Anda di halaman 1dari 37

1

PENTINGNYA KONSERVASI ENERGI


PADA BOILER

Boiler adalah peralatan pengguna energi paling intensif di


sebagian besar industri

Konsumsi energi pada alat konversi ini merupakan salah satu faktor
biaya produksi yang cukup signifikan

Efisiensi peralatan senantiasa berubah terhadap beban operasi

Biaya energi semakin mahal

2
PENYEBAB PENGOPERASIAN BOILER
DENGAN EFISIENSI RENDAH

 Kurangnya kesadaran akan keuntungan finansial yang akan


diperoleh apabila boiler dioperasikan secara optimal

 Rendahnya prioritas yang diberikan untuk penghematan energi


dibandingkan dengan peningkatan investasi untuk produksi

 Kurangnya kesadaran akan pentingnya penerapan teknologi


konservasi energi yang baru

 Kurangnya perhatian terhadap perlunya perbaikan-perbaikan


yang potensial

3
Jenis Jenis
Boiler

 Boiler Pipa Api (Fire/shell Tube Boiler)


 Air mengalir melalui shell dan menerima panas dari gas pembakaran yang
mengalir melalui susunan pipa api
 Tekanan operasi standar max. 250 psi (16 bar), umumnya kurang dari 7 ton/jam

 Konstruksi relatif sederhana dan umumnya kokoh serta relatif murah

 Keuntungan lain, fleksibel terhadap perubahan beban secara cepat

 Kekurangan, lambat dalam mencapai tekanan operasi pada start dingin

4
Jenis Jenis
Boiler

 Boiler Pipa Air (Water Tube Boiler)


 Air mengalir di dalam susunan pipa dan menerima panas dari luar pipa

 Tekanan operasi dapat lebih dari 24 bar, atau kapasitas bisa lebih dari 20MW

 Cocok untuk produksi uap superheated dengan jumlah besar

 Karena konstruksinya untuk beban besar, relatif lebih mahal

5
PRINSIP PEMBAKARAN

Apa itu pembakaran ?


Proses/reaksi kimia antara bahan bakar dengan Oksigen (O2) dari udara.

Hasil pembakaran
Utama : Karbondioksida (CO2), uap air (H2O) dan disertai energi panas
Lainnya : Karbonmonoksida (CO), abu (ash), Nox, atau sulfur (S)
bergantung pada jenis bahan bakar

C + O2 CO2 + panas
dari bahan bakar dari udara

2H2 + O2 2H2O + panas


dari bahan bakar dari udara

pembakaran
Bahan bakar + Jumlah udara teoritis stoikiometrik Karbondioksida + Uap air +
Nitrogen dan gas-gas lainnya
(kecuali Oksigen)

6
Rasio Udara (Air Ratio) dan
Udara Berlebih (Excess Air)

Bagaimana menilai suatu pembakaran berlangsung efisien atau tidak ?

Dapat diketahui dari angka perbandingan antara jumlah udara aktual dengan
jumlah udara teoritisnya. Atau dengan melihat seberapa besar kelebihan udara
aktual dari kebutuhan udara teoritisnya (dalam %).

Untuk mengetahui jumlah udara aktual harus diketahui kandungan O2 atau CO2 dalam gas buang
(%volume, basis kering) melalui pengukuran, sedangkan udara teoritis tergantung bahanbakar.

(Jumlah udara pembakaran aktual) ( 21 )


Rasio Udara = =
(Jumlah udara pembakaran teoritisnya) ( 21 - %O2 )

%O2
% Excess Air = X 100%
21 - %O2

Jumlah udara aktual tergantung pada faktor-faktor berikut :


• Jenis bahan bakar dan komposisinya
• Disain ruang bakar (furnace)
• Kapasitas pembakaran atau firing rate (optimum: 70-90%)
• Disain dan pengaturan burner

7
Hubungan Antara Excess Air,
CO2, O2, dan CO dalam Flue Gas

Komposisi

CO O2

CO2

Deficient Air Excess Air

1 2 3 4 5
8
Komposisi Gas Buang
Hasil Pembakaran

Mengetahui komposisi gas buang melalui pengukuran berguna untuk dapat


mengerti dengan baik proses pembakaran yang terjadi dalam suatu boiler atau
furnace.
Pada Gambar-1 hubungan antara udara berlebih dengan gas-gas hasil pembakaran dapat
dijelaskan sbb. :
 Pada laju udara dibawah kebutuhan teoritisnya (titik A), semua karbon dalam bahan
bakar tidak semuanya diubah menjadi CO2, tetapi lebih banyak CO yang dihasilkan.
 Dengan menambah udara (titik B), sebagian CO diubah menjadi CO2 dengan melepas
lebih banyak panas. Komposisi CO dalam gas buang turun tajam dan CO2 meningkat.
 Pada titik dimana udara stoikiometrik terpenuhi (titik C), semua karbon dapat seluruh
nya diubah menjadi CO2 pada sistem ideal. Kondisi ini tidak pernah dapat dicapai.
 Operasi pembakaran normal (titik D) pada prakteknya dapat dicapai dengan menam-
bah sedikit udara diatas kebutuhan stoikiometriknya (excess air) untuk mencapai
pembakaran lengkap. Pada kondisi ini, CO2 pada level maksimumnya, dan produksi
CO pada level minimumnya dalam gas buang. Pembakaran paling efisien.
 Semakin banyak udara ditambahkan (titik E), level CO2 kembali turun karena bercam
pur dengan udara lebih. Udara lebih yang tinggi juga merugikan karena menurunkan
temperatur pembakaran dan menyerap panas berguna dalam gas buang.
9
Profil Pembakaran
Di Dalam Boiler
Uap Air Uap Air
CO2 N2 CO2 N2
<O2
Panas hilang Panas hilang
A ideal B minimum

Perpindahan panas Bahan Perpindahan panas


Bahan maksimum
bakar ideal/ teoritis bakar

Rasio
Rasio optimum
ideal

Udara Udara lebih


Uap Air
Uap Air CO2
Bahanbakar
CO2 O2 tak terbakar CO
Panas hilang N2 N2
bersama udara Panas hilang
berlebih bersama bahan
C D bakar tak terbakar

Perpindahan panas Perpindahan panas


Bahan tidak merata Bahan
bakar berkurang
bakar

Udara berlebih Udara kurang

10
Komposisi Oksigen Dan Karbondioksida
Pada Gas Buang

KOMPOSISI UDARA PEMBAKARAN


%volume %berat
Oksigen 20.9 23.2
Nitrogen 79.1 76.8

KOMPOSISI YANG DIREKOMENDASIKAN PADA GAS BUANG


BAHAN BAKAR O2 (%) CO2 (%)
LNG 1.5 10
Minyak (BBM) 2 12
Minyak No. 6 2.5 12.5
Batubara 3.5 13.5
Ampas tebu 4 17
Kayu bakar 4 18

11
BURNER

PENGERTIAN :
Suatu alat untuk mensuplai udara dan bahan bakar ke dalam suatu
daerah (zone) pembakaran, sehingga bisa terjadi reaksi pembakaran

SASARAN YANG DIHARAPKAN :


 Nyala api yang stabil
 Pembakaran yang lengkap
 Pengontrolan yang baik
 Perlindungan dari pengoperasian yang berbahaya
 Unjuk kerja yang tetap konsisten

3 (TIGA) JENIS BURNER :


 Liquid fuel burner
 Gas burner
 Pulverized coal burner
12
Gas Burner

13
Liquid Fuel Burner

14
Pulverized Coal Burner

15
EFISIENSI BOILER

DEFINISI :

Rasio antara panas yang diambil oleh air untuk berubah menjadi uap, dengan energi
total yang terdapat dalam bahanbakar yang dibakar.

 METODA LANGSUNG (direct method)

Panas berguna dalam uap x 100


Efisiensi (%) =
Energi total dalam bahanbakar

 METODA TAK LANGSUNG (indirect method)

Efisiensi (%) = 100% - Σ ( Rugi-rugi/Panas hilang) (%)

16
Rugi-Rugi/Panas Hilang

 Panas yang terbawa keluar oleh gas buang, tanpa uap air (dry flue gas loss)
 Panas yang terbawa keluar oleh uap air panas, termasuk panas sensibel dan laten
 Komponen bahanbakar yang tak terbakar dan produk pembakaran tak sempurna,
termasuk solid-ash combustible dan CO dalam gas buang
 Kehilangan panas dari dinding boiler melalui isolasi (radiasi dan konveksi)
 Panas yang terbawa keluar bersama air blowdown

Uap Gas buang


75% 18%

Bahanbakar Boiler
combustible ash
4%
100% Efisiensi 75%
heat radiasi dan
konveksi
3% Blowdown

17
Rugi-Rugi Efisiensi

30

25
Rugi EfisiensiTotal
Rugi-rugi Efisiensi (%)

20

15
Flue Moisture

10
Dry Flue Gas

5
Radiasi + Konveksi
Gas dapat bakar/Combustibles (CO)
0
0 20 40 60 80 100
Tingkat Pembebanan (%)

18
Rugi Efisiensi Boiler Karena
Peningkatan Temperatur Flue Gas

10

8
Rugi Efisiensi (%)

0
0 50 100 150 200
Peningkatan Temperatur Flue gas (oC)
19
Kehilangan Panas Radiasi &
Konveksi
pada Permukaan Datar Boiler
Perbedaan Temperatur Dalam-Luar (oC)
35

30

25
Rugi Panas (kW/m2)

20

15

10

0
0 100 200 300 400 500 600 20
Pengaturan Air Blowdown

Proses penguapan air dalam boiler menimbulkan endapan padat CaCO3 dan CaCO4.
Endapan padat tersebut harus dihindari agar tidak menyumbat pipa-pipa boiler.
Jumlah endapan dapat dikurangi dengan membuang keluar (blowdown) bersama air,
namun blowdown harus diatur sesuai ukuran, sebab apabila berlebihan dapat mening-
katkan jumlah kehilangan energi.

PETUNJUK TDS Sf
% Blowdown = x 100%
Tekanan pada Total Total Endapan Sb - S f
outlet boiler padatan Alkalinitas padat
psig bar ppm ppm ppm Sf = TDS dalam air umpan (ppm)
atau mg/l
0 - 300 0 - 20 3,500 700 300
301 - 450 21 - 30 3,000 600 250 Sb = TDS max. dalam air boiler
(ppm) atau mg/l
451 - 600 31 - 40 2,500 500 150
601 - 750 41 - 50 2,000 400 100
751 - 900 51 - 60 1,500 300 60
901 - 1000 61 - 67 1,250 250 40
1001 - 150068 - 100 1,000 200 20
1501 - 2000101 - 133 750 150 10
>= 2001 >= 134 500 100 5
21
Efek Laju Air Blowdown
Terhadap Pemborosan Bahan Bakar

4
Temperatur Air Umpan 15.5oC

b ar g
14
Bahanbakar Terbuang (%)

3
g
. 5 bar
10

arg
7b
2
b arg
3.5

% Bahanbakar Terbuang = % Rugi Efisiensi


0
0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13
Blowdown (%)

22
Pemborosan Bahan Bakar
Karena Endapan Kerak di Pipa Air

16

14
Bahanbakar Terbuang (%)

12

10

0
0 0.02 0.04 0.06 0.08 0.1 0.12
Ketebalan Endapan Kerak (inchi)
23
Rugi-Rugi/Panas Hilang
dan Strategi Pengendaliannya

No Panas Hilang Sumber Kontrol Operasi Kontrol Investasi

1 Panas laten uap air Hidrogen dalam Tidak berarti Mengganti bahanbakar
bahanbakar

2 Panas sensibel dari Temperatur gas Kurangi udara lebih Panas gas buang di
gas buang buang recovery

3 Bahanbakar tak ter- Pembakaran tak Setel burner kembali, Kontrol pembakaran de-
bakar (CO, abu) sempurna atur excess air ngan sistem burner baru

4 Radiasi Radiasi panas mela- Tidak ada Perbaiki/atau isolasi ke-


lui permukaan boiler mbali permukaan boiler

5 Blowdown % Blowdown • Menjaga TDS air um- • Memanfaatkan


pan dan air boiler steam
pd. flash
jumlah optimumnya
• Mengatur laju air • Panas blowdown di
blowdown recovery

24
Upaya-Upaya Penghematan
Energi

1. Penurunan Excess Air & Temperatur Flue Gas


2. Pemanfaatan Panas Buang
3. Blowdown Heat Recovery
4. Penghematan Bahan Bakar Boiler Melalui Pemanfaatan
Kembali Kondensat
5. Mengontrol Suhu Cerobong
6. Mengontrol Pembakaran
7. Meminimalkan Kehilangan Panas karena Radiasi dan
Konveksi
8. Kontrol Variasi Kecepatan untuk Fan, Blower and Pompa
9. Memaksimalkan Beban Boiler
10.Penggantian Boiler

25
1. Perbaikan Efisiensi Boiler Melalui Penurunan Excess Air
& Temperatur Flue Gas

100 Kontrol Udara Berlebih :


• Diperlukan untuk
90 menjamin
kesempurnaan
Excess Air (%)
0
pembakaran
80
• Pembakaran
Efisiensi (%)

50
10 sempurna
70 0 membutuhkan
15 jumlah udara
0
60 berlebih yang tepat

50

40
0
0 100 200 300 400 500
Temperatur Flue Gas ( C)
o

26
2. Pemanfaatan Panas Buang

Flue Gas Heat Recovery (Feed Water Preheating)

27
Grafik
Perbaikan Efisiensi Boiler Melalui
Feed Water Preheating
12

10
Perbaikan Efisiensi (%)

0
0 10 20 30 40 50 60
Temperatur Preheat Air Umpan (oC)
28
Temperatur Titik Embun Asam
Vs Kandungan Sulfur
180

160

140
Dewpoint asam (oC)

120

100

8
0

6
0
4
0 0.0 0.5 1.0 1.5 2.0 2.5 3.0 3.5 4.0
Sulfur dalam Bahanbakar (%) 29
Flue Gas Heat Recovery (Air Preheating)

30
Flue Gas Heat Recovery (Recuperator)

Convection Type Convection & Radiation Type

31
Grafik
Perbaikan Efisiensi Boiler Melalui Pemanasan Awal Udara
Pembakaran dengan Air Preheater

5
Perbaikan Efisiensi (%)

0
0 20 40 60 80 100 120 140 160 180
Temperatur Preheat Udara Pembakaran (oC)
32
3. Blowdown Heat Recovery

33
4. Penghematan Bahan Bakar Boiler Melalui Pemanfaatan
Kembali Kondensat
14

12
Penghematan Bahanbakar (%)

% Kondensat kembali
10 100

8
75

6
50

4
25
2

0
0 2 40 60 80 100
0 Temperatur Kondensat (oC)

34
5. Mengontrol Suhu Cerobong

Jika suhu > 200°C terdapat potensi untuk pemanfaatan panas


buangan

6. Mengontrol Pembakaran

a. Mengurangi pembakaran tidak sempurna yang dapat


disebabkan kurangnya suplai udara, kelebihan bahan bakar
atau kurang baiknya distribusi bahan bakar

b. Mengontrol udara berlebih agar pembakaran mencapai kondisi


optimum
7. Meminimalkan Kehilangan Panas karena Radiasi
dan Konveksi
a. Kehilangan panas ini terjadi pada melalui dinding boiler
b. Dapat diturunkan dengan memperbaiki isolasi

35
8. Kontrol Variasi Kecepatan untuk Fan, Blower and Pompa

Penggunaan damper untuk beban boiler yang bervariasi sebaiknya


diganti dengan menggunakan VSD (Variable Speed Drive)

9. Memaksimalkan Beban Boiler


Jika beban optimum boiler hanya 65 % dari beban maksimum,
dapat dilakukan penggabungan sehingga beban boiler maksimum

10. Penggantian Boiler


Layak dilakukan jika boiler yang ada sudah tua dan tidak efisien;
tidak memungkinkan untuk diganti bahan bakarnya dengan bahan
bakar yang lebih efisien; ukurannya terlalu kecil atau terlalu besar
dari kebutuhan; dan tidak dirancang untuk kondisi beban ideal

36
TERIMA KASIH

37