P. 1
rumusfisikasma-100205175827-phpapp02

rumusfisikasma-100205175827-phpapp02

|Views: 82|Likes:
Dipublikasikan oleh Aditya Hardy

More info:

Published by: Aditya Hardy on Mar 20, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/19/2012

pdf

text

original

RUMUS RUMUS FISIKA SMA

DAFTAR ISI

Surat Keterangan Kata Pengantar Daftar Isi
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. 26. 27. 28.

1 2 3 4 9 12 14 16 20 21 22 23 24 26 30 33 37 43 47 49 53 55 58 61 64 69 71 75 77 80 81

Besaran dan Satuan Gerak Lurus Hukum Newton Memadu Gerak Gerak Rotasi Gravitasi Usaha-Energi Momentum-Impuls-Tumbukan Elastisitas Fluida Gelombang Bunyi Suhu dan Kalor Listrik Stattis Listrik Dinamis Medan Magnet Imbas Elektromagnetik Optika Geometri Alat-alat Optik Arus Bolak-balik Perkembangan Teori Atom Radioaktivitas Kesetimbangan Benda Tegar Teori Kinetik Gas Hukum Termodinamika Gelombang Elektromagnetik Optika Fisis Relativitas Dualisme Gelombang Cahaya

4

BESARAN DAN SATUAN
Ada 7 macam besaran dasar berdimensi:

Besaran
1. Panjang 2. Massa 3. Waktu 4. Suhu Mutlak 5. Intensitas Cahaya 6. Kuat Arus 7. Jumlah Zat

Satuan (SI)
m kg detik °K Cd Ampere mol

Dimensi
[L] [M] [T] [U] [J] [I] [N]

2 macam besaran tambahan tak berdimensi: a. b. Sudut datar Sudut ruang ----> ----> satuan : radian satuan : steradian

Satuan

SI

Satuan Metrik

MKS
M š º L |T ¡

CGS

Dimensi ----> Primer ----> : Checking persamaan Fisika.

dan dimensi Sekunder ---> jabaran

Guna dimensi untuk

Dimensi dicari melalui ----> Rumus atau Satuan Metrik Contoh :

W ! F ™v ! P (daya) t
ML2 T -2 ! MLT -2 LT -1 T

ML2 T -3 ! ML2 T -3

5

No

Besaran

Rumus

Sat. Metrik (SI)

Dimensi

1

Kecepatan

2 3

Percepatan Gaya

s v! t (v a! (t F ! m™ a W ! F ™s W P! t F P! A 1 Ek ! mv2 2 Ep ! m™ g ™ h M ! m™ v i ! F ™t m V! V
s=V

m m

dt

LT 1 LT 2 dt 2

dt 2 kg m N .

MLT 2 ML2T 2 ML2T 3 ML1T 2 ML2T 2 ML2T 2 MLT 1 MLT 1 ML3 ML2T 2 MT 2 M 1 L3T 2 ML2T 2 N 1U 1 LT 2 kg m2 dt 2 kg m2 dt 3 kg mdt 2 kg m2 dt 2 kg m2 dt 2 kg m dt kg m dt kg m3 kg m2 dt2 .

Joule Watt 4 Usaha .

5 Daya atm .

6 Tekanan Joule Joule 7 Energi kinetik .

8 9 10 Energi potensial Momentum Impuls 11 Massa Jenis w 12 Berat Jenis k! 13 Konst. grafitasi Fr 2 2 G= m PV R= kgm2 15 Konst. pegas F x kg dt 2 m3 kgdt2 dt 2 molo K m dt 2 14 Konst. gas 16 Gravitasi nT F g! m 6 .

Penjumlahan / Pengurangan Ditulis berdasarkan desimal paling sedikit Contoh : 2.160 ----> 520 BESARAN VEKTOR Besaran Skalar : adalah besaran yang hanya ditentukan oleh besarnya atau nilainya saja.1581 ------> 11. percepatan. massa. Contoh : panjang.16 b. Contoh : kecepatan.   A +( B+ C) = ( A + B) + C Sifat assosiatif.756 110 y 0000 4756 4756 + 523. kelajuan.41 + 11.7481 8. Besaran Vektor : adalah Besaran yang selain ditentukan oleh besarnya atau nilainya. 7 . gaya dan sebagainya. terdiri dari : yAngka pasti yAngka taksiran Aturan : a. Perkalian / Pembagian Ditulis berdasarkan angka penting paling sedikit Contoh : 4. waktu. dan sebagainya. 2. A+ B   =B +  A  Sifat komutatif. Sifat-sifat vektor     1.17 I ! mR2 Momen Inersia kg m2 ML2 ANGKA PENTING Angka Penting : Semua angka yang diperoleh dari hasil pengukuran dengan alat ukur. juga ditentukan oleh arahnya.

    3. a (  A+ B)=a A +aB    4. / A / + / B/ / A+ B / RESULTAN DUA VEKTOR = sudut antara A dan B  / R/ = / A/ 2  / B/ 2 2 / A/ / B/ cosE        arahnya : / R/ / A/ / B/ ! ! sin E sin E 1 sin E 2 Vektor V1 V2 V3 sudut vx = v cos E vx = v cos vx = v cos vx = v cos vy = v sin vy = v sin vy = v sin vy = v sin E E1 E2 E3 E1 E2 E3 E1 E2 E3 §vx ! §vy ! 8 .

F. y.Resultan / vR /= (§ v X ) 2  (§ vY ) 2 § vY § vX Arah resultan : tg = Uraian Vektor Pada Sistem Koordinat Ruang ( x. y dan z 9 . z ) E. k masing-masing vektor satuan pada sumbu x. K dengan sumbu-sumbu x. y dan z /Ax/= = masing-masing sudut antara vektor A A = A cos E / Ay/= A cos Ax+ Ay+ Az F / A z / = A cos K i +/ Ay/ j+/ Az/ k Besaran vektor A A ! / AX / 2  / AY / 2  / AZ / 2 i . j .

GERAK LURUS Vt = kecepatan waktu t detik Vo = kecepatan awal t = waktu S = jarak yang ditempuh a = percepatan g = percepatan gravitasi 10 .

v0=0 v= h 2gh 2h /g t= GJB vo=0 v? h2 h1 v= 2g(h1  h2) Variasi GLB P Q SP + SQ = AB A B A · B SA = SB P SP Q SP .SQ = AB A B SQ Gerak Lurus Berubah Beraturan 1 v = (r r2  r1 ! (t t 2  t1 11 .

a! (v (t ! v2  v1 t 2  t1 . vz ! drz dt ! vx 2 v y 2 vz 2 . vx ! drx dt vy ! v dry dt . 3.2. ay ! a dvy dt az ! dvz dt ! ax 2  ay 2  az2 5 Diketahui a(t) t2 v ! ´ a. ax ! dvx dt . 4.

r ! ´ vt ™ dt t1 h = tinggi Vy = kecepatan terhadap sumbu y h2 = ketinggian kedua SP = jarak yang ditempuh P SQ = jarak yang ditempuh Q AB = panjang lintasan SA = jarak yang ditempuh A SB = jarak yang ditempuh B h1 = ketinggian pertama Vz = kecepatan terhadap sumbu z v = kecepatan rata-rata ¨r = perubahan posisi ¨t = selang waktu r2 = posisi akhir r1 = posisi awal t1 = waktu awal bergerak t2 = waktu akhir bergerak = percepatan rata-rata ¨V = perubahan rata-rata V2 = kecepatan 2 | v | = kecepatan rata-rata mutlak | | = percepatan rata-rata mutlak ax = percepatan terhadap sumbu x ay = percepatan terhadap sumbu y az = percepatan terhadap sumbu z a(t) = a fungsi t V(t) = V fungsi t V1 = kecepatan 1 Vx = kecepatan terhadap sumbu x 12 . t ™ dt t1 t2 6.

Hk. Hk.HUKUM NEWTON 1. I Newton Hk. II Newton a 0 GLBB § F ! m™ a [ 1  [2 ! . kelembaman (inersia) : Untuk benda diam dan GLB § F !0 § Fx ! 0 dan § Fy ! 0 2.

N=w cos E .Hukum III Newton F aksi = . Gaya gesek (fg) : * Gaya gesek statis (fs) diam fs = N. Qk Arah selalu berlawanan dengan gerak benda/sistem.reaksi tidak mungkin terjadi pada 1 benda 4.F reaksi Aksi . m1  m2 a [ 1  T ! m1 ™ a 3.F sinE N = w + FsinE N=w §F ! 0 : * * § Fy ! 0 §Fx ! 0 §P ! 0 13 .Qs * Gaya gesek kinetik (fk) bergerak fk = N. Statika N = w .

Fx = resultan gaya sumbu x Fy = resultan gaya sumbu y F = resultan gaya m = massa a = percepatan N = gaya normal s= koefisien gesek statis k= koefisien gesek kinetik W = gaya berat =sudut yang dibentuk gaya berat setelah diuraikan ke sumbu 14 .

GLB 2. Gerak Peluru Pada sumbu x Pada sumbu y Y Vo0 E Vr = kecepatan resultan V1 = kecepatan benda 1 GLB V2 = kecepatan benda 2 GVA . © ¹ 2g 2g e u 15 .GVB vx ! v0 cos E x ! v cosE ™ t X vy ! v0 sin E  g ™ t y ! v0 sin E ™ t  1 2 gt 2 Syarat : Mencapai titik tertinggi Jarak tembak max X = jarak yang ditempuh benda pada sb x Y = jearak yang ditempuh benda pada sb y Vx = kecepatan di sumbu x V0 = kecepatan awal vy ! 0 y!0 g t = waktu = percepatan gravitasi y !h H Koordinat titik puncak ¨ v0 2 sin 2E v0 2 sin 2 E ¸ © ¹ .MEMADU GERAK vR 1. ! v1 2 v 2v v 2 2 1 2 cos E GLB .

Jarak tembak max tidak berlaku jika dilempar dari puncak . jadi harus pakai y ! h 2 xmax v0 sin 2E ! g 16 .

U Besarnya sudut : 17 .R a=E.s s = jarak a = percepatan v = kecepatan R = jari-jari lintasan vt = kecepatan dalam waktu t detik vo = kecepatan awal t= waktu yang ditempuh t = kecepatan sudut dalam waktu t detik o= kecepatan sudut awal GERAK ROTASI (SUMBU TETAP ) [t = [0 + E .R v=[.a P=F.[ P=F.v p = m.v s v a m GERAK ROTASI Pergeseran sudut Kecepatan sudut Percepatan sudut Kelembaman rotasi (momen inersia) Torsi (momen gaya) Energi kinetik Daya Momentum anguler P=I.E P=P.GERAK ROTASI GERAK TRANSLASI Pergeseran linier Kecepatan linier Percepatan Linier Kelembaman translasi ( massa ) Gaya Energi kinetik Daya Momentum linier F=m.R U [ E Hubungannya s=U.R I = § m.[ L = I .t 2 [t2 = [02 + 2E.t U = [0t + 1/2E .r2 I PADA GERAK DENGAN PERCEPATAN TETAP GERAK TRANSLASI (ARAH TETAP ) vt = v0 + at s = vot + 1/2 a t 2 vt 2 = v0 2 + 2 a.

tetapi [1 [2 [A = [R = [C .T=1 f= [= 1 T atau [=2Tf 2T T v=[R v1 = v2. Gerak benda di luar dinding melingkar 18 .U = S R radian S = panjang busur R = jari-jari f. atau Fr = m [2 R 1. tetapi [1 [2 v1 = v2. tetapi v A vB vC ar = v2 R v2 R atau ar = [2 R Fr = m .

g R 3. g cos U N=m. v2 R N = m . Gerak benda di dalam dinding melingkar.g-m. v2 R N = m . N=m. v2 R N=m. Benda dihubungkan dengan tali diputar vertikal 19 .m .m .N=m. v2 R .g+m. v2 R 2. g cos U . v2 -m. g cos U + m .

g 20 . v2 R N = gaya normal N=m.m . Qk = m .g T sin U = m . R R 4. N .g+m v2 R T = m m .T=m. g cos U T=m.g -m. g cos U + m v2 R v2 v2 . v2 R L cosU g Periodenya T = 2T Keterangan : R adalah jari-jari lingkaran 5. m. Gerak benda pada sebuah tikungan berbentuk lingkaran mendatar. Benda dihubungkan dengan tali diputar mendatar (ayunan centrifugal/konis) T cos U = T=m.

wAJMB ! m. v ! G M R m™ M R massa bumi 4. g! G M R2 kuat medan gravitasi 3.GRAVITASI 1. Ep ! G 5. F ! G™ m1 ™ m2 R2 VEKTOR VEKTOR 2.

HKE 2 2 v2 ! v1  2GM © F = gaya tarik-menarik antara kedua benda G = konstanta gravitasi m1 = massa benda 1 m2 = massa benda 2 R = jarak antara dua benda Ep = energi potensial gravitasi V = potensial gravitasi WA B = Usaha dari benda A ke B V1 = kecepatan benda 1 V2 = kecepatan benda 2 21 . vB v A ¨1 ¸  1 ¹ eR1 R2 u 6.

Ep ! m™ g ™ h Emek! Ep  Ek Ep = Energi Potenaial m = massa benda g = percepatan gravitasi = ketinggian benda dari tanah 4. Ek1  Ep1 ! Ek2  Ep2 22 . w ! F cosE™ s 1 Ek ! mv2 2 = sudut kemiringan v = kecepatan 2.USAHA-ENERGI 1. W = usaha F = Gaya s = jarak 3. 5. Em = Energi mekanik 7. w ! (Ek w ! (Ep HKE (Hukum Kekekalan Energi) h Ek = Energi Kinetik 6.

I ! m. P mv !™ I !F ™( P = momentum m = massa v = kecepatan I = impuls I ! (P 3. 2.MOMENTUM -IMPULS -TUMBUKAN 1.

e! h1 h0 h1 = tinggi benda setelah pemantulan 1 ho = tinggi benda mula-mula 8. E hilang = Ek sebelum tumbukan . e hn ! h0 ™ 2 n hn = tinggi benda setelah pemantulan ke n 9.Ek sesudah tumbukan = 1 1 1 ® ® d2 1 d2 ¾ 2 2¾ ¯ mAvA  mB vB ¿  ¯ mA ¨ v A ¸  mB ¨ vB ¸ ¿ e u 2 e u 2 2 2 ° À ° À 23 . e!  e = koefisien tumbukan (kelentingan) 6. vt  v0 F= gaya ¨t = selang waktu 4. Jenis tumbukan Lenting sempurna Lenting sebagian e!1 0 e 1 e! 0 HKE HKM HKM HKM Tidak lenting sama sekali 7. HKM (Hukum Kekekalan Momentum) mA ™v A mB ™vB arah kekanan v + arah ke kiri v d d v A  vB v A  vB !m ™v dm ™v d  A A B B 5.

susunan seri 5.ELASTISITAS 1.x F = gaya pegas k = konstanta pegas 2. E! P F ™ L0 ! I A™ (L F = gaya tekan/tarik Lo = panjang mula-mula A = luas penampang yang tegak lurus gaya F ¨L = pertambahan panjang E = modulus elastisitas P = stress = strain 24 . F ! k™x Ep ! 1 k ™ x2 2 luasan grafik F . x = simpangan pada pegas Ep = energi potensial 3 kp ! k1  k2 1 1 1 !  ks k1 k 2 susunan paralel 4.

V zat ! 2. Terapung w FA (jika dibenamkan seluruhnya) d w ! FA dalam keadaan setimbang V bd ™ g ™ vb ! V z ™ g ™ v2 8. Melayang w1  w2 ! V z ™ g. Fh !Yh ™ A ! Vz ™ g ™ h ™ A 6.FLUIDA Fluida Tak Bergerak m v 1. V relativ ! Vz V air V air pada 40C 1 gr cm3 = 1000 kg m3 3. FA !V ™ g ™h z 7. Vc ! mA  mB v A  vB 4. V !V ™ g ™h h z 5. Archimedes : Gaya ke atas yang bekerja pada benda besarnya sama dengan jumlah (berat) zat cair yang dipindahkan.

v1  v2 25 .

9. Kapilaritas 2K cos U Vz ™ g ™r y! Fluida Bergerak 1. Q ! Vol ! A ™ v t Kontinuitas A1v1 2. Tenggelam w " FA ws ! w  FA 10. Bernoully P  V ™ g ™ h1  1 1 1 V ™ v1 2 ! P2  V ™ g ™ h2  V ™ v2 2 2 2 = massa jenis m = massa v = volume A = luas permukaan P = daya tekan h = ketinggian dari dasar Q = Debit relatif = massa jenis relatif 26 . Kohesi (K) Adhesi (A) 11. !A v 2 2 3.

k ! m[ 2 y ! Asin [t v ! [Acos[t a ! [ 2 Asin [t Ek ! 1 8. k = w x 2. 10. v= k(A2  y 2 ) m 7. 2 m[ 2 A2 cos 2 [t 27 . 9. Ep = ½ ky2 E mek = ½ kA2 4.GELOMBANG BUNYI GETARAN k = konstanta pegas W = berat x = perubahan panjang pegas F = gaya pegas y = simpangan Ep = energi potensial Emek = energi mekanik Ek = energi kinetik A = amplitudo t = waktu = kecepatan sudut m = massa T = periode k = konstanta l = panjang f = frekuensi = panjang gelombang Lo = panjang mula-mula ¨L = perubahan panjang n = nada dasar ke Vp = kecepatan pendengar Vs = kecepatan sumber bunyi P = daya R1= jarak 1 R2 = jarak 2 1. 11. F=-k. 3. Ek = ½ k (A2-y2) 6. 5.

Ep ! 1 2 m[ 2 A2 sin 2 [t 1 13. T ! 2T l g GELOMBANG mekanik refleksi gel. refraksi interferensi defraksi polarisasi gel. berjalan = y diam 3. longitudinal 1P transversal Gelombang 1P elekt. T ! 2TO m 15. ujung terikat (N ! y ! 2Asin 2T x ¨ t L¸ cos 2T ©  ¹ P eT P u 28 .12. romagnetik 1. (N ! 0 y ! 2Acos 2T x ¨ t L¸ sin 2T ©  ¹ P eT P u 1 2 y diam 4. v !f ™PJMP!v ™t ¨ t x¸ Asin 2T ©  ¹ eT P u ujung bebas 2. y gel. E mek! 2 m[ 2 2 A 14.

v! F Q E V Q! m 6. Dawai Sumber .000 Hz < 20 Hz (Infrasonic) keras / lemah tergantung Amplitudo tinggi/rendah tergantung Frekuensi Bunyi Nada 1. KP V K Cp RT K ! Cv M = BUNYI Gelombang Longitudinal nada 20 Hz desah > 20.000 Hz (Ultrasonic) 20. v! E = modulus young E! stress P ! ! strain I F (L A Lo ! F ™ Lo A™ (L v gas = 7.5.

.

n  1 P n  2 s fn ! n 1 v 2L ND 2 Pipa Organa Terbuka .

.

n  2 P n  1 s fn ! n 1 v 2L 3. Pipa Organa Tertutup .

.

n  1 P n  1 s fn ! 2n  1 v 4L 29 .

Sifat : Refleksi (Pemantulan) d! Resonansi v.tpp 2 ln = .

1 2n  1 P 4 Interferensi (Percobaan Quinke) y memperkuat y memperlemah nP .

n1 1 P 2 Pelayangan (beat) Beat f layangan = Efek Doppler f A  fB fP ! Intensitas v  vP ™f v vs s I ! P P ! 2 A 4T R 1 1 : 2 2 R1 R2 I1 : I 2 ! Taraf Intensitas (TI) TI ! 10 log dB I I0 I 0 ! 10 12 Watt m 2 30 .

(t ) ¨L = perubahan panjang = koefisien muai panjang Lo = panjang mula-mula ¨t = perubahan suhu Lt = panjang saat to ¨A = perubahan luas Ao = luas mula-mula 31 . Td Air Tb celsius C:R:F=5:4:9 tK = tC + 273 Contoh : X Tb -20 60 Y 40 ? X : Y = 150 : 200 =3:4 C 100 100 0 R 80 80 0 32 F 212 K 373 180 273 100 C = celcius R = reamur F = fahrenheit tk= suhu dalam kelvin tc = suhu dalam 4 3 Td 130 240 (60 + 20) + 40 = « Sifat termal zat diberi kalor (panas) enaikkan suhu perubahan dimensi (ukuran) ubahan wujud 2. Muai panjang. (L = Lo . (t Lt = Lo ( 1 + E . E .SUHU DAN KALOR 01.

(t Vt = Vo ( 1 + . K . Q = m . (t ) F=2E }K = K=3E m = massa c= kalor jenis t = perubahan suhu H = perambatan suhu Q = kalor 5. H=m. (t 6. Muai volume. (t At = Ao ( 1 + F . K .c 8. (V = Vo . F . 32 . (t ) = koefisien muai luas ¨V = perubahan volume Vo = Volume awal = koefisien muai volume 4. Perambatan kalor. Muai luas. Azas Black. (A = Ao . Ku 9. Kl Kl = kalor lebur Ku = kalor uap Q = m . Q = H . Kalaor laten Kalor lebur Kalor uap Q = m . (t 7.3. c. Qdilepas = Qditerima T1 Qdilepas TA Qditerima T2 09.

A . T4 A = luas k = koefisien konduksi l = panjang bahan h = koefisien konfeksi I = Intensitas e = emitivitas bahan = konstanta Boltzman T = suhu 33 . (t I = e .Konduksi Konveksi Radiasi H= k A (t l H = h . W .

ER=0. Er = kuat medan listrik di pusat bola Es = kuat medan listrik di kulit bola Es kQ R2 Ep kQ r2 Ep = kuat medan listrik pada jarak p dari pusat bola 04. 34 . 2 k q1 q r2 k! 1 4T I = 9 x 10 9 Nm2/Coulomb2 0 I0 = 8.LISTRIK STATIS F 01. Kuat medan disekitar pelat bermuatan.85 x 10-12 Coulomb2 / newton m2 F = gaya Q1 = muatan benda 1 Q2 = muatan benda 2 R = jarak benda 1 ke 2 E 02. Kuat medan listrik oleh bola konduktor. kQ r2 E = kuat medan listrik Q = muatan R = jarak 03.

vA ) A " B 08 . POTENSIAL BOLA KONDUKTOR . W ! q (vB . VO = VK = VL ! k q VM R kq r 09.( W A " B Bila rA = b maka !kQq W ~ " B rB ----- E P 1 Qq !kQq! rB 4T I0 r B 6. Ep = kuat medan listrik ! k Q q. V Q kQ! 1 r B 4T I0 rB V = potensial listrik 07.Ep ! W 2I0 W! Q A 1 1  ) rB r A EP ! W I 0 = rapat muatan 05. HUKUM KEKEKALAN ENERGI .

v2 ! .

V2 ) m 10. v1  C Q V 2 2 2q (V1. 35 .

. -V p = V1= V2 = V3 . ... 2 Q atau W ! 2 CV 2 C 14... Susunan paralel. A d 12. C! 0 I 0 A d C! I. - 1 1 1 1 .. Susunan Seri..11. s = Vab + Vbc + Vcd + Vde +. 36 .Cp = C1 + C2 + C3 + . !   CS C1 C2 C3 15. -Q -V s = Q1 = Q2 = Q3 = .Qp = Q1 + Q2 + Q3 + .... C! C0 K ! W 2 I 0 d 13.

16. VGAB ! C1V2  C2V2 C1  C 2 C = kapasitas listrik Q = muatan listrik V = beda potensial Co = Kapasitas dalam hampa udara d = jarak antar dua keeping A = luas masing-masing keeping K = konstanta dielektrik W = energi kapasitor 37 .

. dq = n. 38 . i! VA . i! dq dt 2. 05.. J! i !neV A Ampere/m2 04.A. R(t)= R0 ( 1 + at ) 07.LISTRIK DINAMIS 1.dt i! dq !neV A dt Ampere 03.VB R .V. SUSUNAN SERI €JM i = i1 = i2 = i3 = .e. R=V L A 06.

.. !   Rp R1 R2 R3 09. R2 = R1 . VOLTMETER .. R1 3 R2 R AMPEREMETER /GALVANOMETER .€JM VS = Vab + Vbc + Vcd + .. 08 .. 39 . €JM 1 1 1 1 .. €JM RS = R1 + R2 + R3 + .. R3 10. RX RS ! 1 R n1 d Ohm 11. Jembatan wheatstone RX . SUSUNAN PARALEL €JM VP = V1 = V2 = V3 €JM i + i1 + i2 + i3 + ..

t Kalori 13.1 ) Rd Ohm W=i2. Misalkan : pada elemen Hidrogen-Oksigen yang dipakai pada penerbangan angkasa. Elemen PRIMER : elemen ini membutuhkan pergantian bahan pereaksi setelah melalui rangkaian luar misalnya : Baterai. sedangkan sebagai Anode dipakai PbO2 dengan memakai elektrolit H2SO4.Elemen tetap.t=V. elemen yang tidak mempunyai depolarisator. dibedakan dua macam elemen primer : 1.t Joule 1 kalori = 4. Leclanche. Weston.Rv = ( n . Pada elemen ini sebagai Katoda adalah Pb. sejumlah energi dibebaskan Pada elemen ini sering terjadi peristiwa polarisasi yaitu tertutupnya elektroda-elektroda sebuah elemen karena hasil reaksi kimia yang mengendap pada elektroda-elektroda tersebut. misalnya : Accu. Untuk menghilangkan proses polarisasi itu ditambahkan suatu zat depolarisator.24 Kalori W = 0. t = 0. r . Misalkan : Akumulator timbal asam sulfat. 2. dll.i.Elemen yang tidak tetap.2 Joule dan 1 Joule = 0. b) Elemen SEKUNDER : Elemen ini dapat memperbaharui bahan pereaksinya setelah dialiri arus dari sumber lain. misalnya pada elemen Volta.r. misalnya : pada elemen Daniel. i . 40 .24 i 2 . P ! dw ! V i dt (Volt -Ampere = Watt) 14. yang arahnya berlawanan dengan arus yang dihasilkan. c) Elemen BAHAN BAKAR : adalah elemen elektrokimia yang dapat mengubah energi kimia bahan bakar yang diberikan secara kontinue menjadi energi listrik. elemen yang mempunyai depolarisator.24 V . Berdasarkan ada/tidaknya depolarisator.

15. disusun secara paralel i! I r R m 19. disusun secara seri i! nI nr R 18. Susunan seri . i ! I R r 17.paralel 41 . I = dW dq ( Joule/Coulomb = Volt ) 16.

Hukum Kirchoff II ( Hukum rangkaian tertutup itu ) 7 I + =0 7 i. I = kuat arus q = muatan listrik t = waktu v = kecepatan electron n = jumlah electron per satuan volume Ro = hambatan mula-mula = koefisien suhu P = daya r = hambatan dalam = GGL : positif 42 . TEGANGAN JEPIT K =i .i! n I n r R m 20.R E : negatif E arah arus berlawanan dengan arah loop diberi tanda negatif.R 21. Hukum Kirchhoff I ( Hukum titik cabang ) § i =0 i1 + i2 + i3 = i4 + i5 22.

e = muatan electron A = luas penampang kawat V = beda potensial R = hambatan = hambat jenis kawat n = jumlah rangkaian seri m = jumlah rangkaian paralel Rd = hambatan dalam K = tegangan jepit Rv = tahanan depan 43 .

a 44 .a Q B r Q = 0 I 2T . emas. Contoh : Aluminium. cobalt dan campuran logam tertentu ( almico ) 06. Qr ! Q Q0 02. kaca flinta. baja. oksigen. m rm oH Benda magnetik : nilai permeabilitas relatif lebih kecil dari satu.m 07. platina. dB = Q 0 Id 0 sin U r2 4T k= Q = 10-7 4T Weber A. 04. sulfat tembaga dan banyak lagi garam-garam logam adalah zat paramagnetik. antimon. tembaga. Induksi magnetik di sekitar arus lurus B= Q 0 H= Q 2 B = I T . Contoh : Besi. Rumus Biot Savart. Contoh : Bismuth.MEDAN MAGNET 01. Benda paramagnetik : nilai permeabilitas relatif lebih besar dari pada satu. 03. Benda feromagnetik : nilai permeabilitas relatif sampai beberapa ribu. B! J A B H! Q B Q. 05. nikel.

B= Q 2 0 10.08. Toroida B!Q n I n= N 2T R 12. Induksi Induksi magnetik pada jarak x dari pusat arus lingkaran.v sin E13. Induksi magnetik di pusat lingkaran. Solenoide Induksi magnetik di tengah-tengah solenoide : B! Q nI 0 Bila p tepat di ujung-ujung solenoide B! Q 2 0 nI 11.q. Gaya Lorentz F = BI sin EF = B. sin E 1 atau B= Q 2 0 a2 I N r3 09. Besar gaya Lorentz tiap satuan panjang F! Q 2 0 IP IQ T a 14. B= Q 2 0 aIN r2 IN a . Gerak Partikel Bermuatan Dalam Medan Listrik 45 .

Lintasan partikel jika v tegak lurus E.d 1 mv2 2  2 mv1 2 ! q E d 1 2 15. v ! v X 2  vY 2 vY ! a t qE m vX Y Arah kecepatan dengan bidang horisontal U : v tg U ! vX 16. mv Bq jari-jari : R= 46 .d Usaha = perubahan energi kin Ek = q . d = q . Gerak Partikel Bermuatan Dalam Medan Magnet Lintasan partikel bermuatan dalam medan magnet berupa LINGKARAN. t! v d ! 1 at 2 ! 2 1 2 qE 2 m vX 2 Kecepatan pada saat meninggalkan medan listrik.lintasan berupa : PARABOLA. E . percepatan : a Usaha !qEm : W = F . E .

Sin U r = permeabilitas relative = permeabilitas zat B = induksi magnet = Fluks H = kuat medan magnet A = luas bidang yang ditembus q = muatan listrik = sudut antara v dengan B a = jari-jari lingkaran r = jarak I = kuat arus N = banyak lilitan l = panjang kawat F = gaya Lorentz v = kecepatan partikel R = jari-jari lintasan partikel 47 .N. Momen koppel yang timbul pada kawat persegi dalam medan magnet X = B.17.A.i.

IMBAS ELEKTROMAGNETIK Perubahan fluks : Eind = -N Perubahan arus : dJ dt di Eind = -L dt di1 dt1 .v sin E Kumparan berputar : Eind = N. M = N1 J2 i2 Q o N1 N 2 A (Induktansi Ruhmkorff ) TRANSFORMATOR Ideal : Np : Ns = Is : Ip Np : Ns = Ep : Es Tidak ideal : Ps = LPp Eind = GGL induksi N = banyak lilitan B = induksi magnet A = luas bidang permukaan/kumparan = fluks magnet L = induktansi diri I = kuat arus Np = banyak lilitan kumparan primer 48 .B.l . Eind2 = -M GGL IMBAS Induktansi timbal balik : Eind1 = -M di2 dt2 Kawat memotong garis gaya : Ei n d = B .A.[ sin [t L=N L= INDUKTANSI DIRI J i QoN 2 A M = N2 M= 1 J1 i .

Ns = banyak lilitan kumparan sekunder l = panjang solenoida Pp = Daya pada kumparan primer Ps = daya pada kumparan sekunder Ep = tegangan pada kumparan primer Es = tegangan pada kumparan sekunder = kecepatan sudut M = induktansi Ruhmkorff 49 .

elektromagnetik. Tidak memerlukan medium dalam perambatannya 50 . : Pancaran atau pantulan benda Sir Isaak Newton : Teori Emisi Sumber cahaya menyalurkan Partikel yang kecil dan ringan berkecepatan tinggi . cahaya. merambat memerlukan medium . Cahaya se- bagai partikel dan bersifat gelombang Merupakan gelombang elektromagnetik. Plato dan Euclides : adanya sinar-sinar Teori melihat benda Aristoteles Al Hasan : Menentang sinar-sinar penglihat.OPTIKA GEOMETRI penglihat. Johannes Stark : Cahaya dapat dipengaruhi medan listrik yang kuat. Thomas Young dan Augustine Fresnell : Cahaya dapat lentur dan berinterferensi Jean Leon Foucault : Cepat rambat cahaya di zat cair lebih kecil daripada di udara . Pieter Zeeman : Cahaya dapat dipengaruhi medan magnet yang kuat. Christian Huygens : Teori Eter alam : cahaya pada dasarnya Sama dengan bunyi . Max Karl Ernest Ludwig Planck : Teori kwantum Albert Einstein : Teori dualisme cahaya. transversal TEORI CAHAYA James Clerk Maxwell : Cahaya gelombang Heinrich Rudolph Hertz : Cahaya geloimbang karena Mengalami polarisasi. Michelson dan Morley : Eter alam tidak ada.

Indeks bias nbenda = c P ! u vm P m nbenda > 1 n relatif medium 1 thdp medium 2 n12 = n1 v2 P 2 ! ! n2 v1 P1 02. cermin gabungan Cermin cekung : R = positif Mengenal 4 ruang Sifat bayangan : benda di Ruang I : Maya. tegak 03. tegak. diperkecil R = negatif sifat bayangan : Maya. Kecepatan di dalam vakum adalah absolut tidak tergan. PEMANTULAN CAHAYA. 02. tegak. diperbesar Benda di Ruang III: Nyata.tung pada pengamat. kaca plan paralel n sin i = n¶ sin r (1) n sin i = n¶ sin r t= (cari r) (2) d sin(i  r ) cos r 51 . sama besar.108 m /s Kecepatan dalam medium lebih kecil dari kecepatan di vakum. 01. benda bening datar 03. terbalik.M2 04.Merambat dalam garis lurus SIFAT CAHAYA Kecepatan terbesar di dalam vakum 3. terbalik. 01. diperbesar Benda di Ruang II : Nyata. diperkecil Cermin cembung : PEMBIASAN/REFRAKSI. 1 1 1 !  f s s' s' h' M==/ h s / R=g n= sifat bayangan : maya. Cermin datar : 360 -1 E d = s1¶ + s2 Mtotal = M1.

R2 + + .cekung R1 52 . n n ' n'  n  ! s s' R (1) 06. R2 Datar . Prisma H (deviasi) umum  (1) n sin i1 = n¶ sin r1 (cari r1) (2) F = r1 + i2 (cari i2) (3) n¶ sin i2 = n sin r2 (cari r2) (4) H = i1 + r2 .F syarat : i1 = r2 sin ½ (Hmin + F) = Hmin = minimum F > 10o F> = 10o n' 1 sin F n 2 ( n' 1 ) F n 05.04.cekung R1 = tak hingga . Lensa tebal n n' n'  n  ! s1 s1 ' R1 (2)d = s1¶ + s2 (3) n' n n  n'  ' ! s2 s2 R2 07. R2 Cekung-cekung (bikonkaaf) R1 ... Permukaan lengkung. R2 - Cekung . R2 + Cembung .cembung R1 . Lensa tipis 1 n' 1 1 ( ! ( 1 )  ) f n R1 R2 1 fgab ! 1 1  f1 f 2 Cembung-cembung (bikonveks) R1 +. R2+ Datar .cembung R1 = tak hingga .

9. Lensa

Konvergen (positif)

1 1 1 !  f s s'
M=-

divergen (negatif)

s' s f

=

h' / / h

1
10. Kekuatan lensa (P) P= P= f dalam meter

100 f

f dalam cm

n = banyak bayangan (untuk cermin datar) = sudut antara ke dua cermin f = jarak focus s = jarak benda ke cermin s¶ = jarak bayangan ke cermin h = tinggi benda h¶ = tinggi bayangan m = perbesaran bayangan i = sudut datang r = sudut pantul n = indeks bias d = tebal kaca t= pergeseran sinar = sudut pembias = deviasi

R = jari-jari bidang lengkung = panjang gelombang cahaya P = kekuatan lensa

53

ALAT-ALAT OPTIK
Mata Emetropi (mata normal) pp = 25 cm ; pr = g ; pr < g

Mata Myopi (mata dekat/rabun jauh) pp = 25 cm

MATA

Mata Hipermetropi (rabun dekat) Mata Presbiopi (mata tua)

pp > 25 cm pp > 25 cm

; pr = g ; pr < g

Kaca Mata lensa Negatif (Untuk orang Myopi) s = g dan s¶ = -pr KACA MATA Kaca Mata lensa Positif (Untuk orang hipermetropi) s = 25 cm dan s¶ = -pp

Akomodasi max Ditempel dimata Tanpa Akomodasi

P=

Sd 1 f Sd f

P=

54

LOUPE Berjarak d cm dari mata D = -s¶ + d P= D = daya akomodasi

Sd Sd Sdd   f D Df

Sd = titik baca normal d = s¶oby + sok Akomodasi max P= 

s' oby Sd (  1) soby fok

MIKROSKOP

d = jarak lensa obyektif - okuler Tanpa Akomadasi P= d = s¶oby + fok 

s oby Sd ( ) soby fok
d = foby + sok

'

Akomodasi max P=

f oby Sd f ok ( ) f ok Sd

TEROPONG BINTANG Tanpa akomodasi P= Pp = titik jauh mata Pp = titik dekat mata s¶ = jarak bayangan s = jarak benda ke lup P = kekuatan lensa d = jarak lensa obyektif dengan lensa okuler d = foby + fok

f oby f ok

55

ARUS BOLAK-BALIK
Osiloskop = mengukur tegangan max E=Emax. Sin [.t Eefektif = yang diukur oleh voltmeter Emax = yang belum terukur Epp = dari puncak ke puncak = frekwensi anguler t = waktu Vmax = tegangan maksimum Imax = Arus maksimum T = periode

Eefektif=

V max 2 i max 2

Iefektif=

Iefektif = Imax{

1 2T ´0 sin 2 ( T )dt } T

Epp = 2.Emax I. Resistor pada DC-AC

II.

Induktor (L) pada DC-AC

56

3. Capacitor pada DC-AC C = kapasitas kapasitor Q=C. Xl ! Z L 1 Xc ! ZC Gambar fasor 57 . R-L-C dirangkai seri 1. 2.Xl = reaktansi induktif E!L dim ax sin Z t dt E ! LZ i max cosZ t Xl ! Z L (satuan XL = ohm) III.V Xc = reaktansi kapasitif dQ dcV ! dt dt c dV max sin Z t i !Ht i ! Z cV max cosZ t 1 XC = [C i! (Satuan XC = 0hm) IV.

XL  XC tg U =R Z = Impedansi = sudut fase L = induktansi diri f = frekwensi T = periode R = hambatan 58 .I (Volt Amper) a. Vab ! i R Vac ! Vr 2  Vl 2 Vbd ! Vl  Vc Vbc ! i Xl 4. i ! Z 6. Vcd ! i Xc 7.cos U Daya=Psemu. Xl ! Xc JM RLC resonansi Z=R kuat arus paling besar. Psemu = V. 1 2T 1 LC T ! 2T L C Xc " Xl JM RLC bersifat capasitif I mendahului V dengan beda fase U 8. f ! c. Xl " Xc JM RLC bersifat induktif V mendahului I dengan beda fase U b. karena hambatan total paling kecil. Vad ! Vr 2  (Vl  Vc) 2 R Z Daya=Psemu.Z ! R2  ( Xl  Xc) 2 E 5.

Pada suatu reaksi atom-atom bergabung menurut perbanDingan tertentu. Dua atom atau lebih yang berasal dari unsur-unsur yang berlainan dapat membentuk senyawa. -Dalton tidak membedakan pengertian atom dan molekul Satuan molekul juga disebut atom. Atom tidak dapat dibagi lagi bertentangan dengan ekspeRimen.J Thomson Atom merupakan suatu bola yang mempunyai muatan Positif yang terbagi merata ke seluruh isi atom. Bila dua macam atom membentuk dua macam senyawa Atau lebih. ukuran dan massa yang sama. Atom suatu zat berbeda sifat dengan atom zat lain.PERKEMBANGAN TEORI ATOM Atom-atom merupakan partikel terkecil dari suatu zat Atom-atom suatu zat tidak dapat diuraikan menjadi partikel Yang lebih kecil. Atomatom setiap zat adalah identik. artinya mempunyai Bentuk. DALTON - 59 . Atom merupakan bola kecil yang keras dan padat berTentangan dengan eksperimen Faraday dan J. Atom suatu unsur tidak dapat diubah menjadi unsur lain. maka perbandingan atom-atom yang sama dalam kedua senyawa itu sederhana. KELEMAHANNYA.

Elektron tidak dapat berputar dalam lintasan yang sembarang. Thomson dengan percobaan Tetes Minyak Milikan. Lintasan ini Disebut lintasan stasioner. MODEL ATOM BOHR DIBUAT BERDASARKAN 2 POSTULATNYA YAITU : 1. Memiliki energi .J THOMSON Muatan positif dalam atom ini dinetralkan oleh elektronElektron yang tersebar diantara muatan-muatan positif Itu dan jumlah elektron ini sama dengan jumlah muatan Positif. Besar momentum anguler elektron pada lintasan 60 . Di sekeliling inti atom. elektron hanya dapat berputar pada lintasan tertentu tanpa memancarkan energi. SINAR KATODA Partikel bermuatan negatif Sifat : .Memendarkan kaca . Atom terdiri dari muatan-muatan positif. KELEMAHANNYA.Membelok dalam medan listrik dan medan magnet. sehingga atom bersifat netral.TEORI ATOM J. Model atom ini tidak dapat menunjukkan kestabilan atom Atau tidak mendukung kemantapan atom. KELEMAHANNYA.J.Bergerak cepat menurut garis lurus keluar tegak lurus dari katoda. Model atom ini tidak dapat menunjukkan bahwa spektrum Atomatom Hidtrogen adalah spektrum garis tertentu. Pengukuran massa elektron oleh : J. pada jarak yang relatif jauh beredar RUTHERFORD Lah elektron-elektron mengelilingi inti atom. di mana seluruh Muatan posoitif dan sebagian besar massa atom terkumpul ditengahtengah atom yang disebut dengan INTI ATOM.Mun terkumpul jadi satu yang disebut INTI ATOM. Muatan inti atom sama dengan muatan elektron yang mengelilingi inti. Bertentangan dengan percobaan Rutherford dengan ham.Buran sinar Alfa ternyata muatan positif tidak merata na.

4. Elektron yang menyerap energi (foton) akan berpindah ke lintasan yang energinya tinggi. nB = 4. Etotal = . 6. «. r1 : r2 : r3 : « = 12 : 22 : 32 : « 6. R = 1. nB = 3. «. Energi Energi Pancaran E = 13. Ek = . 2.6 ( nA 2 e = muatan electron r = jari-jari lintasan electron Ep = Energi potensial Ek = energi kinetic n = bilangan kuantum r = jari-jari lintasan electron 61 . 8. «.½ k r 1.6 eV n2 1  1 nB 2 ) eV E = h. nB = 5.f (J) 05. nB = 6. 4 «.097.107 m-1 nB = 1 lebihnya dari nA nB = g Energi stasioner E= 13. 7.Stasioner ini adalah : mvr = nh 2T n disebut bilangan kwantum (kulit) utama. dan sebaliknya. Ep = -k 3. 5. 3. 1 1 1 ! R( 2  2 ) P nA nB Deret Lyman Deret Balmer Deret Paschen Deret Brackett Deret Pfund Pmax Pmin fmin fmax nA = 1 nA = 2 nA = 3 nA = 4 nA = 5 R = tetapan Ridberg nB = 2. 7.½ k r= e2 r 2 n h ( )2 2 me k 2T 5. 4. 5. e2 r e2 2. «. 6.

Sinar E x x x x x x Kx x x x x B E xxxxxxxxxxxx 62 . Sinar F. Sinar K Urutan naik daya ionisasi: Sinar K . Penemu: Henry Becquerel Menghitamkan film Dapat mengadakan ionisasi Dapat memendarkan bahan-bahan tetentu Merusak jaringan tubuh Daya tembusnya besar Sinar E Sinar F Sinar K Sifat-sifat Macam sinar Penemu: Pierre Curie dan Marrie Curie Urutan naik daya tembus: Sinar E. Sinar F. Dasar penemuan Adanya Fluorecensi : berpendarnya benda saat disinari.= panjang gelombang h = tetapan Planck RADIOAKTIVITAS Adanya Fosforecensi : berpendarnya benda setelah disinari.

931 MeV m dalam sma = {(7mproton + 7mnetron) .693 ln 2 ! P P 8.931 MeV m dalam sma.c2 12. I = Io e-Qx 02. N N = No.c2 m dalam kg E ZXA Z-2XA-4 atau ZXA Z-2XA-4 + E 06.693 ! Q Q XA 04. D = 11. R = P.2-t/T 10. Penggabungan inti ringan menjadi inti berat Terjadi pada reaksi di Matahari dan bom hidrogen Tidak dapat dikendalikan. Deffect massa = (7mproton + 7mnetron) . Reaksi FISI Pembelahan inti berat menjadi ringan Terjadi pada reaktor atom dan bom atom Menghasilkan Energi besar < enerfi reaksi FUSI Dapat dikendalikan.minti }.F xxxxxxxxxxxx 01.minti 05. Ereaksi E m = (7msebelum reaksi -7msesudah = (7msebelum reaksi -7msesudah reaksi ). Z nilai x N=A-Z sehingga I = ½ Io HVL = ln 2 0. Eikat inti = {(7mproton + 7mnetron) . HVL 03.minti }. m dalam kg reaksi ). T = 0. Hukum Pergeseran F ZXA Z+ 1XA atau ZXA Z+ 1XA + F Jika memancarkan K tetap 07. 9. Reaksi FUSI 63 .

13. ALAT DETEKSI Pencacah Geiger Muller (pulsa listrik) Tabung Sintilasi (pulsa listrik) Kamar kabut Wilson (Jejak lintasan saja) Emulsi film X = nama atom / unsure z = nomor atom a = nomor massa p = proton n = netron m = massa T = waktu paruh N = jumlah inti yang belum meluruh No = jumlah inti mula2 = konstanta peluruhan t = lamanya berdesintegrasi R = aktivitas radioaktif 64 .

besarnya = F.d Kesetimbangan Translasi : 7Fx=0. tidak dapat kembali semula. 7X=0 Kesetimbangan Stabil (mantap) : Apabila gaya dihilangkan.KESETIMBANGAN BENDA TEGAR Momen: Momen Gaya : X=F. (titik berat benda akan turun) Kesetimbangan TITIK BERAT BENDA Titik berat untuk benda yang homogen ( massa jenis tiap-tiap bagian benda sama ).7Fy=0 Kesetimbangan Rotasi : 7X=0 Kesetimbangan translasi dan Rotasi : 7F=0. Untuk benda linier ( berbentuk garis ) ln x n x0 ! § l ln y n y0 ! § l 65 .l. (titik berat benda akan naik) Kesetimbangan Indeferen : Gaya dihilangkan.sin E Momen Kopel : dua gaya yang sama besar tetapi berlawanan arah. setimbang di tempat berlainan (titik berat benda tetap) Keseimbangan labil : Apabila gaya dihilangkan. akan kembali ke kedudukan semula. a.

tidak tergantung pada posisi benda. 3. Untuk benda ruang ( berdimensi tiga ) Vn xn x0 ! § V Sifat . Untuk benda luasan ( benda dua dimensi ). Busur lingkaran l y0 ! y busur AB R = jari-jari lingkaran 3.b. Busur setengah lingkaran y0 ! 2R T Tabel titik berat benda teratur berbentuk luas bidang homogen 66 . maka titik beratnya terletak pada sumbu simetri atau bidang simetri tersebut. maka : An xn x0 ! § A c. Letak titik berat benda padat bersifat tetap. 2. Kalau suatu benda homogen mempunyai dua bidang simetri ( bidang sumbu ) maka titik beratnya terletak pada garis potong kedua bidang tersebut. maka titik beratnya terletak pada titik potong ketiga simetri tersebut. Garis lurus Gambar benda letak titik berat keterangan z = titik tengah garis x0 = 2.sifat: 1. Fx = resultan gaya di sumbu x Fy = resultan gaya di sumbu y = jumlah momen gaya Vn yn y0 ! § V An yn y0 ! § A Tabel titik berat teratur linier Nama benda 1. Kalau suatu benda mempunyai tiga buah bidang simetri yang tidak melalui satu garis. Jika benda homogen mempunyai sumbu simetri atau bidang simetri.

Jajaran genjang.Bidang setengah lingkaran y0 ! 4R 3p R = jari-jari lingkaran Tabel titik berat benda teratur berbentu bidang ruang homogen Nama benda 1. 67 .Nama benda 1. Bidang segitiga Gambar benda Letak titik berat Keterangan y0 = t = tinggi t z = perpotongan garisgaris berat AD & CF 2. Bujur sangkar Persegi panjang y0 = t t = tinggi z = perpotongan diagonal AC dan BD 3. Bidang juring lingkaran y0 ! 2 3 y busur AB R = jari-jari lingkaran 4. Bidang kulit prisma Gambar benda Letak titik berat z pada titik tengah garis z1z2 y0 = l Keterangan z1 = titik berat bidang alas z2 = titik berat bidang atas l = panjang sisi tegak. Belah ketupat.

Bidang kulit silinder.t 3. Bidang Kulit limas T¶z = T¶ T T¶T = garis tinggi ruang 4. Bidang kulit kerucut zT¶ = T T¶ T T¶ = tinggi kerucut T¶ = pusat lingkaran alas 5. Bidang kulit setengah bola. pejal homogen Nama benda Gambar benda Letak titik berat Keterangan 68 .2. ( tanpa tutup ) y0 = t t = tinggi silinder R = jari-jari lingkaran alas A = luas kulit silinder A = 2 T R. y0 = R R = jari-jari Tabel titik berat benda teratur berbentuk ruang.

Kerucut pejal y0 = V= t T R2 t t = tinggi kerucut R = jari-jari lingkaran alas 5. Silinder Pejal y0 = t t = tinggi silinder R = jari-jari lingkaran alas V = T R2 t 3. Prisma beraturan. Limas pejal beraturan y0 = T T¶ T T¶ = t = tinggi limas beraturan = t V = luas alas x tinggi 3 4. Setengah bola pejal y0 = R R = jari-jari bola.1. 69 . z pada titik tengah garis z1z2 y0 = l z1 = titik berat bidang alas z2 = titik berat bidang atas V = luas alas kali l = panjang sisi tinggi tegak V = volume prisma 2.

partikel dianggap sebagai bola kecil yang keras. Tumbukan antara partikel ataupun antara partikel dengan dinding terjadi secara lenting sempurna. 3. Partikel-partikel tersebut senantiasa bergerak dengan arah random/sebarang. kecuali bila bertumbukan. Jarak antara partikel-partikel jauh lebih besar dari ukuran partikel-partikel. m! M N dan k ! R N0 04. Pada suhu yang sama. v 3kT ras = m 03. Pada gas yang sama. 6. dinding dianggap licin dan tegar. Gas ideal terdiri atas partikel-partikel (atom-atom ataupun molekul-molekul ) dalam jumlah yang besar sekali. 4. v 3RT ras = M 05. Hukum-hukum Newton tentang gerak berlaku. sehingga ukurtan partikel dapat diabaikan.TEORI KINETIK GAS GAS IDEAL 1. Tidak ada gaya antara partikel yang satu dengan yang lain. n! N N0 2. 7. 2. 5. 1. namun suhu berbeda dapat disimpulkan : 70 . Partikel-partikel tersebut merata dalam ruang yang kecil. untuk 2 macam gas kecepatannya dapat dinyatakan : v 1 1 ras1 : vras2 = M1 : M2 06.

V = n R T dengan R = 8. P!V R Mr T atau P V ! RT Mr atau V ! R. P . 3 15. P Mr 14. T atau P .08205 liter.317 x 107 erg/mol0K = 1.317 joule/mol. V = N. P! 2 N 3V 1 2 ! mV 2ras 2 N Ek 3V 11.987 kalori/mol0 K = 0. k .atm/mol0K 13.38 x 10-23 joule/0K n! N N0 12. 08. F N m V 2ras 3.0K = 8. L N m V ras2 1 atau 3 V 2 09. P . V = K¶ . P V1 P2 V2 1 ! T1 T2 Persamaan ini sering disebut dengan Hukum Boyle-Gay Lussac. P! P ! 3 V V ras 10.v ras1 : vras2 = t! 2L Vras T1 : T2 07.T T.T k = Konstanta Boltman = 1. Ek ! 2 Nk T P = tekanan gas ideal N = banyak partikel gas m = massa 1 pertikel gas V = volume gas v = kecepatan partikel gas n = jumlah mol gas No = bilangan Avogadro R = tetapan gas umum M = massa atom relatif 71 .

Usaha yang dilakukan oleh gas terhadap udara luar : W = p. V = konstanta Laplace.PROSES PADA HUKUM TERMODINAMIKA I 1.sebagai berikut: a.cv = R cp = kapasitas panas jenis ( kalor jenis ) gas ideal pada tekanan konstan. 02.Hukum I termodinamika untuk Proses Isobarik. Pada proses ini gas dipanaskan dengan tekanan tetap. 03. panas jenis gas ideal pada suhu sedang . Untuk gas beratom tunggal ( monoatomik ) diperoleh bahwa : 5 cP ! 2 R cV ! 3R 2 K K ! cP ! 167. V 04. cv = kapasitas panas jenis ( kalor jenis ) gas ideal pada volume konstan. c p . Energi dalam suatu gas Ideal adalah : U !3 nRT 2 05 . HUKUM I TERMODINAMIKA Q= U+ W Q = kalor yang masuk/keluar sistem U = perubahan energi dalam W = Usaha luar.k = tetapan boltzman Ek = energi kinetic vras = kecepatan partikel gas ideal massa jenis gas ideal T = suhu = HUKUM TERMODINAMIKA 01. 72 . Untuk gas beratom dua ( diatomik ) diperoleh bahwa : cP ! 7 R 2 cV ! 5R 2 ! ! 14. cV c c P b. PROSES .

sebelum dipanaskan sesudah dipanaskan Dengan demikian pada proses ini berlaku persamaan Boyle-GayLussac V1 T1 ! V2 T2 Jika grafik ini digambarkan dalam hubungan P dan V maka dapat grafik sebagai berikut : Pemanasan W= ( Q- Pendinginan U = m ( cp . Sesudah dipanaskan.( lihat gambar ).cv ) ( T2 .Hukum I Termodinamika untuk Proses Isokhorik ( Isovolumik ) Pada proses ini volume Sistem konstan.T1 ) 2. Dengan demikian dalam proses ini berlaku Hukum Boyle-Gay Lussac dalam bentuk : P 1 T1 ! P2 T 2 Jika digambarkan dalam grafik hubungan P dan V maka grafiknya sebagai berikut : V = 0 ------- Pemanasan W = 0 ( tidak ada usaha luar selama proses ) Pendinginan 73 . ( lihat gambar ) Sebelum dipanaskan.

U1 Q= U U = m . Selama proses tak ada panas yang masuk / keluar sistem jadi Q = 0 ( lihat gambar ) 74 . P1 V2 = P2 V2 Jika digambarkan grafik hubungan P dan V maka grafiknya berupa : Pemanasan T2 = T1 --------------> Pendinginan U = 0 ( Usaha dalamnya nol ) ! 1 1 ( ln ( ln ( ln ( ln 2 1 )! )! ) ) 2 2 ( ln ( ln V2 ) V1 P 1 ) P 2 V2 ) V1 P 1 ) P2 ! ! ! 1 2 1 1 2 2 2 1 1 ! ! 2 ( ln ( ln P 1 2 1 2 ln x =2.303 log x 4. Hukum I Termodinamika untuk proses Adiabatik.Q = U2 . Sesudah dipanaskan. cv ( T2 . ( lihat gambar ) Sebelum dipanaskan. Oleh karena suhunya tetap. Hukum I termodinamika untuk proses Isothermik.T1 ) 3. maka berlaku Hukum BOYLE. Selama proses suhunya konstan.

cv ( T1 .Sebelum proses Selama/akhir proses oleh karena tidak ada panas yang masuk / keluar sistem maka berlaku Hukum Boyle-Gay Lussac P1V P2V 1 2 ! T1 T2 Jika digambarkan dalam grafik hubungan P dan V maka berupa : Q = 0 -----.T2 ) atau W= 1 K ( V2K-1 . HUKUM II TERMODINAMIKA L ! Energi yang bermanfaat  L ! W ! Q2 Q1 Q2 Q2 Energi yang dim asukkan L ! ( 1  Q1 ) y 100% Q2 Menurut Carnot untuk effisiensi mesin carnot berlaku pula : 75 .V2K 06 .V1K-1 = T2.O = U+ U2 -U1 = - Pengembangan W W Pemampatan T1.V1K-1 ) P1.V1K = P2.V2K-1 P V1 1 W = m .

Coulomb : fMuatan listrik menghasilkan medan listrik yang kuatg Oersted : fDi sekitar arus listrik ada medan magnetg Faraday : fPerubahan medan magnet akan menimbulkan medan listrikg TEORI Lorentz : fkawat berarus listrik dalam medan magnet terdapat gayag Maxwell : fPerubahan medan listrik menimbulkan medan magnetg. pembiasan difraksi.B0 Q0 1 I 0 E0 2 c 2 76 . polarisasi diserap oleh konduktor dan diteruskan oleh isolator.L ! ( 1  T2 ) y 100% T T = suhu e = efisiensi P = tekanan V = volume W = usaha 1 GELOMBANG ELEKTROMAGNETIK Gelombang Elektromagnet : Rambatan perubahan medan listrik dan medan magnet Vektor perubahan medan listrik tegak lurus vektor perubahan medan magnet Ciri-ciri GEM : Menunjukkan gejala : pemantulan. fGahaya adalah gelombang elektromagnetg Biot Savart : fAliran muatan (arus) listrik menghasilkan medan magnetg Huygens : fCahaya sebagai gerak gelombangg (S)Intensitas GEM/energi rata-rata per satuan luas : S! E0 B0 2 Z t) Q0 sin (kx Smax ! S! E 0.

I 0 E0 2 S! 2 c Q0 Radiasi Kalor : Radiasi dari benda-benda yang dipanasi Yang dapat menyerap seluruh radiasi adalah benda hitam mutlak Konduksi : partikelnya bergetar Konveksi : molekul berpindah Radiasi : tanpa zat perantara.10-8 watt/m2 c T X ! c=tetapan Wien=2.c! 1 Q 0.672. cahaya tampak. I ! w ! e“ T 4 A e=emitivitas : hitam mutlak : e=1 putih : e=0 = konstanta Boltzman = 5.10-3m Kr v = kecepatan c = kecepatan cahaya T = suhu mutlak = panjang gelombang e = emisivitas A = luas permukaan S = intensitas h S = Intensitas rata-rata 77 . gel. sinar ultra ungu.898. zat padat zat cair dan gas Spektrum GEM: Urutan naik frekwensinya (urutan turun panjang gelombangnya): gel. sinar X. Radio. sinar gamma. Infra merah. gel radar dan TV.

Hm (s¶ = /s¶m .n¶m)F¶ = (nu . f dan Efoton terbesar) Benda bening Plan paralel Prisma Lensa (r = /rm .tu/ (N = Hu .s¶u/ (f = /fm .fu/ MENIADAKAN DISPERSI : Prisma Akromatik (n¶u .OPTIKA FISIS CAHAYA Sinar yang dapat diuraikan Polikromatik Sinar yang tak dapat diuraikan Monokromatik Dalam ruang hampa cepat rambat sama besar frekwensi masing warna Gelomb masing warna beda Merah Jingga Kuning Hijau Biru Nila Ungu (P dan v terbesar) beda Pj. H. DISPERSI (PERURAIAN WARNA) (n. 78 .ru/ (t = /tm .nm) F Lensa Akromatik.

(N sama) Max Cincin Newton (gelap sbg pusat) Min Max Selaput tipis Min Max P 2n¶ d cos r = (2k) ½ P d sin U = (2k + 1) ½ rk2 = ½ R (2k-1)P rk2 = ½ R (2k) P 2n¶ d cos r = (2k-1) ½ P 79 .1) )F¶ = (nh .1) )F Max Cermin Fresnell pd ! (2k) P 1 2 Min pd ! 1 (2k  1) P 2 Max Percobaan Young pd ! (2k) P 1 2 Min pd ! 1 (2k  1) P 2 INTERFERENSI (Syarat : Koheren) (A.1 1 ! f gabmerah f gabungu ( ' nm )( (   1  1 )  ( nm 1 ) 1  1 ) ! n R1 R2 n R1 R2 ( ' nu 1)( 1  1 )  ( nu   1  1 ) )( n R1 R2 n R1 R2 Flinta Kerona Flinta Kerona PRISMA PANDANG LURUS (nh¶ . f.

22 D L = jarak ke layar D = diameter lensa n = indeks bias i = deviasi = sudut pembias = panjang gelombang cahaya p = jarak terang dari pusat k = orde garis terang/gelap d = tebal lapisan r = sudut bias rk = jari-jari cincin terang ke k R = jari-jari lensa = sudut difraksi/deviasi f = fokus 80 . L Daya Urai (d) d = 1. . 3 . 2.Celah tunggal Min DIFRAKSI Max Kisi Min d sin U = (2k .1) ½ P d sin U = (2k) ½ P sin U = (2k) ½ P k = 1. .

Dilatasi waktu Vr ! V1  V 2 V1 V 2 1 C2 t' ! t 0 1  c.RELATIVITAS Relativitas: a. V2 C2 V2 C2 t¶<t0 Kontraksi Lorentz L' ! L0 1  d. Etotal=Ediam+Ek ¨ ¸ © ¹ 1 ¹ 2© Ek ! mC ©  1¹ V2 © 1 2 ¹ C e u V1 = kecepatan partikel 1 terhadap bumi V2 = kecepatan partikel 2 terhadap partikel 1 81 . Penjumlahan kecepatan V1JM V2 V1JM JMV2 V1  V 2 Vr ! V1 V 2 1 C2 b. Massa dan Energi m' ! m0 1 V2 C2 m¶>m0 e.

p! C P p=momentum Hypotesa de Broglie E = Energi h = tetapan Planck f = frekwensi c = kecepatan cahaya v = kecepatan a = energi ambang m = massa = panjang gelombang p = momentum Ek = Energi kinetik P! P! c f h h JM P ! p mV p ! 2 m Ek 82 . semakin besar f. Semakin besar intensitas cahaya semakin banyak elektron elektron yang diemisikan b. makin besar pula kecepatan elektron yang diemisikan E!hf E ! Ek  E0 Ek ! E  a 1 mV 2 ! h f  hf 0 2 1 ¨C C ¸ mV 2 ! h©  ¹ 2 eP P0 u ¨1 1 ¸ Ek ! h c ©  ¹ eP P 0 u hf h Pfoton! . Kecepatan elektron yang diemisikan bergantung pada frekuensi.Vr = kecepatan partikel 2 terhadap bumi c = kecepatan cahaya V = kecepatan L¶ = panjang setelah mengalami perubahan Lo = panjang mula-mula m¶ = massa benda saat bergerak mo = massas benda saat diam Ek = energi kinetik to = selang waktu yang daiamati oleh pengamat diam terhadap benda t¶ = selang waktu yang diamati pengamat bergerak DUALISME GELOMBANG CAHAYA a.

Catatan penting : Ek=54 ev = 54.6.10-31 kg Hamburan Compton : P'P ! h .1.10-19 Joule Massa 1e = 9.1.

1  cosU m0 c 83 .

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->