Anda di halaman 1dari 14

c c


  


p 
Melatih melakukan pengenceran serial dan menentukan konsentrasi suspensi
bakteri dengan metode hitungan cawan.

p ¦ 
½.p Aseptis
Teknik transfer aseptis adalah suatu metode atau teknik di dalam
memindahkan atau mentransfer kultur bakteria dari satu tempat ke
tempat lain secara aseptis agar tidak terjadi kontaminasi oleh mikroba
lain ke dalam kultur.
2.p Sterilisiasi

Sterilisasi adalah suatu proses dimana kegiatan ini bertujuan untuk


membebaskan alat ataupun bahan dari berbagai macam
mikroorganisme.

3.p Pembiakan
Pada umumnya bakteri hanya mengenal satu macam pembiakan saja,
yaitu pembiakan secara aseksual atau vegetatif. Pelaksanaan pembiakan
yaitu dengan pembelahan diri atau division, umum nya adalah
pembelahan biner (dari sati sel menjadi 2 sel anak), biner berlangsung
dengan interval yang teratur dengan penambahan atau kelipatan secara
eksponensi.
4.p Counting
Salah satu metode yang sering digunakan dalam penghitungan jumlah
koloni sel adalah hitungan cawan. Sampel yang akan dihitung akan
diencerkan dalam larutan yang tidak membahayakan mikroba, dan juga
tidak memacu pertumbuhannya (jadi mikroba tidak tumbuh selama
pengenceran). Metode hitungan cawan didasarkan pada anggapan
bahwa setiap sel yang dapat hidup akan berkembang biak menjadi satu
koloni. Jadi jumlah koloni yang muncul pada cawan mengandung
indeks bagi jumlah mikroorganisme yang dapat terkandung dalam
sampel

p  

Jumlah mikroorganisme dapat dihitung melalui beberapa cara, namun


secara mendasar dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu perhitungan langsung
dan tidak langsung. Perhitungan secara langsung dapat mengetahui beberapa
jumlah mikroorganisme pada suatu bahan pada suatu saat tertentu tanpa
memberikan perlakuan terlebih dahulu, sedangkan jumlah organisme yang
diketahui dari cara tidak langsung terlebih dahulu harus memberikan perlakuan
tertentu sebelum dilakukan perhitungan. Perhitungan secara langsung, dapat
dilakukan dengan beberapa cara antara lain adalah dengan membuat preparat dari
suatu bahan (preparat sederhana diwarnai atau tidak diwarnai) dan penggunaan
ruang hitung (counting chamber), sedangkan perhitungan cara tidak langsung
hanya untuk mengetahui jumlah mikroorganisme pada suatu bahan yang masih
hidup saja (viabel count) (Dilliello, 2002).

Prinsip metode hitungan cawan adalah sebagai berikut: jika sel mikroba
yang masih hidup ditumbuhkan pada medium agar, maka sel mikroba tersebut
akan berkembang biak dan membentuk koloni yang dapat dilihat langsung dengan
mata tanpa menggunakan mikroskop. Metode hitungan cawan merupakan cara
yang paling sensitif untuk menghitung jumlah mikroba karena alasan-alasan
sebagai berikut:

½. Hanya sel yang masih hidup yang dihitung.


2. Beberapa jenis mikroba dapat dihitung sekaligus
(Fardiaz, ½ 2).

Teknik most probable number (MPN) dilakukan dengan pengenceran.


Suatu larutan yang mengandung mikroba diencerkan terus- menerus. Misalnya
dengan larutan yang berisi ½.000 sel/mL, diencerkan ½0 kali menjadi larutan yang
berisi ½00 sel/mL. Lalu diencerkan lagi ½0 kali, sehingga jumlah sel adalah ½0
sel/mL, dan diencerkan ½0 kali lagi, sehingga hanya terdapat ½ sel/mL, dan
diencerkan lagi ½0 kali tinggal 0,½ sel/mL(Stanier, 200½).

Metode MPN terdiri dari tiga tahap, yaitu uji pendugaan (presumtive test),
uji konfirmasi (confirmed test), dan uji kelengkapan (completed test). Output
metode MPN adalah nilai MPN. Nilai MPN adalah perkiraan jumlah unit tumbuh
(growth unit) atau unit pembentuk±koloni (colony±forming unit) dalam sampel.
Namun, pada umumnya, nilai MPN juga diartikan sebagai perkiraan jumlah
individu bakteri. Satuan yang digunakan, umumnya per ½00 mL atau per gram.
Jadi misalnya terdapat nilai MPN ½0/g dalam sebuah sampel air, artinya dalam
sampel air tersebut diperkirakan setidaknya mengandung ½0 coliform pada setiap
gramnya. Makin kecil nilai MPN, maka air tersebut makin tinggi kualitasnya, dan
makin layak minum. Metode MPN memiliki limit kepercayaan  persen
sehingga pada setiap nilai MPN, terdapat jangkauan nilai MPN terendah dan nilai
MPN tertinggi (Dwisaputro, 2002).

Metode MPN terdiri dari tiga tahap, yaitu uji pendugaan (presumtive test),
uji konfirmasi (confirmed test), dan uji kelengkapan (completed test). Dalam uji
tahap pertama, keberadaan coliform masih dalam tingkat probabilitas rendah;
masih dalam dugaan. Uji ini mendeteksi sifat fermentatif coliform dalam sampel.
Metode perhitungan MPN sering digunakan dalam pengamatan untuk menghitung
jumlah bakteri yang terdapat di dalam tanah seperti Nitrosomonas dan
Nitrobacter. Kedua jenis bakteri ini memegang peranan penting dalam
meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman, sehubungan dengan
kemampuannya dalam mengikat N2 dari udara dan mengubah amonium menjadi
nitrat (Dwisaputro, 2002).

Output metode MPN adalah nilai MPN. Nilai MPN adalah perkiraan
jumlah unit tumbuh (growth unit) atau unit pembentuk-koloni (colony-forming
unit) dalam sampel. Namun, pada umumnya, nilai MPN juga diartikan sebagai
perkiraan jumlah individu bakteri. Satuan yang digunakan, umumnya per ½00 mL
atau per gram. Metode MPN memiliki limit kepercayaan  persen sehingga pada
setiap nilai MPN, terdapat jangkauan nilai MPN terendah dan nilai MPN tertinggi
(Dwisaputro, 2002).

Prosedur perhitungan adalah dengan penumbuhan dalam agar. Sampel


suspensi sel diinokulasi ke dalam media agar nutrien dan diinkubasi. Lantas
jumlah koloni yang terbentuk dihitung. Satu koloni yang terbentuk dari satu sel,
maka jumlah koloni menunjukkan jumlah sel dalam larutan asalnya. Prosedur ini
hanya menghitung sel-sel yang hidup.

Bakteri coliform adalah golongan bakteri intestinal, yaitu hidup dalam


saluran pencernaan manusia. Bakteri coliform adalah bakteri indikator keberadaan
bakteri patogenik lain. Lebih tepatnya, sebenarnya, bakteri coliform fecal adalah
bakteri indikator adanya pencemaran bakteri patogen. Penentuan coliform fecal
menjadi indikator pencemaran dikarenakan jumlah koloninya pasti berkorelasi
positif dengan keberadaan bakteri patogen. Selain itu, mendeteksi coliform jauh
lebih murah, cepat, dan sederhana daripada mendeteksi bakteri patogenik lain.

Bakteri coliform merupakan parameter mikrobiologis terpenting bagi


kualitas air minum. Kelompok bakteri coliform, antara lain Eschericia coli,
Enterrobacter aerogenes, dan Citrobacter fruendii. Keberadaan bakteri di dalam
air minum itu menunjukkan tingkat sanitasi rendah. Keberadaan bakteri ini juga
menunjukkan adanya bakteri patogen lain, misalnya, Shigella, yang menyebabkan
diare hingga muntahber (Yaya, 200 ).

Salah satu anggota kelompok coliform adalah E.coli. Karena E.coli adalah
bakteri coliform yang ada pada kotoran manusia, maka E.coli sering disebut
sebagai coliform fekal. Pengujian coliform jauh lebih cepat jika dibandingkan
dengan uji E.coli karena hanya memerlukan uji penduga yang merupakan tahap
pertama uji E.coli (Fardiaz, ½ 2).

Pada saat perhitungan koloni, apabila jumlah koloni yang di temukan pada
lempengan kurang dari standart yang telah di tetapkan, maka suatu sample bisa di
katakana murni (Dilliello, 2002).
Terkadang untuk menghitung kuantitas mikroorganisme pada sample
dapat di uji dengan cara menghitung jumlah koloni pada agar. Agar lempengan
yang telah ditetapkan, disingkat jumlah penjumlahan pada lempengan (Standart
plate count) (Dwisaputro, 2002).

Standart plate count (perhitunngan jumlah pada lempengan) sangat


berguna dalam hal mengetahui kuantitas mikroorganisme pada suatu tempat atau
sampel sehingga bisa di ketahui apakah sampel tersebut murni atau tidak murni
(Stanier, 200½).

Perhitungan koloni:

Pour plate : ½ × ™ koloni

Faktor pengencer

Spread plate : ½ × ½0 × ™ koloni

Faktor pengencer

Standart plate count : 30 ± 300 koloni

Syarat :

0p Jika kurang dari 2 : Dipakai pengencer terbesar

0p Jika lebih dari 2 : Dipakai rata-rata

Perhitungan jumlah koloni akan lebih mudah dan cepat jika pengenceran
dilakukan secara decimal. Semakin tinggi jumlah mikroba yang terdapat di dalam
sample, semakin tinggi pengenceran yang harus dilakukan. (Fardiaz, ½ 2)

Untuk melaporkan suatu hasil analisis mikrobiologi digunakan suatu


standart yang disebut ³Standart Plate Count (SPC)´ menjelaskan mengenai cara
menghitung koloni pada cawan serta memilih data yang ada untuk menghitung
jumlah koloni. Cara menghitung jumlah koloni pada cawan adalah sebagai berikut
:

0p Cawan yang dipilih dan dihitung adalah yang mengandung


jumlah koloni antara 30 ± 300
0p Beberapa koloni yang bergabung menjadi satu merupakan
suatu kumpulan koloni yang besar dimana jumlah koloni diragukan, dapat
dihitung sebagai koloni.

0p Suatu deretan (rantai) yang terlihat sebagai suatu garis tebal


dihitung sebagai satu koloni.

Data yang dilaporkan sebagai SPC harus mengikuti peraturan hanya terdiri
dari dua angka, yaitu angaka pertama di depan koma dan angka ke dua dibelakang
koma. Jika semua pengenceran menghasilkan angka kurang dari 30 koloni, hanya
jumlah koloni yang terendah yang dihitung. Jika semua pengenceran
menghasilkan lebih dari 300 koloni pada cawan Petri, hanya jumlah koloni pada
pengenceran yang tertinggi yang dihitung (Fardiaz, ½ 2).


p 


Alat: -p 3 tabung reaksi

-p 3 cawan Petri

-p Rak tabung

-p Volum pipet berskala (½ ml)

-p Volum pipet berskala (½0 ml)

-p Spirtus

-p Korek api

Bahan: -p Sampel air keran

-p Aquadest

-p Nutrient agar
p ¦  c 

Pengerjaan counting (perhitungan biakan bakteri) dilakukan dengan cara
aseptik. Diawali dengan sampel yang diencerkan. Aquadest steril dipipet dan
dimasukkan ke dalam tabung reaksi sebanyak ml dengan volum pipet ½0 ml.
Sampel bakteri (air bak kamar mandi pria) dipipet ½ ml lalu dimasukkan ke dalam
tabung reaksi I. Mulut tabung ditutup dengan kapas kembali. Tabung reaksi
dikocok perlahan agar homogen dan didapat konsentrasi ½0-½. Dari tabung reaksi
I, sampel yang telah dicampur dengan aquadest steril dipipet ½ ml dan
dipindahkan ke tabung reaksi II, konsentrasi ½0-2 didapat. Mulut tabung ditutup
kembali dengan kapas. Tabung reaksi II digoyang perlahan agar sampel dan
aquadest homogen. Dari tabung reaksi II, sampel yang telah homogeny dipipet
½ml dan dipindahkan ke dalam tabung reaksi III, didapat konsentrasi ½0-3. Mulut
tabung reaksi ditutup kembali dengan kapas. Tabung reaksi digoyang perlahan
agar homogen.
Sampel pada tabung reaksi I, II dan II dipindahkan ke dalam cawan petri
yang berbeda-beda, masing-masing dipipet ½ ml. Lalu nutrient agar ditambahkan
ke dalam masing-masing cawan petri sebanyak ½ ml tiap cawan petri. Cawan
petri digoyang perlahan agar sampel bakteri tersebar secara merata. Masing-
masing cawan petri diberi label untuk membedakan pengenceran bakteri ½0- ½, ½0-
2-
dan ½0-3. Nutrient agar ditunggu samapai membeku, lalu cawan petri dibalikkan
agar uap air yang terdapat pada cawan tidak jatuh ke nutrient agar. Semua cawan
petri ditumpuk lalu dibungkus koran untuk dimasukkan ke dalam inkubator
dengan suhu 370C selama ½-24 jam. Setelah ½-2 jam, koloni bakteri yang telah
diinkubasi dihitung.

p Ѧ ¦  
Ѧ

 ¦   !c


½. ½0-½ ½72

2. ½0-2 42

3. ½0-3 42

¦ 

½.p Cawan ½ ( pengenceran ½0-½ )


½7 x ½0 = ½70
2.p Cawan 2 ( pengenceran ½0-2 )
42 x ½00 = 4200
3.p Cawan 3 ( pengenceran ½0-3 )
4.p 42 x ½000 = 42000
!" 
½7 x ½0 + 42 x ½00 + 42 x ½000/3 = ½732,7 CFU/mL

p ¦#

Dalam praktikum kali ini dilakukan counting (menghitung) koloni bakteri


dalam sampel yang telah diencerkan dan dibiakkan dalam media nutrient agar.
Semua prosedur dilakukan secara aseptis. Teknik aseptis sangat penting dalam
pengerjaan mikrobiologi yang memerlukan ketelitian dan keakuratan disamping
kesterilan yang harus dijaga agar terbebas dari kontaminan yang dapat
mencemari. Populasi mikroba di alam sekitar kita sangat besar dan kompleks.
Beratus-ratus spesies berbagai mikroba biasanya menghuni bermacam-macam
bagian tubuh kita, termasuk mulut, saluran pencernaan dan kulit sehingga
diperlukan teknik yang dapat meminimalisirnya seperti pengisolasian (Pelczar &
Chan, ½ )

Sebelum melakukan counting ini, alat yang digunakan harus steril. Karena
kontak alat dengan bakteri dapat mengkontaminasi. Alat-alat yang digunakan
harus sudah disterilisasi dengan autoklaf. Autoklaf adalah alat untuk mensterilkan
berbagai macam alat dan bahan yang digunakan dalam mikrobiologi
menggunakan uap air panas bertekanan. Tekanan yang digunakan pada umumnya
½ Psi atau sekitar 2 atm dan dengan suhu ½2½0 C (20oF). Jadi tekanan yang
bekerja ke seluruh permukaan benda adalah ½ pon tiap inchi (½ Psi = ½ pounds
per square inch). Lama sterilisasi yang dilakukan biasanya ½ menit untuk ½2½oCp
Autoklaf ini digunakan untuk sterilisasi basah dengan penunjuk tekanan dan katub
pengaman pada dasarnya berfungsi untuk membuang uap panas dari alat yang
disterilkan yang dihasilkan dari bahan cair yang merupakan pendukungnya
Setelah itu, tabung reaksi dikeringkan didalam oven, tetapi volume pipet tidak
boleh dikeringkan didalam oven karena volume pipet merupakan alat yang
mempunyai skala,bernilai kuantitatif dan alat yang tidak tahan terhadap
panas,sehingga jika dilakukan pengeringan dengan oven maka akan memuai.
Sedangkan tabung reaksi boleh dikeringkan dengan oven karena tidak mempunyai
skala dan bersifat kualitatif. Oven digunakan untuk mensterilkan alat- alat gelas
yang tahan terhadap panas dan pada sterilisasi udara kering dengan membebaskan
alat- alat dari segala macam kehidupan (mikroba) tanpa kelembaban. Alat yang
harus disterilisasi yaitu cawan petri, pipet volum (seharusnya tidak boleh) serta
tabung reaksi. Setelah semua alat dipastikan steril langkah selanjutnya adalah
menyiapkan 3 tabung reaksi yang akan digunakan untuk pengenceran. Semua
tabung tersebut ditutup kapas di bagian atas tabung untuk menjaga kesterilannya.
Begitu pula aquadest yang diletakkan dalam erlenmeyer juga harus ditutup dengan
kain kasa atau kapas.

Pertama, Bunsen dinyalakan karena semua prosedur dilakukan di dekat


api, hal ini mencegah kontaminasi bakteri lain dari udara. Disiapkan volum pipet
½0 ml untuk memipet aquadest steril. Aquadest steril dipipet ml lalu di
pindahkan ke dalam tabung reaksi. Mulut tabung kembali ditutup dengan kapas
agar tidak terkontaminasi bakteri dari udara. Pengerjaan ini dilakukan terhadap 2
tabung yang lain. Setelah itu sampel dipipet menggunakan volum pipet ½ ml. Pada
mulut volume pipet yang digunakan harus dipastikan masih terdapat kapas yang
menutupi mulut volume pip et tersebut. Hal ini bertujuan agar bakteri yang
terdapat dalam sampel tidak terhirup oleh mulut serta bakteri dari mulut juga
dapat disaring oleh kapas. Cairan sampel dan aquades dihisap dengan volume
pipet yang berbeda lewat mulut, bukan menggunakan bulb pipet. Sampel yang
digunakan ialah air dari bak kamar mandi pria. Setelah dipipet ½ ml, sampel
dipindahkan kedalam tabung reaksi dan dikocok perlahan agar bakteri tercampur
dengan aquadest steril. Mulut tabung reaksi difikasi sebentar lalu ditutup dengan
kapas. Tabung reaksi pertama diberi label ³pengenceran ½0-½´.

Selama pengerjaan harus dilakukan dekat api, tapi tidak terlalu dekat
karena akan menyebabkan sampel bakteri yang akan dihitung juga ikut terbunuh.
Hal ini merupakan salah satu syarat tehnik kerja aseptis. Saat memasukkan pipet
ke dalam Erlenmeyer yang berisi aquadest steril, jangan memasukkan pipet
seluruhnya ke dalam. Dalam melakukan fiksasi, hanya sebagian pipet saja yang
difiksasi. Bagian atasnya tidak difiksasi dan masih terkena kontaminasi bakteri
dari udara. Diusahakan pengerjaan prosedur dilakukan secara cepat dan tidak
boleh banyak berbicara.

Lalu dilakukan pengenceran ½0-2 pada tabung reaksi kedua. Dipipet ½ ml


dari sampel yang telah dicampur aquadest steril pada tabung pertama tadi.
Kemudian dipindahkan ke dalam tabung kedua dan ditutup dengan kapas. Selama
pemindahan, tabung reaksi yang berisi aquadest steril dimiringkan untuk
menghindari bagian pipet masuk lebih dalam ke tabung reaksi dan
mengkontaminasi aquadest tersebut. Tabung dikocok secara perlahan, jangan
terlalu keras lalu diberi label ³pengenceran ½0 -2´. Dilanjutkan pengenceran ½0-3
pada tabung reaksi ketiga. Dipipet ½ ml sampel yang telah dicampur dengan
aquadest steril pada tabung kedua. Kemudian dipindahkan ke dalam tabung reaksi
ditutup dengan kapas. Kemudian diberi label ³pengenceran ½0-3 ´.

Setelah proses pengenceran, sampel bakteri di tiap tabung dipindahkan ke


dalam cawan petri yang sudah disterilisasi dan ditumpuk 2. Dalam memindahkan
bakteri ke dalam cawan petri pun dikerjakan dekat dengan api. Diambil ½ ml
bakteri dari tiap tabung. Ketika membuka cawan petri, tidak boleh dibuka terlalu
lebar untuk mencegah kontaminasi bakteri dari udara. Cara memegang cawanpun
harus benar agar tidak tumpah. Cawan dipegang dengan menggunakan satu
tangan dan pipet di bagian tangan yang lain. Setelah dipindahkan, bagian cawan
yang terbukan difiksasi di dekat api beberapa kali. Tidak difiksasi bagian dasar
cawannya, tetapi hanya bagian pinggir yang terbuka. Jika difiksasi bagian
bawahnya, sampel bakteri justru akan mati dan tidak bisa dibiakan. Hal ini
dilakukan terhadap sampel di tabung 2 dan tabung 3 persis sama.

Setelah itu, bakteri dibiakan ke dalam media yang berisi nutrisi untuk
menunjang kehidupan bakteri tersebut. Media yang digunakan ialah nutrient agar,
media yang lebih mudah didapat dibandingkan PDA (potato dextrose agar).
Nutrient agar, ketika masih encer akan berwarna kuning terang. Sedangkan ketika
sudah sedikit mengeras akan berwarna lebih pucat. Nutrient agar yang sudah
dicairkan dan masih panas tidak boleh dituang ke dalam cawan petri karena akan
membunuh bakteri. Untuk mengukur apakah sudah boleh dituang atau belum,
dicek panasnya nutrient agar dengan punggung tangan. Jika masih terasa panas,
berarti belum boleh dituang. Jika sudah hangat, tuang nutrient agar kedalam
tabung reaksi yang sudah ditara. Baru setelah itu dipindahkan ke dalam cawan
petri. Jangan terlalu lama didiamkan nutrient agar, karena akan sulit dituang
karena sudah mengeras.

Cawan petri yang sudah berisi nutrient agar dan sampel bakteri dari setiap
tabung digoyang-goyang secara perlahan. Hal ini dilakukan agar bakteri menyebar
secara merata. Jika terlalu keras, nutrient agar akan menempel di cawan bagian
atas. Lalu nutrient agar didiamkan sampai dengan berubah warna menjadi kuning
pudar. Cawan petri dibalikkan dan diberi label masing-masing pengenceran ½0-½,
½0-2 dan ½0-3. Cawan petri yang dibalikkan bertujuan untuk mempermudah dalam
perhitungan koloni bakteri. Ketiga cawan petri ditumpuk lalu dibungkus koran
dan dimasukkan ke dalam inkubator untuk diinkubasi. Masa inkubasi sekitar ½-
24 jam dengan suhu 3-400 C(suhu tumbuh bakteri).
Setelah ½-24 jam, sampel diambil dari inkubator dan dihitung jumlah
koloni bakteri di dalam masing-masing cawan. Hasilnya ternyata tidak sesuai
dengan teori. Seharusnya jumlah koloni pada pengenceran pertama (½0-½) lebih
besar daripada pengenceran kedua (½0-2) dan ketiga (½0-3) karena induk biakan
bakteri lebih banyak pada konsenterasi yang tinggi dalam hal ini pada
konsenterasi ½0-½. Untuk memudahkan perhitungan, apabila penyebaran bakteri
merata cawan petri bisa dilukis menjadi empat kuadran, dihitung salah satu
kuadran saja lalu jumlahnya dikalikan empat. Jumlah yang didapat pada masing-
masing cawan petri adalah:

0p Konsentrasi ½0-½ = ½72koloni


0p Konsentrasi ½0-2 = 22 koloni
0p Konsentrasi ½0-3 = 22 koloni

Yang dimasukkan ke dalam perhitungan jumlah koloni bakteri per mL


adalah yang memenuhi jumlah bakteri ideal dalam pembiakan nutrien broth atau
nutrien agar yaitu antara 30-300 koloni. Dipilih range dalam koloni tujuannya
adalah untuk meminimalisasi kesalahan dalam proses analisa (statistical error).

Jika didapat jumlah koloni kurang dari 30 (< 30) maka :

0p Kesalahan statistik tinggi.

0p Sangat sensitif terhadap kontaminan (jumlah bakteri kontaminan yang


tidak sengaja masuk, besar pengaruhnya terhadap jumlah akhir koloni per
cawan).

0p Membutuhkan teknik kerja aseptis yang lebih teliti.

Jika didapat jumlah koloni lebih besar dari 300( > 300) maka :

0p Dimungkinkan ada sifat antagonisme antar spesies, misalnya bakteri A


menghambat bakteri B dengan mengeluarkan metabolit tertentu
(antibiotik) sehingga bakteri B tidak tumbuh sedangkan keduanya berada
diposisi yang berdekatan.

0p Perebutan nutrisi/ kompetisi sangat tinggi yang lama-kelamaan


menimbulkan keterbatasan nutrisi.

0p Kemungkinan dua koloni bergabung menjadi satu lebih besar sehingga


mengaburkan jumlah sebenarnya karena dua koloni yang bergabung tetap
dihitung satu koloni.

Setelah dihitung jumlah koloni per sampel maka didapatkan jumlah koloni per
mililiter sampel air kostan adalah ½732,7 CFU/mL

p c

Jumlah koloni bakteri dari sampel air bak kamar mandi pria ialah
½732,7 CFU/mL.

Ñ$ ¦"

Diliello, R. L. 2002. Methods In Rood and Dairy Microbiology.New York: Avy


Publishing. Inc.

Dwijoseputro, D. ½ . Dasar-Dasar Mikrobiologi.Malang: Djambatan.

Fardiaz, S. ½ 2. ?   



 . Gramedia Pustaka Utama: Jakarta
Pelczar, M. J. dan E. C. S. Chan. ½ . Dasar-dasar Mikrobiologi. UI press.
Jakarta.

Stanier, Y. R. dkk. 200½. The Microbial World.New Jersey: Prenticel Hall. Inc.
EigleWood.
Yaya. 200 . Kuantitasi Mikroba. Tersedia di :
http://isitminetokept.blogspot.com/200 /½0/kuantitasi-mikrobia_½.html
[diakses tanggal 22 November 200 .