Anda di halaman 1dari 5

Kasus Perselisihan Buruh-Pengusaha, Naik

SURABAYA, KOMPAS.com - Kasus perselisihan buruh dengan pengusaha di Provinsi Jawa Timur
(Jatim) meningkat dari 500 pada 2009 menjadi 564 kasus pada 2010.
Kepala Disnakertransduk Jatim, Hary Soegiri, di Surabaya, Rabu, mengatakan, dari 564 kasus itu yang
diselesaikan melalui jalur mediasi sebanyak 418 kasus.
"Sedangkan sisanya, sebanyak 146 kasus diselasaikan melalui persidangan di PHI (Pengadilan Hubungan
Industrial)," katanya, Rabu (23/2/2011).
Angka itu belum termasuk 395 kasus pemutusan hubungan kerja (PHK) yang ditangani mediator
sebanyak 286, sedangkan 109 kasus sisanya sudah masuk PHI.
"Kalau dilihat tingginya penyelesaian melalui mediasi ini menunjukkan bahwa tim mediasi yang kami
bentuk berjalan efektif," katanya.
Selain kasus perselisihan buruh, unjuk rasa yang dilakukan para buruh pada 2010 tercatat 26 aksi. Unjuk
rasa itu melibatkan 24.256 pekerja dari berbagai perusahaan dan serikat pekerja di Jatim.
Maraknya aksi unjuk rasa itu mengakibatkan hilangnya 1.503.872 jam kerja di perusahaan tempat para
buruh bekerja sehingga mengganggu kegiatan produksi.
"Tapi pada masa demokratisasi seperti sekarang, selama unjuk rasa yang dilakukan tidak anarkhis dan
sesuai aturan yang ada, bagi kami tidak masalah buruh berdemo," kata mantan Asisten III Sekdaprov
Jatim itu.
Dalam beberapa kali kesempatan, Gubernur Jatim Soekarwo mempersilakan buruh menggelar aksi untuk
menyampaikan aspirasi.
"Namun aspirasi harus disampaikan dengan santun dan jangan sampai anarkhis," kata Gubernur.
Untuk menekan angka perselisihan hubungan industrial, Disnakertransduk akan memaksimalkan tugas
dan peran Unit Reaksi Cepat (URC) dalam mendeteksi secara dini semua potensi terjadinya perselisihan
antara buruh dengan pengusaha.
Duel Berdarah di Halaman Rumah
Emir Faisal

08/03/2011 20:48 | Pembunuhan

Liputan6.com, Banjarmasin: Seorang lelaki nekat membunuh sepupunya lewat duel bersenjata di halaman
rumah mereka di Martapura, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Selasa (8/3). Sahrito tidak berkutik saat
puluhan polisi mendatangi tempat kejadian perkara. ia ditangkap bersama sebilah parang di tangannya
yang masih berlumuran darah.

Saat duel berdarah berlangsung, puluhan warga hanya bisa menyaksikan dari jauh. Mereka tak berani
memisahkan dua orang yang masih kerabat itu. Dari pengakuan tersangka Sahrito, duel berdarah
berpangkal dari dendam lama. Perselisihan dalam keluarga dipicu dari perselisihan antarkeluarga.

Upik satu tersangka lain yang membantu Sahrito untuk melakukan pembunuhan juga ditangkap polisi.
Kedua tersangka kini meringkuk di sel tahanan. Untuk mempertanggungjawaban kelakukannya, kedua
pelaku diancam pasal 338 kuhp tentang pembunuhan yang tidak direncanakan. Sementara jasad Supian
alias Acut dibawa ke rumah sakit.(JUM)
Mabuk Tuak, Kerabat Sendiri Digorok
Minggu, 06 Maret 2011 , 13:45:00

BENGKULU - Diduga karena mabuk tuak, Hasan (40), warga Kelurahan Tanjung Agung nekat
menggorok leher Bahman (40), warga RT 3 Kelurahan Tanjung Agung yang tak lainnya kerabatnya
sendiri.
Akibatnya, Bahman mengalami luka robek sekitar 30 centimeter di bagian leher kiri, luka robek di
telapak dan jempol tangan kanan. Peristiwa ini terjadi Jumat (4/3) malam sekitar pukul 21.00 WIB di
rumah korban.
Korban dilarikan ke RS Rafflesia Bengkulu malam itu juga. Saudara korban, Nurman (28)
mengungkapkan, pertikaian antara kakaknya dan Hasan terjadi karena kesalahpahaman. Malam itu,
Hasan bertandang ke rumah Bahman sambil membawa air tuak yang dibungkus menggunakan plastik.
Saat itu, Hasan sudah terlihat mabuk, mungkin dipengaruhi dari tuak yang dikonsumsinya sebelum
bertandang.
Awalnya tidak terjadi apa-apa. Keduanya asyik ngobrol layaknya teman dekat. Akan tetapi, korban
memang menolak untuk diajak minum. Di tengah obrolan, Hasan mengungkapkan kalimat untuk
menasihati korban. Nasehat itu agar lebih baik menyelesaikan segala persoalan secara kekeluargaan.
"Sepengatuan saya malam itu Hasan menasihati agar persoalan keluarga diselesaikan dalam keluarga saja,
tidak perlu dibawa keluar atau diketahui orang lain," jelas Nurman.
Belum mengetahui penyebab pastinya, Nurman mengira Bahman tidak begitu terima nasehat dari Hasan.
Diduga karena sudah dipengaruhi alkohol, Hasan tersinggung dengan penolakan Bahman. Setelah itu,
Hasan yang berprofesi sebagai buruh potong daging pulang ke rumahnya. Tak disangka, Hasan kembali
lagi dengan membawa pisau pemotong daging dan langsung mengancam Bahman.
Tidak puas mengancam, Hasan mendekap Bahman sambil menodongkan pisau ke leher Bahman. Dengan
emosi, Hasan menggorok leher Bahman. Beruntung Bahman masih dapat berontak. Gorokan Hasan tidak
sampai memutuskan lehernya. Setelah itu, Hasan mencoba melayangkan pisau, tapi Bahman dapat
menangkis dengan tangannya. Melihat korban sudah bersimbah darah, Hasan langsung pergi kabur.
"Kejadiannya sangat cepat. Saat keluar rumah, saya sudah menemui Bahman sudah penuh darah.
Hasannya langsung pergi entah kemana. Saat itu juga kami bawa Bahman ke rumah sakit," terang
Nurman.
Kapolres Bengkulu, AKBP. Joko Suprayitno, SST, MK melalui Kapolsek Teluk Segara, AKP. Erwin
Harahap menegaskan, saat ini pelaku sedang dalam pengejaran. Belum diketahui motif pelaku yang tega
menggorok leher kerabatnya ini.
"Kami belum tahu pasti penyebabnya. Tapi dari keterangan keluarga dan para saksi, perselisihan diantara
keduanya diduga karena salah paham saja. Kami sudah mendapat identitas pelaku. Saat ini sedang
melacak keberadaan pelaku," tegas Erwin.
LG Desak Penyelidikan Atas Pelanggaran Paten
Sony
Sabtu, 5 Maret 2011 - 16:17 wib
Defanie Arianti - Okezone

(Ilustrasi: Google image)


WASHINGTON - Perusahaan elektronik asal Korea Selatan, LG, mendesak Komisi Perdagangan
Internasional Amerika Serikat (ITC) untuk menyelidiki pelanggaran paten pada Sony PlayStation dan
beberapa televisi Bravia.
Permintaan LG segera ditanggapi oleh ITC, yang langsung membentuk tim pengadilan awal untuk
menyelidiki tuduhan tersebut. Investigasi ini tidak serta-merta menyiratkan bahwa ITC akan
membuktikan Sony bersalah ataupun mengambil tindakan legal. Demikian seperti dilansir Yahoonews,
Sabtu (5/3/2011).
Februari lalu, LG mengajukan keluhan kepada ITC bahwa Sony telah menggunakan teknologi Blu-ray
mereka dalam perangkat PlayStation dan beberapa televisi Bravia.
Bloomberg menilai, persoalan ini semakin memperuncing 'perang' hukum antara LG dan Sony, yang
merupakan produsen TV kedua dan ketiga terbesar di dunia. Awal pekan ini, petugas bea dan cukai di
Uni Eropa dikabarkan menyita puluhan ribu konsol PS3, menyusul perselisihan antara Sony dan LG
terkait hak paten.
Desember lalu, Sony lah yang menuntut LG karena diklaim telah melanggar paten milik perusahaan asal
Jepang itu dalam sejumlah perangkat: LG Quantum, Cosmos, Accolade, Encore, enV Touch, Fathom,
Glance, GU295, Lotus Elite, LX370, Neon, Remarq, Rumor Touch, VL600, Vu Plus dan Xenon.
Pasukan Pantai Gading Tembak Mati 6 Wanita
Demonstran
Antara – Kam, 3 Mar 2011 23.58 WIB

Abidjan (ANTARA/AFP) - Pasukan keamanan yang setia pada orang kuat Laurent Gbagbo menembak
mati sedikitnya enam wanita dalam demonstrasi Kamis untuk mendukung calon presiden saingannya,
kata beberapa saksi.
Penembakan itu terjadi ketika ratusan wanita berkumpul di daerah Abobo Abidjan, markas Alassane
Ouattara, dan meneriakkan "Gbagbo, enyah!" dan "Alassane presiden", kata seorang warga kepada AFP.
Ketika Pasukan Pertahanan dan Keamanan tiba dengan kendaraan lapis baja, "mereka melepaskan
tembakan", kata seorang warga yang lain.
"Enam wanita tewas di lokasi," katanya.
Beberapa saksi lain mengatakan, jumlah korban tewas lebih tinggi dan banyak yang cedera, beberapa
diantaranya akibat tembakan dan yang lain terinjak-injak setelah penembakan itu.
Bentrokan keras meletus di negara Afrika barat itu sejak perselisihan menyangkut pemilihan presiden 28
November dimana Quattara diakui menang oleh masyarakat internasional.
Gbagbo, yang berkuasa sejak 2000, menolak untuk meninggalkan kursi presiden.
Ouattara mendapat dukungan internasional, termasuk PBB, sementara Uni Afrika membentuk satu tim
kepala negara untuk mencari cara mengatasi krisis tersebut.