P. 1
Skripsi

Skripsi

|Views: 6,341|Likes:
Dipublikasikan oleh Faris Fashihul

More info:

Published by: Faris Fashihul on Mar 18, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/16/2013

pdf

text

original

Sections

  • 1.1 Latar Belakang Masalah
  • 1.2 Perumusan Masalah
  • 1.3 Tujuan Penelitian
  • 1.4 Manfaat Penelitian
  • 1.5 Sistematika Penulisan
  • 2.1 Penelitian Terdahulu
  • 2.2 Landasan Teori
  • 2.2.1 Saham
  • 2.2.2 Harga Saham
  • 2.2.3 Laporan Keuangan
  • 2.2.4 Laporan Arus Kas
  • Tabel 2.1 Format Dasar Laporan Arus Kas
  • 2.2.5 Laba Akuntansi
  • 2.2.6 Laba Kotor
  • 2.2.7 Laba Operasi
  • 2.2.8 Laba Bersih
  • 2.2.9 Persistensi Laba
  • 2.2.10 Indeks Liquid 45
  • 2.2.11 Hubungan Arus Kas Terhadap Masing-Masing Variabel
  • 1. Hubungan Arus Kas Operasi dan Persistensi Laba
  • 2. Hubungan Arus Kas Operasi dan Harga Saham
  • Laba
  • 2.3 Kerangka Pemikiran
  • 2.4 Hipotesis Penelitian
  • 3.1 Rancangan Penelitian
  • 3.2 Batasan Penelitian
  • 3.3 Identifikasi Variabel
  • 3.4 Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel
  • 3.5 Populasi, Sampel, dan Teknik Pengambilan Sampel
  • 3.6 Data dan Metode Pengumpulan Data
  • 3.6.1 Jenis dan Sumber Data
  • 3.6.2 Metode Pengumpulan Data
  • 3.7 Taknik Analisis Data
  • 4.1 Gambaran Subyek Penelitian
  • Tabel 4.1 Kriteria Pengambilan Sampel
  • Tabel 4.2 Daftar Perusahaan Sampel
  • 4.2 Teknik Analisis Data
  • 4.2.1 Analisis Deskriptif
  • Tabel 4.3 Tanggal Publikasi Laporan Keuangan
  • Tabel 4.5 Hasil Perhitungan Arus Kas Operasi
  • Tabel 4.6 Hasil Perhitungan Persistensi Laba
  • 4.2.2 Analisis Statistik
  • Tabel 4.7 Hasil Uji Normalitas Model Penelitian
  • 4.3 Pembahasan
  • 4.3.1 Pengaruh Arus Kas Operasi terhadap Harga Saham
  • Persistensi Laba Sebagai Variabel Intervening
  • 5.1 Kesimpulan
  • 6.2 Keterbatasan Penelitian
  • 6.3 Saran

PENGARUH ARUS KAS OPERASI TERHADAP HARGA SAHAM DENGAN PERSISTENSI LABA SEBAGAI VARIABEL INTERVENING SKRIPSI

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Penyelesaian Program Pendidikan Strata Satu Jurusan Akuntansi

Oleh :

FARIS FASHIHUL LISAN 2007310491

SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI PERBANAS SURABAYA 2011

PENGARUH ARUS KAS OPERASI TERHADAP HARGA SAHAM DENGAN PERSISTENSI LABA SEBAGAI VARIABEL INTERVENING

Diajukan oleh :

FARIS FASHIHUL LISAN NIM : 2007.310.491

Skripsi ini telah dibimbing dan dinyatakan siap diujikan

Dosen Pembimbing, Tanggal : 24 Januari 2011

(Dra. Gunasti Hudiwinarsih Ak, M.Si)

ii

SKRIPSI
PENGARUH ARUS KAS OPERASI TERHADAP HARGA SAHAM DENGAN PERSISTENSI LABA SEBAGAI VARIABEL INTERVENING

Disusun oleh :

FARIS FASHIHUL LISAN NIM : 2007.310.491

Dipertahankan di depan Tim Penguji dan dinyatakan Lulus Ujian Skripsi pada tanggal 11 Februari 2011 Tim Penguji

Ketua

: (Prof. Dr. Drs. R. Wilopo, Ak., M.Si)

……………………...

Sekretaris : (Dra. Gunasti Hudiwinarsih, Ak., M.Si) ……………………...

Anggota

: (Nurul Hasanah Uswati Dewi, SE., M.Si) ……………………..

iii

....PENGESAHAN SKRIPSI Nama Tempat..I...310. SE. Dosen Pembimbing.. M.... Tanggal :... M...... Tanggal Lahir N......Si...Si iv ........... Ak) (Dra. Gunasti Hudiwinarsih Ak.. (Supriyati. 6 April 1989 : 2007......491 : Akuntansi : Strata 1 : Akuntansi Keuangan : Pengaruh Arus Kas Operasi terhadap Harga Saham dengan Persistensi Laba Sebagai Variabel Intervening Disetujui dan diterima baik oleh : Ketua Jurusan Akuntansi Tanggal :.M Jurusan Program Pendidikan Konsentrasi Judul : Faris Fashihul Lisan : Gresik..

hati. otot.MOTTO Antara otak. dan insting harus seimbang! Jangan mengingat hal yang menyedihkan! Tidak baik buat kesehatan Dunia adalah petualangan yang bisa memanggilku tuk beraksi kapan saja Pujian mengingatkan akan suatu kemunduran! Nikmati hidup seperti jalannya singa! Bergerak jika penting saja dan bersikap sesuai tempatnya v .

Gracias! vi .com caused they was teach me how to treat me the way that me deserve to be treated. all of us have a hard past too. I wish we can always playing football. . so I can goes through and finish my ultimate task in STIE Perbanas Surabaya.SKRIPSI INI DIPERSEMBAHKAN KEPADA . Sanji. and Ichigo. My mother and my sister is a mot beautiful godsend that I ever have. Luffy. Franky. Robin. My Super Thanks to Amburadul. Usoop. You show me how to not surrender and always keep going no matter what. but we always believe that everythings can happen in this world.com I am very thanks to my best group amburadul. Brook. and leading the way. goes through our rival. My Incredible Thanks to Mugiwara Pirates and Ichigo Kurosaki Maybe others says we are foolish dreamer. I wish we can keep speed up to reach our dream. . I can’t say more just ARIGATOOOOOOOOOOOOOOOO!!! My Awesome Thanks to the Flying Dutchman Jorge Lorenzo 99# You are my real inspiration. My Super Awesome Thanks you to ALLAH SWT My infinite thaks to Allah SWT that gave me blessing and benediction. Nami. Well. they always show an optimistic to pass any resistance in my life. Zoro. Flowers of the friendship always blooms even in hell. Chooper. I guess we're all the same in that respect. My Biggest Thanks you for My Big Family My mother and my sister that always cheer me up when i need some support.

. Tatik Suryani. Pada kesempatan ini penulis ingin menyampaikan rasa terima kasih kepada pihak – pihak yang selama ini memberikan bantuan dan dukungan antara lain: 1. 4. Ibu Supriyati. Ibu Triana Mayasari. 2. 3.. dan pengetahuan. Psi. selaku Dosen Wali yang telah meluangkan waktu memberikan bimbingan. Ak.. Drs. M. M.Si. M.Si. Dr. Penulis dapat menyelesaikan dengan baik karena adanya bantuan dari berbagai pihak dalam memecahkan masalah yang dihadapi selama proses penulisan skripsi ini. SE.M selaku Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Perbanas Surabaya. sehingga skripsi ini dapat terselesaikan dengan baik dan lancar. arahan. Ak. vii . Hj. sebagai Dosen Pembimbing yang telah memberikan banyak saran dan arahan dalam penyusunan skripsi. M. selaku Ketua Jurusan Akuntansi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Perbanas Surabaya. SE. Dra..Si.KATA PENGANTAR Puji Syukur kehadirat Allah SWT atas limpahan rahmatnya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “ Pengaruh Arus Kas Operasi Terhadap Harga Saham dengan Persistensi Laba Sebagai Variabel Intervening “. Prof. Gunasti Hudiwinarsih Ak.

Februari 2011 Penulis viii . Demikian skripsi ini dibuat. Bapak dan Ibu Dosen beserta Civitas Akademika STIE Perbanas Surabaya dan Staff Perpustakaan STIE Perbanas Surabaya yang telah membantu penyusunan skripsi ini.5. semoga dapat berguna bagi semua pihak pada umumnya dan bagi para peneliti yang ingin meneliti objek yang sama pada khususnya.

....... 36 3........................................................... 15 2..................................5 Laba Akuntansi ........................................................................................................................8 Laba Bersih ................ 33 2...vi KATA PENGANTAR……………………………………………….................................................................................................................................................................... 4 1.................DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL………………………………………………………………..........................…………………..................... iii HALAMAN PENGESAHAN SKRIPSI………………………………………....................................2. xiii ABSTRAK/RINGKASAN………………………………………………………xiv BAB I PENDAHULUAN .........................1 Saham ................ 17 2...................................................................................4 Hipotesis Penelitian .............................................................3 Tujuan Penelitian ..............2 Perumusan Masalah .. 7 2.4 Laporan Arus Kas ................... 21 2.............2....... vii DAFTAR ISI.............................. Hubungan Arus Kas Operasi Terhadap Harga Saham Melalui Persistensi Laba ..2................2..................…………......................................10 Indeks Liquid 45 .................................4 Manfaat Penelitian ............. 23 2............. 28 2................2.......... 1 1......1 Penelitian Terdahulu .................. 37 ix ............... 1 1..............................2 Harga Saham .................................. 34 2............................1 Latar Belakang Masalah ...................2. v HALAMAN PERSEMBAHAN......7 Laba Operasi ....................... 30 2.............................................................................5 Sistematika Penulisan ...........................................…...............2 Batasan Penelitian .............................. 6 BAB II TINJAUAN PUSTAKA .......2 Landasan Teori. 30 2........................ ix DAFTAR TABEL………………………………………………………………............... 29 2..................................................................................2............................................................................................. 5 1......................1 Rancangan Penelitian .......……………......................................................................... 15 2.2.............................................................. 31 2................................2...11 Hubungan Arus Kas Terhadap Masing-Masing Variabel ....2......6 Laba Kotor .................9 Persistensi Laba ........................ 29 2...... 36 3..........................................3 Kerangka Pemikiran .......................... 7 2.... 31 1............ 35 BAB III METODE PENELITIAN .................................................................................................................. Hubungan Arus Kas Operasi dan Persistensi Laba ..........................................................................3 Laporan Keuangan ........................i HALAMAN PERSETUJUAN SIAP UJI………………………………………… ii HALAMAN LULUS UJIAN SKRIPSI………………………………………….................... Hubungan Arus Kas Operasi dan Harga Saham .........................................................xi DAFTAR GAMBAR…………………………………………………………….……………………………………………………………………. 4 1......................................................... iv HALAMAN MOTTO........................ 32 3................................................................ 26 2.............2............................xii DAFTAR LAMPIRAN…………………………………………………………............................................

...............................2 Keterbatasan Penelitian ........... ...... 59 4..................................... 51 4......................6........................................................................................................ 74 5.......3 Identifikasi Variabel ..................... 37 3.......................1 Kesimpulan .....1 Jenis dan Sumber Data .............................................2.........................2.................... 40 3................................................... 71 BAB V PENUTUP ................................4 Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel................................................................. 49 4...........3....................2 Metode Pengumpulan Data ............................. 73 5............................2 Analisis Statistik .........................1 Pengaruh Arus Kas Operasi terhadap Harga Saham...... 49 4............... 40 3.................................... 40 3......................................................................3...................1 Gambaran Subyek Penelitian ......... Sampel.......................................................................................2 Pengaruh Arus Kas Operasi terhadap Harga Saham dengan Persistensi Laba Sebagai Variabel Intervening ...1 Analisis Deskriptif .6 Data dan Metode Pengumpulan Data ........................ dan Teknik Pengambilan Sampel ................................3 Saran ...............................................6...................... 69 4...3 Pembahasan .....3...............................7 Taknik Analisis Data ...5 Populasi..................................................... 39 3....................................... 40 BAB IV GAMBARAN SUBJEK PENELITIAN DAN ANALISIS DATA ............................................ 69 4............ 37 3.................................... 51 4...2 Teknik Analisis Data ........................................ 75 x ....................... 73 5.....................................

1 Tabel 4.6 Tabel 4.2 Tabel 4.14 Tabel 4.1 Tabel 4.12 Tabel 4.16 : Format Dasar Laporan Arus Kas : Kriteria Pengambilan Sampel : Daftar Perusahaan Sampel : Tanggal Publikasi Laporan Keuangan : Hasil Perhitungan Harga Saham : Hasil Perhitungan Arus Kas Operasi : Hasil Perhitungan Persistensi Laba : Hasil Uji Normalitas Model Penelitian : Koefisien Determinasi Uji Hipotesis Persamaan Pertama : Koefisien Determinasi Uji Hipotesis Persamaan Kedua : Koefisien Determinasi Uji Hipotesis Persamaan Ketiga : Hasil Uji F Uji Hipotesis Persamaan Pertama : Hasil Uji F Uji Hipotesis Persamaan Kedua : Hasil Uji F Uji Hipotesis Persamaan Ketiga : Hasil Uji t Uji Hipotesis Persamaan Pertama : Hasil Uji t Uji Hipotesis Persamaan Kedua : Hasil Uji t Uji Hipotesis Persamaan Ketiga 26 49 50 52 53 56 58 60 62 63 63 65 65 66 67 67 68 xi .15 Tabel 4.9 Tabel 4.8 Tabel 4.4 Tabel 4.7 Tabel 4.11 Tabel 4.3 Tabel 4.10 Tabel 4.5 Tabel 4.13 Tabel 4.DAFTAR TABEL Halaman Tabel 2.

DAFTAR GAMBAR
Halaman Gambar 2.1 : Kerangka Pemikiran Gambar 3.1 : Analisis Jalur Model Gambar 3.2 : Kurva Normal Uji F Gambar 3.3 : Kurva Normal Uji t Gambar 4.1 : Hasil Analisis Jalur Model 35 43 46 47 69

xii

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 Lampiran 2 Lampiran 3 Lampiran 4 Lampiran 5 Lampiran 6 Lampiran 7 Lampiran 8 Lampiran 9

: Daftar Perusahaan Sampel : Harga Saham Perusahaan LQ 45 : Arus Kas Operasi Perusahaan LQ 45 : Laba Operasi Perusahaan LQ 45 : Uji Regresi Persistensi Laba : Uji Statistik Deskriptif : Uji Normalitas : Uji Regresi Persamaan Pertama : Uji Regresi Persamaan Kedua

Lampiran 10 : Uji Regresi Persamaan Ketiga

xiii

THE INFLUENCE OF OPERATING CASH FLOW ON STOCK PRICE WITH EARNINGS PERSISTENCE AS THE INTERVENING VARIABLE

ABSTRACT

This research is aimed to examine the positive influence of operating cash flow on stock price with earnings persistence as the intervening variable. Earnings persistence is measured using regression coefficient between current earnings and next period earnings. This method is used since it is appropriate with the condition in Indonesia. The earnings used is operating income. Samples used in this research are LQ 45 companies listed in Indonesian Stock Exchange. This research used secondary data collected through financial report, Indonesian Capital Market Directory (ICMD), and Bisnis Indonesia newspaper, for an observation period of 2005-2008. The data are collected using purposive sampling method. The result of path analysis shows that operating cash flow does not influence stock price with earnings persistence as the intervening variable.

Keywords: Stock Price, Operating Cash Flow, and Earning Persistence

xiv

yang pertama adalah memberikan 1 . Apabila dikelola secara profesional.1 Latar Belakang Masalah Saat ini dunia telah mengakui bahwa pasar modal merupakan sarana yang handal untuk mobilisasi dana. Kedua lembaga tersebut diatas umumnya hanya menyediakan pinjaman modal (Jangka Pendek dan Jangka Panjang). Pelaporan keuangan merupakan suatu bentuk pertanggung-jawaban perusahaan terhadap berbagai pihak yang terkait dengan perusahaan selama periode tertentu.BAB I PENDAHULUAN 1. atas dasar itulah para investor menganalisis kondisi keuangan perusahaan yang akan atau telah menjadi obyek investasinya. Kondisi keuangan perusahaan dapat diketahui dari laporan keuangan perusahaan yang bersangkutan. Investor sangat berkepentingan terhadap perkembangan dan kondisi keuangan perusahaan. Sedangkan pasar uang hanya menyediakan penyertaan. Menurut Statement of Financial Accounting Concept (SAFC) No. 1 ada dua tujuan dari laporan keuangan. Pasar modal membantu menyehatkan struktur permodalan perusahaan sekaligus memberi kesempatan kepada investor untuk ikut serta dalam pemilikan dan pembagian laba (dividen) serta mengharapkan capital gain. suatu negara yang hanya mengandalkan Bank dan Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB) dalam menghimpun dana akan menemui kesulitan untuk mendapatkan sumbersumber pembiayaan proyek-proyeknya.

salah satunya adalah Bowen et al (1986) dalam Meythi (2006). dan keputusan serupa lainnya. kredit. kreditur. Tujuan yang kedua adalah memberikan informasi tentang prospek arus kas untuk membantu investor dan kreditur dalam menilai arus kas bersih perusahaan. Informasi tersebut dapat ditemukan dalam laporan arus kas yang menjadi integral dari laporan keuangan perusahaan publik. dan (5) memberikan informasi tambahan pada pasar modal. karena informasi tersebut dapat mencerminkan likuiditas dari suatu perusahaan. informasi yang berkaitan dengan penerimaan dan pengeluaran kas lebih sering digunakan oleh para analis keuangan. dan pemakai laporan keuangan lainnya untuk membuat keputusan investasi. Selain itu. dan waktu keputusan pinjaman. Tujuan lainnya adalah untuk menyediakan informasi tentang kegiatan operasi. dan pembiayaan tersebut atas dasar kas. laporan arus . (4) menilai perusahaan. Dalam penelitiaannya dikatakan bahwa data arus kas mempunyai manfaat dalam beberapa konteks keputusan. Data yang terdapat dalam laporan arus kas merupakan indikator keuangan yang lebih baik dari akuntansi karena laporan arus kas relatif lebih mudah diinterpretasikan dan relatif lebih sulit untuk dimanipulasi. Tujuan utama dari laporan arus kas adalah untuk memberikan informasi tentang penerimaan kas dan pengeluaran kas perusahaan selama suatu periode.2 informasi yang bermanfaat bagi investor. ukuran. investor potensial. (2) menilai risiko. Manfaat laporan arus kas ini telah dibuktikan oleh beberapa peneliti. seperti : (1) memprediksi kesulitan keuangan. investasi. Untuk analisis investasi. (3) memprediksi peringkat (rating) kredit.

Nasir dan Ulfah (2008). Penelitian mengenai arus kas terhadap harga saham antara lain dilakukan oleh Changling Chen (2004). sehingga besarnya reaksi return saham perusahaan pada earnings harus dihubungkan dengan pengaruh inovasi earnings pasa ekspektasi manfaat masa yang akan datang yang didapatkan pemegang saham. Jadi dapat disimpulkan bahwa besarnya hubungan antara return saham dan earnings tergantung pada pesistensi laba. Harga saham adalah nilai dari suatu saham yang terbentuk di pasar surat berharga sebagai akibat dari penawaran dan permintaan yang ada. tetapi beberapa peneliti lain seperti Ninna dan Suhairi (2006). dan Meythi (2006) tidak berhasil mendapatkan bukti adanya pengaruh arus kas terhadap harga saham. Ferry dan Erni (2005). . Para peneliti tersebut berhasil membuktikan adanya pengaruh arus kas terhadap harga saham. San Susanto dan Erni (2006). Kormedi dan Lipe (1987) dalam Meythi (2006) menguji hubungan antara inovasi earnings dan persistensi laba dengan return saham.3 kas merupakan informasi yang dapat memberikan sinyal untuk menilai prospek masa depan perusahaan yang akan dibeli melalui kepemilikan saham (pembelian saham). Kiagus Andi (2007). Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa koefisien respon laba berkorelasi posotif dengan persistensi laba dan tidak menunjukkan sensitivitas yang berlebihan. Reaksi harga saham dapat ditunjukkan dengan adanya perubahan harga dari sekuritas yang bersangkutan. Saham merupakan bentuk modal penyertaan atau bukti posisi kepemilikan dalam suatu entitas.

yang akan memberikan pengaruh yang kuat terhadap variabel persistensi laba. Untuk mengetahui apakah arus kas operasi berpengaruh terhadap harga saham dengan persistensi laba sebagai variabel intervening. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh beberapa peneliti sebelumnya.4 Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan-perusahaan yang terdaftar dalam LQ 45 untuk periode penelitian tahun 2005 sampai 2008.3 Tujuan Penelitian Berdasarkan perumusan masalah diatas. dikarenakan perusahaan LQ 45 adalah perusahaan yang memiliki likuiditas yang tinggi.2 Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang yang telah disusun diatas. maka perumusan masalah yang diperoleh adalah : 1. . Alasan digunakan perusahaan yang terdaftar dalam LQ 45 sebagai sampel. peneliti bermaksud untuk menguji dan menentukan bukti empiris ada pengaruh arus kas operasi terhadap harga saham dengan persistensi laba sebagai variabel intervening. Untuk mengetahui apakah arus kas operasi berpengaruh terhadap harga saham 2. maka tujuan yang ingin dicapai adalah : 1. Apakah ada pengaruh arus kas operasi terhadap harga saham? 2. 1. Apakah ada pengaruh arus kas operasi terhadap harga saham dengan persistensi laba sebagai variabel intervening? 1.

sehingga para investor dapat melakukan portofolio investasinya dengan lebih baik. dan dapat dijadikan salah satu pertimbangan dalam menarik calon investor dalam jumlah yang lebih banyak.4 1.5 1. Bagi Penulis Dapat menerapkan ilmu yang dipelajari selama menjalani masa perkuliahan di lembaga pendidikan STIE Perbanas yaitu untuk mewujudkan keinginannya kelak untuk berinvestasi pada suatu perusahaan. 4. sehingga penelitian yang dihasilkan akan menjadi lebih baik. 2. . Manfaat Penelitian Bagi Investor Dapat digunakan sebagai acuan analisis saham yang akan diperjualbelikan di bursa efek melalui analisis kandungan informasi yang mempengaruhi harga saham sebelum pengambilan keputusan investasi. 3. Bagi Perusahaan Dapat dijadikan masukan oleh perusahaan dalam mengelola kelangsungan usahanya. Bagi STIE Perbanas Surabaya Hasil ini akan menambah koleksi perpustakaan dan dapat menjadi acuan penelitian yang sama.

BAB III : METODE PENELITIAN Bab ini menjelaskan tentang populasi dan sampel. BAB V : PENUTUP Bab ini menjelaskan kesimpulan penelitian yang berisikan jawaban atas rumusan masalah dan pembuktian hipotesis. manfaat penelitian.6 1. serta memberikan saran berupa implikasi hasil penelitian baik bagi pihak-pihak yang terkait maupun bagi pengembangan ilmu pengetahuan untuk peneliti selanjutnya. serta sistematika penulisan. metode pengumpulan data.5 Sistematika Penulisan Sistematika penulisan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: BAB I : PENDAHULUAN Bab ini menguraikan latar belakang masalah. perumusan masalah. BAB II : TINJAUAN PUSTAKA Pada bab ini menguraikan tentang penelitian yang terdahulu. BAB IV : GAMBARAN SUBYEK PENELITIAN DAN ANALISIS DATA Bab ini menjelaskan garis besar tentang populasi dari penelitian serta aspek-aspek dari sampel dan analisis dari hasil penelitian. tujuan penelitian. kerangka pemikiran dan hipotesis penelitian. landasan teori. dan metode analisis data. .

Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh kandungan informasi arus kas operasi terhadap harga saham periode berikutnya dengan persistensi laba sebagai variabel intervening. Penelitian ini menggunakan data laporan keuangan perusahaan LQ 45 yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta (BEJ) pada tahun 2000 sampai dengan tahun 2005.BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. Pada penelitian ini menunjukkan bahwa hasil pengujian hubungan langsung arus kas operasi ke harga saham ditunjukkan dengan bahwa arus kas operasi mempengaruhi harga saham namun tidak signifikan. 7 . Sedangkan hasil path analysis menunjukkan bahwa arus kas operasi operasi berpengaruh dan signifikan secara tidak langsung terhadap harga saham. Mohammad Nasir dan Mariana Ulfah (2008).1 Penelitian Terdahulu Ada beberapa penelitian yang telah dilakukan berhubungan dengan topik pengaruh arus kas operasi terhadap harga saham dengan persistensi laba sebagai variabel intervening. 1. Koefisien laba diukur dengan menggunakan koefisien regresi antara laba periode sekarang dan laba periode mendatang. Metode penelitian ini menggunakan metode regresi berganda yang diperluas dengan path analysis untuk melihat pengaruh variabel intervening. Laba yang digunakan adalah laba operasi. meneliti analisis pengaruh arus kas operasi terhadap harga saham dengan persistensi laba sebagai variabel intervening.

dan persistensi laba sebagai variabel intervening. penelitian ini menyatakan bahwa arus kas memberikan abnormal return terhadap investor di bursa saham yang ditunjukkan dengan adanya reaksi pasar pada saat informasi dipublikasikan. Sementara itu interaksi laba dengan laporan arus kas dari aktivitas operasi menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap return saham. 2. publikasi arus kas ternyata cukup . Persamaan kedua adalah pada pengujian hipotesis yang sama-sama menggunakan metode regresi berganda dengan path analysis untuk melihat pengaruh persistensi laba sebagai variabel intervening. bahwa penelitian sekarang menggunakan perusahaan yang terdaftar dalam LQ 45 periode 2005 sampai dengan 2008.8 Persamaan dengan penelitian sekarang adalah penelitian sekarang menggunakan arus kas operasi sebagai variabel independen. meneliti pengaruh interaksi laba dengan laporan arus kas terhadap return saham. Penelitian ini menunjukkan bahwa interaksi laba dengan arus kas pada aktivitas investasi dan pendanaan tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap return saham. Kiagus Andi (2007). Sehingga dari penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa variabel laba berpengaruh secara signifikan terhadap return saham. Dengan uji beda rata-rata. Variabel interaksi laba dengan arus kas operasi berpengaruh signifikan terhadap return saham. Perbedaan dengan penelitian terdahulu. Dengan demikian. harga saham sebagai variabel dependen. Persamaan yang lain adalah penelitian sekarang menggunakan perusahaan yang terdaftar dalam LQ 45.

Persamaan kedua dengan penelitian terdahulu adalah teknik penarikan sampel yang menggunakan teknik purposive sampling dengan sampel yang harus memenuhi kriteria tertentu. meneliti pengaruh kandungan informasi komponen laporan arus kas. Persamaan dengan penelitian sekarang adalah penelitian sekarang sama-sama menguji pengaruh arus kas terhadap harga saham. dan size perusahaan terhadap expected return saham. Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menemukan bukti empiris mengenai apakah informasi laporan arus kas. Perbedaan antara penelitian sekarang dengan penelitian terdahulu adalah penelitian terdahulu menggunakan laba sebagai variabel independen sedangkan penelitian sekarang menggunakan persistensi laba sebagai variabel intervening yang berpengaruh secara tidak langsung pada variabel dependen (harga saham). Perbedaan yang kedua terletak pada laporan keuangan yang digunakan. pada penelitian terdahulu laporan keuangan yang digunakan adalah laporan keuangan perusahaan manufaktur yang terdaftar pada Bursa Efek Jakarta (BEJ) pada periode 2003 sampai 2005. laba kotor. Metode . sedangkan pada penelitian sekarang menggunakan laporan keuangan perusahaan yang terdaftar pada LQ 45 periode 2005 sampai 2008.9 memberikan informasi yang relevan bagi investor yang memperoleh abnormal return. 3. laba kotor dan size perusahaan berpengaruh positif terhadap expected return saham. dengan arus kas sebagai variabel independen dan harga saham sebagai variabel dependen. Ninna Daniati dan Suhairi (2006).

Begitu juga dengan size perusahaan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap expected return saham. Perbedaan dengan penelitian terdahulu bahwa penelitian sekarang hanya terbatas pada penggunakan arus kas dari aktivitas operasi sebagai variabel independen. 4. Sampel yang digunakan adalah perusahaan otomotif dan perusahaan tekstil yang terdaftar dalam Bursa Efek Jakarta (BEJ). Persamaan lain adalah metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode regresi linier berganda dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan antara arus kas dari aktivitas investasi terhadap expected return saham. Meythi (2006). Perbedaan lainnya adalah bahwa penelitian sekarang menggunakan laporan perusahaan yang terdaftar dalam LQ 45 periode 2005 sampai 2008. meneliti pengaruh arus kas operasi terhadap harga saham dengan persistensi laba sebagai variabel intervening.10 survei yang digunakan untuk mengamati riset tersebut adalah metode purposive sampling. Penelitian ini bertujuan . Persamaan dengan penelitian sekarang adalah bahwa penelitian sekarang sama-sama menggunakan informasi laporan arus kas sebagai variabel independen. Hasil yang signifikan juga ditunjukkan pada pengaruh laba kotor terhadap expected return saham. sedangkan penelitian terdahulu menggunakan laporan perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta (BEJ) periode 1999 – 2004. Sedangkan arus kas dari aktivitas operasi tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap expected return saham.

Sedangkan hasil dari path analysis menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh arus kas operasi terhadap harga saham dengan persistensi laba sebagai variabel intervening. Persamaan dengan penelitian sekarang adalah menggunakan arus kas operasi sebagai variabel independen.11 untuk menguji dan menemukan bukti empiris mengenai pengaruh positif arus kas operasi terhadap harga saham dengan persistensi laba sebagai variabel intervening. Persamaan lain adalah pada pengujian hipotesis yang sama-sama menggunakan metode regresi berganda dengan path analysis untuk melihat pengaruh persistensi laba sebagai variabel intervening. dan persistensi laba sebagai variabel intervening. Pemilihan sampel penelitian dilakukan dengan menggunakan metode regresi berganda yang diperluas dengan path analysis untuk melihat pengaruh variabel intervening. 5. sedangkan pada penelitian sekarang menggunakan perusahaan-perusahaan yang terdaftar dalam LQ 45 untuk periode tahun 2005 sampai dengan 2008. meneliti relevansi nilai informasi laba dan aliran kas terhadap harga saham dalam kaitannya dengan siklus hidup . San Susanto dan Erni Ekawati (2006). Hubungan langsung dari arus kas operasi ke harga saham ini tidak didukung oleh bukti empiris karena tidak signifikan. Sampel yang digunakan adalah seluruh perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta pada tahun 1999 sampai dengan tahun 2002. Perbedaan dengan penelitian terdahulu adalah bahwa penelitian terdahulu menggunakan sampel semua perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta pada tahun 1999 sampai 2002. harga saham sebagai variabel dependen.

aliran kas operasi. Persamaan dengan penelitian terdahulu terletak pada komponen arus kas operasi sebagai variabel independen dan harga saham sebagai variabel dependen. Pada fase ketiga. hasil pengujian terhadap perusahaan pada tahap mature menemukan bukti bahwa harga saham dipengaruhi oleh laba. investor lebih menekan aliran kas operasi dan aliran kas pendanaan. Temuan ini menunjukkan bahwa dalam menilai kinerja serta prospek masa depan perusahaan yang berada pada di tahap decline. aliran kas investasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah pengaruh informasi laba. Hasil pengujian menunjukkan bahwa harga saham perusahaan pada tahap start-up dipengaruhi oleh aliran kas investasi dan aliran kas pendanaan. Aliran kas invetasi berhubungan negatif dengan harga saham. aliran kas operasi. Aliran kas investasi tidak berhubungan harga saham perusahaan. aliran kas investasi dan aliran kas pendanaan. Pada fase kedua. Pada fase keempat. Persamaan lain adalah penelitian terdahulu dan penelitian sekarang . Laba dan aliran kas investasi tidak berhubungan dengan harga saham. hasil pengujian menunjukkan bahwa harga saham perusahaan pada tahap growth di pengaruhi oleh laba . aliran kas pendanaan berhubungan positif. aliran kas operasi dan aliran kas pendanaan.12 perusahaan. Laba dan aliran kas operasi tidak berhubungan dengan harga saham. aliran kas operasi. sedangkan laba. aliran kas pendanaan terhadap harga saham berbeda pada tahap siklus hidup perusahaan yang berbeda. hasil pengujian menunjukkan bahwa harga saham perusahaan pada tahap decline dipengaruhi oleh aliran kas operasi dan aliran kas pendanaan.

dan komponen aliran kas operasi.13 menggunakan metode regresi berganda dengan teknik purposive sampling dimana sampel perusahaan yang dipilih di dasarkan pada kriteria yang telah ditentukan. Persamaan dengan penelitian sekarang adalah penelitian sekarang sama-sama menguji pengaruh arus kas terhadap harga saham. dengan arus kas sebagai variabel independen dan harga saham sebagai variabel dependen. dan pendanaan terhadap harga saham. dan pendanaan mempunyai hubungan yang signifikan terhadap harga saham. serta laba akuntansi mempunyai kandungan informasi terhadap harga saham. meneliti mengenai pengaruh informasi laba. Hasil dari penelitian tersebut menyatakan bahwa arus kas dari aktivitas operasi. investasi. . total aliran kas. Perbedaan dengan penelitian terdahulu adalah penelitian sekarang menggunakan sampel perusahaan yang terdaftar pada dalam LQ 45 pada periode 2005 sampai 2008. Metode penelitian yang digunakan adalah model regresi sederhana secara cross section (data yang dikumpulkan pada suatu periode tertentu dan pada perusahaan yang berbeda di saat yang sama) dengan mengambil sampel berupa laporan keuangan yang terdiri dari laporan labarugi dan laporan arus kas yang telah diaudit oleh KAP untuk tahun buku per 31 Desember 1999-2002 pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEJ. 6. sedangkan penelitian terdahulu menggunakan sampel perusahaan yang terdaftar pada Bursa Efek Jakarta pada tahun 1993 sampai 2003. Ferry dan Erni Eka Wati (2005). investasi.

sedangkan penelitian sekarang menggunakan laporan keuangan perusahaan yang terdaftar dalam LQ 45 untuk periode tahun 2005 sampai dengan tahun 2008. meneliti mengenai earnings persistence and stock price under. sedangkan pada penelitian sekarang metode yang digunakan adalah motode regresi berganda.14 Perbedaannya adalah pada penelitian terdahulu meneliti laporan keuangan perusahaan-perusahaan manufaktur yang terdaftar di bursa efek antara tahun 1999 sampai dengan tahun 2002. Hasil dari penelitian tersebut adalah bahwa persistensi laba berperan dalam memprediksi . tujuan yang kedua adalah untuk mengetahui apakah laba yang diharapkan tercermin dalam harga saham yang lebih rendah atau lebih tinggi daripada harapan yang ditentukan oleh persistensi laba ketika persistensi laba tinggi atau rendah. Perbedaan yang kedua adalah metode penelitian yang digunakan oleh penelitian terdahulu adalah model regresi sederhana.and overreaction. Changling Chen (2004). tujuan yang ketiga adalah untuk mengetahui apakah sebuah strategi trading dengan posisi long di saham perusahaan dengan SUE positif besar dan posisi short di saham perusahaan dengan SUE negatif besar menghasilkan abnormal return yang lebih tinggi untuk perusahaan dengan persistensi laba relatif tinggi dan untuk perusahaan dengan persistensi laba relatif rendah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah pasca pengumuman abnormal return secara positif atau secara negatif berhubungan dengan standardized seasonally differenced quarterly earnings (SUE) ketika persistensi laba tinggi atau rendah. 7.

NYSE. maka investor akan mempunyai hak kepemilikan terhadap pendapatan dan kekayaan perusahaan.2 Landasan Teori 2. Saham biasa Saham biasa adalah sekuritas yang menunjukkan bahwa pemegang saham biasa mempunyai hak kepemilikan atas aset perusahaan. Oleh karena itu. setelah dikurangi dengan semua pembayaran kewajiban perusahaan.15 pasca pengumuman abnormal return dan menyediakan bukti bahwa hubungan antara pasca pengumuman abnormal return dan perubahan laba tergantung pada tingkat persistensi laba. Dengan memiliki saham suatu perusahaan. Perbedaannya adalah peneliti terdahulu menggunakan sampel saham perusahaan yang terdaftar dalam AMEX. dan Nasdaq dengan periode penelitian antara tahun 1975 sampai 2001 sedangkan penelitian sekarang menggunakan sampel perusahaan yang terdaftar dalam LQ 45 dengan periode penelitian dari tahun 2005 sampai 2008 2. 2007:18) Jenis-jenis saham : 1. (Tandelilin.2.1 Saham Saham adalah surat bukti kepemilikan atas aset-aset perusahaan yang menerbitkan saham. pemegang saham biasa mempunyai hak suara (voting right) untuk memilih . Persamaan dengan penelitian sekarang adalah sama-sama menguji pengaruh persistensi laba terhadap harga saham.

Pemilik saham biasa mempunyai hak memilih (vote) dalam RUPS. tergantung pada RUPS. 2.16 direktur ataupun maanajemen perusahaan dan ikut berperan dalam pengambilan keputusan penting perusahaan dalam RUPS (Tandelilin 2007:18). Saham preferen menurut Tandelilin (2007:18) adalah saham yang mempunyai kombinasi karakteristik gabungan dari obligasi maupun saham biasa. Saham Preferen Saham preferen (Preferen Stock) adalah saham yang akan menerima dividen dalam jumlah yang tetap. Saham biasa merupakan jenis efek yang paling sering digunakan oleh emiten untuk memperoleh dana dari masyarakat dan juga merupakan jenis yang paling populer di pasar modal. . Hak memesan efek terlebih dahulu sebelum efek tersebut ditawarkan kepada masyarakat. Saham biasa adalah bukti tanda kepemilikan atas suatu perusahaan. karena saham preferen memberikan pendapatan yang tetap seperti halnya obligasi dan juga mendapatkan hak kepemilikan seperti pada saham biasa. jika perusahaan memperoleh laba dan disetujui dalam RUPS d. c. Karakteristik saham biasa adalah sebagai berikut : a. Adanya pembagian dividen. Dividen yang diterima tidak tetap. Hak suara proporsional pada pemilihan direksi serta keputusan lain yang ditetapkan pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Biasanya pemiliknya tidak mempunyai hak dalam RUPS. Hak klaim terakhir atas aktiva perusahaan jika perusahaan emiten dilikuidasi b.

Jadi harga penutupan atau closing price merupakan harga saham terakhir kali pada saat berpindah tangan di akhir perdagangan.17 Saham preferen mempunyai karakteristik sebagai berikut: a. yang ditentukan berdasarkan harga penutupan atau closing price di bursa pada hari yang bersangkutan. harga saham bergerak secara acak berarti bahwa fluktuasi harga saham tergantung pada informasi baru yang akan diterima. harga saham didefinisikan sebagai: ”The price at which stock sells in the market. Hak klaim terlebih dahulu jika dibandingkan dengan saham biasa dan sesudah obligasi jika perusahaan emiten dilikuidasi c.2 Harga Saham Harga saham adalah nilai dari suatu saham yang terbentuk di pasar surat berharga sebagai akibat dari penawaran dan permintaan yang ada. harga pasar saham adalah nilai pasar sekuritas yang dapat diperoleh investor apabila investor menjual atau membeli saham. Teori Random Walk menurut Mohamad Samsul (2006:269).” Sedangkan.2. Caranya adalah dengan mulai mencari di tempat pertama kali orang mabuk itu . istilah random walk merupakan istilah yang pertama kali muncul dalam koresponden di Nature yang membahas mengenai bagaimana strategi yang optimal untuk mencari orang mabuk yang ditinggalkan di tengah lapangan. tetapi informasi tersebut tidak diketahui kapan akan diterimanya sehingga informasi baru dan harga saham itu disebut unpredictable. Pembayaran dividen dalam jumlah yang tetap b. Dapat dikonversikan menjadi saham biasa 2. Menurut Weston dan Brigham (2001).

teori ini menyatakan bahwa harga saham bergerak ke arah yang acak dan tidak dapat diperkirakan.18 ditempatkan sebab orang tersebut akan berjalan dengan arah yang tidak tertebak dan acak. Pedoman yang digunakan untuk menilai harga saham adalah : a. Sedangkan nilai intrinsik (NI) menunjukkan present value arus kas yang diharapkan dari suatu saham. Jadi tidak mungkin seorang investor dapat memperoleh return melebihi return pasar tanpa menanggung risiko lebih. Perubahan harga saham tidak tergantung satu sama lain dan mempunyai distribusi probabilitas yang sama. Analisa saham bertujuan untuk menaksir nilai intrinsik (intrinsic value) suatu saham dan kemudian membandingkannya dengan harga pasar saham tersebut pada saat ini (current market price). Teori ini menyatakan bahwa perubahan harga suatu saham atau keseluruhan pasar yang telah terjadi tidak dapat digunakan untuk memprediksi gerakan di masa akan datang. yang dalam jangka waktu tertentu memenuhi persyaratan bahwa rata-ratanya adalah nol. . maka saham tersebut dinilai undervalued (harganya terlalu rendah). Hal ini juga memberikan arti bahwa selisih antara harga pada periode tertentu dengan harga pada periode yang lainnya bersifat acak. Artinya volatilitas saham tidak akan mempunyai trend yang signifikan dalam jangka waktu yang cukup lama. Bila nilai intrinsik (NI) lebih besar dari harga pasar saat ini. dan karenanya layak dibeli atau ditahan apabila saham tersebut telah dimiliki. Selisih tersebut merupakan price return saham. Dengan kata lain.

Supply to sell schedule. Proses Terbentuknya Harga Saham adalah sebagai berikut : Proses terbentuknya harga saham dapat dibedakan menjadi 3. Biasanya mereka akan memakai jasa para broker atau pialang saham. Saat terjadi . Ekspektasi harga yang dimiliki oleh buyer akan mempengaruhi pergerakan harga saham yang pada awalnya telah ditawarkan oleh pihak seller. dan karenanya layak dijual. Interaction of Schedule. Bila nilai intrinsik (NI) lebih kecil dari harga pasar saat ini. harga saham tersebut akan berubah karena permintaan dari para investor. c. Bila nilai intrinsik (NI) sama dengan harga pasar saat ini. yaitu : a. pertemuan antara permintaan dan penawaran menciptakan suatu titik temu yang biasa disebut sebagai titik ekuilibrium harga. Investor dapat memilih saham mana yang akan dibeli dan bisa menetapkan standar harga bagi investor itu sendiri. Demand to Buy Schedule. Pada awalnya perusahaan yang mengeluarkan saham akan menetapkan harga awal untuk sahamnya. maka saham tersebut dinilai overvalued (harganya terlalu tinggi). Investor tersebut dapat menetapkan pada harga berapa saham yang mereka miliki akan dilepas ke pasaran. c. Saham tersebut kemudian akan dijual ke pasar untuk diperdagangkan. maka saham tersebut dinilai wajar harganya dan berada dalam kondisi keseimbangan. Biasanya harga yang tinggi akan lebih disukai para investor. investor yang hendak membeli saham akan datang ke pasar saham. investor juga dapat menjual saham ke pasar saham. b. Saat di pasaran.19 b.

faktor-faktor yang mempengaruhi harga saham adalah : 1. Hal ini akan menurunkan harga saham. semakin tinggi suku bunga maka semakin rendah laba perusahaan. Laba per lembar saham (Earning Per Share/EPS) Seorang investor yang melakukan investasi pada perusahaan akan menerima laba atas saham yang dimilikinya. Hal sebaliknya juga akan terjadi apabila tingkat bunga mengalami penurunan. .20 pertemuan harga yang ditawarkan oleh seller dan harga yang diminta oleh buyer. Tingkat Bunga Tingkat bunga dapat mempengaruhi harga saham dengan cara : a) Mempengaruhi persaingan di pasar modal antara saham dengan obligasi. hal ini terjadi karena bunga adalah biaya. Suku bunga juga mempengaruhi kegiatan ekonomi yang juga akan mempengaruhi laba perusahaan. Ini akan mendorong investor untuk melakukan investasi yang lebih besar lagi sehingga harga saham perusahaan akan meningkat. Menurut Weston dan Brigham ( 2001:26 ). Semakin tinggi laba per lembar saham (EPS) yang diberikan perusahaan akan memberikan pengembalian yang cukup baik. maka akan tercipta harga keseimbangan pasar modal. 2. b) Mempengaruhi laba perusahaan. apabila suku bunga naik maka investor akan menjual sahamnya untuk ditukarkan dengan obligasi.

2. Jumlah Laba yang Didapat Perusahaan Pada umumnya. 5. Tingkat Resiko dan Pengembalian Apabila tingkat resiko dan proyeksi laba yang diharapkan perusahaan meningkat maka akan mempengaruhi harga saham perusahaan. yaitu sebagian dibagikan dalam bentuk dividen dan sebagian lagi disisihkan sebagai laba ditahan. Sebagai salah satu faktor yang mempengaruhi harga saham.21 3. 2. Jumlah Kas Dividen yang Diberikan Kebijakan pembagian dividen dapat dibagi menjadi dua. Biasanya semakin tinggi resiko maka semakin tinggi pula tingkat pengembalian saham yang diterima. maka peningkatan pembagian dividen merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kepercayaan dari pemegang saham karena jumlah kas dividen yang besar adalah yang diinginkan oleh investor sehingga harga saham naik. Laporan keuangan menunjukkan posisi sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan selama satu periode. Selain itu. investor melakukan investasi pada perusahaan yang mempunyai profit yang cukup baik karena menunjukan prospek yang cerah sehingga investor tertarik untuk berinvestasi.3 Laporan Keuangan Laporan keuangan adalah hasil dari proses akuntansi yang disebut siklus akuntansi. yang nantinya akan mempengaruhi harga saham perusahaan. 4. laporan keuangan juga menunjukkan kinerja keuangan perusahaan yang ditunjukkan dengan kemampuan perusahaan .

Menurut Sofyan Syafri H (2007:138). tujuan laporan untuk lembaga yang mencari laba adalah: a. klaim terhadap kekayaan itu (kewajiban perusahaan untuk mentransfer sumber-sumber itu kepada lembaga lain atau pemilik perusahaan).22 dalam menghasilkan pendapatan dan sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan. Laporan keuangan harus dapat memberikan informasi tentang prestasi keuangan perusahaan selama satu periode. c. waktu. e. tentang transaksi yang mempengaruhi modal termasuk dividen dan pembayaran lain. Laporan keuangan harus memberikan informasi yang berguna untuk investor (baik yang sudah maupun yang potensial). dan keadaan lain yang mempengaruhi sumber kekayaan dan klaim terhadap kekayaan itu. Laporan keuangan harus memberikan informasi untuk membantu investor atau calon investor dan kreditor dan pemakai lainnya. dan pemakai lainnya dalam memutuskan secara rasional penggunaan investasi. Laporan keuangan harus memberikan informasi tentang sumbersumber ekonomi perusahaan. b. tentang pinjaman dan pengembaliannya. . d. kredit. dan keputusan lainnya. kejadian. pengaruh transaksi. dan prospek penerimaan kas (yang belum pasti) dari dividen atau bunga dan juga penerimaan dari penjualan. kreditor. untuk menilai jumlah. Laporan keuangan harus memberikan informasi tentang bagaimana perusahaan mendapatkan dan membelanjakan kas.

Laporan keuangan harus dapat memberikan informasi tentang bagaimana manajemen perusahaan mempertanggungjawabkan pengelolaannya kepada pemilik atas penggunaan sumber kekayaan yang dipercayakan kepadanya.4 Laporan Arus Kas Menurut Warren (2006:230). kreditor. laporan arus kas (statement of cash flow) melaporkan arus kas masuk dan arus kas keluar yang utama dari suatu perusahaan selama satu periode. laporan arus kas juga menyediakan dasar untuk menilai kemampuan perusahaan membayar hutangnya yang jatuh tempo. memenuhi kewajiban keuangannya dan membayar dividen. Laporan arus kas juga berguna bagi investor. Selain itu. mempertahankan dan memperluas kapasitas operasinya. Arus kas dari aktivitas operasi (cash flow from operating activities) adalah arus kas dari transaksi yang mempengaruhi laba bersih.23 f. Laporan ini menyediakan informasi yang berguna mengenai kemampuan perusahaan untuk menghasilkan kas dan operasi. Laporan arus kas adalah salah satu laporan keuangan dasar yang berguna bagi manajer dalam mengevaluasi operasi masa lalu dan dalam merencanakan aktivitas investasi serta pendanaan di masa depan.2. yaitu: 1. . Laporan keuangan harus dapat memberikan informasi yang berguna bagi manejer dan direksi dalam proses pengambilan keputusan untuk kepentingan pemilik perusahaan. g. Laporan arus kas melaporkan arus kas melalui tiga jenis aktivitas. dan pihak-pihak lainnya dalam menilai potensi laba perusahaan. 2.

Penerimaan kas dari penagihan piutang pelanggan b. b. Kas yang dibayarkan untuk pembelian barang dan jasa yang akan dijual c. Aktivitas ini meliputi perolehan sumber daya dari pemilik dan . Pengeluaran kas untuk pelunasan utang kepada pemasok d.24 Contoh arus kas masuk dari aktivitas operasi yaitu : a. Arus kas dari aktivitas investasi (cash flow from investing activities) adalah arus kas dari transaksi yang mempengaruhi investasi dalam aktiva tidak lancar. Pengeluaran kas untuk pembelian surat berharga Pemberian pinjaman pada pihak lain 3. Penerimaan kas dari penjualan investasi surat berharga perusahaan lain b. Contoh arus kas masuk dalam aktivitas investasi yaitu : a. Pengeluaran kas untuk pembayaran gaji karyawan b. c. Penerimaan dari bunga atau dividen yang dikumpulkan Contoh arus kas keluar dari aktivitas operasi yaitu : a. Bunga yang dibayar atas utang perusahaan 2. Penagihan pinjaman jangka panjang Penerimaan kas dari aktiva tetap Contoh arus kas keluar dari aktivitas investasi yaitu : a. Arus kas dari aktivitas pendanaan (cash flow from financing activities) adalah arus kas dari transaksi yang mempengaruhi ekuitas dan utang perusahaan.

Penentuan perubahan (kenaikan atau penurunan) kas selama periode berjalan 4. dan data transaksi terpilih. Penentuan kas yang disediakan oleh aktivitas atau digunakan dalam operasi 2. laporan laba-rugi periode berjalan. Rekonsiliasi perubahan kas dengan saldo kas awal dan saldo kas akhir. Penerimaan kas dari penerimaan surat berharga Contoh arus kas keluar dari aktivitas pendanaan yaitu : a. c. Pembuatan laporan dari sumber-sumber ini melibatkan langkah-langkah berikut: 1. Penentuan kas yang disediakan oleh atau digunakan dalam aktivitas investasi dan pembiayaan. Contoh arus kas masuk dari aktivitas pendanaan yaitu : a. Pengeluaran kas untuk pembayaran dividen Pegeluaran kas untuk pelunasan hutang jangka panjang atau obligasi Pengeluaran kas untuk pembelian saham kembali (treasury stock) Informasi untuk membuat laporan arus kas umumnya berasal dari neraca komparatif. Laporan arus kas memiliki format dasar sebagai berikut : . dan peminjaman uang dari kreditor serta pelunasannya. b. 3.25 komposisinya kepada mereka dengan pengembalian atas dan dari investasinya.

Konsep dasar dan penyajian laporan keuangan (IAI. 2009) mengartikan laba adalah kenaikan manfaat selama suatu periode akuntansi dalam bentuk pemasukan atau penambahan aktiva atau penurunan kewajiban yang mengakibatkan kenaikan ekuitas yang tidak berasal dari kontribusi distribusi modal.5 Laba Akuntansi Dalam teori akuntansi Anis Chairiri dan Imam Ghozali (2001:300) menyatakan laba sebagai pengukur kenaikan aktiva yang tergantung pada ketepatan pengukuran pendapatan dan biaya.2.26 Tabel 2.1 Format Dasar Laporan Arus Kas Laporan Arus Kas Arus kas dari aktivitas operasi Arus kas dari aktivitas investasi Arus kas dari aktivitas pendanaan Kenaikan (penurunan) bersih kas Kas awal tahun Kas akhir tahun xxx xxx xxx xxx xxx xxx 2. Laba akuntansi memiliki lima karekteristik menurut Anis Chairiri dan Imam Ghozali (2001:302) yaitu : . Laba akuntansi secara optimal didefinisikan sebagai perbedaan antara pendapatan yang direalisasi yang timbul dari transaksi periode tertentu diharapkan pada biaya-biaya yang dikeluarkan pada periode tertentu.

4. Menurut Anis Chairiri dan Imam Ghozali (2001:302). Laba akuntansi didasarkan pada transaksi aktual (accrual basis) terutama yang berasal dari penjualan barang dan jasa 2. Masih dipandang bermanfaat untuk tujuan pengendalian terutama pertanggung jawaban manajemen. Memenuhi kriteria konservatisme artinya laba akuntansi tidak mengakui perubahan nilai tapi hanya mengakui laba yang direalisasi 4. beberapa keunggulan dan kelemahan laba akuntansi adalah Keunggulan laba akuntansi : 1. Laba akuntansi mengacu pada kinerja perusahaan selama satu periode tertentu serta didasarkan pada prinsip pendapatan yang memerlukan pemahaman khusus tentang definisi. Laba akuntansi memerlukan pengukuran tentang biaya dalam bentuk cost histories 5.27 1. Dalam laba akuntansi diperlukan juga konsep penandingan (matching) antara pendapatan dengan biaya yang relevan dan berkaitan dengan pendapatan tersebut. pengukuran dan pengakuan pendapatan. Laba akuntansi masih bermanfaat untuk membantu pengambilan keputusan ekonomi 2. . Laba akuntansi didasarkan pada postulat periodisasi 3. Dapat diuji kebenarannya karena didasarkan pada transaksi atau fakta aktual yang didukung bukti obyektif 3.

6 Laba Kotor Laba kotor adalah selisih dari pendapatan dikurangi dengan harga pokok penjualan. Laba akuntansi gagal mengakui kenaikan nilai aktiva yang belum direalisasi dalam suatu periode karena prisip biaya historis dan prinsip realisasi 2. Laba akuntansi yang didasarkan pada prinsip realisasi.28 Kelemahan laba akuntansi : 1. Laba akuntansi yang didasarkan pada prisip biaya historis mempersulit perbandingan laporan keuangan karena adanya perbedaan perhitungan cost dan metode alokasi 3.2. biaya historis dan konservatisme dapat menghasilkan data yang menyesatkan dan tidak relevan. 2. Pada umumnya laba kotor dapat dicari dengan formula sebagai berikut : Penjualan Retur penjualan Potongan penjualan Penjualan bersih Harga pokok penjualan Laba kotor Xxx Xxx Xxx xxx xxx xxx metode . Haryono Jusup (2001:342) adalah persediaan awal ditambah dengan harga pokok barang yang dibeli dikurangi dengan persediaan akhir. Harga pokok penjualan menurut Al.

Pada umumnya format laba bersih adalah sebagai berikut : Laba operasi Biaya bunga Pajak penghasilan (PPh) Laba bersih Xxx Xxx Xxx Xxx .29 2. Dengan demikian laba bersih adalah laba yang akan dibagikan sebagian dalam bentuk dividen dan sisanya merupakan laba ditahan bagi perusahaan yang bersangkutan.2. Biaya operasi adalah biaya-biaya yang berhubungan dengan operasi sehari-hari perusahaan (Winwin dan Ilham. dengan kata lain laba bersih adalah selisih laba operasional dikurangi dengan biaya bunga dan pajak penghasilan (PPh).8 Laba Bersih Laba bersih menurut Mamduh dan Abdul Halim (2003:16) merupakan selisih antara total pendapatan dikurangi dengan total biaya.7 Laba Operasi Laba operasi adalah selisih dari laba kotor dikurangi dengan biaya-biaya operasi.2. Format dasar dari laba operasi adalah sebagai berikut: Laba kotor Beban operasi Laba operasi Xxx Xxx Xxx 2. 2006:143).

Penman (2001) menyatakan bahwa persistensi laba adalah laba akuntansi yang diharapkan di masa mendatang (expected future earnings) yang tercermin pada laba tahun berjalan (current earnings).30 2. 2000). 2. (2006) adalah properti laba yang menjelaskan kemampuan perusahaan untuk mempertahankan laba yang diperoleh saat ini sampai masa mendatang.9 Persistensi Laba Persistensi laba menurut Meythi.2.co. Persistensi laba sering digunakan sebagai pertimbangan kualitas laba karena persistensi laba merupakan komponen dari karakteristik kualitatif relevansi yaitu predictive value (Jonas dan Blanchet.id).10 Indeks Liquid 45 Indeks liquid 45 atau sering disebut LQ 45 ini terdiri dari 45 saham yang dipilih setelah melalui beberapa kriteria sehingga indeks ini terdiri dari sahamsaham yang mempunyai likuiditas yang tinggi dan juga mempertimbangkan kapitalisasi pasar dari saham-saham tersebut (www.idx. Untuk dapat masuk dalam indeks LQ 45 suatu saham harus memenuhi kriteria sebagai berikut : 1) Masuk dalam top 60 terbesar dari total transaksi saham di pasar reguler (ratarata nilai transaksi selama 12 bulan terakhir) 2) Masuk dalam rangking yang didasarkan pada nilai kapitalisasi pasar (rata-rata kapitalisasi pasar selama 12 bulan terakhir) 3) Telah tercatat di BEI sekurang-kurangnya 3 bulan .2.

frekuensi dan jumlah transaksi di pasar reguler. Hasil dari multivariate model menunjukkan bahwa earnings menambah informasi untuk menaksir arus kas mendatang. tetapi kinerjanya tidak lebih baik dari arus kas. yaitu pada setiap awal bulan februari dan agustus apabila ada saham yang tidak memnuhi kriteria. Hubungan Arus Kas Operasi dan Persistensi Laba Finger (1994) dalam Meythi (2006) menguji kemampuan earnings dan arus kas dalam memprediksi earnings dan arus kas masa depan. Penelitian yang dilakukan Parawiyati dan Baridwan [1998] menguji hubungan laba dan arus kas dalam memprediksi laba dan arus kas masa mendatang. Hasil ini tidak konsisten dengan asersi FASB. arus kas menyediakan informasi yang lebih baik daripada earnings dalam menaksir arus kas mendatang. sementara untuk jangka panjang (4-8 tahun).2. menemukan bukti dalam jangka pendek (1 sampai 2 tahun ke depan). Data penelitian yang .31 4) Kondisi keuangan perusahaan. prospek pertumbuhan perusahaan. Penggantian saham akan dilakukan setiap 6 bulan sekali. saham tersebut akan dikeluarkan dari perhitungan indeks dan digantikan dengan saham yang memenuhi kriteria. BEI secara terus-menerus memantau perkembangan komponen saham yang masuk dalam perhitungan indeks LQ 45. arus kas dan earnings sama baiknya untuk memprediksi. 2.11 Hubungan Arus Kas Terhadap Masing-Masing Variabel 1. Populasi yang diteliti adalah laporan keuangan perusahaan go public selama enam periode mulai tahun 1989-1994.

tetapi menurut Meythi (2006) yang menguji apakah data arus kas mempunyai kandungan informasi dalam hubungannya dengan harga saham. Hubungan Arus Kas Operasi dan Harga Saham Informasi laporan arus kas berguna untuk mengetahui kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas dan setara kas.32 digunakan adalah data sekunder dari Bapepam. Livnat dan Zarowin (1999) dalam Triyono dan Jogiyanto (2000) menyatakan bahwa unexpected cash flow dan cash outflow dari aktivitas operasi dalam periode tertentu akan mempengaruhi harga saham melalui pengaruhnya pada arus kas. yang berarti bahwa data arus kas tidak mempunyai kandungan informasi dalam hubungannya dengan harga saham. Pengujian hipotesis dilakukan dengan menguji variabel tanpa faktor deflator. 2. hasil pengujiannya menunjukkan sebaliknya yaitu laba merupakan prediktor yang lebih baik dari pada arus kas dalam memprediksi laba dan arus kas. . dengan sampel laporan yang diambil secara purposive random sampling sebesar 288 laporan keuangan dari 48 perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta. serta memungkinkan pemakai mengembangkan model untuk menilai dan membandingkan nilai sekarang dari arus kas masa depan dari berbagai perusahaan. dan menguji variabel setelah dilakukan penyesuaian dengan faktor deflator. Dengan menggunakan model regresi yang berbeda. menunjukkan bahwa hasil penelitian mereka tidak berhasil menolak hipotesis nol.

Teknik pengujian yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi model linier dengan pendekatan levels dan return untuk mengetahui kandungan informasi arus kas. tetapi tidak menunjukkan sensitivitas yang berlebihan. Perusahaan yang dijadikan sampel adalah perusahaan-perusahaan yang sahamnya aktif diperdagangkan di bursa saham. Hubungan Arus Kas Operasi Terhadap Harga Saham Melalui Persistensi Laba Kormedi dan Lipe (1987) dalam Mohammad Nasir dan Mariana Ulfah (2008) menguji hubungan antara inovasi earnings dan persistensi laba dengan return saham. Triyono dan Hartono [2000] menguji kandungan laba dan informasi arus kas yang dikelompokkan dalam arus kas dari aktivitas operasi. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa dengan model level.33 3. komponen arus kas dan laba akuntansi terhadap harga atau return saham. tetapi pemisahan arus ke dalam komponen arus kas operasi. Jadi dapat disimpulkan bahwa besarnya hubungan antara return saham dan earnings tergantung pada persistensi laba. sehingga besarnya reaksi return saham perusahaan pada earnings harus dihubungkan dengan pengaruh inovasi earnings pada ekspektasi manfaat masa datang yang didapat oleh pemegang saham. yang mempublikasikan laporan keuangannya untuk tahun 1995 dan 1996. pendanaan. total arus kas tidak mempunyai hubungan yang signifikan dengan harga saham. dan investasi. Hasilnya menunjukkan bahwa koefisien respon laba mempunyai hubungan positif dengan persistensi laba. Populasi yang digunakan adalah seluruh perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta (BEJ). arus kas .

Kerangka penelitian yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah seperti gambar berikut : . Analisis jalur merupakan perluasan dari analisis regresi linier berganda. Untuk menguji pengaruh variabel intervening digunakan metode analisis jalur (path analysis). 2006:174). 2. analisis jalur adalah penggunaan regresi untuk menaksir hubungan kausalitas antar variabel berdasarkan teori (Imam Ghozali. perubahan arus kas total. dan perubahan laba akuntansi tidak mempunyai hubungan yang signifikan dengan return saham.3 Kerangka Pemikiran Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh arus kas operasi terhadap harga saham dengan persistensi laba sebagai variabel intervening.34 pendanaan. Temuan lainnya adalah dengan menggunakan model return. tetapi dapat juga berpengaruh tidak langsung terhadap harga saham yaitu dengan melalui variabel persistensi laba lebih dahulu kemudian ke variabel harga saham. perubahan komponen arus kas. dan arus kas investasi menunjukkan adanya hubungan yang signifikan dengan harga saham. Dalam kerangka penelitian dapat dijelaskan bahwa arus kas operasi dapat berpengaruh langsung terhadap harga saham.

tujuan penelitian dan landasan teori maka hipotesis dari penelitian ini adalah H1 : Arus kas operasi berpengaruh terhadap harga saham.1 Kerangka Pemikiran Persistensi Laba Arus Kas Operasi Harga Saham 2.35 Gambar 2. . H2 : Arus kas operasi berpengaruh terhadap harga saham dengan persistensi laba sebagai variabel intervening.4 Hipotesis Penelitian Berdasarkan pada perumusan masalah.

3.BAB III METODE PENELITIAN 3. Penelitian ini juga merupakan penelitian yang menggunakan metode kuantitatif yaitu penelitian yang menekankan pada 36 . Berdasarkan Tujuan Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian lanjutan yang bertujuan untuk mengetahui kebenaran dari penelitian yang dilakukan sebelumnya dan juga merupakan Non Behavior Research di bidang keuangan. Berdasarkan Karakteristik Masalah Penelitian ini termasuk dalam kategori penelitian historis yang merupakan penelitian terhadap masalah yang berkaitan dengan kejadian atau laporan keuangan masa lalu suatu perusahaan. Berdasarkan Jenis Data Penelitian ini merupakan penelitian arsip dimana data diperoleh berdasarkan dokumen arsip. jurnal.1 Rancangan Penelitian 1. atau catatan-catatan lain yang berasal dari internal perusahaan itu sendiri maupun data eksternal yaitu publikasi data yang diperoleh dari pihak lain. Penelitian ini bersifat eksplanatif yang menjelaskan suatu permasalahan yang berkaitan dengan teori-teori yang ada (Mudjarad Kuncoro. buku. dan akurat untuk menjelaskan laporan keuangan masa yang akan datang. obyektif. Tujuan penelitian historis adalah melakukan rekonstruksi laporan keuangan masa lalu secara sistematik. 2003) 2.

2 Batasan Penelitian Ruang lingkup dalam penelitian ini hanya sebatas pada laporan arus kas operasi terhadap harga saham dengan persistensi laba sebagai variabel intervening pada perusahaan yang terdaftar dalam LQ 45 di BEI pada tahun 2005 sampai 2008. Variabel tergantung (dependent variable) adalah : HS = Harga saham 2.3 Identifikasi Variabel Variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. 3.4 Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel Untuk membatasi permasalahan dalam penelitian ini serta untuk memudahkan dalam menganalisis data. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder melalui metode dokumentasi. Variabel Mediasi (intervening variable) adalah : PL = Persistensi laba 3. Variabel bebas (independent variable) adalah : AKO = Arus kas operasi 3. 3. maka berikut ini akan dijelaskan definisi variabel operasional dan pengukurannya : .37 pengujian teori-teori melalui pengukuran variabel-variabel penelitian dengan angka dan melakukan analisis data dengan menggunakan prosedur statistik.

2004). -1. Arus kas operasi Arus kas operasi adalah arus kas yang berasal dari aktivitas operasi terutama diperoleh dari aktivitas penghasilan utama pendapatan perusahaan dan aktivitas lain yang bukan merupakan aktivitas investasi dan aktivitas pendanaan. Jumlah lembar saham yang beredar . 2. 5. Metode arus kas operasi yang digunakan adalah arus kas operasi dibagi dengan jumlah lembar saham yang beredar. Arus kas operasi per lembar saham = Arus kas operasi . -2. yang ditransformasikan ke dalam angka t: -5. 2. Menurut Weston dan Brigham (2001). Harga saham yang digunakan dalam penelitian ini adalah harga saham pada saat penutupan pada tanggal pengumuman laporan keuangan. -4. -3. Harga suatu saham pada hakikatnya ditentukan oleh kekuatan permintaan dan penawaran terhadap saham yang bersangkutan. Kedua kekuatan itu sendiri merupakan cerminan dari ekspektasi investor terhadap kinerja saham dimasa yang akan datang.38 1. Penelitian periode jendela (event windows) lima hari sebelum dan lima hari sesudah publikasi laporan keuangan (Dwi Susilo dkk. 4. 3. Harga saham Harga saham yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah harga saham pada saat penutupan (closing price) pada periode pengamatan. 0. 1. harga penutupan atau closing price merupakan harga saham terakhir kali pada saat berpindah tangan di akhir perdagangan. Kemudian harga saham harian ini akan dirata-rata untuk menentukan besarnya harga saham lima hari sebelum dan lima hari sesudah publikasi laporan keuangan.

Earnings t+1 = α + β earnings t + Et+1 b adalah koefisien regresi sebagai proksi dari persistensi laba. Sampel. 3. Teknik yang digunakan untuk pengambilan sampel pada penelitian ini adalah dengan menggunakan metode purposive sampling yaitu teknik pemilihan sampel dengan menggunakan beberapa kriteria tertentu dengan tujuan untuk mendapatkan sampel yang representative sesuai dengan kriteria yang ditentukan. Adapun kriteria yang digunakan adalah sebagai berikut : . Laba yang digunakan dalam penelitian ini adalah laba operasi.5 Populasi. dan Teknik Pengambilan Sampel Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan-perusahaan secara konsisten terdaftar dalam LQ 45. Persistensi laba Persistensi laba adalah properti laba yang menjelaskan kemampuan perusahaan untuk mempertahankan jumlah laba yang diperoleh saat ini sampai masa mendatang. Lipe (1990) dan Sloan (1996) menggunakan koefisien regresi dari hasil regresi antara laba periode sekarang dengan periode yang akan datang sebagai proksi persistensi laba karena sesuai dengan kondisi indonesia (Chandrarin 2001) dalam Meythi (2006). Laba operasi memiliki tingkat persistensi yang tinggi kerena merupakan pendapatan yang berasal dari kegiatan utama perusahaan. Alasan penggunaan perusahaan yang termasuk dalam LQ 45 adalah karena saham perusahaan tersebut aktif diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.39 3.

Laporan keuangan menggunakan mata uang rupiah 4. 2.6. 3.1 Jenis dan Sumber Data Ditinjau dari sifatnya.6. yaitu teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara mempelajari catatan-catatan atau dokumen yang ada pada perusahaan. Perusahaan menerbitkan laporan keuangan selama periode pengamatan. biasanya sudah dalam bentuk publikasi. 3. berupa data variabel bebas (independent) dan tergantung (dependent).7 Taknik Analisis Data Teknik analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: . yaitu data yang diperoleh dalam bentuk jadi. Sedangkan dilihat dari cara memperolehnya sumber data yang dipergunakan merupakan data sekunder.40 1. yang meliputi laporan keuangan perusahaan yang menjadi sampel selama periode penelitian. yaitu setiap 6 bulan sekali dan kemudian mengambil perusahaan-perusahaan yang selama tahun 2005-2008 selalu terdaftar dalam LQ 45 di Bursa Efek Indonesia.6 Data dan Metode Pengumpulan Data 3. tetapi dikumpulkan dan diolah oleh pihak lain. Saham-saham perusahaan terdaftar di BEI selama tahun 1996 sampai 2009 3.2 Metode Pengumpulan Data Metode pengumpulan data menggunakan metode dokumenter. jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif. Saham-saham semua perusahaan yang terdaftar dalam LQ 45 secara berturutturut di Bursa Efek Indonesia. 3.

uji K-S mencakup perhitungan distribusi frekuensi kumulatif yang akan terjadi di bawah uji distribusi teoritisnya. Untuk mengetahui hal tersebut dapat menggunakan uji Kolmogorov Smirnov (K-S). Mengumpulkan data-data laporan keuangan perusahaan sampel seperti laporan laba-rugi dan laporan arus kas perusahaan sampel pada tahun 2005-2008 2. Melakukan proses perhitungan untuk mencari nilai bagi masing-masing variabel baik variabel bebas (arus kas operasi). Melakukan proses perhitungan untuk variabel persistensi laba Perhitungan variabel persistensi laba diperoleh dari koefisien hasil uji regresi linier laba periode sekarang dengan laba periode yang akan datang untuk masing-masing perusahaan sampel per tahun. variabel tergantung (harga saham).41 1. Melakukan uji normalitas data Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi variabel terikat dan variabel bebas keduanya mempunyai distribusi normal atau tidak (Imam Ghozali. 2006:110). Melakukan identifikasi tanggal publikasi laporan keuangan 3. 5. 4. serta dengan membandingkan dengan distribusi frekuensi kumulatif hasil observasi uji K-S mengasumsikan bahwa distribusi dari variabel yang kita amati adalah kontinyu seperti yang ditunjukkan oleh distribusi frekuensi kumulatif . Model regresi yang baik memiliki distribusi data normal atau mendekati normal. Secara singkat. Laba yang digunakan dalam uji regresi adalah laba operasi 10 tahun ke belakang.

maka garis yang menggambarkan data sesungguhnya akan mengikuti garis diagonalnya. Metode yang lebih handal adalah dengan melihat normal probabability plot yang membandingkan distribusi kumulatif dari distribusi normal. H2 : Arus kas operasi berpengaruh terhadap harga saham dengan persistensi laba sebagai variabel intervening. Perumusan Hipotesis H1 : Arus kas operasi berpengaruh terhadap harga saham. a. yang berarti data residual tidak berdistribusi normal b) Jika nilai probabilitas ≥ 0.05). 6.05 maka H0 diterima.05 maka H0 ditolak.42 Pengujian dilakukan dengan menentukan terlebih dahulu hipotesis pengujiannya: H0 : Data residual berdistribusi normal Ha : Data residual tidak berdistribusi normal Pengambilan keputusan : a) Jika nilai probabilitas < 0. Merumuskan Hipotesis Pembuktian hipotesis dapat dilakukan dengan melihat hasil t-value dan berdasarkan nilai probabilitas dari F hitung dengan menggunakan level of significance α sebesar 5% (0. . yang berarti data residual berdistribusi normal Salah satu cara termudah untuk melihat normalitas residual adalah dengan melihat grafik histogram yang membandingkan antara data observasi dengan data distribusi normal.

= p1 + (p2 x p3) Variabel persistensi laba dikatakan sebagai variabel intervening jika : Nilai koefisien Standardized beta p2 x p3 > p1.. Berikut ini adalah persamaan analisis regresi linier berganda dengan path analysis untuk menguji hipotesis ke dua (H2) pengaruh arus kas operasi terhadap harga saham dengan persistensi laba sebagai variabel intervening ditunjukkan sebagai berikut : PL = β1AKO + e1 …………………………………………………… (2) HS = β1AKO + β2PL + e2 ……………………………………. (1) Gambar 3. dengan catatan nilai koefisien standardized beta p2 dan p3 signifikan.……. (3) Keterangan : HS : Harga Saham .43 Persamaan analisis regresi linier hipotesis yang pertama (H1) untuk menguji perngaruh arus kas operasi terhadap harga saham adalah sebagai berikut : HS = α + β1AKO + e1 ………………………………………….1 Analisis Jalur Model p2 PL p3 AKO p1 Pengaruh langsung AKO ke HS Pengaruh tak langsung AKO ke PL ke HS Total pengaruh (korelasi AKO ke HS) = p1 HS = p2 x p3 ..

Langkah-langkahnya sebagai berikut : . semakin mendekati satu. Semakin mendekati nol besarnya koefisien determinasi suatu persamaan regresi. Pengujian ini digunakan untuk melihat kelayakan model dan tidak untuk menguji hipotesis penelitian. 2006:83). Besarnya koefisien determinasi dari 0 sampai dengan 1. maka semakin besar pengaruh semua variabel independen terhadap variabel dependen. Sebaliknya. 2) Uji F Uji F dilakukan untuk mengetahui apakah variabel independen secara bersama-sama atau simultan mempengaruhi variabel dependen (Imam Ghozali. Uji Hipotesis 1) Analisis Koefisien Determinasi (R2) Koefisien determinasi (R2) pada intinya mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel dependen (Imam Ghozali. 2006: 127).44 AKO : Arus Kas Operasi PL : Koefisien regresi sebagai proksi persistensi laba β1-β2 : Koefisien variabel bebas en : Kesalahan Residu b. Koefisien determinasi adalah suatu pengujian yang digunakan untuk menguji pengaruh antara variabel bebas terhadap variabel terikat secara bersama-sama. Uji F dilakukan hanya untuk menguji suatu model penelitian. maka semakin kecil pengaruh variabel independen.

45 a) Merumuskan formulasi atau uji hipotesis H0 : β0 = β1 = β2 = β3 = 0. H1 : β0 ≠ β1 ≠ β2 ≠ β3 ≠ 0. b) Menghitung F hitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut : Rumus F hitung adalah sebagai berikut : F hitung = R2 / k . (1-R2) / n – k – 1 Dimana : R2 k n : koefisien determinan : jumlah variabel independen : jumlah data c) Menentukan level of significance α sebesar 5% d) Menentukan daerah penerimaan dan penolakan H0 dalam grafik Hasil uji F dapat dilihat pada gambar berikut ini : . berarti bahwa variabel-variabel bebas secara bersama-sama (simultan) mempunyai pengaruh yang tidak signifikan terhadap variabel tidak bebas. berarti bahwa variabel-variabel secara bersama-sama mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel tidak bebas.

3) Uji – t Uji t dilakukan untuk melihat signifikan pengaruh variabel-variabel bebas secara persial (individu) terhadap variabel dependen (Imam Ghozali.46 Gambar 3.05 maka H0 diterima. langkah-langkahnya sebagai berikut : a) Merumuskan formulasi atau uji hipotesis . b. dan model penelitian ini dikatakan fit. Jika F hitung > F tabel atau probabilitas < 0. Dan model penelitian dikatakan tidak fit. yang berarti bahwa variabel independen memiliki pengaruh yang tidak signifikan terhadap variabel dependen.05 maka H0 ditolak.2 Kurva Normal Uji F Daerah penolakan H0 Daerah Penerimaan H0 Ftab e) Pengambilan keputusan pengujian model penelitian adalah : a. yang berarti bahwa variabel independen memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen. 2006:128). Jika F hitung ≤ F tabel atau probabilitas ≥ 0.

sb1 keterangan : b1 : koefisien regresi sb1 : standar deviasi estimasi d) Menentukan daerah penerimaan dan penolakan H0 (sisi kanan) dalam grafik Gambar 3. n-k-1) e) Kriteria pengambilan keputusan t(α/2. H0 = β1 ≠ 0. berarti secara persial variabel-variabel bebas (independen) mempunyai pengaruh yang tidak signifikan terhadap variabel dependen.47 H0 = β1 = 0.3 Kurva Normal Uji t Daerah Penolakan H0 Daerah Penerimaah H0 -t(α/2. berarti secara persial variabel-variabel independen mempunya pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen. b) Menentukan level of significance α sebesar 5% c) Menghitung statistik uji t dengan menggunakan rumus sebagai berikut : t hitung = b1 . n-k-1) Keputusan yang diambil dalam pengujian ini adalah berdasarkan kriteria sebagai berikut : .

Kemudian perhitungan pengaruh langsung dan tidak langsung diperoleh dari analisis regresi persamaan kedua dan ketiga. dan jika sigifikansi < 0. jika nilai R2 lebih tinggi dan signifikan. . 4) Analisis jalur model dan perhitungan pengaruh model Analisis jalur model dilakukan dengan memasukkan nilai koefisien Standardized beta sebagai nilai p1 p2 p3.05 maka H0 ditolak. Melakukan pembahasan untuk membandingkan hasil penelitian dengan teoriteori terdahulu sehingga didapat suatu kesimpulan akhir dari penelitian yang dilakukan.05 maka H0 diterima. Interpretasi dan Pembahasan Interpretasi hasil pengujian dilakukan dengan membandingkan koefisien determinasi (R2) dan signifikansi dari kedua model diatas. 7. Hal ini menunjukkan adanya prediktor yang lebih baik dalam mempengaruhi harga saham.48 Jika signifikansi > 0.

Periode pengamatan yang digunakan penelitian ini yaitu tahun 2005 sampai 2008. Pemilihan sampel ini dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling yaitu teknik pemilihan sampel dengan menggunakan beberapa kriteria sebagai berikut : 1.2009 3.BAB IV GAMBARAN SUBYEK PENELITITAN DAN ANALISIS DATA 4. Tabel 4. Saham-saham semua perusahaan yang terdaftar dalam LQ 45 secara berturutturut di Bursa Efek Indonesia. Laporan keuangan perusahaan menggunakan mata uang rupiah 4.2009 Laporan keuangan dengan mata uang selain rupiah Laporan Keuangan tidak lengkap Jumlah sampel akhir Sumber: Hasil pengolahan data Jumlah 45 (19) (7) (3) (1) 15 49 .1 Gambaran Subyek Penelitian Penelitian ini mengambil perusahaan yang terdaftar dalam indeks LQ 45 di Bursa Efek Indonesia sebagai populasi untuk dijadikan obek penelitian. Perusahaan yang tidak terdaftar di BEI tahun 1996 .1 Kriteria Pengambilan Sampel Kriteria Sampel Jumlah sampel awal perusahaan LQ 45 Perusahaan yang tidak masuk dalam LQ 45 berturut-turut selama tahun 2005-2008 Perusahaan yang tidak terdaftar di BEI tahun 1996 . yaitu setiap 6 bulan sekali selama tahun 20052008. 2. Perusahaan menerbitkan laporan keuangan selama periode pengamatan.

jumlah lembar saham yang beredar. . arus kas operasi. data-data tersebut digabungkan sehingga jumlah sampel menjadi 60. Forestry and Fishing Mining and Mining Services Food and Beverage Automotive and Allied Products Telecommunication Banking Nama Perusahaan Astra Agro Lestari Tbk Bakrie Sumatra Plantations Tbk Aneka Tambang (Persero) Tbk Indofood Sukses Makmur Tbk Astra International Tbk United Tractors Tbk Indosat Tbk Telekomunikasi Indonesia Tbk Bank Danamon Indonesia Bank CIMB Niaga Tbk Bank International Indonesia Tbk Bakrie and Brothers Tbk Kode AALI UNSP ANTM INDF ASII UNTR ISAT TLKM BDMN BNGA BNII BNBR KLBF SMCB KIJA Dalam penelitian ini data yang diambil dari tiap-tiap perusahaan sampel adalah data harga saham penutupan lima hari sebelum dan lima hari sesudah tanggal publikasi laporan keuangan perusahaan.2 Daftar Perusahaan Sampel Holding and Other Investment Companies 13 Pharmaceuticals Kalbe Farma Tbk 14 Cement Holcim Indonesia Tbk 15 Real Estate and Property Kawasan Industri Jababeka Tbk Sumber: Indonesia Capital Market Directory. Setelah data periode tahun 2005 sampai 2008 terkumpul. data diolah NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Bidang Industri Agriculture. dan laba operasi. maka sampel kemudian didata untuk kemudian diolah sebagai penelitian.50 Setelah terkumpul 15 perusahaan. untuk kemudian diuji dengan menggunakan pengujian regresi berganda yang diperluas dengan path analysis untuk mengetahui pengaruh variabel intervening. Berikut ini adalah nama-nama peusahaan yang menjadi sampel dalam penelitian ini : Tabel 4.

2.51 4. variabel independen.1 Analisis Deskriptif Sebelum dilakukan pengujian hipotesis. dan variabel intervening selama periode penelitian. Harga Saham Harga saham pada penelitian ini menggunakan harga penutupan saham yang diambil dari surat kabar Bisnis Indonesia. jumlah. nilai maksimum. Hasil pengolahan data secara deskriptif menunjukkan untuk seluruh variabel dan masing-masing perusahaan yang menjadi sampel penelitian yang akan ditampilkan berdasarkan nilai minimum. dimana variabel penelitian yang digunakan adalah harga saham. 1. dimana data yang diambil adalah harga saham harian pada periode lima hari sebelum dan lima hari sesudah tanggal publikasi laporan keuangan. Tujuan diambilnya lima hari sebelum dan lima hari sesudah penerbitan laporan keuangan adalah untuk melihat reaksi pasar . Kemudian untuk masing-masing data saham harian tersebut diambil nilai rata-ratanya. dan nilai rata-rata selama periode penelitian. penulis terlebih dahulu melakukan analisis deskriptif terhadap variabel-variabel yang akan digunakan dalam penelitian. Analisis deskriptif bertujuan untuk memberikan penjelasan mengenai variabel dependen.2 Teknik Analisis Data Pada analisis data akan dilakukan analisis terhadap variabel-variabel penelitian baik secara deskriptif maupun statistik untuk menguji hipotesis penelitian yang telah dirumuskan. arus kas operasi dan persistensi laba. 4.

19. data diolah 2007 22 Februari 08 24 Maret 08 27 Februari 08 19 Maret 08 27 Februari 08 22 Februari 08 15 Februari 08 22 Mei 08 15 Februari 08 21 Februari 08 15 Februari 08 26 Maret 08 19 Maret 08 20 Februari 08 27 Maret 08 2008 20 Februari 09 29 Maret 09 20 Maret 09 19 Maret 09 26 Februari 09 31 Maret 09 6 Februari 09 11 Mei 09 12 Maret 09 16 Februari 09 5 Februari 09 31 Maret 09 16 Maret 09 9 Februari 09 22 April 09 Hasil perhitungan harga saham penutupan pada periode lima hari sebelum dan lima hari sesudah tanggal publikasi laporan keuangan yang telah diambil nilai rata-ratanya dari tahun 2005 sampai 2008 adalah sebagai berikut: Dari tabel dibawah menunjukkan bahwa rata-rata harga saham untuk 15 perusahaan dari tahun ke tahun cenderung berfluktuasi.82.co. Tabel 4. . Rata-rata harga saham tertinggi untuk seluruh perusahaan terjadi pada tahun 2007 yaitu sebesar 7131.52 dengan diterbitkannya laporan keuangan dan menghindari terjadinya reaksi pasar lain di luar informasi laporan keuangan.3 Tanggal Publikasi Laporan Keuangan KODE 2005 2006 AALI 20 Februari 06 23 Januari 07 UNSP 20 Maret 06 16 Maret 07 ANTM 20 Maret 06 21 Maret 07 INDF 3 Maret 06 24 April 07 ASII 21 Maret 06 27 Februari 07 UNTR 17 Maret 06 22 Februari 07 ISAT 21 Februari 06 5 Maret 07 TLKM 8 Juni 06 24 Mei 07 BDMN 3 Februari 06 9 Februari 07 BNGA 30 Januari 06 19 April 07 BNII 17 Februari 06 23 Februari 07 BNBR 24 Maret 06 30 Maret 07 KLBF 17 Maret 06 16 Maret 07 SMCB 9 Maret 06 9 Februari 07 KIJA 10 Maret 06 28 Maret 07 Sumber : Idx. dengan harga saham tertinggi adalah PT Astra Agro Lestari Tbk sebesar 31081.id.

82 1658.00 625.73 3116.64 831.91 10131.64 4640.773 970.773 24327.45 541.09 760.00 12400.91 331.73 972.73 1206.27 Sumber: Bisnis Indonesia 2006-2009.19 132.91 417.18 420.91 5309.73 13359.474 134.18 4115.09 132.27 5822.182 7775.91 207.73 1459.182 826.50 50.82 2008 12400.73 850.73 11063.73 5863.55 5777.114 231.36 665. Lampiran 2 .64 9577.64 194.00 315. data diolah.82 31081.18 2006 HARGA SAHAM 2007 31081.82 512.73 24327.82 27522.09 8381.00 2331.82 106967.09 7209.00 Rata-rata 18464.18 640.4 Hasil Perhitungan Harga Saham Nama Perusahaan 2005 PT Astra Agro Lestari Tbk PT Bakrie Sumatra Plantations Tbk PT Aneka Tambang (Persero) Tbk PT Indofood Sukses Makmur Tbk PT Astra International Tbk PT United Tractors Tbk PT Indosat Tbk PT Telekomunikasi Indonesia Tbk PT Bank Danamon Indonesia Tbk PT CIMB Niaga Tbk PT Bank International Indonesia Tbk PT Bakrie and Brothers Tbk PT Kalbe Farma Tbk PT Holcim Tbk PT Kawasan Industri Jababeka Tbk Sum Mean Min Max 6050.45 50197.64 6604.705 18464.70 194.27 4050.00 330.36 2493.09 166.82 1802.82 7131.64 83035.773 8127.00 691.00 115.18 14218.773 1433.82 7059.18 7022.591 134.45 1103.705 71737.45 3346.068 1043.82 4313.91 10868.27 7486.91 50.273 5003.636 15918.53 Tabel 4.27 1070.73 154.82 72.82 10868.114 4782.82 1368.64 912.09 7063.386 256.977 612.45 217.114 4899.91 46747.52 115.568 6039.45 5535.

705.69. dan sisanya terdapat 8 perusahaan yang memiliki rata-rata dibawah 4782. PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. diantaranya adalah PT Astra Agro Lestari Tbk.52 dengan rata-rata harga saham terendah adalah PT Kawasan Industri Jababeka Tbk sebesar 115. PT Aneka Tambang (Persero) Tbk.82 dari tahun 2007. PT Indosat Tbk.50 dengan selisih dari tahun 2007 sebesar 3784. Dari ke lima belas perusahaan tersebut yang memiliki harga saham diatas rata-rata 4782.773. Kemudian.91.474. Pada tahun 2008 rata-rata jumlah saham mengalami penurunan yang sangat drastis sebesar 3346. Sedangkan rata-rata harga saham terendah diperoleh oleh PT Kawasan Industri Jababeka Tbk yaitu sebesar 134.54 Sedangkan rata-rata harga saham terendah terjadi pada tahun 2005 sebesar 3116. . Perusahaan yang paling drastis penurunannya adalah PT Astra Agro Lestari Tbk yaitu sebesar 12400 dengan selisih sebesar 18681. PT Bank Danamon Indonesia Tbk.91 dari tahun 2007.474 terdapat 7 perusahaan yaitu sekitar 47% dari 15 perusahaan. untuk masing-masing perusahaan mulai tahun 2005 sampai 2008. PT United Tractors Tbk. Sedangkan perusahaan yang dapat mempertahankan harga sahamnya dengan baik dan tidak mengalami penurunan yang begitu drastis adalah PT Bank International Indonesia Tbk yaitu sebesar 330.91 dengan selisih sebesar 0. PT Astra International Tbk. rata-rata harga saham tertinggi diperoleh PT Astra Agro Lestari Tbk yaitu sebesar 18464. hal ini disebabkan oleh terjadinya krisis keuangan global yang disebabkan oleh Amerika.

sedangkan rata-rata arus kas operasi terendah terjadi pada tahun 2005 yaitu sebesar 352. Dari tabel dibawah menunjukkan bahwa dari keseluruh perusahaan sampel mulai periode 2005 sampai 2008 rata-rata arus kas operasi tertinggi terjadi pada tahun 2008 yaitu sebesar 591. Arus Kas Operasi Arus kas operasi adalah arus kas yang berasal dari aktivitas operasi perusahaan terutama yang diperoleh dari aktivitas penghasil utama pendapatan perusahaan dan aktivitas lain yang bukan merupakan aktivitas investasi dan pendanaan. . Oleh para investor. arus kas operasi dapat dijadikan indikator yang menentukan apakah dari kegiatan operasinya.55 2. investor menilai bahwa aktivitas operasi perusahaan mampu menghasilkan kas yang cukup untuk melakukan berbagai pembayaran termasuk membayar sejumlah dividen kepada para pemegang saham.875.601. karena dengan arus kas operasi yang meningkat. Rata-rata arus kas operasi tertinggi untuk masing-masing perusahaan diperoleh PT Indofood Sukses Makmur Tbk yaitu sebesar 2053. Sedangkan.755. sebuah perusahaan dapat menghasilkan arus kas yang cukup untuk melakukan berbagai pembayaran. rata-rata arus kas operasi terendah untuk masing-masing perusahaan diperoleh PT Telekomunikasi Indonesia Tbk yang menghasilkan arus kas operasi negatif sebesar 66. memelihara kemampuan operasi perusahaan tanpa mengandalkan pendanaan dari luar. Arus kas operasi yang positif akan menimbulkan reaksi yang juga positif dari pasar.735.

56

Tabel 4.5 Hasil Perhitungan Arus Kas Operasi

Nama Perusahaan 2005 PT Astra Agro Lestari Tbk PT Bakrie Sumatra Plantations Tbk PT Aneka Tambang (Persero) Tbk PT Indofood Sukses Makmur Tbk PT Astra International Tbk PT United Tractors Tbk PT Indosat Tbk PT Telekomunikasi Indonesia Tbk PT Bank Danamon Indonesia Tbk PT CIMB Niaga Tbk PT Bank International Indonesia Tbk PT Bakrie and Brothers Tbk PT Kalbe Farma Tbk PT Holcim Tbk PT Kawasan Industri Jababeka Tbk Sum Mean Min Max 507.711 414.455 84.780 613.343 367.747 992.505 2093.470 -214.494 205.331 50.865 3.106 52.608 27.870 14.590 75.129 5289.016 352.601 -214.494 2093.470

ARUS KAS OPERASI 2006 653.580 1149.509 170.997 2209.611 569.423 1043.374 1324.166 315.856 330.792 -9.490 6.587 63.077 59.093 5.428 50.218 7942.222 529.481 -9.490 2209.611 2007 1648.783 506.990 276.758 2777.424 932.027 1522.641 1375.361 -986.461 -7.263 -88.123 24.061 35.732 112.812 3.474 48.641 8182.859 545.524 -986.461 2777.424 2008 1325.566 119.235 305.772 2614.642 1278.645 1198.628 1206.166 617.609 -105.312 -15.300 14.060 79.529 153.152 9.683 73.945 8876.020 591.735 -105.312 2614.642 Rata-rata 1033.910 547.547 209.577 2053.755 786.961 1189.287 1499.791 -66.872 105.887 -15.512 11.953 57.737 88.232 8.294 61.983 7572.529 504.835 -66.872 2053.755

Sumber: idx.co.id, data diolah, Lampiran 3 Perusahaan yang memiliki arus kas operasi meningkat dari tahun 2005 sampai 2008 adalah PT Aneka Tambang (persero) Tbk, PT Astra International Tbk, PT Kalbe Farma Tbk. Hal ini berarti perusahaan tersebut mampu menghasilkan kas yang cukup untuk melakukan berbagai pembayaran termasuk membayar sejumlah dividen kepada para pemegang saham. Sedangkan perusahaan yang memiliki arus kas operasi paling buruk adalah PT CIMB Niaga Tbk karena dari tahun 2006 sampai 2008 adalah PT CIMB Niaga memilki arus kas yang negatif. Dari ke lima belas perusahaan tersebut yang memiliki arus kas

57

operasi diatas rata-rata 504,835 terdapat 6 perusahaan yaitu sekitar 40% dari 15 perusahaan, diantaranya adalah PT Astra Agro Lestari Tbk, PT Bakrie Sumatra Plantations Tbk, PT Indofood Sukses Makmur Tbk, PT Astra International Tbk, PT United Tractors Tbk, PT Indosat Tbk, dan sisanya terdapat 9 perusahaan yang memiliki rata-rata dibawah 504,835. 3. Persistensi Laba Laba dikatakan persisten jika perusahaan dapat mempertahankan laba dari periode sekarang sampai periode yang akan datang. Laba yang digunakan dalam penelitian ini adalah laba operasi. Dari tabel 4.6 menunjukkan bahwa persistensi laba dari seluruh perusahaan sampel pada periode tahun 2005 sampai 2008 cenderung mengalami fluktuasi. Hal ini ditunjukkan oleh hasil koefisien dari uji regresi antara laba operasi periode sekarang dengan laba operasi periode yang akan datang yang bisa dilihat di lampiran 4. Dari tabel dibawah menunjukkan bahwa dari keseluruhan perusahaan sampel mulai periode 2005 sampai 2008 ratarata persistensi laba terendah terjadi pada tahun 2006 yaitu sebesar 0,630. Hal ini menunjukkan bahwa pada tahun 2006 perusahaan sampel memiliki persistensi laba yang baik karena semakin kecil koefisien maka laba dianggap semakin persisten artinya perusahaan dapat mempertahankan laba dari tahun ke tahun dengan baik (Sloan, 1996). Sedangkan rata-rata persistensi laba tertinggi terjadi pada tahun 2007 dan 2008 yaitu sebesar 0,916. Sedangkan untuk masing-masing perusahaan rata-rata persistensi laba yang baik diperoleh PT Kawasan Industri Jababeka Tbk yaitu sebesar -0,051.

58

Tabel 4.6 Hasil Perhitungan Persistensi Laba

PERSISTENSI LABA Nama Perusahaan PT Astra Agro Lestari Tbk PT Bakrie Sumatra Plantations Tbk PT Aneka Tambang (Persero) Tbk PT Indofood Sukses Makmur Tbk PT Astra International Tbk PT United Tractors Tbk PT Indosat Tbk PT Telekomunikasi Indonesia Tbk PT Bank Danamon Indonesia Tbk PT CIMB Niaga Tbk PT Bank International Indonesia Tbk PT Bakrie and Brothers Tbk PT Kalbe Farma Tbk PT Holcim Tbk PT Kawasan Industri Jababeka Tbk Sum Mean Min Max 2005 0.966 0.757 0.782 0.467 1.286 0.583 1.102 1.186 0.124 0.374 -0.033 0.016 1.349 0.430 0.105 9.494 0.633 -0.033 1.349 2006 0.898 0.974 1.523 0.042 0.704 0.345 0.896 1.201 0.148 0.442 -0.018 1.237 0.998 0.179 -0.124 9.445 0.630 -0.124 1.523 2007 1.511 1.451 2.939 0.116 0.78 0.915 1.049 1.182 0.256 0.577 0.166 1.336 0.954 0.538 -0.023 13.747 0.916 -0.023 2.939 Rata2008 rata 1.162 1.134 1.555 1.184 0.272 1.379 1.716 0.585 1.238 1.002 1.705 0.887 1.029 1.019 0.896 1.116 0.356 0.221 0.201 0.399 0.045 0.040 1.377 0.992 0.904 1.051 1.451 0.650 -0.161 -0.051 13.746 11.608 0.916 0.774 -0.161 -0.051 1.716 1.379

Sumber: idx.co.id dan ICMD 1996-2004, data diolah, Lampiran 5 Hal ini menunjukkan bahwa PT Kawasan Industri Jababeka mampu mempertahankan laba operasinya dengan baik. Sedangkan perusahaan yang memiliki persistensi laba yang paling buruk adalah PT Aneka Tambang Tbk yaitu sebesar 1,379. Persistensi laba yang buruk tersebut dikarenakan PT Aneka Tambang tidak mampu mempertahankan laba operasinya dengan baik. Dari ke lima belas perusahaan tersebut yang memiliki persistensi laba dibawah rata-rata 0,774 terdapat 6 perusahaan yaitu sekitar 40% dari 15 perusahaan, diantaranya adalah PT Indofood Sukses Makmur Tbk, PT Bank Danamon Indonesia Tbk, PT

Data yang digunakan dalam penelitian ini mulai periode 2005 sampai 2008 total berjumlah 60 data. 2006:110). dan memastikan bahwa data berdistribusi normal. Sebelum melakukan analisis data dengan uji regresi linier berganda. mengetahui. PT Holcim Tbk.59 CIMB Niaga Tbk. Uji normalitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah untuk menguji. dilakukan uji normalitas data terhadap data penelitian. maka untuk membuktikan hipotesis pada penelitian ini digunakan analisis regresi linier berganda dengan dengan path analysis untuk menguji pengaruh arus kas operasi terhadap harga saham dengan persistensi laba sebagai variabel intervening. 4. Data sebanyak 60 perusahaan sampel digunakan dalam penelitian ini. artinya ke enam perusahaan tersebut memiliki kemampuan untuk mempertahankan laba operasinya dengan baik dan sisanya terdapat 9 perusahaan yang memiliki rata-rata diatas 0.2 Analisis Statistik Berdasarkan perumusan masalah dan hipotesis penelitian sebagaimana diuraikan pada bab sebelumnya. 1. variabel pengganggu atau residual memiliki distribusi normal (Imam Ghozali. PT Kawasan Industri Jababeka Tbk. Untuk menguji normalitas residual dapat digunakan uji statistik non-parametrik . Uji Normalitas Data Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi. artinya perusahaan tersebut kurang mampu dalam mempertahankan laba operasinya dari tahun ke tahun.2. PT Bank International Indonesia Tbk.774.

maka dalam penelitian ini ditemukan adanya 6 data outlier. Lampiran 7.0000000 3660. maka langkah yang dilakukan adalah dengan membuang data outlier (data yang menyimpang jauh dari distribusi normal yang terbentuk) yaitu dengan mencari nilai standardize untuk masing-masing variabel yang diuji. Calculated f rom data. Sumber: Hasil Output SPSS. Apabila data residual berdistribusi tidak normal. data diolah .168 -.168 . b. Dev iation Absolut e Positiv e Negativ e a. Tampak pada Tabel 4. 234 .095 yang lebih besar dari 0.5 dinyatakan outlier. Apabila nilai probabilitas signifikan < 0.734130 .234 dengan probabilitas 0. Tes t dis tribution is Normal.05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa data berdistribusi normal. Sig. (2-t ailed) Mean Std.05 maka data residual berdistribusi tidak normal. Jika sampel kurang dari 80 maka standar skor dengan nilai ± 2. Setelah dilakukan deteksi terhadap adanya data outlier.b Mos t Extreme Dif f erences Kolmogorov -Smirnov Z Asy mp. Berikut disajikan tabel yang merupakan output dari uji normalitas setelah data outlier tersebut dibuang. Tabel 4.7 dibawah bahwa besarnya nilai One – Sample Kolmogorov-Smirnov Test adalah 1. 145 1.60 yang dilakukan dengan menggunakan alat uji One – Sampel Kolmogorov-Smirnov Test.7 Hasil Uji Normalitas Model Penelitian One-Sampl e Kolmogorov-Smi rnov Test Uns tandardiz ed Residual 54 .095 N Normal Parametersa.

1 H1 H0. Kriteria penolakan atau penerimaan hipotesis adalah H1 dan H2 diterima jika pvalue atau signifikan < 0.. . Uji Hipotesis Penelitian Hipotesis penelitian pertama (H1) untuk menguji perngaruh arus kas operasi terhadap harga saham melalui uji regresi linier dengan persamaan : HS = α + β1AKO + e1 …………………………………………….. (3) Formulasi hipotesis adalah : H0...……..05.2 : Arus kas operasi tidak berpengaruh terhadap harga saham : Arus kas operasi berpengaruh terhadap harga saham : Arus kas operasi tidak berpengaruh terhadap harga saham dengan persistensi laba sebagai variabel intervening H2 : Arus kas operasi berpengaruh terhadap harga saham dengan persistensi laba sebagai variabel intervening.61 2. (1) Hipotesis penelitian ke dua (H2) dibuktikan dengan melakukan analisis regresi berganda dengan path analysis dengan persamaan : PL = β1AKO + e1 …………………………………………………… (2) HS = β1AKO + β2PL + e2 …………………………………….

Hal ini berarti 12. yaitu harga saham.138 Adjust ed R Square . Predic tors : (Const ant).121 Std. Nilai R Square sebesar 13. data diolah Hasil uji R tabel 4. Semakin kecil nilai SEE.8448.50%).1%.8 menginformasikan besarnya adjusted R2 sebesar 12.844803 a.62 a.8% dan sisanya 86.8 Koefisien Determinasi Uji Hipotesis Persamaan Pertama Model Summary Model 1 R R Square . Standard Error of Estimate (SEE) sebesar 3805.1% variasi harga saham yang dapat dijelaskan oleh variabel independen arus kas operasi.1% artinya hubungan variabel independen memiliki korelasi yang cukup kuat (>25% . Error of the Estimate 3805. Tampilan output SPSS pada tabel 4.371a .8% artinya variabel arus kas operasi dapat berpengaruh terhadap harga saham sebesar 13.8 adalah 37. Koefisien Determinasi Tabel 4. AKO Sumber: Hasil Output SPSS. maka semakin tepat model regresi dalam memprediksi variabel dependen. . Lampiran 8.2% dipengaruhi oleh variabel lain ataupun model lain diluar variabel bebas yang diteliti.

465a .201 Std. Nilai R Square sebesar 21. AKO Sumber: Hasil Output SPSS. Tampilan output SPSS pada tabel 4.4% dipengaruhi oleh variabel lain ataupun model lain diluar variabel bebas yang diteliti.4904.822983 a.5% artinya hubungan variabel independen memiliki korelasi yang cukup kuat (>25% .490485 a.6% dan sisanya 78.9 Koefisien Determinasi Uji Hipotesis Persamaan Kedua Model Summary Model 1 R R Square .155 Std. Standard Error of Estimate (SEE) sebesar 0. Error of the Estimate 3731. maka semakin tepat model regresi dalam memprediksi variabel dependen.432a . Lampiran 10.187 Adjust ed R Square .63 Tabel 4. Hal ini berarti 20. Semakin kecil nilai SEE.1% variasi persistensi laba yang dapat dijelaskan oleh variabel independen arus kas operasi.1%. PL. Predic tors : (Const ant).9 menginformasikan besarnya adjusted R2 sebesar 20. Error of the Estimate .10 Koefisien Determinasi Uji Hipotesis Persamaan Ketiga Model Summary Model 1 R R Square .9 adalah 46. Predic tors : (Const ant). data diolah Hasil uji R tabel 4.216 Adjust ed R Square .6% artinya variabel arus kas operasi dapat berpengaruh terhadap persistensi laba sebesar 21. Lampiran 9. Tabel 4. data diolah . AKO Sumber: Hasil Output SPSS. yaitu persistensi laba.50%).

64 Hasil uji R tabel 4.10 adalah 43.3% dipengaruhi oleh variabel lain ataupun model lain diluar variabel bebas yang diteliti.305 dengan nilai probabilitas signifikansi < 0.05 yaitu sebesar 0.5% variasi harga saham yang dapat dijelaskan oleh variabel independen arus kas operasi dan persistensi laba.823. Nilai R Square sebesar 18. b. Hal ini berarti model penelitian yang digunakan merupakan model yang baik (Model Fit).5%.006. Berikut disajikan tabel dari hasil pengujian uji F. Standard Error of Estimate (SEE) sebesar 3731.50%). Tampilan output SPSS pada tabel 4. maka model penelitian yang digunakan merupakan model yang baik (Model Fit) dan dapat memprediksi variabel dependen. Berdasarkan tabel 4.11.10 menginformasikan besarnya adjusted R2 sebesar 15. Semakin kecil nilai SEE. yang menguji pengaruh arus kas operasi terhadap harga saham dapat diketahui bahwa nilai F hitung sebesar 8. yaitu harga saham.7% dan sisanya 81. Apabila nilai probabilitas signifikan < 0. Hal ini berarti 15. Pengujian dengan Uji F Uji F dilakukan hanya untuk menguji suatu model penelitian.05.7% artinya variabel arus kas operasi dan persistensi laba dapat berpengaruh terhadap harga saham sebesar 18. . maka semakin tepat model regresi dalam memprediksi variabel dependen.2% artinya hubungan variabel independen memiliki korelasi yang cukup kuat (>25% .

13. Tabel 4. AKO b. untuk persamaan ketiga dapat diketahui bahwa nilai F hitung sebesar 5.05 yaitu .861 dengan nilai probabilitas signifikansi < 0.000.11 Hasil Uji F Uji Hipotesis Persamaan Pertama b ANOVA Model 1 Regress ion Res idual Tot al Sum of Squares 1.05 yaitu sebesar 0. . data diolah Berdasarkan tabel 4. 73E+08 df 1 52 53 Mean Square 120298993. 53E+08 8. Lampiran 8. 510 15. 454 12. Lampiran 9. 20E+08 7. AKO b. . data diolah Berdasarkan tabel 4. 305 Sig. Predic tors : (Const ant ).12 Hasil Uji F Uji Hipotesis Persamaan Kedua b ANOVA Model 1 Regress ion Res idual Tot al Sum of Squares 3. 454 . 964 df 1 52 53 Mean Square 3.65 Tabel 4. untuk persamaan kedua dapat diketahui bahwa nilai F hitung sebesar 14.66 F 8. Dependent Variable: HS Sumber: Hasil Output SPSS.12.1 14484454. Hal ini berarti model penelitian yang digunakan merupakan model yang baik (Model Fit). Dependent Variable: PL Sumber: Hasil Output SPSS. 358 Sig.241 F 14.006a a.000a a.358 dengan nilai probabilitas signifikansi < 0. Predic tors : (Const ant ).

PL.66 sebesar 0. Pengujian dengan Uji t Uji t digunakan untuk melakukan pengujian terhadap hipotesis. 73E+08 df 2 51 53 Mean Square 81619497. 10E+08 8. yaitu menguji secara individual adanya pengaruh masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen. Lampiran 10. yang artinya H1 diterima . Predic tors : (Const ant ). Tabel 4. data diolah c.03 13926502.78 F 5.366.366 poin. AKO b. Dengan demikian setiap peningkatan arus kas operasi sebesar 1% akan mengakibatkan adanya peningkatan pada harga saham sebesar 2.006 dengan koefisien regresi sebesar 2. 861 Sig.14 menunjukkan bahwa variabel independen yaitu arus kas operasi (AKO) signifikan < 0. Hal ini berarti bahwa arus kas operasi berpengaruh terhadap harga saham. . Tabel 4. Hal ini berarti model penelitian yang digunakan merupakan model yang baik (Model Fit).13 Hasil Uji F Uji Hipotesis Persamaan Ketiga b ANOVA Model 1 Regress ion Res idual Tot al Sum of Squares 1.05 yaitu sebesar 0.005a a. 63E+08 7.005. Dependent Variable: HS Sumber: Hasil Output SPSS.

05 yaitu sebesar 0.371 t 4.465 t 7. 366 .15 Hasil Uji t Uji Hipotesis Persamaan Kedua a Coeffici ents Model 1 (Constant) AKO Uns tandardized Coef f icients B Std. 882 Sig.963 2.085.958 612.001.000.67 Tabel 4.006 a. 789 Sig. Error .05 yaitu sebesar 0.079 . Nilai koefisien Standardize .16 menunjukkan bahwa variabel independen yaitu arus kas operasi (AKO) signifikan < 0. Hal ini berarti bahwa arus kas operasi berpengaruh terhadap harga saham.556 . .15 bahwa variabel indenpenden arus kas operasi signifikan < 0.465 merupakan nilai path atau jalur p2.000 .000 a. data diolah Tabel 4. Lampiran 9.14 Hasil Uji t Uji Hipotesis Persamaan Pertama a Coeffici ents Model 1 (Constant) AKO Uns tandardized Coef f icients B Std.000 Standardized Coef f icients Beta . Nilai koefisien Standardize Beta 0.000 . . Tabel 4. Lampiran 8. data diolah Tampak pada tabel 4. Dependent Variable: PL Sumber: Hasil Output SPSS. 447 2. Dependent Variable: HS Sumber: Hasil Output SPSS. dan persistensi laba berpengaruh negatif dan tidak signifikan yaitu sebesar 0.821 Standardized Coef f icients Beta .000 . Error 2725. 042 3.

Lampiran 10.11625 < 0.083 3. Tabel 4.488.756 Sig. p3 masing-masing adalah 0. 0. Pada gambar tersebut dijelaskan bahwa arus kas operasi (AKO) berpengaruh signifikan pada persistensi laba (PL) dan harga saham (HS) yang menunjukkan pengaruh sebesar 46. 692 1055. sedangkan Nilai koefisien Standardize Beta -0.372.5% terhadap persistensi laba (PL) dan pengaruh langsung terhadap harga saham (HS) sebesar 48.575 840.488.465. -0. Dependent Variable: HS Sumber: Hasil Output SPSS.099 Standardized Coef f icients Beta . Hasil analisis jalur model dan perhitungan pengaruh variabel independen ke variabel dependen dapat dilihat pada gambar 4.68 Beta 0.11625.001 . 472 3. p2. .465 x -0. 109 .085 a.910 -1852. . Maka dapat diperhitungkan p2 x p3 = 0.16 Hasil Uji t Uji Hipotesis Persamaan Ketiga a Coeffici ents Model 1 (Constant) AKO PL Uns tandardized Coef f icients B Std. sedangkan besarnya pengaruh tidak langsung arus kas operasi ke harga saham adalah 0. Variabel persistensi laba dikatakan sebagai variabel intervening jika p2 x p3 > p1.465 x (-0.8%.250) = 0. 419 -1. 250 t 4. Maka variabel persistensi laba bukan merupakan variabel intervening karena -0. data diolah Besarnya p1.250 merupakan nilai path atau jalur p3. Error 3756.488.250) = -0.488 -.1. Besarnya pengaruh langsung arus kas operasi ke harga saham adalah 0.250.488 merupakan nilai path atau jalur p1.488 + (0.000 .

4.465 (Sig) PL -0. Berdasarkan analisis baik secara deskriptif maupun statistik didapat temuan penting yang akan dibahas sesuai dengan rumusan masalah serta hipotesis pengujian yang telah dibangun berdasarkan teori dan hasil penelitian terdahulu 4. Arus kas operasi yang positif akan menunjukkan reaksi yang positif terhadap pasar karena dengan arus kas operasi yang meningkat.1 Pengaruh Arus Kas Operasi terhadap Harga Saham. investor menilai .488 (Sig) HS Oleh karena Persistensi laba (PL) tidak berpengaruh signifikan pada harga saham (HS).3 Pembahasan Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki pengaruh arus kas operasi terhadap harga saham dengan persistensi laba sebagai variabel intervening pada perusahaan LQ 45. dan sampel yang digunakan sebanyak 54 perusahaan.1 Hasil Analisis Jalur Model 0.69 Gambar 4.2 diterima bahwa arus kas operasi tidak berpengaruh terhadap harga saham dengan persistensi laba sebagai variabel intervening. maka persistensi laba bukan sebagai variabel intervening.250 (Tidak Sig) AKO 0. Hal ini berarti bahwa H2 ditolak atau H0.3.

70 bahwa aktivitas operasi perusahaan mampu menghasilkan kas yang cukup untuk melakukan berbagai pembayaran termasuk membayar sejumlah dividen kepada para pemegang saham sehingga hal ini setidaknya akan menimbulkan reaksi terhadap harga saham. Hal ini dapat membuktikan bahwa untuk memprediksi harga saham suatu perusahaan dapat dilihat dari arus kas operasi perusahaan tersebut yang bersangkutan. sehingga harga saham akan mengalami perubahan dengan adanya informasi arus kas operasi. Hasil ini sejalan dengan penemuan San Susanto dan Erni Ekawati (2006). Pada penelitian ini berdasarkan regresi linier berganda uji t menunjukkan hasil bahwa arus kas operasi berpengaruh terhadap harga saham. dan Kiagus Andi (2007). Hal ini disebabkan laporan arus kas operasi mengandung informasi yang dapat mempengaruhi kepercayaan investor dalam pengambilan keputusan investasi. . Hasil ini juga diperkuat dengan data diskriptif yang menunjukkan pada tahun 2005 sampai 2008 rata-rata harga saham pertahun meningkat searah dengan meningkatnya arus kas operasi. Hal ini membuktikan bahwa pasar akan menunjukkan reaksi pada saat publikasi laporan arus kas operasi. yang menyatakan bahwa arus kas operasi berpengaruh positif terhadap harga saham.

Persistensi laba tidak berpengaruh positif terhadap harga saham. terdapat beberapa kemungkinan untuk menjelaskan hal tersebut. jika kinerja perusahaan baik. Arus kas operasi berpengaruh positif terhadap persistensi laba yang mengisyaratkan bahwa semakin tinggi komponen arus kas maka akan meningkatkan persistensi laba yang dimiliki oleh perusahaan.2 Pengaruh Arus Kas Operasi terhadap Harga Saham dengan Persistensi Laba Sebagai Variabel Intervening Arus kas operasi yang positif selain dapat memberikan reaksi terhadap harga saham. pasar dalam hal ini investor memang tidak membedakan informasi yang terkandung dalam laba. investor hanya melihat laba secara keseluruhan.71 4. koefisien laba mempunyai hubungan positif dengan persistensi laba. Ketiga. arus kas operasi juga dinilai dapat memberikan cerminan bahwa dengan arus kas operasi yang baik maka dapat dikatakan bahwa kinerja perusahaan juga baik. Selanjutnya persistensi laba tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap harga saham. maka seharusnya perusahaan memiliki kemampuan untuk mempertahankan labanya dengan baik dan jika perusahaan dapat mempertahankan labanya dengan baik maka akan ada lebih banyak investor yang tertarik sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan harga saham perusahaan tersebut. tetapi tidak menunjukkan sensitivitas .3. hal ini membuktikan bahwa persistensi laba tidak memiliki muatan informasi yang digunakan untuk menentukan harga saham. Kedua. Hasil pengujian hipotesis ke dua menunjukkan bahwa arus kas operasi berpengaruh positif terhadap harga saham. Arus kas operasi berpengaruh positif terhadap persistensi laba. Pertama.

dimana pada tahun 2005 sampai 2007 harga saham cenderung naik. data deskriptif juga menunjukkan bahwa persistensi laba pada tahun 2005 sampai 2008 tidak menunjukkan pergerakan yang searah dengan harga saham. yang tidak dapat membuktikan pengaruh arus kas operasi terhadap harga saham dengan persistensi laba sebagai variabel intervening. Hasil penelitian ini mendukung penelitian Meythi (2006).72 yang berlebihan. . sehingga besarnya reaksi harga saham perusahaan pada earnings harus dihubungkan dengan pengaruh inovasi earnings pada ekspektasi manfaat masa datang yang didapat oleh pemegang saham. Maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis ke dua ditolak. Hal ini menunjukkan bahwa untuk memprediksi harga saham suatu perusahaan tidak dapat dilihat dari persistensi laba perusahaan yang bersangkutan. Keempat. tetapi persistensi laba cenderung menunjukkan hasil yang buruk.

Periode pengamatan dalam penelitian ini adalah selama 4 tahun mulai dari tahun 2005 sampai dengan tahun 2008. Pengujian pada penelitian ini menggunakan uji regresi linier untuk hipotesis pertama. Sampel penelitian diambil secara purposive sampling.BAB V PENUTUP 5. Setelah dilakukan pembuangan outlier.co. Peneliti menggunakan data sekunder yang diperoleh dari website BEI yaitu Idx.1 Kesimpulan Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh arus kas operasi terhadap harga saham dengan persistensi laba sebagai variabel intervening. dan surat kabar Bisnis Indonesia. maka yang dapat disimpulkan dari hasil penelitian ini antara lain : 73 . yang terdiri dari 10 jenis industri yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dari jumlah sampel awal sebanyak 60 perusahaan. Melihat dari hasil analisis data dan pembahasan yang telah diungkapkan sebelumnya pada bab IV. jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini menjadi 54 perusahaan LQ 45. Indonesian Capital Market Directory (ICMD).id. dan uji regresi linier berganda dengan path analysis untuk hipotesis kedua.

Terdapat data outlier. 2. Jumlah tahun periode pengamatan yang hanya empat tahun. Sampel penelitian ini berdasarkan non-random sampling pada perusahaan LQ 45. 4. Jumlah perusahaan yang menjadi sampel penelitian relatif sedikit hanya 15 perusahaan. Hasil yang lebih baik bagi peneliti selanjutnya diharapkan untuk lebih mempertimbangkan keterbatasan yang ada dalam penelitian ini. 3.74 1.2 Keterbatasan Penelitian Penelitian ini mempunyai keterbatasan-keterbatasan yang mempengaruhi hasil penelitian. 2. Ini menyebabkan jumlah sampel penelitian hanya empat kali lipat dari perusahaan sampel yaitu 60. Keterbatasan dalam penelitian ini adalah : 1. Hasil pengujian arus kas operasi terhadap harga saham dengan persistensi laba sebagai variabel intervening pada perusahaan LQ 45 yang terdaftar di BEI selama 2005 sampai 2008 membuktikan bahwa arus kas operasi berpengaruh terhadap harga saham dan persistensi laba bukan merupakan variabel intervening. 6. . Hasil pengujian arus kas operasi terhadap harga saham pada perusahaan LQ 45 yang terdaftar di BEI selama 2005 sampai 2008 membuktikan bahwa arus kas operasi berpengaruh terhadap harga saham.

75

6.3

Saran

Berdasarkan pada hasil penelitian, analisis dan pembahasan, kesimpulan yang diambil dan keterbatasan penelitian, maka saran yang dapat diajukan oleh peneliti untuk penelitian mendatang antara lain : 1. Sebaiknya, penelitian lebih lanjut dapat menggunakan sampel perusahaan yang jumlahnya lebih banyak, misalnya perusahaan manufaktur yang go public yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. 2. Peneliti selanjutnya sebaiknya menggunakan periode pengamatan lebih dari empat tahun, sehingga jumlah sampel yang diperoleh semakin banyak.

DAFTAR RUJUKAN Al Haryono, Yusup. 2001. Dasar-Dasar Akuntansi. Pernerbit VPP AMP YKPN : Yogyakarta. Anis, Chairiri., dan Imam, Ghozali. 2001. Teori Akuntansi. Badan Penerbit Universitas Diponegoro: Semarang. Changling, Chen. 2004. Earnings Persistence and Stock Price Under- and Overreaction. Working Paper. Madison Wisconsin University. Dwi Susilo. dkk. 2004. Dampak Publikasi Laporan Keuangan Terhadap Perilaku Return Saham di Bursa Efek Jakarta. Smart, Vol. 2 No. 2, Mei 2004 : 97110 FASB. 1987. Statement Accounting of Financial Concepts (SAFC) No. 1. Ferry dan Erni Ekawati. 2005. Pengaruh Informasi Laba Akuntansi, Aliran Kas dan Komponen Aliran Kas Terhadap Harga Saham Pada Perusahaan Manufaktur di Indonesia. Jurnal Riset Akuntansi dan Keuangan, Vol. 1 No. 2, Agustus 2005 : 79-93. Imam, Ghozali. 2006. Analisis Multivariate dengan Program SPSS. Badan Penerbit Universitas Diponegoro : Semarang. Ikatan Akuntansi Indonesia. 2009. Standar Akuntansi Keuangan. Salemba Empat : Jakarta. Jonas, G., and J. Blanchet. (2000). Assessing Quality of Financial Reporting. Accounting Horizons, Vol. 14, No.3, Hal:353-363 Kiagus Andi. 2007. Analisis Pengaruh Interaksi Laba dengan Laporan Arus Kas Terhadap Return Saham. Jurnal Akuntansi dan Keuangan, Vol. 12 No. 1, Januari 2007. Kieso, Donald E and Jerry J Waygandt. 2002. Intermediate Accounting. Jilid I, Edisi Kesepuluh. Penerbit Erlangga : Jakarta. Lipe, R.C. 1990. The Relation Between Stock Return, Accounting Earnings and Alternative Information. The Accounting Review. pp. 49-71. Mamduh, Hanafi dan Abdul, Halim. 2003. Analisis Laporan Keuangan. Yogyakarta : UPP AMP YKPN. Meythi. 2006. Pengaruh Arus Kas Operasi Terhadap Harga Saham dengan Persistensi Laba Sebagai Variabel Intervening. Simposium Nasional Akuntansi IX. Padang.

Mohamad Nasir dan Mariana Ulfah. 2008. Analisis Pengaruh Arus Kas Operasi Terhadap Harga Saham dengan Persistensi Laba Sebagai Variabel Intervening. Jurnal Maksi, Vol. 8 1 Januari 2008 : 74-85. Mohamad, Samsul. 2006. Pasar Modal dan Manajemen Portofolio. Erlangga: Jakarta. Mudjarad, Kuncoro. 2003. Metode Riset untuk Bisnis dan Ekonomi. Erlangga : Jakarta. Ninna Daniati dan Suhairi. 2006. Pengaruh Kandungan Informasi Komponen Laporan Arus Kas, Laba Kotor, dan Size Perusahaan Terhadap Expected Return Saham. Simposium Nasional Akuntansi IX. Padang. Parawiyati, dan Z. Baridwan. 1998. Kemampuan Laba dan Arus Kas dalam Memprediksi Laba dan Arus Kas Perusahaan Go Publik di Indonesia. Jurnal Riset Akuntansi Indonesia, Vol. 1 No.1 Januari. Pp. 1-11.
Penman, Stephen H. (2001). Financial Statement Analysis and Security Valuation. Singapore:Mc Graw Hill.

San Susanto dan Erni Ekawati. 2006. Relevansi Nilai Informasi Laba dan Aliran Kas Terhadap Harga Saham dalam Kaitannya dengan Siklus Hidup Perusahaan. Simposium Nasional Akuntansi IX. Padang. Sloan, R.G. 1996. Do Stock Prices Fully Reflect Information in Accruals and Cash Flows about Future Earnings? The Accounting Review 71. pp. 289315. Sofyan Syafri, Harahap. 2007. Teori Akuntansi. PT Rajagrafindo Persada: Jakarta. Tandelilin, Eduardus. 2007. Analisis Investasi dan Manajemen Portofolio. Edisi Pertama. BPFE: Yogyakarta. Triyono & Jogianto, H. 2000, “Hubungan Kandungan Informasi Arus Kas, Komponen Arus Kas dan Laba Akuntansi dengan Harga Saham”, Jurnal Riset Akuntansi Indonesia, Vol. 3, No. 1, Hal. 54-68. Warren, Carl S., et al. 2006. Pengantar Akuntansi. Edisi 21. Salemba Empat : Jakarta. Weston and Brigham. 2001. Faktor yang Mempengaruhi Harga Saham. http://www.idonbiu.com/2009/05/faktor-faktor-yang-mempengaruhiharga.html. Diakses 3 April 2010. Winwin, Yadiati,. dan Ilham, W. 2006. Pengantar Akuntansi. Kencana: Jakarta. www.idx.co.id

Forestry and Fishing Mining and Mining Services Food and Beverage Automotive and Allied Products Telecommunication Banking Holding and Other Investment Companies Pharmaceuticals Cement Real Estate and Property Nama Perusahaan Astra Agro Lestari Tbk Bakrie Sumatra Plantations Tbk Aneka Tambang (Persero) Tbk Indofood Sukses Makmur Tbk Astra International Tbk United Tractors Tbk Indosat Tbk Telekomunikasi Indonesia Tbk Bank Danamon Indonesia Bank CIMB Niaga Tbk Bank International Indonesia Tbk Bakrie and Brothers Tbk Kalbe Farma Tbk Holcim Indonesia Tbk Kawasan Industri Jababeka Tbk Kode AALI UNSP ANTM INDF ASII UNTR ISAT TLKM BDMN BNGA BNII BNBR KLBF SMCB KIJA .Lampiran 1 Daftar Perusahaan Sampel NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 Bidang Industri Agriculture.

82 1368.64 831.18 640 115.82 4313.91 .82 10868.91 417.09 166.09 7063.73 154.18 4115.64 4640.Lampiran 2 Harga Saham Perusahaan LQ 45 2005 KODE AALI UNSP ANTM INDF ASII UNTR ISAT TLKM BDMN BNGA BNII BNBR KLBF SMCB KIJA t-5 5900 650 4300 840 10000 4000 5450 7200 4575 410 155 170 1330 650 115 t-4 6200 660 4250 850 10150 4100 5450 7500 4650 410 155 175 1380 640 120 t-3 6300 650 4250 840 10550 4075 5500 7650 4650 420 155 170 1380 650 120 t-2 6150 680 4350 830 11000 4025 5500 7250 4750 425 155 165 1380 650 115 t-1 6150 720 4300 830 11400 4175 5500 7050 4725 425 155 160 1400 620 115 t0 5800 730 4325 840 11300 4225 5400 6750 4625 420 155 160 1400 620 120 t+1 5850 730 4300 840 10800 4250 5150 7050 4650 415 155 165 1370 630 110 t+2 5900 690 4350 840 10800 4250 5000 6950 4650 420 155 165 1360 640 110 t+3 6000 700 4325 810 11200 4100 5000 6750 4550 415 155 170 1340 620 115 t+4 6150 700 4325 820 10900 4100 5150 6750 4625 415 150 170 1350 650 115 t+5 6150 700 4375 810 11450 3975 5300 6800 4600 420 150 165 1360 670 120 Rata-rata 6050 691.91 5309.

27 5822.27 1070.18 7022.73 850.64 9577.18 14218.73 1206.91 10131.36 665.45 217.82 1658.73 5863.64 194.91 207.64 .Harga Saham Perusahaan LQ 45 2006 KODE AALI UNSP ANTM INDF ASII UNTR ISAT TLKM BDMN BNGA BNII BNBR KLBF SMCB KIJA t-5 13400 1060 10300 1670 15100 6650 5900 9600 5900 830 225 184 1190 670 197 t-4 13600 1060 10050 1640 14800 6800 5850 9600 5800 840 215 185 1200 660 202 t-3 14200 1050 10650 1660 14950 6850 5900 9500 5800 840 215 186 1210 660 210 t-2 13900 1040 10750 1660 14350 7100 5950 9400 5900 820 220 189 1180 680 210 t-1 14400 1040 11300 1630 14000 7400 6050 9700 5750 840 215 191 1180 670 215 t0 14100 1040 11100 1670 13900 7300 5750 9700 5500 840 210 188 1180 650 220 t+1 13950 1050 1150 1700 14050 7100 5700 9600 5600 880 205 191 1180 650 230 t+2 13100 1110 11350 1690 13800 7100 5750 9650 5700 870 200 203 1210 640 220 t+3 129950 1120 11700 1640 14000 7100 5850 9500 6000 870 195 210 1230 650 225 t+4 13500 1100 11750 1640 13600 6950 5850 9550 6000 860 193 210 1260 690 235 t+5 13500 1110 11350 1640 13850 6900 5950 9550 6100 870 191 205 1250 700 230 Rata-rata 24327.

09 8381.09 132.73 13359.82 512.82 1802.09 7209.00 2331.Harga Saham Perusahaan LQ 45 2007 KODE AALI UNSP ANTM INDF ASII UNTR ISAT TLKM BDMN BNGA BNII BNBR KLBF SMCB KIJA t-5 30200 2050 3975 2650 27500 13050 7000 8500 7000 770 345 520 950 1490 134 t-4 20800 1925 4050 2400 27700 13100 7050 8500 6800 790 345 520 970 1500 129 t-3 31700 1760 4150 2375 27900 13300 7050 8600 6750 760 345 520 990 1490 132 t-2 31800 1730 4125 2200 27950 13250 7100 8600 6950 770 340 520 950 1480 140 t-1 31850 1640 4000 2225 28150 13600 7300 8550 7150 740 340 510 950 1450 136 t0 32400 1660 4000 2225 27950 13550 7350 8650 7200 760 325 510 970 1440 136 t+1 34000 1810 4075 2225 28250 13550 7250 8600 7250 750 330 510 980 1450 138 t+2 33250 1810 4100 2300 27850 13500 7350 8300 7250 750 330 510 970 1450 136 t+3 32350 1810 3975 2325 27150 13300 7300 8050 7150 750 310 510 990 1460 130 t+4 31950 1850 4050 2350 26200 13500 7300 7900 7150 760 320 510 990 1410 128 t+5 31600 1780 4050 2375 26150 13250 7250 7950 7000 770 320 500 990 1430 122 Rata-rata 31081.82 7059.73 972.27 4050.82 .09 760.91 331.73 1459.82 27522.

91 50.36 2493.73 11063.18 420.45 541.64 912.Harga Saham Perusahaan LQ 45 2008 KODE AALI UNSP ANTM INDF ASII UNTR ISAT TLKM BDMN BNGA BNII BNBR KLBF SMCB KIJA t-5 12300 300 1080 860 11100 6350 5650 7950 2525 420 370 50 640 540 69 t-4 12150 315 1080 880 10900 6450 5600 7700 2500 420 340 50 620 500 74 t-3 12200 320 1070 870 10950 6450 5650 7850 2500 420 340 50 610 520 70 t-2 12200 315 1060 860 10950 6850 5800 7750 2475 410 325 50 610 530 78 t-1 12100 315 1070 880 11350 6450 5800 7600 2500 425 325 50 630 550 82 t0 12100 325 1120 890 11350 6750 5850 7400 2475 415 330 50 630 540 72 t+1 12300 310 1140 920 11300 6900 5850 7500 2500 415 335 50 620 550 71 t+2 12300 310 1150 970 10850 6950 5900 7250 2475 425 320 50 640 540 72 t+3 13000 315 1120 990 10800 6300 5850 7100 2450 435 320 50 620 530 69 t+4 12900 325 1120 960 11000 6650 5800 7050 2475 425 320 50 630 550 68 t+5 12850 320 1130 960 11150 6550 5800 7200 2550 410 315 50 630 610 72 Rata-rata 12400.55 5777.45 .45 1103.82 72.64 6604.00 625.00 330.27 7486.00 315.

422 7.931.000.298.048.000 27.86 330.400 367.34 2.907.609.478.669.59 63.700 12.670 213.000 1.909.822.645.903 2006 Jumlah Lembar Saham 1.149 205.231 26.49 6.933.856.950 9.000 2.745.278.43 .000 8.678.00 2209.000 175.189.452.000.000 13.000 2.780.000 1.907.86 26.180.804.355.662.51 171.316 48.000 21.150.434.518.900.61 7.422 52.643.029.11 10.87 13.852.146.314 2.847.610.970.857.623.000 -457.000.000.09 5.966 14.46 9.000 84.032.000.364.000 3.594.000 1.000 -1.079.000 83.515.174.354.000.79 -9.807.188.000 75.13 1.851.500 20.000.014.000.000 1.391.593.691.000 196.978.22 1149.574.278.000 640.000 117.000.000.433.000 507.102.231 50.482.100 5.614.773.872.000.000.222.331.041.950 414.280 5.61 569.851.58 50.33 47.000.71 2.000 74.000 5.064.000.189.197.78 4.289.49 7.990.59 Nama Perusahaan PT Astra Agro Lestari Tbk PT Bakrie Sumatra Plantations Tbk PT Aneka Tambang (Persero) Tbk PT Indofood Sukses Makmur Tbk PT Astra International Tbk PT United Tractors Tbk PT Indosat Tbk PT Telekomunikasi Indonesia Tbk PT Bank Danamon Indonesia Tbk PT CIMB Niaga Tbk PT Bank International Indonesia Tbk PT Bakrie and Brothers Tbk PT Kalbe Farma Tbk PT Holcim Tbk PT Kawasan Industri Jababeka Tbk Arus Kas Operasi 799.314 613.564.08 59.574.900.353 452.640 2093.000 2.400 10.000.865.221.51 10.000.366.000.662.997.000.057.292.17 315.695.000 2.691.652.565.970.623.048.624.75 5.37 1324.046.444.969 Nama Perusahaan PT Astra Agro Lestari Tbk PT Bakrie Sumatra Plantations Tbk PT Aneka Tambang (Persero) Tbk PT Indofood Sukses Makmur Tbk PT Astra International Tbk PT United Tractors Tbk PT Indosat Tbk PT Telekomunikasi Indonesia Tbk PT Bank Danamon Indonesia Tbk PT CIMB Niaga Tbk PT Bank International Indonesia Tbk PT Bakrie and Brothers Tbk PT Kalbe Farma Tbk PT Holcim Tbk PT Kawasan Industri Jababeka Tbk Arus Kas Operasi 1.851.156.000.551 653.47 4.400 3.42 1043.999.059.000 4.130.690.000 790.000 534.000.000 1.331.237.685.000 1.000 800.156.000.602.125.766.356.000 26.014.945.000.265.159.444.500 992.000 5.192.000 177.247.999.780 -214.697.745.Lampiran 3 Arus Kas Operasi Perusahaan LQ 45 2005 Jumlah Lembar Saham 1.048.316.

457.436.727.247.907.082.36 -986.193.000 2.280 5.68 .273.000 3.658 48.344 1.898.53 153.935 9.999.000.000 1.613.787.000.780.440 10.500 20.759.130.102.81 3.000 2.000.000 2.574.468.750 9.000 3.12 24.877.977.61 -105.189.872.822 2008 Jumlah Lembar Saham 1.000 10.000 11.000.30 14.000 -2.933.851.000.000 -89.314 3.717.303.895.000 4.000.000.000 133.000.000 807.750 8.000 -4.000.700.316.17 617.280 5.173.000.000.238.372.500 4.23 305.000 27.872.26 -88.014.000 648.538.087.444.137.629.000 3.317.934.551 Nama Perusahaan PT Astra Agro Lestari Tbk PT Bakrie Sumatra Plantations Tbk PT Aneka Tambang (Persero) Tbk PT Indofood Sukses Makmur Tbk PT Astra International Tbk PT United Tractors Tbk PT Indosat Tbk PT Telekomunikasi Indonesia Tbk PT Bank Danamon Indonesia Tbk PT CIMB Niaga Tbk PT Bank International Indonesia Tbk PT Bakrie and Brothers Tbk PT Kalbe Farma Tbk PT Holcim Tbk PT Kawasan Industri Jababeka Tbk Arus Kas Operasi 2.57 73.42 932.028.252 1648.663.000.03 1522.787.06 35.000 -4.000 184.429.014.000 4.660 50.314 2.929.63 1206.31 -15.000.000.459.000 13.538.613.046.15 9.156.500 20.288.731 26.589.486.513.000.745.130.520.159.780.700 23.780.702.78 48.77 2614.294.459.94 119.925.900.76 2777.000 4.326.745.422 7.863.156.000 1.872.355.253.46 -7.244.000 9.875.534.000 280.000.64 1375.000.231 93.000 -765.433.413.700 12.609.06 79.999.265.316.000 13.778.574.100 5.809.996.662.662.602.927.806.99 276.278.900.970.47 Nama Perusahaan PT Astra Agro Lestari Tbk PT Bakrie Sumatra Plantations Tbk PT Aneka Tambang (Persero) Tbk PT Indofood Sukses Makmur Tbk PT Astra International Tbk PT United Tractors Tbk PT Indosat Tbk PT Telekomunikasi Indonesia Tbk PT Bank Danamon Indonesia Tbk PT CIMB Niaga Tbk PT Bank International Indonesia Tbk PT Bakrie and Brothers Tbk PT Kalbe Farma Tbk PT Holcim Tbk PT Kawasan Industri Jababeka Tbk Arus Kas Operasi 2.000.355.64 506.835.000 47.64 1278.721.116.433.000.585.684.504.657.000.963.400 10.297.048.000 24.000 8.535.048.444.73 112.159.000 362.000.551 1325.283 5.000 6.322.Arus Kas Operasi Perusahaan LQ 45 2007 Jumlah Lembar Saham 1.272.596.64 1198.846 864.046.000.422 7.426.768.933.

000.233.000 2002 587.000 96.000.000.000.000.000.000 57.000 -156.980.000 2.950.265.000 2001 318.000 1.Lampiran 4 Laba Operasi Perusahaan LQ 45 KODE AALI UNSP ANTM INDF ASII UNTR ISAT TLKM BDMN BNGA BNII BNBR KLBF SMCB KIJA 1996 111.000.000.457.000 2.000 3.880.000.000.000 2.255.572.000 144.567.000.000.000 1.845.210.460.000.695.094.741.000.000 -36.475.000.000 336.000 1.053.366.000 1.578.000 37.000.000.388.000 21.000 2.790.000 -27.938.000.000.533.388.000.000 537.230.000.953.285.676.000.000 2000 259.795.000 318.000 184.000 -210.000 1.000 1.342.000 1.515.190.000 146.076.000.206.000.000.718.000.062.284.000.615.000 163.000.000 2.000 379.000.905.000 50.000 -11.000.902.000.123.000.136.234.000.407.000 284.000.401.722.000.000.000.000.000.000 267.000 51.000 2.000 376.646.000.658.000.000.755.000 -13.032.000.000 57.000 -3.107.000 -3.638.810.000 171.000.000 471.217.870.000.102.599.804.423.682.000 159.767.000.215.000 247.000.000 -28.000 2.034.000.000.756.000.234.000.880.119.000 2.663.576.000 .842.000.000.793.700.000.000.002.000.519.000.403.346.000.000 854.454.280.000.000 1998 421.000 189.000.000 683.000 -5.000.000 358.087.000.000.808.417.000 22.000.016.907.007.630.000 1.000.000.433.000.252.000.000.000 103.000 2.000.027.000.000 96.825.463.000.000.000.905.000.000 771.000.513.000.526.000 7.000 514.120.000 39.000 46.000 68.000.000 1999 330.000.037.000.149.000.805.000 939.871.000.753.000.480.857.000.983.000 40.000 352.000 586.000.000.738.286.000 9.081.000.000.728.000 608.416.000 69.923.806.000 1.331.000 89.796.840.861.000 691.000 87.000.507.309.521.000 2.130.000 111.143.000.000 -2.000.000 933.359.000.000 702.000 2.000 1997 177.000.921.599.000.000 1.819.000.000 132.022.396.000 2.079.000 262.000 475.460.000.000.370.000.000 86.000.535.000 61.000 94.005.000 57.000 192.000 1.130.000 64.000.000 252.828.000.000 22.327.000.000 4.593.000.170.000.000 36.449.000 390.730.000 -5.943.000.

890.000.621.Laba Operasi Perusahaan LQ 45 KODE AALI UNSP ANTM INDF ASII UNTR ISAT TLKM BDMN BNGA BNII BNBR KLBF SMCB KIJA 2003 752.000.000 6.750.000 4.000 11.000.198 1.000 611.234.876.148.906.000 1.271.000 67.354.000.804.000 227.000.391.000.000.000.467.712.000 3.000.565.000 447.000.022.170.000.000.000 1.983.000 2.000 3.000 2005 1.000.012.861.620.941.000 3.307.347.756.135.000.000.000 336.848.251.030.000 4.000.000 1.946 2008 3.092.454.761.196.975.000.000 2.000 1.917.000.341.000.129.493.132.213.000 759.000 1.662.000 810.597.226.895.000 733.000 2004 1.403.000 2.000.045.000 726.663.000.000.000 4.688.000.914.000 3.000 46.000.000 17.776.497.209.812.730.000 2.397.000.000 6.000 4.000 51.472.000 1.000 26.192.000 470.000 411.157.000 142.440.468.000.000.534.218.613.813.000.844.000.203.542.000.008.141.377.875.593.000.000.000.381 2007 2.316.927.959.359.000.000 37.087.659.000.337.000.187.300.858.398.000 1.000 11.142.000 587.000 862.501.951 2009 2.604.000.158.884.240.000 566.000.000 1.241.000 488.004.113 1.000 5.000 247.106.808.000 3.983.521.876.000 1.745.000 896.000.000.397.000 -69.000.695.000.413.000.324.651.696.000.000.794.053.000.178.119.086.000 22.443.000 3.061.000 2.142.000 8.000.000.962.141.109.519.071.086.795.000.000.000.112.795.985.760.333 143.974.000.931.000 2.226.000 107.398.000.000.335.448.000 275.000 4.095.589.000.000.000.000 1.000.939.198.323.000 95.000.000 222.486 520.476.000.693.245 2006 1.000 1.243.000 2.243.836.398.000 200.463.000.084.000 5.187.984.000 633.000.000.000 -11.962.000.023.000.000 -13.425 .000 1.000 2.000.000 2.471.356.615.000.000.603.610.552.000.000 3.000.000.279.475.000 54.874.344.000.000 1.744.000 222.000 6.709.294.000 12.451.000 1.825.000 639.521 986.710.000 22.000 1.734.000 668.000.000 13.514.000 1.015.000 701.939.000.000 2.563.000 2.733.105.000.000.284.168.000.000.341.000 3.299.118.603.529.641.708.000.203.782.402.000 21.160.671.000.000 292.000.067.198.000.000.000.000.000 4.000 -70.000.457.209.

214 Standardized Coef f icients Beta . . 2E+11 . 237 2. Error 1.308 . Dependent Variable: earning t +1 . Dependent Variable: earning t +1 PT Indofood Sukses Makmur Tbk a Coeffici ents Model 1 (Constant) earnings t Uns tandardized Coef f icients B Std. 349 Sig. . 022 1.071 a.467 .627 t 2.037 . 910 Sig. 2E+11 .333 Standardized Coef f icients Beta .396 Standardized Coef f icients Beta .863 t 1. 1E+12 4. 9E+10 .098 a.966 . Error 2.782 .003 a.051 a. Error 1.757 . Dependent Variable: earnings t +1 PT Aneka Tambang (Persero) Tbk a Coeffici ents Model 1 (Constant) earning t Uns tandardized Coef f icients B Std. Dependent Variable: earnings t +1 PT Bakrie Sumatra Plantations Tbk a Coeffici ents Model 1 (Constant) earnings t Uns tandardized Coef f icients B Std.Lampiran 5 Uji Regresi Persistensi Laba 2005 PT Astra Agro Lestari Tbk a Coeffici ents Model 1 (Constant) earnings t Uns tandardized Coef f icients B Std. 130 Sig. 1E+11 1. 4E+11 1.341 .585 t 1. 524 Sig. 576 2. . . Error 4.219 Standardized Coef f icients Beta . 099 4. 0E+10 3.256 .664 t 1. 7E+11 .

706 12. 256 5. . 186 . Dependent Variable: earnings t +1 PT United Tractors Tbk a Coeffici ents Model 1 (Constant) earnings t Uns tandardized Coef f icients B Std.565 . Dependent Variable: earnings t +1 PT Indosat Tbk a Coeffici ents Model 1 (Constant) earnings t Uns tandardized Coef f icients B Std. 1E+11 .805 . Error -2. . 715 Sig. 1E+11 1.000 a. Error -1.324 Sig.912 t -. Dependent Variable: earnings t +1 PT Telekomunikasi Indonesia Tbk a Coeffici ents Model 1 (Constant) earnings t Uns tandardized Coef f icients B Std.159 .503 . 9E+11 3. 576 1. 6E+12 . Error 4. 7E+11 2. .755 a. 605 . 0E+11 1.001 a. Dependent Variable: earnings t +1 PT Bank Danamon Indonesia Tbk a Coeffici ents Model 1 (Constant) earnings t Uns tandardized Coef f icients B Std. 101 Sig. .093 Standardized Coef f icients Beta . Error 5. Dependent Variable: earnings t +1 .951 t .379 Standardized Coef f icients Beta .168 a. 875 Sig.000 a.124 . 286 .5E+11 6.503 t 1.979 t . Error 1.382 Standardized Coef f icients Beta . 0E+11 7.219 Standardized Coef f icients Beta .122 t -.583 .PT Astra International Tbk a Coeffici ents Model 1 (Constant) earnings t Uns tandardized Coef f icients B Std. 102 .698 8.136 Standardized Coef f icients Beta . 5E+11 1. 539 Sig. .2E+12 3.508 .

950 t -. 8E+10 1.381 Standardized Coef f icients Beta -. Dependent Variable: earnings t +1 PT Bakrie and Brothers Tbk a Coeffici ents Model 1 (Constant) earnings t Uns tandardized Coef f icients B Std.965 a. 7E+10 4.358 Standardized Coef f icients Beta .934 a. 0E+10 .046 Sig.331 a.2E+10 6.167 Standardized Coef f icients Beta . Error -1. Error 6.374 .430 .215 a. 0E+10 . 044 Sig. 375 1. 172 8. Error -1. . .553 .458 t -. 623 1. 349 . 086 Sig.7E+12 1. 664 . 032 t -1.719 .5E+10 4.367 t -. Dependent Variable: earnings t +1 PT Bank International Indonesia Tbk a Coeffici ents Model 1 (Constant) earnings t Uns tandardized Coef f icients B Std. Dependent Variable: earnings t +1 PT Holcim Tbk a Coeffici ents Model 1 (Constant) earnings t Uns tandardized Coef f icients B Std. . 083 Sig.017 t 1. Error -5.311 . 4E+11 . 363 Sig. Error -1. . . 6E+12 -.016 .868 .315 Standardized Coef f icients Beta .140 .3E+11 8.093 -. Dependent Variable: earnings t +1 PT Kalbe Farma Tbk a Coeffici ents Model 1 (Constant) earnings t Uns tandardized Coef f icients B Std. Dependent Variable: earnings t +1 .000 a. 033 .351 Standardized Coef f icients Beta .PT CIMB Niaga Tbk a Coeffici ents Model 1 (Constant) earnings t Uns tandardized Coef f icients B Std.

190 Standardized Coef f icients Beta .104 .303 Standardized Coef f icients Beta . Dependent Variable: earnings t +1 PT Aneka Tambang (Persero) Tbk a Coeffici ents Model 1 (Constant) earnings t Uns tandardized Coef f icients B Std.322 Standardized Coef f icients Beta .898 .347 Sig.235 Sig. 7E+10 2.974 .727 3.2E+10 2. 5E+11 .491 . 110 3. . . 608 .466 Standardized Coef f icients Beta . Dependent Variable: earnings t +1 .739 a. Dependent Variable: earnings t +1 PT Indofood Sukses Makmur Tbk a Coeffici ents Model 1 (Constant) earnings t Uns tandardized Coef f icients B Std. 9E+11 1. .105 .821 a. 0E+12 3.236 .915 .019 a. 0E+10 . 023 Sig.002 a. 9E+10 4.777 t -. .042 .014 a.088 t 5.752 t . . Error 4. 271 Sig. 3E+11 . 5E+10 . Dependent Variable: earnings t +1 PT Bakrie Sumatra Plantations Tbk a Coeffici ents Model 1 (Constant) earnings t Uns tandardized Coef f icients B Std.872 t 1.130 t 1. Error -3. 716 Sig. Dependent Variable: earnings t +1 2006 PT Astra Agro Lestari Tbk a Coeffici ents Model 1 (Constant) earnings t Uns tandardized Coef f icients B Std. 7E+11 1. Error 1. 865 .178 Standardized Coef f icients Beta .001 . 295 4. 523 . Error 2. Error 2.PT Kawasan Industri Jababeka Tbk a Coeffici ents Model 1 (Constant) earnings t Uns tandardized Coef f icients B Std.

9E+12 3. .077 Standardized Coef f icients Beta . 2E+11 7. 797 Sig.052 .389 t 2.137 Standardized Coef f icients Beta . Dependent Variable: earnings t +1 PT Telekomunikasi Indonesia Tbk a Coeffici ents Model 1 (Constant) earnings t Uns tandardized Coef f icients B Std. Error 5. 3E+11 1. 118 Sig.707 a.146 t -. Error -1.927 t 1. 0E+11 . 7E+11 . 1E+11 3. 1E+11 3. . 695 6. 377 2. Dependent Variable: earnings t +1 . 201 . Error 7.308 Standardized Coef f icients Beta .617 . 1E+11 .391 Sig. .986 t . . 523 .211 . 578 Sig.726 t 1.503 .134 . Error 5.PT Astra International Tbk a Coeffici ents Model 1 (Constant) earnings t Uns tandardized Coef f icients B Std.345 . 334 1. 6E+12 .896 .000 a. Dependent Variable: earnings t +1 PT Bank Danamon Indonesia Tbk a Coeffici ents Model 1 (Constant) earnings t Uns tandardized Coef f icients B Std. Dependent Variable: earnings t +1 PT Indosat Tbk a Coeffici ents Model 1 (Constant) earnings t Uns tandardized Coef f icients B Std.000 a.027 a. . Error 1. 2E+12 8. Dependent Variable: earnings t +1 PT United Tractors Tbk a Coeffici ents Model 1 (Constant) earnings t Uns tandardized Coef f icients B Std.148 .300 a.378 Standardized Coef f icients Beta . 527 Sig.706 15.704 .252 Standardized Coef f icients Beta .

Dependent Variable: earnings t +1 PT Bank International Indonesia Tbk a Coeffici ents Model 1 (Constant) earnings t Uns tandardized Coef f icients B Std. 8E+11 .7E+12 1.412 t -. 9E+10 7.326 . .239 . . 6E+12 -. 237 .729 Standardized Coef f icients Beta .502 1. 196 Sig. . Dependent Variable: earnings t +1 PT Bakrie and Brothers Tbk a Coeffici ents Model 1 (Constant) earnings t Uns tandardized Coef f icients B Std. 1E+11 8.631 .154 Standardized Coef f icients Beta . . 018 .224 t -1.000 a.8E+10 3. 468 Sig. Error -3.271 a. 6E+10 .134 a.964 a. 018 t -1. 286 6. Error -2.608 Sig. 8E+10 1. 047 Sig.998 .380 Standardized Coef f icients Beta -. 697 Sig.442 . Dependent Variable: earnings t +1 . Error -1. Dependent Variable: earnings t +1 PT Holcim Tbk a Coeffici ents Model 1 (Constant) earnings t Uns tandardized Coef f icients B Std. Error 3.317 . 5E+10 . .056 -.926 t 1. 324 1.295 Standardized Coef f icients Beta .179 .PT CIMB Niaga Tbk a Coeffici ents Model 1 (Constant) earnings t Uns tandardized Coef f icients B Std. Error 1.540 t .078 .755 .370 Standardized Coef f icients Beta .8E+11 8.562 a. Dependent Variable: earnings t +1 PT Kalbe Farma Tbk a Coeffici ents Model 1 (Constant) earnings t Uns tandardized Coef f icients B Std.

856 a.000 a. 442 5. 451 .619 Standardized Coef f icients Beta .435 8. Error -2. 347 Sig.188 Sig. 124 . .180 .288 Standardized Coef f icients Beta . 148 Sig. 9E+12 1.0E+10 4. Dependent Variable: earnings t +1 2007 PT Astra Agro Lestari Tbk a Coeffici ents Model 1 (Constant) earnings t Uns tandardized Coef f icients B Std.834 . 156 -.116 .001 a. 511 . 4E+11 2. 6E+10 -. 5E+10 1. .480 Standardized Coef f icients Beta .672 .357 Standardized Coef f icients Beta -.068 .766 t -.045 . 130 t 2.4E+11 3. Error -8.336 Standardized Coef f icients Beta . 5E+10 2. 3E+12 . 9E+11 1. 217 3. Dependent Variable: earnings t +1 PT Indofood Sukses Makmur Tbk a Coeffici ents Model 1 (Constant) earnings t Uns tandardized Coef f icients B Std. . Error 5. . 735 Sig.957 t -2.739 a. Dependent Variable: earnings t +1 PT Aneka Tambang (Persero) Tbk a Coeffici ents Model 1 (Constant) earnings t Uns tandardized Coef f icients B Std. 046 Sig.PT Kawasan Industri Jababeka Tbk a Coeffici ents Model 1 (Constant) earnings t Uns tandardized Coef f icients B Std.016 a. 939 .4E+10 3. Error 1. .886 t -. Dependent Variable: earnings t +1 . Dependent Variable: earnings t +1 PT Bakrie Sumatra Plantations Tbk a Coeffici ents Model 1 (Constant) earnings t Uns tandardized Coef f icients B Std. 490 .071 t 1. Error -8.

3E+11 . 163 19.000 a.907 t .413 1.589 t 1.572 . Error 8. Error 1.593 5. 453 Sig. 049 . 848 Sig.125 a.000 a. 7E+11 . 683 Sig. 8E+12 3.256 . .780 . 049 1. Error 2.283 . .404 Standardized Coef f icients Beta . Dependent Variable: earnings t +1 PT Bank Danamon Indonesia Tbk a Coeffici ents Model 1 (Constant) earnings t Uns tandardized Coef f icients B Std.329 .550 t . 5E+11 1. Dependent Variable: earnings t +1 .526 Standardized Coef f icients Beta . 182 .185 Standardized Coef f icients Beta . Dependent Variable: earnings t +1 PT Indosat Tbk a Coeffici ents Model 1 (Constant) earnings t Uns tandardized Coef f icients B Std.001 a.942 t 5.915 .991 t 1.692 . . Dependent Variable: earnings t +1 PT Telekomunikasi Indonesia Tbk a Coeffici ents Model 1 (Constant) earnings t Uns tandardized Coef f icients B Std.034 Standardized Coef f icients Beta . 2E+11 7. . 928 Sig.001 . .060 Standardized Coef f icients Beta .095 a. Dependent Variable: earnings t +1 PT United Tractors Tbk a Coeffici ents Model 1 (Constant) earnings t Uns tandardized Coef f icients B Std.PT Astra International Tbk a Coeffici ents Model 1 (Constant) earnings t Uns tandardized Coef f icients B Std. Error 2. 5E+12 . 1E+11 1. 446 7. 3E+11 5. Error 1. 7E+11 4. 6E+12 1. 740 Sig.

3E+11 9. . Error 1.132 Standardized Coef f icients Beta .143 Standardized Coef f icients Beta . Error 3.494 . 7E+11 .577 . 5E+11 .072 a.PT CIMB Niaga Tbk a Coeffici ents Model 1 (Constant) earnings t Uns tandardized Coef f icients B Std.576 .166 .692 Sig.633 . .625 t . Error -4.6E+10 5. 9E+11 6.936 . 2E+10 1. Error 4.004 a. 336 . 6E+10 7. Error 3. 423 6.247 a. Dependent Variable: earnings t +1 PT Bakrie and Brothers Tbk a Coeffici ents Model 1 (Constant) earnings t Uns tandardized Coef f icients B Std.538 .777 Standardized Coef f icients Beta . 116 Sig. 3E+10 . Dependent Variable: earnings t +1 PT Holcim Tbk a Coeffici ents Model 1 (Constant) earnings t Uns tandardized Coef f icients B Std. 263 Sig.587 2.500 4. .253 t .930 t 1. Dependent Variable: earnings t +1 . . 083 1.431 t -. Dependent Variable: earnings t +1 PT Kalbe Farma Tbk a Coeffici ents Model 1 (Constant) earnings t Uns tandardized Coef f icients B Std.511 a. 196 Sig. 1E+10 .000 a.198 . 678 Sig.273 Standardized Coef f icients Beta . Dependent Variable: earnings t +1 PT Bank International Indonesia Tbk a Coeffici ents Model 1 (Constant) earnings t Uns tandardized Coef f icients B Std. 0E+10 8.318 Standardized Coef f icients Beta .637 .846 t . .954 .

048 . 023 . 381 . Dependent Variable: earnings t +1 PT Aneka Tambang (Persero) Tbk a Coeffici ents Model 1 (Constant) earnings t Uns tandardized Coef f icients B Std.355 Standardized Coef f icients Beta .2E+10 2. 8E+11 .607 . 2E+12 8. . 3E+12 1. . 025 t 2. Error -1. 686 Sig. Dependent Variable: earnings t +1 PT Bakrie Sumatra Plantations Tbk a Coeffici ents Model 1 (Constant) earnings t Uns tandardized Coef f icients B Std.272 . Dependent Variable: earnings t +1 PT Indofood Sukses Makmur Tbk a Coeffici ents Model 1 (Constant) earnings t Uns tandardized Coef f icients B Std. 8E+11 3. Dependent Variable: earnings t +1 . Error 1.248 Standardized Coef f icients Beta .765 Sig.000 a. 539 14.3E+12 1. . 873 Sig.002 a. .356 Standardized Coef f icients Beta -.024 a.469 a.577 4. 3E+10 1. 839 Sig. Error 1.008 2. 1E+11 1. 4E+10 -.210 . Dependent Variable: earnings t +1 2008 PT Astra Agro Lestari Tbk a Coeffici ents Model 1 (Constant) earnings t Uns tandardized Coef f icients B Std. .597 Standardized Coef f icients Beta . 066 Sig. 162 . 7E+10 2.949 a.736 t -1. Error 5. 555 .582 .PT Kawasan Industri Jababeka Tbk a Coeffici ents Model 1 (Constant) earnings t Uns tandardized Coef f icients B Std. Error -1. 390 -.105 Standardized Coef f icients Beta .871 t . 716 .984 t -.278 t 1.347 .

008 a. 238 . 4E+11 .869 t -.575 .000 a. Dependent Variable: earnings t +1 PT United Tractors Tbk a Coeffici ents Model 1 (Constant) earnings t Uns tandardized Coef f icients B Std.925 t . Dependent Variable: earnings t +1 PT Indosat Tbk a Coeffici ents Model 1 (Constant) earnings t Uns tandardized Coef f icients B Std. . 873 2.002 a. Error 3. 5E+11 1. 679 Sig. 6E+12 3. 959 Sig. 8E+11 1.896 . 5E+12 1. 7E+11 4.160 Standardized Coef f icients Beta .336 Standardized Coef f icients Beta . Error 1.PT Astra International Tbk a Coeffici ents Model 1 (Constant) earnings t Uns tandardized Coef f icients B Std. Dependent Variable: earnings t +1 . 905 7.002 .5E+11 4.031 3.120 Standardized Coef f icients Beta . 446 Sig. Dependent Variable: earnings t +1 PT Bank Danamon Indonesia Tbk a Coeffici ents Model 1 (Constant) earnings t Uns tandardized Coef f icients B Std. Error 2. 8E+12 .745 t 4. Error 4.370 . Dependent Variable: earnings t +1 PT Telekomunikasi Indonesia Tbk a Coeffici ents Model 1 (Constant) earnings t Uns tandardized Coef f icients B Std. Error -4. 251 Sig. 651 Sig.021 a. .000 a.367 Standardized Coef f icients Beta . 705 . . 8E+10 1.356 .098 . .124 Standardized Coef f icients Beta .939 t 1.812 t .587 6. 029 . 6E+12 1. 957 4.976 . .

025 . 377 .009 a. 2E+10 1.404 Standardized Coef f icients Beta .235 .898 a.946 t .394 . 470 Sig.050 t -.PT CIMB Niaga Tbk a Coeffici ents Model 1 (Constant) earnings t Uns tandardized Coef f icients B Std.339 Standardized Coef f icients Beta .140 Standardized Coef f icients Beta . 552 6. 346 1.000 a. Dependent Variable: earnings t +1 PT Kalbe Farma Tbk a Coeffici ents Model 1 (Constant) earnings t Uns tandardized Coef f icients B Std. . Error 7.981 .000 a. .165 .909 7. Error 5. . Dependent Variable: earnings t +1 . 1E+11 .045 . Dependent Variable: earnings t +1 PT Bank International Indonesia Tbk a Coeffici ents Model 1 (Constant) earnings t Uns tandardized Coef f icients B Std. 6E+11 1.3E+10 5. 9E+10 6. 595 Sig. Error -1. 4E+10 1. .201 . Dependent Variable: earnings t +1 PT Bakrie and Brothers Tbk a Coeffici ents Model 1 (Constant) earnings t Uns tandardized Coef f icients B Std. 2E+11 .012 .904 .108 a.805 t 1. 842 Sig.926 t 1. Error 1. 451 . .178 Standardized Coef f icients Beta . Dependent Variable: earnings t +1 PT Holcim Tbk a Coeffici ents Model 1 (Constant) earnings t Uns tandardized Coef f icients B Std. 9E+11 2. 1E+11 8.133 Sig. Error 1.109 Standardized Coef f icients Beta . 740 Sig. 4E+11 .571 t 3. 299 3.

456 Sig. 170 t 3.662 a. 076 -. 161 .353 Standardized Coef f icients Beta -. . Error 7. 5E+10 -. 6E+10 2.018 . Dependent Variable: earnings t +1 .PT Kawasan Industri Jababeka Tbk a Coeffici ents Model 1 (Constant) earnings t Uns tandardized Coef f icients B Std.

016 7942.471605 .222 8182.872 Max imum 2093.773 71737.4970 4782. Dev iation 3250. 494 9.82 106967.114 Mean 3116.627081 .77387 Std.62967 .312 -66.91 10868. 939 1. 608 Mean .00 50197.60110 529.768481 661. 124 -.859 8876. Dev iation .73 194.705 18464. 716 1.91640 .321778 774.92680 4230.470 2209. 349 1.642 2053.26347 9784.73 24327. 051 Max imum 1.461 -105.73463 504.474 Std.494 -9. 00 12400.82 31081.156443 645.490 -986.020 7572.895442 940.1879 3346. 523 2.63293 . 033 -.529 Mean 352.18 46747. 82 50.48148 545.611 2777. 379 Sum 9.27 83035. 747 13.270986 Statistik Deskriptif Persistensi Laba Descriptives Descriptive Statistics N PL 05 PL 06 PL 07 PL 08 Rat a-rata PL Valid N (listwise) 15 15 15 15 15 15 Minimum -. 746 11.442969 .6970 7131.5152 5535.45 132. 023 -.15431 6829.83529 Std. 445 13.55150 5785.288906 Statistik Deskriptif Arus Kas Operasi Descriptives Descriptive Statistics N AKO 05 AKO 06 AKO 07 AKO 08 Rat a-rata Valid N (listwise) 15 15 15 15 15 15 Minimum -214. 161 -.519630 .424 2614.45 134.91647 .52394 591.746190 . Dev iation 570.755 Sum 5289.Lampiran 6 Uji Statistik Deskriptif Statistik Deskriptif Harga Saham Descriptives Descriptive Statistics N HS 05 HS 06 HS 07 HS 08 Rat a-rata HS Valid N (listwise) 15 15 15 15 15 15 Minimum Max imum Sum 115.

73E+08 df 2 51 53 Mean Square 81619497. 10E+08 8. Met hod Enter a.575 840. 419 -1. All request ed v ariables ent ered.910 -1852.488 -. Predic tors : (Const ant). Dependent Variable: HS b ANOVA Model 1 Regress ion Res idual Tot al Sum of Squares 1. PL.001 .822983 a.000 .187 Adjust ed R Square .03 13926502. Predic tors : (Const ant ). 472 3.155 Std. Error 3756.083 3. Error of the Estimate 3731. AKO Variables Remov ed . Dependent Variable: HS a Coeffici ents Model 1 (Constant) AKO PL Uns tandardized Coef f icients B Std.756 Sig. b.Lampiran 7 Uji Normalitas Regression b Model Summary Model 1 R R Square . . PL. AKO b. AKO b. 692 1055.78 F 5. 109 . . 861 Sig. Dependent Variable: HS b Variables Entered/Removed Model 1 Variables Entered a PL.432a . 250 t 4.099 Standardized Coef f icients Beta . 63E+08 7.085 a.005a a. Dependent Variable: HS .

374 2.00000 .168 -. 79 Std.0000000 3660. Dependent Variable: HS Max imum 9592.734130 1.822 . Calculated f rom data.326 a.168 . Residual -2.734130 . b.981 N 54 54 54 54 NPar Tests One-Sampl e Kolmogorov-Smi rnov Test Uns tandardiz ed Residual 54 .987470 3660.000 .000 Std. Tes t dis tribution is Normal.b Mos t Extreme Dif f erences Kolmogorov -Smirnov Z Asy mp.307 3. 234 . Dev iation Absolut e Positiv e Negativ e a. 000 . Dev iation 1754. 145 1.13574 Res idual -8679. Predic ted Value -1.969 Std. Sig. (2-t ailed) Mean Std.514 9330. .095 N Normal Parametersa.a Residual s Statistics Minimum Predic ted Value 215. 500 Mean 3670.

AKO b. . 447 2. 305 Sig. 882 Sig. Predic tors : (Const ant ).1 14484454.138 Adjust ed R Square .006 a.66 F 8. 20E+08 7. Met hod Enter a. 366 . 53E+08 8.963 2.121 Std.000 . All request ed v ariables ent ered. Dependent Variable: HS a Coeffici ents Model 1 (Constant) AKO Uns tandardized Coef f icients B Std.006a a.371 t 4. Dependent Variable: HS Model Summary Model 1 R R Square .371a .Lampiran 8 Uji Regresi Persamaan Pertama b Variables Entered/Removed Model 1 Variables Entered AKOa Variables Remov ed .958 612. Predic tors : (Const ant). . Error of the Estimate 3805. b. AKO b ANOVA Model 1 Regress ion Res idual Tot al Sum of Squares 1. Dependent Variable: HS .821 Standardized Coef f icients Beta .844803 a. 73E+08 df 1 52 53 Mean Square 120298993. Error 2725.

241 F 14. All request ed v ariables ent ered.000 . . 510 15. Predic tors : (Const ant ).079 .465a . Predic tors : (Const ant).465 t 7. Error of the Estimate .216 Adjust ed R Square . Dependent Variable: PL a Coeffici ents Model 1 (Constant) AKO Uns tandardized Coef f icients B Std.Lampiran 9 Uji Regresi Persamaan Kedua Regression b Variables Entered/Removed Model 1 Variables Entered AKOa Variables Remov ed .000 .000a a. Error . Dependent Variable: PL .201 Std. b. 042 3.556 . 454 12.000 a.000 Standardized Coef f icients Beta . AKO b ANOVA Model 1 Regress ion Res idual Tot al Sum of Squares 3. Met hod Enter a. 964 df 1 52 53 Mean Square 3. Dependent Variable: PL Model Summary Model 1 R R Square . 789 Sig. . 454 . 358 Sig. AKO b.490485 a.

63E+08 7. Error of the Estimate 3731.099 Standardized Coef f icients Beta .822983 a. Predic tors : (Const ant). .001 .756 Sig. AKO Variables Remov ed . Dependent Variable: HS Model Summary Model 1 R R Square .432a . PL. 861 Sig. Met hod Enter a. 472 3. 250 t 4. 73E+08 df 2 51 53 Mean Square 81619497. Dependent Variable: HS .187 Adjust ed R Square .78 F 5.488 -.Lampiran 10 Uji Regresi Persamaan Ketiga Regression b Variables Entered/Removed Model 1 Variables Entered a PL.000 . 10E+08 8. AKO b ANOVA Model 1 Regress ion Res idual Tot al Sum of Squares 1.910 -1852.083 3. AKO b. 109 .005a a. Predic tors : (Const ant ). All request ed v ariables ent ered. Error 3756.085 a.575 840.03 13926502.155 Std. Dependent Variable: HS a Coeffici ents Model 1 (Constant) AKO PL Uns tandardized Coef f icients B Std. b. PL. . 692 1055. 419 -1.

JADWAL PENULISAN SKRIPSI KETERANGAN Penulisan Pra-proposal Presentasi Proposal Pengumpulan Data Analisis Data Penulisan Laporan Skripsi Penyerahan Skripsi Bulan Sept 1 2 3 4 Bulan Okt 1 2 3 4 Bulan Nov 1 2 3 4 Bulan Des 1 2 3 4 Bulan Jan 1 2 3 4 .

Apabila di kemudian hari ternyata Pernyataan Saya tersebut tidak benar. 24 Januari 2011 Yang menyatakan.SURAT PERNYATAAN Yang bertanda tangan dibawah ini : Nama Alamat NIM Jurusan Program studi : Faris Fashihul Lisan : Jl KH. Syafi’I No 109 A Manyar Gresik : 2007.310. (Faris Fashihul Lisan) .491 : Akuntansi : Strata 1 Dengan ini menyatakan bahwa Skripsi saya yang berjudul : Pengaruh Arus Kas Operasi Terhadap Harga Saham dengan Persistensi Laba Sebagai Variabel Intervening adalah benar-benar merupakan karya saya sendiri dan bukan jiplakan (plagiat) dari karya ilmiah orang lain serta bukan hasil dibuatkan oleh orang/pihak lain. Demikian Surat Pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya. maka bersedia menerima sanksi berupa pembatalan Skripsi beserta segala hal yang terkait dengan skripsi tersebut. Surabaya.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->