Anda di halaman 1dari 45

SISTIM

SELULER
GENERASI 2
Supervised by :
Dr. Jung Hee Young
ETRI – South Korea

Prima K - PENS 2G - Cellular 1


Generasi ke-2
• Sistim seluler generasi ke-2 sudah digital
• Keuntungan sistim Digital :
– Ada proses Enkripsi
– Pemakaian error correction
– Pemakaian bersama RF carrier: TDMA, CDMA

• Contoh Generasi ke-2


– D-AMPS, IS-136, IS-95, GSM, IS-41, CDPD, HCSD,
DECT, PHS

Prima K - PENS 2G - Cellular 2


Perbandingan beberapa sistim
Seluler Generasi ke-2
Type IS-54 IS-95 GSM PDC

Negara America America Europe Japan

Multiple access TDMA/FDD CDMA/FDD TDMA/FDD TDMA/FDD


/Duplexing
Modulasi π/4 DQPSK QPSK/OQPSK GMSK π/4 DQPSK
Forward Band 869 - 894 MHz 869 - 894 MHz 935 – 960 MHz 810 – 826 MHz

Reverse Band 824 – 849 MHz 824 – 849 MHz 890 – 915 MHz 940 – 956 MHz

Channel Spacing 30 KHz 1.25 MHz 200 KHz 25 KHz

Data/chip Rate 48.6 Kbps 1.2288 Mcps 270.833 Kbps 42 Kbps

Codec Rate Kbps 7.95 1.2/2.4/4.8/9.6 13.4 6.7

Users/channel 3 Up to 55 8 3

Prima K - PENS 2G - Cellular 3


D-AMPS
• Nama Standard : IS-54
• Punya kompatibilitas dengan AMPS
– Digital channels over AMPS
– Karena kompatible, bisa diaplikasikan terminal dual-mode
(AMPS and D-AMPS)

• Menggunakan kanal digital dari carrier AMPS 30


kHz
– Jumlah user 3 kali lipat dari jumlah user AMPS
menggunakan carrier yang sama
– TDMA/FDD
– MAHO Handoff

Prima K - PENS 2G - Cellular 4


IS-136
• Pengganti dari D-AMPS
• Dikenal sebagai North American TDMA (NA-TDMA)
• IS-136 sudah standard fully digital
– D-AMPS masih berhubungan dengan AMPS, hanya
mengubah kanal menjadi kanal digital dalam sistim AMPS
– IS-136 lebih mendekati GSM dalam hal convolution coding,
interleaving, dsb

Prima K - PENS 2G - Cellular 5


GSM
• Latar Belakang
– Banyak jenis sistim analog: TACS, NMT, RMTS
– Masing-masing tidak kompatibel satu sama lain
– Pasar Eropa kebingungan dengan ketidaksamaan
standart sistim seluler
– Dikembangkan sistim layanan mobile untuk public
pan-eropa

• Target
– Kualitas suara yang baik
– Harga terminal dan layanan yang murah
– Support international roaming
– Kemampuan untuk men-support terminal genggam
– Support untuk layanan dan fasilitas baru
2G - Cellular 6
– Efisiensi spektrum dan kompatibel dengan ISDN
Keunggulan sistim GSM
¾ Kapasitas sistem lebih besar, karena menggunakan
teknologi digital Æ sebuah channel tidak hanya
diperuntukkan bagi satu user saja. Sehingga saat user tidak
mengirimkan informasi, channel dapat digunakan oleh
user lain.
¾ Sifatnya yang sebagai standar internasional memungkinkan
adanya international roaming
¾ Dengan teknologi digital, tidak hanya mengantarkan suara,
tapi memungkinkan layanan lain seperti teks, gambar, dan
video.
¾ Keamanan sistem yang lebih baik
¾ Kualitas suara lebih jernih dan peka.

Prima K - PENS 2G - Cellular 7


4 versi GSM

GSM 900 :
lebar bandwidth = 25 MHz, lebar kanal = 200 kHz
total ada 125 kanal

GSM 1800 :
lebar bandwidth = 75 MHz, lebar kanal = 200 kHz
total ada 375 kanal
Prima K - PENS 2G - Cellular 8
Arsitektur Jaringan GSM

MS

Prima K - PENS 2G - Cellular 9


• MS (Mobile Station)
Terdiri dari :
- Terminal Equipment (TE)
- SIM (Subscriber Identify Module)

SIM
– Dikenal sebagai SIM Card
– Menunjukkan seluruh informasi tentang user dan tentang
informasi pelayanan
– TE tidak dapat digunakan langsung tanpa SIM Card, kecuali
untuk panggilan darurat
– Ada 2 jenis data yang tersimpan di dalam SIM Card :
- IMEI (International Mobile Equipment Identity)
- IMSI (International Mobile Subscriber Identity)
– IMEI dan IMSI independen
2G - Cellular 10
• IMEI: 15 digits

– 3-digit Type Approval Code (TAC):


diberikan ke unit setelah melalui serangkaian QC test
– 1 or 2-digit Final Assembly Code (FAC):
mengidentifikasi lokasi dari pembuat atau assembly
unit MS
– MS unit serial number
– 1 spare digit untuk pemakaian mendatang

Prima K - PENS 2G - Cellular 11


• IMSI: 15 digits

– 3-digit Mobile Country Code (MCC):


mengidentifikasi negara dimana sistim GSM tersebut
dioperasikan
– 2-digit Mobile Network Code (MNC):
mengidentifikasi provider seluler
– Mobile Subscriber Identification Code (MSIC):
mengidentifikasi setiap customer dari provider =
nomor ponsel

Prima K - PENS 2G - Cellular 12


• Network Sub System atau NSS
terdiri dari :
- Mobile Switching Center (MSC)
merupakan sebuah network element sentral dalam sebuah
jaringan GSM. MSC sebagai inti dari jaringan seluler,
berperan untuk interkoneksi hubungan pembicaraan, baik
antar selular maupun dengan jaringan kabel PSTN,
ataupun dengan jaringan data.
- Home Location Register (HLR)
berfungsi sebagai sebuah database untuk menyimpan
semua data dan informasi mengenai pelanggan secara
permanen.
- Visitor Location Register (VLR)
berfungsi untuk menyimpan data dan informasi sementara dari
pelanggandatang berkunjung di suatu MSC.
- Authentication Center (AuC)
diperlukan untuk menyimpan semua data yang dibutuhkan untuk
memeriksa keabsahaan pelanggan.
- Equipment Identity Registration (EIR)
2G - Cellular 13
memuat data-data registrasi pelanggan
• Base Station System atau BSS
terdiri dari :
- Base Transceiver Station (BTS),
perangkat GSM yang berhubungan langsung dengan MS
dan berfungsi sebagai pengirim dan penerima sinyal.

- Base Station Controller (BSC)


perangkat yang mengontrol kerja BTS-BTS yang berada
di bawahnya dan sebagai penghubung BTS dan MSC

• Operation and Support System atau OSS


merupakan sub sistem jaringan GSM yang berfungsi
sebagai pusat pengendalian, diantaranya fault
management, configuration management, performance
management, dan inventory management.

Prima K - PENS 2G - Cellular 14


Frekuensi pada 3 Operator GSM terbesar di Indonesia
Indosat : 890 – 900 Mhz (10 Mhz)
Telkomsel : 900 – 907,5 Mhz (7,5 Mhz)
Excelcomindo : 907,5 – 915 Mhz (7,5 Mhz)

Prima K - PENS 2G - Cellular 15


Location Area sistim GSM

PLMN = Public Location Mobile Network

Prima K - PENS 2G - Cellular 16


9 Cell adalah area radio yang dapat diberikan oleh satu base
transceiver stasion (BTS)
9 Jaringan GSM mengidentifikasi masing-masing cell
melalui nomor Cell Global Identify (CGI) yang ditandai ke
masing-masing cell.
9 Lokasi area (LA) adalah group dari cell-cell.
9 LA merupakan area dimana pelanggan dipanggil.
9 Masing-masing LA dilayani oleh satu atau lebih BSC,
hanya oleh satu MSC.
9 Masing-masing LA di tandai nomor identitas area lokasi
(LAI).

Struktur LAI

MCC: Mobile Country Code


MNC: Mobile Network Code
LAC (Location Area Code): identifies a group of cell
2G - Cellular 17
Beberapa Location Area (LA) dalam sebuah area layanan MSC

Beberapa area layanan MSC dalam sebuah area PLMN (sebuah


jaringan provider)

Prima K - PENS 2G - Cellular 18


• Location update
– Saat sebuah MS melakukan roaming ke sebuah sel
lain di Location Area (LA) yang berbeda, sebuah LAI
dikirim ke sistim jaringan
– Jaringan merekam lokasi baru dari MS dan membuat
update di HLR-nya, sedangkan MSC/VLR meng-cover
area di mana MSC tersebut berada.
– Saat MS tersebut akan melakukan call, HLR mengirim
sejumlah informasi user MS tersebut, yang diperlukan
sebagai call control bagi MSC/VLR yang baru.
– Selanjutnya HLR mengirim sebuah message ke
MSC/VLR lama untuk membatalkan registrasi MS
sebelumnya.
– Untuk alasan reliabilitas, GSM juga melakukan
prosedur location update secara periodik.

Prima K - PENS 2G - Cellular 19


• Handover management
– Dilakukan oleh Radio Resource layer
– Empat jenis Handover pada sistim GSM
• HO antar channel (slots) pada sel yang sama
• HO antar sel di bawah kontrol BSC yang sama
• HO antar sel di bawah kontrol BSC yang berbeda,
pada MSC yang sama
• HO antar sel pada MSC yang berbeda

– Handover dapat diputuskan baik oleh MS


maupun MSC (MAHO)

Prima K - PENS 2G - Cellular 20


HO Antar channel pada sel yang sama
Sektor B

BSC

Sektor A Sektor C

Prima K - PENS 2G - Cellular 21


HO Antar sel di bawah kontrol BSC yang sama

BS 1

BSC

BS 2

Prima K - PENS 2G - Cellular 22


HandOver Antar BSC pada MSC yang sama

BSC 3:
4: Handover VLR
BTS
Request
Handover
Request MSC
Acknowle
5:
6: Handover dge
BTS

Command Handover
Command2:
1: Handover
Measureme BSC Request
nt Report

Prima K - PENS 2G - Cellular 23


HandOver Antar BSC pada MSC yang sama

7: BSC 8:
Handover Handover VLR
BTS
Accept Detected
MSC
10: Clear
9: Clear
BTS
Complete
Command
d
BSC

Prima K - PENS 2G - Cellular 24


HandOver Antar BSC
MS BSC Old MSC BSC New
RR: Measurement Report

BSSMAP: Handover Request

BSSMAP: Handover Request

BSSMAP: Handover Request


Acknowledge

BSSMAP: Handover Command

RR: Handover Command

RR: Handover Accept

BSSMAP: Handover Detected

BSSMAP: Clear Command

BSSMAP: Clear Complete

Um/A-bis A-Interface
2G - Cellular 25
25
Handover Antar MSC

VLR
5: Handover
Request
BSC Acknowledg MSC
4:
e Handover
BTS Request 8: ACM
6: Prepare
Handover7: IAM
Response3: Prepare
10: VLRHandover
Handover 9: Handover
1:
Command BSC 2:
Command
Measureme MSC
nt Report Measureme
nt Report

Prima K - PENS 2G - Cellular 26


Handover Antar MSC

VLR

14:
Handover BSC MSC
12:
Complete Handover 15: Send 13: Access
BTS
11: Detected End Signal Signal
Handover 19: Request
16:
Accept 20:
REL ANS
BTS

18: Clear VLR RLC


21: Send
BSC Complete End Signal
17: Clear Response
MSC
Command

Prima K - PENS 2G - Cellular 27


Handover Antar MSC
MS BSC Old MSC Old MSC New BSC New
RR: Measurement Report
BSSMAP: Handover Required
MAP: Prepare Handover
BSSMAP: Handover Request
BSSMAP: Handover Request
Acknowledge
MAP: Prepare Handover Response
ISUP: IAM
ISUP: ACM
BSSMAP: Handover Command
RR: Handover Command
RR: Handover Accept
BSSMAP: Handover Detected
MAP: Access Signalling Request
RR: Handover Complete
MAP: Send End Signal
ISUP: ANS
BSSMAP: Clear Command
BSSMAP: Clear Complete
ISUP: REL
ISUP: RLC
MAP: Send End Signal Response

Um/A-bis A-Interface MAP ISUP


2G - Cellular 28
IS-95
• IS-95 (Interim Standard 95) Æ diproduksi pertama kali oleh
Qualcomm
• Distandardisasi pada tahun1993, nama lain : cdmaOne
• Sistim komersial pertama kali diperkenalkan di Korea Selatan
dan Hongkong tahun 1995
• Menggunakan Code Division Multiple Access (CDMA)
– Masing-masing user diberi kode yang berbeda
– Menggunakan sebuah channel frekuensi secara simultan
Æ sel-sel yang bertetangga dapat menggunakan
frekuensi yang sama, tidak seperti standardisasi
sebelumnya.
Æ Faktor reuse = 1
Prima K - PENS 2G - Cellular 29
Keuntungan pemakaian IS-95
¾ Kapasitas user lebih banyak daripada sistim yang lain
¾ Pelemahan transmisi karena ketergantungan frekuensi tidak
berlaku di sini
¾ Pemakaian chipping code menunjukkan cross correlation
dan autocorrelation rendah Æ resisten terhadap mutipath
¾ Soft handoff
¾ Konsumsi daya rendah (6-7 mW)
¾ Kemampuan sistim berangsur-angsur menurun seiring
bertambahnya user yang mengakses sistim

Prima K - PENS 2G - Cellular 30


Kerugian pemakaian IS-95

¾ self jamming – user-user yang berdatangan tidak diantrikan


dalam batasan tertentu kecuali jika user tersebut
disinkronisasi dengan sempurna (biasanya diselesaikan
dengan sistim GPS Æ Global Positioning System)

¾ near-far problem – sinyal dari MSl yang lokasinya


berdekatan dengan penerima dapat diterima dengan
redaman yang lebih kecil dibandingkan sinyal dari MSl yang
lokasinya berjauhan dari penerima
Æ diatasi dengan power control

Prima K - PENS 2G - Cellular 31


Kerugian pemakaian IS-95…..(cont’d)
¾ soft handoff – diperlukan saat sebuah MS mendapat sel
baru sebelum dia melepaskan diri dari sel yang lama (make
– before – break)
Pemakaian soft handoff ini lebih rumit dari pada pemakaian
hard handoff (break – before – make) di sistim TDMA dan FDMA
Æ MS bisa berkomunikasi dengan 2 BS dalam waktu
bersamaan

¾ non symmetris – pemakaian channel forward dan reverse


tidak simetris
• Transmisi Forward channel tersinkronisasi (1 to many)
• Forward channel menggunakan kode penyebaran orthogonal
• Transmisi Reverse channel tidak tersinkronisasi
• Kode Orthogonal digunakan untuk pengkodean bentuk
gelombang 2G - Cellular 32
IS-95 CDMA Forward Channnel
¾ Jalur Forward menggunakan spektrum frekuensi yang
sama dengan AMPS, yaitu 824 – 849 MHz
¾ Setiap carrier punya lebar 1,25 MHz
¾ Ada 4 jenis channel :
sebuah pilot channel, sebuah sinkronisasi channel,
7 buah paging channel dan 55 buah traffic channels
¾ Antar channel dibatasi dengan kode penyebaran yang
berbeda
¾ Skema modulasi menggunakan QPSK
¾ Ada dua jenis coding yang digunakan :
- Orthogonal Walsh codes
- PN spreading codes
Prima K - PENS 2G - Cellular 33
¾ Orthogonal codes :
- mengkodekan bentuk gelombang
- digunakan untuk pembedaan transmisi di dalam
sebuah sel
¾ PN spreading codes :
- kode untuk menyebarkan sinyal
- digunakan untuk mengisolasi sel-sel (BS-BS) yang
berbeda, yang menggunakan frekuensi yang sama
- PN sequence yang sama digunakan di seluruh BS
¾ Karena offset dari masing-masing BS berbeda, diperlukan
sinkronisasi.
¾ Sinkronisasi dilakukan oleh GPS

Prima K - PENS 2G - Cellular 34


IS-95 CDMA Reverse Channel

¾ Secara fundamental berbeda dengan forward channel


¾ Menggunakan modulasi OQPSK
¾ Spektrum frekuensi 869-894 MHz
¾ Setiap carrier punya lebar 1.25MHz
¾ Tidak ada penyebaran data menggunakan orthogonal
codes
¾ Orthogonal codes hanya digunakan untuk meng-
kodekan bentuk gelombang
¾ Ada 2 jenis channel :
- Access channels
- Reverse traffic channels
Prima K - PENS 2G - Cellular 35
Prima K - PENS 2G - Cellular 36
IS-95 CDMA Handoff
Handoff terjadi karena pergerakan MS dari cakupan sel
lama masuk ke cakupan sel yang baru
1. Intersektor atau Softer Handoff
Terjadi ketika MS (mobile station) berkomunikasi pada
dua sector dalam satu sel.

2. Intercell atau Soft Handoff


Terjadi ketika MS (mobile station) berkomunikasi pada
dua atau tiga sektor dari sel yang berbeda.
BS (Base Station) yang memiliki kontrol langsung pada
MS tersebut dinamakan BS primer dan yang tidak
memiliki kontrol langung disebut BS sekunder.

Prima K - PENS 2G - Cellular 37


3. Soft-Softer Handoff
Terjadi ketika suatu MS berkomunikasi pada dua sektor
dari suatu sel dan satu sektor dari sel lainnya.
Pada keadaan ini akan terjadi soft handoff antar sel dan
softer handoff dalam satu sel.

4. Hard Handoff
Tipe ini menggunakan metode break before make yang
berarti harus terjadi pemutusan hubungan dengan kanal
trafik lama sebelum terjadi hubungan baru. Hard handoff
dilakukan untuk menangani transisi antar CDMAone dan
CDMA2000 ketika menggunakan carrier yang berbeda.

Prima K - PENS 2G - Cellular 38


Arsitektur Jaringan IS-95

MSC/VLR
CCS7
SMC
E1/T1
PSTN CCS7, R2 CCS7 CCS7

E1/T1
HLR/AUC
CCS7
MSC/VLR TCP/IP, X25
E1/T1 IS-634
LAIN TCP/IP

BSC TCP/IP, X25

NMS BILLING
E1/T1 E1/T1

BTS BTS

Serv BTS Neighbor BTS

2G - Cellular 39
Switching Subsystem(SSS)
ƒ Bagian untuk menyambungkan dari satu BSC ke BSC lain
ƒ Bagian untuk menyambungkan dari sistim seluler ke PSTN
ƒ Terdiri dari :
- MSC (Mobile Switching System)
- VLR (Visitor Location Register)
- HLR (Home Location Register)

Base Station Subsystem(BSS)


ƒ Berfungsi mengatur jalur transmisi radio antara MS dan MSC
ƒ Terdiri dari :
- BTS (Base Transmission System)
- BSC (Base Station Controller)

Operation & Maintenance Subsystem(OMS)


ƒ Melakukan fungsi yang berkaitan dengan sistim operasi dan
pemeliharaan jaringan
ƒ Terdiri dari :
- NMS (Network Management System)
2G - Cellular 40
- Billing System
Evolusi CDMA
IS-95ÆIS95AÆIS-95BÆIS-95C (cdma2000)
cdmaOne

2G - Cellular 41
CDMA 2000 – 1x

• Dikenal sebagai standart IMT 2000


• Dua fasa CDMA : CDMA 2000 1x dan CDMA 2000 3x.
• Flexi didukung oleh CDMA 2000 1x yang merupakan transisi dari
CDMA One.
• CDMA 2000 1x termasuk generasi 2.5 G yang standarisasinya
berdasarkan spesifikasi IS 2000.
• CDMA 2000 mampu mengakomodasi layanan data kecepatan
tinggi bisa mencapai 153,6 Kbps dan bandwith dengan lebar
frekuensi 1,25 MHz.
• Pada sisi arsitektur jaringan terdapat pengembangan Base Station
Controller (BSC) dengan kemampuan IP routing dan pengenalan
Packet Data Serving Node (PDSN).
• Kompatibel dan roaming dengan jaringan IS-95
2G - Cellular 42
Kanal fisik pada CDMA 2000-1X

2G - Cellular 43
Arsitektur Jaringan CDMA2000 1x

HLR
STM over T1/T3 or
IS-2000 AAL1 over SONET
PST N
A Ref (A1, A2, A5) STM over
T1/T3
MSC
BTS

MS
BSC
AQuarter Ref (A10, A11) SMS-
Proprietary Interface
IP over Ethernet/AAL5
SC

BTS Internet

IP IP IP
Router Firewall Router
RADIUS over UDP/IP

Privata
Data
AAA Home Network
Agent
PDSN
PCN
Prima K - PENS 2G - Cellular 44
Arsitektur CDMA2000 1x merupakan pengembangan dari IS-95
dengan penambahan Packet Core Network (PCN)
PCN terdiri dari :
• Firewall: Untuk mengamankan jaringan terhadap akses dari luar.
• Packet Data Serving Network (PDSN)
PDSN adalah komponen baru yang terdapat dalam CDMA 2000 1x
yang bertujuan untuk mendukung layanan paket data.

- Beberapa fungsi PDSN :


a. Membentuk, memelihara, dan memutuskan sesi point-to-point
protocol (PPP) dengan pelanggan.
b. Membentuk, memelihara, dan memutuskan hubungan dengan
radio network melalui antar muka radio-packet.
c. Mengumpulkan data autentifikasi, autorisasi, dan akunting yang
diperlukan oleh AAA (Autentication, Autorization and Accounting).

• Router : untuk merutekan paket data dari dan ke berbagai elemen


jaringan yang terdapat pada jaringan CDMA 2000 1x, serta bertanggung
jawab untuk mengirimkan dan menerima paket data dari jaringan
internal ke jaringan eksternal atau sebaliknya.
2G - Cellular 45

Beri Nilai