Anda di halaman 1dari 10

c c


   

1 . Spektrum Penyakit Menular

Pada proses penyakit menular secara umum, maka dapat dijumpai berbagai
manifestasi klinik sebagai hasil proses penyakit pada individu, mulai dari gejala
klinik yang tidak tampak sampai pada keadaan yang berat disertai komplikasi dan
berakhir cacat atau meninggal dunia.

Akhir dari proses penyakit adalah sembuh atau meninggal dunia. Penyembuhan
dapat lengkap atau dapat berlangsung jinak atau dapat pula dengan gejala sisa yang
berat.

Suatu penyakit menular dianggap berat bila penyakit tersebut mempunyai CFR
yang tinggi atau apabila sembuh maka sebagian besar penderita sembuh dengan
disertai gejala sisa. Dalam menilai berat ringannya penyakit dapat dilihat dari dua
segi yakni dari segi perorangan/individual serta dari segi masyarakat yakni
pengaruhnya terhadap kelompok populasi.

Manifestasi klinik penyakit menular pada penderita dapat dibagi dalam tiga
kelompok utama.

a) ›elompok pertama, yakni penyakit dengan keadaan lebih banyak penderita
terselubung yakni penderita tanpa gejala atau hanya disertai gejala ringan saja,
dimana penyakit tidak menampakan diri pada berbagai tingkatan. Contoh
penyakitnya TBC, poliomyelitis dalam masyarakat, hepatitis A pada anak.
b) ›elompok kedua, adalah penyakit dengan bagian yang berselubung relatif
sudah kecil. Sebagian besar penderita tampak secara klinis dan dapat dengan
mudah di diagnosis, karena umumnya penderita muncul dengan gejala klasik.
Contoh penyakit kelompok ini antara lain penyakit campak, penyakit cacar air
dan lainnya.
c) ›elompok terakhir, adalah penyakit yang menunjukan proses kejadian yang
umumnya berakhir dengan kelainan atau berakhir dengan kematian.
›elompok penyakit ini secara klinik selalu disertai dengan gejala klinis berat,
dan sebagian besar meninggal. Contoh yang paling klasik adalah penyakit
Rabies dengan angka kematian yang tinggi.

2 . Infeksi Terselubung (Tanpa Gejala ›linis)

Infeksi terselubung adalah keadaan suatu penyakit yang tidak menampakan diri
secara jelas dan nyata dalam bentuk gejala klinis yang jelas. Dengan demikian maka
berbeda dengan penyakit yang jelas diagnosisnya, yang dapat diketahui dengan cara
klinis saja, maka infeksi terselubung tidak dapat didiagnosis tanpa cara tertentu
seperti tes tuberculosis, kultur tenggorokan, pemeriksaan antibody dalam tubuh dan
bentuk lainnya.
Untuk mendapat perkiraan yang tepat tentang besarnya dan luasnya kejadian
infeksi terselubung penyakit tertentu dalam masyarakat, dibutuhkan
pengamatan/survei epidemiologi dimana dilakukan tes tertentu pada semua populasi
untuk mengetahui berapa besarnya penyebaran penyakit dalam masyarakat.
Peranan infeksi terselubung dalam usaha pencegahan serta penanggulangan
penyakit menular tertentu sangat penting karena infeksi terselubung mempunyai
potensi sebagai sumber penularan yang cukup berbahaya.
Dahulu usaha penanggulangan penyakit menular dengan infeksi terselubung
diarahkan pada kasus/penderita yang tampak jelas aja. Penekanan kegiatan lebih
diarahkan pada isolasi penderita, membebas hamakan barang/alat, serta melakukan
tindakan karantina terhadap mereka yang terpapar dan dicurigai sedang dalam masa
tunas penyakit.
Dewasa ini walaupun isolasi penderita beberapa penyakit menular tertentu
masih dilakukan demikian pula berbagai usaha membebas hamakan benda/alat, akan
tetapi dalam usaha penanggulangan penyakit menular pada umumnya lebih diarahkan
pada kemungkinan penyebaran organism penyebab dalam masyarakat.
Pada umumnya penyakit dengan manifestasi penyakit yang berat yang akan
tercatat sebagai penderita rawat inap di rumah sakit. Sedangkan penderita dengan
gejala klinik ringan atau sedang, mungkin sebagian besar akan pergi ke pusat
pelayanan kesehatan atau ke dokter untuk berobat sehingga dapat tercatat pada
laporan kejadian penyakit. Sedangkan penyakit tanpa gejala klinik umumnya tidak
tercatat dan tidak dilaporkan. Oleh sebab itu, pada penyakit tertentu akan terjadi
pelaporan peristiwa kejadian infeksi lebih rendah dari sebenarnya, sedangkan untuk
penyakit dengan manifestasi klinik berat, akan menghasilkan angka kematian yang
lebih tinggi dari yang sebenarnya.

c c
   
 

1 . Faktor Penyebab Penyakit menular

Pada proses perjalanan penyakit menular di dalam masyarakat, maka dikenal


adanya beberapa faktor yang memegang peranan penting antara lain adanya faktor
penyebab (agent) yakni organisme penyebab penyakit, adanya sumber penularan
(reservoir), adanya cara penularan khusus (made of transmission), adanya cara
meninggalkan pejamu dan cara masuk ke pejamu lainnya, serta keadaan ketahanan
pejamu itu sendiri.
Yang merupakan penyebab kausal (agent) penyakit menular adalah unsure
biologis, yang bervariasi mulai dari partikel virus yang paling sederhana sampai
organisme multiseluler yang cukup kompleks yang dapat menyebabkan penyakit pada
manusia.Unsur penyebab ini dapat dikelompokan dalam beberapa kelompok yaitu:
1. ›elompok arthropoda (serangga)
2. ›elompok cacing/helminth
3. ›elompok protozoa
4. Fungus atau jamur
5. Bakteri
6. Virus

2. Interaksi Penyebab dengan Pejamu

Berbagai sifat yang sering dianggap berasal dari unsur penyebab tetapi teryata
sesungguhnya bukanlah sifat intrinsik penyebab, melainkan merupakan sifat yang
sangat tergantung/dipengaruhi oleh interaksi pejamu dengan penyebab
tersebut.Termasuk dalam hal ini tingkat infektivitas, pathogenesis, virulensi, serta
imunogenitas.

Infektifitas dapat diartikan sebagai kemampuan unsur penyebab (agent) untuk


masuk dan berkembang biak (menghasilkan infeksi) dalam tubuh
penjamu.Patogenesis adalah kemampuan untuk menghasilkan penyakit dengan gejala
klinik yang jelas.Virulensi dapat diartikan sebagai nilai proporsi penderita dengan
gejala klinis yang berat, terhadap seluruh penderita dengan gejala klinis
jelas.Imunogenitas adalah kemampuan menghasilkan kekebalan atau imunitas.

3 . Mekanisme Patogenesis

Bila unsur penyebab penyakit masuk kedalam tubuh penjamu berbagai


kemungkinan akan timbul. ›emungkinan pertama adalah tidak terjadinya proses
patogenesis seperti masuknya bakteri tetanus melalui makanan ke dalam ke rongga
perut. Akibat lain adalah terjadinya proses patogenesis tapi tidak menimbulkan
gejala klinis,dan seterusnya seperti yang telah dijelaskan.
Efek patogen yang dihasilkan oleh unsur penyebab penyakit menular/infeksi
dapat terjadi karena berbagai mekanisme tertentu. Diantara mekanisme tersebut
antara lain: invasi jaringan secara langsung, produksi toksin, rangsangan imunulogis
atau reaksi alergi yang menyebabkan kerusakan pada tubuh penjamu terhadap obat
dalam menetralisi toksisitas, serta ketidakmampuan membentuk daya tangkal. Dari
berbagai mekanisme tersebut tidak jarang dijumpai lebih dari satu mekanisme terlibat
secara bersamaan, atau dapat terjadi perbedaan manifestasi klinik karena perbedaan
mekanisme yang terjadi walaupun unsure penyebab patogen sama.

d) Sumber Penularan


Oleh karena unsur penyebab penyakit menular adalah unsure biologis yang
merupakan unsur organisme hidup, maka unsur penyebab ini membutuhkan tempat
yang sesuai untuk berkembang biak serta untuk mempertahankan kelanjutan
hidupnya. Reservoir atau sumber penularan adalah organisme hidup atau barang mati,
dimana unsure penyebab penyakit menular hidup secara normal dan berkembang
biak. ›onsep reservoir merupakan pusat penyakit menular karena reservoir adalah
komponen utama dari lingkaran penularan dimana unsur penyebab meneruskan
mempertahankan hidupnya, dan juga sekaligus sebagai pusat/sumber penularan dalam
suatu lingkaran penularan.

a) Manusia Sebagai reservoir


Dari sekian banyak jenis dan kelompok penyakit menular, ada sebagian
diantaranya yang hanya di jumpai atau lebih sering hanya dijumpai pada manusia.
Penyakit ini umumnya berpindah dari manusia ke manusia dan hanya dapat
menimbulkan penyakit pada manusia saja. Dengan demikian reservoir satu satunya
tentu hanya manusia saja.
Carier atau pembawa kuman adalah penderita/atau mereka yang sedang/pernah
terinfeksi yang masih mengandung unsur penyebab penyakit menular tetapi tanpa
gejala klinis. Dengan demikian pembawa kuman adalah reservoir yang punya potensi
sebagai sumber penularan.
Melihat perjalanan penyakit pada pejamu, bentuk pembawa kuman (carrier)
dapat dibagi dalam beberapa jenis.
1. Healthy carrier
2. Incubatory carier
3. Convalescent carier
4. Chronis carrier

b) Reservoir Binatang atau Benda lain


Selain dari manusia sebagai reservoir, maka penyakit menular yang mengenai
manusia dapat berasal dari binatang terutama yang termasuk dalam kelompok
penyakit zoonosis seperti brucellosis, rabies dan lain lain. Penyakit zoonosis adalah
adalah penyakit yang secara alamiah dijumpai di kalangan hewan bertulang belakang
vertebra, yang dapat juga menular ke manusia,walaupun reservoirnya utamanya
adalah binatang.
c c
    

Aspek sentral penyebaran penyakit menular dalam masyarakat adalah


mekanisme penularan dalam masyarakat adalah mekanisme penularan yakni berbagai
mekanisme dimana unsur penyebab penyakit dapat mencapai manusia sebagai
pejamu potensial. Mekanisme tersebut meliputi cara unsur penyebab meninggalkan
reservoir, cara penularan untuk mencapai pejamu potensial , serta cara masuknya
pejamu potensial tersebut.

1. Cara Unsur Penyebab ›eluar dari Pejamu (Reservoir)


Pada umumnya selama unsur penyebab atau mikroorganisme penyebab masih
mempunyai kesempatan untuk hidup dan berkembang biak dalam tubuh pejamu,
maka ia akan tetap tinggal di tempat yang potensial tersebut. Secara garis besarnya,
maka cara ke luar unsur penyebab dari pejamu dapat dibagi dalam beberapa bentuk,
walaupun ada diantara unsur penyebab yang dapat menggunakan lebih dari satu cara.
a) Melalui konjungtiva
b) Melalui saluran napas
c) Melalui pencernaan
d) Melalui saluran urogenitalia
e) Melalui luka
f) Secara mekanik

2. Cara Penularan

Tiap kelompok penyakit memiliki jalur penularan tersendiri dan garis besarnya
dapat dibagi dalam dua bagian utama yakni: 1) Penularan langsung yakni penularan
penyakit terjadi secara langsung dari penderita atau reservoir, langsung ke pejamu
potensial yang baru; 2) Penularan tidak langsung yakni penularan penyakit terjadi
dengan melalui media tertentu seperti melalui udara dalam bentuk droplet dan dust,
melalui benda tertentu, dan melalui vektor

a. Penularan Langsung


Penularan langsung yakni perpindahan sejumlah unsur penyebab dari
reservoir langsung ke pejamu potensial melalui pintu masuk yang sesuai.Adapun
penularan langsung tersebut dapat dikelompokkan dalam beberapa kelompok tertentu.
1. Penularan langsung dari orang ke orang
2. Penularan langsung dari binatang ke orang
3. Penularan dari tumbuhan ke orang
4. Penularan dari orang ke orang melalui kontak benda lain

b. Penularan Melalui Udara


Penularan melalui udara dimaksudkan adalah cara penularan yang terjadi
tanpa kontak dengan penderita maupun dengan benda yang terkontaminasi. Sebagian
besar penularan melalui udara dapat pula menular melalui kontak langsung, namun
tidak jarang penyakit yang sebagian besar penularannya adalah karena mengisap
udara yang mengandung unsur penyebab/mikro-organisme penyebab.Penularan
penyakit melalui udara dapat terjadi dalam bentuk droplet nuclei maupun dalam
bentuk dust.

c. Penularan Melalui Makanan/Minuman dan Benda Lain


Penularan penyakit melalui makanan, minuman dan benda lainnya adalah
penularan kontak tidak langsung melalui benda mati seperti makanan, minuman,
susu, perlengkapan dapur, perlengkapan bedah, mainan anak-anak dan lain
sebagainya.
Berdasarkan media utama penularan, maka kelompok penyakit ini dapat kita
bagi dalam beberapa kelompok utama.
1. Melalui air
Penyakit yang penularannya melaui air pada umumnya masuk ke dalam tubuh
melalui mulut tetapi ada pula di antaranya yang masuk ke dalam tubuh
melalui kulit yang dapat pula digolongkan dalam penyakit kontak langsung
2. Melalui makanan
Sebenarnya kelompok ini tidak jauh berbeda dengan yang pertama diatas
3. Melalui susu
Susu merupakan media yang paling baik untuk pertumbuhan dan
perkembangan mikro-organisme penyebab. Cukup banyak jenis penyakit yang
dapat ditularkan melalui media susu, walaupun berbagai penyakit tersebut
penularannya dapat melalui cara lain yang mungkin lebih sering.

d. Penularan Melalui Vektor


Pengertian vektor yang sebenarnya ialah golongan arthropoda atau binatang
yang tidak bertulang belakang lainnya yang dapat memindahkan penyakit dari satu
sumber/reservoir ke pejamu potensial.
Pada penularan penyakit melalui vektor secara mekanik, maka unsur
penyebab penyakit yang mungkin berasal dari tinja, urine maupun sputum penderita,
hanya melekat pada bagian tubuh vektor dan kemudian dapat dipindahkan pada
makanan maupun minuman pada waktu hinggap/menyerap pada makanan tersebut.
Yang cukup menarik adalah penularan penyakit melalui vektor secara biologis
karena unsur penyebab harus masuk ke dalam tubuh melalui gigitan ataupun melalui
keturunannya. Selama dalam tubuh vektor, unsur penyebab berkembang biak atau
hanya mengalami perubahan morfologis saja, sampai pada akhirnya menjadi bentuk
infektif terhadap pejamu potensial. Selanjutnya setelah mencapai bentuk infektif,
unsur penyebab penyakit keluar dari vektor melalui gigitan, tinja atau cara lain untuk
berpindah ke pejamu potensial.