Anda di halaman 1dari 8

GAYA SENTRAL

Disusun Oleh:

• Taufik Solihudin JH • Putri Siti R


• Aliyah • Resti Warliani
• Aris Sunarya • Rifayanti Masitoh
• Eneng Sumiati • Rismayanti
• Evih Asrifah • Sarah Rahimah
• Ira Mulyawati • Sinta Dewi
• Leni Siti H • Siti Jenab
• Lia Yuliana • Untung H
• Nurlita • Wida Yuliantini

JURUSAN PENDIDIKAN FISIKA


FAKULTAS PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
2007
GAYA SENTRAL
APAKAH YANG DIMAKSUD DENGAN GAYA SENTRAL ?

GAYA SENTRAL ADALAH GAYA YANG


BEKERJA PADA GARIS LURUS YANG
MELALUI SUATUTITIK TERTENTU ATAU
TITIK PUSAT

KONSEP DAN PRINSIP APAKAH YANG TERDAPAT


DALAM HUKUM NEWTON TENTANG GRAvITASI ?
HUKUM NEWTON TENTANG GRAVITASI
GAYA GRAVITASI
Setiap partikel selalu menarik partikel lain, dengan besar gaya yang
sebanding hasil kali kedua partikel dan berbanding terbalik dengan kuadrat
jaraknya. Gaya tarik tersebut berada di sepanjang garis penghubung kedua
partikel.  
r2  r1
Gaya gravitasi m1 dan m2
m1   m2
êr F12 F  m m2

r1 
21
F21  G  1   r2 
 r1 
r2  r1
r2
 mm
F21  G  1 2 2
 r2 
 r1 
 
Konstanta gravitasi umum r2  r1 r2  r1
o G = 6.672.10-11Nm2kg-2
 mm
F21  G 1 2 2 eˆr
  r
Hukum III Newton F12   F21
 mm
Gaya gravitasi m2 pada m1 F12  G 1 2 2 eˆr
r
MEDAN GRAVITASI
Gaya gravitasi persatuan massa partikel di suatu titik adalah intensitas
medan gravitasi di titik tersebut.
m1 m2 Intensitas medan gravitasi m1 di titik B
êr  A  B 
 F Gm m
B   21   2 1 2 eˆr
m2 r m2
 Gm1
B   2 eˆr
o r
Intensitas medan gravitasi m2 di titik A
 Gm2
 A   2 eˆr
r
Secara umum intensitas medan gravitasi di suatu titik yang berjarak (r)
dari partikel bermassa (m) adalah :
r  Gm
  P eˆ 2 r
m P r
êr P
Contoh : INTERAKSI KULIT BOLA HOMOGEN DENGAN SEBUAH PARTIKEL

Gaya yang diberikan oleh elemen pada m0


adalah ke arah elemen dan besarnya dF
s
R dF
 m0 G (dm)m0
dF 
x s2
dF cos 
Komponen x dari gaya yang
dM r disebabkan elemen

G( dm )m0
dFx  dF cos   2
cos 
s
Medan gravitasi dg yang Medan total semua elemen cicin
disebabkan cincin di posisi massa
titik
dFx Gdm Gdm
dg x   2 cos  g x   2 cos 
m0 s s
Jika M adalah massa total kulit , maka massa pita dengan luas dA

dA 2R 2 sin d atau M


dM  M M dM  sin d
A 4R 2 2
Di mana Luas total kulit A  4R
2

GdM
Untuk medan sebuah cincin dg r  2
cos 
s

GM sin d
dg r  2
cos 
2s
S berubah dari s = r – R di Dari   0sampai s = r + R di   1800
Dari hukum cosinus s 2  r 2  R 2  2rR cos  R 2  s 2  r 2  2sr cos 
atau
sds s2  r 2  R2
sin d  2 sds  2 R sin d cos  
rR 2sr

GM sds s 2  r 2  R 2
dg r  2 Di substitusi
2 x rR 2sr
GM  r2  R2 
dg x  2  1   ds
4r R  s2 
Kedua ruas
di integralkan
rR
GM  r 2  R2 
g r  2   1  ds
4r R r  R  s2 

Di peroleh
r R
GM  r R
2 2

g r  2  s  
4r R  s  rR
Hasil ini menunjukan
GM bahwa bola berongga
r>R gr  2 seragam berkelakuan
r seolah-olah seluruh
massanya terkonsentrasi
pada pusat bola.

Anda mungkin juga menyukai