ASAL-USUL, LATAR BELAKANG DAN PENGGAGAS BANI ABBASYIAH Oleh: Nursri Hayati 08 PEDI 1243 A.

Pendahuluan Dalam konteks kesejarahan, Islam merupakan suatu kekuatan yang memiliki keistimewaan yang tidak tertandingi. Jargon Islam sebagai negara dan kekuatan politik nampak pada masa lalu yang diwakili dengan kemunculan dinasti-dinasti yang amat berperan dalam peradaban dunia. Mulai dari zaman nabi Muhammad di Madinah, masa Khulafaurrasyidin, Dinasti Umayyah, Dinasti Abbasiyah dan lain-lainnya sebagaimana yang diterangkan oleh Harun Nasution ketika membagi periodisasi sejarah umat, yaitu klasik, pertengahan dan periode modern.1 Awal kekuasaan Dinasti Abbas ditandai dengan pembangkangan yang dilakukan oleh Dinasti Umayyah di Andalusia (Spanyol). Di satu sisi, Abd alRahman al-Dakhil bergelar amir (jabatan kepala wilayah ketika itu); sedangkan di sisi lain, ia tidak tunduk pada khalifah yang ada di Baghdad. Pembangkangan Abd al-Rahman al-Dakhil terhadap Bani Abbas mirip dengan pembangkangan yang dilakukan oleh Muawiyah terhadap Ali Ibn Abi Thalib. Dari segi waktu memerintah, kekuasaan Dinasti Abbas termasuk lama, yaitu sekitar lima abad. Pusat peradabannya adalah Iraq (Babylonia), yang terkenal dengan kota Metropolis Baghdad.2 Ira M.Lapidus menyederhanakan fase Dinasti Bani Abbas menjadi dua: pertama, masa awal Dinasti Bani Abbas (750-833 M) dan masa kemundurannya (833-945 M).3 Bojane Gajane Stryzewska seperti dikutip oleh Badri Yatim membagi Dinasti Bani Abbas menjadi lima periode, yaitu:
1

Harun Nasution, Islam Ditinjau dari Berbagai Aspeknya, (Jakarta: UIP Press, 1986), h.

56.
2 Reynold A. Nicholson, a Litte History of the ‘Arabs, (Cambridge: At The University Press, 1956), h. 254. 3 Ira M. Lapidus, A History of Islamic Studies, (Cambridge: Cambrigde University Press, 1988), h.87.

1

1. Periode Pertama (132 H/750 M- 232 H/847M), disebut periode pengaruh Persia pertama. 2. Periode Kedua (232H/847M- 334 H/945M), disebut pengaruh Turki Pertama 3. Periode Ketiga (334 H/945 M- 447 H/1055 M), masa kekuasaan dinasti Buwaihi dalam pemerintahan khalifah Abbasiyah. Periode ini disebut juga masa pengaruh Persia kedua. 4. Periode Keempat (447 H/1055 M- 590 H/1194 M), masa kekuasaan dinasti Bani Saljuk dalam pemerintahan khalifah Abbasiyah, biasanya disebut juga dengan masa pengaruh Turki kedua. 5. Periode Kelima ( 590 H/1194 M- 656 H/1258 M), masa khalifah bebas dari pengaruh dinasti lain, tetapi kekuasaannya hanya efektif di sekitar kota Bagdad.4 Namun, dalam makalah ini penulis hanya akan membahas mengenai asal usul, latar belakang serta penggagas terbentuknya Bani Abbas. B. Asal Usul Bani Abbasiyah Babak ketiga dalam drama besar politik Islam dibuka dengan peran penting yang dimainkan oleh Khalifah Abu al-Abbas (750-754).5 Pemerintahan Daulah Bani Abbasiyah merupakan kelanjutan dari pemeintahan Daulah Bani Umayyah yang telah runtuh di Damaskus. Dinamakan kekhalifahan Abbasiyah karena para pendiri dan penguasa daulah ini adalah keturunan Abbas, paman nabi Muhammad Saw. Imam Muhammad bin Ali berpendapat bahwa pemindahan kekuasaan dari keluarga yang satu ke keluarga yang lain harus memiliki kesiapan jiwa dan semangat rakyat. Dia menyadari bahwa perubahan secara tiba-tiba bisa berakhir dengan kegagalan. Oleh karena itu sangat diperlukan pemikiran yang dapat memperhitungkan keadaan untuk melancarkan propaganda dengan atas nama orang yang terpilih dari keluarga nabi Muhammad.6
4

Badri Yatim, Sejarah Peradaban Islam, (Jakarta: PT.Raja Grafindo Persada, 2004), h.

49-50. Philip K.Hitti, History of the Arab, terj. Cecep Lukman Yasin dkk, (Jakarta: PT. Serambi Ilmu Semesta, 2008), h. 358. 6 Amir Abyan, Tarikh Islam, (Jakarta: DEPAG RI, 1986), h. 75.
5

2

73. yang kemudian menjadi julukannya. Untuk pertama kalinya dalam sejarah Islam. Ketika berhasil merebut kekuasaan. Hal ini menunjukkan kedekatan pertalian keluarga antara Bani Abbas dengan nabi. yaitu gagasan negara teokrasi. nama Abbasiyah menunjukkan nenek moyang dari alAbbas. penumpah darah. yang menggantikan pemerintahan sekuler (mulk) Dinasti Umayyah. Akan tetapi Bani Abbas merasa lebih berhak mewarisi Rasulullah karena beranggapan bahwa moyang mereka adalah paman Rasulullah. Pusaka tidak boleh diperoleh sepupu.8 Al-Saffah menjadi pendiri Dinasti Arab Islam ketiga. Keluarga Abbas mengklaim bahwa setelah wafatnya Rasulullah merekalah yang merupakan penerus dan penyambung keluarga Rasul. History of . dan menjadi penasehat dalam urusan-urusan negara. Sedangkan keturunan dari anak perempuan tidak mewarisi pusaka datuk dengan adanya pihak ashabah. 8 Hitti. Sebagai ciri khas kegemaraan dalam istana kerajaannya. h. orang Abbasiyah mengklaim dirinya sebagai pengusung konsep sejati kekhalifahan.7 Khalifah Abbasiyah pertama menyebut dirinya al-saffah. di sisi singgasana khalifah tergelar karpet yang digunakan sebagai tempat eksekusi. (Jakarta: Bulan Bintang. jika ada paman. dalam berbagai kesempatan seremonial. h. 7 3 . Mesin propaganda sangat terorganisir untuk menjatuhkan kepercayaan publik terhadap Dinasti Fuad Muh. Perkembangan Kebudayaan Islam. Julukan itu merupakan pertanda buruk. karena Dinasti yang baru muncul ini mengisyaratkan bahwa mereka lebih mengutamakan kekuatan dalam menjalankan kebijakannya. seperti ketika dinobatkan sebagai khalifah dan pada shalat Jumat.358.Secara kronologis. khalifah mengenakan jubah (burdah) yang pernah dikenakan oleh saudara sepupunya. Secara umum sebenarnya keturunan Ali bin Abi Thalib lebih dekat kepada Fatimah sebagai anak perempuan Rasulullah dan Ali adalah sepupu sekaligus menantu beliau. Fachruddin. 1985). Itulah sebabnya kedua keturunan ini sama-sama mengklaim bahwa jabatan khalifah harus berada di tangan mereka. nabi Muhammad Saw. Ia juga dikelilingi oleh para pakar hukum yang ia sokong. Ali bin Abi Thalib dan nabi Muhammad.

11 Hitti. . tetapi menggunakan Bani Hasyim dengan maksud untuk mencegah perpecahan antara orang Syi’ah pengikut Ali dan yang mendukung Bani abbas. Dengan tekad kuat dan kerja keras ia dapat meyakinkan rakyat Marwa. Di setiap daerah dibentuk perwakilan. History of. sementara Dinasti Abbasiyah lebih bersifat international. Dengan siasat demikian.h. cet. Kemudian ia melanjutkan usahanya ke daerah Khurasan dan daerah-daerah lain di sekitarnya. h. Kufah. Abu Muslim menyambut bai’at rakyat Marwa tersebut. 1989). h. Setelah itu. Untuk melaksanakan propaganda itu mereka mengangkat dua belas orang propagandis terkenal yang disebut ke daerah-daerah Khurasan.359..9 Propaganda yang semula dilakukan oleh Muhammad bin Ali tidak memakai dan menonjolkan nama Bani Abbas. Dalam usaha menyebarkan propaganda itu dijelaskan tujuan mereka yaitu untuk menuntut keadilan dan kebijaksanaan dari pemerintah Daulah Bani Umayyah di Damaskus. 64. Sejarah Umat Islam. maka propaganda tersebut mendapatkan simpati sangat besar dari berbagai kalangan. karena kedua golongan itu masih termasuk keluarga Bani Hasyim. Dinasti Umayyah terdiri atas orang Arab. 362. (Jakarta: Bulan Bintang. Dinasti Abbasiyah merupakan kerajaan SILSILAH KETURUNAN ALI11 Abd al-Muthalib 9 Ibid. sehingga mereka berada di pihak Bani Abbas. sehingga berdatangan orang-orang yang menyatakan sumpah setia kepada keluarga Bani Abbas. 10 4 . Di antara propagandis terkenal yang berhasil menarik banyak masyarakat ialah Abu Muslim al-Khurasany. Irak dan bahkan sampai ke Mekkah. terdapat perbedaan mendasar antara Dinasti Umayyah dan Abbasiyah.vi.Umayyah kini digunakan dengan baik untuk menjaga kepercayaan publik terhadap Dinasti Abbasiyah. Hamka.10 Dalam suatu hal.

762) SILSILAH KEKHALIFAHAN BANI ABBASIYAH: ABBAS pendiri Bani Abbasiyah Ibnu Abbas Ali Muhammad 5 .‘Abdullah Al-‘Abbas Abu Thalib (leluhur khalifah Abbasiyah) MUHAMMAD FATHIMAH + Al-Hasan Al-Hasan ‘Abdullah Ali al-Husayn IBRAHIM (w.763) MUHAMMAD (w.

AL-MUNTASHIR (k. 842-847) 10. 785-786 Ibrahim al-Mubarak 6. 750-754) 2. 944-946) 20. AR-RASYID (k. AL-MU'TAMID (k. AL-MUTTAQI (k.Ibrahim 1. AL-MA'MUN (k. 946-974) 25. 809-813) 7. 908-935) 19. 775-785) 5. AL-MUQTADIR (k. 786-809) 4. 813-833) 8. AL-HADI (k. 866-869) 11. 847-861) 12. AL-QADIR 24. 932-934) 22. ALMUSTAKFI (k. AL-MAHDI (k. AL-WATSIQ (k. 940-944) 23. AL-MANSUR (k. 862-866) 14. AL-MU'TASIM (k. ATH-THA'I 6 . 902-908) 18. ALMUKTAFI (k. 833-842 al-Qasim al-Mu'taman 9. 869-870) 13. AL-MUSTA'IN (k. AL-QAHIR (k. 861-862) al-Muwaffaq 15. 870-892) 16. 892-902) 17. ALMUHTADI (k. AL-MU'TAZZ (k. AR-RADHI (k. AS-SAFFAH (k. AL-MUTHI' (k. 934-940) Ishaq 21. AL-AMIN (k. ALMU'TADHID (k. ALMUTAWAKKIL (k. 754-775 Musa 3.

AL-QA'IM (k. AL-MUSTANSHIR II Berkuasa di Kairo 36. 1118-1135) 30. 1170-1180) 34. ALMUSTANSHIR (k. AL-MUSTAZHIR (k. AL-MUQTADI (k. ALMUSTANJID (k. 1160-1170) 33. ALMUSTADHI' (k. AR-RASYID (k. 974-991) 26. AL-MUQTAFI (k. 1031-1075) 27. 1135-1136) 32. 1226-1242) 7 . AZH-ZHAHIR (k. 991-1031) (k. 1094-1118) 29. 1075-1094) 28. ALMUSTARSYID (k.(k. 1136-1160) 30. 1180-1225) 35. AN-NASHIR (k. 1225-1226) 1.

Kegagalan ini terutama karena kurang terorganisir dan kurangnya perencanaan. 1981). 13 14 12. 77. bukan Bani Abbas. ALMUSTA'SHIM (k.37. h. Ibrahim pun ditangkap dan dipenjarakan.15 12 Syed Mahmud Nasr. Sejarah Para Khalifah. Latar Belakang Terbentuknya Bani Abbasiyah Dinasti Abbasiyah mewarisi imperium dari Dinasti Umayyah.12 Gerakan Abbasiyah sudah berlangsung sejak masa pemerintahan Umar bin Abdul Aziz. 10Bastoni. Pelopor utamanya Muhammad bin Ali al-Abbas di Hamimah. Islam its Concept and History. gerakan ini diketahui oleh Marwan bin Muhammad. (Jakarta: Pustaka al-Husna. Hepi Andi Bastoni. Abu Muslim Al-Khurasani. (Jakarta: Al-Kautsar. para aktivisnya membawa-bawa nama Bani Hasyim. secara tidak langsung orang-orang Syiah merasa disertakan dalam perjuangan mereka. Sejarah.13 Dinasti Abbasiyah didirikan secara revolusioner dengan menggulingkan kekuasaan Dinasti Umayyah. Maka. 185. 1993). Ibrahim bin Muhammad mendeklarasikan gerakannya di Khurasan melalui panglimanya. h. Empat tahun kemudian. 1242-1258) C.14 Pada 125 H. Dari itulah Muhammad bin Ali al-Abbas mengatur pergerakannya secara rapi dan terencana. Khalifah terakhir Bani Umayyah. h. 15 8 . Gerakannya begitu rapid an tersembunyi sehingga tidak diketahui pihak Bani Umayyah. Hal ini bias dimaklumi krena dalam melakukan aksinya. khalifah kedelapan Bani Umayyah.77. Syalabi. (New Delhi: Kitab Bhavan. gerakan ini juga didukung oleh kalangan Syiah. Selain itu. gerakan Abbasiyah semakin gencar. h. Ia telah banyak belajar dari kegagalan yang telah dialami oleh pengikut Ali (kaum Syiah) dalam melawan Dinasti Umayyah. 2008). Namun. A. Sejarah dan Kebudayaan Islam. Hasil besar yang telah dicapai oleh Dinasti Abbasiyah dimungkinkan karena landasannya telah dipersiapkan oleh Umayyah dan Abbasiyah memanfaatkannya. saat pemerintahan Bani Umayyah tengah mengalami kemunduran.

Perpecahan antarsuku-suku bangsa Arab muncul kembali selama pemerintahan Bani Umayyah. Mereka tersingkir dalam urusan pemerintahan dan dalam kehidupan sosial. 353. Lihat Lapidus. Dari Irak. kenyataan yang bahkan diakui oleh bangsa Arab sendiri. History of. yang selalu menjadi pendukung setia kelompok Ali. 95. Di antaranya adalah: meningkatnya kekecewaan kelompok Mawali terhadap Dinasti Bani Umayyah.18 Golongan agamis merasa kecewa terhadap pemerintahan Bani Umayyah karena corak pemerintahannya yang sekuler.Terdapat beberapa faktor yang mendukung keberhasilan pembentukan Dinasti ini. h. Pasukan militer menuntut haknya untuk berperan dalam diwan-diwan kemiliteran. Para petani yang memeluk Islam menuntut hak terhadap pembebasan dari pungutan pajak yang mana mereka harus dibedakan dari kalangan non-Muslim. doktrin Syiah menyebar ke Persia. Sejarah Sosial . pecahnya persatuan antarsuku-suku bangsa Arab. 347. dan menancapkan akarnya terutama di propinsi timur laut. Kelompok Mawalli bekerja sebagai tentara di bidang kemiliteran dan sebagai administrator dalam birokrasi kepemerintahan menuntut persamaan status dan privilise dengan kelompok Arab.16 Kelompok Mawali17. Di tengah-tengah massa yang kecewa itulah kelompok Syiah-Abbas menemukan lahan yang subur untuk melakukan propaganda. 18 Hitti. h.Ali. bahkan para penguasa Arab selalu memperlihatkan sikap permusuhan terhadap mereka. 17 9 . Menurut mereka negara seharusnya dipimpin oleh penguasa yang memiliki integritas keagamaan dan politik. Pecahnya persatuan ini setidak-tidaknya ditandai dengan timbulnya fanatisme kesukuan Arab Utara yakni kelompok Mudariyah 16 K. Selain hal tersebut. mereka secara umum diposisikan sebagai kalangan mawla’ (mantan budak). yang wilayahnya jauh lebih besar daripada saat ini. yakni orang-orang non-Arab yang telah memeluk agama Islam. Sejarah Islam (Tarikh Pramodern). sementara itu bangsa Arab menduduki kelas bangsawan.Raja Grafindo Persada. diperlakukan sebagai masyarakat kelas dua. Hal lain yang semakin menegaskan kekecewaan mereka adalah kesadaran bahwa mereka memiliki budaya lebih tinggi dan lebih tua. dan timbulnya kekecewaan masyarakat agamis dan keinginan mereka memiliki pemimpin kharismatik. dan tidak selalu bebas dari kewajiban membayar pajak kepala yang biasa dikenakan terhadap nonMuslim. h. (Jakarta: PT. Khurasan. 2003).

Juga yang lebih penting adalah bangkitnya gerakan Hasyimiyah. dan terjadi persekutuan bersama dengan pemimpin kelompok Mawalli. Perlawanan dari kelompok Syi’ah juga merupakan faktor yang sangat berperan. 10 . melainkan mereka bergerak atas nama kepentingan umat Islam. Mereka bergerak dengan semboyan “demi nama baik keluarga Ali dan demi menciptakan era baru pemerintahan Islam yang damai berkeadilan.dengan kesukuan Arab Selatan yakni kelompok Himariyah. Umayyah terhadap keturunan Ali. Yakni persekutuan antara kelompok Bani Hasyim. dan pada sisi lainnya sekaligus mendukung keberhasilan gerakan pembentukan Dinasti Abbasiyah. Syi’ah dan kelompok Mawalli. yakni Abu Muslim alKhurasani. Tokoh-tokoh Bani Hasyim berhasil melancarkan propaganda anti pemerintah di tengah tengah masyarakat Mawalli di Khurasan. Kemudian setelah berhasil memperoleh simpati massa dan setelah berhasil menyusun kekuatan militer secara terang-terangan dengan melancarkan upaya strategis untuk menggulingkan kekuasaan Bani Umayyah yang dipandangnya zalim. Faktor-faktor di atas pada satu sisi mendukung jatuhnya kekuasaan Dinasti Umayyah. Bersamaan dengan itu kekuatan militer Dinasti Umayyah semakin melemah. sehingga mereka cukup efektif dalam memojokkan Dinasti Umayyah. Di antara situasi-situasi yang mendorong berdirinya Dinasti Abbasiyah dan menjadi lemah Dinasti sebelumnya adalah: 1. tokoh-tokoh Hasyimiyah juga berhasil menawarkan kerja sama dengan kelompok pendukung Ali (syi’ah). Gerakan anti pemerintahan Dinasti Umayyah semula bergerak tidak atas nama keluarga Hasyimiyah juga tidak atas nama keluarga Abbasiyah. Pada awalnya gerakan ini berkembang di Khurasan sebagai gerakan propaganda rahasia dengan pemimpin Abu Muslim. Gerakan anti Umayyah sudah mulai tampak sejak pemerintahan Khalifah Hisyam bin Abdul Malik (724-743). timbulnya pertentangan politik antara Muawiyah dengan pengikut Ali bin Abi Thalib. Selanjutnya. yang mana sesungguhnya antara kelompok ini bersatu dalam keluarga Hasyim.

3. Kemudian oleh Yazid para isteri Husain dikembalikan ke Madinah. dan hanya golongan Khawarijlah yang berada pada dar al-Islam. 226-227. belum menyentuh dan belum meresap ke dalam hati orang-orang Syiah. adanya dasar penafsiran bahwa keputusan politik harus didasarkan pada Alquran dan oleh golongan Khawarij orang Islam non-Arab. yang tidak bergabung dengannya dianggap sebagai orang yang berada pada dar al harb. h. Di mana peperangan tersebut tidak seimbang. munculnya golongan Khawarij. yaitu paham tentang perbedaan antara orang Islam Arab dengan non-Arab. namun ia selalu diburu dari suatu tempat ke tempat lainnya. (Jakarta: PT. 19 11 . (Jakarta: Kalam Mulia. 20 Ajid Thohir. Kepala Husain berhasil diboyong untuk dipersembahkan kepada Yazid bin Muawiyah di Damaskus. terjadi sejumlah pemberontakan di seluruh wilayah negeri. Pasukan Syria pimpinan Marwan berhasil ditaklukkan oleh pasukan Abul Abbas. dan berhasil ditangkap di Mesir.20 Pada masa akhir kekuasaan Dinasti Umayyah. dan Budaya Umat Islam. adanya konsep hijrah di mana setiap orang harus bergabung dengan golongan Khawarij. Puncak dari segala pemberontakan ini adalah terjadi peperangan antara kekuatan Abul Abbas melawan pasukan Marwan II. Barulah sesudah Husain mati terbunuh semangat ingin menjadi penganut paham Syiah benar-benar mengalir dalam darah dan meresap ke dalam hati mereka. sebelumnya mereka bercerai berai mengingat sebelum Husain terbunuh semangat ingin menjadi anggota Syiah hanya merupakan pemikiran yang bersifat politis teoritis. Kematian Husain yang terjadi di Karbala ini –sebagai tempat yang dilumuri darahnya dan darah keluarganya. Pada peperangan tersebut Husain terbunuh dengan sangat mengenaskan. sehingga faham Syiah menjadi aqidah yang sangat kuat tertanam dalam jiwa mereka. 45. Sejarah dan Kebudayaan Islam 2. Politik. 2004). 4.2. Sementara itu. munculnya paham mawali. Sekalipun Marwan berhasil melarikan diri. 2001). 6.19 7. 5. akibat pertentangan politik antara Muawiyah dengan Syiah. h. dan kebijakan-kebijakan land form yang kurang adil.telah menyalakan api semangat dalam jiwa orang-orang Syiah dan telah mempersatukan barisan. bertambah gigihnya perlawanan pengikut Syiah terhadap Umayyah setelah terbunuhnya Husein bin Ali dalam pertempuran Karbala. lalu dihukum mati oleh Panglima Shalih bin Ali bin Abdullah Perang yang terjadi pada tanggal sepuluh Muharram tahun 61 H di Karbala. Perkembangan Peradaban di Kawasan Dunia Islam Melacak Akar-akar Sejarah. Lihat Hasan Ibrahim Hasan. Pemberontakan yang paling dahsyat terjadi di Khurasan. sekitar pertengahan abad ketujuh. timbulnya politik penyelesaian khilafah dan konflik dengan cara damai. Raja Grafindo Persada. Sosial.

74. dengan kejam Abu Ja’far al-Mansur sebagai pemegang tongkat estafet kepemimpinan Abul Abbas membunuh sekutunya (Abu Muslim). (Jakarta: Paramadina. Khalifah Abul Abbas Ash-Shaffah. Inilah yang menjadikan masa pemerintahan Abu Abbas al-Shaffah yang merupakan founding father Dinasti Abbasiyah berlangsung singkat yaitu antara tahun 750-754 M. “Seandainya dunia ini tidak memperlihatkan kepada kita keajaibannya kecuali adanya lidah Marwan dalam mulut kucing. 23 Hodghson. sebagai upaya penyelamatan eksistensi Dinasti yang baru ini. khususnya dengan jatuhnya kota Damaskus berakhirlah riwayat Dinasti Umayyah dan bersamaan dengan itu bangkitlah kekuasaan Bani Abbasiyah yang berusaha membuka lembaran baru sejarah Islam. The Venture of Islam: Imam dan Sejarah dalam Peradaban Dunia. 22 21 12 . 68. 22 Dengan meninggalnya Marwan. Kepalanya dikirim kepada keponakannya. h. kepalanya dipotong dan dibawa ke hadapan Abdullah bin Ali. Dalam bahasa Hodgson al-Mansur meneruskan struktur imperial absolutis Abbasiyah yang mirip dengan absolutisme di kalangan orang-orang Sasani. (terj) Mulyadhi Kartanegara. 2002).23 Bastoni. h. berakhirlah kekuasaan Bani Umayyah begitu juga dengan jatuhnya negeri Syiria. Dinasti Abbasiyah sangat kental dengan aura perpolitikan di mana Abul Abbas al-Shaffah dibantu oleh sekutunya dalam menghancurkan kekuasaan Umayyah. Ada kisah unik yang dipaparkan Imam As-Suyuthi sebagaimana dikutip oleh Hepi Andi Bastoni. Sejarah. Ketika Marwan terbunuh. Al-Mansur dianggap sebagai tokoh sebenarnya yang mendirikan Dinasti Abbasiyah. Ibid. Masa pemerintahannya hanya lima tahun sepuluh bulan. Orang-orang sempat tak memerhatikan penggalan kepala itu. di Kuffah. Tiba-tiba dating seekor kucing dan menggigit lidah Marwan lalu menelannya! Abdullah bin Ali berkata.bin Abbas bin Abdul Muthalib. 21 Khalifah Marwan wafat pada tahun 132 H dalam usia 62 tahun. itu sudah kita anggap keajaiban paling besar”. Pada awal kemunculannya.

Ali. Bahkan jasad yang sudah tak bernyawa sekalipun tidak luput dari kemarahan dan pembalasan dendam orang Abbasiyah. kemudian menghabisi mereka ketika jamuan makan sedang berlangsung. (India: Adam Publisher. 355.25 Tindakan pertama yang ditempuhnya adalah menyapu bersih anak turun Dinasti Umayyah. Pelarian dramatis ‘Abd al-Rahman ibn Muawiyah ibn Hisyam ke Spanyol. 28 Hitti.D. Jasad para khalifah di Damaskus. dan ini menjadi julukannya. 195. 27-28. lalu dirusak oleh ‘Abdullah. History of. 76. 2004). ia menyebutkan dirinya sebagai al-saffah yang berarti penumpah Jaih Mubarok. Setelah menutupi jasad-jasad yang sudah meninggal dan sekarat. dan tempat-tempat lainnya digali dari kuburannya. sambil diiringi rintihan manusia yang sedang meregang nyawa. 1542). h. tetapi di 26 25 13 . (Bandung: Pustaka Bani Quraisy. Pada hari Kamis 30 Oktober 749. History of Islam. Dendam itu bermuara dari ungkapan seorang penyair Sadif Asy-Syair yang pada suatu pertemuan berkata: “Janganlah muda terpedaya oleh para lelaki yang memperlihatkan wajah manis. h. ia mengundang 80 orang di antara mereka ke sebuah undangan makan di Abu Futhrus. tempat ia berhasil membangun Dinasti Umayyah baru yang brilian. yang beberapa di antara mereka bahkan bersembunyi di perut bumi. Para agen dan mata-mata disebar ke suluruh dunia Islam untuk memburu dan membunuh keturunan keluarga Umayyah yang melarikan diri. 1977).24 Abu Abbas al-Saffah dinobatkan sebagai khalifah pertama Dinasti Abbasiyah oleh pengikutnya pada tahun 133 H/750 M. 356. pengakuan publik diberikan di mesjid kepada Abu al-Abbas sebagai khalifah. 29 Joesoef Sou’yb. Qinnasrin. Sejarah Daulat Abbasiyah I. (Jakarta: Bulan Bintang. sang paman yang bernama Abdullah membantai keturunan Dinasti Umayyah secara licik.27 Pada 25 Juni 750. History of.29 24 Setelah penobatannya sebagai khalifah. Hitti.26 darah. 28 Di antara yang selamat pada tragedi itu adalah Abdurrahman bin Muawiyah bin Hisyam bin Abdul Malik. Sejarah Peradaban Islam. ia dan para komandannya melanjutkan jamuan makan itu. h. Ia meluputkan diri ke Spanyol dan belakangan mendirikan Daulah Umayyah di Andalusia. h. h.. Atas perintahnya. 354. h. Penggagas Terbentuknya Bani Abbasiyah Abu Abbas al-Saffah ( 750-754 ) adalah pendiri Dinasti Abbasiyah. sebuah kuil kuno di Sungai “Awja” dekat Jaffa. Sejarah Islam. 27 Masudul Hasan.

32 Khalifah Abu Ja’far al-Mansur sangat mewaspadai tiga kelompok33 yang menurutnya dapat menjadi batu sandungan Bani Abbasiyah dan dirinya. Ia menjabat panglima perang Bani Abbasiyah. Kelompok kedua dipimpin Abu Muslim Al-Khurasani. hanya sekitar lima tahun. dan kepala-kepala dinas lainnya. paman Abu Ja’far sendiri. 30 Ali. Namun. kepada polisi rahasia. Masa pemerintahan Abbas tidak berlangsung lama. 14 . Strategi yang dilakukannya adalah melakukan politik pecah belah. 31 Bastoni. Kelompok ketiga adalah kalangan Syiah yang dipimpin keturunan Ali bin Abi Thalib. Genggamlah pedang dan angkatlah cemeti agar bumi bersih dari turunan Umayyah”. Jalurjalur pemerintahan ditata rapid dan cermat. sebelum meninggal telah menunjuk saudaranya yang bernama Abu Ja’far al-Manshur sebagai pengganti tahta kerajaan. sehingga saat pemerintahannya terjalin kerjasama yang erat antara pemerintah pusat dan daerah. Pengikut Abdullah bin Ali sangat banyak serta sangat berambisi menjadi khalifah. Masyarakat luas banyak yang simpati karena dalam melakukan gerakan mereka membawa nama keluarga Nabi Muhammad. Masyarakat luas banyak yang menjadi pengikutnya. Pertama yang dilakukan Khalifah Abu Ja’far al-Mansur setelah diangkat menjadi khalifah pada tahun 136 H/ 754 M adalah mengatur politik dan siasat pemerintahan Bani Abbasiyah. begitu juga antara Qadhi (kehakiman). Abu Ja’far al-Mansur adalah putra Muhammad bin Ali bin Abdullah bin Abbas bin Abdul Muthalib yang juga saudara kandung dari Ibrahim Al-Imam dan Abdul Abbas As-Saffah. adik kandung Muhammad binAli. 33 Kelompok pertama dipimpin Abdullah bin Ali. 80. Ia meninggal di Istana Ambariyah pada tahun 133 H/ 754 M akibat serangan penyakit cacar. kepala jawatan pajak. Ibid. h.30 Abu Ja’far al-Mansur menjabat sebagai khalifah kedua Bani Abbasiyah menggantikan saudaranya Abul Abbas As-Saffah. Kegagahan dan keberaniannya dikenal luas. Sejarah. Ia mengutus Isa bin Musa kepada Abdullah bin Ali untuk menyampaikan bahwa Abul Abbas Asdalam hatinya tersimpan racun berbisa. h. Karena keberaniannya dan jasa-jasanya tersebut ia sangat disegani serta dihormati di kalangan Bani Abbasiyah. 32 Ibid. 354. Sejarah Islam. orang yang berjasa besar dalam membantu pendirian Bani Abbasiyah. Khalifah al-Mansur khawatir pengaruh Abu Muslim terlalu besar terhadap kebijakan pemerintahan Bani Abbasiyah. Abu Ja’far sedang menunaikan haji bersama Panglima Besar Abu Muslim Al-Khurasani.31 Ketika Khalifah Abul Abbas meninggal.Dengan cara demikian ini Abul Abbas membuktikan gelar dirinya sebagai al-Saffah (si penumpah darah atau si haus darah).

dan penggantinya adalah Al-Mansur. dan kegiatan apa saja yang dilakukan oleh mereka yang mencurigakan. telah membuktikan prestasi besar dalam mengkonsolidasikan situasi politik. langsung diantisipasi dan dibubarkan. Langkah selanjutnya adalah dengan menutup semua ruang gerak dari kelompok Alawiyyin (pendukung Ali bin Abi Thalib) dan kelompok Abu Muslim Al-Khurasani. Abu Muslim diberikan kesempatan beristirahat selama tiga hari sesuai dengan tradisi Arab kala itu. namun ia adalah seorang kawan yang setia dan baik hati. perserikatan. Mendengat berita tersebut. Meski otak berdirinya Daulah Abbasiyah bukan dirinya. tetapi masyarakat melihat Abu Muslim adalah orang yang paling berjasa membesarkan daulah tersebut. Ia pun memerintahkan Abu Muslim al-Khurasani untuk menumpas kekuatan Abdullah bin Ali. ia mengutus seorang cendekiawan. Setelah itu ia diadili dan dijatuhi hukuman mati pada tanggal 30 Syakban 137 H. Abu Ja’far al-Mansur segera bertindak. Dengan kepiawaiannya. Ibid. Berita ini langsung diketahui oleh Al-Mansur. Sebagai penguasa ia sangat keras dan kejam terhadap musuh-musuh negara. Akhirnya Abdullah bin Ali dapat ditawan dan kemudian dipenjarakan seumur hidup sampai meninggal di penjara. Sebagai seorang politikus ulung. Abu Hamid Al-Harwari.35 Al-Manshur selama menguasai pemerintahan selama lebih kurang 22 tahun.34 Kemenangan perang melumpuhkan Abdullah bin Ali membuat nama Abu Muslim Al-Khurasani kian cemerlang..Saffah telah wafat. 82. h. Abdullah bin Ali langsung pergi ke Haran untuk mengumpulkan pasukannya guna mengadakan penyerangan. Abu Hamid berhasil membujuk Abu Muslim untuk memenuhi undangan Khalifah Abu Ja’far ke ibukota Hasyimiyah. Untuk melumpuhkan lawan politiknya itu. Ketika mendengar gelagat tersebut. 15 . Setiap perkumpulan. Ketika tiba di Hisyamiyah. Ia adalah pendiri Dinasti Abbasiyah yang sesungguhnya. ia tak mau berbuat gegabah. Ia memiliki beberapa karakter yang saling bertentangan. Al-Manshur adalah penguasa Abbasiyah pertama yang memecah 34 35 Ibid.

Sebagai seorang Muslim. sementara itu pakar-pakar (ulama) timur diberi kedudukan yang tinggi. Ia wafat dalam usia 63 tahun dan memerintah selama 22 tahun. Sejarah. h. sejarah. paman nabi Muhammad Saw. Kesimpulan Dinasti Abbasiyah merupakan kelanjutan dari pemerintahan Dinasti Umayyah.. Pada masa pemerintahannya ini. pribadi al-Manshur adalah saleh dan penuh keteladanan. dan timbulnya kekecewaan masyarakat agamis dan keinginan mereka memiliki pemimpin kharismatik.persatuan kelompok Abbasiyah dan Syiah yang sebelumnya telah bersatu. Pakaian kebesaran Persia dijadikan sebagai pakaian resmi kenegaraan. 16 . pecahnya persatuan antarsukusuku Arab. 83. Bangsa Arab mulai kehilangan perannya tidak hanya dalam bidang militer namun juga dalam peran-peran sosial lainnya. Dinamakan Dinasti Abbasiyah karena para pendirinya keturunan Abbas. terutama pada saat terjadinya Perang Karbala. Sejarah Islam. Perlawanan kelompok Syiah juga merupakan faktor yang berperan. kedokteran dan khususnya astronomi dipelajari dan berkembang dengan pesat. berbagai disiplin ilmu seperti kepustakaan. 38 Bastoni. Di mana pada peperangan tersebut Husain terbunuh dengan sangat mengenaskan.37 Menjelang penghujung 158 H. Namun. Khalifah Al-Mansur berangkat ke Mekkah untuk menunaikan ibadah haji. Kelompok ini tidak pernah melupakan perlakuan kejam penguasa pemerintah Dinasti Umayyah terhadap keturunan Ali.36 Pada masa pemerintahannya ini negeri-negeri Timur mulai mengembangkan tata kehidupan negeri Barat.364.38 E. Jenazahnya dibawa dan dikebumikan di Baghdad. Ia juga seorang ahli dalam bidang seni dan ilmu pengetahuan. h. Kemunculan Dinasti ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya kekecewaan kelompok Mawalli terhadap Dinasti Umayyah. h. 362. Ibid. Hal ini memicu kemarahan bagi orang- 36 37 Ali. dalam perjalanan ia sakit lalu meninggal dunia. karena itu ia mendirikan semacam yayasan wakaf dan sejumlah pendidikan di berbagai penjuru.

Gelar tersebut diberikan orang-orang karena ia terkenal dengan sifat yang tidak kenal belas kasihan terhadap Bani Umayyah. 1986. Hamka. Jakarta: Al-Kautsar. 2008.775 M). 1989. sehingga mereka bersatu dengan satu tekad ingin menumbangkan kekuasaan Bani Umayyah. 2003. Sejarah Para Khalifah. 1542. Tarikh Islam..Raja Grafindo Persada. Masudul. ia terkenal dengan gelar al-saffah (penmpah darah). Jakarta: PT. Hepi Andi. Bastoni.orang Syiah. History of Islam. Fuad Muh. Abu Ja’far al-Manshur (137-159 H/ 754. Fachruddin. Jakarta: Bulan Bintang. Jakarta: Bulan Bintang. Jakarta: DEPAG RI. K. 1985. cet. Hal itu dikarenakan dendamnya yang begitu besar. Perkembangan Kebudayaan Islam. Dinasti Abbasiyah didirikan oleh Abu Abbas al-Saffah ( 133-137 H/750754 M). DAFTAR PUSTAKA Abyan. Sejarah Umat Islam. 17 . India: Adam Publisher. Amir. Sejarah Islam (Tarikh Pramodern). Kemudian dilanjutkan oleh saudaranya.. Ali. Hasan.vi.

Jakarta: UIP Press. Islam Ditinjau dari Berbagai Aspeknya. Cambridge: At The University Press. dan Budaya Umat Islam. Sejarah Peradaban Islam: Dirasah Islamiyah II. (terj) Mulyadhi Kartanegara. Sejarah Daulat Abbasiyah I. Serambi Ilmu Semesta. Bandung: Pustaka Bani Quraisy. 18 . Jakarta: PT. Thohir. A Little History of the ‘Arabs. 2004. 1956. Markus Hattstein and Peter Deliau (ed). Reynold A. Nicholson. 1977. Hitti. 1981. Badri. Islam its Concept and History. History of the Arab. Lapidus. 1986. Politik. Jakarta: PT. Cambridge: Cambrigde University Press. 2008. Jaih. Sosial. Raja Grafindo Persada. 1997. Perkembangan Peradaban di Kawasan Dunia Islam Melacak Akarakar Sejarah. Ajid.. Yatim. Nasr. 1988. Harun. A History of Islamic Studies. 2002.. Konemann. New Delhi: Kitab Bhavan. A. Nasution. Syalabi. 2001. Sejarah Peradaban Islam. terj. Jakarta: PT. Sou’yb. Syed Mahmud. t. The Venture of Islam: Imam dan Sejarah dalam Peradaban Dunia. Mubarok.t.Hasan. Ira M. Berlin: CDN Pressing. Cecep Lukman Yasin dkk. Raja Grafindo Persada. Jakarta: Kalam Mulia. Sejarah dan Kebudayaan Islam. Islam Art and Architecture. Hodghson. 1993. Ibrahim Hasan. Philip K. Jakarta: Bulan Bintang. Joesoef. Jakarta: Paramadina. Jakarta: Pustaka al-Husna. Sejarah dan Kebudayaan Islam 2. 2004.

19 .

20 .

21 .

22 .

23 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful