Anda di halaman 1dari 6

g

Just another WordPress.com weblog

PEMIJAHAN LELE SEMI INTENSIF

PEMIJAHAN LELE SEMI INTENSIF

Pemijahan ikan lele semi intensif yaitu pemijahan ikan yang terjadi
dengan memberikan rangsangan hormon untuk mempercepat
kematangan gonad, tetapi proses ovulasinya terjadi secara alamiah di
kolam.

Perkembangan dalam budidaya ikan lele khususnya dalam usaha


pembenihan ikan lele telah mengalami kemajuan yang sangan pesat.
Untuk merangsang pemijahan sekarang dapat digunakan hormon
buatan atau hormon sintesis yang banyak diproduksi di luar negeri.
Beberapa jenis hormon sintesis tersebut misalnya Ovaprim, HCG,
LHRH. Hormon Ovaprim relative mudah di peroleh di toko-toko yang
menjual berbagai macam kebutuhan budidaya perikanan atau toko-
toko suplai obat perikanan seperti di PT Taufan Fish Farm di daerah
Kedunghalang Bogor. Berbagai macam jenis ikan lain yang dapat
dirangsang pemijahannya dengan hormon buatan antara lain patin,
bawal, baung, kerapu, kakap, ikan hias, dll.
Persyaratan agar penyuntikan dengan hormon dapat efektif maka
induk ikan lele harus sudah mengandung telur yang siap untuk
memijah (matang telur). Apabila kondisi induk tidak matang gonad,
tentu injeksi hormon yang dilakukan tidak akan efektif (tidak berhasil).

Menyuntik Induk Lele Dengan Hormon Ovaprim

Urutan pekerjaan pemijahan induk lele secara semi intensif dengan


hormon buatan adalah sebagai berikut :

a. Siapkan alat suntik dan hormon Ovaprim untuk disuntikkan.


Gunakan injeksi spuit yang sudah dibersihkan dengan air panas

atau gunakan alat injeksi yang baru.

b. Timbang induk ikan lele (jantan dan betina) dan tentukan dosis

Ovaprim.

 Induk yang beratnya ± 1 kg, dosis hormon Ovaprim 0,3-

0,5 ml. Bila beratnya 0,5 kg maka dosis yang diperlukan

setengah nya, yakni 0,15 - 0,25 ml (sesuai petunjuk pada

wadah hormon tersebut).

 Sedot dengan alat injeksi spuit sebanyak hormon yang diperlukan,

misalnya 0,5 ml. Usahakan posisi botol dan injeksi spuit tegak lurus, botol

berada di atas. Setelah itu, sedot lagi dengan injeksi spuit yang sama

akuades sebanyak 0,5 ml juga untuk mengencerkannya.

a. Cara menyuntik

 Tangkap induk lele dengan menggunakan seser induk.

Kemudian seorang membantu memegang induk lele yang

hendak disuntik (ikan betina terlebih dahulu) dengan

menggunakan kain untuk menutup dan memegang kepala

ikan dan memegang pangkal ekornya.


 Kemudian suntikkan hormon yang sudah disiapkan tadi ke

dalam daging lele di bagian punggung, setengah dosis di

sebelah kiri dan setengah dosis disebelah kanan dengan

kemiringan jarum sunik 40 – 45º. Kedalaman jarum suntik

± 1 cm dan disesuaikan dengan besar kecilnya tubuh ikan.

 Lakukan penyuntikan secara hati-hati. Setelah obat

didorong masuk, jarum dicabut lalu bekas suntikkan

ditekan/ditutup dangan jari telunjuk beberapa saat agar


obat tidak keluar.

• Setelah disuntik, ikan jantan dan betina dimasukkan ke


dalam bak pemijahan.

Menyuntik Induk Lele Dengan Hormon Alamiah (Hipofisa)

Hormon ini diambil dari kelenjar hipofisa yang terletak di bagian


bawah otak kecil ikan. Setiap ikan (juga makhluk bertulang belakang
lainnya) mempunyai kelenjar hipofisa yang terletak di bawah otak
kecil. Kelenjar hipofisa ini hanya sebesar butir kacang hijau, bahkan
lebih kecil.

Untuk menyuntik induk ikan lele diperlukan kelenjar hipofisa yang


diambil dari ikan donor, sedangkan penerimanya disebut resipien.
Ikan donor dapat dipilihkan dari ikan lele dumbo, ikan mas atau ikan
lele local. Karena hormon untuk keperluan penyuntikan diambil dari
kelenjar hipofisa maka penyuntikan untuk merangsang pemijahan
disebut juga hipofisasi.
a. Dosis hipofisa

Untuk menyuntik induk ikan lele dibutuhkan kelenjar hipofisa adalah 3


dosis. Artinya, seekor induk lele yang beratnya 1 kg, akan
memerlukan kelenjar hipofisa yang berasal dari ikan donor yang berat
badannya 3 x 1 kg. Ikan donor seberat 3 kg itu dapat terdiri atas 3 – 6
ekor yang masing-masing beratnya antara 0,5 – 1 kg.

Sebagai ikan donor sebaiknya dipilihkan ikan yang sudah dewasa.


Efektifitas jantan maupun betina sama saja. Jika dipilihkan ikan donor
yang belum dewasa atau tidak matang gonad maka kadar hormon di
dalam kelenjar hipofisanya sedikit.

b. Pengambilan kelenjar hipofisa dan pembuatan ekstrak

Cara mengambil kelenjar hipofisa dari ikan donor adalah sebagai


berikut :

1. Ikan donor dipegang pada bagian kepalanya. Bila licin, gunakan


kain lap. Sementara bagian kepala dipegang, bagian badan
diletakkan di atas talenan. Kepala ikan donor dipotong di bagian
belakang tutup insangnya hingga kepala putus.

2. Setelah terpotong, bagian atas kepala ikan dipotong di atas mata


hingga tulang tengkoraknya terbuka dan otak kelihatan.
3. Otak ini disingkapkan dengan menggunakan pinset maka di bawah
otak akan terlihat kelenjar hipofisa berwarna putih sebesar butir
kacang hijau.

4. Dengan tetap menggunakan pinset, kelenjar hipofisa diangkat


kemudian diletakkan di dalam cawan yang bersih untuk dicuci
dengan aquadest hingga darah yang menempel hilang. Cara
membersihkannya dengan di semprot-semprot aquadest
menggunakan sebuah pipet.

5. Setelah butir kelenjar hipofisa itu bersih lalu dimasukkan ke dalam


tabung penggerus. Lalu kelenjar hipofisa tersebut digerus hingga
hancur.

6. Selanjutnya, kelenjar tersebut diencerkan dengan 1 ml aquadest.


Dengan demikian hormon GSH yang terkandung di dalam kelenjar
hipofisa itu akan terlarut dalam cairan.

7. Larutan tersebut diendapkan beberapa menit hingga kotoran


tampak mengendap di dasar. Cairan bagian atas diambil dengan
alat injeksi spuit untuk disuntikkan kepada induk ikan lele.
c. Penyuntikan ekstrak hipofisa

Hormon di dalam spuit injeksi disuntikkan pada punggung induk ikan


lele. Proses penyuntikan sama seperti pada penggunaan hormon
buatan. Setelah disuntik induk ikan lele dimasukkan ke dalam bak
pemijahan