P. 1
Polusi Air

Polusi Air

|Views: 302|Likes:
Dipublikasikan oleh Roy Fernando Manihuruk

More info:

Published by: Roy Fernando Manihuruk on Mar 20, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/22/2013

pdf

text

original

BAB I

PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG Kita semua tahu Indonesia adalah negara yang sangat kaya akan sumber daya alamnya. Salah satu kekayaan tersebut, Indonesia memiliki tanah yang sangat subur karena berada di kawasan yang umurnya masih muda, sehingga di dalamnya banyak terdapat gunung-gunung berapi yang mampu mengembalikan permukaan muda kembali yang kaya akan unsur hara. Namun seiring berjalannya waktu, kesuburan yang dimiliki oleh tanah Indonesia banyak yang digunakan sesuai aturan yang berlaku tanpa memperhatikan dampak jangka panjang yang dihasilkan dari pengolahan tanah tersebut. Salah satu diantaranya, penyelenggaraan pembangunan di Tanah Air tidak bisa disangkal lagi telah menimbulkan berbagai dampak positif bagi masyarakat luas, seperti pembangunan industri dan pertambangan telah menciptakan lapangan kerja baru bagi penduduk di sekitarnya. Namun keberhasilan itu seringkali diikuti oleh dampak negatif yang merugikan masyarakat dan lingkungan. Pembangunan kawasan industri di daerah-daerah pertanian dan sekitarnya menyebabkan berkurangnya luas areal pertanian, pencemaran tanah dan badan air yang dapat menurunkan kualitas dan kuantitas hasil/produk pertanian, terganggunya kenyamanan dan kesehatan manusia atau makhluk hidup lain. Sedangkan kegiatan pertambangan menyebabkan kerusakan tanah, erosi dan sedimentasi, serta kekeringan. Kerusakan akibat kegiatan pertambangan adalah berubah atau hilangnya bentuk permukaan bumi (landscape), terutama pertambangan yang dilakukan secara terbuka (opened mining) meninggalkan lubang-lubang besar di permukaan bumi. Untuk memperoleh bijih tambang, permukaan tanah dikupas dan digali dengan menggunakan alat-alat berat. Para pengelola pertambangan meninggalkan areal bekas tambang begitu saja tanpa melakukan upaya rehabilitasi atau reklamasi. Dampak negatif yang menimpa lahan pertanian dan lingkungannya perlu mendapatkan perhatian yang serius, karena limbah industri yang mencemari lahan pertanian tersebut mengandung sejumlah unsur-unsur kimia berbahaya yang bisa mencemari badan air dan merusak tanah dan tanaman serta berakibat lebih jauh terhadap kesehatan makhluk hidup. Berdasarkan fakta tersebut, sangat diperlukan pengkajian khusus yang membahas mengenai pencemaran tanah beserta dampaknya terhadap lingkungan di sekitarnya. B. MAKSUD DAN TUJUAN Maksud dan tujuan pembuatan makalah ini antara lain, yaitu: 1. sebagai bahan kajian para mahasiswa mengenai dampak pencemaran terhadap lingkungan

2. sebagai cara untuk mencari berbagai cara untuk menanggulangi dampak pencemaran yang sedang dikaji 3. sebagai metode pengumpulan data tentang pencemaran lingkungan C. RUANG LINGKUP Makalah ini membahas mengenai pencemaran tanah, mulai dari gambaran, dampak, dan cara menanggulangi pencemaran tanah tersebut

BAB II
METODE PENULISAN
A. OBJEK PENULISAN Objek penulisan mencakup gambaran/ penjelasan, dampak yang ditimbulkan, dan cara penanggulangan pencemaran tanah. B. DASAR PEMILIHAN OBJEK Objek yang penulis pilih adalah mengenai pencemaran tanah, karena tanah merupakan salah satu komponen kehidupan yang sangat penting. Semua manusia pasti sangat tergantung akan keberadaan tanah tersebut. Namun, banyak orang yang belum mengetahui bagaimana cara pengolahan tanah yang tepat tanpa banyak menimbulkan dampak negatif bagi kehidupan. C. METODE PENGUMPULAN DATA Dalam penulisan makalah ini, penulis secara umum mendapatkan bahan tulisan dari berbagai referensi, baik dari tinjauan kepustakaan berupa buku ± buku atau dari sumber media internet yang terkait dengan pencemaran lingkungan. D. METODE ANALISIS Penyusunan makalah ini berdasarkan metode deskriptif analisis, yaitu dengan mengidentifikasi permasalahan berdasarkan fakta dan data yang ada, menganalisis permasalahan berdasarkan pustaka dan data pendukung lainnya, serta mencari alternatif pemecahan masalah.

BAB III
ANALISIS PERMASALAHAN
A. PEMBAHASAN a. Gambaran dari Pencemaran Tanah Pencemaran tanah adalah keadaan di mana bahan kimia buatan manusia masuk dan merubah lingkungan tanah alami. Pencemaran ini biasanya terjadi karena: kebocoran limbah cair atau bahan kimia industri atau fasilitas komersial; penggunaan pestisida; masuknya air permukaan tanah tercemar ke dalam lapisan sub-permukaan; kecelakaan kendaraan pengangkut minyak, zat kimia, atau limbah; air limbah dari tempat penimbunan sampah serta limbah industri yang langsung dibuang ke tanah secara tidak memenuhi syarat (illegal dumping). Ketika suatu zat berbahaya/beracun telah mencemari permukaan tanah, maka ia dapat menguap, tersapu air hujan dan atau masuk ke dalam tanah. Pencemaran yang masuk ke dalam tanah kemudian terendap sebagai zat kimia beracun di tanah. Zat beracun di tanah tersebut dapat berdampak langsung kepada manusia ketika bersentuhan atau dapat mencemari air tanah dan udara di atasnya. 1. Dampak yang Ditimbulkan Akibat Pencemaran Tanah Berbagai dampak ditimbulkan akibat pencemaran tanah, diantaranya: 1. Pada kesehatan Dampak pencemaran tanah terhadap kesehatan tergantung pada tipe polutan, jalur masuk ke dalam tubuh dan kerentanan populasi yang terkena. Kromium, berbagai macam pestisida dan herbisida merupakan bahan karsinogenik untuk semua populasi. Timbal sangat berbahaya pada anakanak, karena dapat menyebabkan kerusakan otak, serta kerusakan ginjal pada seluruh populasi.

Paparan kronis (terus-menerus) terhadap benzena pada konsentrasi tertentu dapat meningkatkan kemungkinan terkena leukemia. Merkuri (air raksa) dan siklodiena dikenal dapat menyebabkan kerusakan ginjal, beberapa bahkan tidak dapat diobati. PCB dan siklodiena terkait pada keracunan hati. Organofosfat dan karmabat dapat menyebabkan gangguan pada saraf otot. Berbagai pelarut yang mengandung klorin merangsang perubahan pada hati dan ginjal serta penurunan sistem saraf pusat. Terdapat beberapa macam dampak kesehatan yang tampak seperti sakit kepala, pusing, letih, iritasi mata dan ruam kulit untuk paparan bahan kimia yang disebut di atas. Yang jelas, pada dosis yang besar, pencemaran tanah dapat menyebabkan Kematian. 2. Pada Ekosistem Pencemaran tanah juga dapat memberikan dampak terhadap ekosistem. Perubahan kimiawi tanah yang radikal dapat timbul dari adanya bahan kimia beracun/berbahaya bahkan pada dosis yang rendah sekalipun. Perubahan ini dapat menyebabkan perubahan metabolisme dari mikroorganisme endemik dan antropoda yang hidup di lingkungan tanah tersebut. Akibatnya bahkan dapat memusnahkan beberapa spesies primer dari rantai makanan, yang dapat memberi akibat yang besar terhadap predator atau tingkatan lain dari rantai makanan tersebut. Bahkan jika efek kimia pada bentuk kehidupan terbawah tersebut rendah, bagian bawah piramida makanan dapat menelan bahan kimia asing yang lama-kelamaan akan terkonsentrasi pada makhluk-makhluk penghuni piramida atas. Banyak dari efek-efek ini terlihat pada saat ini, seperti konsentrasi DDT pada burung menyebabkan rapuhnya cangkang telur, meningkatnya tingkat Kematian anakan dan kemungkinan hilangnya spesies tersebut. Dampak pada pertanian terutama perubahan metabolisme tanaman yang pada akhirnya dapat menyebabkan penurunan hasil pertanian. Hal ini dapat menyebabkan dampak lanjutan pada konservasi tanaman di mana tanaman tidak mampu menahan lapisan tanah dari erosi. Beberapa bahan pencemar ini memiliki waktu paruh yang panjang dan pada kasus lain bahan-bahan kimia derivatif akan terbentuk dari bahan pencemar tanah utama.

1. Penanganan yang Harus Dilakukan Ada beberapa langkah penangan untuk mengurangi dampak yang ditimbulkan oleh pencemaran tanah. Diantaranya: 1. Remidiasi Remediasi adalah kegiatan untuk membersihkan permukaan tanah yang tercemar. Ada dua jenis remediasi tanah, yaitu in-situ (atau on-site) dan

ex-situ (atau off-site). Pembersihan on-site adalah pembersihan di lokasi. Pembersihan ini lebih murah dan lebih mudah, terdiri dari pembersihan, venting (injeksi), dan bioremediasi. Pembersihan off-site meliputi penggalian tanah yang tercemar dan kemudian dibawa ke daerah yang aman. Setelah itu di daerah aman, tanah tersebut dibersihkan dari zat pencemar. Caranya yaitu, tanah tersebut disimpan di bak/tanki yang kedap, kemudian zat pembersih dipompakan ke bak/tangki tersebut. Selanjutnya zat pencemar dipompakan keluar dari bak yang kemudian diolah dengan instalasi pengolah air limbah. Pembersihan offsite ini jauh lebih mahal dan rumit.

2. Bioremediasi Bioremediasi adalah proses pembersihan pencemaran tanah dengan menggunakan mikroorganisme (jamur, bakteri). Bioremediasi bertujuan untuk memecah atau mendegradasi zat pencemar menjadi bahan yang kurang beracun atau tidak beracun (karbon dioksida dan air).

B. KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Pencemaran tanah adalah keadaan di mana bahan kimia buatan manusia masuk dan merubah lingkungan tanah alami. Pencemaran ini biasanya terjadi karena: kebocoran limbah cair atau bahan kimia industri atau fasilitas komersial; penggunaan pestisida; masuknya air permukaan tanah tercemar ke dalam lapisan sub-permukaan; kecelakaan kendaraan pengangkut minyak, zat kimia, atau limbah; air limbah dari tempat penimbunan sampah serta limbah industri yang langsung dibuang ke tanah secara tidak memenuhi syarat (illegal dumping). Ada beberapa cara untuk mengurangi dampak dari pencemaran tanah, diantaranya dengan remediasi dan bioremidiasi. Remediasi yaitu dengan cara membersihkan permukaan tanah yang tercemar. Sedangkan Bioremediasi dengan cara proses pembersihan pencemaran tanah dengan menggunakan mikroorganisme (jamur, bakteri). B. SARAN Untuk lebih memahami semua tentang pencemaran tanah, disarankan para pembaca mencari referensi lain yang berkaitan dengan materi pada makalah ini. Selain itu, diharapkan para pembaca setelah membaca makalah ini mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari ± hari dalam menjaga kelestarian tanah beserta penyusun yang ada di dalamnya.

DAFTAR PUSTAKA
Soekarto. S. T. 1985. Penelitian Organoleptik Untuk Industri Pangan dan Hasil Pertanian. Bhatara Karya Aksara, Jakarta. 121 hal. Wikipedia. 2007. Pencemaran Tanah (On-line). http://id.wikipedia.org/wiki/pencemaran_tanah. diakses 26 Desember 2007. Bachri, Moch. 1995. Geologi Lingkungan. CV. Aksara, Malang. 112 hal.

Bacaan Lain Terkait yang ada dalam blog ini: Pencemaran Pencemaran air

Pencemaran tanah Pencemaran udara Tailing & Sludge Degradasi Lahan

CHAPTER I
INTRODUCTION A. BACKGROUND We all know that Indonesia is a country that is rich in natural resources. One such property, Indonesia has a very fertile ground because it was in the area that young age, so that within it there are many volcanoes are able to restore the surface of a rich young again nutrients. But over time, fertility of land owned by Indonesia, many of which are used according to the rules that apply without regard to long-term impacts resulting from the processing of land. One of them, the implementation of development in the country can not be denied again has raised several positive impacts to society, such as construction and mining industries has created new jobs for residents in the vicinity. But the success was often followed by negative impact of society and the environment.

Industrial estate development in agricultural areas and surroundings cause a reduction in agricultural acreage, soil contamination and water bodies that can reduce the quality and quantity of agricultural yield, cheerfulness and health of humans or other living creatures. Meanwhile, mining activities cause soil damage, erosion and sedimentation, as well as drought. Damage caused by mining activities is a change or loss of shape Earth's surface (landscape), especially mining conducted openly (opened mining), leaving large holes in the earth's surface. To obtain ore, peeled and excavated soil surface using heavy equipment. The former manager of mine to leave the area of mine away without doing the rehabilitation or reclamation. Negative impact upon agricultural land and the environment needs to get serious attention, because of industrial waste that contaminate agricultural land contains a number of harmful chemical elements which can pollute water bodies and damage soil and plants and result in even further on the health of living beings. Based on these facts, it is necessary to discuss a special assessment of soil pollution and its impact on the surrounding environment. B. PURPOSE AND OBJECTIVES The aims and purposes of this paper, among others, namely: 1. as the study materials the students about the impact of pollution on the environment 2. as a way to find various ways to cope with the effects of pollution are being studied 3. as a method of collecting data about environmental pollution C. SCOPE This paper discusses about the pollution of soil, ranging from the description, impact, and how to deal with land contamination.

CHAPTER II
WRITING METHOD A. OBJECT OF WRITING The object of writing include the description / explanation, the impact, and how to control pollution of the soil. B. OBJECT OF ELECTIONS The object that the author chose is about the pollution of land, because land is one very important component of life. All human beings must be very dependent of the existence of the land.

However, many people who do not know how the proper cultivation of land without much negative impact for life. C. DATA COLLECTION METHOD In writing this paper, the authors generally receive written materials from a variety of references, both from the literature review of books - books or from internet media sources related to environmental pollution. D. ANALYSIS METHOD Preparation of this paper is based on descriptive analysis method, namely by identifying the problem based on facts and data, analyze the problem based on literature and other supporting data, and find alternative solutions to problems.

CHAPTER III
ANALYSIS OF PROBLEMS A. DISCUSSION a. Overview of Soil Pollution Pollution of land is a state in which man-made chemicals enter and alter the natural soil environment. This contamination usually occurs because: leakage of liquid waste or industrial

chemicals or commercial facilities; use of pesticides; the entry of contaminated ground water into the sub-surface layer; oil transport vehicle accidents, chemical substances, or waste, waste water from waste storage and industrial wastes are directly discharged into the land does not qualify (illegal dumping). When a substance is hazardous / toxic has polluted the soil surface, so it can evaporate, and the rain washed away or get into the ground. Pollution that enters the soil and then deposited as toxic chemicals in soil. Toxic substances in soil can have a direct impact to humans when in contact or can contaminate ground water and air above it. 1. The impact caused by Soil Pollution Various impacts caused by soil pollution, including: 1. On health Impact of soil pollution on health depends on the type of pollutant, pathway into the body and the vulnerability of affected populations. Chromium, various kinds of pesticides and herbicides are carcinogenic to all populations. Lead is very dangerous in children, because it can cause brain damage and kidney damage in the whole population. Chronic exposure (flooding) to benzene at a certain concentration can increase the chances of developing leukemia. Mercury (mercury) and siklodiena known to cause kidney damage, some can not even treated. PCBs and related siklodiena on liver toxicity. Karmabat organophosphate and may cause interference with the nerve muscle. Various solvents containing chlorine stimulates changes in the liver and kidneys and central nervous system impairment. There are several kinds of health effects that looked like headaches, dizziness, fatigue, eye irritation and skin rashes to exposure to chemicals mentioned above. What is clear, in large doses, can cause soil pollution deaths. 2. In Ecosystem Soil contamination can also impact on ecosystems. Changes in soil chemical radicals may arise from the presence of toxic chemicals / hazardous even at low doses though. These changes can cause changes in metabolism of endemic and antropoda microorganisms that live in the land environments. As a result, can even destroy some of the primary species of the food chain, which can give a great result against predators or other levels of the food chain. Even if the chemical effect on the lowest form of life is low, the bottom of the food pyramid to swallow foreign chemicals that in time they will be concentrated on the creatures of the inhabitants of the pyramid. Many of these effects are seen at this time, as the concentration of DDT in birds caused eggshell fragility, increased levels of seedling mortality and the possible loss of species. The impact on agriculture, especially changes in plant metabolism, which in turn can cause a decrease in agricultural output. This can cause further impact on the conservation of crop where plants are not able to hold the soil from erosion. Some of these contaminants have long half-life and in other cases derivative chemicals will be formed from the main soil contaminants. 1. Handling To Do There are several steps handlers to reduce the impact caused by soil contamination. Among them: 1. Remidiasi Remediation is an activity to clean up contaminated soil surface. There are two types of soil remediation, namely in-situ (or on-site) and ex-situ (or off-site). Cleaning is a cleaning on-site at the location. This cleaning is cheaper and easier, consisting of cleaning, venting (injection), and bioremediation. Cleaning off-site include the excavation of contaminated soil and then taken to a safe area. After

that the area is safe, the land is cleansed of contaminants. The trick is, the soil is stored in the tub / tank is impermeable, then cleaning agent is pumped into the tub / tank. Furthermore pollutants pumped out of the tub is then processed by the installation of waste water processing. Off-site cleaning is far more expensive and complicated. 2. Bioremediation Bioremediation is the process of cleaning the soil contamination using microorganisms (fungi, bacteria). Bioremediation aims to break down or degrade contaminants into less toxic substances or toxic (carbon dioxide and water).

B. CONCLUSIONS AND SUGGESTIONS

A. Conclusion
Pollution of land is a state in which man-made chemicals enter and alter the natural soil environment. This contamination usually occurs because: leakage of liquid waste or industrial chemicals or commercial facilities; use of pesticides; the entry of contaminated ground water into the sub-surface layer; oil transport vehicle accidents, chemical substances, or waste, waste water from waste storage and industrial wastes are directly discharged into the land does not qualify (illegal dumping). There are several ways to reduce the impact of land contamination, including the remediation and bioremidiasi. Remediation is a way to clean surfaces contaminated soil. While bioremediation by soil contamination cleanup process using microorganisms (fungi, bacteria). B. ADVICE

To better understand all about the pollution of soil, readers are advised to find other references relating to the material in this paper. In addition, it is hoped the reader after reading this paper could apply it in daily life - day in conserving land and composer who is in it.

MAKALAH BIOLOGI TENTANG POLUSI AIR
September 13, 2008 ² Wahidin

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
mengkonsumsi Dalam kehidupan sehari-hari kita memerlukan air bersih untuk minum, memasak, mencuci dan keperluan lain. Air tersebut mempunyai standar 3 B yaitu tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak beracun. Tetapi adakalanya kita melihat air yang berwarna keruh dan berbau serta sering kali bercampur dengan benda-benda sampah seperti kaleng, plastik, dan sampah organic. Pemandangan seperti ini kita jumpai pada aliran sungai atau dikolam-kolam. Air yang demikian biasa disebut air kotor atau disebut pula air yang terpolusi. Darimana polutan itu berasal ? Bagi kita, khususnya masyarakat pedesaan sungai adalah sumber air sehari-hari. Sumber polutan dapat berasal dari mana-mana. Contohnya limbah-limbah industri dibuang dan dialirkan ke sungai. Semua akhirnya bermuara di sungai dan pencemaran polutan air ini dapat merugikan manusia bila manusia air yang tercemar. 1.2 Permasalahan Permasalahan yang terjadi : - Apabila polusi air disebabkan oleh zat-zat kimia buatan manusia mempunyai dampak negatif. - Dapat mengakibatkan penyakit bagi manusia dan hewan yang hidup didarat dan diair akan mati oleh racun. 1.2 Tujuan - Supaya siswa dapat lebih memahami bahaya polusi air - Dapat membedakan antara air yang bersih dari polusi dan air yang sudah terpolusi - Dapat lebih berhati-hati dalam menggunakan air yang bersih dan yang terpolusi

1.3 Metode
Metode yang kami gunakan : - Dengan mencari dari buku-buku Biologi dan buku-buku bacaan lainnya. - Mengumpulkan informasi - Ditulis dikertas buram.

BAB II
PEMBAHASAN 2.1 Pengertian Polusi Air
Salah satu dampak negatif kemajuan ilmu dan teknologi yang tidak digunakan dengan benar adalah terjadinya polusi (pencemaran). Polusi adalah peristiwa masuknya zat, energi, unsur atau komponen lain yang merugikan kedalam lingkungan akibat aktivitas manusia atau proses alami. Dan segala sesuatu yang menyebabkan polusi disebut Polutan. Sesuatu benda dapat dikatakan polutan bila : 1. Kadarnya melebihi batas normal 2. Berada pada tempat dan waktu yang tidak tepat. Polutan dapat berupa debu, bahan kimia, suara, panas, radiasi, makhluk hidup, zat-zat yang dihasilkan makhluk hidup dan sebagainya. Adanya polutan dalam jumlah yang berlebihan menyebabkan lingkungan tidak dapat mengadakan pembersihan sendiri (regenerasi). Oleh karena itu, polusi terhadap lingkungan perludideteksi secara dini dan ditangani segera dan terpadu. Polusi Air adalah peristiwa masuknya zat, energi, unsur atau komponen lainnya kedalam air sehingga kualitas air terganggu. Kualitas air terganggu ditandai dengan perubahan bau, rasa dan warna. Beberapa contoh polutannya sebagai berikut : a. Fosfat Fosfat berasal dari penggunaan pupuk buatan yang berlebihan dan deterjen. b. Nitrat dan Nitrit Kedua senyawa ini berasal dari penggunaan pupuk buatan yang berlebihan dan proses pembusukan materi organic. c. Poliklorin Bifenil (PCB) Senyawa ini berasal dari pemanfaatan bahan-bahan pelumas, plastik dan alat listrik. d. Residu Pestisida Organiklorin Residu ini berasal dari penyemprotan pestisida padaa tanaman untuk membunuh serangga. e. Minyak dan Hidrokarbon Minyak dan hidrokarbon dapat berasal dari kebocoran pada roda dan kapal pengangkut minyak. f. Radio Nuklida Radio nuklida atau unsur radioaktif berasal dari kebocoran tangki penyimpanan limbah radioaktif. g. Logam-logam Berat Logam berat berasal dari industri bahan kimia, penambangan dan bensin. h. Limbah Pertanian

Limbah pertanian berasal dari kotoran hewan dan tempat penyimpanan makanan ternak. i. Kotoran manusia Kotoran manusia berasal dari saluran pembuangan tinja manusia.

2.2 Macam-Macam Sumber Polusi Air
Sumber polusi air antara lain limbah industri, pertanian dan rumah tangga. Ada beberapa tipe polutan yang dapat masuk perairan yaitu : bahan-bahan yang mengandung bibit penyakit, bahanbahan yang banyak membutuhkan oksigen untuk pengurainya, bahan-bahan kimia organic dari industri atau limbah pupuk pertanian, bahan-bahan yang tidak sedimen (endapan), dan bahanbahan yang mengandung radioaktif dan panas. Penggunaan insektisida seperti DDT (Dichloro Diphenil Trichonethan) oleh para petani, untuk memberantas hama tanaman dan serangga penyebar penyakit lain secara berlabihan dapat mengakibatkan pencemaran air. Terjadinya pembusukan yang berlebihan diperairan dapat pula menyebabkan pencemeran. Pembuangan sampah dapat mengakibatkan kadar O2 terlarut dalam air semakin berkurang karena sebagian besar dipergunakan oleh bakteri pembusuk. Pembuangan sampah organic maupun yang anorganic yang dibuang kesungai terus-menerus, selain mencemari air, terutama dimusim hujan ini akan menimbulkan banjir. Belakangan ini musibah karena polusi air datang seakan tidak terbendung lagi disetip musim hujan. Sebenarnya air hujan adalah rahmat. Akan tetapi rahmat dapat menjadi ujian apabila kita tidak mengelolanyadengan benar. Jika kita amati, air adalah unsur alam yang penting bagi manusia dengan sifat mengalir dan meresapnya. Apabila jalur-jalur alirannya terganggu dan lahan resapannya terbatas, air akan mengalir kesegala penjuru mengisi ruang-ruang yang paling rendah. Akhirnya terjadilah banjir. Karena itu yang disebut polusi air karena banyak kita yang kurang disiplin, misalnya dalam kebersihan lingkungan dan membuang sampah sembarangan. Musibah banjir dapat terbagi dua akibat polusi air antara lain : 1. Banjir bandang (banjir besar), terjadi akibat air meluap dari jalur-jalur aliran (sungai) dengan volume air yang besar. 2. Banjir genangan yaitu banjir local (setempat) akibat tergenangnya / terkonsentrasinya air hujan disuatu daerah yang saluran air (arainase) dan lahan resapannya terbatas. Akibatnya dalam waktu tertentu (temporer) air akan mengalir disekitar lingkungan rumah kita.

2.3 Bahaya Dari Akibat Polusi Air
Bibit-bibit penyakit berbagai zat yang bersifat racun dan bahan radioaktif dapat merugikan manusia. Berbagai polutan memerlukan O2 untuk pengurainya. Jika O2 kurang , pengurainya tidak sempurna dan menyebabkan air berubah warnanya dan berbau busuk. Bahan atau logam yang berbahaya seperti arsenat, uradium, krom, timah, air raksa, benzon, tetraklorida, karbon dan lain-lain. Bahan-bahan tesebut dapat merusak organ tubuh manusia atau dapat menyebabkan kanker. Sejumlah besar limbah dari sungai akan masuk kelaut. Polutan ini dapat merusak kehidupan air sekitar muara sungai dan sebagian kecil laut muara.

Bahan-bahan yang berbahaya masuk kelaut atau samudera mempunyai akibat jangka panjang yang belum diketahui. Banyak jenis kerang-kerangan yang mungkin mengandung zat yang berbahaya untuk dimakan. Laut dapat pula tecemar oleh minyak yang asalnya mungkin dari pemukiman, pabrik, melalui sungai atau dari kapal tanker yang rusak. Minyak dapat mematikan, burung dan hewan laut lainnya, sebagai contoh, efek keracunan hingga dapat dilihat di Jepang. Merkuri yang dibuang sebuah industri plastik keteluk minamata terakumulasi di jaringan tubuh ikan dan masyarakat yang mengkonsumsinya menderita cacat dan meninggal. Akibat yang ditimbulkan oleh polusi air: a. Terganggunya kehidupan organisme air karena berkurangnya, kandungan oksigen b. Terjadinya ledakan ganggang dan tumbuhan air (eurotrofikasi) c. Pendangkalan dasar perairan d. Tersumbatnya penyaring reservoir, dan menyebabkan perubahan ekologi e. Dalam jangka panjang adalah kanker dan kelahiran cacat f. Akibat penggunaan pertisida yang berlebihan sesuai selain membunuh hama dan penyakit, juga membunuh serangga dan makhluk berguna terutama predator g. Kematian biota kuno, seperti plankton, iakn, bahkan burung h. Mutasi sel, kanker, dan leukeumia

2.4 Usaha-usaha Mengatasi dan Mencegah Polusi Air
Pengenceran dan penguraian polutan air tanah sulit sekali karena airnya tidak mengalir dan tidak mengandung bakteri pengurai yang aerob jadi, air tanah yang tercemar akan tetap tercemar dalam yang waktu yang sangat lama, walau tidak ada bahan pencemaran yang masuk. Karena ini banyak usaha untuk menajaga agar tanah tetap bersih misalnya: 1. Menempatkan daerah industri atau pabrik jauh dari daerah perumahan atau pemukiman 2. Pembuangan limbah industri diatur sehingga tidak mencermari lingkungan atau ekosistem 3. Pengawasan terhadap penggunaan jenis ± jenis pestisida dan zat ± zat kimia lain yang dapat menimbulkan pencemaran 4. Memperluas gerakan penghijauan 5. Tindakan tegas terhadap perilaku pencemaran lingkungan 6. Memberikan kesadaran terhadap masyaratkat tentang arti lingkungan hidup sehingga manusia lebih lebih mencintai lingkungan hidupnya 7. Melakukan intensifikasi pertanian Adapun cara lain untuk mengatasi polusi air atau yang dikenai dengan sebutan banjir pun ada dua macam 1. Banjir Bandang dapat diatasi secara meluas dengan didukung berbagai disiplin ilmu 2. banjir genangan dapat diatasi dengan membersihkan air dari penyumbatan yang mengakibatkan air meluap banyak orang mengatakan ´ lebih baik mecegah dari pada mengatasi´, hal ini berlaku pula pada banjir genangan di bawah ini ada sejumlah langkah yang dapat kita lakukan untuk mencegah banjir genangan : 1. dalam merencanakan jalan ± jalan lingkungan baik itu program pemerintah maupun swadaya masyarakat sebaiknya memilih material jalan yang menyerap air misalnya, penggunaan bahan dari paving blok (blok ± blok adukan beton yang disusun dengan rongga ± rongga resapan air disela ± selanya. Hal yang tidak kalah pentingnya adalah penataan saluran / drainase lingkjungan

pembuatannyapun harus bersamaan dengan pembuatan jalan tersebut 2. Apabila di halaman pekarangan rumah kita masih terdapat ruang ± ruang terbuka, buatlah sumur ± sumur resapan air hujan sebanyak ±banyaknya. Fungsi sumur resapan air ini untuk mempercepat air meresap kedalam tanah. Dengan membuat sumur resapan air hujan tersebut, sebenarnya kita dapat memperoleh manfaat seperti berikut: a. Persediaan air bersih dalam tanah disekitar rumah kita cukup baik dan banyak b. Tanah bekas galian sumur dapat dipergunakan untuk menimbun lahan ± lahan yang rendah atau meninggikan lantai rumah c. Apabila air hujan tidak tertampung dalam sebuah selokan ± selokan rumah / talang ± talang rumah, air dapat dialirkan kesumur ± sumur resapan. Janganlah membuang sampah atau mengeluarkan air limbah rumah tangga (air bekas mandi, cucian dan sebagainya) kedalam sumur resapan air hujan karena bisa mencemarkan kandungan air tanah. Khusus untuk buangan air limbah rumah tangga, buatlah sumur resapan tersendiri d. Apabila air banjir masuk kerumah mencapai ketinggian 20-50 cm satu ± satunya jalan adalah meninggikan lantai rumah kita diatas ambang permukaan air banjir e. Cara lain adalah membuat tanggul di depan pintu masuk rumah kita. Cara ini sudah umum dilakukan orang hanya teknisnya sering kurang terencana secara mendetail

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan dari Bab II dapat disimpulkan sebagai berikut : Polusi adalah peristiwa masuknya zat, energi unsure atau komponen lainš ke dalam lingkungan akibat aktifitas manusia atau proses alami Segala sesuatu yang menyebabkan polusi disebut polutanš Polusi air adalah peristiwaš masuknya zat, energi, unsure, atau komponen lainya ke dalam air sehingga kualitas air terganggu Sumber polusi air antara lain limbah industri, pertanian, dan rumah tanggaš Polusi air juga dapat menimbulkan bencana diantaranya banjirš Elektrofikasi adalah penimbunan mineral yang menyebabkan peledakan alga secara serentak menutupi pencemaran airš Bahan atau logam berbahaya seperti arsenat, benzon, timah dan lain ±š lain dapat merusak organ tubuh manusia dan menyebabkan kanker Akibat yang ditimbulkan polusi air dalam zangua pasang adalah kanker dan kelahiran bayi cacatš Melakukan intensifikasi pertanianš Banjir genangan dapat diatasi dengan membersihkan saluran air dari penyumbatanš

3.2 Saran Saran yang penulis akan sampaikan : Hindari pemakaian obat pemberantas hama dan serangga secara berlebihan.š Sebaiknya kita berhati-hati dalam menggunakan air, karena air itu ada yang terpolusi dan tidak terpolusi.š Jagalah agar air di lingkungan rumah dan sekitarnya agar tetap bersih dan terhindar dari pencemaran air.š Jangan membuang sampah kesungai, dan jika terjadi penimbunan sampah di sungai akan mengakibatkan banjirš

DAFTAR PUSTAKA

Djambur. W. Sukarno. 1993. Biologi I untuk Sekolah Menengah Umum. Jakarta : Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, pusat perbukuan. Ahya M Salman, 1993, Biologi I untuk Sekolah Menengah Umum, Depdikbud, Jakarta Santiyono, 1994. Biologi I untuk Sekolah Menengah Umum, penerbit Erlangga

BIOLOGY PAPER ON WATER POLLUTION September 13, 2008 ± Wahidin

CHAPTER I
INTRODUCTION 1.1 Background Issues
consumed in daily life we need clean water for drinking, cooking, washing and other purposes. Water has the standard 3 B is a colorless, odorless, and non-toxic. But sometimes we see the colored water turbid and smelly and often mixed with objects such as garbage cans, plastics, and organic wastes. Scenery such as this we have encountered on the river or pool-pool. Water is so called dirty water or polluted water is also called. Where do pollutants come from? For us, particularly the rural communities of the river is the source of water daily. Sources of pollutants can come from anywhere. For example industrial wastes discharged and flowed into rivers. All eventually empties into the river and the pollution of these water pollutants can harm humans if humans contaminated water.

1.2 Problems Problems that occurred: - If the water pollution caused by chemical substances made by humans have a negative impact. - Can cause illness to humans and animals that live on land and diair will die by poison. 1.2 Objectives - In order for students to better understand the dangers of water pollution - Able to distinguish between the clean water from pollution and water that is polluted - Can be more careful in the use of clean water and polluted 1.3 Method The method we use: - By looking from the Biology books and other reading books. - Gather information - Written a paper opaque.

CHAPTER II
DISCUSSION 2.1 Definition of Air Pollution
One of the negative impact the progress of science and technology are not used correctly is the occurrence of pollution (pollution). Pollution is the event the entry of substances, energy, element or other harmful component into the environment due to human activities or natural processes. And all things that cause pollution called Pollutants. Some things can be said of pollutants when: 1. Levels exceed normal limits 2. Being at a place and time is not right. Pollutants may include dust, chemicals, sound, heat, radiation, living creatures, substances

produced by living things and so forth. The existence of an excessive amount of pollutants in environmental causes can not hold their own cleaning (regeneration). Therefore, the pollution of the environment perludideteksi early and treated promptly and comprehensively. Water pollution is the event the entry of substances, energy, elements or other components into the water so that water quality impaired. Impaired water quality is marked by changes in odor, taste and color. Some examples pollutan as follows: a. Phosphate Phosphate derived from the excessive use of artificial fertilizers and detergents. b. Nitrate and Nitrite Both compounds are derived from the excessive use of chemical fertilizers and organic matter decomposition process. c. Poliklorin biphenyls (PCBs) This compound is derived from the use of lubricating materials, plastics and electrical equipment. d. Pesticide Residues Organiklorin The residue is derived from spraying pesticides to kill insects padaa plants. e. Oil and Hydrocarbon Oil and hydrocarbons may come from leaks in the wheel and tankers. f. Radionuclides Radio nuclides or radioactive elements derived from radioactive waste storage tank leakage. g. Heavy metals Heavy metals derived from industrial chemicals, mining and petrol. h. Agricultural Waste Agricultural waste derived from animal manure and fodder storage. i. Human feces Human feces coming from the drain of human feces. 2.2 Various Kinds of Water Pollution Sources Sources of water pollution include industrial waste, agriculture and households. There are several types of pollutants that can enter waters, namely: material containing germs, substances that require much oxygen to pengurainya, organic chemicals from industrial or agricultural fertilizer waste, materials that do not sediment (sediment), and materials containing radioactive and hot. The use of insecticides such as DDT (Dichloro Diphenil Trichonethan) by farmers, to eradicate insect pests of plants and other diseases spread by berlabihan can lead to water pollution. The occurrence of excessive decay can also cause pencemeran waters. Waste disposal can result in levels of O2 dissolved in water decreases as most used by bacterial decay. Disposal of organic waste and disposed of anorganic the river constantly, besides polluting the water, especially this rainy season will cause flooding. Lately, because of water pollution coming disaster if not unstoppable again disetip rainy season. Actually, rain is a blessing. But grace can be a test if we do not mengelolanyadengan true. If we observe, water is an important element of human nature with nature to flow and seep. If the flow is disrupted pathways and resapannya limited land, water will flow over the fill kesegala spaces lowest. Finally there was a flood. Because it is called water pollution because many of us are not disciplined, for example in environmental hygiene and littering.

Flood disaster can be divided into two due to water pollution, among others: 1. Inundation (flooding), due to overflowing water from the flow paths (river) with a large volume of water. 2. Flood inundation of local flooding (local) due tergenangnya / concentrated rain water sector in a region of waterways (arainase) and limited land resapannya. As a result within a certain time (temporary) water will flow around our home environment. 2.3 Dangers Of Water Pollution Due The seeds of disease many substances that are toxic and radioactive substances can harm humans. Various pollutants require O2 to pengurainya. If O2 is less, pengurainya not perfect and causes the water change color and stinking. Hazardous materials or metals such as arsenat, uradium, chromium, lead, mercury, benzon, tetrachloride, carbon and others. Tesebut materials can damage human organs or may cause cancer. Large amounts of waste from the river will go to sea. These pollutants can damage aquatic life around the estuary of the river and a small marine estuary. Hazardous materials into the sea or the ocean has a long-term consequences are unknown. Many types of shellfish that may contain substances that are dangerous to eat. Sea tecemar by oil can also originate as possible from residential, factory, through the river or from a damaged tanker. Oil can be deadly, birds and other marine animals, for example, toxic effects are to be seen in Japan. Mercury is disposed a plastic industry keteluk Minamata accumulate in body tissues of fish and the people who consume them suffer disability and death. As a result of pollution caused by water: a. Disruption of aquatic organisms due to the reduced, oxygen content b. The explosion of algae and aquatic plants (eurotrofikasi) c. Silt bottom waters d. Blockage of a filter reservoir, and causing ecological changes e. In the long term are cancer and birth defects f. Due to the excessive use of pesticides in accordance but to kill pests and disease, also kills insects and predatory creatures especially useful g. Death of ancient organisms, like plankton, iakn, even birds h. Cell mutations, cancer, and leukeumia 2.4 Efforts to Overcome and Prevent Water Pollution Dilution and decay of groundwater pollutants is very difficult because the water does not flow and does not contain bacteria that aerobic decomposition, so that contaminated groundwater will remain contaminated in a very long time, although there is no pollution of the incoming material. Because this is a lot of effort to keep the land clean menajaga for example: 1. Putting the industrial area or plant away from residential areas or residential 2. Industrial waste disposal is set so that no environment or ecosystem mencermari 3. The monitoring of the use of type - the type of pesticides and substances - other chemicals that can cause pollution 4. Expanding the green movement 5. Stern action against environmental pollution behavior 6. Provide awareness about the significance of environmental masyaratkat so much more loving human environment 7. Agricultural intensification

As for other ways to cope with water pollution or the subject even as the floods there are two kinds of 1. Flash floods can be overcome with the widely supported a variety of disciplines 2. flood inundation can be resolved with clean water from a blockage which resulted in water overflowing many people say "better mecegah of the deal", this also applies to the flood inundation below there are a number of steps we can take to prevent flood inundation: 1. in planning the road - the road environment that both government programs and government organizations should choose the path of material that absorbs water, for example, the use of material from the paving blocks (blocks - blocks of concrete mixture that is prepared with the cavity - the cavity water recharge was interrupted - selanya. It is no less important is the arrangement of channels / drainage lingkjungan pembuatannyapun must along with the making of these roads 2. If the page yard we still have space - open space, make wells - wells infiltration of rain water as much as possible. The function of this water catchment wells to accelerate the water seep into the soil. By making these rain water catchment wells, we can really benefit as follows: a. Supplies of clean water in the soil around our house quite well and many b. Former mining land wells can be used to hoard land - land that is lower or raise the floor of the house c. If rain water is not accommodated in a gutter - gutter house / gutters - gutter house, water can be streamed kesumur - recharge wells. Do not throw garbage or household waste water issue (the former water bath, laundry and so on) of rainwater infiltration into the well because it can pollute the soil water content. Especially for the disposal of household waste water, create a separate absorption wells d. If flood water entered the house of reaching a height of 20-50 cm in one - the only way is to raise the floor of our house above the threshold of surface water flooding e. Another way is to make the levee in front of the entrance to our house. This is a common way people often lack the technical only planned in detail

CHAPTER III

CLOSING 3.1 Conlusions
Based on the discussion of Chapter II can be summarized as follows: Pollution elements or otheršis the event the entry of substances, energy components into the environment due to human activities or natural processes šAnything that causes pollution called pollutants Water inclusion of substances, energy, elements, oršpollution is the event other components into the water so that water quality impaired šSources of water pollution include industrial waste, agricultural, and household šWater pollution can also cause disasters such as floods šElektrofikasi is a mineral buildup that causes algae blasting simultaneously cover water contamination human body can damage organs and cause canceršMaterials or hazardous metals such as arsenat, benzon, tin and other - other šConsequences of water pollution in zangua pairs are cancer and birth defects agricultural intensificationš šFlood inundation can be resolved with clean water from clogged channels 3.2 Suggestions Suggestions that the writer will convey: šAvoid the use of drug eradication of insect pests and excessive. šWe'd better be careful in using water, because water is polluted and not polluted. šKeep the water in the home environment and surroundings to keep them clean and avoid water pollution. šDo not throw trash the river, and if there is hoarding of garbage in the river would result in flooding

REFERENCES
Djambur. W. Sukarno. 1993. Biology I for High School. Jakarta: Ministry of Education and Culture, the center for Book. Ahya M Salman, 1993, Biology I for the School of Secondary Education, MOEC, Jakarta Santiyono, 1994. Biology I for Public High Schools, publisher Erland

REFERENCES
Soekarto. S. T. 1985. Research Organoleptic For Food Industry and Agriculture. Bhatara Literacy Works, Jakarta. P. 121. Wikipedia. 2007. Soil Pollution (On-line). http://id.wikipedia.org/wiki/pencemaran_tanah. accessed December 26, 2007. Bachri, Moch. 1995. Environmental Geology. CV. Literacy, Malang. P. 112. Other Reading Related contained in this blog: Contamination Water Pollution Soil pollution

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->