Latar belakang/Narator : Seorang penghulu di Padang yang bernama Sutan Mahmudsyah dengan

isterinya, Siti Mariam yang berasal dari orang kebanyakan mempunyai seorang anak tunggal laki-laki yang bernama Syamsul Bahri. Rumah Sutan Mahmudsyah dekat dengan rumah seorang saudagar bernama Baginda Sulaeman. Baginda Sulaeman yang mempunyai seorang anak perempuan tunggal bernama Siti Nurbaya. Mereka itu sangat karib sehingga seperti kakak dengan adik saja. Scene 1 : Pada suatu hari dari sepulang sekolah, Syamsul Bahri mengajak Siti Nurbaya ke gunung Padang bersama-sama 2 orang temannya, yakni Zainulafrifin. Di gunung itu, Syamsul Bahri menyatakan cintanya kepada Siti Nurbaya dan mendapat balasan dan mengadakan perjanjian akan sehidup semati. Akan tetapi Syamsul Bahri dan Zainulafirin akan melanjutkan sekolah di sekolah Opzicther di Jakarta yang tentu akan berpisah dengan Siti Nurbaya Narator: Di padang pula, terdapat seorang orang kaya bernama Datuk Maringgih. Ia berbuat jahat secara halus sehingga tidak diketahui orang lain. Segala kejahatannya ia mendapatkannya dengan cara tak halal. Melihat kekayaan baginda sulaeman, datuk tidak senang. Apakah kelanjutannya? Marilah kita simak: Scene 2: Datuk maringgih tidak senang terhadap kekayaan Baginda Sulaeman, ia lalu menyuruh kaki tangannya ( pendekar 3, pendekar 4, pendekar 5) utnuk membakar 3 toko baginda Sulaeman dan perahu2nya ditenggelamkan. Baginda sulaeman lalu meminjam uang kepada Datuk marringgih sebanyak 10 ribu rupiah, dia masih memiliki kebun kelapa yang ia andalkan untuk mencukupi utangnya. Tapi, buahnya sudah diberi obat oleh pendekar pendekar suruhan Datuk Maringgih, dan semua langganan yang memiliki hutang, dihasut oleh pendekar2 agar tidak bayar. Baginda sulaeman hanya memiliki 7 rbu rupiah Scene 3: karena tidak bisa membayar hutang, datuk marringgih hendak menyita barang2 Baginda Sulaeman, kecuali jika Siti Nurbaya diserahkan kepadanya sebagai istrinya. Siti nurbaya yang tidak tega terhadap ayahnya yang akan di bawa kepenjara, maka ia bersedia menjadi istri Datuk Maringgih. Berita itu pun diberi tahu siti kepada Syamsul Bahri di Jakarta. Scene 4: setelah 1 tahun di Jakarta, syamsul bahri pulang ke padang karena bulan puasa. Setelah ke rumah orang tuanya, ia ke rumah baginda sulaeman karena ia sakit. Sesampainya disana, siti nurbaya pun dating. Beberapa hari kemudian, ia ketemu lagi dengan siti nurbaya pada malam hari. Mereka bercanda dan bercerita dan juga bermesraan, akan tetapi mereka telah diikuti oleh Datuk Maringgih dan kaki tangannya, maka terjadilah cekcok antara Datuk Marringgih dan Syamsul bahri. Syamsul mengatai datuk, lalu datuk memukulnya dengan tongkat, akan tetapi melesat karena syamsul di tarik oleh siti nurbaya, maka jatuhlah datuk maringgih dan syamsul langsung menendangnya.Datuk marringgih lalu memanggil pendekar 5 yang bersenjatakan 9 keris. Scene 5: Siti berteriak minta tolong, semua orang, termasuk Baginda Sulaeman yang sedang sakit mendengarnya, karena panik, Baginda Sulaeman lari dan ia terperosok di tangga dan meninggal. Ia dikebumikan di Gunung Padang; pendekar 5 tidak dapat menikam syamsul, ketika orang2 datang, mereka pendekar 5 telah hilang. Datuk marringgih masih terdampar disana, menyalahkan syamsul dan Sutan Mahmud Syah menuduh syamsul tanpa memikirkan lagi kata2 Datuk, karena kecewa, syamsul pergi ke Jakarta pada malam itu juga, dan pada pagi harinya, Siti Mariam kebingungan anaknya kemana karena kecewa anaknya telah pergi, ia pergi ke padangpanjang dan menjadi sakit”an. Scene 6: karena ayahnya meninggal, Siti Nurbaya mengusir Datuk Marringgih dari rumah; lalu Datuk Maringgih hendak membunuh Siti Nurbaya. Siti lalu tinggal di rumah saudara sepupunya, Alimah. Alimah member nasihat, yaitu keselamatan dirinya dan agar ia pergi ke Jakarta dan berkumpul bersama

dan ia pun meninggal. Scene 12: setelah dirawat. Kedua jenazah iu dikebumikan di Gunung Padang disamping makam Baginda Sulaeman. ia menjadi tentara dan dikirim kemana mana. dan tidak terbukti bersalah. Ia lalu berencana ke Jakarta dengan Pak Ali yang berhenti bekerja dari Sultan Mahmud Syah.pendekar 5 lalu mencari cari Siti. Scene 11: Syamsul diberi telegram dari Padang bahwa Siti mariam dan Siti nurbaya telah meninggal. ditariklah siti nurbaya lalu pak Ali membelanya tetapi ia kalah dengan Pendekar 5. beberapa hari kemudian ia meninggal dan dikubur lah ia bersama dengan anaknya Gunung padang. kaki tangan Datuk Maringgih memata”inya. maka Letnan Mas meninggal. Siti lalu pergi ke Padang untuk membereskan perseteruan dan dakwaan terhadapnya itu. Suatu hari bersama Lt. sebelum pertempuran. Priok. pendekar 5 menyuruh pendekar 3 agar pulang ke Datuk Marringgih untuk member tahu kalau pendekar 5-lah yang mengikuti Siti. Syamsul mencari Siti di kapal dan Kapten memberitahu apa yang terjadi sebelumnya. *END* .Syamsul Bahri. ia menembak datuk maringgih dan datuk marringgih menebas Syamsul dengan pisaunya. 5 makam itu berderet : Baginda Sulaeman.syamsul meminta pihak berwajib untuk mengantar Siti Nurbaya. pendekar 5 kabur dan siti di rawat oleh para penumpang yang lain. Lalu letnan mas itu di rawat ke rumah sakit. Scene 7: Siti dan Pak Ali ke Teluk Bayur untuk naik kapal ke Jakarta. pada awalnya. karena sedih ia berencana bunuh diri. Syamsul memberitahunya kepada siti setelah ia telah sehat. Karena Siti masih belum sehat. Terjatuhlah Syamsul. Siti membeli kue yang dijual oleh Pendekar 4. Kue tersebut telah diisi racun. dan ia pingsan. maka ia pun meninggal. tetapi tidak diperbolehkan oleh pihak yang berwenang. Karena berita tentang kematian syamsul tersebar. Scene 9: Tiba di Tj. Tiba2 polisi mencari Siti Nurbaya. ia pun diantar ke padang bersama pihak yang berwajib. ia bertemu dengan Datuk Maringgih. karena curiga zainularifin mengikutinya. Tetapi malagnya. ia di naikan pangkat menjadi nama Letnan Mas. ia minta di kebumikan di gunung Padang diantara makam Siti Nurbaya dan Siti Maryam. Karena ibu Syamsul Bahri yang waktu itu sedang sakit keras terkejut. Ia menulis surat kepada semua orang yang ia kasihi dan mengirimnya lewat kantor pos bersama zainularifin. ia ke makam ibu dan kekasihnya di gunung padang. orang2 mengetahuinya kalau Syamsul telah mati. bahwa pesan anaknya kalau ia meninggal. dan berpangkat Letnan. karena mengetahui mereka diikuti oleh pendekar 5 dan pendekar 3. dan mendapati Syamsul mau menembak dirinya dan zainularifin memberhentikannya. Siti Maryam dan Sutan Mahmud Syah. Setelah Sutan Mahmud bertanya kepada dokter baru ia tau bahwa lt ma situ adalah anaknya. Ia lalu tinggal di rumah Alimah.syamsul meminta agar diurus di Jakarta saja. yang berkata bahwa ia telah mencuri barang2 Datuk dari isi telegram dari Padang. Setelah berkata itu. ditugasi untuk memimpin agar memberhentikan pemberontakan di Padang mengenai Pajak (Balasting). mereka bersembunyi di sekat kapten kapal. yakni kebalikan dari kata Sam. karena ia ingin mati. syamsul meminta agar pihak yang berwajib agar dirinya yang hidup dirahasiakan. Scene 10: pada suatu hari. Akhirnya disampaikan pula kepada Sutan Mahmud Syah. Scene 8: Pendekar 5 menemukan Siti! Pada saat itu terjadilah ombak yang sangat besar. lalu ia meminta dokternya memanggil Sutang Mahmud Syah dan letnan mas berkata bahwa Syamsul Bahri sekarang bernama Mas. Van Sta. Dalam pertempuran itu. Siti Nurbaya. karena sesal dan sedih. SIti masih dalam keadaan tidak sehat. Syamsul Bahri. Setelah 10 tahun. Dari sana ia izin dri zainularifin untuk pergi. Dan beberapa bulan kemudian Zainularifin lulus dalam ujian dan menjadi dokter. lalu ia makan. Jakarta. Siti berteriak dan semua orang menghampirinya.