Anda di halaman 1dari 9

UJIAN AKHIR SEMESTER

STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA KECIL


DOSEN : Prof. Ir. Rudy C. Tarumingkeng, Ph.D

FLORENCE DANOKO
01-2008-017

UNIVERSITAS KRISTEN KRIDA WACANA


PROGRAM S2 MAGISTER MANAGEMENT (MM)
JAKARTA

1
STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA KECIL
KECIL

Dalam upaya penumbuhan usaha kecil, perlu diketahui karakteristik serta permasalahan

dan kendala dan kendala yang dihadapi oleh usaha kecil. Pada umumnya, usaha kecil

mempunyai ciri sebagai berikut :

1. Biasanya berbentuk usaha perorangan dan belum berbadan hukum perusahaan

2. Aspek legalitas usaha lemah

3. Struktur organisasi bersifat sederhana dengan pembagian kerja yang tidak baku

4. Kebanyakan tidak mempunyai laporan keuangan dan tidak melakukan pemisahan antara

keuangan dan tidak melakukan pemisahan antara kekayaan pribadi dengan kekayaan

perusahaan

5. Kualitas manajemen rendah dan jarang yang memiliki rencana usaha

6. Sumber utama modal usaha adalah modal pribadi

7. Sumber daya manusia (SDM) terbatas

8. Pemilik memiliki ikatan batin yang kuat dengan perusahaan, sehingga seluruh kewajiban

perusahaan juga menjadi kewajiban pemilik.

Kondisi tersebut berakibat kepada :

• Lemahnya jaringan usaha serta keterbatasan kemampuan penetrasi pasar dan

diversifikasi pasar.

• Skala ekonomi terlalu kecil sehingga sukar menekan biaya

• Margin keuntungan sangat tipis

Sehubungan dengan permasalahan yang dialami oleh UKM, Badan Pusat Statistik

mengidentifikasikan permasalahan yang dihadapi oleh UKM adalah :

1. Kurang permodalan

2
2. Kesulitan dalam pemasaran

3. Persaingan usaha ketat

4. Kesulitan bahan baku

5. Kurang teknis produksi dan keahlian

6. Keterampilan manajerial kurang

7. Kurang pengetahuan manajemen keuangan

8. Iklim usaha yang kurang kondusif (perijinan, aturan/perundangan).

Pengembangan aliansi strategis pengusaha Indonesia menghadapi era pasar bebas

dalam pembangunan ekonomi nasional sedang dan akan menghadapi berbagai perubahan

fundamental yang berlangsung dengan cepat dan perlu kesiapan dari para pelakunya.

Perubahan fundamental tersebut adalah :

1. Terjadi di tingkat internasional yaitu proses globalisasi dengan perdagangan bebas dunia

sebagai salah satu motor penggeraknya.

Perubahan ini mempunyai dampak langsung pada perekonomian nasional dan usaha

kecil nasional adalah globalisasi dan liberalisasi perdagangan. Globalisasi dan

liberalisasi perdagangan berarti pasar dunia akan makin terbuka bagi produk-produk kita,

dan sebaliknya pasar domestik kita pun akan makin terbuka pula bagi produk-produk

internasional. Di pasar domestik, globalisasi menyebabkan terjadinya proses

internasionalisasi sistem budaya dengan dampak langsung terhadap perilaku konsumsi

masyarakat. Pergeseran pola konsumsi ini lepas dari preferensi kita baik sebagai individu

maupun sebagai bangsa akan menggeser pula permintaan akan produk-produk nasional

yang tidak memiliki ciri budaya "internasional".

Ditinjau dari sisi permintaan, konsumen akan membutuhkan barang dan jasa yang makin

beragam serta menuntut jaminan kualitas yang lebih tinggi. Tuntutan konsumen yang

makin tinggi tersebut mendorong para pelaku ekonomi di dunia industri manufaktur dan

3
jasa untuk menerjemahkan selera konsumen pada satu kepaduan produk (product

integrity).

Sementara itu, ditinjau dari sisi penawaran, teknologi berperan makin besar, dan

mengubah pola produksi, terutama dengan berkembangnya teknologi informasi yang

membuka kemungkinan-kemungkinan yang belum terlihat batas-batasnya. Konsep

desain manufaktur dan perakitan serta rekayasa keteknikan akan mengikuti pola

perkembangan konsumsi yang makin terspesialisasi itu. Faktor nilai (value) akan makin

dominan dan merupakan fenomena global karena tidak hanya menitikberatkan pada

kualitas, tetapi juga pada ketersediaan waktu (time availibility) dan tingkat limbah (non-

value wastes) yang dihasilkan.

2. Perubahan fundamental kedua terjadi di dalam negeri, yaitu berlangsungnya

transformasi struktur perekonomian nasional dan peningkatan pendapatan masyarakat

yang diikuti oleh perubahan pola konsumsi masyarakat.

berkenaan dengan dinamika pembangunan ekonomi nasional itu sendiri, yaitu

transformasi struktur perekonomian dari ekonomi tradisional ke ekonomi modern, dari

ekonomi agraris ke ekonomi industri.

Proses industrialisasi akan menghasilkan permintaan yang meningkat akan bahan-bahan

baku dan barang-barang setengah jadi, serta komponen-komponen bagi industri pada

berbagai tahapannya dari hulu sampai ke hilir.

Dengan demikian, permintaan akan berbagai jenis barang bukan hanya meningkat, tetapi

makin beragam. Di bidang jasa, juga terjadi proses yang sama, karena proses

transformasi yang sedang terjadi juga menyangkut jasa-jasa, yang akan makin penting

perannya dalam struktur ekonomi yang modern. Permintaan akan jasa-jasa akan makin

besar, baik volume, jenis, maupun kualitasnya.

4
Pembangunan ekonomi juga meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat

dan, dengan demikian, daya belinya. Hal ini berarti pasar domestik akan terus membesar

dengan permintaan akan produk-produk yang makin tinggi kualitasnya, makin luas, dan

makin banyak macamnya, serta makin canggih teknologinya.

Perubahan-perubahan ini bersifat sangat mendasar dan, oleh karena itu menuntut

perhatian kita bersama untuk melakukan langkah-langkah strategis sehingga perubahan-

perubahan yang terjadi justru menjadi peluang yang dapat dimanfaatkan oleh usaha kecil, yang

jumlahnya sangat besar dan yang menjadi sandaran hidup sebagian besar rakyat Indonesia,

untuk tumbuh dan berkembang secara alamiah, institusional, dan berkelanjutan.

Kedua-duanya menghasilkan hal yang sama, yaitu memberikan kesempatan kepada dunia usaha

nasional untuk berkembang dan berkembang dengan kecepatan yang tinggi, karena proses

globalisasi itu sendiri bergerak dengan cepat.

Untuk bisa memanfaatkan kesempatan tersebut, ada syarat yang harus dipenuhi yaitu

1. Daya saing

Peluang yang terbuka untuk mengembangkan usaha dalam perekonomian yang makin

terbuka dan terintegrasi dengan ekonomi dunia hanya bisa dimanfaatkan kalau dunia

usaha kita memiliki daya saing. Daya saing dihasilkan oleh produktivitas dan efisiensi

serta partisipasi masyarakat yang seluas-luasnya dalam perekonomian.

Produktivitas menyangkut kualitas sumber daya manusia dan pemanfaatan teknologi,

dan pengelolaan sumber daya alam secara tepat yang menjamin bukan hanya

keekonomian tetapi juga kesinambungannya. Efisiensi berarti sedikitnya hambatan dan

berfungsinya dengan baik ekonomi sehingga mendorong biaya-biaya produksi menjadi

serendah mungkin.

5
2. Kewirausahaan

kewirausahaan memerlukan syarat-syarat pengetahuan untuk bisa berusaha dalam

dunia perekonomian modern, seperti pengetahuan yang minimal mengenai modal, pasar,

mana jemen usaha, teknologi, dan informasi.

Manajemen strategic adalah proses pengembangan suatu rencana bisnis untuk menuntun

perusahaan sewaktu berjuang mencapai misi, tujuan dan cita-cita serta untuk menjaga arah

tujuan yang diinginkan.

Prosedur manajemen strategis usaha kecil, meliputi :

1. Gunakan horizon perencanaan yang relative

2. Tidak formal dan tidak terstruktur

3. Dorong peran karyawan dan pihak luar

4. Jangan mulai penetapkan cita-cita

5. Fokuskan pada berpikir strategi

Adapun strategi pengembangan usaha kecil yaitu :

1. Peningkatan
Peningkatan akses kepada aset produktif,
produktif terutama modal, di samping juga teknologi,

manajemen, dan segi-segi lainya yang penting.

2. Peningkatan akses pada pasar,


pasar yang meliputi suatu spektrum kegiatan yang luas, mulai

dari pencadangan usaha, sampai pada informasi pasar, bantuan produksi, dan

prasarana serta sarana pemasaran. Khususnya, bagi usaha kecil di perdesaan,

prasarana ekonomi yang dasar dan akan sangat membantu adalah prasarana

perhubungan.

3. Kewirausahaan. Dalam hal ini pelatihan-pelatihan mengenai pengetahuan dan

keterampilan yang diperlukan untuk berusaha teramat penting.

4. Kelembagaan. Kelembagaan ekonomi dalam arti luas adalah pasar. Maka memperkuat

pasar adalah penting, tetapi hal itu harus disertai dengan pengendalian agar bekerjanya

6
pasar tidak melenceng dan mengakibatkan melebarnya kesenjangan. Untuk itu

diperlukan intervensi-intervensi yang tepat, yang tidak bertentangan dengan kaidah-

kaidah yang mendasar dalam suatu ekonomi bebas, tetapi tetap menjamin tercapainya

pemerataan sosial (social equity).

5. Kemitraan usaha,
usaha merupakan jalur yang penting dan strategis bagi pengembangan

usaha ekonomi rakyat.

Sesuai definisi manajemen strategi berarti pebisnis juga harus membuat perencanaan dalam

bentuk formulasi bisnis secara matang. Nah, Resnik dalam Certo dan Peter (1991) seperti dikutip

I Putu Sugi Darmawan (2004), terdapat 10 formulasi strategi yang disarankan dirancang untuk

mempertinggi kesempatan hidup dan sukses sebuah usaha kecil yaitu :

1. Menjadi objektif

Angan-angan sendiri tidak memiliki tempat di dalam bangunan sebuah bisnis. Kejujuran,

penilaian yang tenang dari kekuatan dan kelemahan perusahaan dan keahlian bisnis

serta manajemennya adalah hal yang mendasar.

2. Membuat sederhana dan terfokus

Dalam usaha kecil, kesederhanaan adalah efektif. Usaha dan sumber daya, seharusnya

dikonsentrasikan dimana dampak dan keuntungan adalah hal yang paling utama.

3. Fokus pada pasar yang menguntungkan

Kelangsungan hidup dan keberhasilan usaha kecil oleh persediaan barang dan jasa

khusus yang menemukan keinginan dan kebutuhan dari pemilihan kelompok pelanggan.

4. Mengembangkan rencana pemasaran

Usaha kecil harus memutuskan bagaimana untuk meraih dan menjual kepada pelanggan

5. Memanajemen tenaga kerja secara efektif

Kesuksesan usaha kecil tergantung pada bangunan, pengaturan dan motivasi sebuah

tim pemenang

7
6. Membuat catatan keuangan yang jelas

Usaha kecil perlu untuk memiliki catatan asset, liabilitas, penjualan, biaya dan informasi

akunting lainnya dalam urutan untuk kelangsungan hidup dan keberhasilan

7. Tidak pernah menghambur-hamburkan kas

8. Menghindari perangkap yang berulang-ulang dari pertumbuhan yang cepat. Usaha kecil

harus hati-hati melakukan ekspansi

9. Mengerti seluruh fase bisnis.

Pengendalian usaha kecil dan kemajuan keuntungan usaha kecil, tergantung pada

pengertian yang lengkap dari seluruh fungsi bisnis

10. Merencanakan ke depan

Usaha kecil harus memformulasikan secara kritis dan menantang, pencapaian yang

masih, tujuan dan mengubahnya menjadi aktifitas yang produktif.

Kesimpulan dan saran

Dalam mengembangkan dan meningkatkan usaha kecil, perlu diketahui beberapa aspek yang

menjadi pertimbangan dalam pengambilan keputusan seperti dikemukakan diatas yaitu

mengenai pemahaman karakteristik dari usaha kecil, kendala yang dihadapi usaha kecil serta

strategi dalam pengembangan usaha kecil, terlebih dalam era globalisasi perdagangan bebas

dimana terdapat daya saing yang tinggi. Untuk itu diharapkan usaha kecil yang ada di Indonesia

mampu mendominasi dan berperan serta dalam pasar dunia, dimana pemerintah harus turut

berperan serta membantu usaha kecil dalam menghadapi kendala-kendala perekonomian

sehingga dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat Indonesia yang dapat berakibat

menurunnya tingkat pengangguran.

Saran penulis adalah sebenarnya tidak sulit untuk meningkatkan usaha kecil yang ada di negara

kita, yaitu pemerintah bisa mensosialisasikan kepada masyarakat mengenai usaha kecil,

8
memberikan dukungan baik moril maupun materiil, memberikan seminar-seminar mengenai

keterampilan-keterampilan dalam usaha kecil yang mudah di cerna oleh masyarakat pada

umumnya sehingga dari usaha kecil dapat berkembang menjadi usaha yang besar nantinya dan

menjadi penyalur dan pendistribusian hasil usaha baik dalam negeri dan luar negeri.

Daftar Pustaka

- http://ifs-forum.gogoo.us/peluang-usaha-f32/10-formulasi-strategi-sukses-usaha-kecil-

t469.htm

- Kartasasmita, Ginandjar, Strategi Pengembangan Usaha Kecil, Kesempatan dan

Tantangan dalam Proses Transformasi Global dan Nasional, Seminar Nasional dalam rangka

HUT ke 20 HIPPI, Jakarta, 1996.

- http://pksm.mercubuana.ac.id/modul/99012-3-316427411327.doc