LAPORAN KERJA PRAKTEK KEPOLISIAN DAERAH JAWA TIMUR SUBBID TEKKOM SURABAYA

PENGENALAN POWER LINE COMMUNICATION (PLC) PADA JARINGAN

Disusun oleh : Aditya Sarjono Ahmad Dicky Dzulkarnain Achmad Fausi Ad’han Yulyandri (7607 040 004) (7607 040 018) (7607 040 022) (7607 040 023)

PROGRAM STUDI TEKNIK KOMPUTER POLITEKNIK ELEKTRONIKA NEGERI SURABAYA INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER 2011

i

LEMBAR PENGESAHAN I LAPORAN KERJA PRAKTEK TAHUN 2010 KEPOLISIAN DAERAH JAWA TIMUR (POLDA JATIM) Jl. Ahmad Yani No. 166 Surabaya

Oleh : Aditya Sarjono Ahmad Dicky Dzulkarnain Achmad Fausi Ad’han Yulyandri (7607 040 004) (7607 040 018) (7607 040 022) (7607 040 023)

Laporan Kerja Praktek ini Disetujui di Kepolisian Daerah Jawa Timur (POLDA JATIM)

Disetujui oleh,

KASUBBID TEKKOM KEPOLISIAN DAERAH JAWA TIMUR

Dosen Pembimbing

Ir. Moch Syamsul Arief, M.T Ajun Komisaris Besar Polisi NRP 68100410

Ir.Sigit Wasista, M.Kom NIP. 196608121993031005

ii

LEMBAR PENGESAHAN II LAPORAN KERJA PRAKTEK TAHUN 2010 KEPOLISIAN DAERAH JAWA TIMUR (POLDA JATIM) Jl. Ahmad Yani No. 166 Surabaya

Oleh : Aditya Sarjono Ahmad Dicky Dzulkarnain Achmad Fausi Ad’han Yulyandri (7607 040 004) (7607 040 018) (7607 040 022) (7607 040 023)

Laporan Kerja Praktek ini Disetujui di Politeknik Elektronika Negeri Surabaya, Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Koordinator Kerja Praktek

Dosen Pembimbing

Dwi Kurnia Basuki, S.Si, M.Kom NIP. 197404102008011014

Ir.Sigit Wasista, M.Kom NIP. 196608121993031005

Mengetahui, Ketua Program Studi Teknik Komputer PENS-ITS

Ir.Sigit Wasista, M.Kom NIP. 196608121993031005

iii

22 Januari 2011 Penyusun iv .KATA PENGANTAR Syukur Alhamdulillah kami panjatkan kepada Allah SWT karena hanya dengan rahmat dan hidayah-Nya kami dapat melaksanakan Kerja Praktek dan menyelesaikan laporan Kerja Praktek di Kepolisian Daerah dengan judul “PENGENALAN POWER LINE COMMUNICATION (PLC) PADA JARINGAN”. mahasiswa diharapkan dapat terjun langsung ke lapangan untuk melihat langsung sistem jaringan yang ada pada Kepolisian Daerah Jawa Timur dan menerapkan alat Power Line Communication sebagai pengganti jaringan LAN. Kami menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam perancangan dan pembuatan laporan kerja praktek ini. Oleh karena itu besar harapan kami untuk menerima saran dan kritik dari para pembaca. khususnya bagi penulis sendiri. Laporan Kerja Praktek ini disusun dengan sebaik-baiknya menurut pengetahuan yang telah di dapat penulis di tempat praktek maupun di bangku kuliah. Melalui program Kerja Praktek ini. Dan semoga buku laporan Kerja Praktek ini dapat memberikan manfaaat bagi para pembaca. Surabaya. Kerja Praktek ini merupakan salah satu syarat yang harus dipenuhi untuk menyelesaikan program studi Diploma-4 pada Program Studi Teknik Komputer Politeknik Elektronika Negeri Surabaya Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya.

D selaku Direktur Politeknik Elektronika Negeri Surabaya. Bapak dan Ibu tercinta yang selalu memberi dukungan dan doa. 7. 4. Dadet Pramadihanto. S. Bapak Ir. masukan dan bantuan selama Kerja Praktek di Kepolisian Daerah Jawa Timur. Segenap karyawan di Kepolisian Daerah Jawa Timur. Allah SWT.T selaku Kasubbid Tekkom yang telah banyak memberikan ilmu. Sang Maha Pencipta yang telah memberikan limpahan anugerah dan lindungan pada hambaNya. M. 11. 9. Segenap staf subbidang telekomunikasi dan elektronika Polda Jatim serta pihak – pihak yang terkait yang telah memberikan kesempatan dan fasilitas selama kegiatan kerja praktek. Moch. M. Syamsul Arief.Eng. Bapak Dwi Kurnia Basuki. 2. Bapak Ir. Bapak dan Ibu Dosen PENS-ITS. 3. Dan semua pihak yang turut membantu dalam penyelenggaraan kerja praktek. v . bantuan. 6. bimbingan.Kom selaku Ketua Program Studi Teknik Komputer serta pembimbing yang telah memberikan banyak ilmu. Sigit Wasista. Bapak Ir. M. M. Ph.Si. 8.Kom selaku dosen dan koordinator Kerja Praktek.UCAPAN TERIMA KASIH 1. Nabi Muhammad SAW yang telah menuntun kami dari jalan kegelalapan menuju jalan yang terang benderang yakni Agama Islam. 10. bimbingan dan masukan-masukan selama Kerja Praktek di Kepolisian Daerah Jawa Timur. 5.

...................4 2.........................................................6 STRUKTUR ORGANISASI POLDA JATIM.............................................29 2........................................................................11 2......................................................................................................................................................................5 STRUKTUR ORGANISASI POLRI....1 SEJARAH POLRI DARI MASA KEMASA..............5 WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN..................................................5 2........................7 LOGO DAN PENJELASAN................3 TENTANG POLRI...................................................25 2....................................................4 VISI DAN MISI POLRI.........................................28 2...........................24 2..............................................................................................................................................................................................2 RUMUSAN MASALAH....3 1..........................3 1......1 LATAR BELAKANG....................................................................................4 BATASAN MASALAH..2 1....6 SISTEMATIKA LAPORAN.............3 TUJUAN......................................................................................................36 vi ................................................1 1....................................................................2 1....................................................2 TERBENTUKNYA KEPOLISIAN...............DAFTAR ISI 1...........

DAFTAR GAMBAR vii .

Para mahasiswa tidak hanya dituntut untuk memiliki ilmu pengetahuan yang luas namun juga harus memiliki keterampilan dan kemampuan untuk menerapkan ilmu yang dimilikinya tersebut. sehingga mahasiswa dapat menjadi salah satu sumber daya manusia yang siap menghadapi tantangan era globalisasi. mahasiswa dituntut untuk belajar dengan melihat secara langsung pekerjaan yang ada di lapangan untuk memperluas wawasan dan cara berpikirnya. Untuk itu.1 LATAR BELAKANG Pemahaman tentang permasalahan di dunia industri akan banyak diharapkan dapat menunjang pengetahuan secara teoritis yang didapat dari materi perkuliahan. dimana teknologi masuk dan diaplikasikan terlebih dahulu. Wawasan mahasiswa tentang dunia kerja yang berkaitan dengan industrialisasi sangat diperlukan. Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS-ITS).BAB I PENDAHULUAN 1. sehubungan dengan kondisi objektif Indonesia yang merupakan negara berkembang. Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini semakin menuntut lembaga perguruan tinggi untuk meningkatkan metode pengajaran dan pendidikannya. Dengan program kerja praktek ini. Sehinga dapat diharapkan bahwa nantinya mahasiswa sebagai calon lulusan dari perguruan tinggi akan lebih mengenal perkembangan industri. Salah satunya adalah dengan memasukkan program kerja praktek dalam kurikulum sebagai kegiatan yang wajib diikuti oleh mahasiswa. sebagai salah satu lembaga akademis yang berorientasi pada ilmu pengetahuan dan teknologi memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengembangkan diri agar mampu mengakomodasi perkembangan yang ada. Kebijaksanaan link and match yang telah ditetapkan oleh departemen pendidikan nasional merupakan upaya dari pihak pemerintah untuk menjembatani kesenjangan antara perguruan tinggi dengan dunia kerja industri dalam rangka 1 .

Atas dasar pemikiran tersebut. Dengan syarat kelulusan yang ditetapkan.3 TUJUAN 1. Meningkatnya kepedulian dan partisipasi dunia usaha dalam memberikan kontribusinya pada sistem pendidikan nasional. 3. 2 . Terciptanya suatu hubungan yang sinergis. Mempelajari tentang PLC.3. 1.1 Umum 1. mata kuliah kerja praktek telah menjadi salah satu pendorong utama bagi tiap-tiap mahasiswa untuk mengenal kondisi di lapangan kerja dan untuk melihat keselarasan antara ilmu pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah dengan aplikasi praktis di dunia kerja. Membuka wawasan mahasiswa agar dapat mengetahui dan memahami aplikasi ilmunya di dunia industri pada umumnya serta mampu menyerap dan berasosiasi dengan dunia kerja secara utuh. fungsi penggunaan PLC serta bagaimana PLC dapat bekerja pada jaringan. jelas dan terarah antara dunia perguruan tinggi dan dunia kerja sebagai pengguna outputnya. beberapa permasalahan yang akan diangkat sebagai topik bahasan adalah : 1. kerja praktek menjadi salah satu kurikulum wajib yang harus ditempuh oleh mahasiswa jenjang D4 Program Studi Teknik Komputer PENS-ITS. 2. Dengan diselenggarakannya kegiatan kerja praktek ini. 2.2 RUMUSAN MASALAH Dengan pelaksanaan kerja praktek ini. 1.memberikan sumbangan yang lebih dan sesuai bagi pembangunan bangsa dan negara. kami ingin mempelajari tentang segala hal yang menyangkut tentang jaringan pada kantor Polda Jatim serta mempelajari mengenai alat Power Line Communication (PLC) dan bagaimana PLC tersebut bekerja pada jaringan. Mempelajari struktur jaringan pada kantor Polda Jatim di Surabaya.

5 WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN Kerja Praktek ini dimulai dari tanggal 27 Agustus 2010 sampai 28 September 2010. Mempelajari teknik dan penerapan peralatan elektronika pada sistem bandara baik berupa visual maupun audio. 3. 1. 2. 5. khususnya dalam bidang Teknologi Informasi di instansi Polisi Daerah Jawa Timur. Mahasiswa dapat memahami dan mengetahui sistem kerja di dunia industri sekaligus mampu mengadakan pendekatan masalah secara utuh. Mengenal lebih jauh tentang teknologi yang sesuai dengan bidang yang dipelajari di Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENSITS). 3 .2 Khusus 1.3.4. Menumbuhkan dan menciptakan pola berpikir konstruktif yang lebih berwawasan bagi mahasiswa. 1. 4. 1. Sebagai media untuk meminimalkan perbedaan antara kerja praktek di lapangan dengan disiplin ilmu yang dipelajari dalam perkuliahan.4 BATASAN MASALAH Ruang lingkup penyusunan laporan kerja praktek ini membahas tentang bagaimana cara kerja peralatan yang digunakan dalam komunikasi jaringan yaitu Power Line Communication (PLC) yang dilewatkan melalui jala – jala PLN yang fungsinya sebagai pengganti kabel LAN untuk komunikasi jaringan. Tempat pelaksanaan kerja praktek di Subbidang Telekomunikasi dan Elektronika Polisi Daerah Jawa Timur. Menunjukkan kepada para pesertanya tentang berbagai hal yang akan dihadapi oleh seorang teknisi dilapangan khususnya teknisi yang menangani elektronika bandara.

perumusan masalah. batasan masalah yang menjelaskan ruang lingkup kerja praktek. tujuan kerja praktek. BAB V PENUTUP Bab ini berisi kesimpulan dan saran yang sekiranya dapat bermanfaat bagi pembaca. dan kontribusi yang diperoleh perusahaan dengan adanya sistem tersebut. BAB IV PEMBAHASAN KHUSUS Pada bab ini berisi tentang PEMBAHASAN sebuah sistem komunikasi antar node antar PC sebagai pengganti penggunaan kabel jaringan secara umum.6 SISTEMATIKA LAPORAN Laporan Kerja Praktek ini terbagi dari 5 (lima) bab. meliputi: fasilitas & cara kerja peralatan pada bidang komunikasi dan informasi.1. dimana masing-masing bab terdiri dari beberapa sub-bab yang menjelaskan isi dari bab-bab tersebut. struktur organisasi. 4 . Adapun sistematika penulisan laporan ini adalah sebagai berikut : BAB I PENDAHULUAN Pada bab pendahuluan ini menguraikan hal-hal yang berkaitan dengan masalah-masalah yang dihadapi oleh perusahaan. BAB III FASILITAS DIVISI ELEKTRONIKA DAN TELEKOMUNIKASI Pada bab ini menjelaskan fasilitas peralatan yang dimiliki divisi elektronika dan listrik. tugas dan fungsi masing-masing divisi. BAB II SEJARAH DAN STRUKTUR ORGANISASI POLDA JAWA TIMUR Pada bab ini menjelaskan hal-hal yang berkaitan dengan instansi antara lain: sejarah singkat dan perkembangan instansi Polisi Daerah Jawa Timur. antara lain: latar belakang permasalahan.

1.1 Pra-Kolonial Pada sekitar abad ke-7 hingga 15. 2. Konsep lembaga kepolisian telah terdapat dalam tatanan negara sejak masa feodal. Pada 1 Juli 1946.2. Dimaksudkan untuk mengantisipasi kedatangan pedagang 5 .1.1 SEJARAH POLRI DARI MASA KEMASA Setelah proklamasi kemerdekaan.1 Masa VOC Sistem kepolisian pada masa VOC pertama kali dibuat oleh J. Meskipun status Polri telah banyak mengalami perubahan. pemerintah membentuk Jawatan Kepolisian Negara yang berada di bawah Departemen Luar Negeri. walaupun murni demi kepentingan penjajahan.2 Kolonial 2. kegiatan pengamanan dan pembinaan stabilitas Negara (pemolisian) sudah dikenal oleh masyarakat Nusantara. Coen. Walaupun bentuk dan sifat kegiatan pemolisian tersebut masih bernuansa tradisional. Dasar-dasar organisasi kepolisian modern mulai terbentuk pada masa kolonial. Kelembagaan kepolisian memperoleh kembali independensinya pada masa reformasi. Kepolisian Negara kemudian dimiliterisasikan dan diintegrasikan sebagai bagian dari Angkatan Bersenjata Republik Indonesia. yakni sebagai alat negara penegak hukum. Ketika Jepang menduduki Indonesia semua perangkat kepolisian dijadikan satu di bawah nama besar kepolisian. kepolisian kemudian ditempatkan secara langsung di bawah tanggung jawab Perdana Menteri agar kepolisian menjadi alat negara yang independen dan bebas dari pengaruh politik pihak lain. P.1. didirikan institusi pendidikan kepolisian.BAB II SEJARAH DAN STRUKTUR ORGANISASI 2. namun identitas Polri tetap tidak berubah. 2. Pada masa itu pula.

ditunjuklah Jan Steyns van Antwerpen sebagai Balyuw. Tugasnya adalah ronda malam dan membunyikan kleper-nya sebagai peringatan kepada warga agar selalu waspada dan berjaga-jaga akan tindak kejahatan. Maka.1. penggeledahan paksa. seorang wakil bernama Subtituut. Jago adalah suatu kombinasi antara polisi setempat dan orang kuat. sanderaan terhadap diri. Dengan kata lain para lurah itu menggunakan cara “menangkap maling dengan maling”. yaitu yang resmi (Jagabaya) dan yang tak resmi (polisi masyarakat). bernama diefleyders atau kaffers (penjaga maling) yang biasanya berpakaian merah.3. berbakat mistik di pedesaan atau penjahat. sepanjang abad 19 di Jawa terdapat pula Polisi Desa yang terdiri dari dua macam. Pada masa pemerintahan Herman Willem Daendels. dibawah Balyuw ada ratelwatcht (Penjaga Malam) yang dilengkapi kleper. perkelahian. siksaaan. teman atau keluarga si penjahat yang dicurigai. ada kemungkinan Inggris akan segera menyusun pemerintahan dagang sendiri yang “anti Batavia”. atau Jagabaya.3 Era Hindia Belanda 2. yang berkekedudukan sebagai Opsir Justisi merangkap Kepala Polisi. dll. Biasanya Polisi Desa berasal dari kalangan Jago. Bromocorah. dll). pembunuhan. Jawara. Coen berpikir.Inggris yang berniat dagang di Batavia. Selain itu. berani. Metode kerja yang dipakai untuk mengusut kasus kejahatan kala itu memakai cara kekerasan (penahanan. dan empat pembantu (kemudian menjadi 44). 2.1 Hindia Belanda Selain satuan kepolisian yang resmi dan umum.1. Dibawah Balyuw terdapat Polisi Kota yang dibantu para Wijkmeesters. apabila tidak ada satuan pengamanan kota di Batavia ketika Inggris datang dan berdagang. Tugas dari Jagabaya adalah membantu Lurah dalam menjaga tata-tentram dan menangani masalah pencurian. di Batavia sering terjadi tindakan kriminal yang dilakukan oleh bekas prajurit 6 .

Pasukan ini juga bertugas menjaga pertahanan dari kemungkinan serangan tentara Inggris. Tahun 1811-1815 Inggris berhasil menguasai pulau Jawa di bawah pimpinan Sir Thomas Stanford Raffles. Para perwira polisi yang bertugas selaku kepala polisi lokal hanya menyandang wewenang teknis kepolisian (Technisch Leider). Melalui Regulation 1814 Raffles membagi Pulau Jawa menjadi beberapa distrik atau kabupaten yang dipimpin bupati. keluarlah peraturan mengenai tugas kepolisian tahun 1819. dan Bestuur Politie (Polisi Pamong Praja). Tiap kabupaten dibagi lagi menjadi divisi atau kawedanaan yang dipimpin wedana. Cultuur Politie (Polisi Perkebunan). Veld Politie (Polisi Lapangan). Sempat pula lembaga kepolisian menjadi Dienst der Algemene Politie yang secara struktural berada di bawah Pemerintahan Dalam Negeri (Departement van Binnenlandsch Bestuur). Pasukan berkuda ini bertugas melakukan patroli keamanan di sekitar Batavia. Gewapende Politie (Polisi Bersenjata). Dalam tiap-tiap kawedanaan inilah terdapat station of police. Stadpolitie (Polisi Dewan). kewenangan politik kepolisian ada di tangan residen. Kondisi demikian membuat Daendels memerintahkan untuk membentuk pasukan berkuda (Jayengsekar). yaitu Provisioneel Reglement op de Crimineele Rechtsvordering bij het Hooggerechtshof 7 . Pada masa ini sistem kepolisian mengalami perubahan yang cukup signifikan di mana dasar-dasar dan organisasi kepolisian di Indonesia mulai muncul lebih jelas apabila dibandingkan dengan masa sebelumnya. yakni kantor Mantri Polisi dan pegawai kepolisian. Sedangkan di daerah.Mataram. Bentuk-bentuk kepolisian yang ada pada masa pemerintahan Hindia Belanda diantaranya adalah Algemenne Politie (Polisi Umum). Sedangkan pada tingkat desa tugas polisi dijalankan Kepala Desa (Headman) dan dibantu Penjaga Malam (nachtwacht). Setelah Belanda kembali menguasai Jawa pada 1815.

Orde en Rust) di luar ibukota keresidenan dan kabupaten. Pemerintah juga membentuk korps polisi baru. Korps baru ini bertugas menjaga keamanan. Semarang. Kedua satuan baru tersebut dibentuk pada 1920. rechtspolitie bagi bangsa Eropa dilakukan dibawah pengawasan Pokrol Jenderal (pimpinan utama semua pegawai kepolisian) yang pelaksaannya dilakukan para Opsir Yustisi (pimpinan semua pegawai bawahan polisi).en de Raden van Justitie (peraturan kepolisian bagi bangsa Eropa) dan Reglement op de Administratie der Politie en de Crimineele en Civiele Rechtsvordering onder den Inlander in Nederlandsch Indie (peraturan kepolisian bagi masyarakat pribumi dan Timur Asing). sedangkan Polisi Dinas Reserse bertugas lebih represif (polisi kriminal). ketertiban. dan Surabaya) dengan cara mensistematiskan struktur komando dan kepangkatan. Kehadiran Polisi Lapangan secara langsung telah menghapus adanya Polisi Bersenjata yang kerap melakukan teror dan tidak dapat merebut kepercayaan rakyat sebagai penjaga keamanan. yaitu Polisi Lapangan (Veldpolitie) yang termasuk dalam susunan Polisi Umum. untuk menangani masalah reserse dan politik luar kota maka dibentuklah Dinas Reserse Daerah (Gewestelijke Recherche). Dinas Reserse ini membutuhkan satu agen khusus yang bertugas mengumpulkan bahan-bahan tentang kegiatan politik dan perlawanan di daerahnya 8 . Sedangkan Rechtspolitie untuk kalangan pribumi dan Timur Asing diserahkan kepada Kepala Desa yang berada dibawah komando dan pengawasan dari wedana dan bupati daerahnya masing-masing. Polisi Lapangan memiliki sifat tugas preventif. Sebagai Polisi Kriminal di luar kota. Lalu. dan ketenteraman (Velligheid. Dalam rangka membentuk organisasi kepolisian yang rapi dan teratur maka pada 1911 diadakanlah reorganisasi kepolisian kota-kota besar (Batavia. tatkala kegiatan dan perlawanan politik kaum Bumiputra terhadap pemerintah Kolonial tengah berkembang. Menurut peraturan ini.

khususnya untuk kawasan Jawa dan Madura. Sunda Kecil). cikal bakal dari Brigade Mobil.masing-masing. Maluku. pusat kepolisiannya berada di Bukittinggi dan merupakan ibukota/pusat kawasan militernya. bidang kepolisian disesuaikan dengan kepentingan pendudukan militer Jepang di Indonesia Pembagian sistem kepolisian sesuai dengan pembagian kepemimpinan militer yang terdiri atas tiga kawasan pemerintahan militer: Kawasan Jawa dan Madura yang merupakan daerah pemerintahan militer Angkatan Darat Jepang (Rikugun) ke-16. genzu-min. Kep. Kawasan Sumatera dibawah kepemimpinan militer Angkatan Darat Jepang (Rikugun) ke-25.1. pusat militer dan kepolisiannya bertempat di Makassar. Polisi Lapangan. masa kini) pada setiap Syu (karesidenan) dan Koci (kabupaten) di Jawa dan Madura. semua pegawai-pegawai polisi Belanda ditawan dan diganti dengan pegawai polisi bangsa Indonesia.4 Masa Pendudukan Jepang Pada masa Pendudukan Jepang. Semua perangkat kepolisian dijadikan satu dibawah nama besar kepolisian atau Keisatsutai.D. Polisi Pangreh Praja. maka dibentuklah Tokubetsu Kaisatsu atau Polisi Istimewa (Polisi Bersenjata. Pemerintah militer Jepang pun meniadakan pembedaan kepolisian seperti yang terjadi pada masa kolonial Belanda (Polisi Perkebunan. Salah satu strategi yang dilakukan Jepang untuk menambah kekuatan militernya dalam perang. 2. Pada masa Pendudukan Jepang. didirikanlah P.I. dan untuk kawasan Kalimantan pusat militer dan kepolisiannya bertempat di Banjarmasin. pusat badan kepolisian berada di Jakarta merangkap sebagai pusat kawasan kawasan militer tersebut. Sedangkan untuk kawasan Indonesia Timur (Sulawesi. Tokubetsu Kaisatsu dibentuk 9 . dll). Irian Barat. Maka dari itu. Politieke Inlichtingen Dienst (Badan Intelijen Polisi) pada Mei 1916.

1 M.1. Sementara itu. dan Sulaiman Effendi setelah mendengar kabar proklamasi telah dikumandangkan langsung memerintahkan anak buahnya untuk mengambil senjata agar tidak disalahgunakan oleh pihak Jepang.5 Proklamasi Kemerdekaan Proklamasi 17 Agustus 1945 merupakan tonggak bagi kemerdekaan Indonesia. 10 .1 Soetardjo yang menghasilkan keputusan bahwa para anggota kepolisian bersedia untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia. pun demikian di kalangan kepolisian. Kaharudin Datuk Rangkayo Basa. pernyataan bergabung ini dihasilkan setelah para pegawai polisi tersebut menyatakan bahwa mereka adalah pegawai Republik Indonesia dan tunduk kepada pimpinan nasional. yaitu Ahmadin Datuk Berbangso. 2. yang pada setiap Karesidenan mempunyai jumlah anggota antara 60 hingga 150 orang. pada tanggal 21 Agustus empat keishi (komisaris polisi di tingkat Karesidenan) di Padang. R. Suleiman.sebagai Pasukan Penggempur di bawah perintah Syu Chiang Butyo. para anggota markas kepolisian Surabaya mengadakan pertemuan yang dipimpin oleh IP. Pada tanggal 19 Agustus 1945 anggota-anggota polisi di markas Tokubetsu Keisatsu Tai Semarang menurunkan bendera Hinomaru dan menggantinya dengan Sang Saka Merah Putih secara lancar dan tertib. Beberapa hari setelah peristiwa pengibaran tersebut. Proses proklamasi yang berjalan cepat dan agak mendadak mengakibatkan reaksi yang beragam di kalangan masyarakat. Jassin dan PIK. Sedangkan Polisi di ibukota Jakarta lebih belakangan dalam menyatakan bergabung secara resmi kepada republik dibanding dengan daerah lainnya pada pada tanggal 30 Agustus 1945.

ditambah dengan kenyataan bahwa Jakarta sudah sepenuhnya diduduki Sekutu. Penunjukan ini dilakukan dalam sidang kabinet pada tanggal 29 September 1945 tanpa sepengetahuan dirinya.1 Pengangkatan R. Atas pertimbangan situasi yang demikian gentingnya. Dan sejak saat itu Yogyakarta ditetapkan sebagai Ibukota Republik Indonesia. Hal ini terlihat dari upaya untuk menyatukan satuan-satuan polisi di daerah yang mandiri dan tanpa koordinasi setelah kemerdekaan dalam Kepolisian Negara RI. Purwokerto dipilih sebagai tempat baru kantor Kementrian Dalam Negeri. Pengangkatan Soekanto sebagai Kepala Kepolisian Negara merupakan langkah awal pembentukan kepolisian nasional yang integratif. Kementrian Dalam negeri termasuk Kepolisian Negara RI merupakan salah satu yang turut berpindah tempat. Kepolisian Negara memikul tanggungjawab keamanan yang berat karena tentara nasional belum dibentuk secara resmi. Selanjutnya kantor-kantor pemerintahan lainnya juga memindahkan tempatnya dari Jakarta. Soekanto sebagai Kepala Kepolisian Negara yang Pertama dan Terbentuknya Kepolisian Nasional Indonesia Dalam rangka membentuk lembaga kepolisian yang terstruktur dan organisasional Presiden Soekarno menunjuk Raden Said Soekanto Cokrodiatmojo sebagai Kepala Kepolisian Negara RI atas saran dari Iwa Kusumasumantri dan Mr.2 Jawatan Kepolisian Pindah ke Purwokerto Pada awal tahun 1946 Jakarta sudah sepenuh.3 Pembentukan Mobiele Brigade (Mobrig) 11 . Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Mohammad Hatta beserta Menteri Pertahanan Amir Sjarifudin pindah ke Yogyakarta pada tanggal 4 Januari 1946.2. 2.2.2 TERBENTUKNYA KEPOLISIAN 2. 2.S. Sejak peresmiannya.2. Sedangkan Kantor Kepolisian Jakarta Raya dipindahkan ke Subang.nya dikuasai oleh Sekutu.2. Sartono.

2. dan cara kerja dari Pasukan Kepolisian yang berada di tiap karesidenan.4 Penghimpunan Anggota Kepolisian dalam P3RI Perasaan senasib dan sepenanggungan di antara sesama warga kepolisian memunculkan keinginan untuk mewadahi seluruh warga kepolisian dalam satu organisasi. Barisan Polisi Istimewa (BPI) Solo.Salah satu langkah yang ditempuh dalam rangka reorganisasi Jawatan Kepolisian Negara di Purwokerto adalah menyeragamkan nama. Persatuan Sekerja Polisi (PSP) Purwokerto. dan sedapat mungkin belum berkeluarga.2. Salah satu yang dilakukan adalah membentuk Mobiele Brigade (Mobbrig) pada tanggal 14 November 1946. susunan kepangkatan. Tujuan didirikannya organisasi ini adalah dalam rangka memper. yang sehat. karena dua tempat ini adalah yang secara de facto diakui sebagai wilayah RI. Pada awalnya Pembentukan Mobbrig tidak memerlukan penambahan pegawai karena anggota-anggotanya cukup diambil dan dipilih dari para anggota kepolisian yang ada.2. Keinginan itu diwujudkan dengan pembentukan Persatuan Pegawai Polisi Republik Indonesia (P3RI) di Madiun pada 12 Mei 1946.5 Revolusi 2. 12 . Pemuda Polisi RI (PPRI) Kediri. Tujuan dari dibentuknya Mobbrig adalah tersusunnya pasukanpasukan kecil sebagai inti dari kepolisian yang kuat persenjataannya dengan mobilitas tinggi. dan Ikatan Buruh Polisi Republik Indonesia (IBPRI) Bojonegoro. 2.6. Belanda melancarkan Agresi Militer dan mulai merebut tempat-tempat penting yang ada di Jawa dan Sumatera. 2. tugas. muda. Adanya Agresi Militer ini menyebabkan terganggunya keamanan sehingga Polisi RI juga dikerahkan di garis depan untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.1 Agresi Militer Belanda I Pada tanggal 21 Juli 1947.satukan berbagai organisasi perjuangan kepolisian di berbagai daerah seperti Angkatan Muda Polisi RI (AMPRI) Yogyakarta.

2 Militerisasi Polisi Pada tanggal 1 Agustus 1947 Dewan Pertahanan Negara melalui aturan No. Amerika). terciptalah Garis Van Mook. Polisi dianggap perlu menjadi bagian dari militer dalam rangka mempertahankan negara RI dari rongrongan Belanda. PBB. Untuk membantu perundingan Indonesia . serta Australia mendesak agar dilakukan gencatan senjata.2. Beberapa tugas mereka adalah : • • mencegah masuknya mata-mata musuh ke daerah RI mencegah adanya bahan-bahan makanan dan ternak ke daerah musuh membasmi kejahatan dalam bentuk perampokan di sekitar daerah status quo karena sering dimanfaatkan • 13 . 2. Setelah Persetujuan Renville tanggal 17 Januari 1948.2. India.Belanda dibentuk Komisi Tiga Negara (Belgia. Sekutu Belanda (Amerika.6.6. maka berakhirlah masa tugas Polisi Keamanan di sekitar garis tersebut. 2.3 Pembentukan Polisi Keamanan (PK) Setelah perundingan Renville.Tidak berapa lama kemudian Belanda mendapat desakan dari berbagai pihak untuk menghentikan agresinya. 112 memasukkan Kepolisian Negara sebagian atau seluruhnya menjadi kesatuan tentara. Di sekitar garis tersebut terdapat Polisi Keamanan yang mengawasi bila terjadi pelanggaran. Fungsi ketentaraan ini dijalankan oleh Korps Mobile Brigade yang membantu perjuangan tentara melawan agresi Belanda. Australia. Gencatan senjata dilakukan pada 4 Agustus 1946. Dengan terjadinya Agresi Militer Belanda II pada tanggal 19 Desember 1948. Inggris). dibentuklah satuan Polisi Keamanan yang berfungsi untuk menjaga keamanan di sepanjang garis demarkasi.

markas pusat kepolisian dipindahkan ke Yogyakarta. Di luar kota berpusat Pemerintahan Militer di bawah pimpinan Panglima Besar Jenderal Sudirman yang dibantu oleh Staf Kemanan yang terdiri dari Jaksa Agung Tentara sebagai Kepala Staf.• mengawal para pembesar RI dan KTN yang hendak meninjau keadaan di sekitar status quo.6 Jawatan Kepolisian Pindah ke Yogyakarta Seiring dengan makin gentingnya situasi kemanan nasional dan didudukinya Purwokerto oleh pasukan Belanda. perampok untuk melakukan kejahat an di daerah RI • 2. Tidak hanya Yogya. Terhitung sejak tanggal 1 Desember 1947 Jawatan Kepolisian Negara secara resmi ditetapkan berkedudukan di Yogyakarta dan berkantor di bawah satu atap dengan Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta di Jalan Reksobayan. Dalam waktu singkat. KKN dan Komandan Korps Polisi Militer Jawa masing-masing sebagai Wakil Kepala I dan II. Di Yogya Mobbrig ikut menyerang tentara Belanda yang akan masuk ke dalam kota dan puncaknya dalam serangan umum 1 Maret Mobbrig ikut terlibat aktif di dalam penyerangan tersebut. 2.7 Agresi Militer Belanda II Pada tanggal 19 Desember 1949 Belanda melancarkan agresinya yang ke-2 dengan menyerang ibukota yang pada waktu itu ada di Yogyakarta.2. pemerintahan ini mempunyai suatu alat kepolisian dengan nama Polisi Pemerintahan Militer (PPM) yang terbentuk dari penggabungan Polisi Negara dan CPM. polisi bersama alat negara lainnya meninggalkan kota. Belanda berhasil menguasai Pangkalan Udara Maguwo serta kota.8 Organisasi Kepolisian Selama Agresi Militer II Setelah Yogyakarta berhasil diduduki oleh pasukan Belanda. Belanda juga menyerang daerah lain yang menjadi teritorial RI.2. 2. Sejak tanggal 15 Mei 1949. Dalam tiap-tiap komando 14 .2.

Hatta menjadi perdana Menteri. dan daerah Istimewa Kalimantan Barat. Pada tanggal 16 Desember 1949 di Yogyakarta Ir. Negara Sumatera Selatan. Pimpinan dalam daerah ini dipegang oleh KDM. Belitung. Negara Madura.10 Pembenahan Organisasi dalam Sistem yang Berubah Berubahnya bentuk Negara Indonesia dari kesatuan ke federal mempengaruhi perubahan struktur dan organisasi kepolisian Negara. 15 . sedangkan komandan detasemen ialah pegawai polisi atau anggota CPM dengan pangkat paling tinggi. Daerah Bangka.2.distrik militer (KDM) dibentuk detasemen yang menangani bagian kriminal. Soekanto yang menangani tanggung jawab kepolisian. Soekrano dipilih sebagai Presiden RIS. Riau. Kalimantan Timur. Negara Indoneisa Timur. Banjar. Indonesia diharuskan mengganti sistem ketatanegaraan nya menjadi bentuk federal yang terdiri dari negaranegara bagian maka Republik Indonesia pun berdiri dan UUD 1945 dianggap tidak berlaku lagi karena tidak sesuai dengan prinsip negara federal. dan perlengkapan. Wilayah RIS sendiri terdiri atas Negara Republik Indonesia. Negara Pasundan.2. Dayak Besar. Kalimantan Tenggara. dokumentasi.S. daerah Jawa Tengah. 2. Negara Jawa Timur. Perubahan ini mengakibatkan reorganisasi dalam tubuh kepolisian RIS dimana terjadi banyak tumpang tindih kewenangan karena perubahan ke bentuk negara federal. 2. dan Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) IX sebagai Koordinator Keamanan yang memegang kekuasaan tertinggi atas kepolisian dan institusi kemiliteran. Kepolisian yang sejak masa revolusi didesain sebagai kepolisian yang sentralistik dan integratif mendadak berubah menjadi kepolisian federal. sedangkan sebagai wakilnya diangkat Kepala Kepolisian Negara R.9 Demokrasi Parlementer Sesuai Dengan perjanjian KMB. Moh. Negara Sumatera Timur. keuangan.

Pada tanggal 6 Juni 1950 tercapai suatu kesepakatan antara pemerintah RIS 16 . tugas. tugas.Permasalahan bertambah karena negara. dan peranan kepolisian secara jelas. Hal ini membuat R. Sementara itu. Berdasarkan penetapan Perdana Menteri RIS No.negara bagian dalam RIS memiliki alat-alat kepolisian sendiri—yang sudah ada sejak Negara bagian itu dibentuk oleh Belanda— dengan nama Polisi Negara. Polisi RIS sendiri bernaung dibawah Jawatan kepolisian Indonesia dan kemudian menerima peleburan dari kepolisian-kepolsian yang menyatakan diri bergabung dengan Jawatan kepolisian Indonesia Pusat.negara bagian sesuai dengan UUD RIS . Adanya dualisme kepolisian ini memunculkan persepsi bahwa keberadaan mereka tidak dalam satu atap dan masing-masing beridiri sendiri tanpa adanya koordinasi yang jelas.11 Menuju Polisi Negara Kesatuan Dalam upaya untuk mengatasi permasalahan di dalam kepolisian. 3 tanggal 27 Januari 1950 pimpinan kepolisian diserahkan kepada Menteri pertahanan dengan maksud memusatkan pimpinan kepolisian dan ketentaraan dalam satu atap. dualisme antara polisi RIS dengan polisi Negaranegara bagian yang menyangkut soal status. dan kewajibannya serta hubungan Jawatan Kepolisian RIS dengan kepolisian Negara. 22 tahun 1950 terus dilakukan. usaha-usaha untuk membangun Jawatan kepolisian RIS yang sesuai dengan keppres No. fungsi.S. sangat diperlukan sebuah kepolisian yang sentralistik di bidang kebijaksanaan teknis maupun administrasi. Soekanto kesulitan untuk melakukan upaya menentukan status. Dalam menghadapi situasi keamanan yang belum stabil. dan organisasi berusaha dihilangkan.2. Meski banyak rintangan dan kesulitan yang menghadang. Melalaui Penetapan Perdana Menteri No. 1/PM/1950 dibentuk Komisi kepolisian dengan tugas utama menyususn dalam waktu singkat rencana UU Kepolisian yang mengatur organisasi. 2. Sedangkan daerah bagian pada umumnya menggunakan tenaga polisi dari pemerintah federal yang diperbantukan pada masing-masing daerah itu.

12 Menumpas Kaum Separatis Selama masa Republik Indonesia Serikat berdiri. Pandangan Soekarno 17 . Gerakan-gerakan ini pada gilirannya mengancam keutuhan bangsa. tanggal 7 Juni 1950. Sejak saat itulah Jawatan Kepolisian memasuki fase baru sebagai badan kepolisian Negara kesatuan Republik Indonesia. 2. banyak terjadi gerkan separatis yang dilakukan oleh tokoh-tokoh Negara bagian buatan belanda. Kepolisian NIT. 2. Presiden RIS mengeluarkan Ketetapan No.2.2. Sebagai realisasinya. 150 yang mengangkat R. Kepolisian RI. Soekanto sebagai Kepala Jawatan Kepolisian Indonesia dan R.1 Masa Demokrasi Terpimpin Soekarno dengan konsep Demokrasi Terpimpin nya menilai Demokrasi Barat yang bersifat liberal tidak dapat menciptakan kestabilan politik. Esoknya. Tugas utama dari duet Soekanto-Soemarto adalah melaksanakan peleburan organisasi kepolisian yang ada menjadi Jawatan Kepolisian Indonesia.(yang juga mewakili pemerintah NIT dan NST) dengan pemerintah RI untuk menciptakan Jawatan Kepolisian di bawah satu pimpinan dengan nama Jawatan Kepolisian Indonesia. Mereka ber-tentangan dengan kelompok yang menghendaki terciptanya bentuk Negara kesatuan. empat unsur kepolisian yang ada yaitu Kepolisian RIS.16. Soemarto (sebelumnya Kepala Kepolisian RI) sebagai Kepala Muda Jawatan Kepolisian Indonesia. Menurut Soekarno.2. Oleh karena itu kepolisian Indonesia turut menyumbang tenaga untuk menumpasnya demi keutuhan bangsa dan Negara Indonesia.S. penerapan sistim Demokrasi Barat menyebabkan tidak terbentuk nya pemerintahan kuat yang dibutuhkan untuk membangun Indonesia. dan Kepolisian NST dilebur menjadi satu dengan identitas sebagai Jawatan Kepolisian Indonesia.13 Kehidupan Politik 2.

16.S. Partai-partai yang ada pada waktu itu berjumlah sebanyak 40 partai dan ditekan oleh Soekarno untuk dibubarkan. Hasil dari konferensi tersebut melahirkan manifesto kepolisian. Presiden No. dalam hal ini yang menjabat adalah R. Perubahan pertama adalah terbentuk nya departemen kepolisian ber dasarkan SK.2.S. berdasarkan SK.2 Kepolisian Pasca Dekrit Presiden 1959 Dekrit Presiden tanggal 5 Juli 1959 tidak hanya berdampak pada berubahnya struktur tata pemerintahan Negara akan tetapi juga mempunyai pengaruh terhadap perubahan. Untuk membantu Menteri Muda kepolisian dibentuklah lembaga Direktorat Jenderal yang dipegang oleh seorang direktur.perubahan struktur dalam organisasi Kepolisian Negara. Soekanto.terhadap sistem liberal ini pada akhirnya berpengaruh terhadap kehidupan partai politik di Indonesia. Demokrasi Terpimpin masih menyisakan sejumlah partai untuk berkembang. Partai politik dianggap sebagai sebuah penyakit yang lebih parah daripada perasaan kesukuan dan kedaerahan. maksudnya dengan sepengetahuan. R. Penyakit inilah yang menyebabkan tidak adanya satu kesatuan dalam membangun Indonesia. Soekanto sebagai menteri Muda Kepolisian Negara menindak lanjuti Dekrit tersebut dengan mengadakan Konferensi Dinas Kepolisian pada tanggal 19-20 Oktober 1959 di departemen Kepolisian. Selain itu. 2. 1/MP/RI/1959 sebutan Kepala Kepolisian Negara berubah menjadi Menteri Muda Kepolisian namun buka termasuk kedalam menteri anggota kabinet. kepolisian secara konkret kembali pada jiwa UUD 1945 dan benar-benar mengabdikan diri pada tujuan revolusi 18 . kesadaran. Namun demikian. dan tanggung jawab. Presiden No. 154/1959 tanggal 15 Juli 1959 berikutnya. Kebijakan lainnya adalah mengubah wewenang kepengurusan bidang keuangan yang semula di bawah Perdana Menteri ke Menteri Muda Kepolisian Negara.

PKI mulai menjadi musuh bersama masyarakat. Menteri Penerangan Achmadi. Pergerakan mahasiswa dan pelajar ini digerakkan oleh Kesatuan Aksi Mahasiswa Islam (KAMI). Ketua G. Pemerintah berusaha mencari tahu bagaimana pendapat masyarakat tentang keadaan sekarang. Ketika situasi semakin menjadi tak pasti di masyarakat.14 Era Orde Baru 2.1 Dalam Bayang-bayang Militerisme Transisi Menuju Orde Baru Setelah gagal melakukan kudeta. Mayor Jenderal Sumarno Sosroatmodjo. namun harapan ini selalu dibalas dengan janji-janji yang tak kunjung direalisasikan oleh Presiden Soekarno. dan Chalid Mawardi.2.2. Hasil dari perjalanan tersebut menyimpulkan bahwa masyarakat Indonesia menginginkan perubahan dan mengharapakan Presiden Soekarno secepatnya mengambil tindakan penyelesaian politik. 1. V/ Koti Brigadir Jenderal Sunarso. Menteri Negara Oei Tjoe Tat. Tim ini mulai disebar ke berbagai daerah dari tanggal 27 Desember sampai 6 Januari 1966. Untuk itu pemerintah mebentuk Fact Finding Comission yang dipimpin oleh Menteri Dalam Negeri. tiba-tiba pemerintah mengeluarkan kebijakan pemotongan mata uang yaitu Rp.17.guna mewujudkan masyarakat yang adil dan bahagia. 2. 1000 menjadi Rp. Kilian Sekokan (Parkindo). Melihat situasi yang semakin kacau mahasiswa dan pelajar kemudian turun ke jalan dan melakukan demonstrasi. pada 10 Januari 1966 para demonstran ini kemudian mengumandangkan tuntutan yang terkenal dengan sebutan Tiga Tuntutan Rakyat (TRITURA) yang berisi 19 . Anggotanya terdiri dari Menpangak Inspektur Jenderal Soetjipto Joedodihardjo. Kebijakan ini berdampak buruk terhadap kelangsungan hidup masyarakat dimana harga-harga menjadi naik melambung tak terjangkau. Menteri Agraria Hermanses.

Gagasan membentuk “Barisan Soekarno” ini tercetus karena Presiden menganggap adanya upaya pihak tertentu untuk mendongkel kekuasaanya. Soebandrio. Namun muncul pelarangan pembentukan “Barisan Soekarno” dari Pangdam VI/ SiliwangiI/ Mayjen Ibrahim Adjie dan Men/ Pangad/ Pakopkamtib Letjen Soeharto. Turunkan Harga. Oei Tjat Tat. Retool Kabinet Dwikora.tuntutan anatara lain: Bubarkan PKI. Usulan ini mendapat dukungan dari Waperdam I Soebandrio yang menyatakan bahwa “Barisan Soekarno” bertujuan untuk menyelamatkan dan mempertahankan ajaran-ajaran Pemimpin Besar Revolusi Bung Karno. namun hasilnya sangat mengecewakan karena presiden justru menyingkirkan tokoh-tokoh yang anti PKI seperti Jenderal Nasution dan lebih memilih mempertahankan orang-orang yang tergolong masuk dalam daftar “merah” seperti Ir. Untuk menghadapi aksi para mahasiswa dan pelajar ini Presiden mengajak semua masyarakat untuk membentuk “Barisan Soekarno”. Akhirnya pada tanggal 21 Februari 1966 Presiden melakukan retooling kabinet. dan dr. Dalam melakukan aksi demonstrasinya kali ini mahasiswa menggembosi ban mobil-mobil di jalan raya sehingga menyebabkan kemacetan lalu mereka memblokade jalan menuju Istana Merdeka. Selain itu ajakan ini juga mendapat dukungan dari masyarakat namun hasil yang diimpikan ternyata tak kunjung datang bahkan semakin memburuk. Hal ini disampaikan beliau pada saat sidang paripurna Kabinet Dwikora tanggal 15 Januari 1966. 20 . Di lain pihak ABRI berpendapat bahwa “Barisan Soekarno” sebenarya tidak perlu dibentuk karena seluruh rakyat adalah barisan Soekarno. Hal ini memancing kekecewaan publik terutama para mahasiswa dan pelajar yang kemudian turun kembali ke jalan pada hari pelantikan anggota kabinet tersebut pada Februari 1966. Surachman. Subandrio juga menyatakan siap menghancurkan lawan-lawan politik Soekarno.

di luar Istana terjadi demo mahasiswa dan pelajar yang menuntut diadakannya perubahan dalm pemerintahan dan para demonstran berusaha menggagalkan sidang kabinet. Ketika sidang baru berjalan 10 menit tiba-tiba komandan pasukan cakrabirawa. Setelah membaca itu presiden segera menskors sidang dan kemudian 21 . terlebih diantara para demonstran diduga terdapat anggota TNI tanpa identitas.2. besoknya KAMI dibubarkan karena dianggap sebagai pemicu kekacauan. Hal ini memicu ketegangan antara para demonstran dan pasukan cakrabirawa yang saat itu sedang dalam keadaan siap tempur. Pada saat persidangan berjalan. 2.keputusan MPRS sedangkan di lain pihak Presiden Soekarno dengan dalih UUD 1945 dan menolak untuk memberikan pertanggung. Brigjen Sabur menuliskan nota dan memberikannnya kepada Kolonel KKO Bambang Widjanarko untuk diteruskan kepada Presiden Soekarno.jawabannya kepada MPRS. Situasi yang tidak kondusif ini juga menimbulkan ketegangan-ketegangan politik dan konstitusional seperti munculnya ketegangan antara MPRS dan Presiden Soekarno dimana MPRS menginginkan Presiden segera menepati keputusan. Isi dari nota tersebut adalah “ada unidentified force yang bergerak dari arah glodok menuju istana” dan presiden disarankan untuk meninggalkan Istana secapat mungkin.17.2 Supersemar Pada tanggal 11 Maret 1966 di Istana Merdeka dilaksanakan sidang Kabinet Dwikora di bawah pimpinan Presiden Soekarno.Ketika para mahasiswa semakin mendekati Istana tiba-tiba pasukan Tjakrabirawa melakukan penembakan secara membabi buta yang kemudian menewaskan seorang mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia bernama Arief Rachman Hakim pada tanggal 24 Februari 1966. Selain menghalau para demonstran dengan kekerasan.

yang berisi tentang pembubaran PKI dan Ormas. mereka langsung ditemui oleh Presiden Soekarno dan kemudian menjelaskan maksud kedatangan mereka untuk menjelaskan bahwa tidak ada pasukan tanpa identitas yang berkeliaran di sekitar istana. Pada tanggal 27 Maret 1966 Presiden melantik kabinet Dwikora Yang Disempurnakan sebagai pengganti kabinet sebelumnya dan mengangkat Letjen Soeharto sebagai Ketua Presidium Kabinet serta mengangkat Kombes Pol. Brigjen M. Sesampainya di Istana Bogor. dan Brigjen Amir Machmud menemui Men/ Pangad Letjen Soeharto untuk meminta izin bertemu dengan Presiden Soekarno dan disetujui. Beberapa hari kemudian Resimen Cakrabirawa di bubarkan dan sebagai penggantinya untuk tugas penjagaan istana diserahkan kepada Polisi Militer Angkatan Darat. 1/3/1966. Yusuf. para perwira tinggi TNI AD yaitu Mayjen Basuki Rachmat. Presiden Soekarno segera keluar ruangan menuju ke helikopter yang sudah menunggu diluar untuk kemudian pergi menuju Istana Bogor dengan kawalan dari Brigjen Sabur dan Komisaris Polisi Mangil Martodidjodjo. Berdasarkan Supersemar. Setelah Presiden pergi ke Istana Bogor. Da diserukan kepada Parpol dan ormas agar tidak menerima bekas anggota PKI. Leimena untuk memimpin sidang. Dr Awaloedin Djamin diangkat sebagai 22 . Mereka juga menyampaikan pesan Letjen Soeharto yang menyatakan bisa mengendalikan keadaan keamanan di Jakarta apabila diberi kepercayaan dalam bentuk surat perintah yang kemudian dinamakan Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar). pada tanggal 12 Maret 1966 Letjen Soeharto atas nama Presiden/ Panglima Tertinggi ABRI/ Mandataris MPRS mengeluarkan Surat Keputusan Presiden/ Pangti/ Mandataris MPRS /PR No.ormasnya serta menyatakan PKI sebagai organisasi terlarang di seluruh Indonesia.memberikan mandat kepara Waperdam II dr.

17. dan perawatan angkatan kepolisian diatur secara umum dan terintegrasi. Pihak pamongpraja menginginkan status polisi di kembalikan ke Depdagri. personel.undang tersebut dikatakan bahwa status kepolisian terletak diantara sipil dan militer maka integrasi kepolisian ke dalam ABRI menjadi setengah-setengah. 290 tahun 1964 yang disempurnakan lagi pada tanggal 23 Juli 1965 angkatan Kepolisian diintegrasikan dengan unsur-unsur ABRI lainnya yaitu Angkatan Darat. administrasi.Menteri Tenaga Kerja yang pertama sebagai ganti Menteri Perburuhan.2. II/ MPRS/ 1960 yang menyatakan Kepolisian Negara menjadi Angkatan Bersenjata dan ketetapan tersebut dipertegas dengan penetapan DPR-GR tanggal 19 Juni 1961 tentang UndangUndang Pokok Kepolisian No.kan bahwa kepolisian negara adalah Angkatan Bersenjata. dan Angkatan Udara sehingga kedudukan hukum. Status kepolisian baru jelas ketika ditetapkan. Dengan demikian 23 . keuangan.3 Integrasi ke dalam ABRI Dalam rentang waktu antara 1950-1960 terjadi berbagai perdebatan mengenai kududukan kepolisian oleh beberapa lembaga negara. 13/1961 yang tertuang dalam pasal 3 dalam undang-undang tersebut dijelas. Baru pada tahun 1964 berdasarkan Keppres No. Namun karena dalam penjelasan undang. Polisi Preventif di bawah Depdagri. Angkatan Laut. Djodi Gondokusumo (Menkeh pada masa Ali-Wongso tahun 1953) bermaksud memecah status kepolisian menjadi tiga yaitu Polisi represif yang berad di bawah Depkeh. material. organisasi. dan Brigademobil ke Dephan. Kejaksaan Agung sebagai pemegang penegakan hukum merasa akan lebih efektif apabila Kepolisian berada di bawah mereka. Dalam keputusan-keputusan di atas disebutkan bahwa Presiden adalah pemimpin tertinggi angkatan bersenjata. 2. Lain lagi dengan usulan Mr.nya ketetapan MPRS No.

doktrin. namun tetap dalam kerangkan ketata negaraan dan pemerintahan negara kesatuan Republik Indonesia yang utuh termasuk dalam mengantisipasi otonomi daerah sesuai dengan Undang-undang No. Upaya melaksanakan kemandirian Polri dengan mengadakan perubahan-perubahan melalui tiga aspek yaitu: 24 .3 TENTANG POLRI Tentang Polri Kemandirian Polri diawali sejak terpisahnya dari ABRI tanggal 1 April 1999 sebagai bagian dari proses reformasi haruslah dipandang dan disikapi secara arif sebagai tahapan untuk mewujudkan Polri sebagai abdi negara yang profesional dan dekat dengan masyarakat.25 tahun 1999 tentang Perimbangan keuangan antara pusat dan daerah. harta benda dari tindakan kriminalitas dan bencana alam. aman. dan 2. Tugas dan tanggung jawab tersebut adalah memberikan rasa aman kepada negara. tertib. Kemandirian Polri dimaksud bukanlah untuk menjadikan institusi yang tertutup dan berjalan serta bekerja sendiri. menuju perubahan tata kehidupan nasional kearah masyarakat madani yang demokratis. Pengembangan kemampuan dan kekuatan serta penggunaan kekuatan Polri dikelola sedemikian rupa agar dapat mendukung pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Polri sebagai pengemban fungsi keamanan dalam negeri. masyarakat. tersebut melalui pendekatan mental. Untuk memperbaiki keadaan tersebut.berarti presiden dapat langsung berinteraksi dengan pimpinan Angkatan diluar sepengetahuan Menteri Koordinator Keamanan Pertahanan yang hanya mengurusi tugas admistrasi itupun hanya tugas koordinasi. adil dan sejahtera.22 tahun 1999 tentang Otonomi Daerah dan Undang-undang No. pada masa orde baru pimpinan ABRI menghilangkan perbedaanperbedaan organisasi. Kondisi menyebabkan terciptanya situasi diintegratif karena ada persaingan antara Angkatan yang satu dengan yang lainnya dan ini dimanfaatkan dengan baik oleh PKI untuk meyusup ke dalam tubuh Angkatan Bersenjata.

4. Aspek Instrumental: Mencakup filosofi (Visi. Aspek kultural: Adalah muara dari perubahan aspek struktural dan instrumental. • Memberikan bimbingan kepada masyarakat melalui upaya preemtif dan preventif yang dapat meningkatkan kesadaran dan kekuatan serta kepatuhan hukum masyarakat (Law abiding Citizenship). 25 . selanjutnya uraian tentang jabaran Misi Polri kedepan adalah sebagai berikut : • Memberikan perlindungan. sistem operasional.• Aspek Struktural: Mencakup perubahan kelembagaan Kepolisian dalam Ketata negaraan. surety. kewenangan. sistem rekrutmen. serta sebagai penegak hukum yang profesional dan proposional yang selalu menjunjung tinggi supermasi hukum dan hak azasi manusia.1 Visi Polri yang mampu menjadi pelindung Pengayom dan Pelayan Masyarakat yang selalu dekat dan bersama-sama masyarakat. karena semua harus terwujud dalam bentuk kualitas pelayanan Polri kepada masyarakat. perubahan meliputi perubahan manajerial. kemampuan fungsi dan Iptek.4 VISI DAN MISI POLRI 2. Pemelihara keamanan dan ketertiban serta mewujudkan keamanan dalam negeri dalam suatu kehidupan nasional yang demokratis dan masyarakat yang sejahtera. sistem material fasilitas dan jasa. organisasi. sistem anggaran. sistem pendidikan. 2.2 Misi Berdasarkan uraian Visi sebagaimana tersebut di atas. Misi dan tujuan). • • 2.4. pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat (meliputi aspek security. Doktrin. susunan dan kedudukan. safety dan peace) sehingga masyarakat bebas dari gangguan fisik maupun psykis.kompetensi.

bebas KKN dan menjunjung tinggi hak azasi manusia.norma dan nilai . 2.• Menegakkan hukum secara profesional dan proporsional dengan menjunjung tinggi supremasi hukum dan hak azasi manusia menuju kepada adanya kepastian hukum dan rasa keadilan.4. • Mengelola sumber daya manusia Polri secara profesional dalam mencapai tujuan Polri yaitu terwujudnya keamanan dalam negeri sehingga dapat mendorong meningkatnya gairah kerja guna mencapai kesejahteraan masyarakat • Meningkatkan upaya konsolidasi kedalam (internal Polri) sebagai upaya menyamakan Visi dan Misi Polri kedepan.3 Sasaran Dalam rangka mewujudkan Visi dan Misi Polri pada kurun waktu tahun 2000 . Melanjutkan operasi pemulihan keamanan di beberapa wilayah konflik guna menjamin keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Terciptanya suatu proses penegakan hukum yang konsisten dan berkeadilan.2004 yang akan datang ditetapkan sasaran yang hendak dicapai adalah : Bidang Kamtibmas • Tercapainya situasi Kamtibmas yang kondosif bagi penyelenggaraan pembangunan nasional. Memelihara soliditas institusi Polri dari berbagai pengaruh external yang sangat merugikan organisasi.nilai yang berlaku dalam bingkai integritas wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia. • • • Meningkatkan kesadaran hukum dan kesadaran berbangsa dari masyarakat yang berbhineka tunggal ika. • 26 . • Memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat dengan tetap memperhatikan norma .

27 .4.4 Bidang Keamanan Dalam Negeri • Tercapainya kerukunan antar umat beragama dalam kerangka interaksi sosial yang intensif serta tumbuhnya kesadaran berbangsa guna menjamin keutuhan bangsa yang ber Bhineka Tunggal Ika.• Terwujudnya aparat penegak hukum yang memiliki integritas dan kemampuan profesional yang tinggi serta mampu bertindak tegas adil dan berwibawa. • Kesadaran hukum dan kepatuhan hukum masyarakat yang meningkat yang terwujud dalam bentuk partisipasi aktif dan dinamis masyarakat terhadap upaya Binkamtibmas yang semakin tinggi. • Tetap tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. 2. • Kinerja Polri yang lebih profesional dan proporsional dengan menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi sehingga disegani dan mendapat dukungan kuat dari masyarakat untuk mewujudkan lingkungan kehidupan yang lebih aman dan tertib.

5 STRUKTUR ORGANISASI POLRI 28 .2.

4. Kapolda: Kepala Kepolisian Daerah dengan pangkat Inspektur Jendral Polisi. 2. 6. Ropers: Biro Personalia dengan pangkat Komisaris Besar Polisi. 7. Roops: Biro Operasi dengan pangkat Komisaris Besar Polisi. Rorenbang: Biro Perencanaan dan Pengembangan dengan pangkat Komisaris Besar Polisi. Robinamitra: Biro Pengembangan Kemitraan dengan pangkat Komisaris Besar Polisi.6 STRUKTUR ORGANISASI POLDA JATIM Keterangan: 1.2. Itwasda: Itspektorat Pengawas Daerah dengan pangkat Komisaris Besar Polisi. 3. Wakapolda: Wakil Kepala Kepolisian Daerah dengan pangkat Brigadir Jendral Polisi. 29 . 8. Rolog: Biro Logistik dengan pangkat Komisaris Besar Polisi. 5.

23. Den 88 AT: Detasemen Khusu 88 Anti Teror dengan pangkat Komisaris Besar Polisi. Bid Dokkes: Bidang Kedokteran dan Kesehatan dengan pangkat Komisaris Besar Polisi. Dit Pol Air: Direktorat Polisi Perairan dengan pangkat Komisaris Besar Polisi. 21. 13. 12. Sat Brimop: Satuan Brigadir Mobile dengan pangkat Komisaris Besar Polisi. SPN: Sekolah Polisi Negara dengan pangkat Komisaris Besar Polisi.9. 10. Dit Intelkam: Direktorat Intelegent dan Keamanan dengan pangkat Komisaris Besar Polisi. 20. Dit Reskrim: Direktorat Reserse dan Kriminal dengan pangkat Komisaris Besar Polisi. Dit Pam Obvit: Direktorat Pengamanan Objek Vital dengan pangkat Komisaris Besar Polisi. Dit Lantas: Direktorat Lalu Lintas dengan pangkat Komisaris Besar Polisi. Denma: Detasemen Markas dengan pangkat Komisaris Besar Polisi. 19. Se Tum: Seketariat Umum dengan pangkat Komisaris Besar Polisi. 15. Bid Propam: Bidang Profesi dan Pengamanan dengan pangkat Komisaris Besar Polisi. 30 . 18.Obatan dengan pangkat Komisaris Besar Polisi. 11. 17. Bid Human: Bidang Hubungan Masyarakat dengan pangkat Komisaris Besar Polisi. 26. 25. 22. Dit Pam Wisata: Direktorat Pengamanan Wisata dengan pangkat Komisaris Besar Polisi. 24. 16. 14. Dit Narkoba: Direktorat Narkotika dan Obat. Bid Ku: Bidang Keuangan dengan pangkat Komisaris Besar Polisi. Bid Telematika: Bidang Telematika dengan pangkat Komisaris Besar Polisi. Dit Samapta: Direktorat Samapta dengan pangkat Komisaris Besar Polisi.

31 .

b.2. penatausahaan urusan dalam. c. 2). Bidang Teknologi Informasi sebagaimana dimaksud dalam pasal 9 huruf i merupakan unsur pengawas dan pembantu pimpinan yang berada dibawah Kapolda. Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (2). Pembinaan dan penyelenggaraan pusat informasi kriminal. Perencanaan dan pengadministrasian umum. Pembinaan dan penyelenggaraan sistem informasi meliputi sentralisasi pengumpulan dan pengolahan data. Pembangunan. disingkat Kabid TI yang bertanggunga jawab kepada Kapolda dan dalam pelaksanaan tugas sehari-harinya berada dibawah kendali Waka Polda g.6. SUBBAGRENMIN (Subbagian Perencanaan dan Administrasi). SUBBIDTEKKOM (Subbidang Teknologi Komunikasi) 3). Bidang Teknologi Informasi dipimpin oleh Kepala Bidang Teknologi Informasi. SUBBIDTEKINFO (Subbidang Teknologi) JOB DESCRIPTION SUBBID TEKINFO 32 . serta pelayanan telekomunikasi. penyajian informasi dan dokumentasi serta anev. Bidang Teknologi Informasi Terdiri dari : 1). 2. Pemberian bimbingan. Bidang Teknologi Informasi menyelenggarakan fungsi : a. yang meliputi penyiapan dan penyajian data dan statistik kriminal.1 JOB DESCRIPTION 1. personil dan materiil logistik. bantuan teknis dan komputer baik hardware maupun software kepada satuan organisasi di lingkungan jajaran Polda Kepri e. serta penyajian informasi kriminal dan pelayanan multimedia. Bidang Teknologi Informasi bertugas menyelenggarakan pembinaan teknologi informasidan informasi kepolisiani. f. pengumpulan dan pengolahan data. pemeliharaan jaringan komunikasi dan data. 3. pembinaan. d. serta pelayanan keuangan dilingkungan Bidang Teknologi Informasi Polda Kepri.

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1). URTEKPOL (Urusan Teknologi Kepolisian) yang bertugas membantu menyelenggarakan pembinaan dan pengembangan perangkat keras maupun perangkat lunak komputer serta pelayanan multimedia. URPULLAHTA (Urusan Pengumpulan dan Pengolahan Data) yang bertugas mengumpulkan dan mengolah data. 2. 1. serta 3. Subbid Komlek sebagaimana dimaksud dalam pasal 87 huruf b bertugas menyelenggarakan dan membina sistem komunikasi elektronika dan komunikasi data yang meliputi pembangunan dan pengembangan jaringan. Kasubbid Tekinfo dibantu oleh : a. Pembinaan dan pengembangan hardware dan software komputer. JOB DESCRIPTION SUBBID TEKKOM 1. Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1). data dan jaringan. Kasubbid Tekinfo sebagaimana dimaksud dalam pasal 87 huruf c bertugas membina dan menyelenggarakan sistem informasi dan dokumentasi bidang operasional maupun pembinaan. • pelayanan multimedia. c. 2. Kasubbid 33 . URJIANINFO (Urusan Penyajian Informasi) Yang bertugas menyajikan informasi dan dokumentasi bidang operasional maupun pembinaan dilingkungan jajaran Polda Kepri.1. Pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian informasi dan dokumentasi bidang operasional maupun pembinaan dilingkungan jajaran Polda Kepri. Kasubbid Tekinfo menyelenggarakan fungsi : a. b. Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1). b. pelayanan komunikasi elektronika dan data. serta pemeliharaan dan perbaikan alat komunikasi (Alkom). serta pengembangan hardware maupun software komputer forensik dan pelayanan multimedia.

URJARKOM (Urusan jaringan komunikasi) Yang bertugas menyelenggarakan pembangunan dan pengembangan jaringan komunikasi. personel. Penyusunan perencanaan jangka sedang dan jangka pendek antara lain : Renstra. JOB DESCRIPTION SUBBAG RENMIN 1. c. Pemeliharaan perawatan dan administrasi personil. dan penyusunan laporan SAI serta pertanggung 34 . Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1). b. c. b. pemeliharaan dan perbaikan Alkom. pengendalian. 3. Pembangunan dan pengembangan jaringan yang mencakup intranet dan internet serta pengelolaan domain Polda Kepri. Subbagrenmin sebagaimana dimaksud dalam pasal 87 huruf a bertugas menyusun perencanaan program kerja dan anggaran. Rancangan Renja. Renja. URYANKOM (Urusan pelayanan komunikasi) Yang bertugas menyelenggarakan pelaksanaan komunikasi elektronika dan data. Pelayanan dukungan teknis di bidang sistem dan Teknologi Informasi kepada jajaran Polda Kepri. URHARKAN (Urusan pemeliharaan dan perbaikan) Yang bertugas menyelenggarakan pemeliharaan dan perbaikan alkom. 2. Dalam melaksanakan tugas sebagaimana pada ayat (1).Tekkom menyelenggarakan fungsi : a. c. akuntansi. Subbagrenmin menyelenggarakan fungsi : a. pembukuan. d. data dan jaringan. manajemen sarpras. kebutuhan sarana dan prasarana personil dan anggaran. b. Pengelolaan sarpras dan penyusunan laporan SIMAK-BMN. dan kinerja. Pelayanan fungsi keuangan yang meliputi pembiayaan. Kasubbid Tekkom dibantu oleh : a. Pembinaan sistem dan Teknologi Informasi di lingkungan jajaran Polda Kepri. serta mengelola keuangan dan pelayanan ketatausahaan dan urusan dalam dilingkungan Bidang Teknologi Informasi Polda Kepri. data dan jaringan.

serta pemantauan dan evaluasi pelaksanaan program Bidang Teknologi Informasi dilingkungan jajaran Polda Kepri. Subbagrenmin dibantu oleh : a. f. program dan anggaran. Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1). d. URTU yang bertugas menyelenggarakan kegiatan ketatausahaan dan urusan dalam. e. Penetapan Kinerja. DIPA. RAB dan menyusun LAKIP Satker. 35 . Rancangan Renja. URMIN yang bertugas menyelenggarakan kegiatan administrasi umum personil dan materil logistik. atau TOR. URKEU yang bertugas menyelenggarakan kegiatan pelayanan keungan.jawaban keuangan. RKAKL. Pengelolaan dan pelayanan ketatausahaan dan urusan dalam. KAK. b. c. Penyusunan LRA dan pembuatan laporan akuntabilitas kinerja satker dalam bentuk LAKIP meliputi analisis target pencapaian kinerja. URREN yang bertugas membuat Rentra. Renja. 3.

7 LOGO DAN PENJELASAN 36 .2.

Apakah kita membayangkan jika terjadi pemadaman listrik selama 24 jam pada gedunggedung atau menara pencakar langit.BAB III POWER LINE COMMUNICATION 3. Hal ini disebabkan oleh sistem perlistrikan yang menggunakan bumi sebagai acuan tegangan netral (ground). penerangan. lift atau sarana automasi lainnya. Listrik mengalir dari saluran positif ke saluran negatif. medan listrik. dapat juga diartikan sebagai berikut: • Listrik adalah kondisi dari partikel subatomik tertentu. listrik tidak akan mengalir ke tubuh kita (kita tidak terkena strum). Demikian pula jika kita hanya memegang saluran negatif. segala hal selalu diikuti dengan tersedianya sarana vital yang kita sebut listrik. seperti petir. perbedaan tegangan antara kabel listrik di tangan dengan tegangan di kaki (ground). Karena itu jika kita memegang sumber listrik dan kaki kita menginjak bumi atau tangan kita menyentuh dinding. yang menyebabkan penarikan dan penolakan gaya di antaranya. Dengan listrik arus bolak-balik. yang biasanya di pasang di dua tempat (satu di ground di tiang listrik dan satu lagi di ground di rumah). seperti elektron dan proton. Listrik bisa juga mengalir ke bumi (atau lantai rumah). Listrik memungkinkan terjadinya banyak fenomena fisika yang dikenal luas. Listrik adalah sifat benda yang muncul dari adanya muatan listrik. yang dilengkapi dengan sarana pendingin.1 LISTRIK Seiring berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi. membuat listrik mengalir dari tangan ke kaki sehingga kita akan mengalami kejutan listrik ("terkena strum"). 37 . Listrik digunakan dengan luas di dalam aplikasi-aplikasi industri seperti elektronik dan tenaga listrik. Listrik. Dengan listrik arus searah jika kita memegang hanya kabel positif (tapi tidak memegang kabel negatif). Acuan ini. • Listrik adalah sumber energi yang disalurkan melalui kabel. dan arus listrik. Arus listrik timbul karena muatan listrik mengalir dari saluran positif ke saluran negatif.

Kabel ini adalah acuan nol di lokasi pemakai. meskipun tidak terlalu besar dan berbahaya. • Kedua adalah kabel netral. biasanya ada sedikit efek setrum. Listrik mengalir dari kutub positif batere/aki ke kutub negatif. jika menggunakan sistem listrik 1 fase. Kabel ini adalah kabel yang membawa tegangan dari pembangkit tenaga listrik (PLN misalnya). misalnya yang tersimpan dalam batere. Pada aki mobil yang besar. dapat dibandingkan seperti kutub negatif pada sistem listrik arus searah.Listrik dapat disimpan. kabel ini biasanya dinamakan kabel panas (hot). kabel netral biasanya tidak menimbulkan efek strum yang berbahaya. ada kemungkinan arus akan mengalir dari acuan tanah yang satu ke acuan tanah lain yang jauh letaknya. biasanya terdiri atas 3 kabel: • Pertama adalah kabel fase yang merupakan sumber listrik bolak-balik (positif dan negatifnya berbolak-balik terus menerus). yang biasanya disambungkan ke tanah di pembangkit tenaga listrik (di kantor PLN misalnya). maka satu kaki lampu harus dihubungkan ke kabel fase dan kaki lampu yang lain dihubungkan ke kabel netral. Kabel ini pada dasarnya adalah kabel acuan tegangan nol. misalnya pada sebuah aki atau batere. jadi jika listrik ingin dialirkan ke lampu misalnya. yang biasanya disambungkan ke tanah di rumah pemakai. • Ketiga adalah kabel tanah atau Ground. namun karena ada kemungkinan perbedaan tegangan antara acuan nol di kantor PLN dengan acuan nol di lokasi kita. Dalam kejadian-kejadian badai listrik luar angkasa (space electrical storm) yang besar. Kabel ini merupakan kabel pengamanan yang biasanya disambungkan ke badan (chassis) alat2 listrik di rumah untuk memastikan bahwa pemakai alat 38 . Listrik yang kecil. Sistem listrik yang masuk ke rumah kita. tidak akan memberi efek setrum pada tubuh. dapat dibandingkan seperti kutub positif pada sistem listrik arus searah (walaupun secara fisika adalah tidak tepat). Fenomena alami ini bisa memicu kejadian mati lampu berskala besar. ada kemungkinan si pemegang merasakan kejutan listrik. jika dipegang. kabel ini benar-benar berasal dari logam yang ditanam di tanah dekat rumah kita.

3. dengan luas penampang yang dapat diabaikan.1. Walaupun secara teori. akan menghasilkan gaya sebesar 2 x 10-7 Newton/meter di antara dua penghantar lurus sejajar. berjarak 1 meter satu sama lain dalam ruang hampa udara. Satuan internasional untuk arus listrik adalah Ampere (A). Pastikan teknisi listrik anda memasang kabel tanah di sistem listrik di rumah. Secara formal satuan Ampere didefinisikan sebagai arus konstan yang.2 Arus searah 39 . kabel tanah seharusnya tidak boleh digunakan untuk membawa arus listrik (misalnya menyambungkan lampu dari kabel fase ke kabel tanah).1 Arus listrik Arus listrik adalah banyaknya muatan listrik yang mengalir melalui suatu titik dalam sirkuit listrik tiap satuan waktu.tersebut tidak akan mengalami kejutan listrik. Dalam kebanyakan sirkuit arus searah dapat diasumsikan resistansi terhadap arus listrik adalah konstan sehingga besar arus yang mengalir dalam sirkuit bergantung pada voltase dan resistansi sesuai dengan hukum Ohm. bila dipertahankan.1. acuan nol di rumah (kabel tanah ini) harus sama dengan acuan nol di kantor PLN (kabel netral). Contoh arus listrik dalam kehidupan sehari-hari berkisar dari yang sangat lemah dalam satuan mikroAmpere (μA) seperti di dalam jaringan tubuh hingga arus yang sangat kuat 1-200 kiloAmpere (kA) seperti yang terjadi pada petir. Tindakan ceroboh seperti ini hanya akan mengundang bahaya karena chassis alat-alat listrik di rumah tersebut mungkin akan memiliki tegangan tinggi dan akan menyebabkan kejutan listrik bagi pemakai lain. Pemasang ini penting. karena merupakan syarat mutlak bagi keselamatan anda dari bahaya kejutan listrik yang bisa berakibat fatal dan juga beberapa alat-alat listrik yang sensitif tidak akan bekerja dengan baik jika ada induksi listrik yang muncul di chassisnya 3. Arus listrik dapat diukur dalam satuan Coulomb/detik atau Ampere. Arus listrik merupakan satu dari tujuh satuan pokok dalam satuan internasional.

3. Penyaluran tenaga listrik komersil yang pertama (yang dibuat oleh Thomas Edison di akhir abad ke 19) menggunakan listrik arus searah. 40 . walaupun mungkin saja arus searah mengalir pada semi-konduktor. Karena listrik arus bolak-balik lebih mudah digunakan dibandingkan dengan listrik arus searah untuk transmisi (penyaluran) dan pembagian tenaga listrik. Bentuk gelombang dari listrik arus bolak-balik biasanya berbentuk gelombang sinusoida. misalnya bentuk gelombang segitiga (triangular wave) atau bentuk gelombang segi empat (square wave). Pengamatanpengamatan yang lebih baru menemukan bahwa sebenarnya arus searah merupakan arus negatif (elektron) yang mengalir dari kutub negatif ke kutub positif. Arus searah dulu dianggap sebagai arus positif yang mengalir dari ujung positif sumber arus listrik ke ujung negatifnya. Arus searah biasanya mengalir pada sebuah konduktor. Aliran elektron ini menyebabkan terjadinya lubang-lubang bermuatan positif.3 Arus bolak-balik Arus bolak-balik (AC/alternating current) adalah arus listrik dimana besarnya dan arahnya arus berubah-ubah secara bolak-balik. yang "tampak" mengalir dari kutub positif ke kutub negatif. bentuk gelombang lain pun dapat digunakan. karena ini yang memungkinkan pengaliran energi yang paling efisien. Namun dalam aplikasi-aplikasi spesifik yang lain. isolator. dan ruang hampa udara.1. Sumber arus listrik searah biasanya adalah baterai (termasuk aki dan Elemen Volta) dan panel surya.Arus searah (bahasa Inggris direct current atau DC) adalah aliran elektron dari suatu titik yang energi potensialnya tinggi ke titik lain yang energi potensialnya lebih rendah. di zaman sekarang hampir semua transmisi tenaga listrik menggunakan listrik arus bolak-balik. Berbeda dengan arus searah dimana arah arus yang mengalir tidak berubah-ubah dengan waktu.

tujuan utama yang paling penting adalah pengambilan informasi yang termodulasi atau terkode di dalam sinyal arus bolak-balik tersebut. Fakta tersebut menunjukkan bahwa pada jaringan tenaga listrik masih terdapat kapasitas frekuensi yang tidak digunakan. Namun ada pula contoh lain seperti sinyal-sinyal radio atau audio yang disalurkan melalui kabel.4 Tenaga listrik Tenaga listrik yang dibangkitkan oleh pusat-pusat pembangkit pada proses pendistribusiannya ke pelanggan dialirkan melalui jaringan transmisi tenaga listrik. listrik bolak-balik berarti penyaluran listrik dari sumbernya (misalnya PLN) ke kantor-kantor atau rumah-rumah penduduk. Gambar 3. yang juga merupakan listrik arus bolak-balik.Secara umum. Di dalam aplikasi-aplikasi ini. 3. 1 Jalur listrik sampai ke konsumen Pada jaringan kabel tenaga listrik masih memungkinkan dilewatkan sinyal frekuensi diatas 60 Hz sampai orde beberapa MHz. Umumnya frekuensi yang digunakan berkisar antara 9kHz.200Mhz 41 .1. Teknologi PLC memanfaatkan kanal frekuensi yang tidak digunakan tersebut sebagai frekuensi transmisinya.

Modem.2. 2 Rentang frekuensi jaringan kabel listrik 3. Pada sisi pengguna ada beberapa standard interface yang dapat digunakan.1 Modem Sebuah Modem PLC merupakan alat dasar komunikasi data yang digunakan oleh pengguna melalui media transmisi kabel listrik. Base Station dan Modem adalah perangkat dasar dari sistem PLC.Gambar 3. Repeater. Berikut ini penjelasan fungsi dari masing-masing perangkat PLC : 3.2 PENGENALAN PERANGKAT POWERLINE COMMUNICATION Perangkat-perangkat yang dibutuhkan dalam merealisaikan jaringan PLC yaitu Base Station. 3 Modem PLC 42 . Pada sisi lainnya Modem PLC ini dihubungkan dengan kabel listrik yang menggunakan metode kopling khusus sehingga dapat menginjeksikan sinyal data ke media kabel listrik dan dapat diterima di sisi penerima. Tugas utama dari perangkat dasar adalah persiapan sinyal dan konversinya yang untuk selanjutnya ditransmisikan melalui kabel listrik dan akan ditangkap di penerima. Gambar 3. dan Gateway. misalnya Ethernet dan USB dan RJ45.

Data link juga dilakukan pada Modem PLC ini termasuk MAC (Medium Access Control) dan LLC (logical Link Control) sublayer. Gambar 3.2. WLL untuk koneksi wireless. Base Station tidak menghubungkan perangkat pengguna secara sendiri.2 Base Station Sebuah Base Station PLC menghubungkan sistem akses dari PLC ke jaringan backbone. tetapi dapat menyediakan jaringan komunikasi multiple. Untuk mengurangi emisi elektromagnetik dari saluran listrik. Base Station ini merealisasikan hubungan antara jaringan komunikasi backbone dan media transmisi kabel listrik. SDH untuk koneksi jaringan kecepatan tinggi. 3. kopling tersebut bekerja diantara 2 fasa pada area akses dan antara sebuah fasa dan pada konduktor yang netral di area dalam rumah. Namun. seperti xDSL. 4 Base Station 43 . sebuah Base Station dapat digunakan untuk merealisasikan hubungan dengan jaringan Backbone menggunakan teknologi komunikasi yang bervariasi. Modem PLC ini melakukan semua fungsinya pada layer fisik termasuk modulasi dan pengkodean.Kopling tersebut berguna untuk memastikan pemisahan listrik dengan aman dan juga berguna sebagai high pass filter yang memisahkan sinyal komunikasi diatas frekuensi 9 kHz dari frekuensi daya listrik 50 atau 60 Hz. Dengan cara ini. dan lainnya.

Gambar 3. Agar dapat terealisasi maka dibutuhkan beberapa Repeater. Pada kasus khusus setiap Modem PLC dapat mengambil alih kontrol sebuah jaringan operasi dan perealisasian hubungan dengan jaringan backbone. dan dapat mengubah jangkauan yang dapat dicakupi oleh jaringan sistem PLC. Repeater tidak mengubah isi dari informasi yang ditransmisikan. Cara kerjanya yaitu Repeater menerima sinyal transmisi pada frekuensi f1.2.3 Repeater Dalam beberapa kasus. Namun. Segmen atau tingkatan pada jaringan dipisah dengan menggunakan frekuensi yang berbeda-beda. dikuatkan dan diinjeksikanke jaringan namun dalam bentuk frekuensi f2. Namun. realisasi dari jaringan kontrol atau fungsi khususnya dapat direalisasikan dalam cara terdistribusi. 5 Repeater 44 . Repeater berfungsi membagi jaringan menjadi beberapa segmen.Biasanya Base Station mengontrol jaringan akses PLC. 3. jarak antara pengguna PLC yang ditempatkan di jaringan layanan low-voltage dan Base Station terlalu jauh untuk saling terhubung.

Pada kasus pertama. Gambar 3.Gambar 3. yaitu koneksi melalui Gateway. Tidak ada pembagian antara area outdoor dan indoor. Modem PLC langsung dihubungkan ke seluruh jaringan Lowvoltage dan juga langsung terkoneksi ke Base Station. 6 Posisi Repeater 3. Direct connection. yang dikarenakan masalah tambahan lain yaitu karakteristik dari saluran transmisi dan masalah kesesuaian elektromagnet. 7 Posisi base station. PLC dan meter unit 45 .2. dan sinyal komunikasi ditransmisikan melalui unit Power meter. Namun. yaitu koneksi langsung. Indirect connection over a Gateway.4 Gateway Ada 2 pendekatan untuk koneksi yang dapat dilakukan oleh pengguna PLC melalui soket dinding ke jaringan sistem PLC : 1. layanan pada jaringan Power Supply indoor dan outdoor sangatlah berbeda. 2.

Biasanya diletakkan dekat dengan meteran listrik. Umumnya sebuah Gateway dapat diletakkan dimanapun di dalam jaringan akses PLC untuk menyediakan sinyal regenerasi(fungsi sebagai Repeater) dan juga pembagi jaringan pada level logical. Sehingga. pada sistem indirect connection digunakan sebuah Gateway dan sering digunakan sebagai solusi untuk the direct connection. modem PLC yang ada pada area ruang lingkup sebuah gedung atau rumah dapat saling berkomunikasi tanpa khawatir informasi akan keluar ke area akses. sebuah Gateway PLC berfungsi sebagai local Base station yang mengontrol komunikasi antara Modem PLC internal dan juga antar alat internal dan sebuah akses network. Gateway juga mengkonversikan atau mengubah sinyal yang ditransmisikan antara frekuensi yang digunakan wilayah akses dan area gedung atau rumah. Pada kasus ini. Gateway digunakan untuk membagi jaringan akses PLC dengan jaringan PLC di dalam gedung atau rumah. sebuah PLC dapat dibagi menjadi beberapa subnetwork yang menggunakan media transmisi fisik yang sama Gambar 3. Dengan cara ini. Fungsi tambahan lainnya yaitu memastikan pembagian akses dalam sebuah rumah atau gedung pada logical network.Oleh karena itu. 8 Gateway Pada gambar diatas dapat dilihat. kedua Gateway dioperasikan sebagai Repeater yang mengkonversikan sinyal transmisi antar frekuensi f1 46 .

1 Topologi Jaringan Penyaluran Tegangan Rendah Jaringan penyaluran tegangan rendah menggunakan berbagai tipe kabel transformer yang berbeda-beda.dan f2(atau f2 dan f3). Semua dipasang dengan menyesuaikan pada standard . Komunikasi antar anggota dari subnetwork dan Base station sangat mungkin jika melalui Gateway yang bertanggung jawab Namun. sama baik dengan f2 dan f3(atau f2 dan f3). Gateway dapat menyediakan layanan pembagian secara pintar pada sumber jaringan yang ada. Kepadatan Subscriber Untuk masing-masing area juga memiliki kepadatan berbeda. 9 Posisi Gateway 3. perumahan. Masing-masing tempat/ Negara berbeda standard tergantung beberapa faktor : 1. jumlah yang meningkat dari Gateway dalam sebuah jaringan PLC mengurangi kapasitas dan mengakibatkan biaya yang tinggi. Lokasi jaringan Jaringan PLC bisa ditempatkan pada area. jumlah pengguna yang berbeda. jaringan tersebut dapat diatur sehingga Base Station tersebut langsung mengontrol sejumlah pengguna (subnetwork I). 2. Gateway tersebut dihubungkan ke jaringan dengan cara yang sama seperti Repeater. Namun. 47 .3 STRUKTUR DAN TOPOLOGI JARINGAN PLC 3. Kesimpulannya. saat Repeater hanya menyediakan sinyal sederhana yang diteruskan. urban dan rural. industri atau bisnis. dan memastikan jaringan yang lebih efisien Gambar 3.3. Masing-masing memiliki karakteristik meliputi jenis layanan.

4. Panjang Jaringan Jarak antar unit trafo dengan costumer berbeda secara significant untuk area urban dan rural. Jaringan LV mempunyai jumlah cabang (network section) yang bervariasi. Design Jaringan. merupakan sentral dalam struktur jaringan PLC. Base station ditempatkan pada unit transformer.3. menghubungkan ke WAN dan jaringan akses PLC pada topologi jaringan penyaluran tegangan rendah 48 .3. Ada beberapa kemungkinan letak base station : 1. 10 Design Jaringan 3.2 Posisi Base Station Base Station menghubungkan sistem akses PLC ke jaringan backbone (WAN) dan sesuai. Bentuk jaringan LV yang umum adalah sebagai berikut: Gambar 3.

Gambar 3. 12 Base station ditempatkan pada jalur tegangan rendah Jika Base Station tidak ditempatkan pada unit transformer. Base station ditempatkan pada jalur tegangan rendah. 11 Base station ditempatkan pada unit transformer 2.Gambar 3. titik sentral (titik koneksi ke Backbone) dari jaringan PLC dipindahkan ke tempat lain 49 .

3. Maka perlu dipisahkan dengan spektrum frekuensi yang lebar. Repeater dan Gateway diaplikasikan pada jaringan akses PLC dan membagi dalam segmen-segmen jaringan yang pendek.3 Segmentasi Jaringan dengan Gateway Dalam kasus ini Gateway mengontrol jaringan PLC serta melakukan koneksi dengan sentral Base Station.4 STRUKTUR JARINGAN PLC DALAM GEDUNG 50 . 3.dalam jaringan. 13 Konfigurasi Base Station Repeater dan Gateway Faktor batasan realisasi segmentasi jaringan menjadi masalah interfensi antar jaringan yang berdekatan. Gambar 3. 3. BS dapat pindah namun hanya disepanjang kabel saluran tenaga.

Jaringan PLC dalam sebuah gedung bisa berdiri secara mandiri. Jaringan di rumah PLC menggunakan kabel listrik yang ada dan outlet di rumah atau kantor untuk menghubungkan PC. Hal ini juga dapat ditetapkan oleh penyedia layanan. BPL bersaing dengan Internet broadband lain mengakses layanan. tidak hanya ke sistem PLC tetapi juga bisa dihubungkan ke teknologi akses lainnya (DSL). Setelah layanan Internet mencapai rumah atas saluran listrik di luar.5 TEKNOLOGI JARINGAN PLC Teknologi PLC memungkinkan perusahaan utilitas untuk menggunakan jaringan komunikasi melalui kabel listrik yang ada infrastruktur dengan mengirimkan sinyal data melalui kabel listrik yang sama yang mengirimkan listrik. Akibatnya. Jaringan PLC dalam sebuah gedung dihubungkan ke jaringan akses via Gateway.Beberapa kelebihan jaringan PLC dalam rumah. Konsumen dapat langsung menginstal jaringan rumah mereka hanya dengan memasang peralatan PLC ke plugs kekuasaan mereka. maka dapat didistribusikan ke seluruh 51 . setiap outlet listrik menjadi jack Ethernet atau jaringan titik koneksi-tanpa perlu menambah kabel baru. modem broadband. telepon. Oleh karena itu. kamera keamanan. dan perusahaan satelit. pemutar video / audio. yang inhome jaringan PLC umumnya self-installed oleh konsumen. Media transmisi sudah tersedia dalam jaringan listrik gedung. set-top box. remote metering. The BPL atau mengakses jaringan PLC menggunakan jalur luar utilitas listrik itu kuasa untuk memberikan broadband Layanan Internet ke rumah dan usaha kecil. PLC dapat digunakan untuk berbagai layanan jaringan seperti akses internet broadband. dan jaringan rumah layanan. bagaimanapun. Memungkinkan realisasi tanpa Base Station. Ada sebagian besar dua jenis jaringan PLC tergantung pada daerah mereka meliputi: akses PLC dan di rumah PLC. menggunakan frekuensi yang berbeda dari kabel listrik. Karena sangat mudah untuk membuat dan menggunakan.Teknologi ini. Akses PLC juga disebut broadband melalui kabel listrik (atau BPL). dan peralatan elektronik rumah. konsol game. DSL. 3. seperti modem kabel dan xDSL. seperti kabel.

Tegangan Menengah master (MM): perangkat untuk menghubungkan jaringan backbone dan MV-PLC. jaringan kabel atau komunikasi serat optik digunakan sejak teknologi PLC biayaefektif untuk mendukung komunikasi jarak jauh belum dikembangkan. LV PLC adalah teknologi komunikasi yang menggunakan jaringan listrik tegangan rendah dan MV PLC adalah teknologi komunikasi yang menggunakan jaringan listrik tegangan menengah. Akses jaringan PLC umumnya diatur dan dikelola oleh utilitas listrik perusahaan. 2. Untuk backbone jaringan. 14 Jaringan PLC Penjelasan dari gambar diatas adalah sebagai berikut: 1. Tegangan rendah(LS): perangkat untuk mentransfer sinyalantara LM dan perangkat rumah. Ada dua jenis teknologi akses PLC. yang bertegangan rendah (LV) dan PLC tegangan menengah (MV) PLC. 52 .rumah di atas kabel listrik yang ada seperti di-rumah PLC jaringan. Repeater (Re): perangkat untuk memperkuat sinyal antaramodem MVPLC. 4. Gambar 3. 3. Medium-tegangan (MS) dan menguasai rendah tegangan(LM): perangkat untuk mentransfer sinyal antara LVPLC dan MV-PLC.

yang digunakan untuk memantau dan mengontrol jaringansidang PLC. agen SNMP tidak dilengkapi di perangkat ini. 3. Beberapa MSS biasanya terhubung ke MM. 1 Spesifikasi modem PLC 53 . Kami PLC sistem manajemen jaringan (NMS)menggunakan SNMP dan satu atau lebih SNMP agen.6. Sebaliknya. agen proxy yang terpisah (yaitu.6 PERANCANGAN SISTEM MANAJEMENJARINGAN PLC Tujuan untuk (NMS) desain PLC jaringan sistem manajemen kami adalah untuk menciptakan solusi untuk terintegrasi pengelolaan perangkat jaringan PLC. Karena sumber daya komputasi yang langka dimodem master dan slave. MS biasanya disimpan di perangkat fisik yang sama seperti LM.5. 3.1 Arsitektur NMS PLC Gambar 3. yang mengkoordinasidan relay komunikasi antara MSS dan jaringan backbone. EMS) telah dikembangkan untuk berinteraksi dengan SNMP manager yang di utara dan modem master dan slave diselatan untuk bertukar manajemen operasi dan informasi. Pararepeater digunakan untuk memperkuat sinyal antara modem master dan slave. Tabel 3. yang mengkoordinasi dan relai komunikasi antara LSS dan jaringan MVPLC. Bagian ini menyajikan desainmanajemen jaringan PLC sistem.15 menggambarkan arsitektur sistem manajemen jaringanPLC untuk mengelola dan MVLV PLC modem.

Gambar 3. 15 Arsitektur jaringan sistemmanajemen PLC Perhatikan bahwa setiap modem master / konfigurasi slave.2 PLC MIB The MIB PLC telah didefinisikan sebagai suatu perusahaan yangterdiri dari MIB MIB generik dan MIB PLC. kami hanya menjelaskanarsitektur untuk mengelola modem PLC sebagai elemen jaringan.Modem kemudian membalas dengan lokasi mereka informasi untuk agen. dan terutama berisi informasi konfigurasi modem PLC. dan lainnya PLC elemen jaringan. Dalam tulisan ini. Pada dasarnya. Oleh karena itu. Jaringan dikelola oleh PLC NMS dapat mencakup modem MV. manajer hanyaberkomunikasi dengan agen pada periodik dan dasar-demand untuk mengumpulkan informasi MIB dan untukmengendalikan elemen. Bidang indeks dalambertindak 54 . The MIB generik dalamdesain kami terdiri dari tabel perangkat dan perangkap. Agen tersebut menyediakan informasi manajemen elemen jaringan kepada manajer SNMPdan menggunakan pesan siaran di kontrol akses medium (MAC) tingkat ke modem master. 3. LV master / modembudak.6. dan agen SNMP mengelola satu atau lebihmodem master. seperti gateway rumah. modem internal master mengumpulkan manajemen informasi dari satu atau lebih modem budak yangmemiliki ID kelompok yang sama tanpa lokasi fisik mereka.

kosong (3). meja PLC. dan bidang baris status di samping DeviceIndex. yang memiliki nomor port aman. Tabel ini diatur oleh operator NMS. Status lapangan menunjukkan keadaan saat modem sebagai tindakan (1). dan 4-31 untuk para budak oleh konfigurasi DIP switch modem. telah diungkapkan pada jaringan atau tidak. 1-3 ke repeater. kita dapat memeriksa apakah pelanggan perangkat sendiri. yang memiliki 3-bit kelompok ID dan 5-bit ID stasiun. kecuali DeviceIndex. meja kinerja dan meja perangkap. Dengan menggunakan tabel ini. dan kesalahan data (5). 3. informasi kinerja modem master dapat dihitung dengan menggunakan kinerja informasi dari modem budak. Kita dapat memperoleh dan menganalisis berbagai informasi PLC jaringan melalui tabel ini. Tabel umum memiliki informasi tentang kelompok modem master.Semua nilai-nilai yang dikelola oleh kinerja tabel memiliki jenis Counter32. meja master. tabel PLC memiliki dasar informasi manajemen jaringan PLC. Selain itu.3 Arsitektur desain PLC NMS 55 . Akhirnya. Bidang ini indeks terbuat dari paling kanan tiga oktet dari alamat MAC modem master dan stasiun ID (SID). yang merupakan nilai desimal 0x11001404. Untuk tujuan keamanan. Kami menetapkan SID 0 sampai master. bidang indeks 335548676. jika master modem alamat MAC '00 0c 93 14 00 11 'dan SID adalah 4.Misalnya. seperti komputer pribadi. Oleh karena itu. Modem MIB PLC terdiri dari meja umum. protokol transport yang akan digunakan.sebagai agen unik kunci primer yang digunakan untuk mencari tabel untuk perangkat yang sama. master tabel memiliki informasi tentang modem master terdaftar. yang dikelola oleh modem master. reset (4). tabel kinerja memiliki informasi tentang repeater dan modem budak kecuali untuk modem master yang terdaftar pada tabel umum. kami menyiapkan tabel port blocking.6. kesalahan (2).

kerugian pertarungan. Jika PLC node ditemukan. dan sebagainya. Gambar 3. bit per detik. modem budak dan repeater.7 IMPLEMENTASI SISTEM MANAJEMENJARINGAN PLC Kami telah menerapkan sebuah PLC NMS dengan desain yang disajikan di bagian sebelumnya menggunakan platform Java pada platform MS Windows. Administrator dapat mengatur jaringan PLC dengan klien NM aplikasi ataubrowser web dengan menghubungkan ke server NMS. kami menggunakan RDBMS yang menyediakan JDBC. diterima paket. keamanan manajer. Gambar 3.Bagian ini menggambarkan desain arsitektur sistem manajemen jaringan PLC dari sudut pandang manajer dan agen. dibuang paket. modem dapat dibedakan dengan ID grup dan ID stasiun dan diidentifikasi oleh jenis tampilan ikon juga. mesin DB. modul kinerja mengumpulkan data sesuai dengan penjadwalan informasi. mendapatkan kendali otomatis. kinerja manajer. Arsitektur PLC kita NMS diilustrasikan pada Gambar 8. terdeteksi tabrakan. manajer kesalahan. yang terdiri dari manajer front-end. Pada 56 . dan rata-rata nilai secara harian dan mingguan. Kinerja parameter terdiri dari indikator saluran menusuk. Dalam peta. Jika kita klik modem ikon. 16 Arsitektur NMS PLC 3. hal itu menunjukkan parameter kinerja dan nilai-nilai QoS untuk master. dan mesin SNMP. Untuk database.17 mengilustrasikan peta topologi untuk elemen jaringan PLC. paket dikirim. manajerkonfigurasi.

dasarnya. Fungsi audit trail digunakan untuk merekam perilaku administrator. seperti bar dan garis. Informasi alarm Terkait dengan informasi kesalahan saat ini. 17 Peta topologi untuk elemenjaringan PLC 3. tingkat keparahan dan data historis kesalahan dapat dilihat untuk node tertentu. PLC dipandang sebagai metode biaya-efektif untuk mewujudkan mana-mana jaringan dan komputasi. Gambar 3. dan GUI menyediakan contoh grafik real-time. Juga. Dalam tulisan ini. Kami juga menyajikan desain dan implementasi PLC NMS untuk monitoring jaringan pengadilan. kita telah secara singkat memperkenalkan teknologi jaringan PLC Korea dan sidang jaringan PLC.8 PENGEMBANGAN PLC Baru-baru ini. PLC telah menerima banyak perhatian dari kedua industri dan akademisi. Sistem ini menyediakan lima jenis grafik. Manajer kesalahan terutama mengumpulkan informasi alarm untuk mengelola kesehatan modem PLC. Pengalaman kami sejauh ini menunjukkan bahwa akses Internet dan 57 . yang berbeda dari tampilan acara. kami mengumpulkan data kinerja setiap menit. ia mengelola aksesibilitas tingkat bagi pengguna. Pengguna di grup dapat memiliki tingkat maksimum akses yang ditunjuk. manajemen keamanan mendukung pengguna dan mekanisme tingkat grup.

layanan VoIP adalah layak dan seefektif yang ada akses Internet broadband teknologi. Salah satu tantangan utama adalah mengembangkan dan menyebarkan costcompetitive produk. Kami percaya bahwa jaringan PLC ini layak tidak hanya untuk jaringan akses namun juga untuk rumah-di jaringan. Mungkin ada lebih potensi PLC untuk berhasil di daerah jaringan rumah karena fakta kabel listrik yang tersedia di kebanyakan rumah, dan berbagai aplikasi perangkat rumah (seperti PC, audio, video, kamera, peralatan rumah, dll) dapat dengan mudah jaringan melalui jaringan PLC. Tidak ada keraguan bahwa kita akan melihat aplikasi yang lebih menarik banyak menggunakan teknologi jaringan PLC di berikutnya Beberapa tahun. Korea Listrik Power Company (KEPCO) berencana untuk mengganti meter listrik analog dengan meter listrik digital untuk 20 juta rumah tangga di Korea pada tahun 2015. Teknologi yang telah telah diperiksa untuk yang paling menjanjikan untuk penggantian ini adalah PLC. Kami sedang mengembangkan sebuah gateway rumah yang memiliki beberapa antarmuka jaringan akses, termasuk PLC, Wi-Fi, Ethernet, dan Bluetooth. gateway ini akan memungkinkan berbagai layanan rumah jaringan untuk berinteraksi dan untuk jarak jauh memantau dan mengontrol peralatan rumah dan perangkat lainnya. Kami berencana untuk memantau dan kontrol peralatan rumah tangga tersebut dan perangkat melalui jaringan PLC dan sistem manajemen. Kami juga berencana untuk mengembangkan suatu sistem manajemen untuk listrik remote metering layanan uji coba, yang sedang direncanakan untuk 15 000 rumah tangga di Korea pada tahun 2007.

58

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA
4.1 GAMBAR DENAH LAN INTERNET DAN INTRANET 4 GEDUNG MAPOLDA JATIM 4.1.1 Gedung Utama

59

4.1.2 Gedung Waspada

60

Gambar 4. 1 Denah LAN internet dan intranet gedung Waspada 61 .

Kasat B 11. 13. Wadir 18. 14.6. Kasubag Kapoor 7. Bensat 15. 16.1. Dir 5. 21. Staff SAT A Lantai 2: 1.81 dan 10. 3. Kabag Bekum 9.186 7. Staff Kerma 10. 11.73 17. 12. Urmintu  VPN-IP. 10. Kabag Infolahta 5.6.1. 10.1. Staff Bimtibluh 8. Kasubag Kemsa 11. Kasat A 13. Kab. 4.1. Kabag Kamsa 20. Urmin  intrant IP. Kasubag Telematika 17. – 15. Staff SAT B 1 9. Staff Kamsa 19.1. Paur Mintu Telematikaada VPN IP tapi tidak dipakai 3. Staff Urmin 4. Kasat C 20. Repeater  internet ke ruang Kabid. Kabag Bimtibluh 9. Infokrim  intranet IP. POR Pamen 12. HUB ke senkom 2. Bensat 6. Kabid Telematika  Wireless access point ke bensat 16. Staff SAT C 19. Kaur Mintu 6. 17. Kasubag Alsintor 8.86 6. – 22. Kasat D 12.6. - 10. – 2. Ruang Komputer / Ruang Staff Infolahta  VPN-IP. – 21. 10. 18.231 2. Kabag Kerma 18. Staff SAT B 2 10.Analyze (dari telematika) 4. 20.6. Kabit Karo Binamitra 5. 10. – 3. 19. Karo Logistic Infolog Kasubag Prasinta Kasubag Mintana Kasubag Konbang Kabag Faskon Kasubag BMMP Kasubag Alsus Kasubag Senmu Kabag PAL Staff PAL Kaur Mintu  ada VPN-IP tapi tidak dipakai 23. 13. Lobby 7. 22. Senkom 14.Keterangan denah Gedung Waspada Lantai 1 : 1. Staff Analyze 16. Piket 8. 15. Kabag Bim Ka 62 . Staff SAT D 23. Bensat Lantai 3: 1. Yanmin Pammas 14.6.

1.3 Gedung Bhakti Gambar 4. 2 Denah LAN internet dan intranet gedung Bhakti 63 .4.

3 Denah LAN internet dan intranet gedung Dharma 64 .4.4 Gedung Dharma Gambar 4.1.

Keterangan denah Gedung Dharma Lantai 1 : R1 Ruang Unit 3 R2 Ruang Unit 4 R3 Ruang Unit 2 R4 Ruang Kasad Pidum R5 Ruang Kasad Reskrim R6 Ruang Wadir Reskrim R7 Ruang Piket Pumas Reskrim R8 Ruang Unit PPA R9 Ruang Baganalisa R10 Ruang Bensat R11 Ruang Komputer R12 Ruang Unit 1 R13 Ruang Unit 5 R14 Ruang Direskrim R15 Ruang Tamu Direskrim R16 Kasubad Remin R17 Remin R18 Ruang Rapat R19 Identifikasi Lantai 2 R1 Ruang Kasilaka R2 Ruang KSB Renmin R3 Ruang Wadir Lantas R4 Ruang Bensat R5 Ruang Wadir Samapta R6 Ruang Rapat R7 Ruang SPRI Samapta R8 Kasubid Bin Ops R9 Ruang TIC R10 Ruang DIR Lantas R11 Ruang Kasubid Gakkum R12 Ruang Kasi Turjawali R13 Ruang Kasubbag Renmin DIR Samapta R14 Ruang Bensatker Bit Samapta R15 Samapta Lantai 3 R1 Ruang Sidang R2 Ruang Kabid Propam R3 Ruang Bensaker R4 Ruang Kasi Yaduan R5 Ruang Sentral Pelaayanan R6 Ruang Kanit I.II R7 Ruang Kanit III. garis merah :internet 65 .V R8 Ruang Kaur Bin Pam R9 Ruang Kasi Rehab R10 Ruang Kaur Etika R11 Ruang Kasubid Bin Profesi R12 Ruang Paur Mintu R13 Ruang Staff Obsus DIT Samapta R14 Ruang Kaur Prodok R15 Ruang Kaur Litpers R16 Kanit Satwa Dit Samapta Keterangan jaringan: 1.IV.II. garis biru :intranet 2.

2 HASIL PENGUKURAN BANDWIDHT DI GEDUNG TELEMATIKA 4. 5 Hasil pengukuran download dengan Bandwidth meter (ruang rapat) 67 .2. 4 Hasil pengukuran klien dengan speedtest.4.1 Komputer Client Gambar 4.net (ruang rapat) Gambar 4.

7 Hasil pengukuran server dengan speedtest.2 Komputer Server Gambar 4.Gambar 4. 6 Hasil pengukuran download dengan bandwidth meter (depan TV) 4.net (ruang rapat) 68 .2.

8 Hasil pengukuran upload dengan bandwidth meter (ruang rapat) Gambar 4.Gambar 4. 10 Di Gedung Semeru 69 . 9 Hasil pengukuran upload dengan bandwidth meter (depan TV) Gambar 4.

12 Upload di Ruang Urmin .Infokrim > transfer data 70 . 11 Di Gedung Bromo Gambar 4.Gambar 4.

2 (dari ruang komputer – ruang kassubid infokrim) Analisa: Dari hasil pengumpulan data yang dilakukan.10.Noise ini sangat berpotensi mengganggu komunikasi data yang dilakukan via jalur listrik sehingga interferensi yang terlalu tinggi sangat mungkin membuat transmisi data menjadi tidak stabil atau menghasilkan banyak error. 71 . Jarak dari satu titik ke titik stop kontak lain juga akan mempengaruhi kualitas transmisi data. Menurut data referensi yang kami dapat juga.168. PLC sangat dipengaruhi oleh desain dari infrastruktur jalur listrik yang ada.Gambar 4.Penggunaan beban listrik yang berlebihan dapat menimbulkan noise yang dapat mempengaruhi kestabilan PLC. 13 Download dari 192. penurunan transfer rate juga terjadi pada malam hari dibandingkan dengan siang hari. Hal ini dipengaruhi oleh penggunaan beban listrik di perumahan pada malam hari lebih tinggi dibandingkan dengan siang hari. Hal ini terjadi karena pengaruh dari atenuasi. semakin jauh jarak perjalanan sinyal data maka semakin besar peredaman sinyal. terlihat terjadi penurunan performansi kecepatan transfer rate yang sangat signifikan apa bila jarak titik jaringan bertambah.

sampai dengan implementasinya yang disertai uji coba dan analisa. Akan lebih baik apabila absensi yang digunakan menggunakan absensi jari tangan atau retina. Perbedaan tempat. 2. dan kondisi jaringan sangat mempengaruhi kestabilan transfer rate dari PLC. maka semakin besar pula penurunan kecepatan transfer rate.BAB V PENUTUP Pada bab-bab sebelumnya. Misalnya mengenai absensi.2 SARAN 1.1 KESIMPULAN 1. Suplai daya rendah lebih stabil dibandingkan suplai daya tinggi. Ada beberapa titik lokasi khususnya di Surabaya. mulai dari bab I sampai dengan bab IV telah diuraikan beberapa hal yang berhubungan dengan pembuatan aplikasi ini. Sehingga proses absensi akan lebih efektif. 3. mulai dari latar belakang. waktu. 5. 5. Kestabilan media arus bolak-balik lebih rendah dibandingkan dengan menggunakan kabel Ethernet biasa. Pada bab ini diuraikan beberapa hal yang dapat disimpulkan dari hasil-hasil pengujian aplikasi dan beberapa saran dengan harapan untuk lebih menyempurnakan perancangan yang telah dibuat. 3. dasar teori. 2. Kepolisian Negara Indonesia belum banyak memanfaatkan teknologi robot untuk berbagai keperluan. perancangan dan pembuatan aplikasi. Suplai daya listrik berpengaruh pada kestabilan transfer rate. 4. Semakin jauh jarak antar titik jaringan PLC. yang tidak terjadi sinkronisasi antara rambu lalu lintas dan kedatangan kereta api sehingga sering membuat kemacetan lalu lintas. Hal ini bisa diatasi 72 . Belum banyak teknologi sistem kontrol dan system cerdas yang digunakan.

dengan penempatan sensor dan men-sinkron-kannya dengan rambu lalu lintas. 73 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful