai, melalui tahap secondary
superheater dan  primary superheater baru steam dilepaskan ke pipa utama distribusi.
Didalam pipa air, air yang mengalir harus dikondisikan terhadap mineral atau
kandungan lainnya yang larut di dalam air tesebut.
Pada boiler pipa api, menghasilkan kapasitas dan tekanan steam yang rendah.
Sedangkan pada boiler pipa air, kapasitas dan tekanan steam yang dihasilkan tinggi.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2007. Mesin Penggoreng Keripik Buah PV4 Mesin Vacuum Frying.
http://www.mesinproduksi.com/Mesin_Penggoreng_Keripik_Buah_PV4_
Mesin_Vacuum_Frying.html. [26 Maret 2010]
Anonim. 2010. Vacuum Frying. http:// www.Vacuumfrying.com/faq_vacuum _ fr
ying.html. [26 Maret 2010]
Anonim. 2006. Peralatan Energi Panas: Boiler & Pemanas Fluida Termis. UNEP.
Febriantara, Aris. 2008. Klasifikasi Mesin Boiler. Jakarta.

Anda mungkin juga menyukai