Anda di halaman 1dari 3

WAWASAN LINGKUNGAN HIDUP

I. PENDAHULUAN
Pembangunan ekonomi di setiap negara sangat bergantung pada sumberdaya alam dan
produktivitas sumber daya alam.Secara tidak langsung lingkungan dapat meningkatkan
kesejahteraan manusia,sehingga berdampak pada perkembangan ekonomi dengan
meningkatnya tekanan pada sistem alami dan dampak negatif pada kualitas ekonomi.
Namun,dalam praktiknya banyak pembangunan yang tidak mempedulikan lingkungan yang
akibatnya menyebabkan penurunan lingkungan hidup.Dengan demikian sangat di perlukan
adanya pembangunan berwawasan lingkungan,dimana tetap melakukan pembangunan
yang berkesinambungan untuk meningkatkan mutu hidup dan meminimunkan adanya
penurunan kuaitas hidup dengan tetap memperhatikan penyediaan cumber daya alam.
II. LINGKUNGAN HIDUP
Lingkungan hidup berarti kesatuan ruang dengan semua benda,daya keadaan dan makluk
hidup,termasuk manusia dan perilakunya yang mempengaruhi kelangsungan kehidupan dan
kesejahteraan manusia serta makhluk lainnya.Ekosistem merupakan suatu tatanan kesatuan
secara utuh menyeluruh antara segenap unsur lingkungan yang saling
mempengaruhi.Sedangkan ilmu yang mempelajari tentang hubungan timbal balik manusia
dengan lingkungannya adalah ekologi.
Dari ketiga hal di atas dapat di simpulkan bahwa manusia memiliki hubungan dan
merupakan bagian dari lingkungan itu sendiri,termasuk perilaku manusia dengan lingkungan
yang saling mempengaruhi.Manusia memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap
lingkungan,kesewenangan terhadap manusia terhadap lingkungan sangat mempengaruhi
timbal baik antara manusia dan lingkungannya.
Lingkungan hidup di indonesia merupakan lingkungan yang sangat beragam yang meliputi
aspek fisik dan juga aspek non fisik dengan corak ragam dan juga daya dukung yang sangat
berbeda-beda antara datu lingkunag yang satu dengan lingkungan yang lainnya.
Peningkatan keselarasan antara keseimbangan lingkungan hidup akan meningkatkan
ketahanan lingkungan itu sendiri.untuk itu,perlu adanya pengelolaan lingkungan hidup yang
menerapkan pola kebijaksanaan dengan keterpaduan komponen-komponennya sebagai
salah satu ciri utamanya.
III. PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP
Dengan adannya pencemaran dan perusakan terhadap lingkungan hidup,kemudian di atur
suatu aturan pengelolaan lingkungan hidup.Sebagai upaya terpadu dalam poses perumusan
kebijaksanaan penataan,pemanfaatan,pengembangan,pemeliharaan,pemulihan,pengwasan
dan pengendalian lingkungan hidup.
Adapun UU dan PP yang mengatur tentang pengelolaan lingkungan hidup yaitu:
 UU No.23 tahun 1997 tentang pengelolaan Lingkungan Hidup
 UU No.5 tahun 1994 Keanekaragaman Hayati
 UU No.6 tahun 1994 tentang Konvensi Perubahan Iklim
 UU No.19 tahun 1999 tentang Pengendalian Pencemaran dan atau/perusakan laut
 UU No.41 tahun 1999 tentang Pengendalian Pencemaran Udara
 PP No.85 tahun 1999 tentang B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun)
 PP No.20 tahun 1990 tentang pengendalian Pencemaran Laut
 PP No.24 tahun 1992 tentang Pencemaran Tata Ruang
Tujuan dari pengelolaan lingkungan Hidup yaitu;
 Tercapainya keselarasan hubungan antara manusia dengan lingkungan
hidup sebagain tujuan membangun manusia seutuhnya
 Terjadinya pemanfaatan sumberdaya secara bijaksana
 Terwujudnya manusia sebagaipembina lingkungan hidup
 Terlaksananya pembangunan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan
untuk kepentingan generasi mendatang dan mendatang
 Melindungi negara terhadap dampak negatif kegiatan di luar wilayah negara
yang menyebabkan kerusakan dan pencemaran lingkungan

Untuk menetukan bahwa suatu lingkungan telah tercemar maka ditentukan suatu
standar/parameter yang di sebut Baku Mutu Lingkungan,yaitu batas atau kadar makhluk
hidup,zat,energi atau komponen yang ada atau harus ada dan atau unsur pencemar yang di
tenggang adanya dalam suatu sumber daya tertentu sebagai unsur lingkungan hidup.Daya dukung
lingkungan juga menjadi parameter untuk mengetahui parahnya pencemaran lingkungan.Daya
dukung lingkungan yaitu kemampuan lingkungan untuk mendukung kehidupan manusia dan
makhluk hidup lainnya.jadi,jika daya dukung lingkungandan batas baku mutu lingkungan telah
melewati ambang batas,maka lingkungan tersebut dikatakan tercemar.

Komponen-komponen yang di terapkan dalam pengelolaan lingkungan hidup yaitu;

 AMDAL (Analisis mengenai dampak lingkungan)


 Penanggung jawab kegiatan

IV.AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan)

AMDAL adalah kajian mengenai dampak besar dan penting suatu usaha dan atau kegiatan yang di
rencanakan pada lingkungan hidup yang di perlukan bagi proses pengambilan keputusan tentang
penyelenggaraan suatu kegiatan atau usaha.AmDAL merupakan suatu syarat yang harus di penudi
untuk mendapat ijin melakukan usaha yang di terbitkan oleh pejaat yang berwenang.

Dasar hukum AMDAL;

1. Undang-undang Nomor 23 tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup


2. Peraturan pemerintah Nomor 27 tahun 1999 tentang analisis mengenai dampak lingkungan
hidup

Tujuan dari di adakanya AMDAL yaitu

 Bahan bagi perencanaan pembangunan wilayah


 Membantu proses pengambilan keputusan tentang kelayakan lingkungan hidup dari suatu
usaha atau kegiatan
 Memberi masukan untuk penyusunan desain rinci teknis dari rencana usaha atau kegiatan
 Memberi masukan untuk menyusun rencana pengelolaan dan pemantauan lingkungan
hidup
 Memberi informasi bagi masyarakat atas dampak yang di timbulkan dari suatu rencana
usaha kegiatan
Dokumen AMDAL umumnya terdiri dari empat dokumen di antaranya

 Dokumen kerangka acuan analisis dampak lingkungan hidup


 Dokumen andal
 Dokemen rencana pengelolaan lingkunagn
 Dokumen rencana pemantauan lingkungan
V. PERMASALAHAN LINGKUNGAN HIDUP
Permasalahn lingkungan hidup di sebabkan adanya penyimpangan dalam pengelolaan lingkungan
yang akibatnya lingkungan menjadi tak seimbang.Peran manusia sangat di butuhkan untuk
menganalisa kondisi lingkungan hidup.Dampak dari kegiatan lingkunga hidup di tentukan oleh
 Jumlah manusia yang terkena dampak
 Luas wilayah sebaran
 Intensitas dan lamanya dampak berlangsung
 Banyaknya komponen yang terkena dampak
 Sifat komulatif dampak
 Berbalik atau tidak berbaliknya dampak

Salah satu masalah lingkungan adalah pencemaran baik berupa cairan,gas atau lainnya.Akibatnya
lingkungan menjadi rusak dan banyak akibat yang di timbulkan oleh pencemaran itu sendiri.

VI. PERAN GENERASI MUDA ATAU MAHASISWA


Meskipun peraturan telah di buat dan di sepakati,namun tetap saja ada penyimpangan dalam
pelaksanaanya di masyarakat.Sedangkan kontrol masyarakat sendiri sering terabaikan dan sering
sebagai korban.Peran serta masyarakat dan lsm yang mempunyai kepentingan terhadp lingkungan
dalam proses pengambilan kebijaksanaan yang berhubungan dengan suatu perubahan yang
membawa suatu dampak pada lingkungan adalah mutlak di lakukan.Sebagai kaum terpelajar yang
memiliki intelek yang tinggi mahasiswa sudah sepantasnya menjadi pihak yang sangat strategis
untuk mengemban tanggung jawab terhadap persoalan lingkungan hidup.
Menurut United Nation Environment(UNEP) program yang di rangkum dalam public Environment
1998 menyatakan bahwa ada lima pokok yang di perlukan untuk mengefektifkan peran serta
masyarakat dalam pembangunan berkelanjutan.Pertama,mengidentifikasikan kelompok masyarakat
yang tertarik dalam kegiatan pembangunan.kedua menggapai kelompok masyarakat dengan
memberinya informasi,ketiga,mengembangkan dialog dalam bentuk pertemuan lokakarya,kontak
perorangan,dengar lokakarya,surat menyurat,pembentukan tim kerja dan lain-lain,keempat
mengasimilasikan berbagai pandapat ini dalam suat kesimpulan,kelima adalah memberi feedback
tentang hasil peran masyarakat.Langkah di atas di maksudkan untuk menjadi model mahasiswa
dalam berperan di masyarakat,yang mana mahasiswa merupakan motivator untuk memberikan
pemahaman kepada masyarakat seuas-luasnya tentang pembanguna yang sedang
berlangsung,dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan.selain itu mahasiswa juga
berperan dalam memberikan pressure group terhadap kebijakan pemerintah yang di rasa
menganggu kelestarian lingkungan akibat pembangunan yang sedang berjalan.

Nama : RAHMAT
Nrp : 1309100701
Jurusan : Statistika