P. 1
Mesin Listrik

Mesin Listrik

|Views: 4,489|Likes:
Dipublikasikan oleh Roni Nepology

More info:

Published by: Roni Nepology on Mar 20, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/08/2015

pdf

text

original

A. Dasar Teori

1. Prinsip dasar

Mesin serempak adalah mesin yang besar putaran rotor sama dengan putaran
medan magnet stator (ns = nr). Alternator adalah mesin yang berfungsi untuk
mengubah daya mekanik menjadi daya listrik. Prinsip dasar alternator adalah
hokum faraday.
2. Rumus dan persamaan pada mesin serempak
Jumlah kutub (P), frekuensi (f) dan putaran alternator (n)
f = np/60 = 2nP/60
Besar GGL induksi pada lilitan stator
E = 4,44.fp.fd.f.Nf
E = GGL induksi stator perfasa (V)
Fp = factor langkah
Fd = factor distribusi
F = frekuensi yang dihasilkan
N = jumlah penghantar perfasa
= jumlah garis gaya magnet (wb)

Daya alternator
Po = 3.Vf.If.
Regulasi tegangan
Adalah perbandingan antara tegangan tanpa beban dengan tegangan beban
penuh.
VR = (EO V)/V
3. Reaksi jangkar

Jika alternator telah memikul beban, maka pada lilitan jangkar akan mengalirkan
arus dan akan m

. Terdapat 3 sifat beban listrik, dengan sifat beban yang berbeda akan

R) yang berbeda juga, sehingga akan mempengaruhi
GGL induksi yang dibangkitkan oleh lilitan jangkar. Sifat beban listrik sebagai
berikut :

Sifat beban resistif, mengakibatkan arus jangkar sefase dengan GGL

Sifat beban kapsitif, mengakibatkan arus jangkar mendahului GGL induksi
sebes

-
Sifat induktif murni, mengakibatkan arus jangkar ketinggalan terhadap
GGL induksi sebesar 90o

4. Pengujian (tes) pada alternator
a. Tes hubung terbuka (OCT)
Pada tes ini akan dilihat karakteristik E = f(Im) untuk putaran dan frekuensi
konstan. Dalam daerah tertentu hubungan antara arus penguat magnet (Im)
dengan GGL induksi (E) merupakan garis lurus, tetapi mulai suatu harga
tertentu penambahan E tidak sebanding. Kemudian pada saat tertentu harga
GGL induksi E tidak mengalami perubahan walaupun terjadi perubahan arus
magnet (Im). Hal ini terjadi setelah kemagnetanya mengalami kejenuhan.
b. Tes hubung singkat (SCT)
Dalam tes ini akan diketahui pengaruh perubahan arus penguat magnet (Im)
terhadap arus hubung sinkat (Isc). Hubungan kedua komponen tersebut
merupakan bentuk garis lurus.
Dengan OCT dan SCT aka diperoleh :
Impedansi serempak Zs = Eoc/Isc

Reaktansi serempak

Xs =
Besarnya tegangan tanpa beban Eo dapat ditentukan :

Untuk beban induktif

Untuk beban kapsitif

5. Karakteristik luar alternator
Karakteristik lur generator merupakan penggambaran hubungan antara tegangan
terminal alternator dengan arus beban IL atau V = f(IL). Beban pada alternator
memiliki beberapa sifat, yaitu resistif induktif dan kapasitif.

6. Paralel dua alternator atau lebih
Pada kondisi beban puncak alternator yang telah beroperasi kadang-kadang tidak
mampu melayaninya. Untuk itu, agar pelayanan terhadap konsumen tidak
terganggu, maka dilakukan pemaralelan dua atau lebih alternator. Syarat alternator
untuk diparalel :

- Tegangan efektif alternator harus sama, dapat diukur menggunakan
voltmeter
- Frekunsi harus sama, dapat diukur menggunakan frekuensi meter
- Urutan fasa harus sama, dapat diketahui menggunakan tes fasa meter
- Fasa harus sama

B. Hasil Percobaan

1. Pengujian Alternator
Rangkaian pengujian alternator

U1V1W1

U2V2W2

s

W

V

U

A

Data tes beban kosong (OCT), n : 1500 rpm
Im 1

0

0.1

0.2

0.3

0.4

0.5

0.6 0.72

V

0

40

74

110 130 175 200 220

Data tes hubung singkat (SCT), n : 1500 rpm
Im 1

0

0.1

0.2

0.3

0.4

0.5

0.6 0.72

Isc

0

0.6

1.1

1.5

1.9

3

6

7.2

Data tes pembebanan alternator beban resistif n : 1500 rpm VL : 220 V
Harga Pengukuran

Harga perhitungan

IL(A) V Po (W) T (Nm)

VP

PIn (W) Cos

0.5 240 180

2

240

314

0.67

57.32

1

220 360

3

220

471

0.61

76.43

1.5 190 525

4,1

190

643.7

0.54

81.56

2

185 660

5

185

785

0.56

84.08

2.5 170 735

5.4

170

847.8

0.58

86.7

3

120 690

5.3

120

832.1

0.53

82.9

3.5

80

480

4

80

628

0.58

76.43

Contoh data perhitungan (data1) :
VP = V perpasa pada pengukuran
PIn
Co

L/PO = 240. 0,5/180 = 0,67

in . 100% = 180/314 = 57,32 %
Data tes pembebanan alternator beban induktif n : 1500 rpm VL : 220 V
Harga Pengukuran

Step

IL (A)

V (volt)

P (Watt)

T (Nm)

1

0.55

195

0

0,8

2

1

175

0

0,8

3

1.35

150

0

0.8

4

1.5

140

0

0.8

5

1.7

130

0

0.8

6

1.85

120

0

0.8

7

2

110

0

0.8

8

2.1

100

0

0.8

9

2.25

95

0

0.8

10

2.3

85

0

0.8

11

2.4

80

0

0.8

Data tes pembebanan alternator beban kapasitif n : 1500 rpm VL : 220 V
Harga Pengukuran

Step

IL (A)

V (Volt)

P (Watt)

1

0.5

235

0

2

0,55

250

0

3

1.05

270

0

4

1.5

300

0

5

2

310

0
Hambatan lilitan stator per fasa = 30,5 ohm, diperoleh dari OCT dan SCT,
yaitu V/ISC missal pada data 8 OCT dan SCT
Z = V/ISC = 220/7,2 = 30,5

2. Pemaralelan alternator

UG

U1V1W1

U2V2W2

UN

0 1

0 V

IA

0

RST

3 X 220 V ~

Gb. Pemaralelan alternator

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->