Anda di halaman 1dari 17

MINYAK BUMI DAN GAS ALAM

Tugas Makalah Mata Pelajaran Kimia

Nama : Siti Mardhiyah


Kelas : XC

SMUI AL-AZHAR 3
JAKARTA
2

KATA PENGANTAR

Bismillaahirrahmaanirrahiim

Puji syukur dipanjatkan ke hadirat Allah SWT yang


telah melimpahkan rahmat dan hidayat-Nya kepada kita. Shalawat serta salam
dilimpahkan pada Rasulullah SAW, sehingga akhirnya penulis dapat menyelesaikan
tugas makalah tentang minyak bumi, gas alam dan batu bara ini.

Dalam makalah ini membahas beberapa pengertian, pembentukan,


pengolahan, dan permasalahan seputar minyak bumi, gas alam dan batu bara di dunia,
yang InsyaAllah dapat membantu para pembaca untuk mengetahui lebih lanjut terhadap
sumber daya alam tersebut.

Penulis ingin mengucapkan terimakasih pada sumber-sumber yang telah


membantu dalam menyelesaikan makalah ini yang dapat menjadi pembelajaran bagi
semua yang membacanya.

Jakarta, April 2007

Penulis
3

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR................................................................................................1
DAFTAR ISI...............................................................................................................2
BAB 1 PENDAHULUAN..........................................................................................3
BAB 2 PEMBENTUKAN MINYAK BUMI,GAS ALAM, dan BATU BARA.......4
BAB 3 GAS ALAM....................................................................................................5
3.1 PENGOLAHAN dan GAS ALAM..............................................................5
3.2 DAERAH PENGHASIL GAS ALAM........................................................5
BAB 4 MINYAK BUMI.............................................................................................6
4.1 PENGERTIAN SECARA LUAS................................................................6
4.2 PENGOLAHAN MINYAK BUMI.............................................................7
4.3 CONTOH MINYAK BUMI........................................................................7
4.4 MINYAK BUMI DI DUNIA.......................................................................8
BAB 5 PETROKIMIA..............................................................................................11
5.1 PETROKIMIA DARI OLEFIN.................................................................12
5.2 PETROKIMIA DARI AROMATIK..........................................................13
5.3 PETROKIMIA DARI SYN-GAS..............................................................13
BAB 6 PRODUKSI MINYAK dan GAS.................................................................15
BAB 7 SOLUSI TERHADAP BAHAN ALTERNATIF BBM...............................16
BAB 8 NEGARA-NEGARA PENGHASIL MINYAK BUMI................................18
KESIMPULAN ........................................................................................................19
DAFTAR PUSTAKA...............................................................................................20
4

BAB 1
PENDAHULUAN

Minyak bumi sudah dikenal sejak ribuan tahun yang lalu, masyarakat Yunani
kuno dan Indian Amerika menggunakan minyak bumi untuk membakar kapal-kapal
musuh dengan menumpahkan minyak ke lautan dan menggunakan minyak mentah untuk
mencegah air merembes ke dalam perahu, dan juga sebagai campuran cat dan obat-
obatan.

Namun minyak merupakan sumber energi yang paling murah dan mudah
diperoleh. Selama ini banyak orang terlena dengan tersedianya bahan minyak yang sangat
banyak, tapi tidak untuk kemudian hari. Bahan minyak bumi segera habis dan bahan
pengganti minyak harus tersedia dalam waktu dekat. Untuk menghapus kemiskinan akan
bahan bakar tersebut, tekhnologi dan riset harus dikembangkan agar pemanfaatan bahan-
bahan pengganti minyak tersebut bisa efisien. Bila waktu mengharuskan kita untuk
menghentikan penggunaan minyak bumi karena terbatasnya persediaan, banyak
alternative lain sebagai penganti minyak bumi setelah diprosesnya. Bahan enerji lain
dapat diperoleh dari batu bara, nuklir, gas alam, angin, matahari, ombak, air, minyak
berat, ‘shale’, ‘tar’, bio-enerji, bio-massa, ‘fuel cell’. Pada akhirnya nanti penggunaan
minyak bumi akan lebih banyak untuk bahan petrokimia, farmasi, pupuk, kimia organik,
polimer yang akan mempercepat dalam usaha men-sejahterakan umat manusia,
5

BAB 2
PEMBENTUKAN MINYAK BUMI, GAS ALAM, DAN BATU BARA

Minyak bumi, gas alam, dan batu bara berasal dari pelapukan sisa-sisa organisme

sehingga disebut bahan bakar fosil.

Minyak bumi dan gas alam juga berasal dari jasad renik lautan, tumbuhan,

dan hewan yang mati sekitar 150 juta tahun yang lalu, kemudian mengendap didasar

lautan ditutupi oleh Lumpur. Lapisan Lumpur lambat laun berubah menjadi batuan

karena pengaruh tekanan di atasnya. Dengan suhu dan tekanan yang semakin tinggi,

bakteri Anaerob menguraikan sisa-sisa jasad renik tersebut dan mengubahnya menjadi

minyak dan gas. Prosesnya memakan waktu jutaan tahun. Sumber minyak dan gas alam

banyak terdapat di daratan karena pergerakan kulit bumi/dislokasi sehingga sebagian

lautan menjadi daratan.


6

B3
GAS ALAM

Gas alam juga salah satu dari sumber energi. Komposisi gas alam terdiri dari
Alkena suhu rendah yaitu metana, etana, propane, dan butana. Metana adalah komponen
utamanya. Di dalam gas alam juga terdapat gas-gas seperti karbondioksida (CO2),
hydrogen sulfida (H2S), dan helium.
- Etana dan gas alam digunakan untuk keperluan industri.
- Propana dan butana bisa dicairkan yang dikenal dengan LPG (Liquified
Petroleum Gas).
- Metana untuk bahan bakar, sumber hydrogen, dan untuk pembuatan methanol.

3.1 PENGOLAHAN dan FUNGSI GAS ALAM


Gas alam dihasilkan dari sumur-sumur bor. Untuk mempermudah transportasi,
gas alam dicairkan yang disebut LNG (Liquified Natural Gas).

Gas alam digunakan terutama sebagai bahan baker industri, bahan bakar rumah
tangga, maupun sebagai pemanas ruangan di musim dingin. Di samping itu juga
berfungsi sebagai sumber hydrogen dan sebagai bahan dasar untuk berbagai jenis
industri.

3.2 DAERAH PENGHASIL GAS ALAM


Negara Indonesia adalah salah satu penghasil utama gas alam, terutama
dari ladang Bontang (Kalimantan), dan ladang Arun (Aceh).

Salah satu daerah penghasil gas alam terbesar di Indonesia adalah NAD
(Nanggroe Aceh Darussalam). Tepatnya di kota Lhokseumawe yang dikelola oleh PT.
ARUN LNG company. Gas alam telah dieskplorasi sejak tahun 1979, ke Jepang dan
Korea selatan.
7

Sedangkan di Aceh utara PT. Exxon Mobil mengelola minyak bumi


setelah PT. Arun company memutuskan untuk membuka industri gas alam.

BAB 4
MINYAK BUMI

Minyak bumi pada saat ini adalah bahan bakar fosil yang terpenting.
Kebutuhan minyak bumi untuk menjamin kelangsungan industri merupakan yang ke-2
setelah kebutuhan manusia akan makanan, udara, air, dan perumahan. Maka apakah emas
hitam ini? Dan bagaimana kita menggunakannya?.

Minyak kasar (crude oil) adalah cairan kental hitam yang terkumpul dalam
kantong-kantong lapisan batu-batuan. Minyak kasar dibawa ke permukaan bumi melalui
pengeboran dan pemompaan. Untuk pemanfaatannya dengan cara pengilangan (refining).

4.1 MINYAK BUMI SECARA LUAS

Minyak bumi adalah suatu campuran kompleks yang sebagian besar terdiri atas
hidrokarbon (yang banyak mengandung alkana dan siloalkana). Komponen lainnya
hidrokarbon aromatic, sedikit alkena dan berbagai senyawa karbon yang mengandung
02,N, dan belerang. Hidrokarbon dalam minyak bumi ada yang jenuh dan tidak jenuh.
Ada juga yang alifatik, alisiklik, dan aromatic. Namun komponen terbesar dari minyak
bumi adalah hidrokarboon jenuh yaitu alkana dan siloalkana. Senyawa siklik dalam
minyak bumi, terutama adalah turunan siklopentana dan sikloheksana yang disebut nafta.

Minyak bumi (bahasa Inggris: petroleum, dari bahasa Latin petrus – karang dan
oleum – minyak), dijuluki juga sebagai emas hitam, adalah cairan kental, coklat gelap,
atau kehijauan yang mudah terbakar, yang berada di lapisan atas dari beberapa area di
kerak Bumi. Komponen kimia dari minyak bumi dipisahkan oleh proses distilasi, yang
kemudian, setelah diolah lagi, menjadi minyak tanah, bensin, lilin, aspal, dll.
8

Empat alkana teringan— CH4 (metana), C2H6 (etana), C3H8 (propana), dan C4H10
(butana) — semuanya adalah gas yang mendidih pada -161.6°C, -88.6°C, -42°C, dan
-0.5°C, berturut-turut (-258.9°, -127.5°, -43.6°, dan +31.1° F).

Titik pendidihan dalam tekanan atmosfer fraksi distilasi dalam derajat Celcius:

• minyak eter: 40 - 70 °C (digunakan sebagai pelarut)


• minyak ringan: 60 - 100 °C (bahan bakar mobil)
• minyak berat: 100 - 150 °C (bahan bakar mobil)
• minyak tanah ringan: 120 - 150 °C (pelarut dan bahan bakar untuk rumah tangga)
• kerosene: 150 - 300 °C (bahan bakar mesin jet)
• minyak gas: 250 - 350 °C (minyak diesel/pemanas)
• minyak pelumas: > 300 °C (minyak mesin)
• sisanya: tar, aspal, bahan bakar residu

Beberapa ilmuwan menyatakan bahwa minyak adalah zat abiotik, yang berarti zat
ini tidak berasal dari fosil tetapi berasal dari zat anorganik yang dihasilkan secara alami
dalam perut bumi. Namun, pandangan ini diragukan dalam lingkungan ilmiah.

4.2 PENGOLAHAN MINYAK BUMI

Sumber minyak bumi diperkirakan berada 3-4 Km dibawah permukaan,


yang dapat diperoleh dengan membuat sumur bor. Di Indonesia penambangan minyak
terdapat diberbagai tempat contoh, Aceh, Sumatera utara, Riau, Kalimantan, dan Irian
Jaya.

Pengolahan/pemurnian = refining minyak bumi dilakukan melalui distilasi


bertingkat, dimana minyak mentah dipisahkan kedalam kelompok-kelompok (fraksi)
dengan titik didih yang hampir sama.
9

Proses ini yang dikembangkan pada akhir tahun 1930-an, sangat penting dalam
menghasilkan bahan bakar penerbangan selama perang dunia II dan masih digunakan
secara luas dalam pembuatan bensin beroktan tinggi.

4.3 CONTOH MINYAK BUMI

Dibawah ini 2 contoh bahan bakar dari minyak bumi yang telah diolah :

4.3.1. Bensin (Petrol/Gasoline)

Bensin adalah salah satu bahan bakar minyak untuk kendaraan. Tiga jenis
bensin yang digunakan yaitu premium, pertamax, dan pertamax plus. Bensin yang
didapat dari hasil penyulingan minyak bumi menimbulkan banyak ketukan untuk
mengetahui mutu bensin. Ketukan (knocking) adalah suatu

perilaku yang kurang baik dari bahan bakar, yaitu pembakaran terjadi terlalu dini
sebelum piston berada pada posisi yang tepat. Ketukan menyebabkan pengurangan
efisiensi bahan bakar dan dapat merusak mesin.

4.3.2. Nafta

Nafta merupakan bahan baku berbagai industri, seperti plastik, serat


sintetik, nylon, karet sintetik, pestisida, detergen, obat-obetan, kosmetik, dan sebagai
pelarut.

4.4 MINYAK BUMI DI DUNIA


4.4.1. MINYAK BUMI DI INDONESIA

Indonesia adalah negara pengekspor terpenting minyak bumi di kawasan asia dan
pengekspor gas bumi terbesar di dunia. Premi yang dibayar Pertamina sebagai
perusahaan milik pemerintah yang berwenang mengelola sektor pertambangan minyak
dan gas bumi atas seluruh asetnya mencapai 42 juta dolar AS. Jumlah ini sangat besar,
10

namun belum sepenuhnya dapat kita nikmati dan merupakan peluang besar bagi
perkembangan industri asuransi di Indonesia.

.4.2. DI DUNIA

Saat ini negara yang mempunyai cadangan minyak terbesar di dunia adalah Arab
Saudi dengan cadangan minyak mencapai 265 milyar barrel. Sementara di Indonesia
diperkirakan mempunyai cadangan minyak sebesar 907,3 juta barrel dengan produksi 1.5
juta barel per hari. Pengeboran sumur minyak pertama di Indonesia dimulai tahun 1885
dengan perusahaan yang dibentuk untuk mengambil dan mengolahnya adalah Royal
Dutch atau Shell Group yang kemudian menjadi produsen minyak utama di Indonesia
hingga Perang Dunia II. Saat ini pun Shell masih merupakan perusahaan dengan
kapasitas penyulingan terbesar di dunia dengan 4.230.000 barrel per hari. Setelah
masuknya Caltex dan Stanvac, Ketiga perusahaan ini menjadikan Indonesia negara
penghasil minyak terbesar di Timur Jauh dengan produksi 63 juta barel per tahun di tahun
1940.

Wewenang pengaturan kegiatan hulu biasanya diberikan kepada perusahaan


minyak milik pemerintah seperti Petronas di Malaysia, Pamex di Meksiko, dan di
Indonesia diberikan kepada Pertamina (Perusahaan Pertambangan Minyak dan Gas Bumi
Negara).

Saat ini perusahaan asing tersebut mempunyai kontrak Production Sharing dengan
pembagian rente ekonomi berdasarkan persentase yang besar untuk Pertamina.
11

Berdasarkan Protokol Tokyo tahun 1997 yang merupakan kelanjutan dari


kesepakatan bumi di Rio de Jeneiro, tingkat emisi rata-rata di tahun 2008 harus 5%
dibawah tingkat emisi tahun 1990. Akibatnya penggunaan bahan bakar fosil akan
berkurang dan tentu saja akan berdampak bagi negara pengekspor minyak dan gas bumi
seperti Indonesia. Apalagi sebagian besar ekspor minyak dan gas kita di ekspor ke Jepang
yang terikat Protokol Tokyo.

Tapi hal ini tidak mempengaruhi investasi di sektor minyak dan gas, jika selama
tiga tahun terakhir tren investasi di sektor ini menunjukkan kecenderungan menurun,
maka di tahun 2003 ini diperkirakan akan naik sebesar 15%.

Saat ini suplai asuransi minyak dan gas untuk wilayah asia hanya 2% dari suplai
asuransi minyak dan gas global, dan Indonesia tidak termasuk sebagai negara penyuplai.
Suplai asuransi minyak dan gas terbesar berasal dari negara Inggris (53%), diikuti oleh
negar-negara Eropa lainnya (25%), Amerika Serikat (9%), dan Bermuda (10%). Bahkan
negara-negara produsen minyak dan gas Asean seperti Malaysia dan Brunei juga mencari
cover asuransi minyak dan gas ke Eropa. Di Indonesia sendiri, perusahaan asuransi yang
menutup sektor ini hanya bisa menyerap tidak lebih dari 5% dan sisanya diserap oleh
pasar global.

Ketergantungan pada asing masih sangat besar pada industri ini. Mulai dari dana
investasi yang cukup besar, diperkirakan mencapai 1.34 milyar dollar AS dan hanya 10-
15% saja yang dapat dibiayai sendiri sedang sisanya harus diperoleh dari luar atau
menggandeng mitra asing, Dengan adanya KPIAI-Minyak dan Gas diharapkan kapasitas
asuransi dalam negeri dapat lebih ditingkatkan sehingga makin banyak premi yang dapat
ditahan di dalam negeri.
12

BAB 5
PETROKIMIA

Jika semula minyak hanya digunakan untuk penerangan, pupuk, dan pelumas,
sekarang sudah tidak terhitung banyaknya kegunaan yang dapat diberikan oleh minyak.
Meningkatnya kebutuhan akan produk-produk minyak ini memacu metoda-metoda baru
dalam proses penyulingannya untuk meningkatkan jumlah bahan bakar minyak dan
produk lainnya dalam satu barel minyak. Contohnya adalah industri petrokimia.

Petrokimia adalah bahan-bahan/produk yang dibuat dari minyak dan gas bumi.
Bahan-bahan petrokimia dapat digolongkan kedalam plastic, serat sintetik, karet sintetik,
pestisida, detergen, pelarut, pupuk, berbagai jenis obat dan vitamin.

Proses industri petrokimia ada 3 tahap :


1. Mengubah minyak dan gas bumi menjadi bahan dasar petrokimia.
2. Mengubah bahan dasar menjadi produk antara.
3. Mengubah produk antara menjadi produk akhir.

Jenis-jenis bahan dasar produk petrokimia :

1. Olefin (alkena)_ merupakan bahan dasar petrokimia yang paling utama. Olefin yang
banyak diproduksi adalah etilena (etena), propilena (propena), butilena (butena), dan
butadiena.
13

2. Aromatika_ adalah benzene dan turunannya. Aromatika dibuat dari nafta melalui
proses yang disebut reforming. Unsure aromatika yang terpenting adalah benzena (C6H6),
toluena (C6H5CH3), dan xylena (C6H4(CH3)2). Ketiga senyawa tersebut disebut dengan
BTX.

3. Gas sintetik_ adalah campuran dari reaksi gas bumi/LPG melalui proses yang disebut
steam reforming/oksidasi parsial. Reforming = campuran metana/gas bumi dan uap air
dipanaskan pada suhu dan tekanan tinggi dengan bantuan katalisator (bahan mempercepat
reaksi). Oksidasi parsial = metana direaksikan dengan sejumlah oksigen pada suhu dan
tekanan yang tinggi.

5.1 PETROKIMIA DARI OLEFIN

Produk petrokimia yang berbahan dasar etilen :

1. Polietilena_ adalah plastic yang paling banyak diproduksi. Digunakan sebagai kantong
plastic dan plastic pembungkus/sampul. Pembentukan polietilena dari etilena merupakan
reaksi polimerisasi. Polietilena mengandung berbagai bahan tambahan, misalnya bahan
pengisi, plasticer,dan pewarna.

2. PVC/Polivinilklirida_ juga merupakan plastic yang antara lain digunakan untuk


membuat pipa (pralon) dan pelapis lantai.

3. Etanol_ bahan yang sehari-hari biasa kita kenal dengan alcohol, banyak digunakan
untuk bahan bakar untuk berbagai produk lain, misal asam asetat.

4. Etilena glikol/glikol_ digunakan sebagai bahan anti beku dalam radiator mobil di
daerah beriklim dingin.

Produk petrokimia yang berbahan dasar propilena :


14

^ Polipropilena =plastiknya lebih kuat dibandingkan polietilena. Biasanya digunakan


untuk karung plastic dan tali plastic.

^ Gliserol =digunakan sebagai bahan kosmetika (pelembab), industri makanan, dan bahan
untuk membuat peledak (nitrogliserin).

^ Isopropil alcohol =sebagai bahan untuk berbagai produk petrokimia lainnya


(aseton=bahan pelarut, untuk melarutkan pelapis kuku/kutex).

Produk petrokimia berbahan dasar butadiena :

[ karet sintetik, SBR(Styrene Butadiene Rubber), dan neoprene.


[ nylon yaitu nylon-6,6.

5.2 PETROKIMIA DARI AROMATIKA


Industri petrokimia yang berbahan dasar benzene, umumnya benzene
diubah menjadi :

1. Stirena =untuk membuat karet sintetik, seperti SBR dan polistirena

2.Kumena =untuk membuat tenol yang kemudian dibuat sebagai perekat dan resin.

3. Sikloheksana =untuk membuat nylon,misal nylon-6,6 dan nylon 6. benzene digunakan


sebagai bahan dasar untuk membuat detergen, misal ABS dan LAS.

Produk kima berbahan dasar toluene dan xilena :

[ Bahan peledak (trinitrotoluene=TNT).

[ Asam teraffalat (untuk membuat serat seperti metalferaftalat).

5.3 PETROKIMIA DARI GAS SINTETIK (SYN-GAS)


Gas sintetik merupakan campuran campuran dari karbon monoksida (CO)
dan hydrogen (H2). Contoh petrokimia dari syn-gas :
15

1. Amonia (NH3)

Dari nitrogen dan hydrogen. Gas nitrogen diperoleh dari udara. Gas hydrogen dari
syn-gas sebagian besar produksi

ammonia digunakan untuk membuat pupuk (urea [CO(NH2)2], ZA[(NH4)2SO4] dan


ammonium nitrat (NH4NO3). Lainnya digunakan untuk membuat berbagai senyawa
nitrogen lain, seperti asam nitrat (HNO3) dan untuk membuat resin dan plastic.

2. Urea [CO(NH2)2]
Dibuat dari ammonia dan gas karbondioksida. Sebagian besar urea digunakan
untuk pupuk, makanan ternak, industri perekat, plastic dan resin.

3. Metanol [CH3OH]
Dibuat dari syn-gas melalui pemanasan pada suhu dan tekanan tinggi. Sebagian
besar methanol diubah menjadi formaldehida. Sebagian yang lain digunakan untuk
membuat serat dan campuran bahan bakar.

4. Formaldehida [HCHO]
Dibuat dari methanol melalui oksidasi dengan bantuan katalis-larutan
formaldehida dalam air dikenal dengan nama formalin. Formalin digunakan untuk
mengawetkan preparat biologi (termasuk mayat), tetapi penggunaan utama dari
formaldehida adalah untuk membuat resin urea-formaldehida dan lem. Lem formaldehida
banyak digunakan dalam industri kayu lapis.
16

BAB 6

PRODUKSI MINYAK DAN GAS

Kegiatan sektor minyak dan gas dapat dibagi menjadi kegiatan hulu (upstream)
yang meliputi eksplorasi dan eksploitasi serta kegiatan hilir (downstream) yang meliputi
pengolahan, penyulingan, pemasaran, dan distrubusi. Proses eksplorasi dimulai dengan
pencarian wilayah yang mengandung cadangan minyak dan gas. Pemetaan geologi dan
survey geofisika dan seismik dilakukan untuk mengetahui daerah-daerah mana saja yang
mempunyai kandungan minyak dan gas. Berdasarkan letak sumber minyak dan gas bumi
tersebut, kita mengenal 2 jenis pertambangan minyak dan gas bumi yaitu di darat (on
shore) dan di lepas pantai (off shore). Setelah ditemukan daerah yang mempunyai
cadangan minyak maka dimulailah pemasangan fasilitas produksi dan
pengeboran/drilling, kemudian pengangkatan minyak, penyulingan, proses produksi dan
distribusi.

Eksplorasi/pencarian minyak merupakan suatu kajian panjang yang melibatkan


beberapa bidang kajian kebumian dan ilmu eksak, yang dilakukan oleh para geologis.
Minyak dalam bumi merupakan wadah yang menyerupai danau, namun berada dalam
pori-pori batuan bercampur air.
17