P. 1
Kabupaten Tangerang

Kabupaten Tangerang

|Views: 1,556|Likes:
Dipublikasikan oleh Muhammad Idham Habibie

More info:

Published by: Muhammad Idham Habibie on Mar 19, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/30/2013

pdf

text

original

Kabupaten Tangerang

Peta Kabupaten Tangerang

Selayang Pandang Kabupaten Tangerang termasuk salah satu daerah tingkat dua yang menjadi bagian dari wilayah Propinsi Banten. Terletak pada posisi geografis cukup strategis. Di sebelah utara berbatasan dengan Laut Jawa, sebelah timur dengan Jakarta dan Kota Tangerang, di sebelah selatan berbatasan dengan Kabupaten Bogor. Sedangkan di bagian barat berbatasan langsung dengan Kabupaten Serang. Jarak antara Tangerang dengan pusat pemerintahan Republik Indonesia, Jakarta, sekitar 30 km, yang bisa ditempuh dengan waktu setengah jam. Keduanya dihubungkan dengan lajur lalu lintas darat bebas hambatan Jakarta-Merak yang menjadi jalur utama lalu lintas perekonomian antara Pulau Jawa dengan Pulau Sumatera. Dari 200 Juta lebih penduduk Indonesia, mayoritas terkonsentrasi di kedua pulau tersebut (Pulau Jawa 120 juta jiwa dan Sumatera 40 juta jiwa). Pertumbuhan penduduk daerah ini cukup pesat. Total penduduk 2.959.600 jiwa, rata-rata pertumbuhan 4,32% per tahun yang didominasi oleh kelompok umur berusia muda. Kelompok umur 0-14 tahun berjumlah 1.195.589 jiwa atau sebesar 40%. Kelompok umur 15-64 tahun sebesar 1.709.158 jiwa atau 57,6%. Sedangkan pada kelompok umur 65 tahun ke atas sebanyak 65.853 jiwa atau 2,2%. Luas wilayah Kabupaten Tangerang 111.038 ha. Dibagi ke dalam 36 kecamatan dan 316 desa. Keseluruhan kondisi wilayah memiliki topografi yang relatif datar dengan kemiringan tanah ratarata 0-3% menurun. Ketinggian wilayah sekitar antara 0-85 m di atas permukaan laut. Curah hujan setahun rata-rata 1.475 mm dan temperatur udara berkisar antara 23 °C - 33 °C. Iklim ini

dipengaruhi oleh wilayah di bagian utara yang merupakan daerah pesisir pantai sepanjang kurang lebih 50 km. Wilayah Tangerang juga dibagi ke dalam tiga wilayah pusat pertumbuhan, yaitu Serpong, Balaraja dan Tigaraksa serta Teluknaga. Pusat Pertumbuhan Serpong meliputi enam kecamatan, yaitu Serpong, Ciputat, Pondok Aren, Legok dan Curug yang menjadi pusat pertumbuhan pemukiman. Pusat Pertumbuhan Balaraja dan Tigaraksa . Berupa kawasan industri, pemukiman dan pusat pemerintahan. Meliputi delapan kecamatan, yaitu Balaraja, Rajeg, Pasar Kemis, Tigaraksa, Kresek, Cisaka, Cikupa, Kronjo, Jayanti, Jambe dan Panongan. Pusat Pertumbuhan Teluknaga . Meliputi lima kecamatan, yaitu Teluknaga, Kosambi, Sepatan, Mauk, Pakuhaji, Kemiri dan Sukadiri. Diarahkan untuk pengembangan sektor pariwisata bahari dan alam, industri maritim, pelabuhan laut, perikanan dan pertambakan. Sejarah Kabupaten Tangerang Kabupaten Tangerang sejak ratusan tahun lalu sudah menjadi daerah perlintasan perniagaan, perhubungan sosial dan interaksi antardaerah lain. Hal ini, disebabkan letak daerah ini yang berada di dua poros pusat perniagaan Jakarta - Banten. Berdasarkan catatan sejarah, daerah ini sarat dengan konflik kepentingan perniagaan dan kekuasaan wilayah antara Kesultanan Banten dengan Penjajah Belanda. Secara tutur-tinular, masa pemerintahan pertama secara sistematis yang bisa diungkapkan di daerah dataran ini, adalah saat Kesultanan Banten yang terus terdesak agresi penjajah Belanda lalu mengutus tiga maulananya yang berpangkat aria untuk membuat perkampungan pertahanan di Tangerang. Ketiga maulana itu adalah Maulana Yudanegara, Wangsakerta dan Santika. Konon, basis pertahanan merka berada di garis pertahanan ideal yang kini disebut kawasan Tigaraksa dan membentuk suatu pemerintahan. Sebab itu, di legenda rakyat cikal-bakal Kabupaten Tangerang adalah Tigaraksasa [sebutan Tigaraksasa, diambil dari sebutan kehormatan kepada tiga maulana sebagai tiga pimpinan = tiangtiga = Tigaraksa]. Pemerintahan ketiga maulana ini, pada akhirnya dapat ditumbangkan dan seluruh wilayah pemerintahannya dikuasai Belanda, berdasar catatan sejarah terjadi tahun 1684. Berdasar catatan pada masa ini pun, lahir sebutan kota Tangerang. Sebutan Tangerang lahir ketika Pangeran Soegri, salah seorang putra Sultan Ageng Tirtayasa dari Kesultanan Banten membangun tugu prasasti di bagian barat Sungai Cisadane [diyakini di kampung Gerendeng, kini]. Tugu itu disebut masyarakat waktu itu dengan Tangerang [bahasa Sunda=tanda] memuat prasasti dalam bahasa Arab Gundul Jawa Kuno, "Bismillah peget Ingkang Gusti/Diningsun juput parenah kala Sabtu/Ping Gangsal Sapar Tahun Wau/ Rengsenaperang netek Nangeran/Bungas wetan Cipamugas kilen Cidurian/Sakabeh Angraksa Sitingsun Parahyang"

Kemudian pada tanggal 29 April 1943 dibentuklah beberapa organisasi militer. Lalu. diantaranya yang terpenting ialah Keibodan [barisan bantu polisi] dan Seinendan [barisan pemuda]. Apalagi setelah diterbitkannya Inpres No. lalu lama-kelamaan berubah sebutan menjadi Tangerang.Arti tulisan prasasti itu adalah: "Dengan nama Allah tetap Yang Maha Kuasa/Dari kami mengambil kesempatan pada hari Sabtu/Tanggal 5 Sapar Tahun Wau/Sesudah perang kita memancangkan tugu/Untuk mempertahankan batas timur Cipamugas [Cisadae] dan barat Cidurian/ Semua menjaga tanah kaum Parahyang" Diperkirakan sebutan Tangeran. sebagian besarnya adalah orang-orang Cina kaya sehingga lahir masa tuan tanah di Tangerang. Berdasar Kan Po No. telah terjadi beberpa peristiwa besar yang melibatkan tentara dan rakyat Kabupaten Tangerang dengan pasukan Jepang dan Belanda. kelahiran pemerintahan daerah ini adalah pada tanggal 27 Desember 1943. Belanda pun membentuk pemerintahan kabupaten yang lepas dari Banten dengan dibawah pimpinan seorang bupati. Pemerintahan Penjajah Belanda berakhir di gantikan Pemerintahan Penjajah Jepang.1809 adalah Kyai Aria Soetadilaga I-VII. Sebab itu . Adapun Tangerang pada waktu itu masih berstatus Gun atau kewedanan berstatus ken (kabupaten). Para bupati yang sempat memimpin Kabupaten Tangerang periode tahun 1682 . dibuat kebijakan sebagian tanah di daerah itu dijual kepada orang-orang kaya di Jakarta. sebab itu Pemerintahan Militer Jepang mulai memikirkan pengerahan pemuda-pemuda Indonesia guna membantu usaha pertahanan mereka sejak kekalahan armadanya di dekat Mid-way dan Kepulauan Solomon. Disusul pemindahan kedudukan Pemerintahan Jakarta Ken ke Tangerang dipimpin oleh Kentyo M Atik Soeardi dengan pangkat Tihoo Nito Gyoosieken atas perintah Gubernur Djawa Madoera. akhirnya penjajah Belanda menghapus pemerintahan di daerah ini dan memindahkan pusat pemerintahan ke Jakarta. Pertumbuhan perekonomian Kabupaten Tangerang sebagai daerah lintasan dan berdekatan dengan Ibukota Negara Jakarta melesat pesat. Pada 8 Maret 1942. maka Panitia Hari Jadi Kabupaten Tangerang menetapkan terbentuknya pemerintahan di Kabupaten Tangerang.13 . Dalam masa-masa proklamasi. Sebagai wujud kekuasaannya. Desakan pasukan Belanda semakin menjadi-jadi di Banten sehingga memaksa dibuatnya perjanjian antar kedua belah pihak pada 17 April 1684 yang menjadikan daerah Tangerang seluruhnya masuk kekuasaan Penjajah Belanda. 34/2604 yang menyangkut pemindahan Jakarta Ken Yaskusyo ke Tangerang. Selanjutnya penetapan ini dikukuhkan dengan Peraturan Daerah Tingkat II Kabupaten Tangerang Nomor 18 Tahun 1984 tertanggal 25 Oktober 1984. Namun terjadi serangan sekutu yang mendesak Jepang di berbagai tempat. Setelah keturunan Aria Soetadilaga dinilai tak mampu lagi memerintah kabupaten Tangerang dengan baik. yaitu Pertempuran Lengkong dan Pertempuran Serpong.

Pakuhaji. Secara Topografi. Secara administratif.93 40.68 34. 6. dan Sepatan.38 Km2 atau 12. 10. pusat pemerintahan Kabupaten Tangerang pun di pindahkan Bupati H. 9. Luas wilayah Kabupaten Tangerang 1. Kronjo. Cisoka . No Kecamatan 1. diberlakukannya perimbangan keuangan pusat dan daerah. 7. 11. 5. 2. sedangkan sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Serang dan Lebak. Kondisi Geografis Kabupaten Tangerang terletak di bagian Timur Propinsi Banten pada koordinat 106°20'-106°43' Bujur Timur dan 6°00'-6°20' Lintang Selatan. Agus Djunara ke Ibukota Tigaraksa. 4. Curug 41. 3. Berdasarkan UU ini wilayah Kota Administratif Tangerang dibentuk menjadi daerah otonomi Kota Tangerang. Tigaraksa Cisoka Solear Jambe Cikupa Panongan Curug Kelapa Dua Legok Pagedangan Serpong Luas Daerah (Km2) 48. Kemiri. adanya revisi pajak dan retribusi daerah.02 42.Tahun 1976 tentang pengembangan Jabotabek. Kresek. serta terbentuknya Propinsi Banten. 2 Tahun 1993 tentang Pembentukan Kota Tangerang.110.57 43. 8. Tanggal 28 Pebruari 1993 terbit UU No. Kabupaten Tangerang terdiri dari 36 Kecamatan. Mauk. 77 Kelurahan dan 251 desa. yang lepas dari Kabupaten Tangerang. Sedangkan dataran tinggi berada di wilayah Bagian Tengah ke arah Selatan. Akhirnya. Dataran rendah sebagian besar berada di wilayah Utara yaitu Kecamatan Teluknaga. sebelah Timur berbatasan dengan Propinsi DKI Jakarta dan Kota Tangerang. 14 Tahun 1995 tentang pemindahan Ibukota Kabupaten Dati II Tangerang dari Wilayah Kotamadya Dati II Tangerang ke Kecamatan Tigaraksa. Kabupaten Tangerang berada pada wilayah dataran yang terdiri dari wilayah dataran rendah dan dataran tinggi. Berkaitan itu terbit pula Peraturan Pemerintah No. Sukadiri. Pemindahan ini dinilai strategis dalam upaya memajukan daerah karena bertepatan dengan penerapan otonomi daerah.99 26.97 Pemekaran dari kec. di mana kabupaten Tangerang menjadi daerah penyanggah DKI Jakarta.72 Keterangan Pemekaran dari kec. pada awal tahun 2000. sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Bogor dan Kota Depok.62 % dari seluruh luas wilayah Propinsi Banten dengan Batas wilayah: Dari sebelah Utara wilayah ini berbatasan dengan Laut Jawa.74 55.06 50.

30. Balaraja Pemekaran dari kec.48 Sukamulya Jayanti 26. 24.3 yang ditunjukan dengan angka harapan hidup sebesar 64.7% dan rata-rata lama . indeks tersebut meningkat menjadi 66 yang ditunjukan dengan angka harapan hidup sebesar 65. 17.7% dan rata-rata lama sekolah mencapai 7. 33. Pada tahun 2006. 35. 21. Sepatan Kecamatan di Kabupaten Tangerang Kondisi Demografi Indeks Pembangunan Manusia (IPM) merupakan indeks gabungan dari tiga komponen. 25.05 Mauk 51.76 Pemekaran dari kec. 36.42 Kemiri 32. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dapat dijadikan tolok ukur dalam menentukan tingkat keberhasilan pembangunan sumber daya manusia di suatu wilayah.60 Gunungkaler Kronjo 68. Pasar Kemis Pemekaran dari kec. 20.66 Ciputat 34.53 Sindang Jaya Rajeg Mekarbaru Balaraja 57.12. indeks pendidikan (angka melek huruf dan rata-rata lama sekolah) serta indeks pengeluaran riil per kapita (daya beli).70 Sukadiri 24. Kresek Pemekaran dari kec.2 tahun. Cisauk Pemekaran dari kec. 15. 18.87 Teluknaga 40.24 Sepatan Timur 35. Serpong Pemekaran dari kec. 14. 19.45 tahun.58 Kosambi 29. Sementara itu indeks pendidikan pada tahun 2003 mencapai 81. 22.91 Kresek 55.38 Setu Pamulang 27. Serpong Utara Cisauk 43. 27.83 Pasar Kemis 60.14 Sepatan 56. 26. Indeks kesehatan pada tahun 2003 di Kabupaten Tangerang mencapai 65. 28. 32. 31. 23. Kronjo Pemekaran dari kec. Ciputat Pemekaran dari kec. yaitu indeks kesehatan (angka harapan hidup).59 Pakuhaji 51.1 tahun. 16.6 yang terdiri dari angka melek huruf 93.96 Ciputat Timur Pondok Aren 28. Indeks ini pun pada tahun 2006 mengalami kenaikan menjadi 82.9 yang terdiri dari angka melek huruf 94. 13. 34. 29. sehingga indeks ini diharapkan dapat menggambarkan dan mewakili indikator-indikator lainnya sebagai indikator pembangunan manusia.

yakni pada tahun 2003 baru sebesar Rp 617.04 23.81% dan disusul tamat SLTP sebesar 17.2) menjadi Rp 621. Namun ternyata.80 17. yakni tamatan SD menjadi 26.8 pada tahun 2005.40 pada tahun 2006. serta meningkatnya angka pengangguran akibat tutup atau tidak berproduksinya beberapa pabrik industri -. 69.42 26.89 0.yang hingga awal Agustus 2007 mencapai 74 pabrik.9 tahun.91 19. pada tahun 2006 . Angka ini hampir mencapai target pemerintah yang dicanangkan dalam program wajib belajar 9 tahun.200. terutama upaya untuk meningkatkan angka partisipasi dan kelulusan pendidikan di Kabupaten Tangerang sempat diramalkan akan mengalami hambatan yang cukup berarti.22 1.94 27.71 1. Meningkatnya indikator-indikator IPM ini secara umum karena adanya program-program pembangunan yang telah dijalankan oleh Pemerintah Daerah dan mendapat dukungan seluruh lapisan masyarakat.00 0. dilihat dari kenaikannya masih cukup rendah sehingga masih diperlukan kebijakan dan program yang dapat segera meningkatkan indeks IPM tersebut.929%. Meskipun demikian.8% dan SLTA sebesar 16.0 Pada tahun 2006 yang berarti menunjukkan peningkatan dari tahun-tahun sebelumnya.92 21. Maka secara keseluruhan. Indeks pendapatan yang menunjukkan kemampuan daya beli secara perlahan mengalami peningkatan setiap tahunnya. komposisi ini berubah secara positif.35%. Prosentase Penduduk Umur 10 Tahun Ke Atas Menurut Ijazah Tertinggi Yang Dimiliki Tahun 2003-2006 Pendidikan Tidak Memiliki Ijasah SD SLTP SLTA DI / DII Akademi / DIII 2003 2004 2005 2006 26.42%.70 19. dan 69. Pembangunan pendidikan.58 20.8 pada tahun 2003. yaitu: 68. tamatan SLTP menjadi 19.29%.18 2. Indikator atau ukuran yang bisa digunakan untuk melihat tingkat kemajuan pendidikan disuatu daerah antara lain adalah dengan melihat prosentase melek huruf.17 23. Hal ini mengingat terjadinya penurunan daya beli masyarakat akibat kenaikan harga BBM dan kenaikan inflasi. kecemasan itu tidak terjadi.75 2.15 .200. rata-rata lama sekolah clan pendidikan tertinggi yang ditamatkan.81 26. Bila komposisi penduduk menurut pendidikan yang tertinggi yang ditamatkan pada tahun 2003 tamatan SD sebesar 27. dan SLTA sebesar 17.00 (indeks sebesar 58.sekolah mencapai 8. Pendidikan Kualitas sumber daya manusia sangatlah bergantung dari pembangunan di bidang pendidikan.30 26.28 1. maka meskipun tidak terlalu signifikan.83 23.72 27.1 pada tahun 2004.62 1.68 23.35 17. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang dihasilkan dari gabungan ketiga indeks tersebut menghasilkan nilai IPM sebesar 70.00 (indeks sebesar 60. baik secara nasional maupun regional.

tidak hanya memperbesar kesempatan masyarakat (khususnya dari masyarakat miskin) dapat memperoleh pendidikan ke jenjang lebih tinggi. antara lain dengan melaksanakan seluruh program kesehatan secara intensif. Sekolah 1. tapi juga dapat meningkatkan akses masyarakat untuk bisa menamatkan pendidikan di perguruan tinggi. 2.47 5. Upaya itu.62 2. Jumlah sekolah di Kabupaten Tangerang selama tahun 2003-2006 tampak dalam tabel berikut: Jumlah Sekolah Tahun 2003-2006 No. S2 dan S3 3. 4. Dengan keadaan tersebut. Berbagai upaya terobosan telah dilakukan agar upaya pembangunan kesehatan lebih berdaya guna dan berhasil guna. Selain sumber daya manusianya. Indikator lain yang bisa kita lihat untuk mengukur pendidikan adalah dengan melihat angka partisipasi murni sekolah.47 Sumber: BPS Kabupaten Tangerang. (Susenas 2003-2006) Berdasarkan tabel di atas. maka pemerintah daerah masih harus bekerja keras untuk dapat meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat. Pemerintah Kabupaten Tangerang telah menetapkan bidang kesehatan sebagai salah satu dari sembilan program prioritas pembangunan. walaupun tamatan jenjang pendidikan lebih tinggi dari pada SD mengalami peningkatan. bidang kesehatan memperoleh porsi cukup . Hal ini dapat juga mengindikasikan bahwa kebutuhan akan pendidikan sampai janjang perguruan tinggi masih perlu memperoleh perhatian besar. berkesinambungan dan terpadu baik lintas program maupun lintas sektoral serta berpihak kepada masyarakat. (Susenas 2003-2006) Kesehatan Dalam upaya mewujudkan masyarakat sehat. 3.S1. namun bila melihat kepentingan masyarakat dan pemerintah dalam menghadapi persaingan (antar daerah dan global). hal yang perlu mendapat perhatian dalam bidang pendidikan adalah menyangkut ketersediaan sarana dan prasaran pendidikannya.47 4. 2003 2004 2005 2006 Negeri Swasta Negeri Swasta Negeri Swasta Negeri Swasta SD 963 114 963 128 958 175 962 185 SLTP 44 151 44 168 58 196 63 216 SMU 14 70 19 75 26 77 34 77 SMK 2 61 5 62 5 64 5 64 Jumlah 1024 396 1031 433 1047 512 1064 542 Sumber: BPS Kabupaten Tangerang. Dari segi anggaran. secara umum hal yang masih perlu mendapatkan perhatian khusus adalah peningkatan prosentase penduduk untuk memiliki ijazah pada jenjang pendidikan menengah dan pendidikan tinggi.

karena kesehatan menyentuh hampir semua aspek kehidupan manusia. sehingga dapat diakses dan dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat hingga ke daerah pedesaan yang umumnya kurang mempunyai kemampuan secara ekonomi.055 1. Tingkat kesehatan yang baik tidak hanya ditentukan oleh fasilitas dan tenaga kesehatan saja tetapi juga sangat dipengaruhi oleh perilaku masyarakat untuk hidup sehat seperti konsumsi air bersih serta fasilitas MCK yang memadai dan juga tingkat kebersihan rumah dan lingkungan. Tempat Tidur di RS 1. sedangkan usia harapan hidup meningkat menjadi 64.20 tahun pada tahun 2003. Bidan 299 335 649 711 79 Sumber: Dinas Kesehatan Kabupaten Tanqerang Upaya pembangunan dibidang kesehatan tersebut. telah berhasill meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Kabupaten Tangerang. JUMLAH FASILITAS KESEHATAN DAN TENAGA KESEHATAN DI KABUPATEN TANGERANG TAHUN 2003-2007 No.85 per 1000 KH pada tahun 2003. . yang tidak lepas dari visi pembangunan Kesehatan Nasional. Rumah Bersalin 54 56 66 68 71 7. Jumlah anggaran bidang kesehatan tahun 2009 sekitar 11 persen dari jumlah APBD Kabupaten Tangerang Rp. dirumuskan visi pembangunan Kesehatan Kabupaten Tangerang. Dokter Umum 315 486 675 812 964 8.278 3. Pembangunan kesehatan yang dilaksanakan selama ini merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari pembangunan nasional. Pustu 35 35 36 36 36 5. Rumah Sakit (RS) 9 9 11 12 13 2.098 1.90 tahun dari 64. Pada tahun 2006 angka kematian bayi dapat diturunkan menjadi 43 per 1000 KH dari 63. Fasilitas dan Tenaga Kesehatan 2003 2004 2005 2006 2007 1. yaitu: "Terwujudnya pembangunan berwawasan kesehatan menuju kabupaten tangerang sehat 2010". Balai Pengobatan 315 397 527 572 616 6. Anggaran tersebut diperuntukkan bagi peningkatan tersedianya fasilitas kesehatan dan tenaga kesehatan dalam upaya mendukung secara langsung keberhasilan pembangunan kesehatan.055 1.178 1. Untuk mendukung upaya tersebut.besar. Puskesmas 40 40 40 40 40 4.6 triliun lebih. Dokter Spesialis 137 173 187 196 234 9. Fasilitas kesehatan selain dibutuhkan dalam jumlah yang memadai juga harus representatif dan menjangkau seluruh daerah/kecamatan secara merata. 1.

Dokter Umum 13 23 18 54 3. Relokasi Puskesmas Unit 0 0 0 1 1 Untuk terlaksananya pembangunan kesehatan tidak lepas dari ketersediaan anggaran. Perluasan Puskesmas Unit 12 1 0 3 4 4. . Pembangunan Polindes Unit 0 0 0 2 2 Rehabilitasi Rmh.2006 No Jenis Tenaga 2003 2004 2005 2006 Jumlah 1.680 rumah tangga atau sekitar 11% jika dibandingkan jumlah rumah tangga yang ada.Potensi sumber daya kesehatan di Kabupaten Tangerang dari tahun ke tahun terus meningkat. Bidan (D III) 20 14 26 60 Jumlah 33 43 59 135 Sedangkan untuk peningkatan sarana pelayanan kesehatan telah dilaksanakan pembangunan sebagai berikut : PEMBANGUNAN FASILITAS PELAYANAN KESEHATAN MASYARAKAT DI KABUPATEN TANGERANG TAHUN 2003 . Pembangunan Pustu Unit 0 1 0 0 2 6. Unit 1 0 0 2 2 Tenaga Medis/Paramedis 9. Sebagai gambaran perkembangan selama tahun 2003-2007 anggaran kesehatan sebagai berikut : Persentase rumah tangga yang menggunakan sarana air bersih di Kabupaten Tangerang tahun 2007 sekitar 371. Fasilitas dan tenaga kesehatan telah tersebar di seluruh kecamatan demikian pula upaya-upaya kesehatan bersumber masyarakat (UKBM). Pembangunan Puskesmas Unit 1 0 0 0 6 2. Dokter Spesialis 3 3 2. Dokter Gigi 6 12 18 4. Perkembangan ketersediaan fasilitas dan tenaga kesehatan selama 5 tahun adalah sebagai berikut : JUMLAH PENGANGKATAN TENAGA KESEHATAN SEBAGAI PTT DAERAH DI KABUPATEN TANGERANG TAHUN 2003 . Rehabilitasi Pustu Unit 0 4 0 3 1 7. Rehabilitasi Puskesmas Unit 2 3 0 3 1 3.2007 No. meskipun jumlahnya belum dapat memenuhi 15% namun dari tahun ke tahun Pemerintah Kabupaten Tangerang terus meningkatkan anggaran kesehatan. Jenis Pembangunan Satuan 2003 2004 2005 2006 2007 1.Dinas 8. Namun angka ini meningkat jika dibandingakan dengan tahun sebelumnya. Peningkatan Puskesmas DTP Unit 0 0 1 0 2 5. Pembangunan RSUD baru Unit 0 0 1 0 0 10.

6% dan perempuan sebesar 19.570 unit. mengurus rumah tangga dan lainnya. Adapun sumber baku dari sungai Cisadane dan air curah yang dibeli dari Mitra Swasta Kabupaten Serang.85% namun yang bersekolah sedikit lebih besar laki-laki yaitu 23.11% yang berarti sekitar 61. 313. Sementara nilai investasi dalam pengembangan proyek ini sekitar Rp.Upaya yang dilakukan pemerintah Kabupaten Tangerang dalam melayani kebutuhan air bersih ini.6% namun yang sekolah sedikit lebih besar laki-laki yaitu 23.9%. seperti bersekolah.824 miliar. TPAK Kabupaten Tangerang tahun 2003 sebesar 61. Namun untuk persentase yang menganggur atau mencari pekerjaan dari kalangan laki-laki juga lebih besar dibanding perempuan.4% sedangkan perempuan hanya 33. Dalam kenyataannya sektor industri lebih banyak menyerap lapangan pekerjaan dibanding sektor-sektor lainnya.61%. dimana mayoritas sebagai pengurus rumah tangga yaitu sebesar 48. Pada tahun 2006. Jayanti. Sepatan. TPAK Kabupaten Tangerang telah mencapai angka sebesar 62. Prosentase angkatan kerja pada tahun 2003 masih didominasi kalangan laki-.43%. Indikator ketenagakerjaan yang dapat memberikan gambaran tentang seberapa besar keterlibatan penduduk dalam kegiatan ekonomi produktif adalah Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK). Namun untuk persentase yang menganggur atau mencari pekerjaan dari kalangan laki-laki juga lebih besar dibanding perempuan. Sebaliknya persentase bukan angkatan kerja didominasi perempuan.57% sedangkan perempuan hanya 31.08% dibanding 41. Sedangkan pada tahun 2006. Dari angka ini laki-laki yang bekerja mencapai 80. setelah selesai masa kontrak Kerjasama.laki yaitu sebesar 68.6%. Persentase angkatan kerja juga masih didominasi kalangan laki-laki sebesar 66.6% dibanding 0. Cikupa dan Pasar Kemis.92%. dimana mayoritas sebagai pengurus rumah tangga yaitu sebesar 47. Balaraja. Ketenagakerjaan Sektor ketenagakerjaan merupakan satu faktor penting bagi pembangunan ekonomi daerah yang pada akhirnya dapat mengurangi angka pengangguran sehingga berdampak memperkecil tingkat kemiskinan pada masyarakat.11% penduduk usia 15 tahun keatas melakukan aktifitas bekerja dan mencari pekerjaan atau terdapat 38. Sebaliknya persentase bukan angkatan kerja didominasi perempuan.63%.98% dan perempuan hanya 27. TPAK adalah persentase penduduk (15 tahun keatas) yang tergolong angkatan kerja. yaitu 51% berbanding 49%.75% dibanding 0. adalah bekerjasama dengan swasta melalui MoU KPS Air bersih yang dilaksanakan di 5 (lima) kecamatan.9% dan perempuan sebesar 21. seluruh aset yang ada menjadi milik pemerintah daerah.6%. . Sebagai daerah sentra industri. yaitu 58.89% dari jumlah penduduk yang berusia 15 tahun keatas yang bukan tergolong dalam Bukan Angkatan Kerja. Dari angkatan kerja tersebut laki-laki yang bekerja mencapai 82. Rencananya penyediaan air minum melalui program kerjasama ini akan menghasilkan kapasitas 900 liter per detik dengan jumlah sambungan sebanyak 65. keterlibatan penduduk dalam sektor ekonomi di Kabupaten Tangerang sebagian besar bekerja pada sektor industri.1% dan perempuan hanya 23.53%. Keuntungan yang diperoleh Pemerintah Kabupaten Tangerang.

040 KK.44% meningkat menjadi 6.600 KK. Laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Tangerang tahun 2003 sebesar 4. 2007). Penyerapan sektor industri pada tahun-tahun belakangan memang mengalami sedikit hambatan. Tentu saja hal ini akan berpengaruh terhadap peningkatan angka pengangguran.Sektor industri sebagai sektor yang paling dominan. .245 KK.356 KK dan sejahtera III Plus sebanyak 52. Masyarakat Kabupaten Tangerang berbahasa Indonesia sebagai bahasa nasional dan bahasa Sunda sebagai bahasa daerah. Sedangkan pada tahun 2006.953 KK. yang harus segera dicarikan jalan pemecahannya. dari 651. Beberapa kesenian yang berkembang sampai saat ini adalah Seni Musik Gambang Keromong dan Tari Krecek yang merupakan tarian pergaulan yang banyak berkembang di kawasan Teluknaga dan Kosambi. Karakter kesenian yang ada di Kabupaten Tangerang adalah perpaduan antara seni budaya Betawi dan Priangan. angka ini lebih tinggi dari angka pada tahun 2004 yang mencapai 6. angka LPE mencapai 6. Pertumbuhan LPE ini seharusnya berdampak pada perubahan ekonomi yang membaik seperti berkurangnya angka pengangguran. Ada juga bahasa Jawa yang merupakan bahasa pendatang dari luar Kabupaten Tangerang yang umumnya para pekerja di kawasan industri KabupatenTangerang. namun ternyata kenaikan LPE ini belum cukup membantu mengurangi angka pengangguran. Terlepas dari sebab-sebabnya. dalam lapangan pekeriaan di Kabupaten Tangerang menyerap rata-rata sebesar 32% pada tahun 2003-2006 dari seluruh penduduk yang berusia 10 tahun keatas.40% ditahun 2005. sejahtera I sebanyak 156. Hal ini menunjukkan semakin pulihnya kondisi perekonomian Kabupaten Tangerang.com. Kultur Budaya Masyarakat Kabupaten Tangerang memiliki kultur budaya campuran Betawi dan Priangan. disusul sektor perdagangan sebesar rata-rata 23% dan sektor jasa sebesar rata-rata 21% sedangkan sektor pertanian hanya menyerap sebesar rata-rata 9%.40%. sejahtera II sebanyak 206. sejahtera III sebanyak 130. Kesenian Daerah Masyarakat Kabupaten Tangerang termasuk masyarakat yang dinamis dan gemar akan kesenian.97%. meskipun belum sepenuhnya keluar dari pengaruh krisis ekonomi berkepanjangan yang melanda perekonomian Indonesia pada umumnya Pada tahun 2005 tingkat pertumbuha riil sektor ekonomi Kabupaten Tangerang sebesar 7. yang jelas menyebabkan berkurangnya kesempatan masyarakat untuk bekerja.40%. tutupnya beberapa pabrik ini. 40% ditahun 2004 dan menjadi 7. mereka yang dikategorikan sebagai penduduk pra sejahtera sebanyak 105. misalnya sampai dengan awal Agustus 2007 sebanyak 74 pabrik tutup atau tidak berproduksi (tempointeraktif. Kehidupan Sosial Masyarakat Sampai dengan tahun 2002.254 KK yang ada di Kabupaten Tangerang. Perkembangan perekonomian Kabupaten Tangerang selama 4 (empat) tahun terakhir terus menunjukkan kecenderungan yang semakin membaik.

00 8.71 5.55 7.35 3.17 4.44%.94 7.77 triliun rupiah.48 7. Gas & Air Bersih Bangunan Perdagangan.31 6.27 8.99 triliun rupiah.04 4. tahun 2005 sebesar 23.27 1.88 4.75 5.97 sejalan dengan meningkatnya angka pengangguran menjadi 18.31 persen pada tahun 2005.10 6. Perekonomian di Kabupaten Tangerang pada tahun 2006 tumbuh sebesar 6.58 2.89 3. Lebih jauh lagi melemahnya LPE ini menambah jumlah penduduk miskin yang pada tahun 2006 meningkat menjadi 13.01 5.31 12.81 2.4 % dari 6. Hotel & Restoran Pengangkutan & Komunikasi Keuangan & Persewaan Jasa-jasa PDRB 2001 2002 2003 2004 2005 4. 53% dari yang terjadi pada tahun 2003.72 10.55 3.66 3. tahun 2004 sebesar 20.14 9.77 6.44 6.41 4.26 Sektor Tersier 6.61 3.83 Sektor Sekunder 4.31 5.96 8.78 8.44 6.2005 ( persen ) Kelompok Sektor 2003 2004 2005 Sektor Primer 1.13 7.41 3.40 7.40 7.97% dimana terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan tahun 2003 yang hanya sebesar 4.57 triliun rupiah.20 6. Artinya pertumbuhan ekonomi yang terjadi di Kabupaten Tangerang tahun 2006 lebih cepat sebesar 2. Sedangkan melemahnva LPE pada tahun 2006 menjadi 6.77 7.4 persen tahun sebelumnya menurunkan pengangguran sekitar 0.31 10.56 triliun rupiah.40 Laju Pertumbuhan Ekonomi ( LPE ) Atas Dasar Harga Konstan Menurut Kelompok Sektor Tahun 2003 .86 8.24% pada tahun 2005.48 3.75 8.35 6.84 10. Pertumbuhan sebesar ini didorong dan dimotori oleh peningkatan yang berarti pada pengeluaran konsumsi rumah tangga dan pembentukan modal tetap bruto.84 7.02 5.16 8.41 9.40 Meningkatnya LPE pada tahun 2005 menjadi 7.Laju Pertumbuhan PDRB Atas Dasar Harga Konstan ( dalam % ) Tahun 2001-2005 Lapangan Usaha Pertanian & Kehutanan Pertambangan & Galian Industri Pengolahan Listrik.PDRB Kabupaten Tangerang atas dasar harga berlaku tahun 2006 sebesar 27.37 8.35 12.14 10.88 5.44 6. PDRB KABUPATEN TANGERANG ATAS DASAR HARGA BERLAKU MENURUT PENGGUNAAN TAHUN 2003-2007 .61 persen.23 persen pada tahun 2006 dibanding 14.07 persen dibandingkan 10.29 7.08 4.56 4.37 3.88 3. dan tahun 2003 sebesar 18.07 PDRB 4.

347.570.837.794.89 11.834.010.597.No.252.980. 9.61 (Dalam Jutaan Rupiah) 2005 2006 Sumber: Badan Pusat Statistik Kabupaten Tangerang Berdasarkan angka-angka pada tabel tersebut terdapat beberapa hal yang harus mendapat perhatian serius. mesin. 44 20.14 41. 115 17.54 LNPRT Pengeluaran Konsumsi 1.31 pada tahun 2005 menjadi 18.33 PDRB 18.631.284. & kulit Barang dari logam.22 394.957.448 batubara.379.270. 8.770.596.524 dan perlengkapannya Kimia.778. Potensi ini ditunjang oleh lokasi Kabupaten Tangerang yang sangat dekat dengan Ibukota dan transportasi yang mudah serta memadai.92 Ekspor 11.704 jiwa (10.33 12. Hal ini memperlancar ekspor barang hasil produksi. 161 28.863. 00 Pemerintah Pembentukan Modal 3.490. Uraian 2003 2004 Pengeluaran Konsumsi 11.750.399.07%) pada tahun 2006.294. dan tembakau 61 7.450.533.59 Rumah Tangga Pengeluaran Konsumsi 157.98 1. 2. terutama pada jenis industri tekstil. 62 12. 86 35.24%) tahun 2005 menjadi 449. 74 13.073. 3.874.459. 59 14. Seperti telah dikemukakan. pakaian jadi.032.930. Kedua.334.084.6 trilyun rupiah.492.34 15.899.90.024. POTENSI INDUSTRI JENIS INDUSTRI Tekstil.571.153 (13.66 3. 91 30.488. masalah pendidikan yang ditandai dengan stagnannya indeks lama sekolah pada angka 8.82 27.441 2.600.88 Pengeluaran Akhir 27.021.294.85 7.612.47 9. minuman.90 132. dan kulit.827 1. barang dari kimia.20 Tetap Bruto Perubahan Stok 367.401 1. pakaian jadi. 00 746.459.933.39 722. Besarnya pendapatan ini mencerminkan besarnya potensi yang dimiliki oleh jenis industri tersebut. Kabupaten Tangerang telah lama menyandang predikat sebagai sentra industri.368. 1.752.11 727.120.855.35 152.861 .189.589.701.557. Pendapatan dari industri tersebut mencapai 2. 6. yakni: Pertama. 335.071.53 416.32 14.197. Karena banyaknya ditemukan pabrik-pabrik industri.555.014. dan Ketiga.468.168 1.23. 7.94 Impor 8. minyak. masalah kemiskinan yang terus mengalami kenaikan dari 339.017.951.49 4.487. masalah pengangguran yang mengalami peningkatan dari 14.261.561.61 1. 4.618. 97 23. 5.082.245.282.492.738.695. & barang dari plastik Makanan.076.70 16.654 Apabila dilihat pergolongan Industri perusahaan yang ada di Kabupaten Tangerang pada tahun 2004 masih didominasi oleh industri karet barang dari karet dan barang dari plastik sebanyak 91 JUMLAH TENAGA PENDAPATAN USAHA KERJA (JUTA RUPIAH) 140 113.

570 orang. Tangerang .2%).446.130 orang. dengan investasi Rp.Pada tahun 2008 sebanyak 284 perusahaan.Perdagangan Kegairahan dunia usaha sektor perdagangan tahun 2004 di Kabupaten Tangerang dapat dilihat dari jumlah Tanda Daftar perusahaan (TDP) yang diterbitkan. Jumlah Pemilik Surat Ijin Usaha Perdagangan Jenis Perdagangan Besar 508 219 953 1.Tahun 2006 sebanyak 210 perusahaan. Namun sebaliknya terjadi penurunan pada skala usaha kecil sebesar 134 SIUP(16. Sementara itu Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) juga sedikit mengalami peningkatan dibanding tahun 2004 yaitu dari 1.844 Total 1.Tahun 2007 sebanyak 347 perusahaan. tenaga kerja 1.414.440.000.32 %. tenaga kerja 10..332 orang dengan nilai investasi Rp.542 7. Secara khusus perkembangan SIUP sektor jasa memperlihatkan lonjakan cukup besar selama periode 2003 .72 % dibanding tahun 2004 (1..2005 yaitu sebanyak 603 SIUP tahun 2003 naik menjadi 750 SIUP dan kembali naik menjadi 790 SIUP tahun 2005. 1.288 Perdagangan Menengah Perdagangan Kecil 688 526 4.438 Ijin Usaha Perdagangan (IUP) 146 Barang Ijin Usaha Perdagangan (IUP) 45 Jasa SIUP 194 Total 306 Sumber: Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kab.395 5.52%).100.288 orang. tenaga kerja 12. tenaga kerja 8.146 buah di tahun 2004 menjadi 1.175. dengan investasi Rp.342 790 5.472. 18. 445.576.431.perusahaan (12.793. dengan investasi Rp. Tercatat jumlah TDP yang diterbitkan tahun 2005 sebanyak 1. 258.. mengalami peningkatan 132 perusahaan dibanding tahun sebelumnya dan penurunan terbesar terjadi pada usaha berbentuk CV. Sedangkan pertumbuhan industri IUIK dalam penyerapan investasi dan tenaga kerja dari tahun 2004-2008 adalah: tahun 2004 sebanyak 130 perusahaan. dengan investasi Rp.65%) serta industri pengolahan lainnya sebanyak 71 perusahaan (9. 952. Jumlah TDP yang diterbitkan usaha bentuk Perseroan Terbatas (PT).20%) disusul industri barang dari logam kecuali mesin dan peralatan sebanyak 72 perusahaan (9.888.Tahun 2005 sebanyak 97 perusahaan.3%).688 orang.753 buah).941 buah atau mengalami peningkatan sebesar 10.342 buah tahun 2005.400.000.400. yaitu dari 649 buah tahun 2004 menjadi 690 tahun 2005 atau mengalami peningkatan sebesar 6.600. tenaga kerja 10. Dilihat menurut kualifikasi usaha peningkatan cukup besar pada penerbitan SIUP pada usaha menengah yaitu mencapai 64 SIUP (108.024.

produksi budi daya air payau mencapai 7. yang kemudian disempurnakan dengan Peraturan Daerah Nomor 10 Tahun 1987 tanggal 21 Mei 1987.5 ton.096. Tangerang Pertanian Di sektor pertanian.Perikanan Kegiatan sektor perikanan di Kabupaten Tangerang meliputi kegiatan perikanan laut. palawija (jagung dan kacang tanah) dan sayuran (terung. terung dan kacang panjang).31 kwintal/ ha dengan luas tanam 623 ha dan jumlah produksi yang dihasilkan mencapai 10.309.895.60 130.055. Kabupaten Tangerang pada era sebelum tahun 70-an dikenal sebagai lumbung padi. sungai).03 2.050 ton.542 ton. situ. komoditi terung tingkat produktivitasnya mencapai 175.00 123.00 157.726. produksi perikanan perairan umum mencapai 157. Penangkapan Ikan Laut 16. produksi budi daya ikan mencapai 2. kita wujudkan masyarakat .5 4.401. padi. hasil produksi ini bisa kembali dikembangkan dengan penerapan teknologi budidaya dan industri pengolahan hasil panen yang kian tepat dan berhasil guna.90 2.30 16.486.30 7.71 2.192. Perkembangan Produksi Penangkapan Ikan Tahun 2002-2005 (Ton) No. Komoditi mentimun tingkat produktivitasnya mencapai 180.71 ton. perikanan perairan umum (rawa.20 16.00 2. Sub sektor tanaman bahan makanan mencakup komoditi. Pada tahun 2005 produksi perikanan laut mencapai 16. tambak.35 kwintal/ha dengan luas tanam 202 ha dan jumlah produksi yang dihasilkan 3. Menurut data dari Dinas Pertanian Kabupaten Tangerang tahun 2005 jenis komoditi yang dihasilkan Kabupaten Tangerang dengan produktivitas tinggi adalah sayuran (komoditi mentimun. sedangkan komoditi kacang panjang produktifitasnya sebesar 161.532.951. Namun demikian.00 17.90 6. Budidaya Ikan 1. Budidaya Air Payau 7.096.20 7. ex galian pasir. Motto Dan Lambang Daerah Lambang daerah Kabupaten Tangerang ditetapkan dengan peraturan daerah Nomor 19 Tahun 1984 tanggal 25 Oktober 1984. Motto daerah yang terkandung dalam lambang daerah adalah "SATYA KARYA KERTA RAHARJA" artinya dengan dasar kesetiaan dan ketaatan kepada Pemerintah dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) disertai doa dan kerja keras. Penangkapan Ikan Perairan Umum 122. kolam dan mina padi. luas lahan dan hasil produksi padi terus menurun. Uraian 2002 2003 2004 2005 1. Namun setelah lahan-lahan persawahan terkonversi menjadi lahan industri dan pemukiman.4 ton.532. kacang panjang dan mentimun).345 ton. Sumber: Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kab.54 ton.54 3.849.66 kwintal/ha dengan luas tanam 628 ha dan jumlah produksi yang dihasilkan mencapai 11.486.309.

Bagian Atas 1. Pucuk Perisai lima buah melambangkan Pancasila yang menjadi dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia 2. adil dan makmur dari segi fisik material dan mental spiritual berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. II. 4. bulan dan tahun proklamasi kemerdekaan Negara republik Indonesia. Garis putih biru berombak melambangkan laut yang bermakna Kabupaten Tangerang merupakan daerah pantai. Dua puluh tujuh butir padi melambangkan tanggal dua puluh tujuh.yang sejahtera. Susunan batu merupakan lambang benteng pertahanan yang mengingatkan kita kepada pahlawan rakyat Kabupaten Tangerang 3. Empat puluh tiga ruas bambu melambangkan tahun empat puluh tiga. Jumlah bata melambangkan tanggal. Bentuk Lambang Daerah Arti Gambar Lambang Daerah: I. Bagian Bawah 1. 3. tanggal 17 bulan 8 tahun 1945. . bulan dan tahun hari jadi Kabupaten Tangerang. bunga kapas dan ruas bambu melambangkan tanggal. 5. Jumlah butir pada. 2. Dua belas bunga kapas melambangkan bulan dua belas. Bagian Tengah 1. 2. Topi bambu melambangkan hasil kerajinan dan industri dari Kabupaten tangerang. III. Garis putih berombak melambangkan bahwa Kabupaten Tangerang dilintasi oleh sungaisungai besar.

6. Masyarakat kabupaten Tangerang. ekonomi.Terpenuhinya kebutuhan manusia dari segi meteri memerlukan penyeimbang dari sisi rohani. Berorientasi Industri. waktu. 5. adalah percaya. sehat dan dinamis menuju taraf hidup yang lebih baik. kehidupannya. 2. agama. yakin dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan memenuhi segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya serta hidup rukun antar umat manusia. Mandiri. maka ditetapkan misi Pemerintah Kabupaten Tangerang sebagai berikut : 1. yang meliputi sikap perilaku dan pola pikir dalam sosial budaya. adalah kelompok orang dengan segala aspek 2. berarti orientasi pembangunan mempertimbang-kan kondisi lingkungan yang harus dipatuhi oleh setiap pelaku pembangunan karena pembangunan berwawasan lingkungan akan memberi manfaat bagi kelangsungan hidup dan pembangunan. dan sumber daya teknologi yang terus berkembang dan tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan sendiri tapi beriorentasi pasar. Berwawasan Lingkungan. berarti perilaku yang mengarah pada pertimbangan ekonomis dengan memperhitungkan tenaga. Visi kemandirian adalah tetap berada koridor Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan pada Pancasila dan UUD 1945. ilmu pengetahuan teknologi yang memanfaatkan sumbar daya alam dan sumber daya buatan yang ada di Kabupaten Tangerang. peran dan kedudukan masing-masing anggota masyarakat. MISI Untuk mewujudkan visi tersebut di atas. Membangun sumberdaya manusia melalui peningkatan mutu pendidikan diseluruh jenjang secara bertahap serta peningkatan derajat kesehatan yang menjangkau seluruh lapisan masyarakat serta peningkatan kesejehteraan sosial. hukum.(sumber: 64 Tahun Kabupaten Tangerang) Visi Dan Misi VISI Berdasarkan pertimbangan kondisi obyektif seluruh sumber daya dan komitmen untuk meraih masa depan yang lebih baik maka ditetapkan visi sebagai berikut : ”Menuju Masyarakat Kabupaten Tangerang yang Beriman. Beriman. kreatif. Berorientasi Industri dan Berwawasan Lingkungan” Yang dimaksud dengan : 1. politik. dan disiplin sesuai dengan fungsi. 3. Meningkatkan kualitas kehidupan beragama dan pengamalannya dalam kehidupan bermasyarakat. biaya. Maju. 4. proaktif. Sejahtera. berarti cerdas. sehingga terjamin keseimbangan mental dan spiritual. . berarti mampu mengatasi permasalahan dan hidup bertanggung jawab dengan tidak ada ketergantungan pada pihak lain atau dikendalikan oleh pihak lain.

dan jasa. agribisnis. Prinsip berkelanjutan dalam aspek lingkungan mengandung makna bahwa pemanfaatan sumber daya alam harus memperhatikan dampak negatif terhadap lingkungan sehingga pembangunan yang akan dipacu tidak hanya untuk kepentingan sesaat. serta memberikan akses lebih besar pengembangan koperasi. 2. Dengan pertumbuhan ekonomi berbasis ekonomi lokal ini diharapkan dapat hak-hak dasar . Rasa tanggungjawab dari semua komponen pemerintahan yang terdiri eksekutif. Sejahtera. pengorganisasian. Memenuhi hak-hak politik dan sosial warga untuk melakukan partisipasi kritis dalam proses pembangunan. agro industri. 7. Mewujudkan keserasian dan keseimbangan pembangunan yang berwawasan lingkungan melalui sistem perencanaan dan pengendalian tata ruang yang terstruktur.3. Partisipatif. Menciptakan tata kepemerintahan yang bersih. legislatif dan masyarakat serta swasta berperan serta mengambil bagian mulai dari tahapan perencanaan. dan sektor informal. 5. dan Berwawasan Lingkungan" Arah dari strategi pembangunan ini adalah pertumbuhan ekonomi yang berbasiskan ekonomi lokal khususnya sektor industri. 6. usaha kecil dan menengah. 4. Memberdayakan perempuan dan kesetaraan gender dalam pembangunan. maka rumusan Strategi yang akan dilakukan oleh pemerintah kabupaten Tangerang dalam kurun waktu 2008-2013 adalah: "Menuju Masyarakat Tangerang yang Beriman. Transparansi. 3. Meningkatkan pembangunan infra struktur bagi percepatan aspek-aspek pembangunan. Pembangunan Kabupaten Tangerang Guna mencapai keberhasilan pembangunan sebagimana yang diharapkan dalam Visi dan Misi kepala daerah. pelaksanaan dan pengawasan dalam rangka mempercepat tajuan dan sasaran pembangunan yang efisien dan efektif. Berkelanjutan. 8. Merupakan salah satu unsur dari good government yang harus ditingkatkan agar dapat mendorong partisipasi masyarakat dan swasta untuk mencapai suatu kemajuan seperti yang tercantum dalam sasaran dan tujuan pembangunan. Nilai-nilai yang tekandung dalam visi misi dapat diidentifikasi sebagai berikut : 1. Ketakwaan. 4. transparan. Berorientasi Industri. dan bertanggung jawab (good governance). perdagangan dan jasa serta mampu mendukung terpenuhinya hak-hak dasar masyarakat. Masyarakat kabupaten Tangerang yang bertakwa merupakan komponen yang sangat penting untuk mewujudkan suatu perubahan yang hakiki dalam mencapai visi misi yang telah ditetapkan. Meningkatkan pemerataan dan pertumbuhan ekonomi melalui fasilitasi pengembangan usaha di bidang industri.

serta pembenahan kebijakan publik dan regulasi agar tercipta iklim kondusif yang dapat peningkatan kinerja investasi dan ekonomi. yakni 1. seperti sektor pertanian khususnya perkebunan. pencapaian Visi Dan Misi Pemantapan pembangunan ekonomi dalam rangka pembangunan kesejahteraan masyarakat dan didukung pengembangan Kapasitas pemerintahan daerah Mendorong Pertumbuhan Ekonomi berbasis ekonomi lokal untuk peningkatan daya beli Meningkatkan Kualitas Kehidupan(Pemenuhan Hak Dasar Masyarakat) Pengembangan Kapasitas Pemerintah Daerah • Kapasitas system • Kapasitas kelembagaan • Kapasitas Sumber Daya Manusia Aparat Dari Ketiga strategi pokok pembangunan tersebut di atas. Strategi mendorong pertumbuhan/kinerja ekonomi berbasis ekonomi lokal untuk peningkatan daya beli masyarakat. Dalam menjalankan strategi pembangunan Kabupaten Tangerang diperlukan dukungan birokrasi dalam peningkaan pelayanan publik melalui upaya penataan struktur organisasi agar yang efisien dan efektif. yang meliputi : a. b. Kapasitas Kelembagaan. akurat dan terarah. Strategi Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Pada hakekatnya pembangunan ekonomi adalah serangkaian usaha dan kebijaksanaan yang bertujuan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat. karena keberhasilan di bidang ekonomi dapat menyediakan sumber daya yang lebih luas bagi pembangunan di bidang lainnya. Strategi Pengembangan Kapasitas Pemerintah Daerah.masyarakat terutama di prioritaskan terhadap upaya peningkatan daya beli masyarakat. pemanfaatan sumber . c. Namun sebaliknya untuk melakukan pembangunan ekonomi diperlukan landasan yang kuat. akses pekerjaan dan berusaha. dan Kapasitas Sumber Daya Manusia Aparatur. akses kesehatan. Dari rumusan strategi tersebut sedikitnya terdapat tiga strategi pokok dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di masa datang. yaitu pengambilan kebijakan yang tepat. dapat dijelaskan sebagai berikut 1. Dalam pembangunan ekonomi lebih diperioritaskan pada upaya mendorong pertumbuhan ekonomi yang berbasiskan ekonomi local sehingga diharapkan mempunyai dampak ikutan yang luas (multiplier effect). memperluas lapangan kerja dan pemerataan pembagian pendapatan masyarakat. supaya hasil yang dicapai akan benar-benar sesuai dengan yang direncanakan. 2. akses pendidikan. Strategi peningkatan kualitas Hidup masyarakat dengan pemenuhan hak dasar masyarakat. Kapasitas Sistem. Kinerja pembangunan ekonomi mempunyai kedudukan yang amat penting. 3.

2. Keterjangkauan dan pemerataan pelayanan dapat dilihat dengan rasio jumlah sarana yang ada. Dalam rangka pengembangan kapasitas Pemerintah daerah.daya alam dan Usaha mikro Kecil menengah (UMKM). Pembangunan ekonomi tersebut perlu juga di tunjang oleh upaya percepatan investasi dan menciptakan iklim usaha yang kondusif dengan mengundang investor serta melakukan regulasi perijinan bagi dunia usaha. sistem manajemen dan relasi antar organisasi. Menyangkut bidang kesehatan maka secara umum permasalahan dibidang kesehatan adalah belum optimalnya kualitas pelayanan karena belum semua sarana pelayanan kesehatan melaksanakan standar pelayanan yang telah ditetapkan. pengembangan sistem mencakup. 3. dan revitalisasi organisasi. Strategi Pengembangan Kapasitas Pemerintah Daerah Strategi pengembangan kapasitas pemerintah daerah ditujukan untuk meningkatkan kemampuan Pemerintah Daerah secara berkelanjutan dalam aspek-aspek pelayanan dasar kepada masyarakat. substansi kebijakan. refungsionalisasi organisasi. Disisi lain belum semua tenaga kesehatan memenuhi kompetensi profesi terkait untuk dapat teregristrasi sebagai tenaga kesehatan professional. akses kesehatan dan akses ekonomi. pengembangan ekonomi lokal. pembuatan pedoman dan sistem manajemen. Pengembangan Sistem Pengembangan sistem pada hakekatnya mencakup kebijakan dan pengaturan kerangka kerja yang relevan untuk mencapai tujuan kebijakan yang ditetapkan. Strategi Peningkatan Kualitas Hidup Masyarakat Peningkatan kualitas Hidup (Quality of life) masyarakat sangat berhubungan dengan terpenuhinya kebutuhan dasar masyarakat yaitu akses Pendidikan. Pengembangan kapasitas pemerintah daerah juga ditujukan untuk mengembangkan sistem kelembagaan dan kompetensi serta pengelolaan dan pengembangan sumber daya manusia yang berorientasi pada kinerja. Dalam kerangka Peningkatan kualitas hidup masyarakat pembangunan sektor pendidikan merupakan suatu hal yang mutlak diperlukan karena terkait dengan masa depan suatu bangsa. restrukturisasi organisasi. Selain itu. perencanaan serta sasaran kinerja. perilaku hidup bersih dan sehat yang kurang serta kualitas lingkungan yang belum optimal. penanggulangan kemiskinan dan tata pemerintah vang baik.maka ditetapkan langkah-langkah sebagai berikut: a. Berdasarkan struktur ekonomi Tangerang. sehingga peningkatan output pada kedua sektor tersebut akan dapat mendukung akses masyarakat terhadap pemenuhan hak atas pekerjaan dan usaha serta mengurangi kemiskinan. sektor perindustrian memberikan kontribusi terbesar dalam perekonomian dan jumlah tenaga kerja yang besar. Pengembangan Kelembagaan Pengembangan kelembagaan mencakup : proses pengambilan keputusan. Pengembangan SDM Aparatur . Dalam paparan yang lebih operasional. strategi. c. b. peraturan dan pengaturan pemerintah yang baik.

6. agribisnis. usaha kecil dan menengah. agro industri. Membangun sumber daya manusia melalui peningkatan mutu pendidikan diseluruh jenjang secara bertahap serta peningkatan derajat kesehatan yang menjangkau seluruh lapisan masyarakat. maka dijabarkan dalam misi sebagai berikut : 1. Mewujudkan keserasian dan keseimbangan pembangunan yang berwawasan lingkungan melalui sistem perencanaan dan pengendalian tata ruang yang terstruktur. 2. 5. Wisata Kabupaten Tangerang 1. Pulau Cangkir Terletak di Kecamatan Kronjo.5 Km dari Kota Tangerang diikuti dengan bentangan aliran sungai irigasi mulai dari Pintu Air Tangerang di jalan Daan Mogot dari Grogol. 3. Dari arah Jakarta dapat ditempuh melalui jalan tembus dari Kapuk atau lewat pasar Cengkareng. sikap. dilengkapi dengan jaringan telekomunikasi dengan layanan interlokal. Berjarak 23. Meningkatkan pemerataan dan pertumbuhan ekonomi melalui fasilitasi pengembangan usaha di bidang industri. Meningkatkan pembangunan infra struktur bagi percepatan aspek-aspek pembangunan. dengan kondisi jalan mulus. Melalui pantai ini pengunjung dapat menikmati pemandangan gugusan Pulau Seribu di laut lepas. Pengembangan kawasan pantai seluas 75 ha yang dipadukan dengan pengembangan Kawasan Wisata Terpadu Kapuk Naga. serta memberikan akses lebih besar pengembangan koperasi. 4. Pantai Tanjung Pasir Terletak di wilayah Kecamatan Teluknaga. Memenuhi hak-hak politik dan sosial warga untuk melakukan partisipasi kritis dalam proses pembangunan. jaringan listrik dan prasarana air bersih. 2. transparan dan bertanggung jawab (good governance). Selain pantainya cukup landai dengan ombak yang tenang. 50 Km dari Tigaraksa. Jakarta Barat yang membelah Kota Tangerang hingga Balaraja. Pasir pantai yang putih dan bersih dan tidak berlumpur terhampar. dan sektor informal. 8. Kondisi jalan menuju ke pantai cukup bagus. pengetahuan. juga memiliki panorama alam yang indah. sekitar 35 Km dari Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang. . dan jasa. 7. Memberdayakan perempuan dan kesetaraan gender dalam kegiatan pembangunan.Pengembangan SDM aparatur meliputi : ketrampilan dan kualifikasi individu. Untuk mencapai visi dan misi Kabupaten Tangerang selama kurun waktu 2008-2013. Meningkatkan kualitas kehidupan beragama dan pengamalannya dalam kehidupan bermasyarakat. etika dan motivasi personil yang bekerja pada suatu unit kerja atau organisasi. Menciptakan tata kepemerintahan yang bersih.

Kawasan pantai yang akan dikembangkan seluas 135 ha.go. Letak pantai cukup strategis dengan panorama alam yang indah. Dilengkapi dengan jaringan layanan telekomunikasi interlokal dan internasional (SLI). Sumber : http://www. kegiatan nelayan dan kegiatan kelautan lainnya. terbentang menyusuri sungai sepanjang 4 Km. jaraknya hanya 30 Km dari Tigaraksa. Kawasan pantai yang akan dikembangkan seluas 10 ha. Kondisi jalan menuju pantai cukup baik. Pantai Tanjung Kait Terletak di Kecamatan Mauk.Kondisi jalan menuju lokasi beraspal. jaringan listrik dan sarana air bersih. Dilengkapi dengan berbagai fasilitas pariwisata seperti rumah makan seafood. akan dikembangkan sebagai pusat pengembangan wisata bahari. dilengkapi dengan jaringan fasilitas layanan telekomunikasi interlokal dan internasional. Pantai Dadap Terletak di Kecamatan Kosambi. dapat dicapai dengan menggunakan kendaraan umum.tangerangkab. Pantai ini merupakan bagian dari kawasan pertumbuhan wilayah timur dengan luas pantai 150 ha.id . jaringan listrik serta sarana air bersih.Memiliki nuansa pedesaan yang masih asri.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->