Anda di halaman 1dari 45

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG


Kerangka manusia terdiri dari kedua tulang menyatu dan individu yang
didirikan dan didukung oleh tendon (bagian otot dengan yang link ke tulang), otot
dan ligamen (pita jaringan ikat dimana dua atau lebih tulang ditempatkan bersama-
sama dengan satu sama lain pada sendi ). Tulang utama dalam tubuh manusia adalah
tulang paha di kaki atas, dan yang paling miniscule adalah tulang stapes di telinga
tengah. kerangka merupakan 15% dari berat total tubuh, dan sekitar setengah dari
berat ini adalah air.
Kerangka manusia terdiri dari tiga komponen utama, Tulang, tulang rawan
dan sendi Associated. Kerangka manusia dapat dibagi menjadi dua divisi yaitu: Axial
Skeleton dan Appendic Skeleton.

1.2 BATASAN MASALAH


Menjelaskan struktur anatomi axial skeleton, appendic skeleton, articulation
dan body movement.

1.3 TUJUAN

Mahasisma dapat memahami dan mengerti tentang anatomi musculoskeletal


serta gerak tubuh dalam ilmu keperawatan.

1
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 ANATOMI SISTEM SKELETAL (TULANG)

2.1.1 Pengertian
Rangka manusia tersusun dari tulang –tulang (206 tulang) yang membentuk
suatu rangka tubuh. Selain tersusun dari tulang rangka tubuh di sebagian tempat juga
dilengkapi dengan kartilago (tulang rawan).

2.1.2 Fungsi tulang


 Menyokong struktur tubuh
 Menjadi tempat melekatnya serat otot
 Membentuk sel darah
 Menyimpan ion anorganik(yaitu, kalsium dan fosfor)
 Melindungi organ dalam dari trauma
Rangka digolongkan menjadi 3 yaitu :

1. Axial skeleton

2. Appendicular skeleton

3. Articaltion

2.2 Struktur anatomi axial skeleton

Rangka aksial terdiri dari tulang-tulang dan bagian kartilago yang melindungi
dan menyangga organ-organ kepala, leher dan dada. Bagian rangka aksial meliputi
tengkorak, tulang hioid, osikel auditori, kolumna vertebra, sternum dan tulang iga.

2
2.2.1 Bagian-Bagian Rangka Aksial

A.Tengkorak

Tengkorak tersusun dari 22 tulang: 8 tulang cranial dan 14 tulang fasial.

1. Kranium membungkus dan melindungi otak.

3
a) Tulang frontal membentuk dahi, langi-langit rongga nasal, dan
langit-langit orbita (kantong mata).

• Tulang frontal pada tahap kehidupan embrio terbentuk


menjadi dua belahan yang pada masa kanak-kanak awal
berfusi dengan penuh.

• Tuberositas frontal adalah dua tonjolan yang berbeda ukuran


dan biasanya lebih besar pada tengkorak muda.

• Arkus supersiliar adalah dua lengkungan yang mencuat dan


menyatu secara medial oleh suatu elevasi halus yang disebut
glabela.

• Tepi supraorbital yang terletak dibawah lengkungan


supersiliar dan membentuk tepi orbita bagian atas. Foramen
supraorbital (takik pada beberapa tengkorak) merupakan jalan
masuk arteri dan saraf.

b) Tulang parietal membentuk sisi dan langit-langit kranium.

• Sutura sagital yang menyatukan tulang kiri dan kanan adalah


sendi mati yang disatukan fibrokartilago.

• Sutura koronal menyambung tulang parietal ke tulang frontal

• Sutura lambdoidal menyambung tulang parietal ke tulang


oksipital

c) Tulang oksipital membentuk bagian dasar dan bagian belakang


cranium.

• Foramen magnum adalah pintu oval besar yang dikelilingi


tulang oksipital. Foramen ini menghubungkan rongga kranial
dengan rongga spinal.

4
• Protuberans oksipital eksternal adalah suatu proyeksi yang
mencuat diatas foramen magnum.

• Kondilus oksipital adalah dua prosesus oval pada tulang


oksipital yang dengan berartikulasi vertebra serviks pertama,
atlas.

d) Tulang temporal membentuk dasar dan bagian sisi dari cranium.

• Bagian skuamosa, bagian terbesar, merupakan lempeng pipih


dan tipis yang membentuk pelipis. Prosesus zigomatikus
menonjol dari bagian skuamosa pada setiap tulang temporal.
Tonjolan tersebut bertemu dengan bagian temporal dari setiap
tulang zigomatikus untuk membentuk arkus zigomatikus.

• Bagian petrous terletak di dalam dasar tengkorak dan tidak


dapat dilihat dari samping. Bagian ini berisi stuktur telinga
tengah dan telinga dalam.

• Bagian mastoid terletak di belakang dan di bawah liang


telinga. Prosesus mastoid adalah tonjolan membulat yang
mudah teraba di belakang telinga

a. Pada orang dewasa prosesus mastoideus mengandung


ruang-ruang udara, yang disebut sel-sel udara mastoid
mastoid (sinus), dan dipisahkan dari otak oleh sekat
tulang yang tipis.

b. Inflamasi pada sel udaara mastoid (mastoiditis) dapat


terjadi akibat infeksi telinga tengah yang tidak diobati.

• Bagian timpani terletak disisi inferiorbagian squamosa


dan sisi anterior dari bagian mastoid. Timpani berisi saluran
telinga (meatus auditori eksternal dan memiliki prosesus
stiloid yang ramping untuk melekat pada ligamen stiloid.

5
e) Tulang etmoid adalah struktur penyangga penting dari rongga nasal
dan berperan dalam pembentukan orbita mata.

• Lempeng plate kribriform membentuk sebagian langit –


langit rongga nasal dan terperforasikan untuk jalur saraf
olfaktori. Bagian krista galli (disebut demikian karena
kemiripannya dengan jengger ayam jantan) adalh prosesus
halus tringular yang menonjol kedalam rongga kranial diatas
lempeng kribriformis dan berfungsi sebagai tempat
perlekatan perlapis otak.

• Lempeng perpendikular menonjol kearah bawah disudut


kanan lempeng kribriform dan membentuk bagian septum
nasal yang memisahkan dua rongga nasal.

• Massa leteral mengandung sel – sel udara atau sinus etmoid


tempat mensekresi mukus.

• Konka nasal superior dan tengah atau turbinatum. Menonjol


secara medial dan berfungsi untuk memper luas area
permukaan rongga nasal.(konka nasal inferior merupakan
tulang tersendiri).

f) Tulang sfenoid berbentuk seperti kelalawardengan sayap terbentang.


Tulang ini membentuk dasar anterior cranium dan berartikulasi ke
arah lateral dengan tulang temporal dan ke arah anterior dengan
tulang etmoit dan tulang frontal.

• Badan sfenoid memiliki suatu lekukan , sela tursika yang


menjadi tempat kelenjar hipofisis.

• Sayap besar dan sayap kecil menonjol kearah lateral dari


badan tulang.

6
• Prosesus pterigoid menonjol kearah inferior dari badan tulang
dan membentuk dinding rongga nasal.

g) Oksikel auditori tersusun dari maleus , inkus, dan stapes (tapal kuda).
Fungsinya dalam proses pendengaran .

h) Tulang wormian adalah tulang kecil yang jumlahnya bervariasi dan


terletak dalam sutura.

2. Tulang-tulang wajah tidak bersentuhan dengan otak. Tulang tersebut


disatukan oleh sutura yang tidak dapat bergerak, kecuali pada mandibura
atau rahang bawah.

a) Tulang nasal, membentuk penyangga hidung dan berarti kulasi


dengan septum nasal.

b) Tulang palatum, membentuk bagian posterior langit-langit mulut,


bagian tulang orbital, dan bagian rongga nasal.

c) Tulang zigmatik (malar), membentuk tonjolan pada tulang pipi,


setiap prosesus temporal berartikulasi dengan prosesus zigomatikus
pada tulang temporal.

d) Tulang maksilar membentuk rahang atas

(1) Prosesus alveolar, mengandung soket gigi bagian atas

(2) Prosesus zigomatikus, memanjang keluar untuk bersatu dengan


tepi infraorbital pada orbital.

(3) Prosesus palatines, membentuk bagian anterior pada langit-langit


keras.

(4) Sinus maksilar, yang kosong sampai kerongga nasal, merupakan


bagian dari empat sinus paranasal.

7
e) Tulang lakrimal ,berukuran kecil dan tipis, terletak diantara tulang
etmoid dan maksila pada orbita, berisi suatu celah untuk lintasan
duktus lakmiral, yang mengalirkan air mata kerongga nasal.

f) Tulang vomer, membentuk bagian tengah langi-langit keras di antara


palatum dan maksila, serta turu membentuk septum nasal.

g) Konka nasal inferior (trbinatum)

h) Mandibula adalah tulang tulang rahang bagian bawah

(1) Bagian alveoral berisi soket gigi bawah

(2) Mandibular yang terletak di kedua sisi rahang memiliki dua


prosesus, prosesus kondiloid (berfungsi untuk artikulasi dengan
tulang temporal pada fosa mandibular), prosesus koronoid
( berfungsi sebagai tempat perlekatan otot temporal).

8
3. Tulang hioid, tulang berbentuk tapal kuda yang unik karena tidak
berartikulasi dengan tulang lain, tulang hioid ditopang oleh ligamen dan
otot dari prosesus stiloideus temporal.

4. Sinus paranasal (frontal, edmoidal, sfenoidal dan maksilar), terdiri dari


ruang-ruang udara dalam tulang tengkorak yang berhubungan dengan
rongga nasal. Inus tersebut berfungsi sebagai berikut:

a) Memperingan tulang-tulang kepala

b) Memberikan resonansi pada suara dan membantu dalam proses


berbicara

c) Memproduksi mukus yang mengalir kerongga nasal dan membantu


menghangatkan dan melembabkan udara yang masuk.

A. Vertebra

9
1) Kolumna vertebra, menyangga berat tubuh dan melindungi medulla
spinalis. Kolumna ini terdiri dari vertebra-vertebra yang dipisahkan
diskus fibrokartilago intervertebal.

10
a. Ada tujuh tulang vertebra serviks, 12 vertebra toraks, 5 vertebra
lumbal, dan tulang vertebra sacrum yang menyatu menjadi sacrum
dan tiga sampai lima tulang koksigeal yang menyatu menjadi
tulang koksiks.

b. Ke-31 pasang saraf spinal keluar melalui foramina (foramen)


intervertebralis diantara vertebra yang letaknya bersebelahan

2) Strutur khas vertebra

a. Badan atau setrum menyangga sebagian besar berat tubuh.

b. Lengkung saraf (vertebra), terbentuk dari dua pedikel dan lamina,


membungkus rongga saraf dan menjadi lintasan medulla spinalis.

c. Prosesus spinosa menonjol dari arah lamina kea rah posterior dan
inferior untuk tempt perlekatan otot.

d. Prosesus transversa menjorok ke arah lateral

e. Prosesus pengartikulasi inferior dan prosesus pengartikulasi superior


menyangga faset untuk berartikulasi dengan vertebra atas dan vertebra
bawah.

3) Variasi regional pada karakteristik vertebra

a. Vertebra serviks memiliki foramina tranversal untuk litasan arteri


vertebra, vertebra srviks pertama dan kedua dimodifikasi untuk
menyangga dan menggerakkan kepala.

- Atlas: vertebra serviks pertama dan tidak mimiliki badan

- Aksis: vertebra serviks kedua, memiliki prosesus odontoid yang


menonjol ke atas dan bersandar pada tulang atlas

- Vertebra serviks ketujuh memiliki prosesus spinosa yang panjang,


sehingga dapat teraba dan terlihat pada pangkal leher. Oleh karena
itu, vertebra ini sering disebut sebagai vertebra prominens.

11
b. Vertebra toraks memiliki prosesus spinosa panjang, yang mengarah ke
bawah, dan memiliki faset artikular pada prosesus transversus, yang
digunakan untuk artikulasi tulang iga.
c. Vertebra lumbal merupakan vertebra terpanjang dan terkuat. Prosesus
spinosanya pendek dan tebal, serta menonjol hampir searah garis
horizontal.

d. Sakrum adalah tulang triangular. Bagian dasar tulang ini berartikulasi


dengan vertebra lumbal kelima.

1) Di arah lateral, banyak terdapat foramen (lubang) pada sakrum untuk


lintasan arteri dan saraf.
2) Tepi anterior bagian atas sacrum adalah promontoilum sakrum suatu
tanda obstetric yang dipakai sebagai petunjuk untuk menentukan
ukuran pelvis.
3) Koksiks (tulang ekor) menyatu dan berartikulasi dengan ujung sakrum
yang kemudian membentuk sendi dengan sedikti pergerakan.
Pergerakan ini penting selama melahirkan untuk membentuk jalur
keluar kepala janin.
4) Lengkung pada kolumna vertebra

a) Lengkung primer, yaitu konkaf atau cembung (berbentuk C) terbentuk


pada area toraks dan pelvis selama perumbuhan janin.

b) Lengkung skunder , yaitu konveks atau cekung terbentuk pada spina


serviks setelah kelahiran saat bayi mulai mengangkat kepalanya, dan
pada spina lumbal saat bayi mulai berdiri dan berjalan.

c) Lengkung abnormal

- Skoliosis: lengkungan lateral spina pad rotasi vertebra. Muncul


selama mas pertumbuhan yang cepat (masa remaja).

- Kifosis (punggung bungkuk): lengkung posterior yang berlebihan


pada bidang toraks.

12
- Lordosis (swayback): lengkung arterior yang berlebihan pada area
lumbal.

5) Gangguan pada vertebra

a) Diskus terherniasi (keluar)

- Diskus interverbral terletak diantara dua badan tulang vertebra


yang berdekatan dan bertindak sebagai peredam sters di antara
kedua tulang tersebut.

- Setiap diskus mengandung massa sentral, nucleus pulposus, yang


tersusun dari jarigan kartilago bagian luar, anulus fibrosus, anulus
ini terdiri dari cincin fibrosa konsentris yang menahan nukleus
pulposus tetap ditempat.

- Sejalan dengan pertambahan usia, atau cedera, anulus fibrosus


kehilangan daya elastisitasnya sehingga nukleus pulpolus keluar
dari tempatnya dan menekan medulla spinalis atau akar saraf,
serta menimbulkan nyeri.

b) Spina bifida

Suatu defek congenital yang didalamnya dua lamina pada lengkungan


vertebra gagal menyatu di garis tengah. Sehingga menyebabkan
jaringan pada medulla spinalis menonjol. Defek sering terjadi di area
lumbal.

13
B. Tulang sternum dan iga

14
15
1. Sternum (tulang dada)

16
Terbentuk dalam tiga bagian: manubrium atas, badan (gladiolus), dan
prosesus sifoid.

a. Artikulasi manubrium dengan klavikula (tulang kolar) adalah


pada insisura (takik) jugular (suprasternal), yang merupakan salah
satu tanda khas tulang yang mudah di palpasi. Dua takik kostal
berartikulasi dengan kartilago kostal dari tulang iga 1 dan 2 ke
arah lateral.

b. Badan tulang membentuk bagian utama sternum. Takik kostal


lateral berartikulasi langsung dengan kartilago kostal tulang iga
ke-8 sampai ke-10

c. Bagian inferior prosesus sifoid adalah jaringan kartilago

17
2. Tulang iga

Berartikulasi kearah posterior dengan faset tulang iga pada prosesus


transversa di vertebra toraks.

a) 1-7 pasang tulang iga adalah iga sejati dan berartikulasi dengan
sternum disisi anterior.

b) 8-10 pasang tulang iga adalah iga semu. Tulang ini berartikulasi
secara tidak langsung dengan sternum melalui penyatuan kartilago

c) Tulang iga ke-11 dan 12 adalah iga melayang yang tidak memiliki
perletakan disisi anterior.

d) Walaupun sebagian tulang iga memiliki karateristik tersendiri, semua


tulang memiliki beberapa cirri umum yang sama.

 Bagian kepala dan tuberkel berartikulasi dengan faset dan


prosesus transversus dari vertebra

 Bagian leher memiliki permukaan kasar yang berfungsi untuk


perlekatan ligamen.

 Bagian batang, atau badan, dari tulang iga memiliki


permukaan eksternal berbentuk konveks untuk perlekatan otot
dan suatu lintasan kostal untuk mengakomodasi saraf dan
pembuluh darah pada permukaan internal.

 Tulang iga mengandung sumsum tulang merah, demikian pula


dengan sternum.

18
2.3 struktur anatomi appendicular skeleton

19
Rangka apendikular terdiri dari girdel pektoral (bahu), girdel pelvis, dan tulang
lengan serta tungkai. Terdiri dari 126 tulang yang membentuk lengan, tungkai, dan
tulang pectoral serta tonjolan pelvis yang menjadi tempat melekatnya lengan dan
tungkai pada rangka aksial

1. Girdel pektoral memiliki dua tulang klaviula dan skapula berfungsi untuk
melekatkan tulang lengan kerangka aksial

 Skapula (tulang belikat) adalah tulang pipih triangular dengan tiga


tepi : tepi vertebra (medial) yang panjang terletak paralel dengan
kolumna vertebra, tepi superior yang pendek melandai kearah ujung
bahu, dan tepi lateral merupakan tepi ketiga pelengkap segitiga
mengarah ke lengan.

a. Bagian spina pada scapula adalah hubunga tulang yang


berawal dari tepi vertebra dan melebar saat mendekati ujung
bahu.

b. Spina berahir pada prosesus akromion, yang berartikulasi


dengan klavikula:bagian ini menggantung persendian bahu.

c. Prosesus korokoid adalah tonjolan berbentuk kait pada tepi


superior yang berfungsi sebagai tempat perlekatan sebagai
otot dinding dada dan lengan.

d. Rongga glenoit (fosa glenoit) adalah suatu ceruk dangkal


yang ditemukan pada persendian tepi superior dan
lateral.Bagian ini mempertahankan letak kepala humerus
(tulang lengan).

 Klavikula (tulang kolar) adalah tulang terbentuk S, yang secara


lateral, berartikulasi dengan prosesus akromion pada skapula dan
secara mendial dengan manubrium pada takik klavikular untuk
membentuk sendi sternoklavikular.

20
a. Dua pertiga bagian medial dari tulang klavikula berbentuk
konfeks, atau melengkung ke depan.

b. Sepertiga bagian lateral tulang klavikula berbentuk konkaf,


atau melengkung kebelakang

c. Klavikula berfungsi sebagai tempat perlekatan sebagian


otot leher, toraks, punggung dan lengan.

2. Lengan atas tersusun dari tulang lengan, tulang lengan bawah, dan tulang
tangan.

 Humerus adalah tulang tunggal pada lengan. Humerus terdiri dari


bagian kepala membulat yang masuk kedalam rongga glenoid, bagian
leher yang anatomis dan bagian batang yang memanjang kearah
distal.

a. Dua elevasi, tuberkel besar dan tuberkel kecil, terletak diujung


atas batang tulang dan memberikan tempat untuk perlekatan
otot.

b. Batang tulang dibawah tuberkel menyempit menuju suatu


bidang yang disebut leher surgikal karena kecenderungan
humerus untuk mengalami fraktur diarea ini.

c. c. Bagian tengah batang tuang kebawah adalah tuberositas


deltoid kasar yang berfungsi untuk tempat perletakan otot
deltoid.

d. d. Bagian ujung bawah ndari tulang humerus melebar dan


masuk kedalam tonjolan epikondilus medial dan lateral tempat
asal otot-otot lengan atas dan tangan. Saraf ulnar memanjang
dibelakang epikondilus medial dan responsif terhadap tiupan
atau tekanan, sehingga mengakibatkan ‘’sensasi kesmutan
pada tulang’’.

21
e. e. Permjukaan artikular humerus tersusun dari kapitulum
lateral [kepala kecil], yang menerima tulang radius lengan
bawah, dan troklea [pullei], tempat tulang ulna lengan bawah
bergerak.

f. f. Prosesus koronoid terletek diatas troklea pada permukaan


anterior; sedang prosesus olekranon juga terletak diatas
trokleal, tetapi dipermukaan posterior. Indentasi ini berfungsi
untuk menerima bagian-bagian dari tulang lengan bawah saat
tulang-tulang tersebut bergerak.

 Tulang pada lengan bawah adalah ulna pada sisi medial dan tulang
radius di sisi lateral (sisi ibu jari) yang dihubungkan dengan suatu
jaringan ikat felsibel

a. Ulna

1. Ujung proksimal [ujung atas] tulang ulna tampak seperti


yang terurai. Bagian atas pulinan tersebut adalah prosesus
oleklanon, yang masuk dengan pas kedalam fosa
oleknanon humerus saat lengan bawah berekstensi punuh.
Bagian bawah piihan adalah prosesus kronoid,yang masuk
dangan pas kedam frosa koronoid humerus saat lengan
bawah berefleksi penuh. Takik radial, yang terletak
dibawah prosesus koronoid, mengakomodasi bagian
kepala dari tulang radius.

2. Ujung distal (bawah) tulang ulna memiliki perpanjangan


pilinan batang yang disebut kepala. Bagian ini
berartikulasi dengan prosesus ulnar tulang radius. Bagian
kepala memanjang keatas prosesus stiloid tulang ulna.

b. Radius

22
1. Ujung proksimal tulang radius adalah kepala berbentuk
diskus yang berartikulasi dengan kapitulum homerus dan
takik radial tulang ulna.

2. Tuberositas radial untuk tempat perlekatan otot biseps


terletak pada batang radius tepat dibawah bagian kepala.

3. Ujung distal tulang radius memiliki permjukaan karpal


konkaf yang beraktikulasi dengan tulang pergelangan
tangan, sebuah takik ulnar pada permukaan medialnya
untuk berartikulasi dengan tulang ulna, dan sebuah
prosesus stiloid di sisi lateral.

 Tulang pergelangan tangan (karpus). Pergelangan tangan terbentuk


dari 8 tulang karpal ireguler yang tersusun dalam dua baris, setiap
baris berisi 4 tulang.

a. Barisan tulang karpal proksimal dari sisi ibbbu jari dalam posisi
anatomis terdiri dari tulang berikarenut ini:

1) Navikular (skafoid), dinamakan demikian karena


bentuknya

menyerupai perahu

2) Lunatum dinamakan demikian karena bentuknya seperti


bula sabit

3) Trikuetral (triangular), dinamakan demikian memiliki tiga


sudu

4) Pisiform, yang berarti kacang, dinamakan demikian karena


ukuran dan bentuknyameyerupai kacang.

b. Barisan tulang distal terdiri dari:

23
1) Trapezium, sebelumnya disebut tulang multangular besar
karena permukaannyayangn banyak

2) Trapezoid, berukuran lebih kecil, tetapi multi sisi juga

3) Kapitatum, dinamakan demikian karena kepala tulang


yang berat dan besar

4) Hamatum, berarti kait, dinamakan demikian karena ada


tonjolan menyerupai kait, yang meluas pada sisi medial
pergelangan tangan.

 Tangan (metakarpus) tersusun dari 5 tulang metakarpal.

a. semua tulang metacarpal sangat serupai, kecuali untuk ukuran


panjang metakarpal pertama pada ibu jari.

b. setiap tulang metakarpal memiliki sebuah dasar proksimal yang


berartikulasi denganbarisan distal tulang karpal pergelangan
tangan. Sebuah batang, dan sebuah kepala terpilih yang
berartikulasi dengan sebuah tulang falang, atau tulang jari. Kepala
tulang metakarpal membentuk buku jari yang menonjol pada
tangan.

 Tulang jari (phalanges). Setiap jari memiliki tiga tulang yaitu tulang
falang.

a. setiap jari memiliki tiga tulang, yaitu tulng falang proksimal,


medial dan falang distal.

b. Ibu jari hanya memiliki tulang falang proksimal dan medial.

3. Girdel pelvis mentransmisikan berat trunkus ke bagian tugkai bawah dan


melindungi organ-organ abdominal dan pelvis. Bagian ini terdiri dari dua
tulang punggul (disebut juga ossa koksa, tulang tanpa nama, atau tulang
pelvis) yang bertemu pada sisi anterior simfisis pubis dan berartikulasi di sisi
posterior dengan sakrum.

24
a. Tulang punggul menyerupai bentuk kipas angin listrik dengan sebuah
poros pemegang serta dua baling-baling.

- poros tersebut adalah suatu kantong seperti cangkir, disebut


asetabulum, yang menerima kepala femur, atau tulang paha,
dipersendian panggul.

- ilum adalah lempeng tulang lebar, yang menjulang ke atas dan


keluar asetabulum. Bagian ini naik posisinya sampai mencapai
Krista iliaka tebal yang dapat teraba pada posisi tangan di
panggul.

1) Ujung anterior Krista adalah pada spina iliaka anterior


superior dan ujung posteriornya pada spina iliaka posterior
superior. Spina ini menjadi tempat perlekatan otot dan
ligament.

2) spina iliaka anterior inferior adalah suatu tonjolan besar


dibawah spina iliaka anterior superior. Sedangkan yang tepat
berada di bawah spina iliaka posterior superior adalah spina
iliaka posterior inferior.z

3) Di bawah spina iliaka posterior superior, tapi posterior tulang


ilium membentuk lekukan yang dalan disebut takik skiakik
besar.

- Tulang iskium merupakan baling-baling posterior dan


inferior dari kipas. Tepi medialnya ikut membentuk takik skiatik
besar.

1) Pada sisi inferior takik skiatik besar adalah bagian spina


iskial yang menonjol, yang menjadi tempat melekatnya
ligament dari sakrum.

2) Bagian inferior dari spina iskial adalah takik skiatik kecil.

25
3) Tuberositas iskial adalah tonjolan besar tulang iskium yang
menyokong tubuh dalam posisi duduk. Tulang ini berfungsi
sebagai tempat perlekatan otot paha posterior.

4) Dibagian anterior tuberositas iskial, terdapat ramus iskial


ramping yang memanjang ke arah depan dan keatas untuk
menyatu dengan ramus pubis inferioryang bmemanjang
kebawah dari tulang pubis.

- Tulang pubis melengkapi baling-baling anterior dan inferior


tulang panggul. Bagian ini terutama terdiri dari dua batang tulang:
ramus pubis superior dan inferior.

1) ramus pubis superior dan ramus pubis inferior menyatu


dengan pasangannya dari sisi lain digaris tengah simfisis
pubis

2) Lengkung pubis adalah sudut yang terbentuk pada


persambungan tulang pubis dibawah simfisis.

3) Foramen abturator adalah pembukaan besar yang dibatasi


ramus iskial, terdapat ramus iskial ramping iskial, ramus
pubis inferior, ramus pubis superior. Foramen ini
merupakan foramen terbesar pada rangka dan selama
hidup dilapisi dengan membran obturator.

b. perbedaan pelvis menurut jenis kelamin

 Berdasarkan pengukuran dimensi rata-rata pelvis laki-laki dan


perempuan, maka sekitar 50% perempuan memiliki ginekoid, atau
pelvis sejati perempuan, yang diameternya lebih lebar dan lebih
panjang disbandingkan pelvis laki-laki, yang memiliki android,
pelvis sejati laki-laki.

26
 Pengukuran pelvis menunjukan bebragai variasi : sebenarnya,
ada banya variasi bentuk dan ukuran pelvis diantara sesama
perempuan, dan juga antara perempuan dan laki-laki.

c. hubungan anatimis pelvis

1) pelvis semu (besar) terikat dengan bagian atas yang menjulang dari
kedua ilia dan konkavitasna, serta dengan dua sayap 0pada dasar
sakrum.

2) pelvis sejati (kecil) terbentuk dari sekrum dan koksiks, serta ileum,
pubis, dan iskium pada kedua sisinya.

 Pembatas pada pembukaan pelvis sejati, atau inlet pelvis,


disebut brimpelvis. Diameter rongga pelvis berkaitan erat
dengan proses melahirkan.

 Dimensi dari outlet pelvis, yang dibatasi tuberositas iskial,


rimbawa sifisi pubis, dan ujung koksiks, secara obsterik juga
penting.

 Saat lahir, ilium, iskium, dan pubis yang tersusun terutama


dari jaringan kartilago, terurai dan mulai terpisah. Iskium dan
pubis mulai mengeras menjadi jaringan tulang yang menyatu
pada usia 7-8 tahun : osifikasi total dari semua jaringan
kartilago belum selesai sampai mencapai usia antara 17 dan 25
tahun.

4. Tungkai bawah secara anatomis bagian proksimal dari tungkai bawah antara
girdel pelvis dan lutut adalah paha; bagian antara lutut dan pergelangan kaki
adalah tungkai.

• Femur (paha) : tulang terpanjang, terkuat, dan terberat dari semua


tulang pada rangka tubuh.

27
a. Ujung proksimal femur memiliki kepala yang membulat untuk
berartikulasi dengan asetabulum.Permukaan lembut dari
bagian kepala mengalami depresi,fovea kapitis,untuk tempat
perlekatan ligamen yang menyangga kepala tulang agar tetap di
tempatnya dan membawa pembulu darah ke kepala tersebut.

 Femur tidak berada pada garis vertical tubuh.Kepala femur


masuk dengan pas ke asetabulum untuk membentuk sudut
sekitar 125 derajat dari bagian leher femur;dengan
demikian,batang tulang paha dapat bergerak bebas tanpa
terhalang pelvis saat paha bergerak.

 Sudut femoral pada wanita biasanya lebih miring (kurang dari


125 derajat) karena pelvis lebih lebar dan femur lebih pendek.

b. Di bawah bagian kepala yang tirus adalah bagian leher yang


tebal,yang terus memanjang sebagai batang.Garis intertrokanter
pada permukaan anterior dan Krista intertrokanter di permukaan
posterior tulang membatasi bagian leher dan bagian batang.

c. Ujung batas batang memiliki dua prosesus yang


menonjol.Trokanter besar dan trokanter kecil,sebagai tempat
perlekatan otot untuk menggerakkan persendian panggul.

d. Bagian batang permukaannya halus dan memiliki satu tanda


saja.Linea aspera,yaitu lekuk kasar untuk perlekatan beberapa
otot.

e. Ujung bawah batang melebar ke dalam kondilus medial dan


kondilus lateral.

(1) Pada permukaan posterior,dua kondilus tersebut membesar dengan


fosa interkondilar yang terletak di antara keduanya.Area triangular
di atas fosa interkondilar disebut permukaan popliteal.

28
(2) Pada permukaan anterior,epikondilus medial dan lateral berada di
atas dua kondilus besar.Permukaan artikular halus yang terdapat
diantara kedua kondilus adalah permukaan patelar,yang berbentuk
konkaf untuk menerima patela(tempurung lutut).

• Tulang tungkai adalah tulang tibia medial dan tulang fibula lateral.

a. Tibia adalah tulang medial yang besar;tulang ini membagi berat


tubuh dari femur ke bagian kaki.

- Bagian kepala tulang tibia melebar ke kondilus medial dan


lateral.Yang berbentuk
konkaf untuk berartikulasi dengan kondilus femoral.

- Kartilago pipih berbentuk baji,kartilago semilunar


(meniskus) medial dan lateral (meniskus).Berada di
pinggir kondilus untuk memperdalam permukaan artikular.

- Tonjolan interkondilar terletak di antara dua kondilu

- Kondilus lateral menonjol untuk membentuk faset


fibular,yang menerima bagian kepala fibula.

- Tuberositas tibial,yang berfungsi untuk tempat perlekatan


ligament patella,menonjol pada permukaan anterior
diantara dua kondilus.

- Krista tibial (anterior),lebih umum disebut tulang kering


adalah punggung batang tulang dengan permukaan anterior
yang tajam dan melengkung ke bawah.

- Ujung bawah tibia melebar untuk berartikulasi dengan


tulang talus pergelangan kaki.Maleolus medial adalah
tonjolan yang membentuk benjolan (mata kaki) pada sisi
medial pergelangan kaki.

29
b. Fibula adalah tulang yang paling ramping dalam
tubuh,panjangnya proposional,dan tidak menopang berat
tubuh.Kegunaan tulang ini adalah untuk menambah area yang
tersedi sebagai tempat perlekatan otot pada tungkai.

o Bagian kepala fibula berartikulasi dengan faset fibular di


bawah kondilus lateral tulang tibia.

o Ujung bawah batang berartikulasi secara medial dengan


takik fibular pada tulang tibia,dan memanjang ke arah
lateral menjadi maleolus lateral,yang seperti moleolus
tibia lateral,dapat diraba di pergelangan kaki.

• Pergelangan kaki dan kaki tersusun dari 26 tulang yang di atur dalam tiga
rangkaian.Tulang tarsal menyerupai tulang karpal pergelangan tangan,tetapi
berukuran lebih besar tulang metatarsal juga menyerupai tulang
metakarpal tangan,dan falang pada jari kaki juga menyerupai falang jari
tangan.

a. Ada tujuh tulang tarsal

1) Tulang talus berartikulasi dengan maleolus medial tibia dan


dengan maleolus lateral fibula untuk membentuk persendian
pergelangan kaki.Oleh karena itu,bagian menopang seluruh berat
tungkai,yang tersebar setengah ke bawah ke arah tumit dan
setengah lagi ke depan pada tulang-tulang pembentuk lengkung
kaki.

2) Tulang kalkaneus terletak di bawah talus dan menonjol di


belakang talus menjadi tulang tumit.Tulang ini menopang talus
dan meredam goncangan saat tumit menginjak tanah

3) Tulang navikular memiliki permukaan posterior berbentuk


konkaf untuk berartikulasi dengan talus dan permukaan anterior
berbentuk konveks untuk berartikulasi dengan tiga tulang tarsal.

30
4) Ketiga tulang kuneiform yang berbentuk baji,diberi nomor dari
sisi medial ke sisi lateral, sebagai kuneiform pertama,kedua,dan
ketiga.Masing-masing tulang berartikulasi dengan tulang tarsal
bernomor sama;tulang koneiform ketiga juga berartikulasi
dengan tulang tarsal ketujuh,yaitu tulang kuboid tulang
koneiform ini membentuk arkus transversa yang terdapat di
bawah permukaan kaki.

5) Tulang kuboid berartikulasi di sisi anterior dengan tulang


metatarsal keempat dan kelima di sisi posterior,tulang ini
berartikulasi dengan kalkaneus.

b. Telapak kaki dan arkus longitudinal terbentuk dari lima tulang


metatarsal yang ramping.Setiap metatarsal memiliki
bagian dasar,batang,dan bagian kepala.

1. Tulang-tulang metatarsal dikenal dengan urutan nomor dari satu


sampai lima,mulai dari sisi medial ibu jari kaki.

2. Bagian dasar metatarsal berartikulasi dengan tarsal.Bagian


kepalanya berartikulasi dengan falang.

3. Bagian kepala dari dua metatarsal pertama membentuk tumit kaki.

4. Bagian kepala metatarsal pertama memiliki 2 tulang sesamoid yang


melekat pada permukaan plantarnya.

c. Ke – 14 falang pada jari – jari kaki, seperti halnya falang jari tangan.
Tersusun dalam barisan proksimal, medial. Ibu jari kaki hanya memiliki
falang proksimal dan distal.

2.4 Articaltion Dan Body Movemen

31
2.4.1 pengertian

Artikulasi atau sendi adalah hubungan antara dua tulang yang berdekatan.
Sendi di klasifikasikan sesuai dengan struktur (berdasarkan ada tidaknya rongga
persendian diantara tulang-tulang yang berartikulasi dan jenis jaringan ikat yang
berhubungan dengan persendian tersebut), danmenurut fungsi persendian
(berdasarkan jumlah gerakan yang mungkin dilakukan pada persendian).

 Klasifikasi structural persendian

1. Sendi fibrosa

Tulang-tulang dihubungkan oleh serat-serat kolagen yang kuat. Sendi ini


biasanya terikat

mis, sutura tulang tengkorak. Kadang sendi dapat sedikit bergerak.

2. Sendi kartilago

Permukaan tulang ditutupi oleh lapisan kartilago dan dihubungkan oleh


jaringan fibrosa kuat yang tertanam kedalam kartilago mis, antara korpus
vertebra dan simfisis pubis. Sendi ini biasanya memungkinkan gerakan
sedikit bebas.

3. Sendi synovial

Sendi ini adalah jenis sendi yang paling umm. Sendi ini biasanya
memungkinkan gerakan yang bebas (misalnya : lutut, bahu, siku, pergelangan
tangan, dll) tetapi beberapa sendi synovial secara relative tidak bergerak
(misalnya : sendi sakroiliaka). Sendi ini dibungkus dalam kapsul fibrosa
dibatasi dengan membrane synovial tipis. Membrane ini menskresi cairan
synovial kedalam ruang sendi untuk melumasi sendi. Permukaan tulang
dilapisi dengan kartilago artikular halus dan keras dimana permukaan ini
berhubungan dengan tulang.

32
Pada beberapa sendi terdapat satu sabit kartilago fibrosa yang sebagian
memisahkan tulang-tulang sendi (misalnya : lutut, rahang)

 Klasifikasi fungsional persendian

1) Sendi sinartrosis atau sendi mati. Secara structural, persendian ini dibungkus
dengan jaringan ikat fibrosa atau kartilago.

a. Sutura adalah sendi yang dihubungkan dengan jaringan ikat fibrosa rapat
dan hanya ditemukan pada tulang tengkorak.

b. Sinkondrosis adalah sendi yang tulang-tulangnya dihubungkan dengan


kartilago hialin.

2) Amfiartrosis adalah sendi dengan pergerakan terbatasyang memungkinkan


terjadinya sedikit gerakan sebagai respons terhadap torsi dan kompresi.

a. Simfisis adalah sendi yang kedua tulangnya dihubungkan dengan diskus


kartilago,yang menjadi bantalan sendi yang memungkinkan terjadinya
sedikit gerakan.

b. Sindenmosis terbentuk saat tulang-tulang yang berdekatan dihubungkan


dengan serat-serat jaringan ikat kolagen.

c. Gomposis adalah sendi dimana tulang berbentuk kerucut masuk dengan


pas dalam kantong tulang, seperti padagigi yang tetanam pada alveoli.

3) Diartrosis adalah sendi yang bergerak bebas,disebut juga sendi synovial.


Sendi ini memiliki rongga sendi yang berisi cairan synovial, suatu kapsul
sendi (artikular) yang menyambung kedua tulang, dan ujung tulang pada
sendi synovial dilapisi kartilago artikular.

Ciri – ciri sendi diartrosis

33
• Pada setiap sendi bagian ujung sendi ditutupi oleh tulang rawan hialin yang
halus, dilapisi oleh selubung fibrus kapsul sendi

• Kapsul dilapisi oleh membran sinovial yang mensekresi cairan pelumas dan
peredam getaran dalam kapsul sendi (cairan synovial), sehingga tidak terjadi
kontak/sentuhan antar permukaan tulang

• Untuk membentuk sendi maka antar tulang dihubungkan dengan ligamen


(pita jaringan ikat fibrus)

• Ligamen dan tendon otot yang melintasi sendi sehingga jaga kestabilan sendi

Diantara permukaan tulang rawan sendi terdapat diskus artikularis

Jenis – jenis sendi diartrosis

• Sendi Peluru

Kepala sendi yang bulat tepat masuk di dalam rongga cawan sendi sehingga
memungkinkan gerakan bebas penuh

Contoh: Sendi panggul dan bahu

• Sendi Engsel/Hinge

Sumbu gerak tegak lurus pada arah panjang tulang sehingga arah gerak
hanya pada satu arah

Contoh: Siku dan lutut

• Sendi Pelana

Permukaan sendi berbentuk pelana, arah sumbu yang satu permukaan


cembung dalam arah sumbu yang lain cembung

Contoh: Pada dasar ibu jari

34
• Sendi Pivot / Kisar

Gerakan rotasi sesuai dengan arah panjang tulang untuk melakukan aktivitas

Contoh: Sendi antara radius dan ulna (untuk membuka pintu)

• Sendi Peluncur

Gerakan ke semua arah

Contoh: Sendi tulang karpal

• Sendi Kondiloid

Mirip sendi engsel, tetapi dapat bergerak dalam dua bidang, lateral ke
belakang dan ke depan sehingga flexi, extensi, abduksi, adduksi (ke samping)

Contoh: Temporomandibula

4) Bursa adalah kantong tertutup yang dilapisi membrane synovial, dan


ditemukan di luar rongga sendi. Kantong ini terletak dibawah tendon atau otot
dan mungkin juga dapat ditemukan di area percabangan tendon atau otot di
atas tulang yang menonjol atau secara subkutan jika kulit terpapar pada friksi,
seperti pada siku atau tempurung lutut.

 Pergerakan pada sendi sinovial merupakan hasil kerja otot rangka yang
melekat pada tulang-tulang yang membentuk artikulasi. Otot tersebut
memberikan tenaga, tulang berfungsi sebagai pengungkit, dan sendi berfungsi
sebagai penumpu.

1. Fleksi adalah gerakan yang memperkecil sedut antara dua tulang atau
duan bagian tubuh, seperti saat menekuk siku (menggerakkan lengan kea

35
rah depan), menekuk lutut (menggerakkan tungkai kearah belakang), atau
juga menekuk torso kea rah samping.

a. Dorsofleksi adalah gerakan menekuk telapak kaki dipergelangan


kea rah depan (meninggikan bagian dorsal kaki)

b. Plantar fleksi adalah gerakan meluruskan telapak kaki pada


pergelangan kaki

2. Ekstensi adalah gerakan yang memperbesar sudut antara dua tulang atau
dua bagian tubuh.

a. Ekstensi bagian tubuh kembali ke posisi anatomis, seperti gerak


meluruskan persendian pada siku dan lutut setelah fleksi.

b. Hiperekstensi mengacu pada gerakan yang memperbesar sudut


pada bagian-bagian tubuh melebihi 180%, seperti gerakan
menekuk torso atau kepala kea rah belakang.

3. Abduksi adalah gerakan bagian tubuh menjauhi garis tengah tubuh,


seperti saat lengan berabduksi, atau menjauhi aksis longitudinal tungkai.
Seperti gerakan abduksi jari tangan dan jari kaki.

4. Aduksi kebalikan dari abduksi, adalah gerakan bagian tubuh saat kembali
ke aksis utama tubuh atau aksis longitudinal tungkai.

5. Rotasi adalah gerakan tulang yang berputar disekitar aksis pusat tulang itu
sendiri tanpa mengalami dislokasi lateral, seperti saat menggelengkan
kepala.

a. Pronasi adalah rotasi medial lengan bawah dalam posisi anatomis,


yang mengakibatkan telapak tangan menghadap kebelakang.

b. Supinasi adalah rotasi lateral lengan bawah, yang mengakibatkan


telapak tangan menghadap ke depan.

36
6. Sirkumduksi adalah kombinasi dari semua gerakan angular dan berputar
untuk membuat ruang berbentuk kerucut, seperti saat mengayunkan
lengan membentuk putaran. Gerakan seperti ini dapat berlangsung pada
persendiaan panggul, bahu, trunkus, pergelangan tangan, dan persendian
lutut.

7. Inversi adalah gerakan sendi pergelangan kaki yang memungkinkan


telapak kai menghadap ke dalam atau kea rah medial.

8. Eversi adalah gerakan sendi pergelangan kaki yang memungkinkan


telapak kaki menghadap kea rah luar. Gerakan inversi dan eversi pada
kaki sangat berguna untuk berjalan diatas daerah yang rusak dan berbatu-
batu.

9. Protaksi adalah memajukan bagian tubuh, seperti saat menonjolkan


rahang bawah ke depan, atau memfleksi girdel pektoral ke arah depan.

10. Retraksi adalah gerakan menarik bagian tubuh kea rah belakang, seperti
saat meretraksi girdle pektoral untuk membusungkan dada.

11. Elevasi adalah pergerakan struktur kea rah superior, seperti saat
mengatupkan mulut (mengelevasi mandibula) atau mengangkat bahu
(mengelevasi skapula).

12. Depresi adalah menggerakkan suatu struktur ke arah inferior, seperti saat
membuka mulut.

Gangguan pada Articaltion (persendian)

1. Terkilir adalah cedera sendi yang dapat meregangkan atau mungkin


melukai ligamen atau tendon yang membungkus sendi. Hal ini biasanya
terjadi akibat berputar dengan tiba-tiba dan tubrukan pada sendi. Terkilir
adalah cedera ringan yang tidak menyebabkan rupture jaringan.

37
2. Dislokasi (luksasi) suatu keadaan terjadi kesalahan letak permukaan
artikulasi suatu persendiaan. Persendiaan lutut dan bahu merupakan
sendi rawan terhadap terjadinya dislokasi.

3. Bursitis, peradangan pada bursa yang menyatu dengan sendi, terjadi


akibat eksersi sendi yang berlebihan atau karena infeksi. Peristiwa ini
paling sering terjadi pada bursa subakromial di bahu dan mengakibatkan
nyeri dan pergerakan sendi bahu yang terbatas atau pada bursa antara
Prosesus olekranon dan kulit (tennis elbow). Bursitis prepatelar
(housemaid’s knee) mungkin terjadi akibat sering berlutut.

4. Artritis adalah sebutan umum untuk semua jenis penyakit persendian,


semua penyakit persendian ditandai dengan nyeri, pembengkakan, dan
peradangan, serta semuanya mengakibatkan derajat kepincangan yang
berfariasi.

Artritis dibagi menjadi 4 yaitu :

a. Artritis reumatoid adalah suatu penyakit sistematik yang


menyerang jaringan ikat dengan inflamasi persendian sebagai
manifestasi utama.

1. Penyakit ini mengakibatkan penebalan membrane sinovial


dengan kerusakan lanjut pada kartilago artikular.

2. Walaupun masa remisi sudah berlangsung, penyakit ini


cenderung menjadi kronik dan progresif.

b. Osteoartritis adalah suatu penyakit persendian degeneratif yang


kelihatannya berkaitan dengan proses penuaan, obesitas, atau
trauma persendian.

1. Gejala penyakit ini jarang muncul pada usia 40 tahun, dan


pada akhirnya setiap orang akan mengalami osteoartritis
sampai derajat keparahan tertentu.

38
2. Kartilago hialin artikular hancur dan pertumbuhan tulang
yang berlebihan pada tepi-tepi artikular ditambah dengan
hilangnya ruang sendi mengakibatkan nyeri, terutama
setelah beraktivitas. Penyakit ini bukanlah penyakit yang
menyababkan kepincangan, kecuali jika persendian panggul
terserang.

c. Artritis Gouti, yang menyerang sebagian besar laki-laki dewasa


adalah akibat kelainan metabolisme asam nukleat, yang
menyebabkan penumpukan asam urat dalm persendian tertentu.

d. Artritis infeksius terjadi saat bakteri atau produk bakteri tersebut


berdiam dalam persendian dan mengakibatkan peradangan.

1. Artritis Gonokokus menyebabkan nyeri akut dan terjadi


akibat invasi organisme penyebab gonore ke dalam sendi.

2. Infeksi Stafilokokus juga dapat menyebakan gejala artritis

39
BAB III

PENUTUP

3.1 KESIMPULAN

Rangka aksial terdiri dari tulang-tulang dan bagian kartilago yang melindungi
dan menyangga organ-organ kepala, leher dan dada. Bagian rangka aksial meliputi
tengkorak, tulang hioid, osikel auditori, kolumna vertebra, sternum dan tulang iga.

Rangka apendikular terdiri dari girdel pektoral (bahu), girdel pelvis, dan
tulang lengan serta tungkai. Artikulasi atau sendi adalah hubungan antara dua tulang
yang berdekatan. Sendi di klasifikasikan sesuai dengan struktur (berdasarkan ada
tidaknya rongga persendian diantara tulang-tulang yang berartikulasi dan jenis
jaringan ikat yang berhubungan dengan persendian tersebut), danmenurut fungsi
persendian (berdasarkan jumlah gerakan yang mungkin dilakukan pada persendian).

3.2 SARAN

Demi kebaikan dan kesempurnaan makalah (Anatomi Musculoskenetal serta


Gerak Tubuh) yang dibuat penyusun, diharapkan adanya saran-saran yang
membangun. Dikarenakan penyusun menyadari masih banyak kekurangan dalam
penyusunan makalah (Anatomi Musculoskenetal serta Gerak Tubuh) ini.

yang dibuat penyusun, diharapkan adanya saran-saran yang membangun.


Dikarenakan penyusun menyadari masih banyak kekurangan dalam penyusunan
makalah (Anatomi Musculoskenetal serta Gerak Tubuh) ini.

40
DAFTAR PUSTAKA

Sloane, ethel. 2004. Anatomi dan Fisiologi untuk Pemula. Jakarta: Penerbit Buku
Kedokteran

http://painunderrightribcage.com/

www.getbodysmart.com/ap/.../skeleton/menu/menu.html

Tambayong, Jan. 2001. Anatomi dan fisiologi untuk keperawatan. Jakarta: penerbit
buku kedokteran

41
MAKALAH IDK 2
ANATOMI MUSCULOSKELETAL SERTA GERAK TUBUH

Disusun oleh:
1. Al Imania MJ
2. Aliefi Masari
3. Dewi Kartika
4. Eka Yuli
5. Feri Midiyanto
6. Ida Amalia Pangestuti
7. Nur Ainiyah
8. Sri Wahyuni

IA
S1 KEPERAWATAN
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
42
2011/2012

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT atas rahmat dan hidayah-
Nya yang telah dilimpahkan kepada kami, sehingga penulis dapat menyelesaikan
penyusunan makalah (Anatomi Musculoskenetal serta Gerak Tubuh) ini dengan baik.
Dengan adanya makalah (Anatomi Musculoskenetal serta Gerak Tubuh) ini
diharapkan mahasiswa dapat mengetahui bagaimana pengertian dan anatomi
musculuskenetal dan gerak tubuh.
Dengan selesainya makalah ini, kami sampaikan pula ucapan terima kasih
kepada semua pihak yang telah membantu sehingga makalah ini dapat selesai dengan
baik.
Dalam menyelesaikan makalah , pihak yang telah ikut serta membantu dan
untuk itu dengan kerendahan hati ingin menyampaikan penghargaan dan rasa terima
kasih sebesar-besarnya.dengan tulus ingin menyampaikan rasa terima kasih yang
sebesar-besarnya kepada :
1. Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta hidayah-Nya kepada kita
semua
2. Bapak xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
3. Ibu xxxxxxxxxxxxx selaku dosen materi IDK
4. Orang tua tercinta, yang telah mengupayakan segala daya baik Materil
maupun moril serta do'a yang tidak putus-putusnya
5. Semua pihak yang telah membantu dalam perwujudan makal (Anatomi
Musculoskenetal serta Gerak Tubuh) ini.
Dalam penulisan makalah (Anatomi Musculoskenetal serta Gerak Tubuh)
ini tak lupa menyampaikan permohonan maaf atas segala kesalahan dan kekurangan
dalam pembuatan makalah ini.

43
Akhir kata, semoga makalah (Anatomi Musculoskenetal serta Gerak Tubuh
ii
ini dapat bermanfaat bagi yang membaca, khususnya bagi kami sendiri.

xxxxxxxxxxxx,
17 Maret 2011

44
DAFTAR ISI iii

Halaman judul........................................................................................ i
Kata Pengantar....................................................................................... ii
Daftar isi………………………………………………………………. iv

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang................................................................ 1
1.2 Batasan Masalah.............................................................. 1
1.3 Tujuan.............................................................................. 1

BAB II PEMBAHASAN
2.1. Anatomi Sistem Skeletal (Tulang)……………………………… 2
2.1.1 Pengertian ……………………………………………....... 2
2.1.2 Fungsi tulang……………………………………………... 2
2.2 Struktur Anatomi Axial Skeleton………………………………. 2
2.2.1 Bagian-Bagian Rangka Aksial………………………….. 3
2.3 Struktur Anatomi Appendicular Skeleton……………………… 17
2.4 Articaltion Dan Body Movemen……………………………….. 28
2.4.1 Pengertian…………………………………………………... 28

BAB III PENUTUP

3.1 KESIMPULAN …………………………………………………..... 35


3.2 SARAN……………………………………………………………... 35
DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………… 36

45

iv