Anda di halaman 1dari 4

MEMBACA TELAAH ISI

Membaca telaah isi menuntut ketelitian, kekritisan berpikir, serta keterampilan


menangkap ide-ide yang tersirat dalam tulisan.
Membaca telaah isi terdiri dari:
1. membaca teliti
2. membaca pemahaman
3. membaca kritis
4. membaca ide

1. membaca teliti:
keterampilan yang dibutuhkan:
• kemampuan survey yang cepat
• membaca secara seksama dan membaca ulang paragraf untuk menemukan
kalimat-kalimat judul dan perinciannya
• menemukan hubungan antara setiap paragraf

setiap paragraf memiliki satu pikiran pokok. Paragraf dikembangkan dengan cara:
• mengemukakan alasan
• mengutarakan perincian-perincian
• mengetengahkan satu contoh atau lebih
• memperbandingkan atau mempertentangkan dua hal

Membaca teks yang lebih panjang


Untuk membaca teks yang lebih panjang perlu dikembangkan kemampuan
menghubungkan antara setiap paragraf, juga ketelitian membedakan paragraf yang
memuat gagasan-gagasan utama atau hanya memerinci saja.
Cara membut catatan:
Ada tiga hal penting yang kita peroleh dengan membuat catata:
1. menolong kita memahami apa yang kit abaca
2. membuat kita terus menerus mencari fakta-fakta yang penting
3. membantu ingatan
Langkah-langkah membuat cacatan:
1.Baca sekilas seluruh atau pilihan sebelum membuat catatan
2.Tentukan perlu apakah kita perlu mencatat sampai hal yang sekecil-kecilnya atau hal-
hal pentingnya saja
3. buat catatan dengan kata-kata sendiri
4. kembangkan system sendiri
5. untuk mencatat kutipan gunakan teknik mengutip yang benar.
6. Buat catatan yang jelas dan tepat.
7. periksa catatan-catatan tersebut, bila perlu garis bawahi hal-hal yang penting

Menelaah Tugas
Gara para siswa dapat menyelesaikan dan menelaah tugasnya dengan baik, perlu
dibiasakan dengan cara studi SQ3R. (Rurvey, Question, Read, Recite, Review)

2. Membaca Pemahaman:
Membaca pemahaman bertujuan untuk memahami:
1. standar-standar atau norma norma kesastraan
2. resensi kritis
3. drama tulis
4. pola-pola fiksi

a. standar kesastraan:
sebuah karya yang mampu memberi perubahan dengan keindahan bahasa dan isi yang
disampaikannya. Pembaca berkeinginan untuk membacanya secara berulang, tetap dapat
dinikmati bahkan samapi pengarangnya telah tiada sekalipun.
Klasifikasi karya sastra:
1. Puisi dan Prosa
2. Fakta dan Fiksi
3. Klasik dan modern
4. subyektif dan obyektif
5. eksposisi dan normatif
b. Resensi Kritis
Empat kegunaan membaca resensi
1. memberikan pertimbangan
2. memberikan komentar tentang gaya penulisan, bentuk, serta manfaat secara
umum
3. memberikan rangkuman tentang pandangan, pendirian
4. mengemukakan fakta-fakta untuk menunjang pertimbangan.

c. Drama Tullis
membaca naskah drama dapat mengasah daya imajinasi pembaca terhadap, karakter,
suasana, ataupun peristiwanya secara menyeluruh. Selain itu dapat ditumbuhkan sikap
kritis terhadap drama., yang antara lain mengerti akan:
a. prinsip-prinsip kritik drama. Menurut Goethe. Prinsip kritik dramaterdiri dari:
• Apakah yang hendak dilakukan oleh pengarang?
• Betapa baikah dia melakukannya?
• Bermanfaatkah itu dilakukan?

Selanjutnya perlu diketahui pula:


• Apakah lakon itu komedi, tragedy, atau melodrama?
• Apakah lakon itu produksi seni atau bersifat komersil?

Unsur-unsur drama:
1.plot: eksposisi, komplikasi, resolusi
2.karakteristik: tokoh gagal, tokoh idaman, tokoh statis, dan tokoh yang berkembang.
3.dialog:
4. sarana kesastraan: gaya bahasa, simbolisme, empati dan jarak estetik (empati terhadap
peristiwa tetapi tetap sadar bahwa itu hanyalah sebuah lakon)
Jenis-jenis drama:
1. tragedi
2. komedi
3. melodrama
4 farce: lakon singkat yang lebih menitikberatkan kepada kelucuan-kelucuan dan tidak
terlalu memperhatikan kewajaran cerita.