P. 1
MR Edisi 232

MR Edisi 232

|Views: 816|Likes:
Dipublikasikan oleh akang_sia4065

More info:

Published by: akang_sia4065 on Mar 17, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/29/2013

pdf

text

original

e-mail : mediarakyat_new@yahoo.

com Contact Person : 0812 9936 977

SURAT KABAR UMUM

Press Release
Hal. 5
PTPN X Naikkan Produksi Gula

website : www.mediarakyatonline.com

Hal. 6
1.331 Sekolah Tak Bisa Jadi Penyelenggara UN

Pembawa Suara Pembangunan
Edisi 232 Tahun XI, 16 - 26 Maret 2011

Bangsa

Hal. 10
PNS Harus Ada di Kantor 37,5 Jam per Minggu

Harga Rp. 4000,- (Luar Jawa + Ongkos Kirim)

Baca Juga
Kemenlu Didesak Kejar Klarifikasi dari Wikileaks
Ketua Fraksi PDI Perjuangan, Tjahjo Kumolo mendesak pihak Kementerian Luar Negeri RI segera mengejar informasi langsung dan meminta (Hal 2)

Terkait Informasi Korupsi The Age
Subsidi Langsung Pupuk Tak Efektif
Menteri Pertanian Suswono menilai hasil ujicoba subsidi pupuk secara langsung yang dilakukan di Kabupaten Karawang, (Hal 3)

KPK Merasa Belum Perlu Selidiki
Johan Budi Marzuki Alie

Yogyakarta (MR) Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Busyro Muqoddas menegaskan, meski menjadi berita yang menarik, pihaknya belum akan melakukan penyelidikan atas informasi yang dilansir surat kabar terbitan Australia The Age yang berjudul Yudhoyono Abused Power yang bersumber dari Busyro Muqoddas baca hal 11 Patrialis Akbar Wikileaks.

Wamendiknas :

Banyak Sekolah Salahgunakan Dana RSBI
Dana Bagi Hasil Untuk Kota Jambi

Diduga Bermasalah
Jambi,(MR) Pemerintah Kota Jambi pada tahun anggaran 2009 lalu mendapat kucuran dana, yaitu berupa Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK), dan Dana Bagi Hasil (DBH). Walikota Jambi Bambang Priyanto, dalam ringkasan laporan Realisasi anggaran Tahun 2009 tanggal 3 November 2009 lalu menyebutkan. Realisasi DAU Rp 370.765.008,000,dan Realisasi DAK Rp 36.436.000.000,- Sedangkan realisasi DBH dari Sumber Daya Alam (SDA) sebesar Rp 32.411.504.627,Dana bagi hasil dari SDA inilah, yang diragukan dan dipertanyakan pemanfaatannya oleh Ketua Lembaga Pemantau Pembangunan Daerah (LP2D) Mappiare. Sebab dari data yang berhasil dihimpun pihak LP2D dalam APBD-P 2009 tertulis, bahwa dana DBH-SDA tersebut dihibahkan kepada KONI sebesar Rp 791.847.000,baca hal 11

Nama Sjafrie Ikut Disebut The Age

Sjafrie Sjamsoeddin

Hartono Tanoesoedibjo

INKINDO JABAR
IKATAN NASIONAL KONSULTAN INDONESIA JAWA BARAT

Mengucapkan

Gedung Kemnediknas

Selamat Atas Dilantiknya
H. Uu Ruzhanul Ulum, SE. & Ade Sugianto, SIP.
Sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kab. Tasikmalaya Periode 2011-2016

Jakarta (MR) Dua surat kabar Australia The Age dan Sydney Morning Herald, Sabtu (12/3), kembali menerbitkan laporan yang mengacu pada laporan Wikileaks. Kali ini, sasaran tembaknya adalah Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin. Dalam berita yang berjudul "Yudhoyono Top Adviser a Timor War Crimes Suspect", The Age menyebut Sjafrie masuk dalam daftar hitam Amerika Serikat (AS) karena diduga melakukan kejahatan perang di Timor Timur. Hal itu dibuktikan setelah pada September 2009, Kedutaan BesarAS di Indonesia menolak untuk baca hal 11

Ir. H. Yeye Nitasusiano
Koordinator Daerah VIII Perwakilan Kota/Kab. Tasikmalaya, Kab. Garut, Kab. Ciamis, Kota Banjar

Palang Merah Indonesia (PMI) Kab. Tasikmalaya
Mengucapkan

Selamat Atas Dilantiknya
H. Uu Ruzhanul Ulum, SE. & Ade Sugianto, SIP.
Sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kab. Tasikmalaya Periode 2011-2016 H. Isrodin Ketua

Jakarta, (MR) Kementerian Pendidikan Nasional untuk sementara waktu mengkaji pendirian rintisan sekolah bertaraf internasional (RSBI). Pasalnya, karena hasil evaluasi menunjukkan banyak pengelola menggunakan dana yang diterima dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan pungutan orang tua tidak sesuai ketentuannya, kata Wakil Menteri Pendidikan nasional Fasli Jalal di acara Kelompok Kerja Neurosains BPH RS Islam Jakarta, Minggu. "Banyak pengelola rintisan sekolah bertaraf internasional (RSBI) menyalahgunakan dana yang seharusnya dipergunakan untuk peningkatan mutu pendidikan malah digunakan untuk pembangunan fisik," katanya menambahkan. Fasli mengatakan besarnya penyalahgunaan dana mencapai antara 25 persen hingga 50 persen dari dana yang diterima oleh Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI). "Pemerintah dalam satu tahun terakhir melakukan evaluasi terhadap program RSBI, terkait dengan masukan dari masyarakat bahwa program RSBI telah menjadi ajang komersialisasi pendidikan. baca hal 11

Pasca Tsunami Jepang Pantai Sepi Wisatawan

Terkait Debu Semen/Peledakan dan Korupsi

LSM Datangi PT Semen Baturaja
Baturaja,(MR) Lembaga Swadaya Masyarakat(LSM) yang tergabung LSM INDOMAN datangi Pabrik Semen Baturaja, di Jalan Raya Tiga Gajah, Kelurahan Sukajadi Kecamatan Baturaja Timur, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Kehadiran LSM ini diterima langsung Biro Lingkungan Hidup/Bagian Umum PT. Semen Baturaja (PTSB), Kamerun, Ardi dan Syafaruddin di ruangan kantor umum PT. Semen Baturaja.(02/3). Perwakilan LSM mempertanyakan debu semen yang keluar dari cerobong pabrik semen tersebut, yang telah jelas-jelas sudah mengotori

Pantai Anyer, Serang Banten

PT KARSA ABADI HUSADA TASIKMALAYA
Mengucapkan

Selamat Atas Dilantiknya
H. Uu Ruzhanul Ulum, SE. & Ade Sugianto, SIP.
Sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kab. Tasikmalaya Periode 2011-2016

H. Sachmin Direktur

Debu PT. Semen Baturaja

Lintas Daerah

udara yang dihirup manusia dan seluruh mahluk yang bernafas di Baturaja ini. yang dampaknya sangat negatif.

Kata Ardi Bagian Umum PTSB menjelaskan, Bukan debu semen melainkan debu Raw Meal baca hal 11

Serang (MR) Kawasan wisata Pantai Anyer sepi pengunjung pasca Tsunami Jepang yang terjadi pada Jumat (11/3), karena mereka takut gempa disertai tsunami di pesisir Cinangka, Kabupaten Serang, Provinsi Banten. "Suasana jalan dan kunjungan tamu ke sejumlah hotel saat ini sepi," kata Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Kabupaten Serang, Sukirman, Sabtu (12/3). Dia mengungkapkan, meski pada Sabtu ini jalan-jalan dan tamu tidak ada yang memesan kamar dan resort disepanjang Anyer dan Cinangka sepi, namun tamu yang sudah memesan kamar tidak membatalkan. "Hanya saja tamu yang sudah datang sejak semalam, pada panik, dan was-was akibat tsunami di Jepang itu," katanya menjelaskan. Senada dengan itu juga diungkapkan oleh pengelola Pantai Tanjung Tum, Anyer, Erna Wati. Menurut dia, gempa yang disertai tsunami di Jepang ternyata berpengaruh terhadap kunjungan wisata. "Sampai dengan sekarang baru tujuh mobil yang datang di Pantai Tanjung Tum," kata Erna. baca hal 11 Padahal kata dia, biasanya, kunjungan

Titipan Kilat Oknum Pejabat ? Penerimaan Satpol PP, “Bernuangsa Politik”
Natuna,(MR) Sejumlah masyarakat merasa gerah, terkait adanya penerimaan Satpol PP dilingkungan Pemerintahan Kabupaten Natuna, secara “ Misterius ”. Penerimaan Satpol itu, tidak diumumkan alias “ Terselubung ”. Kontan saja beberapa masyarakat merasa gerah, sebab beberapa keluarganya, sudah lama memasukkan lamaran namun sampai kini belum ada tanggapan. Bahkan Bupati Natuna Raja Amirullah Apt pernah menyatakan akan menutup sementara penerimaan honor PTT. Fakta dilapangan ada penerimaan PTT sebelum pilkada melalui pintu belakang. Bahkan sebahagian petugas Satpol PP ditemui wartawan Koran ini beserta rekannya, merasa gerah dengan penerimaan itu. “ Kita kecewa juga bang, adik kita sudah lama masukkan lamaran kesini tapi tak di tanggapi, tau-tau ada penerimaan secara diam-diam, tampa melaui seleksi ”, katanya nada kecewa.

Puluhan PTT Satpol-PP sedang orientasi

Penerimaan ini, tidak kita ketahui, tau-tau sudah disuruh untuk kita orientasi, kalau Kepala Satpol PP Subandi tak bisa kita salahkan, sebab dia itu dibawah tekanan, ujar rekannya menimpali. Tolong bang dinaikkan dan diusut, sebab beberapa peserta kami Tanya, mereka merupakan titipan legislative dan eksekutive. Mereka terlalu enak, gaji dan SK PTT baca hal 11

2
Tarif Parkir lebih Tinggi daripada Harga Garam
Jakarta,(MR) Target swasembada garam nasional pada 2015 harus berimbas terhadap kesejahteraan petani garam. Harga garam yang lebih rendah dari tarif parkir kendaraan perjam takkan membuat petani memacu produksi. " Pemerintah harus mengapresiasi hasil kerja petani dengan menaikan harga garam. Minimal sama dengan tarif parkir kendaraan per jam di kisaran Rp1.000 per kilogram (kg). Dengan begitu diharapkan dapat memicu petani untuk terus meningkatkan produksinya sehingga target swasembada itu tidak sekadar mimpi," ujar Ketua Asosiasi Petani Garam Seluruh Indonesia (APGASI) Syaiful Rahman di Jakarta, (11/3). Menurutnya, bila perlu, pemerintah juga harus bisa menjamin harga di tingkat petani tersebut dengan membentuk lembaga penyangga yang mengatur tata niaga garam nasional. " Tapi perlu ada lembaga penyangga. Misalnya, tata niaga ini masuk dalam kewenangan Badan Urusan Logistik (Bulog) untuk menjaga harga karena meskipun harga dipatok Rp2.000 per kilogram kalau tidak dijamin sama saja," ujarnya. Menurut Syaiful, membanjirnya garam impor itu bukan karena tidak adanya garam rakyat. Tapi lebih karena sudah bergantungnya pemerintah oleh produk impor. Di sisi lain, data yang ada saat ini patut dipertanyakan mengingat banyak sentra produksi yang masih dapat digali. >> Wisnu

Berita Utama
Jakarta,(MR) Ketua Fraksi PDI Perjuangan, Tjahjo Kumolo mendesak pihak Kementerian Luar Negeri RI segera mengejar informasi langsung dan meminta klarifikasi dari "Wikileaks" mengenai kebenaran dan motivasi membocorkan nota diplomatik yang isinya memojokkan Presiden dan Ketua MPR RI. "Walaupun beberapa pihak menyatakan berita atau bocoran tersebut hanya isu, tetapi soal pemberitaan media asing apa pun, ya tentunya pihak Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) kita harus kejar minta klarifikasi, motivasinya apa," tegasnya di Jakarta, Sabtu. Tjahjo Kumolo yang juga Sekjen DPP PDI Perjuangan (PDI-P) mengatakan, walau jika bocoran media asing itu hanya ingin membuat keruh suasana di Indonesia dengan politik adu domba, tetap saja hal ini harus ada klarifikasi, langsung dari pihak pembocor itu sendiri. Sebelumnya saat ditanya mengenai berita tersebut, Ketua MPR RI Taufiq Kiemas (TK) yang juga Ketua Dewan Pertimbangan Pusat PDI-P mengatakan, "Soal `Wikileaks` tanyakan saja ke Tjahjo Kumolo atau Trimedya Pandjaitan (anggota FPD-P di Komisi III DPR RI)". "Pertanyaannya sekarang, apakah selalu bocoran data intelijen luar negeri khususnya harus ditanggapi serius? Apalagi data tersebut yang tidak pernah didengar dan tidak ada ujung pangkalnya," katanya. Tjahjo Kumolo kemudian mengungkapkan,sebagai Ketua Fraksi PDI-P, selama ini dia tidak pernah mendengar dan membaca berita media atau laporan dari Poksi membidangi hukum mengenai adanya isu kasus yang menulis keterlibatan TK. "Saya kira Pak Hendarman Supandji, mantan Jaksa Agung masih ada. Ya beliaulah yang saya kira berhak memberikan klarifikasi kalau mau berkomentar tentunya. Karena ini terkait kelembagaan negara dan kepresidenan, walaupun berita tersebut katanya cuma isu," ujarnya. Mengenai berbagai tudingan miring adanya tokohtokoh bermasalah dengan hukum, ia dengan tegas pula menyatakan, Indonesia adalah negara hukum. "Tidak boleh sembarang menuding. Ini yang terpenting, demi penegakan

Tahun Edisi 232 Tahun XI 16 - 26 Maret 2011

Kemenlu Didesak Kejar Klarifikasi dari Wikileaks

keadilan. Harus ada kepastian hukum," katanya. Sebelumnya Juru Bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha membantah kebenaran berita yang bersumber dari `Wikileaks` tersebut. Staf Khusus Presiden Bidang

Komunikasi Politik Daniel Sparingga mengatakan berita di dua media massa itu tidak bertanggung jawab dan penuh sensasi bahkan berita itu didapat dari sumber yang tidak bisa dijamin kebenarannya. >>Nokipa

Menkopolhukam Tidak Tahu Soal Detasemen Anti Anarki
Jakarta,(MR) Menteri Koordinator Politik Hukum dan HAM Djoko Suyanto mengaku tidak tahumenahu soal rencana Polri membentuk Detasemn AntiAnarki. Djoko mengatakan, dirinya tidak pernah mendapat laporan mengenai hal tersebut dari Kapolri Jenderal Timur Pradopo. Djoko memang pernah mendengar mengenai hal tersebut tetapi tidak secara resmi. Ia mengetahuinya melalui pemberitaan media massa." Tidak ada (pembentukan Detasemen Anti-Anarki). Kapolri tidak lapor ke saya. Saya baca saja di media. Tapi, Kapolri tidak pernah bilang ke saya. Saya berkali-kali ketemu Kapolri, tidak ada pembicaraan hal itu," ujar Djoko yang ditemui di Kompleks Istana Presiden, Jakarta, Rabu (9/3). Ia datang untuk membahas finalisasi Kompolnas dan Komisi Kejaksaan. Sejumlah pejabat yang terlihat memasuki jalan menuju Kantor Presiden Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiarto, Kapolri Timur Pradopo, Sekretaris Kabinet Dipo Alam, dan Jaksa Agung Basrief Arief. Namun, Djoko membenarkan jika polisi memang mendapat pelatihan untuk menghadapi tindakan-tindakan anarkistis. "Kalau pelatihan polisi itu harus mahir menghadapi tindakan-tindakan anarkis. Kalau sudah bertindak anarkis, ada tahapannya. Itulah yang dilatih kepada mereka. Itu penting supaya (massa anarkistis) dilumpuhkan dan tidak dibu-

Status Pejabat Negara Anggota DPRD Bebani Anggaran Negara
Jakarta,(MR) Permintaan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) agar masuk kategori pejabat negara karena mereka juga penyelenggara negara harus dikaji dan dibahas secara lebih mendalam. Pasalnya, perubahan status anggota DPRD bisa berimbas pada beban anggaran negara. Sekretaris Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Sesmen Pan dan RB) Tasdik Kinanto mengatakan dalam undang-undang telah dijelaskan bahwa status anggota DPRD bukan pejabat negara. " Tapi kalau mau mengusulkan status menjadi pejabat negara, silakan saja. Hanya saja, itu harus dibahas di DPR," ujar Tasdik, saat ditemui di kantor Menpan dan Reformasi Birokrasi, Jakarta, Jumat (11/3). Secara terbuka, usulan status pejabat negara bagi anggota DPRD sama sekali tidak dianggap masalah. Namun, tak dipungkiri perubahan status ini bakal membawa konsekuensi. "Perubahan status diikuti dengan permasalahan protokoler. Kalau ini tidak diberesi, ujung-ujungnya uang negara akan kembali habis untuk belanja pegawai. Ujung-ujungnya negara menjadi terbebani," papar Tasdik. " Konsepnya harus jelas. Kalau mau jadi pejabat negara, peraturan perundang-undangannya harus dibereskan lebih dulu," tandasnya. Sebelumnya, Asosiasi DPRD Provinsi Se-Indonesia (ADPSI) mengajukan usulan agar status mereka diperjelas. Alasannya, selama ini, walau sebagai unsur penyelenggara negara pemerintah daerah sejajar dengan gubernur, anggota DPRD tak masuk kategori pejabat negara. >> Tedy Sutisna

Pemeriksaan Nurdin Halid Tunggu Kisruh PSSI Usai

Menkopolhukam Djoko Suyanto

Jakarta,(MR) Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Kalimantan Timur Faried Haryanto menegaskan bahwa pemeriksaan terhadap Ketua Umum PSSI Nurdin Halid akan menunggu selesainya 'kekisruhan' yang sedang menerpa PSSI. " Kami tunggu urusan di tubuh PSSI selesai dulu, baru kami kaji secara keseluruhan," ucap Faried saat ditemui wartawan di Kejaksaan Agung, Jakarta, Kamis (10/3). Lebih lanjut, Faried juga menegaskan bahwa pihak kejaksaan tidak ingin melakukan intervensi terhadap kasus dugaan korupsi yag dilakukan Nurdin Halid ini. Ia menjelaskan bahwa tindakan menunggu ini jelas untuk menghindarkan pandangan yang buruk di mata publik. "Kami sangat tidak mau ada intervensi dalam kasus ini. Juga, saya tegaskan bahwa dalam pemeriksaan ini tidak akan ada permainan politik," tegas Faried. Sementara itu, mantan Direktur Penuntutan pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) ini juga mengatakan bahwa masih belum mengetahui apakah kasus ini akan dibawa ke Jakarta atau tetap dilakukan di Kejaksaan Negeri Kalimantan Timur. " Belum tahu, kita tunggu kisruh di tubuh PSSI selesai dulu lah," lanjut Faried. Seperti diberitakan sebelumnya, nama Ketua PSSI Nurdin Halid dibayar Rp100 juta dan Direktur PT Liga Indonesia Andi Darussalam yang dibayar Rp80 juta, dibeberkan Ketua Majelis Hakim Parulian Lumbantoruan, di ruang sidang utama PN Samarinda, sebelum membacakan putusan vonis terhadap terdakwa. Nama keduanya masuk dalam 35 daftar pembayaran fiktif, termasuk sederetan nama anggota DPRD Samarinda 20042009 dari sejumlah fraksi, yang dilakukan terdakwa dengan total pembayaran Rp1,78 miliar. Pembayaran fiktif itu diketahui dan terbukti, menyusul keterangan sejumlah pengurus Persisam Putra Samarinda, Arna Effendi, Kristonowo, dan Aspian Noor dalam kapasitasnya sebagai saksi dan menjadikannya sebagai fakta persidangan. Rencananya, dalam penyelidikan dugaan aliran dana korupsi Aidil Fitri, selain sejumlah nama mantan anggota dan yang masih tercatat sebagai anggota DPRD Samarinda, Kejari Samarinda juga akan meminta keterangan Nurdin dan Andi di Kejaksaan Agung. >> Nugraha

nuh, katanya. "Sebenarnya itu subtansinya. Tetapi kemudian dikembangkan wacana Detasemen Anti-Anarkilah, detasemen apalah. Padahal, fungsinya adalah itu menghadapi bagaimana tindakan-tindakan anarkis itu terjaga terukur tindakan-tindakannya," cetusnya. >> Nokipa

Anggaran Insentive Medis dan Paramedis Dipertanyakan
Natuna,(MR) Didalam Peraturan Bupati Natuna Nomor 1 Tahun 2010 tertulis tentang penjabaran Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Natuna 2010. Dalam tabel tersebut telah dibunyikan, anggaran insentive untuk Medis, Para medis, juru mudi puskel dan ambulance, dengan nilai millyaran rupiah. Inilah cara Pemerintah Daerah untuk menunjang peningkatan kesejahteraan pegawai, bagi mereka yang bertugas di wilayah pulau terluar, dengan harapan agar mereka betah dan bekerja semaksimal mungkin. Meski dianggarkan dengan nilai besar, tidak semuanya, anggaran tersebut jatuh ke tangan yang berhak. Seperti kejadian di Kabupaten Natuna. Walaupun anggarannya millyaran rupiah, namun jumlah insentive sampai ketangan mereka, tidak sesuai dengan nilai yang dianggarkan oleh Pemeintah daerah. Hal itu diketahui, saat wartawan koran ini, melakukan investigasi di berbagai kecamatan di Kabupaten Natuna. Beberapa puskesmas, telah di jumpai Media Rakyat, mengakui bahwa insentive buat Dr dan perawat bertugas di darat, mendapatkan intensive Rp3,5 sampai 4 juta, sementara para medis Rp1,3-1,5 juta. Sedangkan untuk wilayah kepulauan, seperti Sedanau, klarik, Pulau Tiga, dan Midai Serasan, insentive dakternya, Rp 4-5 juta. Kecuali Pulau terluar, Subi dan pulau laut insentivenya 7,5 sampai 8 juta per bulan. Ada yang unik tentang anggaran insentive tahun 2010. Jika tahun 2009 lalu wartawan Koran ini pernah mempublikasikan tentang carut-marut pengelolaan dana insentif medis dan para medis, di duga menguap millyaran rupiah ? Tahun 2010 anggaran tersebut langsung berkurang, dari 6 millyar menjadi 4 millyar. Sayangnya, itu hanya “terik” semata aja, ternyata anggarannya masih tetap, karena dana insentive tersebut dipecah. Defi juru bayar Dinas kesehatan Natuna, ketika dihubungi via telepon genggamnya, tidak ada respon, bahkan ketika di dihunbungi melalui pesan singkat, Dirinya tak mau balas. Hal senada juga dilakukan Kadinkes Natuna Ahmad Muktar, Wartwan Koran ini beserta rekannya berusaha konfirmasi langsung, namun belum bisa dijumpai. Meski dalam lembaran tamu telah ditulis pertanyaan tentang dana intensive dan adanya rumor pemotongan kegiatan puskesmas 25 persen, namun sang kadis sulit dihunbungi. Jumlah Tenaga Medis dan Para medis Digelembungkan? Sementara itu data yang dihimpun oleh wartawan koran ini, jumlah Tenaga medis di puskesmas sebanyak 50 orang sedangkan Paramedis 97 orang, benarkah demikian? Lalu dimana selama ini keberadaan medis dan paramedis tersebut?. Inilah yang jadi kerancuan selama ini. Menanggapi hal tersebut diatas, PLH Wakil Ketua DPRD Natuna Ir.Dwitra Gunawan ikut angkat bicara. Dikatakannya, jika benar ada indikasi “bau tidak sedap ” dalam pegucuran dana insentive daerah, terhadap Medis dan paramedis yang bertugas di Kabupaten Natuna, maka diminta aparat turun tangan. “Tolong pemberitaan ini disikapi, apakah benar ada indikasi permaianan” kata Dwitra. Jika benar insentive Medis dan para Medis jumlahnya sebesar itu, akan kita lakukan kroscek. Diakuinya, Dinas Kesehatan merupakan penyedot ketiga anggaran APBD. Kepada masyarakat, LSM, tolong di pantau, jika ada indikasi permainan laporkan saja. tegas Dwitra. Kemudian Dia berkeinginan, untuk melakukan pemanggilan terhadap SKPD, meminta pertanggung jawabannya. “ Kita akan panggil SKPD yang bersangkutan, untuk mempertanyakakan berapa anggaran intensive untuk medis dan para medis. Kemudian kita mau mempertanyakakan jumlah tenaga medis (dokter) untuk puskesmas sebanyak 50 orang dan para medis ( Perawat dan Bidan) 93 orang, apa benar demikian, tutupnya >> Roy

Pemimpin Umum : Hisar MT Sagala, Penasehat : KH. DR. TG. Abd. Rahman Anwar SH. MA, Bambang Nugroho. ST, Aleh Heryanto.ST, Drs. Insanul Kamil, Syamsurizon. SH. MSi, Drs. Ir. H. Didin Sahidin, NJ. MSP, Ir.H.Agus Irianto MM, Drs. H. Ilyas Sabli, Konsultasi Hukum : Susanto. SH, Pemimpin Redaksi / Penanggung Jawab : Hisar MT Sagala, Dewan Redaksi : Hisar MT Sagala, Drs.H. Asep Achmad Djaelani, MM, Iwan Saputra, SE, M.Si, Drs. H. Yono Kusyono, Redaktur : Irwan Hamid, Litbang : Herman Sugianto, Manager Iklan : Rudi Harris, Manager Distribusi : Herdi, Layout / Design : Ahmad Y, St, Fhoto Grafer : Hamin, Staf Redaksi : Jenri. S, Rusman, Rudi, Besti, Chandra.
PERWAKILAN/ BIRO : Jakarta Pusat : Ediatmo (Kepala), Nokipa, Jakarta Utara : Eka Lesmana (Kepala), Sarif, Yanto Sitanggang, Jakarta Timur : Sukron (Kepala), Wisnu, Jakarta Barat : Mohammad (Kepala), Nugraha, Tedy Sutisna, Jakarta Selatan : Hengki (Kepala), Yusandi, Sahrial Nova, Karawang : K. Komarudin, Warsian, Cece Wiriyadi, Bogor, Depok : Ali, Ruslan, Bekasi Kota : S. Wahyudi, Kab. Bekasi : A. Natawi Jaya, Marulloh, H. Andang Hamdani, Purwakarta : Sapan Supriatna, Biro Subang : Iman, Kota Bandung : Dodi Sulaeman (Kepala), Tuty Suhartati, Bandung Barat : Dayanto, Darfi, Kabupaten Bandung : Maman, Sumedang/ Majalengka : Edi Moelyana (kepala), Ani Suhartini, Wawan Setiawan, Budi, Ratim, Ruhiyat, Agus Atang, Darmansyah, Indramayu : Abdullah (Kepala), Mukromin, Maskin, Suhada, NC Jawir, Cirebon : Masduri, Kuningan : Dian, Biro Garut : Undang Suryana (Kepala), Ali Hasan, Usep Jaelani, Kab. dan Kota Sukabumi : Rustandi, Biro Cianjur : Ruslan AG, Jaenudin, Biro Kabupaten Tasik/ Kota Tasik : Zamzam Hermansyah (Kepala), H. Ade Dimyati, Barkah Sudrajat, Iin Kartiwan, Widayanti, Yuyu Wahyudin, Dede R, Ciamis : Heri Herdiana (Kepala), Banjar : Ahmad Setia (Kepala), Tangerang : Halim Untar (Kepala), Herman, Lebak/ Pandeglang : Belfri (Kepala), Herianto, Serang : Sukendar (Kepala), Nani, Lampung : Kab. Tanggamus & Pringsewu: Dahlan (Kab. Biro), Jainuddin, Perwakilan Sumatera Selatan : Alex Effendi (Kepala), Kota Palembang, Adiyanto (Kepala), Kota Prabumulih / kab. Muara Enim : Alex Effendi (Kepala), Indra Apriansyah, Wendi Karno, H.M. Taher SN, Teti Pega, Amiruddin, Biro Batu Raja / OKU : Sahmi (Kepala), Biro Oku Selatan : Thomas Ivan, Ogan Ilir : Marleni (Kepala), Astute, Tulang Bawang : Sumarta (Kepala), Nani, Kota Metro : Tohir (Kepala), Maman Irawan, Pekanbaru : Paizal (Kepala), Nurdin, Padang : Marqian, Bengkulu : Aman Sipahutar, Biro Mukomuko : Hilman Daud, Bengkulu Utara : Syaiful Bahkri S, Perwakilan Jambi : Leman Burhan, (Kepala), Hendar, Muara Bungo : Suyono, Kab. Tebo : Heri Zaldi, Musirawas/ Lubuk Linggau : Iman Koesnadi, Dumai : Suparta (Kepala), Parjio, Tanjung Pinang : Winarto (Kepala), Jerlin P, Rony Rudianto, Biro Batam : Ganda S.Prawira (Kepala), Agus Stanza AMd, Englis Simaremare, Biro Tanjung Balai Karimun : Jerlin P (Kepala), Kab. Lingga : Heri Susanto (Kepala), Nurjaly, Hendrano, Kab. Bintan : Defran, Edi Ishak, Biro Natuna : Roy S. (Kepala), Kab. Anambas : S. Edwar. S (Kepala), Rokan Hilir : M. Erickson. S.Pd (Kepala), Rasmali SH, Syahdan, Purwokerto : Hanapiah (Kepala), Kuswandi, Batang : Rika Ida (Kepala), Hapid, Kota Semarang: Irman Idrus (Kepala), Warsoma, Cilacap : Murtaqin, Pekalongan : Hetty (Kepala) Narwan, Purbalingga : Hermanda, Yogyakarta : Suratno, Klaten : Sutrisno, Tarmo, Perwakilan Jawa Timur : Deasy Epita A (Kepala), Mojokerto : Moh. Lutfi, Lamongan : Adi Sugiarto (Kepala), Huala Simanjuntak, Julian Tri, Prayitno, Banyuwangi : M. Arif Afadi, Kupang : Moses Mone Kaka (Kepala), Klaudius Edy Burga, Kalimantan Barat : Ranto Leonardo, Kalimantan Selatan / Tengah : Gatner Eka Tarung, SE (Kepala), Banjar Masin : Mulia, Banjar Baru : Asrian Talatika, Pulang Pisau : Yabi. K, Samarinda : Kipan Suerta, Delimah, Belu & TTu : Heribertus Kolo (Kepala), Lodowikus Umbu Lodongo, Robertus Seran, Agus TB. SH, Flores Timur : Ferdinandus (Kepala), K. Lewoema, Sorong : Dea (Kepala), Gonjali, Kota Medan : Frendi Tua (Kepala), Herwan, Siti, Tebing Tinggi : Hasni (Kepala), Herdan, Langkat : Ojak Sianturi (Kepala), Waskito, Deli Serdang : T. Manalu (Kepala), Belfri, Pematang Siantar : Heru (Kepala), Sintan, Simalungun : Togap Munthe (Kepala), Jentar Bangun, Tarutung : Juang N, Dairi : Karlen (Kepala), Benni Sitorus, Dadang Kusmandi, Padang Sidempuan : Chairun (Kepala), Hotman, Ali, Bali : Nyoman, Putu Artha.

Alamat Redaksi Jl. Bina Harapan No. 38-C, Telp. (021) 79192764 Kel. Duren Tiga Pancoran - Jakarta Selatan E-mail : mediarakyat_new@yahoo.com Rekening : Bank BRI Cab.Karawang No. Rek : 0116-01-022016-50-9 a/n: Hisar MT Sagala Tata Usaha / Iklan / Sirkulasi : Jl. Manunggal VII Krajan Lamaran Kel. Palumbonsari Kab. Karawang Jawa Barat Telp. (0267) 8454238 Penerbit : Yayasan Media Rakyat Intermedia Percetakan : PT. Wahana Semesta Intermedia

Yang tidak tercantum di BOX Redaksional bukan wartawan kami. Dalam melaksanakan tugas jurnalistik wartawan kami dilengkapi dengan Tanda Pengenal dan Surat Tugas Peliputan dari Redaksi yang masih berlaku. Dan saat bertugas wartawan kami selalu membawa Surat Kabar Media Rakyat Edisi terbaru.

Edisi 232 Tahun XI Tahun 16 - 26 Maret 2011

Berita Utama
Mentan:
Jakarta,(MR) Menteri Pertanian Suswono menilai hasil ujicoba subsidi pupuk secara langsung yang dilakukan di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, menunjukkan bahwa metode penyaluran pupuk tersebut tidak efektif untuk menggantikan pola sebelumnya. Menteri Suswono di Jakarta, Sabtu mengatakan, subsidi pupuk secara langsung dengan memberikan dana tunai ke kelompok tani tersebut ternyata menimbulkan keruwetan ketika mereka harus mencairkannya ke bank. "Sistem RDKK (rencana definitif kebutuhan kelompok) ternyata masih lebih baik," katanya di sela seminar Implentasi Kebijakan Reduksi Pupuk Menuju Pertanian Berkelanjutan pada forum Agrinex Expo 2011 itu. Sejak September 2010 pemerintah melakukan ujicoba subsidi pupuk secara langsung ke petani guna meningkatkan efisiensi dan efektifitas subsidi pupuk. Subsidi dalam bentuk pemberian uang langsung kepada petani dan mengeluarkan dana sekitar Rp100 miliar itu pada tahap awal dilakukan di Kabupaten Karawang dengan luas lahan 100 ribu ha dan jumlah pupuk sebanyak 20 ribu ton. Pelaksanaan subsidi pupuk secara langsung tersebut didasarkan pertimbangan distribusi dengan metode RDKK selama ini banyak mengakibatkan rembesan pupuk di luar sektor tanaman pangan sehingga tidak sampai ke petani yang membutuhkan. Suswono menyatakan, setelah dilakukan ujicoba di Karawang ternyata sistem RDKK jika dijalankan secara efektif tidak akan menimbulkan kebocoran bahkan bisa terkontrol dengan baik serta ada jaminan petani mendapatkan pupuk. " Jadi secara teknis subsidi langsung ternyata tidak lebih baik (dari sistem RDKK)," katanya. Senada dengan itu Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo yang menjadi salah satu pembicara dalam seminar tersebut mengungkapkan,

3

RS Hewan Jawa Timur Tingkatkan Kualitas Pelayanan Pasien

Subsidi Langsung Pupuk Tak Efektif

Menteri Pertanian Suswono

Mobil Operasional, dan Ruang Operasi

Surabaya, (MR) Tidak hanya ruang periksa yg representatif, ruang rawat inap maupun ruang operasi, kini pasien dapat menikmati fasilitas yang disediakan oleh Rumah Sakit Hewan (RSH) Disnak Jatim seperti laboratorium, ruang titip sehat, ruang perawatan neonates, panggilan kerumah (house call), jasa antar jemput pasien dan jasa grooming. Pelayanan yang berlokasi di Dinas Peternakan Jawa Timur Jl. Jend. A. Yani 202 Surabaya ini mempunyai tujuan awal untuk memberi pelayanan kepada masyarakat dalam upaya memelihara kesehatan hewan kesayangan mereka. Seiring dengan berjalannya waktu, Klinik Hewan telah berkembang menjadi Rumah Sakit Hewan dengan penambahan berbagai fasilitas dan sumber daya manusia yang profesinal. Selain Pet Shop yang berada di samping RSH, pemilik hewan kesayangan juga dapat memanjakan hewan kesayangannya melalui Jasa Grooming. Jasa ini disediakan bagi hewan kesayangan baik kucing maupun anjing yang ingin tampil cantik dan bersih. >> Dea

Pasar Beras Bakal Kembali Dikuasai Swasta
Jakarta,(MR) Pemerintah diprediksi masih akan kesulitan bersaing di pasar perberasan nasional pada 2011 ini. Hal tersebut dikarenakan keraguraguan Bulog dalam melakukan penyerapan beras dalam negeri tahun ini, akibat kalah bersaing dengan para tengkulak di level petani. "Pihak swasta telah melakukan pembelian beras/gabah petani di atas harga ketetapan pemerintah sehingga stok mereka banyak. Kalau mereka punya stok lebih banyak dari Bulog, mereka bisa ambil kendali pasar," tandas Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Winarno Tohir dalam diskusi terbatas produksi padi dan perubahan iklim di Jakarta, Kamis (10/3) Berdasarkan data KTNA di Jawa Timur, para tengkulak berani membeli gabah kering panen (GKP) seharga Rp2.700 atau Rp60 lebih mahal dibanding harga pembelian pemerintah (HPP) GKP sebesar Rp2.640. Sementara di Jawa Barat, tengkulak bahkan berani membeli GKP seharga Rp3.100. Hasil itu terbukti memang cukup signifikan dalam hal peta penyumbang beras dalam negeri di gudang Bulog. Jawa Timur yang biasanya menjadi lumbung padi nasional hanya menyumbang sekitar 18 ribu ton beras dari total 134.033 ton beras yang telah diserap Bulog hingga (10/3). Jumlah itu bahkan kurang dari setengah penyerapan beras Bulog di Jawa Tengah yang mencapai 37 ribu ton. >> Nugraha

penyaluran pupuk di provinsi tersebut dengan sistem RDKK bisa berjalan efektif. Menanggapai isu kelangkaan maupun distribusi pupuk yang tidak sesuai peruntukannya, pihaknya melakukan pembenahan dan perbaikan sistem distribusi pupuk bersubsidi dengan melibatkan camat dan kepala desa/lurah untuk ikut melakukan pengawasan dan pengendalian distribusi pupuk di Jawa Tengah.

Selain itu pihaknya juga melakukan penataan dan pengetatan persyaratan distributor pupuk anorganik sehingga jumlahnya kini menurun dari 220 distributor pada 2008 menjadi 198 distributor. " Apabila ditemukan ada distributor yang melakukan penyimpangan distribusi maka izin usaha sebagai distributor pupuk dicabut dan tidak boleh lagi melaksanakan distribusi pupuk," katanya. >> Ediatmo

Perhutani Jatim Akan Rehabilitasi 60 Ribu Hektar Hutan
Surabaya,(MR) Perum Perhutani Unit II Jawa Timur, tahun ini merencanakan akan merehabilitasi hutan seluas 60 ribu hektar. Sedangkan untuk mencegah kerusakan lahan akibat longsor di lahan Perhutani akan diperbanyak tanaman dengan perakaran dalam. Terlebih akhir-akhir ini curah hujan cukup tinggi. “ Khusus Jawa Timur tahun 2011 rencana tanaman kita kurang lebih 60 ribu hektar. Sehingga tahun ini pula lahan kosong tidak ada lagi,” ujar Kepala Perum Perhutani II, Ellan Barlian saat berkunjung ke Kabupaten Pacitan, Selasa (1/3) sore. Diakui Ellan, di wilayah hutan milik Perhutani ada beberapa bagian yang dilanda longsor, tetapi ia tidak menyebut jumlah secara spesifik. Menurutnya longsor terjadi bukan karena faktor vegetatif semata, tetapi juga karena curah hujan yang tinggi. Sehingga, meski hutan subur namun karena debit air hujan melebihi daya tampung, dapat memicu longsor. Selain itu, tata ruang di sekitar hutan juga harus dibenahi. Misalnya pemukiman dan pembangunan jalan harus memperhatikan tata ruang di sekitarnya. Hal senada juga diungkapkan Administratur Perum Perhutani KPH Lawu dan Sekitarnya (DS), Taufik Setiadi, longsor yang terjadi juga karena struktur tanah labil dan berlereng curam. Karena itu pihaknya setiap minggu melakukan penanaman di hutan, utamanya tanaman berakar dalam dan bersifat konservasi, misalnya kluwek dan kemiri. Wilayah KPH Lawu DS meliputi enam kabupaten, yakni Madiun, Ngawi, Magetan, Ponorogo dan Pacitan. “ Kalau tanaman sifatnya dari kultur jaringan atau vegetatif nggak begitu kuat,” ungkapnya. Taufik menjelaskan, secara umum kondisi tanah di wilayahnya yang meliputi bagus. Karena itu rencananya ke depan pihaknya akan memperkaya tanaman hutan lindung dengan tanaman produktif, seperti cengkeh dan lain sebagainya. Tujuannya untuk memberikan nilai produktif bagi masyarakat sekitar, terlebih di Perum Perhutani sendiri ada program Kemitraan dan Bina Lingkungan. “Meliputi bantuan pinjaman lunak dan juga pengembangan tanaman pangan di kawasan hutan,” jelas dia. Disinggung mengenai lahan Perhutani yang dilewati proyek Jalan Lintas Selatan (JLS), baik Ellan maupun Taufik mengatakan sudah selesai. Termasuk di Pacitan seluas 17,3 hektar, dan itu sudah diberikan ganti rugi. Beberapa kawasan hutan negara yang terkena proyek diantaranya wilayah kawasan Teleng, Kelurahan Sidoharjo dan Kecamatan Kota Pacitan. >> Prayit

Pengelolaan Geothermal Belum Optimal
Surabaya, (MR) Jawa Timur salah satu provinsi yang memiliki potensi geothermal yang cukup banyak dan bagus di Indonesia, seperti di Ngebel Ponorogo, di Gunung Arjuno, Gunung Welirang di Mojokerto dan Pacitan, tetapi selama ini pengelolaannya belum optimal . Oleh karena itu, diperlukan SDM yang kompeten di bidang geothermal agar tidak tergantung dengan tenaga asing. Dalam hal ini pemerintah terus berupaya meningkatkan SDM dibidang geothermal ,demikian disampaikan “ Kepala Badan Diklat Provinsi Jawa Timur, Drs Saiful Rachman MM, MPd saat membuka Diklat Fungsional Pengelolaan Panas Bumi 2011 di Bandiklat Jatim. Dalam laporannya, Kepala Bidang Diklat Fungsional Bandiklat Provinsi Jawa Timur, Drs Bagus Pujiono, MPd mengatakan, tujuan diklat untuk menambah wawasan tentang kondisi lingkungan tatakelola dalam kegiatan pemanfaatan dan pengembangan panas bumi, sehingga para peserta sebagai operator tenaga panas

OKU Kekurangan Dokter Gigi
Baturaja, (MR) Pelayanan kesehatan adalah kebutuhan pokok yang tidak ada habisnya dan diperlukan oleh setiap manusia. Apalagi masyarakat di pedesaan yang saat ini masih banyak yang belum mengerti akan pentingnya arti kesehatan dan program pemerintah untuk menjamin setiap warga Negara mendapatkan pelayanan kesehatan. Bidan desalah jawabannya. Namun, akhir-akhir ini bidan desa yang ditempatkan di tempat tugas masih melalaikan akan tanggung jawabnya terhadap masyarakat itu sendiri, begitu juga alasan-alasan bermunculan bagi bidan yang ditugaskan di daerah yang sering ditemui, tidak betahnya bidan desa karena masyarakat masih cenderung berobat ke dukun, juga karena seringnya bidan desa diganggu oleh oknum masyarakat. Keluhan masyarakat Desa Bumi Sebimbing Sekundang, terkait banyak bidan desa yang ditugaskan pemerintah di desa masih sering pulang pergi dari tempat asalnya sehingga menyulitkan warga untuk berobat apalagi desa-desa yang jauh dari puskesmas. Padahal mereka sesuai dengan ikatan tanggung jawab tugas bersedia ditugaskan dimana saja. Hingga kini, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Sumatera Selatan masih kekurangan dokter gigi. Menurut Aini (40) warga Lubuk Batang OKU. Kami sangat mendambakan di setiap puskesmas ada dokter gigi dan untuk saat ini khususnya di Kecamatan Lubuk Batang belum ada dokter gigi dan itu sangat dibutuhkan oleh masyarakat, harapnya. Kepala Bidang Kepegawaian H. Rozali mengatakan, “ Mengenai bidan desa yang masih nakal dan tidak patuh pada aturan dan melalaikan tanggung jawab di tempat tugas itu secara langsung tanggung jawab Kepala UPTD masingmasing Kecamatan untuk memantau dan memberikan masukan kepada bidan desa ”.jelasnya. Rozali juga mengatakan, “ Untuk diketahui memang klinik gigi di Kabupaten OKU baru ada empat puskesmas yang ada klinik gigi dan dokternya. Puskesmas Unit 2 Kecamatan Lubuk Raja, Puskesmas Sukaraya, Puskesmas Kemalaraja Kecamatan Baturaja Timur dan Puskesmas Tanjung Agung Kecamatan Baturaja Barat. Sedangkan yang lainnya belum ada, kami telah mengusulkan setiap tahun ke Dinas Kesehatan Propinsi tapi belum juga ada realisasinya,” pungkas Rozali di akhir pembicaraannya. >> Sahmi

bumi dapat melakukan pengelolaan, pengendalian, dan pengawasan dengan baik. Diklat yang diikuti oleh 30 orang pegawai dari provinsi dan kabupaten/kota se-Jawa Timur yang dilaksanakan selama 10 hari sejak tanggal 15 sampai dengan 23 Pebruari 2011 ini, ditujukan agar para peserta dapat memahami lingkup kerja eksplorasi, eksplotasi, dan pengembangan panas bumi secara terintregrasi. Selanjutnya para peserta diklat nantinya diharapkan mampu memberikan bimbingan dan pembinaan terhadap

masyarakat, tentang manfaat langsung dan tidak langsung terhadap semua kegiatan eksplorasi serta eksploitasi potensi panas bumi secara menyeluruh terhadap masyarakat disekitar wilayah potensi dan pengembangan panas bumi. Selain mendapat materi di kelas, peserta juga mendapat materi pendukung yaitu melakukan kunjungan lapangan di Chevron Geothermal Salak Ltd, Sukabumi Jawa barat pada tanggal 21 Pebruari 2011, guna mengetahui secara lansung pengelolaan dan pengembangan geothermal. >> Prayit

Jika Ingin Duduki Jabatan Harus Ikuti Diklatpim
Surabaya,(MR) Jika Pegawai Negeri Sipil (PNS) ingin menduduki jabatan struktural baik eselon IV, III, II dan eselon I harus mengikuti pendidikan dulu di Badan Pendidikan dan Pelatihan. Kalau kebijakan itu dibalik dengan menduduki jabatan dulu baru mengikuti pendidikan jadinya akan rancu. Kepala Badan (Kaban) Diklat Jawa Timur Dra Saiful Rachman MM Mpd saat membuka Diklat Prajabatan Golongan III angkatan 337, 338, 339 dan 340 di Badiklat Jatim di Surabaya, Rabu (2/3) mengatakan, pemerintah saat ini akan menerapkan kebijakan didik dulu baru duduk. Jadi jika ingin menduduki jabatan struktural harus mengikuti pendidikan dulu mulai diklat kepemimpinan tingkat IV (Pim IV) hingga diklat Pim I untuk jabatan eselon I. Hal ini dilakukan agar tidak rancu seperti dulu yakni duduk dulu baru didik dampaknya akan tidak baik. Kemudian Kaban Diklat mengatakan, di era reformasi seperti sekarang ini pemerintah mempunyai komitmen harus bersih dan amanah hal ini sudah diterapkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur dibawah Kepemimpinan Gubernur Dr H Soekarwo. Oleh sebab itu para PNS di Jawa Timur yang baru ke depan harus terus mening-katkan pelayanan publik men-jadi pelayanan prima. Artinya pelayanan prima yang harus diterapkan oleh PNS di Jawa Timur harus sesuai dengan proporsinya. Seperti dicontohkan di Jawa Timur saat ini sudah ada pelayanan prima perpanjangan SIM mobile, pelayanan perizinan satu atap. Kaban Diklat mengingatkan kepada para peserta yang mulai hari ini telah mengikuti suatu tahapan yang mutlak harus dilalui oleh para CPNS. Karena jika para CPNS tidak mengikuti Diklat tidak mungkin akan diangkat menjadi PNS. Sebelum secara resmi peserta prajabatan diangkat menjadi PNS maka dilakukan prajabatan. Diklat untuk membentuk pola pikir, pola sikap dan pola perilaku yang baik sekaligus sebagai membuka wawasan mendasar tentang posisi, peran dan tugas PNS dalam pelaksanaan kegiatan pemerintahan, pelayanan masyarakat dan pembangunan. Diklat prajabatan ini untuk memberikan pengetahuan kepada CPNS serta membentuk wawasan kebangsaan, kepribadian dan etika PNS. Di samping itu juga dalam latihan prajabatan ini dilakukan pendidikan tentang sistem penyelenggaraan pemerintahan negara serta bidang tugas dan organisasi agar mempu melaksanakan tugas dalam perannya sebagai pelayan masyarakat. Di era pelayanan publik seperti saat ini peran utama pemerintah sebagai pelayanan masyarakat. Secara mendasar ada tiga jenis pelayanan dasar yang diberikan pemerintah kepada masyarakat yakni pelayanan yang bersifat administratif seperti pelayanan surat menyurat kewarganegaraan/kependudukan, perijinan, status kepemilikan dan sejenisnya. Kemudian pelayan biasa adalah pelayanan pendidikan, kesehatan dan transportasi yang baik. Selanjutnya pelayanan barang seperti pembangunan infrastruktur, penyediaan air bersih, listrik dan penyediaan alat komunikasi. Dari ketiga jenis pelayaanan tersebut maka setiap PNS mempunyai peran masingmasing yang sesuai dengan bidang tugasnya. Khususnya pelayanan di bidang administrasi kepada masyarakat yang berhadapan langsung dengan masyarakat dituntut bekerja secara tertif, cekatan, ramah dan informatif. Kepala Bidang Diklat Kepemimpinan Badan Diklat Jatim Drs Asriansyah MSi mengatakan, tujuan diklat ini untuk meningkatkan keahlian dan sikap untuk dapat melaksanakan tugas secara profesional dengan dilandasi kepribadian dan etika PNS yang sesuai dengan kebutuhan instansinya masingmasing. Sasaran diklat ini terwujudnya PNS yang memiliki kopetensi yang sesuai dengan persyaratan pengangkatan untuk menjadi PNS golongan dua. Diklat golongan III yang berlangsung 21 hari diikuti oleh 320 orang CPNS berasal dari Kota Surabaya 81 orang, Kota Malang 80 orang, Kota Kediri 3 orang, Kabupaten Lamongan 80 orang, Sidoarjo 17 orang, Tulungagung 3 orang, Bangkalan 2 orang, KPU Kabupaten Malang 2 orang, KPU Ngawi 1 orang dan Kabupaten Kutai Kertanegara Kalimantan Timur 1 orang. >>Dea

Bintek Pengadaan Barang/Jasa Kota Tasik
Kota Tasikmalaya, (MR) Sekretaris daerah kota Tasikmalaya Drs. H.Tio Indrasetiadi membuka secara resmi bimbingan teknis pengadaan barang/ jasa bertempat di Aula Hotel Mangkubumi, Senin (07/03). Dalam sambutannya ia mengatakan melalui kegiatan ini, kebutuhan pemerintah kota tasikmalaya terhadap ketersediaan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi dan keahlian dibidang pengadaan barang/jasa diharapkan dapat terpenuhi,dan pada akhirnya memiliki dampak positif terhadap kelancaran penyelenggaraan pemerintah, pelaksanaan pembangunan serta peningkatan kualitas pelayanan publik. Kepala Bagian Kepegawaian, Drs. Asep Gofarulah, M.Pd. dalam laporannya menyatakan maksud dan tujuan diselenggarakannya bimbingan teknis ini untuk mensosialisasikan perubahan peraturan tentang pengadaan barang/jasa pemerintah yang sebelumnya mengacu pada keputusan presiden nomor 80 tahun 2003 yang telah diubah dengan peraturan presiden nomor 54 tahun 2010. Bimbingan teknis ini diikuti oleh 100 orang peserta yang dibagi kedalam dua angkatan, tiap-tiap angkatan 50 orang. >> Dwiyanti

4
Banyaknya Bangunan Melanggar PP No. 35 Tahun 1991

Berita Utama
Nurhayati : “ Saya betul-betul kecewa dengan pelayanan rumah sakit ini, masa iya, saya yang pada saat itu baru saja kecelakaan dan masih merasakan sakit-sakit dibadan saya, namun, harus menjahit luka yang dialami suami saya di bagian pelipis kanannya, sementara orang rumah sakit seperti tidak bisa berbuat apa-apa dan terlihat kebingungan menonton saya bekerja, perawatnya masang infus saja kesulitan dan lama sekali ” Muara Tebo,(MR) Sudah jatuh tertimpa tangga, itulah kira-kira nasib yang menimpa keluarga besar Suharto yang mengalami kecelakaan ketika dalam perjalanan dari Kota Jambi menuju Muara Tebo Kabupaten Tebo pada Selasa (2/3) lalu. Kejadiannya tidak diduga-duga karena mobil naas yang mereka tumpangi tiba-tiba oleng dan terbalik saat hampir memasuki Kota Muara Tebo, atau tepatnya di tikungan menjelang Simpang Kandang Kecamatan Tebo Tengah Kabupaten Tebo atau sekitar 7 km menjelang Kota Muara Tebo. Dengan dibantu oleh warga setempat, penumpang mobil yang terdiri dari enam orang penumpang yang mengalami luka-luka parah dan satu orang mengalami patah tulang di bagian lengan itu dilarikan ke RSUD Sultan Thaha Syaifuddin Muara Tebo sekitar pukul 23.00 WIB malam. Akan tetapi, setelah sampai di Rumah Sakit kebanggan masyarakat Kabupaten Tebo itu mereka merasakan pelayanan yang sangat lamban dan serba kekurangan, baik itu tenaga dokter, perawat, obat-obatan serta alat-alat medis lainnya. Sebagaimana diungkapkan oleh Nurhayati yang merupakan salah satu korban kecelakaan dan mengalami luka memar di pelipis dan sakit-sakit di bagian dadanya yang diduga karena benturan, namun, dikarenakan pelayanan yang lamban dari pihak rumah sakit, membuat dirinya harus memaksakan diri untuk merawat dan menjahit sendiri luka yang dialami suaminya Suharto sementara di ruangan tersebut ada beberapa orang perawat dan satu orang dokter. Dikatakannya, “ Saya betulbetul kecewa dengan pelayanan rumah sakit ini, masa iya, saya yang pada saat itu baru saja kecelakaan dan masih merasakan sakit-sakit dibadan saya, namun, harus menjahit luka yang dialami suami saya di bagian pelipis kanannya, sementara orang rumah sakit seperti tidak bisa berbuat apaapa dan terlihat kebingungan menonton saya bekerja, masang infus saja kesulitan dan lama sekali ”. Ungkap Nur yang kebetulan adalah salah seorang perawat di RSUD Raden Mat Taher Propinsi Jambi. Dilanjutkannya, “ Dengan segala upaya dan sambil menahan rasa sakit akibat lukaluka yang saya alami, saya terpaksa harus membantu keluarga saya yang lainnya, lebih parahnya lagi, selain tenaga medis yang kurang berpengalaman, fasilitas medis dirumah sakit itu juga sangat terbatas dan masih sangat ketinggalan jika dibandingkan dengan rumah sakit lainnya”.

Tahun Edisi 232 Tahun XI 16 - 26 Maret 2011

Pelayanan RSUD STS Tebo Asal-Asalan
Tenaga Medis Tidak Bisa Pasang Infus, Peralatan dan Obat-obatan Masih Kurang

Banyuwangi, (MR) Kabupaten Banyuwangi terkenal sebagai kawasan industri Ikan sehingga banyak bangunan perusahaan dan perumahan warga berdiri di kawasan ini, terutama di Kecamatan Muncar, tetapi pada pendirian bangunan itu banyak yang melanggar PP.No 35 tahun 1991 tentang sungai karena banyak sekali bangunan-bangunan perusahaan dibangun di pinggir sungai. Pada hal sudah mutlaq pada peraturan pemerintah Nomor 35 tahun 1991 pasal 33 pada butir a,b,dan d. Bab XV ketentuan pidana yang berdasarkan ketentuan Undangundang nomor 11 tahun 1974 pasal 15 dan peraturan perundang-undangan lainnya, juga berkenaan dengan peraturan Mentri Pekerjaan Umum Nomor 63/PRT/1993 tentang garis sempadan sungai yang seharusnya bangunan tersbut dari garis sempadan sungai berjarak minimal 3 meter kearah luar. Namun dengan kondisi demikian belum ada tindakan tegas untuk penertiban dari pihak pemerintah daerah setempat. Sunoto sebagai kepala bidang pengairan pada Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Banyuwangi sangat prihatin dengan kondisi sedemikian, berikut pemaparan Sunoto pada media Media Rakyat : “ Kami sangat prihatin dengan kondisi sedemikian karena kami dulu pernah menerapkan dengan membongkar salah satu bangunan perusahaan yang ada didaerah muncar walau sebenarnya pada saat itu kami sangat kerepotan menghadapi beberapa masyarakat walau akhirnya kami masih tetap membongkarnya namun hal itu tidak membuat yang lainnya jera entah kenapa ?. Sunoto juga menjelaskan, Malah saat ini bangunanbangunan gedung perusahaan semakin merajalela mempersempit saluran air yang ada, tujuan kami kenapa harus ada jarak agar disepanjang aliran sungai tersebut ada jalan yang bisa dilalui sehingga untuk membuang sampah dan kotoran pada sungai mungkin akan sedikit sungkan sehingga kondisi sungai dalam keadaan bersih sebab apabila sampah dan kotoran berserakan didalam sungai maka akan menghambat aliran air dan pada saat penghujan dikarenakan aliran air sudah tersumbat oleh kotoran dan segala macam maka tak ayal lagi banjir tidak bisa dihindari. Sunoto berharap, perlu ditingkat kesadaran masyarakat dalam memanfaatkan sungai, sebab tanpa adanya kesadaran dari masyarakat kondisi sungai tidak akan terjamin bersih apalagi kedepan Wilayah Muncar yang terkenal sebagai kawasan industri ikan dan diharapkan oleh Pemerintah Pusat melalui Menteri Kelautan dan Perikanan untuk menjadi Kawasan MINAPOLITAN itu membutuhkan prosesi yang benar-benar melibatkan Masyarakat setempat agar saling menyadari tentang adanya untuk memulai dari yang terkecil pada urusan Sampah dan kotoran agar tidak selalu mengotori Sungai dan Pinggiran Pantainya agar Sukses menjadi Kawasan MINAPOLITAN, Pungkasnya,. >>Rif

3 Suharto setelah selesai dilakukan perawatan pada luka yang dialaminya

Ungkap Nur. “Setelah selesai menjahit luka suami Saya, maka saya dengan terpaksa juga meminta dengan sedikit memaksa kepada dokter yang piket pada saat itu untuk memberikan rujukan agar suami saya dan beberapa anggota keluarga yang mengalami luka-luka parah untuk dibawa sendiri ke RSUD Raden Mat Taher di Kota Jambi untuk mendapatkan perawatan sebagaimana mestinya, sebab saya sangat khawatir jika terus dirawat di Rumah Sakit Tebo itu

”. Ungkap Nur dengan nada kecewa. Sementara itu, dokter yang piket pada malam itu yang berinisial SR, ketika dikonfirmasi hanya menyebutkan bahwa dia tidak meminta korban untuk melakukan penjahitan luka suaminya sendiri, “ibu itu sendiri yang mau kok”. Ungkapnya. Sedangkan Kepala Rumah Sakit Umum STS Muara Tebo, dr. Agus Fauriza ketika berusaha dihubungi Koran ini via handphonenya, sedang tidak aktif. >> Heri

Layanan Hemodialisa Jadi Target RS Jatim
Suarabya,(MR) Rumah sakit seluruh Jawa Timur ditargetkan mempunyai unit layanan hemodialisa. Setidaknya sudah ada 7 kota yang siap membuka layanan hemodialisa. Ketujuh kota itu adalah Bondowoso, Lamongan, Mojokerto, Nganjuk, Tulungangung, Pare dan Sampang. Menurut Dr. Pranawa SpPD K-GH Kepala Instalasi Hemodialisa RSU dr. Soetomo Surabaya, 7 kota itu akan memiliki tenaga medis yang akan melayani pasien. Meski demikian, sarana fisik seperti gedung untuk unit layanan hemodialisa belum tersedia. Targetnya pada 2015 mendatang, seluruh rumah sakit milik Pemerintah kabupaten/kota di Jawa Timur mempunyai unit layanan hemodialisa. Ada 14 kota di Jawa Timur yang sudah memiliki unit hemodialisa yaitu Surabaya, Banyuwangi, Blitar, Bojonegoro, Gresik, Jember, Jombang, Kediri, Lumajang, Madiun, Malang, Ponorogo, Sidoarjo, Situbondo dan Sumenep. Sedangkan 9 kota lainnya belum siap sama sekali antara lain Bangkalan, Magetan, Ngawi, Pacitan, Pamekasan, Probolinggo, Pasuruan, Trenggalek dan Tuban. Pranawa menjelaskan tambahan unit hemodialisa dilakukan untuk mengatasi penumpukan pasien cuci darah di RSU Dr. Soetomo. “ Sekarang ini, jumlah pasien yang butuh cuci darah secara rutin di dr Soetomo mencapai 350400 orang. Padahal, alat cuci darahnya ada 24 unit dan tidak mampu melayani seluruh pasien yang dirujuk,” kata jelasnya. Sehari, hemodialisa RSU dr. Soetomo hanya bisa melayani 50 pasien karena keterbatasan alat. Selama ini, pasien cuci darah yang tidak tertangani di RSU dr. Soetomo diarahkan ke rumah sakit swasta atau rumah sakit milik Pemerintah kabupaten/kota yang memiliki layanan hemodialisa. Surabaya sendiri sudah ada beberapa rumah sakit yang melayani cuci darah. Di antaranya RS Al-Irsyad dan RS Premier Surabaya. Pria yang juga menjadi Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jawa Timur ini mengatakan idealnya minimal ada 50 alat cuci darah yang tersedia di instalasi hemodialisa. Karena itu, penambahan alat cuci darah menjadi urgen. RSU dr Soetomo sendiri memang berencana menambah alat cuci darah. Namun penambahan baru dilakukan setelah Kidney Center sebagai pusat layanan untuk penyakit ginjal selesai dibangun. Rencananya ada 10 alat cuci darah di Kidney Center. >> Dea

2 Peralatan yang masih kurang memadai

Puluhan Sopir Plat Kuning Jambangi DPRD Natuna
Natuna, (MR) Akibat revisi Kepres 80 tahun 2003 menjadi Perpres 54 tahun 2010 tentang pengadaan barang dan jasa, puluhan supir angkutan umum milik Pemerintah daerah, mendatangi kantor DPRD Natuna. Kedatangan sopir angkut itu, untuk mempertanyakan kejelasan status mereka. Bertempat diruangan wakil ketua DPRD Natuna, Plh wakil ketua Dwitra Gunawan, menerima dengan tangan terbuka. Dalam pertemuan itu, Hermi perwakilan dari pengemudi, menyampaikan tentang kejelasan status mereka. Karena Dinas perhubungan terkesan lepas tangan. “Kita sudah 3 tahun lebih jadi sopir angkut milik Pemkab, gara-gara peraturan ini, kami tidak dapat bekerja.kami minta solusinya, sebab baik pihak pengelola, dan Perhunbungan terkesan tidak mau tau tentang nasib mereka. Dwitra Gunawan saat dikonfirmasi wartawan mengatakan, kedatangan mereka ingin meminta bantuan agar status mereka jelas. Kemudian mereka juga meminta, Bis dapat beroperasi, sambil menunggu keputusan, mengingat, transportasi ini, merupakan kebutuhan orang banyak. Sebab disubsidi Pemerintah daerah. Nanti akan kita panggil semua, bagaimana jalan keluarnya, karena mereka punya anak istri yang perlu di nafkahi. Pada edisi sebelumnya, sejumlah mini Bus bersubsidi, angkutan perkotaan, tidak lagi berjalan sebagaimana mestinya. Hal ini dikarenakan terjadinya perubahan (revisi) Keputusan Presiden (Kepres) Nomor 80 Tahun 2003, diganti menjadi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 54 Tahun 2010 tentang pedoman pengadaan barang dan jasa. Agar dapat kembali mengoperasikan kendaraan tersebut, pihak pemerintah juga diwajibkan untuk memenuhi ketentuan administrasi sesuai aturan baru diberlakukan pada awal 2011 ini, salah satunya adalah penerbitan Pedoman umum (Pedum) oleh kepala daerah dan pembekalan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk ditempatkan sebagai panitia pelaksana. Menurut kepala bidang perhubungan darat, Fadli, operasional bus kota bersubsidi, tidak dapat dilaksanakan karena harus dilakukan pembentukan Pejabat Pembuat Komitmen (PPKom) dan Pedoman Umum (Pedum) dan lembaga pengadaan secara elektronik. Sambil menunggu rampungnya persiapan teknis pelelangan yang mengacu pada Perpres, pihak dishub juga memanfaatkan waktu luang, untuk memberikan perawatan dan perbaikan kepada 10 unit mini bus yang merupakan aset daerah. Perawatan ini, merupakan tahun ketiga dilaksanakan oleh dishub, setelah diserahkan kepada bagian umum sekretariat daerah pada 17 maret 2007 lalu. Lahirnya Perpres ini, tidak hanya menjadi kendala bagi operasi kendaraan umum, melainkan sejumlah dinas teknis pemerintahan diseluruh Indonesia, karena aturan ini diberlakukan secara serentak mulai tahun 2011, yang mana aparatur pemerintah dimasingmasing daerah, tengah melakukan persiapan dan kelengkapan administrasinya. Sejauh ini, dinas perhubungan juga telah mencari alternative, agar kendaraan tetap beroperasi, sehingga dapat meringankan masyarakat, di pedesaan. Langkah tersebut telah dikonsultasikan kepada Dinas Bappeda, BPKD dan Dispenda setempat, Sayangnya langkah ini tidak membuahkan hasil yang baik. Kepada tiga satuan ini, Dinas perhubungan melobi supaya mini bus Pemkab itu dapat dioperasikan secara swakelola atau setidaknya dilakukan (PL) penunjukan langsung selama dua bulan kedepan, sambil menunggu rampungnya kelengkapan yang diperlukan. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Drs H.Abdullah M,si,. mengatakan, dalam komitmennya, pemerintah daerah sepakat untuk mematuhi acuan Perpres No 54 tersebut, namun demikian, jika kegiatan ini dianggap sangat mendesak dan menyangkut kepentingan masyarakat banyak, kelengkapan administrasinya bisa dilakukan belakangan (menyusul), asalkan disetujui panitia anggaran (panggar) di DPRD Natuna, paparnya. Hal tersebut juga ditambahkan Plh Sekda Natuna Drs Minwardi, revisi pedoman tentang pengadaan barang dan jasa, ditandatangani Presiden Susilo Bambang Yudhoyono Pada Jumat, tanggal 6 Agustus 2010 lalu ini. Dirumuskan dengan maksud, guna mempercepat proses pengadaan, (Awal Tahun Fiskal yang sedang berjalan). Diharapkan apabila pelaksanaan pekerjaan sudah dimulai pada bulan Januari- Februari, maka penyerapan APBN atau APBD tidak menumpuk diserap pada triwulan keempat, namun sejak triwulan pertama sudah diserap dengan baik. Usaha ini, untuk mempercepat dilakukan, pengangkatan pejabat perbendaharaan (Pejabat Pembuat Komitmen, Bendahara Penerimaan, Bendahara Pengeluaran, Verifikator, Pejabat Pemeriksa atau Penerima Barang, Pejabat Penerbit SPM) yang diangkat tidak setiap tahun. Namun jabatan tersebut bisa berpindah, apabila ada rotasi dan mutasi terhadap jabatan bersangkutan (revisi Keppres nomor 422002), Pembentukan Unit Layanan Pengadaan (ULP) permanen, Disediakan biaya untuk melakukan proses pengadaan mendahului berlakunya dokumen anggaran, dan kontrak baru ditandatangani pada waktu Dokumen Anggaran telah berlaku sah (disebutkan dalam pasal PerPres Nomor 54/2010. Akselerasi penggunaan EProcurement, mulai tahun 2011, diwajibkan (mandatory) pada tahun 2012, seluruh K/L/D/I mempergunakan sistem eProcurement, Ini adalah effort untuk mewujudkan pasar yang terintegrasi secara nasional, untuk mencapai efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas lebih tinggi, Untuk itu, dilakukan revisi Peraturan Pemerintah

Proyek Pembangunan Pasar Kota Banjar Dilaksanakan

Banjar, (MR) Mengawali tahun 2011 sampai bulan Maret ini, pelaksanaan pembangunan Pasar Tradisional Kota Banjar sedang dilaksanakan, dengan itu salah satunya deretan mega proyek terbesar garapan Dinas Pekerjaan Umum (GARPU) Tamben Kota Banjar proyek pembangunan pasar tradisional yang berlokasi di Jalan Pataruman Kota Banjar dilaksanakan oleh kontraktor PT. Cipta Usaha Nusa Gede dan konsultan PT.Cipta Budaya GaluH No.602-1/03-Kontrak/ 10-KS-55-D.3-PJK.ED.20 Desember 2010 No. SPMK 6021/ 05.SPMK/10.KS-55-D-3/PJPK-ED 21Desember 2010. Dana pembangunan pasar tersebut sebesar senilai Rp. 18.810.549.000 biaya tersebut bersumber dari dana APBD Kota Banjar Anggaran Tahun 2010 waktu pelaksanaan selesai 300 Hari kedepan menurut kalender. >> A-S

Nomor 29/2000 tentang Jasa Konstruksi, Penyederhanaan aturan, diperkenalkan Lelang Sederhana, serta Pengadaan Langsung untuk barang dan jasa yang sudah memiliki price list dikenal luas (Harga mobil GSO, sewa hotel dan kantor). Untuk pekerjaan ini, tergantung dengan cuaca (reboisasi, pembenihan), maupun layanan yang harus tersedia sepanjang tahun mulai tanggal 1 Januari ( pelayanan perintis udara/laut, pita cukai, konsumsi/obat di RS, konsumsi di Lapas, pembuangan sampah, dan cleaning service) diperkenalkan contract multiyears ( jamak tahun), dan asalkan nilai kontrak tidak lebih dari Rp 10 Miliar, persetujuan langsung dilakukan oleh PA masing-masing ( tidak lagi minta persetujuan Menteri Keuangan. Di luar itu, tetap meminta persetujuan Menteri Keuangan. Karena Perpres yang baru, perlu pemahaman, untuk itu aparaturnya perlu diberikan Pendidikan Kilat (diklat) supaya kita tidak salah menafsir dari pada proresnya, sebab resiko sangat fatal. Menjelang rampungnya penyusunnan Petunjuk Mutlak (Juklak), setiap dinas diminta untuk melayangkan paket kegiatan apa yang akan dilelang

termasuk panitia pengadaan secara internal, sementara untuk hubungan dengan jajaran kontraktor, pemkab juga telah melayangkan edaran perubahan sebelum ada juklak tersebut, kemudian disusul dengan sosialisasi. Mudah2an perubahan ini tidak menimbulkan hambatan pembangunan, karena kita sudah komitmen untuk melaksanakan pedoman tersebut, alasannya tidak jauh beda dengan seblumnya, cuma ada Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) tentunya, diperlukan kesiapan perangkat SDM nya informasi melalui internet. Bupati juga telah menunjuk tiga titik lokaasi pengumuman di kantor bupati, Dinas PU dan Natuna Gerbang Utaraku (NGU). Sebelumnya pengumuman ini melalui media cetak, setelah diberlakukannya Perpres baru, dilakukan melalui internet. Selain LPSE ada lagi Unit Layanan Pengadaan (ULP), sekretariatnya dibagian pembangunan juklaknya sebagai pedoman sedang disiapkan dalam pekan ini bakal disebarkan disetiap dinas, kontraktor juga telah melakukan sosialisasi oleh PU terhadap perubahan Kepres ini. >> Roy

Edisi 232 Tahun XI Tahun 16 - 26 Maret 2011

Sos-Ek-Bis
Bandung,(MR) Pemerintah Kota Bandung secara bertahap akan mengupayakan perbaikan infrastruktur jalan, trotoar, drainase dan sarana perparkiran kawasan sentra industry perdagangan yang ada di kota Bandung. Fasilitasi lainnya, pemkot juga akan mengupayakan membangun prasarana gedung untuk ruang berbagai produk yang dihasilkan, tidak kecuali penataan gapura atau gerbang yang menunjukan keberadaan kawasan. “Kendala infrastruktur secara bertahap akan kita selesaikan. Minggu ini mudahmudahan sudah bisa dimulai,” kata Wali Kota Bandung, H Dada Rosada optimis, usai membahas segera dilaksanakannya penataan sentra industry perdagangan Sepatu Cibaduyut dengan pengrajin dan pelaku usaha sepatu Cibaduyut, di Kantor Kecamatan Bojongloa Kidul Bandung. Didampingi Ketua Dewan Pengembangan Ekonomi (DPE) Kota Bandung, H Herman Mochtar dan sejumlah SKPD terkait, Dada menyatakan, perlunya ada percepatan terkait penataan tujuh kawasan sebagai sentra industry perdagangan Kota Bandung. Ketujuh sentra itu, yakni sentra sepatu Cibaduyut, sentra jeans Cihampelas, sentra kaus Surapati, sentra rajut Binongjati, sentra kain Cigondewah, sentra tahu tempe Cibuntu-Andir dan sentra boneka Sukajadi. Untuk kemajuan sentra dan menjadikan potensi yang mendorong perekonomian ekonomi kota yang bisa diandalkan, kata Dada, pemkot merencanakan akan membentuk Tim gabungan, melibatkan DPE, Kadinda dan organisasi profesi lainnya disektor wisata, diantaranya Arsita, PHRI dan biro perjalanan termasuk wartawan media massa. Sedangkan untuk fasilitasi khususnya pembinaan SDM dan peningkatan kualitas produk, pemkot telah merencanakan pembentukan unit-unit pelayanan teknis. “Untuk tujuh sentra industry ini, kita akan bentuk dua unit pelayanan teknis,” tuturnya. Khusus persoalan parkir kendaraan pengunjung di sentra sepatu Cibaduyut, Dada nampaknya cukup berlega hati. Pasalnya tidak jauh dari gerbang masuk, terdapat lahan seluas 1,5 ha milik warga, direlakan untuk dijadikan lahan pakir. “Ini bisa mengatasi kemacetan lalu lintas di lokasi. Pengunjung juga dimudahkan, didekatkan pada obyek komoditi yang dituju,” ujarnya. Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah, Industri dan Perdagangan (Dskop UKM dan Indag) Kota Bandung, Nana Supriatna menuturkan, sedikitnya terdapat 30 produk unggulan di 30 kecamatan di Kota Bandung yang bisa dikembangkan menjadi kawasan industry perdagangan, seperti kerajinan keramik di Kiaracondong dan lampu hias di Bojongloa Kaler. Terkait persoalan infrastruktur, imbuh Nana, selain persoalan akses jalan masuk dan lahan perparkiran yang memadai, keberadaan gedung untuk show room (ruang pamer produk), Tugu identitas kawasan dan unit pelayanan promosi termasuk unit pelayanan teknis, menurutnya juga merupakan tuntutan sentra yang dibutuhkan. “Pembenahan lingkungan juga penting untuk memberikan rasa aman pengunjung, seperti perlunya instalasi pengolahan air limbah di sentra tahu tempe Cibuntu,” ujarnya. Koordinator sentra sepatu Cibaduyut, Tendi menyatakan, dirinya bersama sedikitnya 600 pengusaha dan pengrajin sepatu Cibaduyut sangat setuju dibangunnya lahan parkir dekat gerbang masuk sentra. Pihaknya mewacanakan akan menata kios-kios PKL oleh-oleh Bandung diantaranya pedagang pakaian jadi, kaus dan aneka gorengan, ditarik masuk ke sarana parkir. Dibuat semacam pasar tradisional, sehingga kawasan Jalan Cibaduyut

5

Hasil Pungutan Pajak BPHTB Kab. Jember Merugi
Jember,(MR) Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Jember merasa kelimpungan, pasalnya belum ada peraturan daerah (perda) yang mengatur Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) Menurut Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Jember Siswo Prayitno, saat ini sekitar 1000 warga Jember tertahan pengurusan sertifikat tanah dan bangunannya. “ Akibatnya setiap bulan Kabupaten Jember diperkirakan merugi Rp.500 juta dari hasil pungutan pajak BPHTB yang seharusnya dilakukan per Januari 2011,” kata Siswo. Sementara pemerintah pusat meminta BPN Jember memungut pajak BPHTB tapi disisi lain Pemkab Jember belum membuat aturan yang menjadi dasar bagi BPN jember untuk memungut pajak, masyarakat pun harus sabar menunggu hingga Pemkab dan DPRD Jember selesai membuat perda tersebut. Untuk mengatasi kebuntuan pembayaran pajak BPHTB itu BPN Jember mengusulkan agar pemkab Jember membuka penitipan dana pajak BPHTB, agar pelayanan kepada masyarakat tidak macet. “ Kami akan meminta legal opinion kepada Kejaksaan Negeri Jember terkait usulan tersebut, apakah akan menimbulkan dampak hukum atau tidak,” ujar Siswo. >> Adi

Pemkot Bandung Percepat Revitalisasi Sentra Industri Sepatu Cibaduyut

Tugu sepatu di kawasan sentra Idustri sepatu Cibaduyut

TIM Penggerak PKK dan DKPLH Kota Banjar Tanam 400 Pohon
Selain penghijauan sekaligus penataan taman kota agar taman Kota Banjar kedepan menjadi kota penuh pesona Banjar,(MR) Demi untuk mewujudkan Kota Banjar menjadi indah, nyaman, sejuk dan rindang. Tim Penggerak PKK Kota Banjar yang diketuai oleh Ny. Hj. Ade Sukaesih S.IP dan bekerjasama dengan Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Lingkungan Hidup (DKPLH) Kota Banjar Drs. Supratman beserta masyarakat sekitar melakukan penanaman sebanyak 400 pohon berbagai jenis yang dilaksanakan didua wilayah diantaranya wilayah sepanjang jalan Tanjungsukur dan sepanjang jalan Sumanding Kota Banjar Jum’at (25-2) pekan kemarin. Ketua Tim Penggerak PKK Kota Banjar Ny Hj. Ade Sukaesih S.IP mengungkapkan dari sejumlah 400 pohon tersebut, ditanam dibagi dua bagian diantaranya diwilayah sepanjang Jalan Tanjungsukur kami tanam 200 pohon Tanjung dan disepanjang Jalan Sumanding kami tanam 100 pohon Glondongan dan 100 pohon Bungur, dari ketiga jenis pohon tersebut kami sengaja paling terbanyak kami tanam 200 pohon tanjung disepanjang jalan Tanjungsukur sesuai dengan nama daerahnya jelas dia, Lanjut Ade dengan ditanamnya ketiga jenis pohon dikedua wilayah tersebut sudah dipastikan untuk lima tahun kedepan Kota Banjar menjadi kawasan sejuk, nyaman, rindang nan indah bahkan pihaknya telah melakukan penanaman pohon diberbagai wilayah dilingkungan Kota Banjar bukan hanya dijalan Tanjungsukur dan Sumanding saja akan tetapi diwilayah lainnya juga dilakukan sudah banyak pohon yang kami tanam mudah-mudahan semuanya dapat tumbuh subur sehingga kelak nanti disetiap pinggiran jalan itu akan tumbuh subur pohon-pohon rindang yang tadinya panas menjadi teduh selain itu juga untuk meminimalisir terjadinya global warming terlebih bagi pejalan kakipun akan merasa nyaman khususnya bagi masyarakat Kota Banjar pada umumnya masyarakat luar Kota Banjar. >> AS

bersih, tidak kumuh dan lalu lintas tidak macet . “Kitapun sudah ngobrol dengan pengrajin sepatu, proses home industri alas kaki Cibaduyut juga akan ditampilkan menjadi obyek wisata,”. “ Tujuan kita, produksi alas kaki Cibaduyut ingin menjadi

salah satu komoditi regional, juga nasional yang tumbuh dan berkembang yang berdampak pada aspek social, ekonomi dan budaya. Mempertahankan dan melestarikan pengrajin, sekaligus mengatasi pengangguran,” imbuhnya. >> Dodi Sulaeman

Jamkesda Rp 4,5 M untuk Warga Miskin
Jember,(MR) Dinas Kesehatan Jember menganggarkan Rp 4,5 miliar dalam APBD 2011 untuk jaminan kesehatan warga miskin yang tidak masuk dalam kuota jaminan kesehatan dari pemerintah pusat. Rp 4,5 miliar diperuntukkan bagi tiga rumah sakit, yakni RS Daerah dr. Soebandi, RS Kalisat, dan RS Balung. Dengan demikian, jika ditambahkan subsidi dari Pemerintah Provinsi, maka jamkesda mencapai Rp 9 miliar. “ Per hari perawatan Rp 50 ribu per orang. Maksimal lima hari perawatan. Jadi per orang Rp 250 ribu,” kata Kepala Dinkes Jember dr.Olong Fajri Maulana, Selasa. Penjabat Bupati Zarkasih sempat menyampaikan, selain untuk tiga rumah sakit, APBD menganggarkan pelayanan masyarakat miskin di puskesmas sebesar Rp 364,600 juta. Ini selain anggaran untuk pelayanan rawat jalan gratis di puskesmas. Direktur RS dr. Soebandi, Yuni Ermita, mengatakan, cukup atau tidaknya anggaran itu tergantung petunjuk teknis dari Dinkes. Namun, jika mengacu tahun 2009, maka Rp 4,5 miliar itu tidak akan cukup. “ Tahun 2009 surat keterangan miskin terlalu mudah diberlakukan (untuk warga miskin), Soebandi mengeluarkan biaya Rp 8 miliar,” kata Yuni. Belakangan dana sebesar ini sulit diklaimkan dalam APBD, karena anggaran untuk jamkesmas tidak berlaku surut. >> Adi

PTPN X Naikan Produksi Gula
Surabaya, (MR) Memasuki musim giling yang diperkirakan berlangsung pada April-Mei mendatang, Perseroan Terbatas Perkebunan Nusantara (PTPN) X menargetkan produksi gula bisa naik. Kenaikan itu diharapkan bisa lebih baik dibandingkan kinerja 2010, karena kondisi iklim pada awal tahun ini menunjukkan situasi yang lebih baik dibandingkan 2010. Adapun target produksi gula tahun ini adalah 500.000 ton per tahun. “Saat ini curah hujan berkurang sehingga berpengaruh terhadap rendemen tebu. Jika kondisi iklim tetap bagus, kami harap target produksi gula tahun ini bisa terpenuhi,” ujar Sekretaris Perusahaan PTPN X, Djoko Santoso, Kamis (10/3). Ia mengatakan, musim kemarau diprediksi terjadi pada Mei ke depan atau bertepatan dengan musim giling pabrik gula. Sehingga, apabila kemarau benar terjadi maka rendemen tebu semakin meningkat atau mencapai sekitar 8 persen. “Kami berharap rendemen bisa mencapai 8 persen, karena tahun lalu hanya sekitar 6,53 persen,” katanya. Selain diuntungkan okeh faktor cuaca, untuk meningkatkan hasil produksi pada musim giling yang diperkirakan mulai bulan depan itu, kini pihaknya telah melakukan sejumlah persiapan. Salah satunya, yakni melakukan perbaikan sejumlah mesin di beberapa pabrik gula milik PTPN X, serta perbaikan prasarana dan sarana di sekitar pabrik. “Kami optimistis, dengan seluruh persiapan yang dilakukan secara optimal dan kami juga berharap hasil produksi juga turut meningkat,” ujarnya. Kepala Disbun Jatim, Ir Samsul Arifin MMA menuturkan, target peningkatan produksi gula ini cukup baik, karena diprediksikan remndemennya pun naik akibat curah hujan yang kian berkurang. Namun, selama ini pengembangan tebu di Jatim juga kerap menghadapi masalah. Seperti, daya saing antar komoditi maupun sektor lain di wilayah pengembangan tebu cukup kuat, karena banyak alternatif komoditi pertanian lain yang memiliki nilai usaha tani tinggi. Sehingga, untuk target pengembangan tebu di lokasi tertentu masih sulit dikembangkan. Selain itu, petani tebu sudah terbiasa melakukan penanaman tebu dengan cara kepras (budaya kepras), masih banyak dijumpai pelaksanaan budidaya dan penanganan tebang angkut yang belum sesuai baku teknis. Masih rendahnya tingkat rendemen rata-rata yang dicapai pada saat ini dan kondisi pabrik gula yang sudah tua juga menjadi kendala pengembangan tanam tebu di Jatim. Untuk antisipasinya, Disbun mengupayakan dukungan anggaran pemerintah, terutama dari APBN dan APBD Provinsi untuk membantu memacu tercapainya swasembada gula nasional. Program bongkar ratoon dan rawat ratoon yang masih relevan dilanjutkan untuk mengatasi cara tanam kepras yang biasa dilakukan oleh petani tebu juga terus digalakkan. Pihaknya juga mengupayakan peningkatan produtivitas dan rendemen gula menjadi acuan utama untuk meningkatkan daya saing komoditi, dukungan regulasi pemerintah yang berpihak kepada petani, antara lain terkait dengan harga dasar gula, serta fasilitasi pemerintah dalam pemberia n dana talangan untuk penanganan pemasaran gula yang masih diperlukan. >> Dea

Akibat “Cuaca Ekstrim” Realisasi Beras Dolog Jatim Menurun
Surabaya,(MR) Tahun 2010 Dolog Jawa Timur memiliki catatan tersendiri. Sepanjang tahun lalu drastis terjadi perubahan iklim yang dikenal dengan sebutan ‘cuaca ekstrim’. Yakni lantaran cuaca sulit diramal. Terutama saat musim kemarau justru banyak terjadi hujan yang dikatakan kemarau basah. Faktor alam itulah yang sangat mempengaruhi patokan target pengadaan beras. Awalnya Dolog Jatim mematok target 2010 sebesar 850.000 ton beras. Karena melihat situasi dan kondisi (sikon) tak menentu, target diturunkan menjadi 650.000 ton. Namun realisasi target tercapai 603.000 ton beras. Diakui Humas Dolog Jatim, Julia Hermawati, faktor utama selain perubahan iklim, adanya bencana banjir dan masa tanam mundur. Memang anomali iklim sudah menjadi fenomena dimanamana. Kalau Januari 2009 sudah ada pengadaan beras di gudang Dolog, sebaliknya Februari 2010 baru masuk tapi jumlahnya sangat kecil. “ Kita bandingkan Februari 2010 pengadan beras sekitar 16 ton, tapi akhir Januari 2009 sudah mencapai 32.000 ton beras,” kata Julia Hermawati seraya mengakui target tahun 2011 belum ditentukan. >> Dea/Pray

Walikota Tasikmalaya Resmikan Aula Madrasah Yayasan Nurul Iman

Kota Tasikmalaya, (MR) Gerimis hujan tak menyurutkan antusias masyarakat Kp.Cimerak Rw 02 Kelurahan Sukaasih Kecamatan Purbaratu untuk menghadiri peresmian Aula Madrasah Yayasan Nurul Iman sekaligus bertatap muka secara langsung dengan Walikota Tasikmalaya, Drs. H. Syarif Hidayat, M.Si. yang sekaligus meresmikan penggunaan aula tersebut, Selasa Malam (08/03). Tampak hadir dari Komisi 3 DPRD kota Tasikmalaya Jenjen Zainudin, Kabag. Humas, Camat Purbaratu, Lurah Sukaasih, Unsur Bag. Kesra, Tokoh Masyarakat dan unsur Rayon AMS Purbaratu. Walikota Tasikmalaya saat memberikan tausyiah pada Imtihan, Peringatan Maulid Nabi dan Peresmian Aula Madrasah Yayasan Nurul Iman di Kp.Merak Kel. Sukaasih Kec.Purbaratu, Selasa Malam >> H. Ade Dimyati

6
PENTAS PAI SD KKG SD Kota Tasikmalaya

Pendidikan
1.331 Sekolah Tidak Bisa Jadi Penyelenggara UN
" Sekolah yang tidak bisa menjadi penyelenggara UN, biasanya dikarenakan belum memenuhi syarat yang ditentukan pemerintah. Siswa di sekolah tersebut harus bergabung ke sekolah yang lebih maju di wilayah terdekat untuk mengikuti UN," Medan,(MR) Sebanyak 1.331 sekolah di Sumatera Utara yang terdiri dari SD/MI/SDLB, SMP/SMPLB/ Mts, SMA/MA dan SMK tidak bisa jadi penyelenggara Ujian Nasional tahun pelajaran 2010/ 2011 ini karena tidak memenuhi ketentuan yang berlaku sebagai penyelenggara ujian. Ketua Panitia Ujian Nasional (UN) Dinas Pendidikan Sumatera Utara Ilyas Sitorus, di Medan, Rabu, mengatakan, sekolah yang tidak bisa menjadi penyelenggara UN, maka siswanya yang akan ikut UN harus bergabung dengan sekolah lain yang dapat menjadi penyelenggara UN. " Sekolah yang tidak bisa menjadi penyelenggara UN, biasanya dikarenakan belum memenuhi syarat yang ditentukan pemerintah. Siswa di sekolah tersebut harus bergabung ke sekolah yang lebih maju di wilayah terdekat untuk mengikuti UN," katanya. Ia mengatakan, umumnya sekolah yang tidak bisa menggelar ujian memiliki peserta UN kurang dari 20 orang, tidak memiliki sarana dan prasarana sekolah yang layak dan syarat akreditasi sekolah yang belum memenuhi syarat. "Karena ketentuan penyelenggara UN ini diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan," katanya. Menurut dia, sekolah yang tidak bisa menjadi penyelenggara UN, selain harus bergabung dengan sekolah lain yang ditunjuk dinas pendidikan kabupaten/kota berdasarkan rayon yang ditentukan, sekolah tersebut juga tidak bisa menandatangani ijazah kelulusan siswanya. " Siswa yang bergabung ke sekolah lain saat pelaksanaan UN, ijazahnya akan ditandatangani oleh kepala sekolah penyelenggara UN sesuai dengan rayon yang telah ditentukan dinas pendidikan kabupaten/kota," katanya. Secara rinci ia mengatakan, jumlah sekolah yang menjadi penyelenggara pelaksanaan UN tahun pelajaran 2010/2011 ini yaitu untuk SMA sebanyak 840, MA (312), SMK (616), SMP (1.861), SMPLB (3), MTs (730), SD (8.444), SDLB (17) dan MI (452). Sedangkan sekolah yang harus bergabung SMA (79), MA (98), SMK (47), SMP (170) SMP Terbuka (44), MTs (135), SD (666) dan MI (92). Mengenai jumlah peserta UN 2011 di Sumatera Utara, akan diikuti sebanyak 714.288 peserta yang terdiri dari tingkat SMP/SMPT/ SMPLB/MTs sebanyak 248.564 dan SMA/MA sebanyak 118.133 dan SMK 67.888. Sedangkan untuk tingkat SD/ MI/SDLB sebanyak 279.703 peserta. Dalam pelaksanaan UN tahun ini akan menggunakan ruangan sebanyak 5.662 untuk SMA, 1.176 untuk MA, 3.814 untuk SMK, 10.804 untuk SMP dan 2.817 untuk MTs. Sedangkan untuk SD 17.409 ruangan, SDLB (22) dan MI (898). Untuk setiap ruangan masing-masing akan diisi maksimal 20 orang peserta dan dua orang guru pengawas. Sedangkan, jadwal pelaksanaan UN Tahun Pelajaran 2010/ 2011 tingkat SMA/MA/SMK dan SMALB dilaksanakan pada tanggal 18-21 April 2011. Sedangkan pelaksanaan UN tingkat SMP/MTs dan SMPLB dari tanggal 25-28 April 2011 dan untuk pelaksanaan UASBN SD/ MI/SDLB pada tanggal 9 -11 Mei 2011. >> Herwan/Siti

Tahun Edisi 232 Tahun XI 16 - 26 Maret 2011

Kota Tasikmalaya, (MR) Pekan Kreatifitas dan Seni ( PENTAS) PAI SD KKG SD Kota Tasikmalaya di buka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya, bertempat di Aula STAI Tasikmalaya, Selasa (08/03). Jumlah peserta pada kegiatan peserta sebanyak 280 orang yakni perwakilan dari tiap kecamatan masing-masing sebanyak 28 orang. Lomba yang dikuti terdiri dari 7 mata lomba yaitu : - LCC - Sholat- MTQ- Kaligrafi- HifdilPildacil- Qasidah. Peserta yang ikut lomba kali ini yaitu para pemenang lomba tingkat kecamatan, pada lomba tingkat kota masingmasing perserta berlomba untuk meraih juara tingkat Kota dan Bisa maju ke babak tingkat Provinsi Jawa Barat yang akan dilaksanakan di Soreang pada tanggal 15, 16 &17 April 2011. “ Apabila dua produk kreatifitas dan seni ini menyatu dalam satu jiwa dan pribadi individu maka akan melahirkan manusia yang terampil, kreatif, disiplin (Berakhlaqul Karimah), Pribadi seperti inilah yang diharapkan nanti akan mampu membangun bangsa dan negara Indonesia tercinta, harap Walikota Tasikmalaya dalam sambutannya yang disampaikan oleh Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya. >> Iin Kartiwan

SMA Negeri 1 Anjatan Pattern of non-violence education
Indramayu, (MR) Rekan-rekan guru SMA Negeri 1 Anjatan, yang membuat pernyataan sikap akan menerapkan kedisiplinan dan ketertiban dengan menganut pada pola pendidikan tanpa kekerasan (pattern of non-violence education), itu sah-sah saja. Demikian komentar Bisri, Kepala Bidang Hukum dan HAM PGRI Cabang Anjatan Kabupaten Indramayu Jawa Barat, ditempat usahanya Konter Ponsel Telkomsel Desa Bugis, Minggu siang pekan silam. “ Pendidikan tanpa kekerasan untuk membangun karater (Character Building), itu sangat baik bagi perkembangan prestasi siswa, “ ujarnya. Penerapan disiplin dan tata tertib tanpa kekerasan yang bertujuan untuk mencapai Visi SMA Negeri 1 Anjatan yaitu “ Unggul dalam prestasi, karir dan kebersamaan berdasarkan Iman dan Taqwa, “ itu patut mendapat dukungan para wali murid, ungkap Bisri, yang mengaku mantan aktivis LSM dan Wartawan Jakarta. Dilokasi terpisah, Muhaemin, YKS. Kuwu Desa lempuyang Kecamatan Anjatan, mengharapkan rekan-rekan guru SMA Negeri 1 Anjatan, merealisasikan pola pendidikan tanpa kekerasan seperti tertuang dalam pernyataan sikapnya, sehingga para peserta Program Wajib Belajar Pendidikan (Wajardik) 12 tahun sukses sesuai target Pemerintah dan keinginan masyarakat. Namun sayangnya hingga berita ini diturunkan, Kepala SMA Negeri 1 Anjatan, Drs. Wintomo, M. Pd. belum bisa dikonfirmasi terkait pernyataan sikap tersebut. “ Kepala Sekolah sedang rapat dengan para guru jadi tidak dapat ditemui wartawan, “ kata seorang Staf TU yang menerima MR. >> Mukromin

SDN Kebon Karet Juara I Olah Raga Putsal

Sinar Agung :

Tingkatkan Kualitas dan Kuantitas Pendidikan
Tatang Sutendi, S. Pd. I. MM. dari pihak Universitas Majalengka ketika menyerahkan Piagam dan Piala kepada Juara 1 SDN Kebon Karet. (Foto ; Abdullah)

Indramayu, MR Tim Kesebelasan Cabang Olah Raga Putsal SDN Kebon Karet, meraih juara 1 dalam pertandingan Open Turnamen yang diselenggarakan pihak Universitas Majalengka di Gelanggang Olah Raga (GOR) SMP PGRI 1 Haurgeulis Kabupaten Indramayu Jawa Barat, belum lama ini. Kasim, S.Pd. Kepala SMP PGRI 1 Haurgeulis mengatakan, Open Turnamen Cabang Olah Raga Putsal dan Bolla Volly tersebut, diikutiTim Kesebelasan tingkat SD dari Kecamatan Anjatan dan Haurgeulis, untuk Putsal 12 Tim Putra dan Bolla Volly 16 Tim Putri. Dijelaskannya, Open Turnamen Cabang Olah Raga Putsal, keluar sebagai Juara 1 SDN Kebon Karet, Juara 2 SDN Cipedang Bunder dan Juara 3 SDN Wanguk III. Sedangkan Cabang Olah Raga Bolla Volly, keluar sebagai Juara 1 SDN Haurkolot, Juara 2 SDN Sidadadi II dan Juara 3 SDN Sumurwedi, tukas Kasim. >>Abdullah

Indramayu,(MR) Sinar Agung, S.Pd.M.Si. Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Terisi Kabupaten Indramayu Jawa Barat, telah berhasil meningkatkan Kualitas dan Kuantitas jajaran Pendidikan di wilayah kerjanya, sehingga diharapkan progam sekolah gratis sukses sesuai target Pemerintah dan keinginan masyarakat. Dibidang pembangunan Infrastruktur Sekolah pihaknya sudah membangun Gedung TK yang baru, semula 8 Gedung TK menjadi 14 Gedung Sekolah TK,

yang berarti Program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) bisa terakses dengan baik. Begitu juga dengan Tempat Kegiatan Belajar Mengajar (TKBM) ditingkat SD pihaknya telah berhasil membuka Program Sekolah Kelas Jauh yang berlokasi di Blok Jago, Darmi dan Embos dengan Jumlah Peserta Didik berkisar 70 Siswa dan Puluhan Tenaga Guru baik Honorer maupun PNS, yang berarti dia telah berhasil mensukseskan Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar (Wajardikdas) 9 tahun.

Ketua Seksi Pengabdian Masyarakat Dewan Pengurus Cabang Himpunan Insan Penulis dan Wartawan Indonesia (DPC HIPWI) Indramayu, M.Jayadi, menyambut baik kegiatan pembangunan Infrastruktur Pendidikan tersebut. “ Kami mengucapkan terimakasih kepada Jajaran UPTD Pendidikan dibawah Pimpinan Sinar Agung, telah berupaya mensukseskan percepatan peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) khususnya dibidang Pendidikan. >> NC.Jawir

SDN Purwamekar I Adakan Perlombaan O2SN

UPTD Pendidikan Gantar

Simposium Peningkatan Kompetensi dan Propesionalisme Guru Ma/Madrasah
Kota Tasikmalaya,(MR) Simposium peningkatan kompetensi dan propesionalisme guru RA/Madrasah pasca sertipikasi di Lingkungan Kementrian Agama Kota Tasikmalaya yang dilaksanakan di Aula STAI Tasikmalaya, Selasa (01/03). Walikota Tasikmalaya Drs.H Syarif Hidayat ,M.Si dalam sambutannya mengatakan pemerintah mempunyai kewajiban konstitusional untuk memberikan pelayanan pendidikan yang dapat dijangkau oleh seluruh warga negara,oleh karena itu upaya peningkatan akses masyarakat terhadap pendidikan yang lebih berkualitas mandat yang harus terus dilakukan kita sebagai bangsa indonesia. Dalam hal ini guru mempunyai pungsi,peran dan kedudukan yang sangat strategis dalam pembangunan nasional, khususnya dalam bidang pendidikan oleh karenanya

Laksanakan Program Indramayu Remaja
Indramayu, (MR) Ada tiga pilar strategi UPTD Pendidikan Kecamatan Gantar, dalam upayanya mensukseskan Program Indramayu Religius, Maju, Mandiri dan Sejahtera (Remaja) yakni doa, kerja keras dan silahturohmi. Hal itu dikatakan Mustofa, S. Pd. MM. Kepala UPTD Pendidikan Gantar Kabupaten Indramayu Jawa Barat. Dijelaskannya, setiap memulai suatu pekerjaan hendaknya tidak lepas dari doa Kepada ALLah, SWT. untuk memohon perlindungan sehingga memperoleh keberhasilan dalam pekerjaan itu. “ Kami memberlakukan seluruh sekolah untuk berdoa dan membaca Al-Qur’an sebelum melaksanakan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), “ terang Mustofa. Selain itu, Mustofa mengakui selalu memonitoring KBM disetiap sekolah, yang bertujuan untuk memacu semangat kerja rekan-rekan guru, guna meningkatkan prestasi para siswa. Karenanya, saya siap memberikan bantuan bila ada guru dan kepala sekolah yang mempunyai masalah, tandasnya. Menurutnya, kondisi dan situasi kehidupan social ekonomi seorang guru yang baik, sangat berperan dalam mensukseskan tugasnya selaku pendidik yang profesional. Untuk itu kami selalu berusaha mengadakan koordinasi dengan Instansi terkait dan silahturohmi dengan rekan-rekan guru/kepala sekolah, dalam peningkatan mutu hasil KBM, papar Mustofa dikantornya baru-baru ini. >> Mukromin

perlu dikembangkan sebagai propesi yang bermartabat. dengan turunnya peraturan mentri pendidikan nasional nomor 16 tahun 2007 tentang standar kualipikasi akademik dan kompetisi gugu dijelaskan bahwa guru yang propesional adalah mempunyai kualifikasi pendidikan guru sekurangkurangnya S1/D.IV.dan memiliki kompetensi pedagogik propesional,kepribadian dan kompetensi sosial

Diakhir sambutannya beliau mengucapkan selamat kepada guru-guru yang telah berhasil menyelesaikan sertipikasi, semoga dengan diterimanya sertipikat ini dapat meningkatkan propesionalisme dan kualitas sebagai tenaga pendidik dan lebih bertanggungjawab terhadap predikat yang telah disandang sesuai dengan peraturan dan perundangundangan yang berlaku. >> Yuyu Wahyu

Karawang, (MR) Dalam rangka peningkatan kualitas pendidikan dan sekaligus sebagai tolak -ukur Potensi Siswa-Siswi di sekolahnya, SDN Purwamekar I adakan lomba 02SN bidang Akademik, dan olah raga. Menurut Soni, guru pengajar di sekolah ini mengatakan diadakanya kegitan tersebut merupakan salah satu jenis kegiatan yang bertujuan untuk pembinaan bagi para siswa-siswi yang akan diikut sertakan pada perlombaan ketingkat Kecamatan, karena sebelum kegiatan inidiadakan, bersamasama Dewan Guru yang di prakarsa Kepsek mengadakan Audisi. Adapun kegiatan yang akan di perlombakan ke tingkat gugus yaitu ke bidang : Akademik, Lomba MPA, Lomba Calistung, Lomba Pidato, Lomba Sinopsis, Lomba Cipta dan Baca Puisi, Lomba Cipta Teknologi Sederhana. Kalau untuk Non Akademik : - Baca sajak, Binatara, Baca Berita, Ngadongeng dan bidang Olah Raga, - Atletik, Volly Ball, sepak Bola Mini itulah yanga akan di pertandingkan. Kepala sekolah SDN Purwamekar I Hj.Atik Suherti S.Pd, di ruang kerjanya, mengatakan tujuan kegiatan 02SN dilakukan untuk peningkatan kualitas pendidikan, peningkatan mentalitas anak didik sekaligus sebagai tolak -ukur Potensi Siswa-Siswi di SDN Purwamekar ini. jelasnya. Atik juga mengatakan, Tapi yang paling utama Perlombaan 02SN ini adalah Pembinaan Moralitas siswa, karena Pembinaan Moralitas ini haruslah dilakukan semenjak usia dini itu yang paling penting,” tandasnya. Begitu juga dengan pengadaan sarananya, Atik berharap dukungan pemerintah melalui Dinas Pendidikan khususnya bantuan sarana prasarana untuk meningkatkan Pendidikan di SDN Purwamekar I, karena untuk saat ini sarananya sungguh tidak mendukung sangat prihatin, Atik mencontahkan, ketika diadakan kegiatan Upacara, Lapangan tidak bisa di pergunakan karena becek (Lumpur ). Jadi mohon kepedulian Pemerintah untuk memperhatikan Sarana dan Prasarana Sekolah ini, pintanya. >> Komarudin

Edisi 232 Tahun XI Tahun 16 - 26 Maret 2011

Rp 4 Miliar Telah Dicairkan

Dermaga Pelabuhan Roro Tak Kunjung Rampung
Jambi,(MR) Pemerintah sekarang ini terus berupaya meningkatkan berbagai infrastruktur, seperti pembangunan dermaga pelabuhan. Guna kelancaran arus transportasi baik orang maupun barang. Namun sangat disayangkan jika pembangunan itu tidak dilaksanakan dengan baik. Sebagai contoh pembangunan Dermaga Pelabuhan di Tungkal ilir Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi. Pelabuhan tersebut pada tahun 2010 lalu, kembali mendapat kucuran dana pembangunan sebesar Rp 4 miliar lebih. Peruntukan dana tersebut diantaranya untuk penimbunan menuju dermaga. Selain itu, untuk pembangunan tiang pancang pelabuhan dan pengerasan serta pengaspalan pelabuhan dan lain sebagainya. Kenyataan dilapangan, sebagian dari item pekerjaan tersebut belum sepenuhnya dilaksanakan. Demikian juga terhadap penyelesaian dua unit bangunan diatas pelabuhan tersebut. Walaupun proyek ini belum seluruhnya rampung dikerjakan. Namun dana yang tersisa dari anggaran Rp 4 miliar lebih itu sudah dicairkan 100 persen oleh pihak Dinas Perhubungan Provinsi Jambi, seolah-olah proyek dermaga selesai 100 persen. Dicairkannya dana tersebut, menurut sebuah sumber untuk menghindari dikembalikannya sisa dana pembangunan ini ke kas negara. Sementara proyek dermaga yang Satuan Kerjanya (Satker) dikepalai oleh Hamid tersebut, dibiarkan terbengkalai. Sedangkan Negara diduga berpotensi dirugikan miliaran rupiah. Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jambi, Ir. PB. Panjaitan ketika dikonfirmasi tertulis masalah ini, melimpahkan kepada Hamid selaku Satker proyek tersebut. Namun Hamid berkali kali dihubungi selalu tidak berada ditempat. Terakhir dihubungi Rabu (9/3) ketika Hamid selaku Panitia lelang proyek, rapat untuk tender proyek pengaman jalan, tetapi langsung menghilang. Dalam menanggapi kasus ini, Kepala Kejaksaan Tinggi Jambi belum berhasil dihubungi. Akan tetapi sebuah LSM akan menyampaikan kasus ini kepada Menteri Perhubungan. >> Leman Burhan

7 Usut “Tukang Palak” di Dinkes Natuna
Natuna,(MR) Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari Kadiskes Natuna Ahmad Muktar, tentang keluhan pihak Puskesmas adanya pemotongan anggaran setiap kegiatan dilaksanakan oleh Puskesmas. Untuk menindaklanjuti pemberitaan Media Rakyat edisi 231 berjudul Awas Ada Tukang “ Palak” Di Dinas Kesehatan, Wartawan Koran ini beserta rekannya, berupanya meminta keterangan dari Kadiskes Natuna. Meski telah ditunggu hampir setengah jam, Kadis belum memanggil. Bahkan usai tamu yang berkunjung keluar, kedua wartawan ini, tidak juga di suruh masuk. Karena masih banyak pekerjaan, maka kedua kulitinta itu, bergegas meninggalkan kantor Dinkes, tanpa mendapat keterangan resmi dari Ahmad Muktar. Pada hal, sudah jelas dalam buku tamu, kedua wartawan, akan mempertanyakan tentang kelanjutan Pemberitaan Media rakyat, terkait adanya pemotongan 25 persen setiap kegiatan Puskesmas termasuk pengelolaan insentive Medis dan para Medis dinilai jadi lahan “ korupsi”. Ditempat terpisah, Defi salah satu juru banyar Dinkes Natuna, ketika dihubungi melalui telepon selulernya, tidak ada jawaban. Bahkan wartawan Koran ini mencoba menghubungi melalui pesan singkat, namun hasilnya nihil. Hingga berita kedua ini diturunkan belum ada keterangan resmi dari Kadis Kesehatan. Terkait Pemberitaan Media Rakyat, sejumlah Dewan pun geram. Tepatnya senin (07/03) lintas komisi langsung melakukan sidak mendadak ke sejumlah Puskesmas. Dwitra Gunawan, Nuzur ST beserta rekannya Baharuddin dari komisi I, mempertanyakan langsung kepada petinggi Puskesmas terkait pemberitaan MR soal adanya “Sunat-menyunat” anggaran dilakukan Dinas Kesehatan serta uang tersebut untuk jatah Dewan ?. Mendapat pertanyaan itu, Kepala Puskesmaspun angkat bicara. Dikatakannya, memang ada pemotongan anggaran dilakukan Dinas Kesehatan Natuna, namun peruntukannya ST, saat dikomfirmasi usai melakukan sidak, kepada MR menyatakan, kita sangat menyayangkan sifat terjang Kadis Kesehatan. Apalagi isu pemotongan itu jatah untuk Dewan. Terus terang kami kecewa. Selama ini, Dewan tidak pernah minta jatah. Bahkan anggaran Dinas Kesehatan dan Pendidikan tidak di potong, sebab itu untuk kepentingan masyarakat umum. Oleh karena itu, kita akan panggil Kadis Kesehatan Ahmad Muktar beserta PPTK dan Bendahara pengeluran Natuna hingga ke akar-akarnya. Sebab jika dibiarkan, semakin hari akan semakin subur. Pada edisi lalu, sejumlah Puskesmas mengeluhkan, serta mempertanyakan, kebijakan diluar batas, dilakukan Dinas Kesehatan Natuna, tentang adanya “Pemotongan” anggaran kegiatan, sebesar 25%. ”Bapak wartawan kan ? coba tanyakan setiap Puskesmas, apa benar ada “Penyunatan” anggaran dilakukan Dinas Kesehatan” saran dia. Pimpinan saat ini sungguh terlalu. Masa setiap kegiatan, baik kecil maupun besar dipotong 25 persen dengan alasan, jatah untuk DPRD ?. Coba dikroscek. Hasil investigasi di lapangan, sejumlah pihak dari Puskesmas, yang ditemui wartawan Koran ini, membenarkan adanya pemotongan anggaran sebanyak 25 persen, dilakukan oleh Dinas Kesehatan. Meski awalnya mereka sedikit tertutup? Namun akhirnya mengakuinya. “Memang benar ada pemotongan anggaran setiap kegiatan, baik kecil maupun besar. Kita sudah mempertanyakan hal itu kepada PPTK (Panitia Pelaksana Teknis Kegiatan), jawabnya “ Untuk setoran ke Dewan”, kalau tak yakin Tanya aja sama Kadis, saran PPTK. Terus terang, kita tak akan berani mempertanyakannya. Hal senada juga dikatakan beberapa petinggi Puskesmas. Meski awalnya mereka agak tertutup, namun akhirnya berkata jujur juga. Di dampingi beberapa stafnya, mereka mengakui ada pemotongan 25 persen, untuk setiap kegiatan, dengan dalih untuk “Jatah Dewan”. Ditempat terpisah, seksi pemberdayaan masyarakat Dinas Kesehatan Natuna, Musmuliyadi, ketika dikonfirmasi di ruang kerjanya, merasa terkejut, terkait pertanyaan wartawan tentang adanya pemotongan kegiatan dilakukan Dinas Kesehatan. Dia mengakui, untuk kegiatan Jamkesda Dirinya sebagai PPTKnya. Tapi sepengetahuannya tidak ada potong memotong. Baru hari ini, Saya dengar kata Musmuliady, sedikit tercengang. Namun raut wajah Musmuliady, agak berbeda dari

Investigasi

Nuzur, ST saat dikonfirmasi usai melakukan Sidak

Otak Pungli Kades Cimenteng Berlindung Di Ketiak Beruang Madu
Sukabumi,(MR) Program System Manajemen Informasi Objek Pajak (SISMIOP) yang di danai APBN diva Kementrian Keuangan Pusat melalui KPP pratama Sukabumi dijadikan ajang pungli oleh Kepala Desa. Dari hasil pantauan MR, program SISMIOP secara rutin tahunan dari KPP Pratama tersebut adalah gratis, sementara yang terjadi di Kecamatan Curug kembar dari tiap wajib pajak itu dipunglikan sebesar 30.000, menurut sumber MR setiap program yang masuk di Kecamatan Curug kembar khususnya di desa Cimenteng baik untuk fisik maupun lainnya selalu di rekayasa dan terkesan kurang berhasil. Banyak program yang dikucurkan Pemerintah Kabupaten Sukabumi untuk Desa Cimenteng, seperti dari Dinas Pertanian10 juta untuk lumbung padi uangnya di caplok oleh Kades, Dana fisik ADD tiap tahunnya Raib oleh Kades, terakhir dana fisik ADD anggaran tahun 2010 sebesar 17 juta di caplok lagi oleh kades hal ini sangat merugikan masyarakat, ketika hal tersebut di konfirmasikan Kades selalu mengarahkan jawabannya ke Jak pengurus lembaga bantuan Hukum Beruang Madu dan Jak pun ketika di tanya tentang bantuan yang diterima desa tesebut serta pungli dalam program SISMIOP jawabnya sangat kontradiktif seraya membela kades, bahkan ada satu kalimat yang pernah jak lontarkan terhadap wartaawan, jangan ganggu Kades Cimenteng ini wilayah saya, ucapnya. Dari program SISMIOP Kades Cimenteng meraih keuntungan sekitar seratus juta lebih menurut pengakuan Kades dan tiap-tiap kedusunan Kades rata-rata menyetor terhadap oknum petugas KPP Pratama sekitar 17 sampai 20 juta rupiah, jika benar pengakuan Kades pihak pajak pratama harus bertanggung jawab karena program tersebut sudah ada biayanya. >> Rus

kami tidak tau. Mengenai isu untuk jatah Dewan, kami tidak tau itu. Soalnya yang mengurus anggaran kegiatan staf saya, paparnya. Kami juga mau minta tolong kepada Bapak, kiranya dana jamkesda dapat dikucurkan segera, kalau tahun lalu diberikan akhir tahun, sehingga jadi kendala bagi kami untuk bekerja maksimal. Hal senada juga dikatakan petinggi Puskesmas lainnya, meski melalui telepon genggamnya, ia menyatakan ada pemotongan dana kegiatan di Puskesmas sebanyak 25 persen. Kami pun tak tau peruntukannya untuk apa, katanya. Mewakili lintas komisi Nuzur

untuk mempertanggung jawabkan dana yang telah dipotong olehnya. “Kita akan segera hearing”. Dari pengakuan beberapa Dinas, biarlah aparat hukum yang menyelidikinya, papar Nuzur. Hasil pantauan dilapangan, jika setiap kegiatan puskesmas dilakukan pemotongan anggaran oleh Dinas kesehatan, sudah jelas ratusan juta rupiah “Menguap” ke pundi-pundi oknum tukang “palak” Dinkes Natuna. Wajar saja staf golongan II dah memakai mobil CRV. Untuk itu diminta kepada aparat hukum agar bekerja maksimal, untuk mengusut tukang “Palak” di Dinkes

Lintasan KA Haurgeulis

Rawan Kecelakaan

biasanya, tampak diraut wajahnya ada keragu-raguan, sehingga wartawan Koran ini, disarankan untuk jumpa langsung sama Kadis atau sekretaris. Cuma Pak Kadis dan Sekretaris tak ada ditempat Pak, kata Mus. Permasalahan adanya “Penyunatan” anggaran dilakukan Dinas Kesehatan Natuna kepada setiap kegiatan Puskesmas, bukan cerita baru lagi. Hal ini sudah santer dilingkungan staf Puskesmas. Dengan alasan jatah untuk Dewan, Kadis Kesehatan melakukan pemotongan 25 persen setiap kegiatan Puskesmas. Ini tidak bisa dibiarkan, harus diusut tuntas. Menanggapi hal tersebut diatas, PLH Wakil ketua DPRD Natuna Dwitra Gunawan, langsung berang. Dengan nada yang menggebu-gebu, politikus muda ini, membantah jika Dewan ada terima jatah dari Dinas Kesehatan. “Perlu digaris bawahi, kami tidak pernah meminta jatah. Jangan berbicara seenak perut saja. Jangan-jangan jatah itu untuk orang tertentu, dengan cara memanfaatkan Institusi DPRD. Kami tidak terima dan tidak akan tinggal diam. Kita akan panggil Kadis Kesehatan Natuna Ahmat Muktar. Untuk mempertegas kebenaran isu itu. Kemudian, “Kita akan turun kesetiap Puskesmas untuk mempertanyakan apakah benar ada pemotongan anggaran kegiatan sebanyak 25 persen disetiap Puskesmas. Jika benar itu terjadi, maka masalah ini akan kita serahkan kepada aparat hukum. Kita minta aparat hukum bertindak tegas tidak pandang bulu. >> Roy

OPK Raskin ke-13 Tersendat
Menerobos : Seorang pengemudi sepeda motor tampak menerobos palang pintu rel Kereta Api (KA) di Jl. Jend.Sudirman Kecamatan Haurgeulis Kabupaten Indramayu Jawa Barat, akibat tidak sabar dan adanya celah palang pintu rel KA yang tidak menutup ruas jalan, padahal beberapa menit kemudian KA Senja Ekonomi dari Stasiun Senen Jakarta menuju Semarang beberapa menit kemudian melintas di jalur rel KA tersebut dengan cepat. (Photo: Abdullah)

DPC HIPWI Indramayu Tolak Berandalan Geng Motor
Indramayu, (MR) Dewan Pengurus Cabang Himpunan Insan Penulis dan Wartawan Indonesia (DPC HIPWI) Indramayu, siap mensukseskan Program Pemkab dan Polres Indramayu, untuk membubarkan dan menolak keberadaan Brandalan Geng Motor, yang modus operandinya meresahkan masyarakat daerah setempat. Wakil Ketua Bidang Litbang DPC HIPWI Indramayu, Maskin, mengaMaskin takan hal tersebut kepada para wartawan dalam jumpa persnya dihalaman depan Kantor Sekretariat DPC HIPWI Jln. Raya Pantura Losarang Kandanghaur Kabupaten Indramayu Jawa Barat, Kamis siang pekan lalu. Diharapkannya, rekan-rekan wartawan baik yang tergabung dalam HIPWI maupun organisasi profesi jurnalistik lainnya, supaya mendukung Program Pemkab dan Polres Indramayu dengan membubarkan aktivitas kelompok Geng Motor, yang mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat, dalam beberapa bulan ini. Komposisi DPC HIPWI Indramayu, Dewan Pembina : Dr. H. Irianto MS Syafiuddin, Tasmo, S. Pd. MM. Sukri Kristomo, M. Pd. M. Si. Ketua : Toyidin, Wakil Ketua : Abah Tarima, Wakil Ketua Bidang Litbang : Maskin, Wakil Ketua Bidang Kesra : M. Jayadi, Sekretaris : Rasdi, NC. Jawir, Suhada, Bendahara : Abdullah dan Opih Raharjo. Ketua Seksi Hubungan Masyarakat : Suma Brawijaya, Wakil Ketua : Mukromin, Ketua Seksi Olah Raga : Imam Darkim, Wakil Ketua : E. Casudi, Ketua Seksi Pengabdian Masyarakat : M. Jayadi, Koordinator Indramayu Barat : Abdullah dan Koordinator Indramayu Timur : Suma Brawijaya. >> NC. Jawir

Indramayu,(MR) Perlintasan pintu rel Kereta Api (KA) di Jln. Jend.Sudirman Kecamatan Haurgeulis Kabupaten Indramayu Jawa Barat, dinilai rawan Kecelakaan LaluLintas. Sebab, palang pengaman pintu perlintasn rel tidak maksimal/menutup lebar ruas jalan tersebut, sehingga memudahkan pengemudi sepeda motor menerobos yang sering mengakibatkan Kecelakaan Lalu-Lintas, dalam beberapa

tahun ini. Maman, (45), seorang pengemudi sepeda motor dan tokoh masyarakat Desa Kertanegara Kecamatan Haurgeulis, mengharapakn PT KAI memperhatikan palang pengaman perlintasan KA di Haurgeulis. Karena, bila masalah palang pengaman pintu perlintasan KA tertutup penuh, maka pengemudi yang tidak sabar tidak bisa menerobos dan tercegah dari musibah kecelakaan yang

merugikan warga, katanya. Kepada para pengemudi kendaraan bermotor baik roda 2 maupun roda 4, yang biasa melewati pintu perlintasan KA di Haurgeulis, supaya bersabar bila ada Kereta yang mau lewat, jangan sembarangan menerobos itu berakibat buruk/musibah kecelakaan yang bisa menelan korban jiwa seperti yang pernah terjadi beberapa waktu silam, ujar Maman dirumahnya. >> Abdullah

Pelayanan Publik di Medan Sangat Buruk
Medan,(MR) Deputi Pencegahan Komisi Pemberantasan Korupsi Eko Soesamto Tjiptadi mengatakan, pelayanan publik di Kota Medan sangat buruk dan menempati peringkat ke-22 pada proses penilaian tahun 2010. "Bahkan, Kota Medan lebih buruk dari Jayapura (Papua)," katanya usai kegiatan supervisi peningkatan pelayanan publik di Sumatera Utara di Medan, Kamis. Selama ini, kata Eko Soesamto, pihaknya telah melakukan peninjauan dan pemantauan terhadap kualitas pelayanan publik di sejumlah pemkot di Tanah Air. Aspek yang dinilai adalah prosedur pembuatan Kartu Tanda Penduduk (KTP), proses pengurusan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), dan Surat Izin Mendirikan Bangunan (SIMB). Dari penilaian yang dilakukan, kualitas pelayanan publik di Medan hanya mampu meraih nilai 3,66, atau di bawah kota lain seperti Surabaya dan Manado. Ketika daerah yang menjadi objek penilaiannya diperluas, nilai dan indeks nasinal Kota Medan semakin melorot. "Peringkat Kota Medan berada di rangking 50," katanya tanpa menyebutkan jumlah daerah yang disurvei.

Pamekasan, (MR) Plt Kepala Bagian Administrasi Kesejahteraan Masyarakat (Kesra) Setkab Pamekasan, Chairil Basyar , Sabtu waktu lalu, mengatakan, beras yang akan diberikan kepada masyarakat itu sebenarnya Beras Cadangan Pemerintah (CBP) yang secara petunujuk memang diperbolehkan untuk dijadikan Raskin ke-13. Namun karena distribusi Raskin 2010 kemarin masih banyak menyisakan tunggakan, akhirnya distribusi Raskin ke-13 itu terlambat. Dan untuk dicairkan pihak Pemkab masih akan koordinasi dengan Gubernur Jawa Timur karena waktunya sudah melewati batas tahun 2010. Untuk distribusi Raskin ke-13, memang terlambat. Soal pencairannya, kita masih akan koordinasi dengan Gubernur Jatim,” tuturnya. Akibat banyaknya tunggakan, realisasi pagu Operasi Pasar Khusus Beras Miskin (OPK-Raskin) ke-13 tersendat. Hingga kini pagu Raskin yang masuk anggaran tahun 2010 itu masih belum direalisasikan ke rumah tangga sasaran. Chairil menjelaskan pihaknya nanti perlu menjelaskan kepada Kepala Desa (kades) bahwa Raskin ke-13 itu diambilkan dari BCP, namun pengelolaannya menggunakan sistem Raskin seperti biasanya. Sedikitnya ada 109 ribu 17 Rumah Tangga Sasaran (RTS) penerima Raskin 2010 yang tersebar di 13 kecamatan di Pamekasan. Sementara, pagu Raskin ke-13 itu diperkirakan mencapai 1, 6 ribu ton dengan asumsi per RTS sebanyak 15 kilo gram beras. Ali Ardi Kepala Subdivre Dolog XII Madura ditemui terpisah, belum memberikan komentar banyak soal tidak terealisirnya Raskin ke-13 di Pamekasan itu. Alasannya, dirinya masih baru menjabat sebagai Kasubdivre wilayah Madura. Namun, menurut dia, sesuai ketentuan, Raskin ke-13 itu harus ditebus di bulan Desember. Itupun kalau tidak memiliki tunggakan di bulan sebelumnya. Jika memiliki tunggakan maka tidak bisa dicairkan. >> Dea/Pray

Menurut Eko Soesamto, seluruh instansi yang berkaitan dengan pelayanan publik di Kota Medan harus melakukan pembenahan secara serius. Ketidakberesan dalam pelayanan publik akan memunculkan dugaan adanya praktik korupsi yang dilakukan pegawai pemerintahan. "Kalau tidak (korupsi), mungkin pungli agar

masyarakat membayar lebih," katanya. Ketika dikaitkan dengan keberadaan biro jasa dalam proses pengurusan surat, Eko Soesamto menyatakan hal itu tidak menjadi masalah dari aspek hukum. "Namun harus tetap sesuai dengan prosedur. Demikian juga dengan (kesamaan) waktu," ujarnya. >>Frendi

8

Nusantara

Edisi 232 Tahun XI 16 - 26 Maret 2011

Sidak Lintas Komisi, Buat Efek Jera Kadis Nakal ?
obil biru itu, melaju kencang kearah Puskesmas Ranai. Didalam terdapat 3 anggota Dewan, ditambah satu supir dan satu judan. Perjalanan dari kantor Dewan ke Puskesmas Ranai hanya memakan waktu 10 mienit. Terik mahari sedikit menyengat, namun semangat wakil rakyat itu terlihat jelas di raut wajahnya. Waktu baru menunjukkan pukul 0 9.30 wib. Rombongan pun bergegas turun. Kepala Puskesmas Ranai langsung menyambutnya. Dalam pertemuan singkat itu, beberapa anggota Dewan yang turun untuk melakukan sidak, langsung menunjukkan Koran Media rakyat. Mereka mempertanyakkan terkait pemberitaan, tentang pemotongan anggaran dilakukan oleh Dinas Kesehatan Natuna. Kami kaget dan gerah dengan pemberitaan di salah satu media mingguan Jakarta. Apa benar Dinas kesehatan melakukan pemotongan dana anggaran setiap kegiatan di Puskesmas? serta imformasi dana 25 persen itu jatah untuk Dewan ?. Papar Dwitra Gunawan, diamini rekan Dewan lainnya. Menjawab pertanyaan dari anggota Dewan yang sedang melakukan Sidak mendadak, Kepala Puskesmas Ranai angkat bicara. Ia membenarkan adanya pemotongan dilakukan pihak Dinas kesehatan Natuna setiap kegiatan. Tetapi Kita tidak tahu itu untuk apa, sebab yang mengurus anggaran kegiatan bawahan Saya, Terkait isu untuk jatah Dewan kita tidak tahu, paparnya. Setelah mendapat keterangan pasti dan mengingat banyaknya pasien sedang berobat, maka Sidak dilanjutkan ke Puskesmas Bunguran Tengah. Disana anggota Dewan mempertanyakan hal yang sama. Tapi sayang, saat sidak Kepala Puskesmas tidak ada ditempat karena ada urusan dinas Di kantor Bupati. “ Bapak tidak ada lagi dikantor BKD, ujar wanita berbaju serba putih itu. Meski tidak berada ditempat, ketiga wakil rakyat itu tidak putus akal. Melalui staf Puskesmas, mereka dapat jawaban bahwa benar ada pemotongan anggaran dilakukan Dinas Kesehatan Natuna. Sudah kita pulang Pemberitaan ini benar, nanti akan kita panggil Kadis kesehatan Ahmad Muktar untuk mempertanggung jawabkan, imbuhnya. >> Roy

M

Lintas Komisi DPRD Kabupaten Natuna Bertolak Kekecamatan Bunguran Tengah untuk melakukan inspeksi mendadak (sidak) terkait pemberitaan pemotongan dana anggaran oleh Dinkes Natuna

Lintas Komisi DPRD Kabupaten Natuna saat tiba di Puskesmas Ranai

Lintas komisi DPRD Kabupaten Natuna sedang berbincang-bincang saat sidak di puskesmas bunguran tengah

Lintas Komisi DPRD Kabupaten Natuna menunggu keterangan dari Kepala Puskesmas melalui stafnya

Lintas Komisi DPRD Kabupaten Natuna Disambut oleh Dokter di Puskesmas Bunguran Tengah

Lintas Komisi DPRD Kabupaten Natuna mempertanyakan kejelasan terkait berita pemotongan dana anggaran

Kepala Puskesmas Ranai mengakui adanya Pemotongan yang dilakukan Dinas Kesehatan Natuna

9

Advertorial

Edisi 232 Tahun XI 16 - 26 Maret 2011

PEMERINTAH KABUPATEN KEPULAUAN ANAMBAS
Mengucapkan

SELAMAT HARI PERS NASIONAL KE 65 TAHUN 2011
Semoga Pers semakin maju dan menjadi kontrol yang baik guna menjaga keseimbangan pemerintahan, menciptakan stabilitas politik dan keamanan khususnya di Kabupaten Kepualau Anambas dan umumnya di seluruh Indonesia.

DRS. TENGKU MUKHTARUDDIN Bupati Anambas RADJA TJELAK NUR DJALAL, S.Sos, M.Si Sekretaris Daerah

ABDUL HARIS, SH. Wakil Bupati Anambas

Galery Foto Kab. Lingga

Kehadiran Pesawat Sky Aviation
Lingga,(MR) H. Daria sebagai Bupati Lingga meresmikan langsung penerbangan perdana pesawat komersil yang dioperasi PT. Sky Aviation pada Rabu (9/3). Pesawat jenis fokker 50 ini mendarat dengan baik dan setelah usai para penumpang pesawat langsung masuk keruangan tunggu bandara Dabo Singkep. Pesawat Sky Aviation yang memiliki 50 seat/tempat duduk resmi kini resmi beroperasi dan rencana nya akan melayani masyarakat Lingga untuk berpergian Dabo Singkep-Batam (PP), untuk menggantikan pesawat Riau airline (RAL) yang lalu. Dengan adanya Sky Aviation menjadi kabar baik dan mengobati kekecewaan yang masa lalu. " Selesainya mendarat di Bandara Dabo Singkep, pesawat Sky Aviation langsung disambut hujan yang dipercaya Rahmat dari Allah SWT. Karena sebelumnya cuaca dalam kondisi baik dan cerah, Bupati Lingga Juga menerangkan, sebelum beroperasinya pesawat Sky Aviation, dulunya juga ada beberapa maskapai penerbangan yang masuk ke kabupaten Lingga. Seperti pesawat SMAC, RAL, bahkan RAL ketika itu, mendapatkan suntikan dana penyertaan modal dari APBD Lingga sebesar Rp3 miliar untuk menunjang beroperasinya pesawat tersebut ke daerah ini namun sayang kini sudah tak beroperasi lagi. Sebelum Sky Aviation ini masuk ke Lingga saya pernah bersama Bupati Anambas pernah menaiki pesawat yang dioperasikan PT. Kumala sangat baik dalam hal penerbangan dan pelayanannya, dan kini berkat izin Allah SWT, Sky Aviation datang untuk melayani masyarakat Lingga Bubhanaulah," ujar Daria. Transportasi udara memang sangat dibutuhkan karena daerah kepulauan Kabupaten Lingga ini, karena sekarang banyak investor yang berkeinginan menanamkan modalnya di Kabupaten Lingga, terkendala karena transportasi dan tidak konsistennya jadwal penerbangan ke daerah Lingga ini, selain faktor komunikasi. " Dengan adanya pesawat Sky Aviation Kami mengucapkan terima kasih kepada Managemen dan Komisaris PT. Sky Aviation yang berkeinginan membuka rute penerbangan Dabo Singkep-Batam (PP)). Jika saat ini hanya beberapa kali seminggu, kita harapkan kedepan dapat terbang setiap hari. Sehingga sangat membantu Pemda dan masyarakat Lingga yang ingin bepergian ke luar daerah atau sebaliknya," ujarnya. Disamping membangun transportasi darat, laut dan udara yang lancar ke Kabupaten Lingga, juga bertekad ingin mencapai tingkat pertumbuhan ekonomi 8 persen tercapai. Karena optimis, Lingga banyak memiliki sumber Daya Alam (SDA) yang sangat potensial, baik di bidang perikanan, kelautan, perkebunan, pariwisata maupun sektor lainnya. " Diharapkan juga pesawat PT.Sky Aviation tidak seperti maskapai yang lalu, dua tiga kali terbang dengan lancar setelah itu tidak masuk lagi ke Lingga. Kita berharap PT. Sky Aviation dengan, modal usaha swasta murni ini dapat terus mendarat ke Kabupaten Lingga. Kedepan kita harapkan managamen Sky Aviation dapat mengembangan rute penerbangan hingga, ke Tanjungpinang, Jambi, dan Bangka Belitung via Dabo Singkep," pinta Daria. Wakil Ketua I DPRD Lingga Algazali A Wahid senada mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada pihak Sky Aviation yang bersedia membuka rute penerbangan ke Kabupaten Lingga, tanpa mendapatkan suntikan dana dari APBD Lingga, seperti halnya pernah dilakukan pada maskapai RAL yang lalu. " Ini sesuatu yang harus hal kita syukurikedatangan Sky Aviation di Kabupaten Lingga dari pihak ketiga yang masuk tanpa deal masalah dana apapun dari APBD Lingga, kecuali hanya dukungan dari pemda Lingga. Kita yakin dengan dikelola swasta murni ini, managemennya lebih profesional," ucap Algazali saat berada di lokasi penerbangan Bandara Dabo Singkep di sela-sela peresmian penerbangan perdana Sky Aviation. Algazali juga mengatakan, dengan adanya jalur penerbangan pesawat ke Bandara Dabo SIngkep ini kembali, pihaknya berjanji akan mensosialisasikan adanya penerbangan rutin ini kepada masyarakat Kabupaten Lingga. " Kita berharapkan masyarakat tidak apatis, harus optimis dengan masuknya pesawat ini ke Lingga. Kepada pihak penerbangan kita harapkan dapat disiplin dan tetap konsisten terutama menyangkut jadwal dan waktu keberangkatan dan kedatangan pesawat ke Dabo Singkep,tentunya dengan jadwal yang tepat waktu maka akan menarik minat masyarakat untuk mengunakan penerbangan pesawat PT. Sky Aviation, selain menghemat waktu juga melancarkan segala hal baik dari segi perekonomian dan aktipitas pelajar lingga yang berada di luar daerah bisa berpergian dengan tepat waktu" pinta politisi PKS ini. >> hr

Pendataran Perdana Pesawat Sky Aviation di Bandara Dabo Singkep

Foto Bersama Bupati Lingga, pejabat dan pilot

Rombongan awak pesawat Disambut Langsung Ibu Bupati Lingga

Tarian Meleyu disuguhakan Menjelang Kedatangan Pesawat

Foto Bersama Buapati Lingga, Pengurus Bandara dan PT. Sky Aviation

10
Sekda Kota Tasik Terima Peserta Susjab Kapolres
Bandung,(MR) Bertempat di aula komplek SD Negeri Merdeka Bandung, dihadapan sekitar136 guru serta di tambah 10 kepala sekolah dari gugus 69. Dr, Hj.Evi solihah, Kepala Badan Kepegawaian Daerah dan Dinas Pendidikan Kota Bandung yang diwakili Kepala Subag Umum dan Kepegawaian Harta Kurniawan,MM. Mengadakan pembinaan dan sosialisasi PP 53 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil di lingkungan sekolah tingkatan SD. Dalam acara pembinaan tersebut, baik Evi maupun Harta juga mensosialisasikan dan mengupas berbagai aturan aturan yang berkaitan dengan PNS dan permasalahan nya, seperti yang di tuturkan Harta, seorang PNS itu terikat oleh Undang undang dan berbagai

Nusantara
Harta Kurniawan,MM. :
selama ini menurut Harta, di sebabkan ketidak tahuan dari yang bersangkutan atas aturan aturan yang ada, pengawasan melekat (waskat) tidak berfungsi, sistim karir yang tidak jelas, factor ekonomi, dan yang terakhir ini biasa nya yang sering menimpa para PNS atau Guru, yang di karenakan pola hidup yang konsumtif, yang menyebabkan orang tersebut terlilit hutang ke berbagai lembaga keuangan, “ Biasanya kalau orang yang sudah terlilit hutang sana sini sehingga pendapatannya nya-ris habis masuk kerja pun akan malas,” ujarnya. Sementara di tempat yang sama usai acara tersebut, Ketua gugus 69, H. Apandi, S.Pd, di dampingi ketua komplek SD Merdeka Hj.Yati Mulyati, MSi, mengucapkan rasa berterimaaturan, maka dari itu kami akan terus mengadakan pembinaan ke berbagai sekolah dan tingkatan dengan tujuan untuk pencegahan agar pelanggaran pelanggaran yang di sebabkan ketidaktahuan dari PNS atau Guru bisa di cegah, ujarnya. Di tambahkan Harta, dalam PP Nomor 53 tahun 2010 tersebut, ada 17 kewajiban dan 15 larangan yang harus di patuhi oleh seorang PNS, seperti salah satu nya seorang PNS baik structural maupun fungsional harus ada di kantor 37,5 jam/minggu, kekurangan 1 jam dalam setiap hari nya akan di akumulasi ke hari berikutnya dan dalam seminggu kurang 7 jam akan dikenai sangsi dan di anggap bolos kerja se hari, terangnya. Biasanya pelanggaran pelanggaran yang terjadi kasih atas penjelasan yang telah di paparkannya, dan sengaja kami undang yang berkompeten ini agar supaya jelas dan men-capai sasaran kepada guru guru, baik di komplek SD Merdeka maupun di gugus 69 ini, sehingga apa yang menjadi kewajiban dan larangannya bisa di ketahui dan di patuhi oleh semua, ujarnya. Di tambahkan Yati, pada dasarnya di sekolah SD Merdeka ini ke disiplinan adalah hal yang biasa kami terapkan sehari hari, baik para guru maupun murid murid, dan berkat kedisiplinan tersebut keberha-

Tahun Edisi 232 Tahun XI 16 - 26 Maret 2011

PNS Harus Ada di Kantor 37,5 Jam/Minggu
silan keberhasilan dan prestasi yang telah kami raih bisa tercapai, terangnya seperti mewakili rekan rekan kepala sekolah lainnya. Adapun keberhasilan yang telah di raih oleh SD Merdeka ini menurut Yati, di samping sarana dan prasarana yang cukup baik dan memadai, dalam bidang olahraga sekolah kami ini sering menjuarai even even turnamen antaranya, pernah menjuarai bola basket, taekwondo, catur. Baik di tingkat Jawa Barat maupun Nasional, terangnya dengan bangga. >>Dodi Sulaeman

Kota Tasikmalaya, (MR) Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya Drs. H. Tio Indra Setiadi didampingi Kepala Bappeda Kota Tasikmalaya menerima peserta Kunjungan Praktek Lapangan Peserta Susjab Kapolres di Ruang Rapat Walikota Tasikmalaya, Kamis (3/3). Saat menerima kunjungan tersebut, H. Tio mengungkapkan untuk membahas isu-isu aktual yang berkembang saai ini, Pemerintah Kota Tasikmalaya berusaha untuk mensinergikan hubungan lintas sektoral antara Pemerintah Kota Tasikmalaya dengan unsur-unsur muspida. Hal ini dilakukan agar terjalinnya komunikasi dalam menyikapi dan menyelesaikan permasalahan-permasalahan dan isu-isu strategi yang berkembang yang ada di Kota Tasikmalaya yang berkaitan dan mempengaruhi kebijakan pimpinan. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Tio menjelaskan Pemkot Tasikmalaya telah bekerjasama dengan unsur Muspida, selain telah membentuk Forum Konsultasi Daerah juga telah membentuk beberapa forum dan tim, diantaranya Forum Komukasi Intelijen Daerah (Kominda), Forum Komunikasi antar Umat Beragama (FKUB), Badan Koordinasi Pengawas Aliran Kepercayaan Masyarakat (Bakor Pakem) dan Tim Koordinasi monitoring dan Evaluasi Kota Tasikmalaya. Dengan mensinergikan hubungan lintas sektoral ini, maka masalah yang terjadi akan dapat terselesaikan. “Salah satunya, masalah ahmadiyah di daerahdaerah memanas, alhamdulilah di Kota Tasikmalaya tidak, hal ini karena adanya forum-forum untuk mengantisipasinya , apabila ada aktivitas ahmadiyah yang kurang disukai masyaraat maka akan segera ditindaklanjuti ” ujar Tio Setiadi. AKBP Drs. Lili selaku Ketua rombongan menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada Pemkot Tasikmalaya atas penyambutannya. “ Kami sangat senang ke Kota Tasikmalaya dan mohon maaf tidak lama berada disini karena masih harus berkeliling untuk pengumpulan data sebanyak mungkin bekal untuk menjadi kapolres nanti ” katanya. Sementara itu, Kepala BPPT Kota Tasikmalaya, H. Firmansyah, SH, MH menjelaskan hubungan komunikasi Pemkot Tasikmalaya dengan Polisi dalam peningkatan kinerja telah dituangkan dalam beberapa MoU. Salah satunya MoU mengenai Penangganan Kamtibmas dan Gangguan Kamtibmas serta MoU tentang pelaksanaan pilkada. “ >> Iin Kartiwan

Gapoktan Mekar Tani Disambut Baik Warga
Bekasi, (MR) Masyarakat Kecamatan Pebayuran yang tersebar di 11 Desa merupakan daerah persawahan yang sangat subur seusai panen batang padi atau damen hanyalah dibakar sehingga kurang banyak manfaatnya, dengan terbentuknya Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani ) Desa Bantarjaya, kecamatan Pebayuran kabupaten Bekasi Jawabarat, masyarakat kampunng Kedung waringin Rt 011/04 desa Bantarjaya memanfaatkan damen tersebut untuk membuat jamur merang. Ada 12 orang petani membentuk Kelompok Tani jamur yang di ketuai oleh Suharta yang diberi nama Kelompok Petani Jamur “ Barokah ” dengan memanfaatkan damen tersebut sebagai bahan baku jamur lalu mereka mengajukan permodalan kepada Gabungan Kelompok Tani (Gaboktan) Mekar Tani sebesar Rp.200 juta. Suharta ketua kelomoktani Jamur Mekar Tani yang di Temui Media Rakyat mengatakan, kami membuka usaha jamur memdapat bantuan dana dari propinsi Jawa Barat di bawah naungan Gapoktan Mekartani sebesar Rp200 juta, dana tersebut untuk membuat rumah jamur atau kumpung sebanyak dua buah dan membeli benih jamur dan perlengkapannya. Sedangkan pinjaman modal akan kembali secara mencicil setiap panen jamur, sedangkan panen jamur setiap harinya, sementara ini bisa menghasilkan 50 Kg jamur dengan harga jual mencapai Rp.18.000/ kg. Sedangkan pemasaran jamur sangat mudah karena para tengkulak jamur datang dari Jakarta, Karawang, dan Bandung sedangkan permintaan dari para tengkulak belum bisa kami penuhi. “ Setelah 10 kobong Jamur sudah berjalan dengan baik kami merencanakan akan menambahkan bangunan kobong jamur,” ujar Suharta. Warda, Ketua Lembaga Keuangan Mikro (LKM), Gapoktan Mekar Tani mengatakan Gapoktan Mekar Tani saat ini sudah mempunyai 17 kelompok tani yang terbagi menjadi 17 kelompok diantaranya yaitu kelompok tani padi ada 11 kelompok, kelompok tani jamur merang ada 1, kelompok pemberasan/huler ada 4 kelompok dan kelompok membuat kompos 1 kelompok semua kelompok mendapat binaan dari Gapoktan dan Badan Penyuluhan Pertanian Kabupaten Bekasi, sedangkan Gapoktan itu sendiri mendapat kucuran dana dari propinsi jawa barat sebesar Rp. 1.1180 miliar. Sedangkan dana tersebut diharapkan akan digulirkan dan menambah kelompok tani jamur dan pemberasan yang saat ini berjalan dengan baik dan cuup menguntungkan, Ujar wanda >> Wakyu

Disnak Jatim Intensifkan Pengawasan Perbatasan
Surabaya, (MR) Untuk mengantisipasi masuknya virus antrax, Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur terus mengintensifkan pengawasan di daerah perbatasan. Kepala Dinas Peternakan Jatim, Suparwoko Adisoemarto dikonfirmasi Selasa (1/ 3) mengatakan, pengawasan pintu masuk hewan ke Jatim, saat ini telah mendapat perhatian serius dari Gubernur Soekarwo. Ini karena, beberapa waktu lalu telah ditemukan sebelas orang terjangkit penyakit antrax di Boyolali Jawa Tengah. “Saat ini pengawasan terus kita intensifkan, kita tidak ingin kecolongan dengan masuknya antrax ke Jatim,”katanya. Pengawasan yang dilakukan diprioritaskan pada hewan ruminansia (pemamah biak) khususnya sapi. Ini karena, sapi dan kambing mempunyai potensi besar membawa penyakit antrax. Dia mengatakan, disnak telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) pada Senin kemarin ke beberapa pos pemeriksaan hewan dan produk pangan asal hewan. Tempat yang disidak antara lain di daerah Bulu-Tuban, Pasar Hewan Jatirogo, Pos pemeriksaan hewan di Cepu milik Dinas Peternakan Jawa Tengah dan di Padangan milik Dinas Peternakan Bojonegoro, serta di Pos Check Point di Mantingan Ngawi. “ Daerah perbatasan ini selalu kita pantau, untuk mengetahui kondisi lapangan, minggu kemarin kita melakukan sidak di beberapa lokasi,” katanya. Adapun tujuan dilakukan sidak, pertama, untuk meningkatkan kesiagaan petugas pengawas dokumen pengiriman daging (check point) terhadap ancaman antrax masuk ke Jatim, kedua memberikan support petugas agar lebih sigap didalam melakukan pengawasan lalu lintas hewan dan produk hewan dan yang ketiga, meningkatkan sistem pelaporan pada setiap ditemukannya adanya tandatanda penyakit antrax di daerah perbatasan. Selama sidak di Pos Check Poin Bulu Tuban tidak ditemui adanya sapi atau hewan ternak yang melintas dari Jateng ke Jatim. Justru yang banyak sapi jenis sapi Bali, cross Limousin dan Simental dan PO Brahman yg lewat dari Jatim untuk dibawa ke Jakarta. >> Dea

Musrenbang Tingkat Kota Tasik, Dibuka

STQ IV KKA Berlangsung Meriah
Anambas,(MR) Bupati Kepulauan Anambas, Drs.Tengku Mukhtaruddin didampingi ketua DPRD KKA, Amat Yani,SH secara resmi membuka Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ IV Kabupaten Kepulauan Anambas di Gedung Balai Pertemuan Masyarakat Siantan, Kamis (17/02). Pembukaan Seleksi Tilawatil Qur’an IV Tingkat Kabupaten Kepulauan Anambas juga dihadiri oleh Wakil Bupati, Abdul Haris, wakil Ketua DPRD, M Dai, Sekda KKA, Radja Tjelak Nur Djalal, Kepala pengadilan agama, Kepala kementrian Agama, Ketua MUI, M Dun serta Unsur Muspida Lainnya, Kepala Bappeda Ir. Syarifud-din, kepala Dinas PU Marbawi, Para Asisten dan Pimpinan SKPD Jajaran Pemerintah Kabupaten HST, Para Camat, Qari dan Hafiz Peserta STQ, Tokoh Alim Ulama dan Masyarakat serta Undangan lainnya. Ketua Panitia Pelaksana, Radja Tjelak Nur Djalal dalam laporannya menyampaikan bahwa waktu Pelaksanaan Kegiatan dari Tanggal 17,18, dan 19 Pebruari 2011, dengan tempat kegiatan digedung BPMS. Untuk arena utama, Gedung Balai Pertemuan Masyarakat Siantan Pemkab Anambas, mesjid Al-Istiqomah bidang Hifzil 1-30 juz dan Tafsir Bahasa Arab. Adapun Cabang Lomba Antara lain Tilawah untuk dewasa dan anak-anak,putra dan putri, Hifzil Qur’an Putra dan Putri 1-30 juz serta perlombaan Rebbana. Jumlah Peserta yang mengikuti kegiatan STQ sebanyak 45 (Empat puluh lima) orang se-Kabupaten kepulauan Anambas. Sedangkan sumber dana Kegiatan sepenuhnya berasal dari Kas APBD tahun anggaran 2011. Sementara Bupati Kepulauan Anambas,Drs.T Mukhta-

Kota Tasikmalaya,(MR) Walikota Tasikmalaya membuka secara resmi Musrenbang Tingkat Kota Tasikmalaya, yang baru pertama kali dilaksanakan di Pendopo Alun-alun semenjak berdirinya Kota Tasikmalaya. Acara tersebut dihadiri pula oleh Kabid Pembangunan Bakor pembang Wilayah IV Priangan, Kabid Sosbud Bapeda Provinsi Jabar, Ketua DPRD Kota Tasikmalaya, Wakil Walikota Tasikmalaya, Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya dan para Kepala OPD dilingkungan Pemerintah Kota Tasikmalaya, Rabu (09/03). Pelaksanaan Musrenbang Tingkat Kota Tasikmalaya merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam rangka memenuhi amanat undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang sistem perencanaan pembangunan Nasional , serta peratuaran daerah Nomor 6 Tahun 2009 tentang sistem perencanaan pembangunan daerah provinsi Jawa barat, Yang bertujuan untuk mensinergikan priorotas program dan kegiatan pembangunan hasil forum gabungan OPD, menyempurnakan prioritas program dan kegiatan pembangunan dalam rencana kerja OPD Tahun 2012 dan menyempurnakan rancangan RKPD kota Tasikmalaya Tahun 2012 menjadi rancangan akhir RKPD. Peserta Musrenbang Kota Tasikmalaya sebanyak 600 orang terdiri dari : -Unsur DPRD Kota Tasikmalaya, -Unsur OPD di lingkungan Pemerintah Kota Tasikmalaya, -Unsur Perguruan Tinggi, -LSM dan organisasi kemasyarakatan, Para delegasi forum Musrenbang Kecamatan, -Para delegasi forum gabungan SKPD, -Para delegasi unsur forum komunikasi dan Konsultasi daerah, - Para tokoh masyarakat, tokoh agama, dan lembaga non pemerintahan lainnya. Hasil yang diharapkan dari Musrenbang Tingkat Kota Tasikmalaya ini adalah kesepakatan tentang rumusan yang menjadi masukan utama untuk memutakhirkan rancangan rencana kerja pemerintah Kota Tasikmalaya Tahun 2012, yang meliputi : 1. Arah kebijakan program, sasaran program, indikasi kegiatan, sumber dana dan penanggungjawab/ program/kegiatan. 2.prioritas program/kegiatan pembangunan yang didasarkan atas isu stategis tahun 2012. Gubernur Jawa Barat dalam sambutannya yang di bacakan oleh Kepala Bakorpembang Wilayah IV Priangan menyampaikan harapannya kepada Para Bupati/Walikota serta jajarannya dan seluruh elemen masyarakat Jawa Barat, agar senantiasa menjaga dan melanjutkan hasil pembangunan yang dinilai baik, dan tentunya melakukan kebaikan atau terobosan untuk hal-hal yang dianggap belum optimal dalam pencapaian visi dan misi Provinsi Jawa Barat. “Menghadapi perencanaan pembangunan tahun 2012 dengan tema : Masyarakat Kota Tasikmalaya yang Berdaya Saing Tinggi, dengan titik berat pada sektor pendidikan, harus kita upayakan keberhasilannya, dan pada langkah awalnya adalah melalui perencanaan yang baik, yaitu suatu proses untuk menentukan tindakan masa depan yang tepat melalui urutan pilihan dengan memperhitungkan sumber daya yang tersedia”, disampaikan Walikota Tasikmalaya saat menyampaikan sambutannya. >>Iin Kartiwan

Bupati dan Ketua DPRD KKA menabuh Beduk tanda STQ IV KKA dimulai

ruddin menyampaikan ucapan selamat bagi Kafilah terbaik ditingkat Kabupaten Kepulauan Anambas dan untuk berusaha maksimal untuk meningkatkan kemampuan terbaiknya untuk mengharumkan nama daerah. Dan nilai-nilai Al Qur’an wahyu ilahi senantiasa diamalkan untuk menjadi pedoman hidup dan diimple-mentasikan dalam prilaku sehari-hari. “Dalam mengikuti setiap kegiatan Seleksi Tilawatil Qur’an ada baiknya peserta janganlah hanya mencari menang dan popularitas, namun kita senantiasa berusaha berdo’a agar bacaan kita terus terjaga dari salah dan khilaf. Senantiasa memperbaiki bacaan dan apalagi dapat mengajarkannya kepada Al Qur’an merupakan amal ibadah mulia dan amal jariyah” Pesan Tengku. Sementara Kepala Kementerian Agama KKA, Drs. H. Edy Batar menyampaikan kepada MR, STQ IV dilak-sanakan pada bulan Pebruari dikarenakan untuk melakukan seleksi dan pembinaan lebih dini bagi Para Khalifah dari setiap kecamatan yang akan mengikuti kembali STQ Ting-kat Provinsi yang dilaksanakan pada Maret 2011 bertempat di Kabupaten Kepulauan Anambas sebagai tuan rumah. “Dengan persiapan yang lebih dini dan matang Khalifah Kabupaten Kepulauan Anambas diharapkan dapat meraih predikat lebih baik

dibanding tahun 2010. Untuk pemenang I, II, dan III nantinya akan mengikuti TC yang segera dilaksanakan, selanjutnya bagi pemenang akan diambil satu untuk mewakili Anambas untuk mengikuti STQ tingkat provinsi,” pungkas Edy. Penutupan STQ IV Acara penutupan STQ IV Tingkat KKA digelar digedung BPMS (Balai Pertemuan Masyarakat Siantan), Minggu (20/02/) meriah. Bupati Kepulauan Anambas, Drs. Tengku Mukhtaruddin dalam sambutan menyampaikan ucapan selamat bagi Kafilah terbaik ditingkat Kabupaten Kepulauan Anambas dan untuk berusaha maksimal untuk meningkatkan kemampuan terbaiknya untuk mengharumkan nama daerah, dan nilai-nilai Al Qur’an wahyu ilahi senantiasa diamalkan untuk menjadi pedoman hidup dan diimplementasikan dalam prilaku seharihari. “Dalam mengikuti setiap kegiatan Seleksi Tilawatil Qur’an ada baiknya peserta janganlah hanya mencari menang dan popularitas, namun kita senantiasa berusaha berdo’a agar bacaan kita terus terjaga dari salah dan khilaf. Senantiasa memperbaiki bacaan dan apalagi dapat mengajarkannya kepada Al Qur’an merupakan amal ibadah mulia dan amal jariyah ” Pesan Tengku.

Pengumunan Juara Terbaik berdasarkan Surat Keputusan Dewan Hakim STQ ke-IV tingkat Kabupaten Kepulauan Anambas yang dibacakan oleh Sekretaris dewan hakim. Hasil Juara Terbaik Cabang Tilawatil Qur’an Qari Golongan Dewasa Juara I Dede Samsudin utusan LPTQ KKA dengan nilai 91,66, Juara II Sulaiman utusan Siantan Timur dengan nilai 91,33 dan Juara III Roy Hermanto utusan Jemaja dengan nilai 88,33. Sementara Qariah Dewasa Terbaik Juara I Eva Maulana utusan Siantan Timur dengan nilai 95,00, Juara II Marhamah utusan LPTQ KKA dengan nilai 94,66 dan Juara III Adlina Bakar utusan Jemaja dengan nilai 84,66. Golongan anak-anak putra Qari Terbaik Juara I Ardhe Revaldy utusan Jemaja dengan nilai 86,00, Juara II Windra Saputra utusan Palmatak dengan nilai 84,33 dan Juara III M.Alhayyi.R utusan Jemaja Timur dengan nilai 78,66. Qariah anak-anak putri Terbaik Juara I Ingrith Tiara Deva utusan Jemaja dengan nilai 88,66, Juara II Julia utusan Palmatak dengan nilai 88,33 dan Juara III Juniarianti utusan Siantan dengan nilai 88,00. Juara Terbaik Cabang Tilawah dan Hifzil Qur’ah untuk Golongan 1 Juz putra,Juara Terbaik I Cryis Mulyadi utusan Siantan dengan nilai 82,Juara II Darmawi utusan Palmatak dengan nilai 72,Juara III Eko Pratama utusan Jemaja Timur dengan nilai 67. Juara Terbaik Cabang Tilawah dan Hifzil Qur’ah untuk

Golongan 1 Juz putrid,Juara Terbaik I Natasha Anggia utusan Jemaja dengan nilai 89, Juara II Mulyanur utusan Palmatak dengan nilai 86,5 dan Juara III Megawati utusan Siantan dengan nilai 84,5. Golongan 5 Juz putra Tilawah dan Hifzil Juara Terbaik I Kadarisman utusan Palmatak dengan nilai 65,375 dan Hifzil Qur’an 20 juz Juara Terbaik I Ahmad Marzuki utusan LPTQ KKA dengan nilai 97,5. Hifzil Qur’an 30 juz Juara Terbaik I HJ.Saripah utusan LPTQ KKA dan Hifzil Qur’an 30 juz dan Tafsir Juara Terbaik I Laila Nurhayati utusan LPTQ KKA dengan nilai 82,125. Sementara Pawai Ta’arub STQ IV KKA dengan urutan I Kecamatan Siantan dengan nilai 626,urutan II Kecamatan Palmatak dengan nilai 623, urutan III Kecamatan Siantan Selatan dengan nilai 611, urutan IV Kecamatan Siantan Tengah dengan nilai 594, urutan V Kecamatan Jemaja dengan nilai 581,urutanVI Kecamatan Jemaja Timur dengan nilai 555 dan urutan VII Kecamatan Siantan Timur dengan nilai 551. Penutupan secara resmi oleh Bupati Kepulauan Anambas juga ditandai dengan penyerahan tropy dan hadiah pembinaan. Maka dengan selesainya STQ IV tingkat Kabupaten Kepulauan Anambas, maka terpilihlah Kafilahkafilah dari KKA dan akan mempersiapkan diri secara optimal untuk mengikuti STQ Tingkat Propinsi yang akan dilaksanakan Maret 2011 bertempat di Kab. Anambas. >>Edward

Edisi 232 Tahun XI Tahun 16 - 26 Maret 2011

Nusantara
Anambas,(MR) Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA) Abdul Haris,SH mengharapkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) tetap konsisten menciptakan kondisi yang tertib, aman dan tentram dalam rangka mensukseskan kebijakan pemerintah dan pemerintah daerah. Demikian diungkapkan oleh Abdul Haris, SH. yang bertindak sebagai inspektur upacara dalam upacara peringatan HUT Satpol PP yang ke-61 yang digelar di halaman kantor bupati jalan Imam Bonjol, Kamis (03/02/). Hadir dalam upacara itu Staf Ahli, Inspektorat, Kadispenda, Kadisperindagkop, Sekretaris DPRD dan Sekretaris PU serta muspida KKA. Bendera pataka Satpol PP diapit dalam upacara tersebut. Upacara itu di hadiri juga para pegawai di lingkungan pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas. Diharapkan jajaran Satpol PP dapat bekerja dengan baik. Ia mengatakan bahwa tugas seorang satpol PP itu semakin berat dan kompleks. Apalagi menjelang pembangunan di kabupaten Kepulauan Anambas ini satpol PP harus siap sebagai garda penegak peraturan daerah (perda). Satpol PP Kabupaten Kepulauan Anambas yang telah melaksanakan tugasnya dengan baik dan bagus. Hendaknya hal ini sebagai motivasi dan inspirasi bagi satpol PP lainnya untuk melaksanakan tugasnya dengan lebih baik lagi. Satpol PP hendaknya melaksanakan tugas keamanan dan ketertiban yang baik dan bagus dengan berpatroli sepanjang wakyu hingga kedesa-desa,” tuturnya kepada MR. Diharapkan oleh Wakil Bupati agar petugas Satpol PP dapat juga menertibkan material yang menumpukkan barangnya di pinggir jalan umum sehingga dapat mengganggu pengguna jalan lainnya jika melewati jalan tersebut. “Masyarakat yang ingin membangun kadangkala ada material yang ditempatkan di pinggir jalan hendaknya petugas Satpol PP dapat menertibkannya. Jika kota kita tertib, aman, rapi dan bersih maka

11

Jalan Penghubung Desa Rawasari Cikande Butuh Rehab
Karawang,(MR) Desa Rawasari dan Desa Cikande terletak di wilayah kecamatan Cilebar Karawang Jawabarat, keberadaan jalan desa yang menjadi tumpuan lintas warga sepanjang + 6 km mengalami rusak berat sangat memperhatikan. Sebagai jalan penghubung selalu ramai dilalui warga untuk menjalankan aktivitas para petani, pedagang. dari sekian lama mulai jalan ini di gunakan warga sebagai jalan lintas,hingga saat ini, tak tersentuh pembangunan oleh pemerintah, akibat rusaknya jalan tersebut menimbulkan rawan kecelakaan, apalagi disaat cuaca musim hujan, jalan akan licin dan berbahaya, aktivitas warga menjadi terkendala. Aktivitas warga pun menjadi terhambat, tranportani pertanian hasil bumipun juga tidak lancar, dan mengundang banyak bahaya dan bahaya ini pernah dialami warga saat melintas terpeleset jatuh, motor rusak dan kaki terkilir. Karsad (50) warga dusun Cikande, kepada koran ini mempertanyakan, “ Kapan pemerintah mau memperbaiki jalan desa kami, dan kapan para dewan-dewan terhaormat itu mau berkunjung dan melintas di jalan ini, agar mereka merasakan apa yang di rasakan warga Cikande, keluhnya, karena menurutnya, sudah berabad-abad jalan di desa ini belum ada perbaikan. ujarnya dengan nada kecewa. Dilain tempat, masih dalam satu dusun, salah satu warga yang seharianya melintas di jalan tersebut, Adung (35) megatakan “ Saya berharap dan tolonglah yang di bangun jangan jalan yang sudah bagus diperbaiki, tapi jalan rusak yang harus di perbaiki atau jalan yang belum sama sekali tersentuh seperti jalan Desa Rawasari dan desa Cikande butuh perhatian pemerintah agar aktivitas warga menjadi lancar, anak-anak sekolah tidak terganggu dan tidak ada lagi warga yang mengala,i kecelakaan. >> Warsian

Satpol PP Diharapkan Tetap Konsisten

merupakan daya tarik orang daerah luar mengunjungi kota ini karena mereka ingin mengetahui secara langsung kota Terempa. Diharapkan Satpol PP dapat berkoordinasi dalam menjalankan penertiban untuk kebersihan dan

kerapian kota,” tandasnya. Selesai upacara dilanjutkan dengan beberapa pertunjukan atraksi oleh anggota satpol PP KKA, yakni atraksi formasi tongkat dan formasi borgol dan foto bersama seluruh anggota. >>Edward

PT. Semen Baturaja ....................................................... (Sambungan dari Hal 1)
(semen setengah jadi). Debu Raw Metal tersebut mengandung beberapa unsur kimia, seperti CaCO3 terdapat di dalam batu kapur (batu karang), Sl2O3 terdapat di dalam tanah liat dan Fe2O3 di dalam pasir besi, ketiga bahan baku inilah batu kapur, tanah liat, pasir besi sehingga menjadi semen yang di olah di dalam pabrik semen, debu Row Meal yang dikeluarkan dari cerobong akibat alat penangkap debu yang dinamakan Electric Fasifitator (EF) alat ini sering trip dan alat ini harganya sangat mahal didatangkan dari Negara Jerman sering tripnya alat penangkap debu ini akibat download tenaga listrik karena PT. Semen Baturaja bermasalah arus listrik karena ketergantungan dengan PLN bukan tenaga listrik PT. Semen Baturaja sendiri.ungkapnya. Lain lagi Syafaruddin, Bagian Umum Administrasi mengatakan, kami di kantor PTSB di Baturaja ini tidak dapat berbuat banyak, karena semua kebijakan yang akan di ambil perusahaan ada di Management PTSB kantor pusat di Palembang, jelasnya. Syafaruddin juga mengatakan, kami juga rugi kalau debu yang banyak keluar dari cerobong tersebut dan kami tidak dapat bonus dari perusahaan karena debu Raw Meal tersebut adalah semen setengah jadi. Debu Raw Meal tersebut sangat berbahaya dengan kesehatan ujar salah satu anggota LSM. Terkait peledakan, Syafaruddin mengatakan bahwa PTSB sudah mempunyai alat cukup baik dan tidak lagi melaksanakan peledakan untuk memecahkan batu karang tersebut, melainkan di keruk dan dipecahkan oleh alat tadi, dan perusahaan tidak akan menggunakan lagi bahan peledak seperti Amonium Nitrat Foil Oil (ANFO), Damotin dan bahan lainnya. Maka tidak ada lagi batu kapur beterbangan (Flaying Rock) akibat peledakan terutama sekitar radius 25 meter dari rumah penduduk yang sangat dekat. Ditanya tentang pertemuan beberapa pihak membahas masalah debu pada tanggal 26 Februari 2011di Kantor Lurah Air Gading Kecamatan Baturaja Barat. Pertemuan yang dihadiri Dinas Kesehatan OKU, ka. Bapedalda, Camat Baturaja Barat, Baturaja Timur, Lurah Sukajadi, Lurah Air Gading dan Tokoh Masyarakat serta Tokoh Agama. Pertemuan membahas masalah debu yang keluar dari cerobong pabrik semen. Ardi Bagian Umum PTSB menjawab, bahwa pihaknya tidak ada undangan dan PTSB tidak memberitahu, jadi kami tidak tahu masalahnya, ia juga menginformasikan, bahwa disetiap kelurahan dan desa, terutama desa Ring Satu, kami ada intel untuk memantau keresahan masyarakat terutama sekali masalah debu semen, padahal itu bukan debu semen melainkan debu Row Meal/semen setengah jadi. Dikonfirmasi wartawan MR tentang dana bahan peledak di perusahan BUMN ini, Ardi berkelit “ Silahkan tanyakan kepada Humas PT.Semen Baturaja kantor pusat di Palembang,” tandasnya. Penjelasan tersebut tidak sesuai dengan UU No.14 tahun 2008 yang mengharuskan ada keterbukaan. Adanya indikasi penyelewengan dana, pada anggaran penggunaan bahan peledak di pabrik semen Baturaja ini, dana tersebut lebih kurang Rp700 juta, dan karyawan berinisial AGS sudah diberhentikan oleh perusahaan. Sangat disayangkan, perusahaan milik Negara ini diduga mengendapkan kasus korupsi itu, tidak melanjutkan kepada penegak hukum. Menjadi pertanyaan, Ada apa sebenarnya dengan Top Management PT.Semen Baturaja kantor pusat di Palembang. Apakah ikut juga KKN didalam kasus itu ?. untuk menjelaskannya perlu Kesigapan para penegak hukum mengawal hal itu menjadi perkara di meja Majelis Hakim. >>Sahmi/Tim

Dana RSBI ............................. (Sambungan dari Hal 1)
Karena hampir sebagian besar sekolah RSBI memungut dana yang begitu besar dari masyarakat," katanya. Fasli Jalal menjelaskan, RSBI menerima dana dari pemerintah pusat, provinsi dan juga pungutan dari orang tua siswa. Namun dana tersebut tidak digunakan sesuai ketentuan pemerintah yakni untuk peningkatan mutu didalam proses belajar mengajar serta kualitas tenaga pengajar sehingga siswa yang bersekolah di RSBI menjadi siswa yang lebih berkualitas dibanding sekolah nasional. Sesuai dengan evaluasi yang dilakukan beberapa waktu lalu, jelasnya, sekolah menggunakan dana tersebut untuk memperbaiki ruangan kelas, membangun laboratorium, memasang air conditioner dan memasang pagar atau gerbang sekolah untuk mempercantik tampak luar gedung dibandingkan mutu pengajaran. "Padahal kan dana untuk fisik itu tidak bertepi. Dan harapan kita uang itu dipakai untuk mutu, baru fisik itupun harus dipilih dulu apa saja yang sangat penting untuk diperbaiki," katanya. Fasli juga mengungkapkan, penyalahgunaan dana paling banyak terjadi di SMA sementara hasil evaluasi menyebut penyalahgunaan dana di SD hanya 25 persen. Oleh karena itu, dengan studi komprehensif yang dilakukan Kemendiknas untuk membuat peraturan menteri (permen) baru RSBI maka pemakaian dana akan diperketat. Ia menyatakan, evaluasi tentang dana ini memang menjadi fokus utama karena hasil evaluasi menyebut mutu yang diciptakan RSBI ini sudah baik walau belum secepat yang diharapkan. Akan tetapi, perbaikan juga akan diutamakan bagi tenaga pengajar di sekolah khusus ini. "Evaluasi mencakup tiga hal yakni tata cara penerimaan murid baru, pungutan biaya dari orang tua serta kesiapan SDM. Saat ini ada 1300 sekolah RSBI. Nanti jika permen sudah rampung dan disahkan akan diketahui sekolah mana saja yang akan dikembalikan ke status biasa, sebagian diberi peringatan untuk memperbaiki diri serta sekolah RSBI yang sudah siap maju menjadi SBI akan tetap dikawal oleh Kemendiknas. >>Ediatmo

Walikota Tasik Hadiri Peringatan Maulid di Sukajaya
Kota Tasikmalaya,(MR) Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW Tingkat Kecamatan Purbaratu yang bertempat di depan Kantor Kelurahan Sukajaya, Selasa (01/03). Walikota Tasikmalaya Drs.H.Syarif Hidayat, M.Si memberikan sambutan sekaligus menyampaikan tausiah kepada seluruh jamaah yang dihadiri oleh para ketua MUI kelurahan se kecamatan Purbaratu, para lurah, para alim ulama, jajaran polsek dan koramil, para anggota organisasi kepemudaan, serta para warga masyarakat se kelurahan sukajaya. Walikota Tasikmalaya dalam tausiahnya menyampaikaan pentingnya peringatan maulid Nabi Besar Muhammad SAW, bukan sekedar peringatan dilahirkannya saja melainkan yang paling penting adalah kita harus taat dan mencontoh kepada rasullullah, rosullullah sebagai contoh dalam segala aspek kehidupan, bidang berkeluarga, berorganisasi, bidang pemerintahan, kepeminpinan, dan yang paling utama dalam hal peribadatan yang langsung dengan sang pencipta seperti sholat, haji, puasa dan sebagainya. Banyak orang besar didunia ini, tetapi kebesaran tersebut hanya ada semasa hidupnya saja, dikala orang tersebut meninggal kebesaran orang tersebut ikut mati, tetapi kebesaran rosullullah SAW meskipun beliau sudah tiada kebesarannya tetap abadi sampai sekarang bahkan sampai akhir jaman. >> Iin Kartiwan

KPK Merasa ....................... (Sambungan dari Hal 1)
Kepada wartawan di Yogyakarta, Sabtu (12/3), Busyro menegaskan informasi itu memang menarik, namun sejauh ini isi pemberitaan itu tidak menunjukkan adanya fakta. "Karena itu, KPK tidak akan mengambil tindakan pendalaman atas informasi itu. KPK merasa belum perlu melakukan penyelidikan," kata Busyro. Menyikapi pengakuan mantan Wapres Jusuf Kalla yang membenarkan sejumlah informasi yang muncul dalam berita di The Age tersebut, Busyro menilai yang diungkapkan JK adalah bagian dari kehidupan partai politik di Indonesia. Budaya membeli dukungan di internal partai politik untuk mendapatkan kekuasaan diakuinya sudah membudaya. Namun demikian hal tersebut, tidak dapat dinilai sebagai korupsi jika uang yang dipergunakan untuk membeli dukungan di internal partai politik adalah milik pribadi politisi. Namun secara moral, jelasnya, budaya tersebut harus segera dihilangkan dari kehidupan partai politik di Indonesia. Berbeda dengan pendapat Busyro, peneliti pada Pusat Studi HAM (PusHAM) Universitas Islam Indonesia Eko Prasetyo mengatakan, seharusnya KPK melakukan penyelidikan dan penelitian yang mendalam atas informasi itu. >>Suratno

SOSOK
Segudang Penghargaan Dalam dan Luar Negeri Sudah Diraihnya
Karawang,(MR) Misa Swarsa adalah sosok warga kelurahan Mekarjati yang mempunyai segudang pengalaman di bidang penelitian dan pengembangan jamur merang hingga tingkat internasional yang perjalanannya pernah menjadi penyaji pada acara seminar di Sanghai yang di ikuti oleh 200 negara termasuk di dalam negri sendiri mendapatkan penghargaan dari presiden Megawati dan dirjen hortikultura. Dengan latar belakang pendidikan S3 di Prancis, selain itu ia juga pernah menjadi dosen di Universitas Padjajaran, dan sampai saat ini rumahnyapun dijadikan tempat pelatihan/PKL, baik dari para mahasiswa, pengusaha, karyawan dari dalam dan luar negeri, diantaranya dari RRC, Thailand, Philipina, Brazil, Hongkong, Singapura, Malaysia. Sosok Misa ini dengan keahliannya sudah di telusuri oleh tingkat provinsi Jawa Barat, oleh karenanya Lurah Mekarjati beserta LPM mengharapkan kepada pemerintah daerah memperhatikan sarana dan prasarana Balai Pelatihan untuk mengangkat potensi yang sangat berharga baik untuk kelurahan maupun kabupaten karawang khususnya negara indonesia, karena Misa swarsa ini merupakan aset bangsa bukan daerah lagi bahkan Misa Swarsa sendiri mengatakan untuk 3 tahun sampai dengan 5 tahun kedepan indonesia akan menjadi penghasil jamur merang no. 2 di dunia setelah Brazil. >> K. Ledeng

Titipan Kilat ............................................................................... (Sambungan dari Hal 1)
sudah turun. Berbeda dengan kita dulu, melalui hambatan dan rintangan . Coba lihat ,banyak tak layak jadi Satpol, karena postur tubuh tidak memenuhi standart.Tadi bendahara sudah menanyakan, kemungkinan besar gaji mereka bakal dirapel, tinggal menunggu Pak Subandi, gajinya sudah ada. Hasil komfirmasi dari beberapa perwakilan, mereka mengakui titipan dari beberapa pejabat daerah baik legislative maupun eksekutif. Yang paling menarik, ada peserta orientasi belum membuat lamaran, namun SK PTT dah keluar, “ mantap”. Sementara di bagian depan kantor, ada 3 orang sedang latihan PBB. Ketika wartawan coba menayakkan kepada beberapa Satpol yang bertugas, mereka menyatakan, itu baru masuk, mereka tak tau ada orientasi celetuk Satpol berseragam. Aneh bin ajaib, tak ada lamaran dan baru masuk oreintasi SK PTT dah keluar, sungguh terlalu. Penerimaan Satpol Tampa digaji, hanya lelucon ? Kepala Satuan Satpol PP Subandi, ketika dikomfirmasi lewat telepon genggamnya, terkait penerimaan Satpol-PP di sponsori oknum pejabat Daerah, awalnya Dia mengatakan mereka masuk Satpol-PP Sukarela tak perlu digaji, Namun ketika hal itu diperjelas rekan wartawan lainnya, Subandi langsung mengatakan Dia hanya bergurau. “ Saya tadi bergurau Pak, sama Bu Jalia, Kalau mengenai itu kita tidak bisa jawab disini. Itu merupakan program 2010, dan sudah dijelaskan di RRI , dan media harian local lainnya. Subandi juga mengatakan dalam RKA ada 31 orang dan SK masih di tahan. Mereka itu belum digaji, kata Subandi sambil tertawa. Selanjutnya Dia mengatakan, dari hasil kunjungan kerja di Daerah, serta sesuai dengan Permendagri no 6 tahun 2010, maka perlu penambahan Satpol-PP lagi, untuk ditempatkan di 12 kecamatan di Natuna. Target 5 perkecamatan.Tahun ini akan kita usulkan, jika anggaran mencukupi akan kita lakukan penerimaan, tegasnya. Dengan dalih mau Pilkada daerah, maka penerimaan Satpol-PP dinilai syarat kepentingan politik. Sebab dari seluruh peserta, hampir seluruh kecamatan ada perwakilan, kecuali kecamatan Serasan. Jika disimak secara seksama, ada upaya untuk menguntungkan suara kepada beberapa kandidat, terkait penerimaan anggota Satpol, tampa test. Sebelumnya Subandi pernah mengatakan didepan beberapa wartawan, tentang minimnya anggaran untuk operasional Satpol PP. Kita minta biaya operasional ditambah, malah personil Satpol yang diberi, celutuknya. Plt Sekda Natuna Drs Minwardi, ketika dikomfirmasi terkait penerimaan Satpol-PP melalui jalan tol (Bebas Hambatan), Dirinya tidak tahu soal penerimaan itu. Namun demikian Dia mengatakan, seharusnya penerimaan PTT, melalui seleksi dan terbuka. Dengan demikian kita dapat menjaring putra-putri terbaik daerah untuk ditempatkan bekerja. Tolong di cek kepada bagian kepegawaian apakah benar ada penerimaan. Hasil pantauan dilapangan, masih banyak pekerja di Kantor Bupati sudah bertahuntahun mengabdi namun SK PTT belum keluar. Sementara anak yang baru tamat, langsung mendapatkan SK, sungguh memilukan. Dwitra Gunawan ketika dikonfirmasi, membenarkan adanya penerimaan Satpol-PP “ Lewat pintu belakang ” Imfonya ada titipan Dewan, karena mereka diterima sebelum Pilbup kemarin. Kita kasihan aja kepada pelamar terdahulu. Lamaran dah lama masuk belum dipanggil, sementara anak baru kemarin sore (baru tamat) sudah dapat bekerja dengan mandat SK Bupati. Tolong dicek titipan siapa saja, katanya. Ketua DPRD Natuna Hadi Candra S.sos ketika dikomfirmasi beberapa wartawan, tentang adanya penerimaan Satpol-PP, merupakan titipan beberapa oknum Dewan, menepis dugaan itu. Setahu Saya tidak ada titip menitip, kalau memang anda ketahui tolong sebutkan kita juga mau tau, tantang Pak Ketua. Saya juga tidak tahu ada penerimaan honor PTT, nanti akan kita kroscek katanya. >>Roy

Bagi Hasil .............................. (Sambungan dari Hal 1)
Dihibahkan kepada Pramuka Rp 600 juta, kepada PMI Rp 200 juta. Selain itu, dihibahkan kepada PKK sebesar Rp 500 juta, hibah kepada BLM-PNPM-P2KP, Rp 2,3 miliar lebih, serta hibah DAK bidang pendidikan sebesar Rp 17,1 miliar lebih. Menurut Mappiare bahwa DAK Bidang pendidikan telah tersedia sendiri, memang dalam aturan (PMK) diprioritaskan pengalokasiannya sebesar 0,5 persen kepada pendidikan dasar, yang diambilkan dari DBH-SDA. Jika hibah untuk DAK Bidang Pendidikan sudah mencapai Rp 17,1 miliar lebih, yang di comot dari DBH-SDA patut dipertanyakan. Sebab ada Peraturan Menteri (Permen) yang melarang itu ujarnya. Berdasarkan data yang berhasil dihimpun Media Rakyat dilapangan, setiap Kabupaten/Kota dalam Provinsi Jambi memang menerima dana bagi hasil (DBH) dari pemerintah Pusat, termasuk Provinsi Jambi. Namun besarnya dana DBH, yang diterima Kabupaten kota dalam Provinsi Jambi nilainya bervariasi. Seperti DBH yang diterima Kabupaten Muaro Jambi tahun 2009 sebesar Rp 46.164.746.000,Kabupaten Sarolangun Rp 44.203.364.000,-, Kabupaten Tanjung Jabung Timur Rp106.117.306.000,- Kabupaten Batanghari Rp39.620.690.000,- Kabupaten Bungo Rp 38.000.241.000,Kabupaten Tebo Rp 38.000.241.000,-. Selain itu Kabupaten Merangin sebesar Rp 38.000.241.000,-, Tanjung Jabung Barat menerima Rp 291.366.825.000,-dan Kabupaten Kerinci/Kota Sungai Penuh masing sebesar Rp 38.000.241.000,-. Dana bagi hasil (DBH) yang dikucurkan pemerintah pusat ke kabupaten/kota tersebut diantaranya berasal dari Sumber Daya Alam (SDA), minyak dan gas bumi dan DBH pajak. >>Leman

Cicih Sukarsih, S. ST.

Siap Sukseskan CKR
Indramayu,(MR) Hj.Cicih Sukarsih,S.ST. Kepala UPTD Puskesmas Bugis Kecamatan Anjatan Kabupaten Indramayu Jawa Barat, menyatakan siap mensukseskan Program Camat Ketemu Rakyat (CKR) setiap Hari Jumat, baik dalam bentuk bantuan sosial ekonomi maupun pelayanan kesehatan gratis bagi warga desa yang membutuhkannya. Menurutnya, jenis pelayanan kesehatan gratis yang diberikan kepada warga berupa pengobatan di Puskesmas, pelayanan Balita dan Ibu Hamil di Posyandu dan persalinan Ibu melahirkan dan anak di Puskesman, atau rujukan ke Rumah Sakit sesuai permohonan pasien yang dilengkapi dengan Jamkesmas. Dibidang pendidikan kami hendak mengadakan koordinasi dengan pihak sekolah dalam upaya menghidupkan unit kerja Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) ditiap sekolah yang berada di wilayah kerja Puskesmas Bugis, tutur Cicih, seusai menerima kunjungan kerja Camat Anjatan, Mulya Sedjati, SE. dan Sekcam Ade Somantri, Rabu lalu. >> Mukromin

Pantai Sepi ........................... (Sambungan dari Hal 1)
wisatawan pada akhir pekan selalu ramai, baik tamu yang membawa kenda-raan roda empat maupun roda dua. "Biasanya, wisatawan yang datang selain kendaraan pribadi, ada juga rombongan bus dari Bogor atau Bandung," ujarnya. Sementara itu Sumarno, salah seorang penjaga Pantai Tambang Ayam mengeluhkan hal yang sama. Kunjungan wisatawan ke Tambang Ayam,semakin sepi setelah Jepang diterjang tsunami. "Yang jelas, wisata-wan yang datang ke Anyer dan Cinangka kurang diminati," katanya seraya mengatakan kondisi jalan menuju Anyer rusak parah. >>Sukendar

Nama Sjafri .................................................................................. (Sambungan dari Hal 1)
memberikan visa kepada Sjafrie yang kala itu menjabat sebagai pejabat senior presiden untuk mendampingi SBY menghadiri KTT G20 di Pittsburg, Pennsylvania. Sjafrie, menurut Wikileaks, dicurigai terlibat dalam aksi teror dan melakukan pembunuhan tanpa peradilan. Tuduhan terhadap Sjafrie tersebut terkait dengan jabatannya sebagai komandan pasukan khusus Indonesia di Timor Timur. Dia dianggap bertanggung jawab atas pembunuhan massal di Santa Cruz yang merengut nyawa lebih dari 250 demonstran prokemerdekaan pada 12 November 1991. Sjafrie juga dituding bertanggung jawab atas merebaknya kekerasan di Dilli pascareferendum kemerdekaan pada 20 Agustus 1999. >>Edi

SURAT KABAR UMUM

Advertorial

Edisi 232 Tahun XI 16 - 26 Maret 2011

12

Rapat Paripurna Penyampaian LKPJ-AMJ Bupati Kabupaten Natuna
DPRD Natuna gelar rapat paripurna Laporan Keterangan Pertanggungjawaban akhir masa jabatan (LKPJ-AMJ) periode 2006-2010 yang dibacakan langsung oleh Bupati Natuna Drs Raja Amirullah, Apt. Acara rapat tersebut dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Natuna Hadi Chandra. Hadir dalam acara seluruh anggota DPRD Natuna beserta jajaran SKPD Natuna, unsur Muspida Natuna serta tokoh agama dan tokoh masyarakat. Mereka menyaksikan dengan antusaias Bupati membacakan pidato LKPJ-AMJ. Ketua DPRD Hadi Chandra mengatakan LKPJAMJ merupakan salah satu kewajiban bagi kepala daerah untuk disampaikan kepada DPRD dengan maksud memberikan informasi penyelenggaraan pemerintah daerah selama satu tahun anggaran dan selama satu periode jabatan. Kemudian dari laporan ini DPRD akan menjadikannya suatu referensi bagi penilaian visi daerah dengan tingkat prestasi yang telah dicapai dalam masa kepemimpinan seorang kepala daerah yang dapat dilihat dalam laporan keterangan dan pertanggungjawaban pada akhir masa jabatan.

Bupati Natuna Raja Amirullah, Apt. bersalaman dengan tokoh agama Natuna.

Raja Amirullah, Apt. membacakan pidato Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Akhir Masa Jabatan (LKPJ-AMJ)

Photo bersama Bupati Natunam Kades dan Camat Bunguran Timur

Bupati Natuna Raja Amirullah bersalaman dengan Danlanud Ranai Danag Setyabudi

Anggota DPRD Natuna Ngesti Yuni Suprapti dan Mustamin Bakri saat menghadiri Rapat Paripurna

Unsur Muspida turut hadir pada acara Rapat Paripurna penyampaian LKPJ-AMJ Bupati Natuna

Anggota DPRD Natuna dari Fraksi PAN yang hadir pada acara Rapat Paripurna penyampaian LKPJ-AMJ Bupati Natuna

Jajaran SKPD Natuna hadir di acara Rapat Paripurna penyampaian LKPJ-AMJ Bupati Natuna

Ketua DPRD Natuna Hadi Chandra bersama Plh .Sekda Natuna Minwardi

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->