P. 1
Skripsi

Skripsi

|Views: 6,340|Likes:
Dipublikasikan oleh Faris Fashihul

More info:

Published by: Faris Fashihul on Mar 18, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/16/2013

pdf

text

original

Sections

  • 1.1 Latar Belakang Masalah
  • 1.2 Perumusan Masalah
  • 1.3 Tujuan Penelitian
  • 1.4 Manfaat Penelitian
  • 1.5 Sistematika Penulisan
  • 2.1 Penelitian Terdahulu
  • 2.2 Landasan Teori
  • 2.2.1 Saham
  • 2.2.2 Harga Saham
  • 2.2.3 Laporan Keuangan
  • 2.2.4 Laporan Arus Kas
  • Tabel 2.1 Format Dasar Laporan Arus Kas
  • 2.2.5 Laba Akuntansi
  • 2.2.6 Laba Kotor
  • 2.2.7 Laba Operasi
  • 2.2.8 Laba Bersih
  • 2.2.9 Persistensi Laba
  • 2.2.10 Indeks Liquid 45
  • 2.2.11 Hubungan Arus Kas Terhadap Masing-Masing Variabel
  • 1. Hubungan Arus Kas Operasi dan Persistensi Laba
  • 2. Hubungan Arus Kas Operasi dan Harga Saham
  • Laba
  • 2.3 Kerangka Pemikiran
  • 2.4 Hipotesis Penelitian
  • 3.1 Rancangan Penelitian
  • 3.2 Batasan Penelitian
  • 3.3 Identifikasi Variabel
  • 3.4 Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel
  • 3.5 Populasi, Sampel, dan Teknik Pengambilan Sampel
  • 3.6 Data dan Metode Pengumpulan Data
  • 3.6.1 Jenis dan Sumber Data
  • 3.6.2 Metode Pengumpulan Data
  • 3.7 Taknik Analisis Data
  • 4.1 Gambaran Subyek Penelitian
  • Tabel 4.1 Kriteria Pengambilan Sampel
  • Tabel 4.2 Daftar Perusahaan Sampel
  • 4.2 Teknik Analisis Data
  • 4.2.1 Analisis Deskriptif
  • Tabel 4.3 Tanggal Publikasi Laporan Keuangan
  • Tabel 4.5 Hasil Perhitungan Arus Kas Operasi
  • Tabel 4.6 Hasil Perhitungan Persistensi Laba
  • 4.2.2 Analisis Statistik
  • Tabel 4.7 Hasil Uji Normalitas Model Penelitian
  • 4.3 Pembahasan
  • 4.3.1 Pengaruh Arus Kas Operasi terhadap Harga Saham
  • Persistensi Laba Sebagai Variabel Intervening
  • 5.1 Kesimpulan
  • 6.2 Keterbatasan Penelitian
  • 6.3 Saran

PENGARUH ARUS KAS OPERASI TERHADAP HARGA SAHAM DENGAN PERSISTENSI LABA SEBAGAI VARIABEL INTERVENING SKRIPSI

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Penyelesaian Program Pendidikan Strata Satu Jurusan Akuntansi

Oleh :

FARIS FASHIHUL LISAN 2007310491

SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI PERBANAS SURABAYA 2011

PENGARUH ARUS KAS OPERASI TERHADAP HARGA SAHAM DENGAN PERSISTENSI LABA SEBAGAI VARIABEL INTERVENING

Diajukan oleh :

FARIS FASHIHUL LISAN NIM : 2007.310.491

Skripsi ini telah dibimbing dan dinyatakan siap diujikan

Dosen Pembimbing, Tanggal : 24 Januari 2011

(Dra. Gunasti Hudiwinarsih Ak, M.Si)

ii

SKRIPSI
PENGARUH ARUS KAS OPERASI TERHADAP HARGA SAHAM DENGAN PERSISTENSI LABA SEBAGAI VARIABEL INTERVENING

Disusun oleh :

FARIS FASHIHUL LISAN NIM : 2007.310.491

Dipertahankan di depan Tim Penguji dan dinyatakan Lulus Ujian Skripsi pada tanggal 11 Februari 2011 Tim Penguji

Ketua

: (Prof. Dr. Drs. R. Wilopo, Ak., M.Si)

……………………...

Sekretaris : (Dra. Gunasti Hudiwinarsih, Ak., M.Si) ……………………...

Anggota

: (Nurul Hasanah Uswati Dewi, SE., M.Si) ……………………..

iii

.....Si..PENGESAHAN SKRIPSI Nama Tempat..310... Tanggal :........I.. SE. M... M. Gunasti Hudiwinarsih Ak......... Tanggal Lahir N.. 6 April 1989 : 2007..... (Supriyati..... Ak) (Dra...491 : Akuntansi : Strata 1 : Akuntansi Keuangan : Pengaruh Arus Kas Operasi terhadap Harga Saham dengan Persistensi Laba Sebagai Variabel Intervening Disetujui dan diterima baik oleh : Ketua Jurusan Akuntansi Tanggal :.Si iv . Dosen Pembimbing....M Jurusan Program Pendidikan Konsentrasi Judul : Faris Fashihul Lisan : Gresik..

MOTTO Antara otak. hati. dan insting harus seimbang! Jangan mengingat hal yang menyedihkan! Tidak baik buat kesehatan Dunia adalah petualangan yang bisa memanggilku tuk beraksi kapan saja Pujian mengingatkan akan suatu kemunduran! Nikmati hidup seperti jalannya singa! Bergerak jika penting saja dan bersikap sesuai tempatnya v . otot.

Luffy. Well. My Incredible Thanks to Mugiwara Pirates and Ichigo Kurosaki Maybe others says we are foolish dreamer. I wish we can always playing football. Robin. Usoop. Flowers of the friendship always blooms even in hell. I guess we're all the same in that respect. My mother and my sister is a mot beautiful godsend that I ever have. My Super Thanks to Amburadul. goes through our rival. .com caused they was teach me how to treat me the way that me deserve to be treated. I wish we can keep speed up to reach our dream. Brook. I can’t say more just ARIGATOOOOOOOOOOOOOOOO!!! My Awesome Thanks to the Flying Dutchman Jorge Lorenzo 99# You are my real inspiration.SKRIPSI INI DIPERSEMBAHKAN KEPADA . My Super Awesome Thanks you to ALLAH SWT My infinite thaks to Allah SWT that gave me blessing and benediction. You show me how to not surrender and always keep going no matter what. all of us have a hard past too. they always show an optimistic to pass any resistance in my life. and Ichigo. so I can goes through and finish my ultimate task in STIE Perbanas Surabaya. Chooper. . My Biggest Thanks you for My Big Family My mother and my sister that always cheer me up when i need some support. Franky. Gracias! vi .com I am very thanks to my best group amburadul. Nami. Sanji. but we always believe that everythings can happen in this world. Zoro. and leading the way.

KATA PENGANTAR Puji Syukur kehadirat Allah SWT atas limpahan rahmatnya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “ Pengaruh Arus Kas Operasi Terhadap Harga Saham dengan Persistensi Laba Sebagai Variabel Intervening “. M. selaku Ketua Jurusan Akuntansi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Perbanas Surabaya. SE. Prof. Dr. Tatik Suryani.Si. Ibu Supriyati..Si.. Gunasti Hudiwinarsih Ak. Penulis dapat menyelesaikan dengan baik karena adanya bantuan dari berbagai pihak dalam memecahkan masalah yang dihadapi selama proses penulisan skripsi ini. Drs. dan pengetahuan. Psi. vii . sehingga skripsi ini dapat terselesaikan dengan baik dan lancar. selaku Dosen Wali yang telah meluangkan waktu memberikan bimbingan. 3. arahan. Ibu Triana Mayasari.Si. Dra. sebagai Dosen Pembimbing yang telah memberikan banyak saran dan arahan dalam penyusunan skripsi. M.. 2. Ak. Hj. M. Ak.. 4. M. SE. Pada kesempatan ini penulis ingin menyampaikan rasa terima kasih kepada pihak – pihak yang selama ini memberikan bantuan dan dukungan antara lain: 1.M selaku Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Perbanas Surabaya.

Februari 2011 Penulis viii .5. Bapak dan Ibu Dosen beserta Civitas Akademika STIE Perbanas Surabaya dan Staff Perpustakaan STIE Perbanas Surabaya yang telah membantu penyusunan skripsi ini. semoga dapat berguna bagi semua pihak pada umumnya dan bagi para peneliti yang ingin meneliti objek yang sama pada khususnya. Demikian skripsi ini dibuat.

.... Hubungan Arus Kas Operasi dan Persistensi Laba ............8 Laba Bersih .........2...........2 Perumusan Masalah ....................... 31 1......11 Hubungan Arus Kas Terhadap Masing-Masing Variabel .....................................................................…....................................................... 33 2............ Hubungan Arus Kas Operasi Terhadap Harga Saham Melalui Persistensi Laba .... vii DAFTAR ISI....................................2.....5 Sistematika Penulisan ...... 35 BAB III METODE PENELITIAN ................ 7 2.........5 Laba Akuntansi ................................................... 26 2..... iii HALAMAN PENGESAHAN SKRIPSI………………………………………...……………………………………………………………………............................. 31 2...... 1 1.................................... 1 1....................... 32 3..................................…………...........2...... 34 2.................................................................................1 Latar Belakang Masalah ..... v HALAMAN PERSEMBAHAN........................................... 4 1..... 28 2................9 Persistensi Laba ...............4 Hipotesis Penelitian .............................................1 Saham ........................................2.... Hubungan Arus Kas Operasi dan Harga Saham .......................... 15 2..........................3 Kerangka Pemikiran ...................................................................................................3 Tujuan Penelitian .....1 Penelitian Terdahulu ..4 Laporan Arus Kas .........2....................... 17 2.....xii DAFTAR LAMPIRAN…………………………………………………………...... 15 2..............................................................2...........................7 Laba Operasi ...................................................................................... 23 2.......vi KATA PENGANTAR………………………………………………............. ix DAFTAR TABEL……………………………………………………………….............i HALAMAN PERSETUJUAN SIAP UJI………………………………………… ii HALAMAN LULUS UJIAN SKRIPSI…………………………………………...2 Landasan Teori...........2 Batasan Penelitian ..................................1 Rancangan Penelitian ......10 Indeks Liquid 45 ................................................................................2................... 36 3..................................3 Laporan Keuangan ..........xi DAFTAR GAMBAR……………………………………………………………................................. 29 2.............................................................................................................2............................................................................……………............................................................................... 30 2....................... 6 BAB II TINJAUAN PUSTAKA ............................................................................................................... 21 2.............................................. 36 3............................... 5 1.................6 Laba Kotor ...................... 30 2.......…………………....... xiii ABSTRAK/RINGKASAN………………………………………………………xiv BAB I PENDAHULUAN .....2......................................................................................2 Harga Saham ........................................................ 37 ix .......................................................................................................... 29 2.............................................................4 Manfaat Penelitian ...........................2................... 4 1......................... iv HALAMAN MOTTO............2............DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL………………………………………………………………... 7 2.................................................

.......................................................3.................................................................................3................................................................................................................................... 51 4...............................................2 Keterbatasan Penelitian .................1 Gambaran Subyek Penelitian ................. 49 4.......... Sampel...2................ 73 5....3 Saran .................................................... 40 3............... 74 5..........................1 Jenis dan Sumber Data .............. 49 4............... 40 3........................................ 39 3............ 59 4.....................3 Identifikasi Variabel ..............................................2 Pengaruh Arus Kas Operasi terhadap Harga Saham dengan Persistensi Laba Sebagai Variabel Intervening ............................................ 69 4........................................................................................................6 Data dan Metode Pengumpulan Data ..................................................................................2.................................... 40 BAB IV GAMBARAN SUBJEK PENELITIAN DAN ANALISIS DATA ..........................................6...........4 Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel........................7 Taknik Analisis Data ............... 75 x .... dan Teknik Pengambilan Sampel ..1 Analisis Deskriptif ....... 73 5...................... 37 3.....................5 Populasi............................... 69 4...................3 Pembahasan ......... 37 3...............6................... 71 BAB V PENUTUP ........ 51 4...............1 Pengaruh Arus Kas Operasi terhadap Harga Saham.................................... ..............2 Metode Pengumpulan Data .....................................................3......1 Kesimpulan .............2 Analisis Statistik ...2 Teknik Analisis Data .............................. 40 3...........

2 Tabel 4.10 Tabel 4.6 Tabel 4.12 Tabel 4.7 Tabel 4.9 Tabel 4.4 Tabel 4.DAFTAR TABEL Halaman Tabel 2.1 Tabel 4.11 Tabel 4.13 Tabel 4.16 : Format Dasar Laporan Arus Kas : Kriteria Pengambilan Sampel : Daftar Perusahaan Sampel : Tanggal Publikasi Laporan Keuangan : Hasil Perhitungan Harga Saham : Hasil Perhitungan Arus Kas Operasi : Hasil Perhitungan Persistensi Laba : Hasil Uji Normalitas Model Penelitian : Koefisien Determinasi Uji Hipotesis Persamaan Pertama : Koefisien Determinasi Uji Hipotesis Persamaan Kedua : Koefisien Determinasi Uji Hipotesis Persamaan Ketiga : Hasil Uji F Uji Hipotesis Persamaan Pertama : Hasil Uji F Uji Hipotesis Persamaan Kedua : Hasil Uji F Uji Hipotesis Persamaan Ketiga : Hasil Uji t Uji Hipotesis Persamaan Pertama : Hasil Uji t Uji Hipotesis Persamaan Kedua : Hasil Uji t Uji Hipotesis Persamaan Ketiga 26 49 50 52 53 56 58 60 62 63 63 65 65 66 67 67 68 xi .3 Tabel 4.8 Tabel 4.14 Tabel 4.1 Tabel 4.15 Tabel 4.5 Tabel 4.

DAFTAR GAMBAR
Halaman Gambar 2.1 : Kerangka Pemikiran Gambar 3.1 : Analisis Jalur Model Gambar 3.2 : Kurva Normal Uji F Gambar 3.3 : Kurva Normal Uji t Gambar 4.1 : Hasil Analisis Jalur Model 35 43 46 47 69

xii

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 Lampiran 2 Lampiran 3 Lampiran 4 Lampiran 5 Lampiran 6 Lampiran 7 Lampiran 8 Lampiran 9

: Daftar Perusahaan Sampel : Harga Saham Perusahaan LQ 45 : Arus Kas Operasi Perusahaan LQ 45 : Laba Operasi Perusahaan LQ 45 : Uji Regresi Persistensi Laba : Uji Statistik Deskriptif : Uji Normalitas : Uji Regresi Persamaan Pertama : Uji Regresi Persamaan Kedua

Lampiran 10 : Uji Regresi Persamaan Ketiga

xiii

THE INFLUENCE OF OPERATING CASH FLOW ON STOCK PRICE WITH EARNINGS PERSISTENCE AS THE INTERVENING VARIABLE

ABSTRACT

This research is aimed to examine the positive influence of operating cash flow on stock price with earnings persistence as the intervening variable. Earnings persistence is measured using regression coefficient between current earnings and next period earnings. This method is used since it is appropriate with the condition in Indonesia. The earnings used is operating income. Samples used in this research are LQ 45 companies listed in Indonesian Stock Exchange. This research used secondary data collected through financial report, Indonesian Capital Market Directory (ICMD), and Bisnis Indonesia newspaper, for an observation period of 2005-2008. The data are collected using purposive sampling method. The result of path analysis shows that operating cash flow does not influence stock price with earnings persistence as the intervening variable.

Keywords: Stock Price, Operating Cash Flow, and Earning Persistence

xiv

Kondisi keuangan perusahaan dapat diketahui dari laporan keuangan perusahaan yang bersangkutan. Investor sangat berkepentingan terhadap perkembangan dan kondisi keuangan perusahaan. suatu negara yang hanya mengandalkan Bank dan Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB) dalam menghimpun dana akan menemui kesulitan untuk mendapatkan sumbersumber pembiayaan proyek-proyeknya. Apabila dikelola secara profesional. Pasar modal membantu menyehatkan struktur permodalan perusahaan sekaligus memberi kesempatan kepada investor untuk ikut serta dalam pemilikan dan pembagian laba (dividen) serta mengharapkan capital gain. Sedangkan pasar uang hanya menyediakan penyertaan. yang pertama adalah memberikan 1 . 1 ada dua tujuan dari laporan keuangan. atas dasar itulah para investor menganalisis kondisi keuangan perusahaan yang akan atau telah menjadi obyek investasinya.1 Latar Belakang Masalah Saat ini dunia telah mengakui bahwa pasar modal merupakan sarana yang handal untuk mobilisasi dana. Menurut Statement of Financial Accounting Concept (SAFC) No.BAB I PENDAHULUAN 1. Kedua lembaga tersebut diatas umumnya hanya menyediakan pinjaman modal (Jangka Pendek dan Jangka Panjang). Pelaporan keuangan merupakan suatu bentuk pertanggung-jawaban perusahaan terhadap berbagai pihak yang terkait dengan perusahaan selama periode tertentu.

(2) menilai risiko. informasi yang berkaitan dengan penerimaan dan pengeluaran kas lebih sering digunakan oleh para analis keuangan. seperti : (1) memprediksi kesulitan keuangan. ukuran. karena informasi tersebut dapat mencerminkan likuiditas dari suatu perusahaan. dan pemakai laporan keuangan lainnya untuk membuat keputusan investasi. Data yang terdapat dalam laporan arus kas merupakan indikator keuangan yang lebih baik dari akuntansi karena laporan arus kas relatif lebih mudah diinterpretasikan dan relatif lebih sulit untuk dimanipulasi. dan waktu keputusan pinjaman. kreditur. Tujuan yang kedua adalah memberikan informasi tentang prospek arus kas untuk membantu investor dan kreditur dalam menilai arus kas bersih perusahaan. dan (5) memberikan informasi tambahan pada pasar modal. Untuk analisis investasi. dan keputusan serupa lainnya. salah satunya adalah Bowen et al (1986) dalam Meythi (2006). Tujuan utama dari laporan arus kas adalah untuk memberikan informasi tentang penerimaan kas dan pengeluaran kas perusahaan selama suatu periode. laporan arus . Selain itu. investor potensial. kredit. Dalam penelitiaannya dikatakan bahwa data arus kas mempunyai manfaat dalam beberapa konteks keputusan. investasi. Informasi tersebut dapat ditemukan dalam laporan arus kas yang menjadi integral dari laporan keuangan perusahaan publik. (4) menilai perusahaan. Tujuan lainnya adalah untuk menyediakan informasi tentang kegiatan operasi. dan pembiayaan tersebut atas dasar kas. (3) memprediksi peringkat (rating) kredit.2 informasi yang bermanfaat bagi investor. Manfaat laporan arus kas ini telah dibuktikan oleh beberapa peneliti.

Reaksi harga saham dapat ditunjukkan dengan adanya perubahan harga dari sekuritas yang bersangkutan. sehingga besarnya reaksi return saham perusahaan pada earnings harus dihubungkan dengan pengaruh inovasi earnings pasa ekspektasi manfaat masa yang akan datang yang didapatkan pemegang saham. dan Meythi (2006) tidak berhasil mendapatkan bukti adanya pengaruh arus kas terhadap harga saham. Harga saham adalah nilai dari suatu saham yang terbentuk di pasar surat berharga sebagai akibat dari penawaran dan permintaan yang ada. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa koefisien respon laba berkorelasi posotif dengan persistensi laba dan tidak menunjukkan sensitivitas yang berlebihan. Kormedi dan Lipe (1987) dalam Meythi (2006) menguji hubungan antara inovasi earnings dan persistensi laba dengan return saham. Penelitian mengenai arus kas terhadap harga saham antara lain dilakukan oleh Changling Chen (2004). . Ferry dan Erni (2005). Nasir dan Ulfah (2008). San Susanto dan Erni (2006). Kiagus Andi (2007). Jadi dapat disimpulkan bahwa besarnya hubungan antara return saham dan earnings tergantung pada pesistensi laba. Para peneliti tersebut berhasil membuktikan adanya pengaruh arus kas terhadap harga saham.3 kas merupakan informasi yang dapat memberikan sinyal untuk menilai prospek masa depan perusahaan yang akan dibeli melalui kepemilikan saham (pembelian saham). Saham merupakan bentuk modal penyertaan atau bukti posisi kepemilikan dalam suatu entitas. tetapi beberapa peneliti lain seperti Ninna dan Suhairi (2006).

maka perumusan masalah yang diperoleh adalah : 1. 1.3 Tujuan Penelitian Berdasarkan perumusan masalah diatas. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh beberapa peneliti sebelumnya. . Alasan digunakan perusahaan yang terdaftar dalam LQ 45 sebagai sampel. maka tujuan yang ingin dicapai adalah : 1.4 Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan-perusahaan yang terdaftar dalam LQ 45 untuk periode penelitian tahun 2005 sampai 2008. peneliti bermaksud untuk menguji dan menentukan bukti empiris ada pengaruh arus kas operasi terhadap harga saham dengan persistensi laba sebagai variabel intervening. Apakah ada pengaruh arus kas operasi terhadap harga saham? 2. yang akan memberikan pengaruh yang kuat terhadap variabel persistensi laba. Apakah ada pengaruh arus kas operasi terhadap harga saham dengan persistensi laba sebagai variabel intervening? 1. dikarenakan perusahaan LQ 45 adalah perusahaan yang memiliki likuiditas yang tinggi.2 Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang yang telah disusun diatas. Untuk mengetahui apakah arus kas operasi berpengaruh terhadap harga saham 2. Untuk mengetahui apakah arus kas operasi berpengaruh terhadap harga saham dengan persistensi laba sebagai variabel intervening.

4 1. . Bagi Penulis Dapat menerapkan ilmu yang dipelajari selama menjalani masa perkuliahan di lembaga pendidikan STIE Perbanas yaitu untuk mewujudkan keinginannya kelak untuk berinvestasi pada suatu perusahaan. Manfaat Penelitian Bagi Investor Dapat digunakan sebagai acuan analisis saham yang akan diperjualbelikan di bursa efek melalui analisis kandungan informasi yang mempengaruhi harga saham sebelum pengambilan keputusan investasi. dan dapat dijadikan salah satu pertimbangan dalam menarik calon investor dalam jumlah yang lebih banyak. 4. 2. sehingga penelitian yang dihasilkan akan menjadi lebih baik. Bagi Perusahaan Dapat dijadikan masukan oleh perusahaan dalam mengelola kelangsungan usahanya. sehingga para investor dapat melakukan portofolio investasinya dengan lebih baik.5 1. 3. Bagi STIE Perbanas Surabaya Hasil ini akan menambah koleksi perpustakaan dan dapat menjadi acuan penelitian yang sama.

serta memberikan saran berupa implikasi hasil penelitian baik bagi pihak-pihak yang terkait maupun bagi pengembangan ilmu pengetahuan untuk peneliti selanjutnya. metode pengumpulan data. BAB II : TINJAUAN PUSTAKA Pada bab ini menguraikan tentang penelitian yang terdahulu. BAB V : PENUTUP Bab ini menjelaskan kesimpulan penelitian yang berisikan jawaban atas rumusan masalah dan pembuktian hipotesis. perumusan masalah. BAB IV : GAMBARAN SUBYEK PENELITIAN DAN ANALISIS DATA Bab ini menjelaskan garis besar tentang populasi dari penelitian serta aspek-aspek dari sampel dan analisis dari hasil penelitian. dan metode analisis data. BAB III : METODE PENELITIAN Bab ini menjelaskan tentang populasi dan sampel.5 Sistematika Penulisan Sistematika penulisan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: BAB I : PENDAHULUAN Bab ini menguraikan latar belakang masalah. landasan teori. serta sistematika penulisan. kerangka pemikiran dan hipotesis penelitian. manfaat penelitian. tujuan penelitian.6 1. .

Penelitian ini menggunakan data laporan keuangan perusahaan LQ 45 yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta (BEJ) pada tahun 2000 sampai dengan tahun 2005. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh kandungan informasi arus kas operasi terhadap harga saham periode berikutnya dengan persistensi laba sebagai variabel intervening. Laba yang digunakan adalah laba operasi. Sedangkan hasil path analysis menunjukkan bahwa arus kas operasi operasi berpengaruh dan signifikan secara tidak langsung terhadap harga saham. meneliti analisis pengaruh arus kas operasi terhadap harga saham dengan persistensi laba sebagai variabel intervening. 7 .1 Penelitian Terdahulu Ada beberapa penelitian yang telah dilakukan berhubungan dengan topik pengaruh arus kas operasi terhadap harga saham dengan persistensi laba sebagai variabel intervening. Metode penelitian ini menggunakan metode regresi berganda yang diperluas dengan path analysis untuk melihat pengaruh variabel intervening. Pada penelitian ini menunjukkan bahwa hasil pengujian hubungan langsung arus kas operasi ke harga saham ditunjukkan dengan bahwa arus kas operasi mempengaruhi harga saham namun tidak signifikan. Koefisien laba diukur dengan menggunakan koefisien regresi antara laba periode sekarang dan laba periode mendatang. Mohammad Nasir dan Mariana Ulfah (2008). 1.BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.

Sehingga dari penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa variabel laba berpengaruh secara signifikan terhadap return saham. Dengan uji beda rata-rata. Perbedaan dengan penelitian terdahulu. Variabel interaksi laba dengan arus kas operasi berpengaruh signifikan terhadap return saham. harga saham sebagai variabel dependen. penelitian ini menyatakan bahwa arus kas memberikan abnormal return terhadap investor di bursa saham yang ditunjukkan dengan adanya reaksi pasar pada saat informasi dipublikasikan. Dengan demikian. publikasi arus kas ternyata cukup . Persamaan kedua adalah pada pengujian hipotesis yang sama-sama menggunakan metode regresi berganda dengan path analysis untuk melihat pengaruh persistensi laba sebagai variabel intervening. meneliti pengaruh interaksi laba dengan laporan arus kas terhadap return saham. dan persistensi laba sebagai variabel intervening. bahwa penelitian sekarang menggunakan perusahaan yang terdaftar dalam LQ 45 periode 2005 sampai dengan 2008. Persamaan yang lain adalah penelitian sekarang menggunakan perusahaan yang terdaftar dalam LQ 45. Sementara itu interaksi laba dengan laporan arus kas dari aktivitas operasi menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap return saham. 2. Kiagus Andi (2007). Penelitian ini menunjukkan bahwa interaksi laba dengan arus kas pada aktivitas investasi dan pendanaan tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap return saham.8 Persamaan dengan penelitian sekarang adalah penelitian sekarang menggunakan arus kas operasi sebagai variabel independen.

laba kotor dan size perusahaan berpengaruh positif terhadap expected return saham.9 memberikan informasi yang relevan bagi investor yang memperoleh abnormal return. Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menemukan bukti empiris mengenai apakah informasi laporan arus kas. Persamaan kedua dengan penelitian terdahulu adalah teknik penarikan sampel yang menggunakan teknik purposive sampling dengan sampel yang harus memenuhi kriteria tertentu. sedangkan pada penelitian sekarang menggunakan laporan keuangan perusahaan yang terdaftar pada LQ 45 periode 2005 sampai 2008. meneliti pengaruh kandungan informasi komponen laporan arus kas. pada penelitian terdahulu laporan keuangan yang digunakan adalah laporan keuangan perusahaan manufaktur yang terdaftar pada Bursa Efek Jakarta (BEJ) pada periode 2003 sampai 2005. Perbedaan antara penelitian sekarang dengan penelitian terdahulu adalah penelitian terdahulu menggunakan laba sebagai variabel independen sedangkan penelitian sekarang menggunakan persistensi laba sebagai variabel intervening yang berpengaruh secara tidak langsung pada variabel dependen (harga saham). Metode . dan size perusahaan terhadap expected return saham. dengan arus kas sebagai variabel independen dan harga saham sebagai variabel dependen. Persamaan dengan penelitian sekarang adalah penelitian sekarang sama-sama menguji pengaruh arus kas terhadap harga saham. 3. Perbedaan yang kedua terletak pada laporan keuangan yang digunakan. laba kotor. Ninna Daniati dan Suhairi (2006).

4. Hasil yang signifikan juga ditunjukkan pada pengaruh laba kotor terhadap expected return saham. Persamaan dengan penelitian sekarang adalah bahwa penelitian sekarang sama-sama menggunakan informasi laporan arus kas sebagai variabel independen. Sampel yang digunakan adalah perusahaan otomotif dan perusahaan tekstil yang terdaftar dalam Bursa Efek Jakarta (BEJ). Perbedaan lainnya adalah bahwa penelitian sekarang menggunakan laporan perusahaan yang terdaftar dalam LQ 45 periode 2005 sampai 2008.10 survei yang digunakan untuk mengamati riset tersebut adalah metode purposive sampling. Penelitian ini bertujuan . meneliti pengaruh arus kas operasi terhadap harga saham dengan persistensi laba sebagai variabel intervening. Sedangkan arus kas dari aktivitas operasi tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap expected return saham. Meythi (2006). Perbedaan dengan penelitian terdahulu bahwa penelitian sekarang hanya terbatas pada penggunakan arus kas dari aktivitas operasi sebagai variabel independen. Begitu juga dengan size perusahaan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap expected return saham. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan antara arus kas dari aktivitas investasi terhadap expected return saham. Persamaan lain adalah metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode regresi linier berganda dengan teknik purposive sampling. sedangkan penelitian terdahulu menggunakan laporan perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta (BEJ) periode 1999 – 2004.

San Susanto dan Erni Ekawati (2006). sedangkan pada penelitian sekarang menggunakan perusahaan-perusahaan yang terdaftar dalam LQ 45 untuk periode tahun 2005 sampai dengan 2008. Pemilihan sampel penelitian dilakukan dengan menggunakan metode regresi berganda yang diperluas dengan path analysis untuk melihat pengaruh variabel intervening. Sampel yang digunakan adalah seluruh perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta pada tahun 1999 sampai dengan tahun 2002. Persamaan dengan penelitian sekarang adalah menggunakan arus kas operasi sebagai variabel independen. harga saham sebagai variabel dependen. 5. meneliti relevansi nilai informasi laba dan aliran kas terhadap harga saham dalam kaitannya dengan siklus hidup .11 untuk menguji dan menemukan bukti empiris mengenai pengaruh positif arus kas operasi terhadap harga saham dengan persistensi laba sebagai variabel intervening. Hubungan langsung dari arus kas operasi ke harga saham ini tidak didukung oleh bukti empiris karena tidak signifikan. Persamaan lain adalah pada pengujian hipotesis yang sama-sama menggunakan metode regresi berganda dengan path analysis untuk melihat pengaruh persistensi laba sebagai variabel intervening. Sedangkan hasil dari path analysis menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh arus kas operasi terhadap harga saham dengan persistensi laba sebagai variabel intervening. dan persistensi laba sebagai variabel intervening. Perbedaan dengan penelitian terdahulu adalah bahwa penelitian terdahulu menggunakan sampel semua perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta pada tahun 1999 sampai 2002.

sedangkan laba. Pada fase keempat. Laba dan aliran kas investasi tidak berhubungan dengan harga saham. aliran kas operasi. aliran kas operasi. aliran kas pendanaan berhubungan positif. Aliran kas invetasi berhubungan negatif dengan harga saham. aliran kas investasi. aliran kas operasi dan aliran kas pendanaan. aliran kas operasi. hasil pengujian terhadap perusahaan pada tahap mature menemukan bukti bahwa harga saham dipengaruhi oleh laba. Temuan ini menunjukkan bahwa dalam menilai kinerja serta prospek masa depan perusahaan yang berada pada di tahap decline. hasil pengujian menunjukkan bahwa harga saham perusahaan pada tahap growth di pengaruhi oleh laba . Pada fase kedua. aliran kas investasi dan aliran kas pendanaan. Persamaan lain adalah penelitian terdahulu dan penelitian sekarang . Laba dan aliran kas operasi tidak berhubungan dengan harga saham. investor lebih menekan aliran kas operasi dan aliran kas pendanaan. Aliran kas investasi tidak berhubungan harga saham perusahaan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa harga saham perusahaan pada tahap start-up dipengaruhi oleh aliran kas investasi dan aliran kas pendanaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah pengaruh informasi laba. aliran kas pendanaan terhadap harga saham berbeda pada tahap siklus hidup perusahaan yang berbeda. Persamaan dengan penelitian terdahulu terletak pada komponen arus kas operasi sebagai variabel independen dan harga saham sebagai variabel dependen. Pada fase ketiga.12 perusahaan. hasil pengujian menunjukkan bahwa harga saham perusahaan pada tahap decline dipengaruhi oleh aliran kas operasi dan aliran kas pendanaan.

Perbedaan dengan penelitian terdahulu adalah penelitian sekarang menggunakan sampel perusahaan yang terdaftar pada dalam LQ 45 pada periode 2005 sampai 2008. dan pendanaan terhadap harga saham. dan pendanaan mempunyai hubungan yang signifikan terhadap harga saham. sedangkan penelitian terdahulu menggunakan sampel perusahaan yang terdaftar pada Bursa Efek Jakarta pada tahun 1993 sampai 2003. Hasil dari penelitian tersebut menyatakan bahwa arus kas dari aktivitas operasi. total aliran kas. dan komponen aliran kas operasi. Ferry dan Erni Eka Wati (2005). Persamaan dengan penelitian sekarang adalah penelitian sekarang sama-sama menguji pengaruh arus kas terhadap harga saham. Metode penelitian yang digunakan adalah model regresi sederhana secara cross section (data yang dikumpulkan pada suatu periode tertentu dan pada perusahaan yang berbeda di saat yang sama) dengan mengambil sampel berupa laporan keuangan yang terdiri dari laporan labarugi dan laporan arus kas yang telah diaudit oleh KAP untuk tahun buku per 31 Desember 1999-2002 pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEJ. meneliti mengenai pengaruh informasi laba. . serta laba akuntansi mempunyai kandungan informasi terhadap harga saham.13 menggunakan metode regresi berganda dengan teknik purposive sampling dimana sampel perusahaan yang dipilih di dasarkan pada kriteria yang telah ditentukan. investasi. dengan arus kas sebagai variabel independen dan harga saham sebagai variabel dependen. investasi. 6.

meneliti mengenai earnings persistence and stock price under. tujuan yang kedua adalah untuk mengetahui apakah laba yang diharapkan tercermin dalam harga saham yang lebih rendah atau lebih tinggi daripada harapan yang ditentukan oleh persistensi laba ketika persistensi laba tinggi atau rendah.and overreaction. sedangkan pada penelitian sekarang metode yang digunakan adalah motode regresi berganda. Hasil dari penelitian tersebut adalah bahwa persistensi laba berperan dalam memprediksi . 7. sedangkan penelitian sekarang menggunakan laporan keuangan perusahaan yang terdaftar dalam LQ 45 untuk periode tahun 2005 sampai dengan tahun 2008. Changling Chen (2004). Perbedaan yang kedua adalah metode penelitian yang digunakan oleh penelitian terdahulu adalah model regresi sederhana. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah pasca pengumuman abnormal return secara positif atau secara negatif berhubungan dengan standardized seasonally differenced quarterly earnings (SUE) ketika persistensi laba tinggi atau rendah.14 Perbedaannya adalah pada penelitian terdahulu meneliti laporan keuangan perusahaan-perusahaan manufaktur yang terdaftar di bursa efek antara tahun 1999 sampai dengan tahun 2002. tujuan yang ketiga adalah untuk mengetahui apakah sebuah strategi trading dengan posisi long di saham perusahaan dengan SUE positif besar dan posisi short di saham perusahaan dengan SUE negatif besar menghasilkan abnormal return yang lebih tinggi untuk perusahaan dengan persistensi laba relatif tinggi dan untuk perusahaan dengan persistensi laba relatif rendah.

15 pasca pengumuman abnormal return dan menyediakan bukti bahwa hubungan antara pasca pengumuman abnormal return dan perubahan laba tergantung pada tingkat persistensi laba. dan Nasdaq dengan periode penelitian antara tahun 1975 sampai 2001 sedangkan penelitian sekarang menggunakan sampel perusahaan yang terdaftar dalam LQ 45 dengan periode penelitian dari tahun 2005 sampai 2008 2. 2007:18) Jenis-jenis saham : 1. setelah dikurangi dengan semua pembayaran kewajiban perusahaan. Oleh karena itu. Persamaan dengan penelitian sekarang adalah sama-sama menguji pengaruh persistensi laba terhadap harga saham. Saham biasa Saham biasa adalah sekuritas yang menunjukkan bahwa pemegang saham biasa mempunyai hak kepemilikan atas aset perusahaan. Dengan memiliki saham suatu perusahaan.1 Saham Saham adalah surat bukti kepemilikan atas aset-aset perusahaan yang menerbitkan saham. NYSE. maka investor akan mempunyai hak kepemilikan terhadap pendapatan dan kekayaan perusahaan. pemegang saham biasa mempunyai hak suara (voting right) untuk memilih .2 Landasan Teori 2.2. Perbedaannya adalah peneliti terdahulu menggunakan sampel saham perusahaan yang terdaftar dalam AMEX. (Tandelilin.

Saham preferen menurut Tandelilin (2007:18) adalah saham yang mempunyai kombinasi karakteristik gabungan dari obligasi maupun saham biasa. Karakteristik saham biasa adalah sebagai berikut : a. Biasanya pemiliknya tidak mempunyai hak dalam RUPS. Adanya pembagian dividen. karena saham preferen memberikan pendapatan yang tetap seperti halnya obligasi dan juga mendapatkan hak kepemilikan seperti pada saham biasa. c. Saham Preferen Saham preferen (Preferen Stock) adalah saham yang akan menerima dividen dalam jumlah yang tetap. jika perusahaan memperoleh laba dan disetujui dalam RUPS d. Hak klaim terakhir atas aktiva perusahaan jika perusahaan emiten dilikuidasi b. Saham biasa adalah bukti tanda kepemilikan atas suatu perusahaan.16 direktur ataupun maanajemen perusahaan dan ikut berperan dalam pengambilan keputusan penting perusahaan dalam RUPS (Tandelilin 2007:18). tergantung pada RUPS. Hak suara proporsional pada pemilihan direksi serta keputusan lain yang ditetapkan pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Hak memesan efek terlebih dahulu sebelum efek tersebut ditawarkan kepada masyarakat. Dividen yang diterima tidak tetap. 2. . Pemilik saham biasa mempunyai hak memilih (vote) dalam RUPS. Saham biasa merupakan jenis efek yang paling sering digunakan oleh emiten untuk memperoleh dana dari masyarakat dan juga merupakan jenis yang paling populer di pasar modal.

2. Dapat dikonversikan menjadi saham biasa 2. harga saham didefinisikan sebagai: ”The price at which stock sells in the market. Pembayaran dividen dalam jumlah yang tetap b.2 Harga Saham Harga saham adalah nilai dari suatu saham yang terbentuk di pasar surat berharga sebagai akibat dari penawaran dan permintaan yang ada. tetapi informasi tersebut tidak diketahui kapan akan diterimanya sehingga informasi baru dan harga saham itu disebut unpredictable. harga pasar saham adalah nilai pasar sekuritas yang dapat diperoleh investor apabila investor menjual atau membeli saham. Hak klaim terlebih dahulu jika dibandingkan dengan saham biasa dan sesudah obligasi jika perusahaan emiten dilikuidasi c. Menurut Weston dan Brigham (2001). istilah random walk merupakan istilah yang pertama kali muncul dalam koresponden di Nature yang membahas mengenai bagaimana strategi yang optimal untuk mencari orang mabuk yang ditinggalkan di tengah lapangan.17 Saham preferen mempunyai karakteristik sebagai berikut: a. Teori Random Walk menurut Mohamad Samsul (2006:269). yang ditentukan berdasarkan harga penutupan atau closing price di bursa pada hari yang bersangkutan.” Sedangkan. Caranya adalah dengan mulai mencari di tempat pertama kali orang mabuk itu . harga saham bergerak secara acak berarti bahwa fluktuasi harga saham tergantung pada informasi baru yang akan diterima. Jadi harga penutupan atau closing price merupakan harga saham terakhir kali pada saat berpindah tangan di akhir perdagangan.

Dengan kata lain. Sedangkan nilai intrinsik (NI) menunjukkan present value arus kas yang diharapkan dari suatu saham. maka saham tersebut dinilai undervalued (harganya terlalu rendah). Analisa saham bertujuan untuk menaksir nilai intrinsik (intrinsic value) suatu saham dan kemudian membandingkannya dengan harga pasar saham tersebut pada saat ini (current market price). Perubahan harga saham tidak tergantung satu sama lain dan mempunyai distribusi probabilitas yang sama. Teori ini menyatakan bahwa perubahan harga suatu saham atau keseluruhan pasar yang telah terjadi tidak dapat digunakan untuk memprediksi gerakan di masa akan datang. yang dalam jangka waktu tertentu memenuhi persyaratan bahwa rata-ratanya adalah nol. teori ini menyatakan bahwa harga saham bergerak ke arah yang acak dan tidak dapat diperkirakan. Jadi tidak mungkin seorang investor dapat memperoleh return melebihi return pasar tanpa menanggung risiko lebih. . Bila nilai intrinsik (NI) lebih besar dari harga pasar saat ini. Hal ini juga memberikan arti bahwa selisih antara harga pada periode tertentu dengan harga pada periode yang lainnya bersifat acak. Artinya volatilitas saham tidak akan mempunyai trend yang signifikan dalam jangka waktu yang cukup lama.18 ditempatkan sebab orang tersebut akan berjalan dengan arah yang tidak tertebak dan acak. Selisih tersebut merupakan price return saham. Pedoman yang digunakan untuk menilai harga saham adalah : a. dan karenanya layak dibeli atau ditahan apabila saham tersebut telah dimiliki.

Saat di pasaran. c. investor yang hendak membeli saham akan datang ke pasar saham. Biasanya harga yang tinggi akan lebih disukai para investor. Proses Terbentuknya Harga Saham adalah sebagai berikut : Proses terbentuknya harga saham dapat dibedakan menjadi 3. Investor dapat memilih saham mana yang akan dibeli dan bisa menetapkan standar harga bagi investor itu sendiri. c. b. pertemuan antara permintaan dan penawaran menciptakan suatu titik temu yang biasa disebut sebagai titik ekuilibrium harga. Interaction of Schedule. Biasanya mereka akan memakai jasa para broker atau pialang saham. Investor tersebut dapat menetapkan pada harga berapa saham yang mereka miliki akan dilepas ke pasaran. Bila nilai intrinsik (NI) sama dengan harga pasar saat ini. investor juga dapat menjual saham ke pasar saham. Pada awalnya perusahaan yang mengeluarkan saham akan menetapkan harga awal untuk sahamnya. Demand to Buy Schedule. Saat terjadi . Ekspektasi harga yang dimiliki oleh buyer akan mempengaruhi pergerakan harga saham yang pada awalnya telah ditawarkan oleh pihak seller. harga saham tersebut akan berubah karena permintaan dari para investor. maka saham tersebut dinilai overvalued (harganya terlalu tinggi).19 b. maka saham tersebut dinilai wajar harganya dan berada dalam kondisi keseimbangan. Saham tersebut kemudian akan dijual ke pasar untuk diperdagangkan. dan karenanya layak dijual. Bila nilai intrinsik (NI) lebih kecil dari harga pasar saat ini. yaitu : a. Supply to sell schedule.

maka akan tercipta harga keseimbangan pasar modal. Hal sebaliknya juga akan terjadi apabila tingkat bunga mengalami penurunan. faktor-faktor yang mempengaruhi harga saham adalah : 1. Semakin tinggi laba per lembar saham (EPS) yang diberikan perusahaan akan memberikan pengembalian yang cukup baik. hal ini terjadi karena bunga adalah biaya. Laba per lembar saham (Earning Per Share/EPS) Seorang investor yang melakukan investasi pada perusahaan akan menerima laba atas saham yang dimilikinya. Tingkat Bunga Tingkat bunga dapat mempengaruhi harga saham dengan cara : a) Mempengaruhi persaingan di pasar modal antara saham dengan obligasi. b) Mempengaruhi laba perusahaan. apabila suku bunga naik maka investor akan menjual sahamnya untuk ditukarkan dengan obligasi. 2. Ini akan mendorong investor untuk melakukan investasi yang lebih besar lagi sehingga harga saham perusahaan akan meningkat.20 pertemuan harga yang ditawarkan oleh seller dan harga yang diminta oleh buyer. semakin tinggi suku bunga maka semakin rendah laba perusahaan. . Suku bunga juga mempengaruhi kegiatan ekonomi yang juga akan mempengaruhi laba perusahaan. Menurut Weston dan Brigham ( 2001:26 ). Hal ini akan menurunkan harga saham.

Tingkat Resiko dan Pengembalian Apabila tingkat resiko dan proyeksi laba yang diharapkan perusahaan meningkat maka akan mempengaruhi harga saham perusahaan.21 3.3 Laporan Keuangan Laporan keuangan adalah hasil dari proses akuntansi yang disebut siklus akuntansi. 2. investor melakukan investasi pada perusahaan yang mempunyai profit yang cukup baik karena menunjukan prospek yang cerah sehingga investor tertarik untuk berinvestasi. Laporan keuangan menunjukkan posisi sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan selama satu periode. maka peningkatan pembagian dividen merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kepercayaan dari pemegang saham karena jumlah kas dividen yang besar adalah yang diinginkan oleh investor sehingga harga saham naik. Jumlah Kas Dividen yang Diberikan Kebijakan pembagian dividen dapat dibagi menjadi dua. laporan keuangan juga menunjukkan kinerja keuangan perusahaan yang ditunjukkan dengan kemampuan perusahaan . 5. yaitu sebagian dibagikan dalam bentuk dividen dan sebagian lagi disisihkan sebagai laba ditahan. 4. Sebagai salah satu faktor yang mempengaruhi harga saham. yang nantinya akan mempengaruhi harga saham perusahaan.2. Selain itu. Jumlah Laba yang Didapat Perusahaan Pada umumnya. Biasanya semakin tinggi resiko maka semakin tinggi pula tingkat pengembalian saham yang diterima.

Menurut Sofyan Syafri H (2007:138). kreditor. kredit. waktu. Laporan keuangan harus memberikan informasi tentang sumbersumber ekonomi perusahaan. . tentang transaksi yang mempengaruhi modal termasuk dividen dan pembayaran lain.22 dalam menghasilkan pendapatan dan sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan. dan pemakai lainnya dalam memutuskan secara rasional penggunaan investasi. dan keputusan lainnya. kejadian. Laporan keuangan harus memberikan informasi tentang bagaimana perusahaan mendapatkan dan membelanjakan kas. d. Laporan keuangan harus memberikan informasi untuk membantu investor atau calon investor dan kreditor dan pemakai lainnya. pengaruh transaksi. untuk menilai jumlah. dan prospek penerimaan kas (yang belum pasti) dari dividen atau bunga dan juga penerimaan dari penjualan. tentang pinjaman dan pengembaliannya. Laporan keuangan harus memberikan informasi yang berguna untuk investor (baik yang sudah maupun yang potensial). dan keadaan lain yang mempengaruhi sumber kekayaan dan klaim terhadap kekayaan itu. klaim terhadap kekayaan itu (kewajiban perusahaan untuk mentransfer sumber-sumber itu kepada lembaga lain atau pemilik perusahaan). b. tujuan laporan untuk lembaga yang mencari laba adalah: a. Laporan keuangan harus dapat memberikan informasi tentang prestasi keuangan perusahaan selama satu periode. e. c.

4 Laporan Arus Kas Menurut Warren (2006:230). Selain itu. Laporan keuangan harus dapat memberikan informasi yang berguna bagi manejer dan direksi dalam proses pengambilan keputusan untuk kepentingan pemilik perusahaan. kreditor. g. Arus kas dari aktivitas operasi (cash flow from operating activities) adalah arus kas dari transaksi yang mempengaruhi laba bersih. yaitu: 1. . memenuhi kewajiban keuangannya dan membayar dividen.23 f. laporan arus kas (statement of cash flow) melaporkan arus kas masuk dan arus kas keluar yang utama dari suatu perusahaan selama satu periode. mempertahankan dan memperluas kapasitas operasinya. Laporan arus kas melaporkan arus kas melalui tiga jenis aktivitas. Laporan arus kas adalah salah satu laporan keuangan dasar yang berguna bagi manajer dalam mengevaluasi operasi masa lalu dan dalam merencanakan aktivitas investasi serta pendanaan di masa depan. 2. laporan arus kas juga menyediakan dasar untuk menilai kemampuan perusahaan membayar hutangnya yang jatuh tempo. Laporan ini menyediakan informasi yang berguna mengenai kemampuan perusahaan untuk menghasilkan kas dan operasi. dan pihak-pihak lainnya dalam menilai potensi laba perusahaan.2. Laporan arus kas juga berguna bagi investor. Laporan keuangan harus dapat memberikan informasi tentang bagaimana manajemen perusahaan mempertanggungjawabkan pengelolaannya kepada pemilik atas penggunaan sumber kekayaan yang dipercayakan kepadanya.

24 Contoh arus kas masuk dari aktivitas operasi yaitu : a. Penerimaan kas dari penagihan piutang pelanggan b. Penerimaan dari bunga atau dividen yang dikumpulkan Contoh arus kas keluar dari aktivitas operasi yaitu : a. Aktivitas ini meliputi perolehan sumber daya dari pemilik dan . Arus kas dari aktivitas pendanaan (cash flow from financing activities) adalah arus kas dari transaksi yang mempengaruhi ekuitas dan utang perusahaan. Contoh arus kas masuk dalam aktivitas investasi yaitu : a. Pengeluaran kas untuk pembelian surat berharga Pemberian pinjaman pada pihak lain 3. Penerimaan kas dari penjualan investasi surat berharga perusahaan lain b. Penagihan pinjaman jangka panjang Penerimaan kas dari aktiva tetap Contoh arus kas keluar dari aktivitas investasi yaitu : a. b. Kas yang dibayarkan untuk pembelian barang dan jasa yang akan dijual c. Pengeluaran kas untuk pelunasan utang kepada pemasok d. c. Bunga yang dibayar atas utang perusahaan 2. Pengeluaran kas untuk pembayaran gaji karyawan b. Arus kas dari aktivitas investasi (cash flow from investing activities) adalah arus kas dari transaksi yang mempengaruhi investasi dalam aktiva tidak lancar.

Pembuatan laporan dari sumber-sumber ini melibatkan langkah-langkah berikut: 1. 3. Contoh arus kas masuk dari aktivitas pendanaan yaitu : a. Penentuan perubahan (kenaikan atau penurunan) kas selama periode berjalan 4. b.25 komposisinya kepada mereka dengan pengembalian atas dan dari investasinya. dan data transaksi terpilih. Pengeluaran kas untuk pembayaran dividen Pegeluaran kas untuk pelunasan hutang jangka panjang atau obligasi Pengeluaran kas untuk pembelian saham kembali (treasury stock) Informasi untuk membuat laporan arus kas umumnya berasal dari neraca komparatif. Penerimaan kas dari penerimaan surat berharga Contoh arus kas keluar dari aktivitas pendanaan yaitu : a. Penentuan kas yang disediakan oleh aktivitas atau digunakan dalam operasi 2. laporan laba-rugi periode berjalan. Rekonsiliasi perubahan kas dengan saldo kas awal dan saldo kas akhir. Penentuan kas yang disediakan oleh atau digunakan dalam aktivitas investasi dan pembiayaan. dan peminjaman uang dari kreditor serta pelunasannya. c. Laporan arus kas memiliki format dasar sebagai berikut : .

1 Format Dasar Laporan Arus Kas Laporan Arus Kas Arus kas dari aktivitas operasi Arus kas dari aktivitas investasi Arus kas dari aktivitas pendanaan Kenaikan (penurunan) bersih kas Kas awal tahun Kas akhir tahun xxx xxx xxx xxx xxx xxx 2. 2009) mengartikan laba adalah kenaikan manfaat selama suatu periode akuntansi dalam bentuk pemasukan atau penambahan aktiva atau penurunan kewajiban yang mengakibatkan kenaikan ekuitas yang tidak berasal dari kontribusi distribusi modal. Konsep dasar dan penyajian laporan keuangan (IAI. Laba akuntansi memiliki lima karekteristik menurut Anis Chairiri dan Imam Ghozali (2001:302) yaitu : .5 Laba Akuntansi Dalam teori akuntansi Anis Chairiri dan Imam Ghozali (2001:300) menyatakan laba sebagai pengukur kenaikan aktiva yang tergantung pada ketepatan pengukuran pendapatan dan biaya. Laba akuntansi secara optimal didefinisikan sebagai perbedaan antara pendapatan yang direalisasi yang timbul dari transaksi periode tertentu diharapkan pada biaya-biaya yang dikeluarkan pada periode tertentu.26 Tabel 2.2.

beberapa keunggulan dan kelemahan laba akuntansi adalah Keunggulan laba akuntansi : 1. Laba akuntansi mengacu pada kinerja perusahaan selama satu periode tertentu serta didasarkan pada prinsip pendapatan yang memerlukan pemahaman khusus tentang definisi. Dapat diuji kebenarannya karena didasarkan pada transaksi atau fakta aktual yang didukung bukti obyektif 3. Laba akuntansi didasarkan pada transaksi aktual (accrual basis) terutama yang berasal dari penjualan barang dan jasa 2. Laba akuntansi memerlukan pengukuran tentang biaya dalam bentuk cost histories 5. Laba akuntansi masih bermanfaat untuk membantu pengambilan keputusan ekonomi 2. Masih dipandang bermanfaat untuk tujuan pengendalian terutama pertanggung jawaban manajemen. pengukuran dan pengakuan pendapatan. Menurut Anis Chairiri dan Imam Ghozali (2001:302). Dalam laba akuntansi diperlukan juga konsep penandingan (matching) antara pendapatan dengan biaya yang relevan dan berkaitan dengan pendapatan tersebut. Laba akuntansi didasarkan pada postulat periodisasi 3.27 1. . Memenuhi kriteria konservatisme artinya laba akuntansi tidak mengakui perubahan nilai tapi hanya mengakui laba yang direalisasi 4. 4.

Harga pokok penjualan menurut Al. Pada umumnya laba kotor dapat dicari dengan formula sebagai berikut : Penjualan Retur penjualan Potongan penjualan Penjualan bersih Harga pokok penjualan Laba kotor Xxx Xxx Xxx xxx xxx xxx metode . Haryono Jusup (2001:342) adalah persediaan awal ditambah dengan harga pokok barang yang dibeli dikurangi dengan persediaan akhir.2.6 Laba Kotor Laba kotor adalah selisih dari pendapatan dikurangi dengan harga pokok penjualan. biaya historis dan konservatisme dapat menghasilkan data yang menyesatkan dan tidak relevan.28 Kelemahan laba akuntansi : 1. 2. Laba akuntansi yang didasarkan pada prinsip realisasi. Laba akuntansi yang didasarkan pada prisip biaya historis mempersulit perbandingan laporan keuangan karena adanya perbedaan perhitungan cost dan metode alokasi 3. Laba akuntansi gagal mengakui kenaikan nilai aktiva yang belum direalisasi dalam suatu periode karena prisip biaya historis dan prinsip realisasi 2.

8 Laba Bersih Laba bersih menurut Mamduh dan Abdul Halim (2003:16) merupakan selisih antara total pendapatan dikurangi dengan total biaya. dengan kata lain laba bersih adalah selisih laba operasional dikurangi dengan biaya bunga dan pajak penghasilan (PPh).7 Laba Operasi Laba operasi adalah selisih dari laba kotor dikurangi dengan biaya-biaya operasi. Pada umumnya format laba bersih adalah sebagai berikut : Laba operasi Biaya bunga Pajak penghasilan (PPh) Laba bersih Xxx Xxx Xxx Xxx . Biaya operasi adalah biaya-biaya yang berhubungan dengan operasi sehari-hari perusahaan (Winwin dan Ilham. Format dasar dari laba operasi adalah sebagai berikut: Laba kotor Beban operasi Laba operasi Xxx Xxx Xxx 2. Dengan demikian laba bersih adalah laba yang akan dibagikan sebagian dalam bentuk dividen dan sisanya merupakan laba ditahan bagi perusahaan yang bersangkutan.2. 2006:143).2.29 2.

2. Untuk dapat masuk dalam indeks LQ 45 suatu saham harus memenuhi kriteria sebagai berikut : 1) Masuk dalam top 60 terbesar dari total transaksi saham di pasar reguler (ratarata nilai transaksi selama 12 bulan terakhir) 2) Masuk dalam rangking yang didasarkan pada nilai kapitalisasi pasar (rata-rata kapitalisasi pasar selama 12 bulan terakhir) 3) Telah tercatat di BEI sekurang-kurangnya 3 bulan .30 2. Persistensi laba sering digunakan sebagai pertimbangan kualitas laba karena persistensi laba merupakan komponen dari karakteristik kualitatif relevansi yaitu predictive value (Jonas dan Blanchet. Penman (2001) menyatakan bahwa persistensi laba adalah laba akuntansi yang diharapkan di masa mendatang (expected future earnings) yang tercermin pada laba tahun berjalan (current earnings). (2006) adalah properti laba yang menjelaskan kemampuan perusahaan untuk mempertahankan laba yang diperoleh saat ini sampai masa mendatang.10 Indeks Liquid 45 Indeks liquid 45 atau sering disebut LQ 45 ini terdiri dari 45 saham yang dipilih setelah melalui beberapa kriteria sehingga indeks ini terdiri dari sahamsaham yang mempunyai likuiditas yang tinggi dan juga mempertimbangkan kapitalisasi pasar dari saham-saham tersebut (www. 2. 2000).9 Persistensi Laba Persistensi laba menurut Meythi.2.id).idx.co.

Penelitian yang dilakukan Parawiyati dan Baridwan [1998] menguji hubungan laba dan arus kas dalam memprediksi laba dan arus kas masa mendatang. yaitu pada setiap awal bulan februari dan agustus apabila ada saham yang tidak memnuhi kriteria. arus kas menyediakan informasi yang lebih baik daripada earnings dalam menaksir arus kas mendatang. Hasil dari multivariate model menunjukkan bahwa earnings menambah informasi untuk menaksir arus kas mendatang. prospek pertumbuhan perusahaan. saham tersebut akan dikeluarkan dari perhitungan indeks dan digantikan dengan saham yang memenuhi kriteria. Data penelitian yang . sementara untuk jangka panjang (4-8 tahun). tetapi kinerjanya tidak lebih baik dari arus kas. Hasil ini tidak konsisten dengan asersi FASB. Hubungan Arus Kas Operasi dan Persistensi Laba Finger (1994) dalam Meythi (2006) menguji kemampuan earnings dan arus kas dalam memprediksi earnings dan arus kas masa depan.2. menemukan bukti dalam jangka pendek (1 sampai 2 tahun ke depan). Penggantian saham akan dilakukan setiap 6 bulan sekali. 2.31 4) Kondisi keuangan perusahaan.11 Hubungan Arus Kas Terhadap Masing-Masing Variabel 1. frekuensi dan jumlah transaksi di pasar reguler. BEI secara terus-menerus memantau perkembangan komponen saham yang masuk dalam perhitungan indeks LQ 45. Populasi yang diteliti adalah laporan keuangan perusahaan go public selama enam periode mulai tahun 1989-1994. arus kas dan earnings sama baiknya untuk memprediksi.

serta memungkinkan pemakai mengembangkan model untuk menilai dan membandingkan nilai sekarang dari arus kas masa depan dari berbagai perusahaan. tetapi menurut Meythi (2006) yang menguji apakah data arus kas mempunyai kandungan informasi dalam hubungannya dengan harga saham. Hubungan Arus Kas Operasi dan Harga Saham Informasi laporan arus kas berguna untuk mengetahui kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas dan setara kas. 2. .32 digunakan adalah data sekunder dari Bapepam. yang berarti bahwa data arus kas tidak mempunyai kandungan informasi dalam hubungannya dengan harga saham. hasil pengujiannya menunjukkan sebaliknya yaitu laba merupakan prediktor yang lebih baik dari pada arus kas dalam memprediksi laba dan arus kas. Dengan menggunakan model regresi yang berbeda. Livnat dan Zarowin (1999) dalam Triyono dan Jogiyanto (2000) menyatakan bahwa unexpected cash flow dan cash outflow dari aktivitas operasi dalam periode tertentu akan mempengaruhi harga saham melalui pengaruhnya pada arus kas. menunjukkan bahwa hasil penelitian mereka tidak berhasil menolak hipotesis nol. dan menguji variabel setelah dilakukan penyesuaian dengan faktor deflator. dengan sampel laporan yang diambil secara purposive random sampling sebesar 288 laporan keuangan dari 48 perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta. Pengujian hipotesis dilakukan dengan menguji variabel tanpa faktor deflator.

dan investasi. tetapi pemisahan arus ke dalam komponen arus kas operasi. Triyono dan Hartono [2000] menguji kandungan laba dan informasi arus kas yang dikelompokkan dalam arus kas dari aktivitas operasi. arus kas . komponen arus kas dan laba akuntansi terhadap harga atau return saham. Jadi dapat disimpulkan bahwa besarnya hubungan antara return saham dan earnings tergantung pada persistensi laba. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa dengan model level. Perusahaan yang dijadikan sampel adalah perusahaan-perusahaan yang sahamnya aktif diperdagangkan di bursa saham. Populasi yang digunakan adalah seluruh perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta (BEJ). yang mempublikasikan laporan keuangannya untuk tahun 1995 dan 1996. Hubungan Arus Kas Operasi Terhadap Harga Saham Melalui Persistensi Laba Kormedi dan Lipe (1987) dalam Mohammad Nasir dan Mariana Ulfah (2008) menguji hubungan antara inovasi earnings dan persistensi laba dengan return saham. Teknik pengujian yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi model linier dengan pendekatan levels dan return untuk mengetahui kandungan informasi arus kas. Hasilnya menunjukkan bahwa koefisien respon laba mempunyai hubungan positif dengan persistensi laba. total arus kas tidak mempunyai hubungan yang signifikan dengan harga saham. tetapi tidak menunjukkan sensitivitas yang berlebihan. sehingga besarnya reaksi return saham perusahaan pada earnings harus dihubungkan dengan pengaruh inovasi earnings pada ekspektasi manfaat masa datang yang didapat oleh pemegang saham.33 3. pendanaan.

34 pendanaan. 2. perubahan arus kas total. 2006:174). dan arus kas investasi menunjukkan adanya hubungan yang signifikan dengan harga saham. Temuan lainnya adalah dengan menggunakan model return. Kerangka penelitian yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah seperti gambar berikut : . Untuk menguji pengaruh variabel intervening digunakan metode analisis jalur (path analysis). perubahan komponen arus kas. Dalam kerangka penelitian dapat dijelaskan bahwa arus kas operasi dapat berpengaruh langsung terhadap harga saham. tetapi dapat juga berpengaruh tidak langsung terhadap harga saham yaitu dengan melalui variabel persistensi laba lebih dahulu kemudian ke variabel harga saham. dan perubahan laba akuntansi tidak mempunyai hubungan yang signifikan dengan return saham. Analisis jalur merupakan perluasan dari analisis regresi linier berganda.3 Kerangka Pemikiran Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh arus kas operasi terhadap harga saham dengan persistensi laba sebagai variabel intervening. analisis jalur adalah penggunaan regresi untuk menaksir hubungan kausalitas antar variabel berdasarkan teori (Imam Ghozali.

.4 Hipotesis Penelitian Berdasarkan pada perumusan masalah.35 Gambar 2. tujuan penelitian dan landasan teori maka hipotesis dari penelitian ini adalah H1 : Arus kas operasi berpengaruh terhadap harga saham. H2 : Arus kas operasi berpengaruh terhadap harga saham dengan persistensi laba sebagai variabel intervening.1 Kerangka Pemikiran Persistensi Laba Arus Kas Operasi Harga Saham 2.

1 Rancangan Penelitian 1. Berdasarkan Jenis Data Penelitian ini merupakan penelitian arsip dimana data diperoleh berdasarkan dokumen arsip. Penelitian ini juga merupakan penelitian yang menggunakan metode kuantitatif yaitu penelitian yang menekankan pada 36 . atau catatan-catatan lain yang berasal dari internal perusahaan itu sendiri maupun data eksternal yaitu publikasi data yang diperoleh dari pihak lain.BAB III METODE PENELITIAN 3. Tujuan penelitian historis adalah melakukan rekonstruksi laporan keuangan masa lalu secara sistematik. jurnal. 3. Berdasarkan Tujuan Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian lanjutan yang bertujuan untuk mengetahui kebenaran dari penelitian yang dilakukan sebelumnya dan juga merupakan Non Behavior Research di bidang keuangan. Penelitian ini bersifat eksplanatif yang menjelaskan suatu permasalahan yang berkaitan dengan teori-teori yang ada (Mudjarad Kuncoro. buku. 2003) 2. dan akurat untuk menjelaskan laporan keuangan masa yang akan datang. Berdasarkan Karakteristik Masalah Penelitian ini termasuk dalam kategori penelitian historis yang merupakan penelitian terhadap masalah yang berkaitan dengan kejadian atau laporan keuangan masa lalu suatu perusahaan. obyektif.

3.4 Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel Untuk membatasi permasalahan dalam penelitian ini serta untuk memudahkan dalam menganalisis data. 3. Variabel Mediasi (intervening variable) adalah : PL = Persistensi laba 3.37 pengujian teori-teori melalui pengukuran variabel-variabel penelitian dengan angka dan melakukan analisis data dengan menggunakan prosedur statistik. Variabel bebas (independent variable) adalah : AKO = Arus kas operasi 3. maka berikut ini akan dijelaskan definisi variabel operasional dan pengukurannya : .2 Batasan Penelitian Ruang lingkup dalam penelitian ini hanya sebatas pada laporan arus kas operasi terhadap harga saham dengan persistensi laba sebagai variabel intervening pada perusahaan yang terdaftar dalam LQ 45 di BEI pada tahun 2005 sampai 2008.3 Identifikasi Variabel Variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder melalui metode dokumentasi. Variabel tergantung (dependent variable) adalah : HS = Harga saham 2.

Kemudian harga saham harian ini akan dirata-rata untuk menentukan besarnya harga saham lima hari sebelum dan lima hari sesudah publikasi laporan keuangan. 4. Jumlah lembar saham yang beredar . 5. 3. Harga saham yang digunakan dalam penelitian ini adalah harga saham pada saat penutupan pada tanggal pengumuman laporan keuangan. Arus kas operasi Arus kas operasi adalah arus kas yang berasal dari aktivitas operasi terutama diperoleh dari aktivitas penghasilan utama pendapatan perusahaan dan aktivitas lain yang bukan merupakan aktivitas investasi dan aktivitas pendanaan. -1. 0. Menurut Weston dan Brigham (2001). -4. Harga suatu saham pada hakikatnya ditentukan oleh kekuatan permintaan dan penawaran terhadap saham yang bersangkutan. harga penutupan atau closing price merupakan harga saham terakhir kali pada saat berpindah tangan di akhir perdagangan. Metode arus kas operasi yang digunakan adalah arus kas operasi dibagi dengan jumlah lembar saham yang beredar. Harga saham Harga saham yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah harga saham pada saat penutupan (closing price) pada periode pengamatan. 2. yang ditransformasikan ke dalam angka t: -5. 2004). Kedua kekuatan itu sendiri merupakan cerminan dari ekspektasi investor terhadap kinerja saham dimasa yang akan datang.38 1. Arus kas operasi per lembar saham = Arus kas operasi . 2. Penelitian periode jendela (event windows) lima hari sebelum dan lima hari sesudah publikasi laporan keuangan (Dwi Susilo dkk. -3. -2. 1.

Teknik yang digunakan untuk pengambilan sampel pada penelitian ini adalah dengan menggunakan metode purposive sampling yaitu teknik pemilihan sampel dengan menggunakan beberapa kriteria tertentu dengan tujuan untuk mendapatkan sampel yang representative sesuai dengan kriteria yang ditentukan. Sampel.5 Populasi. Persistensi laba Persistensi laba adalah properti laba yang menjelaskan kemampuan perusahaan untuk mempertahankan jumlah laba yang diperoleh saat ini sampai masa mendatang. Laba operasi memiliki tingkat persistensi yang tinggi kerena merupakan pendapatan yang berasal dari kegiatan utama perusahaan. Earnings t+1 = α + β earnings t + Et+1 b adalah koefisien regresi sebagai proksi dari persistensi laba. dan Teknik Pengambilan Sampel Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan-perusahaan secara konsisten terdaftar dalam LQ 45. 3. Lipe (1990) dan Sloan (1996) menggunakan koefisien regresi dari hasil regresi antara laba periode sekarang dengan periode yang akan datang sebagai proksi persistensi laba karena sesuai dengan kondisi indonesia (Chandrarin 2001) dalam Meythi (2006). Laba yang digunakan dalam penelitian ini adalah laba operasi. Adapun kriteria yang digunakan adalah sebagai berikut : .39 3. Alasan penggunaan perusahaan yang termasuk dalam LQ 45 adalah karena saham perusahaan tersebut aktif diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.

Perusahaan menerbitkan laporan keuangan selama periode pengamatan. Saham-saham semua perusahaan yang terdaftar dalam LQ 45 secara berturutturut di Bursa Efek Indonesia. yang meliputi laporan keuangan perusahaan yang menjadi sampel selama periode penelitian. 2.2 Metode Pengumpulan Data Metode pengumpulan data menggunakan metode dokumenter.40 1.6. biasanya sudah dalam bentuk publikasi. yaitu teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara mempelajari catatan-catatan atau dokumen yang ada pada perusahaan. Sedangkan dilihat dari cara memperolehnya sumber data yang dipergunakan merupakan data sekunder.1 Jenis dan Sumber Data Ditinjau dari sifatnya. 3.6. jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif.6 Data dan Metode Pengumpulan Data 3. tetapi dikumpulkan dan diolah oleh pihak lain. 3. 3. yaitu data yang diperoleh dalam bentuk jadi. Saham-saham perusahaan terdaftar di BEI selama tahun 1996 sampai 2009 3.7 Taknik Analisis Data Teknik analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: . berupa data variabel bebas (independent) dan tergantung (dependent). Laporan keuangan menggunakan mata uang rupiah 4. yaitu setiap 6 bulan sekali dan kemudian mengambil perusahaan-perusahaan yang selama tahun 2005-2008 selalu terdaftar dalam LQ 45 di Bursa Efek Indonesia.

41 1. serta dengan membandingkan dengan distribusi frekuensi kumulatif hasil observasi uji K-S mengasumsikan bahwa distribusi dari variabel yang kita amati adalah kontinyu seperti yang ditunjukkan oleh distribusi frekuensi kumulatif . Laba yang digunakan dalam uji regresi adalah laba operasi 10 tahun ke belakang. Untuk mengetahui hal tersebut dapat menggunakan uji Kolmogorov Smirnov (K-S). Model regresi yang baik memiliki distribusi data normal atau mendekati normal. Melakukan uji normalitas data Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi variabel terikat dan variabel bebas keduanya mempunyai distribusi normal atau tidak (Imam Ghozali. 4. Melakukan identifikasi tanggal publikasi laporan keuangan 3. Secara singkat. variabel tergantung (harga saham). uji K-S mencakup perhitungan distribusi frekuensi kumulatif yang akan terjadi di bawah uji distribusi teoritisnya. 2006:110). Melakukan proses perhitungan untuk variabel persistensi laba Perhitungan variabel persistensi laba diperoleh dari koefisien hasil uji regresi linier laba periode sekarang dengan laba periode yang akan datang untuk masing-masing perusahaan sampel per tahun. Mengumpulkan data-data laporan keuangan perusahaan sampel seperti laporan laba-rugi dan laporan arus kas perusahaan sampel pada tahun 2005-2008 2. Melakukan proses perhitungan untuk mencari nilai bagi masing-masing variabel baik variabel bebas (arus kas operasi). 5.

6. maka garis yang menggambarkan data sesungguhnya akan mengikuti garis diagonalnya. a.05 maka H0 diterima. yang berarti data residual berdistribusi normal Salah satu cara termudah untuk melihat normalitas residual adalah dengan melihat grafik histogram yang membandingkan antara data observasi dengan data distribusi normal.42 Pengujian dilakukan dengan menentukan terlebih dahulu hipotesis pengujiannya: H0 : Data residual berdistribusi normal Ha : Data residual tidak berdistribusi normal Pengambilan keputusan : a) Jika nilai probabilitas < 0. Metode yang lebih handal adalah dengan melihat normal probabability plot yang membandingkan distribusi kumulatif dari distribusi normal. H2 : Arus kas operasi berpengaruh terhadap harga saham dengan persistensi laba sebagai variabel intervening. Merumuskan Hipotesis Pembuktian hipotesis dapat dilakukan dengan melihat hasil t-value dan berdasarkan nilai probabilitas dari F hitung dengan menggunakan level of significance α sebesar 5% (0. Perumusan Hipotesis H1 : Arus kas operasi berpengaruh terhadap harga saham.05 maka H0 ditolak. yang berarti data residual tidak berdistribusi normal b) Jika nilai probabilitas ≥ 0. .05).

.43 Persamaan analisis regresi linier hipotesis yang pertama (H1) untuk menguji perngaruh arus kas operasi terhadap harga saham adalah sebagai berikut : HS = α + β1AKO + e1 …………………………………………. dengan catatan nilai koefisien standardized beta p2 dan p3 signifikan.……. (3) Keterangan : HS : Harga Saham . Berikut ini adalah persamaan analisis regresi linier berganda dengan path analysis untuk menguji hipotesis ke dua (H2) pengaruh arus kas operasi terhadap harga saham dengan persistensi laba sebagai variabel intervening ditunjukkan sebagai berikut : PL = β1AKO + e1 …………………………………………………… (2) HS = β1AKO + β2PL + e2 …………………………………….1 Analisis Jalur Model p2 PL p3 AKO p1 Pengaruh langsung AKO ke HS Pengaruh tak langsung AKO ke PL ke HS Total pengaruh (korelasi AKO ke HS) = p1 HS = p2 x p3 . (1) Gambar 3. = p1 + (p2 x p3) Variabel persistensi laba dikatakan sebagai variabel intervening jika : Nilai koefisien Standardized beta p2 x p3 > p1..

maka semakin besar pengaruh semua variabel independen terhadap variabel dependen. Uji F dilakukan hanya untuk menguji suatu model penelitian. Semakin mendekati nol besarnya koefisien determinasi suatu persamaan regresi. Langkah-langkahnya sebagai berikut : . Besarnya koefisien determinasi dari 0 sampai dengan 1. semakin mendekati satu. 2) Uji F Uji F dilakukan untuk mengetahui apakah variabel independen secara bersama-sama atau simultan mempengaruhi variabel dependen (Imam Ghozali. maka semakin kecil pengaruh variabel independen. 2006: 127). 2006:83).44 AKO : Arus Kas Operasi PL : Koefisien regresi sebagai proksi persistensi laba β1-β2 : Koefisien variabel bebas en : Kesalahan Residu b. Uji Hipotesis 1) Analisis Koefisien Determinasi (R2) Koefisien determinasi (R2) pada intinya mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel dependen (Imam Ghozali. Koefisien determinasi adalah suatu pengujian yang digunakan untuk menguji pengaruh antara variabel bebas terhadap variabel terikat secara bersama-sama. Pengujian ini digunakan untuk melihat kelayakan model dan tidak untuk menguji hipotesis penelitian. Sebaliknya.

b) Menghitung F hitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut : Rumus F hitung adalah sebagai berikut : F hitung = R2 / k . (1-R2) / n – k – 1 Dimana : R2 k n : koefisien determinan : jumlah variabel independen : jumlah data c) Menentukan level of significance α sebesar 5% d) Menentukan daerah penerimaan dan penolakan H0 dalam grafik Hasil uji F dapat dilihat pada gambar berikut ini : . berarti bahwa variabel-variabel secara bersama-sama mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel tidak bebas.45 a) Merumuskan formulasi atau uji hipotesis H0 : β0 = β1 = β2 = β3 = 0. berarti bahwa variabel-variabel bebas secara bersama-sama (simultan) mempunyai pengaruh yang tidak signifikan terhadap variabel tidak bebas. H1 : β0 ≠ β1 ≠ β2 ≠ β3 ≠ 0.

Dan model penelitian dikatakan tidak fit. Jika F hitung > F tabel atau probabilitas < 0.2 Kurva Normal Uji F Daerah penolakan H0 Daerah Penerimaan H0 Ftab e) Pengambilan keputusan pengujian model penelitian adalah : a. yang berarti bahwa variabel independen memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen. langkah-langkahnya sebagai berikut : a) Merumuskan formulasi atau uji hipotesis . dan model penelitian ini dikatakan fit. b.05 maka H0 diterima. 3) Uji – t Uji t dilakukan untuk melihat signifikan pengaruh variabel-variabel bebas secara persial (individu) terhadap variabel dependen (Imam Ghozali. yang berarti bahwa variabel independen memiliki pengaruh yang tidak signifikan terhadap variabel dependen. 2006:128).46 Gambar 3. Jika F hitung ≤ F tabel atau probabilitas ≥ 0.05 maka H0 ditolak.

sb1 keterangan : b1 : koefisien regresi sb1 : standar deviasi estimasi d) Menentukan daerah penerimaan dan penolakan H0 (sisi kanan) dalam grafik Gambar 3.47 H0 = β1 = 0. n-k-1) e) Kriteria pengambilan keputusan t(α/2. berarti secara persial variabel-variabel independen mempunya pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen. berarti secara persial variabel-variabel bebas (independen) mempunyai pengaruh yang tidak signifikan terhadap variabel dependen.3 Kurva Normal Uji t Daerah Penolakan H0 Daerah Penerimaah H0 -t(α/2. n-k-1) Keputusan yang diambil dalam pengujian ini adalah berdasarkan kriteria sebagai berikut : . b) Menentukan level of significance α sebesar 5% c) Menghitung statistik uji t dengan menggunakan rumus sebagai berikut : t hitung = b1 . H0 = β1 ≠ 0.

Hal ini menunjukkan adanya prediktor yang lebih baik dalam mempengaruhi harga saham. Kemudian perhitungan pengaruh langsung dan tidak langsung diperoleh dari analisis regresi persamaan kedua dan ketiga. 4) Analisis jalur model dan perhitungan pengaruh model Analisis jalur model dilakukan dengan memasukkan nilai koefisien Standardized beta sebagai nilai p1 p2 p3. .05 maka H0 ditolak. jika nilai R2 lebih tinggi dan signifikan. Melakukan pembahasan untuk membandingkan hasil penelitian dengan teoriteori terdahulu sehingga didapat suatu kesimpulan akhir dari penelitian yang dilakukan. 7. Interpretasi dan Pembahasan Interpretasi hasil pengujian dilakukan dengan membandingkan koefisien determinasi (R2) dan signifikansi dari kedua model diatas.05 maka H0 diterima. dan jika sigifikansi < 0.48 Jika signifikansi > 0.

Perusahaan yang tidak terdaftar di BEI tahun 1996 . 2. Laporan keuangan perusahaan menggunakan mata uang rupiah 4.1 Kriteria Pengambilan Sampel Kriteria Sampel Jumlah sampel awal perusahaan LQ 45 Perusahaan yang tidak masuk dalam LQ 45 berturut-turut selama tahun 2005-2008 Perusahaan yang tidak terdaftar di BEI tahun 1996 .1 Gambaran Subyek Penelitian Penelitian ini mengambil perusahaan yang terdaftar dalam indeks LQ 45 di Bursa Efek Indonesia sebagai populasi untuk dijadikan obek penelitian.2009 3. Saham-saham semua perusahaan yang terdaftar dalam LQ 45 secara berturutturut di Bursa Efek Indonesia.2009 Laporan keuangan dengan mata uang selain rupiah Laporan Keuangan tidak lengkap Jumlah sampel akhir Sumber: Hasil pengolahan data Jumlah 45 (19) (7) (3) (1) 15 49 .BAB IV GAMBARAN SUBYEK PENELITITAN DAN ANALISIS DATA 4. Periode pengamatan yang digunakan penelitian ini yaitu tahun 2005 sampai 2008. Perusahaan menerbitkan laporan keuangan selama periode pengamatan. yaitu setiap 6 bulan sekali selama tahun 20052008. Pemilihan sampel ini dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling yaitu teknik pemilihan sampel dengan menggunakan beberapa kriteria sebagai berikut : 1. Tabel 4.

jumlah lembar saham yang beredar. .50 Setelah terkumpul 15 perusahaan. untuk kemudian diuji dengan menggunakan pengujian regresi berganda yang diperluas dengan path analysis untuk mengetahui pengaruh variabel intervening. data-data tersebut digabungkan sehingga jumlah sampel menjadi 60. Forestry and Fishing Mining and Mining Services Food and Beverage Automotive and Allied Products Telecommunication Banking Nama Perusahaan Astra Agro Lestari Tbk Bakrie Sumatra Plantations Tbk Aneka Tambang (Persero) Tbk Indofood Sukses Makmur Tbk Astra International Tbk United Tractors Tbk Indosat Tbk Telekomunikasi Indonesia Tbk Bank Danamon Indonesia Bank CIMB Niaga Tbk Bank International Indonesia Tbk Bakrie and Brothers Tbk Kode AALI UNSP ANTM INDF ASII UNTR ISAT TLKM BDMN BNGA BNII BNBR KLBF SMCB KIJA Dalam penelitian ini data yang diambil dari tiap-tiap perusahaan sampel adalah data harga saham penutupan lima hari sebelum dan lima hari sesudah tanggal publikasi laporan keuangan perusahaan. Berikut ini adalah nama-nama peusahaan yang menjadi sampel dalam penelitian ini : Tabel 4. dan laba operasi. data diolah NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Bidang Industri Agriculture. Setelah data periode tahun 2005 sampai 2008 terkumpul.2 Daftar Perusahaan Sampel Holding and Other Investment Companies 13 Pharmaceuticals Kalbe Farma Tbk 14 Cement Holcim Indonesia Tbk 15 Real Estate and Property Kawasan Industri Jababeka Tbk Sumber: Indonesia Capital Market Directory. arus kas operasi. maka sampel kemudian didata untuk kemudian diolah sebagai penelitian.

2. dimana variabel penelitian yang digunakan adalah harga saham. Kemudian untuk masing-masing data saham harian tersebut diambil nilai rata-ratanya. dan nilai rata-rata selama periode penelitian.2 Teknik Analisis Data Pada analisis data akan dilakukan analisis terhadap variabel-variabel penelitian baik secara deskriptif maupun statistik untuk menguji hipotesis penelitian yang telah dirumuskan. Tujuan diambilnya lima hari sebelum dan lima hari sesudah penerbitan laporan keuangan adalah untuk melihat reaksi pasar . arus kas operasi dan persistensi laba. variabel independen. Harga Saham Harga saham pada penelitian ini menggunakan harga penutupan saham yang diambil dari surat kabar Bisnis Indonesia.51 4.1 Analisis Deskriptif Sebelum dilakukan pengujian hipotesis. 1. Hasil pengolahan data secara deskriptif menunjukkan untuk seluruh variabel dan masing-masing perusahaan yang menjadi sampel penelitian yang akan ditampilkan berdasarkan nilai minimum. Analisis deskriptif bertujuan untuk memberikan penjelasan mengenai variabel dependen. dan variabel intervening selama periode penelitian. 4. dimana data yang diambil adalah harga saham harian pada periode lima hari sebelum dan lima hari sesudah tanggal publikasi laporan keuangan. jumlah. penulis terlebih dahulu melakukan analisis deskriptif terhadap variabel-variabel yang akan digunakan dalam penelitian. nilai maksimum.

19. Tabel 4.82. . Rata-rata harga saham tertinggi untuk seluruh perusahaan terjadi pada tahun 2007 yaitu sebesar 7131. data diolah 2007 22 Februari 08 24 Maret 08 27 Februari 08 19 Maret 08 27 Februari 08 22 Februari 08 15 Februari 08 22 Mei 08 15 Februari 08 21 Februari 08 15 Februari 08 26 Maret 08 19 Maret 08 20 Februari 08 27 Maret 08 2008 20 Februari 09 29 Maret 09 20 Maret 09 19 Maret 09 26 Februari 09 31 Maret 09 6 Februari 09 11 Mei 09 12 Maret 09 16 Februari 09 5 Februari 09 31 Maret 09 16 Maret 09 9 Februari 09 22 April 09 Hasil perhitungan harga saham penutupan pada periode lima hari sebelum dan lima hari sesudah tanggal publikasi laporan keuangan yang telah diambil nilai rata-ratanya dari tahun 2005 sampai 2008 adalah sebagai berikut: Dari tabel dibawah menunjukkan bahwa rata-rata harga saham untuk 15 perusahaan dari tahun ke tahun cenderung berfluktuasi.co.52 dengan diterbitkannya laporan keuangan dan menghindari terjadinya reaksi pasar lain di luar informasi laporan keuangan. dengan harga saham tertinggi adalah PT Astra Agro Lestari Tbk sebesar 31081.id.3 Tanggal Publikasi Laporan Keuangan KODE 2005 2006 AALI 20 Februari 06 23 Januari 07 UNSP 20 Maret 06 16 Maret 07 ANTM 20 Maret 06 21 Maret 07 INDF 3 Maret 06 24 April 07 ASII 21 Maret 06 27 Februari 07 UNTR 17 Maret 06 22 Februari 07 ISAT 21 Februari 06 5 Maret 07 TLKM 8 Juni 06 24 Mei 07 BDMN 3 Februari 06 9 Februari 07 BNGA 30 Januari 06 19 April 07 BNII 17 Februari 06 23 Februari 07 BNBR 24 Maret 06 30 Maret 07 KLBF 17 Maret 06 16 Maret 07 SMCB 9 Maret 06 9 Februari 07 KIJA 10 Maret 06 28 Maret 07 Sumber : Idx.

18 420.91 46747.73 154.00 12400.82 31081.068 1043.64 83035.73 850.82 10868.73 1206.91 10868.474 134.45 1103.09 166.568 6039.73 1459.27 Sumber: Bisnis Indonesia 2006-2009.00 330.09 8381.82 1368.64 6604.73 24327.114 231. Lampiran 2 .977 612.114 4782.73 3116.09 132.18 2006 HARGA SAHAM 2007 31081.773 970.82 7131.705 71737.64 194.19 132.52 115.00 115.73 972.73 11063.36 2493.00 2331.73 13359.82 1802.82 27522.55 5777.82 2008 12400.18 14218.27 1070.82 106967.82 512.82 1658.773 1433.64 831.45 50197.53 Tabel 4.18 4115.09 7063.09 7209.64 4640.18 640.636 15918.00 625.773 24327.27 4050.27 7486.82 7059.91 50.91 207.82 72.273 5003.182 7775.45 217.591 134.45 3346.114 4899.91 10131.00 315.773 8127.182 826.705 18464.73 5863.91 331.27 5822.45 5535.91 5309.45 541.70 194. data diolah.00 691.18 7022.64 9577.50 50.00 Rata-rata 18464.09 760.4 Hasil Perhitungan Harga Saham Nama Perusahaan 2005 PT Astra Agro Lestari Tbk PT Bakrie Sumatra Plantations Tbk PT Aneka Tambang (Persero) Tbk PT Indofood Sukses Makmur Tbk PT Astra International Tbk PT United Tractors Tbk PT Indosat Tbk PT Telekomunikasi Indonesia Tbk PT Bank Danamon Indonesia Tbk PT CIMB Niaga Tbk PT Bank International Indonesia Tbk PT Bakrie and Brothers Tbk PT Kalbe Farma Tbk PT Holcim Tbk PT Kawasan Industri Jababeka Tbk Sum Mean Min Max 6050.36 665.64 912.91 417.386 256.82 4313.

Dari ke lima belas perusahaan tersebut yang memiliki harga saham diatas rata-rata 4782. PT Astra International Tbk.474. . PT Indosat Tbk. Pada tahun 2008 rata-rata jumlah saham mengalami penurunan yang sangat drastis sebesar 3346. PT Telekomunikasi Indonesia Tbk.50 dengan selisih dari tahun 2007 sebesar 3784.52 dengan rata-rata harga saham terendah adalah PT Kawasan Industri Jababeka Tbk sebesar 115.91 dengan selisih sebesar 0. dan sisanya terdapat 8 perusahaan yang memiliki rata-rata dibawah 4782. diantaranya adalah PT Astra Agro Lestari Tbk. Perusahaan yang paling drastis penurunannya adalah PT Astra Agro Lestari Tbk yaitu sebesar 12400 dengan selisih sebesar 18681. Sedangkan rata-rata harga saham terendah diperoleh oleh PT Kawasan Industri Jababeka Tbk yaitu sebesar 134. Sedangkan perusahaan yang dapat mempertahankan harga sahamnya dengan baik dan tidak mengalami penurunan yang begitu drastis adalah PT Bank International Indonesia Tbk yaitu sebesar 330.705.91 dari tahun 2007. PT Aneka Tambang (Persero) Tbk. Kemudian. untuk masing-masing perusahaan mulai tahun 2005 sampai 2008.82 dari tahun 2007. hal ini disebabkan oleh terjadinya krisis keuangan global yang disebabkan oleh Amerika. PT Bank Danamon Indonesia Tbk.54 Sedangkan rata-rata harga saham terendah terjadi pada tahun 2005 sebesar 3116.91. rata-rata harga saham tertinggi diperoleh PT Astra Agro Lestari Tbk yaitu sebesar 18464.69. PT United Tractors Tbk.773.474 terdapat 7 perusahaan yaitu sekitar 47% dari 15 perusahaan.

601.55 2. Oleh para investor. rata-rata arus kas operasi terendah untuk masing-masing perusahaan diperoleh PT Telekomunikasi Indonesia Tbk yang menghasilkan arus kas operasi negatif sebesar 66. arus kas operasi dapat dijadikan indikator yang menentukan apakah dari kegiatan operasinya.735. Arus Kas Operasi Arus kas operasi adalah arus kas yang berasal dari aktivitas operasi perusahaan terutama yang diperoleh dari aktivitas penghasil utama pendapatan perusahaan dan aktivitas lain yang bukan merupakan aktivitas investasi dan pendanaan. investor menilai bahwa aktivitas operasi perusahaan mampu menghasilkan kas yang cukup untuk melakukan berbagai pembayaran termasuk membayar sejumlah dividen kepada para pemegang saham.755. Rata-rata arus kas operasi tertinggi untuk masing-masing perusahaan diperoleh PT Indofood Sukses Makmur Tbk yaitu sebesar 2053. Sedangkan. karena dengan arus kas operasi yang meningkat. Dari tabel dibawah menunjukkan bahwa dari keseluruh perusahaan sampel mulai periode 2005 sampai 2008 rata-rata arus kas operasi tertinggi terjadi pada tahun 2008 yaitu sebesar 591. sebuah perusahaan dapat menghasilkan arus kas yang cukup untuk melakukan berbagai pembayaran.875. sedangkan rata-rata arus kas operasi terendah terjadi pada tahun 2005 yaitu sebesar 352. . Arus kas operasi yang positif akan menimbulkan reaksi yang juga positif dari pasar. memelihara kemampuan operasi perusahaan tanpa mengandalkan pendanaan dari luar.

56

Tabel 4.5 Hasil Perhitungan Arus Kas Operasi

Nama Perusahaan 2005 PT Astra Agro Lestari Tbk PT Bakrie Sumatra Plantations Tbk PT Aneka Tambang (Persero) Tbk PT Indofood Sukses Makmur Tbk PT Astra International Tbk PT United Tractors Tbk PT Indosat Tbk PT Telekomunikasi Indonesia Tbk PT Bank Danamon Indonesia Tbk PT CIMB Niaga Tbk PT Bank International Indonesia Tbk PT Bakrie and Brothers Tbk PT Kalbe Farma Tbk PT Holcim Tbk PT Kawasan Industri Jababeka Tbk Sum Mean Min Max 507.711 414.455 84.780 613.343 367.747 992.505 2093.470 -214.494 205.331 50.865 3.106 52.608 27.870 14.590 75.129 5289.016 352.601 -214.494 2093.470

ARUS KAS OPERASI 2006 653.580 1149.509 170.997 2209.611 569.423 1043.374 1324.166 315.856 330.792 -9.490 6.587 63.077 59.093 5.428 50.218 7942.222 529.481 -9.490 2209.611 2007 1648.783 506.990 276.758 2777.424 932.027 1522.641 1375.361 -986.461 -7.263 -88.123 24.061 35.732 112.812 3.474 48.641 8182.859 545.524 -986.461 2777.424 2008 1325.566 119.235 305.772 2614.642 1278.645 1198.628 1206.166 617.609 -105.312 -15.300 14.060 79.529 153.152 9.683 73.945 8876.020 591.735 -105.312 2614.642 Rata-rata 1033.910 547.547 209.577 2053.755 786.961 1189.287 1499.791 -66.872 105.887 -15.512 11.953 57.737 88.232 8.294 61.983 7572.529 504.835 -66.872 2053.755

Sumber: idx.co.id, data diolah, Lampiran 3 Perusahaan yang memiliki arus kas operasi meningkat dari tahun 2005 sampai 2008 adalah PT Aneka Tambang (persero) Tbk, PT Astra International Tbk, PT Kalbe Farma Tbk. Hal ini berarti perusahaan tersebut mampu menghasilkan kas yang cukup untuk melakukan berbagai pembayaran termasuk membayar sejumlah dividen kepada para pemegang saham. Sedangkan perusahaan yang memiliki arus kas operasi paling buruk adalah PT CIMB Niaga Tbk karena dari tahun 2006 sampai 2008 adalah PT CIMB Niaga memilki arus kas yang negatif. Dari ke lima belas perusahaan tersebut yang memiliki arus kas

57

operasi diatas rata-rata 504,835 terdapat 6 perusahaan yaitu sekitar 40% dari 15 perusahaan, diantaranya adalah PT Astra Agro Lestari Tbk, PT Bakrie Sumatra Plantations Tbk, PT Indofood Sukses Makmur Tbk, PT Astra International Tbk, PT United Tractors Tbk, PT Indosat Tbk, dan sisanya terdapat 9 perusahaan yang memiliki rata-rata dibawah 504,835. 3. Persistensi Laba Laba dikatakan persisten jika perusahaan dapat mempertahankan laba dari periode sekarang sampai periode yang akan datang. Laba yang digunakan dalam penelitian ini adalah laba operasi. Dari tabel 4.6 menunjukkan bahwa persistensi laba dari seluruh perusahaan sampel pada periode tahun 2005 sampai 2008 cenderung mengalami fluktuasi. Hal ini ditunjukkan oleh hasil koefisien dari uji regresi antara laba operasi periode sekarang dengan laba operasi periode yang akan datang yang bisa dilihat di lampiran 4. Dari tabel dibawah menunjukkan bahwa dari keseluruhan perusahaan sampel mulai periode 2005 sampai 2008 ratarata persistensi laba terendah terjadi pada tahun 2006 yaitu sebesar 0,630. Hal ini menunjukkan bahwa pada tahun 2006 perusahaan sampel memiliki persistensi laba yang baik karena semakin kecil koefisien maka laba dianggap semakin persisten artinya perusahaan dapat mempertahankan laba dari tahun ke tahun dengan baik (Sloan, 1996). Sedangkan rata-rata persistensi laba tertinggi terjadi pada tahun 2007 dan 2008 yaitu sebesar 0,916. Sedangkan untuk masing-masing perusahaan rata-rata persistensi laba yang baik diperoleh PT Kawasan Industri Jababeka Tbk yaitu sebesar -0,051.

58

Tabel 4.6 Hasil Perhitungan Persistensi Laba

PERSISTENSI LABA Nama Perusahaan PT Astra Agro Lestari Tbk PT Bakrie Sumatra Plantations Tbk PT Aneka Tambang (Persero) Tbk PT Indofood Sukses Makmur Tbk PT Astra International Tbk PT United Tractors Tbk PT Indosat Tbk PT Telekomunikasi Indonesia Tbk PT Bank Danamon Indonesia Tbk PT CIMB Niaga Tbk PT Bank International Indonesia Tbk PT Bakrie and Brothers Tbk PT Kalbe Farma Tbk PT Holcim Tbk PT Kawasan Industri Jababeka Tbk Sum Mean Min Max 2005 0.966 0.757 0.782 0.467 1.286 0.583 1.102 1.186 0.124 0.374 -0.033 0.016 1.349 0.430 0.105 9.494 0.633 -0.033 1.349 2006 0.898 0.974 1.523 0.042 0.704 0.345 0.896 1.201 0.148 0.442 -0.018 1.237 0.998 0.179 -0.124 9.445 0.630 -0.124 1.523 2007 1.511 1.451 2.939 0.116 0.78 0.915 1.049 1.182 0.256 0.577 0.166 1.336 0.954 0.538 -0.023 13.747 0.916 -0.023 2.939 Rata2008 rata 1.162 1.134 1.555 1.184 0.272 1.379 1.716 0.585 1.238 1.002 1.705 0.887 1.029 1.019 0.896 1.116 0.356 0.221 0.201 0.399 0.045 0.040 1.377 0.992 0.904 1.051 1.451 0.650 -0.161 -0.051 13.746 11.608 0.916 0.774 -0.161 -0.051 1.716 1.379

Sumber: idx.co.id dan ICMD 1996-2004, data diolah, Lampiran 5 Hal ini menunjukkan bahwa PT Kawasan Industri Jababeka mampu mempertahankan laba operasinya dengan baik. Sedangkan perusahaan yang memiliki persistensi laba yang paling buruk adalah PT Aneka Tambang Tbk yaitu sebesar 1,379. Persistensi laba yang buruk tersebut dikarenakan PT Aneka Tambang tidak mampu mempertahankan laba operasinya dengan baik. Dari ke lima belas perusahaan tersebut yang memiliki persistensi laba dibawah rata-rata 0,774 terdapat 6 perusahaan yaitu sekitar 40% dari 15 perusahaan, diantaranya adalah PT Indofood Sukses Makmur Tbk, PT Bank Danamon Indonesia Tbk, PT

artinya perusahaan tersebut kurang mampu dalam mempertahankan laba operasinya dari tahun ke tahun. PT Holcim Tbk. PT Bank International Indonesia Tbk.774. Untuk menguji normalitas residual dapat digunakan uji statistik non-parametrik . Sebelum melakukan analisis data dengan uji regresi linier berganda. dilakukan uji normalitas data terhadap data penelitian. maka untuk membuktikan hipotesis pada penelitian ini digunakan analisis regresi linier berganda dengan dengan path analysis untuk menguji pengaruh arus kas operasi terhadap harga saham dengan persistensi laba sebagai variabel intervening. 2006:110).2. artinya ke enam perusahaan tersebut memiliki kemampuan untuk mempertahankan laba operasinya dengan baik dan sisanya terdapat 9 perusahaan yang memiliki rata-rata diatas 0. Data yang digunakan dalam penelitian ini mulai periode 2005 sampai 2008 total berjumlah 60 data. dan memastikan bahwa data berdistribusi normal.2 Analisis Statistik Berdasarkan perumusan masalah dan hipotesis penelitian sebagaimana diuraikan pada bab sebelumnya. 4. Data sebanyak 60 perusahaan sampel digunakan dalam penelitian ini. PT Kawasan Industri Jababeka Tbk. Uji Normalitas Data Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi. 1. mengetahui. Uji normalitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah untuk menguji. variabel pengganggu atau residual memiliki distribusi normal (Imam Ghozali.59 CIMB Niaga Tbk.

Sumber: Hasil Output SPSS. Apabila data residual berdistribusi tidak normal. Lampiran 7. 234 . Berikut disajikan tabel yang merupakan output dari uji normalitas setelah data outlier tersebut dibuang. Calculated f rom data.095 yang lebih besar dari 0.095 N Normal Parametersa.168 -.7 dibawah bahwa besarnya nilai One – Sample Kolmogorov-Smirnov Test adalah 1. Tes t dis tribution is Normal. data diolah . Apabila nilai probabilitas signifikan < 0.b Mos t Extreme Dif f erences Kolmogorov -Smirnov Z Asy mp.0000000 3660. Jika sampel kurang dari 80 maka standar skor dengan nilai ± 2.734130 .60 yang dilakukan dengan menggunakan alat uji One – Sampel Kolmogorov-Smirnov Test. Tampak pada Tabel 4. maka dalam penelitian ini ditemukan adanya 6 data outlier. 145 1.05 maka data residual berdistribusi tidak normal.7 Hasil Uji Normalitas Model Penelitian One-Sampl e Kolmogorov-Smi rnov Test Uns tandardiz ed Residual 54 .234 dengan probabilitas 0. Dev iation Absolut e Positiv e Negativ e a. (2-t ailed) Mean Std. b. Sig. Setelah dilakukan deteksi terhadap adanya data outlier.05.5 dinyatakan outlier. maka langkah yang dilakukan adalah dengan membuang data outlier (data yang menyimpang jauh dari distribusi normal yang terbentuk) yaitu dengan mencari nilai standardize untuk masing-masing variabel yang diuji. Tabel 4. Sehingga dapat disimpulkan bahwa data berdistribusi normal.168 .

... (3) Formulasi hipotesis adalah : H0. Kriteria penolakan atau penerimaan hipotesis adalah H1 dan H2 diterima jika pvalue atau signifikan < 0.. Uji Hipotesis Penelitian Hipotesis penelitian pertama (H1) untuk menguji perngaruh arus kas operasi terhadap harga saham melalui uji regresi linier dengan persamaan : HS = α + β1AKO + e1 ……………………………………………. ..05. (1) Hipotesis penelitian ke dua (H2) dibuktikan dengan melakukan analisis regresi berganda dengan path analysis dengan persamaan : PL = β1AKO + e1 …………………………………………………… (2) HS = β1AKO + β2PL + e2 …………………………………….1 H1 H0.2 : Arus kas operasi tidak berpengaruh terhadap harga saham : Arus kas operasi berpengaruh terhadap harga saham : Arus kas operasi tidak berpengaruh terhadap harga saham dengan persistensi laba sebagai variabel intervening H2 : Arus kas operasi berpengaruh terhadap harga saham dengan persistensi laba sebagai variabel intervening.61 2.…….

371a .62 a. AKO Sumber: Hasil Output SPSS.121 Std. Koefisien Determinasi Tabel 4.2% dipengaruhi oleh variabel lain ataupun model lain diluar variabel bebas yang diteliti. Hal ini berarti 12. yaitu harga saham. Tampilan output SPSS pada tabel 4. Predic tors : (Const ant). Semakin kecil nilai SEE.8 Koefisien Determinasi Uji Hipotesis Persamaan Pertama Model Summary Model 1 R R Square .1% variasi harga saham yang dapat dijelaskan oleh variabel independen arus kas operasi. maka semakin tepat model regresi dalam memprediksi variabel dependen.8 adalah 37. data diolah Hasil uji R tabel 4. Standard Error of Estimate (SEE) sebesar 3805.8% artinya variabel arus kas operasi dapat berpengaruh terhadap harga saham sebesar 13.50%).1% artinya hubungan variabel independen memiliki korelasi yang cukup kuat (>25% .8448.8 menginformasikan besarnya adjusted R2 sebesar 12.844803 a.1%. Lampiran 8.8% dan sisanya 86. . Error of the Estimate 3805.138 Adjust ed R Square . Nilai R Square sebesar 13.

Predic tors : (Const ant).1%.465a .432a . Predic tors : (Const ant).63 Tabel 4.5% artinya hubungan variabel independen memiliki korelasi yang cukup kuat (>25% .155 Std. Standard Error of Estimate (SEE) sebesar 0.187 Adjust ed R Square .4904.822983 a.9 adalah 46.490485 a.9 Koefisien Determinasi Uji Hipotesis Persamaan Kedua Model Summary Model 1 R R Square . PL. Error of the Estimate 3731. maka semakin tepat model regresi dalam memprediksi variabel dependen.6% artinya variabel arus kas operasi dapat berpengaruh terhadap persistensi laba sebesar 21.50%).1% variasi persistensi laba yang dapat dijelaskan oleh variabel independen arus kas operasi. Lampiran 10. yaitu persistensi laba. Tampilan output SPSS pada tabel 4.6% dan sisanya 78. data diolah . Semakin kecil nilai SEE. Lampiran 9. data diolah Hasil uji R tabel 4.4% dipengaruhi oleh variabel lain ataupun model lain diluar variabel bebas yang diteliti. AKO Sumber: Hasil Output SPSS. Nilai R Square sebesar 21.9 menginformasikan besarnya adjusted R2 sebesar 20. AKO Sumber: Hasil Output SPSS.201 Std.10 Koefisien Determinasi Uji Hipotesis Persamaan Ketiga Model Summary Model 1 R R Square . Hal ini berarti 20. Tabel 4.216 Adjust ed R Square . Error of the Estimate .

Hal ini berarti model penelitian yang digunakan merupakan model yang baik (Model Fit). Tampilan output SPSS pada tabel 4.05.3% dipengaruhi oleh variabel lain ataupun model lain diluar variabel bebas yang diteliti.10 adalah 43.10 menginformasikan besarnya adjusted R2 sebesar 15. Standard Error of Estimate (SEE) sebesar 3731.305 dengan nilai probabilitas signifikansi < 0.2% artinya hubungan variabel independen memiliki korelasi yang cukup kuat (>25% . Hal ini berarti 15.05 yaitu sebesar 0. Apabila nilai probabilitas signifikan < 0.11.7% artinya variabel arus kas operasi dan persistensi laba dapat berpengaruh terhadap harga saham sebesar 18. Pengujian dengan Uji F Uji F dilakukan hanya untuk menguji suatu model penelitian.5%.7% dan sisanya 81.50%).823.006.5% variasi harga saham yang dapat dijelaskan oleh variabel independen arus kas operasi dan persistensi laba. Nilai R Square sebesar 18. yang menguji pengaruh arus kas operasi terhadap harga saham dapat diketahui bahwa nilai F hitung sebesar 8. maka semakin tepat model regresi dalam memprediksi variabel dependen. yaitu harga saham. Berdasarkan tabel 4. Berikut disajikan tabel dari hasil pengujian uji F. b. Semakin kecil nilai SEE. . maka model penelitian yang digunakan merupakan model yang baik (Model Fit) dan dapat memprediksi variabel dependen.64 Hasil uji R tabel 4.

73E+08 df 1 52 53 Mean Square 120298993.358 dengan nilai probabilitas signifikansi < 0. AKO b. 20E+08 7. Dependent Variable: HS Sumber: Hasil Output SPSS. 454 .1 14484454.05 yaitu . . data diolah Berdasarkan tabel 4.241 F 14.000. AKO b. Lampiran 8. data diolah Berdasarkan tabel 4.66 F 8. 305 Sig.11 Hasil Uji F Uji Hipotesis Persamaan Pertama b ANOVA Model 1 Regress ion Res idual Tot al Sum of Squares 1.12 Hasil Uji F Uji Hipotesis Persamaan Kedua b ANOVA Model 1 Regress ion Res idual Tot al Sum of Squares 3. 53E+08 8.05 yaitu sebesar 0.000a a. untuk persamaan kedua dapat diketahui bahwa nilai F hitung sebesar 14.13.12. Predic tors : (Const ant ).006a a.65 Tabel 4.861 dengan nilai probabilitas signifikansi < 0. 454 12. Tabel 4. Predic tors : (Const ant ). 964 df 1 52 53 Mean Square 3. 358 Sig. . Dependent Variable: PL Sumber: Hasil Output SPSS. 510 15. Lampiran 9. Hal ini berarti model penelitian yang digunakan merupakan model yang baik (Model Fit). untuk persamaan ketiga dapat diketahui bahwa nilai F hitung sebesar 5.

Pengujian dengan Uji t Uji t digunakan untuk melakukan pengujian terhadap hipotesis. yang artinya H1 diterima .03 13926502. AKO b. data diolah c. Dengan demikian setiap peningkatan arus kas operasi sebesar 1% akan mengakibatkan adanya peningkatan pada harga saham sebesar 2. .366.005.005a a. Hal ini berarti bahwa arus kas operasi berpengaruh terhadap harga saham.13 Hasil Uji F Uji Hipotesis Persamaan Ketiga b ANOVA Model 1 Regress ion Res idual Tot al Sum of Squares 1. Hal ini berarti model penelitian yang digunakan merupakan model yang baik (Model Fit).006 dengan koefisien regresi sebesar 2. PL.14 menunjukkan bahwa variabel independen yaitu arus kas operasi (AKO) signifikan < 0. 73E+08 df 2 51 53 Mean Square 81619497.05 yaitu sebesar 0. Predic tors : (Const ant ).366 poin. 10E+08 8. Tabel 4. Tabel 4. 63E+08 7. 861 Sig.66 sebesar 0.78 F 5. Dependent Variable: HS Sumber: Hasil Output SPSS. Lampiran 10. yaitu menguji secara individual adanya pengaruh masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen.

Error .079 .000 Standardized Coef f icients Beta . Lampiran 8.67 Tabel 4.000 a.963 2.371 t 4. data diolah Tabel 4.006 a.958 612.001.14 Hasil Uji t Uji Hipotesis Persamaan Pertama a Coeffici ents Model 1 (Constant) AKO Uns tandardized Coef f icients B Std. Hal ini berarti bahwa arus kas operasi berpengaruh terhadap harga saham.05 yaitu sebesar 0. Dependent Variable: PL Sumber: Hasil Output SPSS.000 . . 882 Sig. Dependent Variable: HS Sumber: Hasil Output SPSS.465 merupakan nilai path atau jalur p2.000.821 Standardized Coef f icients Beta . data diolah Tampak pada tabel 4.000 .000 .15 Hasil Uji t Uji Hipotesis Persamaan Kedua a Coeffici ents Model 1 (Constant) AKO Uns tandardized Coef f icients B Std. Nilai koefisien Standardize Beta 0.05 yaitu sebesar 0. Tabel 4.465 t 7. . 789 Sig. 366 . Error 2725.085.556 . dan persistensi laba berpengaruh negatif dan tidak signifikan yaitu sebesar 0.16 menunjukkan bahwa variabel independen yaitu arus kas operasi (AKO) signifikan < 0. Nilai koefisien Standardize . Lampiran 9. 447 2. 042 3.15 bahwa variabel indenpenden arus kas operasi signifikan < 0.

099 Standardized Coef f icients Beta .488 -. Tabel 4.16 Hasil Uji t Uji Hipotesis Persamaan Ketiga a Coeffici ents Model 1 (Constant) AKO PL Uns tandardized Coef f icients B Std.465 x (-0.083 3.465. Variabel persistensi laba dikatakan sebagai variabel intervening jika p2 x p3 > p1.001 . 472 3. p3 masing-masing adalah 0.8%.465 x -0. data diolah Besarnya p1.488 merupakan nilai path atau jalur p1. 250 t 4.488. Besarnya pengaruh langsung arus kas operasi ke harga saham adalah 0. 692 1055.11625 < 0. Dependent Variable: HS Sumber: Hasil Output SPSS. sedangkan besarnya pengaruh tidak langsung arus kas operasi ke harga saham adalah 0.68 Beta 0.085 a. Error 3756. Lampiran 10.372.250) = 0.250.250) = -0. 419 -1. Pada gambar tersebut dijelaskan bahwa arus kas operasi (AKO) berpengaruh signifikan pada persistensi laba (PL) dan harga saham (HS) yang menunjukkan pengaruh sebesar 46.5% terhadap persistensi laba (PL) dan pengaruh langsung terhadap harga saham (HS) sebesar 48. .11625.488.575 840.910 -1852.756 Sig. sedangkan Nilai koefisien Standardize Beta -0.000 .250 merupakan nilai path atau jalur p3. Maka variabel persistensi laba bukan merupakan variabel intervening karena -0. . p2. -0. 109 . Hasil analisis jalur model dan perhitungan pengaruh variabel independen ke variabel dependen dapat dilihat pada gambar 4.1.488. 0.488 + (0. Maka dapat diperhitungkan p2 x p3 = 0.

2 diterima bahwa arus kas operasi tidak berpengaruh terhadap harga saham dengan persistensi laba sebagai variabel intervening.488 (Sig) HS Oleh karena Persistensi laba (PL) tidak berpengaruh signifikan pada harga saham (HS).465 (Sig) PL -0.250 (Tidak Sig) AKO 0. Hal ini berarti bahwa H2 ditolak atau H0. 4.69 Gambar 4.1 Hasil Analisis Jalur Model 0. maka persistensi laba bukan sebagai variabel intervening.1 Pengaruh Arus Kas Operasi terhadap Harga Saham. Arus kas operasi yang positif akan menunjukkan reaksi yang positif terhadap pasar karena dengan arus kas operasi yang meningkat.3. investor menilai . Berdasarkan analisis baik secara deskriptif maupun statistik didapat temuan penting yang akan dibahas sesuai dengan rumusan masalah serta hipotesis pengujian yang telah dibangun berdasarkan teori dan hasil penelitian terdahulu 4. dan sampel yang digunakan sebanyak 54 perusahaan.3 Pembahasan Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki pengaruh arus kas operasi terhadap harga saham dengan persistensi laba sebagai variabel intervening pada perusahaan LQ 45.

. dan Kiagus Andi (2007). sehingga harga saham akan mengalami perubahan dengan adanya informasi arus kas operasi. yang menyatakan bahwa arus kas operasi berpengaruh positif terhadap harga saham. Hal ini dapat membuktikan bahwa untuk memprediksi harga saham suatu perusahaan dapat dilihat dari arus kas operasi perusahaan tersebut yang bersangkutan. Hal ini disebabkan laporan arus kas operasi mengandung informasi yang dapat mempengaruhi kepercayaan investor dalam pengambilan keputusan investasi. Hal ini membuktikan bahwa pasar akan menunjukkan reaksi pada saat publikasi laporan arus kas operasi. Pada penelitian ini berdasarkan regresi linier berganda uji t menunjukkan hasil bahwa arus kas operasi berpengaruh terhadap harga saham. Hasil ini juga diperkuat dengan data diskriptif yang menunjukkan pada tahun 2005 sampai 2008 rata-rata harga saham pertahun meningkat searah dengan meningkatnya arus kas operasi. Hasil ini sejalan dengan penemuan San Susanto dan Erni Ekawati (2006).70 bahwa aktivitas operasi perusahaan mampu menghasilkan kas yang cukup untuk melakukan berbagai pembayaran termasuk membayar sejumlah dividen kepada para pemegang saham sehingga hal ini setidaknya akan menimbulkan reaksi terhadap harga saham.

arus kas operasi juga dinilai dapat memberikan cerminan bahwa dengan arus kas operasi yang baik maka dapat dikatakan bahwa kinerja perusahaan juga baik. Hasil pengujian hipotesis ke dua menunjukkan bahwa arus kas operasi berpengaruh positif terhadap harga saham. maka seharusnya perusahaan memiliki kemampuan untuk mempertahankan labanya dengan baik dan jika perusahaan dapat mempertahankan labanya dengan baik maka akan ada lebih banyak investor yang tertarik sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan harga saham perusahaan tersebut. hal ini membuktikan bahwa persistensi laba tidak memiliki muatan informasi yang digunakan untuk menentukan harga saham.2 Pengaruh Arus Kas Operasi terhadap Harga Saham dengan Persistensi Laba Sebagai Variabel Intervening Arus kas operasi yang positif selain dapat memberikan reaksi terhadap harga saham.3. Selanjutnya persistensi laba tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap harga saham. investor hanya melihat laba secara keseluruhan. Persistensi laba tidak berpengaruh positif terhadap harga saham.71 4. tetapi tidak menunjukkan sensitivitas . Arus kas operasi berpengaruh positif terhadap persistensi laba yang mengisyaratkan bahwa semakin tinggi komponen arus kas maka akan meningkatkan persistensi laba yang dimiliki oleh perusahaan. Arus kas operasi berpengaruh positif terhadap persistensi laba. jika kinerja perusahaan baik. Ketiga. Pertama. terdapat beberapa kemungkinan untuk menjelaskan hal tersebut. koefisien laba mempunyai hubungan positif dengan persistensi laba. pasar dalam hal ini investor memang tidak membedakan informasi yang terkandung dalam laba. Kedua.

. dimana pada tahun 2005 sampai 2007 harga saham cenderung naik. Maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis ke dua ditolak. sehingga besarnya reaksi harga saham perusahaan pada earnings harus dihubungkan dengan pengaruh inovasi earnings pada ekspektasi manfaat masa datang yang didapat oleh pemegang saham. Hal ini menunjukkan bahwa untuk memprediksi harga saham suatu perusahaan tidak dapat dilihat dari persistensi laba perusahaan yang bersangkutan. data deskriptif juga menunjukkan bahwa persistensi laba pada tahun 2005 sampai 2008 tidak menunjukkan pergerakan yang searah dengan harga saham. yang tidak dapat membuktikan pengaruh arus kas operasi terhadap harga saham dengan persistensi laba sebagai variabel intervening. Keempat. tetapi persistensi laba cenderung menunjukkan hasil yang buruk.72 yang berlebihan. Hasil penelitian ini mendukung penelitian Meythi (2006).

Setelah dilakukan pembuangan outlier. Indonesian Capital Market Directory (ICMD). jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini menjadi 54 perusahaan LQ 45. Periode pengamatan dalam penelitian ini adalah selama 4 tahun mulai dari tahun 2005 sampai dengan tahun 2008.BAB V PENUTUP 5. dan surat kabar Bisnis Indonesia. Sampel penelitian diambil secara purposive sampling. Pengujian pada penelitian ini menggunakan uji regresi linier untuk hipotesis pertama. Melihat dari hasil analisis data dan pembahasan yang telah diungkapkan sebelumnya pada bab IV. dan uji regresi linier berganda dengan path analysis untuk hipotesis kedua. maka yang dapat disimpulkan dari hasil penelitian ini antara lain : 73 . yang terdiri dari 10 jenis industri yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dari jumlah sampel awal sebanyak 60 perusahaan. Peneliti menggunakan data sekunder yang diperoleh dari website BEI yaitu Idx.co.id.1 Kesimpulan Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh arus kas operasi terhadap harga saham dengan persistensi laba sebagai variabel intervening.

3. Ini menyebabkan jumlah sampel penelitian hanya empat kali lipat dari perusahaan sampel yaitu 60.2 Keterbatasan Penelitian Penelitian ini mempunyai keterbatasan-keterbatasan yang mempengaruhi hasil penelitian. Jumlah tahun periode pengamatan yang hanya empat tahun. Sampel penelitian ini berdasarkan non-random sampling pada perusahaan LQ 45. Hasil pengujian arus kas operasi terhadap harga saham pada perusahaan LQ 45 yang terdaftar di BEI selama 2005 sampai 2008 membuktikan bahwa arus kas operasi berpengaruh terhadap harga saham. Terdapat data outlier.74 1. 6. Hasil yang lebih baik bagi peneliti selanjutnya diharapkan untuk lebih mempertimbangkan keterbatasan yang ada dalam penelitian ini. Jumlah perusahaan yang menjadi sampel penelitian relatif sedikit hanya 15 perusahaan. Hasil pengujian arus kas operasi terhadap harga saham dengan persistensi laba sebagai variabel intervening pada perusahaan LQ 45 yang terdaftar di BEI selama 2005 sampai 2008 membuktikan bahwa arus kas operasi berpengaruh terhadap harga saham dan persistensi laba bukan merupakan variabel intervening. 2. 4. 2. . Keterbatasan dalam penelitian ini adalah : 1.

75

6.3

Saran

Berdasarkan pada hasil penelitian, analisis dan pembahasan, kesimpulan yang diambil dan keterbatasan penelitian, maka saran yang dapat diajukan oleh peneliti untuk penelitian mendatang antara lain : 1. Sebaiknya, penelitian lebih lanjut dapat menggunakan sampel perusahaan yang jumlahnya lebih banyak, misalnya perusahaan manufaktur yang go public yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. 2. Peneliti selanjutnya sebaiknya menggunakan periode pengamatan lebih dari empat tahun, sehingga jumlah sampel yang diperoleh semakin banyak.

DAFTAR RUJUKAN Al Haryono, Yusup. 2001. Dasar-Dasar Akuntansi. Pernerbit VPP AMP YKPN : Yogyakarta. Anis, Chairiri., dan Imam, Ghozali. 2001. Teori Akuntansi. Badan Penerbit Universitas Diponegoro: Semarang. Changling, Chen. 2004. Earnings Persistence and Stock Price Under- and Overreaction. Working Paper. Madison Wisconsin University. Dwi Susilo. dkk. 2004. Dampak Publikasi Laporan Keuangan Terhadap Perilaku Return Saham di Bursa Efek Jakarta. Smart, Vol. 2 No. 2, Mei 2004 : 97110 FASB. 1987. Statement Accounting of Financial Concepts (SAFC) No. 1. Ferry dan Erni Ekawati. 2005. Pengaruh Informasi Laba Akuntansi, Aliran Kas dan Komponen Aliran Kas Terhadap Harga Saham Pada Perusahaan Manufaktur di Indonesia. Jurnal Riset Akuntansi dan Keuangan, Vol. 1 No. 2, Agustus 2005 : 79-93. Imam, Ghozali. 2006. Analisis Multivariate dengan Program SPSS. Badan Penerbit Universitas Diponegoro : Semarang. Ikatan Akuntansi Indonesia. 2009. Standar Akuntansi Keuangan. Salemba Empat : Jakarta. Jonas, G., and J. Blanchet. (2000). Assessing Quality of Financial Reporting. Accounting Horizons, Vol. 14, No.3, Hal:353-363 Kiagus Andi. 2007. Analisis Pengaruh Interaksi Laba dengan Laporan Arus Kas Terhadap Return Saham. Jurnal Akuntansi dan Keuangan, Vol. 12 No. 1, Januari 2007. Kieso, Donald E and Jerry J Waygandt. 2002. Intermediate Accounting. Jilid I, Edisi Kesepuluh. Penerbit Erlangga : Jakarta. Lipe, R.C. 1990. The Relation Between Stock Return, Accounting Earnings and Alternative Information. The Accounting Review. pp. 49-71. Mamduh, Hanafi dan Abdul, Halim. 2003. Analisis Laporan Keuangan. Yogyakarta : UPP AMP YKPN. Meythi. 2006. Pengaruh Arus Kas Operasi Terhadap Harga Saham dengan Persistensi Laba Sebagai Variabel Intervening. Simposium Nasional Akuntansi IX. Padang.

Mohamad Nasir dan Mariana Ulfah. 2008. Analisis Pengaruh Arus Kas Operasi Terhadap Harga Saham dengan Persistensi Laba Sebagai Variabel Intervening. Jurnal Maksi, Vol. 8 1 Januari 2008 : 74-85. Mohamad, Samsul. 2006. Pasar Modal dan Manajemen Portofolio. Erlangga: Jakarta. Mudjarad, Kuncoro. 2003. Metode Riset untuk Bisnis dan Ekonomi. Erlangga : Jakarta. Ninna Daniati dan Suhairi. 2006. Pengaruh Kandungan Informasi Komponen Laporan Arus Kas, Laba Kotor, dan Size Perusahaan Terhadap Expected Return Saham. Simposium Nasional Akuntansi IX. Padang. Parawiyati, dan Z. Baridwan. 1998. Kemampuan Laba dan Arus Kas dalam Memprediksi Laba dan Arus Kas Perusahaan Go Publik di Indonesia. Jurnal Riset Akuntansi Indonesia, Vol. 1 No.1 Januari. Pp. 1-11.
Penman, Stephen H. (2001). Financial Statement Analysis and Security Valuation. Singapore:Mc Graw Hill.

San Susanto dan Erni Ekawati. 2006. Relevansi Nilai Informasi Laba dan Aliran Kas Terhadap Harga Saham dalam Kaitannya dengan Siklus Hidup Perusahaan. Simposium Nasional Akuntansi IX. Padang. Sloan, R.G. 1996. Do Stock Prices Fully Reflect Information in Accruals and Cash Flows about Future Earnings? The Accounting Review 71. pp. 289315. Sofyan Syafri, Harahap. 2007. Teori Akuntansi. PT Rajagrafindo Persada: Jakarta. Tandelilin, Eduardus. 2007. Analisis Investasi dan Manajemen Portofolio. Edisi Pertama. BPFE: Yogyakarta. Triyono & Jogianto, H. 2000, “Hubungan Kandungan Informasi Arus Kas, Komponen Arus Kas dan Laba Akuntansi dengan Harga Saham”, Jurnal Riset Akuntansi Indonesia, Vol. 3, No. 1, Hal. 54-68. Warren, Carl S., et al. 2006. Pengantar Akuntansi. Edisi 21. Salemba Empat : Jakarta. Weston and Brigham. 2001. Faktor yang Mempengaruhi Harga Saham. http://www.idonbiu.com/2009/05/faktor-faktor-yang-mempengaruhiharga.html. Diakses 3 April 2010. Winwin, Yadiati,. dan Ilham, W. 2006. Pengantar Akuntansi. Kencana: Jakarta. www.idx.co.id

Lampiran 1 Daftar Perusahaan Sampel NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 Bidang Industri Agriculture. Forestry and Fishing Mining and Mining Services Food and Beverage Automotive and Allied Products Telecommunication Banking Holding and Other Investment Companies Pharmaceuticals Cement Real Estate and Property Nama Perusahaan Astra Agro Lestari Tbk Bakrie Sumatra Plantations Tbk Aneka Tambang (Persero) Tbk Indofood Sukses Makmur Tbk Astra International Tbk United Tractors Tbk Indosat Tbk Telekomunikasi Indonesia Tbk Bank Danamon Indonesia Bank CIMB Niaga Tbk Bank International Indonesia Tbk Bakrie and Brothers Tbk Kalbe Farma Tbk Holcim Indonesia Tbk Kawasan Industri Jababeka Tbk Kode AALI UNSP ANTM INDF ASII UNTR ISAT TLKM BDMN BNGA BNII BNBR KLBF SMCB KIJA .

82 1368.Lampiran 2 Harga Saham Perusahaan LQ 45 2005 KODE AALI UNSP ANTM INDF ASII UNTR ISAT TLKM BDMN BNGA BNII BNBR KLBF SMCB KIJA t-5 5900 650 4300 840 10000 4000 5450 7200 4575 410 155 170 1330 650 115 t-4 6200 660 4250 850 10150 4100 5450 7500 4650 410 155 175 1380 640 120 t-3 6300 650 4250 840 10550 4075 5500 7650 4650 420 155 170 1380 650 120 t-2 6150 680 4350 830 11000 4025 5500 7250 4750 425 155 165 1380 650 115 t-1 6150 720 4300 830 11400 4175 5500 7050 4725 425 155 160 1400 620 115 t0 5800 730 4325 840 11300 4225 5400 6750 4625 420 155 160 1400 620 120 t+1 5850 730 4300 840 10800 4250 5150 7050 4650 415 155 165 1370 630 110 t+2 5900 690 4350 840 10800 4250 5000 6950 4650 420 155 165 1360 640 110 t+3 6000 700 4325 810 11200 4100 5000 6750 4550 415 155 170 1340 620 115 t+4 6150 700 4325 820 10900 4100 5150 6750 4625 415 150 170 1350 650 115 t+5 6150 700 4375 810 11450 3975 5300 6800 4600 420 150 165 1360 670 120 Rata-rata 6050 691.18 640 115.91 .82 10868.64 831.73 154.18 4115.09 166.91 417.64 4640.09 7063.82 4313.91 5309.

73 850.27 5822.36 665.Harga Saham Perusahaan LQ 45 2006 KODE AALI UNSP ANTM INDF ASII UNTR ISAT TLKM BDMN BNGA BNII BNBR KLBF SMCB KIJA t-5 13400 1060 10300 1670 15100 6650 5900 9600 5900 830 225 184 1190 670 197 t-4 13600 1060 10050 1640 14800 6800 5850 9600 5800 840 215 185 1200 660 202 t-3 14200 1050 10650 1660 14950 6850 5900 9500 5800 840 215 186 1210 660 210 t-2 13900 1040 10750 1660 14350 7100 5950 9400 5900 820 220 189 1180 680 210 t-1 14400 1040 11300 1630 14000 7400 6050 9700 5750 840 215 191 1180 670 215 t0 14100 1040 11100 1670 13900 7300 5750 9700 5500 840 210 188 1180 650 220 t+1 13950 1050 1150 1700 14050 7100 5700 9600 5600 880 205 191 1180 650 230 t+2 13100 1110 11350 1690 13800 7100 5750 9650 5700 870 200 203 1210 640 220 t+3 129950 1120 11700 1640 14000 7100 5850 9500 6000 870 195 210 1230 650 225 t+4 13500 1100 11750 1640 13600 6950 5850 9550 6000 860 193 210 1260 690 235 t+5 13500 1110 11350 1640 13850 6900 5950 9550 6100 870 191 205 1250 700 230 Rata-rata 24327.27 1070.45 217.64 194.82 1658.91 10131.18 7022.73 5863.18 14218.91 207.73 1206.64 .64 9577.

00 2331.82 1802.73 1459.82 512.09 132.91 331.27 4050.09 8381.09 7209.09 760.Harga Saham Perusahaan LQ 45 2007 KODE AALI UNSP ANTM INDF ASII UNTR ISAT TLKM BDMN BNGA BNII BNBR KLBF SMCB KIJA t-5 30200 2050 3975 2650 27500 13050 7000 8500 7000 770 345 520 950 1490 134 t-4 20800 1925 4050 2400 27700 13100 7050 8500 6800 790 345 520 970 1500 129 t-3 31700 1760 4150 2375 27900 13300 7050 8600 6750 760 345 520 990 1490 132 t-2 31800 1730 4125 2200 27950 13250 7100 8600 6950 770 340 520 950 1480 140 t-1 31850 1640 4000 2225 28150 13600 7300 8550 7150 740 340 510 950 1450 136 t0 32400 1660 4000 2225 27950 13550 7350 8650 7200 760 325 510 970 1440 136 t+1 34000 1810 4075 2225 28250 13550 7250 8600 7250 750 330 510 980 1450 138 t+2 33250 1810 4100 2300 27850 13500 7350 8300 7250 750 330 510 970 1450 136 t+3 32350 1810 3975 2325 27150 13300 7300 8050 7150 750 310 510 990 1460 130 t+4 31950 1850 4050 2350 26200 13500 7300 7900 7150 760 320 510 990 1410 128 t+5 31600 1780 4050 2375 26150 13250 7250 7950 7000 770 320 500 990 1430 122 Rata-rata 31081.73 13359.82 .82 27522.82 7059.73 972.

82 72.64 912.00 330.64 6604.45 .00 315.45 1103.73 11063.Harga Saham Perusahaan LQ 45 2008 KODE AALI UNSP ANTM INDF ASII UNTR ISAT TLKM BDMN BNGA BNII BNBR KLBF SMCB KIJA t-5 12300 300 1080 860 11100 6350 5650 7950 2525 420 370 50 640 540 69 t-4 12150 315 1080 880 10900 6450 5600 7700 2500 420 340 50 620 500 74 t-3 12200 320 1070 870 10950 6450 5650 7850 2500 420 340 50 610 520 70 t-2 12200 315 1060 860 10950 6850 5800 7750 2475 410 325 50 610 530 78 t-1 12100 315 1070 880 11350 6450 5800 7600 2500 425 325 50 630 550 82 t0 12100 325 1120 890 11350 6750 5850 7400 2475 415 330 50 630 540 72 t+1 12300 310 1140 920 11300 6900 5850 7500 2500 415 335 50 620 550 71 t+2 12300 310 1150 970 10850 6950 5900 7250 2475 425 320 50 640 540 72 t+3 13000 315 1120 990 10800 6300 5850 7100 2450 435 320 50 620 530 69 t+4 12900 325 1120 960 11000 6650 5800 7050 2475 425 320 50 630 550 68 t+5 12850 320 1130 960 11150 6550 5800 7200 2550 410 315 50 630 610 72 Rata-rata 12400.18 420.27 7486.55 5777.91 50.00 625.45 541.36 2493.

000 2.156.903 2006 Jumlah Lembar Saham 1.623.000 196.49 7.43 .907.856.09 5.950 9.61 7.931.265.773.624.000.174.678.048.189.000.61 569.000.000 -457.000 790.000.79 -9.515.000 800.900.518.58 50.851.014.000.159.47 4.000 1.000.71 2.000.400 367.000.331.000 177.851.59 63.102.614.000.000 1.945.000 5.146.978.231 50.695.000 4.Lampiran 3 Arus Kas Operasi Perusahaan LQ 45 2005 Jumlah Lembar Saham 1.33 47.46 9.780 -214.847.804.37 1324.907.75 5.400 3.000 8.997.745.602.950 414.999.444.433.11 10.42 1043.079.289.314 613.000 74.852.247.08 59.100 5.51 171.593.13 1.197.000 2.316 48.000 1.400 10.150.189.478.643.353 452.51 10.86 330.059.609.130.574.355.000 640.86 26.851.364.500 992.314 2.000.046.669.032.807.17 315.640 2093.000.482.292.966 14.422 7.551 653.000 21.444.278.865.000 13.356.000 -1.048.990.000 1.691.434.691.872.391.685.690.00 2209.970.029.000.000.000 26.745.87 13.000.000 27.59 Nama Perusahaan PT Astra Agro Lestari Tbk PT Bakrie Sumatra Plantations Tbk PT Aneka Tambang (Persero) Tbk PT Indofood Sukses Makmur Tbk PT Astra International Tbk PT United Tractors Tbk PT Indosat Tbk PT Telekomunikasi Indonesia Tbk PT Bank Danamon Indonesia Tbk PT CIMB Niaga Tbk PT Bank International Indonesia Tbk PT Bakrie and Brothers Tbk PT Kalbe Farma Tbk PT Holcim Tbk PT Kawasan Industri Jababeka Tbk Arus Kas Operasi 799.014.221.064.452.999.316.000.222.192.000 117.156.49 6.900.000.822.623.000.354.645.700 12.000 2.565.78 4.000 507.278.366.000 1.000 5.237.670 213.564.000 75.188.857.594.149 205.280 5.000.662.000 1.331.000 83.000.34 2.766.662.000 2.298.780.000.125.22 1149.652.970.000.000 3.969 Nama Perusahaan PT Astra Agro Lestari Tbk PT Bakrie Sumatra Plantations Tbk PT Aneka Tambang (Persero) Tbk PT Indofood Sukses Makmur Tbk PT Astra International Tbk PT United Tractors Tbk PT Indosat Tbk PT Telekomunikasi Indonesia Tbk PT Bank Danamon Indonesia Tbk PT CIMB Niaga Tbk PT Bank International Indonesia Tbk PT Bakrie and Brothers Tbk PT Kalbe Farma Tbk PT Holcim Tbk PT Kawasan Industri Jababeka Tbk Arus Kas Operasi 1.574.933.231 26.057.048.422 52.697.000 534.000.610.500 20.000 84.000 175.041.180.909.

851.000.17 617.000 280.130.61 -105.440 10.000 -765.935 9.875.000 1.64 1198.759.000 24.087.46 -7.99 276.303.662.780.657.520.000 362.116.278.014.700 12.000 133.658 48.551 Nama Perusahaan PT Astra Agro Lestari Tbk PT Bakrie Sumatra Plantations Tbk PT Aneka Tambang (Persero) Tbk PT Indofood Sukses Makmur Tbk PT Astra International Tbk PT United Tractors Tbk PT Indosat Tbk PT Telekomunikasi Indonesia Tbk PT Bank Danamon Indonesia Tbk PT CIMB Niaga Tbk PT Bank International Indonesia Tbk PT Bakrie and Brothers Tbk PT Kalbe Farma Tbk PT Holcim Tbk PT Kawasan Industri Jababeka Tbk Arus Kas Operasi 2.64 1375.780.000.486.000.000 2.000 4.929.000 3.000.422 7.436.872.457.702.046.048.000.000 -4.314 2.835.872.745.193.500 4.344 1.000.76 2777.787.73 112.500 20.326.426.316.925.247.589.156.660 50.000.513.538.999.996.294.000.750 8.253.000 47.252 1648.000.602.585.000.468.780.872.102.57 73.317.000 4.806.68 .500 20.613.372.53 153.927.355.77 2614.23 305.15 9.574.574.265.000 13.727.809.422 7.000 -4.459.970.314 3.750 9.000 10.000 2.000.000 8.42 932.238.721.629.000 11.000 2.81 3.717.Arus Kas Operasi Perusahaan LQ 45 2007 Jumlah Lembar Saham 1.663.000 -89.130.613.12 24.63 1206.06 79.47 Nama Perusahaan PT Astra Agro Lestari Tbk PT Bakrie Sumatra Plantations Tbk PT Aneka Tambang (Persero) Tbk PT Indofood Sukses Makmur Tbk PT Astra International Tbk PT United Tractors Tbk PT Indosat Tbk PT Telekomunikasi Indonesia Tbk PT Bank Danamon Indonesia Tbk PT CIMB Niaga Tbk PT Bank International Indonesia Tbk PT Bakrie and Brothers Tbk PT Kalbe Farma Tbk PT Holcim Tbk PT Kawasan Industri Jababeka Tbk Arus Kas Operasi 2.000 807.662.963.000.03 1522.31 -15.907.280 5.433.30 14.000.316.273.429.459.877.444.977.64 1278.028.189.000 4.731 26.297.000.745.046.000.156.933.000 6.244.283 5.000 3.900.082.999.000 27.000.159.000 184.64 506.280 5.778.413.94 119.048.895.288.36 -986.768.898.934.534.06 35.000.231 93.26 -88.173.609.000 648.551 1325.355.100 5.000 -2.78 48.000.000 1.787.000 9.822 2008 Jumlah Lembar Saham 1.684.000 13.014.000.846 864.322.933.700 23.159.535.900.137.863.000 3.433.700.000.000.400 10.596.272.504.000.444.538.

000.342.000.460.000 390.388.790.000.000.000.454.638.658.000.000.000 284.728.000.513.000.000.000.907.000 1.000.000.252.738.000 -210.507.087.000.000 -28.000 1998 421.880.331.000.000 132.000 144.396.983.871.000 475.037.000.000.000.000.000.433.190.000 1997 177.000 267.094.000 514.475.000 1.718.526.805.795.646.000.359.000 1.756.388.000.000 171.953.000.370.000 771.000 4.576.000 68.000 2001 318.480.079.519.950.000.000 163.000 854.682.000 1.000 -156.000 2.327.000.000.000 -5.000.000 336.000.000 2.793.143.403.000 57.027.000.923.578.000 2.000.000.000 36.000.000.000.000 184.000.000.000.000 94.130.449.741.002.000.000 2000 259.000 64.810.423.000 69.000.000 57.000 247.000 3.000 -3.032.825.000.000 1.000.000 22.000 2.000.265.000 1999 330.000.000 358.000.000 252.767.000 86.123.000.234.515.000 608.615.130.599.Lampiran 4 Laba Operasi Perusahaan LQ 45 KODE AALI UNSP ANTM INDF ASII UNTR ISAT TLKM BDMN BNGA BNII BNBR KLBF SMCB KIJA 1996 111.000.000 96.000.000 40.000 50.000.233.000.000 2.870.000.700.000 61.905.000.000 318.861.016.000 537.000.819.000 262.000.533.149.567.000.000 1.000 939.000.000 192.000 933.285.000 2.000.000 -3.284.000.000.000 103.107.000.000.000 471.000 .000 2.309.000 2002 587.000.000.000.753.804.401.000 21.206.599.119.000.170.000.416.808.000.796.000.000.000.000.366.000 379.000.000.000.000 -5.210.000 1.000.905.217.000 702.902.000 1.081.521.000 7.034.921.000 39.593.005.000.000 1.346.000.980.806.676.000 -13.000 2.000 146.000 -36.000 352.000.000 9.407.000 2.000.000.000 37.000 -2.000.857.000.000.000.000.000.000 46.000 2.572.000 2.255.007.120.663.000.286.000.000.000.000 1.000 586.000 -11.234.000.000.136.845.000.417.463.755.722.000 683.053.460.880.230.000 96.000 691.000 159.062.000.695.000.000 376.000 51.000.000.000.000.000 -27.000.000.535.102.000 22.215.000 1.840.000 189.000 57.457.000 111.000.828.000 87.000.730.076.000.000 89.630.938.000.022.943.000 2.000.280.842.

000.000 4.000.734.000 1.000.251.000 3.876.709.187.000.000 1.000.000.983.604.000 759.000 1.613.000 1.000.243.000 292.000 1.299.000.733.300.271.000.000.000.000 2.086.196.808.112.398.135.403.000.160.745.776.000.671.Laba Operasi Perusahaan LQ 45 KODE AALI UNSP ANTM INDF ASII UNTR ISAT TLKM BDMN BNGA BNII BNBR KLBF SMCB KIJA 2003 752.000.341.000.000 142.000 5.209.906.000.324.000.914.000 46.067.000.000.795.391.307.148.794.335.000.333 143.397.000.000 11.825.000.198 1.542.795.000.962.875.000.226.534.203.468.243.848.000 51.440.688.974.113 1.000 -13.000 633.514.425 .000 1.000.497.975.000 2.000 1.000 447.000 227.962.087.000.000 1.471.000 12.218.284.000 2.061.234.804.106.931.000.341.000 4.203.071.347.000 2.696.000.521.983.486 520.240.000.142.876.000 1.597.000 1.000 4.170.000.000.844.000.000.884.521 986.000.168.008.000.000 5.000.192.000.000.000 810.662.053.927.157.402.750.030.000 3.000 -70.493.519.457.004.836.000 701.858.603.142.000.695.000 67.874.000 222.000 13.000.000 639.381 2007 2.620.000.565.000 336.000 587.000.451.000 733.279.000 1.000.000 726.000.000.000 2.589.092.000 4.000.476.397.000.354.000 566.000.344.000.000 1.084.000.178.000 1.000 247.015.000 668.472.000 107.000 2.000.000 1.413.000 6.000.000 275.000.000 2004 1.593.861.119.000 54.000 8.812.000 411.917.000.000.000.000.000.000 3.000 11.000 470.448.651.000 -69.756.463.316.000 2.000 22.012.023.000 -11.000.105.984.356.000.000.000.337.000 611.552.000 1.663.454.563.000.000.000.985.086.294.109.501.129.939.000 3.730.000 2.209.213.000.000.000 222.610.641.000.529.475.000.158.000 95.659.000.946 2008 3.198.000 862.000 1.000 6.939.000.000.245 2006 1.323.000 896.000 3.022.000 6.000 26.000 3.000.241.398.693.603.895.615.045.000 4.813.621.000.000.141.708.118.000.000.000 37.095.000.000 3.000 2.467.000 21.000.000.000.226.941.000 3.000 17.000.000.760.000 2005 1.187.959.000 200.782.744.890.000 488.761.000 22.710.000 2.141.000.000 2.198.712.359.132.951 2009 2.377.398.000.000.443.000 4.

757 . 2E+11 .219 Standardized Coef f icients Beta .664 t 1.585 t 1.782 . Dependent Variable: earning t +1 . . 7E+11 .333 Standardized Coef f icients Beta . Dependent Variable: earning t +1 PT Indofood Sukses Makmur Tbk a Coeffici ents Model 1 (Constant) earnings t Uns tandardized Coef f icients B Std. 524 Sig. . . Error 2.467 . 0E+10 3.098 a.341 . 237 2. Dependent Variable: earnings t +1 PT Bakrie Sumatra Plantations Tbk a Coeffici ents Model 1 (Constant) earnings t Uns tandardized Coef f icients B Std. 2E+11 . Error 4.863 t 1. 9E+10 . 4E+11 1.037 .966 . 576 2.071 a.627 t 2. 1E+12 4.214 Standardized Coef f icients Beta .003 a. 099 4.Lampiran 5 Uji Regresi Persistensi Laba 2005 PT Astra Agro Lestari Tbk a Coeffici ents Model 1 (Constant) earnings t Uns tandardized Coef f icients B Std.308 . Dependent Variable: earnings t +1 PT Aneka Tambang (Persero) Tbk a Coeffici ents Model 1 (Constant) earning t Uns tandardized Coef f icients B Std. 022 1.256 . 910 Sig.396 Standardized Coef f icients Beta . Error 1. 1E+11 1. . 349 Sig. Error 1.051 a. 130 Sig.

093 Standardized Coef f icients Beta . .324 Sig.219 Standardized Coef f icients Beta .698 8. 0E+11 7. .805 .159 . Dependent Variable: earnings t +1 PT Indosat Tbk a Coeffici ents Model 1 (Constant) earnings t Uns tandardized Coef f icients B Std.2E+12 3.755 a. 576 1. Dependent Variable: earnings t +1 . 875 Sig.001 a.382 Standardized Coef f icients Beta .000 a.912 t -. Dependent Variable: earnings t +1 PT Telekomunikasi Indonesia Tbk a Coeffici ents Model 1 (Constant) earnings t Uns tandardized Coef f icients B Std.503 t 1.379 Standardized Coef f icients Beta . Dependent Variable: earnings t +1 PT United Tractors Tbk a Coeffici ents Model 1 (Constant) earnings t Uns tandardized Coef f icients B Std.706 12. Error 4. 186 . .951 t . 5E+11 1. 9E+11 3. 0E+11 1.000 a. 7E+11 2. 605 . 101 Sig. 102 .124 . 539 Sig.979 t . 286 .136 Standardized Coef f icients Beta .503 .5E+11 6. 256 5. .122 t -.565 . . 1E+11 1. Error 5. Dependent Variable: earnings t +1 PT Bank Danamon Indonesia Tbk a Coeffici ents Model 1 (Constant) earnings t Uns tandardized Coef f icients B Std.168 a. 715 Sig. 6E+12 .583 . Error 1.PT Astra International Tbk a Coeffici ents Model 1 (Constant) earnings t Uns tandardized Coef f icients B Std. Error -1.508 . 1E+11 . Error -2.

044 Sig.934 a. .016 . 0E+10 . 349 . 8E+10 1. Dependent Variable: earnings t +1 PT Bakrie and Brothers Tbk a Coeffici ents Model 1 (Constant) earnings t Uns tandardized Coef f icients B Std.PT CIMB Niaga Tbk a Coeffici ents Model 1 (Constant) earnings t Uns tandardized Coef f icients B Std.167 Standardized Coef f icients Beta .3E+11 8.140 . 375 1. 7E+10 4. 363 Sig. .7E+12 1. 086 Sig. . 664 .430 .311 . 6E+12 -. .315 Standardized Coef f icients Beta . Dependent Variable: earnings t +1 PT Kalbe Farma Tbk a Coeffici ents Model 1 (Constant) earnings t Uns tandardized Coef f icients B Std.868 .5E+10 4.017 t 1. 4E+11 . 033 . 623 1.374 . Error -1.358 Standardized Coef f icients Beta . Error 6. Dependent Variable: earnings t +1 PT Bank International Indonesia Tbk a Coeffici ents Model 1 (Constant) earnings t Uns tandardized Coef f icients B Std.351 Standardized Coef f icients Beta .367 t -.046 Sig.381 Standardized Coef f icients Beta -.093 -.950 t -. Error -1. 083 Sig. Dependent Variable: earnings t +1 .965 a. Error -5. 172 8.2E+10 6.000 a.553 . 0E+10 .215 a.458 t -.719 . Dependent Variable: earnings t +1 PT Holcim Tbk a Coeffici ents Model 1 (Constant) earnings t Uns tandardized Coef f icients B Std. 032 t -1.331 a. Error -1. .

739 a. 5E+10 .777 t -. . 7E+11 1.236 . 523 .898 .821 a.915 . 3E+11 .088 t 5. .466 Standardized Coef f icients Beta .303 Standardized Coef f icients Beta . Dependent Variable: earnings t +1 PT Indofood Sukses Makmur Tbk a Coeffici ents Model 1 (Constant) earnings t Uns tandardized Coef f icients B Std. Dependent Variable: earnings t +1 2006 PT Astra Agro Lestari Tbk a Coeffici ents Model 1 (Constant) earnings t Uns tandardized Coef f icients B Std. 023 Sig.727 3. Dependent Variable: earnings t +1 .322 Standardized Coef f icients Beta .042 . Dependent Variable: earnings t +1 PT Aneka Tambang (Persero) Tbk a Coeffici ents Model 1 (Constant) earnings t Uns tandardized Coef f icients B Std. 9E+11 1. 608 .2E+10 2. .974 .178 Standardized Coef f icients Beta . 7E+10 2.872 t 1.104 . 865 . 9E+10 4.001 .014 a. 110 3. Error 2. 295 4.491 . Error 2. Error 1.105 .PT Kawasan Industri Jababeka Tbk a Coeffici ents Model 1 (Constant) earnings t Uns tandardized Coef f icients B Std.235 Sig. . Error 4. 0E+12 3. 271 Sig. 716 Sig. . Error -3. Dependent Variable: earnings t +1 PT Bakrie Sumatra Plantations Tbk a Coeffici ents Model 1 (Constant) earnings t Uns tandardized Coef f icients B Std.019 a.190 Standardized Coef f icients Beta .752 t .002 a.347 Sig. 0E+10 .130 t 1. 5E+11 .

300 a.077 Standardized Coef f icients Beta . . 1E+11 3.391 Sig.345 . Error -1.617 .000 a.707 a.000 a. Dependent Variable: earnings t +1 PT Indosat Tbk a Coeffici ents Model 1 (Constant) earnings t Uns tandardized Coef f icients B Std.896 . Dependent Variable: earnings t +1 .706 15. 527 Sig.211 . 201 .726 t 1. .704 . 334 1. Dependent Variable: earnings t +1 PT Bank Danamon Indonesia Tbk a Coeffici ents Model 1 (Constant) earnings t Uns tandardized Coef f icients B Std. 1E+11 . 7E+11 . 3E+11 1. 797 Sig. 0E+11 .9E+12 3. Error 5. 695 6. 2E+11 7.986 t . 1E+11 3.378 Standardized Coef f icients Beta . Dependent Variable: earnings t +1 PT Telekomunikasi Indonesia Tbk a Coeffici ents Model 1 (Constant) earnings t Uns tandardized Coef f icients B Std. 6E+12 .146 t -.137 Standardized Coef f icients Beta .148 . 2E+12 8.134 . Error 5. 578 Sig.027 a.252 Standardized Coef f icients Beta . 377 2. . 118 Sig. Error 1.503 . Error 7. .PT Astra International Tbk a Coeffici ents Model 1 (Constant) earnings t Uns tandardized Coef f icients B Std. Dependent Variable: earnings t +1 PT United Tractors Tbk a Coeffici ents Model 1 (Constant) earnings t Uns tandardized Coef f icients B Std. .389 t 2. 523 .308 Standardized Coef f icients Beta .052 .927 t 1.

317 .7E+12 1. 018 t -1. Error -3.078 .271 a. Error 1. 468 Sig. Error 3. 196 Sig. 237 .755 .631 . Dependent Variable: earnings t +1 PT Bakrie and Brothers Tbk a Coeffici ents Model 1 (Constant) earnings t Uns tandardized Coef f icients B Std. 286 6.8E+10 3. 047 Sig. Error -1.998 . Error -2.000 a. 324 1. 697 Sig. 6E+12 -.964 a.412 t -.224 t -1.926 t 1.380 Standardized Coef f icients Beta -. Dependent Variable: earnings t +1 PT Kalbe Farma Tbk a Coeffici ents Model 1 (Constant) earnings t Uns tandardized Coef f icients B Std.326 . . .370 Standardized Coef f icients Beta .239 . 8E+10 1.PT CIMB Niaga Tbk a Coeffici ents Model 1 (Constant) earnings t Uns tandardized Coef f icients B Std. 9E+10 7. 5E+10 .729 Standardized Coef f icients Beta . Dependent Variable: earnings t +1 . .134 a. . 018 .154 Standardized Coef f icients Beta .056 -.540 t .295 Standardized Coef f icients Beta . 6E+10 .502 1.179 .562 a.442 . 1E+11 8.8E+11 8.608 Sig. Dependent Variable: earnings t +1 PT Holcim Tbk a Coeffici ents Model 1 (Constant) earnings t Uns tandardized Coef f icients B Std. . 8E+11 . Dependent Variable: earnings t +1 PT Bank International Indonesia Tbk a Coeffici ents Model 1 (Constant) earnings t Uns tandardized Coef f icients B Std.

511 .116 . Error -8. Dependent Variable: earnings t +1 .000 a. 735 Sig. 124 . 3E+12 . 046 Sig. Dependent Variable: earnings t +1 PT Aneka Tambang (Persero) Tbk a Coeffici ents Model 1 (Constant) earnings t Uns tandardized Coef f icients B Std.4E+11 3. 442 5. Dependent Variable: earnings t +1 PT Bakrie Sumatra Plantations Tbk a Coeffici ents Model 1 (Constant) earnings t Uns tandardized Coef f icients B Std.480 Standardized Coef f icients Beta .619 Standardized Coef f icients Beta . Dependent Variable: earnings t +1 PT Indofood Sukses Makmur Tbk a Coeffici ents Model 1 (Constant) earnings t Uns tandardized Coef f icients B Std.071 t 1. 490 . 156 -.188 Sig. 939 . Error 5. 4E+11 2. 6E+10 -.957 t -2. 148 Sig.766 t -. Error -8. 347 Sig.435 8.045 . 9E+12 1.016 a. . . 5E+10 1. Error -2. Error 1. 5E+10 2. 451 .336 Standardized Coef f icients Beta .739 a.180 .001 a.0E+10 4.357 Standardized Coef f icients Beta -. .834 .856 a. 9E+11 1.288 Standardized Coef f icients Beta . 217 3. Dependent Variable: earnings t +1 2007 PT Astra Agro Lestari Tbk a Coeffici ents Model 1 (Constant) earnings t Uns tandardized Coef f icients B Std.PT Kawasan Industri Jababeka Tbk a Coeffici ents Model 1 (Constant) earnings t Uns tandardized Coef f icients B Std.4E+10 3. .672 . .886 t -. 130 t 2.068 .

2E+11 7.404 Standardized Coef f icients Beta .907 t . Error 1.589 t 1. Error 2. 3E+11 5.060 Standardized Coef f icients Beta .413 1. Dependent Variable: earnings t +1 PT United Tractors Tbk a Coeffici ents Model 1 (Constant) earnings t Uns tandardized Coef f icients B Std.PT Astra International Tbk a Coeffici ents Model 1 (Constant) earnings t Uns tandardized Coef f icients B Std. 182 . Dependent Variable: earnings t +1 PT Bank Danamon Indonesia Tbk a Coeffici ents Model 1 (Constant) earnings t Uns tandardized Coef f icients B Std. 5E+11 1.001 a. Dependent Variable: earnings t +1 PT Indosat Tbk a Coeffici ents Model 1 (Constant) earnings t Uns tandardized Coef f icients B Std. 848 Sig. Error 2. 1E+11 1. 740 Sig.095 a. 3E+11 . .329 . 7E+11 .550 t . Error 1. 446 7. 049 1.256 . 6E+12 1.692 . .283 . 683 Sig.000 a.780 .942 t 5. .915 .034 Standardized Coef f icients Beta .572 .526 Standardized Coef f icients Beta . Dependent Variable: earnings t +1 . 5E+12 . 8E+12 3. . 928 Sig.185 Standardized Coef f icients Beta . Error 8. 049 . .125 a.001 .000 a. 163 19.991 t 1. 453 Sig.593 5. 7E+11 4. Dependent Variable: earnings t +1 PT Telekomunikasi Indonesia Tbk a Coeffici ents Model 1 (Constant) earnings t Uns tandardized Coef f icients B Std.

936 .494 . 3E+11 9.132 Standardized Coef f icients Beta . Dependent Variable: earnings t +1 PT Holcim Tbk a Coeffici ents Model 1 (Constant) earnings t Uns tandardized Coef f icients B Std.247 a.500 4. . 3E+10 .143 Standardized Coef f icients Beta . Error 3.166 . Dependent Variable: earnings t +1 PT Bakrie and Brothers Tbk a Coeffici ents Model 1 (Constant) earnings t Uns tandardized Coef f icients B Std. .637 .587 2. Error 3. 196 Sig.576 .954 . 9E+11 6. Dependent Variable: earnings t +1 . Dependent Variable: earnings t +1 PT Kalbe Farma Tbk a Coeffici ents Model 1 (Constant) earnings t Uns tandardized Coef f icients B Std.318 Standardized Coef f icients Beta .692 Sig.633 . Error -4.577 . 7E+11 .930 t 1.253 t .6E+10 5. 0E+10 8. Dependent Variable: earnings t +1 PT Bank International Indonesia Tbk a Coeffici ents Model 1 (Constant) earnings t Uns tandardized Coef f icients B Std. 423 6.846 t .198 . Error 4.PT CIMB Niaga Tbk a Coeffici ents Model 1 (Constant) earnings t Uns tandardized Coef f icients B Std.625 t . . 116 Sig. 336 .273 Standardized Coef f icients Beta . 263 Sig. 6E+10 7. 2E+10 1. Error 1.777 Standardized Coef f icients Beta .072 a.431 t -. 083 1.000 a.004 a. 1E+10 . .538 . 5E+11 .511 a. 678 Sig. .

105 Standardized Coef f icients Beta .3E+12 1.248 Standardized Coef f icients Beta . Error -1. 390 -. 3E+12 1.736 t -1.278 t 1.607 . 686 Sig. Error 1. . 839 Sig. . Error 5.949 a. 8E+11 3. Error -1. 025 t 2. . 381 .469 a.597 Standardized Coef f icients Beta . 716 . Dependent Variable: earnings t +1 2008 PT Astra Agro Lestari Tbk a Coeffici ents Model 1 (Constant) earnings t Uns tandardized Coef f icients B Std. Dependent Variable: earnings t +1 PT Indofood Sukses Makmur Tbk a Coeffici ents Model 1 (Constant) earnings t Uns tandardized Coef f icients B Std. .000 a.871 t .008 2. 162 . Dependent Variable: earnings t +1 PT Bakrie Sumatra Plantations Tbk a Coeffici ents Model 1 (Constant) earnings t Uns tandardized Coef f icients B Std. 539 14.024 a.210 . 4E+10 -.PT Kawasan Industri Jababeka Tbk a Coeffici ents Model 1 (Constant) earnings t Uns tandardized Coef f icients B Std.048 .577 4. 7E+10 2. 3E+10 1.002 a.984 t -. 8E+11 . Dependent Variable: earnings t +1 PT Aneka Tambang (Persero) Tbk a Coeffici ents Model 1 (Constant) earnings t Uns tandardized Coef f icients B Std.347 . 873 Sig.356 Standardized Coef f icients Beta -. Error 1.765 Sig. 2E+12 8.2E+10 2. 066 Sig. Dependent Variable: earnings t +1 . 555 . 1E+11 1.272 .582 . 023 . .355 Standardized Coef f icients Beta .

812 t .021 a.367 Standardized Coef f icients Beta . Dependent Variable: earnings t +1 PT Telekomunikasi Indonesia Tbk a Coeffici ents Model 1 (Constant) earnings t Uns tandardized Coef f icients B Std.002 . 8E+10 1. . 679 Sig. Dependent Variable: earnings t +1 . Dependent Variable: earnings t +1 PT Indosat Tbk a Coeffici ents Model 1 (Constant) earnings t Uns tandardized Coef f icients B Std. Error 4. 8E+12 . 251 Sig.869 t -. .976 . Error 3.896 . 905 7.000 a. Dependent Variable: earnings t +1 PT United Tractors Tbk a Coeffici ents Model 1 (Constant) earnings t Uns tandardized Coef f icients B Std. . 446 Sig. 873 2. 5E+12 1.002 a. . Dependent Variable: earnings t +1 PT Bank Danamon Indonesia Tbk a Coeffici ents Model 1 (Constant) earnings t Uns tandardized Coef f icients B Std.745 t 4. 651 Sig.575 . 957 4. 4E+11 .000 a.370 . .5E+11 4. 5E+11 1. 7E+11 4. 6E+12 3.120 Standardized Coef f icients Beta .031 3.160 Standardized Coef f icients Beta . 6E+12 1. 238 .925 t .939 t 1. Error 2.356 .587 6. 959 Sig. Error -4.098 . 705 . 8E+11 1.008 a. Error 1.336 Standardized Coef f icients Beta .PT Astra International Tbk a Coeffici ents Model 1 (Constant) earnings t Uns tandardized Coef f icients B Std.124 Standardized Coef f icients Beta . 029 .

Error -1. 4E+11 . 377 .3E+10 5.009 a. Error 1. .012 . 9E+10 6. .394 .909 7. 2E+10 1. 1E+11 .904 . Dependent Variable: earnings t +1 PT Holcim Tbk a Coeffici ents Model 1 (Constant) earnings t Uns tandardized Coef f icients B Std.050 t -.108 a.165 . Dependent Variable: earnings t +1 PT Bank International Indonesia Tbk a Coeffici ents Model 1 (Constant) earnings t Uns tandardized Coef f icients B Std.178 Standardized Coef f icients Beta . Dependent Variable: earnings t +1 PT Kalbe Farma Tbk a Coeffici ents Model 1 (Constant) earnings t Uns tandardized Coef f icients B Std.201 .000 a. Error 7. 470 Sig. 4E+10 1.571 t 3. Error 5.898 a. Dependent Variable: earnings t +1 PT Bakrie and Brothers Tbk a Coeffici ents Model 1 (Constant) earnings t Uns tandardized Coef f icients B Std. 842 Sig. 9E+11 2. Dependent Variable: earnings t +1 .235 .140 Standardized Coef f icients Beta . . 346 1. 2E+11 . 595 Sig.133 Sig. 451 . 1E+11 8.045 . 740 Sig.PT CIMB Niaga Tbk a Coeffici ents Model 1 (Constant) earnings t Uns tandardized Coef f icients B Std. 299 3. 6E+11 1.926 t 1. Error 1.805 t 1. .981 .946 t .109 Standardized Coef f icients Beta .404 Standardized Coef f icients Beta . 552 6.339 Standardized Coef f icients Beta . . 025 .000 a.

353 Standardized Coef f icients Beta -.018 . 456 Sig. Error 7. Dependent Variable: earnings t +1 . 076 -.PT Kawasan Industri Jababeka Tbk a Coeffici ents Model 1 (Constant) earnings t Uns tandardized Coef f icients B Std. . 161 . 5E+10 -. 6E+10 2. 170 t 3.662 a.

288906 Statistik Deskriptif Arus Kas Operasi Descriptives Descriptive Statistics N AKO 05 AKO 06 AKO 07 AKO 08 Rat a-rata Valid N (listwise) 15 15 15 15 15 15 Minimum -214.55150 5785.27 83035. 033 -.471605 .470 2209.60110 529.859 8876.91640 . 161 -. 716 1. 023 -.746190 .73463 504.4970 4782. 051 Max imum 1. 445 13.Lampiran 6 Uji Statistik Deskriptif Statistik Deskriptif Harga Saham Descriptives Descriptive Statistics N HS 05 HS 06 HS 07 HS 08 Rat a-rata HS Valid N (listwise) 15 15 15 15 15 15 Minimum Max imum Sum 115.705 18464.020 7572.312 -66.755 Sum 5289. 608 Mean . 00 12400.424 2614.48148 545.627081 .442969 .642 2053.6970 7131.611 2777. Dev iation 570.62967 .529 Mean 352. 82 50.52394 591. 349 1. 746 11.91 10868.63293 .016 7942.114 Mean 3116.92680 4230. 124 -.00 50197.519630 .45 134.82 31081. 379 Sum 9.474 Std.77387 Std.18 46747.91647 .773 71737.270986 Statistik Deskriptif Persistensi Laba Descriptives Descriptive Statistics N PL 05 PL 06 PL 07 PL 08 Rat a-rata PL Valid N (listwise) 15 15 15 15 15 15 Minimum -. 939 1.872 Max imum 2093. 747 13.1879 3346. Dev iation 3250. Dev iation .73 24327.83529 Std.73 194.494 -9.5152 5535. 494 9. 523 2.26347 9784.45 132.895442 940.156443 645.321778 774.490 -986.461 -105.82 106967.222 8182.768481 661.15431 6829.

10E+08 8. 472 3.099 Standardized Coef f icients Beta .085 a. All request ed v ariables ent ered. Error of the Estimate 3731.822983 a. 63E+08 7.187 Adjust ed R Square .Lampiran 7 Uji Normalitas Regression b Model Summary Model 1 R R Square . 419 -1. AKO b. Dependent Variable: HS . 250 t 4. b. AKO Variables Remov ed .432a . PL.155 Std. . 861 Sig. AKO b.78 F 5. Met hod Enter a. 692 1055.083 3.000 . 73E+08 df 2 51 53 Mean Square 81619497.910 -1852. Error 3756. 109 . Dependent Variable: HS b Variables Entered/Removed Model 1 Variables Entered a PL. Predic tors : (Const ant).575 840.488 -.001 . . PL. Predic tors : (Const ant ). Dependent Variable: HS a Coeffici ents Model 1 (Constant) AKO PL Uns tandardized Coef f icients B Std. Dependent Variable: HS b ANOVA Model 1 Regress ion Res idual Tot al Sum of Squares 1.756 Sig.005a a.03 13926502.

Tes t dis tribution is Normal.000 Std.734130 . 234 .095 N Normal Parametersa. (2-t ailed) Mean Std. Sig. Calculated f rom data. b.969 Std. .0000000 3660.13574 Res idual -8679.981 N 54 54 54 54 NPar Tests One-Sampl e Kolmogorov-Smi rnov Test Uns tandardiz ed Residual 54 .514 9330. Dev iation Absolut e Positiv e Negativ e a. 374 2.000 .734130 1.307 3.a Residual s Statistics Minimum Predic ted Value 215.987470 3660. 500 Mean 3670.822 . Dependent Variable: HS Max imum 9592.168 -. 000 . 79 Std.326 a. Dev iation 1754.b Mos t Extreme Dif f erences Kolmogorov -Smirnov Z Asy mp.00000 . Residual -2.168 . Predic ted Value -1. 145 1.

371a . 305 Sig. Met hod Enter a. All request ed v ariables ent ered. 447 2.000 .Lampiran 8 Uji Regresi Persamaan Pertama b Variables Entered/Removed Model 1 Variables Entered AKOa Variables Remov ed . Error 2725. 20E+08 7. b.821 Standardized Coef f icients Beta .121 Std.1 14484454.844803 a.958 612. AKO b.371 t 4. Dependent Variable: HS .006a a. AKO b ANOVA Model 1 Regress ion Res idual Tot al Sum of Squares 1. 882 Sig.66 F 8.006 a. Predic tors : (Const ant). . Dependent Variable: HS a Coeffici ents Model 1 (Constant) AKO Uns tandardized Coef f icients B Std. Error of the Estimate 3805. Predic tors : (Const ant ). . 73E+08 df 1 52 53 Mean Square 120298993. Dependent Variable: HS Model Summary Model 1 R R Square .138 Adjust ed R Square .963 2. 53E+08 8. 366 .

465a . . 964 df 1 52 53 Mean Square 3. All request ed v ariables ent ered. . 789 Sig.216 Adjust ed R Square . Predic tors : (Const ant ). AKO b.556 .000 Standardized Coef f icients Beta . Met hod Enter a. Dependent Variable: PL . AKO b ANOVA Model 1 Regress ion Res idual Tot al Sum of Squares 3. 454 . 510 15. Dependent Variable: PL a Coeffici ents Model 1 (Constant) AKO Uns tandardized Coef f icients B Std.000 . 454 12. 358 Sig. Predic tors : (Const ant).079 . b.000 .241 F 14. Error of the Estimate .Lampiran 9 Uji Regresi Persamaan Kedua Regression b Variables Entered/Removed Model 1 Variables Entered AKOa Variables Remov ed . Error .000 a.201 Std. Dependent Variable: PL Model Summary Model 1 R R Square .465 t 7.000a a. 042 3.490485 a.

AKO b. Error of the Estimate 3731.03 13926502. All request ed v ariables ent ered.488 -. 861 Sig.78 F 5. Dependent Variable: HS . b.910 -1852. 250 t 4. AKO Variables Remov ed .001 . 73E+08 df 2 51 53 Mean Square 81619497.822983 a. Error 3756. . Dependent Variable: HS Model Summary Model 1 R R Square . 10E+08 8.085 a. AKO b ANOVA Model 1 Regress ion Res idual Tot al Sum of Squares 1. PL. 472 3.Lampiran 10 Uji Regresi Persamaan Ketiga Regression b Variables Entered/Removed Model 1 Variables Entered a PL. 63E+08 7. 692 1055.575 840. Predic tors : (Const ant ).756 Sig.187 Adjust ed R Square . 109 . Dependent Variable: HS a Coeffici ents Model 1 (Constant) AKO PL Uns tandardized Coef f icients B Std. .000 . PL. 419 -1.005a a. Predic tors : (Const ant).432a . Met hod Enter a.099 Standardized Coef f icients Beta .155 Std.083 3.

JADWAL PENULISAN SKRIPSI KETERANGAN Penulisan Pra-proposal Presentasi Proposal Pengumpulan Data Analisis Data Penulisan Laporan Skripsi Penyerahan Skripsi Bulan Sept 1 2 3 4 Bulan Okt 1 2 3 4 Bulan Nov 1 2 3 4 Bulan Des 1 2 3 4 Bulan Jan 1 2 3 4 .

Surabaya. (Faris Fashihul Lisan) . Demikian Surat Pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya. maka bersedia menerima sanksi berupa pembatalan Skripsi beserta segala hal yang terkait dengan skripsi tersebut. Syafi’I No 109 A Manyar Gresik : 2007.310.491 : Akuntansi : Strata 1 Dengan ini menyatakan bahwa Skripsi saya yang berjudul : Pengaruh Arus Kas Operasi Terhadap Harga Saham dengan Persistensi Laba Sebagai Variabel Intervening adalah benar-benar merupakan karya saya sendiri dan bukan jiplakan (plagiat) dari karya ilmiah orang lain serta bukan hasil dibuatkan oleh orang/pihak lain. Apabila di kemudian hari ternyata Pernyataan Saya tersebut tidak benar. 24 Januari 2011 Yang menyatakan.SURAT PERNYATAAN Yang bertanda tangan dibawah ini : Nama Alamat NIM Jurusan Program studi : Faris Fashihul Lisan : Jl KH.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->