Anda di halaman 1dari 34

ANALISIS TAPAK

STUDIO PERANCANGAN ARSITEKTUR 4

PERANCANGAN PUSAT PAGELARAN SENI TARI DAN SENI MUSIK

KLASTER 7:

KOMANG DODY KASTAMA YASA (08-06) I MADE DONY SWIYOGA PUTRA (08-58) ANAK AGUNG NGURAH ARITAMA (08-72) A.A. NGURAH BAGAS ADITYA (08-103)

DATA LAPANGAN :
DATA LAPANGAN :

Lokasi tapak berada di jalan By Pass Ida Bagus Mantra yang melalui daerah ketewel, Kabupaten gianyar. Daerah ini berada pada lokasi di pinggir pantai saba gianyar dan bay pass yang menghubungkan antar kabupaten. Lahan ini belum dimanfaatkan sepenuhnya, namun lahan ini merupakan lahan pertanian. Sehingga sangat potensial untuk dikembangkan pembangunan gedung pagelaran seni musik dan gerak (tari). Lokasi ini terletak pada jalur lintas kabupaten dengan aktivitas yang cukup tinggi dan mudah dicapai dengan akses berupa jalan yang cukup lebar. Lokasi ini juga didukung oleh keadaan lingkungan yang menarik jika dieksplorasi dengan baik.

Batas-Batas Site :

  • Sebelah Selatan: Laut (selat Badung)

  • Sebelah Utara: Jalan By-pass Ida Bagus Mantra

  • Sebelah Barat: Desa Ketewel Gianyar

  • Sebelah Timur:

DATA LAPANGAN : Lokasi tapak berada di jalan By Pass Ida Bagus Mantra yang melalui daerah
DATA LAPANGAN : Lokasi tapak berada di jalan By Pass Ida Bagus Mantra yang melalui daerah

TUJUAN DAN FAKTOR PENGARUH :

 
  • 1. Memperlihatkan lokasi site dalam hubungannya dengan kota sebagai suatu keseluruhan.

 
  • 2. Memperlihatkan lokasi dari lingkungan site di dalam kota serta lokasi tapak di dalam lingkungan.

  • 3. Memperlihatkan jarak-jarak dan waktu tempuh terhadap fungsi-fungsi yang berkaitan dengan wilayah sekitar.

Faktor Pengaruh:

  • 1. Keadaan sekitar site

  • 2. Keadaan tanah

   
DATA LAPANGAN : Lokasi tapak berada di jalan By Pass Ida Bagus Mantra yang melalui daerah
DATA LAPANGAN : Lokasi tapak berada di jalan By Pass Ida Bagus Mantra yang melalui daerah
Mantra yang melalui daerah Ketewel, 10 menit. Denpasar dan dapat ditempuh dalam waktu dari Pusat Kota
Mantra yang melalui daerah Ketewel,
10 menit.
Denpasar dan dapat ditempuh dalam waktu
dari Pusat Kota
km
5
±
berjarak
Site
Site berada di pinggir pantai saba yang masih
merupakan lahan pertanian.
berlokasi
Kabupaten Gianyar, Propinsi Bali.
di
By
Ida
Pass
 Site
jalan
Bagus
Dari analisis dapat disimpulkan:
KESIMPULAN :
PANTAI SABA GIANYAR
JALAN BY PASS IDA BGS MANTRA LOKASI SITE DASAR PERTIMBANGAN MEMILIH SITE DI LOKASI INI :

JALAN BY PASS IDA BGS MANTRA

LOKASI SITE

DASAR PERTIMBANGAN MEMILIH SITE DI LOKASI INI :

JALAN BY PASS IDA BGS MANTRA LOKASI SITE DASAR PERTIMBANGAN MEMILIH SITE DI LOKASI INI :

DAERAH INI DI PILIH KARENA AKSES SANGAT MUDAH.

AREA INI YANG TERBEBAS DARI KEMACETAN, KARENA AKSES JALANNYA SUDAH DI BAGI MENJADI DUA ARAH.

TERLETAK PADA KONTUR TERTINGGI PADA ARE INI, SEHINGGA TERBEBAS DARI BANJIR

JALAN BY PASS IDA BGS MANTRA LOKASI SITE DASAR PERTIMBANGAN MEMILIH SITE DI LOKASI INI :

PANTAI SABA GIANYAR

Arah dan kecepatan angin akan sangat mempengaruhi site dan proyek di dalamnya dimana pada ketinggian tertentu
Arah dan kecepatan angin akan sangat mempengaruhi site dan proyek
di dalamnya dimana pada ketinggian tertentu diperlukan pertimbangan
Arah angin nantinya dapat disiasati dengan perletakan vegetasi di
dan perhitungan terhadap angin yang lebih besar. Permasalahan yang
tempat-tempat datangnya angin sehingga nantinya tidak menimbulkan
timbul akibat angin juga harus disiasati. Sedangkan curah hujan akan
permasalahan pada proyek. Sedangkan curah hujan dan penyinaran
menentukan ada atau tidaknya permasalahan drainase serta bentuk
matahari disiasati dengan bentuk dan bukaan bangunan yang sesuai.
bangunan serta bukaan begitu juga dengan pergerakan dan penyinaran
Bahan bangunan diupayakan tidak menggunakan logam mneghindari
efek matahari. korosi dari angin laut.
SUHU
Suhu rata-rata
berkisar antara
25,1°
c-29,0° c
dengan suhu maksimum jatuh pada
bulan
nopember,
sedangkan
suhu
minimum
pada
bulan
juli.
Suhu rata-rata pada site adalah 34°c, suhu maksimum pada site adalah 36°c, dan suhu minimum
pada site adalah 34°c
KELEMBAPAN
Kelembapan berkisar antara 80% - 86%, kelembaban tertinggi 86% terjadi pada bulan april
sedangkan terendah terjadi pada bulan januari yaitu 80%.
TEMPERATUR
Temperatur rata-rata berkisar antara 24,7° C-28,7° C, dengan rata-rata 26,6° C. Temperatur rata-
rata terendah terjadi pada bulan Nopember (24,7° C) dan tertinggi pada bulan Pebruari 28,7° C
yaitu terjadi penurunan temperatur sebesar 3,7° C yaitu dari 32,4° C pada tahun sebelumnya
menjadi 28,7° C.
ANALISIS DATA : Karena site terletak bersebelahan dengan pantai maka kecenderungan angin yang mendominasi bersal dari

ANALISIS DATA :

Karena site terletak bersebelahan dengan pantai maka kecenderungan angin yang mendominasi bersal dari bagian selatan dan tenggara site.

KESIMPULAN DAN REKOMENDASI:

DATA LAPANGAN :

 

MATAHARI

 

Matahari menyinari tapak ini rata-rata dari pukul 06.00-19.00 wita

ANGIN

Pada daerah ini terdapat dua arah angin yang mempengaruhi faktor iklim dalam tapak

  • - Angin barat laut yang bersifat basah (oktober-april)

  • - Angin yang berasal dari tenggara yang bersifat kering (april-oktober)

Kabupaten Gianyar termasuk daerah beriklim tropis yang dipengaruhii angin

musim sehingga memiliki musim kemarau dengan angin timur (juni-desember)

dan musim hujan dengan angin barat (september-maret) dan diselingi oleh

musim pancaroba.

   
ANALISIS DATA : Karena site terletak bersebelahan dengan pantai maka kecenderungan angin yang mendominasi bersal dari
Sudut Matahari tanggal 23 Sept. dan 21 Mar. Sudut Matahari tanggal 23 Sept. – 22 Des.
Sudut Matahari tanggal
23 Sept.
dan 21 Mar.
Sudut Matahari tanggal
23 Sept. – 22 Des.
Sudut Matahari
Utara
tanggal

Selatan

DATA LAPANGAN :  Transisi/kemiringan tanah pada site sangat beragam karna di sebabkan dari lahan tersebut
DATA LAPANGAN :  Transisi/kemiringan tanah pada site sangat beragam karna di sebabkan dari lahan tersebut
DATA LAPANGAN :  Transisi/kemiringan tanah pada site sangat beragam karna di sebabkan dari lahan tersebut
DATA LAPANGAN :  Transisi/kemiringan tanah pada site sangat beragam karna di sebabkan dari lahan tersebut
DATA LAPANGAN :  Transisi/kemiringan tanah pada site sangat beragam karna di sebabkan dari lahan tersebut
DATA LAPANGAN :  Transisi/kemiringan tanah pada site sangat beragam karna di sebabkan dari lahan tersebut

DATA LAPANGAN :

 

Transisi/kemiringan tanah pada site sangat beragam karna di sebabkan dari

 

lahan tersebut merupakan lahan pertanian.

Perbedaan transis beragam di setiap lokasi . Namun kontur yang terdapat di

dalam site tidak terlalu curam.

   

TUJUAN DAN FAKTOR PENGARUH:

      Drainase Kontur tanah ANALISIS DATA Menemukan masalah dalam site yang
Drainase
Kontur tanah
ANALISIS DATA
Menemukan masalah dalam site yang barkaitan dengan topografi
Mengetahui topografi site
Tujuan kajian topografi adalah:
Mengetahui kontur tanah pada site
berkenaan dengan pembangunan proyek dan pemecahannya.
Faktor pengaruh
Bentang alam site
 

1. Karena lokasi ini memiliki transis yang beragam dan tidak teratur, maka

 

perlu adanya proses cat and fill untuk menyesuaikan dengan kebutuhan

dalam pembangunan sesuai dengan disain.

2. Kontur tanah yang tidak beraturan ini dapat memberikan suatu nilai lebih

pada site nantinya. Karena dengan kontur tanah yang tidak beraturan yang

banyak terdapat ceruk-ceruk ini dapat dimanfaatkan sebagai taman

hiburan air dan sebagainya yang nantinya di terapkan di dalam desain

masing-masing.

   

KESIMPULAN DAN REKOMENDASI:

DATA LAPANGAN :  Transisi/kemiringan tanah pada site sangat beragam karna di sebabkan dari lahan tersebut

1.

Transis lokasi sangat beragam/tidak beraturan. Ini dapat diatasi dengan cut

and fill bila diperlukan sesuai dengan disain nantinya.

2. Pola aliran drainase dalam site diatur nantinya untuk di kelola selanjutnya,

 

karena lokasi berada di daerah terendah dari lokasi di sekitarnya. Untuk air

hujan akan di alirkan ke sungai unda di sebelah barat site.

 
Dari kontur yang tidak beraturan tersebut, drainase yang terjadi pun juga tidak karuan mengikuti kemiringan site.
Dari kontur yang tidak beraturan tersebut,
drainase yang terjadi pun juga tidak karuan
mengikuti kemiringan site.
Rekomendasi untuk menatasi darinase yang tidak
teratur, akan direncanakan untuk drainase air
hujan akan dilaihkan kearah sungai.
Site merupakan bekas daerah pertanian yang kering dan kurang produktif mengakibatkan site memiliki kontur yang beragam.

Site merupakan bekas daerah pertanian yang

kering dan kurang produktif mengakibatkan

site memiliki kontur yang beragam.

kering dan kurang produktif mengakibatkan site memiliki kontur yang beragam.
Yang tidak teratur Keterangan: Kontur tanah
Yang tidak teratur
Keterangan:
Kontur tanah
merupakan lahan yang LAHAN pertanian yang tidak produktif. PANTAI merupakan jenis tanah terdapat di dalam site
merupakan lahan yang LAHAN pertanian yang tidak produktif. PANTAI merupakan jenis tanah terdapat di dalam site
merupakan lahan yang LAHAN pertanian yang tidak produktif. PANTAI
merupakan lahan yang
LAHAN pertanian yang
tidak produktif.
PANTAI

merupakan jenis tanah

terdapat di dalam site

Lapisan tanah yang

yang kering.

merupakan lahan yang LAHAN pertanian yang tidak produktif. PANTAI merupakan jenis tanah terdapat di dalam site
REKOMENDASI untuk sumber air dari sungai yang dimanfaatkan untuk kebutuhan gedung dengan terlebih dahulu di filtrasi
REKOMENDASI untuk sumber air dari sungai yang dimanfaatkan untuk kebutuhan gedung dengan terlebih dahulu di filtrasi
 

REKOMENDASI untuk sumber air dari sungai yang dimanfaatkan untuk

 

kebutuhan gedung dengan terlebih dahulu di filtrasi dengan teknologi yang

ada sumur bor.

   

DATA LAPANGAN :

 
  • Jenis tanah merupakan tanah kering dengan tekstur agak kasar, ini merupakan

 

lahan pertanian.

  • air tanah ±2meter mengikuti pasang surutnya air laut, karena lokasi persis di

tepi pantai.

   

TUJUAN DAN FAKTOR PENGARUH:

 

Tujuan kajian batas-batas site adalah:

 

Mengetahui jenis tanah yang terdapat pada site.

Mengetahui kandungan air pada site

Mengetahui jenis tanaman yang dapat tumbuh

Mengetahui sistem struktur dan konstruksi yang cocok dengan

   

ANALISIS DATA :

REKOMENDASI untuk sumber air dari sungai yang dimanfaatkan untuk kebutuhan gedung dengan terlebih dahulu di filtrasi
 
  • 1. Lahan kering ini hanya dapat di tumbuhi oleh beberapa jenis tanamna

 

yang membutuhkan kadar humus yang tinggi seperti kelapa, jagung dan

lainnya.

  • 2. Drainage yang tidak pernah tergenang sehingga site tidak memerlukan

sistem drainage permanen.

  • 3. Pemanfaatan air sungai secara optimal.

   
REKOMENDASI untuk sumber air dari sungai yang dimanfaatkan untuk kebutuhan gedung dengan terlebih dahulu di filtrasi

KESIMPULAN DAN REKOMENDASI :

 
  • Dengan kondisi tanah yang labil, maka untuk pondasi bangunan/gedung

 

teater yang dipakai adalah pondasi tiang pancang dan pondasi menerus pada

bagian dindingnya, pondasi telapak atau pondai tiang pancang untuk lantai

dua atau lebih

  • Tumbuhan yang dapat di tanam kelapa, jagung, dan lainya. Alternative lain

dengan melakukan rekondisi tanah agar dapat ditumbuhi oleh tanaman jenis

lain yang membutuhkan humus tinggi.

   
Semak-semak dan alang – alang/ rerumputan dapat dihilangkan agar tidak menghalangi bangunan. TUJUAN DAN FAKTOR PENGARUH
Semak-semak dan alang – alang/ rerumputan dapat dihilangkan agar tidak menghalangi bangunan. TUJUAN DAN FAKTOR PENGARUH
Semak-semak dan alang – alang/ rerumputan dapat dihilangkan agar tidak menghalangi bangunan.
Semak-semak dan alang –
alang/ rerumputan dapat
dihilangkan agar tidak
menghalangi bangunan.

TUJUAN DAN FAKTOR PENGARUH :

 

Tujuan kajian vegetasi ini adalah:

 

Mengetahui vegetasi apa saja yang ada pada site Mengetahui vegetasi yang sebaiknya tetap dipertahankan pada site Mengetahui vegetasi yang cocok ditanam pada site Mengetahui areal subur untuk penempatan vegetasi

Faktor Pengaruh:

Jenis dan struktur tanah

   

DATA LAPANGAN :

Area di depan site ini ditumbuhi semak-semak dan alang – alang/ rerumputan yang merupakan tumbuhan eksisting
Area di depan site ini ditumbuhi semak-semak dan
alang – alang/ rerumputan yang merupakan tumbuhan
eksisting dan tidak terdapat tumbuhan peneduh. Site
tampak cukup gersang.

ANALISIS DATA :

Dengan keadaan site yang gersang, maka perlu di lakukan penanaman pohon agar memberikan suasana yang sejuk
Dengan keadaan site yang gersang, maka perlu di lakukan
penanaman pohon agar memberikan suasana yang sejuk di
dalam site.
Tumbuhan yang terdapat pada site KESIMPULAN : Pada site tidak terdapat vegetasi, dimana site yang kering

Tumbuhan yang terdapat pada site

KESIMPULAN :

Tumbuhan yang terdapat pada site KESIMPULAN : Pada site tidak terdapat vegetasi, dimana site yang kering
Pada site tidak terdapat vegetasi, dimana site yang kering menimbulkan efek yang panas. Maka dari itulah
Pada site tidak terdapat vegetasi, dimana site yang kering
menimbulkan efek yang panas. Maka dari itulah perlu adanya
penanaman pohon di sekitar site agar suasana yang di timbulkan di
dalam desain menjadi sejuk. Yang terpenting penanaman pohon
tidak berada di dalam BUA
Tumbuhan yang terdapat pada site KESIMPULAN : Pada site tidak terdapat vegetasi, dimana site yang kering

Semak-semak serta rerumputan (vegetasi eksisting)

Sapi ternak, jenis fauna yang mendominasi di lingkungan site TUJUAN : Mengetahui jenis-jenis fauna yang terdapat
Sapi ternak, jenis fauna yang mendominasi di lingkungan site TUJUAN : Mengetahui jenis-jenis fauna yang terdapat
Sapi ternak, jenis fauna yang mendominasi di lingkungan site TUJUAN : Mengetahui jenis-jenis fauna yang terdapat
Sapi ternak, jenis fauna yang mendominasi di lingkungan site TUJUAN : Mengetahui jenis-jenis fauna yang terdapat
Sapi ternak, jenis fauna yang mendominasi di lingkungan site TUJUAN : Mengetahui jenis-jenis fauna yang terdapat

Sapi ternak, jenis fauna yang mendominasi di lingkungan site

TUJUAN :

 

Mengetahui

jenis-jenis

fauna

yang

terdapat

pada

 

lingkungan site

   

DATA LAPANGAN :

Beberapa jenis fauna yang terdapat di lingkungan site ini, yaitu sapi ternak dan anjing liar.

ANALISIS DATA :

Pada site ini tidak terdapat jenis fauna yang dilindungi. Site yang didominasi rerumputan, sering dijadikan areal
Pada site ini tidak terdapat jenis fauna yang dilindungi.
Site yang didominasi rerumputan, sering dijadikan areal
untuk aktifitas menggembala sapi yang dirasa cukup
mengganggu keberadaan bangunan jika aktifitas tersebut
terus berlanjut. Keberadaan anjing liar pun turut
diwaspadai.

REKOMENDASI :

Untuk mengamankan lingkungan site dari keberadaan aktifitas sapi ternak serta anjing liar, dibuatkan pagar pembatas, sehingga
Untuk mengamankan lingkungan site dari keberadaan
aktifitas sapi ternak serta anjing liar, dibuatkan pagar
pembatas, sehingga hewan-hewan tersebut tidak masuk
secara bebas ke dalam lingkungan site.
SITE ENTRANCE DILETAKKAN PADA SISI TENGAH DENGAN PERTIMBANGAN ASPEK EFISIENSI TERHADAP PENGAMANAN SITE. PELETAKAN POLA MASSA
SITE ENTRANCE DILETAKKAN PADA SISI TENGAH DENGAN PERTIMBANGAN ASPEK EFISIENSI TERHADAP PENGAMANAN SITE. PELETAKAN POLA MASSA
SITE ENTRANCE DILETAKKAN PADA SISI TENGAH DENGAN PERTIMBANGAN ASPEK EFISIENSI TERHADAP PENGAMANAN SITE. PELETAKAN POLA MASSA
SITE ENTRANCE DILETAKKAN PADA SISI TENGAH DENGAN PERTIMBANGAN ASPEK EFISIENSI TERHADAP PENGAMANAN SITE. PELETAKAN POLA MASSA
SITE ENTRANCE DILETAKKAN PADA SISI TENGAH
DENGAN PERTIMBANGAN ASPEK EFISIENSI TERHADAP
PENGAMANAN SITE.
PELETAKAN POLA MASSA MONOLIT DILETAKKAN PADA
BAGIAN TENNGAH SITE KAREN NANTINYA DIRENCANAKAN
SEBAGAI BANGUNAN TUNGGAL YANG MERANGKUM
SEBGAIAN BESAR AKTIFITAS DI DALAM SATU BANGUNAN.

TUJUAN:

UNTUK MENGETAHUI PENGARUH BENTUK DAN UKURAN SITE TERHADAP POLA MASSA PADA SITE

UNTUK MENGETAHUI

 

ANALISIS:

 
  • - SITE BERBENTUK SEGI EMPAT TIDAK beraturan DENGAN LUASAN SEKITAR 6.4 HEKTAR. BERADA PADA SISI BARAT JALAN YANG DIRENCANAKAN.

  • - UKURAN TERPANJANG TERDAPAT PADA SEBELAH BARAT SITE.

   
 

REKOMENDASI:

 

- MENGGUNAKAN POLA MASSA MONOLIT YANG DISESUAIKAN DENGAN KONDISI DAN BENTUK SITE.

-POLA SIRKULASI DIARAHKAN PADA SATU TITIK YANG TERLETAK PADA SISI TENGAH SITE YANG MENGHADAP JALAN SEBAGAI MAIN ENTRANCE.

-PENGUNAAN SATU BUAH ENTRANCE UNTUK KEMUDAHAN DALAM PENGAMANAN DAN EFISIENSI BIAYA. LUASAN SITE DENGAN PANJANG 400 x LEBAR 168= 67200

   

POLA MASSA MONOLIT YANG DILETAKKAN PADA SISI TENGAH SITE MEMBERIKAN KELELUASAN PANDANGAN KE SISI TAPAK, MEMUDAHKAN DALAM PENGATURAN SIRKULASI DI DALAM TAPAK

  1. 2. 3. DATA : TUJUAN : tahun kedepan Site terletak di jalan By
  1. 2. 3. DATA : TUJUAN : tahun kedepan Site terletak di jalan By
  1. 2. 3. DATA : TUJUAN : tahun kedepan Site terletak di jalan By
  1. 2. 3. DATA : TUJUAN : tahun kedepan Site terletak di jalan By
  1. 2. 3. DATA : TUJUAN : tahun kedepan
1.
2.
3.
DATA :
TUJUAN :
tahun kedepan

Site terletak di jalan By Pass Ida Bgs Mantra pantai Saba,

Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali.

Untuk mengetahui bagaimana keadaan tapak dan

menunjukkan keberadaan tapak terhadap suatu wilayah

  1. 2. 3. DATA : TUJUAN : tahun kedepan Site terletak di jalan By

Untuk mengetahui bagaimana pengaruh lingkungan

sekitar tapak terhadap tapak, seperti :

Aksebilitas dalam pencapaian menuju tapak

Batas-batas wilayah disekitar tapak

Perkembangan fasilitas di sekitar tapak beberapa

STATUS KEPEMILIKAN DARI TANAH INI MERUPAKAN KEPEMILIKAN WARGA DESA SABA, KEC. SUKAWATI GIANYAR. KAWASAN INI MEMANG SUDAH DIBANGUNSEBAGAI KAWASAN WISATA. DAN SISI LAIN SEBGAI SARANA HIBURAN.

Lokasi site berada pada sisi selatan Jalan By pass Ida Bgs Mantra, pada pantai Saba Gianyar

PERATURAN DAERAH PROVINSI BALI NO.5 THN 2005, TENTANG PERSYARATAN ARSITEKTUR BANGUNAN GEDUNG Bab I Ketentuan Umum
PERATURAN DAERAH PROVINSI BALI NO.5 THN 2005, TENTANG PERSYARATAN ARSITEKTUR BANGUNAN GEDUNG Bab I Ketentuan Umum
PERATURAN DAERAH PROVINSI BALI NO.5 THN 2005, TENTANG PERSYARATAN ARSITEKTUR BANGUNAN GEDUNG Bab I Ketentuan Umum

PERATURAN DAERAH PROVINSI BALI NO.5 THN 2005, TENTANG PERSYARATAN ARSITEKTUR BANGUNAN GEDUNG Bab I Ketentuan Umum

Pasal 1 (8) Arsitektur non tradisional Bali adalah arsitektur yang tidak menerapkan norma-norma arsitektur tradisional Bali secara utuh tetapi menampilkan gaya arsitektur tradisional Bali.

Pasal 1 (11) Persyaratan arsitektur adalah persyaratan yang berkaitan dengan bentuk dan karakter penampilan bangunan gedung, tata ruang dalam, dan keseimbangan/keselarasannya dengan lingkungannya.

Pasal 1 (13) Bangunan adalah wujud fisik hasil pekerjaan konstruksi yang menyatu dengan pekarangan sebagai tempat kedudukannya, sebagian atau seluruhnya berada diatas dan/atau di bawah tanah dan/atau air. Pasal 1 (14) Bangunan Gedung adalah wujud fisik hasil pekerjaan konstruksi yang menyatu dengan tempat kedudukannya, sebagian atau seluruhnya berada diatas dan/atau di dalam tanah dan/atau air, yang berfungsi sebagai tempat manusia melakukan kegiatannya, baik untuk hunian atau tempat tinggal, kegiatan keagamaan, kegiatan usaha, kegiatan sosial, kegiatan budaya, kegiatan campuran, maupun kegiatan khusus.

Pasal 1 (17) Bangunan gedung fungsi usaha adalah bangunan gedung yang digunakan sebagai tempat untuk kegiatan usaha.

Pasal 1 (21) Pekarangan adalah bidang lahan dengan bentuk dan ukuran tertentu yang berisi atau akan diisi bangunan.

Pasal 1 (22) Penyelenggaraan adalah kegiatan pembangunan yang meliputi proses perencanaan teknis dan pelaksanaan konstruksi serta kegiatan pemanfaatan, pelestarian, dan pembongkaran. Pasal 1 (23) Pemanfaatan adalah kegiatan memanfaatkan bangunan gedung sesuai dengan fungsi yang telah

Pasal 1 (24) Pemeliharaan adalah kegiatan menjaga keandalan bangunan gedung beserta prasarana dan sarananya agar tetap laik fungsi. Pasal 1 (27) Kawasan khusus adalah suatu satuan teritorial yang ditetapkan oleh Gubernur berdasarkan persyaratan arsitektur khusus, karakteristik alam, dan budaya dengan tujuan pengembangan ilmu pengetahuan, pelestarian, dan pengayaan kasanah Arsitektur Bali.

Pasal 3

Pengaturan persyaratan arsitektur bangunan gedung bertujuan untuk :

  • a. Mewujudkan bangunan gedung yang memiliki corak dan karakter arsitektur tradisional Bali secara umum maupun corak arsitektur khas setempat serta yang serasi dan terpadu dengan lingkungannya ;

  • b. Mewujudkan kepastian hukum dalam penyelenggaraan bangunan gedung agar menghasilkan

bangunan gedung yang sesuai dengan prinsip-prinsip arsitektur tradisional Bali.

Bab II Fungsi dan Klasifikasi Bangunan Gedung Bagian Pertama : Fungsi Bangunan

Pasal 4 (2) Fungsi bangunan gedung digolongkan dalam fungsi keagamaan, fungsi hunian, fungsi usaha, fungsi sosial dan budaya, fungsi khusus, serta fungsi campuran. (3) Bangunan gedung yang berfungsi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus dibangun di tempat yang sesuai dengan peruntukan lokasi yang diatur dalam Rencana Tata Ruang yang berlaku. Bagian Kedua : Klasifikasi Bangunan Gedung

Pasal 5 Klasifikasi bangunan gedung berdasarkan :

  • a. Kompleksitas;

  • b. Tingkat kepermanenan ; dan

  • c. Bentuk dan karakter.

ditetapkan termasuk kegiatan pemeliharaan, perawatan dan pemeriksaan secara berkala.

Bagian Ketiga : Larangan Perubahan Fungsi Bangunan Gedung Pasal 6 Setiap orang dilarang mengubah fungsi bangunan gedung yang bertentangan dengan peruntukan lokasi yang diatur dalm Rencana Tata Ruang yang berlaku.

Bab III Arsitektur Bangunan Gedung Bagian Pertama : Persyaratan Arsitektur Bangunan Gedung yang Akan Dibangun

Pasal 7 (1) Arsitektur bangunan gedung harus memenuhi persyaratn :

  • a. Penampilan luar dan penampilan ruang dalam;

  • b. Keseimbangan, keselarasan, dan keterpaduan bangunan gedung dengan lingkungan ; dan

  • c. Nilai-nilai luhur dan identitas budaya setempat.

(2) Persyaratn penampilan bangunan gedung sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus menerapkan norma-norma pembangunan tradisional Bali dan/atau memperhatikan bentuk dan karakteristik Arsitektur Tradisional Bali yang berlaku umum atau arsitektur dan lingkungan setempat yang khas di masing-masing Kabupaten/Kota. (3) Persyaratan ruang dalam bangunan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus memperhatikan fungsi ruang dan karakter elemen-elemen yang melekat pada bangunan. (4) Persyaratan keseimbangan dan keselarasan bangunan gedung dengan lingkungannya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus mempertimbangkan terciptanya ruang luar bangunan gedung, ruang terbuka hijau yang seimbang, serasi, dan terpadu dengan lingkungannya. (5) Gubernur menetapkan lebih lanjut ketentuan penampilan bangunan gedung, tata ruang dalam, keseimbangan dan keselarasan bangunan gedung dengan lingkungannya sebagaimana dimaksud pada ayat (1), ayat (2), ayat (3), dan ayat (4) setelah mendapat rekomendasi dari DPRD. Bagian Ketiga : Persyaratan arsitektur bangunan gedung non-tradisional Bali

Pasal 13 (1) Arsitektur bangunan gedung non-tradisional Bali harus dapat menampilkan gaya arsitektur tradisional Bali dengan menerapkan prinsip-prinsip arsitektur tradisional Bali yang selaras, seimbang, dan terpadu dengan lingkungan setempat.

(2) Prinsip-prinsip arsitektur tradisional Bali sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tercantum pada Lampiran yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini. (3) Pembangunan bangunan gedung dengan fungsi khusus yang karena kekhususannya tidak mungkin menerapkan prinsip-prinsip arsitektur tradisional Bali, dan menampilkan gaya arsitektur lain dengan persetujuan Gubernur setelah mendapat rekomendasi DPRD. Pasal 14

(1) Penempatan bangunan dengan massa majemuk, ditata sesuai struktur nilai, pembagian tapak atau mandalanya. (2) Komposisi massa bangunan majemuk, ditata membentuk suatu halaman utama sebagai pusat orientasi massa bangunan. Pasal 15 Desain pagar dan gerbang pekarangan di sepanjang jalan raya dan jalan lingkungan harus mentaati prinsip-prinsip arsitektur tradisional Bali.

Bab V Simbol Fungsi dan Simbol Keagamaan Bagian Pertama : Simbol Fungsi Pasal 19 Simbol-simbol fungsi dari fungsi pokok suatu bangunan harus terekspresi dalam arsitektur bangunan gedung.

Bab VI Pengendalian Penerapan Persyaratan Arsitektur Pasal 21 Gubernur mengkoordinasikan pengendalian penerapan persyaratan arsitektur bangunan gedung, penggunaan simbol fungsi, dan simbol keagamaan dengan pemerintah kabupaten / kota.

Pasal 22 Masyarakat dapat berperan serta dalam pengendalian penerapan persyaratan arsitektur bangunan gedung.

PERATURAN DAERAH PROVINSI BALI NO.4 THN 2005, TENTANG PENGENDALIAN PENCEMARAN DAN PERUSAKAN LINGKUNGAN HIDUP

 

(1) Gubernur menetapkan lokasi pembuangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dengan peraturan Gubernur setelah mendapat rekomendasi DPRD.

Bab I Ketentuan Umum Pasal 2

(2) Penetapan lokasi pembuangan limbah sebagaiman dimaksud dalm ayat (1) memperhatikan Rencana Tata Ruang dan atau persetujuan masyarakat yang terkena dampak.

(1) Pengendalian pencemaran dan perusakan lingkungan hidup berasaskan pelestarian fungsi

Pasal 12

lingkungan hidup dengan menjunjung tinggi peran serta masyarakat dan nilai-nilai Tri Hita Karana. (2) Pengendalian pencemaran dan perusakan lingkungan hidup bertujuan untuk mencegah dan menanggulangi pencemaran, kerusakan, serta memulihkan kualitas lingkungan hidup. Bab IV Pengelolaan Limbah dan Pencegahan Perusakan Lingkungan Hidup

(1) Setiap Penanggungjawab Usaha dilarang membuang limbah ke media lingkungan hidup tanpa izin dari Gubernur. (2) Izin sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus memuat persyaratan untuk melakukan upaya pengendalian, pencemaran, dan perusakan lingkungan hidup. Pasal 13

Pasal 9

Setiap Penanggungjawab Usaha yang menghasilkan limbah B3 wajib melakukan

Setiap Penanggungjawab Usaha harus :

pengelolaan limbah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

  • a. Mencegah timbulnya pencemaran dan kerusakan lingkungan

Pasal 14

  • b. Memberikan laporan mengenai jumlah dan kharakteristik limbah yang dihasilkan serta sistem

(1) Setiap Penanggungjawab Usaha yang kegiatannya mengandung potensi limbah yang

pengelolaan limbah yang dimiliki ; dan

mencemari dan merusak lingkungan harus menyediakan dana lingkungan.

  • c. Memberikan kesempatan dan bantuan kepada instansi untuk mengadakan pemeriksaan atau penelitian di tempat kegiatan usahanya. Pasal 10

(2) Besaran dana lingkungan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan peraturan Gubernur setelah mendapat rekomendasi dari DPRD.

(1) Setiap penanggungjawab Usaha yang kegiatannya mengandung potensi limbah wajib

Bab V Penanggulangan Pencemaran dan Perusakan

melengkapi izin kegiatannya dengan dokumen pengelolaan lingkungan.

Pasal 15

(2) Setiap penanggungjawab Usaha wajib melakukan pengelolaan limbah hasil usaha dan atau kegiatannya sebelum dibuang ke media lingkungan hidup.

Setiap Penanggungjawab Usaha yang menimbulkan pencemaran dan atau kerusakan lingkungan hidup sebagai akibat pembuangan limbah wajib :

(3) Pembuangan limbah hasil usaha ke media lingkungan hidup wajib memenuhi syarat kualitas

  • b. Memiliki sistem tanggap darurat ;

fisik, kimia, dan biologi sebagaimana diatur dalam Baku Mutu Lingkungan hidup dan Kriteria Baku Kerusakan Lingkungan Hidup.

  • c. Memberikan informasi tentang sistem tanggap darurat kepada pemberi izin dan masyarakat luas ; dan

(4) Baku Mutu Lingkungan Hidup dan Kriteria Baku Kerusakan Lingkungan Hidup sebagaimana

  • d. Melakukan upaya penanggulangan.

dimaksud pada ayat (3), diatur dengan peraturan Gubernur setelah mendapat rekomendasi DPRD.

Bab VI Pemulihan Pencemaran dan Perusakan

Pasal 11

Pasal 16

(3) Pembuangan limbah ke media lingkungan hidup sebagaimana dimaksud dalam pasal 10 ayat (3) harus dilakukan di lokasi pembuangan yang telah ditetapkan Gubernur.

Setiap Penanggungjawab Usaha yang menimbulkan pencemaran dan atau kerusakan lingkungan hidup sebagai akibat pembuangan limbah wajib melakukan rangkaian upaya

 

untuk pemulihan daya dukung lingkungan hidup sesuai dengan tingkat ketercemaran dan

i.

Kota Denpasar.

kerusakan lingkungan hidup. Pasal 17

Bab IV Strategi Pengembangan Tata Ruang

Penanggungjawab Usaha wajib menanggung biaya penanggulangan dan atau pemulihan

Pasal 11

pencemaran dan atau perusakan lingkungan hidup sebagaimana dimaksud dalam pasal 15, pasal 16, dan pasal 19 huruf a.

(1) Strategi Pengembangan Tata Ruang dilandasi oleh falsafat Tri Hita Karana. (2) Strategi Pengembangan Tata Ruang sebagaimana dimaksud ayat (1) mencakup :

Pasal 19

  • a. Strategi pengelolaan kawasan lindung

  • b. Penanggungjawab Usaha sebagai kewajiban untuk pemeriksaan secara berkala sesuai

  • b. Strategi pengembangan kawasan budidaya

dokumen lingkungan hidup.

  • c. Strategi pengembangan sistem prasarana wilayah

 
  • d. Strategi pengembangan sistem pusat permukiman perkotaan dan perdesaan

Bab VIII Sanksi Administrasi

PERATURAN DAERAH PROVINSI BALI NO. 3 TAHUN 2005 TENTANG RENCANA TATA RUANG

 
  • e. Strategi pengembangan wilayah prioritas.

Pasal 20

Pasal 16

(1) Penanggungjawab Usaha yang melakukan pencemaran dan atau kerusakan lingkungan hidup

 

Strategi Pengembangan Wilayah Prioritas diarahkan pada :

dapat dikenakan sanksi administrasi. (2) Pengenaan sanksi administrasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan oleh Gubernur.

WILAYAH PROVINSI BALI

 
  • a. Pengembangan kawsan-kawasan untuk mengakomodasikan kepentingan sektor-sektor unggulan mulanya memerlukan pengembangan dan mendapat dukungan penataan ruang, dengan mempertiumbangkan keberadaan dan tingkat kepentingan sektor terhadap wilayah dalam hal potensi maupun permasalahan, serta ketersediaan dan kesiapan sarana dan prasarana untuk mendukung pengembanmgan wilayah.

Bab III Kedudukan, Wilayah, dan Jangka Waktu Rencana Bagian Kedua : Wilayah

Pasal 9 Wilayah perencanaan tata ruang dalam RTRWP adalah daerah dalam pengertian Pemerintahan yang meliputi 9 daerah kabupaten atau kota, yaitu :

  • a. Kabupaten Badung

  • b. Kabupaten Tabanan

  • c. Kabupaten Jembrana

  • d. Kabupaten Buleleng

  • e. Kabupaten Gianyar

  • f. Kabupaten Bangli

  • g. Kabupaten Klungkung

  • h. Kabupaten Karangasem, dan

  • b. Antisipasi kecenderungan kawasan-kawasan cepat berkembang yang memerlukan dukungan penataan ruang dengan mengalo0kasikan kegiatan serta fasilitas pendukung.

  • c. Penanganan permasalahan tata ruang pada kawasan-kawasan yangh dianggap kritis dan kurang berkembang untuk mengembalikan fungsinya serta memacu perkembangan wilayahnya.

  • d. Penanganan kantong-kantong kemiskinan yang masih tersebar di beberapa tempat di propinsi melalui peningkatan sarana dan prasarana serta kemampuan perekonomian rakyat.

Bab V Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Bagian Pertama : Kawasan Lindung

Pasal 19 (6) Kriteria penempatan sempadan pantai mencakup :

  • a. Daratan sepanjang pesisir dengan lebar proporsional sesuai bentuk dan kondisi fisik pantai, dengan jarak paling rendah 100 meter dihitung dari pasang tertingi kearah darat ; atau

  • b. Daratan di luar kriteria pada huruf a, ditetapkan oleh pemerintah kabupaten/kota dengan mempertimbangkan fungsi kawasan dan tingkat kerawanan pantai seperti tinggi gelombang, potensi tsunami, arus laut, kondisi geologis pantai, dll, dengan persetujuan Gubernur.

  • c. Variasi sempadan pantai di arahkan sebagai berikut :

    • 1. Kawasan perkotaan dan kawasan efektif pariwisata dengan tinggi gelombang kurang dari 2 meter ; untuk pantai yang tidak rentan abrasi paling rendah 50 meter ; untuk pantai yang rentan abrasi paling rendah 75 meter.

    • 2. kawasan perkotaan dan kawasan efektif pariwisata dengan tinggi gelombang lebih dari 2 meter ; untuk pantai yang tidak rentan abrasi paling rendah 75 meter ; untuk pantai yang rentan abrasi paling rendah 100 meter.

    • 3. kawasan perdesaan dengan tinggi gelombang kurang dari 2 meter ; untuk pantai yang tidak rentan abrasi paling rendah 100 meter ; untuk pantai yang rentan abrasi paling rendah 125 meter.

    • 4. kawasan perdesaan dengan tinggi gelombang lebih dari 2 meter ; untuk pantai yang tidak rentan abrasi paling rendah 125 meter ; untuk pantai yang rentan abrasi paling rendah 150 meter.

Pasal 20 (5) Kriteria penetapan kawasan pantai berhutan bakau adalah kawasan paling rendah 130 kali nilai rata-rata perbedaan air pasang tertinggi dan terendah ke arah barat yang merupakan habitat hutan bakau. Bagian kedua : Kawasan Budidaya

Pasal 25

(3) Kriteria penetapan kawasan pariwisata mencakup :

  • a. Keindahan alam dan/atau panorama; atau

  • b. Masyarakat dengan kebudayaan bernilai tinggi dan diminati oleh wisatawan; atau

  • c. Bangunan peninggalan budaya dan/atau mempunyai nilai sejarah yang tinggi;

  • d. Potensi sarana dan prasarana pendukung kawasan; dan

  • a. Cadangan lahan yang mencukupi sebagai kawasan efektif pariwisata.

Pasal 20 (1) Pengembangan kawasan budidaya non pertanian seperti budidaya pariwisata, industri, permukiman, pertambangan, dan pertahanan keamanan (Hankam) diarahkan pada :

  • a. Mengamankan sempadan perbatasan administrasi antara wilayah Kabupaten/Kota paling rendah 50 meter di kiri kanan garis perbatasan wilayah, serta berfungsi sebagai ruang terbuka hijau, kecuali pada kawasan perbatasan yang sudah padat bangun-bangunan;

ANALISIS DATA :

Pada kawasan pertanian ini pada bagian sisi belum terdapat bangunan yang Guna menambah nilai kawasan pertanian
Pada kawasan pertanian ini pada bagian sisi belum terdapat bangunan yang
Guna menambah nilai kawasan pertanian ini menjadi tempat rekreasi bagi para
Site terletak di jalan By Pass Ida Bgs Mantra kabepaten Gianyar, Provinsi Bali.
Diproyeksikan pula kawasan pertanian ini di kembangkan menjadi perumahan
Pengembangang kawasan ini diarahkan sepanjang kawasan pinggir pantai saba
berdiri, sehingga kawasan ini cocok untuk di kembangkan.
penduduk yaang terdapat di areal sekitarnya.
agar menjadi kawasan yang lebih produktif.
LOKASI DAN TAPAK SESUAI FUNGSI
PENGEMBANGAN DIARAHKAN :
ANALISIS DATA : Pada kawasan pertanian ini pada bagian sisi belum terdapat bangunan yang Guna menambah
ANALISIS DATA : Pada kawasan pertanian ini pada bagian sisi belum terdapat bangunan yang Guna menambah
Jalan By pass Ida Bgs Mantra merupakan akses utama lintas kabupaten yang menjadi akses dari kawasan
Jalan By pass Ida Bgs Mantra merupakan akses utama lintas kabupaten yang menjadi akses dari kawasan
Jalan By pass Ida Bgs Mantra merupakan akses utama lintas kabupaten yang menjadi akses dari kawasan
Jalan By pass Ida Bgs Mantra merupakan akses utama lintas kabupaten yang menjadi akses dari kawasan

Jalan By pass Ida Bgs Mantra merupakan akses utama lintas kabupaten yang menjadi akses dari kawasan ini.

Jalan By pass Ida Bgs Mantra merupakan akses utama lintas kabupaten yang menjadi akses dari kawasan
Jalan By pass Ida Bgs Mantra merupakan akses utama lintas kabupaten yang menjadi akses dari kawasan

Pantai saba yang terdapat di dekat site, yang juga dapat di gunakan sebagai vieu.

Jalan By pass Ida Bgs Mantra merupakan akses utama lintas kabupaten yang menjadi akses dari kawasan

DATA LAPANGAN :

 

Jalan by pass Ida Bagus Mantra terdapat di sebelah utara site. Jalan tersebut adalah jalan arterii

 

yang menghubungkan daerah antar kabupaten/kota. Untuk masuk/keluar tapak terdapat jalan yang

belum tertata dengan baik menuju ke daerah pantai dari jalan by pass.

   

TUJUAN DAN FAKTOR PENGARUH :

 

Tujuan kajian sirkulasi kendaraan site ini adalah

 

Mengetahui lalu lintas dan kepadatan kendaraan di atas site

maupun disekitar site

Mengetahui lokasi atau tepian yang spesifik pada site yang

memberikan pencapaian ke dan jalan keluar dari tapak.

Mengetahui rute-rute angkutan umum dan pribadi yang

berhubungan dengan site

Mengetahui arah dan lintasan kedatangan dan keberangkatan para

pemakai bangunan lain.

Mengetahui masalah lalu lintas disekitar site dan cara

mengatasinya.

Faktor pengaruh

Jenis jalan disekitar site

Kepadatan lalu lintas

   

ANALISIS DATA :

Jalan By pass Ida Bgs Mantra merupakan akses utama lintas kabupaten yang menjadi akses dari kawasan
 

Jalan sebagai akses yang tersedia disekitar site sudah cukup memadai dari

 

segi ukuran dan kondisi sebagai akses menuju lokasi rencana bangunan

pusat pagelaran seni musik dan gerak ( tari ). Hal-hal yang perlu dipikirkan

adalah angin yang berhembus dari arah pantai jika musim gelombang

pasang.

   

KESIMPULAN DAN REKOMENDASI:

Jalan By pass Ida Bgs Mantra merupakan akses utama lintas kabupaten yang menjadi akses dari kawasan
 

Jl. By Pass Ida Bagus Mantra merupakan jalan utama yang digunakan

 

untuk menuju site karena merupakan jalan arteri antar kabupaten yang

cukup lebar berukuran 10 m dengan kondisi baik, dan sudah di bagi

menjadi dua arah. Tepat sebelah utara site merupakan jembatan sehinga

perlu adanya akses dari timur laut site yang memang telah direncanakan

untuk akses menuju balik arah.

   
Jaringan Listrik PLN TUJUAN : Tujuan kajian infrastruktur ini adalah: Mengetahui kondisi infrastruktur di lingkungan site.
Jaringan Listrik PLN TUJUAN : Tujuan kajian infrastruktur ini adalah: Mengetahui kondisi infrastruktur di lingkungan site.
Jaringan Listrik PLN TUJUAN : Tujuan kajian infrastruktur ini adalah: Mengetahui kondisi infrastruktur di lingkungan site.
Jaringan Listrik PLN TUJUAN : Tujuan kajian infrastruktur ini adalah: Mengetahui kondisi infrastruktur di lingkungan site.
Jaringan Listrik PLN
Jaringan Listrik
PLN

TUJUAN :

Tujuan kajian infrastruktur ini adalah:

Mengetahui kondisi infrastruktur di lingkungan site.

DATA LAPANGAN :

 
  • 1. Jalan utama (bypass I B Mantra), berupa jalan aspal

 
  • 2. Jalan menuju site (jalan yang nantinya direncanakan sebagai

penghubung dermaga, sekaligus akses menuju lokasi site).

  • 3. Jaringan utilitas, berupa :

  • - listrik

  • - air bersih

  • - telepon

untuk kemudian disesuaikan dengan proyek

   

ANALISIS DATA :

 

Jalan utama terletak di utara site, yaitu bypass I B Mantra, berupa jalan 2

 

arah. Sedangkan jalan yang nantinya direncanakan sebagai penghubung

dermaga yang sekaligus akses menuju site, terletak di sebelah timur site.

Jaringan utilitas yang ada di sekitar site terbilang cukup memadai,,

selanjutnya hanya tinggal menyesuaikannya dengan kebutuhan proyek

dari segi kapasitas dan dimensi.

   

KESIMPULAN DAN REKOMENDASI:

 

Jaringan dan utilitas disekitar site telah cukup memadai, tinggal

 

membuat aliran atau menyambung jaringan menuju kedalam site. Dari

segi kapasitas, jaringan utilitas yang ada dapat disesuaikan dengan

kebutuhan di dalam proyek nantinya, diantaranya dengan penambahan

daya listrik dan penyesuaian dimensi pipa saluran air atau pembuangan.

   
Jalan By pass Ida Bgs Mantra merupakan akses utama lintas kabupaten yang menjadi akses dari kawasan
Jalan By pass Ida Bgs Mantra merupakan akses utama lintas kabupaten yang menjadi akses dari kawasan
Jalan By pass Ida Bgs Mantra merupakan akses utama lintas kabupaten yang menjadi akses dari kawasan
Jalan By pass Ida Bgs Mantra merupakan akses utama lintas kabupaten yang menjadi akses dari kawasan
Jalan By pass Ida Bgs Mantra merupakan akses utama lintas kabupaten yang menjadi akses dari kawasan

Jalan By pass Ida Bgs Mantra merupakan akses utama lintas kabupaten yang menjadi akses dari kawasan ini.

padat. DATA LAPANGAN : belum tertata dengan baik menuju ke daerah pantai dari jalan by pass.
padat.
DATA LAPANGAN :
belum tertata dengan baik menuju ke daerah pantai dari jalan by pass.
kawasan timur Bali dengan pusat kota Denpasar. Disamping itu, jalan ini merupakan jalan utama
bagi truck pengangkut material dari galian C di kabupaten Klungkung dan Karangasem menuju
kawasan Bali Selatan. Hal-hal tersebut di atas yang menyebabkan lalu lintas di jalan ini sedemikian
Jalan by pass Ida Bagus Mantra terdapat di sebelah utara site. Jalan tersebut adalah jalan arteri
Lalu lintas di jalan by pass Ida Bagus Mantra relatif cukup padat, karena jalan ini menghubungkan
yang menghubungkan daerah antar kabupaten/kota. Untuk masuk/keluar tapak terdapat jalan yang

ANALISIS

 

Arah pergerakan lalu lintas pada jalan by pass Ida Bagus Matra merupakan jalur 2 arah. Terdapat juga jalan menuju site dengan jalur 2 arah.

 

Kepadatan lalu lintas pada jalan utama relative tidak terlalu padat,namun pada jam sibuk pagi dan sore hari kepadatan lalu lintas betambah. Hal tersebut disebabkan karena jalan tersebut merupakan akses urbanisasi dan sebaliknya.

Tingkat kebisingan paling besar bersumber dari arah utara site karena merupakan jalan utama. Hal ini menyebabkan tingkat kebisingan dan polusi udara.

   

KESIMPULAN DAN REKOMENDASI:

   

REKOMENDASI :

 

Penempatan main entrance diletakkan pada arah utara site. Hal tersebut berkaitan dengan letak jalan yang terletak disebelah utara site. Zoning pada site dibagi menjadi area parkir, area built up, area hijau, serta area servis.

POLA SIRKULASI DIARAHKAN PADA SATU TITIK YANG TERLETAK PADA SISI TENGAH SITE YANG MENGHADAP JALAN SEBAGAI MAIN ENTRANCE.

   
DATA LAPANGAN : Lokasi site yang terletak di Desa Saba kabupaten gianyar, sunber kebisingan bersumber dari
DATA LAPANGAN : Lokasi site yang terletak di Desa Saba kabupaten gianyar, sunber kebisingan bersumber dari
DATA LAPANGAN : Lokasi site yang terletak di Desa Saba kabupaten gianyar, sunber kebisingan bersumber dari
DATA LAPANGAN : Lokasi site yang terletak di Desa Saba kabupaten gianyar, sunber kebisingan bersumber dari

DATA LAPANGAN :

Lokasi site yang terletak di Desa Saba kabupaten gianyar, sunber kebisingan bersumber dari arah jalan bay
Lokasi site yang terletak di Desa Saba kabupaten gianyar, sunber
kebisingan bersumber dari arah jalan bay pass ida bagus mantra
yaitu arah kendaraan yang melewati jalan bay pas ida bagus
mantra.

U

DATA LAPANGAN : Lokasi site yang terletak di Desa Saba kabupaten gianyar, sunber kebisingan bersumber dari

TUJUAN :

untuk mengetahui intensitas kebisingan di dalam maupun di luar / sekitar tapak, sumber-sumber kebisingan, mengetahui jenis-jenis
untuk mengetahui intensitas kebisingan di dalam maupun
di luar / sekitar tapak, sumber-sumber kebisingan,
mengetahui jenis-jenis pencemaran yang ada di dalam
serta di luar tapak, dan menentukan pengaruh pencemaran
terhadap site/tapak.

KESIMPULAN DAN REKOMENDASI:

Jalan bay pass ida bagus mantra merupakan sumber kebisingan yang terdapat di sekitar site.
Jalan bay pass ida bagus mantra merupakan sumber kebisingan
yang terdapat di sekitar site.
 
  • BISING

  • SEMI BISING

  • TENANG

 
Gubug liar di sekitar site ANALISIS Lingkungan yang masih berupa kawasan pertanian yang belum terdapat bangunan
Gubug liar di sekitar site ANALISIS Lingkungan yang masih berupa kawasan pertanian yang belum terdapat bangunan
Gubug liar di sekitar site ANALISIS Lingkungan yang masih berupa kawasan pertanian yang belum terdapat bangunan
Gubug liar di sekitar site ANALISIS Lingkungan yang masih berupa kawasan pertanian yang belum terdapat bangunan
Gubug liar di sekitar site ANALISIS Lingkungan yang masih berupa kawasan pertanian yang belum terdapat bangunan
Gubug liar di sekitar site
Gubug liar di sekitar site

ANALISIS

 

Lingkungan yang masih berupa kawasan pertanian yang belum terdapat bangunan permanen dan belum berpenghuni menyebabkan keamanan yang kurang terjaga.

 

Lingkungan yang berkawasan di suburban menyebabkan masyarakat setempat masih memiliki rasa kepedulian yang tinggi dan ramah dalam bersosialisasi (tidak tertutup

   
 

KESIMPULAN DAN REKOMENDASI:

REKOMENDASI :

   

Pengaruh lingkungan social di sekitar tapak terhadap bangunan teater yang direncanakan :

 

Rancangan bangunan yang dibuat terbuka terhadap masyarakat sekitar, hal ini diakibatkan karena masyarakatnya yang terbuka, namu keamanannya tetap menjadi prioritas

Pola

bangunan

massa

yang

berorientasi

pada

entrance

bangunan

yang

didisain

terbuka

terhadap

masyarakat.

 
   

DATA LAPANGAN :

 

Sejauh ini tidak ada ditemukan lingkungan perumahan di sekitar tapak, namun

 

ada beberapa gubug-gubug yang merupakan milik dari petani yang di gunakan

sebagai tempat istirahat.

Mayoritas penduduk desa setempat berprofesi sebagai petani ladang dan juga

sebagai nelayan.

   
Pemandangan pantai terlihat dari sebelah Pemandangan yang masih alami dan menambah nilai positif kawasan sekitar site
Pemandangan pantai terlihat dari sebelah Pemandangan yang masih alami dan menambah nilai positif kawasan sekitar site
Pemandangan pantai terlihat dari sebelah Pemandangan yang masih alami dan menambah nilai positif kawasan sekitar site
Pemandangan pantai terlihat dari sebelah Pemandangan yang masih alami dan menambah nilai positif kawasan sekitar site
Pemandangan pantai terlihat dari sebelah Pemandangan yang masih alami dan menambah nilai positif kawasan sekitar site
Pemandangan pantai terlihat dari sebelah Pemandangan yang masih alami dan menambah nilai positif kawasan sekitar site
Pemandangan pantai terlihat dari sebelah Pemandangan yang masih alami dan menambah nilai positif kawasan sekitar site
Pemandangan pantai terlihat dari sebelah
Pemandangan yang masih alami dan menambah
nilai positif kawasan sekitar site yang
mempengaruhi orientasi ruang .
selatan site, dan.

DATA LAPANGAN :

Pemandangan pantai terlihat dari sebelah Pemandangan yang masih alami dan menambah nilai positif kawasan sekitar site
 
  • Site terletak di kawsan pertania jalan by pass Ida Bagus Mantra di bagian utara site dengan jalan yang masih belum tertata menuju site.

 
  • Unsur alam yang menonjol berupa Pantai yang terletak di bagian selatan site. Pantai masih alami dan sedang dalam proses pembangunan pelabuhan di pantai bagian tenggara site.

   

ANALISIS

 Sebelah selatan kawasan pertanian ini adalah Pantai. Pantai ini memberikan nilai positif di kawasan ini.
 Sebelah selatan kawasan pertanian ini adalah Pantai. Pantai ini memberikan nilai positif di
kawasan ini. Selain itu kawasan pantai di daerah ini oleh Pemda Kabupaten Gianyar
diproyeksikan sebagai pengembangan objek wisata, sehingga dapat menunjang
pembangunan disekitar kawasan ini dan dapat mengubah kawasan pertanian yang
terbengkalai menjadi kawasa yang tertata lebih baik.

KESIMPULAN DAN REKOMENDASI:

 

REKOMENDASI :

 
  • - Orientasi massa pada bangunan yang akan di rancang sebaiknya berorientasi ke arah jalan di depan site, bertujuan menerima tamu dan sebagai gambaran awal mengenai bangunan ini beserta ruang di dalamnya.

  • - Orientasi ruang pada site sebaiknya menghadap ke arah pemandangan yaitu ke arah selatan (pantai) dan barat site (sungai) sesui dengan kebutuhan ruang yang dituntut di dalamnya.

   
TUJUAN : Untuk mengetahui unsur-unsur buatan yang terdapat di lingkungan site. Jembatan jalan bay pass I
TUJUAN : Untuk mengetahui unsur-unsur buatan yang terdapat di lingkungan site. Jembatan jalan bay pass I
TUJUAN : Untuk mengetahui unsur-unsur buatan yang terdapat di lingkungan site. Jembatan jalan bay pass I
TUJUAN : Untuk mengetahui unsur-unsur buatan yang terdapat di lingkungan site. Jembatan jalan bay pass I
TUJUAN : Untuk mengetahui unsur-unsur buatan yang terdapat di lingkungan site. Jembatan jalan bay pass I
TUJUAN : Untuk mengetahui unsur-unsur buatan yang terdapat di lingkungan site. Jembatan jalan bay pass I

TUJUAN :

 

Untuk

mengetahui

unsur-unsur

buatan

yang

terdapat

di

 

lingkungan site.

 
   
TUJUAN : Untuk mengetahui unsur-unsur buatan yang terdapat di lingkungan site. Jembatan jalan bay pass I
TUJUAN : Untuk mengetahui unsur-unsur buatan yang terdapat di lingkungan site. Jembatan jalan bay pass I
TUJUAN : Untuk mengetahui unsur-unsur buatan yang terdapat di lingkungan site. Jembatan jalan bay pass I

Jembatan jalan bay pass I B Mantra

Bangunan yang terdapat di depan site.

DATA LAPANGAN :

Di sekitar site terdapat di jalan ida bagus mantra jembatan tersebut

yang menghubungkan antar kabupaten. Di samping terdapat jembatan

yang ada di sekitar site, juga terdapat bagunan gudang cargo yang

terdapat di depan site.

KESIMPULAN DAN REKOMENDASI :

 

Unsur buatan berupa jembatan tukad Petanu di Jalan By Pass Prof Ida

 

Bagus Mantra memberikan pengaruh pada site, mengenai traffic yang

melintas pada bagian depan site, sehingga kita dapat menentukan

perletakan entrance masuk maupun entrance keluar yang tepat pada

site.

   
 

Secara umum, unsur-unsur buatan pada site memberikan nilai negatif,

 

sehingga diharapkan pada site benar benar dimanfaatkan view pantai

Saba yang langsung berbatasan dengan site. Selain itu diperlukan pula

pemberian view positif ke dalam tapak melalui penataan lanskap serta

memperlihatkan bentuk bentuk estetika bangunan.

   
TUJUAN : Tujuan kajian pola ruang ini adalah: Mengetahui pola ruang di lingkungan site. DATA :
TUJUAN : Tujuan kajian pola ruang ini adalah: Mengetahui pola ruang di lingkungan site. DATA :
TUJUAN : Tujuan kajian pola ruang ini adalah: Mengetahui pola ruang di lingkungan site. DATA :
TUJUAN : Tujuan kajian pola ruang ini adalah: Mengetahui pola ruang di lingkungan site. DATA :
TUJUAN : Tujuan kajian pola ruang ini adalah: Mengetahui pola ruang di lingkungan site. DATA :
TUJUAN : Tujuan kajian pola ruang ini adalah: Mengetahui pola ruang di lingkungan site. DATA :

TUJUAN :

Tujuan kajian pola ruang ini adalah:

Mengetahui pola ruang di lingkungan site.

DATA :

TUJUAN : Tujuan kajian pola ruang ini adalah: Mengetahui pola ruang di lingkungan site. DATA :

Tebing di samping site

Jalan utama, Bypass Ida Bagus Mantra

TUJUAN : Tujuan kajian pola ruang ini adalah: Mengetahui pola ruang di lingkungan site. DATA :
 

Pola ruang pada site dipengaruhi oleh view yang ada

 

di lingkungan sekitar site. Adapun view yang ada di

sekitar lingkunbgan site, diantaranya :

   
TUJUAN : Tujuan kajian pola ruang ini adalah: Mengetahui pola ruang di lingkungan site. DATA :
TUJUAN : Tujuan kajian pola ruang ini adalah: Mengetahui pola ruang di lingkungan site. DATA :

Tanaman jagung di samping site

TUJUAN : Tujuan kajian pola ruang ini adalah: Mengetahui pola ruang di lingkungan site. DATA :

Pantai saba

ANALISA : Batas site :  Utara : Jalan Bypass I B Mantra  Timur :
ANALISA :
Batas site :
Utara
: Jalan Bypass I B Mantra
Timur
: Tanaman jagung
Selatan : Pantai saba
Site entrance diletakkan pada sisi
tengah dengan pertimbangan aspek
efisiensi terhadap pengamanan site
serta efektifitas sirkulasi.
Rekomendasi penempatan
entrance
Barat
: Tebing
Komposisi ruang dengan ruang dan komposisi ruang
dengan bangunan.
Rekomendasi orientasi
ruang
Rekomendasi orientasi
massa
Jalan menuju
lokasi site
Orientasi ruang pada bangunan
mengarah sebaliknya dari orientasi
massa bangunan. Hal ini didasarkan
pada view yang terdapat pada site, yaitu
view pantai/laut. Pengunjung dapat
menikmati tampilan view yang disajikan
oleh site.
Orientasi massa bangunan mengarah ke
utara (menghadap ke jalan utama site).
Bangunan terkesan menyambut
pengunjung dari arah jalan utama.
TEBING
TEBING
TEBING
TEBING
TEBING
TEBING
TEBING
TEBING JALAN UTAMA (JL. BY PASS IDA BAGUS MANTRA) DENGAN TANAMA JAGUNG YANG TERDAPAT DI SAMPING
TEBING JALAN UTAMA (JL. BY PASS IDA BAGUS MANTRA) DENGAN TANAMA JAGUNG YANG TERDAPAT DI SAMPING
TEBING JALAN UTAMA (JL. BY PASS IDA BAGUS MANTRA) DENGAN TANAMA JAGUNG YANG TERDAPAT DI SAMPING

JALAN UTAMA (JL. BY PASS IDA BAGUS MANTRA) DENGAN

TANAMA JAGUNG YANG TERDAPAT DI SAMPING SITE
TANAMA JAGUNG YANG
TERDAPAT DI SAMPING
SITE
TEBING JALAN UTAMA (JL. BY PASS IDA BAGUS MANTRA) DENGAN TANAMA JAGUNG YANG TERDAPAT DI SAMPING

PERTANIAN YANG KURANG PRODUKTIF YANG MENGARAH KE PANTAI

View tanaman jagung View tebing
View tanaman
jagung
View tebing

TUJUAN DAN FAKTOR PENGARUH:

  ANALISIS DATA : - Pemandangan tersebut positif atau negatif Tujuan kajian batas-batas site adalah:
ANALISIS DATA :
- Pemandangan tersebut positif atau negatif
Tujuan kajian batas-batas site adalah:
Mengetahui view dari site yang meliputi
- Posisi pada site dimana pemadangan tidak terhalangi
Bangunan di sekitar site
Faktor Pengaruh:
- Kemungkinan kesinambungan pemandangan dalam jangka
- Sudut dalam dimana view tersebut dapat terlihat
panjang
View di sekitar site
 
  • 4. View positif terdapat di sebelah utara dan selatan yaitu pada jalan ida bagus mantra

 

dan pantai saba.

  • 5. View negatif terdapat di sebelah timur dan barat

   

KESIMPULAN DAN REKOMENDASI :

View tanaman jagung View tebing TUJUAN DAN FAKTOR PENGARUH:   ANALISIS DATA : - Pemandangan

DATA LAPANGAN :

 

Terdapat beberapa view yang dapat dilihat bila kita berada dalam site di

 

sebelah utara site terdapat view bay pass ida bagus mantra, sedangkan view dari

selatan site berupa pantai saba, sebelah timur tanaman jagung, dari sebelah barat

site view berupa tebinng.

   
 
  • 1. View yang terdapat di View positif terdapat di sebelah utara dan selatan yaitu pada

 

jalan ida bagus mantra dan pantai saba.

  • 2. View negatif terdapat di sebelah timur dan barat

Uang mantinya akan di desain tergantung dari desain masing-masing

  • 3. Nantinya akan berpengaruh terhadap bukaan pada bangunan.