Anda di halaman 1dari 3

GENERAL BUSINESS ENVIRONMENT 1

PERAN EKONOMI REGIONAL


BAGI PEMBANGUNAN INDONESIA

PERAN EKONOMI REGIONAL BAGI PEREKONOMIAN


INDONESIA

1. Ilmu Ekonomi Regional dan Kegunaannya

Ilmu ekonomi regional merupakan cabang ilmu ekonomi yang dalam pembahasannya
memasukkan unsur wilayah. Ilmu ekonomi regional membahas tentang perbedaan potensi
ekonomi antar satu wilayah dengan wilayah lainnya dan menganalisa kemungkinan kebijakan
untuk mengatur dan pertumbuhan ekonomi di wilayah-wilayah tersebut. Pembahasan wilayah
dan ruang menjadi elemen penting dalam perekonomian karena semua aktivitas ekonomi
manusia selalu terkait dengan ruang permukaan bumi. Dengan memperoleh gambaran yang
jelas mengenai potensi perekonomian masing-masing wilayah maka pihak-pihak terkait yang
berperan untuk memajukan perekonomian dapat memilah strategi yang tepat untuk
pemerataan dan mempercepat pertumbuhan ekonomi.

Tujuan dari ekonomi regional adalah untuk memilih dimana sebaiknya suatu kegiatan
ekonomi dipilih dan mengapa wilayah tersebut menjadi pilihan. Disini ekonomi regional
berperan untuk dalam perencanaan yang efektif dan tepat guna dalam menentukan kebijakan
yang diambil. Unsur-unsur yang menjadi pertimbangan dalam konsep region (wilayah)
adalah jarak, lokasi, bentuk dan ukuran (skala).

2. Sekilas Perekonomian Indonesia

Indonesia sebagai sebuah negara yang besar bila ditinjau dari luas wilayahnya dan
jumlah penduduknya, ternyata tidak memiliki kekuatan yang besar bila ditinjau dari
perekonomiannya. Meskipun laju pertumbuhan perekonomian Indonesia menunjukkan tren
yang positif dalam beberapa tahun terakhir, namun Indonesia masih menempati peringkat ke-
16 di dunia. Hal ini merupakan anomali karena Indonesia merupakan negara yang kayaakan
sumber daya alam. Disamping memiliki kekayaan sumber daya alam energy dan mineral
seperti minyak bumi, batu bara, gas alam, emas, tembaga, nikel serta beraneka ragam bahan
tambang lainnya. Selain itu Indonesia juga memiliki potensi sumber daya pertanian yang luar
biasa melalui kelapa sawit, the, kopi, kakao, rempah-rempah sampai produk pertanian dan
perikanan. Selain jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 237.556.363 orang (Hasil
Sensus Penduduk BPS, 2010) merupakan potensi yang luar biasa. Anomali yang terjadi ini

MAGISTER MANAJEMEN – FEB UGM


GENERAL BUSINESS ENVIRONMENT 2
PERAN EKONOMI REGIONAL
BAGI PEMBANGUNAN INDONESIA

tidak terlepas dari perekonomian Indonesia yang memiliki sejarah yang relatif singkat dan
permasalahan yang umum terjadi pada negara- negara berkembang.

3. Masalah Ekonomi Regional di Indonesia

Meskipun laju pertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami pertumbuhan yang positif,


perekonomian Indonesia masih memiliki banyak permasalahan pelik yang belum
terselesaikan, terutama mengenai ekonomi regional, yaitu antara lain :

1. Kesenjangan ekonomi antar wilayah yang sangat besar. Hal ini dikarenakan
ketimpangan jumlah penduduk, dimana Pulau Jawa yang wilayahnya hanya
mencakup 7,2 % wilayah Indonesia ternyata dihuni oleh 57,49% penduduk
Indonesia. Sedangkan Maluku-Papua, yang luas wilayahnya mencakup lebih dari 23
% dari wilayah Indonesia hanya dihuni oleh 2,6 % penduduk Indonesia. Hal ini
menyebabkan perekonomian kebanyakan hanya berpusat di Pulau Jawa.

2. Kesenjangan ekonomi antar sektor yang cukup luar biasa. Data tahun 2009
menunjukkan bahwa sektor pertanian yang hanya memberi kontribusi sebesar 15, 3 %
dari total pendapatan domestic bruto (PDB) menyerap sekitar 40 % tenaga kerja.
Sedangkan sektor Industri pengolahan yang member kontribusi sebesar 26,3 % dari
total PDB tercatat hanya menyerap 12 % tenaga kerja. Kondisi ini berpengaruh
terhadap kesejahteraan para pekerjanya secara khusus dan berdampak pada
kesenjangan ekonomi penduduk Indonesia secara keseluruhan. Hal ini menyebabkan
penyebaran penduduk dan pembagian keuntungan perekonomian yang tidak merata
antara perkotaan dan pedesaan.

Jumlah pengangguran yang luar biasa. Meskipun jumlah penangguran di Indonesia


terus mengalami penurunan, namun secara persentase, jumlah pengangguran terbuka di
Indonesia jika dibandingkan terhadap usia produktif angkatan kerja tercatat pada kisaran 7,4
% pada tahun 2010. Dengan tingkat pertumbuhan ekonomi sekitar 5 % per tahun, lapangan
kerja yang diciptakan tidak dengan cepat menyerap jumlah pengangguran karena jumlah
pengangguran yang ada akan ditambah dengan angkatan kerja baru yang tidak terserap oleh
lapangan kerja setiap tahun. Hal ini menyebabkan konsentrasi perekonomian di daerah yang
memberi kesempatan kerja yang lebih besar tidak terserap dengan baik. Misalnya daerah
pedesaan yang masih menyediakan kesempatan bekerja yang lebih banyak tidak memiliki

MAGISTER MANAJEMEN – FEB UGM


GENERAL BUSINESS ENVIRONMENT 3
PERAN EKONOMI REGIONAL
BAGI PEMBANGUNAN INDONESIA

tenaga kerja yang cukup karena kebanyakan penduduk dengan usia produktif berada di
perkotaan yang justru tidak memberi kesempatan kerja yang cukup.

4. Kesimpulan

Pola pembangunan Indonesia sebaiknya memperhatikan aspek-aspek yang


diperhitungkan dalam ekonomi regional. Hal ini dikarenakan dengan berdasarkan
pertimbangan ekonomi regional yang matang, maka pertumbuhan ekonomi yang diharapkan
untuk membantu pembangunan dapat sesuai dengan kebutuhan dan tepat guna bagi
masyarakat Indonesia.

MAGISTER MANAJEMEN – FEB UGM