P. 1
Jalan Tol Cipularang

Jalan Tol Cipularang

|Views: 361|Likes:
Dipublikasikan oleh Gama Rais Rizani

More info:

Published by: Gama Rais Rizani on Mar 21, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/30/2013

pdf

text

original

Jalan Tol Cipularang

Jalan Tol Cipularang (CIkampek - PUrwakarta - PadaLARANG) adalah jalan tol di Indonesia yang menghubungkan kota Jakarta dan Bandung. Jalan tol ini selesai dibangun pada akhir April 2005. Tol ini membentang dari Cikampek - Purwakarta sampai Padalarang. Tol ini berada di pegunungan sehingga jalannya naik-turun dan juga mempunyai banyak jembatan yang panjang dan tinggi.

Pembangunannya dibagi dua yaitu:
• •

Tahap 1: Cikampek - Sadang dan Padalarang - Cikamuning (17.50 km) Tahap 2: Sadang - Cikamuning (41.00 km)

Melalui tol ini, jarak Jakarta - Bandung hanya membutuhkan waktu 1,5 jam, jika tidak macet dan dihitung dari Cawang (jaraknya sekitar 135 km). Tol ini juga dibuat pengukur kecepatan kendaraan. Jika melewati batas kecepatan, dengan kamera dapat ditelusuri, ditangkap dan disidang. Proyek yang diresmikan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono 13 Juli 2005 ini, merupakan salah satu keberhasilan pemerintah dalam membangkitkan kembali roda perekonomian khususnya pembangunan infrastruktur. Jalan tol tersebut akan menghubungkan Jakarta dan daerah pertumbuhan industri yang pesat di sebelah timur, antara lain Bekasi, Karawang dan Garut, serta sekaligus melayani kota-kota Purwakarta, Subang, Plered dan Cikalong Wetan.

Fisik
Jalan tol cipularang dibangun diantara pengunungan diatas tanah kapur serta bebatuan cadas, sehingga kontur lintasannya selain labil juga bergelombang. Selain itu karena lintasannya di punggung bukit sehingga banyak tanjakan dan turunan yang curam.

Jalan tol ini dilalui oleh 5 pintu tol, yaitu: Pintu tol Sadang Jatiluhur Cikamuning Padalarang Barat Padalarang Kilometer KM 79 KM 85 KM 115 KM 120 KM 121 Tujuan Purwakarta, Sadang, Subang Purwakarta, Jatiluhur, Ciganea Cikamuning, Cikalong Wetan, Purwakarta Purwakarta, Cikampek, Jakarta, Cianjur, Cileunyi Padalarang, Cianjur, Cikalong

Lalu 5 Jembatan, yaitu: Nama Jembatan Ciujung Cisomang Cikubang Cipada Cimeta Panjang Jembatan 550 M 252 M 500 M 720 M 400 M Kilometer KM 95 KM 101 KM 110 KM 110 KM 117

Dan 4 rest area, yaitu: KM 72 88 88 97 Arah Selatan Utara Selatan Utara Fasilitas ATM, SPBU, restoran, masjid, mini market, stasiun layanan ATM, SPBU, restoran, masjid, mini market, stasiun layanan ATM, SPBU, restoran, masjid, mini market, stasiun layanan ATM, SPBU, restoran, masjid, mini market, stasiun layanan

Tarif
Tarif jalan tol cipularang menurut KEPMEN PU NOMOR: 514/KPTS/M/2009 yaitu sebagai berikut:
asal SS Dawuan tujuan Sadang Jatiluhur SS Padalara ng SS Dawuan Jatiluhur SS Padalara ng SS Dawuan Jatiluhur Sadang SS gol_ gol_ gol_ gol_ gol_ 1 2 3 4 5 500 750 100 125 145 0 0 00 00 00 900 135 180 225 270 0 00 00 00 00 275 00 500 0 400 225 00 900 0 400 0 185 415 00 750 0 600 0 340 00 135 00 600 0 280 550 00 100 00 800 0 455 00 180 0 800 0 370 690 00 125 00 100 00 565 00 225 00 100 00 465 825 00 145 00 120 00 680 00 270 00 120 00 560

Sadang

Padalara ng SS Dawuan SS Padalara ng SS Padalara ng Sadang Jatiluhur Cikamuni ng

00 275 00 225 00 185 00 250 0

00 415 00 340 00 280 00 350 0

00 550 00 455 00 370 00 500 0

00 690 00 565 00 465 00 600 0

00 825 00 680 00 560 00 750 0

Pengaruh
Pengaruh yang paling signifikan dari pembangunan jalan tol ini yaitu mudahnya akses para pengendara kendaraan pribadi maupun kendaraan umum dari Jakarta ke Bandung ataupun sebaliknya. Sebelum jalan tol ini dibangun, perjalanan dari Jakarta ke Bandung bisa menempuh jarak 180 km, dengan lama perjalanan mencapai 3-6 jam tergantung keramaian jalan, tetapi setelah jalan ini dibangun, jarak dari pintu masuk di Cawang hingga pintu keluar di Pasteur hanya menempuh jarak 135 km, dan kalau kondisi keramaian jalan tidak begitu ramai, perjalanan dapat ditempuh hanya dengan lama perjalanan sekitar 1,5 jam. Karena mudahnya akses ini lah di Bandung banyak berlalu-lalang para pendatang dari Jakarta dengan berbagai tujuan. Selain itu, Dalam bidang pariwisata, terjadi peningkatan frekwensi kunjungan wisatawan ke Kota Bandung sebesar 57% (Pramuditya, 2006). Dapat dicermati bahwa investasi transportasi ini telah membawa dampak terhadap sistem aktivitas dan guna lahan di Kota Bandung. Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa terdapat kecenderungan perubahan guna lahan yang berbeda-beda di ketiga koridor jalan. Di koridor Jalan Pasteur, terjadi perubahan pemanfaatan yang paling pesat, yaitu sebesar 14,14 % untuk guna lahan perumahan. Perubahan terbesar kedua terjadi di koridor Jalan Sukajadi yaitu sebesar 12,28% untuk guna lahan perdagangan dan jasa, kemudian posisi terakhir adalah Jalan Surya Sumantri dengan perubahan sebesar 4,25% untuk guna lahan perdagangan dan jasa. Fenomena yang menarik adalah meskipun koridor Jalan Pasteur terhubung langsung dengan pintu Tol Pasteur, namun tidak berarti memiliki kecenderungan yang tinggi terhadap terjadinya perdagangan dan jasa. Sebaliknya, koridor Jalan Sukajadi terletak paling jauh dari pintu Tol Pasteur, namun memiliki kecenderungan yang tinggi terhadap terjadinya perdagangan dan jasa. Pemanfaatan lahan akan cenderung untuk berubah sesuai dengan potensi dan kemudahannya untuk berubah. Perkembangan perdagangan dan jasa yang pesat di Jalan Sukajadi perlu diatur agar tidak menyalahi pemanfaatan ruang yang ada. Sedangkan untuk koridor Jalan Pasteur perlu direncanakan dengan baik karena kawasan ini berkembang dengan pesat dan berpotensi besar untuk menjadi kawasan perdagangan dan jasa di kemudian hari yang akan menjadi sasaran investor. Untuk itu, dalam melakukan pengendalian lahan terutama dalam

penetapan pajak, sebaiknya pengambil kebijakan memperhitungkan kecenderungan perkembangan guna lahan di masing-masing wilayah dan melihat kondisi kondisi guna lahan di sekitarnya.

Pemegang Kebijakan
PT Jasa Marga (Persero) Tbk.

Jasa Marga didirikan tahun 1978 ketika jalan bebas hambatan pertama yang menghubungkan jakarta dengan Bogor selesai dibangun. Dengan pertimbangan agar biaya pengoperasian dan pemeliharaan ruas jalan tersebut dapat dilakukan secara mandiri tanpa membebani anggaran Pemerintah, Menteri Pekerjaan Umum ketika itu, Ir. Sutami mengusulkan pendirian sebuah persero untuk mengelola jalan tersebut. Terbitlah Peraturan Pemerintah No. 4 tahun 1978 tentang Penyertaan Modal Negara Republik Indonesia untuk pendirian persero. PT Jasa Marga (Persero) dibentuk pada tanggal 1 Maret 1978 dengan tujuan menyelenggarakan jalan tol di Indonesia. Pada tanggal 9 Maret 1978, Presiden Soeharto meresmikan jalan tol tersebut sebagai jalan tol pertama di Indonesia yang diberi nama Jagorawi dengan karyawan 200 orang. Sejak saat itu Jasa Marga bersama pemerintah terus membangun jalan-jalan tol baru di wilayah Jabotabek, Bandung, Cirebon, Semarang, Surabaya dan Medan. Sampai dengan akhir tahun 80-an, Jasa Marga adalah satu-satunya penyelenggara jalan tol di Indonesia, hingga kemudian Pemerintah mengundang pula investor swasta. yang berfungsi sebagai regulator menjadi investor jalan tol dari Pemerintah. Jasa Marga siap bersaing dengan investor jalan tol swasta dalam membangun, mengoperasikan dan memelihara jalan tol. Pada tanggal 12 November 2007, status Jasa Marga berubah menjadi Perusahaan Terbuka dengan melepas 30% sahamnya kepada publik melalui Bursa Efek Indonesia.

Sampai saat ini Jasa Marga telah membangun dan mengoperasikan 14 (empat belas) ruas jalan tol sepanjang 531 km, yang dikelola oleh 9 (sembilan) kantor Cabang dan 2 (dua) Anak Perusahaan yaitu PT Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta (JLJ) serta PT Marga Sarana Jabar yang mengoperasikan Bogor Ring Road, dengan karyawan lebih dari 5,000 orang. Jasa Marga terus melakukan langkah-langkah untuk memaksimalkan nilai perusahaan. Modernisasi, Good Corporate Governance, Efisiensi dan Sumber Daya Manusia yang handal menjadi dasar ke arah peningkatan value perusahaan untuk tetap menjadi "Leader" dalam industri jalan tol merupakan tekad perusahaan saat ini dan di masa mendatang.

TUGAS PENGANTAR REKAYASA INFRASTRUKTUR
JALAN TOL CIPULARANG

OLEH : GAMMA RAIS RIZANI
16610131

FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN LINGKUNGAN INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->