P. 1
ASAL USUL ABBASYAH

ASAL USUL ABBASYAH

|Views: 1,976|Likes:
Dipublikasikan oleh Kakak Biah

More info:

Published by: Kakak Biah on Mar 19, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/15/2014

pdf

text

original

ASAL-USUL, LATAR BELAKANG DAN PENGGAGAS BANI ABBASYIAH Oleh: Nursri Hayati 08 PEDI 1243 A.

Pendahuluan Dalam konteks kesejarahan, Islam merupakan suatu kekuatan yang memiliki keistimewaan yang tidak tertandingi. Jargon Islam sebagai negara dan kekuatan politik nampak pada masa lalu yang diwakili dengan kemunculan dinasti-dinasti yang amat berperan dalam peradaban dunia. Mulai dari zaman nabi Muhammad di Madinah, masa Khulafaurrasyidin, Dinasti Umayyah, Dinasti Abbasiyah dan lain-lainnya sebagaimana yang diterangkan oleh Harun Nasution ketika membagi periodisasi sejarah umat, yaitu klasik, pertengahan dan periode modern.1 Awal kekuasaan Dinasti Abbas ditandai dengan pembangkangan yang dilakukan oleh Dinasti Umayyah di Andalusia (Spanyol). Di satu sisi, Abd alRahman al-Dakhil bergelar amir (jabatan kepala wilayah ketika itu); sedangkan di sisi lain, ia tidak tunduk pada khalifah yang ada di Baghdad. Pembangkangan Abd al-Rahman al-Dakhil terhadap Bani Abbas mirip dengan pembangkangan yang dilakukan oleh Muawiyah terhadap Ali Ibn Abi Thalib. Dari segi waktu memerintah, kekuasaan Dinasti Abbas termasuk lama, yaitu sekitar lima abad. Pusat peradabannya adalah Iraq (Babylonia), yang terkenal dengan kota Metropolis Baghdad.2 Ira M.Lapidus menyederhanakan fase Dinasti Bani Abbas menjadi dua: pertama, masa awal Dinasti Bani Abbas (750-833 M) dan masa kemundurannya (833-945 M).3 Bojane Gajane Stryzewska seperti dikutip oleh Badri Yatim membagi Dinasti Bani Abbas menjadi lima periode, yaitu:
1

Harun Nasution, Islam Ditinjau dari Berbagai Aspeknya, (Jakarta: UIP Press, 1986), h.

56.
2 Reynold A. Nicholson, a Litte History of the ‘Arabs, (Cambridge: At The University Press, 1956), h. 254. 3 Ira M. Lapidus, A History of Islamic Studies, (Cambridge: Cambrigde University Press, 1988), h.87.

1

1. Periode Pertama (132 H/750 M- 232 H/847M), disebut periode pengaruh Persia pertama. 2. Periode Kedua (232H/847M- 334 H/945M), disebut pengaruh Turki Pertama 3. Periode Ketiga (334 H/945 M- 447 H/1055 M), masa kekuasaan dinasti Buwaihi dalam pemerintahan khalifah Abbasiyah. Periode ini disebut juga masa pengaruh Persia kedua. 4. Periode Keempat (447 H/1055 M- 590 H/1194 M), masa kekuasaan dinasti Bani Saljuk dalam pemerintahan khalifah Abbasiyah, biasanya disebut juga dengan masa pengaruh Turki kedua. 5. Periode Kelima ( 590 H/1194 M- 656 H/1258 M), masa khalifah bebas dari pengaruh dinasti lain, tetapi kekuasaannya hanya efektif di sekitar kota Bagdad.4 Namun, dalam makalah ini penulis hanya akan membahas mengenai asal usul, latar belakang serta penggagas terbentuknya Bani Abbas. B. Asal Usul Bani Abbasiyah Babak ketiga dalam drama besar politik Islam dibuka dengan peran penting yang dimainkan oleh Khalifah Abu al-Abbas (750-754).5 Pemerintahan Daulah Bani Abbasiyah merupakan kelanjutan dari pemeintahan Daulah Bani Umayyah yang telah runtuh di Damaskus. Dinamakan kekhalifahan Abbasiyah karena para pendiri dan penguasa daulah ini adalah keturunan Abbas, paman nabi Muhammad Saw. Imam Muhammad bin Ali berpendapat bahwa pemindahan kekuasaan dari keluarga yang satu ke keluarga yang lain harus memiliki kesiapan jiwa dan semangat rakyat. Dia menyadari bahwa perubahan secara tiba-tiba bisa berakhir dengan kegagalan. Oleh karena itu sangat diperlukan pemikiran yang dapat memperhitungkan keadaan untuk melancarkan propaganda dengan atas nama orang yang terpilih dari keluarga nabi Muhammad.6
4

Badri Yatim, Sejarah Peradaban Islam, (Jakarta: PT.Raja Grafindo Persada, 2004), h.

49-50. Philip K.Hitti, History of the Arab, terj. Cecep Lukman Yasin dkk, (Jakarta: PT. Serambi Ilmu Semesta, 2008), h. 358. 6 Amir Abyan, Tarikh Islam, (Jakarta: DEPAG RI, 1986), h. 75.
5

2

yaitu gagasan negara teokrasi. Itulah sebabnya kedua keturunan ini sama-sama mengklaim bahwa jabatan khalifah harus berada di tangan mereka. Ali bin Abi Thalib dan nabi Muhammad. Ia juga dikelilingi oleh para pakar hukum yang ia sokong. Mesin propaganda sangat terorganisir untuk menjatuhkan kepercayaan publik terhadap Dinasti Fuad Muh. khalifah mengenakan jubah (burdah) yang pernah dikenakan oleh saudara sepupunya. 7 3 . dalam berbagai kesempatan seremonial. h. Sedangkan keturunan dari anak perempuan tidak mewarisi pusaka datuk dengan adanya pihak ashabah.Secara kronologis. dan menjadi penasehat dalam urusan-urusan negara. Fachruddin. Akan tetapi Bani Abbas merasa lebih berhak mewarisi Rasulullah karena beranggapan bahwa moyang mereka adalah paman Rasulullah. 8 Hitti. nabi Muhammad Saw. History of . Perkembangan Kebudayaan Islam. Hal ini menunjukkan kedekatan pertalian keluarga antara Bani Abbas dengan nabi. Pusaka tidak boleh diperoleh sepupu. (Jakarta: Bulan Bintang. di sisi singgasana khalifah tergelar karpet yang digunakan sebagai tempat eksekusi. orang Abbasiyah mengklaim dirinya sebagai pengusung konsep sejati kekhalifahan.8 Al-Saffah menjadi pendiri Dinasti Arab Islam ketiga. Ketika berhasil merebut kekuasaan.358. nama Abbasiyah menunjukkan nenek moyang dari alAbbas. Julukan itu merupakan pertanda buruk. Secara umum sebenarnya keturunan Ali bin Abi Thalib lebih dekat kepada Fatimah sebagai anak perempuan Rasulullah dan Ali adalah sepupu sekaligus menantu beliau. Untuk pertama kalinya dalam sejarah Islam. yang menggantikan pemerintahan sekuler (mulk) Dinasti Umayyah. 1985). penumpah darah. seperti ketika dinobatkan sebagai khalifah dan pada shalat Jumat. jika ada paman. h. 73. yang kemudian menjadi julukannya. karena Dinasti yang baru muncul ini mengisyaratkan bahwa mereka lebih mengutamakan kekuatan dalam menjalankan kebijakannya. Sebagai ciri khas kegemaraan dalam istana kerajaannya. Keluarga Abbas mengklaim bahwa setelah wafatnya Rasulullah merekalah yang merupakan penerus dan penyambung keluarga Rasul.7 Khalifah Abbasiyah pertama menyebut dirinya al-saffah.

vi. h. 10 4 . 64.h. History of.Umayyah kini digunakan dengan baik untuk menjaga kepercayaan publik terhadap Dinasti Abbasiyah. Di setiap daerah dibentuk perwakilan. maka propaganda tersebut mendapatkan simpati sangat besar dari berbagai kalangan. Dinasti Abbasiyah merupakan kerajaan SILSILAH KETURUNAN ALI11 Abd al-Muthalib 9 Ibid. Di antara propagandis terkenal yang berhasil menarik banyak masyarakat ialah Abu Muslim al-Khurasany. (Jakarta: Bulan Bintang. 1989). Dinasti Umayyah terdiri atas orang Arab. Sejarah Umat Islam.359. 362. Kufah. cet. tetapi menggunakan Bani Hasyim dengan maksud untuk mencegah perpecahan antara orang Syi’ah pengikut Ali dan yang mendukung Bani abbas. sehingga berdatangan orang-orang yang menyatakan sumpah setia kepada keluarga Bani Abbas. terdapat perbedaan mendasar antara Dinasti Umayyah dan Abbasiyah.10 Dalam suatu hal. sementara Dinasti Abbasiyah lebih bersifat international. Irak dan bahkan sampai ke Mekkah.. Dengan tekad kuat dan kerja keras ia dapat meyakinkan rakyat Marwa. 11 Hitti. Abu Muslim menyambut bai’at rakyat Marwa tersebut. h. Dalam usaha menyebarkan propaganda itu dijelaskan tujuan mereka yaitu untuk menuntut keadilan dan kebijaksanaan dari pemerintah Daulah Bani Umayyah di Damaskus. Hamka.9 Propaganda yang semula dilakukan oleh Muhammad bin Ali tidak memakai dan menonjolkan nama Bani Abbas. karena kedua golongan itu masih termasuk keluarga Bani Hasyim. Untuk melaksanakan propaganda itu mereka mengangkat dua belas orang propagandis terkenal yang disebut ke daerah-daerah Khurasan. sehingga mereka berada di pihak Bani Abbas. Kemudian ia melanjutkan usahanya ke daerah Khurasan dan daerah-daerah lain di sekitarnya. Setelah itu. . Dengan siasat demikian.

762) SILSILAH KEKHALIFAHAN BANI ABBASIYAH: ABBAS pendiri Bani Abbasiyah Ibnu Abbas Ali Muhammad 5 .763) MUHAMMAD (w.‘Abdullah Al-‘Abbas Abu Thalib (leluhur khalifah Abbasiyah) MUHAMMAD FATHIMAH + Al-Hasan Al-Hasan ‘Abdullah Ali al-Husayn IBRAHIM (w.

AL-MUTTAQI (k. 785-786 Ibrahim al-Mubarak 6. ALMUKTAFI (k. ALMU'TADHID (k. AR-RADHI (k. 869-870) 13. 902-908) 18. AS-SAFFAH (k. 775-785) 5. 847-861) 12. AL-MA'MUN (k. 940-944) 23. 870-892) 16. 754-775 Musa 3. AL-MU'TAZZ (k. AL-MUTHI' (k. AL-HADI (k. 750-754) 2. 946-974) 25. 934-940) Ishaq 21. 786-809) 4. 833-842 al-Qasim al-Mu'taman 9. ALMUSTAKFI (k.Ibrahim 1. ALMUHTADI (k. AL-MUNTASHIR (k. AL-MAHDI (k. AR-RASYID (k. 944-946) 20. AL-MU'TASIM (k. 813-833) 8. AL-AMIN (k. 862-866) 14. AL-MU'TAMID (k. ATH-THA'I 6 . AL-MUQTADIR (k. AL-WATSIQ (k. 892-902) 17. 842-847) 10. 908-935) 19. ALMUTAWAKKIL (k. AL-MANSUR (k. 932-934) 22. AL-QAHIR (k. AL-QADIR 24. 809-813) 7. 866-869) 11. AL-MUSTA'IN (k. 861-862) al-Muwaffaq 15.

ALMUSTANSHIR (k. AL-MUQTAFI (k. ALMUSTARSYID (k. AL-MUQTADI (k. 1135-1136) 32. AL-QA'IM (k. 1031-1075) 27. 1160-1170) 33. 974-991) 26.(k. AZH-ZHAHIR (k. 1118-1135) 30. 1136-1160) 30. 991-1031) (k. AL-MUSTANSHIR II Berkuasa di Kairo 36. AR-RASYID (k. 1094-1118) 29. 1226-1242) 7 . AL-MUSTAZHIR (k. 1170-1180) 34. 1225-1226) 1. ALMUSTADHI' (k. AN-NASHIR (k. ALMUSTANJID (k. 1180-1225) 35. 1075-1094) 28.

Ibrahim bin Muhammad mendeklarasikan gerakannya di Khurasan melalui panglimanya. ALMUSTA'SHIM (k.14 Pada 125 H. Hasil besar yang telah dicapai oleh Dinasti Abbasiyah dimungkinkan karena landasannya telah dipersiapkan oleh Umayyah dan Abbasiyah memanfaatkannya. Maka. 1993). Ia telah banyak belajar dari kegagalan yang telah dialami oleh pengikut Ali (kaum Syiah) dalam melawan Dinasti Umayyah. gerakan Abbasiyah semakin gencar. Gerakannya begitu rapid an tersembunyi sehingga tidak diketahui pihak Bani Umayyah. Latar Belakang Terbentuknya Bani Abbasiyah Dinasti Abbasiyah mewarisi imperium dari Dinasti Umayyah. h. Sejarah dan Kebudayaan Islam. 15 8 . h. Dari itulah Muhammad bin Ali al-Abbas mengatur pergerakannya secara rapi dan terencana. Namun. para aktivisnya membawa-bawa nama Bani Hasyim. Abu Muslim Al-Khurasani. 1981). Hal ini bias dimaklumi krena dalam melakukan aksinya.15 12 Syed Mahmud Nasr. gerakan ini juga didukung oleh kalangan Syiah. secara tidak langsung orang-orang Syiah merasa disertakan dalam perjuangan mereka. Empat tahun kemudian. gerakan ini diketahui oleh Marwan bin Muhammad.13 Dinasti Abbasiyah didirikan secara revolusioner dengan menggulingkan kekuasaan Dinasti Umayyah. 2008).77. Ibrahim pun ditangkap dan dipenjarakan. (Jakarta: Pustaka al-Husna. Selain itu. Kegagalan ini terutama karena kurang terorganisir dan kurangnya perencanaan. bukan Bani Abbas. (New Delhi: Kitab Bhavan. A. Pelopor utamanya Muhammad bin Ali al-Abbas di Hamimah. saat pemerintahan Bani Umayyah tengah mengalami kemunduran. Khalifah terakhir Bani Umayyah. Syalabi. 185. Sejarah. Sejarah Para Khalifah. 1242-1258) C. h.37. Islam its Concept and History. 77. 13 14 12. (Jakarta: Al-Kautsar. Hepi Andi Bastoni. khalifah kedelapan Bani Umayyah.12 Gerakan Abbasiyah sudah berlangsung sejak masa pemerintahan Umar bin Abdul Aziz. h. 10Bastoni.

Pasukan militer menuntut haknya untuk berperan dalam diwan-diwan kemiliteran. h. Menurut mereka negara seharusnya dipimpin oleh penguasa yang memiliki integritas keagamaan dan politik.18 Golongan agamis merasa kecewa terhadap pemerintahan Bani Umayyah karena corak pemerintahannya yang sekuler. h. dan tidak selalu bebas dari kewajiban membayar pajak kepala yang biasa dikenakan terhadap nonMuslim. kenyataan yang bahkan diakui oleh bangsa Arab sendiri. Di antaranya adalah: meningkatnya kekecewaan kelompok Mawali terhadap Dinasti Bani Umayyah. Hal lain yang semakin menegaskan kekecewaan mereka adalah kesadaran bahwa mereka memiliki budaya lebih tinggi dan lebih tua. Pecahnya persatuan ini setidak-tidaknya ditandai dengan timbulnya fanatisme kesukuan Arab Utara yakni kelompok Mudariyah 16 K. 18 Hitti. 95. doktrin Syiah menyebar ke Persia. Di tengah-tengah massa yang kecewa itulah kelompok Syiah-Abbas menemukan lahan yang subur untuk melakukan propaganda. diperlakukan sebagai masyarakat kelas dua. dan menancapkan akarnya terutama di propinsi timur laut. 353. (Jakarta: PT. Para petani yang memeluk Islam menuntut hak terhadap pembebasan dari pungutan pajak yang mana mereka harus dibedakan dari kalangan non-Muslim. sementara itu bangsa Arab menduduki kelas bangsawan. Mereka tersingkir dalam urusan pemerintahan dan dalam kehidupan sosial. Sejarah Sosial . yang selalu menjadi pendukung setia kelompok Ali. Selain hal tersebut. h. mereka secara umum diposisikan sebagai kalangan mawla’ (mantan budak). bahkan para penguasa Arab selalu memperlihatkan sikap permusuhan terhadap mereka. yang wilayahnya jauh lebih besar daripada saat ini. pecahnya persatuan antarsuku-suku bangsa Arab. 2003). Khurasan. 347. yakni orang-orang non-Arab yang telah memeluk agama Islam.Ali. 17 9 . Sejarah Islam (Tarikh Pramodern). dan timbulnya kekecewaan masyarakat agamis dan keinginan mereka memiliki pemimpin kharismatik. Dari Irak.16 Kelompok Mawali17. Lihat Lapidus. Perpecahan antarsuku-suku bangsa Arab muncul kembali selama pemerintahan Bani Umayyah.Terdapat beberapa faktor yang mendukung keberhasilan pembentukan Dinasti ini.Raja Grafindo Persada. History of. Kelompok Mawalli bekerja sebagai tentara di bidang kemiliteran dan sebagai administrator dalam birokrasi kepemerintahan menuntut persamaan status dan privilise dengan kelompok Arab.

yakni Abu Muslim alKhurasani. 10 . Umayyah terhadap keturunan Ali. Juga yang lebih penting adalah bangkitnya gerakan Hasyimiyah. Pada awalnya gerakan ini berkembang di Khurasan sebagai gerakan propaganda rahasia dengan pemimpin Abu Muslim. Di antara situasi-situasi yang mendorong berdirinya Dinasti Abbasiyah dan menjadi lemah Dinasti sebelumnya adalah: 1. melainkan mereka bergerak atas nama kepentingan umat Islam. timbulnya pertentangan politik antara Muawiyah dengan pengikut Ali bin Abi Thalib. Tokoh-tokoh Bani Hasyim berhasil melancarkan propaganda anti pemerintah di tengah tengah masyarakat Mawalli di Khurasan. dan terjadi persekutuan bersama dengan pemimpin kelompok Mawalli. Kemudian setelah berhasil memperoleh simpati massa dan setelah berhasil menyusun kekuatan militer secara terang-terangan dengan melancarkan upaya strategis untuk menggulingkan kekuasaan Bani Umayyah yang dipandangnya zalim. yang mana sesungguhnya antara kelompok ini bersatu dalam keluarga Hasyim. dan pada sisi lainnya sekaligus mendukung keberhasilan gerakan pembentukan Dinasti Abbasiyah. Selanjutnya. Gerakan anti Umayyah sudah mulai tampak sejak pemerintahan Khalifah Hisyam bin Abdul Malik (724-743). Gerakan anti pemerintahan Dinasti Umayyah semula bergerak tidak atas nama keluarga Hasyimiyah juga tidak atas nama keluarga Abbasiyah. Faktor-faktor di atas pada satu sisi mendukung jatuhnya kekuasaan Dinasti Umayyah. tokoh-tokoh Hasyimiyah juga berhasil menawarkan kerja sama dengan kelompok pendukung Ali (syi’ah).dengan kesukuan Arab Selatan yakni kelompok Himariyah. Mereka bergerak dengan semboyan “demi nama baik keluarga Ali dan demi menciptakan era baru pemerintahan Islam yang damai berkeadilan. sehingga mereka cukup efektif dalam memojokkan Dinasti Umayyah. Bersamaan dengan itu kekuatan militer Dinasti Umayyah semakin melemah. Yakni persekutuan antara kelompok Bani Hasyim. Syi’ah dan kelompok Mawalli. Perlawanan dari kelompok Syi’ah juga merupakan faktor yang sangat berperan.

sehingga faham Syiah menjadi aqidah yang sangat kuat tertanam dalam jiwa mereka. 3. Kematian Husain yang terjadi di Karbala ini –sebagai tempat yang dilumuri darahnya dan darah keluarganya. dan hanya golongan Khawarijlah yang berada pada dar al-Islam. Pemberontakan yang paling dahsyat terjadi di Khurasan. dan kebijakan-kebijakan land form yang kurang adil. dan Budaya Umat Islam. Puncak dari segala pemberontakan ini adalah terjadi peperangan antara kekuatan Abul Abbas melawan pasukan Marwan II. lalu dihukum mati oleh Panglima Shalih bin Ali bin Abdullah Perang yang terjadi pada tanggal sepuluh Muharram tahun 61 H di Karbala. Politik. namun ia selalu diburu dari suatu tempat ke tempat lainnya. 2004). sebelumnya mereka bercerai berai mengingat sebelum Husain terbunuh semangat ingin menjadi anggota Syiah hanya merupakan pemikiran yang bersifat politis teoritis.telah menyalakan api semangat dalam jiwa orang-orang Syiah dan telah mempersatukan barisan. 4. terjadi sejumlah pemberontakan di seluruh wilayah negeri. Pada peperangan tersebut Husain terbunuh dengan sangat mengenaskan. 20 Ajid Thohir.2. bertambah gigihnya perlawanan pengikut Syiah terhadap Umayyah setelah terbunuhnya Husein bin Ali dalam pertempuran Karbala. 6. 19 11 . 226-227. dan berhasil ditangkap di Mesir. akibat pertentangan politik antara Muawiyah dengan Syiah. Sekalipun Marwan berhasil melarikan diri. 5.19 7.20 Pada masa akhir kekuasaan Dinasti Umayyah. Sementara itu. Lihat Hasan Ibrahim Hasan. Di mana peperangan tersebut tidak seimbang. munculnya paham mawali. Pasukan Syria pimpinan Marwan berhasil ditaklukkan oleh pasukan Abul Abbas. Sosial. Sejarah dan Kebudayaan Islam 2. 45. (Jakarta: PT. yaitu paham tentang perbedaan antara orang Islam Arab dengan non-Arab. timbulnya politik penyelesaian khilafah dan konflik dengan cara damai. Raja Grafindo Persada. Barulah sesudah Husain mati terbunuh semangat ingin menjadi penganut paham Syiah benar-benar mengalir dalam darah dan meresap ke dalam hati mereka. h. h. Perkembangan Peradaban di Kawasan Dunia Islam Melacak Akar-akar Sejarah. Kemudian oleh Yazid para isteri Husain dikembalikan ke Madinah. Kepala Husain berhasil diboyong untuk dipersembahkan kepada Yazid bin Muawiyah di Damaskus. adanya konsep hijrah di mana setiap orang harus bergabung dengan golongan Khawarij. belum menyentuh dan belum meresap ke dalam hati orang-orang Syiah. munculnya golongan Khawarij. 2001). yang tidak bergabung dengannya dianggap sebagai orang yang berada pada dar al harb. (Jakarta: Kalam Mulia. adanya dasar penafsiran bahwa keputusan politik harus didasarkan pada Alquran dan oleh golongan Khawarij orang Islam non-Arab. sekitar pertengahan abad ketujuh.

bin Abbas bin Abdul Muthalib. Ada kisah unik yang dipaparkan Imam As-Suyuthi sebagaimana dikutip oleh Hepi Andi Bastoni. Ketika Marwan terbunuh. Khalifah Abul Abbas Ash-Shaffah. itu sudah kita anggap keajaiban paling besar”. Tiba-tiba dating seekor kucing dan menggigit lidah Marwan lalu menelannya! Abdullah bin Ali berkata. Kepalanya dikirim kepada keponakannya.23 Bastoni. h. di Kuffah. 2002). 22 Dengan meninggalnya Marwan. The Venture of Islam: Imam dan Sejarah dalam Peradaban Dunia. h. “Seandainya dunia ini tidak memperlihatkan kepada kita keajaibannya kecuali adanya lidah Marwan dalam mulut kucing. berakhirlah kekuasaan Bani Umayyah begitu juga dengan jatuhnya negeri Syiria. Dinasti Abbasiyah sangat kental dengan aura perpolitikan di mana Abul Abbas al-Shaffah dibantu oleh sekutunya dalam menghancurkan kekuasaan Umayyah. Pada awal kemunculannya. Ibid. 21 Khalifah Marwan wafat pada tahun 132 H dalam usia 62 tahun. (terj) Mulyadhi Kartanegara. 23 Hodghson. Al-Mansur dianggap sebagai tokoh sebenarnya yang mendirikan Dinasti Abbasiyah. 68. Inilah yang menjadikan masa pemerintahan Abu Abbas al-Shaffah yang merupakan founding father Dinasti Abbasiyah berlangsung singkat yaitu antara tahun 750-754 M. sebagai upaya penyelamatan eksistensi Dinasti yang baru ini. 22 21 12 . dengan kejam Abu Ja’far al-Mansur sebagai pemegang tongkat estafet kepemimpinan Abul Abbas membunuh sekutunya (Abu Muslim). khususnya dengan jatuhnya kota Damaskus berakhirlah riwayat Dinasti Umayyah dan bersamaan dengan itu bangkitlah kekuasaan Bani Abbasiyah yang berusaha membuka lembaran baru sejarah Islam. Dalam bahasa Hodgson al-Mansur meneruskan struktur imperial absolutis Abbasiyah yang mirip dengan absolutisme di kalangan orang-orang Sasani. Sejarah. 74. Masa pemerintahannya hanya lima tahun sepuluh bulan. Orang-orang sempat tak memerhatikan penggalan kepala itu. (Jakarta: Paramadina. kepalanya dipotong dan dibawa ke hadapan Abdullah bin Ali.

Dendam itu bermuara dari ungkapan seorang penyair Sadif Asy-Syair yang pada suatu pertemuan berkata: “Janganlah muda terpedaya oleh para lelaki yang memperlihatkan wajah manis. History of. ia mengundang 80 orang di antara mereka ke sebuah undangan makan di Abu Futhrus. sambil diiringi rintihan manusia yang sedang meregang nyawa. 27 Masudul Hasan.29 24 Setelah penobatannya sebagai khalifah.. kemudian menghabisi mereka ketika jamuan makan sedang berlangsung. tempat ia berhasil membangun Dinasti Umayyah baru yang brilian. Setelah menutupi jasad-jasad yang sudah meninggal dan sekarat. (India: Adam Publisher.26 darah. Sejarah Daulat Abbasiyah I.27 Pada 25 Juni 750. History of. (Bandung: Pustaka Bani Quraisy. 356. h. h. h. Penggagas Terbentuknya Bani Abbasiyah Abu Abbas al-Saffah ( 750-754 ) adalah pendiri Dinasti Abbasiyah. 354. Jasad para khalifah di Damaskus. Bahkan jasad yang sudah tak bernyawa sekalipun tidak luput dari kemarahan dan pembalasan dendam orang Abbasiyah. 76. h. ia menyebutkan dirinya sebagai al-saffah yang berarti penumpah Jaih Mubarok. Sejarah Peradaban Islam.D. ia dan para komandannya melanjutkan jamuan makan itu. 28 Hitti. h. Ia meluputkan diri ke Spanyol dan belakangan mendirikan Daulah Umayyah di Andalusia. Hitti. Atas perintahnya. pengakuan publik diberikan di mesjid kepada Abu al-Abbas sebagai khalifah. sebuah kuil kuno di Sungai “Awja” dekat Jaffa. Para agen dan mata-mata disebar ke suluruh dunia Islam untuk memburu dan membunuh keturunan keluarga Umayyah yang melarikan diri. yang beberapa di antara mereka bahkan bersembunyi di perut bumi. 28 Di antara yang selamat pada tragedi itu adalah Abdurrahman bin Muawiyah bin Hisyam bin Abdul Malik. 1977). dan tempat-tempat lainnya digali dari kuburannya.25 Tindakan pertama yang ditempuhnya adalah menyapu bersih anak turun Dinasti Umayyah. 29 Joesoef Sou’yb. h. History of Islam. 355. Pada hari Kamis 30 Oktober 749. lalu dirusak oleh ‘Abdullah.24 Abu Abbas al-Saffah dinobatkan sebagai khalifah pertama Dinasti Abbasiyah oleh pengikutnya pada tahun 133 H/750 M. 2004). sang paman yang bernama Abdullah membantai keturunan Dinasti Umayyah secara licik. (Jakarta: Bulan Bintang. 195. tetapi di 26 25 13 . Sejarah Islam. Ali. Pelarian dramatis ‘Abd al-Rahman ibn Muawiyah ibn Hisyam ke Spanyol. dan ini menjadi julukannya. 1542). 27-28. Qinnasrin.

31 Ketika Khalifah Abul Abbas meninggal. kepada polisi rahasia. Khalifah al-Mansur khawatir pengaruh Abu Muslim terlalu besar terhadap kebijakan pemerintahan Bani Abbasiyah. hanya sekitar lima tahun. Masa pemerintahan Abbas tidak berlangsung lama. Sejarah. kepala jawatan pajak. 33 Kelompok pertama dipimpin Abdullah bin Ali. Masyarakat luas banyak yang menjadi pengikutnya. Pertama yang dilakukan Khalifah Abu Ja’far al-Mansur setelah diangkat menjadi khalifah pada tahun 136 H/ 754 M adalah mengatur politik dan siasat pemerintahan Bani Abbasiyah. begitu juga antara Qadhi (kehakiman). 31 Bastoni. 14 . 80. 30 Ali. Sejarah Islam. Masyarakat luas banyak yang simpati karena dalam melakukan gerakan mereka membawa nama keluarga Nabi Muhammad. 32 Ibid. h. paman Abu Ja’far sendiri. Kelompok ketiga adalah kalangan Syiah yang dipimpin keturunan Ali bin Abi Thalib.Dengan cara demikian ini Abul Abbas membuktikan gelar dirinya sebagai al-Saffah (si penumpah darah atau si haus darah). Abu Ja’far sedang menunaikan haji bersama Panglima Besar Abu Muslim Al-Khurasani. sehingga saat pemerintahannya terjalin kerjasama yang erat antara pemerintah pusat dan daerah.30 Abu Ja’far al-Mansur menjabat sebagai khalifah kedua Bani Abbasiyah menggantikan saudaranya Abul Abbas As-Saffah. sebelum meninggal telah menunjuk saudaranya yang bernama Abu Ja’far al-Manshur sebagai pengganti tahta kerajaan. dan kepala-kepala dinas lainnya. Ibid. orang yang berjasa besar dalam membantu pendirian Bani Abbasiyah. Kegagahan dan keberaniannya dikenal luas. Genggamlah pedang dan angkatlah cemeti agar bumi bersih dari turunan Umayyah”.32 Khalifah Abu Ja’far al-Mansur sangat mewaspadai tiga kelompok33 yang menurutnya dapat menjadi batu sandungan Bani Abbasiyah dan dirinya. Strategi yang dilakukannya adalah melakukan politik pecah belah. Namun. Pengikut Abdullah bin Ali sangat banyak serta sangat berambisi menjadi khalifah. Jalurjalur pemerintahan ditata rapid dan cermat. h. adik kandung Muhammad binAli. Ia mengutus Isa bin Musa kepada Abdullah bin Ali untuk menyampaikan bahwa Abul Abbas Asdalam hatinya tersimpan racun berbisa. Karena keberaniannya dan jasa-jasanya tersebut ia sangat disegani serta dihormati di kalangan Bani Abbasiyah. Kelompok kedua dipimpin Abu Muslim Al-Khurasani. Ia menjabat panglima perang Bani Abbasiyah. Ia meninggal di Istana Ambariyah pada tahun 133 H/ 754 M akibat serangan penyakit cacar. 354. Abu Ja’far al-Mansur adalah putra Muhammad bin Ali bin Abdullah bin Abbas bin Abdul Muthalib yang juga saudara kandung dari Ibrahim Al-Imam dan Abdul Abbas As-Saffah.

Ia memiliki beberapa karakter yang saling bertentangan. Berita ini langsung diketahui oleh Al-Mansur. Untuk melumpuhkan lawan politiknya itu. Mendengat berita tersebut. Al-Manshur adalah penguasa Abbasiyah pertama yang memecah 34 35 Ibid. ia tak mau berbuat gegabah. Sebagai seorang politikus ulung. Dengan kepiawaiannya. Meski otak berdirinya Daulah Abbasiyah bukan dirinya.35 Al-Manshur selama menguasai pemerintahan selama lebih kurang 22 tahun. langsung diantisipasi dan dibubarkan. 15 . Abdullah bin Ali langsung pergi ke Haran untuk mengumpulkan pasukannya guna mengadakan penyerangan. ia mengutus seorang cendekiawan. dan kegiatan apa saja yang dilakukan oleh mereka yang mencurigakan. namun ia adalah seorang kawan yang setia dan baik hati. telah membuktikan prestasi besar dalam mengkonsolidasikan situasi politik. Ia adalah pendiri Dinasti Abbasiyah yang sesungguhnya. Akhirnya Abdullah bin Ali dapat ditawan dan kemudian dipenjarakan seumur hidup sampai meninggal di penjara.34 Kemenangan perang melumpuhkan Abdullah bin Ali membuat nama Abu Muslim Al-Khurasani kian cemerlang. Ketika tiba di Hisyamiyah.Saffah telah wafat.. Setelah itu ia diadili dan dijatuhi hukuman mati pada tanggal 30 Syakban 137 H. Sebagai penguasa ia sangat keras dan kejam terhadap musuh-musuh negara. perserikatan. dan penggantinya adalah Al-Mansur. Abu Hamid berhasil membujuk Abu Muslim untuk memenuhi undangan Khalifah Abu Ja’far ke ibukota Hasyimiyah. Setiap perkumpulan. Abu Hamid Al-Harwari. Abu Muslim diberikan kesempatan beristirahat selama tiga hari sesuai dengan tradisi Arab kala itu. Ia pun memerintahkan Abu Muslim al-Khurasani untuk menumpas kekuatan Abdullah bin Ali. 82. tetapi masyarakat melihat Abu Muslim adalah orang yang paling berjasa membesarkan daulah tersebut. Langkah selanjutnya adalah dengan menutup semua ruang gerak dari kelompok Alawiyyin (pendukung Ali bin Abi Thalib) dan kelompok Abu Muslim Al-Khurasani. h. Abu Ja’far al-Mansur segera bertindak. Ketika mendengar gelagat tersebut. Ibid.

Jenazahnya dibawa dan dikebumikan di Baghdad. Kelompok ini tidak pernah melupakan perlakuan kejam penguasa pemerintah Dinasti Umayyah terhadap keturunan Ali..persatuan kelompok Abbasiyah dan Syiah yang sebelumnya telah bersatu. paman nabi Muhammad Saw. Sejarah Islam. Pakaian kebesaran Persia dijadikan sebagai pakaian resmi kenegaraan. Dinamakan Dinasti Abbasiyah karena para pendirinya keturunan Abbas. dan timbulnya kekecewaan masyarakat agamis dan keinginan mereka memiliki pemimpin kharismatik. terutama pada saat terjadinya Perang Karbala. berbagai disiplin ilmu seperti kepustakaan.38 E. karena itu ia mendirikan semacam yayasan wakaf dan sejumlah pendidikan di berbagai penjuru. 38 Bastoni. pecahnya persatuan antarsukusuku Arab. Ia juga seorang ahli dalam bidang seni dan ilmu pengetahuan. h. sementara itu pakar-pakar (ulama) timur diberi kedudukan yang tinggi. Bangsa Arab mulai kehilangan perannya tidak hanya dalam bidang militer namun juga dalam peran-peran sosial lainnya. 83. dalam perjalanan ia sakit lalu meninggal dunia. h. Sebagai seorang Muslim. sejarah. kedokteran dan khususnya astronomi dipelajari dan berkembang dengan pesat. Perlawanan kelompok Syiah juga merupakan faktor yang berperan. Hal ini memicu kemarahan bagi orang- 36 37 Ali. Sejarah.364. 362. h. 16 .36 Pada masa pemerintahannya ini negeri-negeri Timur mulai mengembangkan tata kehidupan negeri Barat. Pada masa pemerintahannya ini. Ia wafat dalam usia 63 tahun dan memerintah selama 22 tahun. Di mana pada peperangan tersebut Husain terbunuh dengan sangat mengenaskan. Kemunculan Dinasti ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya kekecewaan kelompok Mawalli terhadap Dinasti Umayyah. Namun. Kesimpulan Dinasti Abbasiyah merupakan kelanjutan dari pemerintahan Dinasti Umayyah.37 Menjelang penghujung 158 H. Ibid. Khalifah Al-Mansur berangkat ke Mekkah untuk menunaikan ibadah haji. pribadi al-Manshur adalah saleh dan penuh keteladanan.

1985. Jakarta: Bulan Bintang. 1986. Jakarta: Bulan Bintang. Jakarta: Al-Kautsar. Amir.Raja Grafindo Persada. Kemudian dilanjutkan oleh saudaranya. Dinasti Abbasiyah didirikan oleh Abu Abbas al-Saffah ( 133-137 H/750754 M). Jakarta: PT.. Hal itu dikarenakan dendamnya yang begitu besar. Bastoni. Ali. Hepi Andi. Masudul. Sejarah Para Khalifah. Jakarta: DEPAG RI. Hamka. Sejarah Umat Islam. sehingga mereka bersatu dengan satu tekad ingin menumbangkan kekuasaan Bani Umayyah. cet. Fuad Muh. 17 . 1989. India: Adam Publisher.orang Syiah.vi. 2003.775 M). Abu Ja’far al-Manshur (137-159 H/ 754. Sejarah Islam (Tarikh Pramodern). Gelar tersebut diberikan orang-orang karena ia terkenal dengan sifat yang tidak kenal belas kasihan terhadap Bani Umayyah. Hasan. Fachruddin.. 1542. 2008. Perkembangan Kebudayaan Islam. Tarikh Islam. History of Islam. ia terkenal dengan gelar al-saffah (penmpah darah). K. DAFTAR PUSTAKA Abyan.

Raja Grafindo Persada. Philip K.. Jakarta: UIP Press. 2008. A Little History of the ‘Arabs. Sejarah Peradaban Islam: Dirasah Islamiyah II. (terj) Mulyadhi Kartanegara. Perkembangan Peradaban di Kawasan Dunia Islam Melacak Akarakar Sejarah. Islam Art and Architecture. t. Jakarta: Paramadina. terj. Islam Ditinjau dari Berbagai Aspeknya. dan Budaya Umat Islam. Jakarta: PT.t. Sosial. Badri. Ira M. Sou’yb. Serambi Ilmu Semesta. Sejarah dan Kebudayaan Islam 2. Sejarah Peradaban Islam. Hitti. Sejarah Daulat Abbasiyah I. Nasr. Konemann. Bandung: Pustaka Bani Quraisy.. Ajid. Ibrahim Hasan. Cambridge: Cambrigde University Press. History of the Arab. Lapidus. 2001. Nasution. Yatim. 2002. Cecep Lukman Yasin dkk. Jakarta: Bulan Bintang. Harun. A. 2004. Politik. A History of Islamic Studies. Nicholson.Hasan. Syalabi. Sejarah dan Kebudayaan Islam. Islam its Concept and History. 1981. Jakarta: Kalam Mulia. 1977. 2004. 1988. Hodghson. Raja Grafindo Persada. Reynold A. The Venture of Islam: Imam dan Sejarah dalam Peradaban Dunia. Berlin: CDN Pressing. 1993. 1956. Jaih. Jakarta: Pustaka al-Husna. 1986. Jakarta: PT. Syed Mahmud. Jakarta: PT. Markus Hattstein and Peter Deliau (ed). Cambridge: At The University Press. Joesoef. 1997. Thohir. Mubarok. 18 . New Delhi: Kitab Bhavan.

19 .

20 .

21 .

22 .

23 .

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->