Anda di halaman 1dari 19

Perdarahan pada Kemaluan dan Pertambahan Tinggi

PEMERIKSAAN

1. Anamnesis
Anamnesis adalah suatu pemeriksaan yang dilakukan dengan wawancara.
Anamnesis dapat dilakukan langsung kepada pasien, yang disebut sebagai
autoanamnesis, atau dilakukan terhadap orangtua, wali, orang yang dekat dengan
pasien, atau sumber lain, disebut sebagai aloanamnesis.
Langkah-langkah dalam pembuatan anamnesis :
• Identitas pasien :
Nama
Umur
Jenis kelamin
Nama orangtua
Alamat
Umur, pendidikan, dan pekerjaan orangtua
Agam dan suku bangsa
• Riwayat penyakit :
Keluhan utama
• Riwayat perjalanan penyakit
Pada riwayat perjalanan penyakit ini disusun cerita yang kronologis terinci, dan
jelas mengenai keadaan kesehatan pasien sejak sebelum terdapat keluhan sampai
ia dibawa berobat.
Pada keluhan perdarahan perlu ditanyakan saat timbulnya perdarahan, lokalisasi
perdarahan, apakah sudah terjadi sebelumnya, dan jumlah perdarahan. Perlu
ditanyakan apakah terdapat trauma di tempat tersebut.
Keluhan lain yang perlu ditanyakan antara lain ialah apakah terdapat demam,
perut yang membesar, nafsu makan berkurang, serta apakah anak makin pucat.

1
2. Fisik
Berbeda dengan pendekatan pada orang dewasa, pada pemeriksaan fisis pada
anak diperlukan cara pendekatan tertentu agar pemeriksa dapat memperoleh
informasi keadaan fisis anak secara lengkap dan akurat. Cara tersebut dimaksudkan
agar anak tidak merasa takut,tidak menangis, dan tidak menolak untuk diperiksa.
• Inspeksi
Inspeksi dapat dibagi menjadi inspeksi umum dan inspeksi lokal. Pada inspeksi
umum pemeriksa melihat perubahan yang terjadi secara umum, sehingga dapat
diperoleh kesan keadaan umum pasien. Pada inspeksi lokal, dilihat perubahan-
perubahan lokal sampai yang sekecil-kecilnya.
• Data antropometri :
Berat badan
Tinggi badan
Rasio berar badan menurut tinggi badan

2
PUBERTAS

Pubertas yaitu masa ketika seorang anak mulai mengalami kematangan secara
seksual dan organ-organ reproduksi siap untuk menjalankan fungsi reproduksinya. Masa
puber seorang anak dengan anak yang lain sangat bervariasi. Pada anak perempuan,
pubertas dimulai lebih awal, yaitu sekitar umur 10 sampai 14 tahun (ada literatur yang
menyebutkan 8 sampai 14 tahun) dan pada anak lelaki sekitar umur 12 sampai 16 tahun
(sumber lain menyebutkan 9 sampai 15 tahun). Pubertas dimulai ketika hipotalamus,
yang merupakan bagian otak, melepaskan hormon GnRH (gonadotropin releasing
hormone). Hormon pelepas gonadotropin ini (GnRH ) akan memberikan sinyal pada
kelenjar pituitari untuk melepaskan luteinizing hormone (LH) dan follicle-stimulating
hormone (FSH) untuk memulai perkembangan seksual, baik pada anak laki-laki maupun
perempuan.
Permulaan pubertas dipengaruhi beberpa faktor, yaitu :
1. Genetik.

Merupakan faktor utama.


2. Status nutrisi.

Pada anak perempuan dengan nutrisi yang baik dan memadai maka akan
mengalami pubertas lebih cepat dibandingkan anak perempuan yang kurus dengan
nutrisi yang tidak memadai.
3. Kesehatan.

Anak dengan kondisi kesehatan yang baik akan lebih cepat mengalami pubertas
dibandingkan anak dengan kondisi kesehatan buruk. Badan yang lemah atau
penyakit yang mendera seorang anak gadis seperti penyakit kronis, terutama yang
mempengaruhi masukkan makanan dan oksigenasi jaringan dapat memperlambat
menarche. Demikian pula obat-obatan.
4. Lokasi geografik

3
Rata – rata anak yang bertempat tinggal di dataran rendah lebih cepat mengalami
pubertas dibandingkan dengan anak –anak yang tinggal di daerah dataran tinggi.
5. Pemaparan terhadap cahaya

Hasil penelitian membuktikan anak perempuan dengan pemaparan cahaya yang


sedikit atau kurang, misalnya pada anak perempuan yang mangalami kebutaan
akan mengalami pubertas labih cepat dibandingkan anak perepuan dengan
penglihatan normal.
6. Status psikologi

Anak dengan interaksi lingkungan (yang dewasa) akan mempengaruhi psikologi


anak tersebut menjadi dewasa pula, hal ini juga berkaitan dengan pubertas anak
tersebut ( lebih cepat).

Tanda-Tanda Pubertas1,2
Tanda- tanda pubertas seorang anak yang mudah sekali dilihat adalah perubahan
fisik, perubahan hormonal, dan perubahan psikososial.

• Perubahan Fisik pada Perempuan


Umumnya pubertas memiliki pola. Pada anak perempuan, pubertas ditandai
dengan percepatan pertumbuhan badan, pertumbuhan payudara, kemudian rambut di
sekitar kemaluan. Pola selanjutnya yaitu mulai tumbuh rambut disekitar ketiak dan
tahap terakhir yaitu munculnya menstruasi pertama (menarche).
 Pacu tumbuh
Pacu tumbuh adalah petanda mula masa pubertas pada anak wanita. Kalau
benar-benar diperhatikan, maka pacu tumbuh (penambahan tinggi badan dengan
cepat) tampak mendahului timbulnya tanda seks sekunder. Pacu tumbuh pada
umumnya dimulai sekitar umur 9,5 tahun, dan akan berakhir waktu mendekati
usia 15 tahun. (Lihat gambar 1)

4
Gambar 1 : kurva percepatan pertumbuhan3

 . Pertumbuhan payudara
Tidak lama kemudian mulailah pertumbuhan payudara. Pertumbuhan
payudara ini berlangsung dalam 5 tahap (Tanner). Tahap pertama ialah masa pra-
pubertas (infantil), tahap II mulai tampak penonjolan payudara, tahap III
pertumbuhan payudara dan areola, tahap IV payudara hampir bentuk dewasa
dengan areola cembung, dan tahap V payudara dewasa dengan haid teratur (Lihat
gambar 2). Di klinik dipakai dengan kode M1, M2, M3, M4, dan M5.

Gambar 2 : Pubertal Stages (Tanner)

5
 Pertumbuhan rambut pubik dan rambut ketiak
Rambut pubik mulai tumbuh sekitar umur 11 tahun. Pertumbuhan ini
dinyatakan dengan 5 tahap (Tanner) dengan kode P. P1 masih infantil, P2 mulai
tumbuh tetapi masih halus, P3 rambut tebal dan keriting, P4 makin lebat, dan P5
bentuk dewasa segitiga (Lihat gambar 2). Hampir bersamaan dengan rambut
pubik tumbuh rambut ketiak, juga dalam 3 tahap dan dinyatakan dengan kode A1,
A2, A3.
 Genitalia eksterna
Vulva, labia mayora dan minora berangsur-angsur berkembang menuju ke
bentuk dewasa sejak tahap pertumbuhan payudara
 Menarche (haid pertama)
Haid merupakan tahap akhir pubertas wanita. Haid pertama disebut
sebagai menarche. Dengan sudah berlangsungnya haid periodik, maka berakhirlah
perubahan fisis pubertas anak pada wanita. Secara biologis proses reproduksi
sudah dapat berlangsung. Tinggi badan wanita tidak akan bertambah banyak lagi
sesudah haid berlangsung secara periodik.
Pada masa anak-anak ovarium dikatakan masih berisirahat dan baru
bekerja pada masa pubertas . Pada siklus menstruasi endometrium dipersiapkan
secara teratur untuk menerima ovum setelah terjadi ovulasi, di bawah pengaruh
secara ritmik hormon-hormon ovarium : estrogen dan progesteron. Proses ovulasi
harus ada suatu kerja sama yang harmonis antara korteks serebri, hipotalamus,
hipofise, dan ovarium selain itu juga dipengaruhi oleh glandula tireodea, korteks
adrenal, dan kelenjar endokrin lain. Pada tiap siklus haid FSH (follicle stimulating
hormone) dikeluarkan oleh lobus anterior hipofise yang menimbulkan beberapa
folikel primer yang dapat berkembang dalam ovarium. Folikel ini akan
berkembang menjadi folikel de Graaf yang membuat estrogen. Estrogen ini
menekan produksi FSH, sehingga lobus anterior hipofise dapat mengeluarkan
hormon gonadotropin yang kedua, yakni LH (luteinising hormone). Produksi
kedua hormon gonadotropin (FSH dan LH) adalah dibawah pengaruh releasing
hormones (RH) yang disalurkan dari hipotalamus ke hipofise. Penyaluran RH ini

6
sangat dipengaruhi oleh mekanisme umpan balik estrogen terhadap hipotalamus.
Selain itu juga mendapat pengaruh dari luar, seperti cahaya, bau-bauan melalui
bulbus olfaktorius, dan hal-hal psikologik. Bila penyaluran releasing hormones
berjalan baik maka produksi gonadotropin akan baik pula, sehingga folikel de
Graaf selanjutnya makin lama makin menjadi matang dan makin banyak berisi
likuor follikuli yang mengandung estrogen. Estrogen mempunyai pengaruh
terhadap endometrium yang menyebabkan endometrium tumbuh dan
berproliferasi disebut masa proliferasi. Di bawah pengaruh LH folikel de Graaf
menjadi lebih matang, mendekati permukaan ovarium, dan kemudian terjadilah
ovulasi. Setelah ovulasi terjadi, dibentuklah korpus rubrum, yang akan menjadi
korpus luteum di bawah pengaruh hormon LH dan LTH (luteotrophic hormones).
Korpus luteum menghasilkan hormon progesteron. Progesteron ini mempunyai
pengaruh terhadap endometrium yang telah berproliferasi dan menyebabkan
kelenjar-kelenjarnya berkeluk-keluk dan bersekresi (masa sekresi). Bila tidak ada
pembuahan, korpus luteum berdegenerasi dan mengakibatkan kadar estrogen dan
progesteron menurun. Menurunnya kadar estrogen dan progesteron menimbulkan
efek pada arteri yang berkeluk-keluk di endometrium. Tampak dilatasi dan statis
dengan hiperemia yang diikuti oleh spasme dan iskemia. Setelah itu terjadi
degenerasi serta perdarahan dan pelepasan endometrium yang nekrotik melalui
vagina. Jika hal ini pertama terjadi pada seorang gadis disebut menarche.

• Perubahan Fisik pada Laki-Laki


Pada anak laki-laki, pubertas ditandai dengan bertambahnya ukuran testis dan
penis, kemudian tumbuhnya rambut di sekitar kemaluan, percepatan pertumbuhan
badan, tumbuhnya rambut ketiak, kemudian suara menjadi berat.
 Pertumbuhan testis
Masa pubertas pria bermula dengan mulai bertambah besarnya testis, rata-
rata pada umur 11,5 tahun, dengan rentang antara 9,5-13,5 tahun. Pengukuran
testis dilakukan dengan orkidometer Prader, suatu rentetan ukuran testis yang
diberi angka 1 sampai 25. pada bayi ukurannya 1, pada awal pubertas 4, dan pada

7
masa dewasa pada umumnya diatas 10 (Lihat gambar 3). jadi ukuran testis di atas
4 dapat dianggap sudah masuk dalam masa pubertas (angka-angka tersebut
menyatakan volume testis dalam ml).

Gambar 3: Tanner stage testis, penis dan rambut pubik4

 Pacu tumbuh
Pacu tumbuh tinggi badan (growth spurt) rata-rata mulai sekitar 13 tahun
(antara 10-16 tahun) dan rata-rata berakhir sekitar umur 16 tahun (antara 13,5-
17,5 tahun), walaupun sesudah itu masih tumbuh, namun tidak secepat
sebelumnya. Pertumbuhan tinggi badan pada pria pada umumnya sudah berakhir
pada umur 19-20 tahun. Setiap orang mempunyai pola tersendiri, ada yang mulai
dini, tetapi juga berhenti dengan cepat, sedangkan yang lain mulai lambat, namun
masih tumbuh terus sampai diatas 20 tahun. Untuk memastikan apakah seseorang
masih dapat bertambah tinggi dapat dilihat dari usia tulang dan sela epifisis.
 Pertumbuhan penis, rambut pubik, rambut ketiak, dan
janggut
Hampir bersamaan dengan pacu tumbuh, penis, dan rambut pubik mulai
tumbuh. Bentuk penis berubah dari bentuk infatil ke bentuk dewasa dalam waktu
lebih kurang 2 tahun. Rambut pubik tumbuh bertahap yang dinyatakan dalam 5
tahap: P1 belum ada rambut sama sekali; P2 mulai tampak rambut halus; P3
rambut makin kasar dan lebar; P4 sudah hampir penuh; P5 bentuk dewasa sampai
di pusar (diamond shape), biasanya tercapai pada umur 15-16 tahun (Lihat
gambar 4).

8
 Perubahan suara
Perubahan suara pada pria remaja terjadi sebagai akibat bertanbah
panjangnya pita suara yang mengikuti pacu tumbuh laring. Hal ini terjadi bila proses
pubertas sudah berlangsung beberapa waktu.

• Perubahan Hormonal5,6,7,8
Perubahan yang terjadi selama pubertas, baik pemunculan karakter seks primer
maupun sekunder, semuanya diregulasi neurohormon. Ada banyak hormon yang
mengatur hal tersebut, dan cara kerjanya saling berkaitan antara satu dengan yang
lainnya.
Secara garis besar terdapat tiga hormon yang berperan saat pubertas pada wanita
yaitu (1) Gonadotopin-releasing hormone (GnRH) yang dihasilkan oleh hipotalamus,
(2) Follicle-stimulating hormone (FSH) dan Luteinizing hormone (LH) yang
dihasilkan oleh hipofisis anterior sebagai respons atas GnRH, dan (3) Estrogen dan
progesteron yang dihasilkan oleh ovarium sebagai respons atas FSH dan LH.

1. Gonadotopin-Releasing Hormone (GnRH)

GnRH adalah hormon peptida yang dihasilkan oleh hipotalamus, yang


menstimulasi sel-sel gonadotrop pada hipofisis anterior. Di hipotalamus sendiri
pengeluaran GnRH diatur oleh nukleus arkuata. Neuron pada nukleus arkuata
memiliki kemampuan untuk memproduksi dan melepas gelombang GnRH ke
hipofisis.

2. Gonadotopin

Gonadotropin pada wanita meliputi Follicle-stimulating hormone (FSH)


dan Luteinizing hormone (LH). Baik FSH dan LH disekresikan oleh kelenjar
hipofisis anterior pada usia antara 9-12 tahun. Efek dari sekresi hormon tersebut
adalah siklus menstruasi yang terjadi pada usia sekitar 11-15 tahun. Periode ini
dikatakan pubertas sedangkan siklus menstruasi pertama disebut menarche.

9
FSH dan LH bekerja menstimulasi ovarium dengan berikatan pada
reseptor FSH dan reseptor LH. Reseptor yang teraktivasi akan meningkatkan laju
sekresi sel, pertumbuhan, dan proliferasi sel. Aktivitas ini diperantarai oleh
cAMP.

 Follicle-Stimulating Hormone (FSH)

FSH merupakan hormon yang memiliki struktur glikoprotein, diproduksi


di sel gonadotrop hipofisis, distimulasi oleh hormon aktivin dan dihambat
oleh hormon inhibin. FSH berfungsi dalam pertumbuhan, perkembangan,
maturasi saat pubertas, dan reproduksi.

Pada wanita, FSH menstimulasi maturasi sel-sel germinal, menstimulasi


pertumbuhan folikel terutama pada sel-sel granulosa dan mencegah atresia
folikel. Pada akhir fase folikular kerja FSH dihambat oleh inhibin dan pada
akhir fase luteal aktivitas FSH kembali meningkat untuk mempersiapkan
siklus ovulasi berikutnya, demikian seterusnya.

Kerja FSH juga dihambat oleh estradiol (estrogen) yang dihasilkan oleh
folikel matang sehingga menyebabkan folikel tersebut dapat mengalami
ovulasi sedangkan folikel lainnya mengalami atresia.

 Luteinizing Hormone (LH)

LH merupakan hormon yang memiliki struktur glikoprotein heterodimer,


diproduksi di sel gonadotrop hipofisis dan kerjanya tidak dipengaruhi oleh
aktivitas aktivin, inhibin, dan hormon seks.

Pada saat FSH menstimulasi pertumbuhan folikel, khususnya sel


granulosa, maka pengeluaran estrogen akan memicu munculnya reseptor
untuk LH. LH akan berikatan pada reseptornya tersebut dan estrogen akan
mengirim umpan balik positif untuk mengeluarkan lebih banyak lagi LH.
Dengan semakin banyaknya LH, maka akan memicu ovulasi (pengeluaran
ovum) dari folikel sekaligus mengarahkan pembentukan korpus luteum.

10
Korpus luteum yang terbentuk akan menghasilkan progesteron yang berguna
pada saat implantasi.

3. Estrogen dan Progestin

Estrogen

Pada wanita yang sedang tidak hamil, estrogen diproduksi di ovarium dan
korteks adrenal, sedangkan pada wanita hamil estrogen juga diproduksi di
plasenta. Ada tiga macam estrogen yang terdapat dalam jumlah signifikan: β-
estradiol, estrone, dan estriol. β-estradiol banyak diproduksi di ovarium
sedangkan estrone lebih banyak diproduksi di korteks adrenal dan sel-sel teka.
Adapun estriol adalah turunan β-estradiol dan estrone yang sudah dikonversi di
hati. Karena β-estradiol memiliki potensi estrogenik 12 kali lebih kuat dibanding
estrone dan 80 kali lebih kuat dari estriol, maka β-estradiol dikatakan sebagai
estrogen mayor.

Efek dari estrogen adalah menstimulasi proliferasi seluler dan


pertumbuhan organ seks dan jaringan lainnya terkait reproduksi. Berikut adalah
efek estrogen secara spesifik:

• Uterus dan organ seks eksternal

Pada masa pubertas, estrogen diproduksi sekitar 20 kali lipat lebih banyak
dibanding masa prepubertas. Peningkatan kadar hormon ini, bersamaan
dengan penimbunan lemak, menyebabkan perubahan-perubahan spesifik
yaitu pembesaran ovarium, tuba fallopi, uterus dan vagina.

Estrogen juga mengubah epitel vagina dari epitel kuboid menjadi epitel
bertingkat yang lebih resisten terhadap trauma dan infeksi.

11
• Tuba fallopi

Estrogen menyebabkan proliferasi jaringan pada lapisan mukosa tuba


fallopi. Selain itu estrogen juga meningkatkan jumlah dan aktivitas sel-sel
silia, yang penting dalam pergerakan ovum yang telah difertilisasi.

• Payudara

Estrogen menyebabkan perkembangan jaringan stromal pada kelenjar


payudara, pertumbuhan sistem duktus, serta deposisi lemak. Lobulus-lobulus
dan alveoli berkembang menjadi lebih luas.

• Sistem rangka

Estrogen menghambat aktivitas osteoklas sehingga mengurangi


penyerapan osteosit dan meningkatkan pertumbuhan tulang. Estrogen juga
menyebabkan penyatuan epifisis pada tulang-tulang panjang. Diketahui
bahwa efek estrogen pada wanita lebih kuat dibandingkan efek testosteron
pada pria, namun penghentiannya yang cepat menyebabkan wanita cenderung
lebih pendek dibanding pria.

• Deposisi protein

Estrogen menyebabkan peningkatan protein total tubuh, hal ini dibuktikan


oleh keseimbangan nitrogen yang lebih positif setelah pemberian estrogen.
Namun jika dibandingkan dengan testosteron, efek deposisi protein yang
ditimbulkan oleh testosteron lebih kuat dibandingkan estrogen.

• Metabolisme tubuh dan deposisi lemak

Estrogen meningkatkan laju metabolik tubuh, namun lebih lemah jika


dibandingkan dengan efek yang sama oleh testosteron pria. Selain itu
estrogen juga meningkatkan jumlah lemak subkutan dan mendeposisinya
pada daerah-daerah tertentu seperti payudara, bokong, dan paha sehingga
memunculkan gambaran melekuk wanita yang khas.

12
• Distribusi rambut

Estrogen tidak memiliki efek besar terhadap pendistribusian rambut.


Adapun tumbuhnya rambut di daerah pubis dan aksila merupakan peran dari
androgen adrenal.

• Kulit

Estrogen menyebabkan kulit wanita memiliki tekstur yang lembut dan


halus namun lebih tebal jika dibandingkan dengan kulit anak-anak. Selain itu
estrogen juga menyebabkan kulit menjadi lebih vaskular. Hal ini sering
diasosiasikan dengan peningkatan suhu pada kulit dan perdarahan yang lebih
banyak jika terjadi sayatan pada kulit wanita dibandingkan dengan kulit pria.

• Kesetimbangan elektrolit

Estrogen menyebabkan retensi air dan sodium oleh tubulus-tubulus ginjal.

Progestin

Progestin terpenting adalah progesteron. Pada wanita yang sedang tidak


hamil, progesteron diproduksi oleh korpus luteum pada paruh terakhir siklus
ovarium. Fungsi progesteron berdasarkan organ yang dipengaruhinya adalah:

• Uterus

Fungsi terpenting progesteron adalah meningkatkan perubahan sekretorik


pada endometrium uterin selama paruh akhir siklus seksual sehingga
mempersiapkan uterus untuk implantasi ovum. Selain itu progesteron juga
mengurangi frekuensi dan intensitas kontraksi uterine, sehingga dengan demikian
mengurangi risiko terjadinya peluruhan ovum yang telah diimplantasi.

• Tuba fallopi

Progesteron meningkatkan sekresi lapisan mukosa yang ada pada tuba


fallopi. Sekresi ini diperlukan untuk nutrisi ovum yang telah difertilisasi
sebelum mengalami implantasi.

13
• Kelenjar payudara

Progesteron memicu perkembangan lobulus dan alveoli pada payudara,


menyebabkan sel-sel alveolar berproliferasi, membesar, dan menjadi
sekretorik. Namun progesteron tidak berperan dalam sekresi ASI.

Progesteron juga menyebabkan pembesaran kelenjar payudara karena


peningkatan cairan di jaringan subkutan.

4. Hormon lain

Selain dari hormon yang sudah disebutkan di atas, terdapat hormon lain
yang juga berperan dalam pubertas. Namun tidak seperti hormon di atas, hormon
lain ini kurang/tidak mempengaruhi perkembangan seks primer dan hanya
mempengaruhi perkembangan karakter seks sekunder.

• Prolaktin

Pada perkembangan kelenjar payudara di masa pubertas, hormon estrogen


menstimulasi perkembangan duktus sedangkan progesteron merangsang
pembentukan lobulus-alveolus. Keduanya tidak ada hubungannya dengan
pengeluaran air susu. Maka untuk pengeluaran air susu distimulasi oleh
hormon ketiga, prolaktin.

Prolaktin merupakan hormon yang disekresikan oleh hipofisis


anterior. Fungsi dari prolaktin adalah menstimulasi ekskresi air susu. Selama
paruh pertama kehamilan, kelenjar payudara sebenarnya telah siap untuk
memproduksi air susu, namun dihambat oleh estrogen dan progesteron
kehamilan. Setelah kehamilan selesai, barulah kelenjar payudara bisa
memproduksi air susu.

• Steroid adrenal

Steroid adrenal dihasilkan di korteks adrenal. Ada tiga hormon steroid


adrenal, yaitu (1) mineralkortikoid, terutama aldoseteron, untuk

14
kesetimbangan mineral, (2) glukokortikoid, terutama kortisol, untuk
metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein, serta (3) hormon seks yang
identik dengan yang dihasilkan oleh gonad (ovarium pada wanita).

Pada wanita, hormon seks yang dihasilkan oleh korteks adrenal ialah
estrogen. Namun jumlahnya jauh lebih sedikit daripada estrogen yang
dihasilkan di ovarium sehingga tidak terlalu bermakna. Selain itu, di korteks
adrenal juga dihasilkan androgen dehidroepiandrosteron (DHEA). Pada pria,
DHEA ini tidak bermakna karena dikalahkan oleh testosteron. Namun pada
wanita (yang kurang memiliki androgen), DHEA ini memiliki makna
fisiologis yaitu pertumbuhan rambut pubis dan aksila, pacu tumbuh pubertas
serta perkembangan dan pemeliharaan dorongan seks wanita.

• Growth hormone (GH)

GH, selain berfungsi sebagai hormon pertumbuhan, juga memiliki efek


pada pubertas. GH menstimulasi diferensiasi sel granulosa yang diinduksi
oleh FSH, meningkatkan level IGF-1 di ovarium dan meningkatkan respons
ovarium terhadap gonadotropin

• Insulin-like growth factor-1 (IGF-1)

IGF-1 meningkatkan efek gonadotropin pada sel granulosa dan bekerja


secara sinergis dengan GH untuk maturasi ovarium postmenarche.

• Perubahan Psikososial9

Selain perubahan yang terjadi dalam diri remaja, terdapat pula perubahan dalam
lingkungan seperti sikap orang tua atau anggota keluarga lain, guru, teman sebaya,
maupun masyarakat pada umumnya. Kondisi ini merupakan reaksi terhadap
pertumbuhan remaja. Remaja dituntut untuk mampu menampilkan tingkah laku yang
dianggap pantas atau sesuai bagi orang-orang seusianya. Adanya perubahan baik di

15
dalam maupun di luar dirinya itu membuat kebutuhan remaja semakin meningkat
terutama kebutuhan sosial dan kebutuhan remaja semakin meningkat terutama
kebutuhan sosial dan kebutuhan psikologisnya. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut
memperluas lingkungan sosial diluar lingkungan keluarga, seperti lingkungan teman
sebaya dan lingkungan masyarakat lainnya.

Perubahan psikososial yang dialami anak pada masa pubertas, seperti berikut :
1. Perubahan emosi, sehingga remaja menjadi sensitif (mudah menangis, cemas,
frustasi dan tertawa); agresif dan mudah bereaksi terhadap rangsangan luar yang
berpengaruh, sehingga misalnya mudah berkelahi.
2. Perkembangan intelegensia, sehingga remaja menjadi: mampu berpikir abstrak,
senang memberi kritik, ingin mengetahui hal-hal baru, sehingga muncul perilaku
ingin mencoba-coba.

Penyimpangan Proses Pubertas1

• Pubertas prekoks (pubertas terlampau dini)

Ada kalanya permulaan pubertas terjadi sebelum waktu normal. Batas umur pada
pria ialah kalau salah satu atau lebih gejala pubertas sudah bermula sebelum umur 9
tahun, sedangkan pada wanita sebelum umur 8 tahun.

Pubertas prekoks ini dapat bersifat:

1. lengkap (komplet) yaitu jika tanda-tanda pubertas tumbuh lengkap; pada


pria penis, rambut pubik dan testis tumbuh bersama-sama, sedangkan pada wanita
payudara, rambut pubik, dan haid. Biasanya pencetusnya terletak intrakranial.
2. tidak lengkap (inkomplet); disini gejala pubertas hanya sebagian, misalnya
pada pria hanya penis dan rambut pubik tumbuh, sedangkan testis tetap infantil,
atau pada wanita hanya payudara (telars prematur) ataupun hanya rambut pubik

16
(pubers prematur). Pada semua keadaan tersebut perlu dipertimbangkan
kemungkinan adanya neoplasma di adrenal atau gonad.

• Pubertas terlambat

Pubertas yang belum mulai pada pria umur 14 tahun dan wanita umur 13 tahun,
dianggap terlambat. Penyebabnya dapat bermacam-macam, dari defisiensi hormon
seks sampai ke berbagai sindrom (sindrom Turner, Klinefelter).

17
DIAGNOSIS PEMBANDING

Selain menarche sebagai tanda pubertas pada anak perempuan. Ada beberapa
kasus lain yang dapat menjadi diagnosis pembanding bagi kasus dalam skenario kali ini,
yaitu :

1. Trauma pada hymen

Hymen atau yang sering disebut dengan selaput pembuluh darah pada
wanita merupakan selaput yang sangat tipis. Pada beberapa kasus hymen pada
wanita mudah robek (trauma) yang dapat disebabkan oleh beberapa hal, seperti
jatuh, banyaknya aktivitas yang mengharuskan banyak gerak ataupun pemakaian
high heels yang rentan terhadap kecelakaan kecil, benturan yang keras dengan jok
sepeda atau motor.

2. Hiperplasia endometrium

Kelebihan estrogen relatif terhadp progestin, apabila cukup besar atau


berkepanjangan akan memicu hiperplasia endometrium. Faktor potensial mungkin
mencakup kegagalan ovulasi, lesi ovarium penghasil estrogen, hiperplasia stroma
korteks, tumor sel teka-granulosa ovarium, dll. Penyebab penting perdarahan
uterus abnormal akibat dari berbagai gangguan pola pertumbuhan stromal dan
glandular.10

Secara mikroskopik :10

1. Endometrium dilapisiepitel torak berlapis.


2. Kelenjar – kelenjar melebar kistik, disebut Swisscheese hyperplasia.
3. Diantaranya tampak kelenjar kecil – kecil yang tumbuhnya lebih padat, sel
epitel kelenjar berlapis – lapis tanpa sekresi.
4. Stroma mengandung sinusoid vaskuler yang melebar dan berdinding tipis
yang merupakan penyebab perdarahn abnormal.

18
Gambar mikroskopik hiperplasia endometrium

3. Perdarahan uterus disfungsional10

Peradarahan abdomen tanpa adanya lesi organik yang nyata di uterus


disebut perdarahan uterus disfungsional. Kemungkinan penyebab paeradarahan
uterus disfungsional sedikit banyak bergantung usia pasien.

Pada remaja, yang biasa menyebabkan perdarahan uterus disfungsional


adalah kegagalan ovulasi. Siklus anovulatorik sangat sering terjadi di kedua ujung
usia subur; pada setiap disfungsi sumbu hipotalamus-hipofisis, adrenal, atau tiroid
; pada lesi ovarium fungsional yang menghasilkan estrogen berlebihan, pada
malnutrisi, obesitas atau penyakit berat; dan pada stres fisik atau emosi yang
berat. Pada banyak kasus, penyebab kegagalan ovulasi tidak diketahui, tetapi
apapun sebabnya, hal ini menyebabkankelebihan estrogenrelatif terhadap
progesteron. Oleh karena itu, endometrium mengalami fase prolifersi yang tidak
diikuti dengan fase sekretorik normal. Kelenjar endometrium mungkin mengalami
perubahan kistik ringanatau di tempat lain mungkin tampak kacau dengan stroma
yang relatif sedikit, yang memerlukan progesteron untuk mempertahankannnya,
endometrium yang kurang ditopang ini mengalami kolaps secara parsial, disertai
ruptur arteri spiral dan perdarahan.

19