Anda di halaman 1dari 2

c 

 

  c
   

  


  
  
 
 


 

Dalam psinsip diatas, maka BK perkembangan merupakan upaya yang kompleks.


Menurut Shertzer & Stone, 1971 : 76, Robert D. Myrick dalam Sunaryo K, 1996 : 99 dan
Dedi Supriadi, 1887 : 7, memngemukakan bahwa c   
  
merupakan proses bimbingan dan konseling yang menitikberatkan kepada usaha membantu
pserta didik atau individu untuk dalam semua fase perkembangannya, yang menyangkut
aspek ± aspek vokasional, pendidikan, pribadi dan sosial. Bimbingan dan konseling
perkembangan memberikan bantuan dan arahan sebagai jalan membantu memaksimalkan
potensi individu berdasarkan jenjang perkembangan usia dan institusi tempat belajar.
Dalam rangka membangun suatu definisi BK perkembangan yang lebih komprehensif
yang memuat prinsip ± prinsip di atas, yaitu rumusan yang diberikan oleh The American
School Counselor Association ( Myrick, 1993 ), c perkembangan sebagai komponen dari
semua bimbingan yang memelihara interversi terencana dalam rangkaian program
pendidikan dan layanan kemanusiaan lainnya pada semua hal dalam seklus kehidupan
manusia untuk secara sungguh ± sungguh mendorong dan secara aktif menfasilitasi
perkembangan aspek personal, sosial, emosi, karir, moral ± etika, kongnitif, dan estetika,
serta meningkatkan integrasi beberapa komponen ke dalam suatu gaya hidup individu.
Berdasarkan prinsip ± prinsip definisi BK perkembangan, dirumuskan definisi BK
perkembangan adalah suatu rangkaian bimbingan secara bertanggung jawab dalam
menfasilitasi perkembangan anak pada semua aspek kehidupannya, sehingga mereka dapat
berfungsi dan berperan efektif selama siklus kehidupannya, terutama menjamain eksistensi
dirinya sebagai individu atau anggota masyarakat yang bermartabat.
   c
   
 

Bertujuan untuk menjadikan individu lebih menyadari eksistensi dirinya yang memiliki
kebebasan dan mengembangkan potensi dirinya secara optimal sehingga bertanggung jawab
terhadap penciptaan-Nya, memenuhi tuntutan lingkungan serta manghadapu masa depannya.
Menurut Traxler & North ( 1966, 3 ) c perkembangan setiap anak mengetahui kemampuan
± kemampuannya dalam minat dan bakat seta sifat ± sifat kepribadiannya.
è

c 

1. Sebagai sarana atau fasilitator untuk mencapai pengembangan, maksudnya dalam perubahan
tingkah laku pada klien.
2. Perpresfentif
3. membantu klien dalam pengembangan dalam menyalesaikan permasalahan.
4. Misi & Fungsi bimbingan dan konseling berikutnya adalah memfasilitasi atau memberikan
berbagai kemudahan kepada mahasiswa agar mereka mampu menyelesaikan studinya dengan
lancar, yang mengarah pada upaya pembentukan sumber daya manusia profesional yang
beriman dan bertaqwa kepada Allah S.W.T.
5. Disamping itu, melalui layanan bimbingan, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan
keterampilan-keterampilan dasar hidup (personal dan sosial) sehingga dapat memberikan
kontribusi yang positif kepada masyarakat yang multi etnis, ras, budaya dan agama. Secara
teknis, program layanan bimbingan dan konseling yang terlembagakan akan berfungsi
sebagai sarana pendataan dan seleksi mahasiswa, sumber dan pusat informasi pendidikan dan
pekerjaan serta pusat konsultasi mahasiswa, dan pihak lain yang memerlukannya.

 
1. Winkel, W.S. 1991. Bimbingan & Konseling di Institusi PendidikanJakarta : PT. Grasindo
2. Drs. H. Rahmat Wahab, M.Pd. 2003. Disertasi : cimbingan Sosial Pribadi berbasis model
perkembangan. PPS UPI
3. Yusuf, Syamsu. 2005. ü   c
  
 Bandung : Upi press, Rosda.

Sumber : http://www.landasanpendidikan.co.cc/2011/02/bk-perkembangan.html