Anda di halaman 1dari 6

Berkala Fisika ISSN : 1410 - 9662

Vol 10. , No.1, Januari 2007, hal 1-5

Analisis Geometri Akuifer Dangkal Mengunakan Metode Seismik


Bias Reciprocal Hawkins (Studi Kasus Endapan Alluvial Daerah
Sioux Park, Rapid Creek, South Dakota, United State of America)
Fenti Listiyani, Gatot Yuliyanto
Laboratorium Geofisika Jurusan Fisika Universitas Diponegoro

Abstract
Data processing of refraction Seismic with reciprocal Hawkins method have been done by using the
secondary data in area of Sioux Park, Rapid Creek, South Dakota, United State of America which has
geology structure of alluvial sediment. The sediment Alluvial has the form of water carrier rock
precipitated by Rapid Creek. The result of this research are: first layer with velocity vary from 268
m/s to 347 m/s consist of clay functioning as covering layer, the second layer have velocities 939 m/s-
1829 m/s, depth 0.28 m-3.43 m and thickness 0.26 m-4.40 m, lapped over from clay, sand, and gravel
functioning as carrier coat irrigate or coated acquifer and the third layer, have velocity 1874 m/s-
2216 m/s lapped over from stone napal, acts as waterproof coat (impermeable). These acquifers are
unconfined aquifer.
Keywords: acquifer, seismic refraction, ground water

Intisari
Telah dilakukan pengolahan data seismik bias metode Reciprocal Hawkins menggunakan data
sekunder daerah Sioux Park, Rapid Creek, South Dakota, United State of America yang memiliki
struktur geologi berupa endapan alluvial yang menyebar secara merata berupa batuan pembawa air
yang diendapkan oleh Rapid Creek. Hasil dari pengolahan data serta analisis seismik bias diperoleh:
lapisan pertama dengan variasi kecepatan antara 268 m/s – 347 m/s, tersusun atas tanah, lempung
pasiran, lempung pengisi tanah dan kerikil, yang berfungsi sebagai lapisan penutup, lapisan kedua
dengan variasi kecepatan antara 939 m/s – 1829 m/s, tersusun atas lempung, pasir dan kerikil yang
berfungsi sebagai lapisan pembawa air (akuifer), memiliki kedalaman antara 0,28 m – 3,43 m dan
ketebalan 0,26 m – 4,40 m, serta lapisan 3 dengan variasi kecepatan antara 1874 m/s – 2216 m/s,
tersusun atas batu napal, yang berfungsi sebagai lapisan kedap air (impermeabel).Akuifer-akuifer ini
merupakan akuifer tak-tertekan.
Kata kunci: akuifer, seismik bias, air tanah

Pendahuluan yang menunjukan batas yang tidak rata


Muka air tanah adalah suatu karena ada bagian yang menjulur keluar,
permukaan yang didekati oleh ketinggian sedangkan kapiler adalah pipa-pipa kecil
permukaan air dalam sumur yang atau saluran halus dalam tubuh batuan.
menembus sampai zona saturasi[1][2]. Muka Metode yang dipilih dalam
air tanah dapat juga didefinikan sebagai penelitian untuk menganalisis akuifer
permukaan yang tekanan cairnya dalam dangkal ini adalah seismik bias dengan
pori-pori dari sebuah media berpori adalah metode yang dikembangkan oleh Hawkins
sama dengan tekanan atmosfer. Sedikit di yaitu reciprocal Hawkins[3] yang
atas muka air tanah terdapat frinji merupakan pengembangan dari konsep
kapilaritas, yaitu daerah di dalam tanah yang disebut dengan time depth[4] Aplikasi
ketika air yang berasal dari zona jenuh penggunaan metode seismik bias ini salah
ditarik oleh gaya kapiler kedalam zona satunya untuk penyelidikan air tanah,
aerasi. Frinji kapilaritas berbentuk tidak antara lain untuk mendapatkan data
beraturan dan selalu berubah mengikuti simulasi model air tanah meliputi bentuk
muka air tanah. Frinji itu sendiri adalah geometris, penyebaran serta ketebalan dari
bagian tepi atau atas dari muka air tanah akuifer. Diharapkan dari penelitian ini

1
Fenti listiyani dan Gatot Yuliyanto Analysis Geometri Akuifer Dangkal…

dapat dieksplorasi lebih jauh tentang sumur bor, geologi dan hidrologi serta
sumber-sumber air tanah karena air variasi nilai kecepatan gelombang P pada
merupakan kebutuhan yang sangat setiap jenis batuan yang diperoleh dari
dominan dan terus meningkat dalam perhitungan menggunakan metode
kehidupan sehari-hari. reciprocal Hawkins diperoleh jenis
Metode Penelitian akuifernya yaitu akuifer bebas dangkal
Metode analisis yang digunakan (akuifer tak tertekan dangkal) yang berada
pada penelitian ini adalah dengan dekat dengan permukaaan tanah dengan
membandingkan hasil dari perhitungan muka air tanahnya berhubungan langsung
data menggunakan metode seismik bias- dengan udara bebas. Dengan zona saturasi
reciprocal Hawkins dengan data yang berada di bawah zona aerasi sedangkan di
diperoleh data sumur bor, data antara zona aerasi dan saturasi terdapat
geohidrologi serta geologi dari daerah muka air tanah. Gambar 1 merupakan
penelitian. Selanjutnya dari hasil penampang kecepatan dan geologi dari
perhitungan data diperoleh nilai kecepatan hasil perhitungan dengan menggunakan
tiap lapisan. Dari kecepatan tiap lapisan metode Reciprocal Hawkins yang sudah
tersebut kemudian dilakukan analisis dikoreksi dengan bor. Pada gambar terlihat
menggunakan variasi kecepatan bahwa garis berwarna biru merupakan
gelombang P dari tiap batuan. Setelah topografi, garis berwarna hijau hasil
didapatkan data kedalaman dan ketebalan perhitungan kedalaman lapisan pertama
dari tiap geophone, selanjutnya dilakukan yang belum dikoreksi dengan sumur bor
koreksi menggunakan data sumur bor yang sedangkan garis berwarna ungu adalah
ada. Koreksi dengan data sumur bor hasil kedalaman lapisan pertama setelah
tersebut dilakukan untuk mendapatkan dikoreksi dengan sumur bor. Kedalaman
penampang bawah permukaan yang sesuai yang dikoreksi hanya kedalaman pada
dengan kenyataannya (real data). lapisan pertama karena data sumur bornya
Hasil dan Pembahasan tidak sampai pada lapisan ketiga, sehingga
Berdasarkan analisis penampang kedalaman lapisan kedua tidak dapat
seismik bias dipadukan dengan data dari dikoreksi
.

Keterangan : - = Tanah, 0 = Lempung,pasir, x = Napal


Gambar 1 Model geologi bawah permukaan hasil dari perhitungan dengan metode Reciprocal Hawkins

2
Berkala Fisika ISSN : 1410 - 9662
Vol 10. , No.1, Januari 2007, hal 1-5
Tabel 1. Perbandingan litologi batuan bawah permukaan
dari hasil penampang seismik dengan sumur bor
Lapisan Penampang Seismik Sumur Bor dan Data Geologi
1 Tanah, lempung Lempung
2 Lempung, pasir (kering, bersifat meluluskan) Lempung berbatu kerikil
3 Napal Napal

Muka air tanah pada gambar lintasan seismik daerah penelitian daerah
penampang seismik bias ditunjukan pada ini adalah sebagai berikut:
batas antara lapisan satu dan lapisan dua. • Lapisan 1 berupa lapisan lapuk yang
Deteksi muka air tanah menggunakan tersusun dari tanah, lempung pasiran,
seismik bias dilakukan dengan cara lempung pengisi tanah dan kerikil
mendeteksi lapisan jenuh dan tidak jenuh merupakan lapisan penutup. Batuan
dilihat dari besar kecepatan gelombang P lempung yang terdapat dalam lapisan
pada masing-masing lapisan yang memiliki ini memiliki sifat yang cukup kedap air.
jarak (variasi) kecepatan yang besar. Selain Lapisan yang sulit dilalui air tanah
itu dipilih muka air tanah pada batas antara seperti lapisan lempung atau silt disebut
lapisan satu dan lapisan dua karena pada lapisan kedap air (aquiclude) yang
lapisan 3 nilai kecepatan gelombang P hanya dapat menyimpan air tetapi tidak
berupa batu napal. Hal ini diketahui meluluskan air.
dengan cara perhitungan langsung di • Lapisan kedua berupa lapisan yang
lapangan sehingga hasil yang diperoleh tersusun dari batu lempung, pasir
dari proses pengolahan data dicocokan, (kering, bersifat meluluskan), serta pasir
diperoleh hasil yang identik. dan kerikil dekat dengan permukaan.
Penentuan litologi batuan bawah Batu pasir dan batu kerikil tersaturasi
permukaan dilakukan dengan melihat nilai menerima resapan dari Rapid Creek dan
kecepatan gelombang seismik pada membentuk lapisan akuifer. Lapisan
masing-masing lapisan. Untuk yang dengan mudah dilalui air tanah
mendapatkan informasi yang lebih lengkap seperti pasir / kerikil disebut lapisan
maka dibandingkan dengan data sumur bor permeable.
hasil pengeboran langsung pada daerah • Lapisan ketiga berupa batu napal yang
penelitian. Berdasarkan data dari sumur berada pada formasi Spearfish.
bor pada lokasi penelitian diperoleh memiliki sifat impermeabel atau kedap
litologi setempat berupa lapisan 1 dan air.
lapisan 2. karena informasi dari data sumur Dari hasil pengamatan pada daerah
bor tidak cukup untuk mengetahui litologi penelitian terdapat ketidakseragaman
lapisan 3. Litologi dari lapisan 3 diperoleh ukuran butir batuan, yang berakibat air
dari data geologi daerah penelitian. kapiler tidak akan naik pada muka air
Litologi batuan bawah permukaan tetapi akan membentuk frinji yang tidak
berdasarkan sumur bor dan data geologi seragam. Frinji kapiler tersebut akan naik
dengan variasi kecepatan gelombang P pada batuan yang memiliki butir batuan
memperlihatkan keidentikan. Kecepatan yang halus dibandingkan butir batuan yang
lapisan 1 dari seismik identik dengan kasar. Hal tersebut disebabkan pada butir
batuan dari sumur bor begitu juga pada batuan kasar memiliki tekanan besar
lapisan 2, sedangkan kecepatan lapisan 3 sehingga menghasilkan pori yang kecil
identik dengan batuan dari data geologi. begitu juga sebaliknya. Muka air tanah jika
Dengan demikian dapat diketahui bahwa dilihat dari data sumur bor menunjukan
litologi batuan bawah permukaan pada batuan berupa batu lempung. Dengan sifat
lempung yang memiliki ukuran butir yang

3
Fenti listiyani dan Gatot Yuliyanto Analysis Geometri Akuifer Dangkal…

halus maka muka air tanah akan naik. penyerapan air untuk permukaan butiran.
Naiknya muka air tanah tersebut tidak Untuk batuan dengan butiran kasar dan
datar karena ketidakseragaman komposisi mengalami penjenuhan terbentuk pada
lempung pada daerah penelitian. kotak antar butir batuan. Batuan di
Akuifer atau lapisan pengandung permukaan bumi selalu tampak adanya
air berporositas tinggi, merupakan tempat retakan, retakan dapat diakibatkan sebagai
air tanah mengalir. Akuifer bebas dangkal akibat dari permukaan yang mengalami
dapat berupa hubungan langsung secara penghancuran batuan karena patahan atau
vertikal dengan atmosfer melalui ruang- tektonik, yang merupakan porositas
ruang terbuka dalam lapisan permeable. sekunder, sehingga air tanah bisa bergerak
Akuifer dangkal yang terbentuk yaitu sepanjang ruang hasil retakan yang saling
akuifer bebas dangkal yang berada pada berhubungan. Pada bidang perlapisannya
zona saturasi ditandai dengan batas-batas merupakan porositas primer walaupun
atasnya adalah lapisan penutup. Pada dalam hal ini ruangan antar butir
lapisan penutup tersebut hanya dapat batuannya berupa celah, tetapi terbentuk
menyimpan air tetapi tidak meluluskan air bersamaan dengan batuan yang ada,
dalam jumlah yang berarti. Dan batas sehingga jika batuan bergerak sepanjang
bawahnya berupa lapisan kedap air, yang bidang perlapisan, maka akan berubah
menyebabkan air tidak akan mengalir ke menjadi porositas sekunder.
lapisan di bawahnya. Muka air tanah dari Keadaan tersimpannya air tanah
akuifer bebas tersebut dapat dilihat dari dangkal pada batuan atau pelapukan
data bor berada pada lapisan dua dengan batuan, dipengaruhi oleh kesarangan
jenis batuannya kerikil lempungan, pada (porositas) dan kelulusan (permeabilitas)
penampang seismik memilki nilai batuan. Kesarangan menunjukkan air tanah
kecepatan gelombang P pada lapisan dua. dapat disimpan dan dijenuhkan pada suatu
Sistem Penyimpanan Air Tanah batuan, sedangkan kelulusan menunjukan
Sistem penyimpanan air dalam air pada suatu bagian yang sama dapat
media pori berdasar pada air tanah diteruskan pada butiran yang lain.
tersimpan dan bergerak pada semua jenis Kelulusan dan kesarangan saling
batuan, sehingga faktor fisik dari batuan berhubungan erat, karena keduanya
baik berupa retakan, pori dan bentuk menunjukan hubungan antara rongga-
lubang yang berhubungan dengan sistem rongga yang seolah-olah menunjukkan
penyimpanan air dalam tubuh batuan. adanya pipa-pipa kecil atau saluran halus
Sistem penyimpanan air pada ruang antar dalam tubuh batuan. Jadi porositas adalah
butir dapat juga diartikan air yang jumlah dari pada ruang yang terbuka dalam
menempati ruang pori-pori yang ada pada unsur batuan secara menyeluruh,
batuan disebabkan dan dipengaruhi oleh sedangkan permeabilitas adalah
bentuk dan variasi ukuran butir, jumlah kemampuan dari media atau bahan untuk
matrik dan prosentase semen yang terdapat meluluskan air. Pada batuan dengan
dalam batuan, disebut dengan porositas porositas besar belum tentu mempunyai
primer. Pengaruh udara yang juga mengisi permeabilitas besar pula, karena ukuran
pori-pori batuan tidak bisa diabaikan. dan kontinuitas hubungan terbuka antar
Karena aliran air tanah yang berada pada ruangan. Pada batuan dengan partikel yang
pori-pori batuan berada dibawah kondisi memiliki besar butiran yang seragam akan
muka air kering, akan mempengaruhi lebih besar porositasnya jika dibandingkan
keseimbangan penguapan air terhadap dengan batuan dengan besar butir yang
perubahan antara udara dan permukaan tidak seragam. Hal ini disebabkan pada
butir batuan, akan menimbulkan lapisan kondisi batuan beragam maka pori-pori
tipis air yang diketahui sebagai tempat dari batuan di antara butirannya dapat diisi

4
Berkala Fisika ISSN : 1410 - 9662
Vol 10. , No.1, Januari 2007, hal 1-5
dengan ukuran butir yang lebih kecil. atas tanah, lempung pasiran,
Dalam kondisi seperti ini maka pengaruh lempung pengisi tanah dan kerikil,
jumlah air terhadap pemadatan akan lebih yang berfungsi sebagai lapisan
kecil dibandingkan dengan kondisi batuan penutup.
yang seragam, atau dengan kata lain Lapisan 2 dengan variasi kecepatan
semakin besar distribusi keseragamannya antara 939 m/s – 1829 m/s,
maka ruang antar butiran akan semakin tersusun atas lempung, pasir dan
kecil. Pada batuan yang mempunyai kerikil yang berfungsi sebagai
bentuk butir yang membulat akan semakin lapisan pembawa air (akuifer),
besar porositasnya, sedangkan pada batuan memiliki kedalaman antara 0,28 m
dengan butir yang meruncing sampai – 3,43 m dan ketebalan 0,26 m –
runcing maka porositasnya akan semakin 4,40 m dari perhitungan metode
kecil. Untuk batuan dengan diameter butir reciprocal Hawkins.
kecil atau halus memiliki porositas besar Lapisan 3 dengan variasi kecepatan
dibandingkan pada batuan dengan diameter antara 1874 m/s – 2216 m/s,
butirannya besar atau kasar. tersusun atas batu napal, yang
Hasil penelitian yang telah berfungsi sebagai lapisan kedap air
dilaksanakan diperoleh litologi batuan (impermeabel).
pada lapisan satu berupa lempung yang 2. Akuifer-akuifer pada daerah penelitian
memiliki porositas besar karena memiliki berupa akuifer bebas (tidak tertekan)
ukuran butir yang seragam yaitu kecil dan yang ditunjukkan dengan adanya
halus, namun memiliki permeabilitas lempung, pasir dan kerikil sebagai
rendah sehingga tidak mampu untuk komposisi dari endapan alluvial.
menyimpan dan mengalirkan air. Pada Ucapan Terima Kasih
lapisan ke dua diperoleh litologi batuan Penulis ucapkan terima kasih pada
berupa batu lempung, pasir dan kerikil. Prof. M. I. T. Taib, dosen Teknik
Adanya pasir dan kerikil tersebut Geofisika Institut Teknologi Bandung serta
menyebabkan pada lapisan dua memiliki Dr. Bogie Soedjatmiko dari Lembaga Ilmu
porositas besar karena memiliki butir Pengetahuan Indonesia (LIPI) Bandung
batuan yang membulat, dengan yang telah banyak membantu
permeabilitasnya besar sehinnga mampu terlaksananya penelitian ini.
untuk menyimpan air dan Daftar Pustaka
mengalirkannnya dalam jumlah yang [1] Kodoatie, R. J. 1996. Pengantar
berarti. Pada lapisan ke tiga diperoleh Hidrogeologi. Yogyakarta. Andi Offset
batuannya berupa batu napal yang [2] Asdak, C. 2002. Hidrologi dan
memiliki sifat kedap air, sehingga tidak Pengelolaan Daerah Aliran Sungai.
dapat menyimpan dan meluluskan air. Yogyakarta. Gajah Mada University
Kesimpulan Press
Dari proses pengolahan data dan [3] Hawkins, L. V. 1961. The Reciprocal
analisis hasil pengolahan data yang Method of Routire Shallow Seismic
dilakukan maka kesimpulan yang dapat Refraction Investigation. Jurnal
ditarik adalah: Geophysics. Volume XXVI No. 6
1. Pada penampang seismik hasil dari [4] Taib, M. I. T. 2000. Seismik Refraksi.
pengolahan dan analisis data didapatkan Bandung. Institut Tekhnologi Bandung
tiga lapisan yaitu: Press
Lapisan 1 dengan variasi kecepatan
antara 268 m/s – 347 m/s, tersusun

5
Fenti listiyani dan Gatot Yuliyanto Analysis Geometri Akuifer Dangkal…

Beri Nilai